Dianggap Punya Dampak Positif, BI Dukung Perkembangan Online Shop

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Era revolusi industri 4.0 dirasa membawa dampak positif bagi masyarakat. Terlebih, para penggiat pelaku UKM untuk memasarkan produknya lewat online, atau yang lebih dikenal dengan online shop.

“Kami dari Bank Indonesia (BI) sangat setuju, karena dampaknya positif bagi perekonomian masyarakat. Karena kan proses transaksi semakin banyak,” ujar Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah saat mengisi kuliah tamu Banking Lecture Update Series di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Kamis (14/2).

Sayangnya, meski dirasa mempunyai dampak positif, ternyata online shop juga memiliki banyak risiko bagi para customer. Seperti misalnya, keaslian barang, atau penipuan transaksi.

“Jangan terlalu banyak belanja konsumtif. Kemudahan itu kan sebenarnya daya tarik agar semakin sering berbelanja. Walau banyak berbelanja, saya imbau masyarakat juga harus pandai,” tegasnya.

Dikatakannya, perkembangan online shop tiap tahun semakin berkembang. Tak hanya menjual sandang dan pangan saja, saat ini banyak akun online shop yang menjual elektronik atau bahkan kendaraan.

“Sangat berkembang pesat. Tetapi yang perlu diiingat adalah risikonya,” pungkasnya.(Der/Aka)

Makin Garang, AHM Hadirkan Honda CB650R Berkonsep Neo Sport Café

ilustrasi. (AHM)

MALANGVOICE – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan Honda CB650R untuk pertama kalinya di Indonesia. Selain motor berkonsep Neo Sport Café ini juga ada desain dan fitur terbaru jajaran Honda Big Bike 500cc, yaitu Honda CB500X, Honda CB500F, dan Honda CBR500R.

Untuk Honda CB650R memiliki revolusi desain Compact Neo Sport Café yang menawarkan tampilan baru untuk memenuhi gaya berkendara masa kini. LED round headlight yang disematkan membuat tampilan yang terlihat lebih unik dan berbeda. Kesan maskulin juga diperkuat dengan menonjolkan bagian mesin serta penggunaan suspensi depan inverted telescopic Showa 41mm yangmeningkatkan kenyamanan dan handling saat berkendara.

Model ini juga telah dibekali assist atau slipper clutch yang membuat tuas kopling menjadi lebih ringan dan mengurangi efek engine break.

Sedangkan fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), Honda CB650R memberikan kenyamanan dalam berkendara dimana sistem ini menyesuaikan tenaga mesinuntuk mengoptimalkan torsi di roda belakang dan mengurangi selip pada roda belakang.

Sementara itu, di kelas 500cc, Honda CB500X tampil lebih gagah dan kesan adventure semakin kuat dengan perubahan desain dan suspensi depan dengan travel lebih panjang. Aplikasi roda depan berukuran 19 inch yang menghasilkan ground clearance lebih tinggi sehingga lebih mumpuni untuk menjelajah lebih jauh. Honda CB500F semakin agresif dan ‘berotot’, serta Honda CBR500R bergaya lebihracing dan aerodinamis.

Honda CMX500 Rebel dengan style yang tak lekang oleh waktu kini hadir dengan pilihan warna baru yang lebih elegan, yaitu Mat FrescoBrown dan Mat Axis Gray Metallic menemani warna Millenium Red yang sebelumnya telah dipasarkan.

President Director AHM, Toshiyuki Inuma menyampaikan berbagai inovasi desain, teknologi, dan fitur yang terus dilakukan untuk menjadikan jajaran big bike Honda sebagai motor impian tertinggi dari seluruh pecinta sepeda motor.

“Melalui jajaran terbaru big bike Honda ini, kami ingin mengajak Anda semua untuk merasakan kesenangan hidup terbaik dengan perpaduan sempurna dari kegembiraan, adrenalin, kesenangan, dan kepuasan berkendara yang dirasakan secara bersamaan saat berkendara,” ujar Inuma.

Sementara itu, Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman mengatakan selain menyuguhkan performa produk yang mumpuni, pecinta big bike Honda juga dimanjakan dengan perasaan bangga terhadap produk dan layanan yang didesain khusus bagi mereka.

