12 Atlet Paralayang Kota Batu Dipersiapkan Ikuti Porprov Jatim 2019

Para atlit Puslatkot Paralayang Kota Batu saat berlatih fisik di Perumahan Batu Panorama (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Sebanyak 12 atlet paralayang sedang fokus memantapkan persiapan untuk meraih juara umum dalam Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) Jatim 2019 di Tuban, Juli 2019. Dalam persiapannya meliputi latihan fisik dan materi.

Diketahui, paralayang merupakan cabang olahraga yang baru dipertandingkan dalam Porprov Jatim. Serta ada dua kategori lomba yang dipertandingkan yakni ketepatan mendarat (Accuracy) dan Lintas Alam (Cross Coutry).

Asisten Pelatih Puslatkot Porprov Paralayang Kota Batu, Rony Pratama mengatakan tim pelatih hanya fokus membenahi mental bertanding dan teknik atlit. “Sebenarnya, untuk mental sudah bagus, tapi kurang kenceng,” ujarnya saat ditemui Mvoice.

Untuk latihannya, mereka berlatih setiap Senin, Jumat, Sabtu dan Minggu. Dan alur latihannya dimulai dari senam zumba, Plank, skot jump, push up, serta berbagai latihan fisik lainnya.

“Para atlet kita mayoritas masih duduk di bangku sekolah, ya jadi latihannya di sela-sela jam sekolahnya. Dan atlet kita paling muda usia 16 tahun,” pungkasnya.

Lebih lanjut Rony mengungkapkan, meski di tengah kesibukan sekolahnya mereka tetap berusaha terus mengikuti Puslatkot ini. Dan Rony menargetkan timnya akan meraih Juara Umum Cabor Paralayang dalam Porprov ini. (Der/Aka)

Anggaran Terbatas, KONI Kota Malang Ajak Cabor Efisiensi Dana

Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Eddy Wahyono, tetap optimistis bisa mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov 2019 mendatang.

Dikatakan Eddy Wahyono, sudah ada anggaran sekitar Rp6 – 7 miliar untuk operasional atlet di Porprov yang digelar di empat kota/kabupaten tersebut.

Dana yang digunakan itu bisa dibilang mencapai separuh dari anggaran yang diterima KONI Kota Malang di 2019 ini yang mencapai Rp12,5 miliar.

“Ini tantangan bagi kami meski anggaran terbatas,” kata Eddy, Kamis (21/2) saat membuka rapat kerja pelaksanaan kegiatan KONI Kota Malang 2019.

Menurut Eddy Wahyono, dana tersebut harus digunakan seefisien mungkin agar bisa mencukupi operasional KONI Kota Malang selama satu tahun ini. Karena itu seluruh cabor hari ini dikumpulkan untuk membahas anggaran tersebut.

“Penyampaian efisiensi pada cabor supaya mereka paham tentang anggaran itu,” tandasnya.(Der/Aka)

Tim Putra BNI 46 Tampil Perkasa Lawan Bhayangkara Samator

Jakarta BNI 46 melawan Surabaya Bhayangkara Samator. (istimewa)

MALANGVOICE – Tim putra Jakarta BNI 46 tampil perkasa saat melawan Surabaya Bhayangkara Samator di Final Four putaran kedua Proliga 2019, di GOR Ken Arok, Jumat (15/2).

Tim Jakarta BNI 46 ini menang tiga set langsung dengan skor 25-19, 25-17, 25-19.

Tampil di laga pembuka, kedua tim bermain saling serang. Namun, tim BNI 46 lebih unggul kepercayaan diri sehingga menutup set pertama dengan skor 25-19.

Di set kedua, tim Bhayangkara Samator berusaha bangkit. Namun tim arahan Ibarsjah Djanu Tjahjono belum bisa unggul dari tim lawan. Akhirnya set kedua ditutup dengan skor 25-17.

Di set ketiga juga tak terlalu banyak perubahan. Tim Jakarta BNI 46 terus menekan lawan hingga terus unggul dan mengakhiri laga dengan kemenangan telak 3-0.

Menurut pelatih Jakarta BNI 46, Samsul Jais, kemenangan ini pasti meloloskan timnya ke babak grand final. Kendati begitu, ia tak ingin lengah sedikitpun.

“Kami sekarang akan lebih fokus ke Yogyakarta, dari pada kami ngotot bermain disini dan akhirnya kondisi akan berkurang, jadi akan kami diskusikan dulu. Kita tetap akan melihat kondisional di lapangan, kami akan kondisikan dengan pemain, paling tidak mungkin kami akan kombinasi,” ujarnya.

