29 January 2023
29 January 2023
23.4 C
Malang
ad space

TPP Caretaker KONI Kota Malang Tanggapi Mundurnya Eddy Wahyono

Ketua TPP Caretaker KONI Kota Malang, Danny Agung Prasetyo. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Kabar Mundurnya salah satu Bakal Calon (Bacalon) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Eddy Wahyono, mendapat tanggapan dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Caretaker.

“Kabarnya begitu (Eddy Wahyono mundurbdari bacalon Ketua Umum KONI Kota Malang). Kami mengetahui informasi itu kami dapat dari beberapa berita yang sudah beredar,” ucap Ketua TPP Caretaker KONI Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, saat dihubungi, Kamis (26/1).

Menurut Danny, kabar tersebut muncul dari berbagai pemberitaan beberapa media massa online yang beredar, pada Rabu (25/1) kemarin, dan selaku TPP Caretaker KONI Kota Malang, dirinya menghargai apa yang menjadi keputusan dari bacalon.

“Kami hargai keputusan itu, kami sebatas tim penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum KONI Kota Malang. Sehingga kami hanya menerima berkas dari bacalon sebelum diverifikasi,” tegasnya.

Baca juga:
Sayangkan Eddy Mundur Bacalon Ketua KONI Kota Malang, Cabor: Beliau Berjiwa Besar

Eddy Wahyono Mundur dari Bursa Calon Ketua KONI Kota Malang

Jelang Lawan PSS Sleman, Arema FC Kehilangan Adam Alis

Praktis, mundurnya Eddy Wahyono dari bursa bacalon Ketua Umum KONI Kota Malang akan menyisakan satu bacalon yakni Djoni Sudjatmoko.

Sementara itu sesuai jadwal musyawarah olahraga kota luar biasa (musorkot LUB) akan digelar pada 30 Januari 2023 mendatang di Gedung DPRD Kota Malang.

Sebelumnya, Eddy Wahyono, pada hari Senin tanggal 23 Januari 2023, mendatangi kantor KONI Kota Malang untuk menyerahkan berkas pendaftaran Bacalon KONI Kota Malang periode 2022-2027.

Eddy menyerahkan berkas pendaftaran yang dilampiri 13 surat dukungan dari Cabang Olahraga (Cabor).

Sedangkan, Djoni Sudjatmoko di hari yang sama juga mendaftarkan diri untuk menjadi Ketua KONI Kota Malang, dengan bekal 37 surat dukungan Cabor.(der)

Sayangkan Eddy Mundur Bacalon Ketua KONI Kota Malang, Cabor: Beliau Berjiwa Besar

Eddy Wahyono bersama pengurus cabor KONI Kota Malang. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Mundurnya Eddy Wahyono di bursa calon Ketua KONI Kota Malang disayangkan beberapa para pengurus cabor.

Menurut perwakilan cabor tarung derajat, Purwono Cokro Darsono, menyayangkan sikap Eddy Wahyono yang menyatakan mundur meski sudah mendaftarkan diri menjadi bakal calon Ketua KONI Kota Malang.

“Kami teman-teman cabor sudah bersama beliau mendampingi kami memberikan arahan. Kami sangat menyayangkan, tapi ini adalah sebuah proses,” ujarnya, Rabu (25/1).

Baca Juga: Eddy Wahyono Mundur dari Bursa Calon Ketua KONI Kota Malang

Jelang Lawan PSS Sleman, Arema FC Kehilangan Adam Alis

Dikatakan Purwono, tolak ukur di KONI adalah prestasi. Bersama Eddy Wahyono selama satu periode Kota Malang mampu mengembalikan posisi runner up di Porprov VII Jatim 2022 lalu.

Raihan emas para atlet juga naik 75 persen dan memenuhi target. Padahal di tahun 2019 Kota Malang jeblok peringkat ke posisi 4.

Dengan keputusan tersebut, Purwono menyebut Eddy Wahyono memiliki jiwa besar dan masih memikirkan para cabor.

“Di KONI kita tolak ukur dari segi prestasi, alhamdulilah hasil runner up kemarin. Kalau beliau hari ini menyatakan menarik diri itu supaya cabor berprestasi lagi di Porprov tahun ini. Beliau cukup berjiwa besar,” lanjutnya.

