Dihantam Pandemi, Tony Aksa & Yudek Tetap Berkarya Keluarkan Single Baru

Tony Aksa dan Yudek. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kiprah musisi Malang dalam menciptakan musik memang tak bisa dipandang sebelah mata. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun musisi Malang tetap berkarya.

Seperti satu lagi single dari dua musisi asli “arek” Malang yang berisikan gambaran keadaan saat awal pandemi Covid-19 yang dampaknya adalah masyarakat dirundung rasa panik dan ketakutan.

Di kala semua orang merasa takut akan sesuatu, Tony Aksa yang juga merasakan dan mengalami dampaknya mencoba mengungkapkan perasaan terdalamnya lewat sebuah lagu yang berjudul ‘Rindu Sedia Kala’. Dalam lagu ini Tony Aksa berharap agar keadaan lekas pulih membaik seperti sediakala.

Adalah Tony Aksa, gitaris dari Taxi band yang sempat populer dengan single ‘Hujan Kemarin’ yang menjadi figur dalam single ini. Dalam single ini, Tony Aksa menggandeng vokalis bersuara khas yaitu Yudek. Suara serak dari Yudek dan alunan gitar akustik dari Tony Aksa menjadi penyempurna dalam single Rindu Sedia Kala.

Dibawah naungan LR manajemen, Tony Aksa & Yudek yang dimanajeri langsung oleh kepala desa Ngijo Karangploso yang dijuluki LR (Lurah Rocker) oleh warga setempat karena kegemarannya menyanyikan lagu-lagu Rock era 90 an, tengah sibuk melakukan rangkaian promo single Rindu Sedia Kala.

Penggarapan lagu ini juga dibantu beberapa rekan antara lain. Indra yang dulu juga tergabung dalam Band Taxi ikut membantu dalam pengisian keyboard, string, mixing mastering di studio Gio Production. Dan juga penggarapan video dibantu oleh Antonblack, Alim Anima, dan Oche. Video lengkap Rindu Sedia Kala bisa dilihat di youtube channel ‘Tony Aksa’.

“Semoga single ini bisa diterima masyarakat luas dan semoga bisa mewakili doa dan harapan seluruh lapisan masyarakat agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan selama masa pandemi virus corona,” ujar Tony Aksa.(der)

Sam Ambon: Warga Malang Raya Kurang Tertib Jalankan Protokol Kesehatan

Khoirul Anwar alias Sam Ambon, saat melakukan solo touring. (Istimewa)

MALANGVOICE – Di tengah-tengah Pandemi Covid-19, geliat ekonomi di Malang raya mulai membaik. Namun, kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol Kesehatan masih kurang.

Salah satu anggota komunitas motor JBI Kadit Itreng yang tergabung dalam Bold Malang, Khoirul Anwar mengatakan, untuk mengobati rasa kerinduannya, dirinya menyempatkan diri untuk melakukan solo touring berkeliling Malang Raya, dengan menyisir pusat kota, daerah pinggiran Malang dan berakhir di tempat wisata Bedengan.

“Sejak pandemi Covid-19 melanda Malang Raya dan usai diberlakukan PSBB. Untuk mengobati rasa kangen menikmati suasana jalanan, maka saya melakukan solo touring sekaligus juga untuk melihat seperti apa kehidupan di Malang sejak pandemi terjadi,” ungkap pria yang akrab disapa Sam Ambon.

Menurut Sam Ambon, dalam solo touring itu, dirinya mengambil rute mulai dari kawasan Jalan Kertanegara Karangploso, kemudian menyisir sejumlah rute di pusat kota seperti alun-alun, balai kota dan sempat mampir ke Kampung Warna-warni di Malang.

“Saat berkeliling, terlihat aktivitas masyarakat sudah mulai ramai. Geliat ekonomi juga sudah terlihat. Jalan-jalan kembali macet, mulai ramai lagi,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Sam Ambon, dengan mulai normal kembali aktivitas masyarakat, dirinya merasa nyaman ikut senang, namun juga merasa prihatin lantaran masih adanya warga yang tidak disiplin dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker, serta menjaga jarak.

