Panelis Debat Dianggap Tak Berkapasitas, Malang Jejeg Layangkan Protes ke KPU

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Tim Kerja Paslon Heri Cahyono – Gunadi Handoko memprotes KPU Kabupaten Malang. Protes itu terkait kapasitas panelis dalam debat publik paslon yang akan digelar 30 Oktober.

Protes resmi tim yang mengusung slogan Malang Jejeg ini diberikan ke KPU Kabupaten Malang pada Selasa (27/10).

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga, mengatakan, protes ini diberikan karena dari 10 panelis yang diikutkan debat paslon, hanya dua yang memenuhi kriteria.

Topo menjelaskan kriteria yang dimaksud adalah betul-betul punya kapasitas sesuai bidang. “Kami melihat panelis dari sisi akademisnya kami meragukan dan kami menyatakan nota keberatan,” katanya, Rabu (28/10).

Selain itu, Topo melihat ada panelis yang tingkatnya lulusan sekolah tinggi. Padahal menurutnya di Malang banyak perguruan tinggi yang memiliki para ahli di bidang masing-masing, terutama bidang yang dibahas di dalam debat.

“Usulan kami, panelis mempunyai track akademis sebanding dengan bidangnya. Dia harus seorang ahli didukung akademis, bersertifikat keahlian, dan independen tentunya,” ia menjelaskan.

Karena itu, Topo meminta KPU Kabupaten Malang merivisi kembali panelis yang diundang dalam debat sehingga kegiatan nanti bisa berkualitas. Namun, nota keberatan tim Malang Jejeg hingga saat ibu belum mendapat respon dari KPU.

“Saya rasa kita sepakat ajang debat bagian satu tahapan kampanye. Kampanye berkualitas tak lepas dari panelis berkapasitas. Protes kami semata-mata percaya debat jadi ajang kampanye menjadi barometer demokrasi berkualitas,” ujarnya.

Kendati demikian, tim Malang Jejeg menyatakan tetap menyiapkan materi debat paslon pertama ini dengan baik apabila protes itu tidak diindahkan. “Malang Jejeg akan tetap ikut debat. Tapi jangan sampai publik melihat ini paslon ini yang kurang pas karena panelisnya,” tandasnya.

Vaksin Corona Diprioritaskan untuk Nakes, PCNU Minta Jaminan Halal

Ilustrasi Positif Corona
Ilustrasi Positif Corona (Ak/RawPx)

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, bakal memprioritaskan tenaga kesehatan (Nakes) untuk diberi Vaksin Covid-19.

Kepala Dinkes Pemkab Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, di akhir tahun ini Indonesia bakal mendapat Vaksin tersebut. Namun, untuk dosis yang disalurkan ke Kabupaten Malang masih belum diketahui.

“Kabarnya begitu (ada vaksin). Tapi kami masih menunggu juknisnya. Jika sudah terdistribusikan, akan kami prioritaskan Nakes, karena mereka yang bersinggungan langsung dengan pasien Covid-19,” ungkapnya, Selasa (27/10).

Di sisi lain, Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman mengatakan, kalau vaksin tersebut sudah didistribusikan ke Kabupaten Malang akan dikaji tentang kandungan vaksin itu haram atau tidak.

“Akan kita lakukan uji klinis dulu. Kandungan vaksin itu halal apa tidak. Tapi, jika haram, NU tetap memperbolehkan vaksin itu tetap digunakan karena ini darurat ya. Kalau darurat kan biasanya boleh,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Umar, dirinya berharap kepada Pemerintah Indonesia agar dapat memberikan jaminan kehalalan vaksin tersebut sebelum didistribusikan ke daerah.

“Kalau bisa yang halal lah. Karena itu lebih baik dan bagus keamanannya,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah mengamankan kurang lebih 213,1 juta dosis vaksin Covid-19, dan rencananya akan disuntikan kepada warga Indonesia pada 2021 mendatang.

Ini Tiga Komitmen Paslon Ladub Dalam Dunia Pendidikan

Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komitmen pendidikan gratis di Kabupaten menjadi hal yang bakal diperjuangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (Ladub).

Sedari awal Paslon nomor urut dua terus menggemakan pendidikan gratis saat berkunjung dan bertatap muka dengan masyarakat.

Menurut Calon Bupati Malang, pendidikan Gratis di Kabupaten Malang sangat bisa diselenggarakan, tergantung dengan kemauan pemimpin dalam hal ini kepala daerah.

“Jadi jika selama ini tidak terealisasi pendidikan gratis maka ada yang salah urus dalam sektor kebijakan anggaran pemerintahan selama ini,” ujar Lathifah Shohib.

