Disparta Siapkan Fasilitas Maksimal dan Protokol Kesehatan di Sendratari Kelurahan Sisir Kota Batu

Disparta
Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq. (Sabinus)

MALANGVOICE – Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Dinas Pariwisata Kota Batu menyiapkan Sendratari Kelurahan Sisir sebagai tempat penampilan dan atraksi pelaku seni dan budaya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq bahwa pihaknya benar-benar serius menyiapkan dan memfasilitasi seluruh kegiatan seni di Kota Batu yang berpusat di Sendratari Kelurahan Sisir, Kota Batu

“Kami sebenarnya menyediakan fasilitas atraksi kegiatan seni budaya. Ini memang kita sediakan dalam konteks bagaimana kita menyeimbangkan protokol kesehatan, memutus penularan covid-19 tetapi kita tetap melakukan pembinaan dengan menfasilitasi kegiatan-kegiatan kesenian,” ungkap Arief, Rabu (12/8).

Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq saat melihat kesediaan protokol kesehatan di sendratari Kelurahan Sisir. (Sabinus)

Lebih lanjut, kata Arief dalam rangka untuk membina dan mengembangkan sumberdaya pariwisata termasuk di dalamnya Sumber Daya Manusia (SDM). SDM pariwisata yang dimaksud Arief adalah mereka yang bekerja di destinasi wisata, hotel, guide dan travel. Tetapi pihaknya juga memikirkan para pelaku pariwisata lain seperti pelaku seni dan budaya.

Dinas Pariwisata memahami apa yang dibutuhkan para pekerja wisata di bidang seni dan budaya. Salah satunya Disparta menyiapkan Sendratari di Kelurahan Sisir.

“Kami persiapkan sungguh-sungguh agar sendratari ini betul-betul memfasilitasi dan sekaligus menjadi pentas atraksi dari pada pelaku seni budaya yang ada di Kota Batu,” lanjut Arief.

Sendratari Kelurahan Sisir. (sabinus)

Nantinya, sendratari akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas selain toilet dan tempat VIP yang dibutuhkan oleh pelaku kesenian. Sendratari juga akan dilengkapi dengan lighthing, sound system, dan manajemen pemeliharaan sendratari tersebut.

“Saya secara khusus memberikan tugas kepada teman-teman Dinas Pariwisata untuk merawat dengan baik (sendratari),” lanjutnya.

Kedepannya, sendratari akan menjadi salah satu tempat untuk berkegiatan seluruh pelaku seni dan budaya. Selain itu, Dinas Pariwisata juga berencana mengembangkan sarana-sarana di tempat lain seperti Alun-Alun Kota Batu, Balaikota dan Jalibar.

Kemudian, Sendratari juga disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan paket – paket wisata. Paket wisata ke Kota Batu direncanakan bisa sebagai study tour ataupun gathering.

“Kita menawarkan dan memfasilitasi bahwa salah satu target wisata adalah menonton pertunjukan seni budaya yang ada di Kota Batu yang nantinya akan kita tampilkan di Sendratari Kota Batu, Kelurahan Sisir ini,” tambah Arief.

Lebih dari itu, Disparta akan menampilkan paket menonton Tari Jaran Kepang, paket menonton Bantengan, dan kesenian lain yang sedang dirancang konsepnya.

“Intinya Dinas Pariwisata di semester kedua masa pemulihan ini, sungguh-sungguh ingin mempersiapkan sarana yang sangat bagus ini yaitu sendratari, sebagai ajang untuk berlatih, ajang beratraksi dari seluruh penggiat seni di Kota Batu,” bebernya.

Selanjutnya, Disparta juga menyediakan sarana pendukung lain seperti parkiran, sembari menyiapkan kawasan sekitar sendratari menjadi pusat pengembangan seni budaya.

Disparta berharap kedepannya terbangun gedung kesenian di lahan sekitaran sendratari. Dengan begitu berlatih indoor maupun outdoor bisa menjadi satu kesatuan.

“Kami ingin pemain band, pemain karawitan, pemain drama termasuk seniman lukis, seniman patung mereka berlatih dan berkreasi di kawasan seni budaya Kota Batu termasuk salah satunya gedung kesenian terpusat di sini,” tuturnya.

