Lima Spot Romantis di Malang yang Wajib Dikunjungi Bersama Pasangan

Spot foto Coban Rais. (Tempatrekreasi.id)

MALANGVOICE – Liburan bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menyempatkan waktu untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata menarik dan merencanakan aktivitas yang mengesankan untuk dilakukan berdua. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata romantis dengan orang tersayang, lima tempat wisata di Malang berikut bisa dijadikan rekomendasi utama.

Nyatakan “I Love You” di Bukit Bulu Coban Rais

Berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota, Bukit Bulu Coban Rais menghadirkan suasana romantis lewat landskap perbukitan dan ruang terbuka hijau yang teduh. Di objek wisata ini juga terdapat sejumlah ayunan kayu dan sebuah air terjun yang sering dijadikan sebagai spot untuk berfoto.

Namun, spot paling terkenal di Coban Rais adalah platform kayu yang membentuk huruf “I”, sebuah hati, dan huruf “U”. Tiga platform yang bersisian tersebut bisa menjadi spot berfoto bersama pasangan untuk menyampaikan ungkapan “I love you” atau “I heart you”. Romantis, bukan?

Menyusuri hamparan bunga cantik di Taman Bunga Selecta

Ingin mengungkapkan rasa cinta dengan bunga? Daripada memberi sekuntum atau sebuket bunga, Anda bisa mengajak pasangan untuk menyusuri hamparan luas penuh bunga di Taman Bunga Selecta.
Berlokasi di kawasan Kota Wisata Batu, taman bunga ini memiliki ratusan koleksi bunga dari beragam jenis dan warna. Selain bisa berfoto di tengah hamparan bunga yang cantik, Anda dan pasangan juga bisa menyusuri lokasi wisata dengan menggunakan Sky Bike di lintasan yang tersedia.

Bercengkerama di rumah pohon Omah Kayu

Tempat wisata romantis lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Omah Kayu, yakni jejeran rumah pohon yang berada di kawasan Gunungsari, Bumiaji. Di tempat ini, Anda dan pasangan bisa menghabiskan waktu berdua di atas rumah pohon sambil menikmati sejuknya udara di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Menikmati pemandangan kota dari ketinggian di Bukit Wisata Paralayang

Di lokasi yang sama dengan objek wisata Omah Kayu, terdapat satu destinasi liburan lain yang harus dikunjungi, yaitu Bukit Wisata Paralayang. Jika sudah puas menikmati suasana alam dari rumah pohon di Omah Kayu, Anda bisa berpindah ke Bukit Wisata Paralayang untuk menyaksikan pemandangan kota dari area yang lebih tinggi.

Selain panorama kota, Anda juga bisa menonton atlet paralayang yang biasa berlatih di kawasan tersebut. Saat senja, bukit wisata ini banyak dipilih wisatawan sebagai spot terbaik untuk menyaksikan momen matahari terbenam.

Makan malam romantis di D’Fresh SkyGarden Resto

Sebagai penghujung perjalanan wisata Anda dan pasangan di Kota Malang, makan malam di venue romantis akan jadi pilihan yang mengesankan. Skygarden Resto yang berada di bilangan Mojolangu adalah salah satu lokasi restoran yang menawarkan momen makan malam romantis. Dengan konsep dekorasi taman dan furnitur bernuansa alam, makan malam Anda bersama pasangan tentu akan menjadi suatu momen yang sulit dilupakan.

Itulah lima ide wisata romantis yang bisa dilakukan saat berlibur di Kota Malang. Untuk melengkapi momen liburan romantis bersama pasangan, Anda bisa memesan hotel di Malang melalui aplikasi atau situs Airy.

Jaringan hotel bujet terbesar di tanah air ini menyediakan penginapan berfasilitas lengkap, namun tetap menawarkan harga yang terjangkau. Tujuh jaminan kenyamanan yang ditawarkan meliputi televisi layar datar, shower air hangat, hingga WiFi dan air minum gratis. Dengan beragam fasilitas yang tersedia, Anda pasti tidak akan kecewa saat menginap di kamar hotel yang telah dipesan.

