Foto Diduga dari Dalam Lapas Kota Malang Beredar di Medsos

Ilustrasi Lapas Kelas 1 Lowokwaru Kota Malang.(deny rahmawan)

MALANGVOICE – Media sosial dihebohkan dengan postingan salah satu pengguna Facebook di grup. Foto itu kemudian viral dan menjadi perbincangan.

Betapa tidak, akun atas nama Indra Kusuma ini mengunggah foto aktivitas di dalam penjara beserta caption. Foto itu diduga diambil di dalam Lapas Kelas 1 Lowokwaru, Kota Malang.

Pihak Lapas Kelas 1 Malang melalui Kepala Keamanan, Giyono, mengaku sudah mendapat informasi itu. Petugas lapas pun segera melakukan interogasi internal. Hasilnya diketahui akun tersebut menggunakan foto narapidana narkoba, Indra Sugianto.

“Setelah ketemu orangnya kami interogasi. Yang bersangkutan menyangkal bahwa itu di FB tulisannya,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/6).

Meski mengelak, pihak lapas tetap menganggap Indra sudah melanggar. Hal itu berdasar dari bukti yang ada di foto-foto akun Facebook tersebut. “Karena kami dasarnya dari bukti di akun itu, maka tetap dianggap pelanggaran. Yang bersangkutan kami proses sampai tahap berikutnya,” ujarnya lagi.

Proses penyelidikan pihak Lapas Kelas 1 Kota Malang ini juga melibatkan pihak Polres Malang Kota. Tim dari polisi diminta melacak jejak akun atau nomor yang dicurigai sebagai pengunggah konten di Facebook.

“Kami jelas koordinasi dengan Polres Malang Kota untuk ungkap ini. Sudah diketahui posisinya,” lanjutnya Giyono.

Meski begitu, Giyono mengakui sulitnya melacak penyelundupan HP dari luar lapas. Dikatakannya ada 3.122 warga binaan di Lapas Kelas 1 Kota Malang saat ini sehingga tidak bisa mengawasi satu persatu warga binaan lapas.

“Kami berusaha zero HP di lapas. Tapi dengan hunian 3.122 per hari ini kami tidak bisa menjamin 100 persen. Yang jelas petugas di lapas juga sudah disumpah agar tidak memasukkan HP dan narkoba,” tandasnya. (Der/Ulm)

Miliki Total Ratusan Gram Ganja, Dua Mahasiswa PTS Ditangkap Polisi

Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Tristyawan didampingi Kasatreskoba dan Kasubbag Humas menunjukkan barang bukti ganja. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Dua orang mahasiswa PTS di Kota Malang ditangkap polisi. Keduanya terlibat penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

JSP dan MIL, ditangkap hampir bersamaan pada pertengahan pekan lalu. JSP ditangkap di Jalan Danau Toba saat membawa ganja kering seberat 15,75 gram. Sementara MIL ditangkap di Jalan Terusan Dieng dan diketahui membawa 61 poket kecil ganja seberat 350 gram.

Wakapolres Kompol Arie Tristyawan, mengatakan, penangkapan itu berdasar pengembangan kasus yang sama dari dua pelaku yang tertangkap terlebih dahulu, yakni MIR dan MSP.

MIR dan JSP ini diketahui membeli ganja dari MSP secara patungan seharga Rp 1,2 juta per 100 gram.

“Dari sana kemudian kami telusuri dan didapati para pelaku ini,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/6).

Selanjutnya Satreskoba Polres Malang Kota terus memburu siapa pemasok barang haram itu. Polisi mengendus dari informasi pelaku ganja itu ada yang dikirim dari Medan melalui paket JNE ke Malang.

“MIL pernah memesan ganja dari Medan. Ini masih kami telusuri,” tegasnya.

Ketiga pelaku, yakni MIR, JSP dan MIL dikenai pasal 111 (1) UU R1 no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sementara MSP dikenai pasal 114 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 14 tahun penjara. (Der/Ulm)

Dewan Minta Pemkot Malang Setop Rencana Pengadaan Alat Cetak KTP Elektronik

Suasana lobi gedung DPRD Kota Malang. (Aziz Ramadani/MVoice)
Ilustrasi DPRD Kota Malang. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Rencana usulan pengadaan peralatan cetak KTP elektronik atau e-KTP ditentang dewan. Sebab dinilai akan sia-sia alat tersebut, mengingat pasokan blanko KTP yang tidak menentu.

