Tiga Cara Alami Putihkan Gigi selama di Rumah Saja

Ilustrasi perbedaan warna gigi (Foto: alodokter.com)
Ilustrasi perbedaan warna gigi (Foto: alodokter.com)

MALANGVOICE – Gigi putih dan bersih adalah dambaan semua orang. Sebab, memiliki barisan gigi putih bersih tentu dapat menunjang penampilan dan senyum Anda.

Nah selama #dirumahsaja, memutihkan gigi dapat menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang. Karena, selama pandemi covid-19 ini Anda tidak bisa ke dokter gigi untuk melakukan perawatan. Sehingga, kini Anda bisa memutihkan gigi di rumah.

Berikut, beberapa cara memutihkan gigi secara alami ini dapat dicoba di rumah.

1. Soda Kue

Soda kue banyak dimanfaatkan sebagai cara memutihkan gigi secara alami. Bahan ini memiliki sifat abrasif ringan untuk menghilangkan noda di permukaan gigi. Selain itu, soda kue juga dapat menciptakan lingkungan alkali di mulut untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Cara penggunaannya yakni dengan menggosok gigi menggunakan pasta soda kue. Kemudian bilas mulut seperti biasa.

Sementara, untuk cara membuat pasta soda kue yaitu dengan mencampurkan satu sendok teh soda kue dan dua sendok teh air. Gunakan beberapa kali dalam satu minggu.

2. Cuka Apel

Cuka apel sudah dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan. Salah satunya yakni sebagai disinfektan dan produk pembersih, termasuk membunuh bakteri di rongga mulut.

Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan bahan alami ini dapat digunakan sebagai pemutih gigi. Meski begitu, jangan membersihkan gigi dengan cuka apel setiap hari. Sebab, kandungan asam asetat di bahan ini dapat mengikis email gigi Anda.

Nah, Anda dapat menggunakan cuka apel untuk berkumur. Caranya larutkan cuka apel dengan air, kemudian Anda dapat berkumur dengan campuran tersebut selama beberapa menit. Pastikan untuk membilas mulut Anda dengan air putih sesudahnya.

3. Minyak Kelapa

Minyak kelapa murni dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya membuat gigi menjadi lebih putih dan bersih. Caranya oleskan minyak kelapa pada gigi lalu diamkan selama 15-20 menit. Setelah itu sikat gigi seperti biasa menggunakan pasta gigi.

Selain untuk memutihkan gigi, menurut penelitian minyak kelapa juga dapat mencegah gigi keropos. Selain itu, minyak kelapa juga memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh. Di antaranya meningkatkan metabolisme, membantu menyerap mineral, menjaga kadar gula, dan menurunkan berat badan.(Hmz/Aka)

Bahan Mudah dan Gampang Bikin Disinfektan Mandiri di Rumah

Ilustrasi disinfektan (shutterstock)
Ilustrasi disinfektan (shutterstock)

MALANGVOICE – Disinfektan dinilai bermanfaat untuk membersihkan peralatan atau benda yang ada di rumah terutama saat pandemi Covid-19.

Diketahui, virus Covid-19 dapat dengan mudah menyebar dari manusia ke manusia melalui interaksi secara langsung. Menurut studi ilmiah dari berbagai pihak menyatakan bila virus Covid-19 dapat hidup di permukaan benda maupun kulit manusia.

Oleh sebab itu, sebagai tindakan pencegahan untuk menekan laju penularan virus banyak pihak memaksimalkan fungsi dari disinfektan.

Namun, jangan khawatir sebagai tindakan pencegahan, Anda dapat membuat disinfektan sendiri di rumah. Sehingga, rumah terbebas dari virus berbahaya seperti Covid-19. Berikut bahan yang dapat Anda gunakan untuk membuat disinfektan sendiri di rumah.

1. Pemutih Pakaian

Salah satu produk rumah tangga yang dapat digunakan sebagai disinfektan adalah pemutih pakaian (bleach). Cara kerja pemutih pakaian sebagai disinfektan hampir sama dengan alkohol. Kandungan dalam pemutih pakaian akan mengurai protein pada bakteri sehingga mematikan bakteri tersebut.

