Museum Angkut Hanya Diizinkan Beroperasi saat Weekend

Dewanti
Kunjungan Wali Kota Batu di Museum Angkut, Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Destinasi Wisata Museum Angkut Kota Batu kembali dibuka Sabtu (18/7). Namun, hanya diizinkan beroperasi pada saat weekend saja, Sabtu dan Minggu Pukul 11.00 sampai dengan 19.00 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang melakukan pengecekan SOP Kesehatan di Museum Angkut sekaligus pembukaan kembali destinasi tersebut.

“Ini baru Museum Angkut dan ini pun belum tiap hari buka. Jadi hanya weekend saja,” ungkapnya pada Sabtu (18/7).

Hadir pula Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dan beberapa Forkompinda Kota Batu lainya saat pengecekan SOP kesehatan.

Lebih lanjut, kata Dewanti, dibukanya tempat pariwisata menunggu kesiapan dan verifikasi dari tim Satgas. Ia menambahkan, selain kesiapan SOP kesehatan, jumlah pengunjung juga menjadi salah satu pertimbangan.

“Sehingga ketika dibuka, paling tidak pengunjungnya ada, sehingga operasionalnya balance,” tambahnya.

Dewanti yang melakukan pengecekan kesiapan diterapkannya protokol kesehatan di Museum Angkut mengatakan SOP yang diterapkan sudah luar biasa dan sangat memadai.

“Tadi saya sampaikan, tergantung orang sendirinya (pengunjung) menjalankan bagaimana, tetapi ketika SOP kesehatan itu tidak ditegakkan oleh karyawan ini yang jadi masalah,” tandasnya.

Sementara itu, Dewanti menjelaskan bahwa persiapan pembukaan bukan hanya fasilitas tetapi juga karyawan dirapid test. Dengan begitu, Ia optimistis bisa aman dan nyaman.

Selain itu, dengan dibukanya tempat wisata, Dewanti berharap bukan hanya banyak pengunjung yang menjadi konsen pelaku usaha pariwisata melainkan perlu diperhatikan SOP kesehatannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan Kota Batu dengan serius mempersiapkan pariwisata dengan semaksimal mungkin dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap menjadi wisata Kota Batu yang dapat dipercaya oleh wisatawan domestik maupun nasional.

“Ini ditunjukkan dengan pembukaan Museum Angkut ini yang notabene dinilai oleh gugus tugas tim gugus sangat siap,” ungkapnya.

Dengan harapan, kata Arif, dengan dibukanya Museum Angkut, bisa diikuti oleh destinasi wisata lain yang dalam proses verifikasi kesiapan pembukaan. Ia menambah museum angkot bisa menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan tertib.

“Mudah-mudahan ini mendorong, mengangkat Kota Wisata Batu, menjadi kunjungan wisatawa yang strategis, memberikan support luar biasa kepada pemerintah daerah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa hotel, restoran, dan destinasi wisata di Kota Batu sudah 94 tempat yang sudah mengajukan verifikasi pembukaan. Pihaknya akan terus mendorong objek-objek wisata lebih mempersiapkan diri dan nantinya kembali dapat menerima wisatawan.(der)

Sanusi Berharap BB-TNBTS Segera Buka Kembali

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang, HM Sanusi, berharap Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) segera kembali membuka kunjungan wisata alam.

“Saya berharap TNBTS segera dibuka kembali. Banyak pelaku usaha baik travel agent atau pelaksana pariwisata, bahkan warga Poncokusumo yang perekonomiannya terganggu akibat berhentinya kunjungan wisata ke Gunung Bromo. Kalau bisa kembali cepat dibuka, karena banyak paguyuban dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata ini,” ungkap Sanusi, Jumat (17/7).

Sementara itu, PJ Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, empat kepala daerah, yakni Bupati Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo bersepakat untuk membuka lagi wisata Gunung Bromo (TNBTS, red).

