Residivis Curanmor Kambuh Gasak Ninja

Ungkap kasus pencurian sepeda motor. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Angga alias AP (29) warga Kabupaten Malang terpaksa kembali masuk ke dalam tahanan. Pasalnya, Angga yang baru keluar dari lapas pada April lalu berkat program asimilasi ini tertangkap polisi mencuri motor.

Aksi Angga dilakukan pada 29 Juli di rumah Jalan Bendungan Sutami. Saat itu, Angga mencuri motor Kawasaki Ninja yang berada di teras rumah.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, dalam aksinya, pelaku ini tidak sendiri. Angga dibantu satu rekannya berinisial VP alias Ndul yang kini masih buron.

“Modusnya pelaku ini mengambil motor korban kemudian menuntun sampai jauh. Setelah itu dibantu rekannya menyalakan motor dan kabur,” kata Azi, Rabu (5/8).

Dari laporan korban, polisi kemudian melacak keberadaan pelaku. Akhirnya pada 18 Juli pelaku ditangkap di kosnya Jalan Tlogomas pada malam hari.

Dalam penyelidikan sementara, pelaku ini diketahui sudah pernah mencuri dua kali di Kota Malang. Kemudian pelaku tertangkap dan masuk bui sebelum akhirnya masuk program asimilasi pada April dari Lapas Lowokwaru.

“Sekarang kami masih cari pelaku lain. Sementara Angga kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” tandas Azi.(der)

Alasan Sutiaji Terapkan Belajar Tatap Muka di Sekolah

Wali Kota Malang Sutiaji audiensi tentang penanganan Covid-19 dengan utusan Kemenkes RI di Balai Kota Malang di Balai Kota Malang, Selasa (21/7). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan akan diterapkannya kembali belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah saat kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona bukan tidak ada alasan dan peritungan.

Dia menjelaskan diterapkannya kembali belajar tatap muka di sekolah itu bisa menjadi pembelajaran kepada siswa pentingnya disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga, ketika setiap siswa sudah bisa disiplin protokol kesehatan di sekolah. Dia berharap disiplinnya tersebut juga bisa diterapkan di masing-masing keluarganya.

”Kami harapkan disiplin protokol Covid-19 ini bisa menjadi pembelajaran di sekolah. Sehingga ini juga bisa tereplika di masing-masing kehidupan di rumahnya,” kata dia dalam keterangannya kepada MalangVoice.

Sutiaji mengakui kondisi pandemi Covid-19 di Kota Malang masuk zona merah kembali. Setelah sebelumnya, kata dia, sudah masuk zona oranye menuju kuning.

Akan tetapi, karena kurang disiplinya masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak. Sehingga hal itulah yang dikatakannya menyebabkan jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 bertambah banyak.

”Sekarang merah lagi. Nah, itu kenapa. Karena kita tidak sadar dan tidak mau pakai protokol kesehatan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Sutiaji mengatakan ketika disiplin protokol kesehatan Covid-19 berhasil diterapkan di sekolah. Dengan begitu, disiplin tersebut diharapkannya juga bisa diterapkan di rumahnya.

”Di sekolah ini kan mendidik anak untuk disiplin. Nah, harapannya mereka ini nanti juga disiplin di rumah. Disana (masing-masing rumah) kan ada bapaknya, ibunya hingga kakak atau adiknya,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya. Sutiaji mewacanakan akan menerapkan belajar mengajar tatap muka kembali. Rencananya dia akan memilih satu sekolah di setiap kecamatan di Kota Malang.

Sementara itu, derdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang. Jumlah pasien konfirmasi positif virus corona tercatat sebanyak 742 orang per Rabu (5/8/2020). Sebanyak 407 orang dinyatakan sembuh, 59 orang meninggal dunia dan 276 orang dalam pemantauan.

