HUT ke-7 Malang Voice

Terbang Langsung ke Malang, Kapolri Pastikan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai mengunjungi Stadion Kanjuruhan. (istimewa)

MALANGVOICE – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan akan mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa.

Hal itu disampaikan Listyo usai melihat langsung lokasi bekas insiden maut tersebut Stadion Kanjuruhan pada Ahad (2/10).

Pengusutan peristiwa ini dikatakan Listyo berdasar arahan Presiden RI, Joko Widodo. Bahkan Listyo sudah membawa anggotanya dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, DPC Peradi Kepanjen Tuding Ada Kelalaian Penyelenggara dan Aparat

“Kami bersama tim akan melaksanakan pengusutan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan sekaligus juga melakukan investigasi terkait peristiwa yang terjadi sehingga akibatkan banyak korban meninggal dunia,” kata Listyo dalam konferensi persnya di depan Stadion Kanjuruhan.

Kunjungan ke lokasi Tragedi Kanjuruhan ini didampingi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Menpora Zainudin Amali, bersama Forkopimda Jatim, Forkopimda Malang Raya serta pejabat tinggi lainnya.

Listyo menambahkan, pengusutan peristiwa ini akan dilakukan investigasi mendalam yang melibatkan tim khusus.

“Tentunya kami lakukan langkah lanjutan DVI dan penyidik untuk melakukan pendalaman lebih lanjut investigasi secara tuntas nanti hasilnya disampaikan ke seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui insiden maut itu terjadi setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10). Laga lanjutan Liga 1 2022 ini dimenangkan Bajol Ijo dengan skor 2-3.

Kekalahan ini membuat suporter Aremania turun ke lapangan. Tindakan ini memancing aparat untuk membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Upaya ini malah membuat penonton di tribun panik dan berhamburan mencari pintu keluar. Nahas, kepanikan ini membuat banyak korban berjatuhan karena sesak napas dan kelelahan hingga menimbulkan korban.(der)

Aparat Keamanan Bertindak Eksesif saat Tragedi Kanjuruhan, DPC IKADIN Malang Buka Posko Pengaduan

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – DPC IKADIN Malang membuka posko pengaduan dan pelayanan advokasi guna membantu memperjuangkan hak-hak keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Layanan itu dipusatkan di kantor DPC IKADIN Malang yang berada di Jalan Blimbing Indah Selatan XI nomor 77, Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono menilai aparat keamanan bertindak eksesif dan mencederai prinsip-prinsip HAM sehingga laga derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya berujung tragis dengan tewasnya ratusan suporter.

Diduga ratusan suporter tewas karena saling berdesakan menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas. Bahkan gas air mata itu ditembakkan bukan hanya ke arah suporter yang menerobos masuk lapangan, namun diarahkan membabi buta kepada barisan penonton yang ada di tribun sehingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, DPC Peradi Kepanjen Tuding Ada Kelalaian Penyelenggara dan Aparat

“Dalam video yang beredar, penembakan gas air mata membabi-buta kepada penonton yang berada di tribun. Berdasarkan pengamatan analisis sosial, aparat keamanan bertindak represif dan cenderung brutal. Tidak memberi suasana aman dalam melaksanakan tugasnya,” papar Setyo.

Baca juga : AHY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia

Pengendalian massa dengan gas air mata di dalam arena stadion bertentangan dengan FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b. Dengan tegas melarang membawa maupun menggunakan senjata api ataupun gas untuk mengendalikan massa di arena stadion. Nyatanya saat peristiwa kelabu Sabtu malam kemarin (1/10), aparat keamanan dipersenjatai senapan gas air mata dan dilepaskan begitu saja ke arah kerumunan massa hingga berdesakan dan mengakibatkan korban berjatuhan.

Baca juga : Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

“Selain melanggar ketentuan FIFA, aparat bertindak represif dan diduga melanggar HAM. IKADIN mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap penanganan kerumunan suporter yang melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya implementasi prinsip HAM yang dipedomani Polri,” tukas dia.

