UM Akhiri Laga Pul Merah LIMA Volleyball Nationals Season 7

Istimewa

MALANGVOICE – Kemenangan Universitas Negeri Malang (UM) akhiri laga Pul Merah di hari kedua LIMA Volleyball Nationals Season 7 saat melawan Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (24/9).

Istimewa

Laga yang berlangsung di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim ini, UM berhasil raih skor 3-2. Sebelumnya, kedua tim ini pernah bertemu di babak penyisihan LIMA Volleyball: McDonald’s East Java Conference Season 7. Di laga tersebut, UM memenangi pertandingan dengan skor 3-0. Setelah kembali bertemu di LIMA Volleyball Nationals Season 7 ini, kemenangan masih dipegang oleh UM dengan skor yang berbeda.

Meski harus mengalami kekalahan, Unisma telah menunjukkan peningkatannya lewat laga ini. Dari 116 poin yang didapatkan UM, 79 poin berasal dari permainan para student-athletenya.

Seperri Sofio Oulfan yang telah menyumbang poin paling banyak dengan 19 poin. Bahkan UM juga melakukan spike sebanyak 55 kali, fake spike 13 kali, serta 68 kali assist. Setter mereka, Bimantara Kusuma, melakukan 41 kali assist di laga ini. UM juga melakukan tiga kali service ace dan tiga block point.

Kemdati demikian, permainan Unisma juga banyak menghasilkan poin, meski berbeda sembilan angka dari UM. Unisma mengumpulkan 70 poin dari total 85 poin yang dihasilkan. Wahyu Hendri Saputro dan Chandra Kurnia Sandy sama-sama menyumbang 19 poin pada pertandingan ini.

Selain itu, Unisma juga unggul di block point dengan total 18 poin. Spike yang dilakukan Unisma sebanyak 35 kali dan assist 47 kali. 45 assist berasal dari setter andalannya, Asyrur Bobby Adroby.

“Anak-anak memang saya lepas agar bisa bermain dengan tenang dan berkreasi sendiri. Di conference kemarin kami juga sudah bertemu dengan Unisma. Jadi, tahu tentang permainan satu sama lain. Namun, semangat mereka terus menurun hingga kami terus mengingatkan kepada mereka bahwa kompetisi ini sudah Nationals dan tidak mudah untuk mencapai titik ini. Pihak kampus sudah memberikan apresiasi kepada kami di laga conference kemarin. Jadi, kami ingin membuktikan kemampuan kembali di Nationals ini,” ujar Pelatih UM, Stefanus Freedy Dwi.

Sementara itu, Pelatih Unisma, Hafis Syarifudin tak berkecil hati dengan permainan yang ditampilkan anak asuhnya. Ia juga mengakui bahwa mereka mengalami peningkatan dari fase konferensi ke nasional.

“Keberuntungan belum ada di pihak kami hari ini. Akan tetapi, saya senang dan bangga melihat peningkatan mereka di Nationals ini. Kami akan terus berusaha hingga babak penyisihan terakhir nanti. Pihak kami sangat mendukung kompetisi ini sehingga kami juga akan tetap berusaha memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Dengan hasil ini, tak ada perubahan di peringkat klasemen. UM yang masih menempati peringkat ketiga akan bertanding dengan tim Jakarta,yakni Universitas Trisakti. Sedangkan Unisma yang berada di dasar klasemen masih akan berjuang untuk melawan STIE Tribuana Bekasi. Kedua laga tersebut akan berlangsung pada Rabu (25/9) besok. (Der/Ulm)

Kalahkan JMS di Partai Final, Tim Bintang Juara Kapolres Malang Cup 2019

Tim Futsal JMS dan Bintang saat foto bareng. (Toski D)
Tim Futsal JMS dan Bintang saat foto bareng. (Toski D)

MALANGVOICE – Tim Futsal Jurnalis Malang Selatan (JMS) harus puas keluar sebagai runner up dalam Turnamen Futsal yang bertajuk Kapolres Malang Cup 2019. Tim wartawan itu dikalahkan Tim futsal Bintang dengan skor tipis 5 – 4, Jumat (20/9) malam.

Kompetisi futsal yang digelar untuk memperingati HUT Ke-64 Satuan Lalu-Lintas yang digelar Satlantas Polres Malang ini, diikuti oleh 16 tim yang terdiri dari jajaran Kepolisian, masyarakat umum dan wartawan.