Sementara itu Eddy Wahyono mengaku mundur dari konstestasi Ketua KONI Kota Malang pada Rabu (25/1).

Praktis dengan mundurnya bakal calon incumbent ini hanya menyisakan bakal calon Djoni Sudjatmoko. Keduanya sama-sama mendaftar pada Senin (23/1).

“Intinya saya lebih memilih memberi kesempatan pada yang lain,” kata Eddy.

“Saya optimistis kerja keras para cabor bertahan di Porprov selanjutnya, karena waktu persiapan sangat pendek. Kepada siapa yang melanjutkan (pengurus KONI) semoga bisa lebih lagi prestasinya,” tandas Eddy.(der)

Eddy Wahyono Mundur dari Bursa Calon Ketua KONI Kota Malang

Eddy Wahyono bersama para cabor. (Deny/Istimewa)

MALANGVOICE – Eddy Wahyono secara mengejutkan mengundurkan diri dari bursa pencalonan Ketua KONI Kota Malang periode 2022-2027.

Pernyataan pengunduran diri ini disampaikan pada Rabu (25/1) ditemani beberapa perwakilan pengurus cabor.

“Jadi di sini sekarang saya lebih memilih memberi kesempatan kepada yang lain untuk mengembangkan KONI Kota Malang,” kata Eddy.

Baca Juga: Jelang Lawan PSS Sleman, Arema FC Kehilangan Adam Alis

Dishub Ubah Rencana Jadwal Uji Coba Satu Arah Kayutangan Heritage

Mundurnya Eddy dari bursa Ketua KONI Kota Malang dikatakannya sudah dipikirkan dengan baik. Banyak pertimbangan yang dirasa penting agar menjaga suasana kondusif dan memaksimalkan atlet bersiap menghadapi Porprov VIII Jatim 2023.

“Semoga atlet bisa lebih fokus persiapan Porprov karena waktunya sangat mepet. Saya dulu persiapan dua tahun saja masih merasa sangat kurang,” imbuhnya.

Ia berharap dengan kepengurusan yang baru nanti KONI Kota Malang mampu mempertahankan posisi dari Porprov 2022 sebagai runner up di bawah Surabaya.

“Kepada siapa yang melanjutkan semoga bisa lebih lagi. Kalau anggaran dari Pemkot Malang dilebihkan lagi bisa lebih bagus karena prestasi harus melalui proses. Mungkin dengan kepengurusan baru bisa lebih fresh, dan punya rencana lebih baik lagi,” kata pria penghobi berkendara moge ini.

Selanjutnya Eddy akan berkomunikasi dengan Caretaker KONI Kota Malang terkait mundurnya sebagai bakal calon.

“Secepatnya akan saya sampaikan ke tim penjaringan,” jelasnya.

“Saya juga sampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu pembinaan atlet di bidang olahraga, termasuk Pemkot Malang,” Eddy menandaskan.(der)

Tak Ingin Kalah Lagi, Arema Siapkan Strategi Khusus Hadapi PSS Sleman

Pelatih Arema FC, Javier Roca. (Dok. Arema FC)

MALANGVOICE – Arema FC akan menjalani laga tandang melawan PSS Sleman di pekan ke-20 Liga 1 2022-2023, Kamis (26/1).

Tim Singo Edan tak ingin kembali meraih kekalahan dari pertandingan sebelumnya, karena itu pelatih Arema FC Javier Roca menargetkan poin penuh.

Kekalahan atas PSIS Semarang di pekan sebelumnya membuat banyak evaluasi di tubuh Arema.

Baca Juga: Tim Khusus Pemburu Tikus Dibentuk di Pasar Batu

Pemkot Batu Kejar Realisasi Pelebaran Jalan Ir Soekarno

“Harus menang. Kalau rekor itu kan beda semua, hasil kan pasti berbeda juga kan. Paling tidak kita fokus perbaiki dari 3 kali kekalahan beruntun,” kata Roca.

Roca mengaku mendapat poin penuh dalam laga besok bukanlah hal mudah. PSS Sleman dinilai sebagai tim yang solid, namun pelatih asal Chile ini sudah punya strategi khusus.

“Kalau permainan Seto sudah memiliki ciri khas yang baik. Kita tahu juga dari sisi menyerang ada Jonathan Cantillana. Paling tidak kita harus lebih konsentrasi dan tenaga ekstra,” tegasnya.

