Olahan Kambing Beberapa Negara yang Bisa Dicoba

MALANGVOICE – Tepat sudah hari ini, Rabu (22/8) umat Islam merayakan Idul Adha 1439. Nah, pastinya Anda sudah mendapatkan daging banyak ya, baik daging kambing maupun daging sapi.

Jika Anda bosen dengan masakan khas Indonesia terutama saat momen Idul Adha ini, maka cobalah menu dari berbagai negara ini. Melansir dari berbagai sumber, berikut macam-macam menu khususnya untuk daging kambing:

1. Lamb Kebab – Timur Tengah

Kalau bosan mengolah daging kambing menjadi sate biasa, bisa dicoba buat sate khas Timur Tengah atau biasa disebut kebab.

Bahan sausnya terbuat dari 175 ml yogurt, 2 buah jalapeno, cincang, 2 siung bawang putih, cincang, 3 sdm campuran mint dan peterseli cincang, ½ sdt garam dan setengah sdt merica hitam bubuk.

Sedangkan untuk dagingnya siapkan 500 g daging kambing, cincang, 1 sdm cabai merah kering bubuk (flakes), setengah sdt jintan bubuk, 2 sdt ketumbar bubuk, seperempat sdt kayu manis bubuk, 4 cm jahe parut, 100 g bawang bombai cincang, 2 siung bawang putih, cincang halus, 2 buah jalapeno, cincang dan 1¼ sdt garam.

Cara buatnya juga mudah. Tusukkan daging yang sudah dimarinasi, kemudian selingi dengan potongan bawang bombay dan sayuran. Bakar kebab hingga matang, sajikan. Hidangan satu ini untuk menemani kebersamaan bareng teman dan keluarga dekat.

2. Tagine – Maroko

Tagine merupakan salah satu kuliner mirip semur khas Maroko. Daging kambing yang dibumbui beragam rempah khas Maroko dimasak dalam wadah tanah liat yang dilengkapi dengan tutup berbentuk kerucut.

Bahannya sangat mudah yakni, 2 sdm minyak zaitun, 1 buah bawang bombay (cincang), 2 buah wortel (potong kecil-kecil), 500g kaki kambing (potong kotak-kotak), 2 siung bawang putih besar (hancurkan), 1/2 sdt jinten, 1/2 sdt bubuk jahe, 1/4 sdt saffron Maroko, 1 sdt bubuk kayu manis, 1 sdm madu, 100g kismis buah aprikot (potong embat bagian) dan 1 kubik kecil vegatable stock.

3. Lamb Rogan Josh – India

Menu satu ini merupakan salah satu jenis kari yang berasal dari wilayah Kashmiri, India. Hidangan ini terdiri dari potongan daging kambing yang dimasak dengan saus kental campuran bawang putih, jahe, dan beragam rempah aromatik.

Penggunaan rempah inilah yang membuat daging kambing tidak berbau. Selain itu, cara memasak dengan teknik slow cooking juga membuat tekstur daging menjadi empuk. Lamb rogan josh paling pas disantap dengan nasi hangat.

4. Greek Lamb Kletfiko – Yunani

Yunani salah satu negara yang memiliki kuliner khas dengan daging kambing. Masakan satu ini dinamakan Kleftiko, yaitu daging kambing yang direndam dalam perasan air lemon, bawang putih, dan minyak zaitun serta dimasak perlahan dalam wadah tertutup. Karena dimasak lama, tekstur daging kambing yang keras pun menjadi lebih empuk.

5. Spici Lamb Tacos – Meksiko

Taco merupakan salah satu makanan favorit orang Meksiko yang kepopulerannya sudah mendunia. Tak hanya orang lokal, makanan satu ini juga memiliki penggemar dari berbagai belahan dunia.

Kalau Anda ingin suasana yang berbeda saat Idul Adha, bisa buat kuliner satu ini. Bisa menyajikan taco dengan daging kambing yang dimarinasi dengan bumbu pedas, berbagai sayuran, roti tortilla, dan tak lupa saus guacamole sebagai pelengkap.(Der/Aka)

Wenak! Queen Apple Luncurkan Bolu Kering Aneka Rasa

Farah Quinn menunjukkan prpduk terbarunya. (Anja a)
Farah Quinn menunjukkan prpduk terbarunya. (Anja a)

MALANGVOICE – Queen Apple menghadirkan cita rasa baru. Kali ini, toko pastry yang digawangi chef seksi, Farah Quinn meluncurkan kue bolu kering aneka rasa.