“Kesepakatan itu didapat dari hasil rapat kordinasi bersama berupa penandatangan SOP di Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (16/7) kemarin malam,” ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Wahyu, Pemkab Malang telah menyiapkan Standar Operasional (SOP) dikala masa transisi keteraturan hidup baru, yaitu salah satunya dengan melakukan pembatasan wisatawan yang akan berkunjung menjadi 10 sampai 30 persen pengunjung dari total pengunjung.

“Memang Pasuruan dan Malang masih zona orange tapi kecamatan di sekitar pintu masuk tidak orange. Seperti di Kabupaten Malang, yaitu Kecamatan Poncokusumo itu masih aman. Maka dari itu buka kembali. Tapi, pengunjungnya dibatasi dulu jadinya itu 10 persen sampai 30 persen dulu perharinya,” jelasnya.

Menurut Wahyu, selain dengan memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan, para wisatawan akan diarahkan untuk membeli tiket secara online dan juga harus menyertakan bukti sudah melakukan rapid tes.

“Kami rencananya akan online. Jadi nanti beli tiket online, dan harus sudah rapid tes dan menunjukan kalau mendapat hasil non-reaktif. Baru bisa masuk,” terangnya.

Saat SOP ini sudah disepakati, tambah Wahyu, keempat daerah tersebutasih menunggu persetujuan dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehidupan (KemLHK) untuk kepastian tanggal bukanya.

“Ya ini SOP-nya sudah dikirim ke kementrian LHK selanjutnya tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Kalau setuju ya akan dibuka, kalau ada yang masih direvisi ya kami revisi dulu,” pungkasnya.(der)

Destinasi Wisata Pantai di Kabupaten Malang Ditutup

Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedhantara. (Toski D)
Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedhantara. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memutuskan untuk menutup sementara destinasi wisata pantai di sepanjang Jalur linftas Selatan.

Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, penutupan tempat wisata pantai di sepanjang JLS tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang, dan untuk keamanan para wisatawan.

“Disana banyak pantai yang tidak ada tiket. Wisatawan hanya diberi tiket parkir saja tidak ada asuransi di sana. Kalau ada apa-apa ya kasihan pengunjung,” ungkapnya, saat dihubungi, Selasa (14/7).

Menurut Made, penutupan destinasi wisata pantai tersebut diberlakukan bagi semua pantai, bahkan pantai Balekambang juga ditutup. Penutupan itu dilakukan lantaran beberapa pantai tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan Covid-19.

“Penutupan itu berlaku mulai kemarin (Senin 13/7) hingga mereka memiliki SOP dalam penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Made, demi keselamatan pengunjung lantaran tidak ada tiket yang mereka terima, dan menghindari adanya Klaster baru, dirinya mengambil keputusan untuk menutup semuanya.

“Akan di buka jika mereka mengajukan secara tertulis yang akan di verifikasi oleh tim satgas Covid-19. Setelah terverifikasi baru dilakukan pengecekan kelayakannya. Dari persiapan handsanitizer di sekitiar tempat pariwisata. Pemakaian masker dan lain-lain,” terangnya.

Dengan begitu, tambah Made, dapat meminimalisir angka penyebaran Covid-19, lantaran tempat pariwisata telah mematuhi Protol Kesehatan Covid-19. Jika sampai ada pengunjung yang terkena covid-19 atau pantai itu jadi kluster. Pantai tersebut bisa ditutup tidak hanya seminggu tapi bisa hingga satubtahun.

“Dampak pasti ada, tapi lebih baik ditutup. Kita berupaya menutup siklus penyebaran Covid-19. Dalam penutupan pantai, kami akan menempatkan TNI-Polri atau Satpol PP,” pungkasnya.(der)

Hawai Water Park Malang Terapkan Konsep Wisata Tangguh

Direktur Hawai Water Park Group Bambang Yudo Utomo, saat menunjukkan Ruang Isolasi Covid-19, di area wahana wisata Hawai Water Park. (Toski D)

MALANGVOICE – Hawai Water Park Group kini sudah dibuka. Meski begitu, pengelola tetap mematuhi protokol kesehatan dan memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Kami sudah buka sejak tiga pekan ini dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk waktu bukanya pun tidak setiap hari, hanya hari Sabtu dan Minggu,” ucap Direktur Hawai Water Park Group Malang Bambang Yudo Utomo, saat ditemui awak media di area Hawai Water park, Minggu (12/7).