“Saya sendiri juga membekali diri dengan masker, handsanitizer, vitamin, dan menjaga fisik sebelum berangkat. Ini adalah bagian dari adaptasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Bold Riders Malang Wilson Sanada mengapresiasi solo touring bikers dari JBI Kadit Itreng yang sudah lama tidak mengaspal setelah pandemi selama hampir empat bulan terakhir ini.

“Touring adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari seorang riders, khususnya Bold Riders. Yang terpenting selama berkendara tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga keselamatan dalam berkendara serta saling memberikan support antar teman riders ketika berada di jalan,” pungkasnya.(der)

Kopdar dan Halalbihalal Online Komunitas Honda CBR250RR Malang dan Blitar

Kopdar online komunitas Honda Malang dan Blitar. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam suasana lebaran 2020, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memfasilitasi kopdar komunitas Honda melalui live ig @mpmhondajatim (26/06)

Sebanyak 4 perwakilan komunitas Honda CBR 250RR Malang dan Blitar antara lain CSMR (CBR250RR Squad malang Raya), Black Rider Malang, MCO (Malang CBR250RR Owner), BRC (Blitar Rider CBR250RR) menyampaikan kegiatan masing-masing komunitas selama #DiRumahAja dan berbagi pengalaman agar komunitas tetap terjalin.

“Meskipun kegiatan kopdar dibatasi tetapi silaturahmi kepada komunitas Honda tetap terjalin melalui online. Klub Honda di Malang ingin membuktikan bahwa kerukunan antar klub dapat terjaga dengan baik meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kopdar online ini sekaligus untuk memberikan informasi kepada konsumen lain untuk bisa bergabung menjadi anggota komunitas Honda,” kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh anggota komunitas yakni kegiatan sosial untuk mendukung pemerintah seperti yang dilakukan oleh komunitas CSMR dengan membagikan masker dan hand sanitizer dilingkungan sekitar rumah anggota komunitas. Selain itu silaturahmi tetep terjalin antar anggota komunitas dengan melakukan kopdar online via video.

“Kami berterima kasih kepada MPM atas support yang diberikan kepada komunitas kami. Semoga covid cepet berlalu agar dapat segera bisa touring bareng dan ketemu dengan teman-teman komunitas lain,” kata Agung perwakilan komunitas Black Rider Malang.(der)

ACT Malang Kirimkan 60 Paket Bantuan Pangan ke Pasuruan

Bantuan ACt
ACT memberikan donasi kepada lansia. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dampak pandemi terhadap kondisi ekonomi masyarakat di berbagai daerah kian meluas, sejak pandemi menyebar di wilayah Jawa Timur sudah banyak kota dan kabupaten dengan berita dampak kesehatan maupun ekonomi yang ditimbulkan wabah pandemi ini.

Berdasarkan informasi yang diterima ACT Malang dari hasil assessment dan peninjauan relawan MRI Pasuruan Raya, masih banyak warga yang sangat terdampak akibat pandemi.

Melihat situasi yang semakin memprihatinkan, ACT Malang mendistribusikan 60 paket pangan, Kamis (28/05) ke Kota dan Kabupaten Pasuruan antara lain mencakup wilayah Purworejo, Panggung. Sedangkan di Kabupaten Pasuruan mencakup Paserpan, Gondang Wetan, Kejayan dan Pohjentrek.

Paket pangan yang didistribusikan berisikan kebutuhan pokok seperti beras 5 Kg, gula, telur, tepung terigu dan kebutuhan harian lainnya. Para Penerima manfaat yang di prioritaskan adalah tua jompo yang hidup seorang diri, keluarga prasejahtera, para pekerja serabutan yang pemasukannya terhenti akibat wabah corona.

Para penerima manfaat yang mendapatkan paket pangan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari ACT Malang. “ini sangat membantu kami yang sekarang susah bekerja karena pandemic corona ini,” kata Mukhammad Khayi salah seorang penerima manfaat yang bekerja sebagai tukang becak.

Diki Taufik Sidik selaku Branch Manager ACT Malang mengatakan bahwa bantuan distribusi paket pangan ke Pasuruan adalah iktiar bersama untuk meluaskan manfaat kepada saudara sebangsa yang terdampak.