Bermain dengan Rusa di “Istana Negara”

Rusa kecil yang dilepas di wana wisata Legend Star, Jawa Timur Park 3, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Layaknya berkunjung ke kediaman presiden Republik Indonesia (RI) di Bogor, kawasan wisata replika “Istana Negara” di Kota Batu ini juga menghadirkan rusa.

Wana wisata itu tepatnya berada di The Legend Star Jawa Timur Park 3. Wisatawan yang berkunjung bisa juga bermain dan memberi makan secara langsung rusa kecil.

Dari pantauan MVoice, keseruan dan keasyikan tampak dari wisatawan yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Dengan manjanya, rusa yang masih kecil itu dielus-elus dan diberikan makanan.

Sebanyak 14 rusa, pengelola Jatim Park 3 sengaja langsung menghadirkannya di kawasan replika Istana Negara yang dibuat sama persis dengan di Bogor. Jika sebelumnya rusa ini berada di dalam area khusus, kali ini dilepas bebas.

Terlihat, salah satu Rusa kecil sedang bergerilya menyambut pengunjung. Ia tengah berlarian di area luar pagar menyambut wisatawan yang membawa makanan untuknya.

“Tadinya agak takut, soalnya rusanya kan lari-larian. Tapi semakin lari dia terus datang, ternyata emang mau ngambil makanan yang aku bawa ini,” ungkap salah satu pengunjung asal Surabaya, Monica Anggun Pratiwi

Operational Manager The Legend Star JTP 3, Tossy Kusdianto mengatakan jika Rusa di area Istana negara memang kerap kali keluar sendiri. Karena masih kecil dan bisa melewati sela-sela pagar untuk bermain bersama pengunjung.

“Ya memang kalau yang kecil itu selalu keluar pagar, dan suka berlari-larian menyambut pengunjung wahana ini,” ujarnya.

Tossy menambahkan, jelang liburan sekolah dan lebaran rencananya semua rusa yang dimiliki The Legend Star akan dibuka buat pengunjung.

“Tapi memang rencananya sebanyak 14 Rusa yang kita miliki saat ini akan kita lepas. Sehingga nanti harapannya pengunjung mau menyatu dengan mereka, nggak takut lagi. Dan sebagai edukasi juga untuk mengenalkan rusa itu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Wana Wisata Gunung Banyak Terapkan Bayar Seikhlasnya

Salah satu spot di Taman Langit Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Khusus di hari Jumat, kawasan Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak di Kota Batu, menerapkan tiket masuk bayar seikhlasnya.

Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak, Bambang Harianto mengatakan dengan mengusung tema ‘Sinau (belajar) Kemesraan’, pengelola berharap bisa mengamati manusia modern dengan kemesraan terhadap alam dan seisinya.

“Ya, ini merupakan program yang baru kami mulai dengan mengusung tema sinau (belajar) kemesraan. Dengan tarif bayar seikhlasnya itu wisatawan bebas bermain dan swafoto sepuasnya di sana,” beber Bambang

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pembayaran dengan sistem seikhlasnya itu hanya berlaku khusus di hari Jumat saja. Alasan diberlakukan sistem ini karena ingin mengetahui bagaimana pola wisatawan yang hadir di sana.

“Kenapa kami berlakukan seperti ini ya karena ingin tahu manusia sekarang itu seperti apa. Sekaligus ingin tahu perilaku manusia modern saat ini,” imbuhnya,” imbuhnya.

“Dan karena tagline yang diusung adalah Sinau kemesran. Untuk saat ini masih dalam proses pembelajaraan, tentunya nantinya akan dievaluasi,” tutupnya.

Diketahui tiga lokasi objek wisata yang menerapkan pembayaran seikhlasnya, yakni Omah Kayu, Taman Langit, Jangkrik Manuk, yang berada di area wana wisata Paralayang Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Di area Taman Langit ada tempat Cangkruk Manuk atau Jangkrik Manuk di sana wisatawan bisa makan secukupnya dengan membayar seikhlasnya.

