Warga Keluhkan Kondisi Kumuh Halte di Kota Malang

Kondisi Halte di Kawasan Jalan Veteran, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Sejumlah halte di wilayah Kota Malang tampak kumuh dan tak terawat.

Seperti halte yang berada di Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran, terlihat banyak vandal, sampah dan karat yang menghiasi tempat naik turun-nya pengguna transportasi umum tersebut.

Terkadang halte tak terawat itu juga digunakan anjal untuk tidur. Sehingga membuat pengguna transportasi umum yang menunggu di halte merasa terganggu.

Halte di kawasan Jalan Veteran Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

Salah satu pelajar SMA bernama Rara, mengeluhkan kondisi halte di kawasan Jalan Veteran yang terlihat kumuh dan tidak terawat.

“Kotor sekali halte-nya kayak gak pernah dibersihin. Kan jadi gak nyaman kalau duduk disini untuk nunggu angkot atau jemputan gitu,” ujarnya saat ditemui Mvoice, Jumat (27/5).

Ia pun mempertanyakan, kenapa fasilitas umum yang ditujukan untuk masyarakat ini tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Halte yang berada di kawasan Jalan Besar Ijen, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

“Udah lama kondisinya gini kok, berkarat, kaca pecah, ada coret-coretan-nya dan kotor. Gini kan harusnya bisa cepet-cepet diperbaiki untuk kepentingan masyarakat,” kata perempuan asal Kota Malang itu.

Hal serupa juga disampaikan Heri (31) salah satu driver Ojek online yang kesehariannya menunggu orderan di Halte kawasan Jalan Veteran.

Ia mengatakan, jika Halte tersebut memang dalam kondisi tak terawat dan perlu dilakukan perbaikan, supaya bisa lebih nyaman ditempati.

Heri pun berharap, Pemkot Malang bisa segera melakukan perbaikan pada halte-halte yang kurang terawat di wilayah Kota Malang.

“Saya pribadi berharap, halte yang tak terawat bisa diperbaiki, karena sekarang juga musim hujan, kasian mahasiswa, pelajar atau pekerja yang nunggu jemputan itu kan nanti malah kehujanan,” pesannya.(der)

Peringati Harkitnas, Duta Safety Riding Tularkan Virus #Cari_Aman Melalui Edukasi Keselamatan Berkendara

Edukasi keselamatan berkendara MPM Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – Turut memeriahkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) main dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memperkuat karakter persaudaraan generasi muda dengan mengkampanyekan keselamatan berkendara.

Bersama Kamsel Kabupaten Malang mengajak duta safety riding SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kampanyekan keselamatan berkendara di berbagai lingkungan.

Sebanyak total 200 peserta telah mengikuti kegiatan edukasi baik melalui kegiatan webinar maupun kediatan edukasi secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yakni karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dan konsumen di jaringan dealer Honda di wilayah Blitar.

Diawali dengan praktek berkendara, disini duta safety riding mempraktekkan teknik-teknik berkendara yang aman, postur tubuh yang baik, seperti teknik pengereman, teknik braking, slalom pilon, U turn, dan low speed balance.

Selanjutnya peserta diberikan pengetahuan tentang pemahaman rambu-rambu lalu lintas hingga penggunaan helm yang benar.

Peserta juga dikenalkan dengan slogan keselamatan berkendara dari Honda yaitu #Cari_aman saat naik motor dimana slogan ini bertujuan untuk membentuk prespektif baru di kalangan anak muda bahwa safety gear selain buat perlindungan juga bisa sebagai lifestyle yang disampaikan oleh Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

“Dengan semangat Satu Hati, kami berikan pemahaman akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dengan bersinergi dengan kepolisian setempat dan juga mengenalkan #Cari_Aman Harapannya melalui kegiatan ini mampu menjadikan generasi muda sebagai duta keselamatan berkendara.” Kata Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Kegiatan edukasi semakin atraktif dan seru dengan banyaknya pertanyaan dari peserta dan keingintahuan peserta akan pengetahuan dan teknik berkendara yang benar.

