Edukasi Solusi Finansial di Masa Pandemi, Waspada Fintech Ilegal

MALANGVOICE – Pesatnya perkembangan industri keuangan digital, khususnya kehadiran teknologi finansial atau financial technology (fintech), memaksa perbankan kelas menengah dan kecil untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Kini, sejumlah bank kecil dan menengah mulai mengembangkan produk kredit melalui digital agar dapat bersaing dengan fintech. Arah pengembangan digital tersebut sudah sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank kecil dan menengah.

OJK merilis data terbaru terkait jumlah penyelenggara jasa keuangan berbasis digital atau financial technology (fintech) yang sudah mengantongi izin dan terdaftar di OJK. Sampai dengan 5 Agustus 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending terdaftar dan berizin adalah sebanyak 158 perusahaan.

Selaras dengan perkembangan industri fintech P2P lending, PT Mapan Global Reksa (Findaya) dan PT Digital Yinshan Indonesia (CrediNex) menyelenggarakan talkshow dengan mahasiswa Universitas Brawijaya pada hari Senin (26/10) secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

Ageng Aji Panggayuh – Compliance Head Findaya mengatakan, kehadiran inovasi produk fintech P2P lending diharap mampu membuka solusi alternatif finansial untuk masyarakat.

“Semoga ini menjadi solusi masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.

Dannis Joseph – VP Business Development CrediNex menambahkan, dengan adanya edukasi daring ini, diharap mampu menyadarkan masyarakat bagaimana fintech legal.

“Kami juga berharap masyarakat Malang dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” katanya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa Universitas Brawijaya ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut inovasi yang terus diberikan industri fintech.(der)

Bantu Pelaku Usaha UMKM Kembangkan Bisnis, Belanjamalang.com Diluncurkan

Anas Muttaqin meluncurkan layanan belanjamalang.com

MALANGVOICE – PT Hasta Komunika meluncurkan platform layanan marketplace baru yang dinamakan belanjamalang.com.

Marketplace berbasis online menyasar pelaku usaha lokal di Malang Raya. Platform ini hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Hasta Komunika Research and Consultants, Muhammad Anas Muttaqin, mengatakan, sejak pandemi Covid-19, perilaku masyarakat ikut berubah. Masyarakat kini lebih memilih berbelanja atau mencari kebutuhannya melalui online sehingga menghindari interaksi antar manusia.

“Saat ini, mulai ada pergeseran aktivitas ekonomi dari konvensional menuju digital. Inilah yang coba kami bantu memulihkan lagi geliat perekonomian, salah satunya melalui platform ini,” ujarnya setelah meluncurkan layanan belanjamalang.com, Senin (26/10).

Menurut Anas, hadirnya belanjamalang.com ini mampu melayani masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah. Platform ini juga membantu ekosistem ekonomi pelaku usaha kec menengah di Kota Malang mengembangkan bisnis.

“Pelaku usaha di Malang bisa mengembangkan bisnisnya di sini dengan mudah. Konsumen pun dipermudah mencari produk khas Malangan di satu titik,” ujarnya.

Selain itu, agar layanan belanjamalang.com ini bisa terus eksis, PT Hasta Komunika terus mengupayakan pelaku UMKM untuk mulai beralih ke bisnis online. Karena itu, pihaknya membantu pelaku usaha membranding produk sehingga bisa menarik pembeli secara online.

“Kami juga akan edukasi pelaku usaha agar serius mengembangkan bisnisnya secara online. Kami harap belanjamalang.com bisa diterima masyarakat dengan baik sehingga bisa terus eksis,” ia menandaskan.(der)

Kembangkan Ekonomi Digital, Pemkot Malang Gandeng Grab

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melakukan kerja sama dengan Grab. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus berupaya mengembangkan ekonomi digital. Upaya itu dilakukan menggandeng banyak kerja sama, salah satunya Grab.

Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko dan Business Development Head East Java, Grab Indonesia, Irvan Prasetyo, Senin (19/10).

Lingkup kerja sama ini akan mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan pariwisata dan kebudayaan, hingga penyediaan sarana transportasi yang mudah dan ramah lingkungan.

Grab dan Pemerintah Kota Malang juga turut meresmikan layanan Virtual Grab Driver Center untuk memudahkan mitra pengemudi mendapatkan pelayanan lebih aman tanpa tatap muka untuk penggantian data mitra, pengaktifan akun, dan penyampaian masukan mitra.

