BMKG Pasang Alat Senso Seismograph GEJI

Peresmian Senso Seismograph GEJI. (Istimewa)
Peresmian Senso Seismograph GEJI. (Istimewa)

MALANGVOICE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pasang alat pendeteksi gempa bumi bernama senso seismograph Gedangan Jawa Indonesia (GEJI) di pesisir Selatan Kabupaten Malang.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Pusat, Muhamad Sadly mengatakan, pemasangan alat senso seismograph GEJI yang dipasang di Desa Sidodadi, Gedangan, guna peringatan dini apabila terjadi gempa yang mengakibatkan timbulnya tsunami. Mengingat, di wilayah Kabupaten Malang berpotensi terjadi bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami skala besar.

“Belajar dari tsunami aceh yang berawal dari gempa, maka BMKG kini menerapkan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Inatews,” ucapnya, Senin (20/1).

Menurut Sadly, Inatews ini di Indonesia sudah dibangun sejak 2008, pihaknya belajar dan disupport oleh China, Jepang hingga Amerika.

“Alat ini bisa melaporkan secara real time, dengan durasi waktu 2 sampai 3 menit,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi yang mengikuti langsung pemasangan alat pemantau gempa itu, menyampaikan jika alat tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Selatan Kabupaten Malang.

“Dengan alat ini, kita bisa mengetahui secara dini gejala yang akan terjadi khususnya di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Sanusi, dirinya mengingatkan pada semua stakeholder untuk terlibat dalam mengantisipasi dan penanggulangan bencana alam.

“Semua stakeholder harus mau bahu-membahu terkait mitigasi bencana di Kabupaten Malang bila bencana terjadi. Untuk antisipasi, alat peringatan dini yang bisa memberitahukan ancaman bencana secara realtime juga akan dipasang di kantor BPBD dan kantor Bupati Malang,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tampak ikut hadir Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dan (Dandim) 0818/Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf. Ferry Muzzawad beserta jajaran organisasi perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. (Der/Ulm)

Masih Ada Masalah, DPRD Kota Batu Tolak Pembangunan Pasar Sayur

Sidak Komisi C DPRD Kota Batu di Pasar Sayur pada Senin (20/1).
Sidak Komisi C DPRD Kota Batu di Pasar Sayur pada Senin (20/1).

MALANGVOICE – Komisi C DPRD Kota Batu bersepakat menolak hasil pembangunan dan penyerahan Pasar Sayur Kota Batu tahap II. Hal itu setelah dilakukan sidak kedua kalinya di pembangunan yang sudah mencapai 95 persen itu.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari menjelaskan bahwa penolakan itu bukan tidak ada dasarnya. Salah satunya melihat pembangunan oleh kontraktor yang kurang seperti drainase yang tidak sempurna.

”Masih banyak yang perlu diperbaiki. Salah satunya itu tadi, saluran atau sistem drainasenya kurang berfungsi sempurna,” kata dia usai melakukan sidak kedua kalinya pada Senin (20/1).

Dia menjelaskan, jika saluran atau sistem drainasenya kurang sempurna. Bisa dimungkinkan air yang mengalir tidak mengarah ke tempat pembuangan. Melainkan hanya berputar di saluran drainase Pasar Sayur.

”Makanya, dari hasil peninjaun tadi. Kami akan meminta ke Dinas (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan atau DPKPP) agar tidak menerima begitu saja. Karena ini masih belum sempurna,” terangnya.

Seperti diketahui, penyerahan pembangun Pasar Sayur tahap II ini direncanakan akan dilakukan pada tanggal 28 Januari nanti. Namun, Komisi C DPRD Kota Batu meminta agar hal itu tidak dilakukan sebelum ada perbaikan oleh kontraktornya.

Adanya pembangunan kurang sempurna itu setelah di uji coba dengan dialiri air dari dua mobil tangki milik Perumdam Among Tirto Kota Batu. Diketahui, air tidak mengalir mengarah ke tempat pembuangan dan hanya berkutat di saluran drainase yang ada Pasar Sayur.

”Yang kami khawatirkan akan membuat banjir. Terutama saat musim hujan. Kemudian, saat musim kemarau malah menyebabkan bau tak sedap karena air tidak terbuag sempurna,” timpal Wakil Komisi C, Didik Machmud yang juga ikut langsung melakukan sidak.

