Kunci Sukses Master of Ceremony Ruwiyanto : Disiplin Jaga Kualitas Suara

Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)
Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang pemandu acara harus memiliki wawasan luas, serta mampu membuat rangkaian acara dengan baik. Supaya apa yang disampaikan bisa membuat suasana sesuai keinginan. Selain itu pemandu acara juga harus memiliki karakter serta mental yang baik.

Seperti halnya Ruwiyanto, S.Kom. Putra nomor tiga dari Pasangan Mujowiyono dan Sukini telah mempunyai jadwal padat memandu acara resepsi pernikahan adat Jawa di berbagai hotel dan gedung di Jawa Timur.

Bagi pria kelahiran Sukoharjo Jawa Tengah tersebut menjadi pemandu acara sudah dilakoninya sejak SMP.

“Waktu SMP saya sering memandu acara dengan menggunakan bahasa Indonesia,” ujar akrab disapa Ruwi ini.

Semasa sekolah, Ruwi juga aktif mengikuti beragam kegiatan ekstrakurikuler. Aktif di organisasi, mewajibkan Ruwi untuk selalu tampil prima dan harus pandai merangkai kosakata dengan baik sebagai bahan berbicara atau pidato di muka umum.

“Kebetulan saya aktif pada kegiatan ekstra kurikuler yang di selenggarakan sekolah, baik menari maupun Pramuka bahkan waktu SMK saya pernah juga mendapat amanah sebagai Ketua OSIS,” kata alumnus SMK Tamansiswa Sukoharjo tersebut kepada MVoice, Senin (10/2).

Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)
Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)

Kepiawaiannya memandu acara dalam bahasa Jawa bermula memandu acara grup musik campursari di Solo. Namun, diakuinya bermula dari sebuah insiden tak terduga.

“Waktu itu saya memandu acara campursari, kebetulan MC mantennya berhalangan hadir, terpaksa harus memandu acara temu manten atas permintaan yang mempunyai hajat,” kenangnya.

“Alhamdulillah, waktu itu acaranya berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Ruwi memutuskan mengasah kemampuan dan memperbanyak kosakata bahasa Jawa kuno. Bahkan belajar kepada ahli bahasa Jawa serta para seniman pedalangan yang berada di Surakarta.

“Setiap akan tampil memandu acara juga memperhatikan kualitas suara supaya bagus dan enak didengar, yaitu rajin mengunyah kencur dan madu setiap pagi harinya,” beber pria yang berdomisili di Jalan Satria RT7/RW 1 Balearjosari Blimbing Malang ini.

Olah kemampuan dalam bahasa Jawa halus yang bagus membawa hoki buat Ruwi. Sebab Sarjana Komputer teknik informatika dari STT Stikma Internasional Malang ini, sekarang telah menjadi MC langganan pejabat serta para pengusaha yang punya hajat mantu di Jawa Timur untuk memandu acara resepsi pernikahan dan temu manten dengan adat Jawa.

Pada tahun ini, Ruwi juga mendapatkan kepercayaan sebagai pemateri pada Diklat MC Pengantin Jawa yang di gelar RRI Malang. Untuk informasi pendaftarannya bisa langsung datang ke LPU RRI Malang Jalan Candi Panggung 58 Malang , Telpon (0341) 476633 atau bisa juga melalui WA di nomor 0821 3967 9144.

“Ilmu harus dibagikan, supaya banyak orang yang turut peduli dan melestarikan budaya Jawa yang adi luhung,” pungkasnya.(Hmz/Aka/Adv)

Komunitas Pecinta Mobil Hyundai Jatim Gelar Kopdar di Kebun Teh Lawang

Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)
Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Penggemar Mobil pabrikan Korea Selatan, Hyundai Trajet yang tergabung dalam Trajet Family Club Jawa Timur gelar Kopdar Akbar 2020 di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Kabupaten Malang, Minggu (12/1).

Sebanyak 66 unit mobil Hyundai memadati area parkiran di sebuah tanah lapang dengan membentuk formasi TFC. Para peserta termasuk keluarga yang ikut kopdar nampak gembira dan senang.

