Dampak 2 ASN Pemkab Meninggal Karena Covid-19, Kantor OPD Disemprot Disinfektan

Pelaksanaan Penyemprotan di Kantor BKAD Pemkab Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Penyebaran Covid-19 kini sudah mulai menyerang perkantoran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, saat ini sudah terdapat 11 orang ASN terpapar Covid-19 dan dua dinyatakan meninggal dunia.

“Dua ASN yang meninggal dunia itu dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), sedangkan 11 ASN yang berstatus positif itu dari Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Balitbang),” ungkapnya, saat dia temui awak media, Jumat (22/1).

Dengan begitu, lanjut Wahyu, dirinya memerintahkan untuk membatasi pegawai yang masuk, yakni hanya 10 persen saja, antara lain, Kepala SKPD, pegawai Esselon III atau Kepala Bidang, Kepala Bidang, dan Sekretaris setiap SKPD.

“Kalau 90 persennya yang terdiri dari pegawai biasa itu ya WFH (Work From Home). Jadi kalau di Inmen (Instruksi Mendagri) itu 75 persen WFH. Kami tingkatkan jadi 90 persen,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Wahyu, saat ini perkantoran di area Pendopo Agung Kabupaten Malang, rutin dilakukan penyemprotan disinfektan yang dilakukan petugas PMI Kabupaten Malang, sedangkan pegawai/mendapatkan santunan.

“Ya satu hari sekali kami lakukan semprotan di setiap kantor SKPD supaya aman dan steril. Untuk yang meninggal nanti akan kami berikan santunan, ini masih dibicarakan,” tukasnya.(der)

Sepi Pengunjung Tak Pengaruhi Anggaran Perawatan Tanaman Baloga

Batu Flower Garden (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pasti berimbas pada perputaran roda ekonomi, khususnya pada sektor wisata. Hampir seluruh destinasi wisata merasakan penurunan jumlah wisatawan yang hadir.

Namun salah satu objek wisata baru, Batu Love Garden (Baloga) mengaku tak kekurangan dana guna merawat tanaman yang jadi ikonnya. “Untuk perawatan sudah dianggarkan secara pasti. Kita menyiasatinya dengan memberlakukan 15 hari kerja bagi karyawan,” jelas Marketing Baloga, Yuni Astuti.

Dia mencontohkan perwatan mawar. Mereka tetap melakukan pemupukan dua kali dalam seminggu. Sama ketika waktu normal.

Perawatan unta maupun pemberian pakan juga tetap dilaksanakan secara rutin tanpa perubahan. “Semua pasti merasakan. Tapi kami memang tak mengubah anggaran untuk perawatan,” ucapnya.

Tercatat per harinya hanya ada 50 hingga 60 orang pengunjung saja.
Jauh merosot dibandingkan sebelum adanya PPKM yang dikunjungi minimal 150 pelancong per harinya.

Ketakutan masyarakat akan pandemi yang masih merajarela menyebabkan mereka enggan berekreasi. Menurutnya, masyarakat hanya bisa menunggu kondisi segera pulih kembali.

“Diantara mereka pasti juga ada yang tidak mau ribet dengan peraturan PPKM. Takut bila ditanyai ini itu, maupun tidak puas dengan adanya pembatasan jam malam,” paparnya. Dengan sulitnya menarik wisatawan luar daerah, pihak pengelola Baloga tak kehabisan akal.

Mereka menciptakan promo bagi warga ber-KTP ataupun KK Malang Raya. Potongan harga akan diberikan guna menarik minat pengunjung.

Selain itu, tingginya curah hujan tetap berpengaruh bagi surutnya pelancong. Destinasi wisata yang didominasi wilayah outdoor menjadi alasannya.

Keluarga yang berkunjung pasti merasa tidak puas karena terganggu hujan.
Kemrosotan yang dirasakan tak begitu mengagetkan.

Lantaran siklus penurunan wisarawan memang sudah biasa dirasakan. “Di JTP group sudah biasa mengalami penurunan pada bulan Januari hingga Maret. Siklusnya memang seperti itu, namun dulu pengaruhnya karena kegiatan sekolah sekarang karena pandemi,” tutupnya.(der)

Masuki Zona Kuning, Kota Batu Tunggu Tiga Bulan Laksanakan KBM Luring

Ilustrasi KBM tatap muka (Aan)

MALANGVOICE – Sejak Rabu (201/01) Kota Batu sudah memasuki zona kuning. Hal ini ditunggu-tunggu Dinas Pendidikan Kota Batu agar dapat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) luring.

