Mau Bercengkrama Asik? Yuk Wisata ke Goa Pandawa Kota Batu

Taman Puncak Goa Pandawa di Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Destinasi wisata di Kota Batu kini semakin beragam dengan adanya desa wisata Taman Goa Pandawa. Di sana pengunjung bisa menjelajahinya sembari menikmati alam perbukitan berhawa sejuk.

Taman Puncak Goa Pandawa merupakan objek wisata baru di kawasan Gunung Banyak, Kota Batu. Tak mau kalah dengan tetangganya yakni Taman Langit objek wisata di kaki gunung ini menawarkan sensasi bercengkrama dengan patung raksasa.

Patung ini menjadi objek utama di Taman Puncak Goa Pandawa. Patung berukuran sangat besar menyerupai raksasa tersebut menjadi spot berswafoto di tempat tersebut. Meski baru, patung tersebut sudah hits menghiasi timeline media sosial berkat pengunjung yang mengunggahnya.

Aldy (27) pengunjung asal Lamongan mengaku penasaran dengan Wana Wisata Goa Pandawa. Awalnya, ia mengira jika itu merupakan spot di Taman Langit. Namun ternyata, patung raksasa tersebut merupakan spot di Taman Puncak Goa Pandawa.

“Penasaran, karena saya melihat di Instagram bagus sekali. Jadi, menyempatkan main ke sini. Awalnya saya mengira jika ini spot foto di Taman Langit,” ujar mahasiswa semester 4 itu.

Terbuat dari kayu, patung raksasa tersebut tingginya sekitar 15 meter. Bentuknya menyerupai sosok raksasa sedang duduk santai. Bagian tangannya dibentuk menyerupai tangan orang yang sedang terbuka. Di sana pengunjung bisa berfoto di atas tangan patung raksasa tersebut seakan-akan sedang berada di atas telapak tangan raksasa.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan dengan terobosan baru yang bakal dilakukan yakni menyediakan mobil wisata. Mobil wisata ini rencananya akan disuguhkan kepada wisatawan luar daerah maupun warga Kota Batu.

“Kami berupaya untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Kota Batu untuk wisatawan. Dan kami ingin mempermudah adanya mobil wisata,” ungkapnya.

Dikatakannya nanti mobil wisata bakal mengantarkan wisatawan ke desa-desa wisata. Seperti ke Goa Pinus dan Goa Pandawa di Desa Gunungsari. Selain itu ke Kampung Ekologi di Kelurahan Temas, Coban Rais dan Batu Flower Garden di Desa Oro-Oro Ombo, maupun beragam desa wisata lain di Kota Batu.

“Ya nanti mereka akan mengantar ke destinasi desa wisata itu. Tapi tidak dalam waktu dekat ini untuk merealisasikan program ini,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Sajikan Aneka Kuliner Tradisional, Pasar Barongan Ajak Warga Bernostalgia

Warga tampak asik berbelanja kuliner khas tempo dulu di Pasar Barongan Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Nuansa tradisional dan tempo dulu begitu terasa di Pasar Barongan Desa Bumiaji, Kota Batu. Aneka kuliner dan beragam kudapan khas tradisional disajikan pada Minggu (23/6).

Semua kudapannya disajikan dalam wadah unik. Seperti tampah berbahan anyaman bambu. Ada juga yang dibungkus dengan daun pisang.

Sehingga, kesan tempo dulu di pasar yang berada dibawah kerindangan rumpun bambu atau barongan itu. Apalagi, pasar Barongan yang berlangsung selama satu hari itu juga mendukung gerakan nol plastik.

Menariknya, warga yang membeli harus dengan mata uang dari tanah liat. Meski begitu, warga yang ingin membeli tak perlu khawatir. Begitu sudah masuk, petugas pintu masuk akan memberikan tiga koin uang pecahan 2K, 5K, dan 10K

Diketahui, harga per item makanan dan minuman yang dijual pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti gado-gado yang dipatok dengan harga 10K dan dawet harganya 5K.

Adanya pasar Barongan tersebut pun menggugah masyarakat. Baik mereka yang penasaran atau ingin mengenang masa tempo dahulu. Seperti yang dirasakan Sania Oky Samudra warga Kelurahan Temas, Kota Batu itu.

“Jadi ikut merasakan kalau mau beli makanan dan minuman itu pakai uang itu. Apalagi, wadahnya juga menggunakan besek. Serasa zaman dulu,” ungkapnya sambil tertawa.

