Daging Ayam hingga Cabai, Penyumbang Deflasi Kota Malang September 2020

Ilustrasi daging ayam ras
Ilustrasi daging ayam ras

MALANGVOICE – Kota Malang kembali mengalami deflasi pada September 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan bahwa, deflasi didorong adanya penurunan pada kelompok pengeluaran transportasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau, masing-masing sebesar 0,30 persen, dan 0,22 persen.

Sunaryo merinci, komoditas penyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan harga tiket pesawat yang mencapai 3,71 persen, daging ayam ras 2,0 persen, telur ayam ras, 4,29 persen, cabai rawit 12,89 persen, dan emas perhiasan turun 0,69 persen.

kelompok pengeluaran lain yang menyumbang deflasi Kota Malang adalah penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang tercatat sebesar 0,01 persen.

“Dua kelompok itu (transportasi dan makanan minuman) yang memberikan andil besar terhadap deflasi Kota Malang,” katanya saat konferensi pers, Kamis (1/10).

Sementara, lanjut dia, untuk komoditas penghambat deflasi, diantaranya kenaikan harga bawang putih sebesar 8,43 persen, sepeda motor naik 0,85 persen, bawang merah 3,37 persen, dan minyak goreng naik sebesar 0,66 persen.

Ia menambahkan, bahwa kelompok pengeluaran yang menjadi penghambat deflasi diantaranya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik atau mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Kemudian, ada kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya naik sebesar 0,16 persen, kesehatan naik 0,13 persen, pakaian, dan alas kaki naik 0,03 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen, dan penyedia makanan, dan minuman restoran naik 0,01 persen.

Sedangkan, ada dua kelompok pengeluaran yang tercatat stabil tersebut, yakni kelompok pengeluaran air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok pengeluaran pendidikan.

“Deflasi pada September ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya deflasi juga terjadi pada bulan Maret, April, Agustus 2020,” sambung dia.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga September 2020 sebesar 0,83 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,22 persen. Untuk inflasi tahun ke tahun, pada 2020 ini merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir.

“Inflasi tahun ke tahun Kota Malang pada 2020, merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir,” pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk wilayah lain di Jawa Timur, sebagian besar mengalami deflasi, dan hanya Kota Kediri yang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen.(der)

Bangkit Bangsaku: Habis Gelap Bangkitkan Terang

ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Era normal baru belum benar-benar membuat segala sesuatu turut normal. Angka pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat hari ke hari.

Pemerintah pun mengambil langkah untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Di sisi lain, hal tersebut membuat perekonomian menjadi terhambat. Banyak usaha terpaksa gulung tikar, pedagang-pedagang kecil yang kehilangan pembeli dan kesulitan mengembalikan pinjaman usaha, hingga berdampak pada nihilnya penghasilan.

Kementerian Keuangan memproyeksi perekonomian Indonesia sepanjang 2020 adalah minus 1,7% hingga minus 0,6%. Dengan kata lain, teritori negatif kemungkinan terjadi pada kuartal 3. Hingga akhir tahun ini, para ahli ekonomi pun memprediksi, akan ada 15 juta pekerja yang terkena imbas sehingga harus di-PHK oleh perusahaannya.

Kondisi serba sulit tersebut membawa keterpurukan bagi berbagai elemen bangsa. Namun, hal tersebut bukan berarti tak ada jalan keluar bagi pemulihan ekonomi masyarakat. Semangat kedermawanan dan sikap optimis dapat menjadi ikhtiar bersama untuk bangkit dari keterpurukan ini. Sebuah gerakan kedermawanan perlahan akan membangun optimisme bangsa di masa pandemi dan resesi ekonomi.

Untuk itu, ACT menginisiasi gerakan nasional sebagai upaya penyelamatan sekaligus penyebaran semangat optimis di tengah kondisi ini. Bersama seluruh elemen bangsa, gerakan ini berikhtiar mengatasi ancaman resesi, kelaparan, kemiskinan, sekaligus membangun kemandirian masyarakat.

