Bosan dengan Suasana Perkotaan, Wisata di Tempat Ini Bisa Jadi Pilihan Alternatif Musim Liburan

Pulau Kambing. (Istimewa)
Pulau Kambing. (Istimewa)

MALANGVOICE – Membahas tempat wisata di Indonesia memang tak ada habisnya. Bosan berjalan-jalan di Malang, bisa dicoba ke destinasi lain, Makassar misalnya.

Kota yang berada di Sulawesi ini dikenal sebagai kota pesisir yang modern. Aktivitas ekonomi di pelabuhan berjalan setiap harinya. Sementara itu, di pantai yang ada di sebelahnya kegiatan wisata mulai berkembang dan jadi buruan pelancong.

Berikut destinasi wisata ke Makassar yang bisa Anda jelajahi bersama teman maupun keluarga.

1. Bukit Kanari
Bosan dengan wisata pantai dan laut, Bukit Kanari bisa jadi alternatif. Tempat ini menghadirkan keindahan pegunungan, bukit, dan lembah yang ada di bawahnya. Dari atas bukit, Anda bisa berfoto-foto di beberapa tempat yang sudah disediakan. Kalau belum cukup bisa berkeliling ke sekitar bukit yang cocok untuk relaksasi.

Di bukit ini Anda juga bisa melakukan aktivitas menarik lainnya seperti melakukan kamping. Beberapa pencinta alam sering bersantai di sini untuk menikmati langit malam yang belum berpolusi.

2. Puncak Bila
Puncak Bila menawarkan banyak sekali fasilitas menarik yang cocok untuk keluarga. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini bersama dengan keluarga. Pertama adalah melakukan aktivitas outbound seperti flying fox hingga halang rintang yang memacu adrenalin.
Selanjutnya, ada juga beberapa arena atau track yang digunakan untuk ATV. Terakhir, pengelola menyediakan beberapa spot menarik untuk berfoto.

3. Taman Batu Balloci
Seperti namanya, kawasan ini memiliki banyak batu unik berwarna kehitaman yang berjajar menyerupai taman. Di sisi sebelah kiri dan kanan terdapat hutan dan perbukitan hijau yang cantik. Ada banyak spot menarik untuk fotografi di sini. Pastikan membawa memori kosong, ya!

4. Buttu Macca Laskar Bambapuang Enrekang
Untuk menuju tempat wisata ini, Anda butuh berjalan cukup panjang dan sedikit melelahkan. Namun, semuanya akan dibayar lunas begitu sampai di lokasi yang sangat indah dan memiliki banyak wahana berfoto dan outbound.
Tempat wisata ini buka pada pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Pada hari biasa ada sekitar 50 pengunjung dan saat akhir pekan bisa ratusan orang.

5. Pulau Kambing
Meski namanya Kambing, pulau yang berada di kawasan Tanjung Biri ini sungguh memesona. Anda yang datang ke sini bisa melakukan setidaknya tiga aktivitas menarik. Pertama adalah berenang di sekitar pulau yang berkarang dan ditumbuhi semak hijau di atasnya.

Aktivitas kedua yang bisa dilakukan di sini adalah melakukan penyelaman atau snorkeling. Bawah laut dari pulau ini sangat memikat dengan ikan dan terumbu karangnya.

Demikianlah ulasan lima tempat wisata di Makassar yang kekinian dan bisa jadi alternatif wisata baru di Indonesia. Kalau Anda ingin merencanakan perjalanan ke Makassar, segera pesan tiket pesawat di Airy .

Mengapa? Karena aplikasi ini sangat mudah digunakan. Semua tiket pesawat yang dijual di sini aman untuk dibeli. Semua transaksinya sangat terlindungi sehingga tidak ada penipuan. (Der/Ulm)

Jalan-jalan Incipi Sederet Kuliner Legenda di Solo

Surabi Notosuman. (Istimewa)
Surabi Notosuman. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berkunjung ke Solo pasti merasakan suasana berbeda dan menyenangkan. Selain pusat budaya dan keindahan alamnya, Anda akan terpikat dengan keramahan warga dan kuliner lezat menggoda selera.

Di Solo banyak sekali makanan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Nah, seperti apa wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Solo, ini dia tempat rekomendasinya.

