Lima Warga Kota Batu Jadi Korban Kebakaran KM Santika Nusantara

Sejumlah penumpang KM Santika Nusantara yang berhasil diselamatkan (Foto : Istimewa)
Sejumlah penumpang KM Santika Nusantara yang berhasil diselamatkan (Foto : Istimewa)

MALANGVOICE – Terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembo Kamis (22/8) kemarin meninggalkan duka. Dari 277 penumpang yang menjadi korban. Lima di antaranya merupakan warga Kota Batu.

Menurut informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Batu, empat orang yang ditemukan selamat diketahui atas nama Sugeng, Kasin, Mufid dan Mansyur. Sedangkan satu orang yang ditemukan meninggal dunia yaitu Asfani.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan tiga korban selamat sudah tiba di Kota Batu. Dan saat ini sudah berada di rumah masing-masing.

“Korban Selamat ada 139 orang. Di antaranya ada lima warga Kota Batu. Empat selamat, satu meninggal,” ujar Rochim dalam keterangan tertulisnya Sabtu (24/8).

Rochim menyampaikan, korban meninggal dunia atas nama Asfani merupakan warga Jalan Anjasmoro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Sebelumnya sempat hilang. Dan saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat ini BPBD memfasilitasi proses pemulangan korban di Tanjung Perak dan persiapan pemakaman di rumah duka,” imbuhnya.

Dijelaskannya, KM Santika Nusantara merupakan kapal rute dari Surabaya-Balikpapan. Kapal tersebut mengalami kebakaran pukul 20.45 saat berada di perairan Masalembo Sumenep, Madura, Jawa Timur. “Untuk penyebabnya masih belum diketahui,” kata dia.(Der/Aka)

Menhan Ajak Waspadai Konsep Khilafah

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu. (Lisdya)
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu. (Lisdya)

MALANGVOICE – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu mengatakan jika sudah ada 21 negara yang telah melarang konsep khilafah. Sebab, konsep tersebut dikatakan keluar dari ajaran Islam.

“Konsep khilafah ini adalah ajaran sesat yang dilarang di penjuru dunia. Bahkan, di Mesir sudah membubarkan organisasi yang mendorong negara khilafah,” ujarnya saat memberikan materi Bela Negara kepada mahasiswa baru UB, Sabtu (24/8).

Menurutnya, siapapun tak boleh mengubah ideologi Pancasila diganti dengan konsep keagamaan. Ideologi Pancasila dikatakannya merupakan anugerah luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia.

“Siapapun nggak boleh mengganti Pancasila. Apabila kita sudah menerapkan Pancasila sejak dini, otomatis kita memiliki sikap bela
negara,” ungkapnya.

Selain itu, saling terikatnya sikap bela negara dan Pancasila merupakan salah satu bentuk nasionalisme. Hal ini juga harus diterapkan di perguruan tinggi. Sebab, akhir-akhir ini ia khawatir akan paham radikal yang marak berkembang di lingkungan perguruan tinggi.

“Ketahanan nasional bisa saja terancam, seperti terorisme. Namun, ancaman tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali bagi generasi muda. Untuk itu kita terus tingkatkan rasa bela negara kita dengan menerapkan ideologi Pancasila,” tandasnya.(Der/Aka)

Akhiri Jabatan Ketua Dewan, Bambang Pilih Buka Warung Rawon

Mantan Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto menyerahkan palu sidang kepada Ketua DPRD Kota Malang Sementara I Made Rian Diana, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)
Mantan Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto menyerahkan palu sidang kepada Ketua DPRD Kota Malang Sementara I Made Rian Diana, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Mantan Ketua DPRD Kota Malang hasil PAW Bambang Heri Susanto bakal membuka warung rawon. Hal ini diungkapkan saat memimpin paripurna sumpah janji jabatan 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024, Sabtu (24/8).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, seluruh anggota DPRD Kota Malang hasil PAW yang tak melanjutkan diri dalam legislatif telah memulai kembali pekerjaan lamanya, dua bulan sebelum lengser.

