Nongkrong Asyik Bersama Komunitas dan Konsumen Honda PCX Malang di MPM Riders CaFe

Nongkrong asyik komunitas Honda di Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Banyak cara bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan membuat tubuh kembali segar.

Sebagian orang biasanya memilih berkumpul bersama sahabat, keluarga ataupun bersama komunitas.

Nongkrong juga bisa dilakukan sambil melakukan perawatan motor.

Seperti pada Sabtu (20/03), sebanyak 10 komunitas dan konsumen Honda PCX mengikuti “Sugar” (Sunday Gathering & Ride) yang diadakan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Komunitas Honda nongkrong asyik di Malang. (Adv)

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan fasilitas ruang tunggu yang nyaman, santai dan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada di MPM Malang jalan Basuki Rahmat, yakni MPM Riders Cafe.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta diberikan kesempatan untuk merasakan teknologi dan kenyamanan Honda PCX yang terbaru dan juga di sampaikan secara detail fitur dan teknologi

“Komunitas dan konsumen Honda dapat memanfaatkan MPM Riders Cafe untuk ruang tunggu service, bertemu teman ataupun tempat nongkrong bareng komunitasnya,” Kata Dionisius Mizidianto selaku Community Development MPM Honda Honda Jatim.(der)

4 Langkah Menjaga Ikan Cupang Tidak Kuncup di Musim Hujan

Ikan Cupang yang lagi tren, (MG2).

MALANGVOICE – Ikan cupang kini kembali banyak diminati masyarakat, dengan perpaduan jenis maupun corak warna yang semakin beragam.

Namun dalam perawatan ikan cupang ini bisa dibilang juga tidak mudah. Apalagi di musim penghujan dengan cuaca yang dingin, membuat ikan cupang mudah terkena penyakit, salah satunya kuncup.

Kuncup sendiri merupakan penyakit ikan cupang yang sering kali terjadi dan jika tidak segera ditangani resiko terparah bakal mati.

Berikut Beberapa Tips untuk mengantisipasi ikan cupang agar tidak sakit di musim penghujan menurut salah satu penghobi ikan cupang di Kota Malang, Rifky Edgar, Jumat (19/3).

1. Harus rutin mengganti air dalam akuarium/soliter, minimal ganti tiga hari sekali atau seminggu dua kali. Untuk jenis air bisa menggunakan air sumur atau PDAM.

Namun jika menggunakan air PDAM perlu diendapkan terlebih dahulu selama satu hari sembari diberi garam sesuai dengan ukuran akuarium/soliter.

“Sebelum dilakukan penggantian air lebih baik lagi juga diberi garam dan obat biru (nama akrab obat) biar tidak sakit. Dan dikasih daun ketapang berfungsi untuk menetralkan PH air,” terangnya.

Cupang yang sedang kuncup, (MG2).

2. Menjaga pola makan ikan cupang peliharaan, jangan terlalu banyak. Minimal satu hari sekali dengan porsi secukupnya.

“Karena jika kebanyakan makan, ikan akan kembung, atau sembelit. Dari situ akan menyebabkan penyakit sisik nanas dan dropship, kemungkinan 98 persen ikan mati,” tuturnya.

3. Sering buka pembatas antara ikan satu dengan yang lainnya, guna mempertahankan gerakannya supaya terus aktif dan lincah.

“Kalau bisa sehari dua kali dengan durasi sekitar 20-30 menitan. Biar ikan bisa lebih agresif, mekrok, nah dari situ bisa menjaga kekuatan dari ekor, sirip dan kesehatannya,” imbuhnya.

4. Jika memiliki waktu bisa disempatkan untuk menjemur ikan cupang sekitar 10 menit untuk menangani suhu air tetap stabil dan tidak terlalu dingin.(end)

BOM, Bawa Tujuan Mulia Melestarikan Budaya dan Mengurangi Polusi

Komunitas BOM berada didepan Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Barisan Ontel Malang (BOM), merupakan salah satu komunitas bagi para pecinta sepeda ontel yang membawa misi mulia, melestarikan budaya dan mengurangi polusi kendaraan.

