Tiga Guest Desainer Meriahkan Malam Puncak Malang Fashion Week 2019

Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)
Konferensi pers Malang Fashion Week 2019. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malam puncak Malang Fashion Week 2019 bakal dimeriahkan oleh tiga guest desainer, yakni Azlan dari Malaysia, Lenny Agustin dari Jakarta dan desainer kondang Ivan Gunawan.

Ketua Penyelenggara Malang Fashion Week 2019, Farhan Alif Dafa mengatakan, para desainer nantinya bakal menunjukan karya-karyanya lewat peragaan busana.

“Ada tiga guest desainer yang nantinya akan menutup Malang Fashion Week,” ujarnga.

Pada Malang Fashion Week hari ini, Minggu (10/11) dibagi menjadi beberapa sesi, yakni sesi pertama berlangsung peragaan busana muslim dan modis ware. Sedangkan untuk sesi kedua ada Savana dari Surabaya.

“Dan untuk malam hari mengusung tema urban, yakni menyesuaikan dengan fesyen sehari-hari milenial perkotaan,” paparnya.

Lenny Agustin diketahui nanti bakal memeragakan delapan outfit yang menyatukan budaya Kalimantan dan Jawa. “Kami mengusung tema yang sangat muda dan powerfull. Tentunya rancangan kami menggunakan teknik sulam dari Swedia yang terinspirasi dari budaya Kalimantan,” ujarnya saat konferensi pers.

Sedangkan Azlan bakal memamerkan delapan baju karyanya yang terinspirasi dari batik Trengganu. “Ini bisa dibilang recycle untuk bahannya, dan hanya untuk cowo outfitnya,” terangnya.

Sementara itu, desainer asal Malang, Yeti Topiah bakal memamerkan karyanya yang bertemakan Burodame. Ia menjelaskan, jika koleksinya ini terinspirasi dari wanita kantoran yang identik dengan wanita modern.

“Untuk warna saya terinspirasi dari warna batik pandan arum seperti biru, coklat dan hijau. Dan kami mengeluarkan delapan outfit,” tandasnya.(Der/Aka)

Didi Kempot Siap Jadi Pembeda di Kickfest XIII Malang

Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)
Panitia Kickfest XIII Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Penampilan Didi Kempot dipastikan jadi pembeda di gelaran Telkomsel Kickfest XIII Malang. Acara pameran clothing ini akan dihelar di Lapangan Rampal, 6-8 September.

Panitia Kickfest XIII memastikan Didi Kempot jadi salah satu pengisi line up dari puluhan musisi yang ada. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini siap menghibur sobat ambyar bareng musisi lain, seperti Ardhito Pramono, Efek Rumah Kaca, Sal Priadi, Weird Genius and Midnight Quickie feat Elian dan musisi lokal lain.

Perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (Kick), Ade Andriansyah, mengatakan, hadirnya Didi Kempot diharap membawa suasana baru dan menciptakan kekhasan dari Kickfest tahun ini. Diketahui, ajang kali ini membawa tema Unite atau kebersamaan.

“Kami ingin berikan banyak ragam di event nanti. Mulai musisi, komunitas, dan kuliner yang memiliki keberagaman akan dihadirkan tahun ini,” katanya.

Tema Unite dipilih sebagai bentuk kepedulian dengan situasi yang terjadi di Indonesia. Banyaknya perselisihan, permusuhan antar sesama pun pecah akhir-akhir ini. Dengan Kickfest XIII diharap bisa menyerukan persatuan dengan sebuah karya dan kreativitas.

“Dengan berbagai program acara yang mengangkat tema keberagaman dan kebersamaan, diharap dapat mendukung potensi brand clothing peserta untuk berinovasi. Sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Perwakilan Kick Malang, Rizky Ardiansyah, menambahkan, Kickfest XIII Malang menghadirkan 100 stan dan 80 brand dari dalam negeri. Sama dengan tahun sebelumnya, ada juga stand kuliner dan creative area yang disediakan bagi pengunjung.

Namun, tahun ini ada yang baru, yakni spot Ruang Ide. Ruang Ide merupakan inovasi baru bagi brand untuk bekerja sama dengan musisi dalam menciptakan karya.

“Produk-produk ini diproduksi terbatas dan hanya ada di Kickfest XIII saja. Hasil penjualan pun kami akan sumbangkan ke Kitabisa.com,” tambahnya.

