Bisnis Wisata Lesu, Pelaku Industri Pariwisata Dapat BST

Situasi penyerahn bantuan oleh Disparta di DKKB (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Selama pandemi covid-19 menghantam Kota Batu, sektor pariwisata lesu. Sepinya wisatawan menjadi faktor utama lesunya pariwisata di Kota Batu.

Hal itu membuat Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) memberi bantuan sosial tunai bagai 485 pelaku wisata. Bantuan tersebut disalurkan di Gedung Kesenian Kota Batu, Senin (28/12).

Bantuan sebesar Rp 900 ribu diberikan secara tunai. Nominal sebesar itu diberikan secara rapelan untuk bulan Oktober-November-Desember.

“Bantuan ini diberikan, khususnya bagi pekerja yang terdampak karena sebelumnya Dinas Pariwisata telah mengusulkan sejumlah penerima BST,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Bantuan ini merupakan hasil usulan beberapa OPD, selain Dinas Pariwisata, ada juga usulan dari Dinas Perhubungan, Diskumdag dan dinas-dinas lainnya. Punjul berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk perekonomian keluarga masing-masing.

Banyak OPD yang mengusulkan bantuan bagi warga yang menjadi tanggung jawabnya. Yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu yang mengutamakan bantuan untuk penjaga sekolah, kantin hingga petugas kebersihan.

Ada juga Dishub Kota Batu yang menyasar pada supir angkot sebanyak 300 orang. Dinas Pertanian juga mengutamakan sejumlah 73 penerima seperti petani

DPMPTSP dan Naker sebanyak 20 penerima kepada pekerja yang dirumahkan. Kemudian usulan dari Diskumdag ada 179 penerima diperuntukkan kepada pedagang pasar.

“Total ada 1113 penerima dengan total anggaran sekitar Rp 1 miliar yang telah disiapkan,” jelas Punjul.

Salah satu penerima bantuan, Febrian sebagai pekerja casual di salah satu destinasi ternama di Kota Batu mengungkapkan memang bantuan ini sangat diperlukan. Pasalnya penutupan pariwisata juga menutup jalan pintu rezekinya melalui sektor pariwiasata sejak Maret hingga Sesember.

“Ya untuk memenuhi kebutuhan hidup selama pandemi, kerjanya serabutan. Bantuan ini sangat meringankan beban finansial saya yang sempat lumpuh karena pandemi,” ungkap dia

Para pelaku wisata itu terdiri dari pekerja hotel, restoran, destinasi, pelaku seni, pemandu wisata, hingga pemilik homestay.(der)

Libur Nataru, Okupansi Hotel di Kota Batu Hanya 40 Persen

Hotel Wisma Selecta (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Sebelum pandemi, high season seperti saat ini kerap dimanfaatkan warga Indonesia untuk berlibur ke Kota Batu. Pada awal Desember biasanya okupansi hotel di Kota Batu naik hingga 80 persen.

Namun di masa pandemi ini kenaikan okupansi hotel hingga saat ini, Jumat (25/12) di Kota Batu hanya mencapai 40 persen. Banyak sebab yang menjadikan hal ini terjadi.

Salah satunya dapat diperkirakan karena kewajiban wisatawan untuk rapid test sebelum masuk ke Kota Batu. Juga para wisatawan yang masih was-was terhadap ancaman virus covid-19 lebih memilih untuk tinggal di rumah.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, 60 hotel yang tergabung dalam PHRI tidak merasakan imbas nataru seperti tahun sebelumnya. “Kami berharap saat libur nataru ini, mampu tembus 50 persen, itu sudah sangat bagus dalam situasi pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Namun hingga hari ini masih berkisar diangka 40 persen. Ditambah lagi banyak wisatawan yang sudah membooking hotel namun dibatalkan.

“Padahal PHRI menjamin hotel-hotel di Kota Batu telah melakukan pengetatan untuk penerapan protokol kesehatan,” jelasnya. Pada setiap hotel dengan cara mewajibkan penggunaan sarung tangan, face shield untuk para karyawan saat menjalankan aktivitas.

