Kontainer Disulap Menjadi Hotel Bernuansa Jepang

Kontena Hotel yang dibalut dengan nuansa Jepang, (MG2).

MALANGVOICE – Kontainer secara umum diketahui oleh masyarakat sebagai kotak pengangkut barang. Uniknya kali ini bukan lagi digunakan untuk fungsi umum, tapi kontainer itu dijadikan sebagai kamar hotel.

Kontena Hotel Kota Batu dibangun sejak tahun 2019 lalu dengan tambahan tema bernuansa Jepang sanggup memanjakan mata para pengunjung.

“Kami mengubah kontainer atau box besi menjadi hunian yang estetic dengan kamar bertema Japanese,” ujar Winda Setya, Public Relation Kontena hotel.

Didukung dengan lokasi-lokasi layaknya berada di Jepang, menjadi spot foto Instagrameble.

Suasana menjadi lengkap karena lokasinya berada di daerah yang memiliki udara sejuk, didampingi suasana alam nan asri. Belum lagi ditemani warna-warni taman yang ada di depan pintu kamar hotel.

“Setiap membuka pintu kamar hotel, pengunjung akan menemui taman yang sengaja kita suguhkan. Jadi ada lorong taman juga,” tuturnya.

Untuk fasilitas yang disediakan Kontena Hotel Kota Batu juga cukup beragam, mulai dari restauran, mini market, kolam renang lengkap dengan mini waterboom hingga Playground.

“Kalau mau berwisata, disini juga dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, Museum Angkut, BNS dan Alun alun Kota Batu,” tandasnya.(der)

Jembatan Kaca Kampung Warna-Warni Punya Daya Tarik Bagi Wisatawan

Jembatan kaca yang ada di Kampung Warna-Warni, Jodipan, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Kampung Warna-Warni merupakan salah satu tempat unik yang bisa dimasukkan ke dalam daftar tempat kunjungan bagi wisatawan yang berada di Kota Malang.

Hal itu terlihat dari banyaknya lokasi menarik yang bisa digunakan sebagai spot foto untuk mengisi galeri di media sosial (medsos) Instagram.

Apalagi perkampungan yang terletak di Kelurahan Jodipan itu, memiliki cukup banyak daya tarik mulai dari rumah-rumah yang terhias dengan beraneka ragam warna cat, hiasan mural hingga bermacam-macam ornamen yang tersebar di setiap sudut kampung.

Ketua RW 2 Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan salah satu tempat yang menjadi favorit wisatawan untuk berswafoto adalah jembatan kaca.

“Di sini (kampung warna-warni) spot fotonya banyak, yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan kaca. Orang-orang penasaran dengan itu,” ujarnya.

Dikatakan, alasan jembatan yang kabarnya mampu menahan beban 50 orang dengan berat total 250 Kg di atasnya sangat diminati, karena banyak yang penasaran sebelumnya.

“Banyak yang penasaran. Hingga ada yang menganggap jembatan kaca itu mirip dengan jembatan kaca yang berada di Zhangjiajie, China,” tuturnya.

Kampung Warna-Warni Jodipan buka setiap hari mulai pagi hingga sore, dengan tarif retribusi sebesar Rp 5 ribu untuk segala usia.

Sebagai informasi, kampung warna warni pertama muncul dari pelaksanaan program pemerintah Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang bertujuan untuk mengubah kampung yang sebelumnya kumuh menjadi lebih bagus dan memiliki daya tarik tersendiri.(der)

Rasa Konsisten Sejak 1959, Es Tanimbar Andalkan Resep Turun-Temurun

Joni (kiri) menyajikan es Santan yang legendaris, (MG2).

MALANGVOICE – Salah Satu minuman yang cukup dikenal warga Kota Malang adalah Es Santan. Meski hanya berada di pinggir jalan Tanimbar tepatnya di samping SMKN 4 Kota Malang, tapi es ini selalu laris diburu pembeli.

Minuman yang ada dan dijalankan secara turun temurun sejak Tahun 1959 ini memiliki berbagai macam julukan mulai dari mengadopsi nama Jalan, menjadi Es Tanimbar, hingga disebut juga dengan Es Blackpink serta Es Grafika.