Menurut Bambang, di Hawai Water Park ini juga melakukan pembatasan pengunjung hanya menerima 50 persen dari jumlah kapasitas maksimum.

“Hawai Water Park ini memiliki kapasitas 5 ribu orang wisatawan, saat ini kami batasi hanya 2.500 orang per hari. Jika jumlah pengunjung mencapai angka tersebut, maka loket penjualan tiket masuk langsung kita tutup,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, dirinya juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, serta mensiapkan ruang isolasi di area tempat wisata bagi pengunjung yang diketahui reaktif penularan Covid-19. Bahkan, posko kesehatan juga telah disiapkan dihalaman pintu masuk.

“Pengunjung akan dites suhu badannya dengan thermogun, jika mencapai 37,5 derajat, tidak di perbolehkan masuk ke area wisata, dan mereka wajib untuk diperiksa oleh tim medis yang sudah kita siapkan. Tapu, jika dari hasil pemeriksaan ada tanda-tanda terinveksi Covid-19, mereka akan kita bawa ke ruang isolasi atau mereka kita suruh pulang,” terangnya.

Bahkan, tambah Bambang, Hawai Water Park ini juga menggunakan air dan clorine sebagai takaran untuk mengukur kadar relatif ion hidrogen bebas dan ion hidroksil di dalam air.

“Clorine ini dapat membunuh segala macam bakteri dan virus, sehingga aman bagi para pengunjung jika bermain air atau mandi. Kami juga memiliki wahana baru tornado dan boomeran yang aman digunakan anak dan orang dewasa,” pungkasnya.(der)

Grand Opening Se’i Sapiku Malang Bagi 100 Porsi Menu Andalan ke Mahasiswa

Se'i Sapiku Indonesia cabang Malang. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Se’i Sapiku Indonesia cabang Malang membagi 100 porsi makanan ke mahasiswa yang tak bisa pulang kampung karena pandemi Covid-19.

Pembagian ini merupakan rangkaian acara grand launching Se’i Sapiku di ruko Jalan Terusan Borobudur, Sabtu (11/7). Pembagian dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga ada diskon 30 persen selama grand launching ini. Memang kami menyasar mahasiswa sebagai bentuk support dan dukungan,” kata Owner Se’i Sapiku Indonesia cabang Malang, Gilang Widya Pramana.

Pembagian seporsi Se’i Sapiku Indonesia ke mahasiswa. (deny rahmawan)

Gilang mengatakan, pembukaan restoran baru ini berawal dari kegemarannya mencoba beragam kuliner bersama istrinya. Sampai dia mencoba Se’i Sapiku di Surabaya.

“Saya coba ini kok enak. Jadi daging asap, gurih, empuk dan enak. Sudah itu langsung saya putuskan join buka di Malang,” ujarnya.

Meski buka di tengah pandemi Covid-19, Gilang yang juga pengusaha produk kesehatan kulit MS Glow dan transportasi Juragan 99 ini tetap optimistis bisa meraih pasar dengan baik. Apalagi, harga termurah satu porsi berkisar Rp15 ribu dengan varian daging ayam.

“Kami akan andalkan penjualan online, di situ yang kami genjot. Yah, mudah-mudahan jadi kuliner favorite di Malang,” ia menambahkan.

Se’i Sapiku Indonesia memiliki 10 cabang. Malang selain Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi. Selain itu juga ada di Solo, Semarang, Makassar, Jakarta, dan Bekasi.

Dalam waktu dekat, Gilang menyatakan bakal membuka cabang baru di tempat lain seperti Kota Batu atau Kabupaten Malang.(der)

Wisata Bromo Dibuka Tunggu Rekomendasi Empat Bupati

MALANGVOICE – Wisatawan yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo diimbau bersabar. Sebab, pembukaan akses wisata secara resmi masih menunggu rekomendasi dari empat pemerintah daerah yang berbatasan dengan wilayah Bromo.

