Meriahkan HUT Kota Batu, Disparta Gelar Lomba Layang-layang Hias

Lomba Layang-layang Hias Dinas Pariwisata Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekalipun Hari Ulang Tahun (HUT) ke 19 Kota Batu bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona, Dinas Pariwisata Kota Batu tetap memberikan suguhan menarik untuk memeriahkannya dengan menggelar lomba Layang-Layang Hias pada 25 Oktober 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan lomba Layang-layang Hias ini salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas masyarakat Kota Batu. Apalagi, layangan sangat banyak diminati semua kalangan.

”Harapannya, kreativitas masyarakat Kota Batu itu muncul dari adanya lomba layang-layang hias ini. Makanya, sentuhan-sentuhan artistik itu kalau bisa harus ditampilkan,” ungkapnya kepada MalangVoice, Kamis (15/10).

Oleh karena itulah, dia menyebutkan semakin menarik layang-layangnya saat perlombaan menjadi nilai lebih. Dikarenakan, kata Arief, lomba layang-layang hias ini memang mengedepankan kreativitas masyarakat dalam membuat layang-layang.

”Karakter-karakter menarik dan unik itu bisa ditonjolkan. Karena, hal itu bisa menjadi nilai lebih dalam event ini,” ungkapnya.

Dia menyebutkan adanya lomba layang-layang hias ini juga diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk berwisata ke Kota Batu. Sehingga semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai kota dengan beragam wisatanya.

”Konsep lomba layang-layang hias ini disamping bisa menarik wisatawan. Kami berharap juga bisa memviralkan Kota Batu sebagai kota wisata,” ujarnya.

Selain itu, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kreativitas dan menarik wisatawan. Arief mengatakan lomba layang-layang ini juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Selain ada pertunjukan kreativitas. Kita upayakan perekonomian juga tetap jalan. Nantinya, layangan-layangan mereka juga akan kita pasarkan saat event ini berlangsung,” tuturnya.

Terlepas dari itu, dia menyebutkan dipilihnya lomba layang-layang ini juga dalam rangka mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19. Dia menjelaskan karena penerapan protokol kesehatannya seperti jaga jarak dan memakai masker sangat mudah.

”Sekarang kan masih pandemi. Sehingga, event yang kita gelar. Kita upayakan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, lomba layang-layang ini akan digelar pada 25 Oktober 2020. Sedangkan untuk pendaftarannya dipatok Rp 75.000. Tentunya, untuk kuota peserta sangat terbatas.(der)

Seni Pertunjukan Era New Normal Pemkot Batu Sukses Digelar

Pertunjukan seni Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Upaya menggenjot sektor pariwisata terus dilakukan Pemkot Batu sebagai faktor pemulihan perekonomian. Banyak cara dilakukan, antara lain membuka desa hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Namun, sosialisasi penyelenggaraan kegiatan hiburan atau pertunjukan seni juga perlu dilakukan. Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Batu.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari sejak Jumat (9/10/2020) hingga Sabtu (10/10/2020) ini mengajari bagaimana pertunjukan digelar di era new normal ini. Acara puncak berlangsung di GOR Gajah Mada pada malam hari dengan menghadirkan bintang tamu Ahmad Abdul.

Ahmad Abdul. (Istimewa)

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan, pandemi memberi dampak yang begitu luar biasa kepada sektor pertunjukan seni di Kota Batu. Padahal, Kota Batu memiliki potensi begitu besar dalam pertunjukan seni. Selain sebagai acara kebudayaan, pertunjukan seni juga terkadang dihadirkan saat acara-acara formal pemerintahan.

Maka dari itu, sejak keran kebiasaan baru dibuka, sektor pertunjukan seni didorong bisa aktif kembali. Jauh daripada itu dapat membantu pulihnya sektor perekonomian di Kota Batu.

“Pandemi brdampak pada sektor wisata dan seni pertunjukan yang selama berbulan-bulan tanpa ada event. Melalui simulasi event yang digelar 10 Oktober 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu ini, kami ingin menggerakan kembali pertunjukkan yang sempat terhenti,” ujar Dewanti, Sabtu (10/10/2020).

