Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara, Dua Ada di Indonesia

Pantai Kuta, Lombok. (WisataID)

MALANGVOICE – Di wilayah Asia Tenggara banyak sekali destinasi wisata yang sebenarnya wajib dikunjungi. Pasalnya, kawasan Asia Tenggara mencakup 11 negara, ribuan pulau, dan ratusan budaya tradisional dan keajaiban alam yang unik.

Nah, bagi kalian yang ingin berpetualangan, MVoice sudah merangkum lima lokasi menarik untuk dikunjungi.

Coron, Filipina
Pulau Palawan telah menjadi tujuan wisata teratas selama bertahun-tahun. Banyak turis berbondong-bondong ke El Nido untuk melihat langsung inspirasi di balik Alex Garland’s The Beach, yang terletak beberapa ratus kilometer utara Pulau Coron.

Teluk Thailand
Teluk Thailand termasuk salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Di sana banyak pulau kecil dengan beragam aktivitas dan pemandangan alam menakjubkan.

Di seberang Teluk di sebelah timur adalah pulau Phu Quoc Vietnam dan 27 pulau yang hampir tidak berpenghuni yang membentang lebih dari 500 kilometer persegi, termasuk Hon Thom dan Hon Xuong.

Sumatera, Indonesia
Pulau terbesar di Indonesia ini adalah yang terbesar keenam di dunia, terletak tepat di garis khatulistiwa di negara barat yang berbatu. Menjelajahi bagian utara pulau Anda akan menemukan Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dengan pulau yang baru lahir, Palau Samosir.

Samosir memiliki sejarah yang kaya dan eksotis yang didominasi oleh masyarakat adatnya, suku Batak, yang saat ini masih mempraktikkan dan mematuhi banyak elemen budaya asli mereka.

Kuta Lombok, Indonesia
Berbeda dengan Bali, di Kuta Lombok ini bisa dibilang masih alami. Di sana banyak pantai pasir putih dan perbukitan yang indah.

Para wisatawan yang datang juga kebanyakan memanfaatkan ombak pantai untuk berselancar. Peselancar dari semua tingkatan akan kesulitan untuk beralih dari tujuan kelas dunia ini, dengan beberapa hotspot menawarkan selancar menuju ke pasir putih yang menakjubkan atau pantai batu vulkanik.

Malaka, Malaysia
Sebagai kota yang berpusat pada makanan, rumah bagi sejumlah budaya ekspresif, Malaka telah menjadi tujuan selama berabad-abad sebagai pelabuhan yang menarik para pedagang dari India, Cina, Timur Tengah, Portugal, Belanda, dan Inggris.

Setiap budaya yang berkunjung meninggalkan jejak pengaruhnya yang terlihat hari ini melalui arsitektur yang beragam, masakan khas Malaka, dan budaya yang mengakar yang mungkin juga merupakan dunia yang jauh dari Kuala Lumpur yang berdekatan. Selain itu jangan lupa untuk sewa pocket wifi Malaysia agar tetap terkoneksi dengan internet.(Der/Aka)

Pule Payung, Objek Wisata Kekinian bagi Para Pehobi Fotografi

Spot foto Pule Payung. (Jogjaonstage)

MALANGVOICE – Jalan-jalan ke Yogyakarta rasanya kurang apabila tidak mengabadikannya di kamera. Pasalnya kota berjuluk kota gudeg ini banyak sekali spot foto yang sayang dilewatkan, salah satunya adalah Pule Payung.

Terletak di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, kawasan ini terdapat Waduk Sermo yang memesona, alam yang hijau, serta perbukitan Menoreh.

Nah, di sana pastinya banyak lokasi untuk foto bagi fotografer atau wisatawan, apa saja?

Spot Angkasa

Spot Angkasa adalah salah satu area berfoto terluas di Pule Payung. Area yang terletak di ketinggian ini bahkan diperkirakan dapat menampung 100 orang sekaligus. Dari spot Angkasa, para pengunjung bisa melihat wilayah pesisir selatan.

Spot Jembatan Surga

Jembatan bisa menjadi salah satu alternatif lokasi untuk berfoto cantik. Di Pule Payung, ada sebuah spot foto yang berupa jembatan yang cukup panjang. Area yang disebut Jembatan Surga ini dapat menampung hingga 50 orang. Keindahan pemandangannya tak jauh berbeda dengan spot Angkasa.

