Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Wilayah Jatiguwi

Tampak rumah Warga di Desa Jatiguwi yang rusak akibat hujan deras yang disertai angin kencang. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang)
Tampak rumah Warga di Desa Jatiguwi yang rusak akibat hujan deras yang disertai angin kencang. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang)

MALANGVOICE – Hujan deras dan angin kencang melanda Desa Jatiguwi, Sumberpucung, Kamis (14/11) sekitar pukul 14.10 WIB.

Kasubsi Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan, dalam kejadian ini, puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kejadian berawal dari hujan yang turun cukup deras dan disertai angin kencang di wilayah tersebut. Akibatnya, banyak atap rumah warga rusak ringan hingga rusak berat. Dan beberapa pohon tumbang,” ucap pria yang akrab disapa Mbah Tomo.

Kerusakan rumah warga di Desa Jatiguwi tersebut, lanjut Mbah Tomo, rinciannya ada 12 rumah mengalami rusak ringan, 2 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak berat, 1 kandang sapi rusak berat hingga roboh, 1 gedung taman posyandu rusak berat atap roboh.

“Atas peristiwa ini, kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Ada kebutuhan mendesak seperti terpal karena cuaca mendung dikhawatirkan malam turun hujan lagi. Kami terus berupaya melakukan assesment dan pembersihan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Nurhasyim mengatakan, pihaknya juga telah mengantisipasi terjadinya potensi bencana di wilayah Kabupaten Malang.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan beberapa paket bantuan yang sewaktu-waktu bisa disalurkan kepada korban bencana,” pungkasnya.(Der/Aka)

Sanusi Minta Jajaran OPD Beri Santunan Sukarela bagi Korban Terdampak Angin Kencang

Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau lokasi terdampak angin kencang. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau lokasi terdampak angin kencang. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang, HM Sanusi meminta para pejabat OPD memberikan santunan atau bantuan sukarela bagi korban bencana angin kencang di Desa Sumberejo, Gedangan.

Hal itu disampaikan Sanusi di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/11) siang.

“Tadi dana yang dihimpun di Pendopo dapat Rp 7,5 juta, lalu dari Kesra Rp 7,5 juta,” kata Sanusi.

Uang hasil sumbangan sukarela itu kemudian diserahkan langsung ke 15 orang terdampak angin kencang di Sumberejo. Sanusi datang langsung didampingi pejabat lain sekitar pukul 11.00 WIB.

“Jadi masing-masing orang tadi Rp 1 juta. Sembako semua dari Dinsos, BPBD, PMI, Baznas,” lanjutnya.

Masih di lokasi terdampak angin kencang, Sanusi menginstruksikan instansi dan masyarakat meningkatkan kewaspasaan terhadap potensi bencana.

“Ini kan ada yang kena musibah, jadi kita wajib mengunjungi, dalam agama juga diajarkan seperti itu. Saya imbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, terlebih lagi saat ini sedang dalam musim pancaroba atau peralihan dari kemarin menuju penghujan ini,” pungkasnya.(Der/Aka)

Kades Ngadireso Peras Warganya Sendiri hingga Puluhan Juta Rupiah

Pelaku Mugiono alias Suwandi saat diamankan petugas. (Toski D).
Pelaku Mugiono alias Suwandi saat diamankan petugas. (Toski D).

MALANGVOICE – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang berhasil menangkap Kades Ngadireso Poncokusumo, Mugiono alias Suwandi (50) lantaran diduga telah melakukan pemerasan terhadap warganya.

Kades tersebut berhasil diamankan petugas di depan sebuah warung makan di Jalan Panglima Sudirman, Wajak, Selasa (12/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil penangkapan itu, ditemukan uang senilai 20 juta dalam jok sepeda motornya.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, Mugiono diketahui telah meminta sejumlah uang kepada korban berinisial N untuk menyelesaikan permasalahan sengketa tanah. Kepada korban, Mugiono meminta uang sebesar Rp 60 juta. Tetapi korban baru bisa memberikan Rp 20 juta.