Nah, untuk membuat disinfektan dari cairan pemutih pakaian, Anda perlu menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu.

Siapkan berbagai alatnya seperti botol sebagai wadah disinfektan, gelas ukur, sarung tangan karet, dan masker N95.

Sementara untuk bahannya, persiapkan cairan pemutih sebanyak 30 ml yang dapat diproduksi menjadi 1 liter disinfektan serta air bersih.

Kemudian, cara membuatnya pertama masukkan cairan pemutih ke dalam botol bersih dan steril yang telah Anda persiapkan. Tambahkan air bersih dan aduk hingga tercampur dengan baik.

Disinfektan Anda siap untuk digunakan. Semprotkan pada benda-benda yang sering tersentuh oleh aktivitas Anda maupun orang-orang di sekitar Anda.

2. Cuka

Cuka yang umum ditemui di dapur-dapur rumah tangga rupanya dapat dimanfaatkan menjadi disinfektan untuk menjaga kebersihan demi mencegah penyebaran virus corona.

Sebab, cuka mempunyai kandungan asam asetat sehingga mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme termasuk virus.

Untuk membuat cairan disinfektan dari cuka, pertama persiapkan alat dan bahan. Alat yang digunakan meliputi botol, sarung tangan karet, dan masker.

Kemudian juga persiapkan bahan lain seperti setengah cangkir gelas cuka, air bersih, dan beberapa minyak esensial seperti kayu putih dan lain sebagainya.

Cara membuatnya yakni pertama cuci tangan dan botol sebagai wadah hingga bersih. Lalu masukkan setengah cangkir gelas cuka ke dalam botol, air secukupnya, dan minyak esensial. Kocok hingga tercampur rata. Cairan disinfektan siap digunakan.

3. Cairan Pembersih Karbol

Cairan pembersih karbol ini memiliki senyawa yang dipercaya mampu membunuh kuman dan bakteri. Bahan ini dapat dijumpai pada cairan pembersih lantai yang sering Anda gunakan.

Bahan ini dapat dengan mudah ditemui dan dijual dengan harga yang terjangkau. Oleh sebab itu, Anda dapat membuat cairan disinfektan dari bahan ini.

Nah, untuk membuat cairan disinfektan ini, pastikan jarak Anda dengan tempat Anda membuat cairan disinfektan ini tidak terlalu dekat.

Langkah pertama persiapkan alat dan bahan seperti cairan pembersih karbol, air, botol, masker, dan sarung tangan. Gunakan masker dan sarung tangan terlebih dahulu sebelum mencampurkan bahan-bahan tersebut.

Setelah itu, tuangkan dua tutup botol cairan pembersih lantai ke dalam botol atau wadah yang akan Anda gunakan untuk menyemprotkan cairan disinfektan tersebut.

Lalu tambahkan dengan satu tutup botol air bersih. Kocok hingga tercampur dengan benar. Cairan disinfektan telah siap.(Der/Aka)

Jangan Panik! Berikut Tiga Langkah Mudah Terbebas dari Virus

Ilustrasi virus
Ilustrasi virus

MALANGVOICE – Wabah pandemi Covid-19 yang tengah menjadi headline di berbagai berita memang cukup membuat panik seluruh masyarakat di dunia.

Kecemasan terhadap kesehatan diri dan keluarga tentunya menjadi prioritas utama. Tapi, Anda tak perlu panik berlebihan. Berbagai cara sederhana dapat Anda lakukan sebagai langkah pencegahan masuknya virus tersebut.

1. Rutin Mencuci Tangan

Biasakan Anda dan keluarga untuk rutin mencuci tangan. Sebab, itu merupakan salah satu langkah sederhana dan dinilai ampuh memproteksi diri dari berbagai macam penyakit.

