Besok, Atlet Paralayang Asian Games Diarak Keliling Kota Batu

Spanduk penyambutan atlet Asian Games Kota Batu cabor paralayang. (Humas Pemkot Batu)
Spanduk penyambutan atlet Asian Games Kota Batu cabor paralayang. (Humas Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Atlet Asian Games cabor (cabang olahraga) paralayang bakal pulang kampung, Jumat (31/8). Sebelum disambut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, atlet kebanggaan kota berjuluk De Klein Switzerland ini diarak keliling kota.

Diagendakan, ada 5 atlet yang pulang usai menjalani Asian Games 2018 di Gunung Mas, Puncak, Bogor Jawa Barat. Diantaranya, Jony Efendy, Rika Wijayanti, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari. Dan tentunya peraih emas kategori ketepatan mendarat (KTM) Jafro Megawanto.

“Dijadwalkan para atlet tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang) pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono, Kamis (30/8).

Para atlet, lanjut Imam, bakal disambut di bandara. Kemudian diarak menggunakan jeep Willys mulai Jalan Raya Dadaprejo Kota Batu (perbatasan Dau Kabupaten Malang-Kota Batu). Arak-arakan atlet bakal berakhir di Balai Kota Among Tani Jalan Panglima Sudirman.
Disinggung soal bonus apa yang bakal diberikan, mantan Kasatpol PP ini menjawab diplomatis.

“Soal itu (bonus) tanya pak Sekda saja. KONI juga,” tutup Imam.(Hmz/Aka)

Keberhasilan Arek Malang di Panjat Tebing Asian Games Diapresiasi KONI

Tim panjat tebing Indonesia. (istimewa)
Tim panjat tebing Indonesia. (istimewa)

MALANGVOICE – Keberhasilan Abudzar Yulianto meraih medali emas bersama tim Indonesia 2 dalam ajang panjat tebing Asian Games 2018, Senin (27/8) lalu mendapat apresiasi dari KONI Kota Malang.

Betapa tidak, Abudzar dipilih untuk mengikuti Asian Games mewakili Kota Malang dari 17 atlet lain.

Humas KONI Kota Malang, Laily Fitria Liza Min Nelly, mengatakan, medali yang disumbangkan Abudzar bersama tim dalam kelas speed relay itu sangat berarti bagi Indonesia dan Kota Malang.

“Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Indonesia. Kami bangga dengan Abudzar,” katanya kepada MVoice.

Ia berharap, dengan munculnya prestasi tersebut bisa mendorong anak muda lain agar terus menorehkan prestasi lain di bidangnya masing-masing.

“Semoga ke depan makin jaya olahraga kita dan tentu perhatian pemerintah harus diimbangi dengan lebih baik lagi,” harapnya.(Hmz/Aka)

Dewanti Janjikan Bonus Jafro Peraih Medali Emas Asian Games

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Aziz Ramadani/MVoice)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Torehan medali emas Jafro Megawanto ajang Asian Games 2018 cabang olahraga (cabor) paralayang diapresiasi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Pemkot Batu berjanji beri bonus kepada atlet asal Kelurahan Songgokerto Kota Batu itu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, dirinya bangga ada warga Kota Batu yang sukses mengharumkan daerahnya. Rencananya, jika Jafro telah kembali ke Kota Batu, pihak akan beri sambutan spesial sebagai bentuk apresiasi atas torehan medali emas. Cabor paralayang nomor ketepatan mendarat Asian Games 2018.

“Bangga sekai rasanya, ada warga Kota Batu yang telah menyumbangkan medali emas di Asian Games. Nanti sewaktu dia pulang akan kami sambut sebagai apresiasi,” kata Dewanti.

Dewanti juga menjanjikan memberi bonus khusus kepada Jafro.

“Kalau pak Presiden RI Joko Widodo saja memberikan bonus, tentunya kami sebagai pemerintah kota juga akan kasih bonus untuk Jafro,” imbuhnya.

Bonus dan apresiasi kepada Jafro pantas diberikan. Sebab Kota Batu semakin dikenal dunia.

“Untuk bisa masuk mengikuti Asian Games 2018 saja sudah menjadi kebanggan. Apalagi bisa menyumbangkan medali emas, itu luar biasa,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti diberitakan, Jafro sukses menambah pundi-pundi medali emas dari cabang olahraga (cabor) paralayang untuk ketepatan mendarat (KTM) putra. Medali emas itu berhasil didapatkannya saat berlaga di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Kamis (23/8).

