Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Rakorgab komunitas Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menggelar Sunday Gathering & Ride (Sugar Ride) diikuti oleh 15 orang di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Ahad (18/04).

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang lepas rindu antar komunitas, dalam kegiatan ini juga dibahas agenda kegiatan komunitas diantaranya agenda kegiatan sosial HCSR (Honda Corporate Social responsibility) untuk korban terdampak bencana gempa beberapa saat yang lalu.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana #Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta disampaikan secara detail fitur dan teknologi Honda All New Scoopy

“Kami mendukung dan memfasilitasi kegiatan komunitas Honda di Malang dan sekitarnya untuk bersilaturahmi dan berkumpul membahas hal – hal positif mengenai agenda kegiatan komunitas dengan memanfaatkan MPM Riders Cafe Malang,” Kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.(der)

SHINDOKA Malang Gelar Gashuku dan UKT Penjaringan Bibit Atlet

Peserta yang hadir dalam UKT mengikuti arahan pembina, (MG2).

MALANGVOICE – Sekitar 150 siswa perguruan Shitoryu Indonesia Karatedo (SHINDOKA) Cabang Malang mengikuti latihan bersama (Gashuku) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), Ahad (11/4).

Dewan Penasehat SHINDOKA Jawa Timur (Jatim) H.M Jauhari Salam mengatakan, para siswa ini nantinya akan mengikuti berbagai tahapan seleksi yang masing-masing tahap tersebut dilakukan selama 30 menit.

Mereka akan memulai dari tahap pertama (senam dan jurus), tahap kedua (senam dasar dan senam massal), tahap ketiga (jurus/Kata), dan tahap keempat (mental dan fisik).

“Kegiatan ini, selain untuk penyelarasan jurus/kata, juga untuk peningkatan sabuk dalam upaya mencetak atlet muda yang berbakat dan berprestasi,” ucapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai pembina LiRa Malang ini berharap, para siswa SHINDOKA Malang dapat menjadi atlet dan bisa menjuarai kompetisi-kompetisi olahraga beladiri yang dipertandingkan oleh berbagai unsur, serta mampu mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

“Dalam Gashuku dan UKT didominasi sabuk kuning, hijau dan Biru. Saya yakin, para siswa yang ikut ujian ini suatu saat nanti dapat menjadi atlet yang berprestasi baik di tingkat kota, provinsi, nasional maupun internasional,” jelas pria yang akrab di sapa Sensei Jo.

Selain itu, turut hadir kurang lebih 25 orang majelis sabuk hitam Pemprov Jatim, dan Ketua Harian Pemprov Jatim Iptu Sudirman, sebagai pengawas, motivasi dan membantu dalam ujian kenaikan tersebut.

“Penguji resmi dalam ujian ini ada tiga, dan tiap penguji ini memiliki pendamping untuk membantu proses penilaian yang berlangsung,” ujarnya.

Sensei Jo juga menambahkan jika di era modern saat ini perlu adanya kegiatan semacam ini, untuk mempersatukan anak bangsa sekaligus membina mental dan fisik supaya bisa lebih siap dalam menjalani kehidupan.

“Kami ingin mereka ini tidak hanya mampu disegi fisik, mental dan bela diri, tapi yang utama adalah prestasi yang mana mereka nanti akan dicatat menjadi atlet” mulai dari regional sampai nasional bahkan Internasional,” tandasnya.(end)

Jelang Ramadan, KBP Gelar Tradisi Megengan dan Nyadran

Ditengah-tengah prosesi Megengan, (MG2).

MALANGVOICE – Menjelang Bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Kampung Budaya Polowijen (KBP) menggelar tradisi Megengan yang diikuti dengan Nyadran Mapag Wulan Siam.

Puluhan orang dari Komunitas Perempuan Bersangul Nusantara Turut hadir mengentalkan suasana tradisional dengan busana khas daerah.

Sebelum masuk dalam kegiatan inti, disambut empat orang yang membawakan tarian Putri Jawi. Empat penari memiliki filosofi perlambangan Jawa mempunyai empat kiblat dalam memandang kehidupan.

Usai acara pembuka dilanjutkan dengan acara inti Megengan Mapag Wulan Siam. Terdengar lantunan doa-doa Jawa yang dilengkapi berbagai macam makanan khas untuk sesaji.

Mulai dari Cok bakal, bubur putih merah, bubur palang, segi golongan dan salah satu hidangan inti yang menjadi simbol dalam pelaksanaan Megengan yaitu apem curcum dan pisang.