Selain itu, juga melakukan pengecekan suhu tubuh pada semua tamu yang akan memasuki area akomodasi penginapan.

Serta menyiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan bagi karyawan dan tamu. Ditambah lagi, pada setiap melakukan rolling pegawai. Pihak pengelola juga telah melakukan screening awal. Dengan tujuan untuk memastikan pegawai dalam keadaan sehat.

Tak tanggung-tanggung, sujud mengatakan bahwa setiap hotel juga telah menyediakan tempat isolasi/karantina sementara. Penyemprotan disinfektan pada setiap fasilitas dan peralatan akomodasi penginapan juga dilakukan secara rutin.

Serta kamar yang slesai digunakan tamu harus dilakukan disinfeksi dan dapat dipergunakan lagi setelah 2 x 24 jam. Serta, lanjut dia, mengganti linen dan peralatan yang sekali pakai setiap hari. Khusus bagi petugas house keeping harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar kesehatan.

“Sementara untuk jumlah kamar yang diperbolehkan digunakan masih tetap 50 persen dari total kamar yang tersedia. Kami berharap mendekati tahun baru nanti. Ada kenaikan okupansi setidaknya mencapai 50 persen,” tutupnya.(der)

Hawaii Group Luncurkan Snow Empire dan Frozen Show

Suasana Snow Empire. (Toski D)

MALANGVOICE – Sambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Hawaii Group siap untuk memberikan pelayanan terbaik pada libur akhir tahun.

Meski di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, Hawaii Group tetap menjalankan bahkan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Kesehatan (Prokes).

Namun, Hawai Group berkomitmen tetap hadir dengan keseruan-keseruan tersendiri, karena telah menghadirkan wahana-wahana baru seperti Snow Park, Ice Skating, Wild Life Experience, dan show-show menarik seperti Snow Empire dan Frozen Show.

Direktur Utama (Dirut) Hawai Grup, Bambang Yudho Utomo mengatakan, ditengah Pandemi covid-19, managemen Hawai Group terus berusaha bangkit kembali dan siap memanjakan wisatawan yang berkunjung. Untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pengunjung yang berwisata di akhir tahun 2020 ini, Satgas Covid-19 sudah dibentuk yang membuat Hawai Group masuk nominasi wisata tangguh dan wisata sehat. Tidak hanya itu, Hawai Group juga sudah tersertifikasi CHSE oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan nilai sempurna.

“Semuanya kami persembahkan untuk masyarakat yang telah lama merindukan kehadiran Hawai Waterpark, tentunya kami tetap menjalankan Prokes, seperti cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker. Pengunjung yang memiliki suhu tubuh tidak normal (diatas 37,3 c) akan langsung tangani di posko kesehatan dan ruang isolasi yang sudah disediakan, apabila perlu dirujuk ke rumah sakit maka tim satgas covid kami akan membantu,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Jumat (18/12).

Menurut Bambang, para pengunjung juga tidak perlu khawatir mengenai kolam di Hawai Water Park, dimana management selalu menjaga kualitas air, dengan tetap menjaga kadar ph dan clorine agar pengunjung tetap aman.

“Selain itu, kami juga mengedukasi pengunjung untuk tetap melakukan physical distancing dan personal hygine melalui social media Hawai Group maupun pada saat berada di area Hawai Group (petugas standby). Untuk pengunjung pun batasi hingga 50% dari kapaitas normal,” jelasnya.

Untuk tiket masuk, lanjut Bambang, pengunjung dapat melakukan pembelian secara online melalui website di www.hawaigroup.id/tiket, mengingat terdapat pembatasan jumlah pengunjung di setiap tempat wisata.

“Untuk tiketnya, harga pandemi, di Smart Arena tiket masuk menjadi Rp 50 ribu untuk Weekday dan Rp 75 ribu untuk Weekend, di Smart Arena ada spot foto bertemakan the wild life experience dimana pengunjung seolah olah berada di taman safari yang memiliki spot foto dengan binatang-binatang buas (robotic) yang berada di gedung lantai 2. Pada wahana tambahan Snow Park dan Ice Skating, manajemen mematok masing-masing tarif Rp l.35 ribu dan Rp.20 ribu,” tegasnya.

