Inklusi dan Literasi Keuangan Meningkat, Sutiaji Apresiasi Kinerja OJK

Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberikan sambutannya dalam peresmian kantor OJK baru. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hingga saat ini mampu memberikan edukasi dalam hal keuangan bagi masyarakat.

Menurut Sutiaji, OJK saat ini mampu meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dan telah berkolaborasi dengan sejumlah pihak. “Dengan adanya kolaborasi, tidak hanya berhenti sampai di sini tapi terus menerus agar mempermudah perputaran ekonomi lebih baik di daerah,” ujar Sutiaji saat menghadiri peresmian Kantor OJK Selasa (22/1).

Ia menilai jika masyarakat saat ini telah memahamimi peran industri jasa keuangan seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang No 21 Tahun 2011 Pasal 4. Ia juga mengatakan apabila literasi masyarakat bagus maka inklusi juga akan bagus.

“Saat ini, nilai literasi kami 32 dan inklusi 73. Literasi masyarakat Kota Malang semakin tinggi, saya yakin akselerasi yang dilakukan oleh mahasiswa membawa pemahaman kepada masyarakat bahwa industri jasa keuangan adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Selain itu, inflasi Kota Malang saat ini juga cukup terkendali, bahkan pertumbuhan ekonomi tinggi disertai menurunnya gini rasio serta UMKM saat ini yang mulai berkembang.

“Dengan demikian, maka sudah jelas peran OJK juga mempengaruhi ekonomi di Kota Malang,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Berikan Program Sosial, BI Hadirkan BI Corner di Beberapa Lembaga

peresmian BI Corner di FEB UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Sebagai tugas Bank Indonesia (BI) guna memberikan program sosial, salah satunya dengan meresmikan BI Corner di Perpusda maupun lembaga pendidikan.

“BI Corner ini sangat tepat terutama kami soroti untuk jadi pusat ilmu perbankan. Dan tujuannya adalah untuk mengenalkan bank sentral kepada masyarakat, karena masyarakat masih sering menanyakan tugas Bank Indonesia itu apa,” ujar Direktur Gubernur BI, Sugeng saat meresmikan BI Corner di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Senin (14/1).

Salah satunya, BI Corner dipasang di FEB UB dengan slogan ‘Indonesia Cerdas’, dan diisi buku-buku literatur bertema moneter, finansial, perbankan, enterpreuneur dan kisah inspiratif. Kemudian juga terdapat fasilitas tambahan seperti komputer dan televisi edukasi.

BI Corner adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan dan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ekonomi dan peranan BI. Melalui BI Corner diharapkan akan meningkatkan budaya baca dan menulis khususnya di kalangan generasi muda.

“Dengan mendekatkan BI Corner ini kami harapkan pemahaman masyarakat tentang Bank Sentral semakin baik. Sesuai target, BI akan membuat seribu unit BI Corner di seluruh wilayah Indonesia hingga 2020 mendatang,” lanjutnya.

Hingga saat ini BI telah memiliki 10 BI Corner yang tersebar di Jawa Timur. Lima di antaranya berasal dari Malang yakni di Politeknik Negeri Malang (Polinema), SMA 1 Lawang, FEB UB, Universitas Islam Malang (Unisma) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Sementara itu, wakil rektor bidang kemahasiswaan UB, Arief Prajidno mengapresiasi serta berpesan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas yang telah di sediakan oleh BI.

“Sehingga kami bisa tahu perkembangan tentang perbankan, dan anak-anak juga bisa mengupgrade perkembangan tersebut hingga ke tingkat nasional atau bahkan mungkin internasional,” tambahnya. (Der/Ulm)

Singosari Bolu Hadirkan Rasa Berbeda Khas Malang

Foto suasana di Toko Singosari Bolu Malang. (Anja a)

MALANGVOICE – Singosari Bolu Malang resmi dibuka, Kamis (27/12). Singosari Bolu Malang merupakan produk kue yang lembut dengan berbagai varian cita rasa khas Malang. Terbuat dari bahan bahan terbaik yang diolah dengan proses pengukusan, sehingga membuat tekstur Singosari Bolu Malang menjadi sangat lembut.

