Menikmati Sensasi Berkuda Berlatar Gunung Panderman di Megastar Kota Batu

Salah satu pengunjung saat asik berswafoto dengan kuda di Peternakan Kuda Megastar Indonesia, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)
Salah satu pengunjung saat asik berswafoto dengan kuda di Peternakan Kuda Megastar Indonesia, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Wisata Peternakan Kuda Megastar Indonesia selalu menjadi destinasi menarik untuk menunggangi kuda. Tak hanya itu saja, pengunjung juga mendapatkan bonus berswafoto dengan latar belakang Gunung Panderman.

Wana wisata yang berada di jalur lingkar barat (jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu awalnya merupakan tempat penangkaran kuda yang dikonsepkan dengan program silvopastur dari Perhutani(Perusahaan Hutan Negara Indonesia). Silvopastur yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kuda dengan taraf internasional juga menjadi koleksi serta penghuni tempat tersebut. Sehingga Peternakan Kuda Megastar menjadi salah satu objek wisata favorit yang ada di Kota Batu.

Petugas dan Perawat di Peternakan Kuda Mega Star Indonesia, Usman mengatakan pengunjung masih stabil. Tapi, pada hari-hari biasa terbilang sepi.

”Kalau ramainya pas Sabtu-Minggu itu. Kalau hari-hari seperti sekarang ini sepi. Cuma dua sampai lima orang saja,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Wana wisata ini mempunyai dua sirkuit yang menjadi lapangan pacuan kuda. Pertama yang mempunyai luas 60 x 50 meter persegi seperti lapangan kecil. Sementara sirkuit yang kedua yakni mempunyai luas 100 x 100 meter persegi.

Ia menjelaskan, kedua sirkuit tersebut sama-sama bisa digunakan untuk menunggang kuda bagi wisatawan yang ingin mencoba sensasi berkuda

Sementara itu, terkait adanya kebakaran di Gunung Panderman sendiri menurutnya tidak begitu berdampak. Meski informasi awalnya kebakaran itu sampai di lereng gunung.

”Nggak begitu dampaknya. Pengunjung masih bisa menikmati wisata di sini,” tuturnya

Selain bisa mencoba sensasi berkuda, wana wisata ini juga menyediakan hamparan perkebunan bunga matahari yang bermekaran. Pengunjung bisa sepuasnya berswafoto dengan latar belakang bunga matahari seluas satu hektare.

Salah satu pengunjung asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Intan Cahya Ningrum mengatakan menyukai pemandangan yang disajikan tempat wisata tersebut. Meski awalnya sempat takut dengan kuda-kudanya. Setelah ditunggangi ternyata jinak dan enak.

”Awalnya kuda-kuda itu yang bikin takut. Tapi, ternyata jinak dan enak,” ujarnya.

”Seketika itu langsung tak bawa jalan-jalan layaknya si petugas. Ternyata seru,” ungkap perempuan yang masih Semester III Fakultas Pertanian IPB University itu.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono memberikan apresiasi ke peternakan yang letaknya sangat strategis itu. Dengan demikian akan menambah daya tarik wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Kota Batu.

“Tentunya kami Pemkot Batu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kota Batu yang kreatif menciptakan destinasi wisata baru,” ujarnya

“Tentunya di Kota Batu ini letak peternakan punya kelebihan. Mulai dari pemandangan dekat dengan Gunung Panderman, dan pemandangan hutan,” tutupnya.
(Der/Aka)

Serunya Berlibur di “Lumbung Stroberi” Kota Batu

Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Memetik Stroberi di hamparan kebun adalah salah satu kegiatan berkebun sekaligus bertamasya yang mengasyikan.

Kota Batu memang tak pernah habis menawarkan beragam tempat wisata alam yang menarik. Satu di antaranya yakni Wisata Petik Stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Di sentra perkebunan stroberi terbesar di wilayah Kota Batu ini, pengunjung layaknya pemilik kebun sebab mereka bisa menikmati sensasi petik buah stroberi sepuasnya. Disuguhkan juga keindahan serta kesejukkan gunung Welirang dan Arjuna.

