Sambut Valentine Lewat Romansa Cinta di langit THE 101 Hotel Malang OJ

Foto-foto menu makanan THE 101 Hotel Malang OJ saat Valentine nanti. (Anja a)
Foto-foto menu makanan THE 101 Hotel Malang OJ saat Valentine nanti. (Anja a)

MALANGVOICE – Menyambut perayaan dan kemeriahan hari kasih sayang, dengan promo menu baru di bulan Februari, THE 101 Hotel Malang OJ mengangkat tema ‘Romance d’Amour.

Public Relation The 101 Hotel Malang OJ, Gitvy Fitria mengatakan, kali ini Valentine akan dimeriahkan lewat sajian spesial. THE 101 Malang OJ menawarkan tiga menu andalan untuk romantic dinner malam Valentine. Acaranya bakal diadakan di Rooftop Café tertinggi di Kota Malang, SKYROOM.

“Kami hadirkan mulai dari appetizer, soup, main course, dan dessert lengkap serta chocolate praline untuk para pasangan. Sajian khusus untuk Valentine yang menambah suasana akan semakin romantis,” kata Gitvy.

Menu-menu tersebut antara lain romantic soup yaitu soup sayur wortel dan brokoli. Kemudian Dip Tower yang terbuat dari serloin steak, lengkap dengan potato dan vegetable. Dan tidak lupa smoke chicken lover, daging ayam dibentuk hati. Untuk hidangan appetizer, ada greentea blast chocolate cake.

Bukan itu saja tersedia booth foto tema Valentine, serta table decoration disesuaikan tema hari kasih sayang dominan warna pink. Selain itu, alunan lagu cinta akan menemani makan malam anda yang akan diiringi oleh live band performance

“Nanti pasangan terbaik akan mendapat hadiah voucher menarik dari kami. Voucher kamar,” kata dia

THE 101 Hotel Malang OJ menjadi tempat yang pas untuk berbagi kasih dengan orang tercinta. Promo ini bisa dinikmati dan akan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB – 23.00 WIB, Rabu (14/2) nanti. (Der/Ery)

Libur Panjang Akhir Pekan, Bisnis Perhotelan Panen

Lobby Hotel Santika Premiere Malang. (deny)
Lobby Hotel Santika Premiere Malang. (deny)

MALANGVOICE – Libur panjang pada beberapa akhir pekan di April ini berdampak pada naiknya okupansi hotel di Kota Malang.

Wisatawan lokal maupun mancanegara memenuhi beberapa hotel termasuk Santika Premier Malang.

“Okupansi naik terus sampai 95 persen sampai sekarang. Hal sama juga berlaku pekan kemarin,” kata Public Relation Officer Hotel Santika Premier Malang, Erwinda Moonica, Jumat (28/4).

Seluruh kamar sudah penuh dipesan hanya tinggal beberapa saja, yakni tipe Presidential Suites.

“Sisanya sudah tidak ada lagi. Kecuali kalau ada acara besar dan ada beberapa tamu penting baru benar-benar full,” lanjut Winda, sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, persewaan Ballroom di hotel Santika juga meluber. Pasalnya banyak penyelnggara acara memanfaatkan sisa waktu menghabiskan agenda sebelum bulan puasa tiba.

“Semuanya pada menghabiskan acaranya di bulan ini,” tandasnya.

BNI Cari Calon Pemimpin Berkualitas di Malang

Program Rookie 46 BNI. (Ist)
Program Rookie 46 BNI. (Ist)

MALANGVOICE – Sebagai perwujudan keterbukaan dalam pengembangan serta pemberdayaan sumber daya manusia, PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk atau BNl membentuk Rookie 46.

Rookie 46 merupakan program mencari dan membentuk talent berkualitas untuk bergabung dalam a high profile management trainee, yang disiapkan menjadi calon pemimpin di BNI.

Universitas Brawijaya (UB) merupakan tempat pelaksanaan acara sekaligus universitas ke 6 dari 9 tempat terbaik di Indonesia yang dipilih. Acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Brawijaya Prof M Bisri dan dibuka CEO BNI Wilayah Malang Yessy Kurnia.