WHO (World Health Organization) bahkan mengimbau warga dunia untuk senantiasa mencuci tangan sesering mungkin. Sebab, langkah tersebut dapat membunuh virus yang ada di tangan agar tidak masuk ke dalam tubuh.

Nah, perlu diketahui mencuci tanganpun tidak asal begitu saja. Berikut cara mencuci tangan yang benar guna menangkal berbagai penyakit.

Awali dengan membasahi tangan dengan air mengalir, tuang sabun tangan secukupnya, gosok telapak tangan yang satu dengan yang lain.

Kemudian, gosok punggung tangan dan sela-sela jari, gosok ibu jari dengan gerakan memutar. Gosok ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, bilas tangan yang bersabun dengan air mengalir. Keringkan dengan handuk sekali pakai.

2. Tetap di Rumah jika Tubuh Kurang Sehat

Di saat maraknya virus yang mengkhawatirkan seperti ini, sudah saatnya lebih meningkatkan kesehatan diri dan keluarga.

Ketika Anda merasa kurang sehat, entah itu hanya gejala ringan seperti sakit kepala atau flu biasa sebaiknya tetap tinggal di rumah.

Hal tersebut penting, sebab sistem imun yang sedang menurun saat itu daoat menjadi celah masuknya virus lain ke dalam tubuh. Sehingga, Anda rentan terpapar penyakit yang lebih parah saat kondisi tubuh kurang sehat.

3. Lindungi Diri saat Berada di Luar Rumah

Ketika Anda berada di luar rumah, tubuh akan lebih mudah terpapar bakteri dan virus. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu memberikan perlindungan yang diperlukan saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Selalu gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan virus ketika berada di luar rumah. Selain itu, selalu membawa hand sanitizer untuk membersihkan tangan saat tidak bisa mencuci tangan dengan air dan sabun.

Ya, wabah virus pandemi seperti saat ini memang menyeramkan. Tapi, jika Anda mampu tetap tenang dalam mengambil langkah pencegahan yang efektif. Kemudian proteksi diri dan keluarga pasti tetap terjamin.(Der/Aka)

Tiga Makanan Sehat Wajib Dikonsumsi Guna Tangkal Virus Penyakit

Sayur dan buah sehat penangkal virus
Sayur dan buah sehat penangkal virus (Discover Magazine)

MALANGVOICE – Musim pancaroba yang identik terjadi di awal tahun memang menjadi momen tepat untuk perkembangbiakan berbagai virus berbahaya.

Apalagi pergantian cuaca ekstrem di pagi dan siang hari dapat membuat kekebalan tubuh menurun. Sehingga, tubuh berisiko terserang penyakit. Termasuk virus corona yang sedang marak diperbincangkan dunia beberapa waktu belakangan ini.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putratanto berulang kali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh sebagai penangkal berbagai penyakit termasuk virus flu tersebut.

Nah, menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan seseorang untuk mencegah penularan coronavirus/2019-nCoV. Berikut MVoice merangkum beberapa makanan sehat yang dapat dikonsumsi demi meningkatkan daya tahan tubuh.

1. Daging Salmon

Salmon diketahui kaya protein yang dikemas dengan asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan.

Peradangan adalah respons normal tubuh terhadap jaringan yang terluka. Tapi terlalu banyak peradangan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Selain itu, ikan ini juga menjadi sumber asam lemak omega-3 yang baik. Dan ikan ini juga menyediakan selenium, antioksidan yang memengaruhi respons imun, vitamin D, dan vitamin B-12 yang membantu menghasilkan senyawa yang berperan dalam fungsi kekebalan tubuh.

2. Buah Jeruk

Ketika orang setelah mengalami gejala batuk, demam atau flu biasanya langsung mengonsumsi vitamin C. Alasannya, yakni karena vitamin C dinilai mampu membantu meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

Selain itu, vitamin C juga dapat membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah putih yang dapat menangkal infeksi.