Pandemi ibarat kegelapan zaman yang menelan berjuta harapan tapi jika sadar, kita memiliki jalan keluar dari semua permasalahan. Lewat gerakan “Bangkit Bangsaku: Habis Gelap Bangkitkan Terang”, ACT mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis dan bersikap positif dalam menatap masa depan. Hal ini disampaikan oleh Presiden ACT Ibnu Khajar.

“Dalam menyelesaikan kondisi darurat ini, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa untuk membangun optimisme dalam menghadapi dampak multidimensi akibat pandemi Covid-19. ‘Habis Gelap Bangkitkan Terang’ diambil sebagai tagline gerakan nasional ‘Bangkit Bangsaku’ untuk menularkan sebanyak-banyaknya sikap optimis. Sikap optimis diharapkan dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia untuk menapaki kehidupan dan menghidupkan sejuta harapan. Keterlibatan seluruh elemen bangsa seyogyanya membuat masalah terlihat kecil dan dapat teratasi. Insyaallah, optimisme juga membukakan jalan-jalan kemudahan,” ungkap Ibnu saat mendeklarasikan acara peluncuran gerakan nasional “Bangkit Bangsaku”, Rabu (30/9).

Gerakan Bangkit Bangsaku akan fokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang kini sangat terdampak pandemi, yakni sosial, ekonomi, dan kesehatan. Di sektor sosial, ACT lanjut menopang kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, utamanya pangan, melalui sejumlah program pangan. Hal ini mengingat pangan menjadi kebutuhan utama yang sulit dipenuhi di masa pandemi ini akibat keterpurukan ekonomi keluarga.

“Insyaallah kami akan terus mendampingi masyarakat Indonesia, memastikan stok pangan dari hulu ke hilir tersedia, sehingga seluruh masyarakat dapat terbantu. Misalnya saja di bagian hulu, kami fokus pada pendampingan para produsen pangan seperti petani, nelayan, dan sebagainya agar produksi pangan terus berlanjut. Hasil produksi pangan tersebut nantinya akan menjadi suplai untuk masyarakat di bagian hilir. Semua ini insyaallah akan menjangkau masyarakat urban dan pelosok negeri,” imbuh Ibnu.

Adapun program-program pangan tersebut di antaranya Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Lumbung Air Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Operasi Pangan Gratis, Operasi Beras Gratis, Operasi Makan Gratis, Humanity Care line, dan lainnya. Tidak hanya pangan, penyelamatan di sektor sosial juga mencakup pemberian bantuan biaya hidup bagi para guru dan dai prasejahtera di Indonesia.

Sementara di sektor ekonomi, ACT lanjut membantu para pelaku usaha mikro dan ultra mikro bertahan dan bangkit di tengah ancaman resesi ekonomi. Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian bangsa yang banyak disokong dari sektor UMKM.

Di sektor kesehatan, ikhtiar preventif terhadap penyebaran virus corona terus digencarkan. Sejumlah ikhtiar tersebut antara lain aksi disinfeksi, penyediaan APD bagi pejuang medis, hingga dukungan pangan dan multivitamin bagi tenaga kesehatan yang menangani langsung kasus Covid-19.

“Bangsa kita butuh disemangati sebuah gerakan, penyadaran terhadap berbagai permasalahan, pembuka jalan solusi dan implementasi nyata, serta penjaga optimisme tetap menyala. Seluruh aksi ini membutuhkan kolaborasi besar berbagai elemen masyarakat. Semua anak bangsa diundang kontribusinya, menyiarkan semangat dan ide untuk bangkitkan bangsa. Bersama, kita akan gulirkan bola salju kepedulian kita untuk Indonesia,” tegas Ibnu.(der)

Dosen Pertanian Unitri Malang Sulap Limbah Sayur Jadi Pakan Ayam

Proses pengolahan pakan ayam. (istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap limbah sayur yang tidak dapat konsumsi manusia untuk diolah menjadi pakan ternak ayam dengan harga terjangkau.