Irvan Prasetyo menjelaskan tujuan Grab untuk memastikan masyarakat Malang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang untuk menghadirkan berbagai inisiatif dalam rangka mendukung ekonomi digital di Malang. Hal ini tentunya sejalan dengan misi GrabForGood untuk memastikan setiap masyarakat dapat ambil bagian dan menikmati manfaat dari ekonomi digital,” jelasnya.

Menanggapi kerja sama strategis ini, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kerja sama ini.

“Dukungan yang diberikan oleh Grab untuk mengembangkan ekonomi digital di Malang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kota Malang. Hal ini diharapkan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dan memudahkan aktivitasnya sehari-hari. Kami juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Grab untuk mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi, tidak hanya dalam layanan transportasinya namun juga layanan kepada mitra pengemudi dengan Virtual Grab Driver Center,” paparnya.

Adapun kerja sama ini meliputi program pembinaan generasi muda dan penguatan UMKM, program dukungan wisata, memberikan akses kemudahan bertransportasi kepada masyarakat. (der)

RSUD Saiful Anwar Ciptakan Stetoskop Digital

Ilustrasi. (RSUD Saiful Anwar Malang)

MALANGVOICE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang mengembangkan stetoskop digital. Dinamakan Inoscope, inovasi ini diharapkan mampu melindungi tenaga medis di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Direktur RSUD Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, inovasi dilatarbelakangi kesulitan para petugas medis untuk menggunakan stetoskop. Terutama saat memakai setelan alat pelindung diri (APD) level 4 di Instalasi COVID-19 dan Infeksius Terpadu (INCOVIT).

“Penggunaan APD menutupi seluruh kepala, dan tubuh. Sehingga, apabila hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, harus menempelkan eartips ke telinga, yang artinya membuka penutup kepala,” kata Kohar, melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, jika para tenaga medis membuka penutup kepala tersebut, maka memiliki risiko tinggi terpapar virus. Baik akibat adanya droplet, atau mikro droplet, yang tersembur dari pasien ke media stetoskop yang dipergunakan.

Adanya inovasi Inoscope tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa membantu para tenaga medis untuk meminimalisir transmisi COVID-19, pada saat melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Cara kerja Inoscope berbeda dengan stetoskop pada umumnya. Inoscope akan melakukan perekaman denyut jantung, hingga nafas pasien. Suara denyut jantung dan nafas pasien kemudian ditangkap oleh mikrophone yang akan terhubung ke aplikasi pada telepon pintar.

Selain itu, Inoscope memiliki sampling suara yang tinggi dengan built in filter pada alat tersebut. Sampling suara tidak akan menggunakan filter digital pada telepon pintar, yang menyebabkan sampling rendah dan mengurangi kejelasan.

Petugas medis bisa mendengarkan suara jantung dan nafas pasien, melalui aplikasi yang terinstal di telepon pintar. Saat ini, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan harus melalui proses validasi sebelum dipergunakan secara resmi.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan dan Validasi Inoscope dr. Susanthy Djajalaksana menambahkan, penggunaan Inoscope diharapkan mampu mengurangi risiko petugas medis terpapar COVID-19. Diharapkan pula dengan penggunaan alat ini dapat mengurangi transmisi dan kontak dengan pasien.

“Sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid tanpa perlu berlama-lama kontak dengan pasien,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa pengembangan stetoskop digital tersebut, melibatkan tim gabungan yang terdiri dari dokter spesialis dari SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUD Saiful Anwar,dan tim pakar informatika medis diketuai Wahyu Teja Kusuma.(der)

Daging Ayam hingga Cabai, Penyumbang Deflasi Kota Malang September 2020

Ilustrasi daging ayam ras
Ilustrasi daging ayam ras

MALANGVOICE – Kota Malang kembali mengalami deflasi pada September 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan bahwa, deflasi didorong adanya penurunan pada kelompok pengeluaran transportasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau, masing-masing sebesar 0,30 persen, dan 0,22 persen.

Sunaryo merinci, komoditas penyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan harga tiket pesawat yang mencapai 3,71 persen, daging ayam ras 2,0 persen, telur ayam ras, 4,29 persen, cabai rawit 12,89 persen, dan emas perhiasan turun 0,69 persen.

kelompok pengeluaran lain yang menyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang tercatat sebesar 0,01 persen.

