Pemain Asal Jepang dan Brasil Gabung Arema FC

Perkenalan pemain asing Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC kembali memperkenalkan pemain anyarnya untuk musim kompetisi Liga 1 2021, kali ini dua penggawa asing dari Jepang dan Brasil yang bergabung ke Singo Edan.

Keduanya diperkenalkan Arema FC pada Rabu (23/6). Mereka adalah Renshi Yamaguchi asal Jepang dan kiper asal Brasil, Adilson Maringa.

Mereka tiba di Malang pada Selasa (22/6) siang dan menjalani karantina secara ketat sebelum bisa melihat rekan setimnya latihan rutin bersama pelatih Eduardo Almeida.

Kepada media, Adilson mengaku bangga bisa bergabung ke Arema FC.

“Tentu saya senang berada di sini, saya ingin memberikan yang terbaik untuk Arema FC,” ujar mantan pemain klub asal Portugal, Vilarfanquense.

Menurut Adilson, bermain di Indonesia memiliki tantangan sendiri. Ia melihat persaingan klub dan para pemain cukup bagus sehingga ia tak ingin nantinya hanya duduk menghangatkan bangku cadangan.

“Saya tahu sepak bola Indonesia sangat kompetitif, persaingan di sini sangat ketat. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Arema FC,” ujarnya.

Begitu pula bagi Renshi. Pemain yang pernah membela Thailand Lampang FC ini tertantang membuat Arema FC juara musim ini.

“Saya juga akan kerja keras memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

Ia berharap bisa segera beradaptasi dan mengikuti serangkaian latihan bersama tim.

“Saya tahu sepak bola Indonesia simpel dan semoga saya bisa segera adaptasi untuk membantu tim,” harapnya.

Pemain Murni Pilihan Pelatih

Sementara itu Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan perekrutan pemain ini sepenuhnya atas penilaian pelatih.

“Pelatih memang tipenya selalu melihat data pemain tidak percaya YouTube. Jadi kami mempersilakan head coach mencari pemain sendiri,” jelasnya.

Dengan begitu slot pemain asing Arema FC kurang dua lagi. Rudy menyatakan para pemain bidikan dalam waktu dekat akan segera bergabung.

“Satu pemain asing masih karantina di Jakarta. Pemain itu masih ada kontrak dengan tim lama sampai 30 Juni, jadi kami akan tanda tangan kontrak setelah kontrak lama habis,” jelasnya.

“Sementara pemain satunya lagi masih ada kendala teknis. Itu terserah pelatih mau diganti atau dipertahankan, tapi sepertinya mencari gantinya,” tandas Ruddy.(der)

Gilang Widya Ungkap Upaya Akhiri Dualisme, Beli Arema Indonesia

Presiden Arema FC, Gilang Widya dan Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana menjawab banyak pertanyaan Aremania soal penyelesaian dualisme.

Ide dilontarkan Gilang adalah membeli Arema Indonesia yang kini bermain di Liga 3 Regional Jatim. Tujuannya menggabungkan dua aktivitas pengelolaan sepak bola menjadi satu.

“Yang saya kerjakan emang memikirkan dualisme biar Aremania bersatu. Sama pak IB banyak ngobrol biar masalah ini cepet selesai,” kata Gilang.

“Kami sangat membuka diri, dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan Aremania. Pemikiran kami langkah ini yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan Arema dari dualisme yang seperti diinginkan Aremania, ” imbuhnya.

Bos Juragan 99 ini menyatakan, setelah upaya pembelian itu nantinya akan difungsikan sebagai bagian penting sebagai klub yang akan mencetak pemain pemain muda Arema.

“Akan saya jadikan Arema B atau tim Satelit binaan Arema Liga 3 untuk junior. Nantinya bisa dinaikkan ke senior untuk diselesaikan bareng,” jelasnya.

Bayangan Gilang itu adalah untuk membuat bibit pemain berkualitas dari usia muda yang bisa ditarik ke tim senior atau Arema FC.

“Yang junior kita mainkan di Liga 3 ya, mereka nanti menimba ilmu di situ menambah jam terbang juga. Apalagi ada momentum akan mendekati kompetisi Liga 3 akan digelar,” tambahnya.

Ia berharap upayanya menyelesaikan masalah dualisme ini mendapat bantuan dari banyak pihak sehingga menjadi satu Arema.