“Jadi Mugiono meminta uang Rp60 juta itu untuk menyelesaikan sengketa tanah dengan mengatasnamakan pihak lain yang bersengketa. Warga bersengketa tersebut berinisial NI dengan SN. Melihat peluang itu, Kades tersebut memanfaatkan situasi dengan meminta uang kepada NI, dengan mengatasnamakan SN,” ungkapnya, saat dalam sesi rilis di Mapolres Malang, Kamis (14/11).

Mugiono terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai kades untuk mencari keuntungan dari warganya yang bersengketa.

“Setelah dilakukan proses penyelidikan, ternyata SN tidak pernah meminta uang. Sehingga dalam hal ini, polisi menyimpulkan Kades meminta uang kepada pihak bersangkutan, untuk kepentingan pribadi. Aparatur negara tidak boleh menerima uang. Dan tidak ada pungutan yang berdasar. Sehingga Kades menyalahgunakan kewenangan,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Mugiono membantah jika dirinya meminta sejumlah uang itu. Magiono juga merasa dirinya dijebak.

“Saya merasa dijebak. Saya tidak minta uang itu. Kesepakatan itu sudah ada nilainya,” kata Mugiono yang sudah menjabat sebagai Kades Ngadireso sejak tahun 2007 itu.

Dari perkara tersebut, Polres Malang mengamankan 1 unit sepeda motor Revo warna hitam, uang tunai Rp20 juta, dan 1 unit handphone.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e atau pasal 11 Undang-Undang No. 31 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman kurungan 15 tahun Penjara.(Der/Aka)

75 ASN di Lingkungan Pemkab Malang Terima SK Pensiun

Foto bersama usai menerima SK Pensiun di Halaman Pendopo Agung. (Toski D)
Foto bersama usai menerima SK Pensiun di Halaman Pendopo Agung. (Toski D)

MALANGVOICE – Sebanyak 75 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun, yang diberikan secara simbolis oleh Asisten Administrasi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Malang, Mursyda usai apel pagi di halaman Pendopo Agung, Kabupaten Malang jalan Agus Salim Kota Malang, Kamis (14/11).

Dalam kesempatan ini, Asisten Administrasi Sekda Pemkab Malang, Mursyda, membacakan amanat tertulis Bupati Malang HM Sanusi, menyampaikan, ucapan terima kasih kepada para ASN yang memasuki purna tugas karena telah banyak memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Malang.

“Atas nama Pemkab Malang, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdiannya selama ini melayani masyarakat Kabupaten Malang, maupun melaksanakan tugas pemerintah daerah yang diberikan sesuai dengan tupoksinya,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Mursyda, para ASN ini telah mengemban dan melaksanakan secara baik program Pemkab Malang yang telah dirasakan masyarakat.

“Saya yakin para penerima SK Pensiun hari ini adalah para ASN teladan, karena tidak mudah menjadi abdi negara yang baik, yang mampu melaksanakan tugas dan pengabdiannya, hingga masa purna tugas secara konsisten,” jelasnya.

Namun, tambah Mursyda, pengabdian itu tidak mengenal pensiun. Pensiun hanya sebuah istilah karena telah tercukupinya masa bakti sebagai ASN. Pensiunan ASN tetap bisa mengabdikan dirinya pada masyarakat Kabupaten Malang dalam bidang dan bentuk serta di mana pun berada.

“Setelah pensiun, akan banyak waktu yang bisa bapak-ibu isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang bersifat keagamaan, organisasi, sosial, politik untuk menyalurkan hobi, atau-pun menjalani masa pensiun dengan aktif berwirausaha. Hanya saja saya berpesan jika beraktivitas setelah pensiun, pilihlah kegiatan yang tidak beresiko, agar bapak-ibu dapat menikmati masa pensiun dengan bahagia, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Angin Kencang Terjang Desa Sumberejo, Delapan Rumah Rusak

Tampak rumah warga yang rusak akibat Hujan deras disertai angin kencang menerjang daerah tersebut. (Istimewa).
Tampak rumah warga yang rusak akibat Hujan deras disertai angin kencang menerjang daerah tersebut. (Istimewa).

