Manfaatkan Ekosistem Digital Bantu Kembangkan Kuliner Indonesia Timur, Se’i Sapi Kana

Head Marketing Se'i Sapi Kana Yogyakarta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kuliner Se’i merupakan makanan khas asal Kupang, NTT. Karena kepopulerannya, se’i banyak dijumpai di beberapa tempat termasuk di Jawa.

Olahan se’i yang menggunakan daging babi, kini juga banyak diubah menggunakan daging sapi. Salah satu pionir menggunakan daging sapi adalah Se’i Sapi Kana.

Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu.

Dari menu sambal, mereka mempertahankan sambal asli dari Indonesia Timur, Sambal Lu’at sebagai menu andalannya dan juga menyediakan varian lain seperti rica-rica, lada hitam, sambal hijau dan sambal matah. Variasi menu ini tidak disangka sangat digemari dan diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan berkontribusi atas popularitas Se’i Sapi Kana secara umum.

Lebih lanjut, perjalanan membawa Se’i ke industri kuliner Indonesia juga didukung dengan kehadiran bisnis dan peluang di ranah digital.

Andra Lesmana, selaku founder dari Sei Sapi Kana menyatakan, misi untuk mempopulerkan hidangan Se’i di seluruh nusantara telah berhasil dengan dukungan dari ekosistem digital yang mumpuni.

“Kita sebagai pelaku usaha diharapkan untuk bisa fokus dengan menganalisis tren secara akurat dan menerapkan pembaruan untuk pasar, yaitu bagaimana kami menerapkan strategi baru untuk melayani masyarakat yang harus berkegiatan di rumah misalnya. Selain itu pelaku usaha juga harus mempunyai mental yang luar biasa karena selain fokus yang membedakan kita dengan pengusaha yang lain adalah mental,” katanya dalam rilis yang diterima MVoice.

Banyubiru, selaku Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana menyatakan, pengembangan bisnis banyak menggunakan media sosial sebagai alat promosi.

“Kami menjalankan strategi tersebut untuk tujuan pemasaran dan periklanan. Selain media sosial, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Alhasil sekarang konsumen kami dapat menikmati kelezatan Se’i Sapi Kana hanya dengan beberapa kali klik saja di aplikasi GrabFood,” imbuhnya.

Terbukti dari kehadiran Se’i Sapi Kana di platform digital menghasilkan awareness atau kesadaran pasar yang lebih baik, dan juga mendorong penjualan dine-in.

Dari segi awareness pasar, dua atau tiga tahun lalu, Se’i Sapi adalah menu yang cukup sulit ditemukan di kalangan masyarakat Indonesia. Eksposur dari GrabFood telah membantu Se’i Sapi Kana dalam mempopulerkan makanan ini di kalangan pengguna Grab. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Ketika Se’i Sapi Kana mencapai puncak popularitasnya, sulit untuk mengelola permintaan yang masuk untuk layanan dine-in. GrabFood berperan dalam menyokong operasional Se’i Sapi Kana. Kini, proporsi pesanan dine-in dan GrabFood di Se’i Sapi Kana seimbang, bahkan kadang-kadang lebih mengarah ke GrabFood dengan perbandingan 60:40.

Dalam perjalanannya, Se’i Sapi Kana juga bekerja sama dengan Account Manager GrabFood untuk mengembangkan menu dan paket yang sesuai dengan permintaan konsumen dan promosi menarik.

Banyu juga menjelaskan bagaimana dukungan dari GrabFood juga telah mempengaruhi strategi bisnis dan meningkatkan layanan dine-in Se’i Sapi Kana,

“Bagi kami, hal yang perlu diperhatikan adalah menciptakan keseimbangan antara promosi yang tersedia di platform pengantaran online seperti GrabFood dan yang tersedia di gerai offline. Kami menemukan bahwa kehadiran kami di platform online memang mendorong konsumen untuk ke toko offline kami,” jelasnya.

