Selama Pandemi, GABSI Kota Malang Tetap Pertahankan Prestasi di Ajang Provinsi dan Nasional

Gabsi
Atlet GABSI Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gabungan Atlet Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Malang tunjukkan taring di beberapa turnamen yang digelar tahun ini.

Terakhir, tim di bawah asuhan KONI Kota Malang ini selalu meraih posisi tiga besar. Pertama adalah Piala Gubernur Jatim tingkat provinsi yang digelar 3-30 Juni, tim Aremania KU25 menduduki peringkat 2. Sedangkan tim Aremanita KU18 juga berhasil menjadi runner up.

Selanjutnya Piala Gubernur Jateng tingkat nasional yang digelar 3-12 Juli. tim Aremania KU21 menduduki peringkat 3.

Kedua turnamen yang digelar di rumah secara online atau Bridge Form Home (BFH) ini.

“Mulai April sampai Juli ini sudah ada 10 yang kami ikuti di tingkat provinsi maupun nasional. Alhamdulilah selalu mendapat hasil baik,” kata manajer dan humas GABSI Kota Malang, Minel Bayuadi.

Meski di tengah pandemi Covid-19, seluruh tim atlet GABSI Kota Malang tetap menggelar latihan rutin secara online. Ini juga termasuk persiapan sebelum Porpov mendatang.

“Kami selalu rutin latihan secara online. Mudah-mudahan selalu mendapat hasil yang terbaik untuk Kota Malang,” harap Minel.

Sam Ambon: Warga Malang Raya Kurang Tertib Jalankan Protokol Kesehatan

Khoirul Anwar alias Sam Ambon, saat melakukan solo touring. (Istimewa)

MALANGVOICE – Di tengah-tengah Pandemi Covid-19, geliat ekonomi di Malang raya mulai membaik. Namun, kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol Kesehatan masih kurang.

Salah satu anggota komunitas motor JBI Kadit Itreng yang tergabung dalam Bold Malang, Khoirul Anwar mengatakan, untuk mengobati rasa kerinduannya, dirinya menyempatkan diri untuk melakukan solo touring berkeliling Malang Raya, dengan menyisir pusat kota, daerah pinggiran Malang dan berakhir di tempat wisata Bedengan.

“Sejak pandemi Covid-19 melanda Malang Raya dan usai diberlakukan PSBB. Untuk mengobati rasa kangen menikmati suasana jalanan, maka saya melakukan solo touring sekaligus juga untuk melihat seperti apa kehidupan di Malang sejak pandemi terjadi,” ungkap pria yang akrab disapa Sam Ambon.

Menurut Sam Ambon, dalam solo touring itu, dirinya mengambil rute mulai dari kawasan Jalan Kertanegara Karangploso, kemudian menyisir sejumlah rute di pusat kota seperti alun-alun, balai kota dan sempat mampir ke Kampung Warna-warni di Malang.

“Saat berkeliling, terlihat aktivitas masyarakat sudah mulai ramai. Geliat ekonomi juga sudah terlihat. Jalan-jalan kembali macet, mulai ramai lagi,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Sam Ambon, dengan mulai normal kembali aktivitas masyarakat, dirinya merasa nyaman ikut senang, namun juga merasa prihatin lantaran masih adanya warga yang tidak disiplin dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker, serta menjaga jarak.

“Saya sendiri juga membekali diri dengan masker, handsanitizer, vitamin, dan menjaga fisik sebelum berangkat. Ini adalah bagian dari adaptasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Bold Riders Malang Wilson Sanada mengapresiasi solo touring bikers dari JBI Kadit Itreng yang sudah lama tidak mengaspal setelah pandemi selama hampir empat bulan terakhir ini.

“Touring adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari seorang riders, khususnya Bold Riders. Yang terpenting selama berkendara tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga keselamatan dalam berkendara serta saling memberikan support antar teman riders ketika berada di jalan,” pungkasnya.(der)

Grave Digger Malang Seleksi 30 Motor untuk Dikustom Ala Pimp My Ride

Motor hasil kustom Grave Digger Malang yang tergabung dalam Bold Riders Malang saat mengikuti sejumlah kontes. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Bold Riders Malang, Grave Digger merestorasi total kendaraan tak layak pakai menjadi kendaraan yang sangat keren. Motor ini milik para siswa berprestasi di Malang Raya.