BNI memiliki beberapa program rekrutmen baik yang sudah maupun yang akan berjalan, seperti ADP (Asistant Development Program), ODP (Officer Development Program) dan yang terbaru adalah Program Magang Bina BNI dan Rookie 46.

Lulusan Rookie 46 akan mendapatkan premium paket reward yang berbeda dibandingkan rekrutmen biasa, dimulai dari peningkatan jenjang karir lebih cepat, reward yang lebih besar serta kesempatan menduduki jabatan manager.

“Lulusan akan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan di luar negeri dan dibimbing langsung eksekutif manajemen BNI,” kata Yessy Kurnia, sesuai rilis yang diterima MVoice, Kamis (13/4).

Dalam sosialisi itu harapannya mahasiswa bisa berpartisipasi dan bergabung dalam program yang baru pertama kali ini.

Sebagai informasi, BNI pada tahun ini akan membuka ratusan outlet sehingga membutuhkan tambahan SDM baru lebih dari seribu orang. Pembukaan outlet tersebut guna menjawab kebutuhan nasabah akan layanan jasa perbankan.

IKM Kota Malang Sulit Tembus Pasar Internasional, Kenapa?

Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang, M Subkhan. (Muhammad Choirul)
Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang, M Subkhan. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Malang amat pesat. Saat ini, tercatat lebih dari 3.000 IKM berada dalam binaan Dinas Perindustrian. Kendati begitu, ribuan IKM itu masih kesulitan menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, M Subkhan, membeberkan mayoritas IKM menggarap bidang makanan-minuman dan kriya. Kendala sulitnya menembus pasar internasional yakni terkait permasalahan administrasi.

“Masih perlu banyak berbenah, karena banyak yang belum punya sertifikasi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga),” paparnya.

Saat ini, baru sekitar 40 persen IKM yang telah memiliki sertifikasi PIRT. Hal itu menjadi penyebab utama distribusi produk IKM hanya menjangkau tataran regional atau paling luas mencapai ruang lingkup nasional.

Mantan Kepala Satpol PP itu menambahkan, permasalahan lain yakni terkait manajemen kelembagaan. Dikatakan Subkhan, kebanyakan pola produksi IKM hanya berlangsung apa adanya.

“Mereka memproduksi apa adanya, saat mereka pikir jumlahnya cukup, ya sudah, tanpa memikirkan menjadi modal usaha bergulir,” pungkasnya.

Kota ke-30, Black Canyon Coffee Hadir di Malang

Peresmian Black Canyon (anja)
Peresmian Black Canyon (anja)

MALANGVOICE – Black Canyon kembali membuka outlet baru di kawasan jalan Bondowoso, Malang dengan konsep entertainment dan pelayanan yang bersahabat. Malang menjadi Kota ke-30 se-Indonesia yang memiliki outlet Black Canyon

President Director, Mufid Wahyudi , mengatakan outlet ini hadir dengan konsep yang baru dan segar, cocok sebagai tempat untuk berbagi dan berkumpul.

“Setelah riset bertahun-tahun akhirnya Black Canyon hadir di Malang. Semoga bisa memberikan value di industri kuliner di Kota Malang,” kata dia.

Selain itu, Black Canyon tidak hanya kuat di minuman saja seperti tempat-tempat ngopi pada umumnya, tetapi juga kuat di makanan. Black Canyon memberikan alternatif berbagai macam menu makanan serta minuman bagi tamu yang datang berkunjung.

Black Canyon adalah waralaba restoran dari Thailand yang menawarkan aneka makanan dan minuman khas Thailand dan internasional yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

“Kami harap Black Canyon baru ini dapat menjadi salah satu alternatif tempat nongkrong serta tempat untuk pertemuan keluarga atau pertemuan bisnis di kota Malang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ida Ayu Made Wahyuni, yang hadir dalam acara opening, Rabu (12/4).

Maksimalkan Skema Penthahelix, Potensi Usaha Mikro Disinergikan

Suasana acara bertajuk 'Validasi Data Usaha Mikro' di Hotel Montana.
Suasana acara bertajuk 'Validasi Data Usaha Mikro' di Hotel Montana.