Menurut penjual es santan ketan hitam, Joni Purnomo, awal mula orang tuanya berjualan masih berkeliling menggunakan gerobak, lalu pada tahun 1998 menetap di Jalan Tanimbar hingga saat ini.

“Berjualan es sudah sejak awalnya tahun 1959, kemudian berada di sini (Jalan Tanimbar) sejak tahun 1998,” ujarnya.

Es santan ketan hitam ini memiliki komposisi tape, cendol, roti yang ditutup dengan siraman sirup merah di atasnya.

Uniknya, es tersebut tidak menggunakan es batu, melainkan air santan yang telah beku.

Joni, mengatakan, untuk beberapa bahan baku yang digunakan untuk es itu dibuat sendiri. Hal itu dikatakannya guna mempertahankan cita rasa yang telah dimiliki.

“Kami pakai santan sama es serut aja. Tapi di sini yang bikin spesial itu santan, cendol, tape, dan sirup itu kami bikin sendiri semuanya,” tuturnya.

Dalam satu hari Joni mampu menjual antara 400 hingga 600 gelas es santan ketan hitam. Dengan membanderol satu gelasnya seharga Rp 5 ribu.

Dirinya menambahkan, salah satu alasan bisa tetap ramai pembeli adalah memberikan pelayanan terbaik dan konsisten pada cita rasa yang dimiliki.

“Konsisten untuk rasa dan pelayanan yang membedakan itu dari segi tanggap dan kecepatan dalam melayani,” tandasnya.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Empat Manfaat Mengonsumsi Jamur Merang Sangat Cocok untuk Menu Sahur dan Buka Puasa

Salah satu olahan jamur tiram dengan masakan tumis. (Foto: resepjamurnusantara.web.app)

MALANGVOICE – Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini dengan jamur merang, sementara nama latinnya adalah
Volvariella vovacea. Sulit di lidah untuk mengucapkan namun lezat saat berubah jadi masakan.

Tanaman yang tergolong jamur-jamuran ini sangat populer sebagai bahan santapan di segala musim karena biasa disuguhkan dalam bentuk sup yang hangat. Hmmm…, cocok buat sahur atau menu berbuka puasa.

Tak jarang pula olahan jamur merang ini dikombinasikan dengan saus di atas steak atau sayur kukus, hingga tumisan yang pastinya menggugah selera untuk segera dinikmati.

Untuk mendapatkan yang sudah dipetik, kita bisa menemukan di pasar tradisional atau pasar swalayan dalam bentuk segar dan kalengan karena jamur merang tidak membutuhkan cara pengolahan tertentu.

Sebelum diolah jadi masakan, jamur merang dalam bentuk kalengan cukup dibilas dengan air matang. Cuma itu, baru kemudian diolah sebagai bahan masakan.

Sebaliknya jika membeli dari petani langsung, tidak terlalu susah sebelum diolah. Dipotong saja semua area berwarna gelap dengan pisau kemudian bilas dengan air mengalir.

Kenyal saat dikunyah, lezat dan kaya nutrisi, jamur merang salah satu jenis bahan makanan yang sering diolah. Selain teksturnya yang unik, kelezatannya dianggap mampu menyaingi citarasa daging. Belum lagi manfaatnya bagi kesehatan.

Disebut dengan jamur merang karena media tanamnya berupa merang atau sekam padi. Jamur ini dapat dikenali dari bentuknya yang bulat kecil dengan tudung berwarna cokelat muda.

Selain cocok untuk berbagai masakan ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan, empat di antaranya adalah:

1. Mencegah Penyakit Jantung
Bentuknya memang mungil, tapi jangan sekali-kali meremehkan, karena jamur merang ini memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi seperti kalium dan zat tembaga.

Seperti kita ketahui, kalium berfungsi membantu menjaga pembuluh darah dalam tubuh, sedangkan zat tembaga memiliki kemampuan antibakteri. Kedua nutrisi ini dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, terutama yang diakibatkan oleh naiknya kolesterol dalam darah.

2. Menjaga Kekuatan Tulang
Selama ini kita menganggap kalsium hanya bisa didapatkan dari susu dan produk olahannya. Lalu bagaimana dengan yang biasa mengonsumsi asupan vegetarian? Jamur meranglah jawabnya karena memiliki kadar kalsium dan vitamin D yang cukup tinggi sehingga membantu memperkuat tulang dalam tubuh.