Edukasi Safety Riding ini merupakan kegiatan yang rutin digelar MPM Honda Jatim. Sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pelajar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.(der)

Tabebuya Gantikan Pohon yang Ditebang di Zona III Kayutangan Heritage

Pohon dikawasan Zona III Kayutangan Heritage ditebang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menebang belasan pohon di Zona III Kayutangan Heritage.

Belasan pohon yang ditebang itu berada di sekitaran patung Chairil Anwar hingga depan Sarinah. Dimana lokasi tersebut masuk dalam kawasan zona III Kayutangan Heritage.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, belasan pohon tersebut nantinya akan diganti dengan pohon baru jenis Tabebuya.

“Iya kita ganti pohon tabebuya biar warna-warni sama seperti di Zona II dan Zona I Kayutangan Heritage,” ujarnya saat dihubungi Mvoice melalui telpon WhatsApp, Jumat (27/5).

Pohon pengganti berjenis tabebuya tersebut rencananya akan ditanam lebih banyak dibandingkan pohon yang sebelumnya telah ditebang di kawasan Zona III Kayutangan Heritage.

“Itu nanti (pohon yang ditebang) akan diganti Pemkot Malang dengan menggunakan dana APBD. Ya mungkin bisa lebih banyak dari 18 pohon yang ditebang. Biar kelihatan rimbun,” kata dia.

Selain pohon tabebuya, DLH Kota Malang rencananya bakal memasang lampu hias dan kursi dikawasan Zona III Kayutangan Heritage.

“Jadi sama seperti di Zona I dan II ya. Ada lampu, pohon tabebuya dan kursi-kursi untuk memanjakan masyarakat yang hendak berkunjung,” terangnya.

Namun, Wahyu belum bisa memberikan kepastian berapa jumlah pohon tabebuya dan lampu hias yang akan diletakkan di kawasan Zona III Kayutangan Heritage. Sebab, masih akan dibuatkan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu.

“Kita akan buat DED dulu di tahun 2022. Nanti DED selesai, baru di tahun 2023 awal mulai kita pengaturan disitu (zona III Kayutangan Heritage). Jadi jumlah dan anggaran masih belum tau nunggu DED dulu,” tandasnya.(der)

Belasan Pohon Ditebang Demi Penataan Zona III Kayutangan Heritage

Petugas DLH Kota Malang melakukan Pemotongan pohon di kawasan Kayutangan Heritage zona III, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Belasan pohon di sekitar patung Chairil Anwar hingga depan Sarinah, ditebang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, penebangan belasan pohon itu dilakukan untuk membantu memperlancar proses penataan Zona III Kayutangan Heritage.

“Sekitar 18 pohon kita tebang untuk memperlancar kerja DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan pelebaran pedestrian,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui telepon, Jumat (27/5).

Ia menambahkan, selain memperlancar penataan Zona III Kayutangan Heritage, penebangan itu dilakukan karena ada beberapa pohon yang akarnya merusak fasilitas di sekitarnya.

“Memang ada juga pohon yang merusak sampai menembus gorong-gorong hingga pondasi rumah, jadi kita potong. Dan memang pohon-pohon itu kurang bagus untuk keindahan kota,” kata Wahyu.

Meski belasan pohon tersebut telah ditebang, rencanannya dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan mengganti dengan jumlah lebih banyak dan jenis pohon yang lebih bagus.

“Karena ini pekerjaan-nya Pemkot Malang jadi aturan motong pohon harus diganti beberapa kali lipat itu gak berlaku. Tapi akan tetap diganti Pemkot lebih banyak menggunakan dana APBD,” tuturnya.

Perlu diketahui, penataan Zona III Kayutangan Heritage bakal berlangsung hingga 30 November 2022 mendatang. Penataan tersebut meliputi, penataan pedestrian, saluran, andesit, dan aspal.(der)

Harga Daging Sapi Stabil Tak Terpengaruh Kasus PMK

Penjualan daging sapi tak terpengaruh kasus PMK. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Harga daging sapi terpantau masih stabil sekalipun penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar luas. Per kilogram daging sapi dibanderol dengan harga Rp 115 ribu- Rp 120 ribu.

Seorang pedagang di pasar relokasi Kota Batu, Rifia Sari menuturkan, penjualannya dalam sehari juga masih sama. Rata-rata sehari menjual 15-30 kilogram daging sapi.