Sebelumnya, peralatan cetak rencananya diperuntukkan bagi 57 kelurahan itu sudah dianggarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dalam APBD Kota Malang 2018. Namun, pada APBD 2018 gagal lelang. Lalu, usut punya usut, dinas terkait hendak mengajukan lagi melalui Perubahan Anggaran Keuangan atau PAK tahun 2019.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono menilai, pengadaan peralatan pencetakan e-KTP itu tidak berdampak positif. Sebab, keberadaan blangko e-KTP dari pemerintah pusat masih sangat minim. Sehingga, misalkan alat sudah dibeli, maka hanya sia-sia. Sebab tidak ada blangko yang bisa dicetak.

“Ini permasalahan hampir semua daerah, karena keberadaan blangko sendiri belum jelas sampai sekarang. Dari tahun lalu masih banyak aduan masyarakat karena hanya diberikan surat keterangan (suket),” kata Purwono, belum lama ini.

Ia berharap, agar Dispendukcapil tidak kembali menganggarkan pengadaan peralatan tersebut, baik dalam PAK 2019 maupun APBD induk 2020.

“Jangan dulu dianggarkan kalau belum ada kejelasan blangko. Kalau sudah jelas baru bisa dianggarkan, karena ini anggaran juga besar. Sayang kalau sudah terbeli tapi peralatan tidak digunakan,” sambung dia.

Sementara itu, Sekretaris Dispendukcapil Kota Malang, Slamet Utomo menjelaskan, pihaknya memang masih melakukan evaluasi terkait rencana pengadaan peralatan cetak KTP elektronik itu.

“Untuk pengadaan lagi masih akan dievaluasi lagi. Karena memang salah satu yang jadi pertimbangan keberadaan blangko yang masih minim,” pungkasnya. (Hmz/ulm)

Diduga Perkosa Istri Anak Buahnya, Kades Trenyang Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi. (Anja A)

MALANGVOICE – Desa Trenyang, Sumber Pucung, dihebohkan dengan ulah Kepala Desa kawasan itu bernama Didik Santoso. Ia berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga melakukan pemerkosaan kepada salah satu istri dari perangkat desa yang bekerja untuknya.

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum.

“Hingga saat ini Kami masih menunggu tindak lanjut dari proses ini,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Tridiyah, kasus ini merupakan delik aduan dan merupakan tindak pidana umum, maka pihaknya sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada Polres Malang.

“Ini kan delik aduan, dan tindak pidana umum dugaan pemerkosaan, maka kami serahkan penanganan kasusnya kepada kepolisian,” jelasnya.

Akan tetapi, tambah Tridiyah, pihakanya juga menunggu status Kades Trenyang. Apa tersangka dan apa sudah di tahan.

“Jika yang berangkutan (Didik Santoso-red) ditahan, maka nanti akan kami ditunjuk pejabat sementara untuk pelayanan Desa Ternyang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana mengatakan, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut.

“Kami sudah periksa saksi enam orang. Sudah visum tapi hasilnya belum keluar,” tandasnya.

Perlu diketahui, perbuatan tidak terpuji ini dilakukan Didik dirumah korban WP, yang merupakan isteri dari seorang perangkat Desa Ternyang. Menurut keterangan ibu korban,

Sebalumnya, Desa Trenyang di tahun 2016 silam juga di hebohkan dengan kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh Kades Ternyang pada waktu dijabat oleh Sudarmaji, yang ditangkap warga saat sedang melakukan perselingkuhan.

Akibatnya warga pun ramai-ramai melakukan unjuk rasa, agar Sudarmaji dicopot dari jabatanya. Tuntutan warga pun akhirnya menjadi kenyataan, setelah terbukti secara sah melakukan perselingkuhan, Sudarmaji akhirnya dicopot dari jabatannya. (Hmz/ulm)

Wali Kota Malang Inginkan Bank Beri Kredit ‘Ramah’ Pelaku Ekonomi Kreatif

(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji berharap perbankan memberikan pelayanan maksimal kepada para pelaku ekonomi kreatif. Selain itu bank juga bisa mendukung program pemerintah untuk pengembangan UMKM.