Disisi lain, Mahmud juga mempermasalahkan akses jalan masuk untuk kendaraan. Dikatakannya bahwa akses jalannya tidak rata. Ditakutkan akan ambles yang menyebabkan ada genangan air saat terjadi hujan dan membuat kondisi pasar kumuh.

”Makanya ini, kami minta kepada kontraktor agar menyelasaikan masalah ini sebelum diserahkan. Jika sudah dilakukan. Kita akan cek kembali kondisinya sebelum ini (Pasar Sayur) diserahkan,” ujarnya. (Hmz/Ulm)

Kejaksaan Tepis Dakwaan Seumur Hidup Kasus Pelajar Bunuh Begal

Suasana sidang ke-2 Kasus ZA di PN Kepanjen. (Toski D)
Suasana sidang ke-2 Kasus ZA di PN Kepanjen. (Toski D)

MALANGVOICE – Kasus ZA seorang pelajar SMA yang membunuh Misnan (35) warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Gondanglegi, diketahui sebagai begal, kini memasuki persidangan ke dua dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Dibalik kisahnya, ternyata ZA sudah menikah dan memiliki satu orang anak. Pacar yang dilindungi dari begal tersebut bukan istrinya, melainkan perempuan yang berbeda.

Pada sidang perdana, yang digelar pada Selasa (14/1) Minggu kemarin, ZA diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman paling berat penjara seumur hidup. Tetapi, isu yang berkembang saat ini ZA didakwa seumur hidup.

Dengan begitu, pihak Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menyampaikan jika tidak ada dakwaan seumur hidup kepada ZA, karena pelajar yang kini berhadapan dengan hukum itu masih tergolong anak-anak.

“Kami pastikan tidak ada dakwaan seumur hidup. ZA diproses dalam sistem peradilan anak. Sesuai Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, sistem hukumannya setengah dari ancaman hukuman usia dewasa,” ungkap Kasipidum Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar, Senin (20/1).

Menurut Sobrani, dalam sistem peradilan yang tengah berjalan saat ini diatur dengan undang-undang, bagaimana negara memberikan perlindungan. Namun, untuk adanya pasal berlapis dalam surat dakwaan tersebut, pihaknya hanya mengacu pada pada berita acara saja.

Seperti pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider 338 soal pembunuhan, 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, dan Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 terkait membawa senjata tajam. Tapi, itu bukan berarti penuntut akan membuktikan seluruh pasal seperti dalam surat dakwaan tersebut.

“Untuk sistem peradilan anak, diatur oleh undang-undang tidak boleh menyebutkan terdakwa, akan tetapi anak. Proses peradilannya tertutup, identitas secara keseluruhan tidak boleh dipublikasi. Yang dinamakan pasal berlapis bukan semuanya dibuktikan, 340-nya dibuktikan begitu juga yang 338 KUHP, tidak secara komulatif begitu. Tapi yang dibuktikan salah satu dari pasal tersebut karena sifatnya subsider, kalau 340 KUHP tidak terbukti, maka akan membuktikan 338-nya, kalau tidak terbukti maka ke 351-nya,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Bung Edi Optimistis Pembangunan Jembatan Kedung Kandang Dongkrak Ekonomi

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri haul KH. Malik di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah. (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri haul KH. Malik di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pemkot Malang bakal mulai menggarap Jembatan Kedung Kandang pada April 2020 mendatang. Pembangunan infrastruktur tersebut diyakini semakin meningkatkan perekonomian wilayah Kota Malang bagian Timur.

“Insya Allah, bila tidak ada aral, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan pada April 2020. Ini akan menentukan wajah Kedungkandang ke depan. Bahkan wajah Kota Malang ke depan akan diwarnai oleh pergerakan pembangunan di Kedungkandang, ” kata Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri haul KH. Malik di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah.

Pria akrab disapa Bung Edi juga meminta dukungan dan doa segenap jemaah serta warga Kedungkandang, agar rencana pelaksanaan pembangunan Jembatan Kedungkandang dapat berjalan lancar. Ia optimistis, Kedungkandang semakin mengimbangi kemajuan kecamatan lainnya.

“Semua sudut di wilayah Kecamatan Kedungkandang, sudah bergerak simultan. Beberapa hari melalui pondok pesantren Tholibie juga telah diinisiasi pengembangan Kampung Buah, dan lokasinya notabene di kawasan Dusun Baran yang juga relatif dekat dengan jembatan Kedungkandang yang akan segera terbangun,” ujarnya.

