Clara Gopa Akui Sempat Ditantang Usai Dibilang ‘Penipu’

Clara Gopa bersama dengan kuasa hukum menunjukkan surat aduan ke Polisi, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Penyanyi Dangdut Clara Gopa mengaku sempat mendapatkan Direct Message (DM) dari Netizen yang baru dilaporkannya ke Polresta Malang Kota atas dugaan kasus pencemaran nama baik.

Perlu diketahui, Salah satu akun Instagram bernama Aliya_pendaki_syantik_malang, sempat mengunggah foto dirinya bersama dengan Clara Gopa beberapa waktu lalu.

Foto itu mendapat komentar dari salah satu Netizen dengan nama akun Wullan_Ayucomell, dalam komentar itu bertuliskan ‘Lapo Penipu Iku‘.

Komentar tersebut membuat Clara Gopa merasa tidak nyaman dan melaporkan akun Wullan_Ayucomell kepada pihak berwajib, pada Jumat (3/12).

Baca Juga: Gara-gara Komentar ‘Penipu’, Clara Gopa Lapor Polisi

Sebelumnya, pentolan Duo Semangka ini mengaku sempat mendapatkan DM dari terlapor yang menantangnya untuk bertemu secara tatap muka.

“Awalnya saya bikin story Instagram dan saya tag ke akun Wullan_Ayucomell, ucapannya ‘Halo mbak wulan, sudah ready ya, hari Jumat semua berkasnya masuk di Polresta Malang‘. Story tersebut dibalas yang bersangkutan lewat DM,” ujarnya, Jumat (3/12).

“Dia (Wullan_Ayucomell) langsung menanggapi lewat DM. ‘Maksudnya apa mbak, saya tunggu. Kalau memang saya salah aku anak orang nggak punya loh ya kak. Tapi instrospeksi diri antara orang kaya dan orang miskin‘,” sambung Clara membacakan isi DM antara dia dengan pihak terlapor.

Melihat pesan yang disampaikan terlapor lewat DM itu, Clara memutuskan untuk tidak membalas pesan tersebut. Namun pemilik akun Wullan_Ayucomell tetap mengirim pesan kembali kepada Clara.

“Terus dia ngasih nomor handphone nya. terus dia bilang ‘langsung telepon saja kak ke nomor baru saya, kalau saya yang salah saya mohon maaf, tapi kalau saya nggak salah, lebih baik saya didenjara. Kalau memang saya yang salah, ayo ketemu, jangan di hp ini, ke nomor baru. Tak ceritain semuanya‘,” terang Clara melanjutkan membaca pesan lewat DM itu.

Melihat pesan tersebut, menguatkan keinginan Clara untuk melanjutkan laporan dugaan nama baik itu ke Polresta Malang Kota.

“Karena dia tidak bisa menyampaikan dengan baik-baik kan bikin Clara kesal. Dan berhubung dia menantang dia mengajak ketemu, berani dipenjara dan lain-lain lah ini melawan banget nih. Jadi itu yang bikin Clara berani tindak ke hukum,” tandasnya.(der)

Hotel di Malang Dipasangi Peduli Lindungi dan Tiadakan Pesta Kembang Api

Ilustrasi salah satu Hotel yang ada di Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat 90 persen Hotel di Kota Malang sudah menerapkan aplikasi Peduli Lindungi.

Pemasangan aplikasi peduli di hotel tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 sesuai instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Sebagian besar sudah terpasang aplikasi peduli lindungi, tinggal beberapa hotel kecil yang belum,” kata Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, Jumat (3/12).

Pihaknya mengaku terus memberikan pengarahan kepada pengelola hotel agar segera memasang aplikasi Peduli Lindungi.

“Kalau tidak pakai kan takutnya akan disanksi, karena aplikasi peduli lindungi itu memang menjadi persyaratan di Inmendagri,” kata dia.