Farah Quinn mengatakan, bolu kering ini bisa jadi alternatif mereka yang suka camilan dengan cita rasa khas Queen Apple.

“Kan bisa dimakan sambil santai di mobil, ya,” kata Farah Quinn saat ditemui di Toko Quinn Apple, Jalan Kawi Atas, Klojen Malang, Jumat (27/4).

Bolu kering ini disajikan dalam beberapa rasa seperti keju, kacang mede, kacang almond, gula semut, telur asin, dan kayu manis.

“Semuanya menggunakan bahan butter. Adonanya khas dari Queen Apple. Jadi kita nggak pakai bahan yang murah, namun kita jual harganya terjangkau loh ya,” tutupnya.(Der/Aka)

Mie Instan Lover Wajib Simak Hal Ini Agar Makan Tetap Sehat

Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)
Mie Instan Lengka dengan telur dan sayur (booksburgadvatiser)

MALANGVOICE – Mie instan adalah makanan yang digandrungi segala lapisan masyarakat. Demikian terlalu sering makan mie instan bisa mengancam kesehatan. Tapi jangan khawatir, sesekali makan mie instan bisa sehat asalkan Anda mengikuti tips yang dirangkum MVoice dari laman The Health Site, Rabu (13/12)

1. Tambahkan Telur
Telur mengandung protein yang menyehatkan. Agar tak monoton, umumnya mie instan ditambahkan telur ceplok, telur rebus atau telur orak-arik.

2. Sayur Mayur
Menambahkan sayuran jelas akan membuat mie instan jadi lebih sehat. Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, kubis, kembang kol, atau brokoli. Tambahkan sayuran tersebut saat mie akan matang sehingga nutrisi dalam sayuran tetap terjaga. Anda mendapatkan tambahan serat yang bermanfaat untuk mendukung pencernaan.

3. Daging Ayam Tanpa Lemak
Selain bahan di atas, Anda juga bisa menambahkan daging ayam yang akan membuat mie jadi lebih sehat. Namun pilihlah daging ayam tanpa lemak.

4. Kurangi Bumbu
Mie Instan biasanya memiliki sepaket bumbu. Jika bisa, kurangi saja porsi bumbunya dan ganti dengan penambah rasa buatan sendiri seperti dengan lada hitam, garam secukupnya, atau bubuk cabe yang tidak terlalu pedas.(Der/Aka)

Pasar Senggol ‘Jaman Now’ di Warung Mamah Sum Gendut

Suasana pasar senggol jaman now. (Anja a)
Suasana pasar senggol jaman now. (Anja a)

MALANGVOICE – Warung Mamah Sum Gendut, di Jalan Pahlawan Trip B-36, menggelar konsep baru menikmati makanan mulai 15 November sampai 31 Desember nanti.

Warung Mamah Sum menggelar Pasar Senggol ‘Jaman Now’. Gerobak-gerobak makanan lezat dan murah meriah sengaja didatangkan ke warung. Pelanggan bisa mencicipi aneka menu selain menu umum Warung Mamah Sum.

Marketing Mamah Sum Gendut, Yuli Indrayani, mengatakan, konsep pasar senggol belum pernah dilaksanakan tiga tahun belakangan. Jadi, tak ada salahnya jika Mamah Sum mengobati rasa kangen pelanggan dengan menghadirkan pasar senggol kekinian alias jaman now.

Gerobak-gerobak makanan menyediakan berbagai menu. (Anja a)
Gerobak-gerobak makanan menyediakan berbagai menu. (Anja a)

“Menu-menu pasar senggolnya menyesuaikan menu utama Mama Sum, mulai dari siomay, pecel, rawon, martabak, terang bulan, dan mie pedes. Untuk mie pedes ini kita racik sendiri bumbunya dari macam-macam sambal andalan Mamah Sum,” kata Yuli sat ditemui MVoice, Junat (17/11).

Pelanggan Mama Sum mencicipi menu bakaran. (Anja a)
Pelanggan Mama Sum mencicipi menu bakaran. (Anja a)

Setidaknya ada lima buah rombong yang ditambahkan di Warung Mamah Sum. Tiap rombongnya menyajikan 10 varian menu. Harganya? Jangan khawatir, makanan harga mulai Rp 2 ribu sampai Rp 22 ribu saja.(Der/Aka)

Kenyang Bos! Makan Ayam Panggang Uempuk di Chicken Run

Menu chicken run. (IG malang kuliner)
Menu chicken run. (IG malang kuliner)

MALANGVOICE – Wahai kalian para pecinta kuliner ayam-ayaman, belum afdol jika belum icip-icip menu ayam panggang di Chicken Run. Yap, brand yang terkenal menyajikan menu ayam ini digawangi pembalap ganteng Rifat Sungkar. Sebelumnya, brand ini sudah buka di Jakarta dan Bandung.