MALANGVOICE – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Sumberejo, Gedangan, Rabu (13/11) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut, sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Bambang Istiawan mengatakan, dalam kejadian tersebut, setidaknya ada delapan rumah yang mengalami kerusakan. Namun, dari delapan rumah tersebut hanya satu rumah yang rusak berat.

“Rumah milik Sardi di Rt.41, Rw,12, yang rusak berat. Tim kami dari BPBD dan PMI Kabupaten Malang secara sudah di lokasi sejak kemarin,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Bambang, saat peristiwa tersebut terjadi, korban (Sardi, red) sedang bekerja di Kota Malang.

“Rumah tersebut rusak akibat tertimpa pohon sengon dan menyebabkan bagian atap serta dapur menjadi porak-poranda. Akibat kejadian itu, kerugian Sardi ditaksir mencapai Rp 10 juta,” jelasnya.

Selain rumah Sardi, tambah Bambang, ada tujuh rumah warga lain juga mengalami kerusakan ringan. Antaranya rumah milik, Siswandi, Musahar, Miskat, Saleh, Musa, Samsul Arifin dan Hari. Ketujuh rumah itu mengalami kerusakan pada bagian atap.

“Pasca peristiwa tersebut, pihak pemerintah Desa Sumberejo dan Kecamatan Gedangan langsung meninjau lokasi terdampak. Bersama warga, dilakukan pembersihan puing-puing sisa angin kencang,” pungkasnya.

Rencananya, Bupati Malang HM Sanusi hari ini (Kamis 14/11) bakal meninjau langsung lokasi kejadian peristiwa tersebut. (Hmz/Ulm)

Terinspirasi dari Wanita Modern, Yeti Topiah Kenalkan Koleksinya di Malang Fashion Week 2019

istimewa.
istimewa.

MALANGVOICE – Indonesia merupakan negara multi budaya yang memiliki mayoritas umat muslim. Nah, saat ini tren fesyen di Indonesia turut mengikuti tren busana muslim. Adapun empat gaya busana muslim yang ada di Indonesia, yakni Syar’i Konvensional, Syar’i Modern, Modest Konvensional, dan Modest Modern.

Lantas dari empat tren inilah yang membuat desainer asal Malang, Yeti Topiah turut mengeluarkan karyanya yang berkolaborasi dengan Batik Pandan Arum pada Malang Fashion Week 2019 beberapa waktu lalu.

Yeti mengatakan, untuk koleksinya yang dinamakan Burodame terinspirasi dari wanita kantoran yang identik dengan wanita modern.

“Untuk warna saya terinspirasi dari warna batik pandan arum seperti biru, coklat dan hijau. Dan kami mengeluarkan delapan outfit,” katanya kepada MVoice, Kamis (14/11).

Hasil karya fesyen Yeti ini sangat cocok untuk milenial khususnya para wanita muda. Bahkan karya yang berkonsep ready to wear formal ini juga sangat pas dikenakan saat mengikuti rapat atau kegiatan formal lainnya.

“Karena ada outer dan dress dan dipadupadakan dengan batik, jadi terlihat sangat formal. Saya harap, tahun depan bisa menghasilkan karya-karya yang lebih menarik lagi,” tandasnya. (Der/Ulm)

Kurang Dua Hari Lagi, WP Diimbau Segera Manfaatkan Program Sunset Policy IV

Kepala BP2D Pemkot Malang Ir Ade Herawanto bersama jajaran saat launching Sunset Policy IV di Stadion Gajayana, 17 Agustus 2019. (Istimewa)
Kepala BP2D Pemkot Malang Ir Ade Herawanto bersama jajaran saat launching Sunset Policy IV di Stadion Gajayana, 17 Agustus 2019. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sisa waktu efektif dua hari lagi sebelum program Sunset Policy IV berakhir pada 17 November 2019. Para WP diimbau memanfaatkan program ‘pemutihan’ denda Pajak Bumi & Bangunan (PBB) Perkotaan tersebut.

Dari data yang didapat dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pemkot Malang, hingga pekan ini sudah ada 5.095 WP yang memanfaatkan program tersebut dengan nilai realisasinya mencapai Rp3,47 miliar.