Penanggung Jawab Lumbung Stroberi, Edy Purwanto mengatakan selain dipergunakan sebagai wisata petik stroberi di sana juga banyak makanan olahan stroberi seperti sari stroberi, stick stroberi hingga selai stroberi.

“Tidak melulu di sini untuk petik Stroberi saja. Tapi bisa untuk workshop, reuni, dan acara ulang tahun. Sudah di sediakan gazebo untuk acara tersebut,” ujarya saat ditemui MVoice, Selasa (23/7)

“Dan dalam waktu dekat ini bakal ada penambahan fasilitas yakni homestay,” sambungnya.

Hal menarik wisata petik buah stroberi di Desa Pandanrejo dapat di lakukan setiap hari termasuk malam hari. Ini karena pada bulan Juli dan Agustus Stroberi pada masa panen raya buah musiman.

“Tetapi kami warga masyarakat Pandanrejo ingin membuat buah musiman ini menjadi buah sepanjang masa yang dapat selalu dinikmati kesegaran setiap saat,” ungkapnya.

Sementara, Ninil Rima warga asal Wagir Kabupaten Malang mengatakan sengaja kesini untuk berlibur menikmati sejuknya Kota Batu. Dan mengajak buah hatinya untuk memetik langsung ke kebunnya.

“Sekalian liburan. Karena anak saya suka dengan buah ini. Di rumah juga menanamnya, ya cuma satu hingga tiga pohon saja” ungkapnya.

Perlu diketahui, selain bisa membawa stroberi pengunjung juga bisa membeli bibit buah stroberi dalam polibag yang banyak dijual oleh masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang ingin menyantap stroberi segar langsung dari kebunnya dapat berkunjung langsung ke Desa Pandanrejo dan bisa menghubungi Pokdarwis yang ada.

Jika bingung, langsung saja datang ke kantor Kecamatan Bumiaji, pegawai kecamatan sudah terlatih untuk memberikan informasi terkait wisata di Pandanrejo. Dan pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu untuk menikmatinya

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, menjelaskan, beberapa destinasi tersebut akan terus dikembangkan untuk diikutkan sebagai wakil Kota Batu di ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

Apalagi, pada tahun sebelumnya Kecamatan Bumiaji telah meraih juara ketiga kategori daya tarik wisata budaya dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

“Khusus untuk Lumbung Stroberi atau petik stroberi wisatawan bisa menikmati wisata edukasi. Mulai dari proses penanaman, panen, dan juga pengolahan produk,” ujarnya.
.(Hmz/Aka)

Menikmati Keindahan Alam dan Wahana di Taman Wisata Selecta

Keseruan bermain di Taman Wisata Selecta. (Toski)
Keseruan bermain di Taman Wisata Selecta. (Toski)

MALANGVOICE – Kota Batu memiliki bermacam-macam tempat wisata, baik tempat wisata alam maupun buatan. Hal ini menunjukkan jika Kota Batu cocok disebut kota wisata.

Jadi untuk masyarakat yang ingin berkunjung untuk tamasya di wilayah Kota Batu dapat memilih dan menikmati keindahan yang jarang ditemukan di tempat lain. Seperti Taman Wisata Selecta.

Wahana di Taman Wisata Selecta. (Toski)
Wahana di Taman Wisata Selecta. (Toski)

Di Taman Wisata Selecta ini memang sudah terkenal sejak zaman dahulu, namun hingga saat ini mampu bersaing untuk memberikan kepuasan pada keluarga yang ingin berekreasi ketempat tersebut.

Karena di tempat Wisata Selecta yang terletak sekitar sekitar dua puluh kilometer dari pusat Kota Batu ini memiliki sebuah taman bunga yang sangat luas dan menjadi salah satu tempat favorit untuk bersama keluarga.

Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan adanya fasilitas-fasilitas yang bisa digunakan untuk bersantai atau berfoto. Seperti kolam renang, pengunjung dapat menikmati dinginnya air pegunungan yang terkenal dengan kesejukan alamnya.