Meskipun telah mencapai titik kesuksesan perkembangan bisnisnya, Se’i Sapi Kana tidak mudah puas dengan pencapaian tersebut dan terus menunjukan kegigihannya dalam mempelajari wawasan bisnis baru.

Melalui webinar GrabAcademy dari GrabFood, Se’i Sapi Kana mendapatkan kesempatan untuk bisa berbagi tentang perjalanan bisnisnya dengan sesama pelaku UMKM lainnya.

Hadi Koe, Head of Marketing GrabFood juga menekankan bagaimana Grab menciptakan ekosistem digital yang kondusif untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital.

“Hrapannya, program ini dapat membantu mitra merchant mengembangkan menu baru untuk memanjakan konsumen. Lewat inisiatif dan dukungan ini, GrabFood selalu berusaha untuk memberdayakan para mitra merchant dan menjadi platform terbaik bagi pelaku UMKM. Se’i Sapi Kana adalah salah satu mitra merchant kami yang mampu memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang telah kami rancang dan kami harap untuk terus bisa membawa semangat ini ke lebih banyak pelaku UMKM di platform kami,” tandasnya.(der)

Ini Cara Mudah Membuat Gule Iga Kambing yang Lezat

Gule Iga Kambing yang siap disajikan, (Ist)

MALANGVOICE – Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah akan segera datang. Biasanya, di hari raya kurban ini identik dengan beragam olahan masakan berbahan dasar daging kurban.

Sebut saja sate, gule, rendang, tongseng, krengsengan, rawon, soto, bakso dan berbagai macam olahan daging sapi dan kambing lainnya.

Tapi pernahkah anda mengonsumsi gule iga kambing yang pasti tak kalah sedapnya dibanding kuliner hasil olahan daging lainnya? Bahkan gule iga kambing iji bisa menjadi salah satu pilihan utama untuk bersantap saat Idhul Adha nanti.

Kalau ingin tahu caranya, berikut Mvoice punya resep jitu untuk mengolah daging kambing menjadi Gule Iga Kambing favorit keluarga anda:

Pertama-tama, siapkan bahan dasar 1 Kg iga kambing, 1 liter santan encer dan 300 ml santan kental.

Untuk bumbu rendaman, rebuslah dua batang serai, tiga lembar daun salam, 3 Cm jahe memarkan dan 3 Cm lengkuas memarkan juga.

Kemudian, untuk bumbu halus, siapkan 10 bawang merah, 5 bawang putih, 4 kemiri, 4 sendok makan (sdm) ketumbar sangrai, 2 Cm kunyit bakar, 2 Cm jahe, 2 Cm kencur, 2 sendok teh (sdt) merica bubuk, seperempat sdt jinten.

Mulai memarkan 2 batang serai, 2cm lengkuas, 2 lembar daun salam, 2 lembar daun jeruk, 4 butir cengkeh, 3 Cm kayu manis, 3 butir kapulaga, 1 bunga lawang, 1 sdm gula merah, dan garam.

Jika sudah, didihkan air. Lalu, rebus daging iga kambing selama 15 menit. Setelah itu matikan api dan buang airnya.

Tumis bumbu halus sampai wangi dan masukkan bumbu cemplung yang sudah Anda siapkan tadi. Tuang santan sampai empuk, Gule iga kambing siap disajikan.(end)

36 Tahun Bertahan Sego Penjara Jadi Kuliner Legendaris, di Sini Tempatnya

Sego Penjara yang siap disantap, (MG2).

MALANGVOICE – Namanya sepintas memang menyeramkan. Jangan salah, meski terkesan seram, Sego Penjara di Kota Malang sangat ramah di perut serta kantong.

Mungkin karena inilah Sego Penjara bisa bertahan selama tiga dasa warsa lebih atau tepatnya 36 tahun. Kini, ada dua warung untuk bisa menikmati Sego Penjara.