“Terdapat makna simbolis dari sesajian Kue Apem dan Pisang yang di hidangkan dalam megengan yang tidak lain adalah saling maaf-memaafkan antar sesama dalam rangka pensucian diri,” ujar Isa Wahyudi selaku penggagas KBP, Sabtu (10/4).

Tarian yang dilakukan seusai prosesi Megengan berlangsung, (MG2).

Setelah prosesi Megengan yang berjalan khidmat itu usai, dilanjutkan dengan Nyadran ke Makam mbah Reni (Ki Tjondro Suwono) empu Topeng Malang yang berasal dari Polowijen.

“Untuk nyekar dan berdoa bersama mendoakan para perintis seniman Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Inisiator Perempuan Bersangul Nusantara, Ries Handono, mengatakan jika tradisi Megengan dan Sadran ini perlu sekali tetap dilestarikan terutama perlu adanya pengenalan generasi-generasi muda saat ini, supaya tidak luntur dan hilang.

“Kami berterima kasih kepada KBP sudah diterima berkunjung disini yang ternyata kampung ini penuh dengan nuansa budaya lokal banyak keseniannya dan kedepan akan bekerjasama untuk peningkatan pelestarian budaya,” tandasnya.(der)

Ngoprek Bareng HPCI Chapter Malang, Kupas Tuntas Matic Besar PCX160

Komunitas Honda PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT melakukan Live di Instagram @mpmhondajatim dengan program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) bersama Komunitas Honda PCX Chapter Indonesia (HPCI) Chapter Malang, Ahad (28/03).

Ngobrol Online yang bertemakan Kupas Tuntas All New PCX160 ini, MPM Honda Jatim mengundang salah satu anggota komunitas HPCI chapter Malang, Wendry Pradana yang berbagi pengalaman bagaimana rasanya mengendarai All New PCX160 dan juga Imron Rosyadi, Technical MPM Malang yang menyampaikan fitur terbaru Honda PCX.

Ngoprek Honda. (Adv)

Bertempat di MPM Riders Cafe Malang, sebelumnya 10 anggota komunitas HPCI chapter Malang yang hadir diberikan kesempatan untuk Riding Experience Honda PCX 160 dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Dalam sesi bincang Ngoprek, Wendry Pradana membagikan pengalamannya saat riding menggunakan Honda PCX160 untuk kegiatan sehari hari.

“Honda PCX160 bodinya mewah, nyaman cocok buat aktivitas sehari – hari atau suka touring. Honda PCX160 lebih bertenaga, akselerasi terasa lembut,” katanya.

Program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih terkait All New Honda PCX kepada masyarakat dari sisi Komunitas HPCI chapter Malang yang sudah mencoba All New Honda PCX.(der)

Peringati Hari Jadi ke-10 ASIDEWI Kembali Keliling Nusantara

Tim Ekspedisi ASIDEWI yang telah memberikan prasasti, (Ist).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Jadi ke-10 Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) kembali melakukan Kegiatan Keliling Nusantara dengan tema ASIDEWI Celebrating Anniversary 10 Tahun “Desa Wisata Bangkit”.

Memulai perjalanan awal, Tim ASIDEWI memilih pulau Sumatera guna menginisiasi beberapa desa wisata baru. Meliputi Desa Pandan di Kabupaten Seluma, Desa Embong di Kabupaten Lebong, Desa Lebong Tandai, dan rencananya bakal mengunjungi beberapa desa di Pulau Enggano di Bengkulu.

Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti Sosialisasi Konsep dan Strategi Pembangunan Desa melalui Pengembangan desa Wisata kepada seluruh masyarakat dan stakeholder desa.

Kemudian, melakukan pemetaan partisipasi potensi lokal bersama warga desa dengan tujuan untuk menemukan dan mengenali potensi utama yang dapat dikembangkan nanti tanpa menunggu pembiayaan dari DD/ADD.

Selanjutnya pembentukan struktur kelembagaan yang melibatkan seluruh unsur kelompok desa, melakukan pelatihan SDM dan Sistem tata kelola desa wisata dan terakhir pelatihan penyusunan manajemen homsetay.

Selain itu, Tim ASIDEWI juga mengunjungi dua desa wisata yang telah mendapatkan pelatihan di tahun sebelumnya yakni Desa Wisata Rindu Hati, Taba Penanjungan, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Desa Wisata Belitar Seberang, Sindang Kelingi, Kabupaten Renjang Lebong untuk melakukan monitoring dan peningkatan SDM.

