Kelurahan Ngaglik Akan Dijadikan Disparta Kota Batu Pusat Ekonomi Kreatif

Pelaku UMKM Ngaglik tunjukan produknya kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Aan)

MALANGVOICE – Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu merupakan kelurahan yang tak miliki potensi wisata alam. Padahal wisata alam di berbagai desa/kelurahan di Kota Batu menjadi andalan wisata.

Menanggapi hal itu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mengambil langkah jitu menjadikan Kelurahan Ngaglik sebagai pusat ekonomi kreatif. Terutama oleh-oleh batik khas Kota Batu.

Hal itu disampaikan Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq pada acara Jagongan Ngaglik, di Pendopo Lurah Ngaglik, Rabu (24/03). Ia mengatakan pelaku wisata ekonomi krearif di Kelurahan Ngaglik memiliki semangat yang luar biasa untuk mengangkat potensi wisatanya.

“Kami punya program secara khusus agar Kelurahan Ngaglik ini menjadi jujukan wisatawan untuk mendapatkan produk ekonomi kreatif khususnya batik. Tidak hanya itu mereka juga menyediakan layanan wisata untuk membuat batik,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya akan mendukung fasilitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan potensi wisata Keluragan Ngaglik. Rencananya beberapa rumah akan dijadikan gallery batik di mana wisatawan bisa berbelanja dan membuat batik.

Selain itu, Kelurahan Ngaglik juga akan membuat wisata kampung jawa. Nantinya akan ada tempat di mana wisatawan belajar aksara jawa, permainan tradisional jawa, dan budaya Jawa.

“Kami ada program fasilitasi di samping sarana dan prasarana yang diperlukan. Nanti tenaga pengajar seperti guru-guru bahasa jawa akan kami siapkan,” lanjutnya

Kemudian, pihaknya akan membantu mempromosikan dan memasarkan juga. Arief melanjutkan Disparta akan terlibat untuk mengajak masyarakat agar terlibat dan berpartisipasi dalam program ini.

Sementara itu, Lurah Ngaglik Edwin Yogaspatra Harahap mengatakan andalan wisata di Kelurahan Ngaglik adalah sumber daya manusianya. Hal ini karena Kelurahan Ngaglik tidak punya sumber daya alam.

“Kami berfokus untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif berbasis masyarakat untuk dijadikan wisata. Semuanya sudah semangat untuk menyongsong mimpi ini, semoga bisa terwujud,” harapnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan pihaknya mendukung rencana ini. Ia menegaskan pada kualitas yang harus bagus dan mempunyai daya tarik yang kuat.

“Kegiatan ini cukup bagus saya minta secara kualitas ditingkatkan agar bisa jadi daya tarik orang luar kota,” tandasnya.(end)

Banyak Dilalui Truk, Akses Jalan Menunju Pantai Selatan Rusak

Kondisi jalan di Srigonco, Bantur. (Toski D).

MALANGVOICE – Akses jalan menuju wisata pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang rusak.

Kerusakan jalan tersebut dikarenakan adanya kendaraan besar (dump truk) yang mengangkut material untuk proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap dua.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, mengaku sudah mendapat laporan dan segera berkoordinasi dengan KemenPUPR.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) untuk memperhatikan kondisi jalan,” ucap Wahyu, Selasa (23/3).

Menurut Wahyu, dump truk yang mengangkut material untuk proyek JLS yang melebihi tonase jalan, juga dikarenakan cuaca ekstrem saat ini.

“Sudah koordinasi dengan PUPR, nanti untuk perbaikan atau peningkatan akses jalan itu akan dilakukan oleh mereka (PUPR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini hanya melakukan perawatan saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Pemkab Malang, Romdhoni menyampaikan akses jalan menuju objek wisata pantai di Malang Selatan yang kondisinya rusak berat mulai dilakukan perbaikan, sehingga lubang jalan di sejumlah titik jalan menuju beberapa wisata pantai di Malang Selatan akan segera membaik.

“Banyak jalan rusak yang diperbaiki, untuk akses jalan menuju Malang Selatan, ada beberapa yang dilakukan pelebaran,” katanya, beberapa waktu lalu.

Pelebaran beberapa akses jalan tersebut, lanjut Romdhoni, selain untuk menunjang program strategis pemerintah pusat, juga untuk mempermudah wisatawan yang akan berkunjung ke wilayah pantai Malang Selatan.