Konsep mereka menyajikan menu ayam panggang empuk dengan aneka saus pilihan. Pengunjung Chicken Run bisa bebas melihat mas-mas yang memotong daging ayam sembari mengoleskan saus kecap ke ayam yang dipanggang slow roasted (panggang perlahan) yang dipajang di dinding-dinding kaca.

Karena metode panggang itu, daging yang dihasilkan matang merata dengan daging yang lebih lembut dan kulitnya yang tipis dan gurih. Makan seperemat porsi atau full satu ekor ayam pasti nagih karena rasanya tidak membuat eneg.

Selain ayam, Chicken Run juga menyajikan menu sandwhich. Dan harganya, dijamin ramah di kantong kok. Satu ekor ayam seperampat porsi dibanderol Rp 25 ribu. Lalu untuk full porsi Rp 75 ribu.

Langsung saja meluncur ke Jalan Retawu No.4, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65115, Indonesia. Chicken Run buka jam 10.00-22.00 WIB.(Der/Ak)

Smile Addict, Learning Cafe Baru dan Satu-satunya di Malang

Smile Addict Cafe Baru di Malang. (Instagram Smile Addict)

MALANGVOICE – Kelompok atau komunitas yang bingung mencari tempat nongkrong, kini tak perlu repot lagi. Smile Addict Learning Cafe hadir sebagai solusi.

Smile Addict Cafe adalah sebuah tempat makan, nongkrong dan ngopi dengan konsep learning cafe satu-satunya di Malang. Berlokasi di Jalan Sumbersari no 91, Kav 3, Malang, cafe ini baru saja resmi dibuka 28 September 2017.

Pemilik cafe, Sari Kurniawati, mengatakan cafenya menjawab kegelisahan anak-anak muda, anggota komunitas, yang selama ini kebingungan mencari tempat gathering.

“Sekalipun menemukan tempat yang enak, tapi biasanya berisik, lalu ada yang makanannya nggak enak, banyak asap rokok lagi. Kalau di cafe kami, kami menyediakan tempat yang nyaman, full wifi, makanan enak murah meriah, dan bebas asap rokok,” katanya saat ditemui MVoice.

Smile Addict memang mengangkat konsep healthy environment, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan merokok. Menu yang disajikan kebanyakan snack ringan seperti toast, french fries dan lainnya yang tentunya ramah di kantong.

Selain itu, Smile Addict memang mengutamakan segmentasi pasar dari komunitas yang ada di Malang Raya karena Smile Addict ingin menjadi fasilitator dan bagian dari kegiatan positif dan sosial.

“Nama Smile Addict dipilih karena tersenyum merupakan awal memulai mod yang positif dan baik,” tukas Sari.

Dalam peluncurannya, Smile Addict mengeluarkan kartu member bagi komunitas seperti Lukis Bareng Ngalam, Cat Lovers Malang, Gerakan 1000 Guru, Gerakan Dongeng Indonesia, Backpacker Dunia, Akar Tuli dan sebagainya. Member akan mendapatkan diskon 10 persen tiap pemesanan. Setelah 5 kali kunjungan, komunitas akan mendapatkan diskon 20 persen. Fasilitas yang didapatkan yaitu tentunya ruang kumpul lengkap dengan LCD, snack, minuman. Karena terbatas, komunitas di Malang Raya yang ingin menjadi member segeralah mendaftar langsung ke cafe.

“Kami batasi karena kami ingin memastikan pengunjung yang menjadi member kami dapat menikmati suasana learning senyaman mungkin,” tutupnya.(Der/Yei)

Ikut Festival Kuliner di Surabaya, Mangut Singo Edan Raih Best Performance II

Kota Malang meraih Best Performance II Festival Makanan Khas Jatim 2017. (Disbudpar for MVoice)

MALANGVOICE – Sajian bernama ‘Mangut Singo Edan’ sukses membawa pulang prestasi untuk Kota Malang. Menu yang diusung Hotel Shalimar Boutique Malang ini meraih Best Performance pada ajang Festival Makanan Khas Jawa Timur (Jatim) 2017 di JX International Convention – Exhibition, Surabaya, Selasa (19/9).

Mangut Singo Edan merupakan olahan dari ikan tengiri atau gindara. Dikombinasikan dengan bumbu mangut bercita-rasa gurih dan pedas, serta rempah-rempah tradisional yang dikenal dengan bumbu jangkep, menjadikan sajian ini amat lezat.

