Launching Kalender Wisata 2021, Disparta Tunjukan Potensi Besar Wisata Kota Batu

ferPEmbukaan Launching Kalender Wisata 2021 oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Demi genjot kunjungan wisatawan pada tahun 2021, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu akan gelar 78 event wisata. Hal ini bisa diketahui pada kalender wisata Kota Batu yang dilaunching secara meriah di The Singhasari Resort, Kota Batu, Minggu (13/12).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa hal ini dilakukan demi menggenjot pendapatan anggatan daerah (PAD) melalui sektor pariwisata pada tahun 2021. “Targetnya sama seperti tahun 2019 yaitu Rp7,2 Miliar,” jelasnya.

Karena hantaman pandemi Covid-19 ini Kota Batu hanya mendapat PAD Rp1,2 miliar saja. Maka demi menggenjot kembali kunjungan wisatawan dan PAD Kota batu melalui sektor wisata, Pemkot menggelontorkan dana sebesar sekitar Rp7 miliar rupiah.

Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan siapa saja demi terwujudnya kalender wisata ini. “Termasuk dengan pihak Dinkes, Kepolisian, Satpol PP, TNI, untuk menjaga protokol kesehatan covid-19 agar tidak membuat klaster baru,” jelasnya.

Perlu diketahui setiap bulan dalam tahun 2021 memiliki tema-tema tersendiri yakni. Januari: Bina Sinergi Industri Pariwisata; Februari: Eksplor Promosi Pariwisata Berbasis Milenial, April; Batu Nature& Original; Mei: Gebyar Budaya dan Religi; Juni: Desa Wisata Bangkit, Desa Berdaya Kota Berjaya; Juli: Batu Internastional Flower Festival; Agustus: Kwb cycling on track; September: Great otomotif and adventure celebration; Oktober: Kwb culture festival; November:Maraton internasional dan semarak kuliner; Desember: Gemerlap Anugrah Pariwisata Kota Batu.

“Dengan adanya kalender wisata ini diharapkan bisa jadi navigasi buat wisatawan yang mau berkunjung ke Kota Batu,” jelas Arief As Siddiq. Ia mengatakan event-event itu sudah disesuaikan agar seluruh kalangan wisatawan bisa datang ke Kota Batu dengan menemukan apa yang merka cari.

Selain itu dalam acara tersebut juga ditunjukan 24 Desa Wisata Kota Batu yang bisa menjadi opsi kunjungan wisata di Kota Batu. Yakni, Desa Beji, Desa bulukerto, Desa bumiaji, Desa dadaprejo, Desa giripurno, Desa gunungsari, Desa junrejo, Desa mojorejo, Desa ngaglik, Desa orooro ombo, Desa pandanrejo, Desa pendem, Desa pesamggrahan, Desa punten, Desa sidomulyo, Desa sisir, Desa songgokerto, Desa sumberejo, Desa sumbergondo, Desa sumber Brantas, Desa temas, Desa tlekung, Desa torongrejo, Desa tulungrejo.

Yang mana setiap Desa memiliki keunikannya sendiri-sendiri dalam potensi wisatanya. “Kita memiliki potensi wisata yang besar yang sudah siap dikunjungi,” tandas Arief.(der)

Disparta Launching Kalender Event 2021, Pulihkan Kunjungan Wisatawan

MALANGVOICE – Pertama kali kalender wisata Kota Batu di-launching dengan meriah. Hal ini dilakukan Disparta sebagai strategi untuk menggenjot kunjungan wisatawan tahun 2021 yang sempat lesu di tahun ini karena hantaman pandemi covid-19.

Perhelatan launching yang meriah ini digelar di The Singhasari Resor, Kota Batu (13/12) malam sebagai pengumuman apa saja kegiatan wisata yang akan digelar Disparta Kota Batu pada tahun 2021. Ada 78 event yang akan digelar oleh Disparta pada tahun 2021.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa launching kalender wisata 2021 ini sebagai tanda bahwa Kota Batu sudah siap menyambut wisatawan kembali. Selama pandemi covid-19 Disparta banyak melakukan pembenahan dan inovasi demi menjadikan kota apel ini memang layak disebut Kota Wisata Batu.

