Kabupaten Malang Juara 3 Bidang Electronic Application LKS

Juara tiga lomba bidang Electronic Application LKS (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Lomba bidang Electronic Application dalam LKS yang diwakili SMK 2 Singosari, behasil juara 3. Peserta bernama Andika Putra Jaya mendapat nilai 79.

Siswa kelas 12 jurusan Audio Video itu berhasil mengikuti serangkaian lomba, yang paling sukses adalah merakit komponen motor solar cell. Kepada MVoice, Andika mengaku tak kesulitan dalam tes itu. Iya berusaha keras membuat motor itu bergerak mengikuti cahaya matahari.

“Saat ada matahari, sensor itu menangkap cahaya matahari dan motornya bergerak mengikuti matahari, jadi energi yang didapat maksimal,” katanya.

Diakuinya, motor panel itu sudah dilatih di sekolah dan persiapan matang beberapa bulan sebelum perhelatan dimulai. Dalam lomba itu, SMK 3 Boyolangu, Tulungagung, meraih posisi pertama, disusul SMK Gamaliel Madiun di peringkat kedua.

LKS Ditutup, Ambisi Kota Malang Sulit Direalisasi

Suasana penutupan LKS 2015 (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Usai sudah Penyelenggaraan LKS (Lomba Kompetensi Siswa) 2015 Jawa Timur. Persaingan memperebutkan juara mewakili kota/kabupaten se-Jawa Timur dari 65 bidang lomba SMK bakal diumumkan hari ini.

Harapan besar tuan rumah Kota Malang untuk juara umum rupanya sangat sulit tercapai, karena lawan yang dihadapi sangat berat. Pengumuman juara tiap bidang dilakukan di Gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, sekaligus upacara penutupan acara yang sudah digelar sejak 2 November lalu.

Saat ini, dari pantauan MVoice, beberapa peserta berdatangan untuk menerima award juara dan merayakan kesuksesan perhelatan akbar ke 24 ini. Dijadwalkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rahman, turut hadir dalam penutupan ini.

Jaga Standar Mutu, Guru se Kota Batu Ujian Kompetensi

Guru-guru saat melihat daftar nama lokasi tes UKG di Kantor Dindik (fathul)

MALANGVOICE – Bukan hanya siswa yang harus ujian, kini ribuan guru se Kota Batu juga bakal di tes kemampuannya dalam rangka Uji Kompetensi Guru (UKG) pada 9 hingga 25 Novomber mendatang.

UKG merupakan program nasional untuk menaikkan standarisasi guru. Program ini dilakukan secara berkala oleh masing-masing kabupaten/kota. Saat ini ada 2.298 guru di Kota Batu sudah terdaftar, mulai tingkat Taman Kanak-Kanak sampai SMA.

“Guru juga diukur kemampuannya seperti apa, baik dalam penguasaan mata pelajaran, maupun keguru-annya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Hj Mistin, kepada MVoice.

UKG akan dilaksanakan secara online. Ribuan peserta itu dibagi dalam beberapa lokasi tes. Karena itulah, beberapa hari terakhir ratusan guru kerap muncul di Kantor Dindik, melihat jadwal keikutsertaan di UKG.

“Kalau ada yang tidak lulus, selanjutnya dilakukan intensifikasi pembelajaran pada materi yang gagal. Pokoknya lulus UKG berarti sudah kualitas,” tandasnya.

Siti Zubaidah, salah satu guru yang ditemui MVoice, mengaku deg-degan dengan adanya UKG. Meski tes dilakukan pada materi yang dikuasai, namun tetap saja guru SDN 2 Torongrejo ini grogi.

“Tapi tidak ada kesiapan khusus, mau persiapan bagaimana lagi. Jadi ya dijalani aja, lagian saya jadi guru sudah lama,” ujar Zubaidah, tanpa menyebut angka pasti lamanya dia mengajar.

Pemkot Yakin Keracunan Siswa Bukan dari Susu

Punjul Santoso (fathul)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, memastikan, keracunan yang menimpa puluhan siswa SD Muhammadiyah, pagi tadi, bukan disebabkan susu pasteurisasi KUD Batu.

Saat mendengar keracunan itu, ia langsung meminta penjelasan ke beberapa pihak, mulai Dinas Kesehatan, sekolah yang bersangkutan, hingga siswa-siswi yang mengalami keracunan.

“Tadi sudah dilakukan interogasi kepada beberapa siswa untuk mendapatkan faktanya bagaimana. Makanya saya mengatakan bukan karena susu,” kata Punjul kepada MVoice, petang ini.

Ia menceritakan, Rabu pagi, siswa SD sampai SMP Muhammadiyah diberi susu yang sama. Siswa SD mulai kelas 1 sampai kelas VI juga diberi susu. Sedangkan yang keracunan hanya kelas IV sampai kelas VI.

