29 January 2023
29 January 2023
23.4 C
Malang
ad space

Rekomendasi BI Jatim Pulihkan Sektor Pariwisata Pasca Covid-19

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi bidang pariwisata. (MVoice/noordin)

MALANGVOICE – Bank Indonesia Jawa Timur (BI Jatim) mengeluarkan rekomendasi jangka pendek pemulihan dan percepatan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Wilayah BI Jatim, Siti Rochmawati mengatakan, sektor pariwisata ini masih memiliki peluang besar untuk terus digarap.

Pemulihan dan percepatan ini, lanjutnya, sesuai roadmap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang tahun ini dan tahun depan masih dalam tahap pemulihan pariwisata.

Baca Juga:
Gelar 4 Event Bertaraf Internasional, Disparta Batu Optimis Kunjungan Wisatawan Tembus 10 Juta

Pernyataan Polisi Tentang Pembongkaran Pagar Tribun Stadion Kanjuruhan, Pro Desa: Buka Pintu Aksi

Program Pesta Honda, Penawaran Menarik Spesial Akhir Tahun

“Salah satu strategi program jangka pendek sektor pariwisata ini seperti pengembangan atraksi untuk meningkatkan minat dan tingkat lenght of stay (lama menginap) wisatawan yang masih di bawah Bali,” ujarnya saat Bincang Bareng Media (BBM) beberapa waktu lalu di Banyuwangi.

Dengan fenomena tersebut, BI Jatim merekomendasikan agar daerah-daerah dapat mengembangan destinasi wisata lokal.

“Seperti di Banyuwangi ini yang punya 99 event dalam setahun. Ini bisa menutup kelemahan kita di kinerja lenght of stay,” katanya.

Baca Juga:
Praktisi Hukum Tanggapi Dugaan Pelanggaran AD/ART KONI Kota Malang Jelang Musorkot

Piala Dunia Qatar 2022 dan Sunatullah Perubahan

Jalan Rekonstruksi, Pelaku Pembunuhan Ibu Angkat Reka Ulang 23 Adegan

Rekomendasi selanjutnya, perlu dilakukan pengembangan infrastruktur jalan, penyediaan paket-paket wisata atau penawaran homestay. Tujuannya agar wisatawan bisa lebih lama tinggal.

Destinasi wisata juga perlu mengimplementasikan sertifikasi CHSE, termasuk pengembangan wisata ramah lingkungan seperti pengolahan sampah hingga penggunaan sumber energi baru (renewable energy) yang biasanya sangat diminati wisatawan asing.

Ditambahkan perempuan yang akrab disapa Wati ini, jumlah wisatawan mancanegara dan devisa pada 2022 mulai menunjukkan tren perbaikan yang konsisten, seiring tren perbaikan mobilitas wisatawan nusantara.

Tercatat, pertumbuhan devisa pada kuartal II/2022 mencapai 168,05 persen (yoy) atau naik sebesar 97,02 persen (qtq).

“Namun kinerja length of stay (lama menginap) justru turun dibandingkan 2021. Hal ini disebabkan tingginya hotel yang digunakan untuk isolasi mandiri/karantina Covid-19,” imbuhnya.

Secara makro, Wati menjelaskan, perekonomian Jatim pada kuartal III/2022 mencapai 5,58 persen (yoy). Cukup melambat dibandingkan kuartal II/2022 yang bisa tumbuh 5,76 persen (yoy).

Sementara inflasi di Jatim masih cenderung tinggi 6,6 persen, padahal TPID telah menginisiasi gerakan pengendalian inflasi. Begitu juga dengan indeks recovery di Jatim tercatat sebesar 86,22 yang dihitung dari tiga indikator yakni situasi kependudukan, perkembangan ekonomi dan kesehatan.

“Indeks tersebut menuju ke arah pemulihan seperti kondisi sebelum pandemi,. Nah, Jatim merupakan wilayah kontributor terbesar kedua setelah DKI Jakarta dalam menopang ekonomi Pulau Jawa,” urainya.(end)

Gelar 4 Event Bertaraf Internasional, Disparta Batu Optimistis Kunjungan Wisatawan Tembus 10 Juta

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq (kiri) dan Sekda Kota Batu, Zadiem Effisiensi meluncurkan kalender pariwisata 2023. (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE– Kalender wisata diluncurkan bersamaan dengan Batu Tourism Award yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu pada Rabu malam (13/12). Totalnya ada 87 event kegiatan pariwisata yang akan dihelat pada tahun 2023 nanti.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan kalender wisata menjadi navigasi untuk memacu kebangkitan pariwisata Kota Batu. Diperkirakan angka kunjungan wisatawan dapat melampaui capaian tahun 2019 lalu.

“Diperkirakan tahun 2023 bisa mencapai 10 juta, bisa lebih besar dibandingkan tahun 2019 lalu,” ujar Arief.