Serabi Notosuman
Serabi Notosuman merupakan satu kuliner yang wajib Anda coba selama berada di Solo. Kuliner melegenda ini dapat Anda temukan di Jalan Mohammad Yamin Nomor 28, Surakarta, Jawa Tengah. Didirikan sejak 1923, Serabi Notosuman telah memiliki banyak cabang yang tersebar di beberapa kota, termasuk Yogyakarta. Serabi Notosuman menawarkan dua variasi rasa, yakni original dan cokelat.

Tengkleng Klewer Bu Edi
Dulu, tengkleng identik dengan makanan kelas menengah ke bawah. Maklum saja tengkleng dibuat dari tulang dan sedikit daging. Namun di masa kini, tengkleng justru menjadi makanan favorit dari berbagai macam kalangan. Sajian ini biasa ditemukan di Pasar Klewer.

Sate Kere Yu Rebi
Warung sate yang telah berdiri sejak tahun 1986 ini terletak di belakang Stadion Sriwedari Solo. Sate Kere Yu Rebi merupakan makanan yang terbuat dari campuran jeroan sapi dan tempe gambus. Serupa dengan sate pada umumnya, sate kere menggunakan bumbu kacang yang ditambahkan sedikit kecap. Rasanya legit, enak, dan nikmat.

Nasi Pecel dan Sambal Tumpang Bu Kis
Nasi pecel legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1951 terletak di belakang kantor Pengadilan Negeri Solo di Jalan Gleges, Priyobadan, Surakarta, Jawa Tengah. Meskipun tampak sama dengan pecel lainnya, bumbu pecel Bu Kris memiliki cita rasa yang legit dan gurih. Sangat lezat ketika dipadukan dengan nasi dan sayuran.

Soto Gading
Soto Gading merupakan soto ayam paling terkenal di Solo. Warung soto yang berada di Jalan Brigjen Sudiarto nomor 75 ini telah berdiri sejak 1974. Selama puluhan tahun berdiri, sudah banyak pejabat negara yang pernah menikmati solo di warung sederhana ini.

Berbeda dari soto ayam lainnya, soto gading ini memiliki kuah bening yang agak kental. Rasanya gurih kerena terbuat dari kaldu. Untuk menambah cira rasa, tersedia makanan pelengkap, seperti jeroan, tempe, tahu empal, dan lain-lain.

Itulah sejumlah tempat wisata kuliner di Solo yang tak boleh Anda lewatkan selama berlibur di Solo. Agar liburan Anda lebih istimewa, jangan ragu untuk memesan tiket pesawat ke Solo dan dapatkan tiket pesawat Batik Air termurah dengan fasilitas penuh.

Nikmati kemudahan booking tiket pesawat di seluruh Indonesia, kartu kredit, dan transfer bank. Ayo, rancang liburan bersama Airy!(Der/Aka)

Kembangkan Potensi Wisata, Perkebunan Teh Lawang Berbenah

Ilustrasi Wisata Agro Wonosari. (Istimewa)
Ilustrasi Wisata Agro Wonosari. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menjawab tantangan zaman, Wisata Agro Wonosari atau Kebun Teh Lawang, Kabupaten Malang berbenah. Rencananya, kebun berlokasi di lereng Gunung Arjuno itu dikonsep kekinian.

Manager PTPN XII Kebun Wonosari Nelson Limbong mengatakan, kebun teh ini belum begitu populer meskipun telah lama berdiri. Ia meyakini bahwa belum adanya inovasi menjadi penyebabnya. Sementara ini, hanya ada kolam renang dan hamparan kebun teh.

“Kami siapkan kemasan baru dengan banyaknya fasilitas baru yang akan dibangun di Wisata Agro Wonosari. Nantinya, tidak perlu jauh-jauh ke Kota Batu,” kata Limbong, Senin (4/11).

Ia melanjutkan, potensi Kebun Teh Wonosari sebenarnya sangat banyak. Bisa dimanfaatkan untuk family gathering, konser musik, olahraga, baik skala lokal maupun internasional. Area kebun teh juga cukup luas, sekitar 1.100 hektare. Sedangkan Khusus untuk agro wisata seluas 5 hektare.

Merespon potensi itu, pihaknya telah mengagendakan WAW Festival pada 7-8 Desember mendatang.