Sebagai informasi, kompleks Hawai Waterpark selama ini terdiri dari 5 destinasi wisata yakni Hawai Waterpark sendiri, Malang Night Paradise, Museum Ganesya, Malang Smart Arena dan Malang Snow City.

Bagi pengunjung yang ingin berwisata di Hawai Waterpark maupun Malang Night Paradise, management juga memberikan suguhan entertaint yang menarik bertemakan The Legend of Empire yang dapat di nikmati pada tanggal 28 desember 2020 hingga 3 januari 2021.

Pertunjukan tersebut bekerjasama dengan industri kreatif yang akan menampilkan karya karya luar biasa putra putri daerah Kabupaten Malang yaitu Pesona Gondang Legi yang sudah tidak diragukan lagi eksistensinya di dunia industri kreatif Malang Raya.

Selain itu, management Hawai Group juga memberi wadah bagi pelaku UMKM atau usaha mikro untuk memperkenalkan produk mereka dalam sebuah wadah berbentuk kegiatan pameran di dalam area Hawai Waterpark dan Malang Night Paradise sehingga pengunjung diharapkan mampu membantu atau mendongkrak perekonomian UMKM terdampak.(der)

Launching Kalender Wisata 2021, Disparta Tunjukan Potensi Besar Wisata Kota Batu

ferPEmbukaan Launching Kalender Wisata 2021 oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Demi genjot kunjungan wisatawan pada tahun 2021, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu akan gelar 78 event wisata. Hal ini bisa diketahui pada kalender wisata Kota Batu yang dilaunching secara meriah di The Singhasari Resort, Kota Batu, Minggu (13/12).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa hal ini dilakukan demi menggenjot pendapatan anggatan daerah (PAD) melalui sektor pariwisata pada tahun 2021. “Targetnya sama seperti tahun 2019 yaitu Rp7,2 Miliar,” jelasnya.

Karena hantaman pandemi Covid-19 ini Kota Batu hanya mendapat PAD Rp1,2 miliar saja. Maka demi menggenjot kembali kunjungan wisatawan dan PAD Kota batu melalui sektor wisata, Pemkot menggelontorkan dana sebesar sekitar Rp7 miliar rupiah.

Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan siapa saja demi terwujudnya kalender wisata ini. “Termasuk dengan pihak Dinkes, Kepolisian, Satpol PP, TNI, untuk menjaga protokol kesehatan covid-19 agar tidak membuat klaster baru,” jelasnya.

Perlu diketahui setiap bulan dalam tahun 2021 memiliki tema-tema tersendiri yakni. Januari: Bina Sinergi Industri Pariwisata; Februari: Eksplor Promosi Pariwisata Berbasis Milenial, April; Batu Nature& Original; Mei: Gebyar Budaya dan Religi; Juni: Desa Wisata Bangkit, Desa Berdaya Kota Berjaya; Juli: Batu Internastional Flower Festival; Agustus: Kwb cycling on track; September: Great otomotif and adventure celebration; Oktober: Kwb culture festival; November:Maraton internasional dan semarak kuliner; Desember: Gemerlap Anugrah Pariwisata Kota Batu.

“Dengan adanya kalender wisata ini diharapkan bisa jadi navigasi buat wisatawan yang mau berkunjung ke Kota Batu,” jelas Arief As Siddiq. Ia mengatakan event-event itu sudah disesuaikan agar seluruh kalangan wisatawan bisa datang ke Kota Batu dengan menemukan apa yang merka cari.

Selain itu dalam acara tersebut juga ditunjukan 24 Desa Wisata Kota Batu yang bisa menjadi opsi kunjungan wisata di Kota Batu. Yakni, Desa Beji, Desa bulukerto, Desa bumiaji, Desa dadaprejo, Desa giripurno, Desa gunungsari, Desa junrejo, Desa mojorejo, Desa ngaglik, Desa orooro ombo, Desa pandanrejo, Desa pendem, Desa pesamggrahan, Desa punten, Desa sidomulyo, Desa sisir, Desa songgokerto, Desa sumberejo, Desa sumbergondo, Desa sumber Brantas, Desa temas, Desa tlekung, Desa torongrejo, Desa tulungrejo.