“Kami juga ingin mendapatkan banyak dukungan dan masukan agar langkah ini bisa cepat terwujud. Kami mengetuk hati banyak pihak agar sungguh sungguh bersama melangkah demi Arema berprestasi dan Aremania bersatu kembali, ” pungkas penghobi koleksi mobil sport ini.(der)

Bersama Arema FC, Diego Michiels Berjanji Jadi Anak Baik

Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Resmi menjadi pemain Arema FC, Diego Michiels berjanji akan mengubah sikapnya menjadi good boy (anak baik).

Diketahui Diego kerap dicap sebagai pemain bengal atau bad boy karena ulahnya. Namun kini ia siap berubah dan memperbaiki sikapnya di luar maupun di dalam lapangan.

“Saya capek dengar begini terus, mereka selalu bahas masa lalu saya. Semua bisa lihat ketika saya menjadi kapten Borneo FC,” kata Diego.

Pemain naturalisasi asal Belanda ini menambahkan, ia tak ingin banyak bicara dan meminta publik menilainya sendiri.

“Saya siap buktikan di lapangan soal sikap saya,” lanjutnya.

Sementara itu Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, mengatakan, sebelum merekrut Diego, ada kesepakatan agar sang pemain bisa berubah lebih baik lagi.

“Mulai etika, minum-minum dan sebagainya. Karena saya siap bantu dia (berubah) dan Diego komitmen berubah di Arema,” kata Gilang.

Bos Juragan 99 ini menjelaskan, dari kesepakatan itu sampai ada di dalam klausul kontrak yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.

“Ada do dan don’t yang harus dipatuhi Diego,” lanjutnya.(der)

Arema FC Dapatkan Tanda Tangan Diego Michiels, Kontrak Semusim

Presiden Arema FC, Gilang Widya memperkenalkan Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Diego Michiels resmi menandatangani kontrak bersama Arema FC.

Tanda tangan kontrak dilakukan pada Rabu (16/6) malam bersama Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.

Diego dikontrak selama satu tahun atau satu musim Liga 1 2021 dengan opsi perpanjangan apabila Arema berprestasi atau sang pemain bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Gilang menjelaskan, proses perekrutan mantan pemain Borneo FC ini tidak sulit. Awalnya dia dan Diego sudah menjalin komunikasi selama dua tahun belakangan. Namun, ketika Gilang diangkat menjadi Presiden Arema, Diego langsung menawarkan diri bergabung.

“Minggu kemarin Diego menawarkan sendiri ke saya akhirnya ada kesepakatan bersama dan Seninnya dia saya terbangkan ke Malang,” ujar Gilang.

Pria yang dijuluki crazy rich Malang ini menambah, masuknya Diego mampu memenuhi kebutuhan tim di posisi lini belakang. Pengalaman Diego dirasa mampu membuat pertahanan Singo Edan semakin solid.

“Ini bukan hanya keinginan saya, tapi juga berdasar kebutuhan tim. Semoga Arema bisa lebih solid dan kuat lagi,” kata bos Juragan 99 itu.

Senen itu, Diego mengatakan memilih Arema FC karena selain tim besar juga ingin merasakan juara Liga 1.

“Satu faktor saya pilih Arema, karena ingin sekali juara. Semoga tahun ini bisa terealisasi,” harapnya.

Bersama Singo Edan, Diego Michiels menggunakan nomor punggung 24. “Itu nomor kesukaan dan keberuntungan saya,” tandasnya.(der)

Arema FC Datangkan Amunisi Baru, Diego Michiels

Diego Michiels. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC berbenah mempersiapkan tim jelang kompetisi Liga 1 2021, salah satunya adalah merekrut amunisi baru.

Ya, baru-baru ini tim berjuluk Singo Edan ini mendatangkan pemain baru naturalisasi asal Belanda, Diego Michiels.

Mantan pemain Borneo FC ini berlabuh ke Arema FC akan memperkuat posisi lini belakang.

“Ya, Arema FC secara resmi menjalin kesepakatan dengan Diego Michiels yang akan memperkuat tim Singo Edan untuk musim kompetisi 2021,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sudarmaji mengatakan, sosok Diego sangat dibutuhkan tim karena pengalamannya. Pria bertato itu juga sempat dipanggil Timnas Indonesia di Sea Games 2011.

“Diego Michiels sebagai salah satu figur senior di tim, sebab di musim kompetisi 2021 ini Arema FC banyak dihuni oleh pemain-pemain muda. Tentu saja pemain-pemain muda ini membutuhkan dorongan semangat dari figur-figur senior,” ujarnya.