Baca juga:
Pernyataan Polisi Tentang Pembongkaran Pagar Tribun Stadion Kanjuruhan, Pro Desa: Buka Pintu Aksi

Praktisi Hukum Tanggapi Dugaan Pelanggaran AD/ART KONI Kota Malang Jelang Musorkot

Polres Malang Libatkan Ahli Pidana Cari Motif Pembongkaran Stadion

Piala Dunia Qatar 2022 dan Sunatullah Perubahan

Keyakinan itu tak lepas dari penyelenggaraan event berkelas internasional yang akan digelar pada 2023. Sejumlah event itu antara lain pertunjukkan musik yang mengundang peserta dari luar negeri. Berikutnya event pendakian Gunung Arjuno menawarkan keindahan panorama alamnya bagi wisatawan domestik. Tak kalah dengan keindahan Gunung Bromo.

“Potensi Kota Batu luar biasa. Kami nanti akan menarik wisatawan dari Amerika, Eropa hingga Afrika. Apalagi pemandu wisata Kota Batu sudah berpengalaman melayani wisatawan dari berbagai negara,” urai Arief.

Selain itu, event lainnya yakni paralayang dan adventure motorcross. Ia mengungkapkan, untuk event paralayang, Disparta menyiapkan anggaran Rp1 miliar. Beragam event yang dituangkan dalam kalender wisata itu sebagai strategi menarik kunjungan wisatawan.

“Tahun 2023 momen kebangkitan pariwisata. Untuk mensukseskan berbagai event tentunya akan berkolaborasi melibatkan sponsorship, pelaku wisata, pemdes. Semua bisa sukses kalau berkolaborasi dengan semua kalangan,” ujar dia.

Selain mengumumkan kalender wisata, Disparta juga menggelar Batu Tourism Award. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada sejumlah pihak yang berdedikasi memajukan industri pariwisata Kota Batu.

Untuk 2022, Batu Tourism Award mengangkat brand “Shinning Power” yaitu bersatunya kekuatan masyarakat dan industri pariwisata, ekraf dan kebudayaan Kota Batu untuk memberikan kontribusi pemulihan ekonomi dan kesadaran masyarakat.

Dalam acara ini diselenggarakan berbagai pertunjukan seperti Fashion Show Kontemporer “Shining Creative” oleh Kangni 2022, Theater Shining Tuli bertajuk “Sunyi dalam Bunyi” dan Flash Mob dari Museum Angkut.

Baca juga:
Kembangkan Sport Trourism, Disparta Kota Batu Berkolaborasi Gelar Panderman Gravity Park Funduro

Sidomulyo Floral Festival 2022, Disparta Berkolaborasi Geliatkan Sentra Tanaman Hias di Kota Batu

Arief menjelaskan bahwa Kota Batu mengalami keterpurukan saat masa pandemi, terutama pada sektor pariwisatanya. Namun sebagai bentuk apresiasi, Dinas Pariwisata memberikan penghargaan pada para pelaku industri dan seniman yang telah berkontribusi pada sektor pariwisata di berbagai daerah di Kota Batu. Apalagi seluruh desa Kota Batu sudah menjadi desa wisata dengan rincian 9 desa masih rintisan, 5 desa sudah berkembang sisanya 13 desa kategori desa wisata maju.

“Saya sangat bangga dan berbahagia untuk mengadakan awarding. Semoga bermanfaat bagi kita semua, pariwisata kota batu saat ini dan masa depan” ungkap Arief.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan bahwa selama 2022, meskipun masih tidak sekencang sebelum pandemi, pariwisata dan perekonomian Kota Batu bisa melangkah dengan kerja sama. Ia memuji rasa kebersamaan dan keikhlasan masyarakat Kota Batu.

Saat dibutuhkan, katanya, masyarakat Kota Batu tidak segan menyingsingkan lengan dan membantu dengan ikhlas. Contohnya adalah dengan menghibahkan tanah untuk jembatan dan jalan tembus baru yang baru diresmikan tadi pagi.

“Seluruh prestasi saya selama memimpin bukanlah milik saya sendiri. Prestasi tersebut adalah milik masyarakat Kota Batu yang sudah berpartisipasi dan berdoa untuk kesuksesan program-program pembangunan Kota Batu” Ungkap Dewanti.

Sementara itu, Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno memberikan statemennya dalam bentuk video mengapresiasi terselenggaranya Batu Tourism Award 2022.

“Sukses ibu wali, semoga acara Batu Tourism Award 2022 ini dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata. Mari bangkit lebih kuat dengan berwisata di Indonesia.” ujar Sandiaga.(end)

Pementasan Arjuna Wiwaha Undang Decak Kagum 200 Peserta ISS dari 46 Negara

Lakon Arjuna Wiwaha dipentaskan di hadapan ratusan peserta ISS di Sendratari Arjuna Wiwaha. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Swiss kecil begitulah julukan yang disematkan pada Kota Batu. Meski wilayahnya kecil hanya terdiri dari tiga kecamatan, namun pesona alamnya mengundang decak kagum. Hamparan hijau pegunungan mengelilingi daerah yang berada di ujung barat kawasan Malang Raya ini.

Keunggulan itu menjadi magnet menarik kunjungan wisatawan domestik maupun luar negeri. Belum lagi pertunjukkan seni tradisinya yang memukau. Segala daya tarik itu disajikan kepada 200 peserta International Student Summit (ISS) 2022 Universitas Muhammadiyah Malang.