Yang mana setiap Desa memiliki keunikannya sendiri-sendiri dalam potensi wisatanya. “Kita memiliki potensi wisata yang besar yang sudah siap dikunjungi,” tandas Arief.(der)

Disparta Launching Kalender Event 2021, Pulihkan Kunjungan Wisatawan

MALANGVOICE – Pertama kali kalender wisata Kota Batu di-launching dengan meriah. Hal ini dilakukan Disparta sebagai strategi untuk menggenjot kunjungan wisatawan tahun 2021 yang sempat lesu di tahun ini karena hantaman pandemi covid-19.

Perhelatan launching yang meriah ini digelar di The Singhasari Resor, Kota Batu (13/12) malam sebagai pengumuman apa saja kegiatan wisata yang akan digelar Disparta Kota Batu pada tahun 2021. Ada 78 event yang akan digelar oleh Disparta pada tahun 2021.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa launching kalender wisata 2021 ini sebagai tanda bahwa Kota Batu sudah siap menyambut wisatawan kembali. Selama pandemi covid-19 Disparta banyak melakukan pembenahan dan inovasi demi menjadikan kota apel ini memang layak disebut Kota Wisata Batu.

“Saat ini kamu berfokus pembangunan wisata bertumpu pada alam. dan mengutamakan panorama keindahan alam,” jelasnya. Ia mengatakan visi pariwisata Kota Batu kali ini adalah menghadirkan lingkungan yang sehat, bersih, sejuk dan indah.

Ia berharap bahwa dengan adanya kalender ini dapat dilihat oleh wisatawan sebagai navigasi ketika ingin berlibur ke Kota Batu sudah tahu mau bersenang-senang di mana. “Saya berharap degan kalender ini wisatawan yang datang bisa nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Kemudian sambutan berganti pada Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa budaya dan wisata adalah sesuatu yang saling berkaitan dan saling mendukung.

“Membangun wisata maka membangun budaya,” tambahnya. Ia menghimbau bagi seluruh pihak untuk terlibat dalam pembangunan wisata dan buday di Kota Batu ini.

Lalu gilitan Ketua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, Sinarto menyatakan bahwa Kota Batu adalah salah satu kota jujugan wisata terbaik di Jawa Timur. “Sektor Wisata di Kota Batu diharapkan dapat memulihkan ekonomi berbasis daya saing,” jelasnya.

Ia menekan kan bahwa pada tahun 2021 banyak pihak-pihak yang sudah mulai menggenjot sektor pariwisatanya. “Maka mengedepankan daya saing yang baik dalam pembangunan pariwisata adalah sesuatu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan bahwa dengan kalender pariwisata ini semua pihak bisa merancang strategi unutk menyambut wisatawan. “Semua harus melakukan persiapan, paket, travel agen, kuliner, hingga oleh-oleh untuk menyesuaikan kalender wisata yang telah dibuat oleh Disparta Kota Batu,” kata dia.

Ia menghimbau agar semua pihak harus ikut bersinergi dalam penyesuaian kalender pariwisata ini. “Saatnya kita bangkit, kita jaring wisatawan sebanyak-banyak karena ke luar negeri tahun depan masih terbatas, ini kesempatan Kota Batu,” tandasnya.(der)

Disparta Siapkan 63 Event Wisata untuk Genjot Kunjungan Wisatawan 2021

Kepala Disparta Arief As Siddiq (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu genjot kunjungan wisata dengan siapkan 63 event di tahun 2021. Mengingat pada tahun ini kunjungan wisatawan Kota Batu anjlok perkara hantaman covid-19.

Angka kunjungan wisatawan Kota Batu di tahun 2019 lalu mencapai 7,2 juta wisatawan. Sedangkan di tahun ini kunjungan hanya jatuh pada angka 1,7 juta wisatawan.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa 63 event itu akan dilaunching 13 Desember ini dengan pembuatan kalender wisata 2021. Pada tahun 2019 hanya ada 44 event yang diselenggarakan.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk mendonhkrak kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Batu,” jelasnya. Dalam 63 event itu banyak yang merupakan turunan event yang batal pada tahun 2020.