“Tanggal pembukaan belum pasti. Kita masih menunggu rekomendasi resmi dari empat bupati. Karena pada saat saya akan menutup, saya mendapatkan rekomendasi dari mereka,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kenedie, Rabu (1/7).

Perlu diketahui sebelumnya, ada empat pintu masuk menuju kawasan Bromo. Antara lain pintu masuk Coban Trisula di Kabupaten Malang, pintu masuk Ranupani (khusus pendakian) di Kabupaten Lumajang, pintu masuk Tengger Laut Pasir Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan pintu masuk Penanjakan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Seluruh akses ditutup akibat pandemi COVID-19, terutama saat pemerintah memutuskan penerapan PSBB.

Kekinian, Balai Besar TNBTS masih menunggu rekomendasi dari empat pemerintah daerah di empat pintu masuk tersebut, sebelum benar-benar resmi membuka kembali wisata Gunung Bromo. Antara lain, pemerintah daerah Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

“Sementara ini yang mau dibuka masih wisata ke Bromo. Wilayah yang boleh membuka, masih wilayah dengan zona kuning. Mudah-mudahan ada yang zona hijau secepatnya,” sambung dia.

Ia menambahkan, wilayah yang boleh membuka pintu masuk menuju kawasan Gunung Bromo adalah wilayah berstatus zona kuning. Meski demikian, Balai Besar TNBTS membuka opsi bagi wilayah berstatus zona oranye.

“Nanti misal yang zona oranye, bupatinya mau merekomendasikan, kita mau apa. Kita hanya menyiapkan tempat, taman nasional, keputusan itu dari bupati. Kalau dia menjamin, aman, kita akan buka,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut dia, hanya satu pintu masuk yang hendak dibuka menuju kawasan Gunung Bromo. Hanya saja, Balai Besar TNBTS masih menunggu keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Tadinya satu pintu, surat edaran dirjen satu pintu. Tapi nanti kalau zona kuningnya akan kita laporkan, kalau misalnya dua pintu kuning semua, akan kita laporkan,” pungkasnya.(der)

Balekambang Terapkan Konsep Pantai Tangguh Mulai Dipadati Pengunjung

Balekambang
Suasana pantai Balekambang. (Toski D)

MALANGVOICE – Pantai Balekambang yang berada di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang langsung dipadati pengunjung setelah buka kembali beberapa pekan yang lalu.

Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa membuka pantai Balekambang dengan menerapkan konsep Pantai Tangguh di tengah pandemi Covid-19 yang semakin masif penyebarannya.

Direktur Utama (Dirut) PD Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan menyampaikan, untuk mencegah penularan dan penyeberan Covid-19, dirinya telah menjalankan konsep Pantai Tangguh Covid-19.

“Dalam konsep pantai tangguh ini, protokol kesehatan dijalankan, pengunjung sebelum masuk pantai akan di periksa suhu badannya dengan Thermo gun, dan wajib memakai masker, serta di semprot desinfektan, selain itu penyediaan handsanitezer dan wastafel sudah disediakan di beberapa titik,” ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (14/6).

Menurut Wildan, Pantai Balekambang ini telah menjadi pantai terfavorit di Malang Selatan yang menjadi tujuan utama para wisatawan penikmat pantai, baik lokal maupun mancanegara.

“Semuanya kami siapkan agar dapat memberikan pelayanan pada pengunjung agar aman dan nyaman,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Wildan, dirinya juga bekerjasama sama dengan tim satgas percepatan penanganan Covid-19 Kecamatan Bantur untuk selalu memberi imbauan pada para pengunjung pantai Balekambang dengan cara mobile dan dipasang banner Imbauan.

“Kami bersama satgas Covid-19 selalu mengimbau pada para pengunjung untuk tetap memakai masker,” bebernya.

Sebagai informasi, pantai Balekambang kembali di buka pada tanggal 3 Juni 2020 lalu dan hingga saat ini sudah dikunjungi hampir 10.000 wisatawan.