Selain pendidikan gratis, wanita yang akrab disapa Bu Nyai ini juga memegang tiga komitmen dalam pendidikan. Mantan Anggota DPR RI yang membidangi masalah pendidikan ini menegaskan nantinya jika ia terpilih menjadi Bupati Malang maka tidak akan ada dikotomi antara pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Saya berkomitmen tidak ada dikotomi antara pendidikan di bawah Kemenag dan Kemendikbud, semua akan mendapat porsi yang adil dan merata, itu komitmen saya,” imbuhnya.

Cucu Pendiri NU itu juga menegaskan jika kedepan akan lebih memperhatikan tentang pondok pesantren di Kabupaten Malang. Menurut Bu Nyai berdasarkan Undang – undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pondok Pesantren, maka keberadaannya harus dimaksimalkan sesuai dengan potensi yang ada. Termasuk soal pengembangan infrastruktur dan entrepreneurship di pesantren.

“Kita sudah analisa undang-undang tersebut dan jika tidak menabrak aturan maka infrastruktur pondok pesantren kedepan bisa kita tingkatkan melalui bantuan dari dana APBD,” tandanya.

Bukan itu saja, komitmen terakhir yakni masalah kesejahteraan guru. Bu Nyai yang pernah menjadi guru ini mengaku sangat mengetahui persis bagaimana kesejahteraan guru yang notabene adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Sehingga, komitmen untuk mensejahterakan guru tidak tetap (GTT) dan juga guru madrasah menjadi komitmen bulat jika diamanahi menjadi Bupati Malang oleh masyarakat.

“Apakah bisa gaji guru naik? Jawabannya sangat bisa, nanti kita akan sisir anggaran anggaran yang tidak efektif dan kita alihkan kepada guru, hal ini cukup memungkinkan karena kami sudah melakukan analisa terhadap postur APBD Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Paslon nomor urut dua ini berharap dengan berbagai program tersebut bisa membangkitkan dan merubah wajah dunia pendidikan di Kabupaten Malang menjadi lebih baik dari sekarang.(der)

Tidaklanjuti Perintah PKB Pusat, Bupati Lumajang Solid Bantu Ladub

MALANGVOICE – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang menegaskan siapkan konsilidasi partai untuk mengantarkan Pasangan Calon (Paslon) Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) di Pilkada 2020.

“Kami siap solid bergerak bersama konsolidasi politik, rakyat, perekonomian sesuai perintah DPP PKB. LaDub harus menang dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini,” ungkap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat ditemui di kantor DPC PKB Kabupaten Malang, jalan Panglima Sudirman No.77, Dilem Kepanjen, Rabu (28/10).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Thoriq, dirinya bakal menyatakan dukungannya kepada paslon Ladub dan menjalan perintah DPP PKB, untuk ikut serta memenangkan Paslon LaDub dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Untuk memenangkan PaDub, semua strategi akan saya pakai. Saya siap turun langsung ke lapangan untuk konsolidasi politik. Mulai door to door, dialogis. Turun ke kelompok-kelompok pengajian, saya akan keliling ke kampung,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Cak Thoriq, dirinya juga bakal melibatkan semua kader PKB yang berada di wilayah perbatasan Lumajang dengan Kabupaten Malang, seperti kader PKB di Tempursari, Pronojiwo, dan Gucialit.

“Semua akan saya kerahkan untuk kemenangan LaDub. Saya akan sering ke Kabupaten Malang. Saya akan kerja keras. Bahkan saya siap nginep di kampung-kampung,” tegasnya.

Kegiatan tersebut, tambah Cak Thoriq, akan dilakukan di sela-sela kesibukan sebagai Bupati Lumajang, bahkan dirinya menyarankan siap mengambil cuti untuk kemenangan Paslon Bupati-Wakil LaDub, agar dapat memimpin Kabupaten Malang.

“Mulai hari ini saya akan melakukan konsolidasi. Ini menjadi bagian dari harapan saya, saya ingin ada kebersamaan kemajuan antara Kabupaten Malang dan Lumajang,” tandasnya.(der)

Buntut Sorotan Bangunan Mangkrak, MCW Bakal Lakukan Kajian

Proyek Pemkab Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menyebut, pembangunan dua gedung yang berada komplek Stadion luar Kanjuruhan terlihat mangkrak lantaran adanya rasionalisasi anggaran akibat pandemi Covid-19.

Akan tetapi, alasan rasionalisasi anggaran tersebut, membuat Malang Corruption Watch (MCW) bakal lakukan pengkajian, karena dinilai perlu adanya pematanan perencanaan.