Perwali KBM Luring disiapkan sejak Desember 2020. Perwali itu mengatur teknis pembelajaran tatap muka yang sudah lama diharapkan oleh wali murid.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batu Daud Andoko mengatakan bahwa teknis KBM daring sudah siap sejak desember lalu. Perwali sudah ada namun belum ada nomor karena masih dievaliasi akibat PPKM.

“Kami masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat apakah ada perpanjangan PPKM karena jika terdapat perpanjangan maka sekolah luring akan kembali diundur,” jelasnya.

Lebih jauh, Daud memaparkan aturan baku saat ini adalah membuat kelas yang lebih tinggi diizinkan KBM luring. Dengan teknis kelas 9 dahulu yang masuk lalu dengan jam pelajaran maksimal 3 jam dan berjalan selama 3 minggu. Setelah 3 minggu tidak ada peristiwa maka kelas berikutnya dan sampai akhir.

“Beberapa sekolah juga akan melakukan sistem shift sehingga sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” tukasnya.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menerangkan bahwa pihaknya tidak terburu-buru terhadap KBM secara luring. “Ini masih hitungan hari. Setidaknya jika kita bertahan selama tiga bulan kedepan masih di zona kuning maka akan kita seriusi pembahasan terhadap KBM luring ini,” pungkasnya.(der)

Wali Kota Batu Belum Dapat Info PPKM Diperpanjang, Pelaku Wisata Merana

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Aan)

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatadan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga dua pekan kedepan. PPKM ini berlaku se Jawa-Bali atas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI).

Secara otomatis, Kota Batu wajib mengikuti instruksi tersebut. Namun Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengungkapkan bahwa dirinya masih belum mengetahui informasi tersebut.

“Kita belum mendapatkan informasi secara resmi. Jadi kami masih akan menunggu,” jelasnya.

Pada dasarnya, dirinya tidak keberatan jika ada perpanjangan PPKM. Namun ia ingin mengajukan kepada Kemendagri agar adanya perpanjangan jam malam saat PPKM.

“Ekonomi hingga saat ini belim meningkat secara signifikan. Maka kami ingin mengajukan perpanjangan jam malam,” jelasnya.

Dengan begitu perekonimiam warga Kota Batu dapat meningkat perlahan. Pasalnya banyak pelaku wisata, kuliner, hotel yang mengandalkan waktu malam untuk menjaring pelanggan.

“Apalagi kasihan juga kalau ada PKL malam yang baru menggelar lapak namun harus kembali dikemasi,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu Muchlas Rofiq merasa sangat keberatan dengan adanya perpanjangan PPKM. Pasalnya okupansi yang diterima sampai saat ini sudah anjlok.

“DPD PHRI Jatim sendiri saat ini tengah melakukan pembahasan internal terkait penolakan perpanjangan tersebut. PHRI Jogja juga sudah menyatakan keberatan, mungkin kami akan melakukannya juga,” jelasnya.

Terlebih, Kota Batu sendiri notabene merupakan kota yang hidup dari sektor pariwisata. Sehingga perpanjangan PPKM dianggap kurang tepat.

“Kalau pengetatatan protap kesehatan, saya setuju. Kalau perpanjangan PPKM jelas keberatan. Okupansi saja saat ini sudah hancur,” tandasnya.(der)

DPUPRPKP Masih Tunggu Kehadiran Pengembang Perumahan Griya Sulfat Inside

Kepala DPUPRPKP Pemkot Malang, Hadi Santoso. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, hingga saat ini masih menunggu kehadiran pengembangan Perumahan Griya Sulfat Inside.

Hal itu diungkapkan Kepala DPUPRPKP Pemkot Malang, Hadi Santoso, saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (22/1).

Pria yang akrab disapa Sony menjelaskan, DPUPRPKP Pemkot Malang mengundang pengembang Perumahan Sulfat Inside Kavling 10, Jalan Sadang, Bunulrejo, Blimbing, pasca insiden tanah longsor yang memakan satu orang korban, Roland Sumarna (40). Korban ditemukan hanyut di Sungai Bango dan ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen.

“Yang bersangkutan (pengembang) masih saya panggil,” tegasnya singkat.