Hal ini diungkapkan Sutiaji saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2019 di Kantor Pusat Bank Jatim, Jl. Basuki Rachmad Surabaya, Rabu (19/6).
Sutiaji berharap agar agenda yang juga jadi momentum pemilihan direksi baru Bank Jatim itu, berbagai kebijakan yang nantinya akan digulirkan mampu memberikan sumbangsih. Serta mendukung berbagai program pembangunan di Kota Malang, khususnya bagi pengembangan UMKM.

Sebagai salah satu kota yang dinilai cukup kreatif, Sutiaji juga berharap agar Bank Jatim dapat memberikan kredit dengan bunga yang rendah serta cicilan yang ringan kepada para pengusaha di sektor ekonomi kreatif.

“Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk tidak mensukseskan pembangunan ekonomi kreatif di Kota Malang; karena para pelaku usaha mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Malang melalui Bank Jatim,” kata Sutiaji dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, bahwa perubahan pengurus juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja Bank Jatim. Tercatat hingga bulan Mei 2019, laba bersih Bank Jatim sebesar Rp. 658,73 Miliar atau tumbuh 7,62 % (YoY), aset Bank Jatim sebesar Rp. 65,97 triliun atau tumbuh 10,29 % (YoY).

“Dengan adanya perubahan pengurus tersebut diharapkan dapat membawa Bank Jatim lebih baik di masa yang akan datang,” tutupnya.

Sekadar informasi, dari segi bisnis, kredit Bank Jatim mengalami pertumbuhan 8,16 % (YoY) atau sebesar Rp 34,76 Triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mengalami pertumbuhan 11,88 % atau sebesar Rp. 55,4 Triliun dengan CASA ratio 67,66% atau bertahan diatas 65% selama lebih dari 15 tahun. Hal ini menunjukkan konsistensi kemampuan Bank Jatim dalam mengelola dana murah.

Sampai dengan Mei 2019, Bank Jatim telah meluncurkan berbagai inovasi dan layanan terbaru untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam bertransaksi perbankan. (Hmz/ulm)

Kandang Ayam Milik PT Cio Mas Adi Satwa Ludes Terbakar

Petugas saat melakukan pemadaman kebakaran. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kandang ayam milik PT Cio Mas Adi Satwa di Dusun Kedok, Desa Kasri, Bululawang, sekitar pada Rabu Malam (19/6), terbakar.

Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Margas mengatakan, kandang ayam Farm 1 PT. Cio Mas Adi Satwa pada kandang no.6 dan 7.

“Kami mendapat laporan pukul pukul 23.15 WIB. Segera kami tindak lanjuti dan berkoordinasi dengan petugas Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) untuk upaya pemadaman. Tidak ada korban jiwa maupun cedera dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

Untuk penyebab terjadinya kebakaran ini, lanjut Ronny, api diduga muncul dari adanya arus pendek listrik (konsleting) yang terdapat pada kandang.

“Awalnya, sekitar pukul 22.10 WIB, satpam berpatroli masuk melalui kandang 6 mengarah kekandang 7 dan kembalinya melalui kandang 6 dibagian belakang melihat ada kobaran api dikandang 6 sebelah selatan yang berupa kandang 2 lantai yang terbuat dari kayu/bambu kering dengan beralaskan sekam, mengetahui kobaran api yang semakin membesar, satpam tersebut memberitahu karyawan lain yang berada disekitar lokasi dan menghubungi pihak kepolisian,” ungkapnya.

Mendapat laporan tersebut, tambah Ronny, beberapa saat kemudian petugas datang ke lokasi kejadian.

“Dalam kejadian tersebut, kandang dalam keadaan kosong (tidak ada ayam). Petugas PMK dengan dibantu warga berhasil memadamkan sekira pukul 00.30 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten Malang, Agus Suyoto mengatakan, dalam kejadian ini, pihak menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebarakan (Damkar) untuk melakukan pemadaman.

“Kami mengerahkan dua unit damkar dari PBK yang dibantu satu unit damkar dari PG Krebet. Banyaknya material yang mudah terbakar dan angin yang cukup kencang agak menyulitkan upaya pemadaman,” pungkasnya. (Hmz/ulm)

Pascabanjir, ACT berikan pemeriksaan Kesehatan Warga Tanah Bumbu

Proses pemeriksaan kesehatan warga Tanah Bumbu pascabanjir oleh tim ACT. (istimewa)

MALANGVOICE – Banjir akhirnya mulai surut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, beranjak surut pada Sabtu (15/6), setelah sepekan lebih merendam wilayah tersebut.