Pada festival tersebut, menu ini didemonstrasikan langsung oleh chief profesional Hotel Shalimar Boutique. Selain Mangut Singo Edan sebagai sajian andalan, beragam menu lain juga ditata di meja display untuk dicicipi juri.

Di antaranya, buntil pegat rasa, yaitu daun pepaya dicampur tuna ambon dan dibungkus daun jambu klutuk. Selain itu, ada pula oseng-oseng Kebon Agung dan bebek songgo langit.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, hadir langsung mengawal kontingen bhumi Arema dalam ajang ini. Dia mengaku bangga atas hasil positif yang diraih.

Mantan Kadisperindag ini menyerukan, prestasi ini harus dipakai sebagai acuan penyedia jasa dalam melayani wisatawan yang singgah di Kota Malang. Selain itu, diharapkan prestasi lain segera menyusul di kemudian hari.

“Setiap kompetisi, harapannya selalu prestasi. Artinya persiapan yang dilakukan tim Kota Malang harus bersungguh-sungguh, tidak sekadar ikut. Setiap tahun kami gelar Festival Kuliner Nusantara di Kota Malang, kemudian pemenang mewakili ke tingkat Jatim,” katanya saat berbincang dengan MVoice, Rabu (20/9).

Sementara itu, Kasi Fasilitasi Prasarana Pengembangan Sumber Daya Ekonomi Kreatif Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar, Ratih Sulistyo Handayani, menyebut, prestasi ini tidak lepas dari keseriusan Kota Malang mengikuti ajang tersebut.

“Penilaian Best Performance meliputi banyak hal, mulai dari kelengkapan admin, ketepatan waktu pendaftaran, kebersihan serta kerapian tempat memasak dan tempat display, juga peran petugas penjaga stand. Jadi tidak hanya rasa dan keterampilan memasak saja, tapi mulai dari awal dinilai,” ungkapnya.(Coi/Yei)

Ada Sensasi ‘Letusan’ Bromo Vulcano di Tastiest Pizza

Icip-icip menu Tastiest Pizza (anja arowana)
Icip-icip menu Tastiest Pizza (anja arowana)

MALANGVOICE – Wisata kuliner Kota Malang semakin lengkap karena kehadiran Tastiest Pizza and Ricebowl. Cafe yang baru saja melaksanakan soft launching bulan Juli 2017 lalu ini menjadi pilihan baru penikmat menu pizza, pasta, dan ricebowl enak di Kota Malang.

Semua menu di Tastiest Pizza and Ricebowl diramu tanpa bahan MSG. Berawal dari profesi sebagai konsultan yang selalu membukakan usaha hotelier dan cafe untuk para klien, kali ini dua chef asal Bali, yaitu Gede Kurniawan dan Alexander Erich memutuskan membuka usaha kuliner sendiri. ‘Tastiest’ artinya enak dan cita rasa yang tinggi.

Soal menu, Tastiest Pizza and Ricebowl punya andalan, Bromo Volcano, yaitu pizza berbentuk gunung yang bisa mengeluarkan api seakan sedang meletus. Lalu Wagyu Beef Ricebowl yang berasal dari daging sapi Jepang berkualitas kaya Omega 3.

Selain itu, masih banyak menu lainnya yang menggugah selera. Dan yang paling penting ramah di kantong ya. Tastiest Pizza bisa dikunjungi di Jalan Terusan Borobudur 88C, Malng atau di Jalan Bondowoso 35D, Malang.

“Saya suka rasanya yang pas di mulut. Apalagi tanpa MSG, jadi bagus untuk kesehatan sih. Gak takut gendut,” kata salah seorang pengunjung, Irma Puspita.

5 Jajanan Street Food yang Wajib Dicoba di Kota Malang

Street Food di Kota Malang (istimewa)

MALANGVOICE – Berada di Kota Malang rasanya tak lengkap apabila tidak mencicipi segala macam jenis kuliner yang ada. Panganan enak tidak hanya berada di sebuah restoran mahal atau cafe ternama, melainkan di pinggir jalan.

Dari food blogger asal Malang, Ammamilha Rosyaqotus Syaqufa, atau yang dikenal dengan akun @ammamamo di Instagram ini banyak rekomendasi jajanan street food yang tak kalah enak dari restoran. Ia merangkum lima tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Malang.

1. Bakso “Resek” Solo Jalan Bandung

iiDari namanya, jangan bayangkan hal yang tidak-tidak karena sebenarnya apa arti dari sebuah nama. Bakso yang satu ini berbeda dengan bakso lain. Tak ada banyak macam varian seperti siomay atau goreng yang biasa dijumpai.