Tahun ini ajang Kickfest XIII yang juga terselenggara berkat kerja sama PT Dyandra Prosindo ini ditarget mampu menyedot 50 ribu pengunjung selama tiga hari. (Der/Ulm)

Mengenang Rudi Satrio Lelono (Sam Idur): Pendidik, Seniman Serba Bisa Yang Bersahaja

Oleh : SUGENG WINARNO

Rudi Satrio Lelono atau biasa disapa Sam Idur telah berpulang. Kabar yang menyebar lewat WhatsApp, Twitter, Instagram, dan Facebook Jum’at sore itu bikin kaget banyak orang. Banyak yang tak percaya Sam Idur begitu cepat meninggalkan kita semua. Tak pernah terdengar keluhan sakit serius dari seniman dan dosen nyentrik asli Malang ini.

Komunitas seniman, Aremania, jurnalis, pendidik, dan beragam kelompok pegiat seni budaya Malang Raya sangat kehilangan. Saya dan sejumlah teman di kampus Universitas Muhammadiyah Malang juga begitu kehilangan sosok pendidik yang sangat bersahaja ini. Orangnya low profile, sederhana, dan suka berbagi ilmu dengan sesama. Sam Idur adalah sosok yang menyenangkan, enak diajak ngobrol, dan punya sense of humor yang tinggi.

Sam Idur dikenal sebagai sosok yang bicaranya ceplas ceplos, jujur, dan terbuka. Ide-de dan gagasannya sering di luar kewajaran (out of the box), yang bikin saya dan beberapa teman dosen kagum. Ide-ide brilliant sering muncul dari buah pikir Sam Idur. Beliau secara formal memang hanya mengenyam pendidikan S1, namun dalam banyak hal, beliau setara dengan para doktor bahkan profesor.

Pada Jum’at (22/3/2019) malam itu semua berkumpul di rumah duka. Hujan gerimis yang tak henti semalaman seakan jadi pertanda bahwa alam juga turut menangis atas kepergian Sam Idur. Sejumlah seniman, Aremania, wartawan, mahasiswa, dosen, dan semua kolega, berkumpul mendo’akan kepergian Sam Idur untuk selama-lamanya. Walikota Malang, Setiaji juga tampak diantara para pentakziah malam itu.

Tak berlebihan kalau menempatkan Sam Idur sebagai salah satu seniman Kota Malang. Beberapa even seni dan budaya besar Kota Malang tak bisa dilepaskan dari ide, gagasan, dan kerja nyata Sam Idur. Even Malang Tempoe Duloe (MTD) misalnya. Sam Idur adalah salah satu orang dibalik layar MTD Kota Malang yang digelar rutin itu.

Beberapa minggu sebelum kepergiannya, Sam Idur dan sejumlah seniman Kota Malang bertemu Walikota dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) untuk urusan kebudayaan. Melalui pesan WA, Sam Idur mengabarkan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah seniman sedang audiensi dengan Walikota untuk pengukuhan Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M).

Sam Idur dan beberapa rekan berkeinginan mengembangkan dan melestarikan kebudayaan khas Malang dari segala aspek. Sam Idur juga sangat peduli pada perkembangan seni musik Kota Malang. Sam Idur sepertinya tidak rela kalau Malang sebagai kota lahirnya para seniman musik tanah air akan tenggelam. Sam Idur ingin kiblat musik, terutama musik bergenre rock agar tetap dipegang Kota Malang.

Beberapa media massa Kota Malang juga sangat kehilangan Sam Idur. Sam Idur sangat lama berada di balik layar Radio KDS 8, Malang TV, dan sejumlah media elektronik lokal Malang. Hingga akhir hayatnya, Sam Idur juga masih tercatat sebagai salah satu Manajer Kreatif media online, Malang Voice. Saya adalah salah satu pembaca setia “Paitun Guldul” yang biasa ditulis Sam Idur di Malang Voice.

Melalui Paitun Gundul, saya sering tersenyum dan tertawa membaca tulisan Sam Idur. Tak jarang kalau ketemu saat mau ngajar, saya membincangkan Paitun Gundul. Bahkan sering ide tulisan muncul berawal dari guyunan kami di sofa ruang dosen lantai 6 itu. Rasa humor Sam Idur sangat tinggi, itu salah satu kemampuan beliau hingga semua persoalan bisa dibawa dengan lebih santai.