Baca juga : Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Baca juga : PWI Malang Raya Desak Usut Dugaan Pelanggaran HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Ia menambahkan, tindakan pihak kepolisian juga melanggar UU nomor 2 tahun 2022 tentang Polri. Serta mengingkari SOP kepolisian dalam mengendalikan massa sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri. Antara lain, Perkapolri nomor 16 tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa; Perkapolri nomor 01 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian; Perkapolri nomor 08 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Polri; Perkapolri nomor 08 tahun 2010 tentang tata cara lintas ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan huru-hara; Perkapolri nomor 02 tahun 2019 tentang pengendalian huru-hara.

Baca juga : Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

Baca juga : Menko PMK Bezuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Suyitno: Mengatasi Suporter Arema itu Mudah

Pihaknya mendesak agar Kapolri mengevaluasi menyeluruh agar tragedi ini tak kembali memakan korban dari dua pihak. Serta mendorong agar dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh tim independent untuk memeriksa dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Baca juga : Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Suporter versi Kapolda Jatim

“Mendesak institusi negara seperti Komnas HAM, Kompolnas, POM TNI dan lainnya untuk segera menyelidiki menyeluruh dan terpadu. Serta mendesak negara cq pemerintah pusat dan pemda terkait agar bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka tragedi Stadion Kanjuruhan,” cetusnya.

Di sisi lain, IKADIN menyinggung waktu pelaksanaan pertandingan yang digelar malam hari sekalipun banyak pihak mempersoalkan hal itu. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi bersikukuh tanpa mempertimbangkan segala resiko. Hingga akhirnya meletup huru-hara diperparah dengan penonton yang melebihi kapasitas saling berdesakan yang berakibat jatuhnya ratusan korban jiwa.

“Pihak LIB dan aparat keamanan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan dan evaluasi tuntas, agar tragedi sepakbola tidak (lagi) terjadi, apalagi membawa korban jiwa,” pungkasnya.(end)

Menko PMK Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Suyitno: Mengatasi Suporter Arema itu Mudah

Menko PMK, Muhadjir Effendy melihat dari dekat dampak tragedi Kanjuruhan. (Mvoice/Ist)

MALANGVOICE – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menengok korban tragedi Kanjuruhan, yang dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Kepanjen, dan RS Syaiful Anwar Malang, Ahad (2/10).

Muhadjir menegaskan saat ini penanganannya masih pada tahap tanggap bencana. Yang sakit akan ditangani secara gratis, yang meninggal akan diberi santunan yang akan disediakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Setelah itu kita rekonstruksi peristiwanya, Pihak berwajib melakukan investigasi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Mvoice.

Baca Juga: PWI Malang Raya Desak Usut Dugaan Pelanggaran HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Sementara itu, Suyitno, mantan reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Malang yang menyiarkan langsung pertandingan Arema sejak dekade 1980-an menganggap fenomena suporter Arema turun dari tribun ke lapangan stadion itu merupakan hal biasa.

Mereka akan kembali tertib manakala polisi menghalau dengan anjing K-9. Mereka juga akan patuh terhadap seruan dari tokoh kultural Arema seperti Ovan Tobing.

“Aremania itu sudah tidak lagi brutal. Mereka saat mau pulang turun ke lapangan itu sudah biasa. Tak peduli kalah atau menang. Untuk mengatasinya mudah. Polisi cukup mengerahkan anjing K-9. Mereka itu takutnya sama anjing polisi,” katanya, Ahad (2/10).

Baca Juga: #PrayForKanjuruhan Bergema di Jagat Twitter, MU dan Liverpool Sampaikan Belasungkawa

Suyitno ikut memprakarsai berdirinya klub Arema sekitar tahun 1984 bersama mantan Wali Kota Malang Ebes Sugiyono, mantan Wagub Papua Acub Zainal, kalangan wartawan seperti Anwar Hudijono, Heroe Yogie, Abas Prabowo, Agus Purbiyanto, Wiharjono. Juga pengusaha Derek Sutrisno, tokoh muda Eddy Rumpoko, Lucky Acub Zainal, penyiar radio Ovan Tobing.

Dalam tragedi Kanjuruhan hampir 200 nyawa melayang, ratusan lain luka-luka, belasan kendaraan rusak. Diduga pemicunya adalah terjadi kepanikan suporter setelah aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk menghalau massa. Mereka berebut keluar stadion sehingga musibah terjadi.