“Saat ini kamu berfokus pembangunan wisata bertumpu pada alam. dan mengutamakan panorama keindahan alam,” jelasnya. Ia mengatakan visi pariwisata Kota Batu kali ini adalah menghadirkan lingkungan yang sehat, bersih, sejuk dan indah.

Ia berharap bahwa dengan adanya kalender ini dapat dilihat oleh wisatawan sebagai navigasi ketika ingin berlibur ke Kota Batu sudah tahu mau bersenang-senang di mana. “Saya berharap degan kalender ini wisatawan yang datang bisa nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Kemudian sambutan berganti pada Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa budaya dan wisata adalah sesuatu yang saling berkaitan dan saling mendukung.

“Membangun wisata maka membangun budaya,” tambahnya. Ia menghimbau bagi seluruh pihak untuk terlibat dalam pembangunan wisata dan buday di Kota Batu ini.

Lalu gilitan Ketua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, Sinarto menyatakan bahwa Kota Batu adalah salah satu kota jujugan wisata terbaik di Jawa Timur. “Sektor Wisata di Kota Batu diharapkan dapat memulihkan ekonomi berbasis daya saing,” jelasnya.

Ia menekan kan bahwa pada tahun 2021 banyak pihak-pihak yang sudah mulai menggenjot sektor pariwisatanya. “Maka mengedepankan daya saing yang baik dalam pembangunan pariwisata adalah sesuatu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan bahwa dengan kalender pariwisata ini semua pihak bisa merancang strategi unutk menyambut wisatawan. “Semua harus melakukan persiapan, paket, travel agen, kuliner, hingga oleh-oleh untuk menyesuaikan kalender wisata yang telah dibuat oleh Disparta Kota Batu,” kata dia.

Ia menghimbau agar semua pihak harus ikut bersinergi dalam penyesuaian kalender pariwisata ini. “Saatnya kita bangkit, kita jaring wisatawan sebanyak-banyak karena ke luar negeri tahun depan masih terbatas, ini kesempatan Kota Batu,” tandasnya.(der)

Disparta Siapkan 63 Event Wisata untuk Genjot Kunjungan Wisatawan 2021

Kepala Disparta Arief As Siddiq (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu genjot kunjungan wisata dengan siapkan 63 event di tahun 2021. Mengingat pada tahun ini kunjungan wisatawan Kota Batu anjlok perkara hantaman covid-19.

Angka kunjungan wisatawan Kota Batu di tahun 2019 lalu mencapai 7,2 juta wisatawan. Sedangkan di tahun ini kunjungan hanya jatuh pada angka 1,7 juta wisatawan.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa 63 event itu akan dilaunching 13 Desember ini dengan pembuatan kalender wisata 2021. Pada tahun 2019 hanya ada 44 event yang diselenggarakan.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk mendonhkrak kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Batu,” jelasnya. Dalam 63 event itu banyak yang merupakan turunan event yang batal pada tahun 2020.

Event yang batal antara lain Batu Street Food Festival, Festival Agraris, Apeksi dan masih banyak lagi. Tentunya juga banyak event baru seperti Festival Srabi Kelurahan Dadapreji dan Cycling On The Track yang akan diselenggarakan pada bulan agustus 2021.

Pada setiap bulannya, terdapat tema yang berbeda. Contohnya pada bulan Januari temanya lebih kepada pembinaan. Kalau di bulan Juli lebih ke bunga-bunga khas Kota Batu.

Event dengan jumlah 63 itu memakan anggran lebih daei Rp. 1 miliar. Namun 63 event itu belum termasuk event yang diselenggarakan desa.

Dengan banyaknya event itu pihaknya berharap bisa semakin mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Kota Batu di tahun 2021. Setelah dihajar pandemi pada tahun 2020 ini. Dengan target minimal bisa menyamai perolehan angka kunjungan di tahun 2019.(der)

Desa Konservasi Songgoriti, Komitmen Kota Batu pada Lingkungan Hidup

Forkopimda Kota Batu dalam Acara The Legend Of Songgoriti (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Ajang peresmian kawasan wisata Songgoriti sebagai desa konservasi dihelat dengan tajuk The Legend of Songgoriti. Acara itu digelar oleh Among Tani Foundation (ATF) di Pine Forrest Park, Songgoriti, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (13/12).