“Maka saya optimistis dengan dukungan dan kebersamaan langkah, Kedungkandang tidak lagi menjadi kawasan tertinggal dibanding empat wilayah kecamatan lainnya. Apalagi dengan keunggulan keelokan alamnya, saya juga berkeyakinan Kedungkandang akan semakin mengemuka,” tegas Bung Edi. (Der/Ulm)

Stadion Kanjuruhan Bakal Digoyang Didi Kempot dan Denny Cak Nan

Suasana Press Conference Konser Temu Dulur Gudang Baru. (Toski D)
Suasana Press Conference Konser Temu Dulur Gudang Baru. (Toski D)

MALANGVOICE – Usai sukses di Ponorogo, konser Temu Dulur Gudang Baru bakal hibur masyarakat Kabupaten Malang.

Konser Temu Dulur tersebut bakal digelar pada Selasa (21/1) yang dimulai pukul 19.00 WIB, di stadion luar Kanjuruhan, Kepanjen.

Dalam konser kali ini, Gudang Baru bakal menghadirkan Didi Kempot, Denny Caknan, Irenne Ghea, Cak Percil dan Abah Topan.

Manajer Marketing Gudang Baru, H Agus Hariadi mengatakan konser Temu Dulur Gudang Baru ini merupakan konser lanjutan dari konser Temu Dulur di Ponorogo, yang digelar pada, Jumat (3/1) lalu.

“Konser ini merupakan lanjutan dari konser yang digelar di Ponorogo pada 3 Januari lalu. Untuk bintang tamu sama, yaitu Didi Kempot, Denny Caknan, Irenne Ghea dengan komedian Cak Percil dan Abah Topan,” ucapnya.

Menurut Agus, konser Temu Dulur ini tidak lain tidak bukan untuk menghibur masyarakat Kabupaten Malang dan Malang Raya. Masyarakat yang ingin menyaksikan, akan dikenakan biaya atau tiket sebesar Rp 25 ribu dengan fasilitas yang diperoleh, mendapatkan 1 pack bungkus rokok Gudang Baru.

“Konser ini untuk dulur-dulur. Kami ingin menghibur masyarakat Malang Raya, tidak lebih dari itu. Tentunya antara musik, Denny Caknan, komedian, karena disini banyak komunitas yang suka itu,” ulasannya.

Dalam konser Temu Dulur Gudang Baru ini, pihak penyelenggara telah menyiapkan 220 personil dari TNI dan Polri untuk pengamanan, bahkan juga disiagakan 4 unit ambulan dan 2 unit mobil PMK dalam pelaksanaan konser tersebut.(Der/Aka)

Situs Pengadilan Negeri Kepanjen Diretas Hacker

Gambar di Situs PN Kepanjen
Gambar di Situs PN Kepanjen

MALANGVOICE – Situs Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen www.pn-kepanjen.go.id diretas hacker.

Domain tersebut ketika dibuka langsung keluar latar belakang hitam dengan tulisan berwarna putih, tepat di tengahnya.

“Hacked By Limit(Ed)&4LM05TH3V!L
Ngebela diri kok dipenjara
Begal dibela pelajar dipenjara
Hukum sobat gurun emang beda!”

Belum diketahui pasti kapan situs itu diretas oleh hacker. Tapi, melihat tulisan atau pesan yang disampaikan di lamannya itu diduga situs PN Kepanjen dibobol karena kasus matinya seorang begal di Gondanglegi yang dibunuh oleh pelajar berinisial ZA, pada awal September 2019 lalu.

Kasus itu ramai dibicarakan masyarakat karena ZA akhirnya menjalani persidangan di PN Kepanjen. ZA dalam penyidikan menyampaikan dirinya membunuh begal tersebut lantaran membela diri dan teman wanitanya.

Saat itu, Begal yang dibunuh ZA, tidak hanya meminta barang milik ZA, tapi juga akan memerkosa teman wanita ZA yang saat itu diboncengnya.

ZA pun akhirnya melakukan perlawanan dengan cara mengambil pisau yang ada di dalam jok motornya, kemudian menusukkan ke dada pelaku begal.

ZA mengaku, sebenarnya pisau itu, digunakan untuk praktik membuat stik es krim, pengakuan ZA tersebut juga dikuatkan oleh pihak sekolah.

