Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)

Mbois! Bakal Ada Mini Orkestra di Balai Kota Malang

MALANGVOICE – Balai Kota Malang dalam waktu dekat bakal disulap menjadi panggung mini orkestra. Kegiatan yang diinisiasi Malang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) ini juga mengusung kampanye disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Humas MMBI Isa Aprilia mengatakan, mini orkestra mengangkat tema “masker wis duwe ayo digawe” ini bakal melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat, melalui komunitas musik Kota Malang.

“Orkestra akan memainkan lagu – lagu perjuangan diselingi dengan bincang – bincang santai dengan Pak Sutiaji Walikota Malang perihal Covid-19 di kota Malang,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan, ada beberapa alasan mengapa memilih Balaikota Malang sebagai panggung orkestra. Paling disorot adalah, struktur bangunan balaikota sangat menarik untuk dieksplorasi serta memiliki nilai estetika.

“Ini harus diviralkan sehingga mampu menjadi nilai edukasi, nilai penguat heritage balaikota sekaligus memberi pesan bahwa balaikota dan pimpinan daerah tidaklah bersifat elite,” ujarnya.

Ketua MMBI Bagus Prakoso menambahkan, bahwa gelar kampanye “masker wis duwe ayo digawe” by mini orkestra, tidak luput dari dukungan sahabat-sahabat Generator Musik Malang diantaranya ,Muhammad Faizal Ants Studio, Wahyu kcmt, Ook ,serta rekan rekan pengurus MMBI lainnya. MMBI adalah connecting dari hampir semua komunitas musik Malang Raya, semisal Guitarissick and Magic, MDC,KUBAM,VOM,Kibordis Malang, MSC, MGC, MLC dan lain sebagainya. Rencananya, hajat dari MMBI ini akan dihelat antara akhir Juli atau awal Agustus.
“Kami sedang matangkan dengan tim Pemkot Malang, dan insyaallah akan kita live streaming kan,” kata Bagus.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi upaya MMBI yang ikut aktif mengampanyekan tentang Covid-19. Hal itu penting untuk terus digalakkan, mengingat sebagian masyarakat masih menganggap enteng penularan virus tersebut.

“Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian masker (selama pandemi Covid-19), membutuhkan dukungan dari semua komunitas untuk menggelorakan kampanye pakai masker,” ujarnya.(der)

Suguhkan Hiphop Retorika, Berry Minor Kecam Buzzer dan Penyebar Hoax

Musisi Malang Berry Minor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Berry Minor merilis single barunya berjudul Narasi Fana, pada1 Juli 2020. Mengusung genre Hiphop Retorika, musisi Malang ini mengecam fenomena yang terjadi di media sosial, terutama ulah Buzzer dan penyebar hoax.

Ya, maraknya para pelaku penyebar berita secara terorganisir atau disebut buzzer membuat turunnya nilai-nilai fakta di era demokrasi digital ini. Berry Minor sebagai pelaku musik meresahkan beredarnya berita simpang siur yang tidak memiliki dasar koheren antara berita yang disajikan dan realitanya.

“Awalnya, para buzzer di media sosial hanya digunakan sebagai promotor barang komersial saat platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belum ada fitur untuk menjajakan iklan,” kata Berry kepada MVoice, Senin (6/7).

Sementara itu, lanjut dia, dalam dunia politik, para pelaku bekerja untuk dua tujuan, yakni pembingkaian dan amplifikasi isu-isu politik tertentu sesuai kepentingan partai politik, tokoh politik, ataupun ideologi pribadi. Seperti maraknya para pelaku konten kreator yang membawa isu sosial dan politis namun secara praktis mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut atau disebut pseudo aktivisme.