“Segera manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk menyelesaikan kewajiban pajak khususnya PBB,” imbau Kabid Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Pemkot Malang, Dwi Cahyo TY, Rabu (13/11).

Dengan memanfaatkan program Sunset Policy, para WP PBB Perkotaan mendapat keringanan berupa penghapusan sanksi administrasi atau denda atas keterlambatan pelunasan PBB yang belum terbayar sejak tahun 1990’an hingga kurun waktu 2019.

Apabila melewati program Sunset Policy IV ini, para WP yang terlambat mengurus pembayaran akan dikenai denda 2 persen setiap bulan.

Cahyo menambahkan, proses pembayaran pajak dalam program ini sangat mudah. Para WP bisa datang langsung ke Bank Jatim dengan membawa SPPT PBB tahun ini atau boleh juga tahun sebelumnya. Data kemudian langsung diinput oleh petugas di lokasi pembayaran.

“Ini sudah otomatis ke semua Bank Jatim. Cuma menunjukkan Nop ke Bank Jatim itu langsung dihapus dendanya,” ujarnya.

Ke depan, BP2D berupaya agar program Sunset Policy ke depan tidak hanya meliputi penghapusan denda PBB semata, tapi juga berlaku untuk pajak daerah lainnya.

“Kami telah mengkaji dan sedang mematangkan Perda supaya Sunset Policy ke depan juga berlaku untuk pajak daerah lainnya selain PBB. Komunikasi intensif dilakukan dengan pihak provinsi dan menunggu keputusan Gubernur Jatim,” beber Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT.

Sunset Policy ini juga memberi kesadaran baru pada masyarakat supaya mereka tidak perlu menutupi atau merahasiakan kepemilikan asetnya dari jangkauan instansi pajak. Karena pada akhirnya, jumlah pembayaran akan terakumulasi berikut dendanya.

“Dengan begitu, jika selama ini masih banyak WP yang tidak terpantau alamat dan objek pajaknya, maka sekarang dapat terlacak sehingga di tahun-tahun berikutnya mereka akan menjadi WP yang aktif dan taat pajak,” papar Sam Ade d’Kross, sapaan akrab Kepala BP2D.(Der/Aka)

Direktur PT SIMC Tertemukan, Nasib Mal Alun – Alun Mulai Ada Titik Terang

Mall Alun-Alun (Ramayana). (Aziz Ramadani/MVoice)
Mall Alun-Alun (Ramayana). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Keberadaan pengelola Mal Alun-alun atau dikenal Mal Ramayana, PT Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC) menemui titik terang. Ini setelah tim khusus Pemkot Malang meminta dukungan Kementerian Hukum dan HAM.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto. Dikatakannya, Direktur PT SIMC bernama Daryono telah diketahui keberadaannya, namun yang bersangkutan sakit.

“Kemarin bagian hukum sudah ke Jakarta dan kami sudah menemukan direkturnya (PT SIMC). Ternyata direkturnya sakit stroke dan untuk berbuat hukum agak kesulitan,” ujar Wasto, Rabu (13/11).

Ia melanjutkan, akibat kondisi direktur PT SIMC tidak memungkinkan untuk melalui proses penuntasan prosedur hukum dan administratif terkait berakhirnya masa kontrak Mal Alun-Alun, maka terlebih dahulu harus dialihkan (dikuasakan) kepada istri yang bersangkutan. PT SIMC berkomitmen bakal mengurus berkas-berkas pemindahan surat kuasa untuk penyerahan aset.

“Sehingga akan membuat surat kuasa kepada istrinya untuk hukumnya dalam rangka penyerahan gedung itu,” sambung Wasto.

“Janjinya dalam seminggu ini akan mencari notaris untuk pembuatan surat kuasa dari direktur kepada istrinya. Setelah itu, nanti proses administrasi penyerahan,” tutupnya.(Der/Aka)

Tim Polda Jatim Nyatakan KTL Kota Malang Sudah Bagus

Tim penilai lomba KTL di Kota Malang memberi pemaparan kepada anggota Satlantas Polres Malang Kota. (deny rahmawan)
Tim penilai lomba KTL di Kota Malang memberi pemaparan kepada anggota Satlantas Polres Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kota Malang dinyatakan sudah bagus. Hal itu disampaikan tim juri lomba KTL Polda Jatim, Rabu (13/11).