Akan tetapi, ZA malah dikenakan 4 pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara, dan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Hingga berita ini di tulis, pihak PN Kepanjen, belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan pasti tentang retasan hacker tersebut.(Der/Aka)

Polsek Turen Ungkap Peredaran Uang Palsu di Pasar

Pelaku dan barang bukti yang diamankan Polisi. (Istimewa/Humas)
Pelaku dan barang bukti yang diamankan Polisi. (Istimewa/Humas)

MALANGVOICE – Polsek Turen berhasil mengamankan Sutinggal (62) warga Dusun Sumberpucung, Desa Girimulyo, Gedangan, yang diduga mengedarkan uang palsu (upal) di Pasar Waringin Gedogwetan Turen, Minggu (19/1).

Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah mengatakan, uang palsu yang diamankan ada beberapa jenis nominal.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti sebanyak 28 lembar uang pecahan Rp20 ribu, 115 lembar uang pecahan Rp50 ribu, dan 16 lembar uang pecahan Rp100 ribu,” ungkapnya.

Selain uang tersebut, lanjut Ainun, petugas juga mengamankan uang pecahan Rp10 ribu sebanyak 3 lembar, uang pecahan Rp2 ribu sebanyak 1 lembar, dan uang logam pecahan Rp 500 sebanyak 2 buah yang merupakan uang asli hasil kembalian dari pembelian menggunakan uang yang di duga palsu.

“Aksi pelaku ini diketahui oleh salah seorang korban yang saat itu menerima uang dari pelaku. Korban ini diketahui berjualan di dalam pasar Pasar Waringin,” terangnya.

Modus pelaku ini membelanjakan satu lembar uang pecahan Rp50 ribu dengan ciri-ciri no seri : EAR395999 yang diduga palsu, untuk membeli seperempat kilogram cabai rawit kepada korban.

“Akibat ulahnya, pelaku terancam dikenai Pasal 26 Ayat 1,2, dan 3, Undang-undang Nomor 7 tahun 2011, junto Pasal 245 KUHP tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara,” tandasnya.(Der/ulm)

Perumda Tugu Tirta Kota Malang Segera Manfaatkan Bantuan KemenPUPR

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas
Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas

MALANGVOICE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) berikan bantuan ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang sebagai solusi jangka pendek mengatasi kesulitan air akibat pecahnya pipa transmisi berukuran 500 mm di Desa Pulungdowo, Tumpang.

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan dari Kemen PUPR berupa 1 unit pompa dengan kapasitas 10 liter per detik, 2 pengeboran, 25 mobil tangki dan 100 unit termibal air.

“Bantuan tersebut untuk solusi jangka pendek, untuk solusi jangka panjangnya, Kemen PUPR akan segera membangun kembali jaringan pipa transmisi dengan ukuran yang sama, yakni 500 mm,” ungkapnya.

Menurut Muhlas, total air baku yang dimiliki Perumda Tugu Tirta Kota Malang ada 1.500 liter per detik. Dengan pecahnya pipa transmisi tersebut, kapasitas air baku berkurang sebesar 140 liter per detiknya. Sehingga saat ini jumlah air baku hanya tinggal 1.360 liter per detiknya.

“Kami terpaksa melakukan rekayasa jaringan, yakni dengan membagi debit air dari wilayah lain untuk bisa dialirkan ke wilayah yang terdampak untuk sementara. Satu-satunya solusi harus ganti pipa transmisi tersebut dengan level yang sesuai. Tapi, butuh waktu yang tidak bisa cepat, karena juga harus ada mekanisme administrasi dan pengerjaan proyek,” jelasnya.

Selain melakukan rekayasa jaringan, lanjut Muhlas, pihaknya juga melakukan beberapa upaya lain, yakni melakukan droping air bersih dengan menggunakan mobil tangki dan revitalisasi sumur pompa yang tidak aktif dan penyediaan terminal air.

“Sambil menunggu penggantian pipa tersebut, kami juga mencoba menyambung kembali pipa yang pecah dengan kita tambahkan asesoris pendukung untuk meminimalisir tekanan. Dengan begitu diharapkan tidak pecah dalam kurun waktu 1 bulan atau lebih hingga proses pemasangan pipa baru dilakukan hingga rampung, dengan begitu mungkin persoalan layanan sementara akan teratasi,” terangnya.

Saat ini, tambah Muhlas, pihaknya berharap agar pergantian pipa yang dilakukan oleh Kemen PUPR tersebut segera dilakukan, mengingat ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan dasar warga.