Manager Tim JMS, Ahmad Cahyono mengaku sangat puas dan bangga dengan raihan prestasi tim futsal JMS yang meraih Juara Dua, walau tidak diperkuat tiga pemain inti

“Alhamdulillah kita bisa raih runner up. Ini target yang cukup baik. Meski di babak empat besar dan final kemarin tiga pemain kami absen,” ungkapnya.

Dalam babak pertama dilaga final, tim JMS sempat tertinggal 3-1 dari para pemain Bintang. Permainan cantik tim Bintang ini, membuat tim JMS kesulitan berkembang untuk memainkan skema strategi dari manager. Skor bertahan sampai turun minum.

“Dibabak pertama, kami kesulitan mencari celah untuk menyerang,” jelasnya.

Pemenang dalam turnamen futsal ini akan memperoleh hadiah berupa piala dan uang pembinaan yang akan diserahkan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung pada puncak HUT ke-64 Satuan Lalu-Lintas di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang, Sabtu (21/9). (Der/Ulm)

Plt Bupati Malang Berangkatkan Porsadin Tingkat Jawa Timur ke-IV Tahun 2019

Plt. Bupati Malang, HM Sanusi saat mengalungkan sorban secara simbolis kepada perwakilan peserta. (Istimewa/Humas)
Plt. Bupati Malang, HM Sanusi saat mengalungkan sorban secara simbolis kepada perwakilan peserta. (Istimewa/Humas)

MALANGVOICE – Sebanyak 24 kontingen Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) Tingkat Jawa Timur ke-IV Tahun 2019 diberangkatkan oleh Plt Bupati Malang HM Sanusi, di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Jumat (19/7).

Dalam sambutannya, Plt Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kontingen, baik para pelatih dan juga santri yang akan mengikuti Porsadin.

“Pada para kontingen Porsadin, selamat bertanding, dan semoga seluruh kontingen Kabupaten Malang mendapatkan kemudahan dan kelancaran serta mampu menorehkan prestasi yang membanggakan hingga tingkat Nasional nantinya,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Sanusi, Porsadin ini merupakan salah satu ajang bergengsi, khususnya bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk membangun sinergi dan ikatan silaturahmi antar Madrasah Diniyah, serta memperkuat peran, fungsi dan posisi organisasi FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah).

“Porsadin ini selain sebagai wadah strategis dalam membangun sinergi dan ikatan silaturahmi, juga sebagai ajang untuk menampilkan bakat dan kemampuan para santri di level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, DPC FKDT Kabupaten Malang, Qomarudin Sholeh mengantakan, Porsadin yang di gelar rutin dua tahunan ini merupakan yang ke IV Tingkat Jawa Timur, dan bakal diselenggarakan di Trenggalek mulai hari ini hingga hari Minggu (19 Juli s/d 21 Juli).

“Dalam Porsadin di Trenggalek ini kami berharap anak-anak bisa berprestasi secara maksimal. Minimal bisa mempertahankan prestasi yang pernah diraih,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Porsadin sebelumnya, para santri santriwan dan santriwati Kabupaten Malang mampu menorehkan prestasi yang membanggakan, yaitu di tahun 2015 sila, bisa meraih juara dua untuk jenis seni murrotal, sedangkan Porsadin yang ketiga Tahun 2017 palu dapat meraih juara satu untuk lari split.(Hmz/Aka)

Atlet Futsal dan Sepak Bola Kota Malang Dikirim ke Tim PON 2020

Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly. (deny rahmawan)
Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Empat atlet futsal Kota Malang dikirim untuk persiapan PON 2020 di Papua. Para pemain ini semua tampil di Porprov VI Jatim 2019 kemarin.

Keempatnya adalah Sigit Joko Pamungkas, M Nofal, Fani Rakhasiwi dan Andhika Agraprana.

Ketua PSSI Kota Malang, Haris Thofly, mengatakan, dipanggilnya empat pemain itu merupakan sebuah kebanggaan. Itu menunjukkan kualitas atlet Kota Malang masih bisa bersaing. Meski tim futsal di ajang Porprov VI Jatim kemarin hanya mampu meraih perak.