MALANGVOICE – Dalam acara bertajuk ‘Validasi Data Usaha Mikro’ di Hotel Montana, Selasa (14/3), Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Malang, Tri Widyani, membeberkan sejumlah strategi mendorong kemajuan para enterpreneur.

Salah satu strategi yang paling digencarkan, yakni memaksimalkan skema penthahelix. Dijelaskan, skema itu diterapkan menggandeng beberapa stake holder lain seperti akademisi, birokrasi, pelaku usaha, komunitas hingga media.

“Tujuannya, tak lain mendorong tumbuh-kembangnya usaha mikro, setelah itu akan disinergikan dengan program dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan program yang ada di kementerian,” katanya.

Sinergitas itu tak lepas dari tingginya potensi geliat usaha mikro. Yani, sapaan akrabnya, menyebut, kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Jawa Timur sudah menembus angka 54 persen. Capaian itu juga hampir sama dengan Kota Malang.

“Bahkan untuk PDRB Kota Malang, UKM memberikan kontribusi sebesar 85 persen,ini artinya mereka memiliki potensi besar dan harus diatur sebaik mungkin,” bebernya.

Salah satu pemateri pada acara ini, Irfan Fatoni, mengatakan, treatment penting untuk para start up dalam usaha mikro ini adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan membekalinya dengan motivasi. Namun hal itu belum cukup.

Karena itu, DKUM kini memiliki klinik usaha mikro agar para pelaku usaha bisa berkonsultasi jika mendapatkan kesulitan dalam mengembangkan usaha. “Klinik ini sifatnya informal. Pelaku usaha bisa berkonsultasi setiap Selasa dan Kamis, lokasinya di kantor dinas,” paparnya.

Tingkatkan Kompetensi, Usaha Mikro Dipetakan

Suasana acara bertajuk 'Validasi Data Usaha Mikro' di Hotel Montana.
Suasana acara bertajuk 'Validasi Data Usaha Mikro' di Hotel Montana.

MALANGVOICE – Program bertajuk ‘Validasi Data Usaha Mikro’ yang terselenggara di Hotel Montana, 14-16 Maret 2017 ini merupakan usaha yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Malang menjalankan pemetaan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Malang, Tri Widyani, menyebut, pemetaan itu meliputi data berbagai hal, seperti persebaran dan jenis usaha. Dengan terpetakannya data itu, Pemkot lebih mudah menyuntikkan berbagai formula agar usaha mikro bisa lebih maju dan berkembang.

“Setelah terpetakan, kami bisa memberikan hal-hal yang dibutuhkan seperti standarisasi produk, peningkatan kompetensi, dan sebagainya. Harapannya tentu agar pelaku usaha bisa menghadapi persaingan global,” kata Yani, sapaan akrabnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini, kian berkembangnya Kota Malang merupakan peluang besar. Pelaku usaha mikro, lanjut Yani, memiliki akses lebih dalam memasarkan produk, minimal dalam jangkauan dalam kota.

Hal ini tak lepas dari banyaknya wisatawan dan jumlah mahasiswa dari sekitar 50 perguruan tinggi yang tersebar di lima kecamatan. “Kenyataan itu merupakan pangsa pasar tersendiri untuk dimaksimalkan,” pungkasnya.

Usaha Mikro di Kota Malang Harus Naik Kelas!

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Tri Widyani (dua dari kanan)
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, Tri Widyani (dua dari kanan)

MALANGVOICE – Para pelaku usaha mikro harus ‘naik kelas’, tidak sekadar menjalankan program usaha kecil-kecilan. Hal ini terus didorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Malang.

“Kami sekarang dorong dengan program ‘Usaha Mikro Naik Kelas’, harus ada semangat pelaku usaha dan pemerintah memberikan stimulus yang baik agar tumbuh jiwa-jiwa entrepreneur tangguh,” kata Kepala DKUM, Tri Widyani.

Atas dasar itulah, pihaknya menggelar acara bertajuk ‘Validasi Data Usaha Mikro’ selama tiga hari, sejak Selasa (14/3) hingga Kamis (16/3) lusa. Dipaparkan, acara ini berlangsung untuk memetakan potensi usaha mikro sekaligus memberikan pelatihan dan arahan bagi pengusaha pemula utamanya di bidang start up.