Sementara itu, saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, pihaknya juga akan melakukan pembatasan kapasitas hotel. Pembatasan itu akan mulai dilakukan saat penerapan PPKM Level 3 sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Selain itu, Agoes juga memastikan tidak akan ada kegiatan keramaian dan perayaan kembang api di hotel saat Nataru nanti.

“Jadi kami akan patuh pada ketentuan pemerintah untuk penanganan pandemi. Karena sudah 2 tahun kita dilanda pandemi yang imbasnya ke kami juga, hotel sepi,” tandasnya.(der)

Desa Punten Hadirkan Wisata Budaya dan Sejarah untuk Pikat Wisatawan

Wisata alam Desa Punten, Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Ikon-ikon wisata berbasis potensi desa dimunculkan untuk mendongkrak pertumbuhan desa wisata di Kota Batu. Kemunculan desa wisata berkorelasi erat dengan peningkatan taraf hidup perekonomian masyarakat.

Sebuah ironi jika sebagai kota wisata, masyarakat Kota Batu hanya menjadi penonton. Untuk itu desa wisata digenjot agar masyarakat merasakan dampak hiruk pikuk pariwisata.

Dinas Pariwisata Kota Batu pun mendukung pengembangan desa wisata melalui penguatan kelembagaan agar pengelolaannya bisa profesional dan berdampak kesinambungan.

Dalam kelembagaan itu akan dibentuk struktur kepengurusan yang diisi sosok berkomitmen dan memiliki kapasitas mengelola desa wisata. Melalui kelembagaan itu disiapkan pula akses informasi potensi desa dengan memanfaatkan medsos maupun website, sehingga bisa mempromosikan paket-paket wisata.

Wisata alam Desa Punten, Kota Batu. (Istimewa)

“Kelembagaan ini agar pengelolaannya tidak parsial. Penguatan kelembagaan desa wisata merupakan sebuah program yang difokuskan Dinas Pariwisata saat ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.

Perhatian yang hanya diberikan ke destinasi wisata milik swasta bukanlah suatu cerminan dari jargon ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya’. Untuk itu, ia ingin visi itu segera diwujudkan melalui pengembangan desa wisata. Salah satu potensi destinasi wisata yang dimunculkan kali ini yakni Desa Punten. Desa yang berada di Kecamatan Bumiaji ini aktif mempromosikan destinasinya melalui akun instagram desawisatapuntenae.

Punten memiliki berbagai macam potensi yang sangat mengagumkan, dengan karakter masyarakatnya yang gotong royong dan ramah. Mulai dari wisata, kearifan lokal, kuliner,dan budaya.

Berbagai macam wisata seperti Kampung Wisata Kungkuk dan Kampung Wisata Payan ada di Desa Punten. Destinasi wisata ini memiliki kearifan lokal dan adat istiadat yang masih dijunjung tinggi. Berbagai macam atraksi seni budaya tetap lestari di sini seperti Kuda Lumping, Tari Santar atau Tari Halaman.

Wisata edukasi ternak kelinci. (Istimewa)

Berbagai peninggalan sejarah juga terdapar di Desa Wisata Punten seperti Situs Lumpang, Watu Dakon, Gadung Melati, lalu Punden Ketumpuk, Mbah Gampeng, Purwosenjoto, Mbah Watu Gimbal, Lo Dengkol, dan Punden Sumber Gemulo.

Bila ingin menikmati sajian kuliner Desa Wisata Punten juga memiliki tempat makan dan juga café, salah satunya Café Sitangsu, Warung Lesehan Bambu dan masih banyak lagi lainnya. Hotel dan homestay yang sangat nyaman, ramah, aman, sehat dan menarik ada di sini seperti salah satu hotel yang sudah tak asing lagi, Hotel Purnama.