Dalam acara tersebut dilakukan penanaman 370 pohon dan pelepasan 144 burung ke alam liar. Hal itu dilakukan sebagai tanda komitmen Kota Batu terhadap kelestarian alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aris Setiawan mengatakan bahwa pihaknya mempunyai target desa konservasi tidak hanya di Songgoriti saja. Pihaknya menginginkan Songgoriti ini sebagai peletakan batu pertama kepedulian Pemkot Batu terhadap lingkungan hidup yang akan ditularkan ke desa-desa yang lain.

“Rencana selanjutnya, Desa Sumber Brantas (Kecamtan Bumiaji, Kota Batu) akan dijadikan desa konservasi,” jelasnya. Ia bercermin pada bencana alam angin puting beliung yang melanda desa itu tahun lalu.

“Itu terjadi mungkin karena kurangnya pemecah angin berupa pepohonan sehingga angin kencang bisa sampai ke pemukiman,” jelasnya. Pihaknya sudah menyiapkan 1000 pohon untuk menghijaukan Desa Sumber Brantas.

Aris mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan desa-desa di Kota Batu sebagai Desa Konservasi. Namun pihaknya memerlukan pemetaan terlebih dahulu seperti desa-desa mana saja yang langsung berpapasan dengan hutan.

“Selain menjadi desa konservasi, masyarakat juga diharapkan bisa memetik keuntungan ekonomis dari hasil alam,” jelasnya. Seperti menjadi daya tarik wisata dengan memperbaiki sarana prasarana berupa japan aspal, spot-spot, dan lain-lain.

Dengan adanya desa konservasi itu Aris mengatakan bahwa pengawasan kelestarian alam akan dilakukan oleh lembaga yang dibentuk pemerintah desa. “Mereka akan melakukan pengawasan, pelestarian, dan pemanfaatan yang langsung dibina oleh DLH,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan bahwa menjadikan Songgiriti sebagai desa konservasi adalah langkah yang bagus. “Songgoriti ini luar biasa sekali, sejarah Kota Batu terekam di sini,” jelasnya.

Pihaknya telah menyiapkan anggaran yang besar untuk mengangkat wisata Songgoriti. Yakni sebesar Rp. 500 juta.

Dengan dana sebesar itu, pihaknya akan membuat acara rutin setiap hari sabtu di kawasa wisata Songgoriti. “Acara besarnya seperti balap BMX, Downhill, hingga paralayang,” jelasnya.

Ia juga berharap untuk dapat memugar Candi Songgoriti. Ia berharap dapat menggandeng BPCB Kabupaten Malang. “Kita sudah mempunyai semangat untuk itu semoga kedepannya bisa gotong royong dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya,” tandasnya.(der)

Obyek Wisata Selorejo Akhirnya Dibuka untuk Umum

Suasana di Bendungan Selorejo. (Toski D).

MALANGVOICE – Obyek wisata Selorejo yang berada di wilayah Ngantang, akhirnya dibuka lagi untuk umum usai tutup selama kurang lebih lima bulan akibat virus Covid-19.

Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, obyek wisata Selorejo ini dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I). Dibukanya obyek wisata tersebut tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan diberlakukan juga pembatasan jumlah wisatawan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya, tempat ini (Wisata Selorejo) sudah awal bulan lalu (September) sudah buka. Di dalam wisata Selorejo juga diterapkan protokol kesehatan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/11).

Menurut Bayu, dengan menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB) diharapkan dapat menggeliatkan kembali obyek wisata Selorejo, usai mati suri akibat pendemi Covid-19.

“Di sini (Wisata Selorejo) sempat mati suri selama 4-5 bulan. Tidak ada pendapatan sama sekali. Kami harap rekan media menyiarkan atau menginformasikan ke masyarakat, jika wisata Selorejo ini telah dibuka kembali,” jelasnya.