“Sebagai bentuk re-branding Wisata Agro Wonosari dengan kemasan baru. Kami menggelar festival teh. Memberikan informasi tentang teh, pembuatan teh, edukasi teh, serta seluruh produk teh yang diproduksi oleh PTPN XII Kebun Wonosari,” pungkasnya.(Der/Aka)

Mencicipi Sajian Ketan ‘Legenda’ yang Tak Lekang Waktu di Kota Batu

Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Kedai pos ketan legenda yang berada di di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang punya segudang pesona. Saat berkunjung ke kota ini, ada banyak tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplor. Mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga wisata pertanian.

Tak hanya itu saja, tempat wisata kuliner dengan cita rasa lezat yang melegenda pun juga bisa kamu coba saat berkunjung ke kota yang mendapat julukan de Kleine Swizterland.

Bicara soal kuliner legenda di Batu, tentu tak lepas dari hidangan yang satu ini. Nah, Pos Ketan yang melegenda ini berada di Jalan Kartini, Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Berdiri sejak tahun 1967, Pos Ketan Legenda kini memiliki puluhan varian toping. Mulai dari rasa original yang terdiri dari parutan kelapa, bubuk kedelai dan gula jawa, rasa keju susu, hingga rasa duren yang disajikan bersama buah duren asli.

Khotiul Jannah, pengunjung asal Pasuruan mengungkapkan belum ke Kota Batu jika belum mencicipi legitnya sajian ketan di kota dingin ini.

“Tekstur ketannya memang begitu pulen dan terasa meleleh di dalam mulut. Ini menjadi alasan saya kuliner ke Kota Batu. Karena ketan di sini beda dengan lainnya. Meski dibiarkan seharian teksturnya tak keras,” ujarnya.

Sugeng Hadi generasi kedua penerus bisnis Pos Ketan Legenda mengatakan usaha ketan ini pertama kali dirintis oleh neneknya, Siami.

“Resep itu seperti yang dijual oleh nenek sejak 57 tahun silam, hingga ketan kini identik dengan Kota Batu,” ungkapnya saat diwawancarai MVoice.

Pos Ketan Legenda juga mampu menjaga konsistensi rasa sejak 1967. Menurut Sugeng tak ada kiat khusus untuk memasak ketan.

“Paling penting pilih ketan yang berkualitas baik. Kami pilih ketan dari Thailand yang kualitasnya paling baik. Ini lebih mudah diolah dan awet daripada ketan lokal,” imbuhnya.

Untuk penambahan legenda pada nama Pos Ketan diberikan lantaran ketan ini memang melegenda di kalangan pelanggan setia. Warung ketan telah hadir sejak 52 tahun lalu dan masih ramai hingga saat ini.

Pos Ketan Legenda juga dikenal dengan waktu operasional panjang yakni sejak pukul 16.00-03.00 WIB.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

“Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Nah, untuk mencicipi kenikmatan ketan legendaris ini, kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 16 ribu saja tergantung dengan varian rasa dan topping yang ingin dipilih.

Legitnya ketan Kota Batu menjadi destinasi kuliner yang sayang jika dilewatkan saat berada di kota dingin ini.(Der/Aka)

Serunya Liburan ke Desa Wisata Tulungrejo Kota Batu

Wisatawan asik berswafoto di spot taman bunga Coban Talun di desa Tulungrejo, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)
Wisatawan asik berswafoto di spot taman bunga Coban Talun di desa Tulungrejo, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memang memiliki banyak tempat wisata yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Salah satu wisata desa yang patut Anda kunjungi yakni di Desa Tulungrejo.

Di sana wisatawan akan disuguhkan beberapa wisata alam unggulan dengan hawa sejuk berkisar antara 15 -19 derajat celcius.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, mengatakan maskot utama Desa Tulungrejo adalah Taman Rekreasi Selecta yang legendaris. Wana wisata tersebut sudah ada sejak zaman Belanda.

“Ya, kalau yang menjadi maskot di sini itu tentunya Selecta. Karena sudah dikenal di mana-mana,” ujar Suliyono saat ditemui MVoice.

Tak hanya itu saja, ia menambahkan selain Selecta produk unggulan lainnya adalah petik Apel. Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi memetik apel langsung di kebunnya bisa langsung datang ke desa ini.