Diego diketahui sudah tiba di Indonesia dan akan segera diperkenalkan ke publik. Pemain 30 tahun itu juga secepatnya berlatih bersama tim di bawah kepemimpinan Eduardo Almeida.

Dalam waktu dekat ini tim Singo Edan akan menjajal kekuatan di ajang pramusim Piala Wali Kota Solo 2021 pada 20-26 Juni. Persib Bandung pada laga pembuka pada ajang tersebut.(der)

Manfaat Lari Bagi Kesehatan dan Empat Hal yang Perlu Diperhatikan

Lari atau jogging adalah olahraga murah meriah. (Instagram @runmlgrun)
Lari atau jogging adalah olahraga murah meriah. (Instagram @runmlgrun)

MALANGVOICE – Olahraga lari cukup diminati masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memiliki tubuh yang sehat, bugar dan terhindar dari penyakit.

Apalagi untuk melakukan olahraga lari tidak memerlukan waktu lama, cukup lari lima hingga 10 menit, sudah bisa mendapatkan manfaatnya. Tentu hal itu harus dilakukan secara rutin.

Dilansir dari Healthline, beberapa manfaat yang didapatkan jika rutin lari sebagai berikut :

– Pengurangan resiko kematian akibat serangan jantung atau stroke.

– Mengurangi resiko penyakit Kardiovaskular.

– Resiko terkena kanker lebih rendah.

-Resiko lebih rendah terkena penyakit neurologis seperti penyakit alzheimer dan Parkinson.

– Meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati.

Meski olahraga lari terbilang mudah, ada beberapa hal yang perlu anda lakukan sebelum lari :

1. Peregangan
Sebelum berolahraga lari, Anda disarankan untuk melakukan peregangan dinamis. Tujuan peregangan ini, untuk memicu pergerakan otot yang mensimulasikan gerakan.

Dengan begitu, otot tidak akan mudah tegang dan kita terhindar dari risiko kram.

2. Hindari makan berlebihan
Makan dalam porsi besar sebelum berlari membuat perut terasa tidak nyaman. Sebab saat berlari, proses pencernaan berjalan lamban dan aliran darah ke dalam sistem gastro-intestinal (GI) dialihkan ke otot untuk berolahraga.

Akibatnya makanan tidak dapat dicerna dengan normal dan akan menimbulkan efek samping seperti kram. Sehingga jika anda berencana untuk lari, sebaik mungkin makan terlebih dahulu dengan jeda minimal satu sampai dua jam sebelum lari.

3. Hindari kafein dan pemanis buatan
Konsumsi kafein dan pemanis buatan sebelum berlari juga tidak disarankan.

Kafein dapat memicu detak jantung dan pemanis buatan dapat menimbulkan tekanan dalam perut selama berolahraga.

4. Perhatikan isyarat tubuh
Jika merasa tidak nyaman, terlalu capek, atau kurang sehat, jangan memaksakan diri.

Hal itu, justru membuat diri kita dalam bahaya. Jadi sebisa mungkin buatlah diri lebih nyaman dan gembira saat melakukan aktivitas tersebut.(der)

Jadi Presiden Arema FC, Gilang Juragan 99 Ingin Bawa Perubahan

Gilang saat conference pers, (Arema FC Official).

MALANGVOICE – Gilang Widya Pramana, yang sering dianggap sebagai crazy rich asal Kota Malang, kini resmi menjadi presiden baru Arema FC.

Hal itu diketahui usai pertandingan persahabatan Arema FC melawan RAN Cilegon FC, di stadion Kanjuruhan, Ahad (6/6).

Perwakilan konsorsium Pengelola Arema FC, Iwan Budianto, menyampaikan, pengangkatan ini berdasarkan hasil persetujuan dari pemegang saham. Dewan memutuskan untuk mengangkat Gilang sebagai presiden klub baru Arema per Ahad siang, pria yang akrab disapa Gilang Juragan 99 ini, langsung memaparkan sejumlah program kerja.

“Dan tadi siang sudah memaparkan programnya kepada saya yang mewakili konsorsium keseluruhan. Bagus sebagai pengembangan bisnis ke depan kemudian juga bagus untuk sisi teknis pengembangan klub. Baik disisi pembinaan maupun profesionalisme yang akan segera tampil di Liga yang akan segera bergulir bulan depan,” ujar, Iwan Budianto.

