Webinar Seru Bersama Driver Ojek Online, Kampanyekan 5P Sampai Tips Perawatan Motor

Webinar MPM Honda bersama mitra ojek online. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sesuai imbauan pemerintah saat ini, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, ojek online salah satu profesi yang bermanfaat untuk membantu memberikan pelayanan pengantaran kebutuhan sehari – hari.

Oleh karena PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT mengkampanyekan keselamatan berkendara kepada driver ojek online melalui seminar online (webinar) (15/1).

Diikuti 68 peserta dari Driver Mitra Gojek Malang. Pengemudi Gojek diberikan pengetahuan mengenai pentingnya keselamatan berkendara pada waktu membawa konsumen maupun pada waktu mengantar barang di musim penghujan, semua bertujuan untuk keselamatan mitra driver itu sendiri maupun pengguna jalan yang lain.

Pada Webinar ini juga dikampanyekan 5P yang harus di patuhi oleh pengendara sebelum berkendara antara lain periksa kondisi badan sehat dan segar sebelum berkendara, Periksa kondisi kendaraan sudah siap untuk dipakai, Pakailah Helm standar dan jaket, Patuhi Rambu – rambu lalu lintas dan persiapkan SIM dan STNK.

“Selama masa pandemi dan aktivitas masyarakat di batasi, jasa ojek online dibutuhkan masyarakat, untuk itu kami berikan edukasi berkendara agar tetep Cari_ Aman dijalan dengan pedoman 5P sebelum berkendara,” kata Dionizius Mizidianto, Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Selain Cari_Aman berkendara juga disampaikan tips perawatan motor serta layanan service kunjungan ke kantor pusat Go-Jek yang disampaikan oleh kepala bengkel dari AHASS MPM Motor jalan Basuki Rachmad 71-73 Malang.(der)

ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

Humanity Care Line. (Istimewa)

MALANGVOICE – Memasuki tahun 2021, dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya terus meluas. Kebijakan aktivitas masyarakat guna menekan laju pasien terpapar Covid-19 terus digencarkan. Dampak akibat pembatasan aktivitas tentunya berimbas pada sektor ekonomi sehingga banyak masyarakat yang memerlukan bantuan pangan.

Sejalan dengan hal itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengaktivasi layanan antar pangan gratis Humanity Care Line (HCL) pada Senin (11/1) dengan tema “Semakin Luas Membantu, Semakin Banyak Bahagia”.

Peluncuran kembali Humanity Care Line ini, meneguhkan bahwa sejatinya permasalahan kelaparan dan kemiskinan adalah masalah yang belum selesai. Sejak diluncurkannya di awal tahun 2020, Humanity Care Line telah melayani lebih dari 1,6 juta jiwa dengan 257 ribu KK yang tersebar di 13 kota/kabupaten, dengan melibatkan lebih dari 50.000 ojek daring.

Humanity Care Line. (Istimewa)

Program ini hadir sebagai layanan antar pangan gratis bagi masyarakat terdampak pandemi dan karantina wilayah. Selain itu, para relawan dari Humanity Bikers, serta para korban PHK akan bergabung dan bergerak bersama ACT agar jangkauan bantuan semakin luas. Di awal tahun 2021 ini, akan ada 5.000 relawan Humanity Bikers yang terlibat dalam proses pengiriman bantuan.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini masih sangat menyedihkan karena pandemi, khususnya pada gelombang lanjutan ini.

“Kami aktivasi kembali Operasi Pangan Gratis dan Humanity Care Line sebagai sebuah solusi. Sebuah program untuk merespon dan melayani masyarakat Indonesia khususnya kebutuhan pangan yang merupakan kebutuhan utama manusia. Tahun 2021 adalah tahun yang optimis, namun yang perlu kita ingat dan sadar masyarakat miskin masih panik, terutama di tengah PSBB, di mana kebutuhan pangan adalah hal yang paling riskan,” ungkapnya.