“Kami tanyakan kepada mereka, selain susu, siswa kelas IV sampai kelas VI ini diberikan makanan tambahan berupa es buah dan roti kukus. Nah kemungkinannya dari sini,” kata Punjul.

Meskipun dugaan kuat mengarah ke makanan tambahan itu, namun Punjul tetap menunggu hasil uji laboratorium. “Bahkan muntahan si anak juga diambil sampel di bawa ke lab,” tandasnya.-

Basket Putra Kota Malang Gagal Tembus Semi Final LKS

Pelatih tim basket putra Kota Malang, Yusworo Eko. (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Tim basket putra Kota Malang gagal maju ke babak semifinal, setelah dikalahkan Kota Probolinggo dengan skor 43-33, di Lapangan SMAN 8 Malang, sore ini, dalam laga LKS 2015.

Tim asuhan Yusworo Eko dari SMKN 5 Malang itu sudah berusaha merebut poin. Namun, perlawanan sengit ditunjukkan tim lawan, dan pemain Kota Malang banyak kecolongan three point lawan.

Sampai peluit panjang dibunyikan, tim Kota Malang tak bisa merubah kedudukan, dan Probolinggo akhirnya maju ke babak semi final.

Pelatih Yusworo mengakui tim asuhannya belum padu. “Kami hanya berlatih dua minggu saja. Tim kurang kompak,” katanya, usai pertandingan.

Tim basket Kota Malang diperkuat pemain pilihan dari murid SMK 5, 4, 10, 11. Yuswantoro memuji timnya sudah bersemangat bertanding atas nama kota.

“Habis ini kami selesai dan kembali ke sekolah masing-masing. Saya harap ada tim gabungan dari SMK se Malang untuk bangun pondasi,” harapnya.

Sebelumnya, tim Kota Malang berhasil menang lawan Kabupaten Pasuruan 26-16, Selasa kemarin.-

Tim Basket Ponorogo Kalahkan Kabupaten Malang

Tim basket putri LKS. (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Tim basket putri Kabupaten Malang yang mewakili Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2015 harus mengakui keunggulan tim Kabupaten Ponorogo, dengan skore 8-28.

Pertandingan yang digelar di lapangan SMAN 8 itu berlangsung sengit. Suporter yang memadati pinggir arena tak henti memberikan dukungan dan yel yel. Kedua tim saling jual beli serangan, namun kekuatan Kabupaten Ponorogo tak bisa dibendung Kabupaten Malang.

Pelatih Kabupaten Malang, Neo Fandy, mengakui anak asuhnya mengalami kelelahan usai melawan tim Blitar hingga banyak yang cidera.

“Dua pemain inti mengalami cidera dan juga kondisinya kelelahan. Kami mengakui kekalahan ini,” katanya usai pertandingan.

Dengan kekalahan itu, tim Kabupaten Malang otomatis tak lolos di babak penyisihan.-

Murid TK Restu 1 Mengenal Hewan Peliharaan Lebih Dekat

Murid kelas B TK Restu 1 mengenal hewan (deny)

MALANGVOICE – Ada pemandangan lain terlihat di TK Restu 1 Jalan Bandung, Kota Malang, pagi tadi. Hampir seluruh murid TK yang berjumlah 120 anak itu, datang ke sekolah membawa aneka hewan.

Mereka membawa hewan sesuai program ‘Aku Sayang Anak’. Tujuannya untuk memantapkan pengetahuan murid akan hewan.

Mereka membawa beberapa jenis hewan, seperti kucing, burung dan ada juga yang membawa ikan. Bahkan salah satu wali murid mendatangkan reptil jenis iguana raksasa.

Murid kelas B TK Restu 1 mengenal hewan (deny)
Murid kelas B TK Restu 1 mengenal hewan (deny)

Murid-murid itu pun tertarik pada iguana berumur empat tahun itu. Tanpa rasa takut, para guru mengajak murid berkenalan lebih dekat dengan memegang dan memberikan makan hewan itu.

Kepala Sekolah TK Restu 1, Siti Ruqoiyah, mengatakan, dengan interaksi pada hewan itu para murid diharap bisa lebih mencintai hewan. “Mereka kami ajarkan cara merawat, memberi makan hewan secara langsung agar mereka menyayangi hewan di sekitar,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan itu juga mendukung K13 (Kurikulum 13) yang tidak harus belajar teori, tapi lebih menekankan pada praktik. “Dengan menyentuh hewan, mereka bisa tahu bulu kelinci berbeda dengan bulu burung dan sebagainya. Kami menempatkan diri sebagai fasilitator,” tuturnya.

Program yang dilaksanakan tiap tahun itu juga menggandeng LSM Animal Indonesia untuk memberikan pendalaman materi dalam mengenal hewan dan memutar film pengetahuan.

Direktur Animal Indonesia, Suwarno, mengaku senang dengan progam TK BA Restu. Kegiatan itu juga selaras dengan program school visit.