Suliyono menyebutkan di Desa Tulungrejo ini khusus untuk tanaman Apel ada sekitar 900 hektare. Dan memang di desa inilah yang banyak kebun apelnya, meskipun sudah mulai terkikis

Selanjutnya ada Coban Talun, di sana pengunjung tidak hanya menjumpai air tetjun saja. Tapi juga beragam spot swafoto yang unik seperti penginapan Pagupon, Apache, taman bunga, juga ada beragam fasilitas untuk memanjakan wisata.

“Nah, di area yang sama kami juga mempunyai wisata edukasi yakni peternakan sapi,” bebernya.

Kemudian, di sana juga ada adventure jeep off road yang menawarkan pemandangan alam yang indah. Seperti di coban talun, petik bunga dan kaki langit.

Selain yang disebutkan di atas juga ada Pura Luhur Giri Arjuno. Tempat ini berada di area hamparan perkebunan Apel. Bonusnya pengunjung akan menyaksikan keindahan pemandangan Kota Batu beserta Gunung Panderman dan Arjuna. Pura ini banyak menjadi jujukan wisatawan Bali dan berbagai daerah.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan beragam potensi mampu disuguhkan oleh masyarakat Desa Tulungrjeo. Karena itulah Desa Wisata Tulungrejo merupakan salah satu daya tarik wisata di Kota Batu yang diikutsertakan dalam ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

“Ya, memang karena pemberdayaan masyarakatnya di sana kuat. Lalu potensi wisatanya betul-betul diangkat. Sehingga mampu menjadi daya saing tempat wisata di daerah lainnya,” tuturnya.

Imam menambahkan apalagi di sana juga terdapat paket wisata. Sehingga membuat wisatawan bisa melakukan perjalanan wisata lebih dari satu hari.

“Adanya paket wisata ini yang bisa membuat wisatawan di sana lebih dari satu hari. Dengan demikian perekonomian yang ada di sana bisa terangkat,” tutupnya.(Der/Aka)

Menikmati Sensasi Berkuda Berlatar Gunung Panderman di Megastar Kota Batu

Salah satu pengunjung saat asik berswafoto dengan kuda di Peternakan Kuda Megastar Indonesia, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)
Salah satu pengunjung saat asik berswafoto dengan kuda di Peternakan Kuda Megastar Indonesia, Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Wisata Peternakan Kuda Megastar Indonesia selalu menjadi destinasi menarik untuk menunggangi kuda. Tak hanya itu saja, pengunjung juga mendapatkan bonus berswafoto dengan latar belakang Gunung Panderman.

Wana wisata yang berada di jalur lingkar barat (jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu awalnya merupakan tempat penangkaran kuda yang dikonsepkan dengan program silvopastur dari Perhutani(Perusahaan Hutan Negara Indonesia). Silvopastur yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan.

Namun, seiring berjalannya waktu, kuda dengan taraf internasional juga menjadi koleksi serta penghuni tempat tersebut. Sehingga Peternakan Kuda Megastar menjadi salah satu objek wisata favorit yang ada di Kota Batu.

Petugas dan Perawat di Peternakan Kuda Mega Star Indonesia, Usman mengatakan pengunjung masih stabil. Tapi, pada hari-hari biasa terbilang sepi.

”Kalau ramainya pas Sabtu-Minggu itu. Kalau hari-hari seperti sekarang ini sepi. Cuma dua sampai lima orang saja,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Wana wisata ini mempunyai dua sirkuit yang menjadi lapangan pacuan kuda. Pertama yang mempunyai luas 60 x 50 meter persegi seperti lapangan kecil. Sementara sirkuit yang kedua yakni mempunyai luas 100 x 100 meter persegi.

Ia menjelaskan, kedua sirkuit tersebut sama-sama bisa digunakan untuk menunggang kuda bagi wisatawan yang ingin mencoba sensasi berkuda

Sementara itu, terkait adanya kebakaran di Gunung Panderman sendiri menurutnya tidak begitu berdampak. Meski informasi awalnya kebakaran itu sampai di lereng gunung.

”Nggak begitu dampaknya. Pengunjung masih bisa menikmati wisata di sini,” tuturnya

Selain bisa mencoba sensasi berkuda, wana wisata ini juga menyediakan hamparan perkebunan bunga matahari yang bermekaran. Pengunjung bisa sepuasnya berswafoto dengan latar belakang bunga matahari seluas satu hektare.

Salah satu pengunjung asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Intan Cahya Ningrum mengatakan menyukai pemandangan yang disajikan tempat wisata tersebut. Meski awalnya sempat takut dengan kuda-kudanya. Setelah ditunggangi ternyata jinak dan enak.