Sebelumnya, Jafro bersama tim lainnya untuk nomor tim akurasi beregu putra berharil memperoleh medali emas. Saat itu, Jafro bersama tim terdiri dari Roni Pratama, Jonny Effendi berasail dari Kota Batu, Aris Apriansyah adal Banten dan Hening Paradigma dari Jawa Tengah berhasil memperoleh medali emas.(Der/Aka)

Mbois Lop! Arek Kota Batu Sumbang Emas Asian Games

Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)
Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)

MALANGVOICE – Atlet paralayang Kota Batu, Jafro Megawanto menambah pundi-pundi medali emas untuk Indonesia di perhelatan Asian Games 2018. Jafro sukses memenangi cabang olahraga (cabor) paralayang untuk ketepatan mendarat (ktm) putra di arena paralayang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/8).

Dengan demikian saat ini Indonesia mengantongi 7 medali emas dalam Asian Games 2018. Sebelumnya, Rabu (22/8) Jafro tergabung dalam nomor tim akurasi beregu putra itu terdiri dari Roni Pratama, Jonny Effendi, Aris Apriansyah, dan Hening Paradigma juga sukses memperoleh medali emas.

Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)
Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)

“Hari ini cukup menegangkan. Lawan-lawan bagus. Saya (sempat) punya nilai jelek, jadi belum aman. Di round terakhir Alhamdulillah poin dua. Tentunya bangga,” kata Jafro dihubungi melalui telepon selulernya.

Pria asal Kelurahan Songgokerto, Kota Batu ini menambahkan, jika angin di area Gunung Mas cukup mendukung. Sehingga saat berlomba membuatnya percaya diri hingga meraih medali emas.

Prestasi ini tak membuat Jafro berbesar kepala. Sebab, sebelum menjadi atlet profesional saat ini, Jafro hanya caddy, para boy atau anak pelipat parasut.

“Karena memang rumah berdekatan dengan tempat paralayang di Gunung Banyak dan landing lapangan Songgomaruto,” jelasnya.

Jafro masih ingat betul menjadi pelipat parasut saat usia 13 tahun. Dari usaha itu ia mendapatkan upah Rp 5 ribu sekali melipat.

“Setelah dua tahun jadi para boy, saya ditawari untuk latihan paralayang. Saya sangat senang sekali,” sambung pria 22 tahun ini.

Sejak bergabung dengan atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu beragam prestasi sudah didapatkannya. Mulai dari berlaga di tingkat nasional hingga internasional telah diikuti. Menurutnya capaian yang ditorehkan bersama tim dan pelatihnya menjadi sebuah kebanggaan dan sejarah bagi dirinya, bersama tim Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Kota Batu khususnya yang telah memberikan dukungannya kepada kami,” tutupnya.(Der/Aka)

IPSI Kota Malang Gelar Kejuaraan Pencak Silat Usia Dini

MALANGVOICE – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang menggelar Kejuaraan Pencak Silat untuk usia dini dan pra remaja mulai 4-5 Agustus di Balai Tidar Kota Malang.

Kejuaraan Pencak Silat tersebut diikuti anak usia dini umur 10-12 tahun dan pra remaja umur 12-14 tahun dari seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Malang.

Menurut keterangan Ketua harian IPSI Kota Malang, H Parso Adiyanto mengatakan, kejuaraan tersebut dijatah untuk 14 perguruan namun yang mendaftar hanya delapan perguruan.

“Delapan perguruan ini terdiri dari PSHT, Tapak Suci, Pagar Nusa, Pamur, Nur Harians, Asad, Cimande dan Merpati Putih,” kata Parso Adiyanto saat ditemui awak media, Sabtu (4/8).

“Kategori yang dilombakan adalah tanding tunggal dan jurus tunggal wajib putra/putri,” lanjutnya.

Parso menyampaikan tujuan dari kejuaraan tersebut ialah untuk menciptakan atlet pencak silat berkualitas di masa mendatang.

“Jadi sifatnya kami pembinaan, agar dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, dapat menjadi atlet yang mewakili kota malang dalam setiap perlombaan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diadakan kejuaraan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pencak silat yang dipandang masyarakat sebagai sumber kekerasan.

“Dengan adanya acara ini masyarakat tahu bahwa pencak silat itu olahraga bukan perkelahian atau tawuran,” harapnya.

Setelah acara tersebut IPSI Kota Malang bekerja sama dengan Persatuan Tinju Kota Malang (Pertina) akan mengadakan Festival Seni pencak silat tradisi di Ring Tinju Kota Malang pada tanggal 1 September 2018.(Der/Aka)

Atlet Kota Malang Angkat Medali di Asian Mountain Bike Series 2018 Malaysia

MALANGVOICE – Atlet asal Kota Malang kembali meraih prestasi membanggakan. Kali ini dari kejuaraan Asian Mountain Bike Series 2018 di Sabbah, Malaysia 28-29 Juli lalu.

