The Alana Lengkapi Hotel Bintang 4 di Malang dengan Eksplorasi Budaya

Topping Off The Alana Hotel Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Daya tarik wisatawan luar daerah ke Malang membuat banyak hotel tumbuh. Hal ini juga yang menyeret The Alana Hotel membuka jaringan di Malang.

Hotel jaringan Aston ini segera membuka The Alana pada 2022 mendatang. Saat ini proses pembangunan masih ditandai dengan topping off ceremony pada Kamis (10/6) di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang.

Hotel ini digarap PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, managed by Archipelago.

Owner PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, Gagah Eko Wibowo, mengatakan, The Alana Hotel merupakan hotel bintang empat dengan memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, ciri khas Malang perlu ditonjolkan agar memberi nuansa berbeda bagi para tamu.

“Kami mengeksplor budaya dan historical city icon di The Alana Hotel. Nanti ada kebudayaan khas Singosari dan banyak lainnya,” ujarnya.

The Alana Hotel akan dibangun 11 lantai dengan 150 kamar. Di dalamnya disediakan fasilitas seperti ballroom dan meeting room.

Gagah menambahkan, meski sedang dalam masa pandemi Covid-19, ia optimistis hotel ini akan menjadi jujukan bagi wisatawan. Apalagi berada di tengah kota dan dekat dengan kawasan Singosari yang disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami tetap optimistis bisa ikut membantu memulihkan ekonomi nasional khususnya Malang. Karena Malang menjadi jujukan wisatawan domestik dan banyak pebisnis atau kegiatan pendidikan juga di sini,” lanjutnya.

Regional General Manager Archipelago, Yohanes Sulistiyono Hadi, mengatakan, Malang dipilih karena reputasi yang baik selain Bali soal wisata.

“Di Jawa, Malang bahkan jadi destinasi nomor satu. Karena itu kami akan memanfaatkan segmen promosi penjualan e-commerce, offline, dan bahkan membership yang memudahkan wisatawan,” tandasnya.(der)

Bangkitkan Gairah Pariwisata, Disparta Launching Lomba Tari Selamat Datang

Pembukaan Lomba Tari Disparta Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Inovasi baru diluncurkan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu berupa Lomba Seni Tari Selamat Datang. Peluncuran lomba ini digelar di Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Rabu (2/6).

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan, lomba ini ditujukan untuk 24 desa/kelurahan wisata untuk meningkatkan gairah pariwisata.

Sesuai jadwal, lomba digelar tiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu dengan mengedepankan kompetitif, apresiatif, edukatif serta rekreatif.

“Lomba akan digelar setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dalam sehari akan digelar secara bersamaan di tiga desa/kelurahan sekaligus,” kata Arief kepada wartawan.

Aturan dalam lomba ini, dijelaskan Arief, setiap desa bisa menerjunkan 15 penari dengan waktu 30 menit. Peserta atau perwakilan tiap desa wajib mengirim tanda pengenal dan identitas diri lengkap.

Launching Lomba Seni Tari Selamat Datang. (Istimewa)

Selain itu harus ada surat pengantar dari pemdes/kelurahan wisata setempat. Hal sebagai bukti jika mereka merupakan warga yang diutus untuk berpartisipasi dalam Lomba Seni Tari Selamat Datang Desa/Kelurahan Wisata se Kota Batu. Selain itu, para peserta yang telah terdaftar di salah satu desa/kelurahan tidak boleh merangkap sebagai peserta dari kontingen lainnya.

“Kami melaunching lomba tari penyambutan selamat datang desa/kelurahan yang dirasa sangat penting. Karena target kami, tahun 2021 harus bisa mewujudkan desa wisata yang sukses dan mandiri,” ujarnya.

Launching Lomba Seni Tari Selamat Datang. (Istimewa)

Setiap penggarapan karya ditentukan porsinya yakni, bagian pembuka 15 persen, bagian inti 65 persen dan penutup 20 persen. Kriteria penjurian meliputi penataan seni sebesar 30 persen, tata rias busana 20 persen dan penyajian secara keseluruhan 50 persen. Penjurian akan melibatkan dari unsur Dinas Pariwisata, seniman dan pelaku jasa wisata.

Terpenting lagi, karya seni tari yang akan ditampilkan harus mengandung unsur seni tari, drama, musik hingga visual yang dikemas secara integral.