“Untuk pelebaran jalan Tumpang-Turen masih dalam proses, bahkan jalan menuju pantai selatan. Untuk akses jalan ke pantai Balekambang masuk dalam Pemeliharaan rutin. Targetnya, selesai selama periode pak Bupati HM Sanusi ini,” tukasnya.(der)

Alun-Alun Kota Batu Kembali Ramai Seiring Berjalannya PPKM Mikro

Alun-alun Kota Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Ikon wisata Kota Batu, Alun-alun mulai kembali ramai. Wisatawan luar daerah banyak berkunjung, seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dijalankan.

Pengembalian lancarnya perputaran roda ekonomi tentu diharapkan semua pihak. Alun-alun yang hanya dikunjungi ratusan orang saja ketika pandemi, kini perlahan meningkat.

“Saat PPKM awal masih sepi. Namun sekarang sudah mulai ramai dari pada sebelum-sebelumnya,” terang Security Alun-alun Kota Batu.

Pada hari biasa, rata-rata pengunjung bisa mencapai seribu orang. Sedangkan pada weekend, maksimal terdapat 3 ribu pelancong. Ramainya wisatawan memang lebih banyak ditemui ketika akhir pekan saja.

Ali sapaan akrabnya mengatakan jika jumlah wisatawan yang ada bisa lebih kecil dari itu. Lantaran, tidak adanya sistem tiket bagi pelancong.

Mereka akan tetap terhitung meskipun hanya keluar untuk masuk beli minum atau makanan dan kembali lagi. Karena itu, tidak ada jumlah pasti untuk pengunjung yang ada.

“Hujan juga saya lihat tidak terlalu mempengaruhi wisatawan untuk datang. Bahkan ada yang kesini dengan menggunakan jas hujan,” tuturnya.

Sisi ikonik Alun-alun memang tak bisa terlepaskan. Tak sedikit orang yang rela datang jauh hanya untuk mengunjungi objek wisata yang telah berdiri lama ini.

Pengadaan sarana protokol kesehatan (prokes) yang memenuhi standar juga menjadi hal utama bagi pengelola. Mereka ingin menanamkan kenyamanan dan keamanan pada setiap pengunjung.

Terbukti dari segala regulasi yang diterapkan. Pelancong yang datang harus melakukan cek suhu badan di pintu masuk.

Setelah itu, mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan di westafel yang telah disedikan. Selain itu, di area wisata juga terdapat 10 tempat cuci tangan.

Ada juga banner imbauan prokes di beberapa sudut destinasi. Petugas Alun-alun pun rutin berkeliling guna mengingatkan para pelancong yang lalai dalam pemberlakuan prokes. Seperti pemakaian masker ataupun penjagaan jarak.

Salah satu pengunjung, Muhammad Rofiq juga mengaku sangat senang bisa berkunjung ke objek wisata andalan Kota Wisata ini. ia menyebutkan, keindahan dan suasana yang ada tidak bisa didapatkan di Alun-alun Kota/Kabupaten lain.

Spot-spot yang ada, menurutnya juga sangat bagus untuk digunakan berswafoto. Bianglala di jantung Alun-alun juga menjadi daya tarik tersendiri. Bisa melihat seluruh Kota Batu dari ketinggian menjadi alasan kegemarannya.

“Rasanya kurang afdol saja kalau tidak main kesini. Saya juga menyukai makanan yang ada di area centra PKL,” tutup pria asal Surabaya tersebut.(der)

Paket Wisata Eduaksi Dadaprejo Siap Terima Wisatawan Meski Pandemi

Ketua Wisata Eduaksi Dadaprejo, Andik Wibowo. (Aan)

MALANGVOICE – Pembatasan demi pembatasan dilakukan pemerintah untuk meredam persebaran Covid-19. Saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah memasuki tahap ketiga.

Kota Batu pun mengikuti aturan yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Kemendagri No. 05 tahun 2021. Kegiatan pariwisata yang menjadi titik topang perputaran ekonomi di kota ini pun harus juga dibatasi.

Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 harus dilakukan dengan ketat oleh pelaku wisata, seperti menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, imbauan memakai masker, hingga menjaga jarak.

Paket Wisata Eduaksi di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu telah memberlakukan prokes tersebut. Pengelola menyatakan siap menerima kunjungan wisatawan dengan kapasitas 90 orang.

