Hutan Hujan Kritisi Perilaku Netizen Lewat Single Pancaroba Peradaban

Hutan Hujan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lewat single terbaru bertajuk “Pancaroba Peradaban”, Hutan Hujan sekilas menyampaikan sebuah amarah. Kuintet asal Malang ini menumpahkan segala keluh kesahnya tentang perilaku manusia media sosial atau disebut warganet (netizen)

Single anyar ini, membuat Hutan Hujan seolah melepas ‘busana’ folk mendayu-dayu yang dipakainya. Coba simak single sebelumnya yang bertajuk “Jatuh Rindu” serta album pertama mereka Hutan Hujan (2018), terasa berbeda, bukan?

Hal itu diakui Penulis Lirik Pancaroba Peradaban, Sigit Prasetyo. Bahwa single itu terinspirasi dari kekacauan hari-hari ini.

“Liriknya adalah keluh kesah perubahan perilaku manusia di era digital sekarang ini. Manusia lebih berani berekspresi dan berucap kata tanpa mempedulikan lawan bicaranya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, fenomena tersebut bisa jadi belati bermata dua, di satu sisi mengungkapkan kejujuran. Tapi di lain sisi satu kata dapat membunuh perasaan orang lain dengan atau tanpa disadari.

“Tak heran jika belakangan timeline media sosial kita penuh dengan umpatan dan caci maki dari sesama warganet,” imbuhnya.

Hal itu diamini Gitaris Hutan Hujan, Edy Priono. Bahwa penulisan lirik, melodi, hingga aransemen dari lagu inipun tak memerlukan waktu lama untuk dimanifestasikan menjadi karya utuh.

“Mungkin karena kami juga sudah satu frekuensi,” tutur Edy.

Sedikit lebih dalam tentang sisi aransemen dan musik, “Pancaroba Peradaban” lebih kaya dengan perubahan nada, tempo dan birama. Lompatan-lompatan ketukan dari 6/8 menjadi 4/4 dengan balutan nada-nada timur tengah khas Ottoman membuat progresi dan groove lagu ini berbeda dengan kebanyakan musik yang sedang beredar di pasaran hari ini.

Video musik Pancaroba Peradaban dapat dinikmati di Channel YouTube Hutan Hujan mulai 30 September 2020. Bersamaan dengan itu, akan dirilis secara berurutan di toko digital hingga radio-radio di Indonesia. Sebelum dirilis resmi, Hutan Hujan juga telah mengunggah proses di balik layar dan produksi lagu ini, sehingga para pendengar dapat melihat bagaimana penciptaan karya itu terjadi.(der)

Jamin Keamanan Pelayanan, MS Glow Malang Perketat Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID -19

MS Glow. (Istimewa)

MALANGVOICE – MS Glow Aesthetic Clinic Malang beri pelayanan maksimal selama pandemi COVID-19. Hal itu demi menjaga keamanan dan kenyamanan customer.

Demi mendukung langkah pemerintah untuk menekan penyebaran virus, MS Glow telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. Hal itu juga merujuk pada standar yang direkomendasikan WHO.

SPV MS Glow Aesthetic Clinic Malang Dwi Asri Leolita menjelaskan, pihaknya menyiapkan screening atau penyaringan sejak di pintu masuk klinik. Petugas bakal mengecek suhu tubuh customer atau klien. Kemudian dipastikan pula apakah memakai masker, atau APD (alat pelindung diri).

“Beberapa bulan ini kami semakin memperketat screening. Jika ada customer yang tidak memakai masker misalnya, akan kami tegur,” kata perempuan akrab disapa Lita ini, Sabtu (3/10).

Sesuai aturan yang berlaku, lanjut Lita, pihaknya juga membatasi pelayanan sekitar 50 persen. Jika normalnya bisa melayani customer 70 perhari, selama pandemi ini hanya melayani 30 customer perharinya.

“Ruangan antrean juga didesain menerapkan physical distancing. Front office juga telah dipasang akrilik. Setiap ruangan juga telah terpasang alat khusus, salahsatunya lampu UV. Tentunya kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keamanan customer,” urainya.

Ia menambahkan, secara berkala juga melakukan screening internal terhadap pegawainya. Total ada 37 pegawai, termasuk diantaranya ada dokter klinik wajib mengikuti tes tersebut.

“Kami melakukan tes dengan cara serologi, karena itu dianggap lebih akurat daripada rapid test. Intinya kita memastikan keamanan klien atau costumer hingga karyawan secara ketat,” ujarnya.

Tak hanya itu, APD seluruh pegawai yang berkontak langsung dengan customer dikontrol ketat, agar standar medis.