Event yang batal antara lain Batu Street Food Festival, Festival Agraris, Apeksi dan masih banyak lagi. Tentunya juga banyak event baru seperti Festival Srabi Kelurahan Dadapreji dan Cycling On The Track yang akan diselenggarakan pada bulan agustus 2021.

Pada setiap bulannya, terdapat tema yang berbeda. Contohnya pada bulan Januari temanya lebih kepada pembinaan. Kalau di bulan Juli lebih ke bunga-bunga khas Kota Batu.

Event dengan jumlah 63 itu memakan anggran lebih daei Rp. 1 miliar. Namun 63 event itu belum termasuk event yang diselenggarakan desa.

Dengan banyaknya event itu pihaknya berharap bisa semakin mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Kota Batu di tahun 2021. Setelah dihajar pandemi pada tahun 2020 ini. Dengan target minimal bisa menyamai perolehan angka kunjungan di tahun 2019.(der)

Desa Konservasi Songgoriti, Komitmen Kota Batu pada Lingkungan Hidup

Forkopimda Kota Batu dalam Acara The Legend Of Songgoriti (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Ajang peresmian kawasan wisata Songgoriti sebagai desa konservasi dihelat dengan tajuk The Legend of Songgoriti. Acara itu digelar oleh Among Tani Foundation (ATF) di Pine Forrest Park, Songgoriti, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (13/12).

Dalam acara tersebut dilakukan penanaman 370 pohon dan pelepasan 144 burung ke alam liar. Hal itu dilakukan sebagai tanda komitmen Kota Batu terhadap kelestarian alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aris Setiawan mengatakan bahwa pihaknya mempunyai target desa konservasi tidak hanya di Songgoriti saja. Pihaknya menginginkan Songgoriti ini sebagai peletakan batu pertama kepedulian Pemkot Batu terhadap lingkungan hidup yang akan ditularkan ke desa-desa yang lain.

“Rencana selanjutnya, Desa Sumber Brantas (Kecamtan Bumiaji, Kota Batu) akan dijadikan desa konservasi,” jelasnya. Ia bercermin pada bencana alam angin puting beliung yang melanda desa itu tahun lalu.

“Itu terjadi mungkin karena kurangnya pemecah angin berupa pepohonan sehingga angin kencang bisa sampai ke pemukiman,” jelasnya. Pihaknya sudah menyiapkan 1000 pohon untuk menghijaukan Desa Sumber Brantas.

Aris mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan desa-desa di Kota Batu sebagai Desa Konservasi. Namun pihaknya memerlukan pemetaan terlebih dahulu seperti desa-desa mana saja yang langsung berpapasan dengan hutan.

“Selain menjadi desa konservasi, masyarakat juga diharapkan bisa memetik keuntungan ekonomis dari hasil alam,” jelasnya. Seperti menjadi daya tarik wisata dengan memperbaiki sarana prasarana berupa japan aspal, spot-spot, dan lain-lain.

Dengan adanya desa konservasi itu Aris mengatakan bahwa pengawasan kelestarian alam akan dilakukan oleh lembaga yang dibentuk pemerintah desa. “Mereka akan melakukan pengawasan, pelestarian, dan pemanfaatan yang langsung dibina oleh DLH,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan bahwa menjadikan Songgiriti sebagai desa konservasi adalah langkah yang bagus. “Songgoriti ini luar biasa sekali, sejarah Kota Batu terekam di sini,” jelasnya.

Pihaknya telah menyiapkan anggaran yang besar untuk mengangkat wisata Songgoriti. Yakni sebesar Rp. 500 juta.

Dengan dana sebesar itu, pihaknya akan membuat acara rutin setiap hari sabtu di kawasa wisata Songgoriti. “Acara besarnya seperti balap BMX, Downhill, hingga paralayang,” jelasnya.

Ia juga berharap untuk dapat memugar Candi Songgoriti. Ia berharap dapat menggandeng BPCB Kabupaten Malang. “Kita sudah mempunyai semangat untuk itu semoga kedepannya bisa gotong royong dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya,” tandasnya.(der)

Obyek Wisata Selorejo Akhirnya Dibuka untuk Umum

Suasana di Bendungan Selorejo. (Toski D).

