Kesempatan Jadi The Next Didi Kempot, dari Ambyar Jadi Bersinar!

The Next Didi Kempot

MALANGVOICE – Musik campur sari tiba-tiba saja menjadi sangat kekinian. Fenomena ini terjadi saat para generasi milenial menggemari jenis musik campur sari. Mungkin karena lirik lagunya yang sangat mewakili suasana hati. Tapi itulah yang terjadi, musik campur sari semakin digemari bahkan sampai ke luar negeri.

“Hilang satu tumbuh seribu…
The Godfther Of The Broken Heart telah tiada, tetapi akan lahir berjuta penerusnya”

Jika anda memiliki talenta bernyanyi campur sari, serta punya semangat untuk meneruskan cita – cita Sang Maestro Didi Kempot, maka inilah saat yang tepat untuk mewujudkannya. GTV menggelar sebuah ajang pencarian talenta bernyanyi campur sari: The Next Didi Kempot.

“GTV memiliki tanggungjawab dan peranan terhadap pelestarian budaya lokal. The Next Didi Kempot akan melahirkan talenta bernyanyi campur sari yang berkualitas yang secara langsung melestarikan jenis musiknya. Melalui GTV kami berharap musik campur sari bisa lebih dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia,” ujar Valencia H. Tanoesoedibjo selaku Managing Director GTV.

Audisi The Next Didi Kempot yang dibuka mulai 13 Oktober hingga 9 November 2020 menyediakan 2 pilihan cara audisi yang sangat mudah. Yang pertama audisi online via aplikasi RCTI+.

Peserta audisi cukup mengunduh aplikasi RCTI+ pada gawainya, kemudian melakukan registrasi aplikasi, login dan mengunggah demo video nyanyi pada pilihan Audisi The Next Didi Kempot dalam menu HOT.

Dan untuk sobat ambyar peserta audisi yang berada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Dan Jawa Timur pilihan audisi radio bisa menjadi pilihan yang juga mudah untuk dilakukan. Peserta audisi cukup membawa rekaman video bernyanyi dalam bentuk CD ke radio-radio berikut: Radio Mersi Tangerang, Radio Flamboyan Karawang, Radio Elshanda Indramayu, Radio Yes Cilacap, Radio Rasika FM Pekalongan, Radio Elisa Salatiga, Radio Swara Semarang, Radio CJDW Boyolali, Radio Pesona Bara Yogyakarta, Radio Bahana Ngawi, Radio Rasi FM Magetan, Radio Tidar Sakti Malang, Radio R FM Mojokerto, Radio Warna Pasuruan, Radio Prosa Probolinggo, Radio Vis Banyuwangi, RDI Jakarta, Radio Bonansa Kediri, Radio Salma Klaten, Radio Ronggohadi Lamongan, Radio Dahlia Bandung, Radio Kota FM Surabaya.

Saatnya raih kesempatan menjadi bintang campur sari penerus Didi Kempot bersama media partner Malangvoice.com.

Pastikan anda mengikuti Audisi The Next Didi Kempot, mulai 13 Oktober sampai 9 November 2020. Info lengkap kunjungi www.gtv.id/didikempot dan follow instagram/facebook : @officialgtvid. The Next Didi Kempot GTV, Dari Ambyar Jadi Bersinar!

Meriahkan HUT Kota Batu, Disparta Gelar Lomba Layang-layang Hias

Lomba Layang-layang Hias Dinas Pariwisata Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekalipun Hari Ulang Tahun (HUT) ke 19 Kota Batu bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona, Dinas Pariwisata Kota Batu tetap memberikan suguhan menarik untuk memeriahkannya dengan menggelar lomba Layang-Layang Hias pada 25 Oktober 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan lomba Layang-layang Hias ini salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas masyarakat Kota Batu. Apalagi, layangan sangat banyak diminati semua kalangan.

”Harapannya, kreativitas masyarakat Kota Batu itu muncul dari adanya lomba layang-layang hias ini. Makanya, sentuhan-sentuhan artistik itu kalau bisa harus ditampilkan,” ungkapnya kepada MalangVoice, Kamis (15/10).

Oleh karena itulah, dia menyebutkan semakin menarik layang-layangnya saat perlombaan menjadi nilai lebih. Dikarenakan, kata Arief, lomba layang-layang hias ini memang mengedepankan kreativitas masyarakat dalam membuat layang-layang.

”Karakter-karakter menarik dan unik itu bisa ditonjolkan. Karena, hal itu bisa menjadi nilai lebih dalam event ini,” ungkapnya.