Spot Wolu

Jika Anda pernah berfoto di spot Bundar, Kalibiru, tempat ini tidak jauh berbeda. Hanya saja, tempat pijakannya terdiri atas papan segi banyak beraturan. Area ini juga cukup tinggi dari tanah sehingga Anda harus menggunakan tangga untuk mencapainya.

Spot Wolu hanya dapat menampung tujuh orang dengan berat badan standar. Selain itu, di sekelilingnya tidak ada pagar pembatas. Jadi pengunjung diharapkan berhati-hati.

Spot Lolipop

Area menarik lain yang terdapat di Pule Payung adalah spot Lolipop. Dengan pijakan yang berwarna seperti lolipop, tempat ini terlihat sangat menarik. Lokasinya pun sejajar dengan tanah sehingga cukup aman bagi anak-anak. Meskipun demikian, pemandangan yang terjadi di depan mata pun tak kalah bagusnya.

Spot Sepeda Langit

Jika ingin memacu adrenalin, cobalah spot sepeda langit atau Sky Bike. Ini merupakan wahana yang sama dengan yang tersedia di The Lodge Maribaya, Bandung. Di sini, Anda bisa berpose di atas sepeda yang digantung di ketinggian. Karena mengenakan alat pengaman, jangan khawatir melepas tangan dari setang sepeda.

Sky Swing

Terlihat seperti berayun di udara, Anda bisa mendapatkan foto di Pule Payung. Wahana yang disebut Sky Swing ini menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto. Pasalnya, keindahan pemandangan di belakang Sky Swing ini tak ada duanya.

Nah, untuk menikmati pengalaman seru berpose cantik di ketinggian Pale Payung, segera rencanakan liburan Anda dengan membeli tiket pesawat ke Jogja di Airy. Selamat berlibur!(Der/Aka)

Pasar Andhong, Suguhkan Aneka Jajanan Tempo Dulu

Salah satu penjual cenil di Pasar Andong yang sedang melayani pembelinya (Ayun)

MALANGVOICE – Tak hanya sebagai tempat wisata. Kampung wisata ‘De Berran’, yang berada di Godorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu juga mengenalkan jajanan tempo dulu. Di sana, warga menjual berbagai makanan dan minuman serta alat-alatnya bernuansa tempo dulu. Seperti cenil, minuman dawet, klanting dan lainnya.

Menariknya, warga yang membeli harus dengan mata uang zaman dahulu yang masih dalam bentuk sen. Meski begitu, warga yang ingin membeli tak perlu khawatir. Begitu sudah masuk, petugas pintu masuk akan memberikan lima lembar uang pecahan 1, 2, 3, 5 dan 10 sen.

Diketahui, harga per item makanan dan minuman yang dijual pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti jajan cenil yang dipatok dengan harga 2 sen dan dawet harganya 5 sen.

Adanya pasar Andhong tersebut pun menggugah masyarakat. Baik mereka yang penasaran atau ingin mengenang masa tempo dahulu. Seperti yang dirasakan Aris Badar Risqullah, warga Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu itu.

“Jadi ikut merasakan kalau mau beli makanan dan minuman itu pakai uang itu. Apalagi, wadahnya juga menggunakan daun. Serasa zaman dulu,” ungkapnya sambil tertawa.

“Terus, ditambah para penjualnya yang rata-rata memakai kebaya. Kesan tempo dulunya jadi sangat kental dan begitu terasa,” imbuhnya.

Adanya pasar ini ditempatkan di tempat wisata selain menarik wisatawan juga memberikan kesan agar tempat wisata itu menarik.

Selain itu, wadah untuk makanan dan minuman rata-rata tidak menggunakan barang pecah belah atau plastik. Melainkan menggunakan bahan seperti dedaunan. Selain ramah lingkungan, juga tidak terlalu banyak sampah yang dibuang.

Selain itu pastinya juga memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengurangi sampah plastik.

Sogik Sugiono, pengelola Kampung Wisata De Berran mengatakan bahwa gagasan Pasar Andhong ini memang baru pertama dibuat di tempat wisata ini. Dengan tujuan untuk meramaikan tempat wisata dan mengenalkan berbagai macam kuliner khas daerah.