“ini adalah ikhtiar bersama dari orang – orang dermawan yang menitipkan sebagian hartanya untuk disampaikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ucap Diki.

Selain operasi pangan gratis, ACT Malang juga akan meluncurkan program Sahabat UMI (Usaha Mikro Indoensia) yang menyasar para wanita yang berjuang menjadi kepala keluarga memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.(der)

Bantu Cegah Penularan Covid-19, Surabaya Community Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker

Pembagian bantuan Surabaya Community. (deny rahmawan)
Pembagian bantuan Surabaya Community. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Anggota Surabaya Community di Malang gelar bakti sosial pemberian masker dan takjil, Rabu (13/5). Bantuan ini dilaksanakan karena peduli pencegahan wabah Covid-19.

Bantuan ini diberikan spontan ke pengendara motor dan pejalan kaki di simpang empat Jalan LA Sucipto, Blimbing.

Koordinator acara, Eti Siti Rahma Radtra, mengatakan, bantuan ini sengaja dilakukan karena peduli dengan masyarakat yang masih kesulitan memiliki masker. Padahal masker sangat penting mencegah penularan Covid-19.

“Karena bertepatan dengan puasa jadi sekalian kami beri takjil juga,” katanya.

Eti menjelaskan ada total 340 takjil dan 760 masker yang dibagikan. Semua merupakan donasi dari Surabaya Community. “Kami juga donasikan 80 masker medis ke RS Saiful Anwar,” lanjutnya.

Salah satu anggota lain, Rivan Firmanzah, mengatakan, bantuan sosial ini diharap bisa bermanfaat dan akan terus digelar.

“Ya kami juga berharap masa-masa sulit ini bisa lekas berlalu,” imbuhnya.

Sekilas tentang Surabaya Community ini merupakan komunitas dari perantauan warga Surabaya atau minimal memiliki hubungan emosional dengan Kota Pahlawan. Di Malang sendiri sudah ada 28 orang yang baru bergabung.

Komunitas ini didirikan di Jakarta pada 10 November 2006. Musisi Tanah Air, Piyu Padi tercatat pernah menjadi Ketua Umum Surabaya Community.

Adapun visinya adalah menjalin persaudaraan, kepedulian, dan rasa kebersamaan antar warga masyarakat yang mempunyai ikatan emosional dengan Surabaya.(Der/Aka)

Mr Mo Bagi Ribuan Masker Sekaligus Beri Edukasi ke Pengguna Jalan

Pembagian masker dari Mr Mo ke pengguna jalan. (deny rahmawan)
Pembagian masker dari Mr Mo ke pengguna jalan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Bentuk kepedulian mencegah penyebaran Covid-19, Malang Raya Max Owners (Mr Mo) menggelar aksi sosial bagi-bagi masker.

Aksi ini diikuti puluhan anggota Mr Mo di simpang Jalan Semeru, Senin (20/4).

Ketua Mr Mo, Herminto Prayitno, mengatakan, sasaran kegiatan sosial kali ini adalah pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Total ada 1.000 masker kain yang dibagikan.

“Kami membagi masker ini sekaligus memberikan edukasi pentingnya memakai masker di tengah wabah Covid-19,” katanya.

Herminto menjelaskan, masker yang dibagikan kali ini merupakan hasil swadaya seluruh anggota. Ini juga menunjukkan kekompakan anggota yang total berjumlah 70 an orang tersebut.

Ke depan, Mr Mo berupaya memberikan bantuan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19. Tentu ia juga berharap wabah ini berangsur lekas selesai.

“Sebelum ini banyak agenda sosial lain, tapi karena sekarang ada corona jadi kami fokuskan ke sini. Kami usahakan APD nanti untuk tenaga medis ke depan,” tandasnya.(Der/Aka)

2,5 Tahun Pimpin Humas RS Saiful Anwar, Ini Sosok Dini yang Jadi Sahabat Wartawan

Rusyandini Perdana Putri (Dini). (Istimewa)
Rusyandini Perdana Putri (Dini). (Istimewa)

MALANGVOICE – Nama Rusyandini Perdana Putri tak asing di media massa. Betapa tidak, Dini, sapaan akrabnya, adalah corong utama penyebaran informasi seputar rumah sakit.