“Terus, ditambah para penjualnya yang rata-rata mengenakan kebaya. Kesan tempo dulunya jadi sangat kental dan begitu terasa,” sambungnya.

Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan mengatakan Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi.

“Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” ujar mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji ke masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini bertujuan menciptakan kepedulian dalam melestarikan berbagai potensi yang ada di Desa Bumiaji. (Hmz/Ulm)

5 Destinasi Wisata Pantai Kabupaten Malang yang Romantis

Pesona Pantai Teluk Asmara. (Lisdya)

MALANGVOICE – Malang kini terkenal dengan banyak lokasi wisata yang menarik karena keindahan alamnya. Salah satunya adalah pantai.

Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk mengisi waktu luang libur Lebaran, kali ini MVoice telah merangkum beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Malang yang mempesona nan romantis.

1. Pantai Banyu Meneng

Destinasi Pantai Banyu Meneng memiliki ombak cukup tenang, sehingga aman untuk digunakan berenang. Bahkan, Anda dapat mengabadikan momen Anda dengan keluarga, teman atau kekasih tanpa perlu khawatir ombak.

Lokasi pantai ini terletak di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

2. Pantai Sendiki

Pantai ini punya pasir putih yang menggoda dan lanskap yang mempesona. Hanya saja akses menuju lokasi ini masih sulit dilalui. Namun, saat tiba di lokasi, Anda akan disuguhkan dengan beberapa spot foto hingga rumah pohon yang akan menjadikan foto Anda instagramable banget.

3. Pantai Watu Leter

Pantai ini berada persis di sebelah Pantai Gua China. Nama pantai ini adalah Pantai Watu Leter yang berada di desa Sitiarjo, kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Selain ombak tenang dan aman untuk berswafoto, Anda juga dapat menyaksikan penyu bertelur, namun jika Anda beruntung ya.

4. Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung memang tak asing bagi warga Malang. Pantai yang memiliki ombak besar ini memang tidak ramah untuk dicumbui dengan cara berenang. Namun Anda dapat menikmati keindahan lanskap visual yang mempesona di kawasan ini. Tak sedikit pula para remaja berkemping di pantai ini, dikarenakan pantai ini punya sunset yang indah.

5. Pantai Teluk Asmara

Terakhir adalah Pantai Teluk Asmara, meski akses sulit seperti Pantai Sendiki, namun pantai ini menawarkan banyak keindahan saat Anda sampai di anak tangga.

Saat akan menuruni bukit, nampak terlihat pantai ini sedikit mirip dengan Raja Ampat Papua. Nah, di bukit ini Anda bisa berswafoto untuk mengabadikan momen Anda. Ombak yang tenang pun dapat membuat Anda berjelajah ke karang-karang pinggir pantai.(Der/Aka)

Bingung Mau Liburan? Ini Dia 3 Wisata Petik Buah Paling Asik di Kota Batu

Salah satu wisata petik Jambu Kristal yang ada di Desa Bumiaji, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat menarik berupa objek wisata petik. Dari wisata petik apel, strawbery, jambu kristal hingga petik mawar.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menikmati buah-buahan dari beragam jenis. Simak tiga wisata petik buah di bawah ini dan masukkan dalam daftar liburan lebaranmu jika berkunjung Wisake Kota Batu.

1. Petik Apel

Sesuai namanya yang berarti kebun apel. Di sini wisatawan bebas memetik buah apel yang diinginkan.

Nah, jika Anda tertarik membeli apel sekaligus memetik langsung di kebunnya, wisatawan bisa langsung datang ke Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Di sana nanti ada Bebe Raos yang menyajikan khusus area petik apel. Kemudian, untuk satu kali petik pengunjung dikenakan tarif Rp 20 ribu, dan itu sudah bebas makan apel sepuasnya di lokasi.

2. Petik Jambu Kristal

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Batu. Lantaran, jambu tersebut memiliki ciri khas daging buah yang tebal dan biji sedikit. Tekstur dagingnya juga renyah dengan rasa manis. Sehingga kelebihan itu membuat jambu kristal diminati warga lokal hingga wisatawan domestik.

Nah, bagi wisatawan yang tertarik bisa datang ke Desa Bumiaji. Tiket masuk wisata ini cukup merogoh kocek Rp 15 ribu saja pengunjung bebas petik dan makan sepuasnya. Namun, untuk membawa pulang jambu ini harus membayar per kilogramnya Rp 15 ribu.