Sering smartphone saya bunyi cling, setelah saya cek ternyata kiriman WA Sam Idur yang berisi tautan (link) beberapa berita yang dimuat di Malang Voice. Tak jarang pula berita itu menjadi bahan diskusi kami, mulai dari konten beritanya, teknik menuliskannya, dan beragam hal terkait praktik jurnalisme. Sam Idur sering meminta saya untuk menilai berita di Malang Voice.

Beliau ingin memastikan berita Malang Voive tidak ngawur. Seperti yang beliau sering sampaikan tagline Malang Voive itu “Asli Gak Ngawur!”. Apa yang dilakukan Sam Idur untuk Malang Voive memang luar biasa. Beliau mau terus belajar dan sharing dengan sesama dosen dan mahasiswa dengan sangat terbuka. Sifat suka memberi ilmu dan semangat belajar beliau juga sangat tinggi. Beliau adalah sosok teman belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Bagi Arema FC, kehadiran Sam Idur berkontribusi cukup berarti. Logo Arema FC adalah salah satu bukti karya Sam Idur untuk tim berjuluk Singo Edan itu. Sam Idur telah memberi makna dan filosofis yang dalam pada logo Arema FC. Logo Arema FC dibuat Sam Idur bukan sekedar untuk identitas club, namun lebih dalam, logo itu adalah do’a untuk keberhasilan Arema dan masyarakat Malang.

Sam Idur juga menulis lirik lagu untuk Arema Voice. Lagu bertajuk “Singa Bola” adalah karya Sam Idur. Lagu itu hingga sekarang masih menjadi lagu andalan yang selalu diputar saat Arema berlaga di stadion Kanjuruhan. Lagu ciptaan Sam Idur itu telah menjadi suntikan spirit untuk para pemain Arema yang sedang bertanding dan bagi Aremania dalam bersemangat mendukung tim kebanggaan warga Malang Raya itu.

Walau nyentrik, Sam Idur sebenarnya sosok yang religius. Hampir tiap hari beliau mengungah hadist-hadist di laman Facebook-nya. Kisah-kisah bijak Dakwah yang disampaikan Sam Idur mendapat respon yang positip dari pertemanan beliau di Facebook. Sam Idur memang bukan kiai, tapi materi dan model dakwah yang dijalankan efeknya cukup kuat mengajak umat dalam kebajikan.

Sam Idur yang lahir 14 Juli 1963 di Bareng, Kota Malang itu kini telah berpulang. Sepertinya gambar profil yang saya lihat di WA beliau itu sebagai pertanda. Di profile picture WA beliau ada gambar Sam Idur saat kecil dan foto beliau sekarang, ada tulisan 201963, yang saya maknai 2019 dari 1963. Bagi saya itu seperti firasat kepergian beliau. Dalam usia 56 tahun, Sam Idur berpulang, meninggalkan satu istri dan dua anak.

Sosok pendidik dan seniman serba bisa itu mewariskan sejumlah karya untuk kita kenang, lestarikan, dan teruskan. Tulisan ini hanya secuil dari kesaksian saya tentang Sam Idur. Tentu masih banyak kiprah baik Sam Idur yang tidak saya ketahui. Saya yakin siapapun teman, sahabat, kolega yang mengenal Sam Idur mengakui beliau adalah orang yang baik.

Semoga segala kebaikan yang ditanam Sam Idur selama hidup bisa menghantarkannya memanen kemuliaan di surga. Selamat Jalan Sam Idur.

(*) SUGENG WINARNO, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Konser Awal Tahun d’Kross ‘Panaskan’ Panggung Lawang Heritage

d'Kross saat beraksi di atas panggung. (Istimewa)

MALANGVOICE – Grup band asal Malang, d’Kross awali tur konser di awal 2019 ini dengan acara pesta penutupan Semarak Terminal Lawang Heritage, Minggu (13/1) malam.

Meski diselimuti hujan deras, band yang dikomandoi sang frontman, Sam Ade d’Kross ini sukses menghibur penonton.

Sang frontman, menyambut positif acara silaturahmi yang dikemas meriah ini. Ia yakin melalui silaturahmi ini, komunitas Aremania akan semakin bersatu dan kompak dalam semua hal.