Ya, dia adalah Kasubag Humas Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Bergerak di bidang kehumasan mengharuskan Dini tahu segala hal seputar rumah sakit. Kemudian, melayani kebutuhan akses informasi dari para wartawan.

Perempuan 37 tahun itu mengabdi sebagai Kasubag Humas RSSA Malang selama 2,5 tahun. Selama itu pula ia menjadi referensi wartawan mengupdate informasi di RSSA Malang.

Dini dikenal supel, ramah, dan bersahabat dengan wartawan. Di lingkungan kerjanya, tidak ada perlakuan istimewa baik bawahan ataupun pihak eksternal seperti wartawan.

Bagi Dini, semua sama. Sama-sama istimewa dan luar biasa. Setiap pekerjaan tuntas, ia senantiasa memberikan apresiasi kepada rekan kerjanya. Tak heran jika pekerjaan kehumasan diacungi jempol banyak pihak.

Bisa jadi, karena motto hidupnya adalah “Hal Baik Jangan Ditunda. Apa yang diyakini baik, harus dilakukan segera baik individu maupun kerja sama.

Dulu, sebelum Humas RSSA Malang di bawah pimpinannya, tak sedikit pihak luar para pencari informasi mengeluh. Itu lantaran kinerja kehumasan tidak optimal. Pemberian akses informasi lelet, SDM yang kaku, dan tidak terbuka atas informasi publik.

Dini yang saat itu seorang Staf BKD Jawa Timur, ditunjuk oleh Gubernur Jatim untuk menduduki jabatan Kasubag Humas RSSA Malang.

Sejak saat itu Humas RSSA Malang mulai terbuka dan banyak informasi yang mudah diakses melalui pintu kehumasan.

Perubahan itu ada ketika perempuan yang hobi menanam bunga ini hadir memimpin jalannya aktivitas kehumasan di lingkungan RSSA Malang.

Banyak perubahan yang dilakukan mulai dari penyebaran kegiatan di media sosial, portal media mainstream, bahkan kerjasama dengan beberapa media dilakukan.

“Kami sangat dekat dengan temen-temen wartawan. Sinergitas selalu kami jalin. Humas dan wartawan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Harus bersinergi,” ujar Dini.

Hal seperti itu lah yang membuat perbedaan dengan sebelumnya. Selama 2,5 tahun, Dini menjadi ujung tombak penyebaran informasi resmi dari humas RSSA Malang.

“Alhamdulillah, senang bisa berjuang untuk RSSA Malang dan Pemprov Jatim melalui humas. Semoga pengabdian selama ini, terutama penyebaran informasi bagi masyarakat, menjadi amal ibadah kami,” tutur alumni IPDN Angakatan XIII itu.

Kini, Dini tak lagi dihubungi wartawan untuk dimintai konfirmasi. Tepat 10 April 2020, ia berulang tahun. Sebagai hadiah, ia dipercaya sebagai Kasie Penelitian RSSA Malang. Sosok perempuan ramah itu telah dilantik 4 April 2020 lalu untuk menduduki jabatan barunya.

“Terima kasih kerja sama dan dukungan semua pihak selama saya menjadi Kasubag Humas RSSA Malang, khususnya bimbingan dan arahan dari Jajaran direksi, paea dokter dan perawat serta seluruh tim karyawan RSSA Malang. Ingat, hal baik jangan ditunda. Tuntaskan,” tegasnya.(Der/Aka)

Kunci Sukses Master of Ceremony Ruwiyanto : Disiplin Jaga Kualitas Suara

Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)
Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)

MALANGVOICE – Seorang pemandu acara harus memiliki wawasan luas, serta mampu membuat rangkaian acara dengan baik. Supaya apa yang disampaikan bisa membuat suasana sesuai keinginan. Selain itu pemandu acara juga harus memiliki karakter serta mental yang baik.

Seperti halnya Ruwiyanto, S.Kom. Putra nomor tiga dari Pasangan Mujowiyono dan Sukini telah mempunyai jadwal padat memandu acara resepsi pernikahan adat Jawa di berbagai hotel dan gedung di Jawa Timur.