Singosari Bolu Malang menyediakan tiga varian rasa, yaitu telo ungu, susu dan cokelat.

“Kami menyadari bahwa Kota Malang telah menjadi kota wisata yang berkembang cukup pesat. Maka Singosari Bolu Malang adalah upaya kami untuk mempresentasikan Malang dari cita rasa bolu,” kata General Manager Singosari Bolu Malang, Rully Irwansyah kepada wartawan saat grand launching, Kamis (27/12).

Selain itu, dia menyebut kue bolu ini tidak hanya cocok untuk oleh-oleh wisatawan yang datang ke Malang, tapi menjadi buah tangan, semisal untuk diberikan kepada sanak saudara saat silahturahmi dan acara tertentu.

Salah satu pengunjung toko, Hezza Sukma Sita, sudah mencicipi ketiga varian rasa bolu. Hezza mengaku lebih suka bolu rasa telo ungu.

“Semua varian sebenernya enak semua. Lembut dan rasanya tidak terlalu manis. Jadi tidak bikin eneg. Saya sukanya yang varian telo ungu,” katanya.

Lebih lanjut, selama tiga hari kedepan, Singosari Bolu Malang menyediakan promo Buy 1 Get 1 untuk 100 pembeli pertama. Pengunjung bisa datang ke dua toko yaitu di Jalan Kav A1 no 6 Karanglo, atau di Jalan Soekarno Hatta 30 Kav 2 Malang.(Der/Aka)

The Singhasari Resort Semarakkan Natal Bersama Anak Panti

Perayaan menyambut Natal di Singhasari Resort. (Anja a)

MALANGVOICE – Senyum gembira terpancar dari wajah anak-anak yatim piatu dalam acara semarak Natal di The Singhasari Resort Batu, Rabu (19/12). Acara ini merupakan bagian program CSR The Singhasari Resort yang selalu diadakan setiap tahun.

Public Relation The Singhasari Resort, Aditya Kurniawan mengatakan, anak-anak yatim piatu dari empat panti asuhan di Malang Raya diundang untuk makan malam bersama.

“Jadi malam ini ada 200-an anak yang datang. Mereka kami ajak main games lalu ada bagi-bagi hadiah juga,” kata Adit.

Selain itu, pihak The Singhasari Resort juga mengunjungi panti jompo di Turen pagi ini sebagai salah satu rangkaian berbagi suka cita Natal.

“Pagi tadi kami juga sempatkan ke panti jompo di Turen. Sama kegiatannya kita ajak oma opa bermain games dan berbagi hadiah,” katanya lagi.

Terlihat anak-anak antusias mengikuti aneka games yang disiapkan panitia. Bukan hanya itu, anak-anak ini juga unjuk gigi menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti dance dan menyanyi.

“Kami senang bisa berbagi suka cita dengan mereka. Apalagi ini sudah menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Kami harap, tahun depan kami bisa mengundang lebih banyak anak yatim piatu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Kalindra Land Klaim Miliki Apartment Unit Studio Terbesar di Malang

The Kalindra Land. (Istimewa)

MALANGVOICE – Perlunya hunian mewah dan ekslusif di Kota Malang bakal dihadirkan lewat Kalindra Land. Kalindra Apartment dan Town House bakal dikemas cantik pada 2021 mendatang.

Executive Manager Kalindra Land, Ferdinand, mengatakan, dua proyek besar itu akan dibangun di lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Jalan Ahmad Yani Utara, Blimbing, Kota Malang.

Hunian itu diklaim memiliki unit apartemen studio terluas dari apartemen yang ada di Malang. Dengan luas netto 24,75 m2 dan luas semi gross 28,75 m2 bakal jadi andalan.