Sementara itu, kekalahan yang diderita Surabaya Bhayangkara Samator menjadi perhatian pelatih Ibarsjah Djanu Tjahyono. Ia masih berharap bisa masuk ke grand final asalkan mampu memenangi dua laga lawan Pertamina Energi dan Palembang Bank SumselBabel

“Kita mengakui keunggulan dari BNI, sana mainnya rapi, dan dari tim kita paling mencolok itu di blok sama di receive saja. Sebetulnya hasil dari Kediri itu nggak ada pengaruh sama sekali memang kalau diamati ya dari dua teknik itu tidak berkembang sehingga kurang greget. Justru lobang kita itu di libero, lawan lobangnya satu, kita lobangnya lima, dan masalahnya bukan bukan di stamina juga, karena kita juga biasa latihan jam 9,” kata Ibarsjah.

Sedangkan untuk pemain asing sendiri memang perlu ada yang dievaluasi, walaupun kedua pemainnya sudah tau atmosfir main di Indonesia. “Evalusi kedepan, kita harus ganti agen untuk mencari pemain. Kalau bisa harus cari agen luar negeri,” tukasnya.(Der/Aka)

Doni Tata Pertahankan Gelar Juara Umum TGA

Pebalap TGA 2018. (istimewa)

MALANGVOICE – Trial Game Asphalt (TGA) 2018 usai sudah. Sabtu (15/12) jadi puncak gelaran supermoto di sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Hasilnya, Doni Tata keluar sebagai juara setelah mengoleksi 225 poin di kelas FFA 250. Pebalap asal Sleman, Yogyakarta ini unggul dari Tommy Salim di posisi kedua dengan 203 poin dan Fadila Adam 199 poin di peringkat tiga.

Usai race, Doni mengaku senang bisa mendapat hasil bagus sekaligus mempertahankan titel juara umum.

Padaseri pertama hingga ketiga, Doni meraih posisi pertama. Namun, di seri keempat dan terakhir ia tak bisa mencapai puncak. Kendati demikian, poin Doni tak terkejar.

“Saya main aman untuk mempertahankan gelar. Tahun depan saya harus latihan lebih giat karena eventnya semakin kompetitif. Latihan yang lebih keras lagi, cari sponsor lagi,” katanya.

Sedangkan di kelas FFA 450 International, Gerry Salim menjadi yang terbaik. Ia mengoleksi 50 poin, lebih banyak dari pesaingnya, Farudila Adam di peringkat dua dan Doni Tata di peringkat tiga.

Raihan tersebut lebih bagus dibanding para pebalap asing. Sebut saja Lewish Cornish yang hanya mampu finish di peringkat enam dengan 31 poin. Disusul Germain Vincenot di posisi 10 dan Jan Dietenbach di posisi 13.

“Saya senang bisa menang karena ada tiga pembalap internasional. Saya senang karena bisa menang lawan Germain di seri Malang ini. Saya senang bisa mengalahkan dia,” kata Gerry.(Der/Aka)

TGA 2018 di Kanjuruhan Dipastikan Jadi Ajang Perang Bintang Para Rider Top

Konferensi pers para pebalap TGA 2018. (istimewa)

MALANGVOICE – Babak penentuan ajang balap supermoto Trial Game Asphalt 2018 dalam hitungan hari akan dimulai, tepatnya pada 14-15 Desember di sirkuit Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Sejumlah rider top akan bersaing menjadi yang terbaik sekaligus menyandang predikat juara umum dengan hadiah total Rp 150 juta.

Atmosfer race dipastikan bertambah sengit dengan kedatangan sejumlah rider supermoto internasional. Nama-nama top dunia seperti Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deteinbach (Germany), akan mengaspal di kelas FFA 450 International Championship.

Trio rider Eropa ini didatangkan khusus oleh 76RIDER dalam upaya meningkatkan kualitas balap supermoto sekaligus menjadikan Trial Game Asphalt sebagai barometer extreme sports di Indonesia.

Mario CSP dari Djarum76, mengatakan, final Trial Game Asphalt 2018 jadi ajang perang bintang pebalap Indonesia maupun dunia.

“Kami harapkan kehadiran mereka akan tersaji persaingan kompetitif dan sehat antara pebalap. Ini salah satu upaya kami mengangkat Trial Game Asphalt sebagai barometer sport tanah air,” katanya sesuai rilis yang diterima MVoice.

Pebalap Lewish Cornish, mengaku tak sabar melawan rider-rider top Indonesia di track Kanjuruhan.

