Manisnya Bisnis Es Tebu di Bulan Ramadan

Es tebu. (Istockphoto.com)

*Oleh: Naim, M. Pd

Apakah kalian pernah minum air tebu? es tebu? atau makanan dan minuman yang berbahan dasar tebu lainya? ya, saya yakin kalian pernah mencobanya baik itu yang dihidangkan oleh pedagang kaki lima di tepi sawah yang menyejukkan mata, kafe bernuansa klasik, restoran, atau bahkan hotel berbintang sekalipun, minuman yang berbahan dasar tebu ini terasa sangat menggiurkan dan menyegarkan saat kita minum, terlebih kita konsumsi pada saat berbuka puasa, heeemmmmm rasanya sangat luar biasa nikmatnya, terasa membuat tubuh ini kembali bertenaga, segar dan siap melakukan aktivitas yang lain setelah melaksanakan ibadah puasa.

Minuman berbahan dasar tebu ini sangat mudah kita temui baik di kota-kota besar maupun kecil, sebut saja kota Malang, Surabaya, Pontianak, Kuburaya, Jogjakarta atau bahkan Jakarta, pengalaman pribadi, setiap datang ke suatu kota, maka saya lebih senang membeli minuman es tebu yang dijual oleh pedagang kaki lima, alasanya selain karena harganya yang ramah di kantong, juga dapat membantu perputaran perekonomian mereka (pedagang kaki lima) dengan cara membelinya, juga merekomendasikan kepada teman-teman yang kebetulan lewat di wilayah tersebut untuk melakukan hal serupa.

Mengenai harga minuman dengan bahan dasar tebu ini juga sangat bervariatif (tergantung wilayahnya), ada yang menjual dengan harga Rp. 2.000, 5.000, 6.000 bahkan ada juga yang dijual dengan harga 20.000 setiap gelasnya. Untuk bahan baku minuman tebu saat ini juga tidak terlalu sulit, selain karena tebu itu mudah tumbuh subur juga sudah banyak masyarakat yang membudidayakannya, misalnya di wilayah Kabupaten Malang, harga tebu berada di kisaran sebesar Rp. 1.500/kg nya, biasanya para pedagang minuman berbahan tebu ini minimal membeli 1 kwital/100 kg tebu untuk berjualan selama 1 minggu. Jika dihitung secara rinci maka 1 kwintal/100 kg tebu bisa menghasilkan 268 gelas air tebu murni, 268 gelas jika dikalikan dengan harga jual rata-rata Rp. 5.000/gelas maka akan memperoleh omzet sebesar Rp. 1.340.000 setiap minggunya dan jika dikali 4 minggu (1 bulan) maka pedagang tersebut mampu memperoleh omzet sebesar Rp. 5.360.000, Omzet yang cukup manis bukan?

Selain prospek bisnis yang manis, ternyata minuman berbahan tebu ini juga banyak mengandung kelebihan-kelebihan bagi tubuh kita, dan kelebihan ini yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang, sehingga masih banyak masyarakat menganggap minuman berbahan tebu ini sebagai minuman biasa dan hanya dikonsumsi di saat waktu tertentu saja. Untuk mengetahui apasaja kelebihan-kelebihan dari minuman berbahan tebu tersebut maka penulis merinci sebagai berikut; (1) dapat mengontrol kadar gula darah, (2) detoks racun yang berada dalam tubuh, (3) membantu melawan kanker, (4) mengatasi bau mulut, (5) meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, (6) mencegah kerusakan sel darah, (7) menurunkan berat badan, (8) meredakan demam, (9) melancarkan pencernaan, (10) menambah stamina, (11) meredakan sakit tenggorokan, (12) mengobati luka, (13) menjaga kesehatan ginjal, (14) menjaga kesehatan dan kecantikan rambut, (15) menjaga keseimbangan pH tubuh, (16) baik untuk ibu hamil, (17) mengelola stres dan atasi imsomnia, (18) menjaga stabilitas tekanan darah, (19) meningkatkan sistem kekebalan tubuh, (20) menjaga kesehatan liver atau hati, (21) mengobati jerawat, (22) dan yang paling penting adalah dapat mencegah penuaan dini dan awet muda.

Dengan pemaparan sekilas tentang manisnya prospek bisnis minuman berbahan tebu di atas, maka bisa dipastikan bisnis ini sangat menguntungkan, sangat cocok dengan prinsip orang ekonomi yaitu “mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan meraup laba sebesar-besarnya”. Untuk memperoleh laba yang besar tentu kita (sebagai pelaku usaha) harus melihat aspek-aspek bisnis yang harus kita pahami dan harus kita jalani secara ketat diantaranya yaitu;
Pertama, aspek manajemen, para pelaku (pedagang minuman tebu) harus memahami ilmu manajemen dasar seperti kesiapan SDM/skill yang dimiliki, sehingga denan skill yang dimiliki mampu membuat ramuan minuman yang pas sesuai dengan selera konsumen.