Bagi pria kelahiran Sukoharjo Jawa Tengah tersebut menjadi pemandu acara sudah dilakoninya sejak SMP.

“Waktu SMP saya sering memandu acara dengan menggunakan bahasa Indonesia,” ujar akrab disapa Ruwi ini.

Semasa sekolah, Ruwi juga aktif mengikuti beragam kegiatan ekstrakurikuler. Aktif di organisasi, mewajibkan Ruwi untuk selalu tampil prima dan harus pandai merangkai kosakata dengan baik sebagai bahan berbicara atau pidato di muka umum.

“Kebetulan saya aktif pada kegiatan ekstra kurikuler yang di selenggarakan sekolah, baik menari maupun Pramuka bahkan waktu SMK saya pernah juga mendapat amanah sebagai Ketua OSIS,” kata alumnus SMK Tamansiswa Sukoharjo tersebut kepada MVoice, Senin (10/2).

Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)
Ruwiyanto, S. Kom. (istimewa)

Kepiawaiannya memandu acara dalam bahasa Jawa bermula memandu acara grup musik campursari di Solo. Namun, diakuinya bermula dari sebuah insiden tak terduga.

“Waktu itu saya memandu acara campursari, kebetulan MC mantennya berhalangan hadir, terpaksa harus memandu acara temu manten atas permintaan yang mempunyai hajat,” kenangnya.

“Alhamdulillah, waktu itu acaranya berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Ruwi memutuskan mengasah kemampuan dan memperbanyak kosakata bahasa Jawa kuno. Bahkan belajar kepada ahli bahasa Jawa serta para seniman pedalangan yang berada di Surakarta.

“Setiap akan tampil memandu acara juga memperhatikan kualitas suara supaya bagus dan enak didengar, yaitu rajin mengunyah kencur dan madu setiap pagi harinya,” beber pria yang berdomisili di Jalan Satria RT7/RW 1 Balearjosari Blimbing Malang ini.

Olah kemampuan dalam bahasa Jawa halus yang bagus membawa hoki buat Ruwi. Sebab Sarjana Komputer teknik informatika dari STT Stikma Internasional Malang ini, sekarang telah menjadi MC langganan pejabat serta para pengusaha yang punya hajat mantu di Jawa Timur untuk memandu acara resepsi pernikahan dan temu manten dengan adat Jawa.

Pada tahun ini, Ruwi juga mendapatkan kepercayaan sebagai pemateri pada Diklat MC Pengantin Jawa yang di gelar RRI Malang. Untuk informasi pendaftarannya bisa langsung datang ke LPU RRI Malang Jalan Candi Panggung 58 Malang , Telpon (0341) 476633 atau bisa juga melalui WA di nomor 0821 3967 9144.

“Ilmu harus dibagikan, supaya banyak orang yang turut peduli dan melestarikan budaya Jawa yang adi luhung,” pungkasnya.(Hmz/Aka/Adv)

Komunitas Pecinta Mobil Hyundai Jatim Gelar Kopdar di Kebun Teh Lawang

Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)
Ketua TFC Pusat Yudha Yoghaswara (pegang mic), sedang memberikan sambutan pada acara kopdar Akbar 2020 TFC Jatim di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Malang, Minggu (12/1). (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Penggemar Mobil pabrikan Korea Selatan, Hyundai Trajet yang tergabung dalam Trajet Family Club Jawa Timur gelar Kopdar Akbar 2020 di Agro Wisata Kebun Teh Wonosari Lawang Kabupaten Malang, Minggu (12/1).

Sebanyak 66 unit mobil Hyundai memadati area parkiran di sebuah tanah lapang dengan membentuk formasi TFC. Para peserta termasuk keluarga yang ikut kopdar nampak gembira dan senang.

“Panitia dari Chapter Mataringga telah mendesain formasi parkiran membentuk TFC, anggota bersama keluarganya juga baris membentuk tulisan Jatim yang berada di sebelah barat lapangan, sehingga jika di lihat dari drone nampak formasi yang sangat bagus sesuai harapan bersama,” Kata Ruwiyanto, Anggota TFC 1307 dari Chapter Mataringga.