Sebab, lanjut Bayu, saat ini hanya obyek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, dan untuk hotel, villa masih jauh dari sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Tamu wisata mulai pulih, tapi tamu hotel belum pulih, masih relatif jauh dari sebelum Pandemi, banyak promo untuk menarik pengunjung, salah satunya paket camping, dan sekolah berkuda, serta paket perahu juga kami gelakan,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Bayu, management wisata Selorejo menggalakkan penerapan protokol kesehatan bagi siapapun, bahkan karyawan, mitra usaha pedagang, pengemudi perahu, dilengkapi dengan masker dan face shield, serta memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Standar protokol kesehatan wajib kami terapkan, dan kami berlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas. Di masa normal, disini memiliki kapasitas 10 ribu pengunjung, dan saat ini dibatasi 5 ribu orang per hari. Tentunya ada syaratnya, apabila berkunjung adalah dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” tandasnya.(der)

Pariwisata Kota Batu Mulai Bangkit, Disparta Kejar Target 3 Juta Wisatawan

Kepala Disparta, Arief As Sidiq Saat Diwawancarai Awak Media (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Sudah berangsur-angsur pulih, kunjungan wisatawan di Kota Batu mulai meningkat. Meskipun kunjungan belum seperti sebelum pandemi, namun pengunjung wisatawan sudah mulai berdatangan.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Arief As Sidiq, mengatakan,dengan target 3 juta kunjungan wisatawan, hingga akhir oktober, target itu masih jauh dari capaian. Namun peningkatan sudah mulai terlihat, pihaknya sudah mulai untuk mengupayakan barbagai usaha.

“Mungkin menurut hitungan secara realistis. Hingga tutup tahun nanti tingkat kunjungan hanya bisa mencapai 2,5 juta wisatawan,” jelasnya.

Usaha yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan terhadap pengunjung. Juga menambah destinasi wisata seperti desa-desa wisata.

Event-event pariwisata yang bisa mengundang banyak orang juga akan semakin banyak diselenggarakan oleh Disparta. Selain itu pihaknya juga akan mengadakan kerjasama dengan mengadakan penyelenggaraan paket wisata.

Arief juga mengatakan bahwa pada tahun 2021 Kota Batu harus sudah bergeliat kembali. Dengan target yang sama seperti tahun 2019 yakni 7 juta wisatawan.

Untuk mewujudkan target itu Arief mengatakan bahwa akan melakukan berbagai upaya. “Yakni mulai dari promosi, pengembangan destinasi wisata, serta kalender event juga akan menjadi andalan bersama dengan destinasi desa wisata,” jelas Arief

Dengan adanya berbagai upaya itu. Diharapkan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kembali tertarik untuk datang berwisata di Kota Batu

Arief menambahkan bahwa seluruh sektor pariwisata sudah patuh protokol kesehatan covid 19. Sehingga keamanan berwisata di Kota Batu terjamin.

“Untuk para wisatawan tak usah khawatir dan tak usah takut untuk berkunjung di Kota Batu. Karena kami menjamin destinasi wisatanya aman,” tandas Arief. (der)

Predator Fun Park Tambah Dua Jenis Satwa Baru

Keeper Memberi Makan Singa Laut. (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 menyurutkan kunjungan wisatawan Kota Batu. Meskipun berangsur-angsur ramai, pengunjung wisatawan Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo Kota Batu masih sepi.

Hari biasa pengunjung wisata taman reptile itu hanya ada kurang lebih 100 wisatawan. Sedangkan pada weekend hanya mencapai 300 sampai 400.

“Sesuai anjuran pemerintah hanya diperbolehkan menerima 50% dari kapasitas penuh.” ucap Marketing Predator Park, Muhamad Wafi pada Malangvoice.com, Senin (16/11). Wafi mengatakan bahwa sebenarnya pengunjung Predator Fun Park tidak pernah mencapai separuh kapasitas penuh taman wisata itu.

Kapasitas penuh Predator Fun Park adalah 2500 pengunjung. Sehingga, separuh kapasitas saja belum pernah dirasakan sejak buka Juli lalu.

Ia mengeluhkan hal tersebut padahal hewan yang ada harus tetap makan. Wafi sapaan karibnya mengaku perawatan dan pemberian makanan tetap rutin dilakukan tapi dengan jumlah yang sedikit dikurangi.

“Mungkin pengunjung luar kota masih agak takut. Mangkannya sepi juga kunjungannya,” ungkapnya.