Ketua Grave Digger Malang Dimas Zakaria mengatakan, kegiatan ini sudah jauh hari merancang konsep oleh kumpulan para builder top milik Bold Riders di Malang.

“Kami mengadopsi program televisi MTV. Kami akan modifikasi kendaraan roda dua milik siswa berprestasi yang kurang mampu dan motornya tidak layak pakai untuk kemudian dibikin kustom,” ungkapnya, Sabtu (27/6).

Pria yang merupakan builder sekaligus pemilik DJ AS Garage ini mengaku sudah melakukan seleksi terhadap siswa SMK di Malang Raya, yang menghasilkan sekitar 30 siswa yang motornya untuk diikutkan dalam program tersebut.

“Jadi kalau ada program Pim My Ride maka kami punya konsep Pim My Chooper, yakni siswa SMK yang kurang mampu dan berprestasi mengajukan motornya, dan akan kami kustom menjadi motor yang keren, bisa jadi ikon dan bahkan suatu saat bisa dipakai kontes,” jelas pria pemilik bengkel modifikasi yang berada di Desa Mulyoagung, Dau.

Menurut Dimas, saat ini dirinya sedang melakukan penyeleksian kendaraan-kendaraan tersebut, dan ditargetkan di pertengahan bulan Juli nanti sudah terpilih motor yang akan dikustom di bengkel DJ AS Garage.

“Kami masih data dulu motornya mengingat COVID-19 masih ramai di Malang, sehingga belum bisa bertemu pemilik motor. Yang terpenting motor itu punya siswa kurang mampu dan berprestasi,” ulasannya.

Dengan begitu, lanjut Dimas, diharapkan para siswa dapat langsung belajar dan syukur-syukur bisa menjadi builder andal di masa depan.

“Para siswa pemilik motor bisa melihat langsung dan terlibat dalam pembuatan motor kustom itu. Karena anak-anak SMK ini punya kreatifitas dan potensi untuk bisa menjadi builder motor. Yang penting mereka mau belajar dan bekerja keras,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Bold Riders Malang, Wilson Sanada sangat mengapresiasi konsep milik Grave Digger yang dianggapnya sangat keren ini.

“Dengan adanya Pimp My Chooper ini bisa meningkatkan dan menjadi trigger komunitas lain untuk semakin maju bersama Bold Riders Malang,” katanya.

Apa yang dilakukan komunitas Bold Riders Malang ini juga bisa memicu siswa SMK agar lebih semangat dalam menempuh pendidikannya.

“Jadi kami sangat mendukung ini. Ini juga termasuk tanggung jawab sosial dari teman-teman Grave Digger yang sangat concern di sekolah SMK,” pungkasnya.(der)

Kopdar dan Halalbihalal Online Komunitas Honda CBR250RR Malang dan Blitar

Kopdar online komunitas Honda Malang dan Blitar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam suasana lebaran 2020, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memfasilitasi kopdar komunitas Honda melalui live ig @mpmhondajatim (26/06)

Sebanyak 4 perwakilan komunitas Honda CBR 250RR Malang dan Blitar antara lain CSMR (CBR250RR Squad malang Raya), Black Rider Malang, MCO (Malang CBR250RR Owner), BRC (Blitar Rider CBR250RR) menyampaikan kegiatan masing-masing komunitas selama #DiRumahAja dan berbagi pengalaman agar komunitas tetap terjalin.

“Meskipun kegiatan kopdar dibatasi tetapi silaturahmi kepada komunitas Honda tetap terjalin melalui online. Klub Honda di Malang ingin membuktikan bahwa kerukunan antar klub dapat terjaga dengan baik meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kopdar online ini sekaligus untuk memberikan informasi kepada konsumen lain untuk bisa bergabung menjadi anggota komunitas Honda,” kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh anggota komunitas yakni kegiatan sosial untuk mendukung pemerintah seperti yang dilakukan oleh komunitas CSMR dengan membagikan masker dan hand sanitizer dilingkungan sekitar rumah anggota komunitas. Selain itu silaturahmi tetep terjalin antar anggota komunitas dengan melakukan kopdar online via video.