5 Destinasi Wisata Keren di Malang, Hits dan Instagramable Banget!

MALANGVOICE – Kota Malang punya banyak tempat yang menawarkan berbagai macam destinasi wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata buatan yang memiliki keindahan tersendiri. Berikut ini adalah destinasi wisata keren di Malang yang hits dan instagramable banget:

1. Bumi Kitiran

Wisata Edukasi Bumi Kitiran (Foto @nadyahsilvy ngadem.id)
Wisata Edukasi Bumi Kitiran (Foto @nadyahsilvy ngadem.id)

Bumi kitiran terletak di Dusun Binangun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu adalah tempat wisata edukasi yang tidak kalah Instagramable. Terbilang baru dan menyajikan keindahan tersendiri dengan konsep warna-warni pada ribuan kincir angin. Selain itu harga tiket masuk Bumi Kitiran terbilang murah sebesar Rp10 ribu.

2. Kampung Warna-warni Jodipan

Kampung Warna-warni Jodipan Malang (Foto Gilatripgoodnewsfromindonesia.id)
Kampung Warna-warni Jodipan Malang (Foto Gilatripgoodnewsfromindonesia.id)

Kampung Wisata Warna-warni jodipan menjadi tujuan pilihan wisata di Kota Malang. Selain harga tiket masuknya yang murah, kamu bisa menikmati indahnya pemandangan di Jodipan dengan nuansa warna-warni yang jarang ditemukan di kota lain.

3. Taman Langit

Patung bidadari di Taman Langit Batu (foto @tamanlangitgunungbanyakrutemu.com)
Patung bidadari di Taman Langit Batu (foto @tamanlangitgunungbanyakrutemu.com)

Taman langit yang berada di Jalan Gunung Banyak, Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur bisa menjadi pilihan wisata, dengan berbagai macam patung yang menjadi daya tarik tersendiri dan instagramable seperti angsa raksasa, singa bersayap hingga patung bidadari yang terbuat dari rotan yang menambah kesan bak berada di Negeri Dongeng. Dengan harga tiket yang terjangkau sebesar Rp 10 ribu.

4. Malang Night Paradise

Malang Night Paradise (foto feliciagustinetankanalmalang.net)
Malang Night Paradise (foto feliciagustinetankanalmalang.net)

Berbeda dengan tempat-tempat wisata sebelumnya, kali ini Malang Night Paradise memadukan unsur seni, teknologi dan edukasi dengan keindahan warna-warni lampion menjadikan Malang Night Paradise sebagai tempat instagramable malam hari di kota Malang. Malang night paradise dibuka pukul 18.00-23.00 terletak di Perumahan Jalan Graha Kencana Raya, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang. Untuk harga tiket masuk hari biasa Rp 25.000 dan untuk weekend dan hari libur Rp 35.000.

5. Coban Rais

Spot foto sepeda udara Coban Rais (foto @joelee_ndoetngalam.co)
Spot foto sepeda udara Coban Rais (foto @joelee_ndoetngalam.co)

Tak kalah hits dan instagramable, Coban Rais adalah tempat wisata Air terjun yang berada di perbukitan Padermaan lebih tepatnya terletak di Jalur Lingkar Barat, Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dengan ketinggian air terjun kurang lebih 75 meter. Coban Rais menyajikan berbagai spot foto yang menarik dan kekinian seperti gardu pandang, sepeda udara dan banyak lainnya.(Der/Aka/MG2)

Spot Wisata Baru di Pujon, Suguhkan Pemandangan Alam dengan Ratusan Bunga Cantik

Spot foto di Florawisata San Terra Pujon. (Istimewa)
Spot foto di Florawisata San Terra Pujon. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menikmati liburan akhir tahun pasti kurang jika tak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan. Di Malang ada wisata baru yang cocok untuk berwisata di penghujung tahun.

Ya, wisata itu bernama Florawisata San Terra, di Pujon, Kabupaten Malang. Sesuai namanya, wisata ini menyuguhkan pemandangan alam dengan banyak sekali tanaman hias.