Disparta, kata Arief ingin semuanya difasilitasi dengan sarana prasarana yaitu menyediakan peralatan bermain musik, bermain gamelan, termasuk sound system dan juga ruangan bagus, nyaman termasuk mempersiapkan makan dan minum untuk mendukung kebutuhan latihan para pelaku seni.

“Kita siapkan dengan maksimal, sehingga pelaku seni budaya pada khususnya millineal maupun modern semua terakomodir, terfasilitasi di kawasan seni budaya Kota Batu ini,” tutupnya.(der)

Bunulrejo Mencanangkan Kampung Edukasi Seni dan Tari Bapang

MALANGVOICE – Kelurahan Bunulrejo mencanangkan Kampung Edukasi dan Tari Bapang, Kamis (6/8). Program ini diyakini bisa jadi alternatif wisata baru di Kota Malang.

Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti mengatakan, wilayah RW 3, RW 4 dan RW 5 memiliki potensi menampilkan geliat seni warganya. Sebab, kawasan tersebut banyak bermukim pelaku seni. Sehingga, pihaknya optimistis untuk mencanangkan menjadi Kampung Edukasi Seni dan Tari.

“Seperti contoh semangat warga dalam mengikuti flashmob Tari Bapang (2019 silam), cukup aktif dan antusias. Sehingga potensi kampung edukasi ini akan menjadi spot wisata menarik bagi Kota Malang,” ujarnya.

Menguatkan hal itu, lanjut dia, juga bakal digelar Festival Menari Tari Bapang Virtual. Bertepatan pula memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia, festival menari secara virtual ini bakal diikuti oleh ribuan peserta.

“Ini merupakan sebuah ide kreatif dalam membangun semangat nasionalisme dan membangun budaya dengan Tari Bapang. Semoga festival ini dapat bermanfaat dan dapat diikuti oleh semua warga Kota Malang,” sambung dia.

Lurah Yuke menambah, pihaknya juga mencanangkan Kampung Edukasi Buah-buahan dan Rempah RT 4 RW 19 Bunulrejo.

“Melihat paparan ide kreatif dari warga RT 4 RW 19 Bunulrejo dalam mengembangkan potensi Perumahan Bunulasri menjadi semangat saya mendorong dan mencanangkan pusat edukasi buah dan rempah, sebagai bagian dari cerita membangun sejarah 1085 tahun Bunulrejo yang merupakan taman yang indah,” pungkasnya.(der)

Kota Batu Siap Kembali Sambut Wisatawan di Era New Normal

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Drs. Arief As Siddiq. (istimewa)

MALANGVOICE – Kota Batu menjadi tempat pariwisata andalan di Malang Raya bahkan Jawa Timur. Namun, karena masa pandemi, pariwisata sempat ditutup untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Alun-alun Kota Batu. (MVoice)

Berselang 4 bulan sejak covid-19 melanda, Pemerintah Kota Batu kembali membuka destinasi wisata yang telah mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid 19 Kota Batu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan kesiapan Kota Batu menyambut wisatawan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Drs. Arief As Siddiq, mengajak wisatawan kembali berkunjung ke Kota Batu.

“Monggo rawuh di “Kota Dingin” Batu, sebuah kota di pegunungan eksotik dikelilingi oleh banyak destinasi alam dan modern serta hamparan sangat luas kebun Apel untuk dikunjungi,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, Kota Batu ini sangat istimewa karena dipadukan dengan budaya tradisional, kuliner tradisional ketan, rawon dan sate hotplet yang memanjakan anda untuk berkeliling menikmati aneka kuliner.

Kitiran Kota Batu. (MVoice)

Selain itu kekayaan alam yang luar biasa, sumber air panas alam dan titik nol sumber mata air Sungai Brantas dan pertanian yang sangat subur adalah daya tarik tersendiri untuk dinikmati.

“Kerajinan batik tulis khas Batu, merchandise, berbagai produk olahan buah buahan, industri tempe dan susu adalah alasan lain bagi anda untuk berbelanja oleh oleh dari Kota Wisata Batu,” jelasnya.

Wisata petik jeruk. (Istimewa)

Meski begitu, wisatawan tidak perlu ragu lagi. Pasalnya, setiap tempat wisata sudah disiapkan protokol kesehatan dengan ketat agar kenyamanan pengunjung terjaga.