Diawali dari permasalahan pakan yang dihadapi oleh peternak ayam Sumber Rejeki, di daerah Singosari dan Landungsari Kabupaten Malang. Tiga dosen Unitri yakni Wahyu Mushollaeni, Eka Fitasari, dan Atina Rahmawati yang melakukan pengadian kepada masyarakat melakukan terobosan dengan mengubah limbah sayur menjadi pakan ternak ayam.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam Sumber Rejeki adalah belum tercukupinya dan tersedianya pakan ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi, namun dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ungkap Wahyu.

Namun, kata Wahyu, pada sisi yang lain, kelompok petani sayur Siswandi dihadapkan pada permasalahan cukup banyaknya yakni limbah sayur dari golongan low grade dan bagian sayur yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

“Apabila limbah sayur tersebut menumpuk dan busuk, dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sayur menjadi bahan baku pelet pakan ayam broiler,” terang Wahyu.

Selain untuk meningkatkan nilai guna limbah sayur yang masih mengandung komponen nutrisi, juga untuk meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu penjualan pelet pakan kering. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak lain bertujuan untuk menghasilkan pakan yang murah dari limbah sayur petani dan meningkatkan produksi ternak dengan parameter tingkat efisiensi pakan Feed Convertion Ratio (FCR), mortalitas, dan peningkatan bobot badan.

Sementara metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pelet, pendampingan selama pemeliharaan, dan mengamati hasil terhadap produksi broiler. Tiga jenis limbah sayur dengan jumlah terbanyak yaitu dari kubis, daun kol putih, dan sawi digunakan sebagai bahan baku pelet.

Diperkuat dengan keterangan dari Eka Fitasari, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pelet limbah sayur memberikan FCR 2,12; mortalitas 0%; serta peningkatan bobot badan sebesar 1265,583 g.

“Formulasi yang digunakan dalam pembuatan pelet pakan ayam adalah 15% limbah sayur; jagung 56,5%; tetes tebu 1%; tepung kanji 4,5%; tepung daging 20,3%; limbah sayur 15%; premix broiler 2%; yang dan minyak 0,7%. Nutrisi yang dihasilkan dari komposisi pakan tersebut yaitu energi 2936 kkal/kg dan protein 19%,” beber Eka.(der)

Logo Baru ACT, Refleksi Visi Lembaga untuk Peradaban Dunia Lebih Baik

Logo baru ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lebih dari 15 tahun, Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir melayani masyarakat di tengah rangkaian permasalahan umat yang datang silih berganti.

Mengawali kiprah di ranah kebencanaan nasional pada 2005, ACT perlahan bertransformasi menjadi lembaga kemanusiaan yang juga fokus menangani krisis kemanusiaan global hingga pengentasan kemiskinan.

Visi besar terus diusung, yakni menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata lembaga yang telah menjangkau lebih dari 50 juta penerima manfaat di Indonesia dan 50 negara, serta melibatkan sekitar 800 ribu donatur dan 540 ribu relawan.

Seiring dengan besarnya visi dan amanah publik yang diemban, ACT menambah nilai-nilai utama dalam kiprahnya membersamai masyarakat dunia. Nilai-nilai ini tergambar dalam logo baru ACT yang diluncurkan pada Senin (28/9).

Presiden ACT Ibnu Khajar menyampaikan, pembaharuan logo ACT tidak meninggalkan sejarahnya. Ia hanya menjadi lebih muda, lebih mewakili kondisi terkini, lebih sesuai dengan masanya. Karena logo adalah wajah dari sebuah brand yang memiliki nilai yang akan terus dipertahankan sepanjang hidupnya.