Kemudian untuk model bangunan yang disajikan berkonsep perpaduan bangunan Indonesia dan Eropa. Selain mengusung konsep itu, wisatawan juga bisa menikmati indahnya pemandangan alam perbukitan. Keindahan itu bisa disaksikan di bawah rerimbunan pepohonan.

Selain tempatnya yang unik dengan perpaduan tradisonal dan modern, kuliner yang disuguhkan juga tak kalah menarik. Kuliner tradisional yang disuguhkan seperti polo pendem, umbi-umbian, labu, pisang, dan berbagai jenis makanan lainnya.

Taman Langit merupakan tempat wisata yang menyuguhkan spot swafoto replika patung yang terbuat dari kawat dibentuk peri. Juga terdapat beragam jenis bunga. Selain itu di sana juga terdapat angsa raksasa seperti di negeri dongeng.

Sementara, di lokasi taman langit ini juga dilengkapi berbagai fasilitas menunjang bagi wisatawan seperti pedestrian, shelter dan spot swafoto. Lalu ada toilet serta cottage. (Der/Ulm)

Tambah Koleksi Foto di Spot Terbaik Kota Paris van Java

Orchid Forest Cikole. (22arahmadini.wordpress.com)

MALANGVOICE – Bandung dikenal dengan kota dengan banyak destinasi wisata, kuliner dan belanja. Tak ayal kota ini selalu banyak dikunjungi wisatawan.

Di Bandung Anda akan menjumpai destinasi yang menggabungkan keindahan alam pegunungan dan wahana atau fasilitas menarik.

Segera pesan tiket pesawat ke Bandung untuk menambah koleksi foto keren Anda dengan mengunjungi 5 tempat berikut.

Bird & Bromelia Pavilion

Mengenalkan burung pada si kecil di Bird & Bromelia Pavilion bisa jadi alternatif seru untuk aktivitas liburan keluarga. Bertempat di Pramestha Resort Town, taman burung ini merupakan salah satu wahana hiburan yang tersedia di sini. Terdapat lima zona yang mengelompokkan burung sesuai spesiesnya dengan jumlah 600 ekor jenis burung.

Dago Dream Park

Atmosfir khas Bali menyambut Anda setibanya di Dago Dream Park. Berada di perbukitan Lembang, Dago Dream Park punya berbagai wahana seru yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto. Misalnya, naik permadani terbang bak Aladdin dan Jasmine dengan latar hutan pinus lebat. Ada pula sky bike yang bisa Anda kayuh ke bagian tengah sling, sehingga saat difoto seolah tampak melayang.

Kampoeng Tulip

Tulip memang identik dengan Belanda. Di Kampoeng Tulip kamu bisa merasakan nuansa ala Negeri Kincir Angin itu tanpa perlu jauh-jauh terbang ke sana. Ragam spot foto seru tersedia di sini. Mulai dari kincir angin ikonik, rumah-rumah kecil dengan gaya pedesaan Eropa, atau mengayuh perahu bersama si kecil.

Rumah Guguk

Kalau kamu menyukai hewan kaki empat berbulu ini, Bandung punya Rumah Guguk sebagai destinasi wajib. Sebetulnya, Rumah Guguk adalah toko hewan peliharaan. Namun, selain membeli aksesori untuk anjing kesayangan, Anda juga dapat mampir ke bagian belakang rumah.

Ada kolam renang dan dekorasi penuh warna nan menggemaskan. Silakan berfoto dengan para anjing imut atau bercengkerama dengan anjing yang berukuran lebih besar dengan latar yang pastinya instagramable.

Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole, rumah bagi 157 spesies anggrek yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Bunga-bunga cantik tersebut mampu tumbuh dengan baik karena iklim Lembang yang sejuk. Selain menjadi tempat budidaya anggrek, Anda akan mendapati fasilitas outbound dan eko-edukasi.