Ratusan peserta dari 46 negara mendapat jamuan makan malam yang difasilitasi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Bukan hanya itu, para peserta juga menikmati pertunjukkan seni tradisi yang memainkan kakawin Arjuna Wiwaha. Cerita itu diangkat dari karya sastra hasil buah pemikiran pujangga Mpu Kanwa.

Baca juga:

Deteksi Dini Rokok Ilegal, Pemkot Malang Beli Alat X-Ray Seharga Rp1 Miliar

Konsumen Wajib Tahu Prosedur dan Hak Service di AHASS

Museum HAM Munir, Menjaga Prinsip Universal Kemanusian

Jalur Penghubung Batu-Malang Ambles, Perbaikan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Ratusan peserta ISS dari 46 negara menari bersama usai menyaksikan pementasan Arjuna Wiwaha yang ditampilkan di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir. (MVoice/M. Noer Hadi)

“Kami bangga, tamu luar negeri datang ke Kota Batu. Sekalipun kotanya kecil namun indah. Pilihan tepat untuk tempat melepas penat,” ujar Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat menyambut rombongan peserta ISS 2022 di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir pada Selasa malam (28/11).

Sendratari Arjuna Wiwaha, kata Dewanti, suatu infrastruktur kesenian yang menjadi kebanggaan Kota Batu. Suatu ruang elaborasi melakukan eksplorasi seni budaya tradisi. Hal ini agar seni tradisi Kota Batu tumbuh sejajar dengan Yogyakarta maupun Bali yang menjadi pusaran kebudayaan.

“Tempat kebanggaan menampilkan pertunjukkan seni tradisi. Di balik gedung ini tampak jelas ketika sore hari pemandangan Gunung Arjuna. Kesannya makin syahdu dan romantis sembari menikmati pertunjukkan seni budaya,” imbuh Dewanti.

Baca juga:

Stadion Kanjuruhan Dibagi Sistem Zona, Wajib Single Seat

Flower Art Carnival Pertegas Kota Batu sebagai Sentra Bunga Hias Nasional

Event Padhang Bulan, Disparta Berkomitmen Bangkitkan Ikon Wisata Budaya Kota Batu

Disparta Kota Batu Genjot Seni Tradisi Sebagai Ikon Wisata Budaya

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq cukup optimis, potensi pariwisata Kota Batu tersebar luas hingga mancanegara. Karena melalui kunjungan itu, peserta akan mempromosikan pariwisata Kota Batu saat kembali ke negara asalnya.

Menurutnya, Kota Batu sangat memungkin untuk bisa sejajar dengan Yogyakarta maupun Bali. Karena selama ini kedua daerah itu ditempatkan sebagai doksa pusaran kebudayaan. Keyakinan Arief tersebut, berkaca pada segudang kualitas yang dimiliki pelaku seni tradisi maupun budayawan.

Ia menambahkan, di Kota Batu terdapat 13 sanggar dan 548 kelompok seni yang konsen pada aras pelestarian seni budaya tradisi. Sehingga pemerintah juga hadir memfasilitasi ruang infrastruktur kesenian sebagai ruang pentas, salah satunya melalui Sendra Tari Arjuna Wiwaha.

“Mereka butuh ruang dan dukungan untuk menampilkan kreasinya kepada audiens. Makanya kami memfasilitasi tempat yang representatif, yakni Sendra Tari Arjuna Wiwaha sehingga bisa menjadi ikon wisata budaya Kota Batu,” papar Arief.

Baca juga:

12 Mahasiswa Asing Program I-YES Kepincut Keindahan Kota Batu

Beri Catatan Merah, MCW Ingatkan Mendagri dalam Penunjukkan Pj Wali Kota Batu

Masa Kerja PPK-PPS Lebih Panjang, Antusias Pendaftar Cukup Tinggi

Destinasi wisata budaya menjadi prioritas yang terus dipacu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Strategi itu sebagai upaya untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Terlebih tahun ini target kunjungan dipatok 5 juta wisatawan.Untuk mendukung terwujudnya pengembangan wisata budaya, Disparta menyajikan berbagai pertunjukkan seni tradisi di Sendratari Arjuna Wiwaha.

Ia menambahkan, penamaan Sendratari Arjuna Wiwaha dikaitkan dengan topomini gunung yang berada di Kota Batu, yakni Gunung Arjuna. Selain itu Arjuna juga lekat dengan nama lakon pewayangan. Lakon ini nantinya akan ditransformasikan dalam bentuk tarian yang akan dipentaskan di Sendratari Arjuna Wiwaha kepada wisatawan.

“Kami ingin Kota Batu seperti Yogyakarta yang punya Ramayana, Bali yang punya Tari Kecak. Nah di Batu ini punya Tari Arjuna Wiwaha,” ucap dia.(der)

Flower Art Carnival Pertegas Kota Batu sebagai Sentra Bunga Hias Nasional

MALANGVOICE – Masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang ruas Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu (Minggu, 27/11). Mereka terlihat begitu antusias menikmati Batu Art Flower Carnival yang digelar dalam rangkaian memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan kegiatan ini sekaligus untuk berbagi kebahagian dengan masyarakat dalam merayakan hari jadi Kota Batu. Serta menjadi pelepas kerinduan mengingat selama dua tahun terkungkung pandemi yang mengakibatkan kegiatan yang bersifat massal ditiadakan.