Sebagai informasi, dalam beritaan sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji meminta DPUPRPKP Pemkot Malang untuk melakukan pengecekan ke absahan perizinan Perumahan Griya Sulfat Inside, yang berada Kelurahan Bunulrejo, Blimbing.

Bahkan, pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Malang Kota masih menunggu hasil analisa dari tim ahli Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memproses secara hukum atas insiden ambrolnya plengsengan di Perumahan Griya Sulfat Inside.(der)

Catat Jadwal Pelayanan SIM, SKCK, dan Samsat Keliling Polresta Malang Kota

Pelayanan perpanjangan SKCK. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polresta Malang Kota memiliki pelayanan baru Arema Police. Pelayanan ini meliputi pengurusan SKCK, SPKT, Samsat, dan SIM Keliling. Sejumlah armada pun disiapkan terjun langsung jemput bola ke masyarakat.

Pelayanan ini diresmikan pada Jumat (22/1) di Polresta Malang Kota.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution. (deny rahmawan)

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution, mengatakan, khusus pelayanan Simling dan SKCK hanya untuk perpanjangan saja.

“Simling hari ini digunakan, masyarakat tidak perlu ke Satpas ke kelurahan atau tempat keramaian. Khusus perpanjangan saja, SIM A dan SIM C,” ujar Rama, sapaan akrabnya.

Pelayanan ini dijadwalkan berlangsung dua kali selama satu pekan, yakni Selasa dan Jumat di Taman Krida Budaya dan halaman Stadion Gajayana mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB.

“Pelayanan ini khusus bagi warga yang memiliki KTP Kota Malang dengan kapasitas 100 blanko. Pelayanan ini sangat cepat tidak lebih dari 15 menit,” tambahnya.

Ke depan, pelayanan ini akan terus dikembangkan dengan baik ke tempat kelurahan dan tempat keramaian yang membutuhkan.

“Kami menyesuaikan saja di mana tempat yang bisa kami datangi. Tapi sementara ini masih di dua tempat itu,” tutup Rama.(der)

Polresta Malang Kota Resmikan Gedung Wira Pratama dan Bus Arema Police

Wali Kota Malang Sutiaji resmikan pelayanan Bus Arema Police. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polresta Malang Kota meresmikan gedung baru Wira Pratama dan pelayanan SPKT, SKCK, dan SIM Keliling, Jumat (22/1). Acara ini dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji dan perwakilan Dandim 0833/Kota Malang.

Gedung Wira Pratama ini merupakan gedung yang memiliki beberapa fungsi. Di bagian bawah ada pelayanan SPKT dan di lantai dua berisi Command Center dan ruang rapat. Di samping gedung itu ada pos penjagaan dan tempat istirahat anggota. Gedung ini selesai dibangun pada November 2020.

Gedung Wira Pratama. (deny rahmawan)

Sedangkan pelayanan SPKT, SKCK, Samsat, dan SIM Keliling menggunakan kendaraan bus yang diberi nama Arema Police.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, mengatakan, peresmian ini merupakan upaya memberikan pelayanan prima ke masyarakat. Apalagi Polresta Malang Kota baru saja meraih predikat WBBM.

“Kami jemput bola beri pelayanan ke masyarakat. Semua pelayanan juga bisa didapat di aplikasi Jogo Malang. Di sana semua lengkap hingga kalau mau komplain pelayanan kami ada layanan Wadul,” kata Leonardus.

Di tempat yang sama, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi upaya Polresta Malang Kota. Sebagai pimpinan di Kota Malang, Sutiaji mengaku siap fasilitasi segala kebutuhan untuk menambah pelayanan ke masyarakat.

“Saat ini digencarkan pengawasan menyeluruh. CCTV harus dikuatkan. Sehingga kalau ada kejadian, masyarakat bisa terayomi,” ujarnya.

Dengan adanya CCTV, menurut Sutiaji, bisa mengawasi tindakan masyarakat di jalan. Apabila ada yang tidak pakai helm, tidak memakai spion, dan melanggar marka bisa ditindak.

“Nanti akan kami anggarkan. Goalnya bagaimana melayani masyarakat dengan baik,” tandasnya.(der)

Dinilai Efektif Tekan Angka Kematian Covid-19, PPKM Jilid II Tunggu Instruksi Pusat

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang, H.M Sanusi menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir di tanggal 25 Januari 2021 mendatang terbukti sangat efektif menurunkan angka kematian akibat virus covid-19.