“Dua kelompok itu (transportasi dan makanan minuman) yang memberikan andil besar terhadap deflasi Kota Malang,” katanya saat konferensi pers, Kamis (1/10).

Sementara, lanjut dia, untuk komoditas penghambat deflasi, diantaranya kenaikan harga bawang putih sebesar 8,43 persen, sepeda motor naik 0,85 persen, bawang merah 3,37 persen, dan minyak goreng naik sebesar 0,66 persen.

Ia menambahkan, bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penghambat deflasi diantaranya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik atau mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Kemudian, ada kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya naik sebesar 0,16 persen, kesehatan naik 0,13 persen, pakaian, dan alas kaki naik 0,03 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen, dan penyedia makanan, dan minuman restoran naik 0,01 persen.

Sedangkan, ada dua kelompok pengeluaran yang tercatat stabil tersebut, yakni kelompok pengeluaran air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok pengeluaran pendidikan.

“Deflasi pada September ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya deflasi juga terjadi pada bulan Maret, April, Agustus 2020,” sambung dia.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga September 2020 sebesar 0,83 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,22 persen. Untuk inflasi tahun ke tahun, pada 2020 ini merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir.

“Inflasi tahun ke tahun Kota Malang pada 2020, merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir,” pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk wilayah lain di Jawa Timur, sebagian besar mengalami deflasi, dan hanya Kota Kediri yang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen.(der)

Dosen Pertanian Unitri Malang Sulap Limbah Sayur Jadi Pakan Ayam

Proses pengolahan pakan ayam. (istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap limbah sayur yang tidak dapat konsumsi manusia untuk diolah menjadi pakan ternak ayam dengan harga terjangkau.

Diawali dari permasalahan pakan yang dihadapi oleh peternak ayam Sumber Rejeki, di daerah Singosari dan Landungsari Kabupaten Malang. Tiga dosen Unitri yakni Wahyu Mushollaeni, Eka Fitasari, dan Atina Rahmawati yang melakukan pengadian kepada masyarakat melakukan terobosan dengan mengubah limbah sayur menjadi pakan ternak ayam.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam Sumber Rejeki adalah belum tercukupinya dan tersedianya pakan ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi, namun dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ungkap Wahyu.

Namun, kata Wahyu, pada sisi yang lain, kelompok petani sayur Siswandi dihadapkan pada permasalahan cukup banyaknya yakni limbah sayur dari golongan low grade dan bagian sayur yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

“Apabila limbah sayur tersebut menumpuk dan busuk, dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sayur menjadi bahan baku pelet pakan ayam broiler,” terang Wahyu.

Selain untuk meningkatkan nilai guna limbah sayur yang masih mengandung komponen nutrisi, juga untuk meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu penjualan pelet pakan kering. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak lain bertujuan untuk menghasilkan pakan yang murah dari limbah sayur petani dan meningkatkan produksi ternak dengan parameter tingkat efisiensi pakan Feed Convertion Ratio (FCR), mortalitas, dan peningkatan bobot badan.

Sementara metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pelet, pendampingan selama pemeliharaan, dan mengamati hasil terhadap produksi broiler. Tiga jenis limbah sayur dengan jumlah terbanyak yaitu dari kubis, daun kol putih, dan sawi digunakan sebagai bahan baku pelet.

Diperkuat dengan keterangan dari Eka Fitasari, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pelet limbah sayur memberikan FCR 2,12; mortalitas 0%; serta peningkatan bobot badan sebesar 1265,583 g.

“Formulasi yang digunakan dalam pembuatan pelet pakan ayam adalah 15% limbah sayur; jagung 56,5%; tetes tebu 1%; tepung kanji 4,5%; tepung daging 20,3%; limbah sayur 15%; premix broiler 2%; yang dan minyak 0,7%. Nutrisi yang dihasilkan dari komposisi pakan tersebut yaitu energi 2936 kkal/kg dan protein 19%,” beber Eka.(der)

MPM Honda Jatim Berikan Diskon hingga Jutaan Rupiah di Honda Virtual Expo Special Limited Offer

Honda expo. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT menyelenggarakan Honda Virtual Expo Special Limited Offer, Live Instagram @mpmhondajatim mulai tanggal 9 – 15 September 2020 pada pukul 16.00.