Berikut beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan di Desa Wisata Punten :
Paket Edukasi Pertanian [IDR 25k] (Pertanian Jeruk, Pertanian Bunga Krisan, Pertanian Bunga Mawar, Pertanian Apel, Pertanian Sayur, Pertanian Jarum Tiram)
Paket Edukasi Peternakan [IDR 25k] (Peternakan Sapi, Peternakan Kelinci, Peternakan Hamster)
Paket Edukasi Industri [Kunjungan IDR 30k/Praktek IDR 100k] (Industri Keripik Apel, Industri Keripik Bayam, Industri Tingting Jahe, Industri Minuman Sari Buah, Industri Pengolahan Sampah TPS-3R)
Wisata Budaya (Tari Reyog, Bantengan, Samboyo, Kuda Lumping, Pencak Silat).
Paket Outbound [IDR 180k] (Camping Ground, Adventure Jeep, Adventure ATV, Berkuda, Edukasi Kampung Ramah Anak)
Paket Live Inn 2 Hari 1 Malam [Pelajar IDR 300k/Dewasa IDR 320k] min 50pax. Fasilitas : Homestay 1 malam, Makan 3x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Live Inn 3 Hari 2 Malam [Pelajar IDR 550k/Dewasa IDR 600k] min 50pax. Fasilitas : Outbound (Icebreaking+3 Haerop), Homestay 2 malam, Makan 6x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Live Inn 3 Hari 2 Malam [Pelajar IDR 420k/Dewasa IDR 470k] min 50pax. Fasilitas : Homestay 2 malam, Makan 5x, Kunjungan Edukasi ke 1 lokasi, Presentasi, Gebyar Budaya, Kendaraan Shuttle.
Paket Studi Banding Desa Wisata [IDR150k] Fasilitas : Welcome Drink+snack, Workshop Desa Wisata di Balai Desa Punten, Edukasi 1 (by guest order), Edukasi 2 (Ikon Pertanian Jeruk Punten), dan makan siang dengan Nuansa Alam.

Selain beberapa hal di atas wisatwan juga dapat mengunjungi Kampung Idaman, Kampung Ramah Anak, Sumber Air Ngesong Banyuning, dan Kembang Asmoro di Desa Wisata Punten.(der/adv)

PWI Malang Raya Bersama Polresta Malang Kota Gelar UKW Angkatan 37-38

Suasana pelaksanaan Pra-UKW. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, bersama Polresta Malang Kota menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 37 dan 38, di Hotel Savana Kota Malang, Jumat (3/12).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Waka Polresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto, didampingi Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim tersebut diikuti 38 wartawan dari dalam dan luar Malang Raya.

Dalam sambutannya, Waka Polresta Malang Kota, AKBP Deny Heryanto mengatakan, Polresta Malang Kota selama ini telah menjalin hubungan silaturahim yang cukup akrab dan harmonis dengan rekan-rekan Jurnalis Malang Raya.

“Ini (UKW) sebagai bentuk perhatian Bapak Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kompetensi, maupun kapasitas kemampuan wartawan,” ucapnya.

Deny mengakui, dalam beberapa minggu ini memang banyak berita negatif tentang Polri, sehingga dia berharap para wartawan bisa menghadirkan pemberitaan yang positif.

“Kami berharap teman-teman wartawan Malang Raya tetap menghadirkan pemberitaan yang positif, seperti salah satunya keberhasilan Polresta Malang Kota dalam mengungkap tindak pidana terhadap anak yang viral di media sosial,” pintanya.

Untuk itu, lanjut Deny, diperlukan soliditas dan sinergitas antara Polresta Malang Kota dengan rekan-rekan media, agar turut menciptakan kondusifitas Kota Malang dan Jawa Timur pada umumnya.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Uji Kompetensi Wartawan angkatan 37 dan 38 dengan ini resmi saya buka,” pungkasnya yang disambut peserta UKW dan pemgurus PWI Malang Raya.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim mengapresiasi dan mengacungi jempol kiprah PWI Malang Raya yang merupakan PWI paling aktif, dan paling sering menggelar UKW, dibanding daerah lain.