Sebenarnya Sego Penjara yang buka awal pada 1985 ini tidak berbeda jauh dengan kuliner nasi campur khas Jawa Lainnya. Dengan kombinasi nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang, sambal plus siraman kuah, menggoda hasrat untuk segera mencicipinya.

Tidak hanya itu. Ketika datang ke warung Mami Cukam yang memasak Sego Penjara ini tersedia beraneka macam lauk tambahan mulai jeroan, ikan, ayam dan masih banyak lagi.

Soal harga jangan khawatir, karena pasti terjangkau kantong. Satu porsi Sego Penjara hanya Rp3 ribu dan harganya akan meningkat bergantung pada pemilihan lauk.

Beragam menu yang tersedia di Mami Cukam, Kota Malang

Sumarmi (62) atau yang akrab disapa Mami Cukam menceritakan, sebutan Sego Penjara berasal penamaan yang diberikan pelanggannya pada awal-awal dia berjualan.

“Jadi tahun 1985 itu banyak yang nyebut Sego Penjara karena hidangan yang sederhana berisi nasi dan sayur tanpa lauk. Kalau di penjara kan biasanya masakannya ya sederhana-sederhana gitu. Jadi muncullah nama Sego Penjara,” ceritanya Ahad (11/7).

Sejak awal berjualan hingga saat ini harga yang dibandrol Mami memang tergolong murah. Mulai awal tahun 1985 harga masih Rp100, hingga kini satu porsi Sego Penjara dihargai Rp3.000.

“Harganya awal jualan itu Rp100, terus naik jadi Rp1.000, naik lagi Rp2.000 hingga tahun 2003 sampai sekarang harganya Rp3.000,” tuturnya.

Menurut perempuan tiga anak dan tujuh cucu itu, selain harga yang murah, salah satu keistimewaan Sego Padang ini adalah cita rasa yang tetap dijaga agar tidak berubah.

“Yang diutamakan itu bukan untung, tapi cita rasa dan kualitas bahan harus baik. Jadi meski disebut masakan kampung yang sederhana tetap disuka banyak pelanggan,” kata dia.

Tiap harinya pelanggan tak berhenti berdatangan mengantre untuk mendapatkan kuliner Sego Penjara itu. Saking banyaknya pelanggan, dalam satu hari Mami menghabiskan lima sak beras atau setara empat kwintal dalam sehari.”Rata-rata melayani dalam sehari sampai 800 bungkus,” imbuhnya.

Warung Mami saat ini ada di dua tempat. Pertama di perempatan Cukam, Pasar Kebalen, sedang warung kedua di Jalan Puntodewo 1A, Polehan. Warung buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 04.00 pagi.(end)

Gratis Biaya Antar Area Kota Malang untuk Nikmati Rawon, Nasi Buk, atau Tom Yam Thailand

Rawon Malang spesial yang dagingnya empuk cocok dinikmati segala usia di rumah.(Mvoice/istimewa

MALANGVOICE – Hotel Tugu Malang mensupport Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung 3-20 Juli. Salah satunya dengan pelayanan antar pesan atau delivery order.

Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario, mengatakan dua restoran masing-masing Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant melayani pesan antar makanan-makanan yang diolah dengan prosedur kebersihan dan sanitasi sesuai dengan standar WHO.

Di Melati Restaurant, kata pria yang akrab disapa Rio ini, terdapat banyak menu andalan khas lokal maupun masakan Cina dan Eropa.

“Misalnya rawon Malang spesial, kemudian masakan Madura yang terkenal, Nasi Buk, serta Nasi Goreng Bang Samin. Juga kami tawarkan Tugu Steak yang terdiri dari daging sapi tenderloin, udang, dan juga daging ayam,” ujarnya seraya menambahkan beragam menu ini bisa dipesan sejak 06.00.

Tomyam di SaigonSan Restaurant dikenal penikmat kuliner paling nikmat dibanding tempat lain.(Mvoice/istimewa)

Tempat makan lainnya, SaigonSan Restaurant, lanjut Rio, spesialisasi masakan Thailand dan Vietnam memulai jam pesan antar pukul 12.00.