Humanity Care Line menjadi salah satu program andalan ACT sebagai turunan Operasi Pangan Gratis. Dalam proses pengiriman bantuan, ACT melibatkan ojek daring sebagai kurir paket pangan. Selain untuk menghindari kerumunan, jangkaun bantuan pangan akan semakin meluas karena paket langsung diantarkan oleh kurir ojek daring ke rumah penerima manfaat. Selain itu, sistem HCL juga terus dikembangkan sehingga mampu melayani panggilan masyarakat selama 24 jam. Dalam kesempatan yang sama, Ibnu juga menjelaskan bahwa program Operasi Pangan Gratis akan aktif di 61 cabang ACT secara serentak.

Insan Nurrochman selaku Executive Vice President ACT juga menekankan urgensi dari Humanity Care Line yang aktif kembali. Untuk awal tahun ini, kami berikhtiar akan memberikan bantuan kepada 1.000 penerima manfaat setiap harinya di Jabodetabek terlebih dahulu lalu berlanjut di berbagai daerah lainnya.

“Sepanjang tahun lalu dan awal tahun ini, dampak kesehatan menjadi salah satu konsekuensi dari pandemi Covid-19. Selain dampak kesehatan dan kematian, kita harus tahu bahwa dampak ekonomi semakin meningkat juga. Ada 29 ribu orang yang di PHK. Hilangnya pekerjaan di akar rumput semakin meningkatkan angka kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Separo dari UMKM sudah terdampak akibat turunnya daya beli masyarakat, sedangkan UMKM menopang sekitar 60% PDB Indonesia. Maka kita harus serius mencermati ini semua,” ungkapnya.

Selain melalui HCL, bantuan-bantuan pangan ini juga akan didistribusikan melalui Humanity Rice Truck dan Humanity Food Truck secara berkesinambungan. Semangat membangun bangsa ini juga diwujudkan dengan keterlibatan publik untuk mengentaskan problematika multidimensi yang muncul akibat Covid-19. Selain terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan bantuan (pangan), publik dapat berkontribusi langsung ke kantor pusat dan kantor-kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, hingga dapat berkunjung ke lokasi para mitra ACT.

Publik juga dapat menghubungi 08001165228 untuk merekomendasikan penerima manfaat untuk dikirimkan bantuan. Lebih jauh, salurkan kepedulian terbaik Anda melalui www.Indonesiadermawan.id/HumanityCareLine. Ulurkan tangan, salurkan kedermawanan dan jadilah pahlawan bagi mereka yang membutuhkan.(der)

Penjualan Durian Menurun Drastis Akibat Pandemi

Penjual durian di Kecamatan Temas, Kota Batu (Aan)

MALANGVOICE – Musim durian biasanya disambut semarak oleh berbagai kalangan. Buah berduri ini memang menjadi tambatan hati bagi banyak orang.

Semarak itu kali ini tidak dirasakan. Adanya persebaran virus covid-19 menjadikan banyak orang yang tidak keluar dan menyambut musim durian seperti dulu.

“Pelanggan jadi sepi karna larangan yang dikeluarkan. Kalau diwaktu normal libur seperti ini bisa jadi panen buat kami, ditahun ini jauh sekali,” ujar salah satu penjual durian, Sahmo Farudin yang berada di Kelurahan Temas Kecamatan Batu.

Rata-rata tiap harinya dia hanya mendapatkan 5 pembeli saja. Jauh dibandingkan sebelum pandemi yang bisa mencapai seratus pembeli perharinya. Dengan permintaan rendah, ia sering menyisakan buah yang tidak laku dijual.

“Biasanya saya jual untuk pembuat selai atau olahan lain. Kan kulitnya aja yang agak layu, tapi buahnya masih bagus” paparnya. Cuaca ektrem belakangan ini juga menjadi masalah.

Buah durian yang tidak tahan akan kadar air tinggi menjadi alasannya. “Dia jadi ada bercak hitam-hitamnya. Kulit buah juga mudah retak karena terlalu banyak menyerap air,” katanya.