“Kami berterima kasih kepada MPM atas support yang diberikan kepada komunitas kami. Semoga covid cepet berlalu agar dapat segera bisa touring bareng dan ketemu dengan teman-teman komunitas lain,” kata Agung perwakilan komunitas Black Rider Malang.(der)

Arema FC Ungkapkan Bela Sungkawa Meninggalnya Didi Kempot

Didi Kempot (Dok. MVoice)
Didi Kempot (Dok. MVoice)

MALANGVOICE – Kabar duka menyelimuti dunia permusikan Tanah Air. Musisi kenamaan, Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia, Selasa (5/5).

Meninggalnya Didi Kempot ini tentu banyak menyisakan duka bagi Sobat Ambyar — sebutan bagi fans Didi Kempot — termasuk klub Arema FC. Klub kebanggaan Aremania ini ikut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian pria pelantun lagu banyu langit tersebut.

“Kami sampaikan duka cita atas meninggalnya musisi Didi Kempot, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Arema FC sendiri dalam beberapa kesempatan sebelum pertandingan kandang di Stadion Kanjuruhan juga sempat memutar lagu-lagu Didi Kempot.

“Musik ini adalah bahasa universal, bisa menyentuh siapa saja, termasuk sepakbola. Apalagi almarhum beberapa kali sempat konser di Malang dan selalu meninggalkan kesan tersendiri,” sambungnya.

Wajar jika Arema FC pun merasa kehilangan, lagu-lagu Didi Kempot selama ini memang membekas dalam benak masyarakat Indonesia. Hampir mayoritas lagu mengambil tema patah hati, hal itu membuat Didi Kempot dijuluki penggemarnya sebagai Godfather of Brokenheart.

Seperti drama sepakbola, sepakbola hadir sejatinya menghibur, tapi didalamnya ada sedih dan gembira. Begitu pula, Didi Kempot, mampu hadirkan suasana itu. Arema FC turut berduka, semoga Didi Kempot tetap menghibur di Surga.

Pelantun lagu Cidero dan Banyu Langit meninggal dunia di RS Kasih Ibu pagi tadi sekitar pukul 07.45 WIB.(Der/Aka)

Antisipasi Coronavirus, IBL Seri 7 di Malang Batal Digelar

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah terkait penundaan IBL seri ke-7 Malang. (deny rahmawan)
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah terkait penundaan IBL seri ke-7 Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2020 terpaksa ditunda. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

IBL seri ke-7 yang dipindah ke Malang pun tak jadi digelar. Padahal tim yang bertanding antara Pelita Jaya dan Bima Perkasa di GOR Bima Sakti sudah siap. Namun, dua jam sebelum pertandingan federasi membuat keputusan penundaan kompetisi hingga sementara waktu.

“Awalnya direncanakan 13-15 Maret, IBL melanjutkan seri ketujuh di Malang. Tapi kita lihat perkembangan situasi dalam negeri dan luar negeri banyak-banyak hal yang nggak bisa kita kontrol,” kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, kepada wartawan, Jumat (13/3).

IBL seri ke-7 di Malang awalnya direncanakan mulai pada 13-15 Maret. Junas menjelaskan, penghentian kompetisi sementara merupakan opsi terbaik. Hal ini untuk melindungi para pemain, official, penonton, hingga panitia penyelenggara.

“Alhamdulilah sampai seri ke-6 tidak ada hal yang tidak kita inginkan dan jangan sampai terjadi. Jadi murni ini kita putuskan karena keselamatan seluruh pihak-pihak yang terlibat di liga ini,” jelasnya.

Terkait semua tim yang sudah ada di Malang, Junas menyatakan akan memulangkan semuanya sampai status kompetisi jelas. Artinya bisa diteruskan atau ditunda dalam waktu yang ditentukan.

Junas dalam waktu dekat ini akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait soal kompetisi IBL musim ini.