“Kami senang menjelaskan ke murid tentang mencintai hewan, ada beberapa yang perlu diperhatikan. Seperti kesejahteraan hewan, kebutuhan hewan, dan menjaga agar tak merasa stress. Hewan juga banyak kebutuhan,” jelasnya.

Kegiatan ‘Aku Sayang Hewan’ dilakukan sejak kemarin, melibatkan seluruh murid TK dan kelompok bermain.

9.000 Pramuka Kemah Nasional di Coban Rondo

Beberapa siswa Pramuka Penggalang saat mendirikan tenda, dibantu pembina. (fathul)

MALANGVOICE – Sekitar 9.000 siswa dan pembina Pramuka Sekolah Islam Terpadu se Indonesia menggelar Kemah Nasional III Pramuka Penggalang di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mulai hari ini.

“Pesertanya dari pramuka tingkat penggalang, dari SD kelas VI hingga SMP kelas XI. Kalau siswa SMA memang ada, sebagai pramuka penegak untuk kepanitiaan sebanyak 316 orang,” ungkap protokoler acara, Alief N, kepada MVoice.

Perkemahan ini dilakukan bertujuan menjalin persaudaraan (ukhuwah) bukan perlombaan. Menurut Alief, kemah ukhuwah ini menjalin kebersamaan antar umat muslim.

“Yang ditekankan dalam setiap kegiatan kepramukaan ini nanti adalah bagaimana melatih ketakwaan dan skill of life yang dimiliki siswa. Saat mereka pulang nanti, akhlak diperoleh, saudara juga banyak,” imbuhnya.

Rencana pembukaan besok pagi akan dihadiri Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Adhyaksa Dault. “Informasinya Pak de Karwo bakal hadir,” sambung Alief.

Ia berharap ke depan siswa Sekolah Islam Terpadu bisa mengaplikasikan kemandiriannya dikehidupan. Karena menjalin ukhuwah bisa membangun bangsa bersama-sama.-

13 Peserta LKS Mundur Tanpa Alasan

Penanggung jawab kompleks SMA Tugu, Sidik Priyono. (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Pamer prestasi di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se Jawa Timur ternyata tidak dimanfaatkan betul oleh peserta yang mewakili kota/kabupaten.

Terbukti beberapa peserta mundur tidak mengikuti serangkaian lomba, hari ini. Penanggung jawab tempat lomba kompleks SMA Tugu, Sidik Priyono, menyebut ada 13 peserta mengundurkan diri atau tidak hadir dalam lomba.

Kebanyakan mereka tidak mengikuti lomba bidang sains dan sains terapan. “Mereka tidak hadir tanpa konfirmasi pada panitia penyelenggara. Jadi kami tak tahu alasan pasti,” katanya.

13 peserta itu terdiri dari empat peserta lomba matematika non teknik, yakni SMK Brantas Karangkates, SMKN 3 Jombang, SMKN 1 Dlanggu Mojokerto, dan SMKN 1 Mejayan Madiun.

Lomba kimia terapan ada dua peserta yang mundur, yakni SMK PGRI 1 Mejayan Madiun, dan SMK Bustanul Ulum Pamekasan.

Fisika terapan dua peserta mundur yakni SMK PGRI 1 Mejayan, dan SMKN 1 Bangkalan. Biologi terapan satu peserta dari SMK PGRI 1 Mejayan, dan SMKN 3 Tuban mundru dari lomba Chemistry.

LKS se Jatim yang dipusatkan di Kota Malang melombakan 64 bidang lomba dibagi kedalam enam kelompok. Enam kelompok itu adalah kelompok teknologi, bisnis manajemen, pariwisata, sains terapan, bahasa, dan cabang olahraga.-

Wow, Persaingan Ketat Terjadi di Lomba Bidang Kecantikan LKS

Persiapan lomba bidang kecantikan LKS. (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Persaingan ketat terjadi di lomba bidang kecantikan pada LKS 2015 yang digelar di SMKN 3 Kota Malang, hari ini. Sembilan peserta mengikuti facial teknologi dan waxing.

Berlomba di ruang tertutup, peserta dinilai tiga juri dari Unesa dan Tiara Kusuma Kosmetik. Salah satu guru pendamping dari SMKN 6 Surabaya, Hilda, mengaku mempersiapkan anak didiknya untuk LKS tahun ini agar meraih juara.

“Kami sudah latihan semua, terutama tata rias, besok. Untuk lainnya kami bawa model sendiri,” katanya saat ditemui MVoice, beberapa menit lalu.

Penanggung jawab lomba, Agustina dari SMKN 2 Boyolangu, menjelaskan, sembilan peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti perawatan kuku dan perawatan badan.

“Peserta diminta melakukan perawatan seluruh tubuh seperti SPA,” katanya. Sedikitnya peserta, karena tidak semua SMK memiliki kejuruan kecantikan, sambung Agustina.-

Komunitas