Hal itu disampaikan Ketua Wisata Eduaksi Dadaprejo, Andik Wibowo yang sekaligus menyatakan pihaknya telah menerapkan Prokes sesuai anjuran pemerintah.

“Kita siap saja menerima kunjungan wisatawan dengan menjamin Prokes. Bulan lalu ada rombongan dari Mojokerto yang ke sini,” jelasnya.

Setiap destinasi wisata hanya dibatasi 30 orang, padahal ketika kondisi normal bisa sampai 100 orang. Pembatasan itu jika ditotal hanya bisa menerima rombongan dengan total 90 orang per hari.

“Kami sudah mempunyai Satgas Covid-19 sendiri dari kelurahan yang terdiri dari karang taruna dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Jadi mereka yang mengawasi penerapan protokol kesehatan di sini,” urainya.

Perlu diketahui, Kelurahan Dadaprejo menawarkan paket wisata yang di dalamnya ada tiga destinasi wisata. Destinasi wisata itu adalah Wisata Eduaksi Anggrek, Wisata Eduaksi Batik, dan Wisata Eduaksi Gerabah.

“Nanti orang-orang yang ke sini tidak hanya berwisata saja, tapi mendapat edukasi tentang anggrek, batik dan gerabah. Juga mereka berkesempatan untuk melakukan penanaman anggrek, menggambar batik dan pembuatan gerabah,” jelasnya.

Andik menambahkan wisatawan mendapat jatah membawa pulang satu anggrek, gerabah dan kain batik. Hal itu merupakan visi paket wisata di sana. Wisatawan mendapat edukasi serta langsung melakukan aksi untuk melaksanakan apa yang telah diedukasikan.

“Maka dari itu dinamakan wisata eduaksi karena wisatawan tidak hanya berwisata saja tapi juga mendapat edukasi sekaligus beraksi,” imbuhnya.

Wisata di Kelurahan Dadaprejo dibranding dengan wisata anggrek, karena anggrek di sana sudah kondang hingga mancanegara. Batik yang dikenalkan juga batik dengan motif anggrek.

Terdapat kebun anggrek seluas 3.500 meter. Kebun itu milik Dedek Setia Santoso dengan nama Dedek Orchid yang dijadikan salah satu destinasi wisata di Kelurahan Dadaprejo.

Mahasiswa dari berbagai universitas mempelajari tanaman anggrek

Sebanyak ribuan tanaman anggrek berada di kebun itu. Dedek pun memiliki varian anggrek hasil perkawinan silang yang ia inisiasi sendiri.

“Salah satunya Dendrobium Rara Anteng. Banyak di sini, kita September tahun lalu membagi 4000 bibit anggrek yang langka-langka,” jelas Dedek.

Ia mengatakan pasar penjualannya sudah sampai Benua Asia dan Eropa. Thailand, Malaysia, China, Rusia, Belanda, Prancis dan masih banyak lagi sudah menjadi tempat berlabuh anggreknya.

Ribuan bibit anggrek

Hal itu yang menjadikan anggrek Dedek kondang di kalangan pecinta anggrek. Kondangnya anggrek milik Dedek hingga menjadikan Kelurahan Dadaprejo dikenal sebagai Kampung Anggrek.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, menambahkan, adanya paket wisata eduaksi ini diharap mampu menarik wisatawan meski dalam kondisi pandemi.

“Pengelola wisata juga sudah siap dengan prokes yang ditentukan, apalagi di sini tidak hanya wisata, tapi juga edukasi,” ujarnya.

Saat ini Disparta membuat program Dewi Sandra (Desa Wisata Sehat Aman dan Ramah) di setiap wilayah. Tujuannya jelas, wisata Kota Batu tahun ini semakin berkembang.

“Kami sangat berharap tahun ini pariwisata bisa bangkit lagi dan wisatawan percaya kami mampu tetap menjaga prokes dengan baik,” tandas Arief. (end)

Wisatawan Mulai Berdatangan ke Kota Batu, Perajin Gerabah Buka Puasa Penghasilan

Alat-alat dapur dari gerabah di Dadaprejo. (Aan)

MALANGVOICE – Para perajin gerabah Kota Batu mulai dapatkan banyak pelanggan. Setelah puasa penghasilan akibat pandemi Covid-19, saat ini mulai berbuka dengan kedatangan wisatawan dan membeli gerabah sebagai oleh-oleh.