“Tentu ini jadi solusi tepat bagi eksekutif muda maupun kalangan mahasiswa yang ingin hunian mewah dan terjangkau,” kata Ferdinand.

Saat ini, Kalindra Apartment masih dalam sesi prelaunch dengan harga bersaing. Untuk project perdananya The Kalindra membangun tower apartement 16 lantai dengan 677 unit lengkap dengan fasilitas. Seperti infinity pool, gym dan komersial area serta Aston Malang City hotel.

Sedangkan untuk Town House, Kalindra Land juga memasang harga istimewa semasa pre launching. Tentu di dalamnya lengkap dengan fasilitas pendukung dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“The Kalindra juga menyediakan Exclusive Town House, yang menggunakan sistem smart home technology, didesain modern minimalis dengan sistem keamanan one gate sistem lengkap dengan CCTV,” lanjutnya.(Der/Aka)

Hotel Bintang Lima dengan Venue Terbaik, The Singhasari Raih Indonesia Leading MICE Venue

Para penerima penghargaan di ITTA Awards 2018. (Istimewa)
Para penerima penghargaan di ITTA Awards 2018. (Istimewa)

MALANGVOICE – The Singhasari Resort Batu mendapatkan penghargaan pada 9th Annual Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) 2018 yang diselenggarakan ITTA Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia. The Singhasari Resort Batu menerima penghargaan Indonesia Leading MICE Venue, di Jakarta, Jumat (7/12)

Public Relation The Singhasari Resort Batu, Aditya Kurniawan mengatakan, pemenang dari penghargaan ini ditentukan oleh voting online dan keputusan dewan juri senior melalui beberapa tahap penilaian. Salah satu fasilitas yang dinilai juri sangat memuaskan adalah meeting room dan event venue.

“The Singhasari Resort Batu mempunyai berbagai jenis meeting room dan event venue yang menunjang keperluan bisnis meeting, gala dinner, konferensi dan perayaan spesial seperti ulang tahun maupun pernikahan. Mempunyai Convention Hall terbesar se Jawa Timur dengan kapasitas hingga 6 ribu orang,” kata Aditya.

Penghargaan ini, lanjut Aditya, menegaskan kembali komitmen The Singhasari Resort Batu untuk memuaskan tamu dengan keramahan yang sangat baik.

“Dengan mendapatkan penghargaan tersebut kami berkomitmen untuk menjadi resort yang lebih baik lagi dan tetap menjaga kualitas dari pelayanan hotel yang sesungguhnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, The Singhasari Resort & Convention merupakan Resort bintang lima pertama di Jawa Timur, yang menawarkan perpaduan antara budaya Indonesia, tradisi, keindahan dan gaya hidup.

The Singhasari
Resort and Convention, sesuai namanya mengambil konsep tradisional resort namun juga memadukan dengan unsur modern kontemporer. Sesuai dengan visi The Singhasari Resort ‘‘Starts from The Singhasari we will be known and lead globally“, The Singhasari Resort telah membuktikan kualitas pelayanan terbaik pada kelas hotel bintang lima.

Selain itu, sudah 8 tahun belakangan, ITTA Foundation telah menghadirkan sesuatu yang berbeda di industri pariwisata dengan menyelenggarakan Anual Indonesia Travel Tourism Awards, sebagai satu-satunya ajang penghargaan pariwisata bergengsi yang sangat diakui di Indonesia.(Hmz/Aka)

Bolu Bakar Siap Jadi Andalan Oleh-Oleh Khas Malang

Bolu Bakar Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Usaha kuliner di Kota Malang bisa dibilang sangat pesat. Beraneka macam jajanan muncul satu persatu dengan aneka kreasi, termasuk Bolu Bakar Malang.

Jajanan yang diklaim khas Malang ini berbeda dari bolu biasanya. Dijelaskan brand ambassador Bolu Bakar Malang, Hilda Yulis, perbedaan mendasar ada pada pengolahan, yakni dibakar.