Sekolah yang libur juga merupakan alasan lain. Tidak ada sekolah yang melakukan study tour untuk edukasi, lantaran masil belum aktifnya KBM tatap muka.

Sepinya tempat wisata juga berefek pada para pekerja. Mereka mengakali hal itu dengan cara memberlakukan 15 hari kerja bagi seluruh karyawan yang ada.

Padahal destinasi wisata sekaligus edukasi ini sudah sangat siap akan kehadiran pengunjung. Wisatawan yang datang diwajibkan untuk mengisi riwayat aktivitas 14 hari kebelakang sebelum berkunjung.

Pengecekan cek suhu badan dan bercuci tangan, juga kewajiban bagi pelancong yang datang. Kebersihan kandang dan area wisata pun menjadi perhatian tiap harinya.

Mereka rutin menyemprot area predator park setiap hari. Karyawan yang berkerja juga dipastikan melewati pengecekan kesehatan sebelum bertugas. “Kami sangat siap dengan pengunjung yang datang, semua protokol sudah sesuai. Karena sebelum buka Dinkes juga melakukan pengecekan,” terangnya.

Dia berharap menjelang Natal dan tahun baru bisa terus buka dan kondisi berangsur segera membaik. Hal tersebut dibenarkan lewat upaya–upaya yang telah diadakan.

Seperti penyediaan wahana baru dan promosi lewat jejaring sosial.Beberapa wahana baru yang ada yaitu singa laut show dan sepeda laying.

Untuk singa laut show, banyak pengunjung yang sudah menanyakan namun kadang tidak bisa menikmatinya. “Karena masih baru, kadang singa lautnya juga tidak terbiasa kalau banyak orang. Mereka kadang badmood terus tidak mau makan, masih perlu pelatihan lagi,” jelas keeper anjing laut, Muhammad Ismail.

Pengunjung bisa menikmati sensasi memberi makan anjing laut secara langsung. Jumlah pengunjung dibatasi 3 orang saja setiap masuk area pertunjukan.

Mereka akan mendapatkan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan satwa lincah yang bernama Viona, Katty dan Mentil ini.

“Perawatan mereka cuma kalau airnya keruh diganti. Selain itu, tiga anjing laut ini hanya diberi makan ikan kembung yang sudah dibersihkan dan masih fresh,” katanya. Pada akhir pekan ada pertunjukan khusus yang digelar.

Seperti show ular dan feeding crocodile. Tiket masuk pada hari biasa dipatok Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu saat weekend.(der)

Pariwisata Bangkit, Serap PAD untuk Kota Batu

Wana Wisata Selecta (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Setelah vakum beberapa waktu karena imbas pandemi. Sektor wisata Kota Batu sudah mulai bangkit.

Wisata Kota Batu pada bulan Oktober lalu memberi dampak positif bagi pandapatan asli daerah (PAD). Hal ini dapat dilihat dari pembukuan PAD yang dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu pada bulan Oktober 2020.

Kota Batu mencatat perolehan pajak restoran sudah menyentuh pada angka 95,34 persen. Begitu juga dengan pajak hotel yang dibukukan sebesar 95,48 persen. Kemudian pajak hiburan sebesar 86,05 persen.

Jumlah yang hampir sesuai target dapat dilihat dari pendapatan dari sektor pariwisata yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu. Perolehan pajak restoran yakni sebesar Rp 8,4 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,2 miliar.

Kepala Bidang Penagihan BKD Kota Batu Ismail Hasan, pada awak media, Senin(16/11) mengatakan bahwa kebangkitan ini terbantu sangat banyak pada libur panjang beberapa hari lalu.

“Di masa pandemi Covid-19 protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat oleh pelaku usaha maupun masyarakat, sangat mempengaruhi peningkatan perekonomian,” tambah Ismail.

Maka dari itu menurut Ismail pengawasan secara ketat akan kepatuhan protokol kesehatan covid-19 sangat perlu dilakukan. Selain untuk mengantisipasi kerumunan masa, juga untuk memberi rasa aman pada wisatawan.

Dengan begitu, menurut Ismail, potensi penularan Covid-19 dapat diminimalisir. “Itu juga ada Satgas Covid-19 yang terus berkeliling melalui operasi gabungan memberi peringatan,” ujarnya.