Dijelaskan Dewanti, protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama. Dalam simulasi, diterapkan pembelian tiket yang dipesan secara daring. Hingga peserta datang ke lokasi, ada petugas yang memeriksa kondisi kesehatan.

Peserta acara simulasi terdiri atas seniman tradisi, musisi, youtuber, vloger, delegasi duta wisata kang mas-nimas, videografer dan fotografer serta animator. Para peserta ini nanti akan dibina Disparta Kita Batu dalam bidang ekonomi kreatif di Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq menerangkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas anak-anak milenial untuk memanfaatkan IT. Terutama dikaitkan dalam rangka mengangkat potensi wisata Kita Batu yang luar biasa.

“Kedua, menghadirkan para narasumber untuk memacu referensi manajemen pertunjukan yang baik. Harapannya Kota Batu memiliki talenta seni pertunjukan. Ini akan kami manfaatkan untuk ke depannya. Harapannya mereka bisa berkontribusi untuk Kota Batu,” ujar Arief.

Arief meyakini, anak-anak muda memiliki potensi memviralkan potensi wisata dan budaya Kota Batu di sosial media. Dengan adanya informasi yang viral, akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Batu.

“Jadi, teman-teman mampu menjadi influencer, memviralkan tujuan wisata khususnya berbasis alam dan desa. Dampak positifnya wisatawan makin tertarik,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan menerapkan porotokol kesehatan yang ketat. Selain cek suhu tubuh, jumlah peserta yang dipersilahkan masuk juga dibatasi agar ada jarak. Abdul membawakan sejumlah lagu hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 wib.(der)

Nasi Tempong Mak Siti Bikin Lidah Bergoyang

(istimewa)

MALANGVOICE – Bagi pecinta kuliner super pedas di kawasan Malang Raya dan sekitarnya kini bisa mencoba alternatif baru tempat makan serba pedas. Yakni, Nasi Tempong Mak Siti yang berlokasi di Jalan Esberg T2-2 Tidar, Sukun, Kota Malang.

Makanan pedas di warung ini dijamin membuat lidah pengunjung tersengat dan keringat bercucuran. Sebab, racikan sambal yang ditawarkan benar-benar berbeda dari kebanyakan warung nasi tempong lainnya.

“Sambal di warung ini yang menjadi khas karena bener-bener nempong disini sambalnya,” kata Yogi Purbaya, Owner Nasi Tempong Mak Siti, Kamis (1/10).

Nasi tempong sendiri merupakan kuliner khas sebuah kota yang terletak di ujung timur dari Jawa Timur, yaitu Banyuwangi. Namun, nasi tempong sendiri justru menjadi kuliner favorit di Bali.

Sebelumnya, Nasi Tempong Mak Siti telah buka di Bali selama kurang lebih tiga tahun. Di sana, rata-rata pengunjung per harinya sebanyak 50-100 orang. Kini, Nasi Tempong Mak Siti resmi pindah ke Malang.

Soal harga, sangat bersahabat. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 7.000 saja untuk membeli satu porsi Nasi Tempong.

Tak hanya itu, pengunjung pun bisa merasakan varian lainnya dengan harga yang juga bersahabat. Mulai dari Nasi Tempong Ayam, Nasi Tempong Lele, Nasi Tempong Empal dan Nasi Tempong Udang.

“Kami sudah buka sekitar semingguan. Alhamdulillah mulai ramai. Bahkan ada customer yang sudah empat kali balik kesini,” imbuh Yogi.

Yuk, cicipi kuliner pedas ini di Nasi Tempong Mak Siti. Tempat makan ini buka mulai dari jam sebelas siang hingga jam sebelas malam. Bagi kalian yang ogah keluar, Nasi Tempong Mak Siti juga bisa diorder lewat GoFood.(der)

Pia Tape Singkong, Oleh-oleh Baru di Malang

Pia tape singkong Mister Pia. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ini bisa jadi pilihan baru wisatawan saat bingung bawa oleh-oleh dari Malang, khususnya kuliner. Kekinian, Mister Pia hadir di Bumi Arema tawarkan kenikmatan pia varian baru berisi tape singkong.