“Permintaan masih tetap. Yang beli rata-rata pemilik warung makan di Kota Batu,” ujar Rifia.

Pada pertengahan Mei lalu, kata Rifia, pembeli sempat berkurang. Lantaran pembeli mengira pedagang daging banyak yang tutup imbas merebaknya PMK.

Dirinya juga mengatakan tak boleh panik berlebihan terhadap penyakit yang sedang marak ini. Karena jika pedagang ikut panik, otomatis pembeli akan takut untuk membeli dagangan mereka.

“Pokoknya kita sebagai pedagang nggak share berita-berita tentang PMK insyaallah penjualan dan harga tetap aman,” harapnya.

Lebih lanjut, pedagang daging lainnya Farid Kukuh juga mengucapkan hal yang sama. Bahwa penjualan di kiosnya masih stabil tak terpengaruh apapun.

“Kalau penjualan seperti jeroan itu langsung habis sehari karena memang ada langganan. Kalau cingur itu biasanya langganan yang jual rujak. Kalau kikil ya langganan yang jual lontong kikil,” urainya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Bau, hingga kini terdapat 300 ekor ternak yang terjangkit PMK di Kota Batu. 42 ekor ternak dinyatakan sembuh sedangkan kematian akibat PMK sebanyak 13 ekor.

DPKP Kota Batu menyatakan, PMK bukan suatu penyakit zoonosis sehingga tidak berpotensi menulari manusia. Produknya berupa daging maupun susu dari hewan yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi. Asalkan daging diolah secara tepat agar bisa dikonsumsi.(der)

Keunikan Spasial Kota Batu Terancam Lenyap Jika Pengelolaan Tata Ruang Amburadul

Area hulu Sungai Brantas sebagai area resapan air banyak beralih fungsi. Kondisi ini memicu bencana hidrometeorologi. Seperti banjir bandang yang terjadi pada 4 November 2021. (Pemkot Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kawasan hulu Sungai Brantas sebagai area tangkapan air banyak beralih fungsi. Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJT I) akan kembali melakukan pemotretan gambar udara untuk mengetahui kondisi terkini pasca kejadian banjir bandang 4 November 2021 silam.

Sebelumnya pemotretan melalui udara dilakukan PJT I pada 13 November. Kepala PJT I Raymond Valiant Ruritan menuturkan, dari hasil itu diketahui banyak tutupan lahan yang terbuka menjadi area pertanian.

“Akan kami pantau lagi melalui drone untuk mengetahui kondisi terkini hulu Brantas. Kemungkinan Juni mulai dilakukan setelah itu hasilnya disampaikan ke Kementerian PUPR,” terang Raymond.

Dari hasil pemotretan sebelumnya, diketahui area hulu yang seharusnya menjadi area resapan air kini telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Padahal sebagai area tangkapan air mestinya membutuhkan tanaman tegakan.

Tahap awal, ada tiga area yang dipotret oleh PJT I, yakni kawasan Pusung Lading, Alas Bengking dan Sumbergondo. Hasilnya, kawasan Hutan Pusung Lading sudah tidak rapat lagi pepohonannya. Alas Bengking, ada pemanfaatan lahan di sebelah kanan dan kiri alur sungai alami.

Degradasi daya dukung lingkungan di bagian hulu diperparah pula dengan dibukanya kawasan wisata serta kehadiran cafe-cafe dengan mendirikan bangunan permanen.

Tata kelola ruang semacam itu pun lambat laun akan mereduksi aspek ekologis sehingga memicu bencana hidrometeorologi. Sinyal semacam itupun terlihat saat banjir bandang menerjang Desa Bulukerto pada 4 November 2021.

“Saat itu juga saya sampaikan kepada Bu Wali Kota Batu, kekayaan Kota Batu bisa saja habis jika kelola tata ruang tidak dijaga,” katanya.

Pengelolaan tata ruang, lanjutnya, bukan cuma berada di tangan pemerintah. Masalah ini akan sulit diatur ketika berhadapan dengan pemilik modal maupun masyarakat setempat karena orientasi ekonomi.