“Logo baru ACT merupakan penerjemahan makna rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi semesta alam, yang menjadi visi besar lembaga ke depan dan sesuai kondisi terkini, lebih modern, dan global. Logo tersebut merepresentasikan tekad kami untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga penjuru dunia. Kami ingin identitas baru ini dapat menggambarkan ACT sebagai lembaga yang lebih inovatif, modern, dan nyata kehadirannya di seluruh dunia dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan,” terang Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap dalam acara peluncuran logo baru ACT di Menara 165, Senin (28/9).

Dalam logo baru ini, ada 15 nilai utama yang diusung. Belasan nilai tersebut antara lain tebarkan rahmat bagi semesta; cepat, total, tuntas; jauh dibantu, dekat apalagi; dekatkan semua pada Sang Pencipta; luaskan manfaat; perkuat kolaborasi; hapuskan kemiskinan; berjiwa relawan; bersamai bangsa yang dermawan; peradaban dunia yang lebih baik; beraksi lebih cepat; dekatkan yang lebih pada yang kurang; selamatkan manusia tanpa pandang bulu; tambahkan sedekah tumbuhkan berkah; dan cinta berbagi untuk sesama.

Aulia Ikhsan Fahdiat selaku Direktur Komunikasi Kreatif ACT menambahkan, logo baru ini diinspirasi oleh budaya lembaga yang antusias dan gesit dalam merespons bencana alam, konflik sosial, konflik kemanusian, dan masalah sosial ekonomi masyarakat.

“Perubahan logo menjadi lebih modern membawa semangat baru bagi ACT untuk semakin masif dan semakin akseleratif. Kesan gesit dimunculkan dari huruf A, C, dan T yang dibuat miring. Selain itu, simbol berjamaah juga diwujudkan dalam kedekatan antarhuruf. Posisi yang saling menempel ini juga memiliki makna kedekatan setiap insan dengan Sang Pencipta, donatur dengan penerima manfaat, serta berbagai elemen lain dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik,” jelasnya.

Terakhir, dengan tetap menggunakan slogan “care for humanity”, identitas tersebut mencerminkan bahwa transformasi yang ada tidak mengurangi semangat kepedulian yang rendah hati bagi semua personel lembaga ACT dalam membersamai masyarakat dunia. Slogan ini juga ditempatkan pada posisi bawah untuk mewakili sifat rendah hati.

Pembaharuan logo ini pun diharapkan mampu mewujudkan visi besar lembaga dengan lebih luas. Tak hanya merefleksikan perjalanan kemanusiaan lembaga, namun juga menjalankan amanah mulia untuk mendedikasikan semua pengalaman dan pengetahuan sebagai lembaga swadaya masyarakat yang mengutamakan kemanusiaan dan meluaskan manfaat.(der)

Terapkan Geofencing, Perketat Prokes Mitra Pengemudi Agar Terlindungi Covid-19

Mitra driver Grab. (Istimewa)

MALANGVOICE – Membantu pemerintah dan masyarakat Jawa Timur beradaptasi di tengah pandemi COVID-19, Grab memperkenalkan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi yang berkerumun di sebuah area.

Teknologi ini diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah, dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun, akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka. Teknologi ini telah diperkenalkan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Manado, Balikpapan, Samarinda, Mataram, Kupang dan juga provinsi Bali.

Teknologi geofencing awalnya dimanfaatkan oleh Grab untuk memantau pergerakan mitra pengemudi dan membantu teknis terkait permintaan layanan.
Memasuki masa pandemi, Grab mengembangkan teknologi ini untuk memastikan mitra pengemudi tidak berkerumun dan menjaga jarak aman agar kesehatan terjaga dan tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Jawa Timur juga akan terbantu.

Halim Wijaya, Head of East Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan, kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi tetap bisa produktif.

Sejak awal pandemi, tim terus mencari cara yang efektif agar kami tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra.

“Teknologi geofencing yang kami manfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai awal pekan ini. Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi, dimana sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan,” katanya.

Selain teknologi geofencing, Grab juga telah melakukan berbagai inisiatif berikut, untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi di tengah pandemi melalui berbagai teknologi dan kode etik yang berlaku.