Para petani biasa mengatasi hal itu dengan cara secepat mungkin memanen buah yang sudah masak. “Belum ada jalan keluar lain selama ini. disemprot atau dipupuk menggunakan produk yang bisa menangkalnya masih belum ditemukan,” jelasnya.

Harga buah dengan aroma menyengat ini dipasaran cendrung stabil. Satu buahnya dibanderol dengan harga Rp 50 hingga 250 ribu tergantung ukuran dan jenisnya.

“Saya berharap kedepannya pengunjung bisa bebas masuk tidak seperti sekarang. Kondisi juga kembali normal seperti sebelum pandemi,” harapnya.(der)

Wisatawan Minim, Penjualan Pengrajin Kayu Merosot

Pengrajin kayu Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Upaya bertahan di tengah dampak pandemi yang ada berusaha dilakukan oleh para pengrajin kayu. Meski sudah diperbolehkan, jumlah wisatawan yang menjadi tumpuan sasaran penjualan masih jauh dari normal. Mereka mengaku permintaan alat rumah tangga dari kayu hasil kerajinan menurun drastis.

“Sudah beberapa bulan tidak melakukan pengiriman luar daerah. Karena perintaannya memang tidak ada,” jelas salah satu pengrajin perabotan rumah tangga dari kayu, Muhammad Syaifulloh, Senin (4/1) Di Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ia mengaku sekarang hanya memproduksi seribu alat rumah tangga dari kayu per-hariya. Terdiri dari entong, cobek dan telenan.

Jauh dibandingkan kondisi normal dulu yang bisa memproduksi hingga kurang lebih dua ribu kerajinan setiap hari. Syaiful sapaan karibnya mengaku tidak mau memproduksi barang dengan jumlah besar karna permintaan yang memang minim.

“Roda ekonomi sekarang menurut saya belum kembali pulih. Orang–orang juga malas keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak,” ucapnya.
Kini ia mencoba peruntungan dengan menjual kerajinan tangannya di situs jual beli online.

Meskipun permintaan tak sebanyak ketika berjualan secara langsung, ia tetap beryukur akan hal itu. “Memang kelemahan kalau jual online itu, permintaannya cuma dikit-dikit saja. Tapi untuk sementara waktu ini yang bisa dilakukan, ya maksimal saja,” ujarnya sambil tertawa.

Harga yang dipatok untuk perabotan unik ini cukup bervariasi mulai Rp 7 hingga 20 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. Penjualan terbesarnya meliputi Jakarta dan Surabaya.

Kayu yang digunakan juga beragam, dari kayu mahoni, pinus dan jati. “Cuma bisa berdoa semoga pandemi cepat dicabut. Kasian karyawan yang gajinya pas-pasan jika terus seperti ini,” tutupnya.(der)

Pasarsedekah.com, Bangkitkan Ekonomi Umat dengan Pasar Digital Syariah

Peluncuran pasarsedekah.com. (istimewa)

MALANGVOICE – Bisnis e-commerce diyakini bakal tetap tumbuh pesat pada 2021 sebab didorong oleh bergesernya pola belanja konsumen selama pandemi.

Migrasi ke kanal daring pun diperkirakan banyak dilakukan usaha mikro, kecil dan menengah. Namun, belum banyak e-commerce yang mengusung sedekah untuk aksi kemanusiaan dalam setiap transaksi. Hal ini mendorong Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi situs jual-beli digital yang mengakomodir kebutuhan berbelanja yang mendatangkan berkah melalui sedekah karena turut membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Pasarsedekah.com diluncurkan pada Selasa (22/12) mengajak para pengusaha mikro, kecil, dan menengah untuk memaksimalkan profit dan meluaskan jaringan pemasarannya dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai ekonomi syariah dan asas kebermanfaatan. Setiap transaksi memiliki nilai sedekah yang tentunya mendatangkan kebermanfaatan dan keberkahan.

Puti Halimah selaku CEO Pasarsedekah.com menjelaskan bahwa tujuan dari dibentuknya Pasar Sedekah adalah menciptakan pasar sebagaimana menciptakan peradaban.