“Bagi saya idealnya aktivisme di sosial media bisa selaras dengan aktivitas sosial di dunia nyata seperti aktivitas perjuangan HAM, buruh (kelas pekerja), pejuang kesetaraan gender, ekologi dan terafiliasi dengan beberapa ornamen masyarakat seperti, mahasiswa, akademisi, seniman dan para pelaku lain agar kita dapat mengerti bagaimana kondisi di lapangan ter-update dan faham detail permasalahannya,” bebernya.

Karya apik Berry Minor bisa dinikmati di
Sini
(der)

MPM Edukasi Safety Riding dengan Games Menarik di Gelaran Elementary School Games

Gelaran Elementary School Games. (istimewa)
Gelaran Elementary School Games. (istimewa)

MALANGVOICE – Pada gelaran KFC Elementary School Games yang diselenggarakan di Grand City Convex, Surabaya, mulai 12-15 Maret 2020 ini, PT Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT mendukung kegiatan yang diselenggarakan PT DBL Indonesia.

Pada kegiatan yang diikuti oleh sekolah tingkat dasar di Kota Surabaya ini bertujuan menggali potensi dan juga kemampuan yang dimiliki oleh siswa siswi SD dan juga melatih anak untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Seperti pada Zona Honda, di sini MPM menghadirkan edukasi keselamatan berkendara kepada peserta dengan games yang menarik.

“Sesuai dengan komitmen dalam melakukan kampanye keselamatan berkendara. Pada Zona Honda, kami sosialisasikan Cari_Aman dengan pengenalan rambu – rambu lalu lintas dan perlengkapan berkendara. Semua itu diberikan dalam bentuk permainan seperti menggunakan Honda Riding Trainer ( HRT ) dengan didampingi oleh orang tua,” kata Hilmy selaku Instruktur Safety Riding MPM.

Selain safety riding juga ada Honda BeAT Quiz Bowl yakni permainan games dengan tim yang terdiri dari 1 guru dan 1 murid.(Der/Aka/Adv)

Antusias Siswa Siswi Sekolah di Malang Mengikuti Edukasi Safety Riding

Safety riding di sekolah. (Istimewa)
Safety riding di sekolah. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distrubutor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memberikan edukasi kepada siswa siswi sekolah di Malang pada 10 – 11 Maret 2020.

Dengan mengambil tema Kemanapun Perginya Selalu Cari_Aman, sebanyak 150 peserta yang berasal dari SMAN 10 Malang dan SMK Brawijaya Batu mengikuti edukasi safety riding bertujuan agar memahami pentingnya keselamatan lalu lintas, mengetahui rambu-rambu lalu lintas, serta keselamatan saat berada di sekitar jalan raya.

Selain itu juga diberikan pengetahun edukasi kelengkapan keselamatan berkendara yang wajib dipakai sebagai dasar agar mendapatkan hal hal berharga dalam hidupnya.

“Edukasi ini sangat penting untuk generasi muda terutama di tingkat pendidikan paling bawah, di mana anak anak dengan sangat mudah untuk diberikan bekal ilmu safety riding sehingga ke depan dapat memahami dan mempraktekkan hal hal baik yang berkaitan dengan keselamatan saat berada di lalu lintas,” kata Mizidianto selaku instruktur Safety Riding MPM.(Der/Aka/Adv)

Godbless Siap Obati Kerinduan Masyarakat Pecinta Musik Rock di Malang

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)
Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)

MALANGVOICE – Group Band Legendaris Godbless bakal tampil di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dengan tema Ngalam Ngerock Kembali.

Dalam acara Ngalam Ngerock Kembali ini, bisa dibilang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang bakal digelar pada 4 Maret 2020 mendatang di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

“Dalam rangkaian peringatan HPN tahun 2020 ini, PWI Malang Raya akan menggelar konser musik rock dengan tema Ngalam Ngerock Kembali dengan menghadirkan Godbless sebagai bintang tamu utama,” ungkap Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda, saat press Conference, Sabtu (8/2).

Menurut pria yang akrab disapa King, dengan sajian musik rock dari band rock legendaris tersebut, diharapkan memenuhi rasa rindu masyarakat Malang Raya.