Sedangkan pasien suspek sebanyak 1.778 orang. Sebanyak 120 orang isolasi di rumah sakit, 246 orang isolasi di rumah, 71 orang probable dan 1.341 orang discarded.(der)

Sutiaji Akan Coba Penerapan Belajar Tatap Muka di Sekolah

Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji. (Ayuni)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan akan melakukan percobaan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Sekalipun saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 atau virus corona.

Dia menyampaikan dalam penerapannya akan dipilih satu sekolah di setiap kecamatan di Kota Malang. Baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Meski begitu, Sutiaji menyebutkan rencana tersebut masih menunggu kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan sekolah-sekolah yang dipilih terkait protokol kesehatan Covid-19.

“Kalau di SMP itu bagaimana (protokol kesehatan Covid-19). Begitu juga di SD itu bagaimana. Nah, itu akan kita tinjau dan peragakan,” kata dia dalam keterangannya kepada MalangVoice belum lama ini.

Sutiaji menjelaskan direncanakannya untuk percobaan belajar mengajar tatap muka dikarenakan berkaca pada negara-negara lain.

Dia menyebutkan di beberapa negera lebih memilih memberikan lampu hijau untuk dibuka lebih dahulu di sektor pendidikan dibandingkan tempat ibadah.

Tidak hanya itu, dia mengungkapkan pemerintah pusat tidak menilai suatu daerah itu zona merah, zona oranye, kuning ataupun hijau Covid-19.

Sutiaji menyebutkan bahwa suatu daerah sudah bisa melakukan belajar tatap muka jikalau segala persiapannya matang.

“Pemerintah pusat tidak ada apakah masuk zona merah, oranye, kuning atau hijau. Kalau memang sudah siap, silakan,” terangnya.

Oleh karena itu, dia menyampaikan jika seandainya semua persiapan sudah matang, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan segera dilakukan

“Kemungkinan, kalau sewaktu-waktu memang semuanya (Disdikbud Kota Malang dan sekolah) sudah siap. Maka, kita bisa langsung terapkan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk teknisnya, dia mengatakan tergantung kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Namun, dia akan memilih satu sekolah di setiap kecamatan untuk percobaan penerapan belajar tatap muka.

“Sebetulnya untuk kesiapan, kita sudah siap semua. Ketika sekolah tidak masuk. Setiap minggu sudah kita semprot disinfektan,” jelasnya.(der)

Terdampak Covid-19, Belanja Daerah P-APBD Merosot 0,22 Persen

Suasana rapat paripurna penyampaian penjelasan Wali Kota Malang tentang KUPA - PPAS tahun anggaran 2020, Rabu (5/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Belanja daerah pada Perubahan APBD Kota Malang tahun anggaran 2020 ini diprediksi merosot sekitar Rp 160 miliar atau 0,22 persen. Ini buntut merebaknya pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap pada rapat paripurna tentang penyampaian penjelasan Walikota Malang terhadap KUPA- PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2020 di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (5/8). Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, selain akibat kondisi pandemi Covid-19, penurunan target P-APBD dari APBD murni juga merespon pagu dana perimbangan dari pemerintah pusat. Termasuk kebijakan recofusing APBD untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Belanja daerah pada Perubahan APBD 2020 menjadi Rp 2,727 triliun atau mengalami penurunan 0,22 persen,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya optimistis tidak sampai mengalami defisit anggaran akibat penurunan belanja serta target pendapatan APBD tersebut. Sebab, pihaknya masih memiliki anggaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan ( SiLPA) tahun sebelumnya.

“Maka proyeksi SiLPA dioptimalkan sebagai sumber pendanaan pada kegiatan 2021,” sambung dia

Ia menambahkan, fokus program dan kegiatan pada P- APBD tahun ini dioptimalkan mendukung kebijakan ekonomi makro dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara (recovery ekonomi). Dicontohkannya pengurangan angka pengangguran, peningkatan daya saing daerah serta peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat.