3. Petik Strawbery

Salah satu komoditas buah yang banyak menjadi incaran para wisatawan di Kota Batu ini adalah strawbery. Di seputaran Kota Batu selain petani apel juga terdapat wisata petik strawbery yang menawarkan wisata petik sendiri.

Salah satu kebun petik strawbery yang sering dikunjungi wisatawan adalah di Desa Pandanrejo Kota Batu.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata tersebut cukup datang dan menghubungi pengelola BUMDes Raharjo, Desa Pandanrejo.

Tarif yang dipatok untuk pengunjung yakni di kisaran Rp 25 ribu per orang dan sudah termasuk membawa stroberi pulang untuk dinikmati di rumah.(Hmz/Aka)

3 Tempat Wisata Romantis di Surabaya Cocok untuk Bulan Madu

Danau angsa. (Istimewa)
Danau angsa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Surabaya memang kental dengan nuansa sejarah. Namun, siapa yang mengira bahwa di balik itu semua, Surabaya memiliki sejumlah destinasi wisata romantis yang cocok dikunjungi bersama pasangan.

Tak heran jika Surabaya menempati urutan lima besar kota tujuan bulan madu terfavorit di Indonesia.

Adapun sejumlah rekomendasi destinasi wisata romantis di Surabaya yang dapat Anda kunjungi bersama pasangan, antara lain sebagai berikut.

Danau Angsa Pakuwon City
Danau Angsa Pakuwon City merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam Surabaya dan nuansa romantis. Tempat wisata yang dapat Anda temukan di Jalan Kalisari Darma Selatan III Blok H3 Nomor 1, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, ini sangat cocok untuk bersantai. Sejauh mata memandang, Anda akan melihat deretan pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Udara yang bersih akan membuat tubuh dan pikiran Anda lebih segar.

Satu hal yang tak boleh Anda lewatkan selama berada di tempat ini adalah mengunjungi Danau Angsa. Meskipun berukuran kecil, danau ini sangat cantik. Tak heran jika danau ini selalu menjadi buruan pencinta fotografi. Ajak pasangan untuk menyaksikan sekumpulan angsa di tepi danau sembari berbincang menunggu datangnya sunset yang luar biasa indah.

Taman Pelangi
Tempat wisata selanjutnya yang tak kalah romantis adalah Taman Pelangi. Taman yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 138, Gayungan, Surabaya ini menawarkan pemandangan eksotis di malam hari. Di tempat ini, Anda akan menemukan taman kecil yang dihiasi pepohonan dan berbagai jenis bunga. Selain membuat tampilan taman lebih cantik, udara pun menjadi lebih segar dan sejuk.

Taman yang didesain menyerupai ruas daun ini akan sangat indah dan semarak di malam hari. Suasananya pun romantis, sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati keindahan Kota Surabaya bersama pasangan. Asyiknya lagi, taman ini dapat Anda kunjungi selama 24 jam penuh.

Restoran 1914
Setelah puas berjalan-jalan, ajak pasangan menikmati santap malam di Restoran 1914. Restoran yang juga dikenal sebagai The Consulate ini dapat Anda temukan di Jalan Darmokali No. 10, Surabaya, Jawa Timur.

Sesuai dengan namanya, restoran yang dibangun pada tahun 1914 ini mengusung konsep klasik nan cantik dengan desain minimalis dan nuansa yang menyenangkan. Tempat yang cocok untuk menghabiskan malam bersama kekasih hati.

Bagi pencinta kuliner Eropa dan makanan Asia, khususnya makanan Jepang, restoran ini wajib Anda kunjungi. Nikmati makan malam romantis bersama pasangan sembari menyantap makanan lezat. Tersedia beragam menu yang menggoda selera, seperti Wagyu Steak, Kimchee Soup, Chicken Gyoza, Salmon Miso, Black Angus, Lobster Edamame Soup, Gindara, dan menu andalan Tenderloin Steak.