”Pasar sedekah tidak hanya sebuah situs jual beli digital pada umumnya, namun memiliki tujuan besar, yaitu melepaskan manusia dari riba, gharar dan kezaliman, merutinkan amal dari hulu ke hilir, serta menyelamatkan dan memandirikan umat. Hal ini dapat diwujudkan karena keberkahan di setiap transaksi sebagai nilai utama dan melibatkan Allah dalam setiap transaksi yang terjadi dalam situs jual-beli digital ini,” ungkapnya.

Tujuan utama membangun peradaban sedekah menuju peradaban Islam terbaik sesuai dengan misi Aksi Cepat Tanggap, yaitu menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Dengan mempertemukan para wakif, penjual, dan pembeli, harapannya Pasar Sedekah dapat  membentuk ekosistem kebermanfaatan secara masif.

Ke depannya, terdapat tiga target yang akan dilakukan Pasar Sedekah agar ekosistem tersebut semakin berkembang. Pertama, target entrepreuner; melihat keuntungan yang didapat dari platform ini. Kedua, target socialpreneur; melihat benefit dari transaksi bernilai sosial. Artinya, aktivitas yang dilakukan selain memiliki profit, juga memerhatikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat luas. Terakhir, target celestialpreneur; melihat setiap transaksi yang dilakukan bernilai keberkahan. Artinya, aktivitas yang dilakukan berdampak pada program-program implementasi kepada para penerima manfaat, yaitu kaum prasejahtera.

Dalam menciptakan ekosistem kebermanfaatan, tentunya benefit juga akan dirasakan oleh para pelanggan setia.

“Pasar Sedekah dapat menjadi platform belanja alternatif yang aman, mudah, dan nyaman, yang insyaallah sarat manfaat perniagaan. Para pelanggan akan menjadi support system yang hadir dalam upaya membangkitkan ekonomi umat dan menumbuh-suburkan keberkahan,” tambah Puti.

Dengan memanfaatkan teknologi sebagai penggerak keberkahan melalui sedekah setiap saat, Pasarsedekah.com berikhtiar di tahun 2021, akan ada 1 juta orang penerima manfaat dengan jumlah sedekah yang terkumpul adalah sebanyak 10 miliar dari para wakif. “Sebagai sebuah social digital platform, fungsi Pasar Sedekah tidak hanya sebagai sebuah e-commerce, namun juga ladang dakwah, ladang amal, dan ladang ukhuwah. Insyaallah, Pasar Sedekah menjadi medium untuk menciptakan peradaban Islam yang Rahmatan Lil A’lamin,” pungkas Puti.(der)

Terapkan Protokol Covid-19, Dua Hotel Kota Malang Raih East Java Tourisme Award

Hotel tugu dan Ijen Suites menerima East Java Tourisme Award 2020, Minggu (20/12). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Sejumlah dua hotel di Kota Malang meraih East Java Tourisme Award 2020, Minggu (20/12). Hotel tersebut adalah Hotel Tugu dan Hotel Ijen Suite.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, Hotel Tugu meraih penghargaan Terbaik untuk kategori Hotel Boutiqe Bintang 5 dan Hotel Ijen Suite Terbaik untuk kategori Hotel Bintang 4.

Ia melanjutkan, sertifikasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan dan diberikan Disporapar menjadi salah satu penopang serta penguat bagi pelaku jasa wisata khususnya hotel. Terutama untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi tamu hotel.

“Kami (Dinas) bersama stakeholder (termasuk hotel) berkomitmen kuat untuk terus melakukan keseimbangan gerak antara upaya mendorong gairah wisata dengan langkah upaya pencegahan serta pengendalian Covid- 19. Maka yang pertama dan prioritas harus memastikan siapa pun yang berkunjung akan merasa aman dan nyaman,” urainya.

Sementara itu, Manajer Hotel Tugu, Cressencia mengatakan, pentingnya memberikan rasa aman, nyaman dan tenang kepada para wisatawan dan semua pelanggan jasa wisata.