“Panitia dari Chapter Mataringga telah mendesain formasi parkiran membentuk TFC, anggota bersama keluarganya juga baris membentuk tulisan Jatim yang berada di sebelah barat lapangan, sehingga jika di lihat dari drone nampak formasi yang sangat bagus sesuai harapan bersama,” Kata Ruwiyanto, Anggota TFC 1307 dari Chapter Mataringga.

“Panitia juga menyiapkan puluhan hadiah door prize menarik yang berasal dari sponsor pendukung acara, diantaranya dari Hyundai Perwakilan Surabaya, PT Mandom Indonesia Tbk, Keriyes Camilan keluarga Sehat,” Imbuhnya.

Sementara itu Ketua Pusat TFC Yudha Yoghaswara mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung cukup semarak. Pria berkacamata itu juga berharap mubes akhir tahun ini bisa di selenggarakan di wilayah Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung sangat kompak dan semarak, pokoknya Jawa timur mbois dan sangat luar biasa,” Kata Yudha dalam sambutannya.

Kopdar Akbar TFC Jatim juga di hadiri beberapa chapter dari daerah lain, diantaranya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, bahkan ada juga chapter yang berasal dari Banten.

Rangkaian acara berlangsung sangat apik, para peserta kopdar sebelum masuk seremonial di Panggung utama, diarahkan untuk keliling kebun teh sambil swafoto dengan background nuansa alam kebun teh dengan udaranya yang segar dan sejuk.

Setelah keliling dari area kebun teh, panitia mengarahkan jalan menuju tanah lapangan untuk parkir kendaraannya sesuai formasi garis yang di buat oleh panitia, kemudian diambil gambarnya melalui drone. (Der/ulm)

Lama Vakum, Toxictoast Come Back dengan Album Baru “Changes”

Personel Toxictoast. (Istimewa)
Personel Toxictoast. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lama tak terdengar gaungnya, band asal Malang, Toxictoast kini kembali lagi berkiprah di dunia permusikan.

Sempat vakum di beberapa tahun lalu, kali ini Toxictoast come back dengan merilis album perdananya di penghujung 2019. Album bertajuk Changes ini berisi 10 lagu yang terdiri dari delapan lagu baru dan sisanya aransemen lagu lama.

Vokalis sekaligus gitaris, Oki Doki, mengatakan, di dalam album Changes ada satu single baru berjudul Perbedaan. Di album Changes ini, di salah satu lagunya mereka juga berkolaborasi dengan Christabel Annora.

“Di album ini intinya menceritakan sebuah perubahan. Baik dalam segi musik maupun setiap personel Toxictoast,” kata Oki.

Keluarnya album baru ini dijelaskan Oki, merupakan niat Toxictoast untuk menyapa kembali penggemarnya.

“Kami ingin kembali berkiprah di dunia permusikan. Apalagi ini adalah cita-cita yang tertunda sejak 2009 lalu,” lanjutnya.

Diketahui Toxictoast terbentuk pada 1999. Kala itu band ini diberi nama Suguyama dengan genre skate punk. Selama dua tahun berselang, band ini berubah nama menjadi Toxictoast.

Di tahun 2005 mereka kembali mengalami pergantian line up lagi dengan masuknya Rizal (drum), Oki (vocal). Tidak lama kemudian mereka mengeluarkan single yang berjudul Follow Me dan mereka juga mengeluarkan demo lagu, salah satu lagunya yang berjudul Had A Secret.

Sampai dengan tahun 2010 bassis mereka meme memutuskan balik ke pulau asalnya demi sesuatu yang sangat penting. Mereka merombak lagi formasinya Oki (bass,vocal) Mamet (guitar), Yudho (guitar) dan Rizal (drum).