Bahkan, di tempat wisata Selecta ini memiliki dua buah kolam renang yang dapat digunakan untuk mengetes seberapa tahannya tubuh anda dari dinginnya air pegunungan.

Apalagi, di kedua kolam renang tersebut juga diberi tempat untuk berseluncur bagi para pengunjung yang ingin memacu adrenalin. Hal ini juga diungkapkan salah satu pengunjung asli Kota Malang, Galuh Ayu.

Menurut Galuh, di tempat wisata Selecta ini ada dua wahana yang memacu adrenalin, yaitu selain seluncuran yang memiliki panjang kurang lebih dua puluh meter dengan ketinggian kurang lebih sepuluh meter, juga ada wahana flying fox, dan Dragon yang dapat digunakan untuk menantang adrenalin Anda.

“Seluncuran tersebut dapat dinikmati secara bebas. Tapi, untuk anak-anak juga ada kok, pokoknya seru,” ungkapnya.

Di tempat wisata Selecta ini, selain tiga wahana di atas, juga terdapat fasilitas lainnya, seperti taman air yang terletak di belakang kolam renang utama yang khusus dibuat untuk seluruh anggota keluarga.

Akan tetapi, jika pengunjung yang enggan bermain air, Taman Wisata Selecta juga menyediakan banyak tempat yang bisa anda gunakan untuk menenangkan pikiran.

Seperti, taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga, dan sepeda udara di mana anda bisa mengelilingi Taman Wisata Selecta dari atas sehingga Anda bisa melihat seluruh taman.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, menjelaskan, beberapa destinasi tersebut akan terus dikembangkan untuk diikutkan sebagai wakil Kota Batu di ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

Apalagi, Taman Rekreasi Selecta tak hanya menawarkan taman bunga, pemandian dan beberapa wahana permainannya saja. Tapi di sana juga ada bangunan yang memiliki nilai sejarah.

“Satu di antara contohnya yakni peninggalan sejarah Hotel Bima Shakti di Selecta yang menjadi tempat Presiden Soekarno mengambil keputusan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun sebelumnya Kecamatan Bumiaji telah meraih juara ketiga kategori daya tarik wisata budaya dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

Menurutnya, selain potensi alam yang mampu digali. Faktor sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif juga jadi pertimbangan. Karena dengan begitu akan mampu menarik wisatawan untuk datang dan secara otomatis meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
(Der/Aka)

Kafe Ubi Kota Batu, Suguhkan Nuansa Tempo Dulu

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

0MALANGVOICE – Sejarah menyebutkan ubi pernah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia saat mengalami masa sulit di zaman penjajahan dahulu. Di beberapa daerah ubi sempat menjadi bahan makanan pokok pengganti nasi. Meski demikian saat diolah oleh tangan trampil, ubi bisa berubah menjadi camilan enak dan sehat.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini saat berada di dapur kafe (Foto: Ayun/MVoice)

Kreativitas terbukti menjadi hal penting dalam pengembangan wisata kuliner. Itulah yang ditempuh oleh warga Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Ya, di Kafe Ubi yang berada di tengah sawah jalan satu arah menuju Coban Lanang, Kota Batu. Ubi disajikan begitu menggoda selera ketika mata menelusuri buku daftar menunya.

Kafe ini dikenal dengan suguhan makanan ala petani. Salah satunya ketela rambat yang direbus dan disuguhkan hangat-hangat. Karena itu, nama kafe ini bernama ‘Kafe Ubi’.

Menariknya di Kafe Ubi ini semua makanan dimasak tidak menggunakan kompor gas, melainkan tungku. Selain itu, pengunjung juga bisa mengambil makanan sendiri di dapur kafe ini layaknya rumah sendiri.

Pemilik Kafe Ubi, Suhartini (43) mengatakan kafe ini baru buka sekitar dua minggu. Dan ini untuk melestarikan makanan ketela yang ditanam petani di Desa Pandanrejo.