”Awalnya kuda-kuda itu yang bikin takut. Tapi, ternyata jinak dan enak,” ujarnya.

”Seketika itu langsung tak bawa jalan-jalan layaknya si petugas. Ternyata seru,” ungkap perempuan yang masih Semester III Fakultas Pertanian IPB University itu.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono memberikan apresiasi ke peternakan yang letaknya sangat strategis itu. Dengan demikian akan menambah daya tarik wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Kota Batu.

“Tentunya kami Pemkot Batu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kota Batu yang kreatif menciptakan destinasi wisata baru,” ujarnya

“Tentunya di Kota Batu ini letak peternakan punya kelebihan. Mulai dari pemandangan dekat dengan Gunung Panderman, dan pemandangan hutan,” tutupnya.
(Der/Aka)

Serunya Berlibur di “Lumbung Stroberi” Kota Batu

Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)
Wisatawan saat asik memetik stroberi di Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Memetik Stroberi di hamparan kebun adalah salah satu kegiatan berkebun sekaligus bertamasya yang mengasyikan.

Kota Batu memang tak pernah habis menawarkan beragam tempat wisata alam yang menarik. Satu di antaranya yakni Wisata Petik Stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kota Batu.

Di sentra perkebunan stroberi terbesar di wilayah Kota Batu ini, pengunjung layaknya pemilik kebun sebab mereka bisa menikmati sensasi petik buah stroberi sepuasnya. Disuguhkan juga keindahan serta kesejukkan gunung Welirang dan Arjuna.

Penanggung Jawab Lumbung Stroberi, Edy Purwanto mengatakan selain dipergunakan sebagai wisata petik stroberi di sana juga banyak makanan olahan stroberi seperti sari stroberi, stick stroberi hingga selai stroberi.

“Tidak melulu di sini untuk petik Stroberi saja. Tapi bisa untuk workshop, reuni, dan acara ulang tahun. Sudah di sediakan gazebo untuk acara tersebut,” ujarya saat ditemui MVoice, Selasa (23/7)

“Dan dalam waktu dekat ini bakal ada penambahan fasilitas yakni homestay,” sambungnya.

Hal menarik wisata petik buah stroberi di Desa Pandanrejo dapat di lakukan setiap hari termasuk malam hari. Ini karena pada bulan Juli dan Agustus Stroberi pada masa panen raya buah musiman.

“Tetapi kami warga masyarakat Pandanrejo ingin membuat buah musiman ini menjadi buah sepanjang masa yang dapat selalu dinikmati kesegaran setiap saat,” ungkapnya.

Sementara, Ninil Rima warga asal Wagir Kabupaten Malang mengatakan sengaja kesini untuk berlibur menikmati sejuknya Kota Batu. Dan mengajak buah hatinya untuk memetik langsung ke kebunnya.

“Sekalian liburan. Karena anak saya suka dengan buah ini. Di rumah juga menanamnya, ya cuma satu hingga tiga pohon saja” ungkapnya.

Perlu diketahui, selain bisa membawa stroberi pengunjung juga bisa membeli bibit buah stroberi dalam polibag yang banyak dijual oleh masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang ingin menyantap stroberi segar langsung dari kebunnya dapat berkunjung langsung ke Desa Pandanrejo dan bisa menghubungi Pokdarwis yang ada.

Jika bingung, langsung saja datang ke kantor Kecamatan Bumiaji, pegawai kecamatan sudah terlatih untuk memberikan informasi terkait wisata di Pandanrejo. Dan pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 15 ribu untuk menikmatinya

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, menjelaskan, beberapa destinasi tersebut akan terus dikembangkan untuk diikutkan sebagai wakil Kota Batu di ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

Apalagi, pada tahun sebelumnya Kecamatan Bumiaji telah meraih juara ketiga kategori daya tarik wisata budaya dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

“Khusus untuk Lumbung Stroberi atau petik stroberi wisatawan bisa menikmati wisata edukasi. Mulai dari proses penanaman, panen, dan juga pengolahan produk,” ujarnya.
.(Hmz/Aka)

Menikmati Keindahan Alam dan Wahana di Taman Wisata Selecta

Keseruan bermain di Taman Wisata Selecta. (Toski)
Keseruan bermain di Taman Wisata Selecta. (Toski)

MALANGVOICE – Kota Batu memiliki bermacam-macam tempat wisata, baik tempat wisata alam maupun buatan. Hal ini menunjukkan jika Kota Batu cocok disebut kota wisata.