“PWI Malang Raya ini luar biasa. Ini UKW yang kedua dengan dua angkatan. Lewat UKW akan melahirkan wartawan berkompeten. Dunia Pers pun akan sehat jika jurnalisnya cerdas. Ini akan membawa Indonesia maju,” tegasnya.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapolresta Malang Kota yang menjadi sponsor utama terselenggaranya UKW.

“Ini mungkin menjadi yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Pihak kepolisian berperan aktif dan mendukung serta mensponsori kegiatan UKW. Semoga bisa jadi role model sinergitas antara jurnalis dan kepolisian,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam Uji Kompetensi Wartawan Malang Raya ini di ikuti sebanyak 38 peserta. Mereka tidak hanya dari Malang Raya, namun juga dari daerah lain seperti Lumajang, Blitar, Situbondo, Surabaya dan beberapa daerah lainnya.(end)

Gara-gara Komentar ‘Penipu’, Clara Gopa Lapor Polisi

Clara Gopa bersama kuasa hukumnya Darius Situmorang saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Pedangdut Clara Gopa mengadukan akun Instagram Wullan_Ayucomell, atas dugaan pencemaran nama baik kepada Polresta Malang Kota.

Permasalahan itu bermula dari foto yang diunggah akun Instagram aliya_pendaki_syantik_malang pada Selasa (30/11). Dalam foto tersebut terlihat Clara Gopa berfoto dengan seorang wanita yang diduga merupakan pemilik akun tersebut.

Foto tersebut mendapat komentar dari salah satu akun bernama Wullan_Ayucomell, komentarnya bertuliskan ‘Lapo penipu iku’.

Pentolan Duo Semangka melalui kuasa hukumnya Darius Situmorang menyampaikan keberatan atas komentar yang dilontarkan akun Wullan_Ayucomell dalam postingan tersebut. Ia akhirnya memutuskan untuk mengadukan komentar itu kepada pihak berwajib.

Calara Gopa didampingi kuasa hukum melakukan pengaduan, (Bagus/Mvoice).

“Saya sebagai kuasa hukum dari Clara Gopa merasa keberatan atas penyampaian akun dari kolom komentar instagram milik aliyah_pendaki_syantik_malang itu yang menyebutkan klien kami sebagai penipu,” tegas Darius, Jumat (3/12).

Ia mengatakan, aduan sudah diserahkan beserta barang bukti tangkapan layar komentar dalam postingan foto tersebut.

“Tadi penyampaian dari Polresta Malang Kota, nanti akan segera ditindaklanjuti sementara nanti kemungkinan akan di informasikan kembali karena proses agak lama juga ya,” kata dia.

Clara Gopa yang turut hadir saat pengaduan tersebut, mengaku sempat kaget melihat komentar yang dilontarkan akun Wullan_ayucomell beberapa waktu lalu.

“Kaget sih, cuma Clara merasa difitnah karena komentar itu berada di tempat yang dilihat orang banyak di publik, tulisannya penipu,” ujarnya.

“Clara ini juga gak kenal yang bersangkutan (Wullan_ayucomell), orang yang punya instagram (aliyah_pendaki_syantik_malang) ini pernah minta foto sama clara di salah satu tempat karaoke di Malang. Tiba-tiba ada yang komentar bilang Clara penipu,” sambungnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan belum mendapatkan surat aduan tersebut.

“Surat belum turun ke Reskrim, kami coba cek dahulu,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Mvoice.(der)

KONI Kabupaten Malang Minta Maaf Tidak Bisa Ikut Porprov Jatim VII 2022

Ketua KONI Kabupaten Malang H Rosydin. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang menyampaikan permintaan maafnya tidak bisa ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VII tahun 2022 mendatang.

