Ki Tulus, Bertahan Puluhan Tahun Lestarikan Kuda Lumping

Ki Tulus sedang menunjukkan tata cara membuat kerajinan Kuda Lumping, (MG2).

MALANGVOICE – Kuda Lumping merupakan budaya tradisi daerah yang saat ini sudah mulai jarang ditemui kembali, memahami hal itu tidak membuat Tulus Indrawan, yang kesehariannya sebagai perajin kuda lumping menyerah pada kesenian yang dicintainya ini.

Terbukti dari umurnya yang sudah menginjak 60 tahun, ia terus bergelut dengan kesenian Kuda Lumping atau akrab diketahui dengan nama jaranan.

“Saya ingin bisa terus meneruskan ini, melestarikan sampai anak cucu saya. Mewariskan budaya tradisi ini, jangan sampai meninggalkan budaya ini. Kalaupun ada orang lain yang mau belajar, pintu saya juga selalu terbuka,” ujar Ki Tulus sapaan akrabnya.

Awal mula muncul kecintaanya terhadap budaya kuda lumping itu sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat dirinya mendapatkan pembelajaran dari orangtuanya yang memahami tentang seni kuda lumping itu sendiri. Dari situ muncul semangat tinggi untuk menggeluti seni kuda lumping.

Dia meyebutkan, dalam kuda lumping itu memiliki sentuhan rohani yang mampu menenangkan dan menyenangkan perasaan.

“Saya mulai tahun 1976 menggeluti ini, dulu saya diajari orang tua saya, warisan lah. Kuda lumping itu sebuah kesenian dan budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebelum kakek saya lahir pun sudah ada, makanya kita tinggal melestarikan saja,” tuturnya.

Untuk kuda lumping sendiri dikatakan sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, pada kala itu sering digunakan sebagai penghibur tamu agung.

Sementara itu, untuk produk kuda lumping yang di buat Ki Tulus sendiri sudah pernah dikirim ke beberapa daerah hingga luar negeri. Ia pun juga aktif melakukan pemasaran kuda lumping melalui online.

Sedangkan untuk pemesanan offline sendiri bisa datang ke ruko terdekat di Jalan Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“saya ada yang sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Ini kan juga dipasarkan secara online. Saudara saya juga ada yang membawa ke Australia dan Suriname. Disana kan juga banyak orang Jawa, saya pernah ke sana, disana juga ada kuda lumping,” terangnya.

Selain itu, Ki Tulus menyampaikan jika dalam proses pembuatan kuda lumping dari anyaman bambu ini juga tidak mudah. Perlu adanya pemilihan secara teliti untuk bahan dasar dan proses pembuatannya.

“Mengirat atau memotong bambu menjadi titip titis itu sulit. Membelah bambu ini kalau tidak biasa ya susah, gak gampang dan gak semua orang bisa. Ini bambu apus yang saya pakai untuk bahannya, kalau yang lain gak bisa karena keras. Saya beli dikampung kampung, memotong sendiri, memilih sendiri. Motongnya juga tidak bisa sembarangan, ada hitungan harinya juga,” tandasnya.(der)

Lanjutkan Tradisi, BPC Gapensi Kota Malang Bagi Sembako ke Masyarakat

Ketua BPC Gapensi Kota Malang, Iqbal Ifrizal membagikan sembako ke masyarakat. (istimewa)

MALANGVOICE – BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kota Malang membagikan puluhan paket sembako kepada warga, Rabu (5/5).

Tradisi ini dilakukan setiap tahun, apalagi saat ini memanfaatkan momen bulan suci Ramadan.

Ketua BPC Gapensi Kota Malang, Iqbal Ifrizal, mengatakan, penerima bantuan sembako ini adalah warga sekitar kantor BPC Gapensi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kedungkandang, Kota Malang.

Meski pembagian melibatkan banyak orang, namun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

Pembagian sembako. (Istimewa)

“Total ada 80 paket sembako yang kami bagikan ke masyarakat sekitar kantor. Isinya merupakan kebutuhan pokok seperti beras, gula, kopi, dan banyak lainnya,” kata Iqbal, Kamis (6/5).

Tradisi membagikan sembako ini, kata Iqbal, selain menunjukkan kepedulian terhadap sesama, juga menjalin silaturahmi dengan warga.

Pembagian sembako ke masyarakat. (Istimewa)

“Kami berkantor di sini kan tidak sendiri. Ada masyarakat lain juga, jadi kami berusaha memperhatikan mereka sekaligus silaturahmi agar hubungan kita semakin baik dengan warga,” jelasnya.