“Ya, karena sekarang keadaan ubi ini sudah berkurang. Karena itu, kami utamakan makanan itu jadi khas di kafe ini,” bebernya saat ditemui MVoice

“Selain itu juga mengenalkan ke anak-anak yang sudah jarang mengetahui makanan yang termasuk ke dalam Polo Pendem ini,” sambungnya.

Selain ubi, juga ada makanan rumahan seperti lauk ikan pindang, sayur pedas, sayur tewel, tempe tahu, telor, dan lainnya.

Harganya pun sangat terjangkau, untuk makanan berat paket menu sawah hanya Rp 7000 rupiah. Dengan tambahan menu masing-masing antara Rp 1500 – Rp 5000 rupiah. Sementara, kafe ini buka sejak pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB.

Sementara itu, Lidsya Rizky pengunjung asal Pujon merasa kembali nuansa tempo dulu. Lantaran suasana yang begitu asri dan jauh dari suara kendaraan membuat tempat ini dipilihnya.

“Awalnya saya mau ke Coban Lanang. Tapi, begitu melihat kafe ini jadi mampir. Cuma ya maklum sih baru buka jadi kalau mau parkir rada sulit,” ungkapnya.(Hmz/Aka)

Ingin Nongkrong dengan Konsep Barang Bekas? Ini Tempatnya

Pengunjung saat asik berswafoto di Retrorika Cafe Bar & Resto, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Berkonsep recycle reuse, Retrorika Cafe Bar & Resto menyajikan nuansa berbeda dan unik di antara kafe yang ada di Kota Batu. Sembari bersantai, pengunjung bisa menikmati suasana dan pemandangan Kota Apel.

Ya, kafe ini terletak di Desa Bumiaji, Kota Batu. Hampir 90 persen bahan interior dan eksterior penghias kafe ini dari barang bekas. Tak heran jika kafe ini menjadi perhatian khusus kalangan anak muda. Lantaran kafe ini mengusung konsep green house dan eco-friendly.

Owner Retrorika Cafe Bar & Resto, Swiss Winnasis mengatakan jika awalnya hanya sekadar hobi mengoleksi barang-barang bekas. Ia tak pernah merasa gengsi untuk mengumpulkan barang bekas dari rongsokan.

“Retrorika sengaja saya konsep ramah lingkungan. Baik dari bangunan hingga pengolahan limbah sampahnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kafe ini merupakan satu-satunya kafe yang memiliki konsep ramah lingkungan atau Eco-Friendly. Sehingga, mulai dari bahan bangunan hingga cara pengolahan limbah dapur sangat ramah lingkungan.

Selain tempat nongkrong, Retrorika Cafe Bar & Resto juga memiliki ratusan koleksi tanaman sukulen berbagai jenis. Sehingga menjadikan kafe ini menjadi satu-satunya kafe di Indonesia yang memamerkan koleksi tanaman sukulen berbagai jenis

Tak hanya itu saja, di dalam kafe juga terdapat perpustakaan mini. Buku-buku di sana tertata rapi di lesung bekas.

Buku-buku itu juga merupakan koleksi pribadi milik Swiss. Tanaman yang ada di sana tidak hanya sekadar dijadikan pajangan saja, namun juga dijual.

Lokasi kafe itu adalah rumah tinggalnya. Sampai sekarang Swiss sangat menerima jika ada yang menghibahkan barang bekas kepada dirinya.

“Untuk menu makanannya juga masih tradisional, semua makanan dimasak fresh. Tidak ada makanan yang disimpan di dalam freezer,” bebernya.

Tidak hanya ornament nya yang dari barang bekas, bahkan sampahnya juga dimanfaatkan untuk peternak. Jika ada sampah plastik, diberikan ke bank sampah. Sementra sampah dapur diberikan ke peternak bebek.

Kafe ini buka sejak pagi pukul 10.00 WB – 23.00 WIB. Diketahui, Swiss hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mempersiapkan semua ini.

Ella Sani (23) pengunjung asal Lumajang menyatakan suka dengan kafe ini. Dikatakannya, selama kurang lebih satu jam di sana ia menghabiskan waktu hanya untuk berswafoto.