“Kami pun secara konsisten terus memberikan layanan yang didesain secara premium khusus bagi pengguna big bike Honda melalui jaringan dealer Big Wing. Kami berharap kehadiran big bike Honda yang didukung kuatnya layanan purna jual di jaringan Honda dapat semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap jajaran produk big bike Honda,” ujar Loman. (Adv)

Inklusi dan Literasi Keuangan Meningkat, Sutiaji Apresiasi Kinerja OJK

Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberikan sambutannya dalam peresmian kantor OJK baru. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hingga saat ini mampu memberikan edukasi dalam hal keuangan bagi masyarakat.

Menurut Sutiaji, OJK saat ini mampu meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dan telah berkolaborasi dengan sejumlah pihak. “Dengan adanya kolaborasi, tidak hanya berhenti sampai di sini tapi terus menerus agar mempermudah perputaran ekonomi lebih baik di daerah,” ujar Sutiaji saat menghadiri peresmian Kantor OJK Selasa (22/1).

Ia menilai jika masyarakat saat ini telah memahamimi peran industri jasa keuangan seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang No 21 Tahun 2011 Pasal 4. Ia juga mengatakan apabila literasi masyarakat bagus maka inklusi juga akan bagus.

“Saat ini, nilai literasi kami 32 dan inklusi 73. Literasi masyarakat Kota Malang semakin tinggi, saya yakin akselerasi yang dilakukan oleh mahasiswa membawa pemahaman kepada masyarakat bahwa industri jasa keuangan adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Selain itu, inflasi Kota Malang saat ini juga cukup terkendali, bahkan pertumbuhan ekonomi tinggi disertai menurunnya gini rasio serta UMKM saat ini yang mulai berkembang.

“Dengan demikian, maka sudah jelas peran OJK juga mempengaruhi ekonomi di Kota Malang,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Jenius BTPN Mudahkan Cari Solusi Kelola Keuangan

Perkenalan aplikasi Jenius BTPN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jenius terus berinovasi ciptakan fitur-fitur unik sebagai solusi life finance bagi masyarakat melek digital atau digital savvy.

Usai dikenalkan di masyarakat Kota Surabaya Mei 2018 lalu, Jenius terus mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para digital savvy di Jawa Timur, termasuk Kota Malang.

Kini warga kota Malang dapat mengunduh aplikasi inovatif PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) ini di App Store atau Google Play Store, ataupun dengan mengunjungi booth Jenius yang berada di Malang Town Square dan Mall Olympic Garden.

“Kehadiran Jenius di Malang sekaligus menjawab kebutuhan para digital savvy untuk mendapatkan solusi life finance yang mudah, cerdas, dan aman. Dengan ini, kami berharap dapat mengajak lebih banyak digital savvy untuk mengembangkan solusi life finance yang semakin lengkap,” jelas Digital Banking Head BTPN, Peterjan van Nieuwenhuizen.

Setelah diluncurkan di Jakarta pada Agustus 2016, Jenius berhasil mengintegrasikan elemen gaya hidup dan finansial (konsep life finance) kepada masyarakat yang melek teknologi di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

“Penetrasi teknologi digital di masyarakat yang semakin meningkat membuat smartphone memiliki peran signifikan untuk mengakses beragam layanan sekaligus membuat keputusan. Disadari atau tidak, setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi terhadap finansial. Untuk itu, Jenius hadir sebagai solusi life finance yang membantu mengelola gaya hidup dan finansial sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN, Irwan Sutjipto Tisnabudi menjelaskan fitur-fitur Jenius terus dikembangkan, melalui proses kreasi dengan masyarakat digital savvy sehingga dapat menyesuaikan gaya hidup penggunanya.

“Kolaborasi dan kreasi yang kami lakukan tidak hanya berhenti di fase pembentukan awal. Kehadiran Jenius di berbagai lokasi baru menjadi semangat bagi kami untuk berkreasi mendapatkan masukan dan ide untuk layanan perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan para digital savvy,” ujarnya.

Perlu diketahui, Jenius adalah aplikasi perbankan digital yang memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank dan mengelola keuangan dari ponsel, baik ponsel berbasis Android maupun iOS.

