MPM Honda Apresiasi Kampung Tangguh Jatim Dalam Upaya Lawan Covid-19

Kampung Tangguh Jatim. (istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memberikan apresiasi kepada 50 kampung tangguh terpilih dengan menggelar program kegiatan bertajuk Vario Satu Hati Kampung Tangguh Jawa Timur.

Vario Satu Hati Kampung Tangguh Jawa Timur ini merupakan bagian dari program MPM Peduli yang merupakan kegiatan corporate social responsibility ( CSR) MPM Honda Jatim dan juga mendukung program pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

Pada program kegiatan ini, 50 kampung yang terpilih akan mendapatkan 1 tenda , 5 set baju APD serta spanduk himbauan. Perwakilan kampung tangguh Jatim dapat mendaftarkan kampungnya terlebih dahulu. Untuk pendaftaran dapat diakses melalui
bit.ly/kampungtangguhmpm atau kunjungi IG @mpmhondajatim untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Pendaftaran dibuka pada periode Juli- Agustus 2020.

“Kami ingin menjadi bagian dari program kampung tangguh untuk bersama sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memberikan perlengkapan yang di butuhkan untuk menunjang kegiatan warga kampung dalam mengatasi dampak yang diakibatkan Covid-19,” kata Suhari selaku Marketing Communication & Development Divison Head MPM Honda Jatim.

Selain memberikan kelengkapan, MPM Honda Jatim beserta jaringannya akan ikut serta dalam menyemarakkan kegiatan warga Vario Satu Hati Kampung Tangguh Jawa Timur yang terpilih.(der)

Pembayaran Digital Masyarakat Malang Meningkat Selama Pandemi COVID-19

Ilustrasi pembayaran digital. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia (BI) Malang mencatat peningkatan transaksi pembayaran digital (cashless payment), khususnya di wilayah Kota Malang. Fenomena tersebut terjadi selama pandemi COVID-19.

Kepala Kanwil Bank Indonesia Malang Azka Subhan menjelaskan, peningkatan transaksi pembayaran secara digital mengalami peningkatan kurang lebih sebesar 20 persen dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 selama tiga bulan terakhir, khususnya sejak Maret hingga Juni 2020.

“Tercatat ada peningkatan, semula dari 47 persen, menjadi 70 persen transaksi,” kata Azka.

Ia melanjutkan, platform transaksi digital seperti GoPay, OVO, termasuk QRIS milik Bank Indonesia ( memfasilitasi seluruh platform pembayaran) mengalami peningkatan transaksi selama pandemi COVID-19. Transaksi pembayaran digital tersebut bukan merupakan transaksi non-tunai atau transaksi yang menggunakan kartu, dan transfer secara daring. Sedangkan transaksi non-tunai, tercatat tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

“Untuk transaksi non-tunai, baik transfer, kartu debit atau kredit, tidak terlalu besar. Namun, pembayaran dengan sistem digital banyak diburu masyarakat,” ujarnya.

Peningkatan minat transaksi online, lanjut dia, dari 47 persen menjadi 70 persen menunjukkan perkembangan yang positif di wilayah Kota Malang khususnya.

“Sudah cukup berkembang dan banyak diminati,” sambung dia.

Azka menambahkan, khusus transaksi digital menggunakan QRIS lebih praktis. Sebab masyarakat bisa memanfaatkan untuk seluruh platform pembayaran digital tanpa harus mengunduh masing-masing aplikasi. Proses pembayaran sederhana dan hanya cukup menggunakan ponsel pintar.

“Sistem pembayaran ini menggunakan barcode dan bisa digunakan oleh seluruh platform pembayaran digital tanpa harus download satu persatu,” urainya.

QRIS telah dipasang di beberapa titik strategis di Kota Malang, mulai dari tempat ibadah Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Pasar Terpadu Mal Dinoyo dan kawasan wisata Gunung Bromo.(der)

Qurban Jadi Pelipur Rindu Baitullah yang Tertunda

Kurban ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berangkat haji ke tanah suci merupakan keinginan semua orang beriman karena termasuk dalam rukun islam yang kelima.