“Ada anggota yang kembali sebagai kontraktor. Ada yang kembali ke usaha traveling. Ada yang dosen telah kembali ke kampusnya masing2,” kata Bambang.

“Mereka semua telah kembali ke habitatnya,” kelakarnya disambut tawa peserta paripurna.

Ia melanjutkan, para mantan anggota dewan memilih jalan usahanya masing-masing. Bahkan ada yang berencana membuka usaha baru dan berkolaborasi sesama mantan anggota dewan.

“Ada yang menarik ini yang buka (warung) rawon. Namanya Rawon DEBUS. Singkatnya dari Didik, Eko Bambang, Ula, dan Sulastri. Semoga mendapatkan ridho,” ujarnya lalu disambut tepuk tangan peserta paripurna.(Der/Aka)

Temui Demonstran, Pimpinan Dewan Janjikan Dialog Lagi

Ketua DPRD Kota Malang Sementara I Made Rian Diana dan anggota dewan lainnya bertemu masa aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD kota Malang, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)
Ketua DPRD Kota Malang Sementara I Made Rian Diana dan anggota dewan lainnya bertemu masa aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD kota Malang, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Anggota DPRD Kota Malang yang baru disumpah janji jabatannya memenuhi tuntutan pengunjukrasa di depan gedung DPRD Kota Malang, Sabtu (24/8). Dewan menyatakan komitmennya untuk merespon setiap aspirasi pengunjuk rasa tersebut.

“Kami siap mendengarkan aspirasi masyarakat. Teman-teman juga sering mengadakan diskusi dan kami siap untuk berdialog lagi,” kata Ketua DPRD Kota Malang Sementara, I Made Rian Diana.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, memang tahapan janji – janji anggota dewan sebagai wakil rakyat harus dibuktikan.

“Pembuktian itu semua ya melalui kerja, kita kerja dulu, itu yang nanti kita lihat,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, massa tergabung dalam Malang Corruption Watch atau MCW menggelar unjuk rasa menuntut DPRD Kota Malang yang baru saja dilantik atau sumpah janji jabatan.

Tuntutannya diantaranya, memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Benar-benar memperhatikan substansi kegiatan dalam melakukan reses. Menyusun alokasi-alokasi anggaran yang pro terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aktif melaksanakan fungsi pengawasan dengan maksimal terhadap kinerja eksekutif melalui hak-hak anggota dewannya. Aktif menyebarluaskan informasi kegiatan dan program legislasi yang partisipatif.(Der/Aka)

Sumpah Janji Jabatan DPRD Kota Malang Diwarnai Unjuk Rasa

Suasana unjuk rasa di depan pintu gerbang DPRD Kota Malang, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)
Suasana unjuk rasa di depan pintu gerbang DPRD Kota Malang, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Massa tergabung dalam Malang Corruption Watch atau MCW menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang. Saat bersamaan, sejumlah 45 anggota dewan periode 2019-2024 menjalani pengambilan sumpah janji jabatan, Sabtu (24/8).

Massa yang membentangkan spanduk bertuliskan ‘DPRD Malang ora jujur, ajur’ itu mendesak anggota dewan yang baru diambil sumpah untuk bertemu langsung.

“Hari ini DPRD Kota Malang untuk periode 2019-2024 dilantik. Pada momen pelantikan DPRD kali ini, kami mengadakan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada anggota DPRD baru yang akan menjalankan tupoksinya,” kata koordinator aksi Hanif Abdul.

Aspirasi tersebut berisi beberapa catatan dan rekomendasi kepada DPRD Kota Malang periode 2019-2024 berdasarkan tiga fungsi utamanya, fungsi penganggaran, pengawasan dan fungsi legislasi.

Pertama, tentang fungsi penganggaran, untuk pendapatan Kota Malang sangat diklaim masih kecil. Pada APBD 2019, dari total Rp 2,1 triliun Anggaran Pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang hanya sebesar 500 Milyar.