“Itu memang menjadi prioritas, selain memang kami harus super kerja keras untuk berkreasi dalam menarik tingkat kunjungan. Salah satunya tentu penguatan pada informasi online dan jaringan serta terus menajamkan keunikan keunikan yang kita miliki. Karena hotel tentu tidak sebatas hanya untuk inap, maka program serta jasa penunjang lain terus kami kuatkan,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi yang diraih di ajang East Java Tourisme Award 2020 tersebut.

“Semoga ini menjadi motivasi kita bersama untuk tetap bergerak maju dan positif di masa pandemi ini,” ujarnya.(der)

MPM Honda Bagi Tips Cari_Aman Perjalanan Jauh untuk Pelajar Lewat Webinar

Webinar MPM Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menjelang libur akhir tahun yang biasanya di manfaatkan untuk melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor. Untuk itu, Instruktur Safety Riding MPM Honda membagikan tips Cari_Aman Perjalanan Jauh dalam gelaran Webinar safety riding yang diadakan bersama dengan SMK Karangploso, Jumat (18/12).

Pada Webinar iti disampaikan mengenai kelengkapan berkendara apa saja yang perlu dipersiapkan, seperti memakai helm, jaket, sarung tangan, sepatu. Penggunaan riding gear yang baik akan melindungi tubuh dari dampak cidera berlebih. Selain itu juga disampaikan teknik berkendara dan danger prediction.

“Tradisi menjelang pergantian tahun biasanya dimanfaatkan untuk liburan dan melakukan perjalanan jauh. Untuk itu kami sampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila melakukan perjalanan jauh dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Dionizius Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding.

Webinar juga dilakukan di SMAN 1 Singosari dan juga kepada komunitas Honda di Malang.

Ia berharap, ilmu yang disampaikan ini bermanfaat dan menjaga para pengendara tehindar dari kecelakaan dan bahaya virus Covid-19.(der)

Digitalisasi 1.000 UMKM Jatim Lewat Festival Usaha Juragan

Festival Usaha Juragan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dukung digitalisasi usaha lokal di Jatim, Grab menggandeng Dekranasda dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menghadirkan Festival Usaha Juragan.

Festival ini terbagi dalam tiga rangkaian acara, yaitu webinar dengan tema “Strategi Mengembangkan Bisnis”, Bazaar Usaha Juragan, dan Penghargaan Juragan Jempolan.

Acara yang berlangsung dari 27 November hingga 18 Desember 2020 ini diikuti lebih dari 1.000 UMKM dan social seller dari berbagai kota di Jawa Timur. Untuk mengapresiasi para peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, Grab memberikan penghargaan kepada tiga pelaku UMKM dengan pencapaian terbaik selama Festival Usaha Juragan berlangsung.

Halim WIjaya, Director of East Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan, sejalan dengan misi GrabForGood dan sebagai bagian dari program #TerusUsaha, Festival Usaha Juragan ini merupakan wujud komitmen Grab untuk terus mendukung para pelaku usaha agar bisa memulai proses transformasi digital mereka dan bisa tetap bertahan di masa pandemi.

“Kami sangat senang melihat antusiasme tinggi dari ribuan UMKM di Jawa Timur yang telah mengikuti seluruh rangkaian acara ini dan membawa semangat #TerusUsaha. Semoga pelatihan ini dapat terus mendukung UMKM untuk berdigitalisasi dengan mudah sehingga dapat mendorong roda perekonomian di Jawa Timur,” katanya.

Selain itu, Grab juga menghadirkan Klub Juragan GrabExpress, komunitas yang menjadi wadah untuk para social seller berkomunikasi dan mendapatkan informasi terkait layanan kurir instan GrabExpress.

“Riset Center for Strategics and International Studies menunjukkan kontribusi ekonomi Grab di Jawa Timur mencapai Rp8,9 triliun dan meningkatkan pendapatan mitra hingga sebesar 125%. Hal ini menunjukkan bagaimana digitalisasi membawa dampak besar bagi ekonomi dan karena itulah kami terus mencari cara inovatif untuk membantu mempercepat proses transformasi digital UMKM. Grab berharap agar terus bisa menjadi bagian penting dari terciptanya ekonomi digital yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Halim.