Atlet ISSI Kota Malang, Angga Dwi Hesta meraih juara III kategori XCO Man Junior, sedangkan untuk putri di kelas Cross Country Olympic (XCO) Woman Junior disabet dua atlet sekaligus, yakni Dewika Mulya Sova a II dan Okky Lafidawati juara III.

Pelatih ISSI Kota Malang, Sugianto Styawan, mengaku, persaingan merebut medali di ajang itu cukup sulit. Lawan terberat, kata dia berasal dari Thailand. Hal itu terbukti atlet dari negara Seribu Pagoda yang menjadi juara I.

Terlebih, masih kata Sugianto, persiapan para atlet juga kurang sehingga mempengaruhi performa dalam kejuaraan tersebut.

“Persiapan anak-anak itu kurang. Hanya dua kategori dan tidak ada spesialisnya. Sebelum ke Malaysia itu juga mengikuti kejurnas di Bantul, jadi waktunya juga mepet,” katanya.

Meski begitu, Sugianto merasa bangga dengan hasil yang didapat. Para atlet binaannya mampu menaiki podium dan mengangkat nama Indonesia. Ia berharap regenerasi atlet terus berlanjut sehingga muncul penerus juara lain di kemudian hari.

“Semoga atlet lebih diperhatikan lagi biar banyak regenerasi. Mereka ini juga masih junior dipersiapkan di Porprov mendatang agar target tercapai,” tandasnya.(Der/Aka)

Kakak – Adik Asal Malang Sabet Medali Kejuaraan Wushu di Brasil

MALANGVOICE – Kakak adik asal Malang berhasil menyabet medali di World Junior Wushu Championship 2018 di Brasil. Keduanya adalah Ahmad Ghifari Fuaiz dan Aqila Ghaida Fuaziah.

Ahmad Ghifari mendapat satu medali perak (Jian Shu) dan satu perunggu, sedangkan adiknya, Aqila mendapat satu medali perak (Dao Shu C).

Mereka berlaga mewakili kontingen Indonesia yang mengirimkan 20 atlet pada kejuaraan yang berlangsung 9-16 Juli tersebut.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, menarima langsung kedatangan kedua atlet tersebut saat kembali ke Malang. Ia mengaku bangga dengan prestasi Ahmad Ghifari dan Aqila.

“Kami bangga terhadap adik-adik ini. Meski belum emas tapi sudah mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia tentunya,” kata Eddy, Rabu (1/8).

Dengan adanya prestasi ini, ia berharap kepada pengurus wushu Kota Malang terus mendorong atlet agar mampu bersaing dan mendapatkan medali.

“Ini termasuk aset. Diharapkan juga nanti bisa dipersiapkan untuk Porprov 2019,” jelasnya.

Seperti diketahui, kontingen Indonesia dalam kejuaraan itu meraih 2 medali emas, 10 perak dan 7 perunggu.(Der/Aka)

Atlet IPSI Kota Malang Sabet Juara Umum di Wali Kota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara di Madiun

Atlet Pencak Silat Kota Malang saat foto bersama di GOR Wilis Kota Madiun. (Istimewa)
Atlet Pencak Silat Kota Malang saat foto bersama di GOR Wilis Kota Madiun. (Istimewa)

MALANGVOICE – Atlet Cabang olahraga (Cabor) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang mendapatkan piala bergilir juara umum dalam kejuaraan Wali Kota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara, pada tanggal 25-27 Juni 2018 di GOR Wilis Kota Madiun.

Festival tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke-100, yang diikuti 225 atlet pencak silat 20 perguruan pencak silat se-Jatim.

Ketua Harian IPSI Kota Malang, H Parso Adiyanto mengatakan bahwa Kota Malang mengirimkan 11 atlet yang tergabung dalam Perguruan pencak silat Pamur Kota Malang.

“Kami mengirim 11 atlet di antaranya Dwi Puji Lestari, Risal Fausi, Mosleh, Salma, Susi Amana, Alfun Abbas, Ilham Robby, Solihul Hadi dan Riski hidayat serta M Rizaldi Santoso sebagai Manager,” kata Parso Adiyanto saat ditemui Mvoice, Minggu Pagi (29/7).

Ajang itu dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain penampilan terbaik perseorangan putra dan putri, kategori berpasangan putra dan putri dan kategori beregu terbaik terdapat predikat koreografer terbaik, pemeran putra dan putri, penataan artistik, penataan musik, busana dan penyaji terbaik.

Parso Adiyanto menyampaikan bahwa dari kategori tersebut, 11 atlet pencak silat Kota Malang meraih 12 trofi penghargaan dan satu piala bergilir Wali Kota Cup yang akan diperebutkan kembali tahun depan.