Untuk memastikan masyarakat dapat bermobilisasi dengan aman di tengah pandemi, Grab juga telah memperkenalkan GrabProtect di Surabaya yang merupakan program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan terbaik di industri ride-hailing melalui serangkaian fitur baru, peningkatan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect dengan sekat pelindung tambahan, serta pembaharuan aturan keamanan.

Fitur baru juga mencakup deklarasi kesehatan online dan kebersihan sekaligus mask selfie. Penumpang dan pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi. GrabProtect telah melayani lebih dari 26 juta kilometer perjalanan sejak diluncurkan di Indonesia pada bulan Mei lalu.

“Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect dan teknologi geofencing, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan memastikan perjalanan setiap penumpang sentiasa aman bersama Grab,” tutup Halim.(der)

Polinema Bantu Pengusaha Sentra Marning Jagung Latih Pencatatan Keuangan dan Pemasaran

Pelatihan Polinema di sentra produksi marning jagung. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Polinema kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat-Kemitraan (PKM-K).

Kali ini tim dosen Jurusan Administrasi Niaga yang terdiri dari DR. Dra. Anik Kusmintarti, Baroroh Lestari, Becik Gati Anjari, Jatrifia Ongga Sinatrya, dan diketuai oleh Dra. Ita Rifiani Permatasari melakukan pelatihan yang berjudul “Pentingnya Pencatatan Keuangan, Strategi Pemasaran Online dan Desain Kemasan Produk pada Sentra Marning Jagung di Kampung Simpang Teluk Bayur Kota Malang”.

Kegiatan PKM-K ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September tahun 2020.

Mitra dari kegiatan PKM-K ini adalah produsen yang memasarkan langsung di tokonya sendiri, yaitu: Ibu Uswatul Khasanah pemilik Toko Marning Jagung Cahaya dan Moch. Fauzi pemilik Toko Adnan.

Sentra Emping Marning Jagung telah ada sejak tahun 1970 yang dipelopori oleh H. Abdul Qadir. Saat itu proses pembuatan Emping Marning Jagung masih sangat sederhana yaitu dengan cara merebus jagung yang kemudian dibiarkan beberapa lama hingga dingin, kemudian jagung rebus itu dipipihkan dan disiram air garam, setelah itu dikeringkan hingga menjadi krecek lalu digoreng.

Seiring perkembangan teknologi, teknologi untuk memproduksi Emping Marning Jagung yang digunakan semakin maju. Pada tahun 1980-an para perajin mulai menggunakan mesin penggiling jagung. Produksi Emping Marning Jagung terus berkembang dengan munculnya Emping Marning Jagung dengan varian rasa. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang menjadikan Kampung Simpang Teluk Bayur sebagai Sentra Industri Oleh-Oleh Khas Malang.

Selain pelatihan tentang pencatatan keuangan dan pemasaran online, tim dosen juga memberikan pelatihan tentang desain produk dan pemberian bantuan Mesin Pedal Sealer. Mesin Pedal Sealer memiliki keunggulan yaitu dapat mengatur panas secara otomatis sesuai dengan plastik kemasan.

Selain itu mesin ini menggunakan teknologi anti over heating atau bisa mengendalikan panas ketika sudah mencapai suhu maksimum. Hal ini sangat berguna agar plastik kemasan yang digunakan tidak mudah meleleh.

Melalui kegiatan PKM-K ini diharapkan mitra PKM-K dapat menentukan Harga Pokok Penjualan, Harga Jual, mengetahui Laba usaha dengan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan sederhana pada telpon genggam.