“Kami (KONI) minta maaf tidak bisa ikut Porprov Jatim VII tahun 2022 mendatang, jika jika tidak ada keputusan penambahan anggaran,” ucap Ketua KONI Kabupaten Malang, H Rosydin, Jumat (3/12).

Rosydin menjelaskan, permintaan maaf tersebut dilontarkan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak menambahkan anggaran untuk KONI Kabupaten Malang, yang dikabarkan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar di tahun 2022 mendatang.

“Kami ada 56 Cabor (Cabang Olahraga), informasinya kami dapat Rp2,5 miliar, itu pun yang Rp500 juta untuk Askab/PSSI Kabupaten Malang,” jelasnya.

Menurut Rosydin, dengan jumlah anggaran tersebut, KONI Kabupaten Malang terus berupaya melakukan lobi-lobi baik di Pemkab Malang sendiri maupun KONI Jawa Timur, agar bisa memberangkatkan atlet Kabupaten Malang ke Porprov Jatim VII tahun 2022 mendatang.

“Kami sudah menemui Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung, dengan harapan bisa melakukan mediasi tentang permasalahan anggaran KONI Kabupaten Malang yang belum ada kejelasan,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Rosydin, KONI Jawa Timur tidak bisa membantu terkait anggaran KONI Kabupaten Malang, karena hal tersebut bukan ranah KONI Jatim.

“Kami disarankan untuk bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, karena pemerintah daerah menjadi kunci, untuk memberikan anggaran,” bebernya.

Rosydin menegaskan, untuk bisa mencarikan solusi minimnya anggaran pembinaan di KONI Kabupaten Malang, pengurus mengirimkan surat ke Pemkab Malang, demi nasib para atlet.

“Kami sudah mengirimkan surat ke pemerintah daerah, agar pengurus bisa beraudiensi dengan Bupati, Sekda dan DPRD, untuk kejelasan nasib para atlet yang akan berlaga di Porprov Jatim,” pungkasnya.(end)

Menikmati Beragam Wisata di Desa Bumiaji Kota Batu

Batu Jati Mas, destinasi yang didirikan di Desa Bumiaji pada 2020 lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus gencar mempromosikan destinasi-destinasi yang dimunculkan desa wisata. Dukungan terhadap pertumbuhan desa wisata pun ditunjukkan melalui terbitnya Perda Desa Wisata.

Payung hukum ini diyakini sebagai penguatan desa wisata berbasis penguatan kultur yang berorientasi pada kearifan lokal. Apalagi desa wisata selaras dengan visi misi kepala daerah ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya‘ yang dituangkan dalam RPJMD 2017-2022.

Sehingga harus ada fokus prioritas agar bisa menjadi daya tarik wisatawan yang nantinya menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Apalagi Kota Batu didukung modal lebih, berupa panorama alam yang memukau dibalut sejuknya udara. Salah satu tempat yang menyajikan hal itu berada di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Salah satu desa tertua di Kota Batu ini menonjolkan ikon wisata religi makam Mbah Ghonaim. Mboh Ghonaim atau lebih familiar dengan sebutan Mbah Batu yang berkaitan erat dengan asal usul Kota Batu.

Wisata Petik Apel Bumiaji. (Istimewa)

“Optimalisasi potensi desa yang dikemas dalam sebuah destinasi desa wisata sangat berpengaruh terhadap peningkatan PADes,” ujar Kepala Desa Bumiaji, Edy ‘Jabo’ Suyanto.

Pendekatan yang dilakukan Desa Bumiaji dalam mengoptimalkan desa wisata melalui konsep agrowisata. Karena sektor pertanian mendominasi sebagai mata pencaharian masyarakatnya. Beberapa wisata yang dikolaborasikan dengan sektor pertanian seperti wisata petik jeruk yang populer di kalangan wisatawan.

Tawaran lainnya yang disuguhkan Desa Bumiaji untuk memikat wisatawan yakni wisata petik jambu kristal organik. Hanya dengan Rp 20 ribu wisatawan dapat menikmati buah kaya manfaat ini yang dipetik langsung dari pohonnya.