3. Sup Ayam

Sup ayam merupakan salah satu masakan yang dinilai memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk tubuh. Biasanya, isian dari masakan ini terdiri dari sayur-sayuran seperti wortel, tomat, dan brokoli yang memiliki kandungan vitamin dan mineral lengkap untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Nikmati dalam keadaan hangat, menu makanan ini juga dapat mengembalikan energi tubuh setelah seharian disibukkan dengan padatnya aktivitas.

Mengonsumsi sayur sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, jadi pastikan kamu tidaj melewatkannya ya.(Der/Aka)

Ingin Hati Sehat? Berikut Makanan dan Minuman yang Seharusnya Dihindari

Ilustrasi organ hati manusia
Ilustrasi organ hati manusia

MALANGVOICE – Hati atau Liver merupakan salah satu organ tubuh yang paling sibuk setiap hari. Hati berfungsi menyaring racun dan membuat enzim.

Hati bekerja sepanjang hari untuk memastikan tubuh kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan serta menjaganya dari racun. Selain itu juga menyaring udara ketika kita bernapas.

Sementara, ketika hati tidak bekerja dengan baik mungkin tubuh akan merasa lemah, murung, dan kembung. Dalam beberapa kasus bahkan menjadi lebih sering lapar.

Nah, untuk membantu menjaga hati tetap sehat dan bersih ada banyak cara yang dapat dilakukan. Yakni dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan fungsi hati menjadi lemah.

Melansir dari berbagai sumber, berikut MVoice merangkum makanan yang sebaiknya dihindari dikarenakan menimbulkan masalah pada liver.

1. Makanan Digoreng

Diketahui, gorengan terutama dari restoran cepat saji memiliki efek negatif terhadap kesehatan hati. Khusunsnya kentang goreng atau ayam goreng renyah isi keju, memiliki efek buruk pada hati mirip dengan hepatitis.

Sebab, kentang goreng merupakan karbohidrat plus lemak. Minyak yang terkandung di dalamnya cukup banyak.

Sementara, spesialis transplantasi hati Dr. Ming V. Lin, mengatakan bila makanan ini menyebabkan naiknya glukosa darah dan dapat meningkatkan timbunan lemak di hati.

Mengonsumsi ini secara berlebihan dapat memiliki efek yang tidak baik pada hati, serta meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

Selain itu, makanan yang perlu diwaspadai lainnya yakni seperti goreng-gorengan, roti sandwich, stik mozarella, dan donat.

2. Soda

Selanjutnya yakni soda, sebab di dalamnya banyak mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS). Salah satu zat terburuk yang dapat menimbulkan masalah pada hati kamu. Bahkan jika soda dibuat dengan gula tanpa menggunakan HFCS, itu juga tidak baik untuk hati kamu.

Salah satu fungsi lain yang dilakukan hati yakni mengubah gula menjadi lemak. Terlalu banyak pemanis, hati akan memproduksi lebih banyak lemak. Kelebihan lemak dapat menyebabkan penyakit hati berlemak. Tentunya kndisi ini dapat membahayakan kesehatan.

3. Sodium

Makanan yang mengandung sodium tinggi umumnya berasal dari makanan kalengan seperti sop instan. Dalam jumlah normal sodium membantu mengatur cairan dalam tubuh dari tekanan darah.

Namun, jika terlalu banyak sodium dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam hati. Makanan yang mengandung banyak sodium di antaranya yakni daging, keju, pizza, dan kecap.(Der/Aka)

Tetap Sehat dan Mengenyangkan, Berikut 5 Makanan Pengganti Nasi

Semangkuk Nasi (Hellosehat.com)
Semangkuk Nasi (Hellosehat.com)

MALANGVOICE – Bagi masyarakat Indonesia, nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari. Sebab, selain mengenyangkan juga dikenal sebagai sumber karbohidrat utama. Nasi biasanya dikonsumsi bersamaan dengan makanan lainnya.

Namun, perlu diketahui mengonsumsi nasi terlalu banyak ternyata dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh seperti kegemukan hingga diabetes.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang sedang diet disarankan untuk tidak mengonsumsi nasi. Tapi tak perlu khawatir, melansir dari berbagai sumber berikut MVoice merangkum beberapa makanan pengganti nasi yang dapat Anda konsumsi.