“Kami minta percepatan pembahasan dewan tentang APBD Perubahan. Sehingga on going kegiatan pada September. Harapnya lelang sudah bisa jalan dan pertengahan Desember seluruh kegiatan tuntas,” pungkasnya.(der)

Operasi Patuh Polresta Malang Kota Terbitkan 1.851 Surat Tilang

Operasi Patuh Semeru 2020. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Operasi Patuh Semeru 2020 usai sudah. Selama 14 hari pelaksanaan mulai 23 Juli hingga 5 Agustus, Satlantas Polresta Malang Kota menerbitkan 1.851 surat tilang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution, mengatakan, jumlah ini didominasi pelanggaran dari roda dua yang tidak membawa SIM dan melanggar rambu lalu lintas.

“Sisanya paling banyak pengemudi yang tidak memakai safety belt,” kata Rama, Rabu (5/8).

Kendati demikian, jumlah pelanggaran ini menurun daripada tahun lalu yang berjumlah 2.600 surat tilang.

“Tahun lalu kan mengutamakan penegakan hukum, sedangkan tahun ini mengedepankan tindakan humanis dan pendidikan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Operasi Patuh Semeru 2020 juga tidak mencatat adanya kecelakaan. Rama berharap, masyarakat pengguna jalan bisa terus tertib dalam berkendara di lalu lintas.

“Harapannya gak hanya saat Operasi Patuh aja. Masyarakat harus tetap patuhi lalu lintas kapan pun, sehingga kesadaran berlalu lintas semakin baik,” tandasnya.(der)

Dapat Bantuan Pusat, Kerangka Baja Jembatan Srigonco Tahun Ini Dipasang

Jembatan Srigonco dalam pembangunan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, pastikan di tahun ini kerangka jembatan Srigonco Kecamatan Bantur terpasang.

“Kita dapat bantuan dari pusat (Kementerian PUPR) berupa Kerangka Baja untuk jembatan itu,” ungkap Kepala DPUBM Pemkab Malang, Romdhoni, saat ditemui awak media, Rabu (5/8).

Menurut Romdhoni, pembangunan proyek Jembatan Srigonco (Jurang Mayit) menuju wisata pantai Balekambang yang berada di Desa Srigonco, Bantur saat ini menunggu proses pengambilan.

“Kami saat ini masih mencari ekspedisi transportasi untuk mengambil hibah kerangka baja dari Kemenpupr,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Romdhoni, dengan adanya pengurangan anggaran tersebut, dirinya tidak menampik jika ada pekerjaan pembangunan harus tertunda, lantaran adanya rasionalisasi atau refocussing anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang.

“Adanya rasionalisasi atau refocussing anggaran, Dana Alokasi Khusus (DAK) pun sudah ditiadakan untuk tahun ini, tinggal Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), tapi untuk anggaran ekspedisi itu sudah kami siapkan,” terangnya.

Untuk itu, tambah Romdhoni, dirinya menargetkan pamasangan kerangka baja jembatan Srigonco tahun ini bisa selesai, dan ditahun depan (2021, red) bisa dilakukan finishing.

“Saya yakin tahun ini terpasang, dan tahun depan bisa diselesaikan. Untuk sementara pekerjaan besar, kami tunda. Kami hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya pemeliharaan. Untuk finishing Jembatan Srigonco akan kami lakukan tahun depan,” tukasnya.

Sebagai informasi, pembangunan jembatan Srigonco, Bantur tersebut telah menelan anggaran daerah sebesar Rp 18 miliar sejak dimulai pada tahun 2017 silam.

Pembangunan jembatan Srigonco tersebut dilakukan untuk mendukung kemajuan pariwisata, karena jembatan Srigonco itu merupakan merupakan jalur dari Kecamatan Bantur menuju Pantai Balekambang.(der)

Sisa Anggaran Rasionalisasi dan Refocussing OPD Dikembalikan

Sekda
Sekda Kabupaten Malang, Dr.Ir.Wahyu Hidayat, MM. (Toski D).