Berikutnya dihadirkan pula beragam wisata edukasi. Antara lain wisata edukasi pembuatan orange cake yang bisa didapat dengan tarif Rp 30 ribu. Lalu edukasi budidaya kambing dengan tarif Rp 30 ribu. Selain itu terdapat wisata edukasi petik dan merangkai bunga bertarif Rp 45 ribu, serta edukasi membatik bertarif Rp 50 ribu.

Panorama alam yang hijau serta udara sejuk menjadi nilai jual. Wisatawan dapat mencoba menyusuri setiap jengkal keindahan alam Desa Bumiaji dengan kendaraan jeep. Jasa ini dapat dinikmati dengan tarif Rp 150 ribu.

Berpetualang menggunakan Jeep di Bumiaji. (Istimewa)

Di Desa Bumiaji juga didukung dengan jasa akomodasi penginapan yang nyaman dan ramah. Wisata kuliner juga banyak bermunculan. Untuk para pecinta kuliner, Desa Wisata Bumiaji memiliki banyak café dengan konsep yang unik seperti Café Monstera, Café Retrorika, Café Sundul Langit dan lain lain. Tempat-tempat itu memanjakan mata wisatawan dengan pemandangan alam yang indah.

Pilihan wisata lainnya yang ada di Desa Bumiaji yakni Batu Jati Mas. Wisata ini baru didirikan pada 2020 lalu. Suasanya rindanh dipenuhi pepohonan jati berjenis jati mas. Karena itulah tempat tersebut diberi nama Batu Jati Mas. Destinasi ini menyediakan fasilitas umum dan permainan. Seperti motor cross, wahana permainan anak-anak seperti kolam renang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menargetkan satu desa atau kelurahan memiliki satu tujuan wisata pada 2021. Selama ini Dinas Pariwisata Kota Batu mengusung konsen terhadap pengembangan potensi di tiap-tiap desa/kelurahan di Kota Batu.

“Potensi-potensi itu terus dieksplorasi hingga menjadi daya tarik suguhan desa wisata. Desa wisata menjadi prioritas pembangunan Kota Batu yang bermuara untuk terwujudnya visi ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya’,” tandas dia.

Aktivitas wisata yang bisa dinikmati di Desa Bumiaji:

1. Petik Jambu Kristal [IDR 20k] Fasilitas : Guide Agrowisata, Keranjang, Gunting, Jambu Kristal.

2. Edukasi Pembuatan Orange Cake [IDR 30k] Fasilitas : Guide, Tester Orange Cake.

3. Edukasi Budidaya Kambing [IDR 30k] Fasilitas : Guide Profesional, Melihat langsung proses berternak kambing di kandang.

4. Petik dan Merangkai Bunga [IDR 45k] Fasilitas : Guide Agrowisata, Bunga potong, Peralatan merangkai (savanna, pisau, gunting potong, dll).

5. Edukasi Membatik [IDR 50k] Fasilitas : Guide, Melihat praktek pembuatan batik.

6. Shuttle Jeep [IDR 150k] Fasilitas : Driver, kendaraan jeep, bahan bakar.

*Dapat juga memilih paket 1 (point 1,2,3,4,6) atau paket 2 (point 1,2,3,5,6) seharga 250k/pax. Minimal 10 pax (include welcome drink dan oleh-oleh).(der/adv)

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Ingatkan Pidana Pemilu kepada Panitia Pilkades

Kantor Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kesatu di Kabupaten Malang yang bakal digelar pada Ahad (5/12) mendatang, saat ini memasuki hari tenang.

Semua tahapan proses pelaksanaan Pilkades di 12 desa yang ada di delapan kecamatan telah dilalui.