Nah, demi memanjakan pelanggan selama pandemi COVID-19 ini, MS Glow terus menawarkan promo-promo spesial.

“Oktober ini kami masih memberikan potongan harga jauh dari harga normal untuk paket coupel treatment dan combo treatment,” pungkasnya.(der)

Never Give Up, Cara Eternity Dengungkan Semangat Perjuangan di Tengah Pandemi

Eternity. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band kolektif alt-rock anyar Kota Malang, Eternity, merilis single debutnya bertajuk Never Give Up, Minggu (27/9). Bimo Donoseputro dan empat rekannya menyerukan pantang menyerah di tengah-tengah pandemi atau wabah COVID-19.

Ya, melalui karya perdana tersebut, menunjukkan keyakinan besar Eternity, bahwa masih ada harapan dibalik pagebluk ini.

“Lewat single ini, kami ingin menyuarakan bahwa harapan itu akan selalu ada. Dan semesta pasti punya caranya sendiri untuk masing-masing kita,” tutur Bimo, vokalis sekaligus frontman Eternity.

Ia melanjutkan, lewat alunan musik yang up-beat ini, ada doa beserta harapan. Bahwa hari esok akan lebih baik nan indah. Eternity mencoba memotivasi diri sendiri dan seluruh pendengarnya agar jangan menyerah dan jangan pernah lelah menghadapi pandemi yang seolah tiada akhirnya ini.

“Harapan dan doa. Dua kata itu yang mungkin bisa mewakili intisari Never Give Up Dorongan pantang menyerah & keyakinan akan hari esok menjadi motivasi terbesar terciptanya karya ini,” pungkasnya.

Lagu ini dikemas dalam format video klip yang digarap oleh Grace Siena Tselci. Diakuinya, penggarapan video klip ini cukup challenging. Sebab, Equipment terbatas dan waktu penggarapan yang cukup singkat menjadi faktornya.

“Komposisi musik Never Give Up kompleks, dan konsep yang diambil full di studio, tentu mengharuskan saya untuk banyak meng-eksplore scene yang ga gitu2 aja,” paparnya.

Selain sebagai sutradara, Grace juga merangkap video editor dan merasa sangat dimudahkan dalam berproses. Ini karena bekerjasama dengan tim yang solid.

“Debuting as a Director, fortunately, saya sangat terbantu dengan tim yang cukup mampu menerjemahkan apa yang tertuang dari isi pikiran saya. Terlebih, MV ini digarap dalam waktu sehari saja,” imbuhnya.

Penggarapan single debut Eternity memakan sekitar tiga bulan. Mereka berkonsentrasi penuh menggarap materi-materi lagu di AA Studio, Malang. Penggarapan materi-materi kompleks mereka mengharuskan kelima orang ini untuk selalu bersama, karena setiap orang memiliki masukkan krusial masing-masing.

“Ya, tiap orang punya input sendiri-sendiri yang menjadi kesatuan unit ini. Aan (drummer) lebih ke arah produser & juga bertugas memberi sentuhan EDM, Adhit mengatur equipment & sound, Sokran menulis lagu, dan Bimo mengeksekusi di departemen vokal,” tutur Latih, bassist sekaligus vocal director.

“Sedangkan aransemen akhirnya digarap bersama-sama,” tambahnya.

Song Writer dan Lead Arranger, Sokran menambahkan, akibat latar belakang personel yang berbeda-beda, tak pelak banyak perdebatan yang terjadi dalam proses kreatif Eternity.

“Tapi di situ serunya. Perdebatan dalam band ini adalah perdebatan yang produktif. Dan hal tersebut benar-benar memotivasi kami untuk terus berkarya,” ujarnya.

Selain bisa disimak MV-nya, single ini juga akan tersedia di berbagai gerai digital. Dirilis terpisah, versi audio single ini akan tersedia mulai tanggal 2 Oktober 2020 di Spotify, iTunes, Deezer dan lain-lain.

Ke depannya, proses rilis single ini sepertinya akan dilakukan Eternity. Setelah itu, mereka akan merangkum karya-karya tersebut dalam sebuah album penuh yang dirilis pada tahun 2021.(der)

Belum Dapat Izin Beroperasi, Perkumpulan Bos Karaoke Bakal Datangi DPRD Besok

Ilustrasi Karaoke yang termasuk salah satu hiburan yang diharapkan ditutup (fathul)
Ilustrasi Karaoke yang termasuk salah satu hiburan yang diharapkan ditutup (fathul)

MALANGVOICE – Masih belum diizinkan beroperasi membuat gerah para pelaku usaha karaoke dan hiburan malam di Kota Malang. Kabarnya, pelaku usaha tergabung dalam Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya bakal kembali mendatangi DPRD Kota Malang, Selasa esok (25/8).