Menelisik Kitab Kuno Berusia Ratusan Tahun di Gereja Immanuel Kota Malang

Dua kitab kuno yang tersimpan rapi di lemari kaca, Gereja Immanuel, Kota Malang, (Ist).

MALANGVOICE – Terdapat dua kitab berusia ratusan tahun yang tersimpan rapi di dalam Gereja Immanuel Kota Malang.

Dua kitab tersebut dibawa Pemerintahan Belanda pada tahun 1861 bersamaan dengan pembangunan gereja Immanuel yang tepatnya berada di Jalan Merdeka Barat, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

“Dua al-kitab itu cover-nya terbuat dari kulit domba dari Belanda. Kulit domba itu dijadikan sebagai simbol keagamaan Gereja Protestan Belanda saat VOC,” ujar Richard Agung Sutjahjono selaku Pendeta Immanuel Malang, Kamis (26/5).

Manuscript itu adalah kitab Injil yang masih menggunakan bahasa Belanda Kuno. Kini jemaah Gereja Immanuel Kota Malang itu beribadah menggunakan imitasi kitab tersebut yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia.

“Kitab itu berbahasa Belanda kuno, jadi jemaah menggunakan Imitasinya yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalau kitab aslinya di simpan di ruang khusus bersama manuscipt peninggalan Belanda VOC,” kata Richard.

Diklaim Richard, dua kitab atau manuscript kuno itu pernah diminta Pemerintah untuk dimuseumkan. Selain itu, ada juga sejumlah kolektor yang ingin meminta kitab tersebut. Tapi pihaknya tetap menolak.

“Kami tidak mau, karena ini adalah karakteristik dari gereja protestan. Ini adalah nilai historis, yang menguatkan gereja itu pada akhirnya mendapatkan sertifikat dari Pemkot Malang sebagai cagar budaya,” jelasnya.

Manuscipt itu kini diletakkan didalam lemari kaca dengan pengawasan yang cukup ketat. Dimana terdapat cctv dan terdapat alat pendeteksi keamanan di lemari kaca tersebut.

Terpisah, Pemerhati Budaya Malang, Agung Buwana, membenarkan, jika dua kitab tersebut merupakan sejarah dari berdirinya gereja Immanuel sebagai tempat beribadah orang Eropa dan Belanda.

“Jadi Gereja Immanuel itu disebut sebagai gereja negara. Gereja negara itu adalah tempat tahanan orang Belanda itu wajib beribadah disediakan tempat. Dua kitab itu memang merupakan bagian dari sejarah Gereja Immanuel,” Imbuhnya.

Selain dua kitab itu, Agung menyampaikan, jika terdapat beberapa buku kuno yang menjadi artefak dari gereja Immanuel tersebut.

“Seperti blue print gereja Immanuel dan beberapa buku tua yang diterbitkan di Indonesia maupun Belanda ikut menjadi bagian artefak mereka (Gereja Immanuel),” tandasnya.

Perlu diketahui, dua kitab dengan berat masing-masing 5 Kilogram itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2018 lalu.(der)

Covid-19 Melandai, Isoter SKB Pandanwangi Dinonaktifkan

SKB Pandanwangi, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Melandai-nya kasus Covid-19, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan untuk menutup Isolasi Terpusat (Isoter) yang bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pandanwangi, Kota Malang.

“Sudah satu bulan setengah lewat, tidak ada yang dirawat di sana (SKB Pandanwangi). Sehingga perintah dari Wali Kota Malang itu dinonaktifkan,” ujar dr Husnul Muarif selaku Kepala Dinas Kesehatan, Kota Malang, Kamis (26/5).

Berbeda dengan Isoter SKB Pandanwangi, untuk Rumah Sakit (RS) Lapangan sampai saat ini masih tetap disiagakan. Hal itu dilakukan untuk upaya antisipasi jika sewaktu-waktu ada pasien Covid-19 yang memerlukan tempat isolasi.

“Kalau untuk RS Lapangan masih dibuka,” singkat Husnul.

Terpisah, Kepala RSL Ijen Boulevard dr Heri Sutanto, membenarkan RS Lapangan sampai saat ini masih tetap beroperasi. Sebab pandemi Covid-19 memang belum benar-benar berakhir.