“Statusnya diberhentikan sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pekan depan akan ada pertemuan dengan klub untuk membahas kemungkinan kelanjutan musim 2020 ini,” tandasnya.(Der/Aka)

Anggota DPR RI Sebut Olahraga Skateborad Minim Perhatian

Atlet Skateboard Kota Malang (Istimewa)
Atlet Skateboard Kota Malang (Istimewa)

MALANGVOICE – Anggota DPR RI, Kresna Dewanata Phrosakh menyatakan prihatin karena olahraga skateboarding yang sudah mendunia justru kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Olahraga ini masih dipandang sebelah mata kendati sudah banyak melahirkan atlet potensial yang mampu berprestasi di kancah internasional.

Olahraga skateboard di tanah air belum begitu dikenal publik secara luas karena tidak sepopuler sepakbola yang banyak penggemar dan pendukungnya.

Namun, kini animo para pecinta skate kian bergairah. Anak-anak muda berbakat bermunculan termasuk melahirkan komunitas-komunitas olahraga ekstrem dan menantang adrenalin ini tumbuh di daerah.

Bahkan, cabang olahraga skateboard sudah dipertandingkan pertama kali di event internasional dalam Asian Games 2018 di Indonesia. Sejak saat itu, kian banyak anak muda berbakat dan komunitas skateboard bermunculan. Gaung dari skateboard makin meluas, kejuaraan internasional dan kompetisi nasional pun rutin digelar.

“Akan tetapi kurang perhatian dari pemerintah baik kepada atletnya maupun pengembangan olahraga skateboard ini secara nasional,” tegas Kresna Dewanata Phrosakh yang akrab disapa Dewa saat menghadiri Kejuaran Tingkat Provinsi Skateboard Jatim 2020.

Kejuaraan yang merupakan agenda cabang olahraga Perserosi Jatim itu digelar di Loop Arena Merjosari, Kota Malang, Minggu (1/3).

Dewa mendorong pemda agar lebih serius memperhatian semua cabang olahraga di daerah termasuk skateboard. Dengan pembinaan yang kontinu dan dukungan sarana prasarana yang memadai akan lebih memajukan olahraga nasional. Terpenting adalah pembinaan atlet sejak usia dini dengan dukungan anggaran yang cukup dari APBD. Keserius pemda sangat dibutuhkan mengingat banyak atlet berbakat dan berprestasi lahir dari desa, bahkan mereka dari pelosok dusun.

Dewa menyatakan prihatin setelah menerima informasi langsung dari panitia bahwa kejuaran Skateboard Jatim 2020 tanpa dukungan anggaran dari KONI maupun dispora, melainkan murni dari sponsor dan donasi beberapa pihak, termasuk anggaran penyelenggaraan maupun hadiah buat peserta di luar medali dan piagam.

Kedepannya, Dewa berjanji dan berkomitmen tetap memperhatikan perkembangan skateboard di Malang Raya. “Saya akan bantu informasikan ke kawan-kawan di Jakarta nanti tentang kondisi skateboard di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Dewa memberikan dukungan sekaligus menyumbang dana yang diberikan langsung kepada Ketua Panitia Akbar Dani “Bolang” dihadapan atlet dan panitia. Dukungan serupa berupa donasi juga diberikan oleh Wakil walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Ketua DPRD Kota malang I Made Rian Diana Kartika. Sumbangan atau donasi itu bersifat pribadi, bukannya dana bersumber dari APBD.

”Wah, semestinya ada anggaran (dari pemerintah) ini, apalagi cabor ini sudah membanggakan bangsa, mengibarkan bendera merah putih di tinggkat Asia. Tapi dengan digelarnya kejuaran Skateboard Jatim 2020 ini bagus pembibitan atletnya, salut saya,” katanya sembari menyebutkan contoh atlet Nasional skateboard berprestasi yang mengantongi medali salah satunya Sanggu Darma Tanjung.

Meskipun perhelatan kejuaran Skateboard Jatim 2020 digelar dengan keterbatasan dan minimnya anggaran, namun tak menyurutkan semangat para atlet yang sedang berlaga. Para atlet muda dan berbakat berkompetisi secara sportif di arena skatepark yang dibangun kala Walikota Malang Mohammad Anton atau Abah Anton hasil CSR dari Telkomsel.

Para atlet yang berlaga di kelas SD putra dan kelas putri terlihat bersemangat. Mereka perwakilan dari Jember, Probolinggo, Blitar, Madiun, Pasuruan, Malang raya dan kota-kota lainnya.