“Pemain kemarin sudah menunjukkan kerja kerasnya di lapangan saat Porprov 2019. Sekarang buktinya ada yang dipanggil untuk PON 2020,” katanya.

Selain itu, ada satu pemain tim sepak bola asal Kota Malang juga dipanggil tim PON, yakni Dicky Agung alias Bayem. Pemain berposisi striker itu sebelumnya juga dipercaya tampil di Porprov VI Jatim.

Haris mengatakan, PSSI akan terus melakukan pembinaan kepada atlet muda. Hal itu penting dilakukan agar bisa meraih target maksimal di ajang Porprov VII Jatim yang rencananya bakal digelar pada 2021.

“Ajang kemarin diharap bisa jadi awal kebangkitan futsal dan sepak bola di Kota Malang,” tandasnya.(Der/Aka)

Digerojok Dana 12 Miliar Prestasi Malah Anjlok, Sutiaji: KONI Perlu Dievaluasi

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang angkat suara terkait merosotnya prestasi di ajang Porprov ke-VI Jatim. Orang nomor satu di Pemkot Malang itu minta KONI evaluasi total setiap cabang olahraga (cabor).

“Ya perlu evaluasi, semua itu perlu evaluasi,” kata Sutiaji, belum lama ini.

Apalagi, lanjut dia, Pemkot Malang memberikan dana hibah jumlahnya tak sedikit. Dibandingkan Sidoarjo dan Kediri yang meraih posisi ketiga dan kedua, anggaran untuk KONI Kota Malang lebih besar. Tepatnya Rp 12 miliar.

“Dana hibah untuk KONI, mulai 2015 Porprov di Banyuwangi, 12,5 miliar rupiah, yang 500 (miliar) untuk Pramuka. Artinya kita tidak ada masalah dengan dana. Sidoarjo dan Kediri itu antara 8-9 miliar rupiah,” urai Sutiaji.

Sutiaji menginginkan ada evaluasi dari masing- masing cabor. Pihaknya bakal menanti laporan tersebut dari KONI.

“Menurut saya perlu koreksi masing-masing cabor bagaimana itu, mulai latihannya, sistem kompetisinya bagaimana. Porprov kan empat tahun sekali, pembinaan tiga tahun, kita 12 miliar terus (dana hibah),” pungkasnya.(Hmz/Aka)

KONI Kota Malang Berencana Bangun Lintasan Sepatu Roda

Atlet sepatu roda Kota Malang. (istimewa)
Atlet sepatu roda Kota Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang berencana membangun sarana dan prasarana untuk aksimalkan pembinaan atlet. Terdekat saat ini yang sedang dirancang adalah pembangunan lintasan sepatu roda.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, rencana pembangunan track sepatu roda sudah dicanangkan sejak lama, namun belum terealisasi.

“Kami ingin bangunkan lintasan sepatu roda. Di sini tidak ada lintasan memadai, kami akan bicarakan lebih lanjut ke eksekutif dan legoslatif,” kata Eddy.

Di ajang Porprov VI Jatim 2019, sepatu roda berhasil meraih 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Hasil itu dianggap bisa lebih baik lagi apabila mempunyai sarana berlatih memadai. Apalagi di Porprov 2021 mendatang KONI Kota Malang inginkan balas dendam karena gagal target tahun ini.

Terkait lokasi, Eddy belum bisa memastikan, namun ia mempunyai angan-angan bisa ditempatkan di kawasan Kedung Kandang.

“Kendalanya adalah lahan, mungkin di daerah sebelah GOR Ken Arok bisa dimaksimalkan. Tapi akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan dewan dan pemkot,” ujarnya.

“Kami hanya punya waktu tahun ini dan 2020 untuk bisa mengejar persiapan di Porprov 2021,” tegasnya.(Der/Aka)

Eddy Wahyono: Cabor Tak Siap Tidak Usah Berangkat

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (tengah) dan beberapa pengurus KONI. (deny rahmawan)
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (tengah) dan beberapa pengurus KONI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana KONI Kota Malang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap prestasi di ajang Porprov VI Jatim 2019 kemarin.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, ada beberapa hal yang akan dievaluasi. Termasuk bagaimana cabor memetakan kekuatan lawan sehingga bisa memasang target.