Saking besarnya keinginan untuk menyempurnakan rukun islam, banyak orang yang menabung rupiah demi rupiah, kemudian mengantre giliran keberangkatan hingga belasan tahun lamanya. Oleh karenanya, sulit terbayangkan betapa bahagianya hati seorang muslim apabila hari itu pun tiba. Air mata para calon jemaah haji akan berlinang tatkala dirinya sudah diumumkan akan berhaji.

Segala jenis keperluan dipersiapkan dengan matang, mulai dari perlengkapan, persiapan fisik, hingga persiapan ilmu agama.

Meski sedemikian istimewanya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikannya. Bisa jadi karena belum tersedianya dana, tidak sampai usia, bahkan ada pula yang maut menjemput di tengah perjalanan menuju Mekkah. Namun, niat dan tekad yang kuat saja sudah dicatat sebagai satu kebaikan. Tentu ada langkah nyata yang ditempuh untuk berhaji.

Berbeda halnya dengan angan-angan karena tidak ada langkah menuju kebaikan tersebut. Hal ini mengajarkan manusia untuk bertekad yang kuat untuk melakukan amalan soleh.

Di tanah Mekkah nanti, manusia berbagai penjuru datang memenuhi panggilan Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Tidak ada lagi perbedaan diantara kaum muslimin yang berkumpul. Semua manusia sama di mata Allah pencipta semesta. Tidak dibedakan kedudukan, harta, ras, warna kulit, bangsa menyerukan seruan yang sama, yaitu labbaikallah humma labbaik yang artinya aku memenuhi panggilan-Mu.

Karena memang, islam tidak memberikan kekhususan dalam menjalankan syariat islam, kecuali mereka yang memiliki udzur yang syar’i.

Tawaf di Mekkah, Sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jemaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020. Namun, rindu menjadi tamu terpaksa harus ditahan. Keberangkatan rombongan haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji insyaAllah sudah tercatat sebagai amal ibadah.

Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal soleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah. Di momen bulan Dzulhijah ini, berhaji dan berkurban jadi ibadah yang mulia di mata Allah. Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah Subhannallahu wa Ta’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Djulhijjah.

Sama halnya seperti tekad berhaji, diperlukan komitmen dan niat untuk menunaikan kurban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dimana kekhawatiran harta menjadi hal yang memberatkan sebagian orang untuk berkurban.

“Syariat islam yang Allah perintahkan pasti memiliki hikmah yang sangat besar. Dalam hal berkurban dan berhaji dimana nominalnya cukup besar bagi sebagian orang, tidak pernah ada cerita seseorang menjadi jatuh miskin akibat menjalankan ibadah tersebut. Bisa jadi dengan kurban, Allah akan buka pintu rejeki yang lain karena dia telah menegakkan perintah Allah,” tegas Ibnu Khajar, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dalam sejarahnya, syariat kurban memiliki hikmah yang sangat banyak. Jika ditelisik lebih dalam, pelaksanaan kurban tidak hanya sebatas syariat Islam, tetapi juga pembuktian cinta pada Sang Pencipta tetapi juga jembatan silaturahim dengan sesama muslim.

Pelaksanaan kurban di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dimensi sosial sebagai penyelamatan jiwa karena sebagian besar dari masyarakat terdampak secara ekonomi.

Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi merosot, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi. Sebab, betapa banyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19.

Keterbatasan harta tentu menjadi kekhawatiran yang dirasakan sebagian besar masyarakat karena Covid-19 di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. Ketaatan dalam ibadah di tengah pandemi tak boleh melemah, segala bentuk seruan segera disiapkan dan dilaksanakan.

Termasuk berkurban yang bakal jatuh pada akhir Juli mendatang. Melalui tema Labbaik Berqurban Terbaik, Global Qurban – ACT ingin mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban di masa pandemi yang memberi dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan ini.

Global Qurban yakin, masyarakat Indonesia tak pernah lemah dalam berbuat baik, termasuk dalam berkurban yang akan Global Qurban salurkan untuk masyarakat prasejahtera nantinya.