Iqbal berharap, agenda sosial lainnya terus dilakukan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga tahun selanjutnya bisa terus dilakukan dengan memberi bantuan ke masyarakat lain lebih banyak lagi,” tandasnya.(der)

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)

Peduli Bencana Gempa, Komunitas Honda Malang Kompak Serahkan Bantuan ke Dampit

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gempa yang terjadi di Malang dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah bangunan roboh bahkan sampai ada korban jiwa, hal ini mengetuk hati komunitas Honda melakukan kegiatan bakti sosial, Sabtu (24/04).

Dalam program Honda Community Social Responsibility (HCSR) bertajuk ‘Dari Kami Untuk Malang Peduli Gempa Bumi Malang’ ini PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama komunitas Honda Malang yang tergabung dalam Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak di Dusun Dandang, Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang.

Bantuan senilai Rp 10juta, didistribusikan dalam bentuk sembako dan masker. Penyerahan bantuan dilakukan langsung perwakilan komunitas Honda, yakni Malang Supra Club, Honda Genio Riders Indonesia Chapter Malang, Honda Beat Club, Verza Malang Club dan diterima oleh perwakilan warga Dusun Dandang, Desa Pamotan.

Baca Juga: Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Baca Juga: MPM Honda Jatim Beri Tips Berkendara Aman di Bulan Ramadan

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Adv)

“Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan komunitas Honda dalam membantu warga khususnya di kabupaten Malang untuk bangkit kembali,” ujar Dionizius Mizidianto Selaku Community Development MPM Honda Jatim.

Dionizius berharap, bantuan inu meringankan beban korban terdampak gempa sehingga bisa melewati masa recovery dengan baik.

“Semoga dapat membantu serta memberikan semangat dan kekuatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” harapnya.(der)

Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Rakorgab komunitas Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menggelar Sunday Gathering & Ride (Sugar Ride) diikuti oleh 15 orang di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Ahad (18/04).

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang lepas rindu antar komunitas, dalam kegiatan ini juga dibahas agenda kegiatan komunitas diantaranya agenda kegiatan sosial HCSR (Honda Corporate Social responsibility) untuk korban terdampak bencana gempa beberapa saat yang lalu.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana #Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta disampaikan secara detail fitur dan teknologi Honda All New Scoopy

“Kami mendukung dan memfasilitasi kegiatan komunitas Honda di Malang dan sekitarnya untuk bersilaturahmi dan berkumpul membahas hal – hal positif mengenai agenda kegiatan komunitas dengan memanfaatkan MPM Riders Cafe Malang,” Kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.(der)

SHINDOKA Malang Gelar Gashuku dan UKT Penjaringan Bibit Atlet

Peserta yang hadir dalam UKT mengikuti arahan pembina, (MG2).

MALANGVOICE – Sekitar 150 siswa perguruan Shitoryu Indonesia Karatedo (SHINDOKA) Cabang Malang mengikuti latihan bersama (Gashuku) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), Ahad (11/4).

Dewan Penasehat SHINDOKA Jawa Timur (Jatim) H.M Jauhari Salam mengatakan, para siswa ini nantinya akan mengikuti berbagai tahapan seleksi yang masing-masing tahap tersebut dilakukan selama 30 menit.

Mereka akan memulai dari tahap pertama (senam dan jurus), tahap kedua (senam dasar dan senam massal), tahap ketiga (jurus/Kata), dan tahap keempat (mental dan fisik).

“Kegiatan ini, selain untuk penyelarasan jurus/kata, juga untuk peningkatan sabuk dalam upaya mencetak atlet muda yang berbakat dan berprestasi,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai pembina LiRa Malang ini berharap, para siswa SHINDOKA Malang dapat menjadi atlet dan bisa menjuarai kompetisi-kompetisi olahraga beladiri yang dipertandingkan oleh berbagai unsur, serta mampu mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

“Dalam Gashuku dan UKT didominasi sabuk kuning, hijau dan Biru. Saya yakin, para siswa yang ikut ujian ini suatu saat nanti dapat menjadi atlet yang berprestasi baik di tingkat kota, provinsi, nasional maupun internasional,” jelas pria yang akrab di sapa Sensei Jo.

Selain itu, turut hadir kurang lebih 25 orang majelis sabuk hitam Pemprov Jatim, dan Ketua Harian Pemprov Jatim Iptu Sudirman, sebagai pengawas, motivasi dan membantu dalam ujian kenaikan tersebut.