Mereka sempat vakum selama 2 tahun sampai dengan 2012 awal dan kembali lagi dengan format baru dan formasi baru Oki (guitar,vocal), Yudho (guitar), Mamet (bass), Rizal (drum) dan Nico (synthesizer dan backing vocal) dengan mengeluarkan EP yang berisi 5 lagu. Tidak berselang lama kemudian mereka memutuskan untuk tetap berjalan dengan 4 personel, yaitu Oki (guitar,vocal), Yudho (guitar), Mamet (bass) dan Rizal (drum) dan mengeluarkan single barunya di pertengahan tahun 2014 yang berjudul Berhenti Berharap.(Der/Aka)

Komunitas dan Konsumen Honda ADV150 Eksplore Wisata Malang

istimewa
istimewa

MALANGVOICE – PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT bersama dengan konsumen dan komunitas Honda ADV150 Malang dan sekitarnya mengadakan acara gathering dan turing pada Minggu (8/12).

Bertajuk ADV150 Urban ExploRide, turing ini diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari komunitas dan konsumen Honda ADV150.

Kegiatan dimulai dengan start dari MPM Sukun Malang menuju Pantai Ngantep Malang. Sebelum memulai perjalanan disampaikan terlebih dahulu safety riding seperti teknik berkendara pada saat turing juga kelengkapan berkendara. Sepanjang perjalanan menuju Pantai, peserta diajak untuk merasakan motor skutik terbaru dari Honda ADV150 skutik penjelajah jalanan yang canggih dengan melintasi berbagai kondisi jalanan perkotaan dan pegunungan dilibas dengan nyaman dengan mengendarai Honda ADV 150.

Sesampainya di lokasi, peserta mengeksplore wisata Pantai Ngantep. Keseruan dan kekompakan antar peserta terlihat dari games yang dimainkan seperti sepak bola pantai. Pada kegiatan ini peserta diajak untuk peduli lingkungan sekitar dalam kegiatan HCSR (Honda Community Social Responsibility) dengan membersihkan pantai dan mendonasikan tempat sampah ke desa nelayan.

“Kehadiran Honda ADV150 diharapkan tidak hanya menjadi jawaban untuk berkendara sehari-hari atau mobilitas kerja, namun juga dapat memenuhi kesenangan pengendara dalam mengeksplorasi lokasi-lokasi baru dan melakukan hobi di waktu luang. Selain itu kegiatan ini sebagai ajang berkumpulnya dan saling mengenal antar komunitas,” ujar Community Development MPM, Fariz Hadi W.

Honda ADV150 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap skutik berkarakter penjelajah. Model baru ini akan memberikan kebanggaan dalam berkendara, baik melalui desain yang tampil beda mengadopsi gaya motor besar, penyematan fitur-fitur canggih, kenyamanan berkendara saat melibas jalanan, maupun performa responsif mesin eSP.

Dengan desain bodi yang futuristik dan manly, Honda ADV150 sesuai dengan karakter pengendara yang aktif. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan dalam mengeksplorasi pengalaman baru setiap saat. Berbagai fitur canggih yang disematkan pun menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya.

Honda ADV150 didesain untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda melalui desain yang futuristik dan manly. Performa dan fitur-fitur unggulan yang disematkan pada skutik ini pun mendukung pengendara yang memiliki daya jelajah dan durabilitas tinggi dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.

Kontur dan kondisi jalanan di Indonesia yang beragam tentu menjadi kesenangan berkendara tersendiri bagi pengendara yang gemar menjelajah. Dengan Honda ADV150, AHM berusaha menemani konsumen agar dapat menikmati kondisi beragam jalan yang ada di Indonesia dengan berkendara yang menyenangkan.(Der/Aka)

Hangatnya Tour Konser Silaturahmi d’Kross di Bali dan Lombok

d'Kross tour silaturahmi bersama Aremania Dewata di Bali. (Istimewa)
d'Kross tour silaturahmi bersama Aremania Dewata di Bali. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band asal arek-arek Malang, d’Kross baru saja menuntaskan rangkaian konser tur silaturahmi ke Indonesia Tengah akhir pekan kemarin. Tak tanggung-tanggung, dua wilayah sekaligus disambangi d’Kross yang dikomandani langsung oleh sang frontman, Sam Ade.

Silaturahmi keluarga besar Arema di luar Malang sudah jadi tradisi Sam Ade, sapaan akrab Ir H Ade Herawanto MT kemanapun melanglang buana. Termasuk ketika berkesempatan menyapa nawak-nawak dan dulur Arema Dewata di Bali.