Sejumlah warga sempat berada di pengungsian selama banjir tersebut terjadi. Kini warga kembali ke rumah mereka, namun muncul kekhawatiran kesehatan mereka terdampak kondisi tidak higienis selama di pengungsian.

“Karenanya Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) pada Senin (17/6) kemarin, berinisiatif mengadakan layanan kesehatan untuk memastikan kondisi dari kesehatan para warga yang sempat tinggal di pengungsian tetap terjaga,” kata Retno Sulisetiyani dari tim ACT Kalimantan Selatan, Rabu (19/6).

Tercatat sebanyak 54 warga mengikuti kegiatan tersebut. Retno mengatakan sebagian besar dari warga yang datang untuk memeriksakan diri adalah para lansia.

“Warga yang datang sebagian besar merupakan para lansia dan memang mengeluhkan beberapa penyakit. Penyakit yang kita sudah diidentifikasi di antaranya adalah hipertensi, gatal-gatal, sakit kepala, mual, dan jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil,” ujarnya.

Tim medis langsung menangani keluhan warga tersebut dengan memberikan obat-obatan. Selama bencana terjadi, obat-obatan memang tersedia dari puskesmas, namun jumlahnya terbatas.

Pelayanan kesehatan dilakukan di dua desa di kabupaten tersebut, di antaranya Desa Sungai Rukam dan Desa Anjir Baru. Banjir sudah surut di kedua desa tersebut dan hanya menyisakan 10 rumah terdampak di Desa Sungai Rukam.

Sekretaris Desa Sungai Rukam, Tanwirul Anwar mengapresiasi langkah ACT-MRI dalam membersamai mereka bahkan setelah bencana ini usai. “Terima kasih kepada ACT dan MRI untuk bantuannya kepada kami di Desa Sungai Rukam, terlebih untuk kerja sama tim dengan posyandu kami,” Kata Tanwirul.

Meskipun masih ada 10 rumah yang terendam di desa tersebut, warga sudah kembali kepada aktivitas normal dan kondisi desa kini mulai relatif aman. Warga juga sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian. Namun menurut Tanwirul, masih tersisa 10 rumah yang terendam banjir ini akibat dari tanggul yang agak rendah.

“Dengan adanya tanggul jadi lebih aman ketika banjir. Tapi perlu lebih tinggi lagi tanggulnya. Karena sekarang ini rendah. Untuk ke depan, tanggul sebagai jalan poros perlu juga kita perkuat lagi, karena belum kokoh. Karenanya sekarang 10 keluarga masih terdampak,” jelas Tanwirul.

Ia menambahkan, ada 600 jiwa yang terdampak banjir di Desa Sungai Rukam dan mayoritasnya adalah petani. Otomatis ketika banjir datang, lahan pertanian mereka total seluas 400 hektare, juga ikut terendam. Akibatnya sudah dapat dipastikan, lahan yang sudah siap panen tersebut kini mesti gagal panen akibat banjir. (Der/Ulm)

Pemkot Malang Fasilitasi Transportasi Daerah Bagi Jamaah Calon Haji Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Lisdya)
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pemkot Malang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Malang tahun 2019. Salahsatunya dengan menyediakan layanan transportasi.

Pemerintah Kota Malang melalui Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kota Malang telah menyiapkan 27 bus bagi 1184 orang CJH Kota Malang yang akan berangkat pada tanggal 11 dan 12 Juli 2019. Hal ini terungkap dalam hasil rakor persiapan pemberangkatan CJH Kota Malang di Hotel Pelangi, Rabu (19/6).

CJH Kota Malang yang terbagi kloter 15, 16 dan 17 tersebut juga akan di beri fasilitas tiga unit tronton untuk pengiriman tas dan koper jemaah.
Sedangkan untuk kepulangan jemaah pada tanggal 21 Agustus 2019; Pemkot Malang juga telah menyiapkan 36 bus.
Tempat pemberangkatan dan pemulangan CJH Kota Malang rencananya akan dilaksanakan di lapangan Kiangmor (sebelah utara lapangan Rampal).