Tepatnya pada Selasa (23/3) kemarin, Ketua ASIDEWI, Andi Yuwono, memberikan cendera mata berupa prasasti Kepada Kepala Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Prasasti ini sebagai bentuk kepedulian untuk kebangkitan desa-desa wisata di Indonesia, semoga dari desa wisata rindu hati akan menjadi rindu bagi siapapun yang akan pernah datang ke rindu hati,” tuturnya.

Dari penilaian dua desa Rindu Hati dan Belitar Seberang ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Terlihat dari kelembagaan yang solid, sistem tata kelola yang lebih profesional dan tingkat pendapatan yang sudah mencapai 100 juta per bulan.

Sebelumnya, Tim Ekspedisi ASIDEWI ini juga telah melakukan perjalanan pada bulan Oktober Tahun 2020 lalu, dengan tema Ekspedisi ASIDEWI Goes to Bumi Rafflesia 2020.

Dalam ekspedisi itu setidaknya sudah ada 7 desa dari 4 Kabupaten Provinsi Bengkulu, meliputi Rindu Hati di Kabupaten Bengkulu Utara, Belitar Seberang, Air Bening dan Sentral Baru di Kabupaten Rejang Lebong, Sebelat Ulu di Kabupaten Lebong, Napal Jungur dan Kungkai baru di Kabupaten Seluma.(end)

Nongkrong Asyik Bersama Komunitas dan Konsumen Honda PCX Malang di MPM Riders CaFe

Nongkrong asyik komunitas Honda di Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Banyak cara bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan membuat tubuh kembali segar.

Sebagian orang biasanya memilih berkumpul bersama sahabat, keluarga ataupun bersama komunitas.

Nongkrong juga bisa dilakukan sambil melakukan perawatan motor.

Seperti pada Sabtu (20/03), sebanyak 10 komunitas dan konsumen Honda PCX mengikuti “Sugar” (Sunday Gathering & Ride) yang diadakan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Komunitas Honda nongkrong asyik di Malang. (Adv)

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan fasilitas ruang tunggu yang nyaman, santai dan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada di MPM Malang jalan Basuki Rahmat, yakni MPM Riders Cafe.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta diberikan kesempatan untuk merasakan teknologi dan kenyamanan Honda PCX yang terbaru dan juga di sampaikan secara detail fitur dan teknologi

“Komunitas dan konsumen Honda dapat memanfaatkan MPM Riders Cafe untuk ruang tunggu service, bertemu teman ataupun tempat nongkrong bareng komunitasnya,” Kata Dionisius Mizidianto selaku Community Development MPM Honda Honda Jatim.(der)

4 Langkah Menjaga Ikan Cupang Tidak Kuncup di Musim Hujan

Ikan Cupang yang lagi tren, (MG2).

MALANGVOICE – Ikan cupang kini kembali banyak diminati masyarakat, dengan perpaduan jenis maupun corak warna yang semakin beragam.

Namun dalam perawatan ikan cupang ini bisa dibilang juga tidak mudah. Apalagi di musim penghujan dengan cuaca yang dingin, membuat ikan cupang mudah terkena penyakit, salah satunya kuncup.

Kuncup sendiri merupakan penyakit ikan cupang yang sering kali terjadi dan jika tidak segera ditangani resiko terparah bakal mati.

Berikut Beberapa Tips untuk mengantisipasi ikan cupang agar tidak sakit di musim penghujan menurut salah satu penghobi ikan cupang di Kota Malang, Rifky Edgar, Jumat (19/3).

1. Harus rutin mengganti air dalam akuarium/soliter, minimal ganti tiga hari sekali atau seminggu dua kali. Untuk jenis air bisa menggunakan air sumur atau PDAM.

Namun jika menggunakan air PDAM perlu diendapkan terlebih dahulu selama satu hari sembari diberi garam sesuai dengan ukuran akuarium/soliter.

“Sebelum dilakukan penggantian air lebih baik lagi juga diberi garam dan obat biru (nama akrab obat) biar tidak sakit. Dan dikasih daun ketapang berfungsi untuk menetralkan PH air,” terangnya.

Cupang yang sedang kuncup, (MG2).

2. Menjaga pola makan ikan cupang peliharaan, jangan terlalu banyak. Minimal satu hari sekali dengan porsi secukupnya.

“Karena jika kebanyakan makan, ikan akan kembung, atau sembelit. Dari situ akan menyebabkan penyakit sisik nanas dan dropship, kemungkinan 98 persen ikan mati,” tuturnya.