“Variasi masakan khas mulai dari lumpia segar Vietnam dengan yaitu Goi Cuon, sup North Bangkok Tom Yam Goong yang sangat terkenal di Thailand, mie kuah sedap dengan irisan daging asal negeri Vietnam yaitu Pho, hingga hidangan penutup yaitu Khao Niao durian dapat dipesan untuk disantap di rumah bersama dengan keluarga,” terangnya.
 
Ditambahkan Rio, beberapa pilihan makanan khas di Melati Restaurant dan juga SaigonSan Restaurant dapat dibeli dalam bentuk fresh siap makan maupun frozen untuk dijadikan stok makanan di rumah.

“Tak ada biaya pengantaran alias gratis biaya Delivery untuk area Malang kota,” kata Rio seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Mvoice sambil menambahkan untuk pemesanan Melati Restoran di +62 822-3126-3723, sementara SaigonSan Restaurant di +62 812-5997-7618.(end)

Rasa Konsisten Sejak 1959, Es Tanimbar Andalkan Resep Turun-Temurun

Joni (kiri) menyajikan es Santan yang legendaris, (MG2).

MALANGVOICE – Salah Satu minuman yang cukup dikenal warga Kota Malang adalah Es Santan. Meski hanya berada di pinggir jalan Tanimbar tepatnya di samping SMKN 4 Kota Malang, tapi es ini selalu laris diburu pembeli.

Minuman yang ada dan dijalankan secara turun temurun sejak Tahun 1959 ini memiliki berbagai macam julukan mulai dari mengadopsi nama Jalan, menjadi Es Tanimbar, hingga disebut juga dengan Es Blackpink serta Es Grafika.

Menurut penjual es santan ketan hitam, Joni Purnomo, awal mula orang tuanya berjualan masih berkeliling menggunakan gerobak, lalu pada tahun 1998 menetap di Jalan Tanimbar hingga saat ini.

“Berjualan es sudah sejak awalnya tahun 1959, kemudian berada di sini (Jalan Tanimbar) sejak tahun 1998,” ujarnya.

Es santan ketan hitam ini memiliki komposisi tape, cendol, roti yang ditutup dengan siraman sirup merah di atasnya.

Uniknya, es tersebut tidak menggunakan es batu, melainkan air santan yang telah beku.

Joni, mengatakan, untuk beberapa bahan baku yang digunakan untuk es itu dibuat sendiri. Hal itu dikatakannya guna mempertahankan cita rasa yang telah dimiliki.

“Kami pakai santan sama es serut aja. Tapi di sini yang bikin spesial itu santan, cendol, tape, dan sirup itu kami bikin sendiri semuanya,” tuturnya.

Dalam satu hari Joni mampu menjual antara 400 hingga 600 gelas es santan ketan hitam. Dengan membanderol satu gelasnya seharga Rp 5 ribu.

Dirinya menambahkan, salah satu alasan bisa tetap ramai pembeli adalah memberikan pelayanan terbaik dan konsisten pada cita rasa yang dimiliki.

“Konsisten untuk rasa dan pelayanan yang membedakan itu dari segi tanggap dan kecepatan dalam melayani,” tandasnya.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Empat Manfaat Mengonsumsi Jamur Merang Sangat Cocok untuk Menu Sahur dan Buka Puasa

Salah satu olahan jamur tiram dengan masakan tumis. (Foto: resepjamurnusantara.web.app)

MALANGVOICE – Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini dengan jamur merang, sementara nama latinnya adalah
Volvariella vovacea. Sulit di lidah untuk mengucapkan namun lezat saat berubah jadi masakan.

Tanaman yang tergolong jamur-jamuran ini sangat populer sebagai bahan santapan di segala musim karena biasa disuguhkan dalam bentuk sup yang hangat. Hmmm…, cocok buat sahur atau menu berbuka puasa.