Seru kan berfoto di 5 tempat wisata instagramable di Bandung? Langkah selanjutnya, Anda tinggal membuka aplikasi Airy untuk cari tahu harga tiket pesawat menuju Bandung. Tak perlu khawatir jika di tengah jalan ada perubahan rencana, fitur refund dan reschedule akan menyelamatkan liburan Anda. Temukan pula kemudahan merancang perjalanan bisnis dengan aplikasi yang sama. Satu hal yang pasti, semua transaksi pembelian Airy terjamin keamanannya dan bebas penipuan.(Der/Aka)

Akhir Pekan Liburan ke Kediri, Ada Destinasi Surganya Wanita di Dhoho

Jalan Dhoho. (kedirisupport)

MALANGVOICE – Bagi kebanyakan perempuan, berwisata dan belanja adalah satu paket. Di Kediri, ada tempat yang cocok bagi kaum hawa menghabiskan waktu. Jalan Dhoho namanya.

MVoice merangkum alasan Dhoho bisa disebut sebagai ramah perempuan, berikut penjelasannya.

Belanja Produk Fesyen dengan Beragam Harga dan Merek Sepuasnya

Ada berbagai produk fesyen yang ditawarkan toko-toko di kawasan Dhoho, seperti pakaian, sepatu, aksesori, bahkan makeup.

Kualitas barang di Jalan Dhoho bervariasi; ada yang asli, bermerek, atau kw. Harganya pun beragam. Nah, Anda tinggal belanja menyesuaikan kebutuhan dan bujet. Oh ya, kawasan ini bisa dibilang Malioboro-nya Kediri, lo!

Tidak hanya produk fesyen dan riasan, Anda juga bisa menemukan buku, kebutuhan rumah tangga, sampai kebutuhan sehari-hari. Lengkap deh!

Mencicip Nasi Pecel Pincuk dengan Rasa Maknyus

Saatnya mengisi perut setelah lelah belanja! Kawasan Jalan Dhoho dipenuhi berbagai kafe dan tempat makan. Cukup pilih saja mana tempat yang paling cocok untuk beristirahat dan bersantai.
Yang tak boleh ketinggalan jika datang ke sini adalah mencicip kelezatan nasi pecel pincuk. Kuliner ini adalah salah satu kuliner khas Kediri yang sangat populer di kawasan Dhoho.

Jangan lewatkan minta sambal tumpang pada penjualnya, ya. Sambal tumpang ini merupakan olahan fermentasi tempe yang bakal membuat makanan lebih maknyus! Pecel ini dihidangkan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk.

Mencari Penginapan Mudah Tanpa Harus Repot Keliling Kota

Tidak perlu panik jika Anda belum mendapat hotel untuk menginap. Kawasan Dhoho dipadati hotel dari berbagai kelas. Mulai kelas melati sampai berbintang, semua ada.

Mau lebih gampang, manfaatkan saja aplikasi Airy untuk mencari hotel di Kediri. Cara pesan kamarnya mudah, pilihan hotelnya banyak, harganya terjangkau pula. Belum lagi fasilitasnya lengkap dengan berbagai promo! Sempurna, kan?

Bosan Berdiam di Hotel? Saatnya Main ke Mal!

Perempuan biasanya mudah bosan dan butuh hiburan. Nah, Anda bisa mampir ke mal atau pusat perbelanjaan sekitar Jalan Dhoho. Ada Dhoho Plaza I, Dhoho Plaza II, Borobudur, dan Ramayana. Anda bisa jalan-jalan, makan, menonton film, dan tentunya belanja lagi!

Beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah
Selesai liburan, perempuan biasanya memikirkan masalah oleh-oleh. Nah, Jalan Dhoho ini merupakan salah satu pusat untuk membeli oleh-oleh di Kediri.
Jadi, tidak hanya belanja baju saja, Anda juga bisa membawa pulang aneka buah tangan khas Kediri, seperti stik tahu, keripik bekicot, gethuk pisang, tahu kuning, atau cokelat tempe.