“Saya sangat bersemangat dan tidak sabar untuktampil di Trial Game Asphalt Malang. Saya sudah bilang ke Jan dan Germain, kalau kita akan sangat menikmati jalannya race nanti. Ini pasti akan luar biasa,” ungkap Lewish yang merupakan Juara FIM Asia Supermoto 2017.

Tantangan para pebalap dunia itu langsung direspon oleh sejumlah rider papan atas Indonesia. Mereka telah mempersiapkan diri untuk tampil dalam kondisi terbaik.

Beberapa nama besar yang sudah dipastikan turun adalah Doni Tata yang merupakan Juara Umum Trial Game Asphalt 2017, Farudilla Adam, Tommy Salim, serta dua rider yang akan berlaga di FIM Supermoto Asia Ivan Harry Nugraha dan Pedro Wunner. Juga dipastikan tampil Dimas Ekky dan Gerry Salim, keduanya merupakan pebalap yang saat ini tengah berlaga di ajang Moto3 CEV dan Moto2 CEV.

Pertarungan antar rider nasional dan Eropa di kelas FFA 450 Internasional ini memang telah ditunggu-tunggu oleh para penggemar balap supermoto. Namun demikian, pertarungan di kelas-kelas lainnya pun tak kalah seru untuk disimak. Apalagi sampai dengan putaran ke-4 yang dirampungkan di Sirkuit Boyolali, belum ada satupun gelar juara terkunci. Tahta juara masih sengit diperebutkan masing-masing, kelas utama FFA 250, Trail 175 Open serta kelas Trail 175 Non Pro.

Kelas utama FFA 250 tentu yang paling panas, mengingat perebutan titel juara umum yang menjadikannya sebagai The Battle of Champions. Pebalap nasional Gerry Salim sudah tak sabar untuk segera gaspol di sirkuit. Gerry akan turun di empat kelas yakni 175 Open, 250 Open, FFA 250, dan FFA 450.

“Menurut saya tahun ini persaingannya akan lebihkeras. Semua pebalap yang main di Trial Game Asphalt kencang-kencang semua,” tutur juara Asia Road Racing Championship 2017 kelas AP250 ini.

Gairah serupa ditunjukan Dimmas Ekky Pratama. Pebalap yang tahun depan akan berlaga di GP Moto2 ini optimis mampu meraih podium di Kanjuruhan. Kehadiran para pebalap top dunia di Trial Game Asphalt menjadi motivasi untuk tampil sempurna. “Tentu akan makin seru dan kompetitif. Saya optimis bisa bersaing dan tampil dengan baik,” tutup pebalap berjuluk Red Forehead ini.(Der/Aka)

Rider Asal Prancis Nilai Persaingan Dunia Balap Indonesia Berkembang Pesat

Pebalap TGA. (istimewa)

MALANGVOICE – Aroma persaingan sudah berhembus kencang di antara para rider yang akan berlaga pada seri puncak Trial Game Asphalt (TGA) 2018 di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, 15 Desember.

Germain Vincenot, pebalap supermoto asal Perancis, bahkan menilai dunia balap supermoto di Indonesia kian kompetitif dan berkembang pesat.

Germain Vincenot yang merupakan juara supermoto 250cc Perancis tahun 2016 dan 2017 ini akan turut berlaga di seri pamungkas TGA. Dia bersama sejumlah rider Eropa lainnya, yakni Lewish Cornish (Inggris) dan Jan Deitenbach (Jerman), didatangkan ke Indonesia oleh 76RIDER untuk berlaga di kelas FFA 450 Internasional.

“Ketika saya pertama kali datang ke sini dua tahun lalu, saya sudah merasakan besarnya potensi dan motivasi Indonesia di supermoto. Sekarang saya merasakannya lagi saat ini, dan itu sudah jauh berkembang dibanding sebelumnya,” ujar Germain.

Pria kelahiran Vincennes, Perancis, 27 tahun yang lalu ini mengaku sangat bergairah untuk tampil di Trial Game Asphalt. Animo penggemar supermoto Indonesia yang luar biasa serta kualitas pebalap Indonesia yang kian mengilap menjadi alasannya. “Saya pikir ini tepat (berlaga di Trial Game Asphalt, Malang) untuk melanjutkan hubungan dengan supermoto di Indonesia yang semakin berkembang dengan baik,” tuturnya.

Rider yang memulai debutnya di dunia balap pada usia 12 tahun ini berharap kehadirannya dan pebalap Eropa lainnya di Kanjuruhan akan memberikan nilai lebih bagi penggemar supermoto di Indonesia. Di sisi lain, ia menilai kans pebalap Indonesia sebagai tuan rumah untuk meraih gelar juara tetap besar.