“Pasar tradisional di sini cuma pas hari Minggu saja. Kalau hari lain mereka biasanya jualan dipasar,” ucapnya.

“Selain itu, kami juga ingin membantu perekonomian masyarakat sekitar yang sekaligus juga mengenalkan kepada generasi muda makanan khas Indonesia tempo dulu ini,” pungkasnya.(Der/Aka)

Predator Fun Park Sediakan Spot Khusus Bernuansa Valentine

Salah satu pengunjung sedang berswafoto di Predator Fun Park (Ayun)

MALANGVOICE – Predator Fun Park menyediakan nuansa bertema Valentine Day. Selain disiapkn spot foto, pengunjung bisa menulis di plat besi love dan menggantungnya.

Marketing Predator Fun Park Muhammad Wafi mengatakan, hal ini disiapkan memang khusus untuk hari Valentine. Rencananya, pemasangan spot itu berlangsung selama 3 hari. Yakni mulai tanggal 14, 16 dan 17 Februari 2019.

Salah satu pengunjung sedang berswafoto di Predator Fun Park (Ayun)

“Kalau pada 16-17 nya kan weekend. Jadi kita juga ngambil moment yang memang banyak pengunjungnya. Terutama kalangan keluarga,” ucapnya.

Hal itu berlangsung sejak pukul 10.00-15.00 WIB. Dan berlangsung di wahana payung. Untuk bunga mawar dan coklat disediakan per hari nya masing-masing 50 biji.

“Nah, kita juga ada marchandise berupa coklat dan kembang untuk pengunjung. Tapi, kita lebih ke couple dan keluarga yang akan mendapatkan marchandise itu,” katanya.

Kurnia Aprilita Isa (37), seorang pengunjung asli Malang mengatakan, merasa senang dengan adanya spot foto itu. Karena dirasa unik dan bisa menjadi kenangan. Tak hanya untuk pasangan muda mudi saja, orang dewasa juga bisa menikmatinya

“Ya tadi datang bersama rombongan. Kesannya senang, unik karena bisa buat kenangan berlibur di sini,” pungkasnya.(Der/Aka)

VIDEO: Wisata Lembah Tumpang Tercipta dari Jiwa Seni Yogi Sugito

MALANGVOICE – Berawal dari tanah kosong, Yogi Sugito menciptakan wisata Lembah Tumpang yang berkonsep kerajaan Jawa. Tempat wisata milik mantan rektor sebuah universitas di Malang ini banyak ornamen kerajaan dan rerimbunan tanaman hijau menjadi ciri khas.

Tak hanya menyajikan pemandangan dan kolam renang, wisata Lembah Tumpang juga terdapat penginapan dan kafe untuk para pengunjungnya. Di dalam kawasan wisata Lembah Tumpang yang berlokasi di Dusun Nglanggang Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang itu juga ada bangunan candi yang cukup besar dan tinggi.

Di sana juga terdapat banyak spot foto yang terbilang sangat unik, ada beragam patung batu yang sengaja dibuat seperti zaman dahulu yang membuatnya tampak indah.(Der/Aka)

Target 1,3 Juta Wisatawan, Selecta Siapkan Tiga Wahana Baru

Salah satu wahana yang ada di Taman Rekreasi Selecta (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Selecta berupaya telah penuhi target kunjungan wisatawan sebesar 1,3 juta selama tahun 2018. Angka tersebut tetap menjadi patokan dan target kunjungan wisatawan di tahun 2019. Dalam upaya mengulangi sukses itu, Selecta kini sedang menyiapkan tiga wahana baru.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariadi mengatakan target kunjungan wisatawan justru melebihi estimasi yang ditentukan pihak manajemen. “Alhamdulillah target kunjungan yang ditargetkan terpenuhi. Bahkan melebihi estimasi,” katanya.

Meningkatnya kunjungan wisatawan dari tahun sebelumnya dikarenakan banyak faktor. Yakni penambahan spot foto dari tahun ke tahun. Dan itu masih menjadi daya tarik tingkat kunjungan wisatawan.

Begitu juga dengan peningkatan fasilitas di tahun 2018. Dengan menambah tiga spot foto baru. Di antaranya Orange Wall, White Umbrella dan Flying Flower. Serta meningkatkan fasilitas dengan memperlebar layar cinema 4D.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut, Sujud mengatakan pihaknya akan terus berbenah dan melakukan inovasi guna meningkatkan animo kunjungan ke Selecta.