“Saya lihat, ada masalah di dalam. Jadi, yang perlu dilakukan justru evaluasi perencanaannya yang perlu dimatangkan. Bukan masalah rasionalisasinya,” ucap Koordinator MCW, Atha Nursasi, saat dihubungi, Rabu (28/10).

Menurut Atha, jika dilihat dua mega proyek tersebut, yakni GOR Kanjuruhan, dan Kolam Renang indoor standart internasional, bukan semata-mata karena rasionalisasi anggaran. Namun, lebih kepada evaluasi perencanaan yang perlu dimatangkan. Untuk itu, perlu adanya pengkajian lebih mendalam tentang dua bangunan tersebut.

“Agar tidak terlihat mengkrak, dan buang-buang anggaran, perlu adanya perencanaan yang jelas. Seharusnya, setelah pembangunan selesai, juga ada istilah perawatan final, sebelum pembangunan diserahkan kepada dinas,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Atha, dirinya akan melakukan pengkajian lebih mendalam tentang bangunan-bangunan di Kabupaten Malang, yang memunculkan kesan ‘mangkrak’.

“Selain GOR, dan Kolam renang, pembangunan Pasar Sumedang juga butuh perhatian atau sesuatu dalam perencanaan pembangunan hingga pemanfaatannya,” pungkasnya.(der)

Polresta Makota Ungkap Peredaran Narkoba Terbesar, Total 6,5 Kg Ganja dan 703 Ribu Pil LL

Polresta Malang Kota ungkap pengedar narkoba. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Satreskoba Polresta Malang Kota mengungkap kasus kepemilikan narkotika dan obat terlarang. Sementara ini ada enam tersangka yang diamankan beserta barang bukti.

Total barang bukti yang didapat adalah ganja 6,5 kg, sabu 1,3 ons, 524 butir pil inex, 703 ribu pil dobel LL, dan timbangan kecil.

Semua barang haram itu didapat dari tersangka AE (31) warga Bantaran Barat, Lowokwaru; AK (35) warga Tunggulwulung, Lowokwaru; MAP (22) warga Simpang Akordion; UA (25) warga Karangploso; FA (34) warga Dau; dan ADS (25) warga Wajak.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, mengatakan, pengungkapan ini berdasar penangkapan AE di rumahnya pada 20 Oktober lalu. Hasilnya, polisi mendapatkan barang bukti 2,5 kg ganja kering, 524 butir inex, 703 ribu pil LL, dan sabu seberat 25,06 gram.

“Dari penangkapan ini, unit Reskoba mengembangkan kasusnya dan mendapat informasi barang itu didapat dari tiga tersangka lain,” ujar Leonardus, Selasa (27/10).

Tiga pelaku pemasok narkotika itu adalah AK, MAP, dan UA. Ketiganya tertangkap di Jalan Simpang Akordion pada 22 Oktober.

Hasil penangkapan ketiganya, polisi mendapat barang bukti 3,5 kg ganja kering. Leonardus menjelaskan, ketiga pelaku ini awalnya mendapat ganja kering dari bandar besar berinisial EK melalui seseorang bernama LTF yang keduanya berstatus DPO seberat 100 kg.

Ganja 100 kg itu diranjau di sekitaran Pasar Karangploso dan dibungkus peti kayu.

“Ganja itu kemudian diberikan kepada pelaku lain, tadi AE dapat 4 kg, kemudian FA dapat 30 kg, dan ADS mendapat 10 kg dengan cara ranjau,” jelas Leonardus.

Praktis dari penyisiran itu, FA dan ADS ikut diamankan beserta barang bukti ganja 258,9 gram, sedangkan ADS didapati ganja seberat 1,10 ons.

Dari penangkapan ini, Leonardus masih berupaya mencari barang bukti lain yang masih beredar. Meski demikian, ia mengaku hasil tangkapan ini yang terbesar selama ia menjabat menjadi Kapolresta Malang Kota.

“Khusus ini adalah pengungkapan ganja terbesar. Tapi apa yany kita lakukan setidaknya menjadi pembelajaran dan menyelamatkan generasi saat ini sehingga tidak menjadi korban. Karena saya bilang pengguna adalah korban,” tegas mantan Wakapolrestabes Surabaya.

Keenam tersangka ini dijerat Pasal 111 ayat 2 jounto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.(der)

Komitmen Kota Malang Terus Meningkatkan Kota Ramah Lansia

(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus berkomitmen meningkatkan Kota Ramah Lansia. Tujuannya agar kelompok rentan tetap sejahtera serta terwujud kemandirian.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji, saat menjadi pembicara Mental Health Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Akasia Ballroom, Savana Hotel.