“Saya optimistis olahraga skateboard akan maju dan berkembang pesat secara nasional, khususnya di Malang Raya. Saya berharap semua atlet harus tetap semangat dan harus terus berjalan, jangan berhenti, ini sudah bagus, saya akan tetap bantu semampu saya,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Minim Anggaran, Balapan dengan Hujan Lahirkan Atlit Jatim

MALANGVOICE – Perhelatan Kejurprov Skateboard JATIM 2020 yang merupakan agenda cabor Perserosi Jatim digelar di Loop Arena Merjosari – Kota Malang pada hari Minggu (1/3) dibawah cuaca mendung, puluhan atlit Jawa Timur tumplek blek di skatepark yang dibangun era walikota Abah Anton hasil CSR dari Telkomsel.

Atlit-atlit tersebut mulai dari Jember, Probolinggo, Blitar, Madiun, Pasuruan, Malang raya dan kota-kota lainnya.

Meskipun terkesan mendadak event kejuaraan tingkat propinsi Jawa timur inipun sukses digelar dan memunculkan atlit-atlit muda berbakat, meskipun harus ada penyesuaian waktu penampilan karena takut kehujanan.”Dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan didominasi atlit-atlit muda dengan kondisi cuaca seperti sekarang terpaksa setiap peserta kami berikan waktu hanya 1 menitan,”Jelas Akbar Dani alias Bolang, yang juga owner Bolang Skate School sebagai ketua panitia.

Pada kejuaraan kali ini mempertandingkan kelas SD putra-Putri, kelas SMP, kelas SMA serta kelas Best Trick.”Tidak masalah yang penting kami bisa bermain dan bertemu teman-teman,”jelas arifin (17) atlit kota Malang yang mengaku senang dengan adanya event yang bisa dijadikan tolak ukur perkembangan kemampuannya selama berlatih.

Arifin sendiri selama ini kerap berkatih di taman skate alun-alun yang kondisinya sangat memprihatinkan minim perawatan.

Kejutan terjadi di kelas SMP, atlet asal kota surabaya yang cukup diunggulkan, Adam yang sempat meraih juara di PORNAS harus mengakui atlet dari Kediri, Probolinggo dan Kab. Malang .

Pada kelas BEST TRICK atlet asal kota Surabaya, Adam akhirnya mampu menunjukan kelasnya sebagai salah satu atlet andalan Jawa Timur, sekitar 5 kali percobaan yang dilakukan akhirnya Adam mampu menaklukan trik kick flip over piramyd.

Selain berpacu dengan waktu agar tidak keduluan hujan, event kali ini juga nyaris tak ada anggaran dari pemerintah baik propinsi maupun daerah alias mandiri. Beruntung panitia bisa mendapatkan sponsor dan beberapa donatur .”alhamdulillah semua akhirnya tercover, berkat adanya donasi beberapa pihak” tambah Akbar Dani seraya menerima donasi langsung dari anggta DPR RI asal Nasdem, Kresna dewa Phrosakh yang hadir langsung di Loop Arena.(Hmz/Aka)

Juara 1 SD Putri
1.ZEE (kota Malang)
2.Pelangi (kota Malang)
3.Carissa (kota Malang)

Juara 1 SD Putra
1. BRAHMA (kota Malang)
2. Nino (kota Malang)
3. JOKO (kota Malang)

Kelas SMP Putra
1. DEKA ( kab.kediri)
2. DANNY (kab.probolinggo)
3. AKMAL (kab. malang)

Kelas SMA Putra
1. Agung (kota malang)
2. Niko (kota blitar
3. YUDA (kota surabaya)

Tangkap Potensi, Kota Malang Bakal Miliki Asosiasi E-Sport

Ilustrasi e-Sport (istimewa)
Ilustrasi e-Sport (istimewa)

MALANGVOICE – Selangkah lagi, Kota Malang miliki Asosiasi E-Sport atau elektronik sport. Kota berjuluk Bhumi Arema ini diklaim memiliki seabrek potensi, utamanya di bidang olahraga elektronik tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi E-Sport Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi, mengatakan telah banyak komunitas E-Sport, klub dan tim E-Sport. Namun belum ada organisasi yang menaunginya secara resmi dan menginduk ke PB E-Sport dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Padahal, olahraga yang kini digandrungi generasi milenial itu telah menjadi cabor baru di KONI Pusat, dan pengurus PB E-Sport Indonesia sudah diakui KONI menjadi bagian dari salah satu Pengurus Cabor.