“Apakah pembinaan atlet bermasalah atau hal lain. Saya akan panggil satu persatu cabor untuk mengetahui hasilnya,” katanya, Rabu (17/7).

Semua itu dilakukan Eddy Wahyono agar Porprov VII Jatim yang rencananya digelar pada 2021 mendatang bisa meraih hasil maksimal. Eddy bahkan menyatakan, jika cabor tidak siap, maka tidak akan diberangkatkan bertanding.

“Hanya ada satu kata, harus jadi yang terbaik menebus di 2019, semua harus sepakat. Bicara 2021 nanti apakah masih serius tidak. Kalau gak siap gak berangkat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini KONI akan melaporkan hasil Porprov VI Jatim ke Wali Kota Malang. Kemudian langsung fokus menyusun strategi untuk 2021 mendatang.(Der/Aka)

Gagal Raih Emas, PSSI Kota Malang Sampaikan Permohonan Maaf

Tim sepak bola Kota Malang. (istimewa)
Tim sepak bola Kota Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Hasil Porprov VI Jatim 2019 yang baru saja digelar tak menorehkan hasil maksimal bagi Kota Malang. Di ajang multi event ini Kota Malang hanya mampu finish di peringkat 4.

Banyak pencapaian para cabor yang jauh dari target, salah satunya adalah sepak bola dan futsal. Tim yang diterjunkan PSSI Askot Malang ini hanya meraih 1 medali perak di futsal pria, 1 perunggu di futsal putri dan menempatkan semifinalis di tim sepak bola. Padahal sebelumnya PSSI Kota Malang menarget tiga emas.

Atas raihan ini, Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly meminta maaf kepada seluruh masyarakat Malang yang selama ini sudah mendukung perjuangan tim sepakbola dan futsal di ajang Porprov 2019.

“Saya pertama – tama memohon maaf belum bisa memenuhi target untuk juara di Porprov 2019. Saya mewakili PSSI Kota Malang juga mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada masyarakat Kota Malang, pemerintah dan KONI yang sudah selalu mendukung kami selama Porprov 2019,” ucap Haris, melalui keterangan tertulisnya.

Selain itu, ia juga menghaturkan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam, atas perjuangan tim sepakbola, futsal pria dan wanita selama ajang Porprov yang diselenggarakan di empat kabupaten tersebut.

“Apresiasi mendalam juga kami sampaikan kepada tim sepak bola, futsal pria dan putri yang sudah berjuang keras di lapangan. Bagaimanapun hasilnya, kami tetap bangga,” lanjutnya.

Ucapan terima kasih, terkhusus juga disampaikan Haris Thofly kepada Wali Kota Malang, Sutiaji yang selalu setia mendukung perjalanan tim – tim PSSI mulai dari babak pra hingga pelaksanaan Porprov di Bojonegoro. Begitu juga dengan Kepala PDAM Kota Malang, Mukhlas dan juga kepengurusan KONI Kota Malang, di bawah kepemimpinan Eddy Wahyono.

“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Sutiaji yang sudah selalu menyempatkan waktunya mendampingi dan memberikan masukan kepada kami. Juga kepada Pak Mukhlas dari PDAM dan juga Pak Eddy Wahyono beserta jajarannya di KONI. Mereka selalu mendukung kami langsung di lapangan,” kata Haris.

Meskipun secara target belum terpenuhi, namun Haris melihat bahwa apa yang ditunjukkan ketiga tim tersebut, memberikan harapan besar kepada prestasi sepak bola dan PSSI Kota Malang ke depannya. Karena ini merupakan salah satu catatan prestasi karena tiga tim bisa sama – sama menembus semifinal di Porprov.

Catatan juga diberikan untuk futsal, yang merupakan hasil dari kompetisi internal PSSI. Dimana sebelumnya Liga Futsal Kota Malang belum pernah terselenggarakan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelum akhirnya dihelat pada medio 2018 lalu selama empat bulan.