“Insyaallah, kami akan menyalurkan hewan kurban masyarakat Indonesia ke berbagai daerah, khususnya yang dihuni masyarakat prasejahtera dan episentrum penyebaran Covid-19. Akan ada ratusan hewan kurban setara kambing yang disembelih dengan jutaan penerima manfaat. Global Qurban juga mengirimkan hewan kurbannya, khususnya ke negara yang sedang dirundung konflik kemanusiaan,” pungkas Hafit, Presiden Global Qurban – ACT.

Bagi yang ingin menunaikan qurban terbaik di waktu – waktu terakhir, ACT Malang masih bisa menerima qurban kita melalui tautan GlobalQurban.com/cabang/malang atau menghubungi careline di 0821 4343 2212. (der)

Petani Tulungrejo Butuh Pasar untuk Penjualan Bawang Putih Kualitas Lokal

Poktan Maju 01 Desa Tulungrejo saat memanen bawang putih varietas unggul lumbung ijau. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kelompok Tani Maju 01 Desa Tulungrejo berusaha mencari pasar dan pembeli untuk bawang putih varietas unggul lumbung hijau. Sebelumnya, telah menanam 2 hektare dengan memanen hasil sekitar 15 ton.

Ketua Kelompok Tani Maju 01, Suherman mengungkapkan setelah panen 15 ton, pihaknya bersama anggota lainnya akan kembali menanam dengan lahan lebih luas yakni sekitar 5 hektare.

“Tapi sebelum menanam, kami ingin mencari pembeli dulu, karena kalau bawang import masuk harga bawang kita kalah,” ujarnya pada Kamis (23/7).

Lebih lanjut, kata Suherman, untuk hasil yang dipanen 15 ton tersebut, berkerja sama dengan Bank Indonesia dan tim Pusat Kajian Pengelolaan Hama Terpadu (PKPHT) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan juga Dinas Pertanian Kota Batu.

“Jadi yang didemplot Bank Indonesia ada setengah hektare. Dalam pengawasan maupun dalam pembiayaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ia mengaku untuk benih bawang putih masih dibeli sendiri. Tetapi, dengan teknis pelaksanaan didampingi oleh PKPHT yang ditunjuk Bank Indonesia. Dengan demikian, Ia mengungkapkan petaninya untungnya banyak karena pengetahuan tentang pertanian semakin bertambah.

“Pendampingan dinas pertanian berupa penyuluhan, memberikan motivasi, menyampaikan SOP yang baik, dengan cara pembiayaan yang lebih minimal,” tambahnya.

Selain itu, kata Hermanto, bawang yang dipanen tahun lalu lebih bagus karena diuntungkan dengan kondisi cuaca dan curah hujan. Dengan dipanen sekitar 6 setengah ton bawang putih belum kering pada lahan setengah hektare dan bibit yang kurang bagus.

“Untung sekarang ini yang digunakan satu varietas, kalau kemarin bermacam-macam varietas,” Ungkapnya.

Hasil tahun tahun ini kurang maksimal karena beberapa faktor seperti pandemi covid-19 yang mengharuskan jaga jarak dan faktor lain seperti curah hujan yang turun berkepanjangan.

Selain itu, kata Suherman, bawang putih dengan harga sekitar 16 ribu perkilo petani bisa mendapatkan keuntungan. Ia juga berterima kasih karena seluruh pihak terkait yang membantu dan mendampingi kelancaran sampai pasca panen.(der)

Dewanti Apresiasi Market Place yang Mewadahi UMKM Berbasis Teknologi

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Sabinus)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko memberikan seminar dan apresiasi dengan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berbasis teknologi di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLTU KUMKM) di Kota Batu, Rabu (15/7).

Salah satu market place yang mewadahi sejumlah UMKM di Kota Batu yang berbasis teknologi adalah Tukunuku yang berdiri sejak adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya awal bulan Mei 2020, gara-gara kasus Covid-19.

“Anak-anak muda Kota Batu, yang akhirnya membuat pasar sendiri, pasar yang saat ini sedang punya prospek kekinian, bukan hanya apresiasi tapi juga bangga, untuk itu pemerintah harus hadir disini,” ujar Walikota Batu, Dewanti Rumpoko.

Lebih lanjut, Dewanti mengatakan dengan kehadiran Pemkot Batu dapat mempercepat dan memfasilitasi supaya program Tukunuku berjalan lancar.