3.Mencegah Kanker
Manfaat jamur merang lainnya adalah mengandung selenium yang banyak diburu orang karena berkhasiat mencegah kanker. Beta d-glucan dan lectin yang ada dalam jamur merang disebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker prostat dan leukemia.

4.Tinggi Antioksidan
Bagi masyarakat di wilayah perkotaan yang dikepung radikal bebas dari polusi di sekelilingnya antioksidan menjadi istilah kesehatan yang makin populer. Untuk mendapatkan antioksidan, cukup mengonsumsi jamur merang.

Kandungan selenium di dalam jamur merang memiliki fungsi yang sama dengan flavonoid yakni mencegah radikal bebas dari asap kendaraan, makanan yang berlemak tinggi, atau radiasi elektromagnetik berisiko memicu gangguan kesehatan.(end)

Hotel Tugu Malang Sajikan Suasana Berbuka Puasa yang Berbeda

Suasana yang diberikan untuk menemani bukber di Hotel Tugu Kota Malang, (Ist).

MALANGVOICE – Menyambut Bulan Ramadan 1442 hijriah, yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun kolega kerja, adalah momen Buka Bersama (bukber).

Tentu saja pastinya mencari lokasi yang tepat dan menu yang nikmat agar suasana berbuka puasa bisa semakin hangat.

Dari situ, Hotel Tugu Malang kini telah menyediakan rangkaian penawaran paket istimewa yang mereka sebut ‘Ifthar Under The Star At The Sahara’ sebagai opsi menikmati momen bukber.

Dalam paket pengantar Idul Fitri ini telah disediakan beragam kuliner yang dihidangkan dua restoran yakni Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Untuk aneka menu spesial yang disediakan Melati restaurant berasal dari makanan khas Kelantan, Malaysia mulai dari hidangan pembuka yang segar dan manis.

“Salah satunya, Es Kurma Kacang Merah yang berisikan kurma, kacang merah, jelly seaweed, jagung manis, kolang-kaling, gula merah yang disiram dengan air kelapa muda yang segar,” papar Budi Sesario Saputro selaku media relation Hotel Tugu Malang, Jumat (9/4).

Sedangkan untuk hidangan utama tersedia Nasi Kerabu Kelantan spesial dengan warna biru yang tentu menarik perhatian.

“Nasi yang sudah diwarna juga dimasak menggunakan resep dengan campuran rempah istimewa yang didampingi dengan ayam bumbu, potongan daging sapi nan empuk, telur asin, ikan goreng, kerupuk ikan, dan sambal,” ujarnya.

Ada juga Chicken Curry kelantan yang menggunakan resep kare khas kelantan dan juga berbagai macam hidangan khas Kelantan.

“Selain itu tak ketinggalan juga UND Corner yang menyediakan berbagai hantaran lebaran yang dihias cantik untuk dikirim ke orang terkasih,” imbuhnya.

Untuk view yang disediakan juga tidak kalah menarik, telah disediakan tempat dengan suasana timur tengah di salah satu venue semi outdoor eksklusif.

“The Sahara Hotel Tugu Malang. Dengan lampu gantung yang elegant di Kubah Sahara bak tenda yang berdiri megah di tengah gurun, tamu akan dibawa serasa masuk ke kisah  1001 malam,” tandasnya.(end)

Disparta Kota Batu Gelar Sambang mBatu, Bukti Pariwisata dan Kesenian Bangkit

Jaran Kepang dan Bantengan di Sendra Tari Arjuna Wiweha. (Aan)

MALANGVOICE – Geliat pariwisata dan kesenian di Kota Batu kembali bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan pagelaran yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu dengan tajuk Samgang mBatu, Sabtu (03/04).

Pagelaran itu dilaksanakan di panggung pertunjukan Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir Kota Batu. Beberapa pertunjukan kesenian tradisional dipertunjukan dalam pagelaran itu.

Mulai dari Jaran Kepang, Bantengan, Tari Sando asli Kota Batu, dan tari tradisional lainnya. Tak tanggung-tanggung, para pengunjung datang dengan membawa enam bus pariwisata.