‘’Tidak kalah pentingnya, Aremania harus selalu menyerukan kabar damai atau pesan perdamaian dari Bhumi Arema. Ini bentuk edukasi kepada adik-adik Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan kabar damai di manapun berada,’’ seru Sam Ade d’Kross.

Sebelumnya, pada Minggu pagi, Yoki Tiwuz dkk lebih dulu manggung bersama Anto Baret dalam acara silaturahmi Aremania di kawasan Coban Kethak, Kasembon, Kabupaten Malang. (Der/Ulm)

Jangan Lupa! Penampilan 117 Musisi Ramaikan HUT ke-17 Kota Batu

Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)
Poster acara HUT ke-17 Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Total 117 musisi dari Kota Batu bakal berkalaborasi bersama di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (20/10) nanti. Bagi kamu pecinta musik dan penggila makanan wajib datang ke acara Batu Street Food Festival (BSFF) tahun 2018.

Acara akan dimeriahkan oleh para musisi kenamaan dari tahun 2001. Tahun tersebut adalah awal berdirinya Kota Batu sebagai kota kecil di Malang Raya. Selain itu, acara musik ini sekaligus merayakan HUT ke -17 Kota Batu.

Ajak keluarga dan kerabatmu untuk datang ke acara ini. Sesuai dengan judulnya, 117 musisi itu terdiri dari penyanyi, pemain drum, pemain gitar, pemain bas, dan pemain kibor. Pemain terbagi dari puluhan orang, terdiri atas anak-anak hingga dewasa. Siapkan juga kamera smartphone, siapa tahu kamu ketemu idolamu di acara ini.

Mereka bakal menyanyikan dan memainkan alat musik secara bersamaan menjadi sebuah komposisi musik yang rancak dan memiliki energi untuk dinikmati. Dilengkapi dengan lighting show yang akan membuat acara ini semakin menarik.

Selain itu juga akan ada hiburan lain seperti SMABA Choir, Band Performance dari Ishokuichi, Philadelphia, Rocklass, Tahu Brontak, Rock 90, Inisial F, KSRM, DT Max, 90% Band, Youngguzzy, Kieveock, Mosquotes, Soundgaden, Mererock dan sebagainya yang dijamin tak kalah meriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Imam Suryono, menegaskan, HUT Kota Batu bakal meriah dan menghibur masyarakat. Musisi dan pemilik usaha kuliner bakal ‘tumplek blek’ di halaman Balai Kota Among Tani.

“Pokoknya harus datang. Ayo saksikan kemeriahannya, ajak keluarga, sahabat, teman-temannya,” ajaknya.

Imam melanjutkan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi musisi untuk menuangkan kreativitas dan memajukan permusikan di Kota Batu.

“Even ini bertujuan mengenalkan kepada publik bahwa Kota Batu ini punya musisi yang talentanya sangat bagus,” ujar Imam.

Acara itu sekaligus upaya untuk mempromosikan musik Kota Batu serta membangkitkan musik dan musisi Kota Batu.

“Dengan begini semoga musisi Kota Batu dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan,” harapnya.(Der/Ak)

Idang Rasjidi dan Djaduk Ferianto Siap Kolaborasi di Urban Jazzy Festival

Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)
Urban Jazzy Festival, Idang Rasjidi and Syndicate. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pihak Promotor Jade Indopratama Group resmi merilis Idang Rasjidi – Sindicate Project dan Djaduk Ferianto “Kuaetnika” feat. Endah Laras sebagai line up tambahan bersama Magnitudo dan MLD Jazz Project session 3.

Bergabungnya musisi-musisi jazz tersebut semakin memperkuat line up yang telah diusung sebelumnya, yaitu Kahitna, Mocca, Pusakata, Via Vallen serta musisi kebanggaan Malang Raya seperti Equinox, Sal Priadi dan Sumber Kencono. Ditambah lagi dengan hadirnya komunitas Soundcloud Malang dan beberapa komunitas anak muda lainnya di MJF Present Urban Jazzy Festival 2018.

Selain itu musisi jazz kawakan, Nita Aartsen & Friends dengan formasi Eric Theux (Perancis) dan Kuba Skowronski (Polandia) serta komunitas-komunitas jazz mulai Ngalam Jazz Community, Saxomunity Malang, dan Fusion Jazz Community Surabaya yang tentunya akan menghadirkan suasana festival jazz berkelas.