Diketahui Arema FC kini berada di posisi 9 klasemen sementara.(der)

Bawa Seluruh Persyaratan, Eddy Wahyono Daftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

Eddy Wahyono (bawa map Putih) saat foto bersama dengan Caretaker KONI Kota Malang. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Eddy Wahyono mendaftar sebagai bakal calon Ketua KONI Kota Malang pada Senin (23/1) sore.

Kedatangan mantan Ketua KONI Kota Malang periode sebelumya ini menyusul bakal calon lainnya, Djoni Sudjatmoko yang daftar lebih dulu ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Caretaker KONI Kota Malang.

Eddy datang di Kantor KONI Kota Malang dengan didampingi oleh satu orang, dan diterima langsung oleh TPP Caretaker KONI Kota Malang, sekitar pukul 15.46.

Baca juga:
Djoni Sudjatmoko Mendaftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

6 Kambing dan 10 Ayam Dicuri dari Kandang, Pemilik Temukan Darah Berceceran

Hingga Senin Siang, Pendaftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang Masih Sepi

Ketua TPP Caretaker Musrokot LUB KONI Kota Malang, Danny Agung Prasetyo mengatakan, hari ini (Senin 23/1) panitia penjaringan menerima dua orang pendaftar sebagai bakal calon Ketua KONI Kota Malang.

“Hari ini, kami menerima dua pendaftar, yang pertama Djoni Sudjatmoko, dan Eddy Wahyono, dan pendaftaran dengan resmi kami tutup,” ucapnya, saat ditemui awak media, Senin (23/1).

Menurut Danny, semua berkas penjaringan dari kedua calon tersebut akan divalidasi dan diumumkan pada tanggal 27 Januari 2023 mendatang.

“Berkas semua bakal calon ini mulai kami validasi, dan tanggal 27 Januari mendatang, atau dua hari sebelum pelaksanaan Musorkot LUB, kami umumkan,” jelasnya.

Sementara, bakal calon Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono mengatakan, semua berkas pencalonan sebagai Ketua KONI Kota Malang telah dipenuhi.

“Semua persyaratan sudah saya penuhi, saya mendaftar dengan membawa surat dukungan lebih dari persyaratan yang diminta (10 Surat dukungan),” tegasnya.

Sebagai informasi, Eddy Wahyono datang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI Kota Malang dengan membawa sebanyak 13 surat dukungan dari Cabang Olahraga (Cabor).(der)

IB Minta Namanya Dihapus dari Daftar Calon Waketum PSSI

Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Nama Iwan Budianto muncul kembali dalam bursa calon Waketum PSSI. Padahal Iwan Budianto sudah mengumumkan mundur dari jabatannya dan tidak mau masuk lagi ke PSSI periode 2023-2027.

IB begitu ia disapa meminta Komite Pemilihan PSSI untuk menghapus namanya dalam daftar calon Wakil Ketua Umum PSSI.

“Saya sampaikan terimakasih kepada pemilik suara PSSI yang sudah mendaftarkan nama saya ke Komite Pemilihan (KP) untuk maju lagi sebagai Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Namun, seperti janji saya sebelumnya, saya tidak ingin mencalonkan dan dicalonkan kembali menjadi Exco PSSI periode 2023-2027,” katanya.

Baca Juga: Gempa 5,1 M Guncang Malang Raya, Tidak Berpotensi Tsunami

Tersambar Kereta Pertamina di Klojen, Warga Pacitan Tewas Alami Luka di Kepala

Untuk mempertegas keputusannya tersebut, IB sudah mengirimkan surat resmi kepada Komite Pemilihan terkait permintaanya untuk menghapus namanya DALAM DAFTAR calon Waketum PSSI 2023-2027.

“Saya sudah berkirim surat dan meminta Komite Pemilihan untuk menghapus nama saya sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027,” tegasnya.

Sebelumnya Komite Pemilihan (KP)PSSI sudah mengeluarkan update terbaru nama-nama bakal calon Komite Eksekutif untuk Kongres Luar Biasa pada 16 Februari 2023 mendatang.(der)

Tanggapan Direksi Arema Soal IB Mundur Jadi Waketum PSSI

Tatang Dwi Arifianto. (istimewa)

MALANGVOICE – Mundurnya Iwan Budianto sebagai Waketum PSSI langsung ditanggapi Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arfianto.