Inspeksi dilakukan bersama tim gabungan, mulai akademisi, Dishub dan Dinas PU Pemprov Jatim, bersama jajaran Lantas Polres Malang Kota di KTL. Wakil Ketua Tim Juri lomba KTL Dirlantas Polda Jatim, Kompol Sri Kusminawati, menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam lomba KTL tahun ini.

“Lomba KTL ini bagaimana mencoba menggali aspek manajemen, administrasi, infrastruktur, dan SDM. Dari sini nanti diketahui apa yg diperkuat lagi agar lebih bagus,” katanya.

Meski terbilang cukup bagus, KTL di Kota Malang hanya kurang beberapa kelengkapan. Terpenting adalah adanya peta khusus. Hal itu, dikatakan Sri Kusminawati, bisa jadi sebagai sosialisasi ke masyarakat.

Diketahui Kota Malang banyak sekali pendatang dari luar kota. Ini terjadi karena sektor pariwisata dan pendidikan. Sehingga dengan adanya peta di tempat tertentu bisa menunjukkan mana kawasan tertib berlalu lintas.

“Harapannya masyarakat Malang bisa tertib di lalu lintas. Apalagi denda tilang di KTL ini lebih tinggi daripada status jalan lain,” ujarnya.

Meski begitu, ia menginginkan sinergitas antara polisi dan pemerintah daerah setempat agar sarana dan prasarana yang mendukung KTL bisa lebih baik.

“Kalau mau tertib masyarakat harus tahu dulu mana kawasan KTL. Kami juga ada misi pembinaan, apalagi di Jatim banyak yang mendapat predikat WTN,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputra, mengatakan, KTL akan ditambah untuk meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.

“Ada beberapa perbedaan perlakukan ya, atas identitas jalan. Kalau terjadi pelanggaran di jalur KTL, tentu berbeda sanksi dendanya dibanding jalur yang lain. Karenanya, kedepan diharapkan semuanya bisa tertip dalam berlalu lintas. Dengan perlombaan ini, secara bertahap jumlah.KTL akan semakin dierluas,” tandas Kasat Lantas.(Der/Aka)

BP2D Pemkot Malang Bertekad Raih WBK dan WBBM

Fasilitas yang ada di kantor BP2D Pemkot Malang untuk memberi pelayanan kepada WP. (deny rahmawan)
Fasilitas yang ada di kantor BP2D Pemkot Malang untuk memberi pelayanan kepada WP. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pemkot Malang bertekad meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun ini. Hal itu menyusul predikat Zona Integritas yang sudah didapat.

Kabid Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Pemkot Malang, Dwi Cahyo TY, mengatakan, berbagai upaya dilakukan. Antara lain membuat fasilitas untuk memberi kenyamanan bagi Wajib Pajak (WP) saat mengurus pajak di kantor BP2D yang berlokasi di Kantor Terpadu, Kedung Kandang.

Cahyo mencontohkan, adanya fasilitas pelayanan bagi difabel yang menggunakan kursi roda, tempat bermain anak, dan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

“Adanya fasilitas ini sehingga pelayanan pajak tidak terganggu dan membuat nyaman para WP yang datang ke kantor,” ujarnya mewakili Kepala BP2D Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto MT, Rabu (13/11).

Tak hanya itu, BP2D juga menyiapkan alur pembayaran pajak untuk memudahkan WP. Para WP juga bisa menggunakan ruang konsultasi yang disiapkan. Hal itu bisa mengurangi pertemuan fiskus dengan WP di luar kantor.

“Termasuk pembayaran melalui rekening, pelaporan E-Tax pembayaran by sistem. Sehingga kami mengumpulkan berkas pembayaran saja. Ini semangat kami menuju WBK dan WBBM,” harapnya.(Der/Aka)

Komunitas