Dia menyebutkan adanya lomba layang-layang hias ini juga diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk berwisata ke Kota Batu. Sehingga semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai kota dengan beragam wisatanya.

”Konsep lomba layang-layang hias ini disamping bisa menarik wisatawan. Kami berharap juga bisa memviralkan Kota Batu sebagai kota wisata,” ujarnya.

Selain itu, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kreativitas dan menarik wisatawan. Arief mengatakan lomba layang-layang ini juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Selain ada pertunjukan kreativitas. Kita upayakan perekonomian juga tetap jalan. Nantinya, layangan-layangan mereka juga akan kita pasarkan saat event ini berlangsung,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dia menyebutkan dipilihnya lomba layang-layang ini juga dalam rangka mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19. Dia menjelaskan karena penerapan protokol kesehatannya seperti jaga jarak dan memakai masker sangat mudah.

”Sekarang kan masih pandemi. Sehingga, event yang kita gelar. Kita upayakan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, lomba layang-layang ini akan digelar pada 25 Oktober 2020. Sedangkan untuk pendaftarannya dipatok Rp 75.000. Tentunya, untuk kuota peserta sangat terbatas.(der)

Seni Pertunjukan Era New Normal Pemkot Batu Sukses Digelar

Pertunjukan seni Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Upaya menggenjot sektor pariwisata terus dilakukan Pemkot Batu sebagai faktor pemulihan perekonomian. Banyak cara dilakukan, antara lain membuka desa hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Namun, sosialisasi penyelenggaraan kegiatan hiburan atau pertunjukan seni juga perlu dilakukan. Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Batu.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari sejak Jumat (9/10/2020) hingga Sabtu (10/10/2020) ini mengajari bagaimana pertunjukan digelar di era new normal ini. Acara puncak berlangsung di GOR Gajah Mada pada malam hari dengan menghadirkan bintang tamu Ahmad Abdul.

Ahmad Abdul. (Istimewa)

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan, pandemi memberi dampak yang begitu luar biasa kepada sektor pertunjukan seni di Kota Batu. Padahal, Kota Batu memiliki potensi begitu besar dalam pertunjukan seni. Selain sebagai acara kebudayaan, pertunjukan seni juga terkadang dihadirkan saat acara-acara formal pemerintahan.

Maka dari itu, sejak keran kebiasaan baru dibuka, sektor pertunjukan seni didorong bisa aktif kembali. Jauh daripada itu dapat membantu pulihnya sektor perekonomian di Kota Batu.

“Pandemi brdampak pada sektor wisata dan seni pertunjukan yang selama berbulan-bulan tanpa ada event. Melalui simulasi event yang digelar 10 Oktober 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu ini, kami ingin menggerakan kembali pertunjukkan yang sempat terhenti,” ujar Dewanti, Sabtu (10/10/2020).

Dijelaskan Dewanti, protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama. Dalam simulasi, diterapkan pembelian tiket yang dipesan secara daring. Hingga peserta datang ke lokasi, ada petugas yang memeriksa kondisi kesehatan.

Peserta acara simulasi terdiri atas seniman tradisi, musisi, youtuber, vloger, delegasi duta wisata kang mas-nimas, videografer dan fotografer serta animator. Para peserta ini nanti akan dibina Disparta Kita Batu dalam bidang ekonomi kreatif di Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq menerangkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas anak-anak milenial untuk memanfaatkan IT. Terutama dikaitkan dalam rangka mengangkat potensi wisata Kita Batu yang luar biasa.

“Kedua, menghadirkan para narasumber untuk memacu referensi manajemen pertunjukan yang baik. Harapannya Kota Batu memiliki talenta seni pertunjukan. Ini akan kami manfaatkan untuk ke depannya. Harapannya mereka bisa berkontribusi untuk Kota Batu,” ujar Arief.

Arief meyakini, anak-anak muda memiliki potensi memviralkan potensi wisata dan budaya Kota Batu di sosial media. Dengan adanya informasi yang viral, akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Batu.

“Jadi, teman-teman mampu menjadi influencer, memviralkan tujuan wisata khususnya berbasis alam dan desa. Dampak positifnya wisatawan makin tertarik,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan menerapkan porotokol kesehatan yang ketat. Selain cek suhu tubuh, jumlah peserta yang dipersilahkan masuk juga dibatasi agar ada jarak. Abdul membawakan sejumlah lagu hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 wib.(der)

Never Give Up, Cara Eternity Dengungkan Semangat Perjuangan di Tengah Pandemi

Eternity. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band kolektif alt-rock anyar Kota Malang, Eternity, merilis single debutnya bertajuk Never Give Up, Minggu (27/9). Bimo Donoseputro dan empat rekannya menyerukan pantang menyerah di tengah-tengah pandemi atau wabah COVID-19.