Perempuan yang akrab disapa Yani ini kembali menegaskan, para entreprenur harus bermimpi membuka usaha besar dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Dia mengklaim, DKUM terus menggelontorkan berbagai program guna mendorong tumbuh kembangnya usaha kecil dan menengah agar bisa bersaing di era persaingan global seperti saat ini.

Dia juga mengimbau pelaku usaha mikro tidak perlu gentar menghadapi persaingan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasalnya, jika dicermati, produk hasil kreasi anak negeri, khususnya produk dari pelaku usaha mikro, tidak kalah kualitasnya dan bahkan mengungguli produk dari negara tetangga.

“Kalau kita bisa manfaatkan dengan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak perlu takut hadapi MEA. Meskipun nanti ada barang dari luar negeri yang harganya murah, kita tetap bisa bersaing karena kualitas produk lebih baik dan unggul,” tuturnya.

Kompetitor dari Luar Daerah Harus Jadi Motivasi

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, M Subkhan, foto bersama para pembicara dan peserta workshop.
Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, M Subkhan, foto bersama para pembicara dan peserta workshop.

MALANGVOICE – Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, M Subkhan, menyebut, di Kota Malang banyak kompetitor dari luar daerah di bidang industri fashion. Hal ini menjadi salah satu landasan menggelar workshop di Regent Park Hotel, 27 Februari – 3 Maret ini.

Subkhan menegaskan, suplai pasar perlu diimbangi dengan produk berkualitas yang dihasilkan para wirausahawan mumpuni. Sekitar 25 peserta yang dihadirkan, karenanya, merupakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang bersaing dengan produk luar daerah.

“Banyaknya kompetitor ini harus jadi motivasi agar mampu memberi layanan dan mutu terbaik. Kalau bermutu, pasti dengan sendirinya dicari konsumen,” ungkapnya.

Dikatakan, workshop ini juga bertujuan agar penjahit dan pelaku industri handmade bisa menelurkan hasil produksi serapi pabrikan. Dengan begitu, persaingan harga juga bisa ditekan sehingga berpihak pada para pelaku IKM.

“Keterampilan lebih juga harus terus dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkas mantan Kepala Satpol PP Kota Malang ini.

Industri Fashion Berpotensi Tumbuh Pesat di Kota Malang

Beragam produk fashion jadi potensi perkembangan industri Kota Malang.
Beragam produk fashion jadi potensi perkembangan industri Kota Malang.

MALANGVOICE – Industri fashion Kota Malang berpotensi mengalami pertumbuhan luar biasa. Hal ini diungkapkan dosen tata busana Fakultas Teknik UM, Nurul Hidayati SPd M Sn, saat menjadi salah satu pembicara workshop fashion di Regent Park Hotel.

Kegiatan yang sudah dimulai sejak Senin (27/2) ini masih akan berlangsung hingga Jumat (3/3) besok. Sekitar 25 penjahit dari Kota Malang digembleng mengasah keterampilan bidang fashion.

Nurul Hidayati yang juga pemilik Almirah Handmade menilai, besarnya potensi pertumbuhan bisnis fashion di Kota Malang sendiri bukan isapan jempol belaka. Hal itu juga meliputi tingkat konsumsi masyarakat. Berbagai produk pasokan dari luar Malang juga laris manis bersaing dengan produk lokal.

“Kami hanya beri pondasi, nanti inovasi dan kreativitas tergantung dari terobosan para penjahit ini sendiri. Harapannya jangan sampai kalah bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.

Dia menyarankan, pengembangan produk fashion Kota Malang lebih baik terfokus pada produk handmade yang eksklusif dan tak bisa dimiliki daerah lain. Hal itu menambah tingkat prospektif industri ini.

Karena itulah, penyelipan materi khas Malang juga diberikan. “Saya beri materi sulam untuk memperindah kebaya, serta memberi materi cara membuat rok dengan batik Malangan,” pungkasnya.

Komunitas