3. Sering buka pembatas antara ikan satu dengan yang lainnya, guna mempertahankan gerakannya supaya terus aktif dan lincah.

“Kalau bisa sehari dua kali dengan durasi sekitar 20-30 menitan. Biar ikan bisa lebih agresif, mekrok, nah dari situ bisa menjaga kekuatan dari ekor, sirip dan kesehatannya,” imbuhnya.

4. Jika memiliki waktu bisa disempatkan untuk menjemur ikan cupang sekitar 10 menit untuk menangani suhu air tetap stabil dan tidak terlalu dingin.(end)

Kenal Catur dari Tukang Kebun Sekolah, Ini Kisah Sukses Nora Amalia

Nora Amalia (Kiri) saat bermain catur. (Toski D).

MALANGVOICE – Nama Nora Amalia di dunia catur sudah tidak asing lagi. Gadis yang kini berusia 18 tahun tersebut pernah menyabet medali perunggu dalam kejuaraan Malaysia International Chess Festival yang diadakan di Catetel, Mid Valley, Kuala Lumpur Malaysia, 2016 silam.

Nora Amelia mengaku mulai mengenal catur tersebut dari tukang kebun di sekolah dasar di Wajak.

“Waktu itu saya masih duduk di kelas 2 SD, saya sering melihat tukang kebun di sekolah main catur. Semenjak saat itu saya tertarik minta diajari bermain catur,” ucapnya, saat ditemui di Sekretariat Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malang, Jalan Diponegoro, Desa Gunungsari, Tajinan, Kamis (11/3).

Menurut Nora, keluarganya sangat mendukung ketika mengetahui dirinya suka bermain catur walaupun tidak ada bakat turunan dari kedua orang tua.

“Keluarga saya mendukung sampai saat ini, kalau bakat khusus turunan tidak ada, hanya saja ayah saya hobi bermain catur,” jelasnya

Saat disinggung mengenai prestasi apa saja yang telah diraih selama ini, Nora langsung menjelaskannya secara rinci.

“Mulai awal itu, kelas 3 SD saya mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Malang dapat juara 3 dan itu proses seleksinya melalui Kecamatan Wajak, kemudian lanjut kejuaraan tingkat provinsi, dapat juara harapan 2,” tegasnya.

Tidak sampai di situ saja, masih terus berlanjut hingga kelas 5 SD Nora mengikuti Kejuaraan Provinsi Jawa Timur dengan Tim Pasuruan dan meraih juara 3 dengan mendapatkan perunggu.

“Kejuaraan itu yang mengantarkan saya ke tingkat internasional, lomba di Malaysia pada tahun 2016 lalu dan dapat perunggu juga,” jelas gadis bungsu dari dua bersaudara ini

Adapun persiapan yang diceritakannya sebelum berangkat ke Malaysia, seperti latihan catur selama 2 minggu dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam, kalau ada hari libur juga diisi dengan latihan fisik dan renang.

“Sebelum berangkat, latihan dulu di Jakarta sampai benar benar matang dan siap, latihan 12 jam sehari selama 2 minggu dan latihan fisik juga,” timpalnya.

Terakhir, Nora menyampaikan, dia ingin memotivasi lebih banyak lagi anak muda seusianya supaya mempunyai prestasi yang mumpuni dan tak gampang menyerah.

“Teman teman jangan sampai ada mental menyerah, terus semangat dan saya juga ingin suatu hari nanti menjadi pelatih catur karena ini harus ada regenerasi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Percasi Kabupaten Malang, Sunaji mengatakan, Nora merupakan atlet Kabupaten Malang yang telah dididik sejak usia 8 tahun.

“Kami menaunginya sejak awal, kira kira pas umur Nora 8 tahun, jadi ya potensinya memang sudah ada sejak awal, ditambah dukungan dari keluarganya,” ucapnya

Saat ini, menginjak usia sang atlet yang ke 18 tahun, Sunaji mengaku prestasi terakhir Nora adalah kejuaraan Malaysia International Chess Festival yang diadakan di Catetel, Mid Valley, Kuala Lumpur Malaysia, 2016 lalu.