“Dengan ini harus didukung pula kelembagaan serta sajian atraksi yang bagus. Nanti tarian-tarian ini juga bisa ditampilkan ketika ada kunjungan ke desa/wisata,” tandas Arief.(der)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Pemkot Malang Kukuhkan Pengurus BPPD 2021- 2024, Apa Tugasnya?

Pengurus BPPD Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini berupaya geliatkan sektor pariwisata, khususnya pada potensi Tri Bina Cita.

Keseriusan Pemkot Malang dibuktikan dengan pengukuhan pengurus Badan Promisi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang. BPPD Kota Malang dikukuhkan untuk masa bakti tahun 2021-2024, oleh Wali Kota Malang, Sutiaji pada Kamis (27/5).

“Perlu berbangga dengan Tri Bina Cita di sini, di kota lain belum tentu ada, di sini sudah ada. Salah satu di antaranya adalah pariwisata, yang sekarang menjadi primadona pendapatan negara,” ujarnya.

Menurut Sutiaji, untuk saat ini industri kreatif di Kota Malang itu cukup luar biasa. Terlebih untuk potensi di bidang pendidikan dan wisata budaya.

“Heritage menjadi salah satu wisata andalan. Yang itu belum tentu dimiliki daerah-daerah lain,” tuturnya dalam sambutan.

Dari situ, Sutiaji, meminta kepada pengurus BPPD Kota Malang yang baru didapuk, untuk berfokus terhadap pengelolaan dan penguatan basis data pariwisata.

“Data itu tentu harus ada kesiapan dari kita, bagaimana kita bisa mengolah data itu, menyajikan data itu, terlebih data itu harus aktif terus. Tantangan ke depan harus ada data base tentang potensi pariwisata di Kota Malang. Bahwa penguatan data, terus updating data,” kata dia.

Pengukuhan pengurus BPPD Kota Malang. (Istimewa)

Sementara itu, Kepala BPPD Jawa Timur, Dwi Cahyono, bahwa BPPD ini memiliki andil strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata di daerah. Mengingat komposisi pengurus yang dikukuhkan pada hari itu mewakili berbagai institusi dan penggiat pariwisata.

“BPPD yang dilantik adalah penentu kebijakan, tugas utamanya adalah membantu Pemerintah Daerah. Yang pertama penyediaan data. Penyediaan data itu penting sekali, jangan sampai salah. Siapa saja yang berkunjung ke Kota Malang, dari daerah mana, berapa jumlahnya, umurnya, segala macam data dibutuhkan. Kalau itu salah, kebijakan yang lahir akan menjadi salah juga,” tandasnya.(der)

Tiga Lokasi Alternatif dan Romantis Selain Bali untuk Bulan Madu

Asian couple on beach. (freepik)

MALANGVOICE – Pasangan baru menikah biasanya mencari tempat berbulan madu. Lokasi favorit biasanya adalah Bali. Padahal masih banyak tempat wisata lainnya yang cocok untuk bulan madu bagi pasangan yang baru menikah.

Nah, untuk kamu nih yang akan berbulan madu bersama pasangan kamu, coba explore tempat lain selain Bali, bisa dibilang tempat yang antimainstream dong agar bulan madu makin berkesan.

Masih bingung? Tenang saja, nggak perlu pergi jauh-jauh sampai luar negeri kok, Karena di Indonesia juga ada banyak ragam destinasi wisata yang romantis dan cocok untuk pasangan yang baru menikah. Ini dia rekomendasinya!

Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau ini berada di Teluk Tomini, Gorontalo. Jika kita lihat dari namanya yaitu “pulau cinta” sudah bisa dibayangkan kan kalo pulau ini memiliki suasana yang romantis. Apalagi dengan area pasir yang memiliki bentuk mirip bentuk love (cinta) lebih terlihat cute lagi nih.

Tidak hanya itu saja, ternyata pulau ini juga menawarkan keindahan pemandangannya yang jauh dari keramaian kota, lengkap dengan aktivitas bahari. Misalnya saja scuba diving sampai dengan snorkeling, kamu juga bisa dinner bersama pasangan di cottage yang terapung di atas laut.

Untuk menuju pulau ini, kamu bisa memesan tiket pesawat untuk tujuan Bandara Jalaludin, Gorontalo, Sulawesi. Kamu bisa cek harga tiket pesawat melalui beragam aplikasi seperti yang tersedia.