Mengambil lokasi di pelataran out door Hotel Harris and Convention Malang akan disulap menjadi venue yang menciptakan suasana khas urban festival. Acara berlangsung mulai 7 Oktober mendatang.

Konsep festival dihadirkan dengan menyajikan one stop entertainment selama berlangsungnya event. Terdapat booth & stand penunjang serta fasilitas lainnya yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan audience.

Konsep Festival Stage mengedepankan festival experiences dimana semua audiences berkumpul di venue, baik di depan panggung dan mingle di area activities dan kuliner di sekitar panggung. Audiens diajak untuk berinteraksi dan melebur dalam atmosfer festival.

J-Entertainment sudah menyiapkan beberapa golongan tiket bagi penggemar musik jazz. Meski tiket early bird sudah habis dalam waktu tiga hari, namun masih ada tiket presale dan mahasiswa. Bagi yang ingin mendapatkan privilege khusus, tersedia tiket VIP yang dibanderol Rp 400 ribu.(Der/Aka)

Gelorakan Hidup Sehat, Jatim Park Gelar Senam Bersama

Suasana senam massal di Jatim Park 3. (Anja a)
Suasana senam massal di Jatim Park 3. (Anja a)

MALANGVOICE – Seluruh jajaran manajemen Jatim Park Grup dan departemen wahana wisata terbesar di Kota Batu, menyelenggarakan Senam Akbar di area parkir Jatim Park 3, Minggu (16/9)

Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group, Titik S Ariyanto mengatakan, senam seperti ini memang sebelumnya pernah dilakukan tetapi kini mulai digelorakan lagi. Sekaligus untuk mengobarkan semangat Asian Games 2018.

“Meski Asian Games sudah berakhir kita masih perlu semangat dan menggelorakan kebiasaan sehat contohnya olahraga dengan senam. Sebelumnya pernah digelar tetapi sudah jarang dilakukan sehingga kita gelorakan lagi,” kata Titik saat ditemui MVoice.

Sebanyak 1000 lebih karyawan dan masyarakat Kota Batu untuk menyemarakkan senam massal. Begitu antusiasnya peserta mengikuti senam goyang dayung yang dipandu oleh Miss Ellen instruktur senam Kota Batu dan kegiatan senam diakhiri dengan pembagian door prize oleh manajemen Jatim Park Grup.

“Senam goyang dayung ini dipopulerkan Presiden Jokowi. Senam memang harus dibuat semenyenangkan mungkin agar pesertanya bisa enjoy menikmati dan mengikuti semua gerakan senam. Tak perlu gerakan yang susah, namun yang asyik saja,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Besok, Festival Serba Budaya Tani Dimulai

Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)
Festival Kampung Tani Living In Harmoni. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Festival Kampung Tani bertajuk ‘Living In Harmoni’ kembali hadir. Even tahunan ini dibuka, besok Sabtu-Minggu 8-9 September dan dilanjut pada 15-16 September, dan 22-23 September. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu.

Sebagai agenda pembuka, ada rembug budaya Jawa Timur, pentas TPQ, Bartani Kopi Kotekan. Kemudian pada 9 September dilanjutkan dengan Temassae Guyub Rukun, Lomba Tahun Batu Islam (Tabais), dan Bartani Kopi Kotekan (unek-unek).

Minggu kedua, pada 15 September dilaksanakan Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, Pentas Teater Jawa Timur, dan Apresiasi Karya Seni. Lalu, 16 September, ada Berkah Bumi, Rantang Lurik, Memedi Sawah, Kebul Bontotan, Bancaan Fotografi, Pentas Duta Seni Jawa Timur, dan Bartani Foto-Kopi Jreng.

Di Minggu ketiga, 22 September, digelar enjoy culture,tembang sabin, dan sendratani. Sebagai penutup, pada 23 September ada Living In Harmoni.
Seluruh kegiatan ini tanpa dipungut biayanya alias gratis. Dengan diselenggarakan festival diharapkan mampu mewadai semua kreativitas yang ada di Kelurahan Temas.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara khusus dalam menggelar selamat desa,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, Jumat (7/9).

Ya, gelaran Festival Kampung Tani sekaligus selamatan desa ini menonjolkan tentang budaya pertanian. Sebab, 75 persen warga Kelurahan Temas berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang memiliki kelompok seni.