Beberapa fitur unik di Jenius antara lain, Send It yang dapat digunakan untuk mengirimkan uang dan membayar tagihan telepon, kartu kredit, e-commerce, internet, televisi berlangganan, transportasi, dan isi pulsa melalui smartphone. Fitur $Cashtag memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih mudah karena diciptakan bukan dengan deretan angka melainkan nama.

Sementara itu, setiap pengguna Jenius berkesempatan mendapatkan lima kartu debit yang dilengkapi dengan jaringan Visa dan GPN yang berfungsi untuk melakukan alokasi finansial sesuai dengan kebutuhan. (Der/Ulm)

Berikan Program Sosial, BI Hadirkan BI Corner di Beberapa Lembaga

peresmian BI Corner di FEB UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Sebagai tugas Bank Indonesia (BI) guna memberikan program sosial, salah satunya dengan meresmikan BI Corner di Perpusda maupun lembaga pendidikan.

“BI Corner ini sangat tepat terutama kami soroti untuk jadi pusat ilmu perbankan. Dan tujuannya adalah untuk mengenalkan bank sentral kepada masyarakat, karena masyarakat masih sering menanyakan tugas Bank Indonesia itu apa,” ujar Direktur Gubernur BI, Sugeng saat meresmikan BI Corner di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Senin (14/1).

Salah satunya, BI Corner dipasang di FEB UB dengan slogan ‘Indonesia Cerdas’, dan diisi buku-buku literatur bertema moneter, finansial, perbankan, enterpreuneur dan kisah inspiratif. Kemudian juga terdapat fasilitas tambahan seperti komputer dan televisi edukasi.

BI Corner adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan dan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ekonomi dan peranan BI. Melalui BI Corner diharapkan akan meningkatkan budaya baca dan menulis khususnya di kalangan generasi muda.

“Dengan mendekatkan BI Corner ini kami harapkan pemahaman masyarakat tentang Bank Sentral semakin baik. Sesuai target, BI akan membuat seribu unit BI Corner di seluruh wilayah Indonesia hingga 2020 mendatang,” lanjutnya.

Hingga saat ini BI telah memiliki 10 BI Corner yang tersebar di Jawa Timur. Lima di antaranya berasal dari Malang yakni di Politeknik Negeri Malang (Polinema), SMA 1 Lawang, FEB UB, Universitas Islam Malang (Unisma) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Sementara itu, wakil rektor bidang kemahasiswaan UB, Arief Prajidno mengapresiasi serta berpesan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas yang telah di sediakan oleh BI.

“Sehingga kami bisa tahu perkembangan tentang perbankan, dan anak-anak juga bisa mengupgrade perkembangan tersebut hingga ke tingkat nasional atau bahkan mungkin internasional,” tambahnya. (Der/Ulm)

Usai Nataru, Harga Bahan Makanan Mulai Melonjak

Penjual bawang putih di Pasar Kasin. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah bahan makanan seperti bumbu dapur dan sayuran mengalami lonjakan yang signifikan.

Harga bawang putih melonjak hingga Rp 50 ribu per kilo. Sebelumnya harga bawang putih hanya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo.

“Iya kenaikannya sejak tahun baru hingga hari ini,” kata salah satu penjual di Pasar Mergan, Wawan, Kamis (3/1).

Selain bawang, harga lainnnya yang mengalami lonjakan yang cukup signifikan adalah wortel. Wortel saat ini dijual di pasar dengan harga sekitar Rp 25 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilo.

Tak hanya di Pasar Mergan, kenaikan serupa juga dialami di Pasar Kasin. Bila di Pasar Mergan harga bawang yang cukup tinggi, di Pasar Kasin harga kencur yang mendominasi.

Penjual bumbu dapur, Wasiah mengaku, harga kencur saat ini mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat dari biasanya.

“Sekarang kencur per kilo itu Rp 65 ribu sampai Rp 67 ribu,” ujar Wasiah.

Padahal, harga kencur sebelumnya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo. Naiknya harga kencur disebabkan karena adanya kenaikan yang dilakukan oleh Agen.