Honda Virtual Expo Special Limited Offer, setiap harinya menawarkan beragam discount pembelian hingga jutaan rupiah. Untuk motor type sport Honda CBR150R ditawarkan menjadi harga 33 jutaan.

Dan untuk type skutik Honda ADV150 ditawarkan dengan harga 33 jutaan dan Honda Genio ditawarkan menjadi harga Rp17 jutaan.

Untuk mengikuti program ini ada syarat dan ketentuannya, dengan mengisi form pendaftaran dan memilih type yang akan dibeli melalui form online bit.ly/hondavirtualexpo9. Peserta wajib follow akun sosmed MPM Honda Jatim dan mengikuti live Honda Honda Virtual Expo Special Limited Offer.

“Program ini cocok bagi konsumen yang saat ini ingin memiliki motor Honda. Ada penawaran.menarik selama program dan diskon hingga jutaan rupiah,” kata Suhari selaku Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim.(der)

Sektor Transportasi Sumbang Deflasi Kota Malang 0,06 Persen

ilustrasi. (Lifehack)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang melaporkan Kota Malang alami deflasi sebesar 0,06 persen, pada Agustus 2020. Hal itu didorong akibat turunnya harga pada kelompok pengeluaran transportasi.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo menjelaskan, penurunan pada kelompok pengeluaran transportasi tersebut, sebesar 1,46 persen. Penurunan itu merupakan catatan tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

“Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi. Deflasi pada Agustus 2020, berbeda dengan bulan yang sama pada dua tahun sebelumnya, yang biasanya mengalami inflasi,” ujar Sunaryo.

Ia melanjutkan, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen pada 2019 dan sebesar 0,05 persen pada 2018. Selain transportasi, kelompok lain yang mengalami penurunan diantaranya perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,27 persen.

Sedangkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga tercatat alami penurunan sebesar 0,19 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun sebesar 0,04 persen. Kemudian kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, dari kelompok komoditas, tercatat harga tiket angkutan udara mengalami penurunan sebesar 13,68 persen, daging ayam ras 2,79 persen, bawang merah 12,70 persen, serta beberapa komoditas buah-buahan.

“Namun, ada juga kelompok pengeluaran yang menunjukkan inflasi,” sambung dia.

Sunaryo menambahkan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, antara lain adalah kelompok perawatan probadi dan jasa lainnya sebesar 1,65 persen, kelompok pendidikan 1,15 persen, kelompok kesehatan 0,40 persen, dan pakaian serta alas kaki naik sebesar 0,04 persen.

Sedangkan untuk komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya, emas perhiasan sebesar 10,79 persen, biaya sekolah dasar 7,90 persen, minyak goreng 2,09 persen, biaya sekolah menengah atas 1,24 persen, tarif dokter spesialis 2,83 persen, dan gula pasir sebesar 1,96 persen.

Berdasarkan catatan tersebut, masih kata dia, sektor yang mendorong inflasi masih didominasi kelompok bahan makanan.

“Sinyal dari keadaan perekonomian, bahwa yang menggerakkan inflasi itu masih kelompok bahan makanan. Artinya, pada kelompok itu ada pergerakan dinamika perekonomian positif,” ujarnya.

Perlu diketahui, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga Agustus 2020 sebesar 0,88 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,12 persen. Angka tersebut di bawah Provinsi Jawa Timur yang masing-masing tercatat sebesar 0,89 persen, dan 1,39 persen.(der)

Heboh Video Anji dan Hadi Pranoto, Mafindo: Ini Bisa Membahayakan Publik

Ilustrasi hoax. (Istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu yang menghambat upaya pemutusan penyebaran virus Covid-19 beredar infodemik mengenai virus tersebut. Seperti diketahui, infodemik merupakan suatu informasi berlebihan, sehingga sulit untuk membedakan mana fakta maupun yang hoaks.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho mengatakan, infodemik sudah berpengaruh buruk bagi masyarakat dalam penanganan Covid-19.

“Infodemi berdampak buruk bagi masyarakat, mengganggu upaya penanganan pandemi. Butuh keseriusan bersama untuk menangkalnya,” kata Eko.

Sejak akhir Januari hingga awal Agustus 2020 ini Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencatat 544 hoaks terkait virus Covid-19.