Jika di Yogyakarta, pia atau bakpia terkenal dengan isi kacang hijaunya. Mister Pia ini kenalkan varian baru dalam menikmati jajanan khas tersebut. Seperti pia umumnya, bagian luar kering. Namun saat digigit, bagian dalam terasa lembut. Lidah langsung dimanjakan dengan kenikmatan baru.

Ya, Mister Pia ini resmi memperkenalkan diri, Rabu lalu (9/9). Gerai utamanya bisa dikunjungi di Tirtasani Royal Resort Blok Hilton Head 1 nomor 15 Karangploso, Kabupaten Malang. Mister Pia tersedia dalam empat pilihan rasa, yakni original, tape cokelat, blueberry dan keju.

Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp28 ribu.

Owner Mister Pia Danny Waskita mengatakan, pihaknya menawarkan varian baru dalam khazanah kuliner di Malang. Terlebih wilayah ini dikenal sebagai destinasi wisata nasional bahkan mancanegara.

“Targetnya agar jadi pilihan oleh-oleh wisatawan yang datang ke Malang,” kata Danny, Kamis (10/9).

Terciptanya pia isi tape singkong, lanjut dia, terinspirasi dari oleh-oleh khas Yogyakarta, pia. Maka tercetuslah varian baru tersebut untuk dikembangkan sebagai jajanan yang layak jadi buah tangan. Tape dipilihnya juga karena merupakan makanan khas Jawa Timur.

Khusus untuk Mister Pia ini, pihaknya memilih bahan baku tape singkong Bondowoso. Sebab telah dikenal kualitasnya. Juga ada tape Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

“Makanya (Mister Pia) kami sebut bukan oleh-oleh khas Malang. Karena tape sendiri aslinya bukan dari Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pia tape singkong mampu bertahan tujuh sampai sembilan hari. Kemasan tape dibuat memanjang 46 cm kemudian dipotong menjadi 12 bagian. Desain tersebut sengaja dipilih, agar tidak senada dengan tampilan pia yang telah ada sebelumnya.(der)

Punya Nilai Ekonomi, Dewanti Ajak Masyarakat Budidaya Porang

Penanaman tanaman Porang oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengajak masyarakat menanam porang sebagai salah satu bahan pangan yang juga memiliki nilai ekonomi.

Dewanti hadir dalam acara penanaman pengembangan tanaman hasil hutan bukan kayu jenis tanaman porang di Kampung Edukasi Healing Forest dan HBBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) center Amke (Area Model Konservasi Edukasi) di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Selasa (1/9).

“Pemerintah Kota Batu mengajak masyarakat sekitar kawasan hutan untuk bekerjasama mengembangkan tanaman porang dalam rangka peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan serta mendukung kelestarian alam,” ungkap Dewanti atau yang biasa disapa Bude.

Lebih lanjut, kata Bude, tanaman porang mempunyai kegunaan-kegunaan yang luar biasa, selain menanamnya yang gampang relatif juga mudah untuk tumbuh, sementara hasilnya ketika diolah akan menaikan nilai ekonomi. Ia berharap program tersebut, disukai oleh petani karena selain punya nilai nantinya ditanam yang di hutan-hutan yang tidak harus menghabiskan tegalan.

“Jadi dia (porang) bisa ditanam di bawah pohon-pohon, sehingga itu tidak merusak lingkungan mudah-mudahan para petani terutama yang berkegiatan di hutan bisa memanfaatkan ini dengan baik,” sambungnya.

Sedangkan lahan untuk penanaman porang sendiri disediakan 8 hektar.

Secara terpisah, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim, Sapto Yuwono menerangakan tanaman tersebut sudah sejak di masa Jepang, namun baru disadar belakangan ini. Terlebih sejak akhir perang dunia kedua, Porang telah diekspor ke Jepang, Taiwan dan Korsel, sama halnya dengan pengelolaannya. Sementara sejak 1975 semakin menggeliat karena nilai ekonomisnya yang mulai dirasakan.