Ketika berkumpul di Mall Park Denpasar akhir pekan kemarin, kehadiran Sam Ade dan rombongan d’Kross sukses mencairkan suasana. Tak ada sekat. Nuansa kebersamaan dan seduluran sangat terasa.

Pria yang kesehariannya menjabat Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang itu bahkan tampil menghibur dengan bernyanyi bersama sahabatnya, Richard D’Gilis, penyanyi reggae terkemuka yang juga dari komunitas reggae Bali.

Richard D’Gilis yang terkenal dengan sederet lagu reggae, di antaranya ‘Good Day’ itu tak sekadar nyanyi tapi juga merasakan atmosfer persaudaraan.

Tak hanya itu, perwakilan pejabat Pemkab Badung, Ir Anak Agung Gede Agung Dalem MT juga hadir bersama istri dan anaknya. Salah satu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Badung itu merupakan sahabat Sam Ade sewaktu kuliah di UGM, Jogjakarta.

“Bertemu dengan Aremania di manapun sudah sering saya lakukan. Sewaktu ada kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun keluarga saat Sabtu dan Minggu, saya sempatkan silaturahmi dengan siapa saja, terutama kantong Arema di Indonesia bahkan dunia,” ujar Sam Ade d’Kross yang dikenal sebagai tokoh Aremania.

Pejabat yang juga musisi itu memang punya prinsip menjaga seduluran. Menurut dia, setiap silaturahmi rasanya menyehatkan.

“Silaturahmi itu bahagia, awet muda. Tentu silaturahmi secara langsung, bukan di dunia maya maupun gadget,” seru penghobby olahraga ekstrem ini.

Saat memberikan sambutan di depan Aremania Dewata, Sam Ade titip pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ini penting bagi kita. Kita selalu santun di rantau, jaga seduluran,” pesannya.

“Kami sangat senang karena bisa berkomunikasi dengan sesama Arek Malang,” sambut Ketua Umum Arema Dewata, Harry Dawir.

Selain Dawir, ada juga sang wakil ketua Sam Anto, sekretarisnya Sam Dodik dan Sam Irul yang menyambut d’Kross di Bali.

Aremania Dewata lanjut Dawir, beraktivitas sesuai visi. Yakni sosial, olahraga dan keagamaan. Untuk kegiatan sesuai visi sosial, lanjut pria asal Jodipan ini, di antaranya membantu anggota yang sakit hingga membantu mengurus anggota yang meninggal dunia.

“Kami juga punya ambulans. Gratis untuk anggota yang membutuhkan,” kata pria 59 tahun ini. Sedangkan untuk kegiatan agama di antaranya menggelar istighotsah bersama.

Sayang, kebersamaan itu tak cukup lama. Karena d’Kross sudah ditunggu rekan-rekan lainnya di Gili Trawangan keesokan harinya.

Hari berganti, rombongan d’Kross bergeser menyeberang ke Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Arek Malang dan sejumlah tokoh terkemuka NTB sudah menanti.

Benar saja, kehadiran d’Kross disambut antusias Arema Lombok, anggota komunitas Gili Feature, sejumlah tokoh hingga turis mancanegara. Apalagi Sam Ade d’Kross datang bersama sahabatnya, Richard D’Gilis yang ikut serta.

Tokoh-tokoh yang ikut menyambut Sam Ade d‘Kross di antaranya tokoh masyarakat Gili Trawangan, Haji Malik, Baso yang akrab disapa Pak Bro, Haji Saro dan tokoh-tokoh pemuda setempat dari Komunitas Gili Feature. Di antaranya Weis, Rudi, Tole dan lainnya.

Rombongan juga disambut pembina d’Kross yang juga menjabat Kabinda NTB, Wahyudi. Sam Yudi, sapaan akrab Wahyudi bersama jajarannya lebih dulu menyeberang dari Mataram ke Pulau Gili Trawangan. Ia sekaligus mewakili Arema Lombok.