“Padahal ekonomi Kota Malang terbilang sangat besar dilihat dari PDB sebesar 62 triliun, sudah semestinya keriuhan ekonomi ini menyumbang untuk perbaikan derajat kehidupan masyarakat,” urainya.

Lalu, fungsi pengawasan DPRD harus berani mendalami suatu isu yang ada di masyarakat. Terutama terkait dengan kinerja OPD di Kota Malang. DPRD, menurutnya, harus bisa memaksimalkan penggunaan hak interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat serta seluruh fungsi DPRD. Ada beberapa permasalahan yang MCW soroti.
Pertama, pengawasan di sektor pendidikan. Temuan MCW dalam mengadvokasi kasus-kasus di pendidikan seperti adanya pungli di satuan pendidikan, tidak sesuainya jumlah sekolah negeri dengan jumlah lulusan, komite sekolah yang tidak berperan semestinya, persebaran sekolah tidak merata, dan tidak meratanya kualitas tenaga kependidikan.

Sebagai fungsi legislasi, masih buruknya komitmen kepada keterbukaan informasi publik menjadi sorotan. Salah satu faktor yang menyebabkan minimnya partisipasi masyarakat adalah tidak tersosialisasikannya program legislasi daerah. Padahal, DPRD sebagai badan publik wajib mentaati ketentuan dalam Undang-undang 14 tahun 2008 pasal 9 yang menyebutkan, bahwa kegiatan badan publik merupakan informasi yang wajib tersedia dan diumumkan.

“Atas dasar beberapa catatan di atas, MCW sebagai elemen masyarakat Kota Malang menuntut DPRD Kota Malang yang baru saja dilantik untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Benar-benar memperhatikan substansi kegiatan dalam melakukan reses. Menyusun alokasi-alokasi anggaran yang pro terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aktif melaksanakan fungsi pengawasan dengan maksimal terhadap kinerja eksekutif melalui hak-hak anggota dewannya. Dan Aktif menyebarluaskan informasi kegiatan dan program legislasi yang partisipatif,” pungkasnya.(Der/Aka)

Pengembangan Green Teknologi Demi Menjaga Lingkungan

Pelaksanaan Seminar Nasional. (Toski D)
Pelaksanaan Seminar Nasional. (Toski D)

MALANGVOICE – Fakultas Teknik (FT) Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) menggelar Seminar Nasional Teknologi Industri Lingkungan dan Infrastruktur di Hotel Savanna, Malang, Sabtu (24/8).

Seminar Nasional yang digelar rutin dalam setiap tahun ini mendatangkan tiga pemateri yang merupakan dosen, pakar/praktisi dalam bidang Green Technology, yaitu : Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan RISTEKDIKTI, Mustangimah. Kemudian, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant, dan Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Christina Wahyu K.

Seminar Nasional ini digelar dengan mengusung tema ‘Strategi Pengembangan Green Technology Berbasis Manajemen Lingkungan’

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan RISTEKDIKTI, Mustangimah mengatakan, dengan adanya seminar seperti ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam rekayasa industri.

“Diharapkan rekayasa industri tersebut bisa lebih memprioritaskan tentang green teknologi. Supaya sumber daya alam tidak dieksploitasi terus menerus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mustangimah menjelaskan, dengan begitu, penelitian-penelitian yang telah dilakukan sejak lama dapat diimplementasikan dalam pengembangan energi ke depan.

“Dengan begitu, pengembangan Teknologi Industri nantinya bisa tidak merusak lingkungan yang diimbangi dengan inovasi baru serta kreativitas dari anak-anak dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant menyampaikan, seminar nasional ini merupakan upaya mewujudkan green technology suapaya kedepannya tidak mengalami krisis air bersih.

“Saya mendukung kegiatan ini, karena bicara tentang lingkungan hijau, dan teknologi yang ramah lingkungan. Sebab, jika tidak mengembangkan green teknologi, menurut saya air tanah akan habis,” ungkapnya.