“PPKM ini sangat efektif, untuk PPKM jilid II, kami (Pemkab Malang, red) masih menunggu instruksi dari pusat, apabila pusat memberikan instruksi untuk lanjut maka Pemkab akan melanjutkannya begitu pula sebaliknya,” ungkap Sanusi, saat ditemui awak media, Kamis (21/1).

Menurut Sanusi, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, angka kematian akibat virus covid 19 di Kabupaten Malang menurun.

“Alhamdulilah masyarakat sangat proaktif dalam masa PPKM ini, terbukti mereka patuh dan disiplin sehingga perlahan angka terpapar virus covid 19 menurun,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pemkab Malang telah menjalankan PPKM Jawa-Bali mulai tanggal 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021.

Penerapan PPKM Jawa-Bali tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2021, yang mana dalam peraturan Mendagri tersebut juga diatur tentang pembatasan jam malam yang artinya aktifitas masyarakat di Kabupaten Malang hanya diperbolehkan sampai pukul 19:00 setiap harinya.(der)

PPKM Jilid II, Sutiaji Pertanyakan Indikatornya

Wali Kota Malang, Sutiaji. (istimewa)

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali berencana diperpanjang. Pemerintah memutuskan PPKM jilid II berlaku mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Jatim merupakan salah satu wilayah yang ikut diperpanjang PPKM, termasuk Malang. Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat soal PPKM jilid II.

Lebih dari itu, orang nomor satu di Pemkot Malang ini justru menanyakan apa indikator perpanjangan PPKM. “Saya ingin kepastian, indikatornya apa perpanjangan itu,” katanya, Kamis (21/1).

Menurut Sutiaji, berhasil tidaknya PPKM ini tidak langsung bisa dilihat langsung, tetapi dari tingkat kesadaran masyarakatnya itu sendiri.

“PPKM itu kan memberikan warning ke masyarakat soal Covid-19. Kalau PSBB kemarin kan membatasi mobilitas. Jadi sekarang kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Pemkot Malang sendiri getol memberikan sosialisasi bahaya Covid-19 dengan 5M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Pesan-pesan itu juga disampaikan dari tingkat RT/RW.

“Bagaimana penguatan tingkat paling bawah, Pak RT RW dikasih tahu Covid-19 ini semakin ganas biar diteruskan ke masyarakatnya. Terus ada pemahaman eveksitivas vaksin bagaimana biar semua tahu,” jelasnya.(der)

Ketua Demokrat Kota Malang Meninggal Dunia, Sutiaji Sampaikan Duka Mendalam

Sutiaji mengawal proses pemulasaran jenazah Arif Darmawan di RS Saiful Anwar. (istimewa)

MALANGVOICE – Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, Arif Darmawan, meninggal dunia pada Kamis (21/1). Arif meninggal usai menjalani perawatan di RS Saiful Anwar.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan hal itu. Ia sendiri langsung menuju RS Saiful Anwar setelah mengetahui kabar duka kepergian Arif. Ia sendiri turun langsung mengawal proses pemulasaran jenazah agar sesuai dengan protokol.

“Saya atas nama mewakili Pemkot Malang dan keluarga memohon maaf jika ada salah dari beliau semasa hidup,” ujar Sutiaji.

Mantan Ketua DPRD periode 2009-2014 ini dikabarkan memiliki riwayat penyakit bawaan saat dirawat di rumah sakit. Kemudian dua hari lalu kondisinya memburuk sehingga harus dirawat intensif. Sutiaji mengatakan, dari hasil swab, Arif dinyatakan positif Covid-19.

“Tadi sore keluarga telpon, bapak butuh ventilator. Lalu saya upayakan dan sudah ada, tapi dapat dikabari beliau sudah meninggal,” ujarnya.

Sutiaji sendiri mengenang sosok Arif adalah rekan dan pembimbing luar biasa. Ia bahkan mengaku memiliki utang budi karena banyak membantu sampai saat ini.

“Jasanya sungguh luar biasa. Dia sangat support kepada rekan-rekannya, suka mendengar masukan-masukan dari bawah. Apalagi, dia juga orang paling berjasa mengantar dan membimbing saya hingga menjabat Wali Kota sampai sekarang,” kenangnya.(der)