Demikianlah informasi mengenai sejumlah tempat wisata romantis di Surabaya yang dapat Anda kunjungi bersama pasangan. Agar rencana liburan atau bulan madu Anda lancar tanpa hambatan, pastikan untuk booking hotel di Surabaya sejak jauh hari. Pesan hotel via aplikasi Airy Rooms.
yang dapat Anda unduh gratis melalui App Store atau Google Play Store. Selamat berlibur! (Der/Aka)

Berusia Dua Abad, Ini Masjid Tertua di Kota Batu

Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu, Minggu (12/5). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu merupakan masjid tertua di Kota Batu. Tempat ibadah umat muslim ini sudah berusia sekitar dua abad. Dan masjid ini dibangun pertama kali oleh KH. Zakaria tahun 1827.

Pengasuh Pesantren Rakyat Kota Batu, Ulul Azmi mengatakan jika masjid ini merupakan saksi bisu menyebaran agama islam di Kota Batu yang akrab dijuluki ‘De Kleine Zwitserland’.

“Masjid Jami Al Muchlisin dulunya berupa joglo dan bentuknya pun sama seperti kebanyakan masjid di Demak,” ujarnya kepada MVoice

“Ciri khas masjidnya memiliki beberapa tiang penyangga,” imbuhnya

Lebih lanjut Azmi mengatakan jika masjid itu menjadi media penyebaran Islam di kawasan Batu. Pada saat itu, Islam memang belum menjadi agama mayoritas di kawasan tersebut.

Azmi menyatakan, saat ini bangunan masjid memang sudah tidak lagi seperti saat pertama kali didirikan.

”Memang banyak perubahannya. Apalagi, masjid itu sudah direnovasi sebanyak empat kali,” beber pria yang juga kepala MI Darul Ulum itu.

Dia memaparkan, empat kali renovasi tersebut terjadi mulai 1950-an. Kemudian dilanjutkan pada 1980-an. Namun, dua kali renovasi belum mengubah bentuk masjid secara total.(Der/Aka)

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin, Padukan Kultur Sunan Kali Jaga-Cheng Ho

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin yang terletak di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu
Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin yang terletak di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu (ayun)

MALANGVOICE – Konstruksi Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin tergolong langka. Umumnya, model bangunan masjid terinspirasi dari satu tokoh yang berjasa kala itu. Namun, masjid di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu itu memadukan kultur dua tokoh yakni, Sunan Kalijaga dan Cheng Ho.

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin tidak sekadar menjadi tempat ibadah. Tapi, juga menjadi pusat berbagai kegiatan, seperti kegiatan belajar mengajar, juga ekonomi.

Ketua takmir Masjid Warnan Tarnidi menceritakan, masjid tersebut dibangun kali pertama sekitar 1957 lalu. Keberadaannya tidak seperti saat ini yang sudah beberapa kali direnovasi.

”Dulu masih kurang bagus dan kecil. Tapi, selalu dijadikan pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya kemarin.

Masjid yang dibangun di lahan seluas 320 meter itu sudah kali ketiga direnovasi. Renovasi pertama pada 1968 silam. Kemudian renovasi kedua pada 1984.

”Renovasi yang terakhir ini pada 2014. Dan hingga sekarang tidak ada perubahan lagi,” ungkap Tarnidi yang juga komite di SMKN 2 Kota Batu itu.

Dari tiga kali renovasi itu pun tentu diakuinya mengalami perubahan total. Meski begitu, dalam setiap perubahannya tidak pernah melupakan filosofi dan sejarahnya. Tetap terilhami dari bangunan tempat ibadah masa Sunan Kalijaga dan Cheng Ho.

”Kami padukan dua unsur itu. Karena menurut kami, dua orang itu (Sunan Kalijaga dan Cheng Ho) sangat berjasa dalam perkembangan Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Sunan Kalijaga merupakan wali yang berperan penting dalam masuknya Islam di tanah Jawa. Sedangkan adanya ornamen Tiongkok dikarenakan para Wali Sanga diyakini memiliki darah keturunan China daratan. ”Itulah yang ingin kami tularkan di bangunan ini. Agar mengalir dalam setiap sisi bangunan,” tuturnya.

Perpaduan dua tokoh dalam bangunan masjid tersebut bertujuan mengingatkan kembali sosok Sunan Kalijaga dan Cheng Ho kepada masyarakat.(Der/Aka)

Lima Spot Romantis di Malang yang Wajib Dikunjungi Bersama Pasangan

Spot foto Coban Rais. (Tempatrekreasi.id)

MALANGVOICE – Liburan bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menyempatkan waktu untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata menarik dan merencanakan aktivitas yang mengesankan untuk dilakukan berdua. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata romantis dengan orang tersayang, lima tempat wisata di Malang berikut bisa dijadikan rekomendasi utama.