Di sisi lain, Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Christina Wahyu K menjelaskan, dalam seminar ini membahas tentang permasalahan dimasyarakat yang selama ini kurang disadari tentang kesehatan, dan ketentraman akibat revolusi industri.

“Diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan lingkungan, dimana mereka baik itu pelaku usaha supaya menggunakan teknologi yang berbasis lingkungan (teknologi ramah lingkungan),” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Festival Beji Kampung Tempe, Dewanti Diajak Membuat Tempe

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dan Wawali saat mengikuti proses pembuatan tempe di Omah Tempe Desa Beji, Kota Batu Jumat (23/8) malam (Foto: Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dan Wawali saat mengikuti proses pembuatan tempe di Omah Tempe Desa Beji, Kota Batu Jumat (23/8) malam (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 750 warga desa Beji tumplek blek menari kolosal dalam gelaran Festival Beji Kampung Tempe di Lapangan Desa Beji Kota Batu, Jumat (23/8) malam.

Mula-mula Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko beserta Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan Pj Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap diajak melihat dan turut mengikuti proses pembuatan tempe di Omah Tempe.

Tak lupa, di sana wanita yang akrab disapa Bude itu dijamu dengan berbagai macam olahan tempe untuk dinikmati.

Selanjutnya, mereka diarak menggunakan dokar bersama dengan gunungan tempe, tumpeng, dan beragam kesenian menuju lapangan Desa Beji. Sesampainya di sana, mereka disuguhkan dengan hiburan yang luar biasa.

Ya, tarian ‘Gembang Dele’ namanya. Suatu tarian yang disuguhkan perdana di hadapan masyarakat. Dan memiliki sebuah makna cerminan warga di sana setiap harinya memproduksi kedelai untuk dijadikan makanan lezat dan bergizi yakni tempe.

‘Bang Gembang Gembang Dele… Bang Gembang Dele… Diolah Dadi Tempe, Bang Gembang Gembang Dele… Bang Gembang Dele… Diolah Dadi Tempe, Yak Yake… Yak Yake… Hokya Hokya…’

Tampak asyik orang nomor satu di Kota Batu itu menarikan tarian ‘Gembang Dele’. Dengan lemah gemulai ia menirukan gerak penari yang ada di sekitarnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ‘Udan Tempe’ atau sedekah rakyat. Sebelum dilakukan udan tempe ada sebuah prosesi sakral. Selembar kain berwarna putih diletakkan di atas tanah tepat berada di hadapan gunungan tempe.

Di atas kain diberi dua kendi satu berisikan bunga, dan lainnya berisikan batu dan air. Kemudian terdapat tokoh masyarakat yang menyalakan dupa dan sapu lidi.

Seluruh elemen masyarakat pun dengan khitmat memanjatkan doa bersama. Dilanjutkan prosesi pemecahan kendi oleh Wali Kota Batu, Wawali, dan Pj Kepala Desa Beji.

Nah, pada akhirnya tempe pun dibagikan. Sontak warga desa Beji antusias berebut tempe tersebut yang sudah menjadi incarannya.

Pj Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap mengatakan, Festival Beji Kampung Tempe ini merupakan puncak dari rentetan Bersih Desa Beji dengan memunculkan salah satu ikon di Desa Beji yakni tempe.

Menurut dia, saat ini tempe tidak hanya sekadar tempe. Tapi dapat diolah menjadi beragam makanan. Di antaranya kripik tempe, pia tempe, stik tempe dan lain sebagainya.

“Ya, melalui tempe ini harapannya menciptakan masyarakat ekonomi kreatif dan seni kebudayaannya yang patut dilestarikan,” ujarnya

Ia menambahkan rencananya festival seperti ini akan digelar setiap tahun.

“Karena tarian serta lagu seni Gembang Dele asal Desa Beji ini diciptakan warga sini. Sehingga, ke depan dapat dikomersilkan. Agar bisa menambah nilai ekonomi, untuk mewujudkan Desa Berdaya Kota Berjaya,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menambahkan adanya festival seperti ini masyarakat akan lebih mengenal Desa Beji sebagai tempatnya produksi tempe.