“Awalnya penasaran, karena saya tau di Instagram teman-teman pada foto di kafe ini. Ternyata keren banget dan sangat instagramable,” tutupnya.(Hmz/Aka)

Mau Bercengkrama Asik? Yuk Wisata ke Goa Pandawa Kota Batu

Taman Puncak Goa Pandawa di Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Destinasi wisata di Kota Batu kini semakin beragam dengan adanya desa wisata Taman Goa Pandawa. Di sana pengunjung bisa menjelajahinya sembari menikmati alam perbukitan berhawa sejuk.

Taman Puncak Goa Pandawa merupakan objek wisata baru di kawasan Gunung Banyak, Kota Batu. Tak mau kalah dengan tetangganya yakni Taman Langit objek wisata di kaki gunung ini menawarkan sensasi bercengkrama dengan patung raksasa.

Patung ini menjadi objek utama di Taman Puncak Goa Pandawa. Patung berukuran sangat besar menyerupai raksasa tersebut menjadi spot berswafoto di tempat tersebut. Meski baru, patung tersebut sudah hits menghiasi timeline media sosial berkat pengunjung yang mengunggahnya.

Aldy (27) pengunjung asal Lamongan mengaku penasaran dengan Wana Wisata Goa Pandawa. Awalnya, ia mengira jika itu merupakan spot di Taman Langit. Namun ternyata, patung raksasa tersebut merupakan spot di Taman Puncak Goa Pandawa.

“Penasaran, karena saya melihat di Instagram bagus sekali. Jadi, menyempatkan main ke sini. Awalnya saya mengira jika ini spot foto di Taman Langit,” ujar mahasiswa semester 4 itu.

Terbuat dari kayu, patung raksasa tersebut tingginya sekitar 15 meter. Bentuknya menyerupai sosok raksasa sedang duduk santai. Bagian tangannya dibentuk menyerupai tangan orang yang sedang terbuka. Di sana pengunjung bisa berfoto di atas tangan patung raksasa tersebut seakan-akan sedang berada di atas telapak tangan raksasa.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan dengan terobosan baru yang bakal dilakukan yakni menyediakan mobil wisata. Mobil wisata ini rencananya akan disuguhkan kepada wisatawan luar daerah maupun warga Kota Batu.

“Kami berupaya untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Kota Batu untuk wisatawan. Dan kami ingin mempermudah adanya mobil wisata,” ungkapnya.

Dikatakannya nanti mobil wisata bakal mengantarkan wisatawan ke desa-desa wisata. Seperti ke Goa Pinus dan Goa Pandawa di Desa Gunungsari. Selain itu ke Kampung Ekologi di Kelurahan Temas, Coban Rais dan Batu Flower Garden di Desa Oro-Oro Ombo, maupun beragam desa wisata lain di Kota Batu.

“Ya nanti mereka akan mengantar ke destinasi desa wisata itu. Tapi tidak dalam waktu dekat ini untuk merealisasikan program ini,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Sajikan Aneka Kuliner Tradisional, Pasar Barongan Ajak Warga Bernostalgia

Warga tampak asik berbelanja kuliner khas tempo dulu di Pasar Barongan Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Nuansa tradisional dan tempo dulu begitu terasa di Pasar Barongan Desa Bumiaji, Kota Batu. Aneka kuliner dan beragam kudapan khas tradisional disajikan pada Minggu (23/6).

Semua kudapannya disajikan dalam wadah unik. Seperti tampah berbahan anyaman bambu. Ada juga yang dibungkus dengan daun pisang.

Sehingga, kesan tempo dulu di pasar yang berada dibawah kerindangan rumpun bambu atau barongan itu. Apalagi, pasar Barongan yang berlangsung selama satu hari itu juga mendukung gerakan nol plastik.

Menariknya, warga yang membeli harus dengan mata uang dari tanah liat. Meski begitu, warga yang ingin membeli tak perlu khawatir. Begitu sudah masuk, petugas pintu masuk akan memberikan tiga koin uang pecahan 2K, 5K, dan 10K

Diketahui, harga per item makanan dan minuman yang dijual pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti gado-gado yang dipatok dengan harga 10K dan dawet harganya 5K.