“Selain itu, mitra PKM-K diharapkan dapat memperluas pasar dan pemasaran produk dan bisa mendesain label produk lebih menarik,” harap Ita Rifiani.(der)

Polinema Terapkan SOP Batman Ribone pada UKM Batik Malangan

Pelatihan batik. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka mengimplementasikan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dosen Polinema terus melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Tim dosen Jurusan Akuntansi dan Jurusan Administrasi Niaga yang terdiri dari Siti Amerieska, Galuh Kartiko, Novi Nugrahani, Rika Wijayanti, dan Farika Nikmah melakukan kegiatan PKM Kemitraan dengan menggandeng UKM Batik Bambu Kenanga yang berlokasi di Turen, Kabupaten Malang.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 ini berjudul “Batman Ribone (Batik Malangan Triple Bottomline) pada Pengrajin Batik Bambu Kenangan Kabupaten Malang”.

“Batik Malangan memiliki keindahan dan corak khas yang tidak kalah dengan batik lainnya. Konsumen dari dalam dan luar Kota Malang, terutama sekolah dan perkantoran yang menggunakan seragam batik, membeli Batik Malangan ke produsen batik di Malang”, ujar Siti Amerieska.

Dosen Jurusan Akuntansi ini menambahkan bahwa pengrajin Batik Malangan mempunyai potensi dan peluang usaha yang sangat prospektif. Namun ada beberapa kendala dalam pengembangan usaha Batik Malangan di antaranya belum memiliki tatakelola manajemen yang baik meliputi Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC), dana kewirausahaan yang masih minim.

Sosialisasi pemasaran Batik Malangan masih minim karena belum memiliki situs web dan media sosial dan belum mempunyai laporan keuangan khususnya laporan keuangan yang berbasis Triple Bottom Lines (Laporan Keberlanjutan). Hal tersebut yang melatarbelakangi kegiatan PKM Kemitraan ini.

Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan metode partisipatif yang menjelaskan petunjuk penggunaan “SOP BATMAN RIBONE” berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan tata kelola manajemen organisasi, motivasi kewirausahaan serta perencanaan dan proposal bisnis (Business Plan).

Selanjutnya dilaksanakan pelatihan setelah menentukan masalah dari hasil konsultasi terhadap semua aspek aktifitas usaha yang membutuhkan tindak lanjut. Metode problem solving ini dilakukan agar mitra dapat meningkatkan produksi topeng mandiri dengan menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan.

Tim PKM melakukan evaluasi serta pendampingan dalam melaksanakan semua aspek aktifitas usaha sehingga mitra mampu membangun kemitraan atau kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk menjadi investor.

“Melalui kegiatan PKM Kemitraan ini diharapkan UKM Batik Malangan dapat dengan mudah menerapkan aspek produksi yang ramah lingkungan, merencanakan pengelolaan keuangan dengan baik dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar tempat usaha dengan menerapkan sistem kemitraan berdasarkan SOP Batman Ribone”, tutup Siti Amerieska.

Kotak Koin dan Goena Beri Edukasi Generai Milenial Atur Keuangan dengan Teknologi Finansial

Webinar pengaturan keuangan generasi millenial. (istimewa)

MALANGVOICE – Generasi millenial adalah generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an atau yang saat ini berumur 17-37 tahun. Generasi millenial identik dengan kemajuan teknologi beserta segala kemudahan yang ada.

Generasi millenial lahir di zaman dengan akses yang mudah ke lembaga keuangan. Millenial adalah generasi pertama yang tumbuh dengan komputer dan internet, akan lebih mudah bagi milenial untuk
mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan.

Gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan membuat milenial merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian milenial juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai skala prioritas.

Hal ini tentu saja bersinggungan dengan tingkat literasi keuangan terhadap milenial. Upaya konsisten untuk mencetak generasi sadar finansial di tengah pandemi global yang saat ini
dialami banyak negara termasuk Indonesia, platform fintech P2P lending terdaftar OJK, PT Coco Digital Technology (Kotak Koin) bersama PT Dynamic Credit Asia (Goena) menyelenggarakan talkshow interaktif kepada lebih dari 100 peserta mahasiswa STIKI Malang pada hari Rabu, 23 September 2020.

Digelar secara daring melalui aplikasi komunikasi video ini untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk mendukung finansial di tengah pandemi Covid-19.