“Tujuan kami ke sini sama dengan silaturahmi di Bali. Menjalin persaudaraan. Kami senang karena disambut dengan sangat baik,” kata Sam Ade d’Kross.

Alumni SMAN 3 Malang ini mengapresiasi penyambutan mereka yang dikemas penuh kehangatan. Apalagi hadir juga tokoh masyarakat setempat, Haji Malik yang punya ribuan tanaman trembesi.

Sekretaris Komunitas Gili Feature, Bramanti Fauzal Nasution mengatakan, komunitas yang dibentuk itu diketuai Rangga Hessa. Mereka konsentrasi pada lingkungan hidup, pendidikan dan kebudayaan.

“Anggota komunitas tidak hanya seniman, tapi juga pengusaha, guru dan profesi lain yang tinggal disini,” terangnya.

Untuk gerakan lingkungan di antaranya melakukan bersih – bersih pantai, upaya perlindungan penyu hingga tanam pohon kelapa.

Kehadiran d’Kross di Gili Trawangan mengundang perhatian wisatwan asing. Mereka terkagum-kagum. Salah satunya disampaikan Roxanne, vlogger asal Australia.

“d’Kross adalah band yang hebat. Mereka semua adalah musisi yang baik dengan sikap positif. Saya sangat menikmati jamming bersama mereka di Gili Trawangan,” kata Roxanne.

Dia sangat terkesan dengan penampilan d’Kross di Gili Trawangan, bahkan senang bisa ngejam bareng.

“Mereka telah bercerita banyak tentang kota asal mereka, Malang. sebagai seorang vlogger perjalanan, saya berharap bisa segera berkunjung ke sana,” ungkapnya antusias.

Begitulah perjalanan d’Kross di Bali dan Lombok. Hangat dan bersahabat. Berkesan dan sulit dilupakan. Namun satu yang pasti, misi menyambung silaturahmi dan melantunkan kabar perdamaian seantero negeri sukses dijabani.(Der/Aka)

One Soul Band, Grup Musik Baru Lintas Generasi

One Soul Band menggelar pre launching di Warung Sumber Gentong, Pakis, Sabtu (2/11).
One Soul Band menggelar pre launching di Warung Sumber Gentong, Pakis, Sabtu (2/11).

MALANGVOICE – Malang muncul band pendatang baru, grup musik ini bernama One Soul. Band yang beranggotakan 11 personel ini memiliki ciri khas sendiri saat tampil di atas panggung.

Baru pre launching pada 2 November lalu di Warung Sumber Gentong, Pakis, Kabupaten Malang, band ini sudah menunjukkan siap untuk tampil secara profesional meski baru dibentuk pada 29 September lalu.

Head Manager One Soul Bang, Susy Julia Wardhani, 11 personel yang terlibat antara lain Hari Koco (bassist), Rickert Lalonoh (bassist), Yoyok (keyboardist), Doddy (keyboardist), Diro (lead guitar), Recky (drum), Cipta (conga), dan empat penyanyi, Anna, Deliana, Nunung, Yuni, dan Shunti Evayana.

“Band ini terbentuk berawal dari komunitas. Jadi biar gak terpecah sendiri-sendiri, kami akhirnya sepakat bikin One Soul. Apalagi semua sudah piawai bermusik,” katanya.

Paling spesial lagi, band ini dikatakan Susy, merupakan lintas generasi. Personelnya terdiri dari bermacam umur, mulai 30-60 tahun dan latar belakang berbeda. Kendati demikian, One Soul siap menunjukkan kekompakan bahkan memberi contoh pada generasi milenial.

“Kami beri contoh bahwa musik tak mengenal usia,” lanjutnya.

Ditambahkan Pembina One Soul Band, Sandy Donosepoetro, grup musik ini memiliki genre all round music. Artinya semua bisa dimainkan dengan mengaransemen lagu popolar classic. Bisa reggae, disko klasik, blues, atau rock n roll.

“Konsepnya, kami ingin punya band yang bisa memenuhi selera konsumen. Semua bisa, makanya disebut all roud, kecuali dangdut,” jelasnya.