“Peluang bisnis yang besar mendorong masyarakat dan pengusaha mengembangkan Porang secara masal. Kelompok dan industri mulai mengolah Porang agar diterima pasar lokal maupun nasional,” bebernya.(der)

Dewanti Launching Destinasi Wisata Baru Kota Batu, Kebun Kopi Ceret Ireng

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama wakil wali kota, Kadisparta dan Lurah Songgokerto.(istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu melaunching Kebun Kopi Ceret Ireng yang terletak di Songgoriti, Keluruhan Songgokerto Kota Batu, Sabtu (29/8).

Hadir juga dalam pelaunchingan tersebut, Wawali Punjul Santoso. Selain itu, Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, para kepala SKPD terkait, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan para petani kopi di lingkungan Kelurahan Songgokerto.

“Ini adalah acara yang sebetulnya hanya mau dibuat untuk selamatan supaya panen kopinya itu bisa banyak dan barokah,” ujar Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko
dalam sambutannya, Sabtu (29/8).

Lebih lanjut, Dewanti menceritakan bahwa sebulan yang lalu telah menyambangi beberapa kepala desa dan lurah, diantaranya yang terjadwal adalah kelurahan Songgokerto. Ia melihat ada potensi di sana yang bisa dikembangkan.

“Ternyata potensi kopi sini luar biasa, saya melihat selain jarak antara jalan dengan kebun kopinya tidak jauh, kemudian view bagus sekali. Mungkin yang paling elok adalah potensinya yang luar biasa bahkan seperti katanya bu lurah tadi (lurah Songgokerto) pernah mendapat juara 2 soal cita rasa, kan itu sesuatu yang luar biasa,” imbuh Bude panggilan akrab Dewanti.

Pada kesempatan yang sama, Bude mengungkap ternyata petani Songgoriti masih sangat sulit untuk penjualan kopi mereka. Karenanya harus menjualnya keluar Kota Batu. Padahal kata Bude, kopi di Kota Batu punya potensi yang luar biasa. Maka dari itu, Bude berkeinginan kopi di Kota Batu dibuat merek Batu untuk jual dalam bentuk jadi.

Bude pun berharap dengan ada acara selamatan, berkeinginan untuk membantu petani bisa menjual hasil pertanian dengan harga yang sesuai. Kemudian bisa memberdayakan petani lainnya juga untuk juga kemudian menjadi petani kopi.

“Dengan mengucapkan bismillah, hari ini secara resmi saya nyatakan panen kopi, yang nanti akan menjadi ikon dari Kota Batu dimulai,” disambut tepuk tangan oleh hadirin yang ada.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa kebun kopi Cerek Ireng sangat mempunyai potensi untuk dikembangkan lagi.

“Ini suatu destinasi yang menarik, yang mana petani yang membudidayakan kopi yamg sangat luar biasa dari hasil panen yang melimpah dan ternyata cita rasanya juga sangat berkualitas,” ungkap Arief.

Ia bercerita bahwa kopi dari Kota Batu menjadi yang terbaik tingkat nasional.

“Cita rasa kopi Songgoriti ini sangat berpotensi untuk kita kembangkan kita tingkatkan menjadi destinasi baru wisata kebun kopi nanti sekaligus kita akan dukung dengan fasilitas kuliner, minum kopi asli Songgoriti ya akan kita branding menjadi potensi wisata yang menarik di Kota Batu,” sambungnya.

Dinas pariwisata, menurut Arief, akan serius mengimbangkan daya tarik dari produk pertanian kopi menjadi kuliner yang bernuansa wisata, dengan alasan pemilihan lokasi sangat strategis. Disamping itu katanya, ketinggian tempatnya bisa memanjakan wisatawan dengan langsung melihat landing paralayang.

“Jadi lokasi area kebun kopi cerek Ireng ini ternyata berdekatan dengan landingnya paralayang. Dan melihat pemandangan Kota Batu dari ketinggian yang sangat luar biasa,” tandasnya.