1. Kale

Kale termasuk jenis sayuran sangat populer di kalangan individu yang sadar kesehatan, karena menawarkan banyak manfaat bagi tubuh.

Kale diketahui kaya dengan serat, vitamin C dan K, serta antioksidan karoten. Sehingga dapat dijadikan makanan pengganti nasi. Dalam 100 gram kale mengandung 10 gram karbohidrat.

2. Asparagus

Asparagus merupakan sayuran yang mengandung tinggi serat, vitamin C, folat, vitamin K, dan antioksidan karoten. Dibandingkan sayuran lainnya, asparagus memiliki kandungan protein yang tertinggi. Perlu diketahui, dalam 100 gram asparagus terdapat 2 gram karbohidrat.

3. Shirataki

Selanjutnya, shirataki juga mulai populer sebagai pengganti nasi yang rendah kalori. Shirataki berasal dari Jepang yang disebut juga ‘white waterfall’.

Terbuat dari akar konjac, banyak orang Asia yang kini mulai beralih ke shirataki. Sebab selain rendah lemak, juga mengandung banyak serat yang disebut glucomannan.

4. Daging

Selain sayur, makanan pengganti nasi berikutnya yakni daging sapi dan domba. Sebab daging sapi dapat membuat Anda kenyang dan kaya dengan nutrisi penting seperti zat besi dan vitamin B12.

Kemudian, domba juga mengandung banyak nutrisi bermanfaat. Domba cenderung tinggi dalam fatty acid conjugated linoleic acid (ACL). Daging sapi maupun domba tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Selain itu yakni ayam. Ayam mengandung banyak nutrisi bermanfaat dan sumber protein yang sangat baik.

Jika Anda melakukan diet rendah karbohidrat, meningkatkan asupan daging mungkin merupakan solusi yang tepat.

5. Salmon

Salmon merupakan salah satu jenis ikan yang paling populer untuk meningkatkan kesehatan. Sebab salmon mengandung lemak sehat yaitu omega-3 yang berguna untuk menjaga jantung tetap sehat.

Selain itu, salmon juga mengandung vitamin B12, yodium, dan vitamin D3 dalam jumlah yang cukup.(Hmz/Aka)

Ingin Melakukan Waxing? Perhatikan Risikonya Terhadap Kesehatan Kulit

Ilustrasi waxing (foto: alodokter.com)
Ilustrasi waxing (foto: alodokter.com)

MALANGVOICE – Bagi wanita, tumbuh bulu di area tubuh tertentu bisa sangat mengganggu penampilan. Sehingga tidak sedikit kaum wanita memilih perawatan waxing.

Waxing adalah pola penghilangan rambut semi permanen dengan teknik mencabut rambut dari akarnya.

Meski waxing dinilai sebagai cara mudah dan efektif untuk menghilangkan rambut di seluruh tubuh Anda. Sebelum melakukan waxing, sebaiknya perlu mengetahui efek samping atau bahaya waxing untuk kesehatan Anda.

Melansir dari laman Boldsky.com berikut MVoice merangkum beberapa efek samping dari waxing.

1. Perdarahan Kecil di Bawah Kulit

Pada orang yang memiliki kulit sangat sensitif, akan timbul benjolan kemerahan, ruam kulit, atau perdarahan kecil di bawah kulit setelah melakukan waxing.

Hal itu juga dapat terjadi setelah Anda melakukan waxing di daerah sensitif, seperti bikini atau daerah kemaluan.

2. Kemerahan dan Iritasi

Kebanyakan orang yang melakukan waxing mengalami kulit kemerahan dan iritasi setelahnya. Iritasi kulit ini dapat mudah diatasi dengan menggunakan kompres dingin selama beberapa menit setelah melakukan waxing.

3. Rambut Tumbuh ke Dalam

Tidak hanya mencukur saja yang membuat pertumbuhan rambut menjadi ke dalam. Efek serupa juga dapat terjadi ketika melakukan waxing.