“Tahun 2019 ini kami tidak hanya menambah spot foto baru. Akan tetapi, kami akan menghadirkan tiga wahana baru,” tegasnya.

Ia menguraikan, tiga wahana tersebut yakni Ferris wheel atau bianglala setinggi 30 meter yang akan tempatkan di atas bukit sisi barat Taman Rekreasi Selecta. Kedua crazy donut atau tagada dan space car yang keduanya akan menjadi tambahan wahana indoor.

Selain wahana baru, Selecta juga akan melakukan investasi pembangunan ulang Pasar Wisata Selecta supaya terlihat lebih menarik dan indah.

“Selain itu kami juga memberikan fasilitas tambahan untuk rest area sopir bus di area parkir. Ada lagi investasi tahun ini yang akan kami lakukan, yaitu pembangunan Toko Suvenir yang akan menjual produk oleh-oleh khas Selecta,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sebetulnya tahun 2018 pihaknya hanya mempertahankan tingkat kunjungan tahun 2017 sebesar 1,204 juta wisatawan. Tepatnya tempat wisata yang sahamnya dimiliki oleh 1110 orang tersebut ingin mempertahankan di angka 1,2 juta wisatawan.

“Tapi pada libur Idul Fitri 2018 kami melihat pertumbuhan yang bagus dibanding idul Fitri tahun 2017. Sehingga kami menargetkan naik ke angka 1,275 juta wisatawan dan alhamdulillah realisasi akhir menembus 1,3 juta wisatawan atau tepatnya 1.306.001 wisatawan sepanjang tahun 2018,” katanya.

Untuk target kunjungan wisatawan tahun ini, pihaknya menargetkan dengan mempertahankan tingkat kunjungan tahun 2018. Yakni sebesar 1,3 juta wisatawan.

Tidak adanya peningkatan target wisatawan diungkap Sujud karena tahun 2019 adalah tahun politik. Sehingga diperkirakannya akan mempengaruhi animo masyarakat untuk berwisata.

“Ya yang jelas kami berharap dan berdoa agar suasana tetap aman damai dan kondusif agar gairah wisata semakin tinggi. Serta di setiap akhir tahun kami akan memberikan pesta rakyat seperti mengundang Campur Sari Guyon Waton pimpinan Cak Percil yang mampu menghibur ribuan warga Kota Batu,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

VIDEO: Desa Sumber Brantas Sajikan Spot Foto bagi Pecinta Fotografi

MALANGVOICE – Desa yang terletak di wilayah barat daya lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu merupakan daerah pegunungan yang mempunyai hamparan lahan pertanian.

Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyuguhkan indahnya pemandangan yang sangat sayang jika tidak diabadikan. Tentunya bagi pecinta hobi fotografi khususnya fotografi landscape. Para fotografer tidak akan kehabisan objek jika sudah berada di Desa Sumber Brantas ini.(Der/Aka)

VIDEO: Cuaca Ekstrem, Wisata Taman Langit Mengalami Penurunan Pengunjung

Wisata Taman Langit, Paralayang, Batu (Ary)

MALANGVOICE – Wisata Taman Langit mengalami penurunan wisatawan hingga 70 persen saat cuaca ekstrem di Kota Batu. Beberapa spot foto terlihat sepi pengunjung di kawasan yang satu lokasi dengan Wisata Alam Paralayang tersebut.

Cuaca ekstrem tersebut termasuk angin kencang dan hujan lebat menerjang kawasan Wisata Taman langit sejak Minggu (20/1) dan sempat ditutup hingga Senin (21/1).

Pada saat angin kencang dan hujan para wisatawan dievakuasi ke tempat aman di cafe Cangkruk Manuk.(Der/Aka)

Unik, Ini Dia Penampakan Rumah Terbalik di Kusuma Agro Wisata Kota Batu

Rumah terbalik di spot wisata De Tjangkoel, Kusuma Agro Wisata (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Konsep spot rumah terbalik menjadi tren saat ini. Salah satu spot itu kini dapat ditemui di Kusuma Agro Wisata Kota Batu. Tepatnya di warung De Tjangkoel yang terkenal dengan konsep pertaniannya pun juga ada wahana baru berupa rumah terbalik.