Nyatakan “I Love You” di Bukit Bulu Coban Rais

Berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota, Bukit Bulu Coban Rais menghadirkan suasana romantis lewat landskap perbukitan dan ruang terbuka hijau yang teduh. Di objek wisata ini juga terdapat sejumlah ayunan kayu dan sebuah air terjun yang sering dijadikan sebagai spot untuk berfoto.

Namun, spot paling terkenal di Coban Rais adalah platform kayu yang membentuk huruf “I”, sebuah hati, dan huruf “U”. Tiga platform yang bersisian tersebut bisa menjadi spot berfoto bersama pasangan untuk menyampaikan ungkapan “I love you” atau “I heart you”. Romantis, bukan?

Menyusuri hamparan bunga cantik di Taman Bunga Selecta

Ingin mengungkapkan rasa cinta dengan bunga? Daripada memberi sekuntum atau sebuket bunga, Anda bisa mengajak pasangan untuk menyusuri hamparan luas penuh bunga di Taman Bunga Selecta.
Berlokasi di kawasan Kota Wisata Batu, taman bunga ini memiliki ratusan koleksi bunga dari beragam jenis dan warna. Selain bisa berfoto di tengah hamparan bunga yang cantik, Anda dan pasangan juga bisa menyusuri lokasi wisata dengan menggunakan Sky Bike di lintasan yang tersedia.

Bercengkerama di rumah pohon Omah Kayu

Tempat wisata romantis lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Omah Kayu, yakni jejeran rumah pohon yang berada di kawasan Gunungsari, Bumiaji. Di tempat ini, Anda dan pasangan bisa menghabiskan waktu berdua di atas rumah pohon sambil menikmati sejuknya udara di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Menikmati pemandangan kota dari ketinggian di Bukit Wisata Paralayang

Di lokasi yang sama dengan objek wisata Omah Kayu, terdapat satu destinasi liburan lain yang harus dikunjungi, yaitu Bukit Wisata Paralayang. Jika sudah puas menikmati suasana alam dari rumah pohon di Omah Kayu, Anda bisa berpindah ke Bukit Wisata Paralayang untuk menyaksikan pemandangan kota dari area yang lebih tinggi.

Selain panorama kota, Anda juga bisa menonton atlet paralayang yang biasa berlatih di kawasan tersebut. Saat senja, bukit wisata ini banyak dipilih wisatawan sebagai spot terbaik untuk menyaksikan momen matahari terbenam.

Makan malam romantis di D’Fresh SkyGarden Resto

Sebagai penghujung perjalanan wisata Anda dan pasangan di Kota Malang, makan malam di venue romantis akan jadi pilihan yang mengesankan. Skygarden Resto yang berada di bilangan Mojolangu adalah salah satu lokasi restoran yang menawarkan momen makan malam romantis. Dengan konsep dekorasi taman dan furnitur bernuansa alam, makan malam Anda bersama pasangan tentu akan menjadi suatu momen yang sulit dilupakan.

Itulah lima ide wisata romantis yang bisa dilakukan saat berlibur di Kota Malang. Untuk melengkapi momen liburan romantis bersama pasangan, Anda bisa memesan hotel di Malang melalui aplikasi atau situs Airy.

Jaringan hotel bujet terbesar di tanah air ini menyediakan penginapan berfasilitas lengkap, namun tetap menawarkan harga yang terjangkau. Tujuh jaminan kenyamanan yang ditawarkan meliputi televisi layar datar, shower air hangat, hingga WiFi dan air minum gratis. Dengan beragam fasilitas yang tersedia, Anda pasti tidak akan kecewa saat menginap di kamar hotel yang telah dipesan.

Bermain dengan Rusa di “Istana Negara”

Rusa kecil yang dilepas di wana wisata Legend Star, Jawa Timur Park 3, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Layaknya berkunjung ke kediaman presiden Republik Indonesia (RI) di Bogor, kawasan wisata replika “Istana Negara” di Kota Batu ini juga menghadirkan rusa.

Wana wisata itu tepatnya berada di The Legend Star Jawa Timur Park 3. Wisatawan yang berkunjung bisa juga bermain dan memberi makan secara langsung rusa kecil.

Dari pantauan MVoice, keseruan dan keasyikan tampak dari wisatawan yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Dengan manjanya, rusa yang masih kecil itu dielus-elus dan diberikan makanan.