“Semoga event ini menggairahkan pariwisata Kota Batu dan menggerakkan perekonomian,” kata Dewanti.

Baca juga:

Giliran di Malang “Selalu Ada Cerita” Diserbu Anak-Anak

Entrepreneurs Festival 2022, Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Masa Depan

Ratusan Prajurit Remaja Korps Marinir TNI AL Ikuti Pembaretan

Rayakan Milad ke-29 Yayasan Kharisma Hidayatul Mubtadi-in Gelar Family Gathering

Peserta dari Kelurahan Ngaglik menampilkan kreasi kostum saat event Batu Flower Art Carnival. (MVoice/M. Noer Hadi)

Batu Flower Art Carnival diinisiasi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Dalam penyelenggaraan digarap secara kolaboratif melibatkan unsur masyarakat, pelaku wisata, pemerintah desa, pelalu usaha dan sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Batu.

Batu Flower Art Carnival menampilkan kreasi bunga hias maupun hasil bumi yang ditata cantik nan indah. Diimeriahkan pula karnaval kostum yang begitu artistik. Serta ditampilkan beragam pertunjukkan seni tradisi.

Baca juga:

Ngebut, Mahasiswa Nyemplung ke Jurang Jembatan Suhat

Pengungsi Cianjur Mengeluh Sembelit, Tagana Kota Batu Berangkat Membawa Sayur-mayur

Masa Kerja PPK-PPS Lebih Panjang, Antusias Pendaftar Cukup Tinggi

Beri Catatan Merah, MCW Ingatkan Mendagri dalam Penunjukkan Pj Wali Kota Batu

Pertunjukkan seni tradisi bantengan ditampilkan dihadapan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat penyelenggaran Batu Flower Art Carnival. (MVoice/M. Noer Hadi)

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, parade ini menampilkan 100 mobil hias yang ditampilkan 33 kontingen. Para peserta menampilkan kreasi terbaiknya dengan menyuguhkan karakteristik potensi desa masing-masing.

“Sungguh luar biasa pawai seni bunga memadukan pertunjukkan seni tradisi. Event tahun ini menjadi pelecut agar tahun depan diselenggarakan lebih baik,” ujar Arief.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini masuk agenda kalender pariwisata yang digelar secara rutin setiap tahun. Sehingga dapat mendongkrak daya tarik kunjungan wisawatan berwisata ke Kota Batu.

Menurutnya, Batu Flower Art Festival sekaligus menegaskan Kota Batu sebagai sentra penghasil bunga hias di tingkat nasional. Beberapa event yang mengangkat budidaya florikultura juga pernah digelar sebelumnya. Salah satunya penyelenggaraan Batu International Orchid Show 2022.

“Melihat potensinya, Kota Batu sangat layak menobatkan dirinya sebagai destinasi sentra bunga hias nasional. Apalagi ada destinasi Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park dan sentra bunga hias Desa Sidomulyo,” timpal Arief.

Pengelola Desa Wisata Dicetak Menjadi Instruktur Outbond Andal

Pelatihan pemandu wisata outbond digelar DPC HPOI Kota Batu dan Disparta Kkta Batu. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Pengelola desa-desa wisata se Kota Batu dibekali pengetahuan baru sebagai pemandu wisata outbond.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Batu bekerja sama dengan DPC Himpunan Provider Outbond Indonesia (HPOI) Kota Batu. Pelatihan diselenggarakan selama tiga hari mulai 21 hingga 23 November di Hotel Selecta.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk mencetak instruktur-instruktur outbond handal di tiap desa-desa wisata se Kota Batu. Para pengelola destinasi wisata akan diberi materi pelatihan oleh instruktur outbond berpengalaman yang tergabung dalam DPC HPOI Kota Batu.

Ada beberapa materi pelatihan yang akan ditularkan kepada peserta. Antara lain perencana program kegiatan rekreasi dan pembelajaran, pelaksanaan pemanduan, pemanduan kegiatan tali rendah dan tali tinggi, praktik pemanduan outbond hingga penanganan risiko dalam kegiatan.

“Materi terakhir, evaluasi pelaksanaan outbond yang telah dilaksanakan peserta pelatihan. Mereka dibekali pengetahuan setiap proses dari hulu hingga hilir, mulai perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi,” ujar Arief.