“Kami memilih musik rock karana Malang kan barometer musik rock di Indonesia. Untuk itu, kami mengundang Godbless untuk mengobati kerinduan masyarakat pecinta musik rock di Malang. Apalagi sejumlah personel band ini berasal dari Bumi Arema,” jelasnya

Sementara itu, perwakilan event organizer konser Ngalam Ngerock Kembali, Myro Production, Ari Rustin Saraswati mengatakan, dalam konser musik rock ini mencetak lebih dari 4 ribu tiket.

“Tiket tersebut kami bagi dua kategori, yakni kategori festival dan VIP. Tiket Festival dijual dengan harga Rp100 ribu dan VIP dengan harga Rp250 ribu, bisa didapatkan di berbagai ticket box di wilayah Malang Raya dan secara online,” ulas wanita yang akrab disapa Ocha.

Konser musik Ngalam Ngerock Kembali ini akan digelar mulai pukul 18.00 WIB pada Rabu (4/3). Konser musik ini juga menghadirkan group band pembuka kebanggaan warga Malang, d’Kross.

Sekadar informasi, dalam kegiatan konser musik rock tersebut juga akan digelar bazar UMKM di sekitar gedung Graha Cakrawala. Bazaar UMKM tersebut sesuai dengan tema HPN tahun 2020, yaitu Peran Pers dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Malang dan Jatim.

Sebelum digelarnya konser musik rock Ngalam Ngerock Kembali ini, PWI Malang Raya sudah melaksanakan kunjungan untuk bersilahturahmi dengan beberapa Forkopimda dan instansi seperti Danrem 083 Baladhika Jaya, Kapolresta Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan beberapa yang lain.

Bahkan berbagai kegiatan seperti tasyakuran HPN, khataman Al Quran, santunan anak yatim piatu, diskusi, kompetisi olahraga, kompetisi E-Sport, PWI Idol, launching buku PWI, Olahraga bersama TNI Polri, Pelatihan Jurnalistik dan yang lainnya, untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di wilayah Malang Raya.(Der/Aka)

Tiga Guest Desainer Meriahkan Malam Puncak Malang Fashion Week 2019

Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)
Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malam puncak Malang Fashion Week 2019 bakal dimeriahkan oleh tiga guest desainer, yakni Azlan dari Malaysia, Lenny Agustin dari Jakarta dan desainer kondang Ivan Gunawan.

Ketua Penyelenggara Malang Fashion Week 2019, Farhan Alif Dafa mengatakan, para desainer nantinya bakal menunjukan karya-karyanya lewat peragaan busana.

“Ada tiga guest desainer yang nantinya akan menutup Malang Fashion Week,” ujarnga.

Pada Malang Fashion Week hari ini, Minggu (10/11) dibagi menjadi beberapa sesi, yakni sesi pertama berlangsung peragaan busana muslim dan modis ware. Sedangkan untuk sesi kedua ada Savana dari Surabaya.

“Dan untuk malam hari mengusung tema urban, yakni menyesuaikan dengan fesyen sehari-hari milenial perkotaan,” paparnya.

Lenny Agustin diketahui nanti bakal memeragakan delapan outfit yang menyatukan budaya Kalimantan dan Jawa. “Kami mengusung tema yang sangat muda dan powerfull. Tentunya rancangan kami menggunakan teknik sulam dari Swedia yang terinspirasi dari budaya Kalimantan,” ujarnya saat konferensi pers.

Sedangkan Azlan bakal memamerkan delapan baju karyanya yang terinspirasi dari batik Trengganu. “Ini bisa dibilang recycle untuk bahannya, dan hanya untuk cowo outfitnya,” terangnya.

Sementara itu, desainer asal Malang, Yeti Topiah bakal memamerkan karyanya yang bertemakan Burodame. Ia menjelaskan, jika koleksinya ini terinspirasi dari wanita kantoran yang identik dengan wanita modern.