Selain itu, Iwan juga menyampaikan, target yang ingin dicapai dalam kurun waktu dekat, yakni menjuarai Liga Satu secepat-cepatnya.

“Selamat Mas Gilang ada amanah untuk kemajuan Arema ke depan. Salah satu targetnya juara secepatnya,” tutur Iwan Budianto.

Diketahui, Gilang sendiri merupakan Aremania sejak kecil. Semasa muda, dirinya merupakan pendukung militan tim kebanggaan arek-arek Malang ini.

Setelah kini resmi menjabat sebagai presiden Arema FC, Gilang telah mempersiapkan sejumlah program kerja, untuk kemajuan Singo Edan.

“Setelah penantian panjang saya akhirnya resmi bisa bergabung di Arema. Saya ingin membawa perubahan untuk Arema banyak banget program kerja yang sudah saya jelaskan,” tandasnya.(der)

Siswa MTsN Jadi Tumpuan Indonesia di Kejuaraan Sepatu Roda

foto 1: Pesepaturoda Azalia Salwani Davina ketika berjuang di lintasan. (ist)

MALANGVOICE – MTsN 1 Kota Malang sepanjang tahun ajaran 2020/2021, terus merai prestasi membanggakan.

Total 302 prestasi berhasil diraih siswa siswi sekolah di Jalan Bandung No 7, Kota Malang tersebut. Bahkan 75 diantaranya, merupakan prestasi di level internasional.

“Alhamdulilah, meski dalam situasi setahun terakhir ini menyesuaikan sekolah daring dan luring di masa pandemi, namun anak-anak kita dapat mengikuti dengan baik dan terus mempertahankan prestasi. Lebih-lebih, prestasi yang ditorehkan kian meningkat,” beber Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin M.Pd.

Hal itu disampaikannya dalam Pelepasan Peserta Didik MTsN 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2020/2021 di aula sekolah, Jumat (4/6) pagi. Bersamaan itu juga digelar Penobatan 10 Besar Penyumbang Prestasi Terbanyak.

Salwa bersama sang ibunda pasca menerima penghargaan dari sekolah. (ist).

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Azalia Salwani Davina. Siswi cantik dari kelas 9G itu tak lain adalah atlet sepatu roda andalan Kabupaten Malang yang telah merengkuh banyak tropy mulai ajang regional hingga nasional.

Putri bungsu pasangan Suliadi Winarno dan Agustyah Isnaini tersebut merupakan salah satu pesepaturoda belia yang digadang-gadang menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang.

“Semua berkat dukungan orangtua, para pelatih, pengurus cabor dan tentunya pihak sekolah, sehingga saya bisa terus meraih prestasi terbaik. Semoga ke depan, saya terus bisa menyumbangkan medali hingga level tertinggi dan memajukan cabor sepatu roda,” tutur Salwa, sapaan akrab atlet dari klub MILS ini.

Diantara deretan medali yang telah diraih Salwa selama ini, dara kelahiran 25 Juni 2006 itu pernah menjadi Juara 3 1000 m Putri di ajang POPROV Jatim VI 2019, Juara 3 Sped 1000 m Indonesia Roller Sport-Series V 2019 dan Juara 2 Speed Junior di Kejurprov V 2021.

Di usianya yang baru akan menginjak 15 tahun, Salwa sudah merengkuh hampir 20 piala dan medali cabor sepatu roda selama tiga tahun bersekolah di MTsN 1 Kota Malang.

Sebagai orangtua, Suliadi sang ayah, mengaku bangga dan akan terus memotivasi sang putri tercinta untuk menorehkan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik. Saat ini, Salwa telah diterima sebagai siswi SMAN 3 Malang.

“Meski sudah berprestasi, tapi kami selalu mengingatkan Salwa supaya tetap menjaga akhlak, berbakti pada orangtua, berguna bagi sesama, bangsa dan negara,” tandas Agustyah Isnaini, sang ibunda.(der)

Peta Malang Raya Muncul di Jersey Terbaru Arema FC

Jersey baru Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC bersemangat menyambut bergulirnya kompetisi 2021 dengan merilis jersey baru. Jersey away ini dirilis di Instagram Official Arema FC, Selasa (25/5).

Dalam postingan itu Arema FC merilis jersey berwarna putih dengan logo Singo Edan Apparel (SEA). Dijelaskan lebih lanjut tema jersey itu adalah ‘Land of Fighter’ dengan desain unik, yakni peta Malang Raya.