“Panitia juga menyiapkan puluhan hadiah door prize menarik yang berasal dari sponsor pendukung acara, diantaranya dari Hyundai Perwakilan Surabaya, PT Mandom Indonesia Tbk, Keriyes Camilan keluarga Sehat,” Imbuhnya.

Sementara itu Ketua Pusat TFC Yudha Yoghaswara mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung cukup semarak. Pria berkacamata itu juga berharap mubes akhir tahun ini bisa di selenggarakan di wilayah Jawa Timur.

“Kami mengapresiasi kopdar Akbar TFC Jatim yang berlangsung sangat kompak dan semarak, pokoknya Jawa timur mbois dan sangat luar biasa,” Kata Yudha dalam sambutannya.

Kopdar Akbar TFC Jatim juga di hadiri beberapa chapter dari daerah lain, diantaranya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, bahkan ada juga chapter yang berasal dari Banten.

Rangkaian acara berlangsung sangat apik, para peserta kopdar sebelum masuk seremonial di Panggung utama, diarahkan untuk keliling kebun teh sambil swafoto dengan background nuansa alam kebun teh dengan udaranya yang segar dan sejuk.

Setelah keliling dari area kebun teh, panitia mengarahkan jalan menuju tanah lapangan untuk parkir kendaraannya sesuai formasi garis yang di buat oleh panitia, kemudian diambil gambarnya melalui drone. (Der/ulm)

Lama Vakum, Toxictoast Come Back dengan Album Baru “Changes”

Personel Toxictoast. (Istimewa)
Personel Toxictoast. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lama tak terdengar gaungnya, band asal Malang, Toxictoast kini kembali lagi berkiprah di dunia permusikan.

Sempat vakum di beberapa tahun lalu, kali ini Toxictoast come back dengan merilis album perdananya di penghujung 2019. Album bertajuk Changes ini berisi 10 lagu yang terdiri dari delapan lagu baru dan sisanya aransemen lagu lama.

Vokalis sekaligus gitaris, Oki Doki, mengatakan, di dalam album Changes ada satu single baru berjudul Perbedaan. Di album Changes ini, di salah satu lagunya mereka juga berkolaborasi dengan Christabel Annora.

“Di album ini intinya menceritakan sebuah perubahan. Baik dalam segi musik maupun setiap personel Toxictoast,” kata Oki.

Keluarnya album baru ini dijelaskan Oki, merupakan niat Toxictoast untuk menyapa kembali penggemarnya.

“Kami ingin kembali berkiprah di dunia permusikan. Apalagi ini adalah cita-cita yang tertunda sejak 2009 lalu,” lanjutnya.

Diketahui Toxictoast terbentuk pada 1999. Kala itu band ini diberi nama Suguyama dengan genre skate punk. Selama dua tahun berselang, band ini berubah nama menjadi Toxictoast.

Di tahun 2005 mereka kembali mengalami pergantian line up lagi dengan masuknya Rizal (drum), Oki (vocal). Tidak lama kemudian mereka mengeluarkan single yang berjudul Follow Me dan mereka juga mengeluarkan demo lagu, salah satu lagunya yang berjudul Had A Secret.

Sampai dengan tahun 2010 bassis mereka meme memutuskan balik ke pulau asalnya demi sesuatu yang sangat penting. Mereka merombak lagi formasinya Oki (bass,vocal) Mamet (guitar), Yudho (guitar) dan Rizal (drum).

Mereka sempat vakum selama 2 tahun sampai dengan 2012 awal dan kembali lagi dengan format baru dan formasi baru Oki (guitar,vocal), Yudho (guitar), Mamet (bass), Rizal (drum) dan Nico (synthesizer dan backing vocal) dengan mengeluarkan EP yang berisi 5 lagu. Tidak berselang lama kemudian mereka memutuskan untuk tetap berjalan dengan 4 personel, yaitu Oki (guitar,vocal), Yudho (guitar), Mamet (bass) dan Rizal (drum) dan mengeluarkan single barunya di pertengahan tahun 2014 yang berjudul Berhenti Berharap.(Der/Aka)