Tatang menyambut baik kembalinya IB ke markas Arema setelah mundur dari PSSI. Ia berharap tetap melanjutkan program tanggap darurat membantu para keluarga korban pasca 100 hari Tragedi Kanjuruhan.

“Program lanjutan crisis center perlu, sebelumnya klub telah memberi total bantuan sebesar 35 juta untuk masing masing korban meninggal total 135 korban, 24 korban luka berat dan sekitar 160 luka ringan,” paparnya.

Baca Juga: Pemkab Malang Berharap Revitalisasi Pasar Lewat DAK

DAU Pemkab Malang Tahun 2023 Turun Rp300 M, Ini Penyebabnya

Tatang menambahkan terkait dinamika tuntutan Aremania, pihaknya akan mengajak komunikasi agar ditemukan solusi. “Arema FC akan proaktif menjalani program pemulihan jangka panjang maupun jangka pendek yang ditampung dari saran masukan Aremania serta stake holder Malang Raya,”ujarnya.

Diakui Tatang, secara psikis pengelolaan serta bisnis , Arema FC mengalami dampak yang memprihatinkan, mulai renegoisasi sponsor sampai penataan benefitnya, sebab butuh pembiayaan yang tinggi dikarenakan Singo Edan harus berpindah home base dan berhentinya kompetisi.

“Kita akui kita terpuruk dan prihatin. Namun, banyak pesan dan motivasi datang dari banyak pihak, juga dari para keluarga korban, Arema FC harus mampu lewati ujian ini dan harus tetap menjaga tetap ada,”pungkasnya.

Ia berjanji akan terus berjuang mencari keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Kita hampir 80 persen karyawan dan pimpinan di Arema FC proaktif memberikan keterangan agar proses hukum berjalan obyektif. Kita sama juga berjuang mencari keadilan,” tandasnya.(der)

Iwan Budianto Mundur dari Waketum PSSI, Balik Urus Arema FC

Iwan Budianto. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Iwan Budianto mundur dari jabatannya sebagai Waketum PSSI periode 2019-2023. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dirinya selepas Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Dengan keputusannya ini, IB sapaan akrabnya juga tidak mau mencalonkan atau dicalonkan sebagai Exco PSSI periode 2023-2027.

“Rasanya tidak elok dan tidak etis jika saya kembali duduk di Exco PSSI. Itu sebabnya saya tidak mau mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan,” kata IB.

Baca Juga: Uji Forensik Kebakaran Pasar Relokasi Batu Butuh Waktu 14 Hari

Kuota Haji di Kabupaten Malang Tahun 2023 Bakal Bertambah

Terlepas dari keputusannya tersebut, IB memiliki harapan besar kepada siapapun yang menjabat di pengurusan PSSI kedepan bisa menjalankan amanah untuk perbaikan sepak bola kedepan.

“Siapapun yang terpilih menjadi ketua umum, wakil ketua umum, dan Exco PSSI 2023- 2027 bisa menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemilik suara.” tegasnya.

Setelah melepas jabatannya itu, IB akan kembali ke markas Arema FC. Perlahan ia akan menata kembali komunikasi dengan korban tragedi dan Aremania serta stakeholder untuk membahas masa depan Arema FC.

Meskipun Pasca-tragedi Kanjuruhan, sebagai direksi Arema FC, IB sudah langsung menginstruksikan kelangsungan Crisis Center dengan membentuk tim untuk memberikan bantuan dan pendataan secara detail baik yang berada di wilayah Malang maupun luar Malang.

“Kami tiada henti untuk meminta maaf, dan kami ingin bangkit bersama untuk menyembuhkan luka yang kita rasakan. Kami memaklumi dan memahami apapun respon yang ditujukan kepada kami. Namun terimalah kami berikhtiar untuk berbenah dan meraih harapan baru agar lebih baik dan pulih,” ujar IB.(der)

Laga Arema vs Borneo Akhirnya Ditunda

MALANGVOICE – Laga Arema FC menjamu Borneo FC resmi ditunda. Penundaan pertandingan ini disampaikan PT LIB sebagai operator Liga 1.