Ya, melalui karya perdana tersebut, menunjukkan keyakinan besar Eternity, bahwa masih ada harapan dibalik pagebluk ini.

“Lewat single ini, kami ingin menyuarakan bahwa harapan itu akan selalu ada. Dan semesta pasti punya caranya sendiri untuk masing-masing kita,” tutur Bimo, vokalis sekaligus frontman Eternity.

Ia melanjutkan, lewat alunan musik yang up-beat ini, ada doa beserta harapan. Bahwa hari esok akan lebih baik nan indah. Eternity mencoba memotivasi diri sendiri dan seluruh pendengarnya agar jangan menyerah dan jangan pernah lelah menghadapi pandemi yang seolah tiada akhirnya ini.

“Harapan dan doa. Dua kata itu yang mungkin bisa mewakili intisari Never Give Up Dorongan pantang menyerah & keyakinan akan hari esok menjadi motivasi terbesar terciptanya karya ini,” pungkasnya.

Lagu ini dikemas dalam format video klip yang digarap oleh Grace Siena Tselci. Diakuinya, penggarapan video klip ini cukup challenging. Sebab, Equipment terbatas dan waktu penggarapan yang cukup singkat menjadi faktornya.

“Komposisi musik Never Give Up kompleks, dan konsep yang diambil full di studio, tentu mengharuskan saya untuk banyak meng-eksplore scene yang ga gitu2 aja,” paparnya.

Selain sebagai sutradara, Grace juga merangkap video editor dan merasa sangat dimudahkan dalam berproses. Ini karena bekerjasama dengan tim yang solid.

“Debuting as a Director, fortunately, saya sangat terbantu dengan tim yang cukup mampu menerjemahkan apa yang tertuang dari isi pikiran saya. Terlebih, MV ini digarap dalam waktu sehari saja,” imbuhnya.

Penggarapan single debut Eternity memakan sekitar tiga bulan. Mereka berkonsentrasi penuh menggarap materi-materi lagu di AA Studio, Malang. Penggarapan materi-materi kompleks mereka mengharuskan kelima orang ini untuk selalu bersama, karena setiap orang memiliki masukkan krusial masing-masing.

“Ya, tiap orang punya input sendiri-sendiri yang menjadi kesatuan unit ini. Aan (drummer) lebih ke arah produser & juga bertugas memberi sentuhan EDM, Adhit mengatur equipment & sound, Sokran menulis lagu, dan Bimo mengeksekusi di departemen vokal,” tutur Latih, bassist sekaligus vocal director.

“Sedangkan aransemen akhirnya digarap bersama-sama,” tambahnya.

Song Writer dan Lead Arranger, Sokran menambahkan, akibat latar belakang personel yang berbeda-beda, tak pelak banyak perdebatan yang terjadi dalam proses kreatif Eternity.

“Tapi di situ serunya. Perdebatan dalam band ini adalah perdebatan yang produktif. Dan hal tersebut benar-benar memotivasi kami untuk terus berkarya,” ujarnya.

Selain bisa disimak MV-nya, single ini juga akan tersedia di berbagai gerai digital. Dirilis terpisah, versi audio single ini akan tersedia mulai tanggal 2 Oktober 2020 di Spotify, iTunes, Deezer dan lain-lain.

Ke depannya, proses rilis single ini sepertinya akan dilakukan Eternity. Setelah itu, mereka akan merangkum karya-karya tersebut dalam sebuah album penuh yang dirilis pada tahun 2021.(der)

Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)

Mbois! Bakal Ada Mini Orkestra di Balai Kota Malang

MALANGVOICE – Balai Kota Malang dalam waktu dekat bakal disulap menjadi panggung mini orkestra. Kegiatan yang diinisiasi Malang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) ini juga mengusung kampanye disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Humas MMBI Isa Aprilia mengatakan, mini orkestra mengangkat tema “masker wis duwe ayo digawe” ini bakal melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat, melalui komunitas musik Kota Malang.

“Orkestra akan memainkan lagu – lagu perjuangan diselingi dengan bincang – bincang santai dengan Pak Sutiaji Walikota Malang perihal Covid-19 di kota Malang,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan, ada beberapa alasan mengapa memilih Balaikota Malang sebagai panggung orkestra. Paling disorot adalah, struktur bangunan balaikota sangat menarik untuk dieksplorasi serta memiliki nilai estetika.