Koordinator BOM, Sapto Yuniar (52), tujuan pertama adanya komunitas ini selain ingin melestarikan sepeda bersejarah sekaligus membantu mengurangi polusi yang ada di Kota Malang.

“Komunitas sepeda tua ini ingin mengurangi polusi, dengan berkendara menggunakan sepeda yang tidak memerlukan BBM, apalagi juga termasuk olahraga yang menyehatkan,” ujarnya, Kamis (11/3).

BOM sendiri memiliki anggota yang cukup banyak sekitar 55 orang tergabung dari segala umur sejak terbentuk tiga tahun silam.

“Kita tidak memandang tua atau muda, kebanyakan biasanya anak muda gengsi ya naik ontel. Alhamdulilah banyak juga anak muda yang ikut tanpa diajak,” paparnya.

Dari situ, wanita yang akrab disapa Yuni ini merasa senang dengan banyaknya anggota yang ikut BOM dan membantu mewujudkan tujuan komunitas.

Selain itu, aktivitas lain yang dilakukan komunitas BOM ini secara rutin berkumpul di salah satu tempat untuk mempererat tali persahabatan dari tiap anggota.

“Rutin bertemu Rabu di depan Stasiun Kota Baru Malang, dan Gowesata ke tempat-tempat wisata seperti Cemplong, Ngawonggo, Kopi Sangit, dan lain-lain,” imbuhnya.

Tidak kalah menarik, meski menggunakan sepeda lama ada beberapa anggota yang telah bersepeda hingga keluar daerah.

“Dari lima orang ada yang sampai Banyuwangi, ada yang Malang – Lumajang, dan saya sendiri dari malang – Lombok,” tandasnya.(der)

Peringati Harkopnas, Warkop Klodjen Djaja 1956 Bagi-bagi Kopi Gratis

Para pengunjung dari komunitas sepeda ontel yang mendapatkan kopi gratis, di Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Kopi Nasional (Harkopnas) yang ditetapkan pada 11 Maret kali ini, Warung Kopi (Warkop) Klodjen Djaja 1956, menggelar kegiatan bagi – bagi Kopi Pagi Gratis.

Didukung dengan proses pembuatan kopi yang menggunakan bahan dasar kopi murni Indonesia, semakin mengentalkan momentum Harkopnas kali ini, Kamis (11/3).

Menurut Pemilik Warkop Klodjen Djaja 1956, Ahmad Iswahyudi, selain pembagian kopi gratis sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi lokal kepada pengunjung.

“Sebetulnya ada satu peluang di sini. Memanfaatkan dari Harkopnas untuk memperkenalkan kopi yang benar-benar kopi murni Indonesia, khususnya kopi Malangan. Sembari kita juga membagikan kopi itu secara gratis,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan, jumlah yang diberikan dalam kegiatan Kopi Gratis ini tidak diberikan batasan. Namun waktu pembagiannya hanya berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Kita tak membatasi berapa gelas. Meski yang datang kesini ada 200 sampai 300 lebih, ya gak papa. Semua gratis, khusus kopi tubruk robusta yang kita gratiskan,” paparnya.

Dan menariknya lagi, pada saat kegiatan berlangsung ada komunitas sepeda ontel yang turut hadir meramaikan sekaligus memberikan kesan tempo dulu semakin terasa.

“Inginnya kita memang untuk mengentalkan cagar budaya yang identik dengan jadul. Makanya kita mengundang komunitas sepeda Onthel untuk bisa berkumpul di sini dan minum kopi gratis sama-sama,” imbuhnya.

Terlebih dengan konsep Warkop Klodjen Djaja 1956, mengusung tema tempo dulu, salah satunya pemasangan tiga banner yang menggambarkan film-film di bioskop jaman dahulu. Semakin mengentalkan suasana khas yang ditonjolkan.

“Coba difoto dari jauh, antara sepeda dan Klodjen Djaja dapat seperti kita kembali ke masa lampau lah,” tandasnya.