“Itu yang terakhir di Malaysia, berhasil raih perunggu saat itu, saya berharap Nora dapat menginspirasi para pemuda pemudi millenial saat ini agar lebih berprestasi lagi,” tukasnya.(der)

BOM, Bawa Tujuan Mulia Melestarikan Budaya dan Mengurangi Polusi

Komunitas BOM berada didepan Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Barisan Ontel Malang (BOM), merupakan salah satu komunitas bagi para pecinta sepeda ontel yang membawa misi mulia, melestarikan budaya dan mengurangi polusi kendaraan.

Koordinator BOM, Sapto Yuniar (52), tujuan pertama adanya komunitas ini selain ingin melestarikan sepeda bersejarah sekaligus membantu mengurangi polusi yang ada di Kota Malang.

“Komunitas sepeda tua ini ingin mengurangi polusi, dengan berkendara menggunakan sepeda yang tidak memerlukan BBM, apalagi juga termasuk olahraga yang menyehatkan,” ujarnya, Kamis (11/3).

BOM sendiri memiliki anggota yang cukup banyak sekitar 55 orang tergabung dari segala umur sejak terbentuk tiga tahun silam.

“Kita tidak memandang tua atau muda, kebanyakan biasanya anak muda gengsi ya naik ontel. Alhamdulilah banyak juga anak muda yang ikut tanpa diajak,” paparnya.

Dari situ, wanita yang akrab disapa Yuni ini merasa senang dengan banyaknya anggota yang ikut BOM dan membantu mewujudkan tujuan komunitas.

Selain itu, aktivitas lain yang dilakukan komunitas BOM ini secara rutin berkumpul di salah satu tempat untuk mempererat tali persahabatan dari tiap anggota.

“Rutin bertemu Rabu di depan Stasiun Kota Baru Malang, dan Gowesata ke tempat-tempat wisata seperti Cemplong, Ngawonggo, Kopi Sangit, dan lain-lain,” imbuhnya.

Tidak kalah menarik, meski menggunakan sepeda lama ada beberapa anggota yang telah bersepeda hingga keluar daerah.

“Dari lima orang ada yang sampai Banyuwangi, ada yang Malang – Lumajang, dan saya sendiri dari malang – Lombok,” tandasnya.(der)

Peringati Harkopnas, Warkop Klodjen Djaja 1956 Bagi-bagi Kopi Gratis

Para pengunjung dari komunitas sepeda ontel yang mendapatkan kopi gratis, di Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Kopi Nasional (Harkopnas) yang ditetapkan pada 11 Maret kali ini, Warung Kopi (Warkop) Klodjen Djaja 1956, menggelar kegiatan bagi – bagi Kopi Pagi Gratis.

Didukung dengan proses pembuatan kopi yang menggunakan bahan dasar kopi murni Indonesia, semakin mengentalkan momentum Harkopnas kali ini, Kamis (11/3).

Menurut Pemilik Warkop Klodjen Djaja 1956, Ahmad Iswahyudi, selain pembagian kopi gratis sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi lokal kepada pengunjung.

“Sebetulnya ada satu peluang di sini. Memanfaatkan dari Harkopnas untuk memperkenalkan kopi yang benar-benar kopi murni Indonesia, khususnya kopi Malangan. Sembari kita juga membagikan kopi itu secara gratis,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan, jumlah yang diberikan dalam kegiatan Kopi Gratis ini tidak diberikan batasan. Namun waktu pembagiannya hanya berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Kita tak membatasi berapa gelas. Meski yang datang kesini ada 200 sampai 300 lebih, ya gak papa. Semua gratis, khusus kopi tubruk robusta yang kita gratiskan,” paparnya.

Dan menariknya lagi, pada saat kegiatan berlangsung ada komunitas sepeda ontel yang turut hadir meramaikan sekaligus memberikan kesan tempo dulu semakin terasa.

“Inginnya kita memang untuk mengentalkan cagar budaya yang identik dengan jadul. Makanya kita mengundang komunitas sepeda Onthel untuk bisa berkumpul di sini dan minum kopi gratis sama-sama,” imbuhnya.

Terlebih dengan konsep Warkop Klodjen Djaja 1956, mengusung tema tempo dulu, salah satunya pemasangan tiga banner yang menggambarkan film-film di bioskop jaman dahulu. Semakin mengentalkan suasana khas yang ditonjolkan.

“Coba difoto dari jauh, antara sepeda dan Klodjen Djaja dapat seperti kita kembali ke masa lampau lah,” tandasnya.

Selama tiga jam kegiatan bagi kopi gratis berlangsung, sebanyak 200 cup/gelas telah dibagikan kepada para pengunjung.