Penggunaan gas air mata menjadi sorotan nitizen karena dianggap sebagai pemicu musibah. Penggunaan gas air mata dilarang FIFA.

“Setahu saya aparat juga pernah menggunakan gas air mata tetapi tidak sampai terjadi musibah seperti sekarang. Ya mungkin memang lagi apes,” katanya.

Baca Juga: Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Jalannya pertandingan cukup bagus dan menarik. Wasit juga bagus. Suyitno menduga, terjadi kesalahpahaman pihak-pihak yang berada di stadion. Setelah pertandingan pemain Arema mendekati tribun timur tempat Aremania.

Mungkin maksudnya mau minta maaf karena kalah. Penonton turun mungkin maksudnya menyambut salaman. Hal demikian biasa terjadi. Soal kalah bagi itu Aremania biasa.

Tahu Aremania turun, pemain Arema lari mungkin mengira membahayakan. Karena jumlahnya banyak mungkin aparat keamanan khawatir terjadi kerusuhan. Apalagi sudah ada stigma kalau pertandingan Arema-Persebaya itu mesti rusuh.Maka aparat menggunakan gas air mata. “Apakah pemicunya gas air mata, biarlah yang berwenang yang menyelidiki,” katanya.(end)

#PrayForKanjuruhan Bergema di Jagat Twitter, MU dan Liverpool Sampaikan Belasungkawa

Manchester United menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan suporter. (MVoice/tangkapan layar akun resmi Twitter Manchester United)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang pasca laga derby Arema FC melawan Persebaya nenjadi trending topick di linimasa Twitter bertagar #PrayForKanjuruhan.

Selain itu, trend populer lainnya yang mendominasi Twitter yakni Gas Air Mata mencapai 266 ribu tweet, FIFA 256 ribu tweet, Polisi 179 ribu tweet, Liga 1 97 ribu tweet hingga Indosiar 25 ribu tweet.

Topik populer itu buntut dari insiden tragis yang merenggut nyawa 174 jiwa. Tragedi terbesar kedua di lapangan hijau setelah kerusuhan di Stadion Nasional, Lima Peru pada 1964 yang mempertemukan Peru versus Argentina. Dalam peristiwa itu 326 orang tewas.

Baca Juga: Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Tragedi Kanjuruhan pun didengar dua klub Liga Inggris, Manchester United (MU) dan Liverpool. Melalui akun resminya, kedua klub raksasa itu menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Manchester United is deeply saddened by the tragedy in Malang, Indonesia. We send our sincere condolences to the victims, their families, and everyone affected,” tulis akun Twitter resmi Manchester United yang disukai 85 ribu pengguna dan mendapat retweet 23 ribu.

Hal yang sama dilakukan Liverpool yang menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui akun resminya di twitter.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

We are deeply saddened to hear of the events at Kanjuruhan Stadium, Malang, Indonesia. The thoughts of everyone at Liverpool Football Club are with all thos affected at this time,” tulis akun Twitter resmi Liverpool FC yang disukai 54 ribu pengguna dan mendapat retweet 15 ribu pengguna.

Selain itu, ungkapan bela sungkawa disampaikan klub-klub papan atas Eropa melalui akun resmi twiternya seperti Chelsea, Manchester City, Tottenham Hotspur, PSG, Barcelona, Arsenal maupun Ajax Amsterdam.(end)

Cak Udin Minta Seluruh Kader PKB Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan. (istimewa)

MALANGVOICE – Tragedi maut Kanjuruhan memakan ratusan korban jiwa pada Sabtu (1/10). Sementara ini tercatat ada 130 orang meninggal dunia.

Tragedi ini terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Atas insiden mengerikan ini, Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid, menginstruksikan seluruh kader partai serta suporter sepak bola di Indonesia untuk menggelar salat gaib ditujukan kepada ratusan korban meninggal dunia.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Tak hanya seluruh kader, Cak Udin sapaan akrabnya juga mengajak seluruh suporter sepak bola Indonesia dari klub dan asal manapun, untuk berdoa bersama baik kepada korban meninggal maupun yang sedang dirawat.