“Jadi Malang itu ramah anak juga ramah lansia. Kita akan siapkan, yang sekarang kan sudah ada beberapa taman ya, yang itu ramah lansia. Ini salah satu juga mendukung ke arah sana,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa peningkatan jumlah lansia dengan berbagai masalah kesehatannya, menjadi tantangan untuk mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiri, agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, lansia merupakan kelompok yang paling rentan, berisiko terpapar Covid-19.

Lansia menjadi kelompok yang paling rentan karena penurunan sistem imunitas tubuh dan cenderung multipatologis sehingga lebih berisiko menderita kefatalan akibat Covid-19.

“Sehingga memerlukan langkah-langkah perlindungan dan pencegahan di semua tatanan, dengan melibatkan masyarakat, terutama keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan data proyeksi BPS tahun 2019, penduduk lansia di indonesia adalah 9,75% atau sekitar 27 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan menjadi 12,54% atau 35,5 juta jiwa di tahun 2025, dan akan terus meningkat di tahun 2035 sebesar 16,77% atau 51 juta jiwa. Hal ini menunjukan bahwa kondisi demografis Indonesia sudah menuju penuaan populasi.

Terkait gizi lansia, lanjut dia, penting agar melakukan pemeriksaan secara rutin, dicontohkannya tensi, masalah kadar gula, masalah penyakit-penyakit yang kronis maupun penyakit-penyakit lainnya.

“Lansia itu kan ada gula ya, ada hipertensi, terus ada sesak, maupun rematik ini selalu kita awasi. Jadi penguatan itu diantaranya,” jelasnya.

Pada momentum itu, Walikota Sutiaji juga menyampaikan pesan agar menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

”Jadi orang yang tidak banyak kecewa. Tidak banyak berharap pada anak, pokoknya dia target hidupnya yang biasa-biasa saja,” pungkasnya.(der)

Politisasi Ziarah Wali Limo di Tengah Covid-19 Dikritik Gerbang Madani

Sekertaris Gerbang Madani, Nuhkrama Hadianto. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gerbang Madani memberi kritik pedas soal upaya salah satu Paslon di Pilkada Malang yang memberangkatkan warga untuk ziarah ke Wali Lima.

Sekertaris Gerbang Madani, Nuhkrama Hadianto, mengatakan, memberangkatkan masyarakat ke luar kota apalagi di tengah masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini dianggap tak bijak.

Menurut Nuhkrama, upaya yang dilakukan salah satu Paslon itu berpeluang besar untuk menambah jumlah masyarakat yang terdampak Covid-19. Apalagi, rute perjalanan di beberapa kota yang pernah masuk dalam Zona merah seperti Surabaya, Gresik dan Tuban.

“Kalau mau cari suara gak begitu juga caranya, mengorbankan masyarakat itu namanya. Apalagi masa pandemi seperti ini malah diajak ke luar kota,” kata Nuhkrama Hadianto.

Ia menambahkan sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati, apalagi berstatus petahana tak bijak rasanya jika memberikan model pendekatan kepada masyarakat dengan cara yang tidak pro terhadap pencegahan Covid-19.

Pria yang sedang menempuh S3 di FIA Universitas Brawijaya itu menambahkan sedari awal Paslon Petahana seperti menganggap remeh masalah Covid-19, bahkan tercatat sebagai Paslon yang paling banyak mendapat teguran dari Bawaslu karena tidak menerapkan protokol Covid – 19.

“Karena itu kami mengajak masyarakat, khususnya Ibu-ibu untuk bijak dalam menerima ajakkan pergi ke luar kota. Bukan masalah ibadah Wali Limanya, tapi saat Pandemi Covid-19 seperti ini sangat tidak bijak untuk bepergian jauh, apalagi itu dilakukan dalam upaya meraih dukungan politik,” pungkas Alumni Ponpes Ploso, Kediri ini.(der)

Ekskavasi Situs Pendem Dilanjut November 2020

Ekskavasi situs Pendem pada Februari 2020. (Foto: MalangVoice)

MALANGVOICE – Teka-teki sejarah usai ditemukan konstruksi bangunan diduga candi di Desa Pendem, Kota Batu pada Februari 2020 belum terungkap. Pemerintah Kota Batu bersama Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akan melakukan ekskavasi lanjutan pada November 2020.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu, Winarto Ekram mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 200 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk sarana prasarana, pelebaran jalan serta pembangunan gapura.