Seperti pengakuan salah satu perajin gerabah, Samsul Riyanto, memang ada peningkatan penjualan. Jika biasanya hanya ada lima orang yang berkunjung setiap hari, kini konsumennya bisa mencapai 15 orang dalam sehari.

“Biasanya hanya menunggu dan hanya duduk. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik, wisatawan sudah beranjak ramai,” ucapnya saat ditemui di kiosnya yang berada di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Jumat (12/03).

Produksi yang sempat dihentikan karena stok barang menumpuk kini sudah dilakukan lagi. Berbagai kerajinan dibuatnya, mulai dari bahan baku kayu hingga batu.

Olahannya, jelas Samsul, meliputi berbagai macam alat dapur. Seperti cobek batu, sendok kayu hingga tudung saji. .

Samsul menjelaskan sudah jarang ditemui perajin gerabah di era modern yang masih bertahan.
Padahal produk yang dihasilkan sudah pasti lebih aman, karena bahan baku yang alami.

“Patokan harga juga murah. Berkisar dari Rp8 ribu sampai Rp350 ribu per item. Tergantung dari jenis, bahan baku dan ukuran barang,” jelasnya.

Gemuruh wisata Kota Batu pasti sudah lama dinantikan, mengingat mayoritas masyarakat yang bergantung pada sektor wisata. Salah satu konsumen, Wiwik Utami asal Surabaya juga membenarkan keunikan olahan asli Batu.

“Cobek batu seperti ini sangat jarang ditemui. Tapi di Batu masih sangat banyak,” tuturnya.

Perempuan yang berlibur ke salah satu destinasi wisata buatan Batu ini, menyempatkan diri untuk belanja buah tangan. Ia mengakui sangat menyukai kerajinan tangan yang masih menggunakan bahan alam. Salah satu alasannya karena mengingatkannya pada zaman mudanya.

“Semoga bisa tetap bertahan dan tidak kalah dengan barang modern. Ini merupakan warisan leluhur, jadi harus dilestarikan,” tutupnya.(end)

Macito Direncanakan Kembali Beroperasi Tahun Ini

Bus Malang City Tour (Macito) yang terparkir di Stadion Gajayana, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Bus Malang City Tour (Macito) rencananya bakal kembali beroperasi tahun ini. Sebelumnya bus khusus pariwisata itu berhenti beroperasi sejak 1 Agustus 2019.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Heru Mulyono, mengatakan kini sudah mulai melakukan penyusunan rencana kerja termasuk Detail Engineering Design (DED) soal Macito.

“Ya, Pak Wali sudah dikehendaki Macito tahun ini sudah bisa disesuaikan dengan ketentuan yang ada,” ungkapnya, Ahad (7/3).

Sebelumnya penghentian operasi Macito ini disebabkan karena tidak memiliki izin resmi dari Dirjen Perhubungan Darat RI.

Selain itu, desain Macito juga tidak memenuhi standar yang ditentukan sehingga dianggap bisa membahayakan penumpang.

“Kelayakannya di Malang seperti apa, kan dengan adanya pohon – pohon juga perlu dilihat (penumpang) terganggu atau tidak. Insyallah tahun ini kita clear untuk Macito,” ujarnya.

Terkait nanti ketika sudah bisa beroperasi, Heru menginginkan Macito bisa terkoneksi dengan Kayutangan Heritage yang masih dalam tahap pembangunan saat ini.

Dirinya juga bakal melakukan koordinasi nantinya untuk rute dan teknis dari Macito mendatang.

“Keinginan saya tetap harus bernuansa Heritage. Nanti tak matur pimpinan seperti apa. Jadi harus menyatu dengan Kayutangan, karena kemarin saya juga ngurusin di Kayutangan. Nah ini nanti harus disinergikan,” tuturnya.(der)

Lontong Cap Go Meh Kuliner Penutup Imlek

Gambar hidangan khas Cap Go Meh, (end).

MALANGVOICE – Hari Penutupan dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek biasanya mengadakan acara yang dinamakan Cap Go Meh.

Peringatan Cap Go Meh ini biasa dilakukan masyarakat Tionghoa berlangsung selama 15 hari.

Menurut penjelasan Marketing Communication Hotel Tugu Malang Reimanda Azka, pihaknya telah menyediakan beberapa fitur untuk perayaan Cap Go Meh salah satunya kuliner khas perpaduan hidangan Tionghoa-Indonesia.