Bakso ini disajikan dengan mengandalkan rasa khas dari pentol yang beraneka macam. Kemudian diberi sayuran dan dua jenis mi. Meski berada di pinggir jalan, penjual bakso ini tak pernah nganggur, pasalnya selalu banyak pembeli yang mengantre.

2. Asinan Bogor Jalan Raya Langsep

Banyak asinan yang ada di Malang, namun menurut Ammamamo, rasa asinan itu sangat khas dibanding asinan lain. Ada sensasi manis, asam dan pedas yang dijamin ciamik di lidah. Penjual asinan itu melegenda menggunakan mobil VW sejak di Jalan Simpang Balapan.

3. Batagor & Siomay Abadi, Asli Bandung, Jalan Simpang Borobudur.

Jajanan ini lebih dikenal dengan siomay Hua Ind, karena dekat dengan sekolah SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Selain siomay yang rasanya ajib, di tempat ini juga menjual es doger yang tentunya wajib dicoba.

 

 

 

 

4. Korean Snack Jomi-Jomi, Jalan Watu Mujur

Mewabahnya drama Korea berdampak dengan maraknya penjualan pernak-pernik ala Korea termasuk kuliner. Di Kota Malang tak sedikit dijumpai panganan khas negeri gingseng ini. Salah satunya yang menjadi rekomendasi Ammamamo adalah Jomi-Jomi.

Penikmat kuliner tak perlu khawatir tentang rasa karena dijamin enak, serta harga yang murah jadi andalan untuk tetap hemat.

5. Bikang Panas Mekar Sari

Jajanan khas Indonesia ini juga tak pantas dilewatkan. Bikang yang berada di seberang Pasar Besar Kota Malang punya citarasa yang khas serta porsi besar. Namun, saking larisnya pembeli harus cepat-cepat datang sejak pagi karena keburu habis.

Yang bikin jajanan pasar ini laris, antara lain dengan adanya cipratan santan kental waktu bikang ini matang. Saat masih panas, bagian atas ini sangat lumer sehingga mantap sekali dilahap.

Dari semua itu bukan berarti jajanan street food di Kota Malang dan sekitarnya tidak ada yang enak. Masih banyak tempat lain yang perlu dicoba karena Malang tempatnya kuliner. Gimana menurut Anda, berani mencoba?


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Numani Senang, Lezatnya Nugget Berbahan Utama Rumput Laut Cocok untuk Diet

Nugget Rumput Laut yang sudah matang dan siap disantap (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) baru saja menciptakan makanan olahan nugget Numani Senang berbahan utama rumput laut. Mereka adalah Tristanti Rakhmaningrum, Anggia Kususma, Respati Satriyanis, Umdatul Muftin, dan Vany Zuhriya Zain oleh bimbingan Dr Murni Sapta Sari MSi.

Tristanti mengatakan, bahan rumput laut yang mereka ambil berasal dari Kabupaten Pacitan, tepatnya di Kecamatan Ngadirojo yang memiliki potensi sumber daya alam prospektif khususnya bidang perikanan di kawasan pantai. Bukan hanya ikan, ternyata daerah tersebut punya komoditas rumput laut yang besar.

Kemasan Nugget Rumput laut (Anja Arowana)

“Produksi rumput laut bisa sampai 13 ribu kilogram lebih tahun 2010 lalu. Jenis rumput laut yang banyak di daerah Ngadirojo adalah Eucheuma cottonii. Sayangnya rumput laut disana dijual dalam bentuk bahan mentah. Jadi untuk peningkatkan nilai produk harus ada inovasi baru,” kata dia kepada Mvoice.

Kemudian, Tristanti dan timnya membuat nugget rumput laut dengan cara mengganti bahan utama daging sebagai nugget dengan rumput laut yang dihaluskan. Metode pengolahannya pun hampir sama dengan metode membuat nugget pada umumnya.

Rumput laut jenis ini, lanjutnya, selain mengandung karagenan yang tinggi, apabila dalam bentuk tepung dapat mengandung serat pangan total mencapai 91,3% berat kering dan iodium sebesar 19,4 µg/g berat kering

“Cocok buat diet lho, karena lemaknya rendah, ” tukasnya.

Hasil inovasi mereka pun berhasil didanai penuh oleh DIKTI dalam program PKM Nasional 2017. Mereka berharap mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produk hasil olahan rumput laut yang dapat menjadi produk unggulan khas daerah Pacitan, membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Ngadirojo.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Komunitas