“Hotel, destinasi dan rumah makan telah disiapkan sesuai protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin,” tutupnya.(der)

Disparta Gelar Simulasi Pertunjukan Seni dengan Protokol Kesehatan

Ilustrasi kesenian (Sabinus)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata Kota Batu mengizinkan berbagai kegiatan seni di Bulan Agustus dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal terlihat dari simulasi pagelaran kesenian di panggung Sendra Tari Kelurahan Sisir beberapa hari yang lalu.

Tarian yang disajikan berupa Kesenian Tradisi Reog Sanggar Satwika Tungga Wisti dari Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Dengan pertunjukan tersebut, juga ada penampilan dari komunitas musisi Bakti Kotaku dari Band Majesti dan 90 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arif As Siddiq mengatakan, bahwa simulasi yang dilakukan yakni merancang dan mempersiapkan prosedur protokol kesehatan, serta memperhatikan aktivitas masyarakat di masa pandemi.

“Penampilan kesenian pekan lalu (18/9) di Sendra Tari Sisir. Untuk para pelaku seni sudah diperbolehkan untuk tampil. Akan tetapi dengan beberapa persyaratan yakni menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, face shield dan physical distancing,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Arif, Dinas Pariwisata akan memainkan peran untuk memfasilitasi para pelaku seni pada masa pandemi. Dengan akan tetap memperhatikan regulasi supaya sesuai protokol kesehatan.

“Di setiap ada kegiatan, para pelaku seni tetap harus melalui kami. Terlebih pada kegiatan yang memiliki massa banyak,” tegasnya.

Dinas Pariwisata Kota Batu dengan adanya simulasi kesenian, dalam waktu dekat ingin berencana akan menggelar pertemuan kepada seluruh seniman di Kota Batu. Agar dengan demikian, bisa menunjukkan hasil simulasi tersebut kepada seluruh pelaku seni di Kota Batu.

Sementara itu, salah satu pelaku seni Kota Batu, Sujopo Sumarah Purbo mengapresiasi dengan akan digelar kembalinya pertunjukan kesenian di Kota Batu sebagai percontohan.

“Persewaan aksesoris untuk kesenian nganggur semua karena tidak ada yang sewa,” tutur pelaku seni tari 1000 topeng tersebut.(der)

Selecta Re-opening, Kebanyakan Pengunjung dari Luar Kota Batu

Destinasi wisata Selecta Kota Batu. (Sabinus)

MALANGVOICE – Salah salah destinasi wisata Kota Batu, Selecta kembali dibuka pada Jumat (24/7). Hari pertama dibuka sudah ratusan pengunjung berdatangan tak terkecuali dari Kota Batu.

“Alhamdulillah, mulai hari ini Jumat tanggal 24 Juli resmi buka kembali, dengan standar operasional baru sesuai dengan protokol kesehatan saat ini,” ujar Direktur Selecta, Sujud Hariadi.

Lebih lanjut, kata Sujud, pada hari pertama buka sudah sekitar seratusan pengunjung yang datang. Ia mengungkapkan kalau hari jumat memang tidak sama hari lain yang banyak pengunjungnya. Sementara pengunjung yang datang dari beberapa kota di Indonesia.

“Hasil pengecekan ini, kita kebanyakan dari Malang, Surabaya, Kediri, bahkan dari Jakarta juga sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, kata Sujud, untuk wahana yang dibuka sudah 90 persen, mulai dari kolam renang dan wahana lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Seperti Bianglala, yang biasanya 4 orang kasih hanya kasih 2 orang. Tapi ada wahana yang tidak bisa physical distancing seperti, namanya Tagada karena membuat orang cenderung berkumpul,” tambahnya.

Selain itu, Kolam renang yang biasanya 100 orang hanya diizinkan 40 orang. Sementara untuk total pengunjung dibatasi 5000 orang dalam sehari dan pada tempat tertentu tidak boleh lebih dari 2000 orang dalam satu lokasi dengan mengontrol pada bagian pemberi tiket.

“Gantian dulu, berkurang setelah itu baru masuk yang baru. Pembatasan bukan hal luar biasa, jadi orang menunggu setengah jam, satu jam orang (pengujung) masih mau,” tandas Sujud.