“Oleh sebab itu, ke depan tempe dapat diolah menjadi beragam oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung atau didistribuskan,” katanya.

Selain itu, Plt. Kepala Disparta Kota Batu mengatakan sebagai sentra produksi tempe yang sudah ada di Kota Batu diharapkan menjadi terobosan adanya wisata edukasi tempe. Kemudian menjadi pilihan wisatawan ketka berkunjung ke Kota Batu.

“Apalagi wisata edukasi itu masih jarang ditemukan. Melihat hal ini cukup menarik untuk diketahui oleh anak-anak,” terangnya.

Tak hanya itu saja, melalui gelaran seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sehingga, diharapkan mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Batu atau Desa Beji.(Der/Aka)

Pelantikan Anggota DPRD Kota Malang Periode 2019-2024 Tak Dihadiri Khofifah

Suasana sumpah janji jabatan 45 Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2024, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)
Suasana sumpah janji jabatan 45 Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2024, Sabtu (24/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Sejumlah 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024 resmi disumpah janji jabatan, Sabtu (24/8). Meskipun tak dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, prosesi tetap berjalan khidmat.

Ketua DPRD Kota Malang hasil PAW, Bambang Heri Susanto dalam sambutannya menyampaikan permohonan dirinya dan anggota dewan yang lain.

“Dalam kesempatan ini, perkenankan saya mewakili anggota DPRD (hasil PAW) mohonan diri, dan menyampaikan selamat bertugas untuk anggota DPRD baru, dipilih berdasarkan Pemilu 2019 lalu,” kata Bambang.

Ia juga berharap, anggota dewan yang baru dapat meneruskan capain tugaa yang baik.

“Semoga dapat lebih menyempurnakan tugas kami dan kinerja kami,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu juga, ditetapkan pimpinan DPRD Kota Malang untuk sementara. Ketua DPRD Kota Malang sementara I Made Rian Diana dari PDI Perjuangan dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang sementara Abdurochman dari PKB.

Berikut ini rincian 45 Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2024;

PDI Perjuangan
1. Ahmad Wanedi
2. Lea Madarina
3. Ferry Kurniawan
4. Iwan Mahendra
5. Harvad Kurniawan R
6. Eko Hardianto
7. Wiwik Sukesih
8. Amithya Ratnanggani
9. Agoes Marhaenta
10. Luluk Zuhriyah
11. I Made Rian Diana Kartika
12. Nurul Setyowati

PKB
13. Abdurahman
14. Fathol Arifin
15. Arief Wahyudi
16. Hartatik
17. Ike Kisnawati
18. Abdul Wahid
19.Ahmad Farih Sulaiman

PKS
20. H. Rohmad
21. Bayu Reksa Aji
22. Asmualik
23. Akhdiyat Syabril Ulum
24. Trio Agus P
25. Fuad Rahman

Gerindra
26. Randy Gaung Kumaraning
27. Rimzah
28. Joko Hirtono
29. Nurul Faridawati
30. Lelly Theresiyawati

Golkar
31. H.Rahman Nurmala
32. Arief Budiarso
33. Edy Wijanarko
34. Suryadi
35. Retno Sumarah

Demokrat
36. Wiwik Sulaiha
37. Indah Nurdiana
38. H Imron

PAN
39. Eko Hadi
40. Lookh Makhfud
41. Pujianto

NasDem
42. Suyadi
43. Gagah Soeryo P

Perindo
44. Alkasa Sulima

PSI
45. Jose Rizal J

(Der/Aka)

Dewan Baru Diharap Bisa Mengemban Amanah dan Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat

Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly.
Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

MALANGVOICE – Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Malang terpilih di Pemilu 2019 dilantik hari ini, Sabtu (24/8).

Pelantikan dewan periode 2019-2024 berlangsung di gedung DPRD Kota Malang.