Setelah pre launching ini, One Soul Band akan terus menggelar show. Terdekat pada 9 November di tempat yang sama dan acara besar pada 11 Desember di Anang Cafe. Di sana, One Soul akan menampilkan disko klasik.

“Tentu kami berharap tahun depan sudah punya kalender event sendiri. Sehingga band ini bisa bertahan, jangan sampai baru tiga bulan bentuk kemudian bubar,” tandasnya.(Der/Aka)

Mencicipi Sajian Ketan ‘Legenda’ yang Tak Lekang Waktu di Kota Batu

Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang punya segudang pesona. Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplor. Mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata pertanian.

Tak hanya itu saja, tempat wisata kuliner dengan cita rasa lezat yang melegenda pun juga bisa kamu coba saat berkunjung ke kota yang mendapat julukan de Kleine Swizterland.

Bicara soal kuliner legenda di Batu, tentu tak lepas dari hidangan yang satu ini. Nah, Pos Ketan yang melegenda ini berada di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Berdiri sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda kini memiliki puluhan varian toping. Mulai dari rasa original yang terdiri dari parutan kelapa, bubuk kedelai dan gula jawa, rasa keju susu, hingga rasa duren yang disajikan bersama buah duren asli.

Khotiul Jannah, pengunjung asal Pasuruan mengungkapkan belum ke Kota Batu jika belum mencicipi legitnya sajian ketan di kota dingin ini.

“Tekstur ketannya memang begitu pulen dan terasa meleleh di dalam mulut. Ini menjadi alasan saya kuliner ke Kota Batu. Karena ketan di sini beda dengan lainnya. Meski dibiarkan seharian teksturnya tak keras,” ujarnya.

Sugeng Hadi generasi kedua penerus bisnis Pos Ketan Legenda mengatakan usaha ketan ini pertama kali dirintis oleh neneknya, Siami.

“Resep itu seperti yang dijual oleh nenek sejak 57 tahun silam, hingga ketan kini identik dengan Kota Batu,” ungkapnya saat diwawancarai MVoice.

Pos Ketan Legenda juga mampu menjaga konsistensi rasa sejak 1967. Menurut Sugeng tak ada kiat khusus untuk memasak ketan.

“Paling penting pilih ketan yang berkualitas baik. Kami pilih ketan dari Thailand yang kualitasnya paling baik. Ini lebih mudah diolah dan awet daripada ketan lokal,” imbuhnya.

Untuk penambahan legenda pada nama Pos Ketan diberikan lantaran ketan ini memang melegenda di kalangan pelanggan setia. Warung ketan telah hadir sejak 52 tahun lalu dan masih ramai hingga saat ini.

Pos Ketan Legenda juga dikenal dengan waktu operasional panjang yakni sejak pukul 16.00-03.00 WIB.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Nah, untuk mencicipi kenikmatan ketan legendaris ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 16 ribu saja tergantung dengan varian rasa dan topping yang ingin dipilih.

Legitnya ketan Kota Batu menjadi destinasi kuliner yang sayang jika dilewatkan saat berada di kota dingin ini.(Der/Aka)

Ketika Penyandang Disabilitas Semangat Mandiri Berkarya

Anika Dyah Erviani, Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB).
Anika Dyah Erviani, Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB).

MALANGVOICE – Penyandang disabilitas memang memiliki keterbatasan dalam hal fisik dan mental. Tapi semangat untuk mengarungi kehidupan bisa tidak terbatas.

Pemberdayaan bagi penyandang disabilitas pun banyak dilakukan agar mereka bisa mandiri di tengah keterbatasannya.

Anika Dyah Erviani (26) melalui Komunitas Shining Tuli Kota Batu (STB) berupaya agar belasan anggotanya punya keterampilan yang bisa menghasilkan.

Sejak lahir, gadis yang memiliki hobi membaca ini sudah tak bisa mendengar alias tuli. Oleh teman-teman sesama penyandang disabilitas tunarungu, Anika didapuk menjadi Ketua Shining Tuli Kota Batu (STB) sejak tahun 2017.