Pengelola Florawisata Pujon, Pristino Hartanto, mengatakan, ada ratusan jenis tanaman hias yang ditanam di lokasi tersebut. Tanaman hias tak hanya dari Indonesia, namun ada juga beberapa negara luar.

“Ada tiga hektare area yang bisa dijelajahi pengunjung. Taman bunga itu jadi andalan kami karena ada ratusan jenis tanaman hias dari bermacam tempat,” katanya.

Taman bunga ini ada dua lokasi, indoor dan outdoor. Dua spot itu punya karakteristik sendiri. Dikatakan Pristino, tanaman indoor adalah permanen diselingi tanaman plastik hias untuk pemanis. Sedangkan taman outdoor tergantung musim.

“Jadi tiap tiga bulan sekali kami ganti bunga lain sesuai musimnya,” ujarnya menambahkan.

Uniknya lagi, Florawisata ini melakukan pembibitan bunga secara mandiri. Nantinya konsep taman ini akan terintegrasi sehingga pengunjung bisa ikut belajar pembibitan bunga, atau bahkan membeli bunga yang dimau.

Tak hanya taman bunga, di Florawisata Pujon ini ada spot miniatur kota di Korea. Tentu ini membawa suasana baru bagi pengunjung yang suka dengan nuansa negeri Ginseng.

“Kami berharap di Malang ini bisa membawa suasana baru tempat wisata. Kami sebelumnya sudah membuka di dua lokasi, dan Malang adalah kota ke tiga,” tandasnya.

“Dalam waktu dekat kami juga akan memperluas lokasi sehingga banyak spot bagi pengunjung yang datang ke Florawisata,” tutup Pristino. (Der/ulm)

Kota Batu Miliki Taman Sejuta Lampu

Wisatawan saat berswafoto di wahana Milenial Glow Garden
Wisatawan saat berswafoto di wahana Milenial Glow Garden

MALANGVOICE – Jika Tokyo Jepang memiliki TeamLab Borderless, kini Kota Batu juga memiliki wahana baru yang tak kalah menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Ya, taman sejuta lampu ‘Milenial Glow Garden’ namanya. Wahana yang dioperasikan sejak 15 Desember 2019 kemarin itu dirancang menggunakan Hi-Tech Projector untuk mendukung setiap wahana yang ada.

Manajer Operasional Milenial Glow Garden, Yusuf Indra Hermawan mengatakan bila wahana tersebut sengaja dikonsep berbeda dan lebih kekinian dibandingkan wahana yang telah dimiliki Jatim Park Grup.

“Ya, kami mencoba hal baru dan berbeda. Terkesan lebih kekinian dengan memadukan antara teknologi proyeksi dan sensor. Sehingga membuat apa yang ditampilkan oleh proyektor lebih interaktif,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan wahana yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare tersebut memiliki dua area yakni Milenial World (indoor) dan Glow Garden (outdoor).

“Nah, untuk indoor terdapat 16 titik dengan tema berbeda yang akan dilalui pengunjung. Seperti Under The Sea yang akan membawa pengunjung seperti berada di bawah laut dengan aneka jenis ikan yang bergerak.

“Dan flower forest yang akan membuat pengunjung seperti berada di tengah hutan dengan penuh bunga,” jelasnya

Sedangkan di area outdoor pengunjung akan disajikan dengan berbagai rekayasa cahaya lampu di area terbuka dengan berbagai jenis permainan.

Kemudian, untuk kebutuhan listrik demi memenuhi cahaya proyektor dan lampu Yusuf mengungkapkan mencapai sekitar 800 ribu watt.

Sementara, Dewi Aulia pengunjung asal Kota Malang mengungkapkan jika wahana tersebut sangat menakjubkan dan instagramable.

“Sangat kekininan sekali. Spotnya keren untuk digunakan foto instagramable banget,” ungkap siswi SMAN 4 Malang itu.

Perlu diketahui, Milenial Glow Garden dibuka pukul 15.00-22.00 WIB dengan harga tiket senilai Rp 75 ribu di hari aktif dan Rp 100 ribu di hari libur.(Der/Aka)