“Bolu biasanya dikukus, kami menyajikan kue bolu dengan cara berbeda, cara masaknya dipanggang dengan filling (isian) yang sangat melimpah,” ujar Bee, sapaan akrabnya. Ia pun mengklaim Bolu Bakar Malang ini pertama dan satu-satunya ada di Malang.

Bolu Bakar Malang. (deny rahmawan)

Bee menjelaskan, ada beberapa varian rasa yang bisa dipilih. Ada rumbutter, rumbutter keju, keju, cokelat, cokelat keju, kacang, strawberry, kopi dan varian baru, yakni greentea. “Andalannya itu rumbutter dan rumbutter keju. Jadi nanti meluber saat dimakan,” ia menambahkan.

Jajanan ini, kata wanita yang juga sebagai MC atau pembawa acara, mendapat respon baik dari masyarakat. Pasalnya, meski baru buka pada 2 November lalu, dalam sehari rata-rata terjual 100 porsi. Jumlah itu meningkat saat memasuki akhir pekan, bisa sampai 200 porsi.

Ia menilai jajan kekinian ini tak akan kalah dengan buatan artis yang sudah banyak di Malang. “Kami bukan jajan artis, tapi rasanya mirip artis. Ini sangat khas Malang dan cocok buat jadi oleh-oleh,” katanya.

Bolu Bakar Malang saat ini hanya ada di MOG. Ke depan ia akan membuka cabang lain di beberapa tempat. Bee juga siap memberi tawaran kerja sama bisnis dengan produknya itu. (Der/Ulm)

Dongkrak Daya Saing UMKM, Pemkot Batu Gelontorkan Anggaran Rp 3 Miliar

Pelaku UMKM di Kota Batu. (Anja a)
Pelaku UMKM di Kota Batu. (Anja a)

MALANGVOICE – Pada era yang serba modern, persaingan dunia UMKM sangatlah pesat. Guna meningkatkan kualitas dan produktivitas UMKM, Pemerintah Kota Batu menggelontorkan anggaran hingga Rp 3 miliar. Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, menjelaskan, anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembelian mesin packaging dan dikelola oleh Perusahaan BUMD Kota Batu, Batu Wisata Resource (BWR).

“Jadi selain pariwisata dan pertanian yang menjadi program unggulan Pemkot Batu adalah UMKM. Karena itu Wali Kota akan menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk mesin packaging pada tahun 2019. Di mana nantinya mesin itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Batu meningkatkan nilai jual dan kualitas produknya,” Katanya.

Pengadaan alat packaging ini cukup penting. Tanpa alat packaging, pelaku UMKM kesulitan menembus pasar lebih besar. Hal ini dirasakan sebagai tantangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, RW 1 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang merupakan bagian dari Gapoktan Beji Makmur. KWT Asri yang termasuk dalam golongan usaha mikro berdiri sejak tahun 2015.

Soal produktivitas, KWT yang beranggotakan 25 ibu-ibu ini mampu menghasilkan banyak produk di halaman atau lahan miliki bersama seluas 100 m2 untuk pertanian organik. Serta ruangan sederhana di salah satu anggota untuk produk olahan atau jadi.

Anggota KWT, Rizky Nurfikayati, mengatakan, dari bantuan yang didapatnya, mulai dari dana Rp 20 juta, bibit jamur hingga peralatan panggang mampu dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

“Kelompok kami kini mampu mengahasilkan produk olahan seperti stik sawi, stik kurma tomat (kurmat), keripik jamur, sari jagung, keripik tempe, susu, yogurt hingga yang terbaru adalah pia tempe,” katanya.

Hasil-hasil olahan itu juga kadang dijual lewat stan yang disediakan di dekat pintu masuk Gedung Balai Kota Among Tani. Sehingga dari hasil penjualan, baik pertanian organik dan produk olahan setiap bulannya mampu mencapai Rp 2 juta.