Pihaknya secepatnya akan menjadikan areal kebun kopi tersebut, menjadi destinasi yang menarik dan tentu diminati oleh wisatawan. Dengan konsep ungkap Arief, wisatawan akan dimanjakan bukan saja merasakan enaknya kopi tetapi juga mengajarkan para wisatawan bagaimana cara budidaya kopi itu sendiri, mulai proses produk yang siap untuk diminum.

“Tadinya kita sajikan, disamping nanti tempat untuk kafenya ni kita akan bikin bernuansa alam, kemudian nanti akses-aksesnya nanti kita bantu, penerangan, fasilitas pendukung yang lain nanti kita akan bantu,” jelas Arief.

Kemudian, kata Arief, pada intinya masyarakat nyaman dan berharap pada malam hari juga bisa buka dengan alasan view sangat luar biasa di pada malam hari. Sementara luas kebun kopi ceret Ireng sendiri mencapai 40 hektare.

“Kalau total sekitar 40 hektare, kebetulan diatas ada tempat take off dan di bawah ada tempat landing paralayang,” ungkapnya.

Arief berkeinginan nantinya akan menampilkan sajian musik sebagai cara untuk menarik minat wisatawan.

“Ini sangat cocok, nanti salah satunya bagaimana menampilkan sajian musik di kebun kopi, memang (sekarang) kita akustik, nanti yang kita akan dengan nuansa alam country kita sudah siapkan. Ini salah satunya akustik dulu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Sugianto mengatakan harapannya agar kedepannya kopi yang ada di Songgoriti bisa semakin dikenal. Karena katanya sudah lombakan di Jogja dengan mendapat peringkat 2 nasional.

“Soalnya disini itu (Songgoriti) sudah juara 2 nasional saat dilombakan di Jogja,” ujarnya.

Sugianto menambahkan ada 2 jenis kopi yang dikembangkan di Songgoriti yakni arabika dan robusta, dengan yang membedakan kopi lain tidak membuat perut menjadi kembung meskipun minum lebih dari satu gelas. Sementara itu, Ia menerangkan bahkan daun kopi pun bisa dijadikan teh.(der)

Pagelaran Malang Culture Beksan Sandiwara Disdikbud Sukses Digelar, Sutiaji Beri Apresiasi

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan di Taman Krida Budaya Kota Malang. (Ayuni)

MALANGVOICE – Event Malang Culture bertajuk Beksan Sandiwara Virtual suskes digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Cerita rakyat dari Dinoyo dan Polowijen dengan tokoh Joko Lulo dan Ken Dedes ini ditayangkan secara live di kanal YouTube P&K Tv Kota Malang mendapat apresiasi dari masyarakat serta berbagai pihak.

Memasuki episode ke-enam ini digelar di Taman Krida Budaya Kota Malang pada Selasa (18/8/2020). Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi serta beberapa perwakilan kepala sekolah di Kota Malang turut menyaksikan pagelaran budaya tersebut.

Sutiaji dalam sambutannya sangat mengapresiasi pagelaran Malang Culture bertajuk Beksan Sandiwara Virtual ini. Apalagi, dia menyampaikan di episode ke enam ini mengangkat judul “Ojo Ngomong Waton, Ngomongo Nganggo Waton”.

Dia menjelaskan bahwa judul tersebut bisa diartikan bahwa “jangan asal bicara, jika bicara itu harus sesuai fakta atau kebenaran”. Dia menyebutkan sangat pas dengan kondisi saat ini yaitu bertebarannya informasi hoax atau tidak benar terkait pandemi Covid-19 atau virus corona.

”Menarik sekali ini. Ketika hal tersebut diangkat dalam kegiatan kesenian kekininan seperti ini. Karena saat ini, kita perang terhadap hoax atau berita bohong yang itu akan membawa kepada kehancuran,” kata dia dalam keteranganya.