Dalam surat bernomor 016/LIB-KOM/I/2023 tersebut, PT LIB mencantumkan beberapa poin sebagai rujukan, yakni circular Perubahan Jadwal Kompetisi BRI Liga 1-2022/2023 (Circular #20) tanggal 11 Januari 2023, Surat dari Arema FC nomor: 013/SEKR/ARM/I/2023 perihal Pemberitahuan Hasil Koordinasi dengan Pihak Kepolisian di Semarang tanggal 12 Januari 2022, Surat dari DISPORA PEMPROV Jawa Tengah nomor: 426/109 kepada Ketua Panpel LOC Semarang perihal Balasan Permohonan dan Rekomendasi tanggal 12 Januari 2022 dan pelaksanaan Kompetisi BRI Liga 1-2022/2023.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, mengatakan, sudah menerima surat penundaan pertandingan dari PT LIB.

Baca Juga: Carteker KONI Kota Malang Buka Pendaftaran

Ditolak di Semarang, Arema Pasrahkan Venue dan Jadwal Pertandingan ke LIB

Pos Polisi Kayutangan Tertutup Beragam Poster

“Ya, secara resmi Arema FC mendapatkan surat dari PT LIB terkait status pertandingan Arema FC vs Borneo FC, yakni pertandingan mengalami penundaan,” kata Tatang, Jumat (13/1).

Laga perdana Arema di putaran kedua Liga 1 2022/2023 melawan Borneo FC sejatinya berlangsung pada 15 Januari 2023. Namun, karena Arema belum bisa mendaftarkan home base atau venue pertandingan sehingga laga terpaksa ditunda.

Terakhir Singo Edan mengajukan Stadion Jatidiri Semarang sebagai home base, sayangnya hal itu mendapat penolakan dari suporter PSIS Semarang.

Selain Semarang, Arema juga mendapat penolakan penggunaan stadion di Magelang, Bali, dan Bantul.

Tatang mengaku menerima apapun keputusan dari penyelenggara Liga 1. Apalagi Arema siap menjalani konsekuensi sanksi Pasca-tragedi Kanjuruhan.

“Jadwal baru akan disampaikan menyusul, tapi pada prinsipnya Arema FC menerima keputusan tersebut sesuai dengan yang disampaikan kemarin,” tandasnya.(der)

Ditolak di Semarang, Arema Pasrahkan Venue dan Jadwal Pertandingan ke LIB

Susunan jajaran manajemen Arema FC. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Laga Arema FC melawan Borneo FC belum menemui kepastian terkait lokasi pertandingan. Izin menggunakan Stadion Jatidiri Semarang pun mendapat penolakan.

Sejatinya pertandingan putaran kedua BRI Liga 1 2022 itu akan digelar pada 15 Januari. Namun karena penolakan itu Arema FC kini hanya bisa pasrah menyerahkan penjadwalan ulang kepada PT LIB.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, mengatakan, dengan besar hati menerima segala perubahan jadwal laga perdana di putaran kedua.

Baca Juga: Pos Polisi Kayutangan Tertutup Beragam Poster

Diduga korsleting MCB, Sebuah Rumah di Lawang Terbakar

“Arema FC menghargai (Keputusan penyelenggaraan pertandingan), kami istikomah, menyerahkan keputusan pada LIB untuk melakukan penjadwalan ulang untuk pertandingan pekan ke-18 antara Arema FC melawan Borneo FC,” ungkap Tatang.

Menatap putaran kedua BRI Liga 1 2022, Arema FC memang konsisten menjalani hukuman bahwa seluruh pertandingan kandang diselenggarakan di luar Malang dengan jarak minimal 250 km dari Stadion Kanjuruhan.

Terkait bagaimana nantinya hasil dari penjadwalan ulang yang dilakukan oleh PT LIB terkait venue pertandingan dan waktu pertandingan, Arema FC mengaku siap untuk menjalankan.

“Pada prinsipnya Arema FC siap untuk bermain dimanapun pertandingan digelar,” tandas Tatang.

Sebelumnya penolakan penggunaan stadion di beberapa tempat diterima Arema FC. Mulai dari Magelang, Bali, Bantul, dan terakhir Semarang. Hal inu karena imbas Tragedi Kanjuruhan yang menelan 135 korban jiwa pada 1 Oktober silam.(der)