Sebanyak 14 rusa, pengelola Jatim Park 3 sengaja langsung menghadirkannya di kawasan replika Istana Negara yang dibuat sama persis dengan di Bogor. Jika sebelumnya rusa ini berada di dalam area khusus, kali ini dilepas bebas.

Terlihat, salah satu Rusa kecil sedang bergerilya menyambut pengunjung. Ia tengah berlarian di area luar pagar menyambut wisatawan yang membawa makanan untuknya.

“Tadinya agak takut, soalnya rusanya kan lari-larian. Tapi semakin lari dia terus datang, ternyata emang mau ngambil makanan yang aku bawa ini,” ungkap salah satu pengunjung asal Surabaya, Monica Anggun Pratiwi

Operational Manager The Legend Star JTP 3, Tossy Kusdianto mengatakan jika Rusa di area Istana negara memang kerap kali keluar sendiri. Karena masih kecil dan bisa melewati sela-sela pagar untuk bermain bersama pengunjung.

“Ya memang kalau yang kecil itu selalu keluar pagar, dan suka berlari-larian menyambut pengunjung wahana ini,” ujarnya.

Tossy menambahkan, jelang liburan sekolah dan lebaran rencananya semua rusa yang dimiliki The Legend Star akan dibuka buat pengunjung.

“Tapi memang rencananya sebanyak 14 Rusa yang kita miliki saat ini akan kita lepas. Sehingga nanti harapannya pengunjung mau menyatu dengan mereka, nggak takut lagi. Dan sebagai edukasi juga untuk mengenalkan rusa itu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Wana Wisata Gunung Banyak Terapkan Bayar Seikhlasnya

Salah satu spot di Taman Langit Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Khusus di hari Jumat, kawasan Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak di Kota Batu, menerapkan tiket masuk bayar seikhlasnya.

Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak, Bambang Harianto mengatakan dengan mengusung tema ‘Sinau (belajar) Kemesraan’, pengelola berharap bisa mengamati manusia modern dengan kemesraan terhadap alam dan seisinya.

“Ya, ini merupakan program yang baru kami mulai dengan mengusung tema sinau (belajar) kemesraan. Dengan tarif bayar seikhlasnya itu wisatawan bebas bermain dan swafoto sepuasnya di sana,” beber Bambang

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pembayaran dengan sistem seikhlasnya itu hanya berlaku khusus di hari Jumat saja. Alasan diberlakukan sistem ini karena ingin mengetahui bagaimana pola wisatawan yang hadir di sana.

“Kenapa kami berlakukan seperti ini ya karena ingin tahu manusia sekarang itu seperti apa. Sekaligus ingin tahu perilaku manusia modern saat ini,” imbuhnya,” imbuhnya.

“Dan karena tagline yang diusung adalah Sinau kemesran. Untuk saat ini masih dalam proses pembelajaraan, tentunya nantinya akan dievaluasi,” tutupnya.

Diketahui tiga lokasi objek wisata yang menerapkan pembayaran seikhlasnya, yakni Omah Kayu, Taman Langit, Jangkrik Manuk, yang berada di area wana wisata Paralayang Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Di area Taman Langit ada tempat Cangkruk Manuk atau Jangkrik Manuk di sana wisatawan bisa makan secukupnya dengan membayar seikhlasnya.

Kemudian untuk model bangunan yang disajikan berkonsep perpaduan bangunan Indonesia dan Eropa. Selain mengusung konsep itu, wisatawan juga bisa menikmati indahnya pemandangan alam perbukitan. Keindahan itu bisa disaksikan di bawah rerimbunan pepohonan.

Selain tempatnya yang unik dengan perpaduan tradisonal dan modern, kuliner yang disuguhkan juga tak kalah menarik. Kuliner tradisional yang disuguhkan seperti polo pendem, umbi-umbian, labu, pisang, dan berbagai jenis makanan lainnya.

Taman Langit merupakan tempat wisata yang menyuguhkan spot swafoto replika patung yang terbuat dari kawat dibentuk peri. Juga terdapat beragam jenis bunga. Selain itu di sana juga terdapat angsa raksasa seperti di negeri dongeng.

Sementara, di lokasi taman langit ini juga dilengkapi berbagai fasilitas menunjang bagi wisatawan seperti pedestrian, shelter dan spot swafoto. Lalu ada toilet serta cottage. (Der/Ulm)

Komunitas