Selama tiga jam kegiatan bagi kopi gratis berlangsung, sebanyak 200 cup/gelas telah dibagikan kepada para pengunjung.

Mimpi Besar Ibu Rumah Tangga Ubah Pola Hidup Kota Batu Untuk Mencintai Lingkungan

Gung Endah dengan EE di tangannya dan jurigen berisi fermentasi EE dibelakangnya. (Aan)

MALANGVOICE – Langkah Malangvoice.com disambut ramah di kediaman Gung Endah. Rumah yang asri dengan hiasan banyak tanaman serta bau wangi dari semerbak bunga itu bertempat di Perumahan Puri Safira, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Gung Endah (56) adalah Mentor Eco Enzym (EE) di berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Ia juga melayani permintaan beberapa kelompok pecinta lingkungan untuk sosialisasi EE secara virtual dengan gratis.

EE adalah larutan serba guna, hasil penelitan selama 30 tahun seorang akademisi dari Thailand Dr. Rosukon Poompanvong. Larutan ini merupakan campuran bahan sampah organik yang difermentasi selama tiga bulan.

Gung dengan antusiaa menjelaskan manfaat EE antara lain menurunkan bau tak sedap pada sampah organik, pembersih air, dan handsanitizer alami. Biaa juga untuk penyembuh luka bakar dan gores, bahan mencuci lantai, pengganti sabun dan sampo, dan masih banyak lagi.

Saat ini ia fokus menggunakan EE untuk membenahi pengolahan sampah di Kota Batu. Ia menggerakkan 500 lebih orang di Kota Batu untuk mengelola sampah sejak dari rumah.

“Kalau semua orang di Kota Batu tergerak untuk mengolah sampah organik dari rumah, di TPST 3R atau TPA Tlekung bisa tidak ada sampah organik sama sekali. Jadi mereka bisa fokus untuk daur ulang sampah anorganik saja,” jelas Nenek bercucu dua yang mempunyai semangat remaja itu.

Ia berhasil menggerakkan 500 lebih orang itu sejak September tahun 2020. Jumlah orang yang ia gerakkan terus bertambah di Kota Batu. Perlahan tapi pasti mimpi Gung untuk mengolah sampah di Kota Batu sejak dari rumah menggunakan EE bisa menjadi pergerakan masif.

Gung melakukan perjuangannya semata-mata karena rasa cintanya terhadap lingkungan. Ia sering mendanai sendiri pergerakannya untuk kelestarian lingkungan.

Perjuangannya ini terwarisi dari ayahnya yang seorang veteran 1945 dari Lumajang. Perjuangan ayahnya untuk kebaikan bersama hingga berani mengorbanakan segalanya tertanam dalam lubuk hatinya.

Bahkan, perempuan kelahiran 10 Oktober 1964 itu telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk menyemprot EE di TPA Tlekung dua kali. Penyemprotan itu terbukti menurunkan kadar amonia dan metana dari sampah.

“Metana ini merupakan zat yang sangat berbahaya bagi ozon di Bumi. Jika kadarnya tidak dikelola akan menjadi polusi udara yang menyebabkan pemanasan global,” tegas perempuan beranak dua kelahiran Desa Ampelgading, Kabupaten Malang itu.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kota Batu, Imron Suyudi melontarkan secara lisan untuk menjalin kerja sama dengan Gung. Hal inilah yang diinginkan Gung supaya Pemkot Batu lebih serius untuk menggunakan EE.

Perjuangan Gung pun telah menular kepada binaannya. Kelompok relawan binaannya secara mandiri menyemprot TPS dan TPST di desanya masing-masing. Tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Tidak hanya di Kota Batu, berkat kegigihannya mengajarkan pembuatan EE dan pemaparan kebermanfaatannya RS Husada Utama, Kota Surabaya memanfaatkan EE untuk berbagai hal. Misalnya, mendaur ulang sampah organik rumas sakir untuk dijadikan EE, lalu hasil EEnya dibuat membersihkan lantai, piring, dan berbagai macam kegunaan lainnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu bermimpi dapat mempengaruhi petinggi-petinggi Kota Batu untuk menggunakam EE di berbagai sektor. Seperti di sektor Perhotelan, Restoran, Wisata, Rumah Sakit hingga Perkantoran.