Selesai liburan ke Kediri, Anda bisa melanjutkan liburan ke Blitar. Di sini juga banyak tempat wisata yang seru kok. Hotel di Blitar juga banyak; jadi jangan takut kalau tidak dapat tempat menginap. Selamat berlibur!
(Der/Ulm)

Tradisi Unik di Bandung yang Masih Ada

Adat Nuras Cai. (masyarakatsejarahkendan.blogspot.com)

MALANGVOICE – Perkembangan zaman mengubah kehidupan masyarakat di segala lini. Imbasnya, banyak tradisi leluhur yang tidak berlanjut karena dianggap merepotkan, kuno, hingga lantaran tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.

Meski teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, beberapa tradisi unik masih dilestarikan di Bandung. Bahkan, kaum muda pun turut berpartisipasi dalam menjaga kekayaan budaya bangsa ini.

Apa saja 3 tradisi unik yang masih dilakukan di Bandung? Mari simak bersama.

Tradisi Perang Tomat

Warga Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Lembang, Bandung Barat memperingati datangnya bulan Muharam dengan meriah. Mereka menggelar rangkaian acara sepanjang tiga hari berturut-turut.

Pada hari pertama dan kedua warga melakukan kegiatan ngaruat bumi dan pantun ruat. Baru pada hari ketiga, kegiatan rempug tarung adu tomat atau Perang Tomat dilakukan, sekaligus menjadi acara puncak rangkaian kegiatan tersebut.

Tradisi ini berawal dari keengganan pedagang menjual tomat-tomat yang dihargai sangat murah akibat pasokan berlebih. Lalu, muncul ide untuk memanfaatkan tomat tersebut. Dua kelompok saling berhadapan dan bersiap dengan baju pangsi hitam, topeng, dan tameng dari anyaman bambu. Saat tanda dibunyikan, kedua kelompok saling melemparkan tomat ke arah lawan.

Filosofi perang tomat ini adalah sebagai ajang membuang sifat buruk dalam diri seseorang. Biasanya, perang tomat berlangsung selama 30 menit. Usai perang berakhir, warga yang tadi saling berlawanan berkumpul dan menari dengan iringan musik tradisional Sunda. Uniknya lagi, sisa-sisa tomat yang bertumpahan di jalan tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dibersihkan dan dimanfaatkan kembali sebagai kompos.

Peringatan Wuku dan Mapag Taun Kampung Adat Cikondang

Bulan Muharam juga menjadi bulan istimewa bagi warga Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Pangalengan, Bandung. Tradisi peringatan Wuku dan Mapag Taun ini telah berlangsung selama empat abad.

Biasanya, warga mulai melakukan persiapan sejak tanggal 1-14 Muharam, seperti menumbuk beras dan memasak hidangan tradisional. Sehari jelang tanggal 15 Muharam, keturunan langsung leluhur Kampung Adat Cikondang akan membersihkan benda pusaka, seperti pisau, keris, dan tombak. Tepat pada tanggal 15 Muharam, upacara pemanjatan doa dan syukur kepada Allah SWT pun dilakukan.

Peringatan ini memang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kenikmatan yang diperoleh selama satu tahun terakhir. Selain itu, tradisi ini juga menjadi waktu berkumpul keturunan Mama Sepuh atau warga adat. Belakangan, peringatan Wuku dan Mapag Taun juga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Adat Cikondang.

Upacara Adat Nuras Cai

Warga Kampung Nenggeng, Desa Citaman, Nagreg, Bandung masih melaksanakan upacara adat Nuras Cai. Tradisi ini merupakan wujud ungkapan syukur kepada Sang Pencipta dengan cara merawat alam sekitar, terutama mata air yang menjadi sumber kehidupan. Dalam upacara ini, warga bergotong royong membersihkan mata air dan salurannya supaya air mengalir dengan baik.