“Penguji resmi dalam ujian ini ada tiga, dan tiap penguji ini memiliki pendamping untuk membantu proses penilaian yang berlangsung,” ujarnya.

Sensei Jo juga menambahkan jika di era modern saat ini perlu adanya kegiatan semacam ini, untuk mempersatukan anak bangsa sekaligus membina mental dan fisik supaya bisa lebih siap dalam menjalani kehidupan.

“Kami ingin mereka ini tidak hanya mampu disegi fisik, mental dan bela diri, tapi yang utama adalah prestasi yang mana mereka nanti akan dicatat menjadi atlet” mulai dari regional sampai nasional bahkan Internasional,” tandasnya.(end)

Jelang Ramadan, KBP Gelar Tradisi Megengan dan Nyadran

Ditengah-tengah prosesi Megengan, (MG2).

MALANGVOICE – Menjelang Bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Kampung Budaya Polowijen (KBP) menggelar tradisi Megengan yang diikuti dengan Nyadran Mapag Wulan Siam.

Puluhan orang dari Komunitas Perempuan Bersangul Nusantara Turut hadir mengentalkan suasana tradisional dengan busana khas daerah.

Sebelum masuk dalam kegiatan inti, disambut empat orang yang membawakan tarian Putri Jawi. Empat penari memiliki filosofi perlambangan Jawa mempunyai empat kiblat dalam memandang kehidupan.

Usai acara pembuka dilanjutkan dengan acara inti Megengan Mapag Wulan Siam. Terdengar lantunan doa-doa Jawa yang dilengkapi berbagai macam makanan khas untuk sesaji.

Mulai dari Cok bakal, bubur putih merah, bubur palang, segi golongan dan salah satu hidangan inti yang menjadi simbol dalam pelaksanaan Megengan yaitu apem curcum dan pisang.

“Terdapat makna simbolis dari sesajian Kue Apem dan Pisang yang di hidangkan dalam megengan yang tidak lain adalah saling maaf-memaafkan antar sesama dalam rangka pensucian diri,” ujar Isa Wahyudi selaku penggagas KBP, Sabtu (10/4).

Tarian yang dilakukan seusai prosesi Megengan berlangsung, (MG2).

Setelah prosesi Megengan yang berjalan khidmat itu usai, dilanjutkan dengan Nyadran ke Makam mbah Reni (Ki Tjondro Suwono) empu Topeng Malang yang berasal dari Polowijen.

“Untuk nyekar dan berdoa bersama mendoakan para perintis seniman Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Inisiator Perempuan Bersangul Nusantara, Ries Handono, mengatakan jika tradisi Megengan dan Sadran ini perlu sekali tetap dilestarikan terutama perlu adanya pengenalan generasi-generasi muda saat ini, supaya tidak luntur dan hilang.

“Kami berterima kasih kepada KBP sudah diterima berkunjung disini yang ternyata kampung ini penuh dengan nuansa budaya lokal banyak keseniannya dan kedepan akan bekerjasama untuk peningkatan pelestarian budaya,” tandasnya.(der)

Ngoprek Bareng HPCI Chapter Malang, Kupas Tuntas Matic Besar PCX160

Komunitas Honda PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT melakukan Live di Instagram @mpmhondajatim dengan program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) bersama Komunitas Honda PCX Chapter Indonesia (HPCI) Chapter Malang, Ahad (28/03).

Ngobrol Online yang bertemakan Kupas Tuntas All New PCX160 ini, MPM Honda Jatim mengundang salah satu anggota komunitas HPCI chapter Malang, Wendry Pradana yang berbagi pengalaman bagaimana rasanya mengendarai All New PCX160 dan juga Imron Rosyadi, Technical MPM Malang yang menyampaikan fitur terbaru Honda PCX.

Ngoprek Honda. (Adv)

Bertempat di MPM Riders Cafe Malang, sebelumnya 10 anggota komunitas HPCI chapter Malang yang hadir diberikan kesempatan untuk Riding Experience Honda PCX 160 dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Dalam sesi bincang Ngoprek, Wendry Pradana membagikan pengalamannya saat riding menggunakan Honda PCX160 untuk kegiatan sehari hari.

“Honda PCX160 bodinya mewah, nyaman cocok buat aktivitas sehari – hari atau suka touring. Honda PCX160 lebih bertenaga, akselerasi terasa lembut,” katanya.