“Alhamdullilah, apa yang ditunjukkan tim kami di Porprov 2019, merupakan wujud pembinaan selama ini yang berupaya dibangun pengurus PSSI semuanya. Seperti futsal, liganya sempat vakum empat tahun, dan akhirnya di 2018 bisa kembali kami selenggarakan. Hasilnya dua tim bisa meraih medali fdi Porprov, meskipun belum maksimal,”

“Namun tentu, ini akan menjadi satu langkah awal bagi kebangkitan sepak bola dan futsal Kota Malang, bukan saja di regional, namun bisa jadi nasional. Kami sekarang sudah punya modal berharga untuk Porprov berikutnya yang akan dilangsungkan pada 2021,” tutup Haris Thofly.(Der/Aka)

Tak Penuhi Target Porprov VI Jatim, KONI Kota Malang Evaluasi Tiap Cabor

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Gagalnya Kota Malang meraih target mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov VI Jatim 2019 jadi perhatian serius Eddy Wahyono.

Menurut Ketua KONI Kota Malang itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Salah satunya persaingan antar kontingen sangat ketat sehingga tidak bisa dianggap remeh dari tahun ke tahun.

“Target itu kan yang menyampaikan cabor ke KONI. Tapi ternyata fakta daerah lain rupanya juga membenahi diri, seperti Kediri dan Sidoarjo yang mengancam dan melesat,” katanya, Senin (15/7).

Di Porprov VI Jatim tahun ini Kota Malang finish di peringkat 4. Raihan itu di bawah Kabupaten Sidoarjo di peringkat 3 dan Kota Kediri di posisi runner up. Sedangkan juara umum diraih Kota Surabaya.

Atas hasil itu, Eddy Wahyono akan menggelar evaluasi besar-besaran setiap cabor. Hal itu bertujuan mengetahui apa kendala dan masalah yang dihadapi selama Porprov VI Jatim kemarin.

“Secara keseluruhan gagal target. Tapi saya melihat sendiri upaya anak-anak sudah maksimal. Mungkin secepatnya ada evaluasi secara menyeluruh. Saya akan panggil satu persatu cabor,” tegasnya.

Dengan evaluasi itu, Eddy Wahyono berharap masalah segera diatasi dan kembali bersaing di ajang Porprov VII Jatim yang rencananya digelar pada 2021 mendatang.

“Saya ingin tahu problemnya. Apakah persoalan orgnisasi, atlet atau sarpras. Kalau terbuka dan jujur InsyaAllah bisa diatasi. Secepatnya kalau bisa,” tutup pria penghobi mengendarai motor gede ini.(Der/Aka)

Porprov VI Jatim Rampung Surabaya Tak Terkejar, Kota Malang Merosot

Maskot di Porprov VI Jatim 2019. (Istimewa)

MALANGVOICE – Misi Kota Malang mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov VI Jatim 2019 gagal.

Ajang Porprov Jatim yang digelar menjadi ajang empat tahunan ini menempatkan Kota Malang di posisi 4 dengan poin total 308 sampai penutupan pada Sabtu (13/7) kemarin. Kota Malang mendapat 139 medali, antara lain 40 emas, 49 perak dan 50 perunggu.

Jumlah itu terpaut sedikit dari peringkat 3 yang diduduki Kabupaten Sidoarjo. Kota Udang ini memiliki raihan 313 poin dengan total 139 medali. Antara lain 46 emas, 36 perak dan 57 perunggu.

Sedangkan di posisi runner up tahun ini dipegang Kota Kediri yang tampil konsisten sejak awal. Yakni memperoleh 377 poin dari total 153 medali. Antara lain 60 emas, 44 perak dan 49 perunggu.

Di posisi juara umum sudah bisa ditebak sebelumnya, yakni Kota Surabaya. Atlet Surabaya tak terkejar dengan raihan poin paling tinggi, yakni 708 dengan total 280 medali. Untum emas didapat 113 medali, 89 perak dan 78 perunggu.

Hasil ini tentu akan menjadi evaluasi bagi Kota Malang karena gagal mempertahankan posisi runner up di Porprov V Jatim 2015.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, bakal ada evaluasi terkait hasil tersebut.

“Atlet sudah berusaha maksimal. Tapi kita lihat, kontingen dari berbagai kota juga semakin baik dari Porprov sebelumnya,” kata Eddy.

Diketahui, ajang Porprov VII Jatim direncanakan bakal digelar kembali selama dua tahunan. Jika begitu ajang multi event olahraga ini akan dihelat pada 2021 dan yang menjadi tuan rumah direncanakan adalah Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.(Der/Aka)

Komunitas