Hanya saja dalam pelaksanaan tahapan, banyak panitia Pilkades mengeluh alokasi anggaran pelaksanaan Pilkades ditengah pandemi Covid-19 seperti ini.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq menjelaskan, panitia Pilkades diperbolehkan menerima bantuan dari pihak ketiga.

“Sudah ada Perdanya, Perda Desa. Di situ dijelaskan dalam pelaksanaan Pilkades sumber pendanaannya itu ada tiga, yakni APBD, APBDes, dan pihak ketiga atau masyarakat,” ucap Zia kepada Mvoice, Kamis (2/12).

Bahkan politikus asal Partai Gerindra panitia tidak diperbolehkan menarik atau membebankan biaya Pilkades kepada para calon.

“Panitia Pilkades jangan sampai membebankan ke calon, itu aturannya. Yang dilakukan Panitia Desa Krebet itu bagus, dan tidak salah, memang alokasi pendanaan dari Kabupaten Malang itu tidak mencukupi,” jelasnya.

Zia juga menyarankan kepada setiap desa menyisihkan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades, agar panitia tidak kebingungan saat pelaksanaan.

“Kita meminta APBDes dicadangkan untuk Pilkades, entah dua tahun atau tiga tahun. Jadi sumber dana dari APBD ada dan APBDes juga ada,” terangnya.

Selanjutnya Zia mengingatkan panitia Pilkades tentang persyaratan vaksinasi untuk pencoblos agar tidak terjadi tindak pidana Pemilu.

“Panitia gak boleh mewajibkan masyarakat vaksinasi, misalnya yang tidak bervaksin gak boleh nyoblos. Itu pidana Pemilu,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Krebet, Kecamatan Bululawang, Jaelani mengatakan, anggaran Pilkades di masa pandemi Covid-19 ini, dinilai kurang.

“Di sini (Desa Krebet) ada 11 TPS, untuk memenuhi kebutuhan itu, kami menggali tambahan dana dari pihak ketiga (masyarakat) yang ada di desa yang dianggap mampu, tapi sumbangan itu tidak memaksa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, mendapatkan anggaran sebesar Rp74.593.445 dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 4.603 jiwa.(end)

Dinkes Kota Malang Dampingi Warga yang Alami Kebutaan Usai Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang saat ini memeriksa Joko Santoso (38) yang mengalami kebutaan setelah mengikuti vaksinasi pada Jumat 3 September 2021 silam.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk melihat apakah kebutaan itu disebabkan vaksin atau permasalahan lain.

“Belum ditentukan mas. Masih dalam pemeriksaan sampai saat ini,” ujarnya, Kamis (2/12).

Baca Juga: Joko Alami Kebutaan Usai Vaksin, Dinsos Beri Bantuan

Husnul menyampaikan sejak kebutaan dialami warga Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang itu, pihaknya telah melakukan pendampingan.

“Mulai awal sudah mendampingi yang bersangkutan. Rencana nanti tanggal 10 akan dilakukan kontrol di RSSA Malang dan kita dampingi,” kata dia.

Baca Juga: Kuli Bangunan Alami Kebutaan Setelah Jalani Vaksin di Arjowinangun

Setelah menerima perawatan kondisi Joko saat ini sudah mulai membaik. Dari yang sebelumnya tidak bisa melihat total, kini telah membaik hingga mencapai 75 persen.

Meski begitu, yang bersangkutan harus melakukan rawat jalan secara berkala.”Sudah lama sudah ditangani dan kondisinya sudah lebih membaik,” tandasnya.(der)

DPMD Kabupaten Malang Anggarkan Rp 867 Juta untuk Pilkades Serentak

Plt DPMD Kabupaten Malang, Suwadji. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kesatu yang bakan digelar pada Ahad (5/12) mendatang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengalokasikan anggaran sebesar Rp867.046.135.

Anggaran itu akan digunakan untuk pelaksanaan Pilkades di 12 desa yang ada di delapan kecamatan wilayah Kabupaten Malang.