Namun, untuk menghindari rambut yang tumbuh ke dalam, hal yang dapat Anda lakukan yakni eksfoliasi menggunakan scrub pada bagian tubuh yang hendak di waxing.

4. Pengenduran pada Kulit

Kulit mengendur adalah efek samping terbesar setelah melakukn waxing. Hal tersebut dapat terjadi lantran waxing akan menarik paksa kulit untuk mencabut bulu. Sehingga kulit kehilangan keelastisitasnya dengan penarikan yang konstan.

Nah, sehingga disarankan untuk tidak waxing terlalu sering. Berikan jeda sebulan setiap kali waxing. Kemudian tetap menjaga kelembapan dan nutrisi kulit.(Der/Aka)

Hindari Penggunaan Scrub Wajah saat Kulit dalam Kondisi Ini

Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

MALANGVOICE – Scrub wajah merupakan salah satu jenis perawatan yang diketahui dapat secara efektif membersihkan wajah dari kotoran, mengecilkan pori-pori hingga mengangkat sel-sel kulit mati.

Namun, sayangnya tak sedikit para wanita justru mengalami iritasi selama proses pengelupasan kulit atau exfoliation.

Sebab wajah merupakan bagian kulit yang sangat lembut dan sensitif. Oleh sebab itu, mengapa Anda perlu berhati-hati dalam penggunaan scrub wajah.

Melakukan scrub wajah ada aturannya lho. Berikut MVoice merangkum beberapa kondisi kulit yang sebaiknya tidak menggunakan scrub wajah atau tidak melakukan eksfoliasi.

1. Kondisi Kulit Ekstra Kering

Kulit kering cenderung lebih sensitif. Di saat kamu menggunakan scrub wajah, maka butir scrub justru mampu membuat kulit jadi terluka dan teriritasi.

Bagi kamu yang memiliki jenis kulit kering, pilihlah chemical exfoliator seperti kandungan glycolic acid yang ada di dalam toner, sehingga bekerja lembut mengangkat sel kulit mati dan membantu regenerasi kulit secara lebih baik.

2. Kondisi Kulit Berjerawat

Bagu Anda yang memiliki wajah sensitif atau tengah berjerawat, sebaiknya menghindari perawatan yang melibatkan scrubbing.

Sebab, mengikis kulit mati mengakibatkan jerawat lebih parah karena meningkatkan risiko tersebarnya bakteri ke bagian wajah lainnya. Sebagai solusinya, Anda dapat memakai kain atau sikat lembut saat ingin eksfoliasi.

3. Kondisi Kulit Telah Melakukan Chemical Exfoliation

Perawatan eksfoliasi bisa dilakukan beragam cara mulai eksfoliasi fisik menggunakan scrub, atau eksfoliasi kimia alias chemical exfoliation menggunakan kandungan acid seperti AHA dan BHA.

Proses chemical exfoliation biasanya akan menjadikan kulit lebih sensitif untuk sementara waktu. Dan di saat Anda menggunakan scrub, tentunya kulit akan terasa perih. Sehingga memicu timbulnya iritasi hingga breakout.

Jadi, gunakan produk lembut yang dapat memberikan efek soothing di saat kamu telah mengaplikasikan produk chemical exfoliation.

Perlu diketahui pengikisan kulit mati baik dengan scrubbing atau alat sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Hal tersebut dapat menyebabkan sejumlah efek samping negatif, seperti membuat kulit dehidrasi, bersisik, kemerahan, sensasi terbakar hingga hiperpigmentasi.

Disarankan agar Anda mengeksfoliasi kulit setiap dua sampai tiga hari sekali saja.(hmz/ulm)

Ini Alasan Perempuan Hamil Mengalami Pusing Hingga Mau Pingsan

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

MALANGVOICE – Pusing saat masa kehamilan seringkali dikeluhkan perempuan. Baik di trimester pertama, kedua atau bahkan hingga sampai ketiga.