“Saya cukup optimis meski saya tahu ini tidak akan mudah. Saya akan berkompetisi melawan pebalap top Indonesia di sirkuit yang saya belum pernah coba,” tambahnya.

Sementara itu, pebalap Indonesia Dimas Ekky menyambut baik kehadiran para pebalap internasional di gelaran Trial Game Asphalt. Ia siap adu cepat dengan semua pebalap top dari Indonesia maupun Eropa. “Pasti akan seru race nanti dengan kehadiran mereka (rider internasional). Kalau strategi (menghadapi mereka) akan saya tentukan nanti setelah free practice,” terang Dimas.

Pebalap berjuluk Red Forehead ini juga berharap dengan tampil Trial Game Asphalt akan menjadi ajang pemanasan yang kompetitif baginya untuk berlaga di GP Moto2 tahun depan. “Saya optimis untuk memberikan yang terbaik di Trial Game Asphalt,” tandas pebalap yang memiliki pengalaman di kompetisi balap Eropa di ajang CEV Moto2 European Championship sejak 2015 lalu ini.

Persaingan ketat tidak hanya datang dari Dimas Ekky. Sejumlah nama rider top Indonesia sudah memastikan diri dalam race di Kanjuruhan nanti, seperti Doni Tata, Farudilla Adam, Tommy Salim, Ivan Harry, Gerry Salim, hingga Pedro Wunner.

Kehadiran para rider papan atas ini semakin menasbihkan posisi Trial Game Asphalt sebagai salah satu ajang extreme sport bergengsi di Tanah Air. Antusiasme tinggi juga ditunjukan oleh para penggemar supermoto yang selalu membludak dalam setiap serinya. Trial Game Asphalt International Championship merupakan program 76RIDER untuk menjadi barometer extreme sport di Indonesia.

Trial Game Asphalt 2018 sebelumnya telah bergulir di empat seri, yakni Semarang, Jogjakarta, Solo, dan Boyolali. Seri terakhir di Sirkuit Kanjuruhan Malang nanti, para rider terlebih dahulu menjalani sesi kualifikasi pada hari Jumat, 14 Desember 2018 untuk menentukan pole position. Lalu, pada hari Sabtu, 15 Desember 2018, merupakan race day di mana balapan digelar dua kali yakni sore dan malam hari.(Der/Aka)

Seluruh Cabor KONI Kota Malang Pamer Aksi Cari Potensi Atlet Baru

Promosi cabor KONI Kota Malang di Alun-Alun Merdeka. (istimewa)

MALANGVOICE – Seluruh cabor di bawah naungan KONI Kota Malang unjuk gigi di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Atlet yang terlibat diajak promosi kegiatan olahraga kepada masyarakat.

Acara yang baru pertama kali ini tentu langsung menarik perhatian masyarakat yang berada di sana. Ketua Umum KONI Kota Malang, Ir Eddy Wahyono membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menyatakan kegiatan ini dimaksud mengenalkan langsung tiap cabor yang ada sekaligus mencari atlet baru.

“Tempat ini punya potensi rekrut atlet baru. Kami senang apabila ada yang tertarik ikut dan KONI akan fasilitasi minatnya kemana,” kata Eddy, Sabtu (8/12).

Acara promosi cabor KONI Kota Malang ini akan berakhir pada Minggu (9/12). Sesuai tujuan, Eddy berharap ada masyarakat yang ingin menyalurkan bakatnya menjadi atlet professional.

Nantinya, apabila antusias masyarakat membeludak, bukan tak mungkin KONI Kota Malang akan melanjutkan acara promosi ini di lain waktu.

“Kami punya cabor banyak sekali, sehingga nanti mungkin tempat lain bisa diadakan agenda serupa,” tandasnya.(Der/Aka)

Arema FC Beri Kesempatan Ostojic Tampil di Piala Indonesia

Srdjan Ostojic. (deny rahmawan)
Srdjan Ostojic. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC akan menjalani laga lanjutan babak 64 besar Piala Indonesia melawan Persekam Metro FC, Selasa (20/11).

Dalam laga itu, tim Singo Edan diprediksi bakal merotasi pemain saat bermain di Stadion Gajayana.

Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, menyatakan, rotasi pemain itu penting untuk persiapan melawan Barito Putera di Liga 1 pada Sabtu (24/11).

“Kami harus mengembalikan kondisi pemain untuk lawan Barito. Tapi bagi kami Piala Indonesia juga sama penting, apalagi Arema habis dikalahkan Persela Lamongan,” kata Milan, Senin (19/11).