“Konsepnya sangat sederhana, ketika pandemi, ketika perekonomian yang lesu, akhirnya mereka ingin punya kegiatan antara mereka sendiri antar orang Batu,” lanjutnya.

Sehingga, kata Dewanti, Tukunuku yang artinya saling membantu dengan saling membeli sesama anggota Tukunuku. Ia berharap kedepannya bisa semakin besar seperti market place yang nantinya bisa diantar lewat ojek online.

“Paling tidak pendampingan. Saya tadi menawarkan ayo dipasarkan di Amongtani,” tambahnya.

Kemudian, kata Dewanti, selama pandemi harus melakukan promosi dengan cara yang tidak biasa dengan teknologi, dengan alasan karena pertemuan secara langsung dibatasi. Ia menambahkan berkurangnya wisawatan yang menyebabkannya bisa berkurangnya daya beli.

Selain itu, kata Dewanti, adanya penurunan produksi bahkan stagnan. oleh karena itu, Ia mengatakan usaha lewat teknologi menjadi solusi karena seluruh dunia merasakan hal sama. Maka dari itu, Ia menjelaskan semangat kreativitas yang mampu menghidupkan perekonomian kembali.

Sementara itu, General Manager Tukunuku, Adi Mahardian Mukti mengatakan tujuan ada Tukunuku adalah saling membantu di masa pandemi.

“Sampai sekarang masih ada 160 Tenant dan akan terus berkembang, berjalan dan tidak akan berhenti pendaftarannya,” ungkapnya.

Adi menambah kurang lebih 500 produk yang akan di jual di website Tukunuku.com. Dengan 4 kategori seperti makanan dan minuman, jasa, barang, dan produk pertanian.(der)

Bantu Ekonomi Bertahan di Masa Pandemi Covid-19, ICD 2020 Digelar di Polinema

ICD 2020. (Istimewa)

MALANGVOICE – Mendongkrak pertumbuhan ekonomi jadi point utama forum Innovative Collaboration Day (ICD) yang digelar Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Majestic Convex, Rabu (15/7).

Forum yang mengundang Forkopimda Kota Malang dan para pelaku UMKM ini menghadirkan beberapa narasumber, yakni pendiri Jagoan Indonesia, Dias Satria; Direktur Ngalup.co, Andina Paramitha; dan pakar strategi bisnis dari Australia, Anton Kriz.

Sesuai tema acara ini, Komisaris Majestic Convex, Arif fikrul, mengatakan, tujuan acara ini adalah menjembatani kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pebisnis, serta komunitas.

“ICD 2020 ini goalnya mewujudkan sinergitas quadraple helix dalam menstimulasi pertumbuhan inovasi, teknologi, dan kewirausaan di daerah untuk meningkatkan stimulus ekonomi di Malang,” katanya.

Saat ini, di masa pandemi Covid-19, ekonomi memang sangat terdampak. Karena itu, dengan adanya forum ini bisa docontoh kurang lebih 400 UMKM yang hadir.

“Goalnya nanti kami berusaha menghidupkan kembali UMKM di Kota Malang. Kita vakum lama. Pariwisata lumpuh. Kami kasih gambaran contoh usaha yg bertahan di masa pandemi, ” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, sangat mengapresiasi langkah dari forum ICD 2020 ini. Menurutnya ini sangat membantu mendongkrak perekonomian yang sempat lesu.

“Kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, sejalan dengan visi kami terutama di bidang pembangunan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Ekonomi meningkat kuncinya inovasi, dan mampu adaptasi,” ujar Bung Edi, sapaan akrabnya.(der)

Grand Opening Se’i Sapiku Malang Bagi 100 Porsi Menu Andalan ke Mahasiswa

Se'i Sapiku Indonesia cabang Malang. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Se’i Sapiku Indonesia cabang Malang membagi 100 porsi makanan ke mahasiswa yang tak bisa pulang kampung karena pandemi Covid-19.

Pembagian ini merupakan rangkaian acara grand launching Se’i Sapiku di ruko Jalan Terusan Borobudur, Sabtu (11/7). Pembagian dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga ada diskon 30 persen selama grand launching ini. Memang kami menyasar mahasiswa sebagai bentuk support dan dukungan,” kata Owner Se’i Sapiku Indonesia cabang Malang, Gilang Widya Pramana.