Captain Spot and Recreation Kusuma Agro Wisata, Mohammad Mas’ud menjelaskan jika wahana rumah terbalik berbeda dengan lainnya. Hal itu di ditandai dengan tetap mempertahan konsep pertaniannya. “Sekalipun kita mengikuti trend. Kita tetap pertahankan apa yang menjadi identitas kita, yaitu pertanian,” jelasnya.

Mas’ud juga menambahkan jika wahana itu memang baru di tempat wisata yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu tersebut.

Wahana itu dilaunching pada 18 Desember 2018. “Disamping untuk menarik Wisatawan. Spot di kami ini juga agar kesannya lebih menarik dan bervariasi,” paparnya.

Dengan adanya spot baru tersebut, tak ayal beberapa wisatawan pun banyak yang tertarik untuk mencobanya. Disamping konsepnya yang berbeda. Berswafoto di dalam atau luar rumah itu selalu memiki keindahan tersendiri.

“Lumayan membantu dengan banyaknya pengunjung yang kesini. Apalagi, sabtu dan minggu. Ramai sekali,” imbuhnya.

Sebagaimana yang diutarakan oleh salah satu pengunjung, Febrianti Adimiyah (24), mengaku sangat tertarik ber-swafoto di dalam areal rumah itu. Dia mengungkapkan seakan dirinya seperti melekat di dinding ketika fotonya dibalik.

“Ada keseruan tersendiri sih. Apalagi, kalau sudah berada di dalam. Seakan-akan pusing. Karena semuanya terbalik,” pungkas dara asli Mojokerto itu.(Der/Aka)

Back to Nature, Pine Park Suguhkan Wisata Edukasi Pertanian

Destinasi Di Kelurahan Songgokerto yang Menyuguhkan Wisata Edukasi untuk Pengunjung (Ayun)

MALANGVOICE – Kota Batu punya destinasi baru bernama Pine Park. Terletak di area perbukitan Gunung Banyak Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Pine Park bertema ‘Back to Nature’, dengan bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu.

Di sana menyuguhkan edukasi pertanian sedang dikembangkan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama Kelurahan Songgokerto.

Ada juga kafe yang menyuguhkan berbagai menu kopi khasnya, yakni kopi songgoriti. Tempatnya mengusung desain tradisional mulai dari desain bangunan hingga fasilitas lainnya.

“Kebetulan tahun 2017 kopi khas kelurahan Songgokerto ini memenangkan juara II tingkat nasional. Dan menjadi khasnya di sini,” imbuhnya, Jumat (18/1) kata Lurah Songgokerto Dian Saraswati.

Keunggulan dari wisata ini yaitu jauh dari kebisingan. Selain itu juga, pengunjung bisa melihat para pemain paralayang dengan jarak dekat jika ada kegiatan paralayang. Karena areanya sangat berdekatan dengan landing paralayang lapangan Songgomaruto.

Ada juga kawasan pangan lestari dengan beragam jenis tanaman mulai dari cabai, tomat, terong dan sebagainya. Kemudian di sana jugga ada pawon-pawonan tradisional yang disertai beragam fasilitasnya.

Lalu terdapat taman angsa. Taman tersebut dipenuhi dengan sejumlah angsa, untuk saat ini masih ada tiga ekor angsa. Ada juga tandur pari, area bersantai dengan lima gazebo.

Menariknya, kawasan ini juga menjadi tempat berwisata edukasi untuk anak-anak. Jadi anak diperkenalkan bagaimana proses bertani itu.

Lurah Songgokerto, Dian Saraswati, menjelaskan hadirnya wisata ini sebagai salah satu bentuk pemerintah mewujudkan visi Kota Batu, yaitu ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Nanti di dalamnya juga menunjukkan wisata budaya, dengan menghadirkan konsep tarian yang menceritakan tentang Kendedes dan Ken Arok saat berada di Candi Supo,” katanya, Jumat (18/1).

“Kami membuat wisata budaya dengan menyuguhkan tarian kolosal itu yang kemudian juga ada konsep dolanan anak-anak,” imbuhnya.

Ia menyatakan, pihak kelurahan terus menerus berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada di sana. Tentunya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, terlebih untuk mengembangkan wisata itu menggunakan dana dari swadaya masyarakat sekitar. (Der/Ulm)

Komunitas