Selain tak bisa mendengar, dia juga tak bisa bicara. Oleh karena itu, bahasa isyarat merupakan sarana komunikasi utamanya. Sarana lain, ia berkomunikasi lewat tulisan.

Dia lantas bercerita tentang komunitas STB dengan bahasa isyarat dan diperkuat dengan tulisan di kertas.

”Saya bergabung dengan komunitas ini setelah diajak diskusi oleh Edi (ketua komunitas Shining Tuli Kota Batu periode 2015–2017) tentang program pengembangan komunitasnya tahun 2015,” tulisnya saat ditemui MVoice di Dau Residence, Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang.

Ia belajar banyak hal bersama anggota lain. Dia juga sering mengajak teman-teman sesama penyandang tunarungu belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di setiap kegiatan yang diadakan komunitasnya. Mereka saling menyemati satu sama lain untuk tetap percaya diri dan tidak minder.

Ia menambahkan, dalam komunitas itu tidak belajar bahasa isyarat semata. Mereka juga melakukan berbagai kegiatan positif lainnya. Mulai diskusi disabilitas, latihan menari, dan beragam keterampilan lainnya. Salah satunya adalah membuat batik.

”Sebagian kreasi batik teman-teman sudah dibeli oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko,” tambah Alumnus IKIP PGRI Jember itu.

Tak hanya itu, kain batik anggota komunitas juga diapresiasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra mantan Presiden ke 4 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

”Bukan hanya untuk Bapak Agus saja (batiknya), tapi malah juga Bapak SBY sendiri,” tulisnya dalam secarik kertas sambil menunjukkan foto ketika Agus Hadi Yudhoyono berkunjung ke Kota Batu.

Menurut dia, keterampilan teman-temannya membantik dilatih salah seorang anggota komunitas yang kebetulan sudah piawai dalam hal membuat. Sehingga, mereka mampu belajar dari sesama penyandang tunarungu.

”Teman-teman jadi tambah semangat belajar. Karena karyanya diapresiasi para tokoh,” tambahnya.

Dengan bahasa isyarat, dia juga mengungkapkan rasa senangnya karena Dewanti Rumpoko juga punya kepedulian lebih ke penyandang disabilitas.

Kemudian ia memperlihatkan video Dewanti di Instagram yang sedang memakai bahasa isyarat di telepon genggamnya.

Diketahui, kumunitas ini juga sering diundang dalam acara yang diadakan Pemkot Batu. Mereka juga sempat dipertemukan dengan Miss Deaf Word 2011 pada November 2017 lalu.(Hmz/Aka)

Berawal dari Tugas dan Hobi, Kini Raih Jutaan Rupiah Lewat Fotografi

Rizky Alifah Putri. (Istimewa)
Rizky Alifah Putri. (Istimewa)

MALANGVOICE – Rizky Alifah Putri, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) Kota Malang ini memiliki hobi yang keren. Bahkan, dari hobi ini ia dapat memiliki penghasilan hingga jutaan.

Ya, hobi yang ia geluti adalah fotografi. Wanita yang akrab disapa Rizky ini menjelaskan awal mula ia menggeluti hobinya, yakni berawal dari tugas kuliah pada semester pertama.

“Jadi, awalnya itu dari tugas kuliah dan ternyata hasil karya saya dipamerkan di kampus. Tapi saat itu saya belum punya kamera, tetap saya geluti dunia foto,” katanya kepada MVoice, Sabtu (20/9).

Tak berhenti sampai di situ, Rizky pun melanjutkan kecintaannya di dunia fotografi dengan mengikuti komunitas-komunitas fotografi. Namun, pada saat itu ia belum masuk di salah satu komunitas. Baginya, memotret suatu obyek memiliki kesan yang tak bisa terlupakan.

“Ya, dulu cuma ikut-ikut event dan komunitas tapi belum sampai masuk anggotanya,” imbuhnya.

Dengan keahliannya memotret model dan lain sebagianya, lantas Rizky kemudian menjadikannya hobi ini sebagai penghasilan untuk sekadar mencukupi kebutuhan atau membeli perlengkapan kamera.