“Untuk warna saya terinspirasi dari warna batik pandan arum seperti biru, coklat dan hijau. Dan kami mengeluarkan delapan outfit,” tandasnya.(Der/Aka)

Didi Kempot Siap Jadi Pembeda di Kickfest XIII Malang

Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)
Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Penampilan Didi Kempot dipastikan jadi pembeda di gelaran Telkomsel Kickfest XIII Malang. Acara pameran clothing ini akan dihelar di Lapangan Rampal, 6-8 September.

Panitia Kickfest XIII memastikan Didi Kempot jadi salah satu pengisi line up dari puluhan musisi yang ada. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini siap menghibur sobat ambyar bareng musisi lain, seperti Ardhito Pramono, Efek Rumah Kaca, Sal Priadi, Weird Genius and Midnight Quickie feat Elian dan musisi lokal lain.

Perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (Kick), Ade Andriansyah, mengatakan, hadirnya Didi Kempot diharap membawa suasana baru dan menciptakan kekhasan dari Kickfest tahun ini. Diketahui, ajang kali ini membawa tema Unite atau kebersamaan.

“Kami ingin berikan banyak ragam di event nanti. Mulai musisi, komunitas, dan kuliner yang memiliki keberagaman akan dihadirkan tahun ini,” katanya.

Tema Unite dipilih sebagai bentuk kepedulian dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Banyaknya perselisihan, permusuhan antar sesama pun pecah akhir-akhir ini. Dengan Kickfest XIII diharap bisa menyerukan persatuan dengan sebuah karya dan kreativitas.

“Dengan berbagai program acara yang mengangkat tema keberagaman dan kebersamaan, diharap dapat mendukung potensi brand clothing peserta untuk berinovasi. Sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Perwakilan Kick Malang, Rizky Ardiansyah, menambahkan, Kickfest XIII Malang menghadirkan 100 stan dan 80 brand dari dalam negeri. Sama dengan tahun sebelumnya, ada juga stand kuliner dan creative area yang disediakan bagi pengunjung.

Namun, tahun ini ada yang baru, yakni spot Ruang Ide. Ruang Ide merupakan inovasi baru bagi brand untuk bekerja sama dengan musisi dalam menciptakan karya.

“Produk-produk ini diproduksi terbatas dan hanya ada di Kickfest XIII saja. Hasil penjualan pun kami akan sumbangkan ke Kitabisa.com,” tambahnya.

Tahun ini ajang Kickfest XIII yang juga terselenggara berkat kerja sama PT Dyandra Prosindo ini ditarget mampu menyedot 50 ribu pengunjung selama tiga hari. (Der/Ulm)

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Konser Awal Tahun d’Kross ‘Panaskan’ Panggung Lawang Heritage

d'Kross saat beraksi di atas panggung. (Istimewa)

MALANGVOICE – Grup band asal Malang, d’Kross awali tur konser di awal 2019 ini dengan acara pesta penutupan Semarak Terminal Lawang Heritage, Minggu (13/1) malam.

Meski diselimuti hujan deras, band yang dikomandoi sang frontman, Sam Ade d’Kross ini sukses menghibur penonton.

Sang frontman, menyambut positif acara silaturahmi yang dikemas meriah ini. Ia yakin melalui silaturahmi ini, komunitas Aremania akan semakin bersatu dan kompak dalam semua hal.

‘’Tidak kalah pentingnya, Aremania harus selalu menyerukan kabar damai atau pesan perdamaian dari Bhumi Arema. Ini bentuk edukasi kepada adik-adik Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan kabar damai di manapun berada,’’ seru Sam Ade d’Kross.

Sebelumnya, pada Minggu pagi, Yoki Tiwuz dkk lebih dulu manggung bersama Anto Baret dalam acara silaturahmi Aremania di kawasan Coban Kethak, Kasembon, Kabupaten Malang. (Der/Ulm)