MALANGVOICE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat sampaikan sisa anggaran rasionalisasi dan refocussing untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang bakal dikembalikan.

“Anggaran rasionalisasi dan refocussing dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencapai Rp371 miliar. Tapi yang terpakai untuk penanggulangan Covid-19 hanya Rp115 miliar, dan sisanya akan dikembalikan,” ungkap Wahyu, saat ditemui awak media, Rabu (5/8).

Menurut Wahyu, sisa anggaran tersebut rencananya akan dilimpahkan semuanya dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) bulan Agustus ini, dan anggaran itu bisa digunakan untuk melanjutkan program yang kemarin tersendat karena dirasionalisasi dan direfocussing untuk penanganan Covid-19

“Sisa anggaran itu hanya bisa digunakan untuk program OPD yang sifatnya penunjukan langsung (PL). kira OPD masing-masing tahu mana yang prioritas. Karena apa kami sarankan PL? Karena dengan waktu yang tersisa sebelum tutup tahun ini hanya kurang lebih 4 bulan saja,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Wahyu, mega proyek yang menghabiskan dana miliaran, tidak disarankan untuk menganggarkan lagi. Salah satu contoh dari mega proyek itu adalah pembangunan mall perizinan yang menghabiskan dana lebih kurang 10 miliar.

“Karena tidak cukup. Sekarang saja proses lelang masih satu setengah bulan. Terus penggarapannya ya pasti butuh waktu banyak dan itu tidak selesai. Makannya kami akan anggarkan lagi di 2021,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Wahyu, dari anggaran rasionalisasi dan refocussing tersebut, juga disisakan dana sebesar Rp.85 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19 hingga akhir tahun ini.

“Jadi sisanya tinggal Rp.271 miliar, yang 85 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19 hingga bulan Desember nanti,” tukasnya.

Sebagai informasi, proyek yang bersifat penunjukan langsung merupakan proyek yang anggarannya Rp 200 juta kebawah, dan proses pengerjaannya tidak melalui lelang.(der)

Menunggu Petugas Terlatih, Mesin PCR Belum Dapat Dioperasikan

Ilustrasi Positif Corona
Ilustrasi Positif Corona (Ak/RawPx)

MALANGVOICE – Mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Pemkot Malang bantuan dari pihak swasta belum dapat segera dioperasikan. Sebab, tenaga ahli masih bakal dilatih cara mengoperasikan mesin untuk mendeteksi material genetik virus Corona atau Covid-19 tersebut.

“Alatnya masih belum bisa dioperasikan. Saat ini, kami masih melatih petugas di RSUD Kota Malang untuk mengoperasikan alat tersebut,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif.

Husnul melanjutkan, rencananya pelatihan bagi tenaga kesehatan di RSUD Kota Malang bakal berlangsung selama 3-4 hari. Pihaknya optimistis, mesin PCR siap dioperasikan usai pelatihan tersebut. Mesin PCR diklaim memiliki keakuratan tinggi dalam mendeteksi material genetik virus Corona berdasarkan sampling tes swab. Kapasitas mesin PCR dapat memproses 32 sampel swab dalam waktu 30 menit.

Ia menambahkan, mesin PCR ditempatkan dan bakal dioperasikan mendukung RSUD Kota Malang sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. RS ini telah memenuhi standar operasional prosedur.

“Mesin kami tempatkan di RSUD Kota Malang, karena telah memenuhi syarat, yakni meliputi luas ruangan, dan ditempatkan pada ruangan bertekanan negatif,” pungkasnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per 4 Agustus 2020, tercatat sejumlah 742 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total kasus konfirmasi positif tersebut, 59 pasien dinyatakan meninggal dunia, 407 pasien dinyatakan sembuh, dan 276 orang lainnya masih menjalani perawatan atau pemantauan.(der)

Anggota Bhabinkamtibmas Berprestasi Terima Penghargaan dari LEMKAPI

Bhabinkamtibmas menerima penghargaan.(istimewa)

MALANGVOICE – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI), Dr. Edi Hasibuan SH. MH memberikan penghargaan kepada anggota bhabinkamtibmas yang senantiasa melaksanakan tugas, peran, dan dedikasinya selama masa COVID-19.