Lebih jelasnya, kata Manda, kuliner khas Lontong Cap Go Meh ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur, pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.

“Melati Restauran Hotel Tugu Malang menyajikan hidangan Spesial Lontong Tjap Go Meh. Biasanya anggota keluarga selalu berkumpul dan menikmati hidangan khas ini,” ungkapnya.

Namun lontong Cap Go Meh yang disediakan Hotel Tugu ini memiliki sedikit sentuhan yang berbeda.

Terdiri dari Loempia Oedang khas resep Madame Nancy Kwan, lontong yang dibuat dengan beras berkualitas tinggi lalu ditusuk dengan bambu, Ajam Boemboe Koening resep si Mpok, Oedang Goreng Kering, Sambel Goreng Laboe Siem, Telor Petis, Sate Ayam, acar kuning, sagon kelapa dengan ebi, bubuk kedelai, emping mlinjo, dan lain-lain.

Kemudian Manda menambahkan, untuk hidangan penutup yang telah disediakan Melati Restaurant Hotel Tugu Malang yaitu Ronde Tiga Warna untuk menghangatkan tubuh.

“Setelah menyantap Lontong Tjap Go Meh, akhiri dengan Ronde Tiga Warna yang menghangatkan tubuh,” ujarnya.

Untuk sajian yang disediakan sejak (25/2/2021) hingga (25/3/2021) dengan paketan dengan harga yang dibandrol Rp 118 ribu per paketnya.

Selain itu, hantaran Tjap Go Meh ini nantinya akan dihias apik dengan pilihan porsi mulai dari 3 orang, dan tersedia melalui layanan pesan antar.(end)

Disporapar Siapkan 50 Event Dalam Kalender Wisata 2021

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, (MG2).

MALANGVOICE – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, bakal mengadakan 50 event yang masuk dalam kalender wisata di tahun 2021.

Dalam 50 event yang nantinya bakal dilaksanakan pada bulan April, terbagi di antaranya 40 event diselenggarakan di Kampung Tematik, kemudian satu event besar Malang Flower Carnival, dan sembilan event lainnya berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).

Menurut penjelasan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, alasan event lebih banyak dilakukan di kampung tematik guna meningkatkan potensi dari seniman di tiap-tiap daerah nantinya.

“Terutama yang dilakukan kampung tematik. Memang yang tampil di situ potensi lokal.
Sehingga bukan dari luar mereka berupaya, karena ini rintisan ini untuk meningkatkan seniman masing-masing kampung,” ungkapnya.

Dari situ, Ida juga menambahkan pelaksanaan kalender wisata ini dilakukan pada bulan April disebabkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di awal bulan.

“Kita mulai bulan April, karena Januari Februari Maret masih PPKM ya, perkiraan kita itu sehingga kalau pun mengadakan event di bulan April kita menerapkan protokol kesehatan ketat,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pertimbangan dilakukannya event di masa Pandemi covid-19 saat ini berdasarkan ketentuan yang ditetapkan di Surat Edaran (SE) Walikota Malang, terkait pengadaan kegiatan kerumunan di masa pandemi.

“Sepanjang itu dilakukan Protokol Kesehatan, tidak berkerumun, dan mereka mengkondisikan betul seperti yang telah tertuang dalam SE Wali Kota boleh,” ujarnya.

Sedangkan sebagai langkah antisipasi terjadinya keramaian di saat event berlangsung, pihak Disporapar Kota Malang melakukan sosialisasi terkait batas kapasitas pengunjung yang harus dipenuhi dalam kegiatan tersebut.

“Jadi 50 % dari kapasitas harus dipenuhi, ya mereka tidak boleh menerima kunjungan. Karena kondisinya begini. Tapi walaupun kondisi begini kita promosi berekspresi, tidak boleh berhenti tapi dengan batasan-batasan,” tuturnya.

Sementara itu, kalender wisata yang sebelumnya di gelar di tahun 2020 sekitar 70 event namun hanya 15 yang terlaksana. Ida menuturkan untuk tahun 2021 kali ini bakal lebih baik karena sudah tertata dan terencana.

“Tahun 2020 kita sekitar 70 berapa, tetapi yg terlaksana kampung tematik sekitar 15. Dari segi kuantitas pelaksanaan kampung tematik lebih bagus, lebih banyak,” pungkasnya.(der)

Becak Wisata Bakal Menjadi Pendukung Heritage di Kota Malang

Pengemudi becak yang sedang menunggu penumpang, (MG2).