“Teman-teman besok ke DPRD pukul 10.00, menyampaikan surat dan aspirasi kami lagi,” kata Ketua Perkahima Malang Raya Bambang Hermanto dihubungi, beberapa saat lalu (24/8).

Pihaknya bakal menyampaikan kembali aspirasi pelaku usaha karaoke dan hiburan malam. Termasuk nasib karyawan yang sejak pandemi Covid-19 merebak tak memiliki pemasukan sama sekali.

“Harusnya pak walikota melihat sendiri kondisi pekerja di lapangan gak dapat pemasukan beberapa bulan,” ujarnya.

Ia juga mengklaim beberapa pelaku usaha diambang gulung tikar akibat belum beroperasi selama pandemi Covid-19 merebak, Maret silam.

“Biaya operasional meskipun tidak buka saja sudah sampai Rp 14 juta,” keluhnya.(der)

Wali Kota Malang Belum Izinkan Usaha Hiburan Malam Beroperasi

Sutiaji
Wali Kota Malang, Sutiaji

MALANGVOICE – Pelaku usaha karaoke dan hiburan malam terpaksa gigit jari. Pasalnya, Wali Kota Malang masih enggan memberikan izin untuk beroperasi kembali akibat pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap pada Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Walikota atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, Senin (24/8).

“Beberapa tempat usaha sudah dibuka dengan protokol kesehatan ketat, kecuali usaha hiburan (karaoke), karena kesulitan untuk pengendalian penerapan protokol kesehatan,” kata Sutiaji kepada seluruh anggota dan pimpinan dewan.

Meski demikian, lanjut dia, roda perekonomian di Kota Malang diyakini mampu berputar kembali di tengah pandemi Covid-19. Sebab, beberapa sektor usaha, terutama UMKM, telah beroperasi tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Seperti karaoke dan bioskop, kesulitan dalam pengendalian pelaksanaan protokol kesehatan. Namun, untuk tempat usaha lain sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan,” sambung dia.

Seperti diberitakan, ada sebanyak 160 sektor industri pariwisata dan olahraga yang kembali diizinkan untuk beroperasi di tengah pandemi Covid-19, setelah sebelumnya dinyatakan memenuhi persyaratan penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya, para pelaku usaha hiburan malam yang tergabung dalam Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya wadul ke DPRD Kota Malang agar dapat diberikan izin beroperasi. Lantaran hampir tiga bulan lebih tak mendapatkan pemasukan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.(der)

Perawatan Pribadi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Kota Malang

Ilustrasi botol make up (istimewa)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen pada Juli 2020. Faktor yang mendorong salahsatunya akibat kenaikan harga kelompok pengeluaran perawatan pribadi (produk dan layanan kecantikan) dan jasa lainnya.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan, kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 1,77 persen. Meski demikian, inflasi Kota Malang sebesar 0,06 persen tersebut, merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi selama tiga tahun terakhir, pada bulan yang sama. Pada Juli 2018, tercatat tingkat inflasi Kota Malang sebesar 0,21 persen, dan pada 2019, inflasi sebesar 0,20 persen.

“Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Malang pada Juli 2020 merupakan yang terendah,” kata Sunaryo.

Ia melanjutkan, selain kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan sebesar 0,40 persen, penyedia makanan dan minuman sebesar 0,07 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

Komoditas lain yang mendorong inflasi Kota Malang pada Juli 2020, yakni kenaikan pada komoditas emas perhiasan sebesar 4,34 persen, telur ayam ras sebesar 7,26 persen, biaya taman kanak-kanak sebesar 3,57 persen, dan cabai rawit naik 17,36 persen.

“Sementara untuk tujuh kelompok pengeluaran lainnya, mengalami deflasi,” sambung dia.

Rinciannya, kelompok pakaian dan alas kaki deflasi sebesar 0,04 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, dan makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,06 persen.

Sunaryo menambahkan, deflasi juga terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, transportasi 0,24 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,34 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi termasuk makanan, minuman, pakaian, dan alas kaki. Banyak produk di luar makanan, yang mengambat deflasi,” urainya.