“Jadi, sejak 17 April sudah nol pasien. Meski begitu, RS Lapangan tetap beroperasi dan menerima pasien. Selama masih ada pandemi Covid-19, maka penggunaan RS Lapangan masih akan terus berjalan,” terangnya.

Berdasarkan data yang didapat dari akun Twitter resmi Pemprov Jatim, pada Rabu (25/5) kemarin, di Kota Malang hanya ada satu penambahan kasus Covid-19 dan satu kesembuhan. Sedangkan untuk kematian karena Covid-19 nihil.(der)

Sapi Terjangkit PMK Justru Lebih Dicari Pembeli karena Ini

Sapi yang terjangkit PMK, mengeluarkan air liur dari mulut, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Siapa sangka sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) justru lebih banyak dicari pembeli dibandingkan dengan sapi yang sehat.

Salah satu peternak di Kampung Sanan, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Mulyono (56), mengatakan, ada faktor utama sapi yang terjangkit PMK justru lebih dicari pembeli.

Faktor utama itu tak lain harganya lebih murah dibanding sapi sehat. Harga sapi terjangkit PMK akan turun hingga lebih dari 25 persen.

“Jadi misalkan sapi sehat itu harganya Rp20 juta per ekor, nanti kalau udah kena PMK bakal turun hingga di kisaran Rp13 juta sampai Rp15 juta gitu,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Kamis (26/5).

Dua pekan lalu, Mulyono juga terpaksa menjual empat sapi-nya yang terindikasi PMK. Jual rugi pun dilakukan untuk mengantisipasi sapi tersebut tidak mati terlebih dahulu karena wabah tersebut.

“Kami terpaksa menjual sapi yang udah parah daripada mati duluan. Sedangkan untuk sapi yang masih bisa diobati ya kami obati,” kata dia.

Dengan banyaknya pembeli yang memilih sapi PMK tentu saja berdampak pada penghasilan dan penjualan para peternak sapi, utamanya di wilayah Kampung Sanan yang menjadi sentra penggemukan sapi.

“Sekarang saja sapi-sapi yang sehat dan gemuk malah tidak laku. Malah jagal (pembeli) itu cari yang sakit (terjangkit PMK), karena harganya lebih murah,” tandasnya.(end)

Unisma Gelontorkan Rp3,5 Miliar Bangun Polisma di Kawasan New City

Rektor Unisma Maskuri usai meletakkan batu pertama pembangunan Polisma, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) mulai membangun gedung baru Politeknik Unisma (Polisma) di kawasan New City, Madyopuro , Kota Malang.

Rektor Unisma, Maskuri mengatakan, pembangunan kampus baru di lahan seluas 5000 m2 memang sengaja diletakkan terpisah dengan Unisma, supaya Polisma nanti bisa lebih mandiri.

“Semangat dari seluruh jajaran Yayasan Rektorat bagaimana Polisma bisa mandiri, melakukan lompatan sendiri tanpa di bawah kebesaran nama Unisma,” ujarnya Kamis (26/5).

Pembangunan kampus Polisma yang telah ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (25/5) kemarin, rencananya akan menghabiskan dana awal sekitar Rp3,5 miliar.

“Dalam pembangunan kali ini, mendapat stimulan berupa lahan dan dana awal Rp3,5 miliar. Mendatang Polisma harus mencari sendiri. Tapi saya yakin jajaran Polisma pasti bisa,” kata Maskuri.

Direktur Polisma, Ana Nuril Achadiyah, menyampaikan, rencananya di kawasan New City itu akan ada beberapa gedung yang dibangun.

Mulai Gedung Utama Direktorat, Gedung D3 Prodi Teknik Listrik, Gedung D3 Prodi Teknik Mesin, Gedung D4 Prodi Teknik Rekayasa dan Komputer Jaringan, Gedung Teaching Factory, Galery produk karya mahasiswa.

“Pembangunan gedung diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih selama enam bulan,” Kata Ana.

Ia mengklaim, Polisma ini merupakan satu-satunya politeknik di Jawa Timur yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Harapan kami semua lulusan nahdliyyin yang memiliki minat kuliah vokasi, pilihannya adalah Politeknik Unisma,” harapannya.(end)