Pengelola desa wisata se Kota Batu dibekali pengetahuan memandu penyelenggaraan outbond. (MVoice/M. Noer Hadi)

Baca juga:

Olah Umbi Porang, Desa Oro-oro Ombo Juara Kreasi Kuliner Khas Desa Wisata

Tinjau Kesiapan Venue Porwanas, Ketua PWI Pusat Minta Junjung Sportivitas dan Silaturahmi

Menebus Rindu, Ribuan Rider Menyerbu Jalanan Kota Batu

Batu Art Festival, Lomba Hias Pohon Berhadiah Puluhan Juta

Ia mengatakan, Disparta mendorong terbentuknya wahana-wahana outbond di tiap desa/kelurahan wisata se Kota Batu. Strategi itu dinilai cukup ampuh untuk menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke desa wisata. Sejalan dengan itu, disiapkan pula pemantapan sumber daya manusia. Sehingga mereka memiliki kemampuan memandu jalannya outbond.

“Diharapkan nantinya terbentuk instruktur handal disertai pelayanan terbaik. Tentu juga didukung area dan sarpras yang memadai. Hadirnya wahana outbond mempercepat pengembangan desa wisata yang berdampak akselerasi perputaran ekonomi,” pungkasnya.

Ketua DPC HPOI Kota Batu, Usman Hadi menyampaikan, permainan outbond memberi nilai lebih menarik minat kunjungan. Karena daya tarim itu akan semakin menghidupkan desa-desa wisata hingga akhirnya mendatangkan pundi-pundi pendapatan masyarakat setempat.

Untuk itu, HPOI yang diisi trainer-trainer handal ikut andil menggenjot kualitas desa wisata. Salah satunya melalui upaya transfer pengetahuan di bidang pelatihan pemanduan outbond kepada pengelola desa wisata. Terlebih wahana outbond cukup digemari saat ini seiring adanya pergeseran selera pasar wisatawan.

Usman menyampaikan, outbond bukan hanya sekedar menghadirkan permainan yang sifatnya rekreasional semata. Menurutnya, permainan hanya sebuah simulasi yang di dalamnya terkandung suatu nilai berharga. Melalui permainan, peserta dibentuk untuk membangun sinergitas, karakter individu serta kerja sama tim dalam menghadapi tantangan nyata.

Karena itu, lanjut Usman, instruktur outbond dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan. Termasuk juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik serta peka memahami karakter tiap peserta. Mengingat instruktur memiliki peran vital mengarahkan peserta saat mengikuti jalannya permainan.

“Makanya pengelola desa wisata diberi pelatihan agar menjadi instruktur handal. HPOI memberikan pendampingan membangun SDM di bidang penyelenggaraan outbond,” pungkasnya.(der)

Batu Art Festival, Lomba Hias Pohon Berhadiah Puluhan Juta

Pepohonan yang berada di sekitar Jatim 2 Kota Batu dihias membentuk objek-objek dekoratif. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Batu Art Festival sebuah hasil pemikiran yang digagas Jatim Park Grup dalam rangka memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu. Ide itu dicetuskan agar pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan Kota Batu tampil artistik.

Nantinya, pohon-pohon yang berjejer di sepanjang jalan akan dihias dengan beragam pernak pernik. Masyarakat pun diberi kesempatan tanpa dipungut biaya pendaftaran untuk menuangkan ide kreatifnya.

Panitia Penyelenggara, Titik S Ariyanto menuturkan, Jatim Park Grup bekerja sama dengan Pemkot Batu dalam menyukseskan gelaran ini. Tujuannya ingin memoles wajah Kota Batu sebagai daerah destinasi wisata agar tampil menawan.

“Pendaftaran gratis, dibuka hingga 26 November. Pendaftaran bisa secara online melalui link https://lynk.id/batuartfestival. Nilai hadiah yang disiapkan sebesar Rp95 juta,” terang Manager Marketing and PR Jatim Park Group ini.

Baca juga:

El Hotel Kartika Wijaya Kota Batu Gelar Nobar Piala Dunia 2022

Bulan November Meriah, Kota Batu Dibanjiri Beragam Event Perayaan

Sekda Pemkot Batu dan Pemkab Malang Masuk Daftar Usulan Calon Pj Wali Kota

Ada beberapa lokasi yang ditunjuk panitia untuk pelaksanaan Batu Art Festival. Lokasinya merupakan ruas-ruas jalan utama. Meliputi Jalan Ir Soekarno, Jalan Hasanudin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo serta Jalan Agus Salim.

Begitu juga dengan tema dekorasi ditentukan dalam lima kategori. Antara lain budaya lokal, flora dan fauna, milenial, artistik, dan kekinian.

“Secara rinci event Batu Art Festival merupakan lomba instalasi menghias pohon dengan lampu. Hasil kreasi itu akan dinilai dewan juri dan nantinya diputuskan pemenangnya,” tandas Titik.(der)

KWB Auto Rally 2022, Ciptakan Keseruan Berjelajah Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko ikut berfoto bersama usai konferensi pers pra pelaksanaan KWB Auto Rally 2022. (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Kemeriahan HUT ke 21 Kota Batu tak hanya dipusatkan di jantung kota. Melainkan juga akan disebarkan secara merata hingga lingkup kecil pedesaan. Hal ini sekaligus memperkenalkan wisata-wisata berbasis potensi desa sehingga memberi efek domino perekonomian masyarakat.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Pemkot Batu bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim menggelar KWB Auto Rally 2022 pada 3 Desember nanti. Ada dua kategori dalam event ini, yakni fun rally dan kontes mobil. Diharapkan event fun rally sejauh 20 kilometer ini dapat menarik animo masyarakat, utamanya dari luar daerah.