Pelaksana Tugas (Plt) DPMD Kabupaten Malang, Suwadji mengatakan, pelaksanaan Pilkades mendatang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2021.

“Di Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2021, rincian penggunaan dan besaran biaya Pilkades sudah ditetapkan itu dari APBD,” ujarnya kepada Mvoice, Kamis (2/12).

Hanya saja, lanjutnya, anggaran itu sedang berproses, dan insyaallah dalam satu dua hari mendatang sudah cair.

Pria yang juga Asisten Pemerintah Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Malang ini menjelaskan, adapun besaran anggaran Pilkades di setiap desa, disesuaikan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

“Biasanya itu dari APBD, diatur secara proporsional sesuai jumlah hak pilih masing-masing desa yang telah ditetapkan berdasarkan data di KPU Kabupaten Malang pada pelaksanaan Pilkada Tahun 2020, dengan ditambah 10 persen,” jelasnya.

Lanjut Suwadji, pembiayaan Pilkades ini selain bersumber dari APBD Kabupaten Malang, juga dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Menurutnya, bantuan keuangan dari APBD itu bisa digunakan untuk membiayai sejumlah hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades seperti pengadaan surat suara, dan undangan para Calon,

Selain itu untuk biaya pendistribusian pengambilan dan pengembalian kotak suara dan bilik, honorarium panitia tingkat desa, serta honorarium panitia pendaftaran pemilih.

Sementara, pengeluaran yang bersumber dari APBDes disesuaikan dengan kebututuhan yang ada dan dapat menggunakan ADD/DD.

“Dari APBDes itu dapat diambilkan dari DD/ADD, tapi khusus untuk pendukung SOP kesehatan, seperti pembelian masker, Hand sanitizer dan sebagainya,” terangnya.

Suwadji menegaskan, selain dari APBD dan APBDes, anggaran pelaksanaan Pilkades juga diperbolehkan dari bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat.

Hal itu, sesuai dengan Keputusan Bupati Malang Nomor: 188.45/667/KEP/35.07.013/2021 tentang rincian penggunaan dan besaran biaya Pilkades secara serentak gelombang kesatu.

“Untuk kesuksesan pelaksanaan Pilkades, panitia diperbolehkan menerima sumbangan dari pihak ketiga, asal tidak memaksa, mengikat, dan transparan, serta tidak ada kesepakatan-kesepakatan tertentu, sumber dana utamanya dari APBD,” tegasnya.

Pelaksanaan Pilkades gelombang kesatu di 12 Desa yang ada di delapan ini, masing-masing desa membutuhkan anggaran yang berbeda-beda.

Seperti di Kecamatan Bantur ada satu desa yang akan melakukan Pilkades, yakni Desa Srigonco yang mendapatkan anggaran sebesar Rp71.673.055.

Di Kecamatan Bululawang ada dua desa, yakni Desa Krebet mendapatkan anggaran sebesar Rp74.593.445, sedangkan Desa Wadanpuro menerima bantuan sebesar Rp78.934.335.

Kecamatan Wagir hanya satu desa, yakni Desa Petungsewu yang mendapatkan Rp69.145.460, sementara Kecamatan Dau di Desa Karangwidoro mendapatkan Rp75.404.945.

Untuk Kecamatan Karangploso Pilkades di Desa Girimoyo mendapat Rp72.152.455, dan Kecamatan Tirtoyudo, Desa Pujiharjo mendapatkan Rp76.671.340.

Tiga desa di Kecamatan Jabung, masing-masing Desa Kenongo mendapat anggaran Rp63.301.775, Desa Sukolilo (Rp73.416.150), dan Desa Kemiri (Rp73.838.850).

Kecamatan Ngantang ada dua desa yang melakukan Pilkades, yakni Desa Kaumrejo mendapat Rp71.670.355, serta Desa Watureji yang mendapatkan anggaran sebesar Rp66.243.970.(end)