Adanya pasar Barongan tersebut pun menggugah masyarakat. Baik mereka yang penasaran atau ingin mengenang masa tempo dahulu. Seperti yang dirasakan Sania Oky Samudra warga Kelurahan Temas, Kota Batu itu.

“Jadi ikut merasakan kalau mau beli makanan dan minuman itu pakai uang itu. Apalagi, wadahnya juga menggunakan besek. Serasa zaman dulu,” ungkapnya sambil tertawa.

“Terus, ditambah para penjualnya yang rata-rata mengenakan kebaya. Kesan tempo dulunya jadi sangat kental dan begitu terasa,” sambungnya.

Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan mengatakan Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi.

“Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” ujar mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji ke masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini bertujuan menciptakan kepedulian dalam melestarikan berbagai potensi yang ada di Desa Bumiaji. (Hmz/Ulm)

5 Destinasi Wisata Pantai Kabupaten Malang yang Romantis

Pesona Pantai Teluk Asmara. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malang kini terkenal dengan banyak lokasi wisata yang menarik karena keindahan alamnya. Salah satunya adalah pantai.

Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk mengisi waktu luang libur Lebaran, kali ini MVoice telah merangkum beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Malang yang mempesona nan romantis.

1. Pantai Banyu Meneng

Destinasi Pantai Banyu Meneng memiliki ombak cukup tenang, sehingga aman untuk digunakan berenang. Bahkan, Anda dapat mengabadikan momen Anda dengan keluarga, teman atau kekasih tanpa perlu khawatir ombak.

Lokasi pantai ini terletak di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

2. Pantai Sendiki

Pantai ini punya pasir putih yang menggoda dan lanskap yang mempesona. Hanya saja akses menuju lokasi ini masih sulit dilalui. Namun, saat tiba di lokasi, Anda akan disuguhkan dengan beberapa spot foto hingga rumah pohon yang akan menjadikan foto Anda instagramable banget.

3. Pantai Watu Leter

Pantai ini berada persis di sebelah Pantai Gua China. Nama pantai ini adalah Pantai Watu Leter yang berada di desa Sitiarjo, kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Selain ombak tenang dan aman untuk berswafoto, Anda juga dapat menyaksikan penyu bertelur, namun jika Anda beruntung ya.

4. Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung memang tak asing bagi warga Malang. Pantai yang memiliki ombak besar ini memang tidak ramah untuk dicumbui dengan cara berenang. Namun Anda dapat menikmati keindahan lanskap visual yang mempesona di kawasan ini. Tak sedikit pula para remaja berkemping di pantai ini, dikarenakan pantai ini punya sunset yang indah.

5. Pantai Teluk Asmara

Terakhir adalah Pantai Teluk Asmara, meski akses sulit seperti Pantai Sendiki, namun pantai ini menawarkan banyak keindahan saat Anda sampai di anak tangga.

Saat akan menuruni bukit, nampak terlihat pantai ini sedikit mirip dengan Raja Ampat Papua. Nah, di bukit ini Anda bisa berswafoto untuk mengabadikan momen Anda. Ombak yang tenang pun dapat membuat Anda berjelajah ke karang-karang pinggir pantai.(Der/Aka)

Menyusuri Dunia Sihir Harry Poter di Kota Batu

Salah satu pengunjung sedang asyik berswafoto mengenakan kostum lengkap Harry Potter di wana wisata The Legend Stars Park (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Hadirnya wahana wisata ‘Diagon Alley’ di Jatim Park 3 menambah varian destinasi wisata baru di Kota Batu. Wahana tersebut menyajikan visualisasi perkampungan para penyihir yang ada dalam sekuel film Harry Potter.

Operational Manager The Legend Stars Park, Tossy Kusdianto mengungkapkan hadirnya wahana ini merupakan adopsi dari film adaptasi karya novel J.K Rowling.