Bahkan salah satu pusing yang dialaminya bisa sampai berujung pingsan selama hamil. Namun, tidak semua perempuan hamil mengalami hal tersebut.

Beberapa perempuan ada yang mengalami masa kehamilannya mudah hingga sampai melahirkan.

Terlepas dari itu, terkait masalah pusing di masa kehamilan, berikut MVoice merangkum beberapa alasannya tiap trimester :

Trimester Pertama

Di trimester pertama ini, pada umumnya disebabkan oleh perubahan hormon. Kemudian karena perubahan melebarkan dinding pembuluh darah.

Kedua hal itulah yang menimbulkan penurunan tekanan darah pada perempuan hamil. Akibatnya membuat pusing dan lemas.

Kemudian, saat itu pula tubuh sedang menyesuaikan diri menjaga makanan dan cairan tubuh.

Trimester Kedua

Pada trimester ini, pada umumnya disebabkan adanya peningkatan volume darah hingga 30%.

Hal ini karena janin sedang tumbuh dan menekan pembuluh darah. Akibatnya, saat tekanan darah meningkat menyebabkan pening dan pusing.

Disisi lain, perempuan pusing bisa juga dehidrasi dan kepanasan dan kurang cairan tubuh dan menyebabkan tubuh lemas.

Kemudian, alasan lain yaitu karena turunnya kadar gula darah. Hal itu menyebabkan pusing pada perempuan hamil.

Maka dari itulah, perlu asupan karbohidrat cukup selama masa kehamilan.

Dan untuk masalah ini tidak hanya terjadi di trimester pertama dan kedua. Bisa jadi juga terjadi di trimester ketiga.(Der/Aka)

MPM Beri Tips Persiapan dan Teknik Berkendara di Musim Hujan

Ilustrasi berkendara di musim hujan (istimewa)
Ilustrasi berkendara di musim hujan (istimewa)

MALANGVOICE – Saat musim hujan menjadi suatu tantangan bagi pengendara motor karena jalanan yang dilewati licin dan dipenuhi genangan air bisa jadi menjadi bahaya. Oleh karena itu, beberapa hal ini yang harus disiapkan oleh pengendara motor yang akan melakukan perjalanan agar aman berkendara saat Hujan.

1. Persiapkan Jas Hujan .
Gunakan jas hujan dengan model baju dan celana . Selain terhindar dari basah juga agar lebih flexible dan bisa meliindungi tubuh ketika terjatuh.

2. Jaga Jarak
Pada saat berkendara di saat hujan, jarak pandang akan terhalang oleh derasnya hujan sehingga bisa terjadi pengereman secara mendadak yang akan mengakibatkan bertabrakan. Oleh karena itu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

3. Nyalakan Lampu Kendaraan.
Pastikan lampu kendaraan menyala agar mudah terlihat oleh kendaraan di depan. Seperti Fitur AHO (Automatic Headlight On) yang ada di motor Honda adalah fitur dimana lampu utama pada motor akan tetap menyala secara otomatis sejak mesin motor pertama kali dihidupkan.

4. Cek Kondisi Ban.
Segera ganti ban apabila sudah gundul agar tidak mudah Selip ketika berkendara dijalan yang licin dan basah.

5. Hindari Melintasi Rel Kereta Api
Apabila memang harus melewati rel kereta api dan untuk menghindari motor tergelincir akibat rel basah dan licin, kurangi kecepatan. Pastikan melintasi rel kereta tersebut dengan posisi roda memotong rel tegak lurus dan hindari penggunaan rem depan. Jangan berkendara dengan posisi roda menyerong karena bisa mengakibatkan motor tergelincir.

6.Tingkatkan Kewaspadaan.
Saat berkendara visibilitas akan menurun ketika hujan .

“Jika hujan semakin deras lebih baik berhenti dan berteduh di tempat yang aman untuk menghindari kecelakaan yang diakibatkan oleh alam dan lingkungan,” ujar Instruktur Safety Riding MPM, Hari Setiawan.(Der/Aka/Adv)