Disarankan kamu mengambil jam penerbangan pagi hari, karena setelah sampai dibandara harus melanjutkan dengan perjalanan jalur darat dan juga jalur laut. Perjalanan dari bandara ke Kabupaten Boalemo memakan waktu kisaran 2 jam. Dari Kabupaten Boalemo menuju Pulau Cinta melalui jalur laur memakan waktu kisaran 30 menit.

Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo

Cuti menikah? Yuk manfaatkan saja untuk berbulan madu di Dataran Tinggi Dieng. Menuku kesana bisa dicapai dengan sangat mudah dengan naik pesawat bisa dari Bandara Internaisonal Soekarno-Hatta dan mengambil jurusan akhirnya Bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau bisa ke Bandara Internaisonal Achmad Yani Semarang.

Jika kamu mengambil jalur Yogyakarta/tujuan Yogyakarta, maka ketika kamu sampai di Yogyakarta kamu bisa menggunakan kendaraan umum dari Bandara ke terminal Jombor atau bisa ke Terminal Giwangan yang selanjutnya naik bis jurusan Wonosobo, jika sudah sampai di Wonosobo dilanjutkan naik Mikro Bus untuk jurusan Wonosobo – Dieng – Batur. Tapi, kamu turun di Dieng.

Tapi, jika mengambil jurusan Semarang, ketika sudah sampai di Semarang, kamu bisa menggunakan kendaraan umum dari Bandara menuju ke terminal, selanjutnya naik bis jurusan Wonosobo atau jurusan Purwokerto dan kamu turun di Wonosobo, selanjutnya dilanjutkan dengan naik Mikro Bus jurusan Wonosobo – Dieng – Batur setelah kamu sampai di Wonosobo dan kamu turun di Dieng.

Disini ada beragam destinasi yang siap untuk kamu jelajahi satu persatu, misalnya saja destinasi wisata Telaga Pengilon dan juga Telaga Warna dengan warna-warni airnya yang unik. Untuk kamu nih yang lebih suka akan petualangan, kamu bisa menjajal trekking ke Bukit Sikunir atau dikenal dengan Gunung Prau.

Gili Nanggu

Sekarang bukan hanya Bali saja yang memiliki destinasi populer untuk pasangan yang baru menikah. Tapi, Lombok juga sekarang memilikinya dan ini bukan Gili Trawangan melainkan Gili Nanggu dengan suasana lebih tenang dengan pantainya berpasir putih yang indah.

Layaknya pulau pribadi, kamu bisa menikmati keindahan surga bawah lautnya dan kamu juga bisa menghabiskan waktu romatis bersama pasangan di resort yang beratapkan jerami.
Jika kamu tertarik dan ingin berlibur bersama pasangan, untuk menuju kesana kamu bisa menggunakan pesawat menuju Bandara Internasional Lombok (LOP), setelah sampai dibandara kamu harus mencari kendaraan untuk menuju Lombok Barat. Kamu bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus damri atau taksi yang tidak hanya mengantar kamu sampai ke Lombok Barat tetapi bisa langsung menuju Pelabuhan Tawun.

Nah itu dia beragam pilihan destinasi wisata romantis untuk menghabiskan waktu bulan madu bersama pasangan, ketiga-tiga rekomendasi destinasi ini semuanya bisa di akses menggunakan pesawat ya. Cek harga tiket pesawat masing-masing tujuan destinasi tersebut sekarang juga!. (der)

Kontainer Disulap Menjadi Hotel Bernuansa Jepang

Kontena Hotel yang dibalut dengan nuansa Jepang, (MG2).

MALANGVOICE – Kontainer secara umum diketahui oleh masyarakat sebagai kotak pengangkut barang. Uniknya kali ini bukan lagi digunakan untuk fungsi umum, tapi kontainer itu dijadikan sebagai kamar hotel.

Kontena Hotel Kota Batu dibangun sejak tahun 2019 lalu dengan tambahan tema bernuansa Jepang sanggup memanjakan mata para pengunjung.

“Kami mengubah kontainer atau box besi menjadi hunian yang estetic dengan kamar bertema Japanese,” ujar Winda Setya, Public Relation Kontena hotel.

Didukung dengan lokasi-lokasi layaknya berada di Jepang, menjadi spot foto Instagrameble.

Suasana menjadi lengkap karena lokasinya berada di daerah yang memiliki udara sejuk, didampingi suasana alam nan asri. Belum lagi ditemani warna-warni taman yang ada di depan pintu kamar hotel.

“Setiap membuka pintu kamar hotel, pengunjung akan menemui taman yang sengaja kita suguhkan. Jadi ada lorong taman juga,” tuturnya.