Dia mencontohkan sebagaimana yang terjadi di Kota Malang dengan insiden perebutan jenazah Covid-19 hingga sampai dicium. Hal itu dikarenakan yang bersangkutan percaya informasi bahwa pemulasaaran jenazahnya dilakukan tidak sesuai protokol kesehatan serta peraturan dalam islam. Padahal itu tidak benar.

”Artinya bahwa, kalau kita ngomong itu silahkan. Tapi, harus berbasis fakta dan data di lapangan,” ungkapnya.

Oleh karena itulah, Sutiaji mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan judul tersebut. Dia pun berharap bisa memberikan pelajaran kepada anak-anak ataupun masyarakat yang melihat dan mendengar Malang Culture bertajuk Beksan Sandiwara Virtual ini.

”Mudah-mudahan, kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan bekerjasama dengan beberapa elemen ini selalu bisa memberikan pembelajaran-pembelajaran kepada semua orang,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pagelarannya di Taman Krida Budaya Kota Malang juga dihadiri beberapa Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) dari sekolah hingga beberapa seniman dan budayawan.

Diantaranya yaitu paguyuban seni dari siswa dari SD Purwantoro 2, SMPN 18 Malang, SMAN 10 Malang hingga Ngalambeksa Community, Paguyuban Kudo Maruto, Putra Manggala hingga Seni Barong.

Kegiatan ini juga merupakan kerjasama dengan J-Entertaiment dan ditayangkan secara live sejak episode pertama hingga ke enam ini di kanal YouTube P&K Tv Kota Malang di link https://www.youtube.com/watch?v=y5HT1rgqT14

Sempat Terkendala Covid-19, Pemilihan Duta Wisata Kota Batu Kembali Digelar

Sesi foto Kangmas Nimas di Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo.(istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka kaderisasi pariwisata milenial yang akan mendukung sumber daya manusia (SDM) Kota Batu, Disparta kembali melakukan proses pemilihan duta wisata.

“Agar supaya kedepannya Kota Batu memiliki talenta-talenta pariwisata millineal berdaya guna dan berhasil. Kita akan tampilkan di ajang pemilihan duta wisata tingkat provinsi dan nasional,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq pada Minggu (16/8).

Sempat terkendala Covid-19, 10 besar finalis duta wisata melakukan sesi pemotretan dan pengambilan video kembali dilakukan. Hal ini dilakukan Disparta sebagai bentuk promosi wisata alam dan juga wisata desa.

“Jadi memang hari ini adalah sesi pengambilan video dan foto peserta finalis pemilihan Duta Wisata Kota Batu di destinasi-destinasi yang menarik di Kota Batu khususnya yang berbasis alam dan desa wisata,” sambung Arief.

Tujuannya, kata Arief, untuk mengenalkan potensi wisata Kota Batu kepada peserta duta wisata. Dengan harapan duta wisata tersebut bisa menjadi ujung tombak didalam mempromosikan wisata Kota Batu baik di nusantara maupun mancanegara.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kangmas Nimas Duta Wisata Kota Batu, Fitrinda Wieke mengatakan dengan tema kemerdekaan RI ke-75, pengambilan video dan gambar dilakukan di tiga tempat.

Pertama, di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Sementara sesi kedua dilakukan di destinasi wisata Bring Rahardjo di Desa Junrejo, Kota Batu. Kemudian, sesi terakhir di Sendratari, Kelurahan Sisir.

“Dari 10 besar finalis akan aktif selama 2 tahun dengan 1 tahun sebagai pendamping. Untuk 10 besar ini terdiri dari 10 putri dan 10 putri yang akan diseleksi lagi nantinya untuk memperebutkan lima besar,” ujar Keke sapaan akrab Wieke

Dari tahun ke tahun, kata Keke selalu berkaloborasi dengan Dinas Pariwisata seperti membantu even, terima tamu, MC, pendamping Ibu wali kota Batu. Sementara untuk Kangmas Nimas terpilih dan wakil satu akan mengikuti ajang berikut di tingkat provinsi.

“Ini sebenarnya foto video shot untuk profil teman-teman. Karena pemilihan ini pasti ada profil dari finalis yang terpilih,” tambahnya.