“Ya, karena penggemar Harry Potter dinilai cukup banyak. Sehingga Diagon Alley yang dulu hanya ada di alam khayal, kini benar-benar kami hadirkan di dunia nyata,” ujarnya.

Di lokasi itu, cukup merogoh kocek Rp 50 ribu pengunjung bisa mendapatkan kostum lengkap mulai jubah, topi hingga tongkat penyihir ala Harry Potter. Kemudian, pengunjung juga akan dibawa berpetualang ke dalam delapan zona sihir.

Tossy menambahkan, dalam waktu dekat ia juga akan menambahkan properti naga dan sensor yang dapat digunakan wisatawan untuk menyihir objek. Sensor ini akan menggerakkan properti seperti naga kala wisatawan menggerakkan tongkatnya.

“Nantinya semua yang ada di dalam itu akan bergerak. Seperti naga kemudian miniatur semuanya akan bergerak. Termasuk akan ada smoke dan api,” sambungnya.

Tak hanya itu, wahana yang berdiri di atas tanah seluas 300 meter itu juga bakal dilengkapi sebuah cermin sihir. Ketika berkaca, pengunjung akan melihat tubuh yang bukan dirinya.

Salah satu pengunjung asal Sidoarjo Novia Fitriani (24) tampak asik berswafoto di jalan fiksi Diagon Alley yang mirip dengan lingkungan tempat tinggal sekuel mengaku senang lantaran bisa merasakan dunia sihir yang ada di film.

“Saya bisa betul-betul merasakan dunia sihir mulai di dalam kereta khas sekuel Harry Potter hingga ruang makan bermeja panjang yang persis seperti di Hogwarts,” tutupnya. (Der/Ulm)

Bingung Mau Liburan? Ini Dia 3 Wisata Petik Buah Paling Asik di Kota Batu

Salah satu wisata petik Jambu Kristal yang ada di Desa Bumiaji, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat menarik berupa objek wisata petik. Dari wisata petik apel, strawbery, jambu kristal hingga petik mawar.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menikmati buah-buahan dari beragam jenis. Simak tiga wisata petik buah di bawah ini dan masukkan dalam daftar liburan lebaranmu jika berkunjung Wisake Kota Batu.

1. Petik Apel

Sesuai namanya yang berarti kebun apel. Di sini wisatawan bebas memetik buah apel yang diinginkan.

Nah, jika Anda tertarik membeli apel sekaligus memetik langsung di kebunnya, wisatawan bisa langsung datang ke Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Di sana nanti ada Bebe Raos yang menyajikan khusus area petik apel. Kemudian, untuk satu kali petik pengunjung dikenakan tarif Rp 20 ribu, dan itu sudah bebas makan apel sepuasnya di lokasi.

2. Petik Jambu Kristal

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Batu. Lantaran, jambu tersebut memiliki ciri khas daging buah yang tebal dan biji sedikit. Tekstur dagingnya juga renyah dengan rasa manis. Sehingga kelebihan itu membuat jambu kristal diminati warga lokal hingga wisatawan domestik.

Nah, bagi wisatawan yang tertarik bisa datang ke Desa Bumiaji. Tiket masuk wisata ini cukup merogoh kocek Rp 15 ribu saja pengunjung bebas petik dan makan sepuasnya. Namun, untuk membawa pulang jambu ini harus membayar per kilogramnya Rp 15 ribu.

3. Petik Strawbery

Salah satu komoditas buah yang banyak menjadi incaran para wisatawan di Kota Batu ini adalah strawbery. Di seputaran Kota Batu selain petani apel juga terdapat wisata petik strawbery yang menawarkan wisata petik sendiri.

Salah satu kebun petik strawbery yang sering dikunjungi wisatawan adalah di Desa Pandanrejo Kota Batu.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata tersebut cukup datang dan menghubungi pengelola BUMDes Raharjo, Desa Pandanrejo.

Tarif yang dipatok untuk pengunjung yakni di kisaran Rp 25 ribu per orang dan sudah termasuk membawa stroberi pulang untuk dinikmati di rumah.(Hmz/Aka)

Komunitas