“Jadi nanti Kota Batu bisa mempunyai branding baru, yaitu Kota Eco Enzym, yaitu seluruh pengolahan sampah dan kebersihannya menggunakan Eco Enzym. Jadi bisa dinilai sebagai kota yang ramah lingkungan,” paparnya dengan mata berbinar-binar.

Ia memiliki tujuan utama yang sederhana, yakni masyarakat Kota Batu memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Usahanya ini bukan sekedar mimpi di siang bolong, namun ia terus gigih berjuang memperkenalkan EE ke setiap kalangan.

Sempat ia bertemu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko untuk menarik minatnya menggunakan EE. Pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dewanti pun melihat langsung penyemprotan EE di TPA Tlekung yang terbukti berhasil mengurangi bau tak sedap yang selama bertahun-tahun menjadi problematika tak berkesudahan di tempat itu.

Akhirnya Dewanti pun mengakuai kemutakhiran EE ini. Ia menyebut EE ini sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah, mengurangi gas metana hingga mengurangi bau tak sedap.

Pengakuan Dewanti ini bagi Gung adalah peletakan batu pertama di istana perjuangannya memperkenalkan EE untuk memperbaiki lingkungan. Karena yang ia sasar adalah pola hidup masyarakat Kota Batu terhadap lingkungan.

Ia telah melakukan gerakan dengan Roadshow ke delapan desa di Kota Batu dalam satu hari pada waktu HPSN. Roadshow itu ia lakukan untuk mengenalkan EE dan manfaatnya juga memupuk kesadaran untuk mencintai lingkungan.

“Masyarakat Kota Batu jika tahu manfaat EE bisa mengubah pola hidupnya. Manfaatnya banyak sekali, kalau sudah mau bikin, bisa ketagihan sehingga mengubah pola hidupnya,” imbuh S1 Sosiologi UGM itu.

Maksud Gung adalah jika masyarakat ketagihan untuk membuat EE, mereka jadi lebih banyak memakan buah dan sayur karena limbah dari buah dan sayur merupakan bahan baku dari EE.

Perlu diketahui, pemanasan global akibat gas metana paling banyak dihasilkan dari peternakan. Jika pola hidup masyarakat Kota Batu lebih menyukai sayur dan buah-buahan, mereka tidak terlalu bergantung pada daging hasil peternakan.

Secara tidak sadar kepedulian terhadap lingkungan terbentuk karena kegemaran masyarakat Kota Batu membuat EE. Itulah mimpi dari Gung yang perlahan namun pasti akan ia capai dengan kegigihannya.

“Ya itu sudah terbukti mas, orang-orang yang suka bikin EE melihat sampah bukan sebagai bahan yang nggak berguna lagi namun jadi seperti melihat harta karun yang sayang jika tidak dimanfaatkan. Mereka bahkan mau keliling ke penjual buah dan toko-toko buah untuk meminta kulitnya” tandasnya.(end)

40 Tahun Melanglang Buana di Pemerintahan, Sekda Kota Malang Kembali ke Komunitas Pencinta Lingkungan

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto (kotak biru) bersama Kasubbag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, (MG2).

MALANGVOICE – Sekitar 40 tahun berada di Pemerintahan sejak tahun 1980. Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto akan mengakhiri kegiatan kedinasan. Tepatnya pada Ahad (28/2/2021) menjadi hari terakhir menjelang pensiun.

“Setelah saya pensiun insyallah saya akan memanjakan anak, keluarga. Tugas saya momong cucu, karena selama di pemerintahan, saya mendedikasikan oenuh waktu di kantor karena itu telah menjadi tanggung jawab,” ungkapnya, Jumat (26/2/2021).