Pembagian seporsi Se’i Sapiku Indonesia ke mahasiswa. (deny rahmawan)

Gilang mengatakan, pembukaan restoran baru ini berawal dari kegemarannya mencoba beragam kuliner bersama istrinya. Sampai dia mencoba Se’i Sapiku di Surabaya.

“Saya coba ini kok enak. Jadi daging asap, gurih, empuk dan enak. Sudah itu langsung saya putuskan join buka di Malang,” ujarnya.

Meski buka di tengah pandemi Covid-19, Gilang yang juga pengusaha produk kesehatan kulit MS Glow dan transportasi Juragan 99 ini tetap optimistis bisa meraih pasar dengan baik. Apalagi, harga termurah satu porsi berkisar Rp15 ribu dengan varian daging ayam.

“Kami akan andalkan penjualan online, di situ yang kami genjot. Yah, mudah-mudahan jadi kuliner favorite di Malang,” ia menambahkan.

Se’i Sapiku Indonesia memiliki 10 cabang. Malang selain Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi. Selain itu juga ada di Solo, Semarang, Makassar, Jakarta, dan Bekasi.

Dalam waktu dekat, Gilang menyatakan bakal membuka cabang baru di tempat lain seperti Kota Batu atau Kabupaten Malang.(der)

Perhatikan Nasib Karyawan, Usaha Karaoke Minta Beroperasi Kembali 16 Juli

Perkahima Malang Raya. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Perhimpunan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang meminta pemerintah daerah memberi kelonggaran agar usaha karaoke dibuka kembali.

Ketua Perkahima Malang, Bambang Hermanto, mengatakan, sesuai rapat seluruh anggota disepakati agar meminta kebijakan untuk usaha karaoke bisa dibuka pada 16 Juli ini.

“Kami bukannya menentang peraturan pemerintah daerah se Malang Raya, tapi ini atas dasar kemanusiaan memperhatikan nasib karyawan,” kata Bambang.

Usaha karaoke di Malang terpaksa tutup sejak pandemi Covid-19 pada Maret lalu. Bambang mengatakan, karyawan karaoke yang terdata di Perkahima berjumlah kurang lebih 600-700 an orang. Mereka terpaksa dirumahkan atau libur bekerja.

Bambang menganggap, dengan dibukanya kembali usaha karaoke bisa mengembalikan roda ekonomi dan menyambung hidup para karyawan tersebut.

“Melihat kondisi karyawan karaoke dan hiburan malam terpuruk ekonominya. Kami sangat mendesak buka tanggal 16 Juli. Belum lagi operasional outlet, termasuk listrik dan sewa gedung. Jadi ini keputusan bersama 20 lebih anggota Perkahima,” lanjut Bambang.

Soal SOP dan protokol kesehatan, Bambang menjamin seluruh outlet sudah siap. Ia juga tak ingin ada outlet yang malah menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

SOP yang dimaksud adalah kostumer yang datang cuci tangan dan cek suhu tubuh. Setiap outlet wajib koordinasi dengan dinas kesehatan apabila ada kostumer yang suhu tubuhnya tinggi. Di dalam room juga menerapkan social distancing. Sedangkan bagi karyawan wajib pake face shield dan masker.

“Kami gak asal buka, ini sudah 100 persen siap SOP dan protokol kesehatan. Rencananya kami akan serahkan draft SOP ke Disporapar dan Gugus Tugas Covid-19 serta Wali Kota Malang pada pekan depan,” tandasnya.(der)

Bapenda Apresiasi Cafe “Plat Merah” Tertib Bayar Pajak

Kunjungan Bapenda ke Jagongan Jail. (Istimewa)

MALANGVOICE – Upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dari sektor pajak terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkot Malang.

Bapenda juga memberi perhatian kepada usaha-usaha baru yang bermunculan di Kota Malang. Salah satunya Cafe ‘Jagongan Jail’ binaan Lapas Kelas 1 Lowokwaru di Jalan Asahan 6, Kota Malang.