MALANGVOICE – Obyek wisata Selorejo yang berada di wilayah Ngantang, akhirnya dibuka lagi untuk umum usai tutup selama kurang lebih lima bulan akibat virus Covid-19.

Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, obyek wisata Selorejo ini dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I). Dibukanya obyek wisata tersebut tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan diberlakukan juga pembatasan jumlah wisatawan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya, tempat ini (Wisata Selorejo) sudah awal bulan lalu (September) sudah buka. Di dalam wisata Selorejo juga diterapkan protokol kesehatan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Minggu (22/11).

Menurut Bayu, dengan menggandeng Forum Jurnalist Kali Brantas (FJKB) diharapkan dapat menggeliatkan kembali obyek wisata Selorejo, usai mati suri akibat pendemi Covid-19.

“Di sini (Wisata Selorejo) sempat mati suri selama 4-5 bulan. Tidak ada pendapatan sama sekali. Kami harap rekan media menyiarkan atau menginformasikan ke masyarakat, jika wisata Selorejo ini telah dibuka kembali,” jelasnya.

Sebab, lanjut Bayu, saat ini hanya obyek wisata yang mulai dikunjungi wisatawan, dan untuk hotel, villa masih jauh dari sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Tamu wisata mulai pulih, tapi tamu hotel belum pulih, masih relatif jauh dari sebelum Pandemi, banyak promo untuk menarik pengunjung, salah satunya paket camping, dan sekolah berkuda, serta paket perahu juga kami gelakan,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Bayu, management wisata Selorejo menggalakkan penerapan protokol kesehatan bagi siapapun, bahkan karyawan, mitra usaha pedagang, pengemudi perahu, dilengkapi dengan masker dan face shield, serta memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Standar protokol kesehatan wajib kami terapkan, dan kami berlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas. Di masa normal, disini memiliki kapasitas 10 ribu pengunjung, dan saat ini dibatasi 5 ribu orang per hari. Tentunya ada syaratnya, apabila berkunjung adalah dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” tandasnya.(der)

Pariwisata Kota Batu Mulai Bangkit, Disparta Kejar Target 3 Juta Wisatawan

Kepala Disparta, Arief As Sidiq Saat Diwawancarai Awak Media (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Sudah berangsur-angsur pulih, kunjungan wisatawan di Kota Batu mulai meningkat. Meskipun kunjungan belum seperti sebelum pandemi, namun pengunjung wisatawan sudah mulai berdatangan.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Arief As Sidiq, mengatakan,dengan target 3 juta kunjungan wisatawan, hingga akhir oktober, target itu masih jauh dari capaian. Namun peningkatan sudah mulai terlihat, pihaknya sudah mulai untuk mengupayakan barbagai usaha.

“Mungkin menurut hitungan secara realistis. Hingga tutup tahun nanti tingkat kunjungan hanya bisa mencapai 2,5 juta wisatawan,” jelasnya.

Usaha yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan terhadap pengunjung. Juga menambah destinasi wisata seperti desa-desa wisata.

Event-event pariwisata yang bisa mengundang banyak orang juga akan semakin banyak diselenggarakan oleh Disparta. Selain itu pihaknya juga akan mengadakan kerjasama dengan mengadakan penyelenggaraan paket wisata.

Arief juga mengatakan bahwa pada tahun 2021 Kota Batu harus sudah bergeliat kembali. Dengan target yang sama seperti tahun 2019 yakni 7 juta wisatawan.

Untuk mewujudkan target itu Arief mengatakan bahwa akan melakukan berbagai upaya. “Yakni mulai dari promosi, pengembangan destinasi wisata, serta kalender event juga akan menjadi andalan bersama dengan destinasi desa wisata,” jelas Arief

Dengan adanya berbagai upaya itu. Diharapkan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kembali tertarik untuk datang berwisata di Kota Batu

Arief menambahkan bahwa seluruh sektor pariwisata sudah patuh protokol kesehatan covid 19. Sehingga keamanan berwisata di Kota Batu terjamin.