Selain itu, karena kecintaanya pada lingkungan, dirinya memutuskan akan aktif kembali sebagai kader lingkungan di Kota Malang. Hal tersebut juga didukung dari beberapa pihak.

“Begitu tahu saya mau pensiun, teman-teman kader lingkungan minta saya untuk aktif kembali,” ujarnya.

Kecintaan Wasto terhadap lingkungan dibuktikan ketika menjabat Sekda Kota Malamg, izin penebangan pohon tidaklah mudah.

“Untuk mendapatkan izin pemotongan pohon itu memang saya buat sulit karena pohon itu sangat penting bagi kita. Bisa diibaratkan satu pohon merupakan pekerja yang tidak pernah minta gaji dinaikkan tapi selalu membantu kita mendapatkan oksigen,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto menambahkan selama mengabdi di lingkungan Pemkot Malang, Wasto memberikan penyegaran baru, khususnya pada kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Seperti jargon Malang Ijo Royo-royo dan lomba Kampung Tematik itu juga beliau yang mencanangkan,” imbuhnya.(end)

MPM Honda Jatim Bagi Tips Berkendara saat Hujan Dalam Webinar Bersama Komunitas Honda CBR

Tips safety riding berkendara dalam keadaan hujan dari PT MPM Honda Jatim. (Istimewa)

MALANGVOICE – Guyuran hujan masih berlangsung sejak akhir 2020 hingga saat ini. Kondisi jalan basah dan licin mewajibkan pengguna jalan berhati-hati, terutama sepeda motor.

Untuk itu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT membagikan tips berkendara sepeda motor saat hujan pada peserta yang merupakan komunitas Honda CBR, Jumat (12/02).

Sebanyak 31 peserta yang tergabung dalam komunitas Honda CBR Club Indonesia chapter Blitar diberikan poin-poin agar tetap mengutamakan safety riding dalam berkendara meskipun menghadapi hujan saat di jalanan.

Poin-poin tersebut antara lain kelengkapan berkendara atau riding gear yang perlu disiapkan dalam mengantisipasi hujan seperti membawa jas hujan.

Juga yang tak kalah penting teknik keselamatan berkendara (safety riding) yang tepat serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Safety riding atau keselamatan berkendara termasuk dalam kondisi hujan wajib diterapkan pengguna sepeda motor seperti komunitas Honda yang sering riding bareng. Dengan begitu tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tapi juga pengendara lainnya,” kata Dionizius Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.(der)

ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

Humanity Care Line. (Istimewa)

MALANGVOICE – Memasuki tahun 2021, dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya terus meluas. Kebijakan aktivitas masyarakat guna menekan laju pasien terpapar Covid-19 terus digencarkan. Dampak akibat pembatasan aktivitas tentunya berimbas pada sektor ekonomi sehingga banyak masyarakat yang memerlukan bantuan pangan.

Sejalan dengan hal itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengaktivasi layanan antar pangan gratis Humanity Care Line (HCL) pada Senin (11/1) dengan tema “Semakin Luas Membantu, Semakin Banyak Bahagia”.

Peluncuran kembali Humanity Care Line ini, meneguhkan bahwa sejatinya permasalahan kelaparan dan kemiskinan adalah masalah yang belum selesai. Sejak diluncurkannya di awal tahun 2020, Humanity Care Line telah melayani lebih dari 1,6 juta jiwa dengan 257 ribu KK yang tersebar di 13 kota/kabupaten, dengan melibatkan lebih dari 50.000 ojek daring.

Humanity Care Line. (Istimewa)

Program ini hadir sebagai layanan antar pangan gratis bagi masyarakat terdampak pandemi dan karantina wilayah. Selain itu, para relawan dari Humanity Bikers, serta para korban PHK akan bergabung dan bergerak bersama ACT agar jangkauan bantuan semakin luas. Di awal tahun 2021 ini, akan ada 5.000 relawan Humanity Bikers yang terlibat dalam proses pengiriman bantuan.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini masih sangat menyedihkan karena pandemi, khususnya pada gelombang lanjutan ini.