Sujud juga mengungkapkan menyediakan ruang isolasi. Sekitar 6 kamar hotel dijadikan ruang isolasi.

“Ketika pengunjung ditermorgan pertama kali, ditemukan suhu di atas 37 derajat keatas kita hentikan 10 menit, barangkali dehidrasi, lalu ditermorgan lagi ketika masih sama langsung masuk ruang isolasi dan langsung menghubungi satgas Kota Batu,” ungkapnya.

Sementara untuk jam buka tetap jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Beda dengan hari lain untuk hari Senin dibuka jam 11 siang, dengan alasan hari Senin untuk pembersihan lebih intensi.

“Setiap hari kita tetap lakukan pembersihan, penyemprotan disinfektan ada, cuman pada hari Senin pembersihan sehingga benar-benar maksimal,” tutupnya.(der)

Bromo Bakal Dibuka, TNBTS Godok Protokol Kesehatan

Bromo saat erupsi. Kala itu jumlah wisatawan menurun drastis hanya 100 orang per hari (istimewa)

MALANGVOICE – Jelang dibuka kembali untuk wisatawan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) dalam proses mematangkan regulasi (aturan). Terutama tentang skenario penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS Sarif Hidayat menjelaskan, bahwa usai melakukan pertemuan bersama pemerintah daerah, pihak kepolisian, termasuk TNI dari empat wilayah penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Telah disepakati untuk menerapkan prosedur standar untuk wisatawan yang akan berkunjung. Tujuannya agar risiko penularan Covid-19 dapat dicegah.

“Mengingat risiko penularan COVID-19 dalam kegiatan wisata di TNBTS sangat tinggi, maka para pihak sepakat adanya protokol kesehatan yang diberlakukan secara ketat dan terukur,” kata Sarif, belum lama ini.

Ia melanjutkan, para pemangku kepentingan (stakeholder) sepakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang berpedoman, dan memperhatikan kriteria kesehatan, kebersihan, dan keamanan bagi para petugas maupun wisatawan. Selain itu, setiap stakeholder juga bertanggung jawab menyiapkan sarana dan prasarana, khususnya untuk menunjang mekanisme penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyusun, dan membahas prosedur standar kunjungan wisata ke TNBTS secara bertahap, dan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19,” jelasnya.

Meski pihaknya belum dapat memastikan kapan Bromo resmi dibuka kembali. Namun, menurutnya, akses wisata Bromo akan digelar terbatas. Artinya, jumlah pengunjung akan dibatasi berdasarkan kuota. Dicontohkannya, wisatawan wajib melakukan pemesanan secara daring, atau booking online.

“Jumlah pengunjung di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya pada masa adaptasi kebiasaan baru, akan dibatasi dengan sistem kuota,” pungkasnya.(der)

Museum Angkut Hanya Diizinkan Beroperasi saat Weekend

Dewanti
Kunjungan Wali Kota Batu di Museum Angkut, Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Destinasi Wisata Museum Angkut Kota Batu kembali dibuka Sabtu (18/7). Namun, hanya diizinkan beroperasi pada saat weekend saja, Sabtu dan Minggu Pukul 11.00 sampai dengan 19.00 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang melakukan pengecekan SOP Kesehatan di Museum Angkut sekaligus pembukaan kembali destinasi tersebut.

“Ini baru Museum Angkut dan ini pun belum tiap hari buka. Jadi hanya weekend saja,” ungkapnya pada Sabtu (18/7).

Hadir pula Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dan beberapa Forkompinda Kota Batu lainya saat pengecekan SOP kesehatan.

Lebih lanjut, kata Dewanti, dibukanya tempat pariwisata menunggu kesiapan dan verifikasi dari tim Satgas. Ia menambahkan, selain kesiapan SOP kesehatan, jumlah pengunjung juga menjadi salah satu pertimbangan.

“Sehingga ketika dibuka, paling tidak pengunjungnya ada, sehingga operasionalnya balance,” tambahnya.

Dewanti yang melakukan pengecekan kesiapan diterapkannya protokol kesehatan di Museum Angkut mengatakan SOP yang diterapkan sudah luar biasa dan sangat memadai.