“Ini harus diviralkan sehingga mampu menjadi nilai edukasi, nilai penguat heritage balaikota sekaligus memberi pesan bahwa balaikota dan pimpinan daerah tidaklah bersifat elite,” ujarnya.

Ketua MMBI Bagus Prakoso menambahkan, bahwa gelar kampanye “masker wis duwe ayo digawe” by mini orkestra, tidak luput dari dukungan sahabat-sahabat Generator Musik Malang diantaranya ,Muhammad Faizal Ants Studio, Wahyu kcmt, Ook ,serta rekan rekan pengurus MMBI lainnya. MMBI adalah connecting dari hampir semua komunitas musik Malang Raya, semisal Guitarissick and Magic, MDC,KUBAM,VOM,Kibordis Malang, MSC, MGC, MLC dan lain sebagainya. Rencananya, hajat dari MMBI ini akan dihelat antara akhir Juli atau awal Agustus.
“Kami sedang matangkan dengan tim Pemkot Malang, dan insyaallah akan kita live streaming kan,” kata Bagus.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi upaya MMBI yang ikut aktif mengampanyekan tentang Covid-19. Hal itu penting untuk terus digalakkan, mengingat sebagian masyarakat masih menganggap enteng penularan virus tersebut.

“Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian masker (selama pandemi Covid-19), membutuhkan dukungan dari semua komunitas untuk menggelorakan kampanye pakai masker,” ujarnya.(der)

Suguhkan Hiphop Retorika, Berry Minor Kecam Buzzer dan Penyebar Hoax

Musisi Malang Berry Minor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Berry Minor merilis single barunya berjudul Narasi Fana, pada1 Juli 2020. Mengusung genre Hiphop Retorika, musisi Malang ini mengecam fenomena yang terjadi di media sosial, terutama ulah Buzzer dan penyebar hoax.

Ya, maraknya para pelaku penyebar berita secara terorganisir atau disebut buzzer membuat turunnya nilai-nilai fakta di era demokrasi digital ini. Berry Minor sebagai pelaku musik meresahkan beredarnya berita simpang siur yang tidak memiliki dasar koheren antara berita yang disajikan dan realitanya.

“Awalnya, para buzzer di media sosial hanya digunakan sebagai promotor barang komersial saat platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belum ada fitur untuk menjajakan iklan,” kata Berry kepada MVoice, Senin (6/7).

Sementara itu, lanjut dia, dalam dunia politik, para pelaku bekerja untuk dua tujuan, yakni pembingkaian dan amplifikasi isu-isu politik tertentu sesuai kepentingan partai politik, tokoh politik, ataupun ideologi pribadi. Seperti maraknya para pelaku konten kreator yang membawa isu sosial dan politis namun secara praktis mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut atau disebut pseudo aktivisme.

“Bagi saya idealnya aktivisme di sosial media bisa selaras dengan aktivitas sosial di dunia nyata seperti aktivitas perjuangan HAM, buruh (kelas pekerja), pejuang kesetaraan gender, ekologi dan terafiliasi dengan beberapa ornamen masyarakat seperti, mahasiswa, akademisi, seniman dan para pelaku lain agar kita dapat mengerti bagaimana kondisi di lapangan ter-update dan faham detail permasalahannya,” bebernya.

Karya apik Berry Minor bisa dinikmati di
Sini
(der)

MPM Edukasi Safety Riding dengan Games Menarik di Gelaran Elementary School Games

Gelaran Elementary School Games. (istimewa)
Gelaran Elementary School Games. (istimewa)

MALANGVOICE – Pada gelaran KFC Elementary School Games yang diselenggarakan di Grand City Convex, Surabaya, mulai 12-15 Maret 2020 ini, PT Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT mendukung kegiatan yang diselenggarakan PT DBL Indonesia.

Pada kegiatan yang diikuti oleh sekolah tingkat dasar di Kota Surabaya ini bertujuan menggali potensi dan juga kemampuan yang dimiliki oleh siswa siswi SD dan juga melatih anak untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Seperti pada Zona Honda, di sini MPM menghadirkan edukasi keselamatan berkendara kepada peserta dengan games yang menarik.

“Sesuai dengan komitmen dalam melakukan kampanye keselamatan berkendara. Pada Zona Honda, kami sosialisasikan Cari_Aman dengan pengenalan rambu – rambu lalu lintas dan perlengkapan berkendara. Semua itu diberikan dalam bentuk permainan seperti menggunakan Honda Riding Trainer ( HRT ) dengan didampingi oleh orang tua,” kata Hilmy selaku Instruktur Safety Riding MPM.