Program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih terkait All New Honda PCX kepada masyarakat dari sisi Komunitas HPCI chapter Malang yang sudah mencoba All New Honda PCX.(der)

Peringati Hari Jadi ke-10 ASIDEWI Kembali Keliling Nusantara

Tim Ekspedisi ASIDEWI yang telah memberikan prasasti, (Ist).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Jadi ke-10 Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) kembali melakukan Kegiatan Keliling Nusantara dengan tema ASIDEWI Celebrating Anniversary 10 Tahun “Desa Wisata Bangkit”.

Memulai perjalanan awal, Tim ASIDEWI memilih pulau Sumatera guna menginisiasi beberapa desa wisata baru. Meliputi Desa Pandan di Kabupaten Seluma, Desa Embong di Kabupaten Lebong, Desa Lebong Tandai, dan rencananya bakal mengunjungi beberapa desa di Pulau Enggano di Bengkulu.

Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti Sosialisasi Konsep dan Strategi Pembangunan Desa melalui Pengembangan desa Wisata kepada seluruh masyarakat dan stakeholder desa.

Kemudian, melakukan pemetaan partisipasi potensi lokal bersama warga desa dengan tujuan untuk menemukan dan mengenali potensi utama yang dapat dikembangkan nanti tanpa menunggu pembiayaan dari DD/ADD.

Selanjutnya pembentukan struktur kelembagaan yang melibatkan seluruh unsur kelompok desa, melakukan pelatihan SDM dan Sistem tata kelola desa wisata dan terakhir pelatihan penyusunan manajemen homsetay.

Selain itu, Tim ASIDEWI juga mengunjungi dua desa wisata yang telah mendapatkan pelatihan di tahun sebelumnya yakni Desa Wisata Rindu Hati, Taba Penanjungan, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Desa Wisata Belitar Seberang, Sindang Kelingi, Kabupaten Renjang Lebong untuk melakukan monitoring dan peningkatan SDM.

Tepatnya pada Selasa (23/3) kemarin, Ketua ASIDEWI, Andi Yuwono, memberikan cendera mata berupa prasasti Kepada Kepala Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Prasasti ini sebagai bentuk kepedulian untuk kebangkitan desa-desa wisata di Indonesia, semoga dari desa wisata rindu hati akan menjadi rindu bagi siapapun yang akan pernah datang ke rindu hati,” tuturnya.

Dari penilaian dua desa Rindu Hati dan Belitar Seberang ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Terlihat dari kelembagaan yang solid, sistem tata kelola yang lebih profesional dan tingkat pendapatan yang sudah mencapai 100 juta per bulan.

Sebelumnya, Tim Ekspedisi ASIDEWI ini juga telah melakukan perjalanan pada bulan Oktober Tahun 2020 lalu, dengan tema Ekspedisi ASIDEWI Goes to Bumi Rafflesia 2020.

Dalam ekspedisi itu setidaknya sudah ada 7 desa dari 4 Kabupaten Provinsi Bengkulu, meliputi Rindu Hati di Kabupaten Bengkulu Utara, Belitar Seberang, Air Bening dan Sentral Baru di Kabupaten Rejang Lebong, Sebelat Ulu di Kabupaten Lebong, Napal Jungur dan Kungkai baru di Kabupaten Seluma.(end)

Nongkrong Asyik Bersama Komunitas dan Konsumen Honda PCX Malang di MPM Riders CaFe

Nongkrong asyik komunitas Honda di Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Banyak cara bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan membuat tubuh kembali segar.

Sebagian orang biasanya memilih berkumpul bersama sahabat, keluarga ataupun bersama komunitas.

Nongkrong juga bisa dilakukan sambil melakukan perawatan motor.

Seperti pada Sabtu (20/03), sebanyak 10 komunitas dan konsumen Honda PCX mengikuti “Sugar” (Sunday Gathering & Ride) yang diadakan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Komunitas Honda nongkrong asyik di Malang. (Adv)

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan fasilitas ruang tunggu yang nyaman, santai dan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada di MPM Malang jalan Basuki Rahmat, yakni MPM Riders Cafe.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta diberikan kesempatan untuk merasakan teknologi dan kenyamanan Honda PCX yang terbaru dan juga di sampaikan secara detail fitur dan teknologi

“Komunitas dan konsumen Honda dapat memanfaatkan MPM Riders Cafe untuk ruang tunggu service, bertemu teman ataupun tempat nongkrong bareng komunitasnya,” Kata Dionisius Mizidianto selaku Community Development MPM Honda Honda Jatim.(der)