“Kami berharap apa yang telah disiapkan oleh Pemkot Malang tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para jemaah haji sehingga ibadahnya pun menjadi lebih khusyuk,” kata Wali kota Malang Sutiaji dalam keterangan tertulisnya.

Sutiaji menambahkan, bahwa pelayanan yang terbaik tetap akan selalu menjadi prioritas Pemkot Malang untuk masyarakat di Bumi Arema.(Der/Aka)

Pemkot Batu Tambah Kuota Dua Rombel Zonasi di Dua SMPN

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 4 Batu, Rabu (19/6). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan membuka kuota tambahan PPDB jalur zonasi khusus untuk dua SMPN di Kota Batu, yaitu SMPN 4 dan SMPN 6.

Masing-masing sekolah tersebut maksimal menerima dua rombel. Satu rombel terdiri dari 30 – 32 kursi.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Batu, Endro Wahjudi mengatakan hal itu merupakan upaya pemerataan dan perluasan akses layanan pendidikan yang berkeadilan. Khususnya bagi desa/kelurahan yang tidak terjangkau melalui PPDB sistem zonasi jenjang SMP Tahun Pelajaran 2019/2020.

“Ya, itu merupakan kebijakan yang diberikan Pemkot Batu. Tapi, dengan syarat siswa yang bisa mengikuti sudah dalam proses PPDB jalur zonasi paling lambat per Selasa (18/6) kemarin pukul 15.00 WIB” terangnya.

Endro menambahkan, untuk teknisnya pendaftaran secara otomatis diperpanjang. Khusus tambahan ini bisa mendaftar sejak Rabu (19/6) pukul 12.00 WIB – 15.00 WIB. Dan hari Kamis (20/6) pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Selain itu, calon peserta didik ketika pendaftaran di sekolah yang dituju sesuai zona, wajib membawa serta menyerahkan tanda bukti pendaftaran PPDB jalur zonasi dari sekolah sebelumnya.

“Untuk selengkapnya nanti kami koordinasikan kembali dengan Kepala Dinas dan panitia,” tandasnya.

Diketahui, kedua sekolah itu mencangkup daerah berbeda. Untuk SMPN 4 daerah zonasi Desa Gunungsari, Desa Sumberjo, Desa Pesanggrahan, Kelurahan Songgokerto, Desa Oro Oro Ombo, dan Desa Tlekung.

Sementara, untuk SMPN 6 daerah zonasi Desa Pendem, Desa Bumiaji, Kelurahan Dadaprejo.

Sebelumnya, di SMPN 4 pagu jalur zonasi adalah 202 dan di SMPN 6 pagunya adalah 172. Dengan penambahan rombel ini bertambah menjadi 266 di SMPN 4 dan 236 di SMPN 6.(Der/Aka)

Surat Ancaman Tak Naik Kelas di SDN 07 Kepanjen Disoroti Dewan

Undangan yang bernada ancaman (Dok. Mvoice)

MALANGVOICE – Surat undangan pengambilan rapor yang ditandatangani Kepala SDN 07 Kepanjen, Yuli Isnani, dengan bernada ancaman yang ditujukan kepada wali murid Sekolah mendapat perhatian DPRD Kabupaten Malang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo, sangat menyayangkan adanya surat undangan tersebut apalagi surat tersebut ada kalimat yang bernada ancaman.

“Kalimat seperti itu sangat tidak pantas dikeluarkan oleh lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Kusmantoro, dalam lembaga pendidikan, dimana tempat para tenaga pendidik seharusnya menggunakan bahasa yang santun.

“Mengapa bisa keluar surat bernada seperti itu? Mengapa tidak menggunakan bahasa yang lebih santun. Ini adalah institusi pendidikan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Kusmantoro, sistem pembinaan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang harus dibenahi.

“Ini menandakan jika pengawasan dari Dinas Pendidikan kepada para pendidik belum maksimal. Bagaimana pendidikan karakter bisa berhasil, jika untuk undangan pengambilan raport saja harus memakai ancaman. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam surat No: 005/28/35.07.101.404.06/2019 perihal undangan dan pemberitahuan, tertanggal 14 Juni 2019 itu, akhirnya direvisi dengan surat bernomor: 005/30/35.07.101 404.06/2019 tertanggal 18 Juni 2019. Dalam surat terbaru itu menerangkan, meralat surat bertanggal 14 Juni 2019.(Der/Aka)

Komunitas