“Event ini sudah lama direncanakan. Namun pelaksanaannya tertunda karena suasana berkabung atas Tragedi Kanjuruhan,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat konferensi pers pra event KWB Auto Rally 2022 yang digelar di rumah dinasnya (Sabtu, 19/11).

Baca juga:

El Hotel Kartika Wijaya Kota Batu Gelar Nobar Piala Dunia 2022

Honda Sport Motoshow Disambut Antusias Masyarakat Blitar

Andreas: Penguatan 4 Pilar NKRI Sebagai Pemersatu Bangsa

PR Ditiadakan Diikuti Beberapa Sekolah Kota Batu

Menurutnya, keikutsertaan masyarakat luar daerah, membawa keuntungan dalam segi promosi pariwisata Kota Batu. Terutama wisata yang digerakkan pemerintah desa dapat lebih berkembang dan dikenal luas. Selaras dengan tujuan itu, panitia akan membuat lintasan terpisah untuk dijadikan jalur bereksplorasi menikmati keindahan alam di tiap sudut pedesaaan Kota Batu.

“Saya usulkan, jalurnya dipisah-pisah agar kemeriahan ini dirasakan merata di tiap-tiap desa Kota Batu. Serta untuk menghindari penumpukan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas,” ujar dia.

Event KWB Auto Rally 2022 menjadi titik balik menghidupkan kembali event rally di Kota Batu. Karena event semacam ini terakhir kali diselenggarakan sejak 2014 lalu.

Baca juga :

KWB Super Adventure 5 Dimeriahkan Puluhan Rider dari 6 Negara, Pariwisata Kota Batu Bergaung Hingga Mancanegara

KWB Super Adventure 5 Bawa Manfaat Ganda bagi Kota Batu

12 Mahasiswa Asing Program I-YES Kepincut Keindahan Kota Batu

Ketua Bidang Olahraga IMI Jatim, I Komang Ferry menjelaskan, Auto KWB Rally 2022 lebih pada kegiatan bersenang-senang berkumpul dengan kerabat maupun keluarga. Bukan lagi kompetisi olahraga otomotif yang mengandalkan kecepatan. Sehingga para peserta dapat merasakan keseruan berjelajah menyusuri sudut-sudut Kota Batu.

“Satu mobil mungkin akan terdiri 1-5 orang. Jika mereka berasal dari luar kota, pasti mereka akan menginap di hotel. Jika mainnya Sabtu-Minggu pastinya mereka juga akan datang lebih awal. Ini akan membuat perputaran ekonomi Kota Batu semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Event KWB Auto Rally, Arif Utama Waworuntu menjelaskan, tujuan utama digelarnya event tersebut guna mendongkrak pendapatan daerah. Kemudian juga bertujuan untuk mengenalkan kepada para peserta tentang keindahan destinasi wisata desa.

“Event ini bukan hanya fun rally saja. Namun juga ada event automatic contest. Didalamnya bakal melibatkan 60 kendaraan modifikasi,” tandasnya.

Festival Pusaka Nusantara, Merawat Ingatan pada Kemahiran Metalurgi Nenek Moyang

Festival Among Budaya Tosan Aji digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Ratusan pusaka Nusantara ditampilkan dalam penyelenggaran festival yang diselenggaran pada 14-16 November. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Ratusan pusaka warisan Nusantara seperti keris, betok, kudi hingga tombak dipajang di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Artefak budaya itu ditampilkan selama penyelenggaraan Festival Among Budaya Tosan Aji mulai 14-16 November.

Festival Among Budaya Tosan Aji bagian dari rangkaian acara memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu. Kegiatan itu digelar perkumpulan pelestari budaya Jawa dan tosan aji, Paguyuban Sangga Praja bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.

Sekretaris Sangga Praja, Didik Eko Purwanto menyebutkan, pusaka yang ditampilkan berasal dari era Mataram Kuno, Kamardikan maupun era Baru. Jenis pusaka tertua yang dihadirkan dalam festival tersebut, yakni betok dan kudi era Mataram Kuno pada masa persebaran Hindu-Budha atau era Kabudhan.

“Kedua pusaka itu, betok dan kudi lebih spesifik sebagai pusaka tindih atau pengendali. Suatu pusaka dengan tangguh tua dan dianggap mempunyai tuah yang baik bagi para kolektor tosan aji,” ujar Didik.

Baca juga: Operasi Pasar Sasar Merjosari, Sediakan 1.143 Paket Sembako dan Subsidi Rp75 Ribu

Baca juga: Mobil Rizky Febrian Terbakar Usai Tabrak Tembok Jembatan, Penumpang Selamat

Baca juga: Arema Siapkan Skema Program Latihan Percepat Pemulihan Psikis Pemain

Baca juga: RUPS Luar Biasa PT LIB, Arema Tetap Konsekuen Jalani Sanksi

Pelajar sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis pusaka yang dipajang pada Festival Among Budaya Tosan Aji. Kunjungan para pelajar ini bagian dari metode pembelajaran agar mereka mengenal lebih dalam berbagai pusaka Nusantara. (MVoice/M. Noer Hadi)

Berbicara mengenai pusaka, streotipe masyarakat terperangkap pada hal mistis. Padahal, kata Didik, pusaka seperti keris memiliki aspek estetika, pamor dan kemutakhiran peradaban bangsa di masa lampau yang ahli dalam ilmu metalurgi. Hal itulah yang membuat dunia takjub hingga akhirnya UNESCO mengakui keris sebagai warisan budaya tak benda.