Okta Pramudya, Direktur Kotak Koin mengatakan, kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Malang.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020.

“Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending
turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan,” katanya.

Paulina Pietersz – Public Relations, Goena menambahkan, dengan adanya edukasi daring ini, diharap masyarakat Malang terutama generasi millenial dapat memanfaatkan layanan dengan baik.

“Produk P2P lending hadir untuk kebutuhan di tengah pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal yang marak ditawarkan dengan bunga yang di atas ketentuan regulator,” jelasnya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa STIKI Malang ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi terkait akses finansial dan pengaturan keuangan melalui teknologi finansial sangat dibutuhkan oleh masyarakat Malang.(der)

100 Mahasiswa UKWK Antusias Ikuti Seminar Safety Riding Melalui Virtual

Pelatihan safety riding virtual. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 100 peserta yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi Universitas Katolik Widya Karya Malang mengikuti seminar safety riding yang diadakan oleh PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama Polresta Malang Kota melalui virtual, Selasa (15/9).

Mengangkat tema Sarjana #Cari_aman meraih impian ini, Instruktur safety riding MPM Honda Jatim menyampaiakan materi mengenai persiapan berkendara sampai dengan tekhnik berkendara yang benar.

“Di masa pandemi ini kami mengadakan secara rutin masih melakukan edukasi dan sosialisasi safety riding melalui webinar atau seminar virtual. Harapannya meskipun melalui virtual apa yang disampaikan bisa bermanfaat bagi peserta,” kata Dionisius Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Selain itu juga pada webinar safety riding ini disampaikan materi mengenai apa saja aturan serta pelanggaran dalam berkendara yang disampaikan langsung Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.

Pada kesempatan itu juga diberikan edukasi mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan aturan apabila melanggarnya.

“Kami ingin menciptakan suasana berkendara yang aman dan nyaman untuk semua orang, terlebih di saat pandemi seperti ini harapan kami adalah warga khususnya kota Malang dapat mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberikan oleh pemerintah serta dilindungi oleh undang undang,” kata AKP Ramadhan Nasution.(der)

Kenalkan Scooter Mewah Honda Lewat PCX Photo Contest di Malang

Kontes foto Honda PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT mengadakan PCX Photo Contest.

Acara ini digelar di Cafe Cokelat Klasik, Malang (15/8).

PCX Photo Contest ini diikuti oleh 70 peserta yang mengikuti kontes foto. Pada kontes foto ini peserta di berikan tantangan untuk mengabadikan foto Honda PCX 150 yang mewah, ekslusive dan gagah bersama dengan model.

“Kami ingin lebih memperkenalkan salah satu big scooter yang mewah, elegan yang dimilki Honda yakni Honda PCX melalui Photo Contest. Ini pertama kalinya digelar di Malang,” kata Jonsen selaku Spv Promosi MPM Honda Jatim.

PCX Photo Contest ini berhadiah hingga jutaan rupiah dengan menghadirkan Yuyung Abdi sebagai juri kontes.

Dengan tampilan Honda PCX 150 yang semakin memberikan kesan mewah, ekslusive dan gagah didukung dengan fitur unggulan terbaik yang memberikan kebanggaan dan kenyamanan berkendara menjadi motor skutik premium yang terus diminati masyarakat.

Skutik premium ini juga telah didukung dengan Honda Smart Key yang dilengkapi alarm dan answer back system pada semua tipe yang memberikan kebanggan serta tampilan berkelas.

Skuter Matik (Skutik) ini mendapatkan dua penghargaan yaitu sebagai Bike Of The Year Otomotif Award 2019 dan Best of Best Skubek Motorplus Award 2019.

Berikut pemenang PCX Photo Contest Malang:

Juara 1 – Mevi Irmansyah
Juara 2 – Kenzie
Juara 3 – Arifin

Nominasi Terbaik
– Surya Bayu
– Putra Adi Laga
– Nugroho. (der)