“Hanya satu trofi penghargaan yang lepas dalam festival ini, yaitu penata busana terbaik,” ungkapnya.

Selain itu Ia menegaskan bahwa bahwa dalam festival tersebut seni pencak silat bukan dipertandingkan namun disandingkan atau disajikan keindahan seni pencak silat dari masing-masing perguruan, sehingga menjadi utuh karena seni pencak silat kesannya guyub.

“Saya berharap semoga pencak silat di Kota Malang semakin berkembang dan mempertahankan budaya bangsa yang rukun dan guyub, karena di perguruan pencak silat tidak mengajarkan kekerasan atau tawuran,” tutupnya.(Der/Aka)

Pawai Obor Asian Games 2018 Mampir Malang, Ini Agendanya

Kepala Dispora Malang, Nuzul Nurcahyono saat ditemui di Kantor Dispora. (Agus Safarudin)
Kepala Dispora Malang, Nuzul Nurcahyono saat ditemui di Kantor Dispora. (Agus Safarudin)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) siap memeriahkan dan menyukseskan Pawai Obor Asian Games 2018. Rencananya obor tersebut akan melintas Malang pada 20 Juli mendatang.

Kepala Dispora Kota Malang, Nuzul Nurcahyono, mengatakan pawai tersebut akan diikuti oleh HDCI club, Wills Club, 75 altelt, 750 orang dari komunitas, 10 mantan atlet torch relay pelari tingkat nasional, 80 atlet pencak silat dan pameran produk oleh PT Pertamina (Persero).

“Selain itu akan ada gelar budaya dan ekspresi Kota Malang akan ditampilkan, karena ini akan membawa nama baik Indonesia di mata negara-negara peserta Asian Games,” katanya.

Pawai Obor Asian Games 2018 di Kota Malang tersebut akan dimulai dari daerah Kacuk, Jalan Raya Kepuh, Jalan S Supriadi, Jalan Kawi, Jalan Ijen, Jalan Semeru, Jalan Kahuripan, Jalan Tugu dan finish di Balai Kota Malang.

“Untuk rutenya sendiri yaitu dari perbatasan kota, tepatnya gapura Kacuk, dan finish di Balai Kota Malang. Itu jaraknya 10 km karena itu sudah ketentuan dari pusat,” jelasnya.

Setelah itu, api obor Asian Games 2018 di balai kota akan disemayamkan sampai pukul 12.00 WIB dan Pemkot Malang tidak diberikan kewenangan untuk pelepasan.

“Untuk pelepasan sudah diambil alih dari pusat, karena akan langsung diberangkatkan ke Bromo,” ungkapnya.

Ia juga berharap acara tersebut dapat berjalan lancar dan semua pihak dapat bekerja sama untuk menyukseskan Pawai Obor Asian Games 2018.(Der/Aka)

KONI Kota Malang Kirim Enam Atlet di Asian Games 2018

Eddy Wahyono saat ditemui Malangvoice di Kantor KONi Malang. (Agus Safarudin).
Eddy Wahyono saat ditemui Malangvoice di Kantor KONi Malang. (Agus Safarudin).

MALANGVOICE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, mengirim enam atlet untuk mengikuti gelaran Asian Games 2018 di Jakarata dan Palembang pada Agustus mendatang.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono mengatakan, enam Atlet tersebut mewakili cabang olahraga (cabor) balap sepeda, atletik, sepatu roda dan panjat tebing.

Dari enam cabang tersebut diwakili atlet asal Malang di antaranya, Elga Kharisma pada balap sepeda BMX dan track, Crismonita Dwi Putri pada balap sepeda track, Popo Ario Sejati pada balap sepeda MTB downhill, Atjong Tio Purnawanto pada atletik 300 m halang rintang, Yossy Aditya N pada sepatu roda individual dan tim, dan M Abudzar pada panjat tebing speed dan lead.

Edy Wahyono menyampaikan, selain mengirimkan atlet, KONI Kota Malang juga mengirim tiga pelatih balap sepeda dan tiga wasit yang akan berangkat bersama atlet pada bulan Agustus.

“Jadi Kota Malang mengirimkan 12 orang, terdiri dari enam atlet, tiga Pelatih dan tiga wasit,” katanya saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/7).

Untuk memacu semangat para atlet, KONI Kota Malang akan memberikan apresiasi serta reward kepada atlet yang mampu mencapai target, yakni mendapatkan medali emas pada ajang internasional tersebut.

“Kami berharap para atlet mampu mencapai target, dan mendapatkan medali emas di Asian Games kali ini,” harapnya.(Der/Aka)

Komunitas