MALANGVOICE – Bakal ada Inovasi baru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang yaitu transportasi becak wisata. Transportasi itu nantinya akan beroperasi di lokasi-lokasi dengan nuansa Heritage.

“Jadi selain di sekitar Terminal Wisata Madyopuro, nantinya akan ada di lokasi-lokasi kota yang mempunyai nuansa Heritage,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan, Handi Priyanto, (17/2).

Inovasi ini menindaklanjuti rencana pembangunan Terminal Wisata Madyopuro yang ditargetkan bakal terlaksana di tahun 2021, dan juga menyambut adanya kawasan Kayutangan Heritage yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Menurut Handi inovasi becak wisata ini bertujuan untuk membantu menghidupkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran dari dampak pandemi.

“Tujuannya ini memang untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. Terus juga mengurangi pengangguran dari dampak pandemi,” imbuhnya.

Tidak berhenti di situ, Handi juga membeberkan, jik terminal wisata Madyopuro ini terealisasi, maka pihaknya akan memberikan fasilitas berupa seragam khusus bagi pengemudi becak wisata.

“Nanti kan ada treatment dan pembinaannya ya, jadi nanti akan kita rembukan. Rencananya pun kita akan berikan seragam sendiri bagi pengemudi becak wisata biar lengkap dan terstruktur,” tuturnya.

Sementara itu, Handi mengatakan hingga saat ini terminal wisata ini masih dalam tahap perencanaan dan lelang untuk pembangunan fisik upgrade. Dan karena budget saat ini masih mampu menyediakan sekitar Rp 1 miliar pelaksanaanya nanti bakal dilakukan secara bertahap.

“Sebenarnya kemarin anggaran itu Rp 4,5 miliar dari Kementerian Pariwisata. Tapi kena refokusing di 2020, dana kan gak jadi turun itu. Tapi program itu tetap kita lanjutkan, hanya bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” ujarnya.

Terkait fasilitas terminal wisata Madyopuro ini, nantinya akan disediakan berbagai macam sarana pendukung mulai dari rest area, sentra kuliner, hingga titik nol dari Jeep wisata menuju Gunung Bromo.(der)

Berkat PPKM Mikro, BNS Kembali Buka

Batu Night Spectacular (BNS) (Istimewa)

MALANGVOICE – Setelah terpaksa sunyi hampir satu bulanan, Batu Night Spectacular (BNS) kembali buka. Hal tersebut bisa terlaksana akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berubah menjadi skala mikro.

Mereka akan buka dengan jam operasional mulai dari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. “Kami buka per tanggal 12 Februari ini. Tiga kali dalam seminggu Jumat, Sabtu dan Minggu,” ujar Operation Manager BNS, Harry Cahyono.

Dibukanya kembali destinasi wisata yang lebih dominan menampilkan keindahan di malam hari ini tentu menjadi angin segar. Lantaran, mereka telah tutup sejak PPKM jilid satu di tanggal 25 Januari lalu.

Keputusan tutup diambil karena pihak pengelola tak mau mengecewakan pengunjung yang datang. Mengingat kebanyakan wisatawan datang setelah hari menjelang malam, sedangkan batas jam malam hanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Kalau mereka datang habis maghrib kan berati cuma ada waktu satu jam sebelum tutup. Kami tak mau mereka jadi kecewa, karena datangnya kan juga banyak yang dari luar kota,” tambahnya.

Pemenuhan protokol kesehatan (prokes) sesuai standar tentu menjadi hal utama. Kenyamanan dan keamanan pelancong adalah nomor satu, meski standar yang ada di wisata ini sudah mendapatkan sertifikat sesuai ketetapan. Harga tiket yang dipatok sekarang sedang dalam masa promo.

Tiket reguler dihargai Rp 35 ribu dan mendapatkan gratis dua wahana, yaitu mize of horror dan tri art. Sedangkan tiket terusan dibanderol Rp 100 ribu untuk semua wahana, kecuali gokart dan ketangkasan.

“Mudah-mudahan pengunjung bisa ramai lagi. Dengan itu kesejahtraan karyawan akan lebih terperhatikan, tentu dengan prokes yang tetap selalu terjaga,” tutupnya.(der)