“Kami aktivasi kembali Operasi Pangan Gratis dan Humanity Care Line sebagai sebuah solusi. Sebuah program untuk merespon dan melayani masyarakat Indonesia khususnya kebutuhan pangan yang merupakan kebutuhan utama manusia. Tahun 2021 adalah tahun yang optimis, namun yang perlu kita ingat dan sadar masyarakat miskin masih panik, terutama di tengah PSBB, di mana kebutuhan pangan adalah hal yang paling riskan,” ungkapnya.

Humanity Care Line menjadi salah satu program andalan ACT sebagai turunan Operasi Pangan Gratis. Dalam proses pengiriman bantuan, ACT melibatkan ojek daring sebagai kurir paket pangan. Selain untuk menghindari kerumunan, jangkaun bantuan pangan akan semakin meluas karena paket langsung diantarkan oleh kurir ojek daring ke rumah penerima manfaat. Selain itu, sistem HCL juga terus dikembangkan sehingga mampu melayani panggilan masyarakat selama 24 jam. Dalam kesempatan yang sama, Ibnu juga menjelaskan bahwa program Operasi Pangan Gratis akan aktif di 61 cabang ACT secara serentak.

Insan Nurrochman selaku Executive Vice President ACT juga menekankan urgensi dari Humanity Care Line yang aktif kembali. Untuk awal tahun ini, kami berikhtiar akan memberikan bantuan kepada 1.000 penerima manfaat setiap harinya di Jabodetabek terlebih dahulu lalu berlanjut di berbagai daerah lainnya.

“Sepanjang tahun lalu dan awal tahun ini, dampak kesehatan menjadi salah satu konsekuensi dari pandemi Covid-19. Selain dampak kesehatan dan kematian, kita harus tahu bahwa dampak ekonomi semakin meningkat juga. Ada 29 ribu orang yang di PHK. Hilangnya pekerjaan di akar rumput semakin meningkatkan angka kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Separo dari UMKM sudah terdampak akibat turunnya daya beli masyarakat, sedangkan UMKM menopang sekitar 60% PDB Indonesia. Maka kita harus serius mencermati ini semua,” ungkapnya.

Selain melalui HCL, bantuan-bantuan pangan ini juga akan didistribusikan melalui Humanity Rice Truck dan Humanity Food Truck secara berkesinambungan. Semangat membangun bangsa ini juga diwujudkan dengan keterlibatan publik untuk mengentaskan problematika multidimensi yang muncul akibat Covid-19. Selain terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan bantuan (pangan), publik dapat berkontribusi langsung ke kantor pusat dan kantor-kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, hingga dapat berkunjung ke lokasi para mitra ACT.

Publik juga dapat menghubungi 08001165228 untuk merekomendasikan penerima manfaat untuk dikirimkan bantuan. Lebih jauh, salurkan kepedulian terbaik Anda melalui www.Indonesiadermawan.id/HumanityCareLine. Ulurkan tangan, salurkan kedermawanan dan jadilah pahlawan bagi mereka yang membutuhkan.(der)

Tim Emergency Response ACT Diterjunkan Bantu Tim SAR Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Tim Emergency Response ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap diterjunkan membantu evakuasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1).

Pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu terakhir tertangkap radar penerbangan pada perairan Kepulauan Seribu sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Adanya informasi pesawat hilang kontak itu membuat pencarian langsung dilakukan. Tim ACT pun dikirim ke Pelabuhan Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu malam untuk membantu petugas. Komandan Tim ER-ACT Kusmayadi melaporkan, tim telah bergabung dengan Tim SAR gabungan.

Minggu (10/1) pagi, tim sudah bersiap mengikuti apel siaga tim SAR. Kusmayadi membagi tim SAR ke beberapa kelompok, sebagian akan ikut pencarian ke laut di kapal milik Kementerian Perhubungan, sebagian lagi ditugaskan untuk ikut identifikasi barang atau temuan yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air SJ182.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Tim SAR gabungan, mendirikan posko, dan menyiapkan perbekalan secukupnya. Tim ER-ACT yang diturunkan merupakan relawan yang telah mengikuti pelatihan penyelamatan di air (water rescue). Kami membawa sejumlah keperluan, antara lain kantong jenazah, APD lengkap, dan menaati protokol kesehatan. Mohon doanya,” kata Kusmayadi.