“Saya serukan kepada seluruh kader PKB menggelar salat ghaib dan pengibaran bendera setengah tiang serta tahlil selama tujuh hari yang ditujukan untuk seluruh korban tragedi maut Kanjuruhan,” kata Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid.

Anggota DPR RI Dapil Malang Raya ini menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang menewaskan ratusan orang. Ditambah lagi ratusan suporter lainnya yang luka-luka dan dirawat.

“Ini adalah sejarah kelam persepakbolaan Indonesia. Saya sangat berduka cita kepada seluruh korban. Semoga ini yang terakhir tidak boleh terulang lagi,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada semua elemen yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini bisa menyelesaikan persoalan secara peraturan perundang-undangan dan hukum.

“Kalau memang ada salah penanganan dan protap, harus ditindak,” tegasnya.

Cak Udin turut mengimbau kepada suporter sepakbola Indonesia untuk selalu lebih dewasa, bisa menahan diri dari apapun hasil pertandingan dan saling memberi motivasi untuk prestasi sepakbola tanah air.

“Sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupan. Oleh karena itu, cukup ini yang terakhir. Saya mohon kepada semua pihak. Mari kita bahu-membahu selamatkan ratusan korban. Evakuasi, bantu pihak rumah sakit identifikasi para korban. Kita bantu mereka yang sedang dirawat,” bebernya.

Melalui relawan Sahabat Cak Udin, pihaknya juga terjun ke lapangan untuk membantu evakuasi korban meninggal dan sedang dirawat di rumah sakit. Ambulans Cak Udin PKB juga telah mengaspal untuk kerja-kerja kemanusiaan.(der)

Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Logo Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan menyisakan duka bagi warga Malang Raya, khususnya Aremania. Betapa tidak, insiden ini memakan ratusan korban jiwa pada Sabtu (2/10).

Total ada 130 korban jiwa dilaporkan. Dua di antaranya adalah personel kepolisian.

Presiden Arema FC, Gilang Widya, mengucapkan duka mendalam atas insiden ini.

“Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf kepada seluruh warga malang raya yang terdampak atas kejadian ini, saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa,” kata dia.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Sebagai langkah lanjutan, Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban.

“Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban. Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema,” jelasnya.

Di sisi lain, Gilang juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

“Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya,” tegas Gilang.

Terakhir ia memohon maaf dan berharap keluarga korban bisa sabar.

“Saya turut merasakan duka yang mendalam dan berbelasungkawa untuk para Aremania yang menjadi korban dalam musibah Kanjuruhan tadi malam, semoga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya.(der)

Mantan CEO Arema Sebut Tragedi Kanjuruhan Duka Kita Bersama

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto. (Mvoice/dok pribadi)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan Malang membawa duka mendalam bagi publik Malang dan Aremania, tak terkecuali mantan CEO Arema, Ir R Agoes Soerjanto.

Sebagai orang yang pernah menjadi pucuk pimpinan di klub bola kebanggaan Malang itu, Agoes mengaku bersedih dan terus meneteskan air mata mendapat kabar dari Malang.

Dihubungi di tengah kesibukannya, Agoes yang kini banyak berada di Jakarta itu terus mendapat suplai informasi dari banyak pihak.

Baca Juga: Tragedi Haru Biru Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

“Ini benar-benar membikin dada sesak. Sangat memilukan,” ucap Agoes terbata-bata.

Sangat dimaklumi kesedihan Waketum GM FKPPI ini begitu mendalam karena dia cukup lama bersama Arema. Pahit getir dan suka dukanya bersama Arema masih sangat lekat di hatinya.

Karenanya, meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari Arema sejak dua tahun lalu, ia masih merasa bersama dengan Arema dan Aremania sampai kapan pun.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

“Jadi ini adalah duka saya. Juga duka kita bersama. Beban berat ini juga beban kita bersama. Mari kita hadapi dan pikul beban ini bersama-sama,” ucapnya.

Agoes pun berjanji segera bergegas kembali ke Malang untuk membersamai duka Aremania.

“Ini duka kita bersama. Saya ingin bersama Aremania,” kata Agoes yang masih menjalani proses recovery ini.

Baca Juga: Musibah Kubro Sepak Bola, Mengapa Mesti Terjadi?