“Karena ini kami mengambil di pasar induk (Gadang), ya kami menyesuaikan harganya,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Usai Nataru, Harga Daging Ayam Potong Turun

Harga ayam di pasar Mergan. (Lisdya)
Harga ayam di pasar Mergan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Usai Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagian bahan pokok di Kota Malang mengalami penurunan, seperti salah satunya daging ayam potong.

Salah satu penjual daging ayam potong di Pasar Mergan, Fahmi Fauzan mengatakan jika sejak hari ini, Kamis (3/1) harga ayam potong kembali normal menjadi sebesar Rp 35 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp 40 ribu per kilo.

“Harganya naik itu sebelum tahun baru, bahkan kemarin harganya masih Rp 37 ribu per kilo,” katanya saat ditemui di Pasar Mergan.

Sebagai penjual yang membeli dari agen, Fauzan menjelaskan, naik dan turunnya harga ayam potong ditentukan oleh agen. Sementara agen menetapkan sesuai dengan banyak dan tidaknya permintaan konsumen.

“Ya meski naik, tahun baru itu banyak yang beli,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada bulan November lalu, harga daging ayam potong berkisar Rp 32 ribu perkilo.

Sementara untuk daging sapi, menurut Kholiq, salah satu penjual daging sapi hingga saat ini belum ada kenaikan maapun penurunan.

“Tetap stabil mulai tahun lalu,” pungkasnya.(Der/Aka)

Inovasi Simerdu Buatan Dosen FT UB Mampu Sinkronisasikan Data Medis Pasien

Simerdu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Eka Maulana membuat inovasi berbasis Sistem Rekam Medis Terpadu (Simerdu).

Sistem ini berbasis IoT (Internet of Things). Bahkan, sistem ini telah dipamerkan saat perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-54 lalu di Kementerian Kesehatan RI.

Eka mengatakan, sistem ini dapat digunakan untuk manajemen rumah sakit, klinik dan Puskesmas. Melalui tag RFID dan perangkat reader yang terhubung ke jaringan internet, sistem ini mampu menangani data medis dalam skala besar yang dapat dipantau melalui situs internet.

“Data rekam medis pasien dapat dilacak dan dikelola dengan mudah, cepat dan tepat karena semua informasi seperti alergi obat, perawat, dokter dan riwayat kesehatan pasien terhubung dengan layanan kesehatan rumah sakit,” katanya.

Kemudian, data pasien yang terintegrasi pada sistem ini dapat diakses dari sistem rumah sakit yang berbeda melalui suatu jaringan internet berbasis cient-server.

“Pengelola rumah sakit atauput klinik dapat memantau kinerja perawat dan karyawannya melalui sistem ini secara efektif,” tambahnya.

Dengan menggunakan sistem ini pada rumah sakit, klinik ataupun puskesmas, bahkan pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dengan waktu yang lebih cepat dan tingkat penanganan yang lebih tepat. Sistem ini dapat meminimalisir kesalahan penanganan pasien karena menggunakan data rekam medis yang terpusat secara digital dan dapat diakses secara wireless melalui jaringan internet.

“Saat ini Simerdu sudah mencapai tahap siap untuk komersialisasi. Dengan adanya Simerdu, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mengurangi kesalahan penanganan tindakan medis karena sistem rekam medis ini dapat menyajikan berbagai macam informasi pasien seperti penggunaan terhadap obat tertentu, riwayat penyakit yang pernah diderita serta riwayat dokter yang menangani,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Singosari Bolu Hadirkan Rasa Berbeda Khas Malang

Foto suasana di Toko Singosari Bolu Malang. (Anja a)

MALANGVOICE – Singosari Bolu Malang resmi dibuka, Kamis (27/12). Singosari Bolu Malang merupakan produk kue yang lembut dengan berbagai varian cita rasa khas Malang. Terbuat dari bahan bahan terbaik yang diolah dengan proses pengukusan, sehingga membuat tekstur Singosari Bolu Malang menjadi sangat lembut.

Singosari Bolu Malang menyediakan tiga varian rasa, yaitu telo ungu, susu dan cokelat.

“Kami menyadari bahwa Kota Malang telah menjadi kota wisata yang berkembang cukup pesat. Maka Singosari Bolu Malang adalah upaya kami untuk mempresentasikan Malang dari cita rasa bolu,” kata General Manager Singosari Bolu Malang, Rully Irwansyah kepada wartawan saat grand launching, Kamis (27/12).