ACT memberangkatkan 10 personel saat ini. Kusmayadi menjelaskan, karena lokasi perkara masih berada di Jakarta, pergantian tugas juga akan dilakukan seiring masa tanggap darurat dan perkembangan pencarian.

Sementara itu, Nircho Dwi Anggoro dari Tim Program ACT Pontianak, melaporkan suasana di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat masih sepi pada Ahad pukul 06.00 WIB.

“Menurut informasi yang kami terima, insyaallah pengambilan sampel DNA keluarga korban pesawat hilang Sriwijaya SJ 182 akan dilanjutkan pukul 09.00 WIB pagi ini,” kata Nircho. ACT Pontianak pun tengah berikhtiar membersamai para keluarga korban dengan dukungan makanan siap santap Humanity Food Van.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) siang. Pesawat dengan nomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 tidak dapat dikontak pada posisi 11 mil laut di utara bandara Soekarno Hatta-Tangerang.(der)

Peringati HUT ke-11, Builder Grave Digger Beri Pelatihan pada Nelayan

Suasana kegiatan komunitas motor Grave Digger saat merayakan anniversary. (Istimewa).

MALANGVOICE – Klub motor Grave Digger yang tergabung dalam Bold Riders Malang merayakan anniversary ke-11 dengan beragam kegiatan sosial. Salah satunya memberikan pelatihan gratis tentang teknik pengecatan kepada puluhan nelayan di pesisir Pantai Tamban.
 
Ketua Grave Digger Malang, Dimas Zakaria, mengatakan pelatihan teknik pengecatan ini sejatinya diikuti sekitar 10 peserta, namun begitu menjelang hari H, peserta pelatihan membeludak mencapai 40-an peserta. Maklum saja, pemateri dalam pelatihan ini mayoritas adalah builders top Malang yang tergabung dalam klub motor spesialis chopper tersebut.
 
“Kebetulan juga nelayan kan peralatannya rawan karat seperti mesin perahu, motor, helm, jadi kami juga berikan pelatihan pengecatan anti karat, termasuk juga pengecatan untuk perahu,” ucapnya
 
Ada belasan builders Grave Digger yang diterjunkan untuk memberikan pelatihan selama dua hari penuh ini. selama dua hari itu dimanfaatkan oleh anak-anak muda setempat kemudian nelayan untuk menimba ilmu dari para ahlinya.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan serta edukasi ini mereka bisa memiliki ketrampilan dalam mengecat piranti alat kerja mereka. Mudah-mudahan juga bisa bermanfaat untuk semua,” tegasnya.

Koordinator Bold Riders Malang Farris Adi Putra berharap Grave Digger bisa semakin kreatif dan terus membawa manfaat bagi banyak orang dengan sejumlah kegiatan sosialnya, seperti memberikan pelatihan terkait dengan dunia motor dan mesin.

“Grave Digger ini sering menampung anak-anak SMK untuk diajari seputar dunia mesin, modivikasi, dan kustom, termasuk juga merestorasi motor menjadi tunggangan yang keren dan tetap memperhatikan sisi safety. Selamat ulang tahun yang ke-11,” tukasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan anniversary Grave Digger ini, selain memberikan pelatihan pada Nelayan, juga memberikan 200 bibit pohon mangrove kepada Karang Taruna (karta) Bina Karya Sembada di Desa Tambak Rejo, Malang. Pemberian bibit pohon ini juga untuk membantu menghidupkan ekowisata di wilayah setempat.

Acara Hari Jadi atau hari ulang tahun (HUT) Grave Digger ini juga diisi dengan sejumlah hiburan seperti Tarian Topeng Malang oleh Lady Bikers. Kemudian juga diisi dengan pelatihan lainnya, seperti live edukasi seni pahat grafir.(der)