Acara pemberian pernghargaan ini bertempat di Gedung Mahameru Polda Jatim pada Selasa, 4 Agustus 2020.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polri terutama anggota Bhabinkantibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal tersebut membuat rasa aman dan nyaman dapat terwujud di tengah masa pandemi ini. Terutama terkait pelaksanaan Kampung Tangguh Semeru,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr. Drs. HM Fadil Imran M.Si juga turut memberikan apresiasi pada Bhabinkantibmas dalam upayanya memberikan binaan khususnya di kampung tangguh semeru.

“Kampung tangguh semeru bukan hanya aman dari COVID-19, namun juga menjadi kampung bebas dari narkoba maupun kriminalitas, terlebih saat akan dilakukan pilkada serentak tahun ini. Untuk itu, kami ucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Penghargaan diberikan kepada 39 anggota Bhabinkantibmas yang telah berjuang keras dalam menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Jawa Timur. Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 orang ini berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Diketahui, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata ikut menjadi pemateri terkait kampung tangguh semeru.(der)

‘Perang Bendera’ Bentuk Kreativitas Aremania Sambut HUT Klub Singo Edan

Atribut Arema terpampang sebelum peringatan HUT ke-33 Arema. (Istimewa)

MALANGVOICE – ‘Perang Bendera’ dimulai! Jelang hari jadi ke-33 klub kebanggaannya, Selasa (11/8) depan, Aremania membuktikan tajinya sebagai suporter kreatif tanah air dengan mulai membirukan Bhumi Arema.

Berbagai atribut Singo Edan termasuk bendera-bendera suporter tampak mewarnai sudut Malang Raya. Bendera suporter bahkan sudah berjejer dan membentang di jembatan kaca penghubung Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi yang melintasi aliran Sungai Brantas.

Seruan ini sebelumnya memang sudah dikoarkan para tokoh Aremania dan disampaikan ke kalangan suporter grassroot, korwil, komunitas dan elemen masyarakat. Salah satunya oleh frontman d’Kross-Aremania, Sam Ade Herawanto.

“Kreativitas ini sebagai wujud merayakan HUT ke-33 Arema secara masif, namun senyap,” ujar Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Bentuk perayaan ini dilakukan sehingga tidak mengurangi euforia ultah Singo Edan, meski tanpa konvoi di jalanan.

Tokoh Aremania yang juga dikenal sebagai musisi itu menambahkan, bahwa ini merupakan bentuk edukasi kepada Aremania supaya perayaan ultah klub tetap bisa digelar dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Sebagai gantinya, diagendakan berbagai supporting event seperti bakti sosial hingga konser virtual yang disiarkan live streaming.

“Sehingga rangkaian acara perayaan nanti selaras dengan jargon yang kita usung bersama, yakni ‘Jangan Kemana-mana, tapi Ada Dimana-mana,” tegas Sam Ade d’Kross yang juga tokoh pemuda dan olahraga.

Atribut suporter selain berupa bendera, bisa berupa syal, umbul-umbul, dekorasi gapura, patung berbentuk Singo Edan hingga memakai jersey klub.

Sebelumnya, manajemen Arema FC juga telah mengimbau agar Aremania dan warga Malang Raya merayakan ultah Singo Edan dengan mengibarkan bendera Merah Putih bersanding dengan bendera Arema dan Aremania, untuk mengisi bulan Kemerdekaan RI yang bersamaan bulan lahirnya tim pujaan Arek-arek Malang.(der)