Para pengunjung itu datang jauh-jauh dari Lamongan, Surabaya dan Jawa Tengah seperti Yogyakarta dan Solo. Kedatangan mereka terpuaskan dengan pertunjukan yang memukau serta tempat pertunjukan dengan background gunung Arjuna yang memesona.

“Tempat pertunjukannya bagus, masih terlihat sawah-sawah di belakangnya. Juga Gunung Arjunanya keren, cocok dibuat pertunjukan seperti ini,” jelas Ucok wisatawan asal Solo.

Tari Sando. (Aan)

Ia merasa Sendra Tari Arjuna Wiwaha merupakan tempat pertunjukan yang keren. Ia berharap semakin banyak pertunjukan yang keren ditampilkan di tempat itu.

“Semoga nanti kalau ada kesempatan kesini lagi ada pertunjukan yang lebih keren lagi. Ini sudah keren sih, tapi kalau kesini lagi pertunjukannya sama kan bosan,” jelasnya sambil terkekeh.

Sementara itu Kepala Disparta, Arief As Siddiq mengatakan pertunjukan ini memeliki beberapa tujuan. Antara lain mewujudkan eksistensi jati diri Kota Batu melalui seni budaya.

Juga sebagai daya tarik wisata yang aman sehat, bersih dan lestari. Tak hanya itu, tujuannya juga untuk membangun dan melestarikan seni budaya Kota Batu untuk generasi masa depan yang mengkilat dan berkarakter.

“Dari event ini, saya berharap kegiatan seni di Kota Batu supaya tetap bisa eksis dengan Prokes yang ketat. Pada gilirannya nanti, saya berharap  perekonomian bisa kembali normal seperti sebelum pandemi,” tandasnya.(der)

Peringati Hari Jadi ke-10 ASIDEWI Kembali Keliling Nusantara

Tim Ekspedisi ASIDEWI yang telah memberikan prasasti, (Ist).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Jadi ke-10 Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) kembali melakukan Kegiatan Keliling Nusantara dengan tema ASIDEWI Celebrating Anniversary 10 Tahun “Desa Wisata Bangkit”.

Memulai perjalanan awal, Tim ASIDEWI memilih pulau Sumatera guna menginisiasi beberapa desa wisata baru. Meliputi Desa Pandan di Kabupaten Seluma, Desa Embong di Kabupaten Lebong, Desa Lebong Tandai, dan rencananya bakal mengunjungi beberapa desa di Pulau Enggano di Bengkulu.

Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti Sosialisasi Konsep dan Strategi Pembangunan Desa melalui Pengembangan desa Wisata kepada seluruh masyarakat dan stakeholder desa.

Kemudian, melakukan pemetaan partisipasi potensi lokal bersama warga desa dengan tujuan untuk menemukan dan mengenali potensi utama yang dapat dikembangkan nanti tanpa menunggu pembiayaan dari DD/ADD.

Selanjutnya pembentukan struktur kelembagaan yang melibatkan seluruh unsur kelompok desa, melakukan pelatihan SDM dan Sistem tata kelola desa wisata dan terakhir pelatihan penyusunan manajemen homsetay.

Selain itu, Tim ASIDEWI juga mengunjungi dua desa wisata yang telah mendapatkan pelatihan di tahun sebelumnya yakni Desa Wisata Rindu Hati, Taba Penanjungan, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Desa Wisata Belitar Seberang, Sindang Kelingi, Kabupaten Renjang Lebong untuk melakukan monitoring dan peningkatan SDM.

Tepatnya pada Selasa (23/3) kemarin, Ketua ASIDEWI, Andi Yuwono, memberikan cendera mata berupa prasasti Kepada Kepala Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Prasasti ini sebagai bentuk kepedulian untuk kebangkitan desa-desa wisata di Indonesia, semoga dari desa wisata rindu hati akan menjadi rindu bagi siapapun yang akan pernah datang ke rindu hati,” tuturnya.

Dari penilaian dua desa Rindu Hati dan Belitar Seberang ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Terlihat dari kelembagaan yang solid, sistem tata kelola yang lebih profesional dan tingkat pendapatan yang sudah mencapai 100 juta per bulan.

Sebelumnya, Tim Ekspedisi ASIDEWI ini juga telah melakukan perjalanan pada bulan Oktober Tahun 2020 lalu, dengan tema Ekspedisi ASIDEWI Goes to Bumi Rafflesia 2020.