Tragedi Kanjuruhan, sambung Agoes, telah menjadi tragedi nasional sehingga kepedihan ini pun dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Jadi ini duka bersama, maka beban ini juga harus atasi bersama-sama. Kita bantu para korban dan keluarganya. Kita songgo (ringankan) beban mereka bersama-sama,” ajak Agoes.

“Saya yakin dengan kita songgo bersama, gotong royong, dapat mengurangi duka dan beban korban dan keluarganya,” tambah Agoes.

Bagaimana penanganan kasus ini? Agoes percaya penuh bahwa masalah ini akan bisa diselesaikan oleh pemerintah dan aparat yang berwenang. Mereka sudah punya standar dan SOP yang baku.

“Kita percayakan pada mereka. Pasti bisa menyelesaikan. Kita dukung dan pantau bersama-sama,” tegasnya.

Yang paling penting, sambung dia, perlu bersama-sama dan gotong royong untuk mengatasi dan meringankan duka Aremania dan korban tragedi ini. “Ini adalah duka kita bersama. Ini adalah beban kita bersama. Kita selesaikan bersama,” pintanya.(end)

Tragedi Haru Biru Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Presiden Jokowi meminta Liga 1 dihentikan sementara buntut kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (MVoice/ig: Jokowi)

MALANGVOICE – Presiden RI Joko Widodo meminta PSSI untuk menghentikan Liga 1 pasca haru biru di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (1/10). Selain itu, pihaknya menginstruksikan kepada Kemenpora dan Kapolri untuk menginvestigasi secara menyeluruh.

“Segera investigasi dan benahi apa yang terjadi, tentu harus ada yang bertanggung jawab. Maka kita akan tegakan aturan FIFA ataupun PSSI dan prosedur pengamanan penyelenggaraan,” kata Jokowi.

Ia menyesalkan tragedi yang sering kali mewarnai sepak bola. Ia berharap tragedi kemanusiaan semacam ini tak terulang lagi. Ia meminta harus ada yang bertanggungjawab atas insiden ini dan mempertanggungjawabkan secara hukum.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” ucap Jokowi.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaaan seperti ini di masa yang akan datang. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” imbuh dia.(der)

Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok. PSSI)

MALANGVOICE – PSSI memutuskan memberhentikan sementara kompetisi Liga 1 2022. Hal ini dilakukan karena imbas Tragedi Kanjuruhan yang memakan korban hingga ratusan jiwa.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengatakan, kompetisi sementara diliburkan sambil menunggu investigasi dan penyelidikan pihak berwenang.

“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” katanya dalam siaran pers pada Ahad (2/10).

Baca Juga: Musibah Kubro Sepak Bola, Mengapa Mesti Terjadi?

Diketahui insiden ini terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022.

Ribuan suporter langsung turun ke lapangan setelah pertandingan usai. Petugas keamanan di lokasi terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengurai massa.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” tukasnya.

Berdasar laporan yang diterima hingga Ahad (2/10), jumlah korban mencapai 129 orang. Dari jumlah itu ada dua personel dari kepolisian.

Jasad korban ditempatkan di RS Wava Husada, RSUD Kanjuruhan dan RSSA.(der)

PSSI Terjunkan Tim Investigasi Soal Tragedi Kanjuruhan, Arema Terancam Sanksi Berat

Tangkapan layar video di Kanjuruhan.

MALANGVOICE – Imbas ricuh di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam selepas pertandingan antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya menelan ratusan korban jiwa.

Tragedi ini membuat PSSI langsung menerjunkan tim investigasi ke Malang.

“Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak,’’ ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dalam keterangan resminya pada Ahad (2/10).

Baca Juga: Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Suporter versi Kapolda Jatim

Yunus memastikan panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan. Selain sanksi denda juga tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa laga.

‘’PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,” imbuh Yunus.

Selain itu, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing, menegaskan Arema bisa jadi mendapat sanksi lebih berat.

“Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,” kata Erwin.

Ia juga mendorong polisi menindaklanjuti Tragedi Kanjuruhan untuk memberikan tindakan tegas atau hukuman kepada siapapun yang bersalah.

“Kita dukung aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti insiden ini. Siapapun yang salah harus dihukum,” tegasnya.(der)