“Untuk yang bantuan, kita tergantung sama yang memberi, prinsip kami menekankan secepatnya. Kalau terminal air yang kita rencanakan kemarin, sudah kami adakan dan sudah kita salurkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dengan melakukan rekayasa jaringan pipa dan droping air bersih, sekitar 16 ribu warga yang terdampak sudah dapat tertangani.

Sementara itu masih ada sekitar 10 ribu pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang masih diupayakan agar dapat terpenuhi kebutuhan air bersihnya dengan terminal air atau tangki air portabel yang disediakan. (Der/ulm)

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Cipta Kondisi Polresta Malang Kota

Operasi cipta kondisi Polresta Malang Kota. (istimewa)
Operasi cipta kondisi Polresta Malang Kota. (istimewa)

MALANGVOICE – Polresta Malang Kota menggelar operasi cipta kondisi skala besar di akhir pekan ini. Selama dua hari mulai 18-19 Januari ada puluhan kendaraan terjaring razia.

Pada Sabtu (18/1) sore, anggota Polresta beserta Polsek jajaran mengamankan 68 kendaraan roda dua di kawasan GOR Ken Arok. Lokasi itu banyak dikeluhkan masyarakat karena menjadi tempar balap liar.

Puluhan kendaraan dan total 63 orang yang kebanyakan masih remaja ini kemudian dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk didata. Hasilnya kendaraan yang tidak memiliki surat resmi atau pengendara yang tak memiliki SIM ditilang.

“Ada 53 kendaraan yang ditilang, 6 kendaraan dikembalikan karena lengkap,” kata Kasubbag Humas Polresta Malang Kota Iptu Made Marhaeni.

Operasi cipta kondisi Polresta Malang Kota. (istimewa)

Pada Sabtu malam operasi dilanjutkan hingga Minggu dini hari tadi. Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata memimpin langsung operasi ini. Operasi menyasar di beberapa titik, seperti Jalan Ijen dan Jalan Soekarno-Hatta yang kerap digunakan untuk balap liar.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, mengatakan, operasi cipta kondisi ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di jalan. Selain itu diharap bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas dan kejahatan jalanan.

“Kami tindak apabila ada pelanggar yang tidak memenuhi standar sesuai undang-undang,” tegasnya. (Der/ulm)

Pemancing Ditemukan Tak Bernyawa di Pulau Sempu

Kondisi Korban saat ditemukan. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).
Kondisi Korban saat ditemukan. (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang).

MALANGVOICE – Seorang pemancing ditemukan meninggal dunia di Tanjung Celeng, tepatnya di Patuk Amben, Pulau Sempu, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan (Sumawe, red), Minggu (19/1).

Kasubsi Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang Muji Utomo, yang akrab disapa Mbah Tomo mengatakan, korban diketahui bernama Adi Cahyono (33) warga Tulungrejo, Donomulyo.

“Korban berniat memancing bersama 6 orang teman-temannya. Mereka berjanjian bertemu di perempatan lintas sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat dengan menggunakan 4 unit sepeda menuju Sendangbiru kurang lebih pukul 14.30 WIB dan mencari ikan buat umpan,” ucapnya.

Ke-6 teman korban tersebut, lanjut Mbah Tomo, empat orang merupakan warga Sumawe dan dua lagi dari Donomulyo.

“Sesampainya di Sendang Biru, korban dan ke-6 temannya menyeberang ke Pulau Sempu dan mencari spot memancing,” terangnya.

Setelah itu, tambah Mbah Tomo, mereka membagi dua kelompok. Untuk kelompok pertama adalah Heri, Sapari, Adi Cahyono (korban), sedangkan kelompok kedua adalah Anang Eko, Lukito, Dadah dan Adi.

“Jarak antara kelompok satu dan kedua kurang lebih 50 meter. Mereka beristirahat sambil merakit pancing dan memulai mancing pukul 17.00 WIB. Teman korban Heri kemudian mendengar ada suara terjatuh, lalu dipanggil dan tidak ada jawaban,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mbah Tomo menjelaskan, ke-6 teman korban mencari korban. Korban ditemukan dalam kondisi terapung dengan jarak 50 meter dari lokasi dengan kondisi tengkurap.

“Anggota Polair Polres Malang dan BPBD berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal. Kemudian jenazah korban dievakuasi menuju Puskesmas Sitiarjo Malang,” pungkasnya. (Der/ulm)

Komunitas