Posisi pemain yang dirotasi, kata Milan ada pada kiper. Selama ini Arema dikawal Utam Rusdiana yang tampil lumayan apik di bawah mistar gawan. Sebagai gantinya, ada Srdjan Ostojic yang jarang mendapat kesempatan di Liga 1 karena penampilannya kurang konsisten.

“Mungkin ini saat tepat Ostojic jadi starter dan di sayap kiri ada Nasir. Untuk posisi lain nanti akan kami lihat lagi ke depan,” ia menandaskan.Der/Aka

Pembukaan Porkab Malang ke VII Dimeriahkan Tarian Kolosal

Pembukaan Porkab diawali dengan tarian kolosal dengan tema Untukmu Indonesiaku Meraih Bintang. (Istimewa)
Pembukaan Porkab diawali dengan tarian kolosal dengan tema Untukmu Indonesiaku Meraih Bintang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Malang ke VII dibuka Plt Bupati Malang, HM Sanusi yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Abdul Qodir di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu (18/11) malam.

Dalam sambutannya, Abdul Qodir menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sangat menyambut baik serta mendukung pelaksanaan Porkab Malang VII tahun 2018. Dengan pelaksanaan Porkab ini, diharapkan bisa membawa dampak positif prestasi olahraga di Kabupaten Malang.

“Tidak hanya bisa mengharumkan prestasi olahraga di kancah nasional, tetapi kami harapkan juga internasional,” ungkapnya.

Dengan dibukanya Porkab Malang VII ini, lanjut Abdul Qodir, selain untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1258 Kabupaten Malang, diharapkan bisa menjadi titik lanjut pembibitan dalam pembinaan atlet secara kontinyu. Dan tentunya, menurut Imam juga dapat dijadikan ajang penjaringan atlet agar termotivasi untuk lebih berprestasi.

“Melihat potensi olahraga ini, Kabupaten Malang sudah seharusnya memiliki olahraga unggulan di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, mari bersama-sama bahu membahu meningkatkan prestasi olahraga,” jelasnya.

Sementara, Ketua pelaksana Porkab Malang VII tahun 2018, Djamhuri Jauhari mengatakan, ada 25 cabor yang dipertandingkan dan 16 cabor eksibisi.

“Mereka dengan memperebutkan 283 medali emas,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Malang, Imam Zuhdi, mengatakan event yang digelar setiap dua tahun sekali ini, akan berlangsung selama 15 hari sampai tanggal 25 November mendatang. Porkab Malang ini, diikuti lebih dari 1.300 atlet yang tersebar di 33 kecamatan.

“Kegiatan Porkab Malang ini, untuk menjaring bibit atlet baru yang nantinya bisa dipersiapkan Porprov 2019. Nantinya hasil Porkab ini, kami juga akan melakukan evaluasi cabor yang tidak bisa dipertandingkan,” tandasnya.

Dalam upacara pembukaan Porkab Malang VII tahun 2018, diawali dengan defile 33 kontingen (kecamatan) se-Kabupaten Malang. Kemudian dilanjutkan dengan suguhan tarian kolosal dengan tema Untukmu Indonesiaku Meraih Bintang, yang dilakukan 50 orang penari dari Budiayuga Dancer Malang.Der/Aka

KONI Kabupaten Buleleng Tukar Pengalaman dan Wawasan ke Kota Malang

Kunjungan KONI Kabupaten Buleleng ke kantor KONI Kota Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang kedatangan kunjungan dari KONI Kabupaten Buleleng, Jumat (16/11).

Kunjungan itu dipimpin Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Nyoman Artha Widyana beserta 68 pengurus lain. Bertajuk studi tur, mereka ingin mendapat wawasan dan bertukar pengalaman dengan KONI Kota Malang.

“Kami ingin mengetahui bagaimana mekanisme penganggaran, pola pembinaan yang dilakukan untuk seluruh cabor. Saya rasa Kota Malang ini tepat untuk dikunjungi, sekalian jalan-jalan,” kata Nyoman.

Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono, yang menyambut kedatangan rombongan dari Kabupaten Buleleng mengaku senang dengan kunjungan pertama kali itu.

Menurut Eddy, dengan pertemuan bertukar wawasan ini memiliki nilai positif untuk sama-sama memajukan KONI.

“Jadi sama-sama sharing, apa yang sudah kami lakukan dan mereka lakukan dalam mencetak prestasi,” ujar Eddy.

Selain Kabupaten Buleleng, lanjut Eddy, KONI Kota Malang juga pernah dapat kunjungan dari Riau. Masih dalam konteks yang sama, yakni bertukar wawasan.

“Ini sebuah kehormatan kami dikunjungi, dengan begitu akan ada masukan baru untuk membina olahraga,” tandasnya.(Der/Aka)

Komunitas