“Ini sebagai pengingat bahwa di tanah ini banyak lahir para kesatria sejak zaman kerajaan dan para pejuang saat jaman kemerdekaan,” ungkap manajer SEA, Tjiptadi Purnomo.

Adanya peta Malang Raya di jersey tersebut harapannya menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk lebih bersemangat karena di tanah yang mereka bela banyak terlahir para kesatria.

“Dengan menempelnya peta malang raya di jersey away ini semoga bisa menularkan ke pemain semangat juang yang menggebu-nggebu seperti ciri khas Arek Malang,” imbuhnya.

Di sisi lain, SEA menurut Tjiptadi berusaha memberikan apresiasi kepada Aremania yang konsisten dalam mendukung perjalanan Arema FC selama ini.

“Kita tidak boleh melupakan Aremania, jersey ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada Aremania yang selama ini tidak pernah berhenti mendukung Arema FC dalam kondisi apapun termasuk di situasi sulit seperti ini. Inilah makna sebenarnya dari tanah para ksatria,” ungkapnya.

Terlepas dari peta Malang Raya yang ditampilkan di jersey, pada jersey away yang didominasi oleh warna putih tersebut memang memunculkan kesan elegan. Warna putih sengaja dipilih selain sebagai warna yang netral, warna ini juga memiliki makna kesempurnaan.

“Karena ini merupakan jersey away, tentunya kami berharap agar jersey ini selalu membawa hoki tersendiri bagi Arema FC saat bermain di luar kandang,” ungkap Tjiptadi.

Sementara itu garis pada lengan dan kerah yang kontras dengan warna pilihan biru Arema FC menunjukan kebanggaan tersendiri, bahwa warna biru memiliki makna pada rasa memiliki yang tinggi terhadap tim yang dibela.(der)

Arema FC Sambut Baik Keluarnya Izin Kompetisi dari Polisi

Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.
Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji. (Deny)

MALANGVOICE – Tim Arema FC menyambut baik kabar akan turunnya izin Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia dari Mabes Polri. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi tim yang akan mengikuti kompetisi.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, apabila izin gelar pertandingan diturunkan, maka akan menjadi amanah prokes yang benar-benar harus dijaga.

“Kami klub siap menjalankan arahan dan apapun pembahasan terkait hal tersebut utamanya dalam menyiapkan dan menjalankan regulasi protokol kesehatan yang menjadi fokus para pihak terkait penyelenggaraan kompetisi 2021,” kata Sudarmaji.

Adanya kabar turunnya izin ini akan membawa semangat bagi tim dan pecinta sepak bola di Indonesia karena sudah setahun lebih tidak berkompetisi.

Lebih lanjut, Sudarmaji mengapresiasi pihak-pihak yang sudah banyak berjuang selama ini agar kompetisi bisa dimulai.

“Kami sangat apresiasi dengan langkah intensif MENPORA, Mabes Polri, BNPB, Satgas Covid dan PSSI yang terus bergerak, terus serius dan fokus membahas perihal ijin penyelenggaraan kompetisi 2021,” lanjutnya.

“Kami juga menyambut baik langkah pihak kepolisian untuk memproteksi gelaran kompetisi ini dengan siap bersinergi dan menjalankan arahan pihak kepolisian agar liga berjalan dengan aman, sehat dan kompetitif,” imbuh Sudarmaji.

Terkait kapan izin diturunkan dan kompetisi dijalankan, manajemen Arema FC tidak akan banyak menuntut. Yang jelas, penting adanya sosialisasi regulasi dan protokol kesehatan sehingga kompetisi berjalan lancar.

“Terkait kapan ijin dikeluarkan, tentunya kami percaya kepada Mabes Polri, Menpora, PSSI, BNPB akan memutuskan yang terbaik, namun secara substansi yang terpenting adalah bagi klub sosialisasi regulasi yang didalamnya mengatur teknis terkait prokes,” tandasnya.

Arema FC sendiri sudah mulai memanaskan mesin jelang kompetisi berjalan. Salah satunya adalah merekrut pelatih asing, yakni Eduardo Felipe Arroja Almeida. Pelatih asal Portugal ini mengaku sedang mempersiapkan tim dan evaluasi dari Piala Menpora 2021.

“Tugas saya sekarang mempersiapkan tim untuk Liga 1,” tegasnya.(der)