Dilantikanya dewan yang baru ini banyak menuai harapan dari masyarakat agar bisa bekerja mewakili suara rakyat. Salah satunya disampaikan Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

“Selamat kepada anggota dewan yang baru, semoga bisa mengemban amanah, mengontrol kerja pemerintah demi kemajuan Kota Malang,” katanya melalui keterangan tertulis.

Dikatakannya, tugas dewan yang baru ini sangat berat. Apalagi ditambah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat usai kasus yang menyeret 41 anggota dewan dalam kasus korupsi pada 2018 silam.

“Harus mengembalikan kepercayaan ke masyarakat,” ujarnya.(Der/Aka)

Pemkot Malang Apresiasi Kinerja DPRD Hasil PAW

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko bersama anggota DPRD Kota Malang hasil PAW. (Humas Pemkot Malang).
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko bersama anggota DPRD Kota Malang hasil PAW. (Humas Pemkot Malang).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang mengapresiasi kinerja para anggota DPRD Kota Malang periode tahun 2014 -2019, khususnya anggota hasil PAW. Meskipun bertugas singkat, anggota legislatif mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dengan maksimal.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, sinergitas antara Pemkot Malang dengan DPRD Kota Malang khususnya para anggota hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) berjalan dengan baik. Hal ini terbukti, beberapa agenda mampu diselesaikan tepat waktu seperti pengesahan beberapa Peraturan Daerah hingga pengesahan APBD Perubahan Tahun 2019.

“Tentu hal ini patut diapresiasi karena hal ini berkaitan dengan upaya membangun Kota Malang,” kata Sutiaji dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/8).

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat Kota Malang sudah sangat pintar dalam melihat program pembangunan yang ada. Karena itu, kinerja yang baik antara legislatif dan eksekutif, menjadi penting karena berkaitan dengan pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan.

“Karena sinergi yang baik itu, alhamdulilah Kota Malang akan menerima beberapa penghargaan dari Presiden salah satunya sebagai kota kreatif,” ujarnya saat menghadiri Forum Sinergitas Eksekutif dan Legislatif Menuju Kesinambungan Pembangunan Kota Malang, di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu tersebut.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Meskipun sempat terganjal kasus hukum yang mendera DPRD Kota Malang, namun kinerja DPRD Kota Malang utamanya para anggota dewan hasil PAW sangat baik dan patut diapresiasi.

“DPRD Kota Malang selama lima tahun ini sudah bekerja dengan sangat baik.
Dewan hasil PAW sangat baik dalam meneruskan membangun Kota Malang,” kata Bung Edi.

Apresiasi kepada para anggota dewan hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) itu dikarenakan, dengan masa kerja yang relatif hanya satu tahun namun mampu mewarnai pembangunan Kota Malang. Selain itu, lanjut dia, dinamika musyawarah dan saling tukar ide serta gagasan antara DPRD dan Pemkot Malang berjalan sangat baik.

“Meski sebentar tapi dewan sangat all out dan rasanya seperti bekerjasama selama lima tahun dengan bapak ibu semua,” pungkasnya.

Politisi Golkar ini juga berpesan agar para anggota dewan baik yang meneruskan amanah pada periode selanjutnya, atau yang sudah tidak lagi menjabat pada periode mendatang tetap terus semangat memberikan sumbangsih dalam upaya membangun Kota Malang.

“Bapak ibu harus mampu berbuat baik bagi masyarakat sebagai tokoh-tokoh Kota Malang, memberikan ide dan gagasan, serta membantu menjaga ketertiban dan keamanan serta mendukung pembangunan yang ada di Kota Malang,” ujarnya.

“Tetap kita jaga silaturahmi, dan terus menjalin komunikasi serta sinergitas bersama,” imbuh Bung Edi.

Seperti diketahui, masa kerja DPRD Kota Malang periode 2014 -2019 telah usai pada Agustus tahun ini dan digantikan oleh para anggota dewan yang terpilih dari hasil Pemilihan Legislatif tahun ini yang akan dilantik pada Sabtu (24/8) besok.(Der/Aka)

Komunitas