“Nenek moyang kita bahkan sudah mendahului Eropa. Sudah ahli dalam metalurgi merangkai tujuh unsur logam mengandung energi atom aktif. Karena material pembuatan pusaka memakai besi bumi dan besi langit, meteor,” urai dia.

Baca juga: Macapat Idol, Hidupkan Seni Tembang Jawa di Kalangan Generasi Muda

Baca juga: Disparta Kota Batu Genjot Seni Tradisi Sebagai Ikon Wisata Budaya

Baca juga: Kuliner Nusantara Rasa Bintang 5 Harga Kaki LimaTersaji di BSFF 2022 Kota Batu

Pelajar sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis pusaka yang dipajang pada Festival Among Budaya Tosan Aji. Kunjungan para pelajar ini bagian dari metode pembelajaran agar mereka mengenal lebih dalam berbagai pusaka Nusantara. (MVoice/M. Noer Hadi)

Baca juga: Event Padhang Bulan, Disparta Berkomitmen Bangkitkan Ikon Wisata Budaya Kota Batu

Pada hari kedua pelaksanaan Festival Among Budaya Tosan Aji (Selasa, 16/11), para peserta didik sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis-jenis pusaka yang ditampilkan.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, tujuan penyelenggaran ini mengarah pada wisata edukasi bagi masyarakat umum. Terlebih bagi generasi muda seperti para pelajar agar mereka kenal dan mencintai pusaka Nusantara warisan nenek moyang.

Festival pusaka itu sekaligus menjadi embrio membangkitkan kebudayaan Kota Batu sebagai ikon wisata. Selain itu, juga sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan yang ditindaklanjuti Kota Batu dengan mengusulkan Perda Pengembangan Kebudayaan. Perda itu dimasukan dalam program pembentukan perda Kota Batu tahun 2023.

“Ini komitmen Disparta membangkitkan wisata kebudayaan Kota Batu agar mencapai kejayaan. Motivasi dan landasan berpikir kami, yakni memfasilitasi pengembangan seluruh komponen budaya,” ujar Arief.(der)

Bakso Bakar D77 Kaya Bumbu Rempah, Kane Lop!

Bakso bakar dan bakso rebus D77, suguhan kuliner yang pas untuk dicoba saat berkunjung ke Kota Batu. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE–Sebagai salah satu daerah wisata, Kota Batu tak luput dari sasaran wisatawan menjajal beraneka ragam sajian kuliner. Tak jarang, para pelancong berburu kuliner bakso yang banyak dijumpai di kawasan Malang Raya, salah satunya Kota Batu. Sajian ini banyak diburu karena pas disantap tatkala udara dingin menyergap.

Dari sekian banyak kedai bakso di Kota Batu, Bakso Bakar D77 patut diperhitungkan. Kedai ini berada di Jalan Diponegoro Kota, Kelurahan Sisir. Lokasinya begitu mudah ditemukan mengingat letaknya berada di jalur utama akses menuju kawasan Alun-alun Kota Batu.

Pemilik Bakso Bakar D77, Yanuar Adimas menuturkan, usahanya baru dirintis pada penghujung Oktober lalu. Ia memilih menyajikan olahan daging itu karena banyak diminati semua kalangan. Terutama bakso bakar yang terasa gurih dan tekstrunya legit.

Baca juga: Pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang Keluhkan Distribusi Air Tak Lancar

Baca juga: Bulan November Meriah, Kota Batu Dibanjiri Beragam Event Perayaan

Baca juga: Konsultan Asing Beri Saran Arema Percepat Pemulihan Pasca-tragedi Kanjuruhan

“Bakso bakar menjadi menu utama D77 lebih pas disantap dengan ditemani minuman dawet,” tutur dia

Citarasa bakso bakar gurih kemanis-manisan, aromanya pun khas menyerupai sate. Varian menu ini kaya akan bumbu rempah. Sekali mencoba pasti bikin ketagihan. Selain bakso bakar, D77 juga menyuguhkan bakso rebus. Harga kedua menu itu relatif terjangkau mulai Rp9 ribu hingga Rp24 ribu per porsi.

Baca juga: Chef Olivia Sajikan Masakan di Batu Street Food & Culinary Festival 2021

Baca juga: The Art Coffee Mixology, Aston Inn Kota Batu ‘Racik’ Pengalaman Baru Menikmati Kopi

Baca juga: Bisnis Perhotelan Berpacu Suguhkan Paket Buka Puasa, Disparta: Perkaya Referensi Wisata Kuliner Kota Batu

Salah satu pelanggan, Soerjo Widodo dibuat kepincut dengan kelezatan bakso bakar D77. Menurutnya, bakso bakar D77 memiliki citarasa yang khas dibandingkan menu serupa yang dijajakan di Kota Batu.