Dalam ekspedisi itu setidaknya sudah ada 7 desa dari 4 Kabupaten Provinsi Bengkulu, meliputi Rindu Hati di Kabupaten Bengkulu Utara, Belitar Seberang, Air Bening dan Sentral Baru di Kabupaten Rejang Lebong, Sebelat Ulu di Kabupaten Lebong, Napal Jungur dan Kungkai baru di Kabupaten Seluma.(end)

Potensi Produk Batik di Kelurahan Ngaglik, Dapat Jadi Pusat Oleh-Oleh Batik Khas Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko melihat produk UMKM Kelurahan Ngaglik. (Aan)

MALANGVOICE – Pendapa Kelurahan Ngaglik terlihat ramai dengan beragam motif batik. Terdapat beberapa stand memajang berbagai macam kain batik.

Ada juga seorang perempuan yang menggambar motif batik di tempat. Tekun dan konsentrasi ia menggoreskan cairan malam pada lembaran kain putih dengan motif dedaunan.

Banyak ibu-ibu mendatangi stand-stand itu entah sekadar melihat atau beli. Semua pengunjung disambut dengan ramah oleh pemilik stand.

Stand-stand batik itu dipamerkan dalam rangka Festival Batik di Jagongan Ngaglik. Acara itu diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Banyak Satgas Covid 19 yang mengingatkan jika orang-orang terlalu berdekatan atau tidak memakai masker.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan acara ini merupakan awal yang baik untuk penyelenggaraan acara selanjutnya. Penerapan protokol kesehatan harus dijamin dengan baik, ia menegaskan.

“Acara ini baik diselenggarakan meskipun pandemi karena patuh protokol kesehatan Covid-19. Yang harus ditingkatkan adalah kualitasnya agar bisa jadi daya tarik orang luat kota bahkan luar negeri,” jelasnya.

Dukungan dan pendampingan OPD terkait, lanjutnya, merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk peningkatan kualitas produk. Bagusnya kualitas dapat menggaet banyak pelanggan sehingga taraf ekonomi masyarakat Ngaglik meningkat.

“Perluasan pemasaran melalui ruang virtual menjadi keniscayaan. Tanpa harus bertemu bisa bertransaksi. Mari duduk bersama menyusun konsep yang bisa menciptakan daya tarik bagi masyarakat luar kota,” imbuh Dewanti.

Lurah Ngaglik, Edwin Yogaspatra Harahap mengatakan, event ini sebagai ruang menampilkan kreasi pelaku kreatif. Selama ini, para pelaku kreatif menantikan berbagai event yang sebelumnya sempat terhalang seiring adanya pemberlakuan PPKM.

Pelaksanaan kegiatan ini pun digelar dengan menerapkan SOP protokol kesehatan. Baru di Kelurahan Ngaglik yang memulai kegiatan di masa pandemi.

“Tentunya dengan SOP prokes. Ini bisa menjadi contoh agar perekonomian kembali pulih,” ujar dia.

Festival Batik ini menjadi titik awal untuk mengangkat potensi pengembangan wisata melalui produk ekonomi kreatif di Kelurahan Ngaglik. Bermodal antusias dan SDM masyarakatnya, Edwin optimistid dapat menunjang potensi pariwisata di Kelurahan Ngaglik.

Potensi ekonomi kreatif itu sebagai solusi alternatif karena di wilayah ini tak memiliki potensi alam yang menunjang dijadikan daya tarik wisata.

“Kami lihat SDM yang dimilikinya sangat luar biasa. Antusias masyarakat juga sangat tinggi. Makanya kami ingin mengangkat potensi lainnya, yang notabene Kelurahan Ngaglik tidak punya potensi alam,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, akan menyusun rencana pada semester I dan semester II 2021 untuk mendongkrak pasar ekonomi kreatif. Khususnya produksi batik dan souvenir yang dapat dijadikan ikon wisata Kota Batu.

“Kami telah konsolidasi dengan pelaku ekonomi kreatif, tokoh-tokoh masyarakat dan pak lurah. Komitmennya luar biasa menyukseskan pengembangan wisata Kelurahan Ngaglik. Semoga Ngaglik bisa jadi ikon pusat wisata ekonomi kreatif di Kota Batu,” ujar Arief.(end)