Tradisi Nuras Cai telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat setempat sebagai upaya pemeliharaan sumber air. Tradisi ini juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Kerajaan Kendan pada abad ke-4 yang sekarang masuk wilayah Kampung Nenggeng. Oleh karena itu, pemerintah setempat juga mendorong berdirinya desa wisata di kawasan ini agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung menikmati tradisi warisan leluhur.

Anda tertarik untuk melihat langsung tradisi unik di atas? Jangan ragu, segera pesan tiket pesawat Citilink.

Bagi Anda yang baru kali pertama memesan lewat aplikasi, segala transaksi di Airy bebas dari penipuan dan terjamin keamanannya. Selain itu, jika Anda mengalami kendala, tersedia fitur refund dan reschedule agar perjalanan lebih fleksibel. Plus, Airy menawarkan layanan khusus bagi Anda yang melakukan perjalanan bisnis.(Der/Aka)

Keindahan Masjid Padang Mahsyar Kota Batu

Salah satu anak tampak bersantai dan berdiskusi di Masjid Padang Mahsyar yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Kota Batu banyak memiliki tempat wisata, tak heran jika banyak wisatawan berlibur ke sini. Salah satunya tempat yang ramai dikunjungi ialah Masjid Padang Mahsyar.

Masjid Padang Mahsyar dibangun empat tahun lalu oleh salah satu Pimpinan PD Muhammadiyah Kota Batu, Nurbani Yusuf.

Ia dibantu warga sekitar untuk mewujudkan masjid unik ini. Bahannya 100 persen dari kayu jati yang diambil dari Kota Madiun. Masjid itu menggunakan 122 bibit kayu jati berwarna coklat tua.

Nurbani mengatakan masjid seluas 650 meter persegi itu dibangun dengan konsep masjid ramah anak. Tidak hanya ramah anak, masjid ini juga dijadikan tempat untuk bersantai.

“Pada zaman nabi kan semua aktivitas dilakukan di masjid. Mulai berdiskusi hingga berkumpul,” ujar Nurbani kepada MVoice

Ia sangat menyesalkan melihat banyak masjid yang ditutup buka kalau saat sholat saja. Oleh karena itu, ia menginginkan masjid ini terbuka bagi semua masyarakat. Bahkan bisa dijadikan tempat belajar serta bermain.

“Ya, itu masih belum selesai, nanti rencananya bakal ditambahi dapur dan ruang literasi dilengkapi buku-buku. Bisa juga nanti cangkruk di sini,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan di masjid ini juga sama seperti kegiatan di masjid pada umumnya. Bahkan di halaman masjid ini ada sarana permainan untuk anak-anak.

Pantauan MVoice masjid tidak ada kubahnya ini dibuka 24 jam. Bagian dalam masjid, lengkap dengan podium tempat imam berdakwah. Serta ada jam digital untuk menunjukkan waktu sholat.

Della Puspita (35) wisatawan asal Sidoarjo menyempatkan waktu liburannya untuk mampir ke masjid itu setelah menghabiskan liburannya di petik mawar. Ia menananyakan ke warga sekitar lalu disarankan untuk sholat di Masjid Padang Mahsyar.

“Awalnya, saya tidak percaya bangunan yang 100 persen dari kayu jati itu adalah masjid. Begitu saya masuk ke dalam, masjid itu bisa membuat nyaman,” tandas

Menurut dia masjid ini cocok ada di dekat wisata petik mawar. Didukung udara yang sejuk dan dekat dengan tempat wisata. Saking sukanya ia dengan ornamen khas masjid ini, ia menyempatkan ibadah di sana ketika berkunjung ke Kota Batu.(Der/Aka)

Selain Basah-basahan di Hawai Water Park Bisa Tambah Wawasan di Museum Budaya

Owner Hawai Water Park, Yogie Kurniawan (Baju putih), saat didampingi Tim kurator Museum Budaya Hawai Water Park Cyntia Handy. (Toski D).

MALANGVOICE – Hawai Water Park bakal menyuguhkan wisata baru selain air. Dalam waktu dekat akan ada Museum Budaya.