“Untuk para wisatawan tak usah khawatir dan tak usah takut untuk berkunjung di Kota Batu. Karena kami menjamin destinasi wisatanya aman,” tandas Arief. (der)

Predator Fun Park Tambah Dua Jenis Satwa Baru

Keeper Memberi Makan Singa Laut. (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 menyurutkan kunjungan wisatawan Kota Batu. Meskipun berangsur-angsur ramai, pengunjung wisatawan Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo Kota Batu masih sepi.

Hari biasa pengunjung wisata taman reptile itu hanya ada kurang lebih 100 wisatawan. Sedangkan pada weekend hanya mencapai 300 sampai 400.

“Sesuai anjuran pemerintah hanya diperbolehkan menerima 50% dari kapasitas penuh.” ucap Marketing Predator Park, Muhamad Wafi pada Malangvoice.com, Senin (16/11). Wafi mengatakan bahwa sebenarnya pengunjung Predator Fun Park tidak pernah mencapai separuh kapasitas penuh taman wisata itu.

Kapasitas penuh Predator Fun Park adalah 2500 pengunjung. Sehingga, separuh kapasitas saja belum pernah dirasakan sejak buka Juli lalu.

Ia mengeluhkan hal tersebut padahal hewan yang ada harus tetap makan. Wafi sapaan karibnya mengaku perawatan dan pemberian makanan tetap rutin dilakukan tapi dengan jumlah yang sedikit dikurangi.

“Mungkin pengunjung luar kota masih agak takut. Mangkannya sepi juga kunjungannya,” ungkapnya.

Sekolah yang libur juga merupakan alasan lain. Tidak ada sekolah yang melakukan study tour untuk edukasi, lantaran masil belum aktifnya KBM tatap muka.

Sepinya tempat wisata juga berefek pada para pekerja. Mereka mengakali hal itu dengan cara memberlakukan 15 hari kerja bagi seluruh karyawan yang ada.

Padahal destinasi wisata sekaligus edukasi ini sudah sangat siap akan kehadiran pengunjung. Wisatawan yang datang diwajibkan untuk mengisi riwayat aktivitas 14 hari kebelakang sebelum berkunjung.

Pengecekan cek suhu badan dan bercuci tangan, juga kewajiban bagi pelancong yang datang. Kebersihan kandang dan area wisata pun menjadi perhatian tiap harinya.

Mereka rutin menyemprot area predator park setiap hari. Karyawan yang berkerja juga dipastikan melewati pengecekan kesehatan sebelum bertugas. “Kami sangat siap dengan pengunjung yang datang, semua protokol sudah sesuai. Karena sebelum buka Dinkes juga melakukan pengecekan,” terangnya.

Dia berharap menjelang Natal dan tahun baru bisa terus buka dan kondisi berangsur segera membaik. Hal tersebut dibenarkan lewat upaya–upaya yang telah diadakan.

Seperti penyediaan wahana baru dan promosi lewat jejaring sosial.Beberapa wahana baru yang ada yaitu singa laut show dan sepeda laying.

Untuk singa laut show, banyak pengunjung yang sudah menanyakan namun kadang tidak bisa menikmatinya. “Karena masih baru, kadang singa lautnya juga tidak terbiasa kalau banyak orang. Mereka kadang badmood terus tidak mau makan, masih perlu pelatihan lagi,” jelas keeper anjing laut, Muhammad Ismail.

Pengunjung bisa menikmati sensasi memberi makan anjing laut secara langsung. Jumlah pengunjung dibatasi 3 orang saja setiap masuk area pertunjukan.

Mereka akan mendapatkan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan satwa lincah yang bernama Viona, Katty dan Mentil ini.

“Perawatan mereka cuma kalau airnya keruh diganti. Selain itu, tiga anjing laut ini hanya diberi makan ikan kembung yang sudah dibersihkan dan masih fresh,” katanya. Pada akhir pekan ada pertunjukan khusus yang digelar.

Seperti show ular dan feeding crocodile. Tiket masuk pada hari biasa dipatok Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu saat weekend.(der)