“Tadi saya sampaikan, tergantung orang sendirinya (pengunjung) menjalankan bagaimana, tetapi ketika SOP kesehatan itu tidak ditegakkan oleh karyawan ini yang jadi masalah,” tandasnya.

Sementara itu, Dewanti menjelaskan bahwa persiapan pembukaan bukan hanya fasilitas tetapi juga karyawan dirapid test. Dengan begitu, Ia optimistis bisa aman dan nyaman.

Selain itu, dengan dibukanya tempat wisata, Dewanti berharap bukan hanya banyak pengunjung yang menjadi konsen pelaku usaha pariwisata melainkan perlu diperhatikan SOP kesehatannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan Kota Batu dengan serius mempersiapkan pariwisata dengan semaksimal mungkin dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap menjadi wisata Kota Batu yang dapat dipercaya oleh wisatawan domestik maupun nasional.

“Ini ditunjukkan dengan pembukaan Museum Angkut ini yang notabene dinilai oleh gugus tugas tim gugus sangat siap,” ungkapnya.

Dengan harapan, kata Arif, dengan dibukanya Museum Angkut, bisa diikuti oleh destinasi wisata lain yang dalam proses verifikasi kesiapan pembukaan. Ia menambah museum angkot bisa menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan tertib.

“Mudah-mudahan ini mendorong, mengangkat Kota Wisata Batu, menjadi kunjungan wisatawa yang strategis, memberikan support luar biasa kepada pemerintah daerah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa hotel, restoran, dan destinasi wisata di Kota Batu sudah 94 tempat yang sudah mengajukan verifikasi pembukaan. Pihaknya akan terus mendorong objek-objek wisata lebih mempersiapkan diri dan nantinya kembali dapat menerima wisatawan.(der)

Sanusi Berharap BB-TNBTS Segera Buka Kembali

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang, HM Sanusi, berharap Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) segera kembali membuka kunjungan wisata alam.

“Saya berharap TNBTS segera dibuka kembali. Banyak pelaku usaha baik travel agent atau pelaksana pariwisata, bahkan warga Poncokusumo yang perekonomiannya terganggu akibat berhentinya kunjungan wisata ke Gunung Bromo. Kalau bisa kembali cepat dibuka, karena banyak paguyuban dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata ini,” ungkap Sanusi, Jumat (17/7).

Sementara itu, PJ Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, empat kepala daerah, yakni Bupati Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo bersepakat untuk membuka lagi wisata Gunung Bromo (TNBTS, red).

“Kesepakatan itu didapat dari hasil rapat kordinasi bersama berupa penandatangan SOP di Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (16/7) kemarin malam,” ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Wahyu, Pemkab Malang telah menyiapkan Standar Operasional (SOP) dikala masa transisi keteraturan hidup baru, yaitu salah satunya dengan melakukan pembatasan wisatawan yang akan berkunjung menjadi 10 sampai 30 persen pengunjung dari total pengunjung.

“Memang Pasuruan dan Malang masih zona orange tapi kecamatan di sekitar pintu masuk tidak orange. Seperti di Kabupaten Malang, yaitu Kecamatan Poncokusumo itu masih aman. Maka dari itu buka kembali. Tapi, pengunjungnya dibatasi dulu jadinya itu 10 persen sampai 30 persen dulu perharinya,” jelasnya.

Menurut Wahyu, selain dengan memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan, para wisatawan akan diarahkan untuk membeli tiket secara online dan juga harus menyertakan bukti sudah melakukan rapid tes.

“Kami rencananya akan online. Jadi nanti beli tiket online, dan harus sudah rapid tes dan menunjukan kalau mendapat hasil non-reaktif. Baru bisa masuk,” terangnya.

Saat SOP ini sudah disepakati, tambah Wahyu, keempat daerah tersebutasih menunggu persetujuan dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehidupan (KemLHK) untuk kepastian tanggal bukanya.

“Ya ini SOP-nya sudah dikirim ke kementrian LHK selanjutnya tinggal menunggu saja apakah disetujui atau tidak. Kalau setuju ya akan dibuka, kalau ada yang masih direvisi ya kami revisi dulu,” pungkasnya.(der)

Destinasi Wisata Pantai di Kabupaten Malang Ditutup

Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedhantara. (Toski D)
Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedhantara. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memutuskan untuk menutup sementara destinasi wisata pantai di sepanjang Jalur linftas Selatan.

Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, penutupan tempat wisata pantai di sepanjang JLS tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang, dan untuk keamanan para wisatawan.

“Disana banyak pantai yang tidak ada tiket. Wisatawan hanya diberi tiket parkir saja tidak ada asuransi di sana. Kalau ada apa-apa ya kasihan pengunjung,” ungkapnya, saat dihubungi, Selasa (14/7).

Menurut Made, penutupan destinasi wisata pantai tersebut diberlakukan bagi semua pantai, bahkan pantai Balekambang juga ditutup. Penutupan itu dilakukan lantaran beberapa pantai tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan Covid-19.

“Penutupan itu berlaku mulai kemarin (Senin 13/7) hingga mereka memiliki SOP dalam penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Made, demi keselamatan pengunjung lantaran tidak ada tiket yang mereka terima, dan menghindari adanya Klaster baru, dirinya mengambil keputusan untuk menutup semuanya.

“Akan di buka jika mereka mengajukan secara tertulis yang akan di verifikasi oleh tim satgas Covid-19. Setelah terverifikasi baru dilakukan pengecekan kelayakannya. Dari persiapan handsanitizer di sekitiar tempat pariwisata. Pemakaian masker dan lain-lain,” terangnya.

Dengan begitu, tambah Made, dapat meminimalisir angka penyebaran Covid-19, lantaran tempat pariwisata telah mematuhi Protol Kesehatan Covid-19. Jika sampai ada pengunjung yang terkena covid-19 atau pantai itu jadi kluster. Pantai tersebut bisa ditutup tidak hanya seminggu tapi bisa hingga satubtahun.

“Dampak pasti ada, tapi lebih baik ditutup. Kita berupaya menutup siklus penyebaran Covid-19. Dalam penutupan pantai, kami akan menempatkan TNI-Polri atau Satpol PP,” pungkasnya.(der)

Hawai Water Park Malang Terapkan Konsep Wisata Tangguh

Direktur Hawai Water Park Group Bambang Yudo Utomo, saat menunjukkan Ruang Isolasi Covid-19, di area wahana wisata Hawai Water Park. (Toski D)

MALANGVOICE – Hawai Water Park Group kini sudah dibuka. Meski begitu, pengelola tetap mematuhi protokol kesehatan dan memberlakukan pembatasan pengunjung.

“Kami sudah buka sejak tiga pekan ini dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk waktu bukanya pun tidak setiap hari, hanya hari Sabtu dan Minggu,” ucap Direktur Hawai Water Park Group Malang Bambang Yudo Utomo, saat ditemui awak media di area Hawai Water park, Minggu (12/7).

Menurut Bambang, di Hawai Water Park ini juga melakukan pembatasan pengunjung hanya menerima 50 persen dari jumlah kapasitas maksimum.

“Hawai Water Park ini memiliki kapasitas 5 ribu orang wisatawan, saat ini kami batasi hanya 2.500 orang per hari. Jika jumlah pengunjung mencapai angka tersebut, maka loket penjualan tiket masuk langsung kita tutup,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bambang, dirinya juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, serta mensiapkan ruang isolasi di area tempat wisata bagi pengunjung yang diketahui reaktif penularan Covid-19. Bahkan, posko kesehatan juga telah disiapkan dihalaman pintu masuk.

“Pengunjung akan dites suhu badannya dengan thermogun, jika mencapai 37,5 derajat, tidak di perbolehkan masuk ke area wisata, dan mereka wajib untuk diperiksa oleh tim medis yang sudah kita siapkan. Tapu, jika dari hasil pemeriksaan ada tanda-tanda terinveksi Covid-19, mereka akan kita bawa ke ruang isolasi atau mereka kita suruh pulang,” terangnya.

Bahkan, tambah Bambang, Hawai Water Park ini juga menggunakan air dan clorine sebagai takaran untuk mengukur kadar relatif ion hidrogen bebas dan ion hidroksil di dalam air.

“Clorine ini dapat membunuh segala macam bakteri dan virus, sehingga aman bagi para pengunjung jika bermain air atau mandi. Kami juga memiliki wahana baru tornado dan boomeran yang aman digunakan anak dan orang dewasa,” pungkasnya.(der)