Apalagi dengan muncul video viral dari kanal YouTube musisi Anji berisi klaim seorang profesor menemukan obat penyembuh Covid-19 yang kemudian menimbulkan kegaduhan publik. Video tersebut, dinilai mengandung informasi sesat oleh Kemenkes dan IDI.

Namun, video itu sudah ditonton oleh ratusan ribu orang dalam waktu singkat. Peristiwa ini menambah deretan informasi bohong, yang oleh WHO disebut sebagai infodemik. Infodemik mewarnai publik Indonesia selama pandemi.

Berbagai hoaks dan teori konspirasi, menurut Septiaji, sangat merugikan banyak pihak. Seperti teori konspirasi rumah sakit dan dokter meng-covid-kan pasien sebagai lahan bisnis. Sehingga, terjadi beberapa insiden penarikan jenazah paksa, hingga intimidasi tenaga medis di beberapa daerah.

“Bahkan hingga teori konspirasi terkait agama. Seperti bahwa Covid-19 adalah sebuah cara untuk menghancurkan umat agama tertentu dengan membuat umatnya tidak kembali ke sekolah dan mendapatkan pendidikan agama,” beber Septiaji.

Lebih lanjut, kata Eko, isu hoaks dan teori konspirasi di seputar vaksin juga berpotensi membuat masyarakat menolak program vaksinasi jika nanti vaksin sudah tersedia. Ia mengkhawatirkan hoaks juga berperan menurunkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Video Anji bersama Hadi Pranoto misalnya, yang disebut sebagai profesor pencipta obat Covid-19 adalah salah satu konten berisi klaim meragukan bahkan sesat.

“Ini bisa membahayakan publik dan memberi rasa aman yang palsu, dan dapat berbalik menjadi kelengahan masyarakat akan bahaya penyebarannya,” ujar Septiaji.

“Masyarakat yang termakan informasi tersebut bisa kemudian menolak protokol pencegahan dan pengobatan yang dibuat oleh pemerintah. Mereka memilih obat alternatif yang ditawarkan dalam video itu,” Septiaji menambahkan.

Mafindo mencatat ada 12 klaim sesat dan membahayakan publik dalam video wawancara Anji dengan Hadi Pranoto. Di antaranya terkait klaim obat buatannya sudah menyembuhkan ribuan orang dengan dua atau tiga hari pemakaian. Ada juga klaim bahwa vaksin justru merusak organ tubuh.

“Klaim lainnya masker tidak bisa mencegah penularan Covid-19. Berbagai klaim tersebut sangat berbahaya bagi publik, sehingga kami mendukung PB IDI yang meminta kepolisian turun tangan,” tandas Septiaji.

Baik Kemendikbud maupun IDI, kata Septiaji, menyatakan keraguan atas titel profesor bagi Hadi Pranoto. Namun berbagai klaimnya telanjur viral karena dimuat di kanal Youtube Anji dengan subscriber 3.6 juta orang.

“Sangat disayangkan sebuah kanal digital dengan jangkauan yang besar namun ikut menyebarkan informasi yang berpotensi membahayakan masyarakat. Di tengah keprihatinan karena kasus positif Covid-19 yang terus naik di Indonesia, seharusnya seorang figur publik memberikan teladan dengan berbagi informasi benar. Mengajak masyarakat mengikuti protokol kesehatan, bukan malah ikut menyebarkan informasi yang menyesatkan,” sambung Septiaji.

Sementara itu, Presidium Mafindo, Anita Wahid menambahkan dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan dari maraknya infodemik, dibutuhkan keseriusan bersama untuk mengatasinya.

“Pemerintah perlu lebih banyak mendengar opini masyarakat yang banyak muncul di media sosial, dan meresponsnya secara proaktif dengan cepat dan akurat. Publik juga membutuhkan kepastian informasi terkait kebijakan yang dikomunikasikan dengan konsisten. Kesimpangsiuran informasi akan membuat tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah menurun. Bisa juga menjadi pintu masuk kabar bohong,” ujar Anita.

Publik, lanjut Anita, juga perlu berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang terkait dengan berbagai tuduhan konspirasi di balik pandemi Covid-19.