“Kendala kami tidak adanya mesin packaging. Jadi susah untuk menembus pasar yang lebih luas atau masuk ke pusat oleh-oleh Kota Batu. Kami harap segera ada pengadaan mesin packaging, dari pemkot,” kata Rizky.(Hmz/Aka)

BTPN Kenalkan Program “Daya” Bagi Pelaku UMKM

Daya Head BTPN, Andrie Darusman. (Lisdya)
Daya Head BTPN, Andrie Darusman. (Lisdya)

MALANGVOICE – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di Kota Malang kini bisa bekerjasama dengan BTPN dalam program bisnis yang dinamai “Daya”.

Pihak bank nantinya akan terlibat langsung dalam hal pendampingan dan pemberdayaan agar kinerja bisnis bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut “Daya” Head BTPN, Andrie Darusman, program yang digagas itu mengimplementasikan sebuah model bisnis dengan mengintegrasikan misi sosial dan bisnis dalam produk, layanan, serta kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM, Google Maksimalkan Gapura Digital

“Inti dari program ini adalah kami menjadi partner, atau mitra nasabah dalam mencapai pertumbuhan usahanya. Kami meyakini, untuk bisa bertumbuh, nasabah tidak hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka,” kata Andrie Darusman kepada media di Malang, Kamis (25/10).

Andrie pun memaparkan implementasi Program Daya disesuaikan dengan profil, karakter dan kebutuhan nasabah. Bahkan, modul pelatihan yang diberikan relevan dengan tantangan yang dihadapi.

Beberapa modul terkait perencanaan bisnis yang direncanakan antara lain, manajemen keuangan, strategi menjaga loyalitas pelanggan hingga mengakses pasar menggunakan platform digital (e-commerce).

“Karena materi pelatihan yang dibutuhkan nasabah semakin kompleks, dan untuk memperluas jangkauan Daya, kami memperkenalkan Daya.id. Hal ini merupakan ikhtiar kami dalam meningkatkan kapasitas nasabah dengan memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

“Selain itu, hari ini kami bersinergi dengan Google untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya go online dan bagaimana para pelaku UMKM mengoptimalkan internet sebaik mungkin,” tandasnya.

Sebagai informasi, “Daya” merupakan sebuah program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur. “Daya” diperuntukkan bagi seluruh nasabah BTPN yang terdiri dari para pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas prasejahtera produktif.(Hmz/Aka)

Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM, Google Maksimalkan Gapura Digital

Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani saat presentasikan gapura digital. (Lisdya)
Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani saat presentasikan gapura digital. (Lisdya)

MALANGVOICE – Google memiliki program gapura digital untuk membantu para pelaku UMKM memasarkan produknya di internet.

Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani mengatakan dengan melalui gapura digital ini pelaku UMKM dapat menaikan omsetnya.

“Dalam program ini, google akan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan strategi pemasarannya di internet,” katanya kepada awak media di Dapur Kota, Kamis (25/10).

Imas pun menjelaskan beberapa kelas yang terdapat di gapura digital antara lain “Siap Digital” untuk pelatihan dasar bisnis digital, “Handal Digital” untuk pelatihan berbagai topik yang mendalam. “Kelas Berbagi” yaitu kelas khusus dari Google untuk berbagi bersama, dan “Kelas Womenwill” kelas khusus untuk pengusaha wanita.

“Banyak materi yang diberikan kepada pelaku UMKM dan pelatihan ini juga gratis,” tambahnya.

Lebih lanjut, materi yang diberikan tersebut seperti membuat portal website yang baik, menggunakan fitur Google Bisnisku untuk menempatkan lokasi toko di Google Maps, hingga pengenalan SEO dan SEM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Bisnis yang didukung dengan kehadiran online mengalami peningkatan revenue 80 persen lebih cepat daripada offline,” tandasnya.

Perlu diketahui, Kota Malang terpilih menjadi salah satu kota di Indonesia dikarenakan potensial pelaku UMKM yang terus berkembang.(Hmz/Aka)

Komunitas