“Dari sisi pajak hotel juga menunjukan hasil yang bagus,” kata Ismail. Dari data yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu mencapai Rp 14 miliar dari total target yakni Rp 15 miliar. Ia optimis, perolehan pajak akan memenuhi atau paling tidak mendekati target hingga akhir tahun.

Selanjutnya pajak hiburan yang telah dihimpun hingga akhir Oktober sebesar Rp 12 miliar dengan target yang ditetapkan sebesar Rp 14,3 miliar. Ia menyebutkan ada kekurangan sebesar Rp 1,9 miliar dari nilai target. Meski masih menyisakan banyak kekurangan dibandingkan sektor lainnya, diprediksi sampai akhir tahun akan melebih target.

“Ini menjelang tahun baru pasti high season, baik dari sektor hotel, restoran dan hiburan,” katanya.(der)

TNBTS Tambah Kuota Wisatawan Gunung Bromo

Savana Bromo. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menambah kuota wisatawan tujuan Gunung Bromo menjadi 50 persen dari total kapasitas. Penambahan ini berdasarkan hasil evaluasi penerapan wisata saat kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, total wisatawan yang diperbolehkan untuk berkunjung menjadi 1.634 orang per hari, dari sebelumnya 1.265 orang per hari. Kebijakan ini telah dimulai sejak Jumat lalu (13/11).

“Hari Jumat sudah bisa akses kuota untuk 50 persen, ini merupakan reaktivasi tahap III,” kata Sarif, Minggu (15/11).

Sarif melanjutkan, dari total kuota 1.634 wisatawan per hari itu, kemudian dibagi sesuai spot atau titik destinasi wisata. Bukit Cinta misalnya, hanya boleh maksimal 56 orang per hari, dan Penanjakan sebanyak 339 orang per hari.

Kemudian, Bukit Kedaluh, maksimal pengunjung sebesar 172 orang per hari, Mentingen 200 orang per hari, dan Savana Teletubies diperbolehkan sebanyak 867 orang wisatawan per hari.

Ia menambahkan, pengunjung atau wisatawan Bromo, penting untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan. Mulai wajib memakai masker, membawa cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, dan memperhatikan kriteria kebersihan, dan keamanan.

Selain itu, para wisatawan juga harus membawa surat keterangan sehat dari dokter, atau hasil tes cepat Covid-19 yang masih berlaku. Kemudian, pengunjung yang diperbolehkan berwisata adalah yang berusia maksimal 60 tahun.

“Selain itu juga harus tetap menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menjaga ketertiban,” pungkasnya.(der)

Makan-makan, Memancing dan Berkuda dalam Satu Restoran

Pring Pethuk. (istimewa)

MALANGVOICE – Restoran dengan makanan yang enak dan view memanjakan sudah biasa ditemui. Tapi, bagaimana jika ada restoran yang menyuguhkan pengalaman berkuda dan memancing? Fasilitas itulah yang bisa ditemui di Pring Pethuk, Bumiaji, Kota Batu.

“Di sini kita juga ada kolam besar berisi ikan koi. Pengunjung bisa memberi makan sembari menyantap hidangan,” kata Manager Pring Pethuk, Nanang Yudistiro saat ditemui Sabtu (14/11).

Pengunjung bisa memancing sebagai penghilang rasa penat dan refreshing.
Sebelum selanjutnya ditimbang untuk diolah sesuai menu yang ada. Harga ikan dipatok Rp 50 ribu per kilo.

Bagi yang tidak ingin memancing, tentu restoran ini mengadakan ikan siap olah. Ada berbagai ikan seperti gurame sampai kakap merah. Dengan menu unggulan ikan bakar.

Selain memancing pengunjung juga bisa berkuda. Namun, hiburan ini hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu.

Pada masa pandemi ini, jumlah wisatawan cendrung menurun. Penurunan itu bisa mencapai 40 – 50%. Di hari normal dulu, mereka bisa menerima tamu 20 sampai 30 meja perharinya. Sedangkan kini, setiap harinya hanya 10 hingga 15 meja.

“Semoga pandemi ini tidak berlarut – larut. Kasian karyawan yang terkena imbasnya,” harapnya.(der)