“Teori-teori ini memanfaatkan keresahan masyarakat akan kondisi yang serba tidak pasti untuk keuntungan pribadi. Baik keuntungan finansial, ketenaran, ideologi, ataupun keuntungan lain. Teori seperti ini biasanya menggunakan komponen-komponen informasi yang sulit diverifikasi kebenarannya oleh masyarakat umum. Sehingga mudah memperdaya masyarakat,” tambah Anita.

Oleh karenanya, kata Anita, masyarakat perlu bersikap kritis terhadap informasi. Perlu juga mengeceknya melalui kanal-kanal dan sumber berita yang terpercaya.

Sebagai negara dengan masyarakat hierarkis, lanjut Anita, tokoh masyarakat dan tokoh agama harus dirangkul untuk memberikan keteladanan bagaimana seharusnya masyarakat memilah informasi.

Publik juga bisa berpartisipasi untuk ikut mengawasi informasi di sekitar lingkungannya dalam bentuk siskamling digital. Caranya ikut melaporkan konten yang dinilai meresahkan kepada pengelola platform maupun aparatur negara.

“Keseriusan dan gotong royong antara pemerintah, elemen masyarakat dan media massa adalah hal yang sangat penting untuk meredam infodemik. Dengan demikian, upaya penanganan pandemi Covid-19 bisa menjadi lebih baik,” tutup Anita.(der)

Grave Digger Malang Seleksi 30 Motor untuk Dikustom Ala Pimp My Ride

Motor hasil kustom Grave Digger Malang yang tergabung dalam Bold Riders Malang saat mengikuti sejumlah kontes. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Bold Riders Malang, Grave Digger merestorasi total kendaraan tak layak pakai menjadi kendaraan yang sangat keren. Motor ini milik para siswa berprestasi di Malang Raya.

Ketua Grave Digger Malang Dimas Zakaria mengatakan, kegiatan ini sudah jauh hari merancang konsep oleh kumpulan para builder top milik Bold Riders di Malang.

“Kami mengadopsi program televisi MTV. Kami akan modifikasi kendaraan roda dua milik siswa berprestasi yang kurang mampu dan motornya tidak layak pakai untuk kemudian dibikin kustom,” ungkapnya, Sabtu (27/6).

Pria yang merupakan builder sekaligus pemilik DJ AS Garage ini mengaku sudah melakukan seleksi terhadap siswa SMK di Malang Raya, yang menghasilkan sekitar 30 siswa yang motornya untuk diikutkan dalam program tersebut.

“Jadi kalau ada program Pim My Ride maka kami punya konsep Pim My Chooper, yakni siswa SMK yang kurang mampu dan berprestasi mengajukan motornya, dan akan kami kustom menjadi motor yang keren, bisa jadi ikon dan bahkan suatu saat bisa dipakai kontes,” jelas pria pemilik bengkel modifikasi yang berada di Desa Mulyoagung, Dau.

Menurut Dimas, saat ini dirinya sedang melakukan penyeleksian kendaraan-kendaraan tersebut, dan ditargetkan di pertengahan bulan Juli nanti sudah terpilih motor yang akan dikustom di bengkel DJ AS Garage.

“Kami masih data dulu motornya mengingat COVID-19 masih ramai di Malang, sehingga belum bisa bertemu pemilik motor. Yang terpenting motor itu punya siswa kurang mampu dan berprestasi,” ulasannya.

Dengan begitu, lanjut Dimas, diharapkan para siswa dapat langsung belajar dan syukur-syukur bisa menjadi builder andal di masa depan.

“Para siswa pemilik motor bisa melihat langsung dan terlibat dalam pembuatan motor kustom itu. Karena anak-anak SMK ini punya kreatifitas dan potensi untuk bisa menjadi builder motor. Yang penting mereka mau belajar dan bekerja keras,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Bold Riders Malang, Wilson Sanada sangat mengapresiasi konsep milik Grave Digger yang dianggapnya sangat keren ini.

“Dengan adanya Pimp My Chooper ini bisa meningkatkan dan menjadi trigger komunitas lain untuk semakin maju bersama Bold Riders Malang,” katanya.

Apa yang dilakukan komunitas Bold Riders Malang ini juga bisa memicu siswa SMK agar lebih semangat dalam menempuh pendidikannya.

“Jadi kami sangat mendukung ini. Ini juga termasuk tanggung jawab sosial dari teman-teman Grave Digger yang sangat concern di sekolah SMK,” pungkasnya.(der)