Bermodalkan kamera, lighting, tripod dan lainnya, Rizky mulai memotret sepasang kekasih atau dikenal dengan foto prewedding. Satu paket foto ia mulai mematok harga sebesar Rp 1,5 juta. Harga ini tergantung permintaan konsumen.

“Kalau untuk memotret prewedding sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, ya saya tekuni memang ini hobi saya. Dan, saya melakukannya sendirian tanpa ditemani siapapun,” ungkapnya.

Dengan bakatnya, ia kemudian diangkat menjadi pengurus di Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) regional Malang sebagai sekretaris. Langkahnya menjadi fotografer terus ia tekuni, sampai ia benar-benar menggapai impiannya.

Pengalaman demi pengalaman pun ia lalui, ada banyak tipe model yang dapat ia pelajari di kehidupan nyata. Seperti saat ia memotret anak kecil untuk endorsement salah satu produk pakaian, yang ia dapat adalah kesabaran dalam menghadapi orang lain atau saat ia mengalami cobaan.

“Banyak pengalamannya, terlebih saya wanita sendiri di KFI. Saya banyak didukung dan dirangkul oleh teman lainnya. Harapan ke depan, saya dapat menjadi fotografer dan membuka pameran sendiri, atau nggak saya bisa keluar negeri,” pungkasnya sembari tersenyum kecil. (Der/Ulm)

Kisah Devano, Siswa Kota Batu yang Masuk Paskibraka di Istana Negara

Mochammad Devano Faris Estiawan siswa SMAN 1 Batu

MALANGVOICE – Mochammad Devano Faris Estiawan (16), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) asal Kota Batu, bakal bertugas di Istana Negara untuk ulang tahun ke-74 Republik Indonesia nanti.

Devano berhasil menyingkirkan pesaing di 36 kota/kabupaten di Jatim setelah melalui serangkaian seleksi ketat di tingkat sekolah, daerah, hingga nasional.

Ia sudah mengikuti ekstra kurikuler baris berbaris di sekolahnya. Lantaran potensi yang dimiliki Devano, akhirnya ia diikutkan bersama beberapa temannya untuk seleksi provinsi terlebih dahulu. Seleksi provinsi ia lolos, lalu ia mengikuti seleksi nasional.

“Ya, setiap kota diambil satu pasang, sampai akhirnya seleksi nasional, setiap provinsi satu pasang. Dan saya terpilih bersama perwakilan dari Tulungagung, Dhea Lukita Anggriana,” ungkap siswa SMAN 1 Batu itu.

Anak bungsu dari pasangan Prayanti Sulistyawati dan Ahmad David ini harus melewati berbagai macam tes kemampuan fisik dan tes tulis. Semua ia lalui dengan sempurna. Dan mendapatkan peringkat pertama dari peserta se-Jatim.

Menurutnya, bagian menantang ialah saat tes fisik. Dikatakannya sejak kecil ia sudah aktif di olahraga, sehingga tes fisik itu menurutnya adalah makanannya sehari-hari.

“Sejak kecil saya sudah sering olahraga. Jadi harus terbiasa. Tesnya itu mulai sit up, push up, lari, tes suara, dan masih banyak lagi,” sambung warga Kelurahan Sisir itu.

Ketika mengikuti tes sit up, ia mendapatkan poin tertingg yakni nilai 100. Nilai itu ia dapatkan lantaran ia mencapai 55 kali hitungan. Padahal nilai maksimal adalah 40 kali hitungan.

Devano menambahkan jika sejak kecil ia ingin menjadi anggota polisi. Karena itulah, ia harus maksimal menjalani prestasi karena terpilih menjadi anggota paskibraka nasional.

Sementara, Devano bersama perwakilan se-Indonesia yang terpilih harus menjalani masa karantina. Pola makan yang sebelumnya harus ia atur dengan tepat.

“Makanan kesukaan saya kan nasi goreng, jadi harus meninggalkan makanan itu. Karena tidak boleh makan nasi. Diganti dengan telur ayam kampung. Dibanyakin makanan yang banyak mengandung energi dan protein,” ungkap siswa yang memiliki tinggi badan 178,5 centimeter ini. (Hmz/ulm)