Apresiasi diberikan langsung Bapenda Pemkot Malang kepada cafe yang baru saja dibuka untuk umum itu. Tak hanya Jagongan Jail, cafe lain seperti Cafe Adhyaksa yang notabene binaan koperasi karyawan Kejari Malang juga turut diapresiasi.

Ir Ade Herawanto bersama perwakilan Cafe Adhyaksa. (Istimewa)

Kedatangan Ir Ade Herawanto MT pada Kamis (9/7) sekaligus bentuk dukungan atas usaha yang baru dibentuk pada masa transisi new normal ini. Dalam sepekan terakhir, OPD eks Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) tersebut mencatat ada belasan cafe baru yang didata sebagai WP.

Meski Ade datang bersama dengan jajaran petugas pajak, namun gaya sosialisasi yang diusung tokoh Aremania tersebut terkesan santai dan gayeng. Kunjungannya bahkan seperti silaturahmi, meski mengedepankan edukasi perpajakan kepada para Wajib Pajak.

Menurutnya, kesadaran pengelola cafe mendaftar sebagai Wajib Pajak Restoran patut menjadi teladan bagi pengusaha kuliner lain di Kota Malang.

“Hebatnya, mereka dengan penuh kesadaran mendaftarkan diri sebagai WP Resto dan langsung memiliki NPWPD dari Bapenda,” katanya.

Terpisah, Kalapas Lowokwaru, Anak Agung Gde Krisna, mengatakan, pendirian cafe Jagongan Jail ini merupakan bentuk dari perhatian Lapas Lowokwaru menjembatani warga binaan pemasyarakatan agar memiliki skill.

“Kan sia-sia tenaga terampil di dalam Lapas hanya diam saja. Makanya kami berdayakan di sini,” kata Anak Agung.

Mendapat apresiasi dari Bapenda, Anak Agung mengaku hal itu sudah semestinya dilakukan para Wajib Pajak. Apalagi cafenya itu adalah plat merah atau binaan dari instansi negara.

Ia berharap hal ini memantik tempat usaha lain agar tertib memenuhi kewajiban pajak untuk pembangunan daerah.

“Kami komiten akan tugas kewajiban kami. Kami wajib bayar pajak untuk masyarakat. Temen-teman lain sekecil apapun kewajibannya harus dipenuhi. Kami Lapas ini plat merah tapi komitmen bayar pajak,” tandasnya.(der)

KADIN Kota Malang Berinovasi Luncurkan E-Pasar

Eddy Wahyono
Ketua Kadin Kota Malang, Eddy Wahyono. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Malang luncurkan program baru berupa market digital yang bernama E-Pasar.

Aplikasi ini diluncurkan secara sederhana di Pasar Oro-Oro Dowo, Sabtu (4/7).

Ketua Kadin Kota Malang, Ir Eddy Wahyono, mengatakan, program ini diharapkan pedagang dan konsumen bisa melakukan interaksi secara online. Hal ini sekaligus menerapkan physical distancing mencegah penyebaran Covid-19.

“Dengan melihat kondisi saat ini yang diharuskan untuk menjalankan physical distancing sangat diperlukan program online, sehingga dapat terhindar dari adanya kerumunan di dalam pasar,” katanya.

Aplikasi E-Pasar ini bisa diakses dengan ponsel Android sehingga jangkauannya bisa luas. Saat ini sudah ada 25 pedagang yang terdaftar di aplikasi tersebut, tentunya diharap bisa menambah banyak pedagang lain.

“Program ini diharap bisa digunakan oleh semua pedagang yang ada di pasar-pasar di Kota Malang, supaya para pembeli tidak lagi kesulitan mencari lapak langanannya di pasar konvensional tapi mereka juga dengan mudah dapat menemukannya di pasar digital,” jelasnya.

Wakil Ketua bidang Perdagangan dan distribusi, Kadin Kota Malang, Diky Sulaiman, E-Pasar ini mempermudah penjual dan pembeli bertransaksi. Meski begitu tetap sosialisasi perlu dilakukan. Apalagi, harga di aplikasi sama dengan harga ‘offline’.

“Kami edukasikan kepada pedagang dan calon pembeli tentang penggunaan aplikasi ini,” tandasnya.(der)