Selain safety riding juga ada Honda BeAT Quiz Bowl yakni permainan games dengan tim yang terdiri dari 1 guru dan 1 murid.(Der/Aka/Adv)

Antusias Siswa Siswi Sekolah di Malang Mengikuti Edukasi Safety Riding

Safety riding di sekolah. (Istimewa)
Safety riding di sekolah. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distrubutor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memberikan edukasi kepada siswa siswi sekolah di Malang pada 10 – 11 Maret 2020.

Dengan mengambil tema Kemanapun Perginya Selalu Cari_Aman, sebanyak 150 peserta yang berasal dari SMAN 10 Malang dan SMK Brawijaya Batu mengikuti edukasi safety riding bertujuan agar memahami pentingnya keselamatan lalu lintas, mengetahui rambu-rambu lalu lintas, serta keselamatan saat berada di sekitar jalan raya.

Selain itu juga diberikan pengetahun edukasi kelengkapan keselamatan berkendara yang wajib dipakai sebagai dasar agar mendapatkan hal hal berharga dalam hidupnya.

“Edukasi ini sangat penting untuk generasi muda terutama di tingkat pendidikan paling bawah, di mana anak anak dengan sangat mudah untuk diberikan bekal ilmu safety riding sehingga ke depan dapat memahami dan mempraktekkan hal hal baik yang berkaitan dengan keselamatan saat berada di lalu lintas,” kata Mizidianto selaku instruktur Safety Riding MPM.(Der/Aka/Adv)

Godbless Siap Obati Kerinduan Masyarakat Pecinta Musik Rock di Malang

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)
Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda (Baju Hijau) saat press Conference. (Toski D)

MALANGVOICE – Group Band Legendaris Godbless bakal tampil di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dengan tema Ngalam Ngerock Kembali.

Dalam acara Ngalam Ngerock Kembali ini, bisa dibilang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang bakal digelar pada 4 Maret 2020 mendatang di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

“Dalam rangkaian peringatan HPN tahun 2020 ini, PWI Malang Raya akan menggelar konser musik rock dengan tema Ngalam Ngerock Kembali dengan menghadirkan Godbless sebagai bintang tamu utama,” ungkap Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda, saat press Conference, Sabtu (8/2).

Menurut pria yang akrab disapa King, dengan sajian musik rock dari band rock legendaris tersebut, diharapkan memenuhi rasa rindu masyarakat Malang Raya.

“Kami memilih musik rock karana Malang kan barometer musik rock di Indonesia. Untuk itu, kami mengundang Godbless untuk mengobati kerinduan masyarakat pecinta musik rock di Malang. Apalagi sejumlah personel band ini berasal dari Bumi Arema,” jelasnya

Sementara itu, perwakilan event organizer konser Ngalam Ngerock Kembali, Myro Production, Ari Rustin Saraswati mengatakan, dalam konser musik rock ini mencetak lebih dari 4 ribu tiket.

“Tiket tersebut kami bagi dua kategori, yakni kategori festival dan VIP. Tiket Festival dijual dengan harga Rp100 ribu dan VIP dengan harga Rp250 ribu, bisa didapatkan di berbagai ticket box di wilayah Malang Raya dan secara online,” ulas wanita yang akrab disapa Ocha.

Konser musik Ngalam Ngerock Kembali ini akan digelar mulai pukul 18.00 WIB pada Rabu (4/3). Konser musik ini juga menghadirkan group band pembuka kebanggaan warga Malang, d’Kross.

Sekadar informasi, dalam kegiatan konser musik rock tersebut juga akan digelar bazar UMKM di sekitar gedung Graha Cakrawala. Bazaar UMKM tersebut sesuai dengan tema HPN tahun 2020, yaitu Peran Pers dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Malang dan Jatim.

Sebelum digelarnya konser musik rock Ngalam Ngerock Kembali ini, PWI Malang Raya sudah melaksanakan kunjungan untuk bersilahturahmi dengan beberapa Forkopimda dan instansi seperti Danrem 083 Baladhika Jaya, Kapolresta Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang, Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu dan beberapa yang lain.

Bahkan berbagai kegiatan seperti tasyakuran HPN, khataman Al Quran, santunan anak yatim piatu, diskusi, kompetisi olahraga, kompetisi E-Sport, PWI Idol, launching buku PWI, Olahraga bersama TNI Polri, Pelatihan Jurnalistik dan yang lainnya, untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di wilayah Malang Raya.(Der/Aka)