Selama masa pandemi, Grab telah mendigitalisasi lebih dari 500.000 UMKM di Indonesia, juga memastikan 7.000 pasar tradisional dapat dijangkau pelanggan dalam aplikasi Grab.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan Grab untuk terus mendukung digitalisasi UMKM Jawa Timur.

Arumi mengatakan, tulang punggung penggerak roda perekonomian di Jawa Timur adalah UMKM dengan kontribusi mencapai 54% kepada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim. Melihat hal ini, Dekranasda memfasilitasi dan membantu para pelaku usaha untuk bisa bertahan di era new normal dengan memberikan pelatihan dalam menjalankan bisnis.

“Mereka juga perlu mulai berdigitalisasi sambil terus memperbaiki kualitas produknya sehingga dapat terus berkembang dan mampu bersaing. Dengan memanfaatkan teknologi digital seperti Grab, menjalankan usaha bisa menjadi mudah, mulai dari pembelian bahan baku, perluasan pasar hingga ke luar kota, sampai dengan pengiriman barang ke tangan pembeli,” tutupnya.(der)

Bentoel Group Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM

MALANGVOICE – Bentoel Group kembali menggelar serangkaian program pelatihan dan pameran untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara virtual dengan mengusung nama #UMKMBerjaya.

Program #UMKMBerjaya ini sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional oleh Pemerintah Pusat guna menggerakkan kembali ekonomi kerakyatan yang terpukul akibat pandemi COVID-19.

Legal & External Affairs Director, Bentoel Group, Mercy Francisca Hutahaean, mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi nasional dan telah terbukti menyelamatkan krisis ekonomi Indonesia pada tahun 1997-1998. Sebagaimana diketahui, pandemi virus COVID-19 telah memukul UMKM dan berdasarkan hasil survei dari Katadata Insights Center (KIC) pada bulan Juni 2020, 83% UMKM Indonesia terdampak oleh pendemi Corona dan 64% dari mereka mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Lebih dari separuh dari harus mengurangi produksi dan bahkan memberhentikan pekerjanya.

“Melihat urgensi ini, diperlukan kontribusi dari semua pihak untuk bahu-membahu membantu Pemerintah dalam memulihkan kembali ekonomi sesuai kapasitas kita masing-masing,” ujarnya.

Ia melanjutkan, program #UMKMBerjaya ini merupakan kelanjutan dari program kami serupa tahun lalu. Tahun ini, pihaknya fokus pada strategi promosi yang dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM untuk dapat terus berkembang di tengah situasi yang sulit ini. Agar dapat bertahan dan bertumbuh dalam situasi yang sulit seperti ini, tentunya para pelaku UMKM harus lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran untuk pemasaran dan campaign.

“Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dalam melakukan promosi, terlebih saat sebagian besar masyarakat saat ini banyak yang bekerja dari rumah,” jelasnya.

Pihaknya berharap pelatihan melalui program #UMKMBerjaya tersebut dapat memberikan pengetahuan baru dan keterampilan praktis kepada para pelaku UMKM dalam melakukan promosi yang efektif di era pandemi serta memberikan inspirasi kepada mereka untuk terus mengeksplorasi kreativitas.

“Kami tentunya berharap agar UMKM tersebut tidak hanya mampu bertahan, namun juga bertumbuh. Dengan majunya UMKM Indonesia, maka perekonomian Indonesia juga diharapkan dapat kembali bergerak dan bertumbuh secara positif,” urainya.