Owner Hawai Water Park, Yogie Kurniawan mengatakan, rencananya museum ini akan dilaunching pada awal bulan Juni mendatang. Lokasinya Memanfaatkan gedung di depan Hawai Water Park.

“Akan kami melaunching Juni nanti, sembari menyambut liburan hari raya. Dengan adanya Museum Budaya ini diharapkan para pengunjung selain berwisata juga bisa menambah wawasan,” ungkapnya.

Museum yang dbangun dua lantai dengan luas mencapai 3.400 meter persegi ini, lanjut Yogie, dalamnya ada koleksi wayang kulit, topeng, wayang potehi dan beragam benda sejarah lainnya.

“Di dalam museum budaya ini terdapat 1.000 koleksi topeng dari wilayah Malang Raya, Cirebon, dan beberapa daerah lain. Untuk wayang kulit banyak karakter Punokawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim kurator Museum Budaya Hawai Water Park, Cyntia Handy mengatakan, pembuatan museum ini berdasarkan dengan UU nomor 5 tahun 2017 tentang pengembangan dan pemajuan budaya.

“Dengan Museum ini kami ingin memajukan dan mengembangkan budaya nusantara khususnya Malang Raya,” ucapnya.

Cyntia menjelaskan, dalam koleksi museum itu menceritakan beragam budaya yang ada. Mulai masa kerajaan Singhasari, Kediri, dan Mojopahit. Bahkan juga menceritakan tentang cerita Panji, yang diekspresikan mulai dari topeng, wayang kulit, wayang golek, wayang titi dan sebagainya.

“Tapi saat ini memang belum lengkap. Karena memang belum dilaunching. Jadi tunggu saja, kami akan menyajikan museum budaya yang lain dari pada yang lain,” pungkasnya.(Der/Aka)

Live In Pujiharjo Dekatkan Wisatawan dengan Kehidupan Warga Sekitar

Potensi Wisata Live In Pujiharjo. (Istimewa).

MALANGVOICE – Wisata berbasis Desa di Kabupaten Malang saat ini mulai terlihat gaungnya. Pasalnya, masing-masing desa mulai menonjolkan potensi unggulan mereka.

Salah satunya Desa Pujiharjo, Tirtoyudo yang membuat konsep dengan menyajikan paket wisata Live In Pujiharjo.

Kepala Desa Pujiharjo, Tirtoyudo Hendik Arso mengatakan konsep ini lebih mendekatkan wisatawan kedepan kehidupan masyarakat di desa itu sendiri. Jadi, wisatawan yang datang akan diberi pilihan menginap di rumah warga setempat.

“Kami memiliki program Live In Pujiharjo. Kami menyediakan 53 unit homestay yang semuanya milik warga, pihak Desa hanya punya rumah untuk resepsionis,” ungkapnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dengan Live In Pujiharjo ini, lanjut Hendik, para wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu per orang per hari. Dengan biaya tersebut, para wisatawan akan mendapatkan fasilitas makan tiga kali, berwisata ke tiga pantai, dan mengikuti kegiatan bertani.

“Dengan biaya Rp 200 ribu itu, wisatawan bisa nginap dirumah warga, makannya tiga kali, ikut ke sawah, dan ke tempat wisata ke tiga pantai yaitu pantai Sipelot, Pasir Putih serta Watu Kowong,” jelasnya.

Hingga saat ini, tambah Hendik, dalam satu bulannya, sedikitnya ada 500 orang wisatawan yang berkunjung ke Pujiharjo. Akan tetapi, ada satu kendala yang dikeluhkan, yaitu infrastruktur, agar bisa memberikan kenyamanan wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut.

“Saat ini jalannya masih sulit. Jadi ini tugas ya bagi pemerintah daerah, kan itu jalan negara,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Jalan-Jalan ke Jakarta Wajib Tahu Lima Spot Wisata Murah ini

Planetarium Jakarta. (jejakpiknik)

MALANGVOICE – Jakarta dikenal dengan kota dengan biaya hidup tinggi. Namun, Ibu Kota Indonesia ini masih banyak tempat wisata yang murah untuk berlibur bersama keluarga.