Untuk fasilitas yang disediakan Kontena Hotel Kota Batu juga cukup beragam, mulai dari restauran, mini market, kolam renang lengkap dengan mini waterboom hingga Playground.

“Kalau mau berwisata, disini juga dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, BNS dan Alun alun Kota Batu,” tandasnya.(der)

Jembatan Kaca Kampung Warna-Warni Punya Daya Tarik Bagi Wisatawan

Jembatan kaca yang ada di Kampung Warna-Warni, Jodipan, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Kampung Warna-Warni merupakan salah satu tempat unik yang bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat kunjungan bagi wisatawan yang berada di Kota Malang.

Hal itu terlihat dari banyaknya lokasi menarik yang bisa digunakan sebagai spot foto untuk mengisi galeri di media sosial (medsos) Instagram.

Apalagi perkampungan yang terletak di Kelurahan Jodipan itu, memiliki cukup banyak daya tarik mulai dari rumah-rumah yang terhias dengan beraneka ragam warna cat, hiasan mural hingga bermacam-macam ornamen yang tersebar di setiap sudut kampung.

Ketua RW 2 Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan salah satu tempat yang menjadi favorit wisatawan untuk berswafoto adalah jembatan kaca.

“Di sini (kampung warna-warni) spot fotonya banyak, yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan kaca. Orang-orang penasaran dengan itu,” ujarnya.

Dikatakan, alasan jembatan yang kabarnya mampu menahan beban 50 orang dengan berat total 250 Kg di atasnya sangat diminati, karena banyak yang penasaran sebelumnya.

“Banyak yang penasaran. Hingga ada yang menganggap jembatan kaca itu mirip dengan jembatan kaca yang berada di Zhangjiajie, China,” tuturnya.

Kampung Warna-Warni Jodipan buka setiap hari mulai pagi hingga sore, dengan tarif retribusi sebesar Rp 5 ribu untuk segala usia.

Sebagai informasi, kampung warna warni pertama muncul dari pelaksanaan program pemerintah Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang bertujuan untuk mengubah kampung yang sebelumnya kumuh menjadi lebih bagus dan memiliki daya tarik tersendiri.(der)

Rasa Konsisten Sejak 1959, Es Tanimbar Andalkan Resep Turun-Temurun

Joni (kiri) menyajikan es Santan yang legendaris, (MG2).

MALANGVOICE – Salah Satu minuman yang cukup dikenal warga Kota Malang adalah Es Santan. Meski hanya berada di pinggir jalan Tanimbar tepatnya di samping SMKN 4 Kota Malang, tapi es ini selalu laris diburu pembeli.

Minuman yang ada dan dijalankan secara turun temurun sejak Tahun 1959 ini memiliki berbagai macam julukan mulai dari mengadopsi nama Jalan, menjadi Es Tanimbar, hingga disebut juga dengan Es Blackpink serta Es Grafika.

Menurut penjual es santan ketan hitam, Joni Purnomo, awal mula orang tuanya berjualan masih berkeliling menggunakan gerobak, lalu pada tahun 1998 menetap di Jalan Tanimbar hingga saat ini.

“Berjualan es sudah sejak awalnya tahun 1959, kemudian berada di sini (Jalan Tanimbar) sejak tahun 1998,” ujarnya.

Es santan ketan hitam ini memiliki komposisi tape, cendol, roti yang ditutup dengan siraman sirup merah di atasnya.

Uniknya, es tersebut tidak menggunakan es batu, melainkan air santan yang telah beku.

Joni, mengatakan, untuk beberapa bahan baku yang digunakan untuk es itu dibuat sendiri. Hal itu dikatakannya guna mempertahankan cita rasa yang telah dimiliki.

“Kami pakai santan sama es serut aja. Tapi di sini yang bikin spesial itu santan, cendol, tape, dan sirup itu kami bikin sendiri semuanya,” tuturnya.

Dalam satu hari Joni mampu menjual antara 400 hingga 600 gelas es santan ketan hitam. Dengan membanderol satu gelasnya seharga Rp 5 ribu.

Dirinya menambahkan, salah satu alasan bisa tetap ramai pembeli adalah memberikan pelayanan terbaik dan konsisten pada cita rasa yang dimiliki.

“Konsisten untuk rasa dan pelayanan yang membedakan itu dari segi tanggap dan kecepatan dalam melayani,” tandasnya.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)