Selain itu, lanjut dia, juga berharap agar Pemerintah dapat terus memberikan dukungan kepada para pelaku bisnis di Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang memihak pemulihan dan keberlanjutan bisnis, terutama pada sektor-sektor strategis yang banyak memberikan kontribusi pada pemasukan negara, penyerapan tenaga kerja, serta berkontribusi pada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji berkesempatan membuka Pelatihan Virtual #UMKMBerjaya dari Bentoel Group ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bentoel Group yang telah memberikan perhatian kepada rekan-rekan UMKM dengan memberikan pelatihan digital. Agar rekan-rekan UMKM bisa mengembangkan produk dan memasarkan melalui dunia digital, utamanya media sosial,” katanya.

Wali Kota Sutiaji menegaskan apresiasi Pemerintah Kota Malang untuk semua stakeholder, yakni manajemen Bentoel Group, para pemateri dan para peserta yang telah bahu membahu dalam pelatihan virtual. Sutiaji menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya positif yang dapat dilakukan di masa pandemi untuk membangkitkan UMKM.

“Bangkitkan ekonomi kerakyatan karena kita telah tahu bersama UMKM adalah salah satu barometer ketahanan ekonomi kerakyatan di Indonesia,” jelasnya.

Salah satu peserta, Dina dari Blitar yang juga menjalankan usaha kecil mengucapkan terima kasih kepada Bentoel Group yang telah menyelenggarakan pelatihan virtual dengan materi strategi promosi UMKM di era pandemi.

“Materinya detail dan mudah dipahami. Dan ilmunya sangat membantu banget untuk meningkatkan promosi kami pelaku UMKM di media sosial. Terimakasih untuk ilmunya dan saya pribadi menantikan pelatihan-pelatihan virtual selanjutnya,” ujarnya.

Program #UMKMBerjaya ini terdiri dari pelatihan tentang strategi promosi efektif di era pandemi yang diselenggarakan pada 17 Desember 2020. Kemudian kompetisi bisnis UMKM yang diselenggarakan 18 hingga 21 Desember. Keseluruhan acara tersebut dilakukan secara daring dengan pendaftar sebanyak lebih dari 400 pelaku UMKM dari Malang Raya dan berbagai kota di Jawa Timur.

Pelatihan UMKM ini menghadirkan perwakilan dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika serta para praktisi usaha dari berbagai bidang yang memberikan materi tentang berbagai strategi untuk membuat usaha kecil dan menengah tetap bertahan dan bertumbuh di era pandemi melalui upaya-upaya promosi yang kreatif. Setelah itu, para peserta pelatihan akan diberikan kesempatan untuk memaparkan usaha kreatif mereka dan 10 ide bisnis terbaik akan mendapatkan hadiah berupa bantuan promosi produk di berbagai media serta sekolah branding secara gratis.(der)

Meskipun Kualitas Meningkat, Penjualan Jeruk di Kota Batu Menurun

Salah satu petani jeruk Desa Temas (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Seiring berjalannya waktu, permintaan jeruk dipasaran mulai menurun. Hal itulah yang dirasakan oleh para penjual jeruk di sekitaran Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Salah satu penjual, Herwanto menyebutkan penjualan jeruk menuruk drastis usai beberapa minggu lalu melonjak. “Dua minggu lalu dalam sehari bisa menjual 75 sampai 80 kilogram. Tapi sekarang laku 5 kilogram saja sudah bersyukur,” jelasnya, Jumat (11/12).

Menurutnya sepinya pembeli dikarenakan mereka lebih tertarik untuk memperoleh buah tangan lain.
Memang, jika berkaca keadaan Kota Batu Belakangan masih terlihat ramai-ramai saja. Hal tersebut membuat mereka hanya menyetok dagangan secukupnya.

“Kalau biasanya satu harinya kami stok 1 kwintal. Sekarang seadanya saja mas,” ucapnya. Jeruk yang dijualnya berasal dari Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Harga per-satu kilogramnya yaitu Rp 15 – 20 ribu berjenis jeruk siem. Kualitas jeruk yang ada disaat musim hujan kini pun makin bagus.

Alasannya karena tanaman ini sangat tahan cuaca, sedangkan kebutuhan air sudah terpenuhi oleh hujan. “Kualitasnya bagus tapi pembelinya tidak ada. Ya semoga pandemi segera berakhir,” harapnya