Tak jarang pula olahan jamur merang ini dikombinasikan dengan saus di atas steak atau sayur kukus, hingga tumisan yang pastinya menggugah selera untuk segera dinikmati.

Untuk mendapatkan yang sudah dipetik, kita bisa menemukan di pasar tradisional atau pasar swalayan dalam bentuk segar dan kalengan karena jamur merang tidak membutuhkan cara pengolahan tertentu.

Sebelum diolah jadi masakan, jamur merang dalam bentuk kalengan cukup dibilas dengan air matang. Cuma itu, baru kemudian diolah sebagai bahan masakan.

Sebaliknya jika membeli dari petani langsung, tidak terlalu susah sebelum diolah. Dipotong saja semua area berwarna gelap dengan pisau kemudian bilas dengan air mengalir.

Kenyal saat dikunyah, lezat dan kaya nutrisi, jamur merang salah satu jenis bahan makanan yang sering diolah. Selain teksturnya yang unik, kelezatannya dianggap mampu menyaingi citarasa daging. Belum lagi manfaatnya bagi kesehatan.

Disebut dengan jamur merang karena media tanamnya berupa merang atau sekam padi. Jamur ini dapat dikenali dari bentuknya yang bulat kecil dengan tudung berwarna cokelat muda.

Selain cocok untuk berbagai masakan ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan, empat di antaranya adalah:

1. Mencegah Penyakit Jantung
Bentuknya memang mungil, tapi jangan sekali-kali meremehkan, karena jamur merang ini memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi seperti kalium dan zat tembaga.

Seperti kita ketahui, kalium berfungsi membantu menjaga pembuluh darah dalam tubuh, sedangkan zat tembaga memiliki kemampuan antibakteri. Kedua nutrisi ini dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, terutama yang diakibatkan oleh naiknya kolesterol dalam darah.

2. Menjaga Kekuatan Tulang
Selama ini kita menganggap kalsium hanya bisa didapatkan dari susu dan produk olahannya. Lalu bagaimana dengan yang biasa mengonsumsi asupan vegetarian? Jamur meranglah jawabnya karena memiliki kadar kalsium dan vitamin D yang cukup tinggi sehingga membantu memperkuat tulang dalam tubuh.

3.Mencegah Kanker
Manfaat jamur merang lainnya adalah mengandung selenium yang banyak diburu orang karena berkhasiat mencegah kanker. Beta d-glucan dan lectin yang ada dalam jamur merang disebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker prostat dan leukemia.

4.Tinggi Antioksidan
Bagi masyarakat di wilayah perkotaan yang dikepung radikal bebas dari polusi di sekelilingnya antioksidan menjadi istilah kesehatan yang makin populer. Untuk mendapatkan antioksidan, cukup mengonsumsi jamur merang.

Kandungan selenium di dalam jamur merang memiliki fungsi yang sama dengan flavonoid yakni mencegah radikal bebas dari asap kendaraan, makanan yang berlemak tinggi, atau radiasi elektromagnetik berisiko memicu gangguan kesehatan.(end)

Hotel Tugu Malang Sajikan Suasana Berbuka Puasa yang Berbeda

Suasana yang diberikan untuk menemani bukber di Hotel Tugu Kota Malang, (Ist).

MALANGVOICE – Menyambut Bulan Ramadan 1442 hijriah, yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun kolega kerja, adalah momen Buka Bersama (bukber).

Tentu saja pastinya mencari lokasi yang tepat dan menu yang nikmat agar suasana berbuka puasa bisa semakin hangat.

Dari situ, Hotel Tugu Malang kini telah menyediakan rangkaian penawaran paket istimewa yang mereka sebut ‘Ifthar Under The Star At The Sahara’ sebagai opsi menikmati momen bukber.

Dalam paket pengantar Idul Fitri ini telah disediakan beragam kuliner yang dihidangkan dua restoran yakni Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Untuk aneka menu spesial yang disediakan Melati restaurant berasal dari makanan khas Kelantan, Malaysia mulai dari hidangan pembuka yang segar dan manis.