Kedua, aspek pasar. para pelaku (pedagang minuman tebu) harus mampu membaca situasi pasar, minuman tebu yang seperti apa yang mereka inginkan, jangan membuat produk yang sama (produk yang dijual oleh orang lain) agar produk kita dilirik dan diminati oleh konsumen.

Ketiga, layout/letak usaha (lokasi berjualan), layout/letak usaha tentu jangan sampai diremehkan, carilah lokasi yang memang strategis dan banyak dilalui oleh kebanyakan orang sehingga pelaku usaha tidak perlu repot-repot untuk keliling saat berjualan.

Keempat, aspek keuangan, aturlah perputaran keuangan dengan bijak, pisahkan antara uang usaha dengan uang pribadi, karena jika hal tersebut tidak di atur maka yakinlah modal usaha akan selalu jebol (uang usaha akan terpakai) yang tentusaja menyebabkan modal usaha habis dan usaha pun mangkrak.

Kelima, aspek lingkungan, untuk menghindari lingkungan usaha yan kumuh, maka siapkan kantong yang cukup untuk menampung limbah (sampah tebu pasca penggilingan), karena pembeli sangat menyukai tempat usaha yang bersih dan higienis, selain baik untuk mata memandang, aroma di sekitar usaha juga baik bagi produk yang dijualnya.

*Naim, M. Pd
Profesi: Dosen Pend. Ekonomi Unikama

Organisasi:
1) sekretaris IARMI DPKota Malang.
2) sekretaris YPKM Malang.
3) Relawan PMI kabupaten Malang

Asyiknya Sahur Gratis di Rawon Bidadari

Suasana di Warung Rawon Bidadari, Kediri. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Rumah Makan Rawon Bidadari di Jalan Erlangga, Desa Sukorejo, Ngasem, Kabupaten Kediri, menggelar gerakan sosial sahur gratis.

Sahur gratis tersebut dilakukan secara bertahap selama tujuh hari, dibuka mulai pukul 01.00 dini hari sampai pukul 03.00 atau menjelang imsak.

Pemilik Rumah Makan Rawon Bidadari Kediri, Muhammad Rofii Mukhlis mengungkapkan, gerakan sahur gratis Rawon Bidadari digelar rutin setiap momentum Ramadan. Tahun ini adalah kali ke-3 Rawon Bidadari mengadakan sahur gratis.

“Ini adalah bentuk rasa syukur, suka cita kami dalam memeringati bulan penuh berkah ini,” ungkapnya.

Tak seperti di tahun-tahun sebelumnya. Sahur Gratis kali ini terbilang unik. Rofii bersama istri Siti Lestari tak sekadar menyuguhkan hidangan rawon racikannya, namun juga mengedukasi peserta sahur agar terbiasa mandiri dan bertanggung jawab.

“Edukasi itu kami terapkan lewat gerakan cuci piring rame-rame, para peserta sahur diwajibkan mencuci piringnya masing-masing setelah menyantap rawon. Kami ajak mereka terapkan kemandirian dan empati bersama,” jelasnya.

Menurut Rofii, banyak masyarakat yang memanfaatkan sahur gratis di tempatnya.

“Jadwal sahur gratis ini digelar secara bertahap sesuai jadwal yang terpampang di lokasi rumah makan, dan Alhamdulillah pengunjung sangat antusias dan gembira. Porsi yang kami sediakan selalu ludes,” terangnya.

Lebih lanjut, Rofii menjelaskan, partisipasi pengunjung saat kegiatan terbilang membeludak di setiap harinya. Dalam kurun tiga jam saja, 250 porsi lebih ludes. Warga yang datang berasal dari banyak kalangan. Mulai dari mahasiswa, santri, pemulung, driver ojek online hingga warga sekitar.

“Mulai jam 1 dini hari mereka sudah antre,” jelasnya.

Rawon bidadari merupakan rumah makan viral yang menjadi tempat makan rekomendasi orang nomor satu di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Setia varian rawon memiliki nama yang kreatif. Nama-nama terinspirasi dari hirarki pemerintahan. Mulai dari Lurah, Camat, Bupati sampai Presiden.

“Menu yang paling banyak digandrungi saat ini adalah rawon iga dan rawon buntut,” tambahnya.

Kini Rawon Bidadari tak cuma menjual masakan rawon saja. Rofii mengembangkan menu nusantara baru. Yakni nasi besek, rujak cingur, martabak dan sate bumbu rujak.