Jadi untuk masyarakat yang ingin berkunjung untuk tamasya di wilayah Kota Batu dapat memilih dan menikmati keindahan yang jarang ditemukan di tempat lain. Seperti Taman Wisata Selecta.

Wahana di Taman Wisata Selecta. (Toski)
Wahana di Taman Wisata Selecta. (Toski)

Di Taman Wisata Selecta ini memang sudah terkenal sejak zaman dahulu, namun hingga saat ini mampu bersaing untuk memberikan kepuasan pada keluarga yang ingin berekreasi ketempat tersebut.

Karena di tempat Wisata Selecta yang terletak sekitar sekitar dua puluh kilometer dari pusat Kota Batu ini memiliki sebuah taman bunga yang sangat luas dan menjadi salah satu tempat favorit untuk bersama keluarga.

Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan adanya fasilitas-fasilitas yang bisa digunakan untuk bersantai atau berfoto. Seperti kolam renang, pengunjung dapat menikmati dinginnya air pegunungan yang terkenal dengan kesejukan alamnya.

Bahkan, di tempat wisata Selecta ini memiliki dua buah kolam renang yang dapat digunakan untuk mengetes seberapa tahannya tubuh anda dari dinginnya air pegunungan.

Apalagi, di kedua kolam renang tersebut juga diberi tempat untuk berseluncur bagi para pengunjung yang ingin memacu adrenalin. Hal ini juga diungkapkan salah satu pengunjung asli Kota Malang, Galuh Ayu.

Menurut Galuh, di tempat wisata Selecta ini ada dua wahana yang memacu adrenalin, yaitu selain seluncuran yang memiliki panjang kurang lebih dua puluh meter dengan ketinggian kurang lebih sepuluh meter, juga ada wahana flying fox, dan Dragon yang dapat digunakan untuk menantang adrenalin Anda.

“Seluncuran tersebut dapat dinikmati secara bebas. Tapi, untuk anak-anak juga ada kok, pokoknya seru,” ungkapnya.

Di tempat wisata Selecta ini, selain tiga wahana di atas, juga terdapat fasilitas lainnya, seperti taman air yang terletak di belakang kolam renang utama yang khusus dibuat untuk seluruh anggota keluarga.

Akan tetapi, jika pengunjung yang enggan bermain air, Taman Wisata Selecta juga menyediakan banyak tempat yang bisa anda gunakan untuk menenangkan pikiran.

Seperti, taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga, dan sepeda udara di mana anda bisa mengelilingi Taman Wisata Selecta dari atas sehingga Anda bisa melihat seluruh taman.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, menjelaskan, beberapa destinasi tersebut akan terus dikembangkan untuk diikutkan sebagai wakil Kota Batu di ajang Anugerah Wisata Jawa Timur 2019.

Apalagi, Taman Rekreasi Selecta tak hanya menawarkan taman bunga, pemandian dan beberapa wahana permainannya saja. Tapi di sana juga ada bangunan yang memiliki nilai sejarah.

“Satu di antara contohnya yakni peninggalan sejarah Hotel Bima Shakti di Selecta yang menjadi tempat Presiden Soekarno mengambil keputusan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun sebelumnya Kecamatan Bumiaji telah meraih juara ketiga kategori daya tarik wisata budaya dalam Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

Menurutnya, selain potensi alam yang mampu digali. Faktor sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif juga jadi pertimbangan. Karena dengan begitu akan mampu menarik wisatawan untuk datang dan secara otomatis meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
(Der/Aka)

Mau Bercengkrama Asik? Yuk Wisata ke Goa Pandawa Kota Batu

Taman Puncak Goa Pandawa di Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Destinasi wisata di Kota Batu kini semakin beragam dengan adanya desa wisata Taman Goa Pandawa. Di sana pengunjung bisa menjelajahinya sembari menikmati alam perbukitan berhawa sejuk.

Taman Puncak Goa Pandawa merupakan objek wisata baru di kawasan Gunung Banyak, Kota Batu. Tak mau kalah dengan tetangganya yakni Taman Langit objek wisata di kaki gunung ini menawarkan sensasi bercengkrama dengan patung raksasa.