“Salah satunya, Es Kurma Kacang Merah yang berisikan kurma, kacang merah, jelly seaweed, jagung manis, kolang-kaling, gula merah yang disiram dengan air kelapa muda yang segar,” papar Budi Sesario Saputro selaku media relation Hotel Tugu Malang, Jumat (9/4).

Sedangkan untuk hidangan utama tersedia Nasi Kerabu Kelantan spesial dengan warna biru yang tentu menarik perhatian.

“Nasi yang sudah diwarna juga dimasak menggunakan resep dengan campuran rempah istimewa yang didampingi dengan ayam bumbu, potongan daging sapi nan empuk, telur asin, ikan goreng, kerupuk ikan, dan sambal,” ujarnya.

Ada juga Chicken Curry kelantan yang menggunakan resep kare khas kelantan dan juga berbagai macam hidangan khas Kelantan.

“Selain itu tak ketinggalan juga UND Corner yang menyediakan berbagai hantaran lebaran yang dihias cantik untuk dikirim ke orang terkasih,” imbuhnya.

Untuk view yang disediakan juga tidak kalah menarik, telah disediakan tempat dengan suasana timur tengah di salah satu venue semi outdoor eksklusif.

“The Sahara Hotel Tugu Malang. Dengan lampu gantung yang elegant di Kubah Sahara bak tenda yang berdiri megah di tengah gurun, tamu akan dibawa serasa masuk ke kisah  1001 malam,” tandasnya.(end)

Peringati Harkopnas, Warkop Klodjen Djaja 1956 Bagi-bagi Kopi Gratis

Para pengunjung dari komunitas sepeda ontel yang mendapatkan kopi gratis, di Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Kopi Nasional (Harkopnas) yang ditetapkan pada 11 Maret kali ini, Warung Kopi (Warkop) Klodjen Djaja 1956, menggelar kegiatan bagi – bagi Kopi Pagi Gratis.

Didukung dengan proses pembuatan kopi yang menggunakan bahan dasar kopi murni Indonesia, semakin mengentalkan momentum Harkopnas kali ini, Kamis (11/3).

Menurut Pemilik Warkop Klodjen Djaja 1956, Ahmad Iswahyudi, selain pembagian kopi gratis sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi lokal kepada pengunjung.

“Sebetulnya ada satu peluang di sini. Memanfaatkan dari Harkopnas untuk memperkenalkan kopi yang benar-benar kopi murni Indonesia, khususnya kopi Malangan. Sembari kita juga membagikan kopi itu secara gratis,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan, jumlah yang diberikan dalam kegiatan Kopi Gratis ini tidak diberikan batasan. Namun waktu pembagiannya hanya berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Kita tak membatasi berapa gelas. Meski yang datang kesini ada 200 sampai 300 lebih, ya gak papa. Semua gratis, khusus kopi tubruk robusta yang kita gratiskan,” paparnya.

Dan menariknya lagi, pada saat kegiatan berlangsung ada komunitas sepeda ontel yang turut hadir meramaikan sekaligus memberikan kesan tempo dulu semakin terasa.

“Inginnya kita memang untuk mengentalkan cagar budaya yang identik dengan jadul. Makanya kita mengundang komunitas sepeda Onthel untuk bisa berkumpul di sini dan minum kopi gratis sama-sama,” imbuhnya.

Terlebih dengan konsep Warkop Klodjen Djaja 1956, mengusung tema tempo dulu, salah satunya pemasangan tiga banner yang menggambarkan film-film di bioskop jaman dahulu. Semakin mengentalkan suasana khas yang ditonjolkan.

“Coba difoto dari jauh, antara sepeda dan Klodjen Djaja dapat seperti kita kembali ke masa lampau lah,” tandasnya.

Selama tiga jam kegiatan bagi kopi gratis berlangsung, sebanyak 200 cup/gelas telah dibagikan kepada para pengunjung.