Nah, sekarang ini Mvoice merangkum lokasi wisata di Jakarta dengan biaya murah atau bahkan gratis untuk dikunjungi, simak kelima tempat berikut ini:

Lapangan Banteng
Selama ini Lapangan Banteng sering menjadi tempat penyelenggaraan pameran flora tahunan Ibu Kota. Diresmikan pada pertengahan tahun 2018 lalu, ada beberapa spot menarik di kawasan yang terkenal dengan Patung Pembebasan Irian Barat ini. Anda pun tak dikenakan biaya untuk beraktivitas di Lapangan Banteng.

Atraksi air mancur menari dengan sorotan lampu berwarna dan gambar hologram paling mencuri perhatian pengunjung. Lalu, deretan panel yang bertuliskan sejarah peristiwa Pembebasan Irian Barat juga sering jadi tempat berfoto. Terakhir, area bermain anak dan fasilitas olahraga membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Monumen Nasional
Di balik bangunan yang menjadi landmark Jakarta, banyak pengetahuan sarat sejarah yang bisa Anda pelajari ketika mampir ke Monumen Nasional. Dibuka untuk umum sejak 12 Juli 1975, Anda dapat mempelajari sejarah perjuangan bangsa lewat relief di sekitar Monas, Museum Sejarah Nasional di ruang bawah tanah, dan Ruang Kemerdekaan di bagian cawan monumen.
Nikmati pemandangan indah kota Jakarta dari ketinggian dengan naik ke pelataran Monas. Anda pun tak perlu bayar mahal-mahal untuk masuk ke bangunan ini. Cukup membayar Rp10.000 untuk anak dan Rp20.000 untuk dewasa.

Planetarium Jakarta
Jika Anda ingin mengajarkan anak ilmu astronomi, ajak mereka di Planetarium Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki. Selain melihat simulasi langit, Anda juga dapat menikmati galeri yang memajang aneka benda luar angkasa dengan penjelasan detil. Namun, karena jadwal pertunjukan dan tempat duduk terbatas, Anda wajib datang pagi-pagi untuk antre membeli tiket pertunjukan.
Loket buka sejak pukul 08.00 dengan jadwal pertunjukan bisa Anda lihat di situs resmi Planetarium Jakarta. Harga tiket masuk pun ramah di kantong, yaitu Rp7.000 untuk anak dan Rp12.000 untuk dewasa.

Museum Nasional
Berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat, atau sisi barat Monumen Nasional, Anda dapat mengunjungi Museum Nasional. Terkenal pula dengan nama Museum Gajah lantaran patung gajah yang berdiri di bagian depan bangunan, museum ini menyimpan koleksi benda-benda antik dari masa lampau.

Arca peninggalan kerajaan Hindu atau Budha, keramik, prasasti, buku langka, tekstil, dan barang kerajinan dapat Anda jumpai di sini. Dengan harga tiket masuk Rp2.000 untuk anak dan Rp5.000 untuk dewasa, Anda bisa mengajak seluruh anggota keluarga menjelajahi masa lalu di Museum Nasional.

Kebun Binatang Ragunan
Kebun Binatang Ragunan adalah tempat wisata favorit keluarga Jakarta. Tidak hanya berinteraksi dengan hewan saja, Anda juga dapat berpiknik di tengah kawasan Ragunan yang dipenuhi pohon-pohon rindang. Suasana sejuk dan asri membuat Anda lupa bahwa tengah berada di Jakarta.
Memiliki sekitar 171 spesies flora dan 270 spesies fauna, kebun binatang ini menawarkan harga tiket masuk terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk anak dan Rp4.000 untuk dewasa. Murah sekali, ya?

Nah, sekarang Anda tidak ragu lagi untuk memesan tiket pesawat online ke Jakarta.Jika ada kendala mengenai rencana perjalanan Anda, tersedia layanan refund dan reschedule yang mudah. (Der/Ulm)

Komunitas