Patung ini menjadi objek utama di Taman Puncak Goa Pandawa. Patung berukuran sangat besar menyerupai raksasa tersebut menjadi spot berswafoto di tempat tersebut. Meski baru, patung tersebut sudah hits menghiasi timeline media sosial berkat pengunjung yang mengunggahnya.

Aldy (27) pengunjung asal Lamongan mengaku penasaran dengan Wana Wisata Goa Pandawa. Awalnya, ia mengira jika itu merupakan spot di Taman Langit. Namun ternyata, patung raksasa tersebut merupakan spot di Taman Puncak Goa Pandawa.

“Penasaran, karena saya melihat di Instagram bagus sekali. Jadi, menyempatkan main ke sini. Awalnya saya mengira jika ini spot foto di Taman Langit,” ujar mahasiswa semester 4 itu.

Terbuat dari kayu, patung raksasa tersebut tingginya sekitar 15 meter. Bentuknya menyerupai sosok raksasa sedang duduk santai. Bagian tangannya dibentuk menyerupai tangan orang yang sedang terbuka. Di sana pengunjung bisa berfoto di atas tangan patung raksasa tersebut seakan-akan sedang berada di atas telapak tangan raksasa.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan dengan terobosan baru yang bakal dilakukan yakni menyediakan mobil wisata. Mobil wisata ini rencananya akan disuguhkan kepada wisatawan luar daerah maupun warga Kota Batu.

“Kami berupaya untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Kota Batu untuk wisatawan. Dan kami ingin mempermudah adanya mobil wisata,” ungkapnya.

Dikatakannya nanti mobil wisata bakal mengantarkan wisatawan ke desa-desa wisata. Seperti ke Goa Pinus dan Goa Pandawa di Desa Gunungsari. Selain itu ke Kampung Ekologi di Kelurahan Temas, Coban Rais dan Batu Flower Garden di Desa Oro-Oro Ombo, maupun beragam desa wisata lain di Kota Batu.

“Ya nanti mereka akan mengantar ke destinasi desa wisata itu. Tapi tidak dalam waktu dekat ini untuk merealisasikan program ini,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Sajikan Aneka Kuliner Tradisional, Pasar Barongan Ajak Warga Bernostalgia

Warga tampak asik berbelanja kuliner khas tempo dulu di Pasar Barongan Kota Batu (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Nuansa tradisional dan tempo dulu begitu terasa di Pasar Barongan Desa Bumiaji, Kota Batu. Aneka kuliner dan beragam kudapan khas tradisional disajikan pada Minggu (23/6).

Semua kudapannya disajikan dalam wadah unik. Seperti tampah berbahan anyaman bambu. Ada juga yang dibungkus dengan daun pisang.

Sehingga, kesan tempo dulu di pasar yang berada dibawah kerindangan rumpun bambu atau barongan itu. Apalagi, pasar Barongan yang berlangsung selama satu hari itu juga mendukung gerakan nol plastik.

Menariknya, warga yang membeli harus dengan mata uang dari tanah liat. Meski begitu, warga yang ingin membeli tak perlu khawatir. Begitu sudah masuk, petugas pintu masuk akan memberikan tiga koin uang pecahan 2K, 5K, dan 10K

Diketahui, harga per item makanan dan minuman yang dijual pun berbeda-beda. Misalnya saja seperti gado-gado yang dipatok dengan harga 10K dan dawet harganya 5K.

Adanya pasar Barongan tersebut pun menggugah masyarakat. Baik mereka yang penasaran atau ingin mengenang masa tempo dahulu. Seperti yang dirasakan Sania Oky Samudra warga Kelurahan Temas, Kota Batu itu.

“Jadi ikut merasakan kalau mau beli makanan dan minuman itu pakai uang itu. Apalagi, wadahnya juga menggunakan besek. Serasa zaman dulu,” ungkapnya sambil tertawa.

“Terus, ditambah para penjualnya yang rata-rata mengenakan kebaya. Kesan tempo dulunya jadi sangat kental dan begitu terasa,” sambungnya.

Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan mengatakan Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi.

“Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” ujar mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji ke masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini bertujuan menciptakan kepedulian dalam melestarikan berbagai potensi yang ada di Desa Bumiaji. (Hmz/Ulm)