Sedangkan dipilihnya tiga lokasi pemotretan, kata Keke, dengan alasan mempromosikan 3 tempat destinasi wisata. Harapannya dapat membantu mempromosikan UKMK yang ada di destinasi tempat pemotretan.(der)

Selecta Dilaunching Menjadi Wisata Tangguh Semeru

Kapolres Batu meresmikan Selecta Tangguh. (Istimewa)

MALANGVOICE – Destinasi Selecta Kota Batu dilaunching menjadi hotel dan wisata tangguh semeru oleh Kapolres Batu pada Sabtu (15/8).

Sekaligus, dalam momen tersebut Kapolres Batu dan Dandim 0818 Malang – Batu mengkampanyekan Jatim bermasker.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan ditetapkannya Selecta sebagai wisata tangguh karena telah menerapkan protokol kesehatan. Ia mengharapkan supaya Selecta tidak hanya tangguh di masa pandemi covid-19 namun juga tangguh di masa yang akan datang.

“Tetapi kedepannya tetap tangguh, tangguh menghadapi pandemi, tangguh terhadap gangguan keamanan, tangguh untuk menghadapi kejahatan, tangguh menghadapi narkoba,” ungkap Harvi, Sabtu (15/8).

Lebih lanjut, kata Harvi, peran TNI dan Polri adalah mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat sesuai instruksi presiden nomor 6 tahun 2020. Ia berharap seluruh pelaku wisata melakukan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan ini dilakukan terus menerus secara disiplin,” harap Harvi.

Sementara itu, Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang – Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra mengatakan sesuai dengan instruksi presiden akan bersama Polri dan Sat Pol PP akan terus mengingatkan masyarakat memakai masker. Ia menambahkan menjadi tugas semua stakeholder yang untuk terus mengingatkan masyarakat.

“Kebetulan pada saat ini kita berada di wisata Selecta kita juga melihat tadi, bahwa warga masyarakat yang berkunjung kesini, sebagian besar sudah menggunakan masker. ada sebagian kecil yang belum, nah itu tugas kita mengingatkan,” ujarnya.

Sedangkan, Direktur Selecta, Sujud Hariadi berterima kasih karena Selecta sudah jadikan wisata tanggu dan hotel tanggu. Pihaknya mengaku telah bekerja keras dengan membuahkan hasil dengan dijadikannya kawasan Taman Rekreasi Selecta sebagai wisata tangguh.

“Seluruh area, termasuk hotel dan restoran kami terapkan protokol kesehatan. Tempat cuci tangan yang disediakan menggunakan sensor, tanpa menyentun kran, air mengalir otomatis”, ungkap Sujud.

Ia mengatakan menaruh 43 wastafel, sebagian menggunakan pedal kaki dan touchless, serta dispenser hand sanitizer. Sujud mengatakan tes suhu badan juga dilakukan sebelum masuk ke kawasan Taman Rekreasi Selecta dan juga riwayat perjalan pengunjung didata.

“Wajib memasukkan data itu. Mereka melakukan perjalanan dari mana saja harus dicatat,” beber Sujud.

“Kapolres bilang untuk tangguh selamanya. Pak Dandim juga bilang agar kita pakai masker. Kami pun harus bisa mengoptimalkan pelaksanaan protokol kesehatan kepada seluruh wisatawan yang hadir,” tutupnya.(der)

Disparta Siapkan Fasilitas Maksimal dan Protokol Kesehatan di Sendratari Kelurahan Sisir Kota Batu

Disparta
Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq. (Sabinus)

MALANGVOICE – Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Dinas Pariwisata Kota Batu menyiapkan Sendratari Kelurahan Sisir sebagai tempat penampilan dan atraksi pelaku seni dan budaya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq bahwa pihaknya benar-benar serius menyiapkan dan memfasilitasi seluruh kegiatan seni di Kota Batu yang berpusat di Sendratari Kelurahan Sisir, Kota Batu

“Kami sebenarnya menyediakan fasilitas atraksi kegiatan seni budaya. Ini memang kita sediakan dalam konteks bagaimana kita menyeimbangkan protokol kesehatan, memutus penularan covid-19 tetapi kita tetap melakukan pembinaan dengan menfasilitasi kegiatan-kegiatan kesenian,” ungkap Arief, Rabu (12/8).

Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq saat melihat kesediaan protokol kesehatan di sendratari Kelurahan Sisir. (Sabinus)

Lebih lanjut, kata Arief dalam rangka untuk membina dan mengembangkan sumberdaya pariwisata termasuk di dalamnya Sumber Daya Manusia (SDM). SDM pariwisata yang dimaksud Arief adalah mereka yang bekerja di destinasi wisata, hotel, guide dan travel. Tetapi pihaknya juga memikirkan para pelaku pariwisata lain seperti pelaku seni dan budaya.

Dinas Pariwisata memahami apa yang dibutuhkan para pekerja wisata di bidang seni dan budaya. Salah satunya Disparta menyiapkan Sendratari di Kelurahan Sisir.

“Kami persiapkan sungguh-sungguh agar sendratari ini betul-betul memfasilitasi dan sekaligus menjadi pentas atraksi dari pada pelaku seni budaya yang ada di Kota Batu,” lanjut Arief.

Sendratari Kelurahan Sisir. (sabinus)

Nantinya, sendratari akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas selain toilet dan tempat VIP yang dibutuhkan oleh pelaku kesenian. Sendratari juga akan dilengkapi dengan lighthing, sound system, dan manajemen pemeliharaan sendratari tersebut.

“Saya secara khusus memberikan tugas kepada teman-teman Dinas Pariwisata untuk merawat dengan baik (sendratari),” lanjutnya.

Kedepannya, sendratari akan menjadi salah satu tempat untuk berkegiatan seluruh pelaku seni dan budaya. Selain itu, Dinas Pariwisata juga berencana mengembangkan sarana-sarana di tempat lain seperti Alun-Alun Kota Batu, Balaikota dan Jalibar.

Kemudian, Sendratari juga disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan paket – paket wisata. Paket wisata ke Kota Batu direncanakan bisa sebagai study tour ataupun gathering.

“Kita menawarkan dan memfasilitasi bahwa salah satu target wisata adalah menonton pertunjukan seni budaya yang ada di Kota Batu yang nantinya akan kita tampilkan di Sendratari Kota Batu, Kelurahan Sisir ini,” tambah Arief.

Lebih dari itu, Disparta akan menampilkan paket menonton Tari Jaran Kepang, paket menonton Bantengan, dan kesenian lain yang sedang dirancang konsepnya.

“Intinya Dinas Pariwisata di semester kedua masa pemulihan ini, sungguh-sungguh ingin mempersiapkan sarana yang sangat bagus ini yaitu sendratari, sebagai ajang untuk berlatih, ajang beratraksi dari seluruh penggiat seni di Kota Batu,” bebernya.

Selanjutnya, Disparta juga menyediakan sarana pendukung lain seperti parkiran, sembari menyiapkan kawasan sekitar sendratari menjadi pusat pengembangan seni budaya.

Disparta berharap kedepannya terbangun gedung kesenian di lahan sekitaran sendratari. Dengan begitu berlatih indoor maupun outdoor bisa menjadi satu kesatuan.

“Kami ingin pemain band, pemain karawitan, pemain drama termasuk seniman lukis, seniman patung mereka berlatih dan berkreasi di kawasan seni budaya Kota Batu termasuk salah satunya gedung kesenian terpusat di sini,” tuturnya.

Disparta, kata Arief ingin semuanya difasilitasi dengan sarana prasarana yaitu menyediakan peralatan bermain musik, bermain gamelan, termasuk sound system dan juga ruangan bagus, nyaman termasuk mempersiapkan makan dan minum untuk mendukung kebutuhan latihan para pelaku seni.

“Kita siapkan dengan maksimal, sehingga pelaku seni budaya pada khususnya millineal maupun modern semua terakomodir, terfasilitasi di kawasan seni budaya Kota Batu ini,” tutupnya.(der)