Sementara, komoditas utama yang tercatat mengalami penurunan harga, diantaranya harga daging ayam ras turun sebesar 5,83 persen, tiket angkutan udara turun 3,01 persen, bawang merah 17,96 persen, dan bawang putih 13,28 persen. Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada periode Januari hingga Juli 2020 sebesar 0,94 persen, sementara untuk inflasi Years on Years (YoY) sebesar 1,21 persen.(der)

Dihantam Pandemi, Tony Aksa & Yudek Tetap Berkarya Keluarkan Single Baru

Tony Aksa dan Yudek. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kiprah musisi Malang dalam menciptakan musik memang tak bisa dipandang sebelah mata. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, namun musisi Malang tetap berkarya.

Seperti satu lagi single dari dua musisi asli “arek” Malang yang berisikan gambaran keadaan saat awal pandemi Covid-19 yang dampaknya adalah masyarakat dirundung rasa panik dan ketakutan.

Di kala semua orang merasa takut akan sesuatu, Tony Aksa yang juga merasakan dan mengalami dampaknya mencoba mengungkapkan perasaan terdalamnya lewat sebuah lagu yang berjudul ‘Rindu Sedia Kala’. Dalam lagu ini Tony Aksa berharap agar keadaan lekas pulih membaik seperti sediakala.

Adalah Tony Aksa, gitaris dari Taxi band yang sempat populer dengan single ‘Hujan Kemarin’ yang menjadi figur dalam single ini. Dalam single ini, Tony Aksa menggandeng vokalis bersuara khas yaitu Yudek. Suara serak dari Yudek dan alunan gitar akustik dari Tony Aksa menjadi penyempurna dalam single Rindu Sedia Kala.

Dibawah naungan LR manajemen, Tony Aksa & Yudek yang dimanajeri langsung oleh kepala desa Ngijo Karangploso yang dijuluki LR (Lurah Rocker) oleh warga setempat karena kegemarannya menyanyikan lagu-lagu Rock era 90 an, tengah sibuk melakukan rangkaian promo single Rindu Sedia Kala.

Penggarapan lagu ini juga dibantu beberapa rekan antara lain. Indra yang dulu juga tergabung dalam Band Taxi ikut membantu dalam pengisian keyboard, string, mixing mastering di studio Gio Production. Dan juga penggarapan video dibantu oleh Antonblack, Alim Anima, dan Oche. Video lengkap Rindu Sedia Kala bisa dilihat di youtube channel ‘Tony Aksa’.

“Semoga single ini bisa diterima masyarakat luas dan semoga bisa mewakili doa dan harapan seluruh lapisan masyarakat agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan selama masa pandemi virus corona,” ujar Tony Aksa.(der)

Suguhkan Hiphop Retorika, Berry Minor Kecam Buzzer dan Penyebar Hoax

Musisi Malang Berry Minor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Berry Minor merilis single barunya berjudul Narasi Fana, pada1 Juli 2020. Mengusung genre Hiphop Retorika, musisi Malang ini mengecam fenomena yang terjadi di media sosial, terutama ulah Buzzer dan penyebar hoax.

Ya, maraknya para pelaku penyebar berita secara terorganisir atau disebut buzzer membuat turunnya nilai-nilai fakta di era demokrasi digital ini. Berry Minor sebagai pelaku musik meresahkan beredarnya berita simpang siur yang tidak memiliki dasar koheren antara berita yang disajikan dan realitanya.

“Awalnya, para buzzer di media sosial hanya digunakan sebagai promotor barang komersial saat platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belum ada fitur untuk menjajakan iklan,” kata Berry kepada MVoice, Senin (6/7).

Sementara itu, lanjut dia, dalam dunia politik, para pelaku bekerja untuk dua tujuan, yakni pembingkaian dan amplifikasi isu-isu politik tertentu sesuai kepentingan partai politik, tokoh politik, ataupun ideologi pribadi. Seperti maraknya para pelaku konten kreator yang membawa isu sosial dan politis namun secara praktis mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas tersebut atau disebut pseudo aktivisme.

“Bagi saya idealnya aktivisme di sosial media bisa selaras dengan aktivitas sosial di dunia nyata seperti aktivitas perjuangan HAM, buruh (kelas pekerja), pejuang kesetaraan gender, ekologi dan terafiliasi dengan beberapa ornamen masyarakat seperti, mahasiswa, akademisi, seniman dan para pelaku lain agar kita dapat mengerti bagaimana kondisi di lapangan ter-update dan faham detail permasalahannya,” bebernya.

Karya apik Berry Minor bisa dinikmati di
Sini
(der)

Ada Sanksi Pidananya, Jangan Asal Terbangkan Drone

Aktivis Drone Arya Dega. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ini peringatan bagi pilot ataupun penghobi drone (pesawat nirawak) agar tak asal terbang. Sebab,
Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2020 mengatur beragam hal tentang pengoperasian drone, termasuk sanksi pidananya.