Apalagi di Kota Batu ini memiliki kurang lebih hingga 300 kelompok seni. Dengan ada even ini lanjut Imam, juga upaya untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Agar kelompok seninya terus terwadahi dan melestarikan kebudayaan,” tutup pria juga menjabat Staf Ahli Pemkot Batu ini.(Hmz/Aka)

Kickfest XII Bawa Konsep Beda di Malang

Konferensi pers Kickfest XII (anja a)
Konferensi pers Kickfest XII (anja a)

MALANGVOICE – Pecinta fashion di Kota Malang kembali akan disuguhkan dengan festival clothing terbesar, SimPATI Kickfest.

Mengusung tema Untold Journey, Kikcfest XII bukan hanya memberikan wadah pelaku industri clothing untuk pamer produk, tapi juga bersuaha mengedukasi masyarakat umum soal industri clothing.

“Kami tunjukkan kepada pengunjung terutama anak muda bahwa karya dalam negeri memiliki kualitas mumpuni dan model up to date tak kalah dengan produk luar negeri,” kata perwakilan Kreatif Independent Clothing Komuniti (KICK), Dany Rachmad.

SimPATI Kickfest XII akan digelar 7-9 September 2018 di Lapangan Rampal Malang. Kickfest menggandeng lebih dari 100 brand clothing lokal seerti Based Club, Blankwear, Born and Blessed, Nymph, Heroine dan banyak sebagainya.

Even ini terus menggali aktivitas-aktivitas baru dalam hal fashion, kuliner dan musik. Mulai dari creative area yamg akan diisi dengan creative talk dan workship dari performance guest star dan juga pelaku-pelaku industri clothing serta musik.

Selain itu ada juga foodcourt yang beragam, dan semakin berwarna dengan hadirnya live cooking corner oleh para guest star di panggung utama. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Game of Skate tahun ini akan lebih menantang dengan skate park berstandar nasional.(Hmz/Aka)

10 Ribu Tusuk Bakso Bakar Dibagikan Gratis di Pucuk Coolinary Festival

Erick Harijanto dan food blogger asal Malang. (deny rahmawan)
Erick Harijanto dan food blogger asal Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Sebanyak 100 tenant akan memeriahkan Pucuk Coolinary Festival di Kota Malang, 1-2 September mendatang. Acara festival kuliner terbesar ini juga akan membagikan 10 ribu tusuk bakso bakar gratis kepada pengunjung di Lapangan Rampal.

“Kami sudah bekerja sama dengan bakso President untuk menyajikan 10 ribu tusuk bakso bakar selama festival berlangsung,” kata Marketing Manager RTD Tea & Juice, PT Mayora Indah Tbk, Erick Harijanto, Kamis (30/8).

Even yang pertama kali digelar di Kota Malang ini sesuai konsep akan dibagi menjadi tiga zona. Yakni zona gurih, pedas dan manis. Pastinya setiap zona akan disesuaikan dengan makanan yang disediakan tenant.

Erick mengaku, Kota Malang dipilih bukan karena sebab. “Kami ingin memberikan apresiasi bagi sahabat kuliner di Malang. Kami hadirkan 100 tenants kuliner manis, gurih dan pedas. Semuanya merupakan kuliner andalan Kota Malang,” jelasnya lagi.

Selain itu, selama festival akan ada sesi happy hour atau jam khusus bagi pengunjung bisa mendapatkan harga spesial Rp 10 ribu di semua tenant. Ada juga Spicy King Noodle Contest dengan berlomba menyantap mie jumbo pedas dalam level dan waktu yang ditentukan.

“Intinya kami berharap Pucuk Coolinary Festival ini dapat mewadahi para UMKM di Indonesia khususnya Kota Malang agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mengenalkan kuliner favorite khas daerah,” tandasnya.

Ditambahkan food influencer lokal, Akbar Umara atau yang akrab dikenal dengan Doyoke, menyatakan sangat tertarik menghadiri Pucuk Coolinary Festival.

Malahan, ia berpesan kepada pengunjung agar tidak datang sendirian. “Biar tidak kena food coma, artinya kekenyangan. Jadi ajak orang lain supaya bisa saling icip makanan,” tutupnya.(Der/Aka)