Selain itu, dia menyebut kue bolu ini tidak hanya cocok untuk oleh-oleh wisatawan yang datang ke Malang, tapi menjadi buah tangan, semisal untuk diberikan kepada sanak saudara saat silahturahmi dan acara tertentu.

Salah satu pengunjung toko, Hezza Sukma Sita, sudah mencicipi ketiga varian rasa bolu. Hezza mengaku lebih suka bolu rasa telo ungu.

“Semua varian sebenernya enak semua. Lembut dan rasanya tidak terlalu manis. Jadi tidak bikin eneg. Saya sukanya yang varian telo ungu,” katanya.

Lebih lanjut, selama tiga hari kedepan, Singosari Bolu Malang menyediakan promo Buy 1 Get 1 untuk 100 pembeli pertama. Pengunjung bisa datang ke dua toko yaitu di Jalan Kav A1 no 6 Karanglo, atau di Jalan Soekarno Hatta 30 Kav 2 Malang.(Der/Aka)

Ini Dia Inovasi Mahasiswa UB untuk Memudahkan Nelayan

Tim Kevin dan teman-teman menjelaskan kegunaan alat CAPTION. (Lisdya)

MALANGVOICE – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE UB) kembali menorehkan prestasi akhir tahun di ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018. Acara itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanuddin pada tanggal 21 hingga 23 November 2018 lalu.

Tim yang diketuai oleh Kevin Rachman Firdaus bersama dua rekannya Ariq Kusuma Wardana dan Mohammad Mufti Fajar ini berhasil menjadi juara dua dengan penelitian berjudul Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman (CAPTION) sebagai alternatif inovasi teknologi pemanfaatan sumber energi kemaritiman.

Ariq mengatakan terciptanya karya ini dilatarbelakangi oleh kurang meratanya elektrifikasi pada masyarakat pesisir sehingga menimbulkan kesenjangan dan menurunnya kesejahteraan bagi nelayan. Menurutnya, alat elektronik bisa sangat memudahkan nelayan, namun karena kurangnya pasokan listrik justru menambah permasalahan baru.

“Misalnya saja ada lemari pendingin ikan yang dialihfungsikan sebagai lemari baju. Selain itu, pemerintah juga menyadari, bahwa pembangkit listrik berbahan dasar batu bara perlu direvisi sehingga pemanfaatan Renewable Energi perlu dimanfaatkan,” ujarnya.

CAPTION berusaha menawarkan alternatif solusi dengan memanfaatkan gelombang laut dan kantilever piezoelektrik.

Perlu diketahui, Piezoelektrik adalah alat pemanen energi yang bersumber dari getaran dan diubah menjadi tegangan listrik. Sistem kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang. Sistem ini menghasilkan energi listrik yang murah dan mudah diaplikasikan.

Alat ini berbentuk gearbox yang diletakkan pada sisi kiri dan kanan kapal yang berisi pelampung, mekanisme gear, blade serta kantilever piezoelektrik. Selain itu, alat ini dilengkapi juga dengan energy storage berupa accumulator untuk menjadi energyharvester.

Sementara itu, Mufti menjelaskan, dari hasil survei didapatkan bahwa umumnya nelayan melaut hampir selama 6 hingga 8 jam, sehingga dengan durasi tersebut, nelayan mampu menghasilkan energi sebesar 17,84 Wh sampai 22,12 Wh. Energi ini dapat semakin bertambah apabila dikembangkan dari segi kualitas dan kuantitas piezoelektriknya, menambah kuantitas defleksi piezoelektrik serta lamanya penyimpanan energi.

Alat ini pun cukup ekonomis, sebab hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 950 ribu. Pun, alat yang berupa prototype ini dipersiapkan kurang lebih selama dua bulan dan mampu memberikan hasil yang memuaskan.

“Semoga ke depan alat ini mampu menemukan komponen tepat guna yang melalui beberapa pengujian. Terlebih, tim CAPTION berharap adanya berbagai kolaborasi yang mendukung penelitian sehingga siap diaplikasikan pada nelayan di seluruh pantai di Indonesia,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Komunitas