“Peraturan ini baru keluar 8 Juni 2020 kemarin. Tapi masih banyak pilot drone yang belum mengetahuinya,” kata Aktivis Drone Malang, Arya Dega, Jumat (3/7).

Arya melanjutkan, bahwa Permenhub Nomor 37 Tahun 2020 ini menggantikan peraturan yang sebelumnya, yakni Permenhub Nomor 180 Tahun 2015 serta Permenhub Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

Pada peraturan yang ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu terdapat sejumlah peraturan yang diganti. Dicontohkannya tentang pengoperasian drone pada ketinggian di atas 120 meter (400 feet) harus memiliki persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Aturan itu yang sebelumnya dengan ketinggian 150 meter, sekarang diganti jadi 120 meter,” beber pria kelahiran Bandung ini.

Lalu, terdapat aturan yang melarang drone diterbangkan di kawasan dalam radius 5,5 kilometer (3 Nautical Mile) dari titik Helipad yang berlokasi di luar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) suatu bandar udara.

“Kalau ini peraturan baru. Dalam peraturan yang sebelumnya hanya mengatur kawasan KKOP saja,” beber pria bersertifikat Pilot Drone FASI ini.

Selain itu, masih kata dia, peraturan baru lainnya yakni pengoperasian drone harus memerhatikan kaidah batas pandang mata atau VLOS (Visual Line of Sight) serta diluar batas pandang mata atau BVLOS (Beyond Visual Line of Sight). Bahkan, drone pun kini dilarang terbang saat malam hari tanpa izin.

“Dalam peraturan tersebut dituliskan pengoperasian drone hanya dapat dilakukan saat matahari terbit hingga matahari terbenam,” sambug dia.

Sedangkan untuk saksi bagi pelanggar, dijelaskan bahwa pengenaan sanksi dilaksanakan berdasarkan hasil pengawasan sesuai dengan kondisi sebagai berikut, yakni melanggar wilayah kedaulatan dan keamanan udara, mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan, memiliki dampak ancaman terhadap pusat pemerintah, pusat ekonomi, objek vital nasional dan keselamatan negara, tidak memiliki persetujuan beroperasi, tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud mencakup, pengenaan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pengenaan sanksi administratif berupa pencabutan persetujuan dan dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist.

“Saya harap para pilot drone di Indonesia sudah memahami betul peraturan yang baru ini agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari,” pungkasnya.(der)

Tak Pengaruh Pandemi Covid-19, Industri Kreatif Motor Custom Tetap Diminati

Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, saat berada di bengkelnya awal pekan lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 yang semakin masif di Malang Raya, tidak menyurutkan semangat para penggila motor custom untuk membangun motor idamannya. Peluang inilah yang dimanfaatkan sejumlah bengkel motor custom di Malang untuk tetap produktif.

“Alhamdulillah pesanan tetap datang meski lagi ada virus corona, yang pesan banyak dari luar Malang bahkan luar Jawa,” ucap Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, belum lama ini.

Menurut Dimas, industri kreatif seperti motor custom memiliki pasar tersendiri. Selain berbasis komunitas, biasanya pemesan motor custom adalah orang-orang yang suka berpetualang. Karena itu dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh.

“Jika sebelum pandemi ini kami bisa menerima dan menggarap tiga sampai empat pesanan per bulan, saat ini jumlah pesanan juga tak jauh berbeda. Yang membedakan, sekarang ini dalam bekerja lebih memperhatikan aspek kesehatan dan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Dimas, menjelang lebaran kemarin, banyak pemesan yang datang dan meminta motornya sudah siap saat lebaran tiba, ini merupakan fenomena unik.

“Mungkin buat silaturahmi, buat tongkrongan, jadi cari tunggangan yang baru. Bisa tampil beda di hari raya tentu bikin tambah pede. Untuk motor kustom kebanyakan saya memakai mesin merek Scorpio (Yamaha) dan Binter Mercy,” bebernya.

Hal serupa juga dialami Yanto, yang merupakan pemilik bengkel kustom K09. Dia juga mendapat pesanan motor custom dari berbagai daerah seperti Bali dan tentu saja Malang.

“Dalam sebulan ada dua yang masuk” tukasnya.

Sebagai informasi, di bengkel kustom DJ AS Garage ini kebanyakan motor custom jenis chopper, scrambler yang sering dipesan. Untuk membuat satu motor ini akan merogoh kocek mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 60 juta.(der)