“Potensi E-Sport di Indonesia sangat luar biasa, karena marketnya sangat besar, pemainnya sangat besar, dan perputaran ekonominya juga luar biasa. Jadi Esport ini bukan hanya sebagai olahraga prestasi dan rekreasi, namun juga sudah bergerak menjadi profesi dan mata pencaharian,” kata Dito kepada MVoice, Selasa (25/2).

Kota Malang, lanjut Dito, dengan kultur masyarakat urban dan sebagai kota pendidikan, memiliki iklim yang sangat baik terhadap perkembangan E-Sport. Bahkan, banyak pemain profesional atau atlit E-Sport berasal dari Kota Malang mengikuti kejuaraan di level nasional hingga international.

Banyaknya kampus, banyak sarana pendidikan, Warnet dan fasilitas yang menunjang perkembangan E-Sport di Kota Malang menjadi kondisi yang sangat baik apabila ke depannya potensi E-Sport bisa dikelola dengan manajemen yang juga baik.

“Termasuk dalam hal manajemen organisasi yang menginduk kepada PB E-Sport,” ujar mantan anggota DPRD Kota Malang hasil PAW periode 2018-2019 ini.

Dito menambahkan, pengembangan potensi E-Sport dan pembinaan komunitas gamers sejalan dengan program pemerintah Kota Malang yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif.

“Salah satunya pembuat aplikasi games lokal hingga komunitas gamers,” ujarnya.

Asosiasi E-Sport ini, lanjut dia, ditargetkan dapat diluncurkan atau dikenalkan secara resmi bertepatan dengan ulang tahun Kota Malang, April mendatang.

“Proses koordinasi juga terus berjalan. Rencana kita nanti launching bisa menghadirkan Pembina PB E-Sport langsung, Sandiaga Uno,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Sirkuit Trial Game Asphalt Malang Dibuat Safety tapi Tetap Andalkan Speed

Para pembalap memacu kendaraannya. (istimewa)
Para pembalap memacu kendaraannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Trial Game Asphalt seri ke empat digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang mulai 18-19 Oktober. Persaingan poin antar pembalap cukup ketat, apalagi di kelas utama 250.

Ketatnya persaingan itu membuat panitia lebih konsen melakukan persiapan. Hal itu dikatakan Race Director Trial Game Asphalt 2019 Jim Sudaryanto, menurutnya, di kelas FFA 250cc poin yang diperoleh dari masing-masing putaran cukup penting sehingga harus menjaga sportivitas pembalap.

“Kemudian dari segi sirkuit juga kita prepare sebaik mungkin untuk lebih safety karena mereka memang benar-benar fight di putaran ke 4 dan 5 untuk menjadi juara umum di Trial Game Asphalt 2019,” katanya kepada awak media, Jumat (18/10).

Dijelaskan lebih lanjut, panitia Trial Game Asphalt 2019 seri ke empat ini sudah merombak total lintasan sirkuit. Bahkan bisa dibilang berbeda dengan trek lain. Jim mengatakan, trak disetting lebih panjang sehingga memacu speed tinggi, kemudian putarannya lebih lebar dan besar sehingga pembalap lebih leluasa memacu kendaraannya.

“Jadi ini setting sirkuitnya lebih speed dari tahun kemarin. Ini terbukti dari timing pembalap tadi sudah kita hitung dengan transfonder itu lebih cepat dari sekarang meskipun panjang treknya sama panjang 900 meter,” ujarnya.

Jim beralasan, perubahan ini selalu dilakukan agar menjaga ciri khas Trial Game Asphalt. Itu juga berpengaruh supaya pembalap tidak merasa sirkuitnya monoton.

“Jadi memang karakter masing-masing kota kemudian masing-masing putaran akan kita buat berbeda sehingga daya tarik peserta lebih banyak kemudian peserta lebih enjoy balap di beberapa kota yang diselenggarakan,” imbuhnya.(Der/Aka)