“Ini kedatangan kedua ke sini. Rasanya beda, enak tentunya. Saya rekomendasikan, kalau mau merasakan bakso bakar di sini saja,” ujar Direktur Jatim Park 3 itu.(end)

Bulan November Meriah, Kota Batu Dibanjiri Beragam Event Perayaan

Beragam rangkaian acara perayaan HUT ke 21 Kota Batu yang digelar sepanjang bulan November. (MVoice/Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Di bulan November ini, Kota Batu terasa lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Hal itu seiring dengan banyaknya sejumlah perhelatan acara untuk menyemarakkan HUT ke 21 Kota Batu.

Kemeriahan tersebut tentunya diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan yang ditargetkan 7 juta wisatawan pada 2022 ini.

Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu pun turut mendukung sejumlah rangkaian event HUT Kota Batu. Beberapa di antaranya Batu Street Food Festival yang digelar selama 11-13 November di halaman Balai Kota Among Tani.

Beragam sajian kuliner setara kelas hotel berbintang dihadirkan di event tersebut. Sekalipun begitu, harganya tetap ramah di kantong.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kuliner merupakan bagian dari sub sektor ekonomi kreatif. Sehingga inheren dengan sektor industri pariwisata karena akan menjadi pemikat belanja wisatawan dan memberi nilai tambah kawasan itu.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Baca juga: Perayaan Suka Cita HUT Kota Batu Ditunda Bulan Depan

Baca juga: Chef Olivia Sajikan Masakan di Batu Street Food & Culinary Festival 2021

Baca juga: Kane Lop! Disparta Kota Batu Kembali Hadirkan Batu Street Food Festival 2021

Baca juga: Konsultan Asing Beri Saran Arema Percepat Pemulihan Pasca-tragedi Kanjuruhan

Berikutnya, pada 14-16 November menampilkan perhelatan berupa upaya pelestarian budaya tradisi. Salah satunya melalui pementasan Macapat Idol 2022 yang digelar di halaman Kejari Kota Batu. Pada tanggal yang sama, digelar pula pameran keris di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.

Kemudian, tepat di tanggal 16 diselenggarakan pementasan wayang kulit dengan lakon ‘Semar Mbangun Khayangan’. Pada pementasan wayang kali ini, terasa begitu spesial. Lantaran lakon itu akan dibawakan secara langsung oleh Supriyanto, mantan Kajari Kota Batu yang kini berpindah tugas sebagai Asisten Pengawasan Kejati DI Yogyakarta.

“Komitmen kami ingin meneguhkan pariwisata Kota Batu berbasis budaya. Menonjolkan kearifan lokal dan karakteristiknya,” imbuh Arief.

Baca juga: Berkas Penyidikan Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dikembalikan Kejati Jatim

Baca juga: Kerugian Negara Penyelewengan BPHTB-PBB Tahun 2020 Tersisa Rp77,3 Juta

Baca juga: Reklame Ilegal Bikin Pajak Daerah Terjungkal

Selanjutnya, bagi pecinta motor trail jangan sampai terlewatkan KWB Super Adventure 5 Indonesia yang digelar pada 19-20 November. Event bertajuk Let’s Rock the Ground ini sangat ditunggu para rider motor trail. Diprediksi 8000 rider dari penjuru daerah akan bergabung. Selain dari dalam negeri, event ini akan diikuti puluhan rider asal mancanegara. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Rumania, Belgia dan Hongkong.

Baca juga: Bentuk Ungkapan Duka, KWB Super Adventure 5 Ditunda

Baca juga: KWB Super Adventure 5 Dimeriahkan Puluhan Rider dari 6 Negara, Pariwisata Kota Batu Bergaung Hingga Mancanegara

Baca juga: KWB Super Adventure 5 Bawa Manfaat Ganda bagi Kota Batu

Para rider akan diajak untuk menjajal keseruan melibas trek menantang lereng Gunung Arjuno. Mereka akan melewati trek sepanjang 60 kilometer yang nantinya melintasi destinasi wisata alam berbasis potensi desa. Melalui perhelatan ini, adrenalin para rider dipacu saat berjelajah melewati jalur-jalur menantang. Selain itu, bagi mereka yang beruntung dapat membawa sejumlah hadiah utama yang disediakan panitia penyelenggara.

“Ada beberapa hadiah utama yang disediakan, yakni 2 unit mobil Ayla, satu unit motor trail, satu unit motor ATV, 10 unit super scootic. Karena itu jangan lewatkan event akbar yang menggugah adrenalin anda semua. Segera daftarkan jangan sampai ketinggalan. Raih tantangannya, rebut hadiahnya,” seru Arief.

Berikutnya, pada 27 November nanti dihelat Batu Art Flower Carnival. Acara tersebut digelar di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Dalam kegiatan itu, akan ditampilkan beragam bunga berwarna-warna yang dieksplorasi dan dikreasi menyerupai sebuah busana.(der)