Dia menjelaskan dengan anggaran tersebut juga diharapkan dapat dikelola semaksimal mungkin. Salah satunya dengan mengupayakan pembangunan fisik dengan rencana untuk dijadikan objek wisata cagar budaya.

”Terkait ekskavasi lanjutan, sudah kami koordinasikan dengan BPCB Jatim. Harapan kami, adanya situs ini bisa menjadi tempat wisata cagar budaya di Kota Batu,” ungkapnya.

Selain mempersiapkan beragam keperluan sarana dan prasarana. Winarto mengungkapkan juga merencanakan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan warga setempat terkait ganti rugi tanah terdampak di sekitar lokasi.
”Terkait rencana itu (ganti rugi tanah). Kami masih menunggu ekskavasi lanjutan pada November ini,” terangnya.

Sementara itu, Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menyampaikan untuk ekskavasi lanjutan situs pendem itu direncanakan dimulai tanggal 9-18 November 2020. Dia mengatakan ekskavasi lanjutan ini untuk mengetahui keseluruhan struktur bata diduga candi Pendem ini serta mengungkap teka-teki sejarahnya.

”Sebelumnya, kami kan sudah melakukan ekskavasi dengan galian sekitar luas 100 m2 dan kita menemukan bangunan induk. Dari prediksi kami, kemungkinan ada bangunan lain yang mengelilinginya,” terangya.

Sebagaimana diketahui, BPCB Jawa Timur sudah melakukan ekskavasi pada Februari 2020 lalu. Hasil eskavasi didapati Sumuran berukuran 210 cm x 210 cm di tengah struktur bata diduga situs Pendem ini.

Adanya temuan itu menandakan struktur bata diduga bangunan candi situs Pendem dan merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno sekitar abad 9. Dengan acuannya yaitu struktur bata tebal dan lokasinya berdekatan dengan prasasti Sangguran.(der)

Santer Dukungan Warga Terus Mengalir ke Malang Jejeg

MALANGVOICE – Dukungan masyarakat terus mengalir kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang jalur independen nomor urut 3, H. Heri Cahyono – Gunadi Handoko.

Meski terlambat dalam memulai masa kampanye, namun tekad kuat dan niat dari kedua Paslon untuk menyapa masyarakat tak pernah surut. Bahkan, tim kerja Malang Jejeg dan relawan yang tersebar di setiap desa juga turun lapangan untuk melakukan sosialisasi.

Seperti halnya warga Kecamatan Pakis, Abdur Rosyid (54) yang sangat mengapresiasi dan siap mendukung Pasangan Sam HC – Gunadi Handoko di Pilkada Malang Tahun 2020.

Ia mengatakan selama ini tidak banyak Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang berani maju dari jalur independen, apalagi sampai lolos tahapan verifikasi faktual hingga resmi menjadi calon.

“Pertama memang apresiasi karena calon independen ini bisa lolos. Saya kira sebagian besar masyarakat sangat antusias dengan calon independen. Saya pribadi mendukung calon ini,” kata Abdur Rosyid.

Ia juga menegaskan jika program Jejeg Songo yang didengungkan Paslon Malang Jejeg sangat berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik yang memangkas birokrasi.

Bahkan, program bidang ekonomi yang tertuang dalam Jejeg Songo menurut Abdur Rosyid sangat solutif terhadap perkembangan sosial saat ini.

“Pendidikan Gratis itu harapan semua masyarakat. Termasuk pembuatan KTP KK dan administrasi lainnya bisa selesai di kantor desa itu adalah terobosan dari Paslon ini, kami sangat apresiatif sekali dengan program tersebut,” tandasnya

Menanggapi itu, Calon Bupati Malang, H. Heri Cahyono, mengaku jika program Jejeg Songo merupakan kristalisasi dari keluhan masyarakat yang selama ini tidak puas dengan pemerintah.

Apalagi, ada banyak janji-janji pada saat kampanye tidak direalisasi dan kembali menjadi janji pada saat era kampanye ini.

“Saatnya kita akhiri era ngapusi, wayahe rakyat menang. Wayahe Malang Kudu Jejeg. Karena hanya Kami dari Malang Jejeg yang berani bikin pakta integritas bermaterai dan langsung ditandatangani dan diserahkan kepada masyarakat,” ujar Sam HC.

Ia juga menjelaskan saat ini dukungan terus mengalir kepada Paslon Nomor Urut 3 itu dari segala penjuru daerah se Kabupaten Malang. Hal itu, tak lain karena program Jejeg Songo sangat tepat untuk masyarakat.