“Kami kasih diskon 50 persen di setiap hari besar. Seperti HUT TNI, HUT Kabupaten atau organisasi keislaman,” tegasnya.

“Selain Gubernur Khofifah, beberapa tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat pernah mengicipi kelezatan rawon ini. Seperti Gus Muwafiq, Sekda Jatim, rombongan Komis A DPRD Jatim. Dan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas,” imbuhnya.(der)

Sajian Promo Spesial Ramadan, ‘Nikmatnya Berbuka’ di Favehotel Malang

Menu berbuka Favehotel Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Favehotel Malang menyajikan paket menu berbuka spesial selama bulan Ramadan 1443 Hijriah. Paket itu bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

Sebagai hotel favorit wisatawan saat liburan ke Malang dan Kota Batu, Favehotel menyajikan promo “Nikmatnya Berbuka” mulai April sampai Mei mendatang.

Promo Favehotel Malang. (istimewa)

Hotel Manager Favehotel Malang, Santy Puspandari, mengatakan, menu spesial itu bisa didapatkan hanya dengan Rp65 ribu nett/pax.

Benefit tambahan beli 5 gratis 1, “Lime Restaurant” siap menyajikan menu-menu lezat untuk berbuka puasa yang langsung diracik khusus oleh Chef Adhon untuk menemani dan menikmati hidangan berbuka puasa bersama orang-orang tersayang.

Beragam menu baru dan juga paket menarik selalu berusaha kami tawarkan untuk tamu-tamu kami, seperti hal nya di bulan April ini untuk menyambut bulan suci Ramadan ini kami menghadirkan paket buka puasa Nikmatnya Berbuka dengan menyajikan berbagai macam variasi menu makanan yang beragam dan sangat cocok untuk berbuka puasa bersama orang-orang terkasih,” katanya.

Promo berbuka Favehotel Malang. (Istimewa)

Melalui promo menarik diatas Favehotel Malang berharap dapat menarik lebih banyak tamu di bulan suci Ramadan ini dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Sebagai informasi, Favehotels merupakan prmimpin dalam akomodasi budget (acara kecil).

Favehotels adalah portofolio merek terbesar dari Archipelago International, dengan lebih dari 60 hotel yang beroperasi untuk menyambut tamu di Langkawi – Malaysia hingga ke Papua.

Favehotels menawarkan nilai luar biasa bagi semua orang yang menginginkan hotel yang sederhana, bersih, dan nyaman di lokasi terkemuka dengan standar kualitas tinggi dan layanan terbaik. Itulah sebabnya Favehotel terus berkembang dan tetap menjadi favorit semua orang.(der)

Berbuka Puasa dengan Menu IKN di Whiz Hotel Jatim

Menu berbuka puasa IKN di Whiz Hotel Jatim. (istimewa)

MALANGVOICE – Whiz Hotel Jatim menawarkan menu berbuka puasa mulai Ahad (3/4) yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1443 Hijriah.

Hotel di bawah naungan Intiwhiz Hospitality International ini menawarkan beragam olahan kuliner nusantara.

Berkonsep outdoor, Kuliner dipadu dengan hijau nyaman suasana alam terbuka. IKN (Indahnya Kuliner Nusantara) hadir di semua hotel Whiz Jawa Timur. Antara lain Grand Whiz Hotel Trawas, Grand Whiz Hotel Bromo, Whiz Hotel & Residence Darmo Surabaya, dan Whiz Prime Basuki Rahmat Malang.

Sales & Marketing Whiz Hotel jatim, Ernasari, mengatakan, Jaringan Hotel Whiz Jatim ingin mengangkat kuliner nusantara, karena kuliner memang sudah menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Nusantara.

Menu berbuka puasa IKN di Whiz Hotel Jatim. (istimewa)

“Tiap daerah di Indonesia memiliki khazanah kuliner dearahnya masing-masing. Mulai dari Beragam olahan daging, Unggas, sayur, dan seafood”, ungkapnya Jumat (01/04).

Lebih lanjut, Erna juga menyebutkan bahwa IKN menjadi tema ramadhan hotelnya tahun ini, selain untuk memgenalkan ragam kuliner nusantara yang kaya, hal ini juga bertujuan untuk membangun semangat nasionalisme para pelaku pariwisata dan khususnya hotel, untuk terus berkreasi dan mengexplore ragam kuliner nusantara.

“Hanya mulai harga 80 ribuan sudah bisa menikmati indahnya berbuka puasa dengan ragam kuliner Nusantara bersama keluarga,dan sahabat tercinta di seluruh jaringan hotel Whiz jatim”, tambahnya.(der)

RM Ocean Garden Buka Cabang dengan Nuansa Alam di Tengah Kebun Jeruk

MALANGVOICE – Setelah sukses membuka cabang di beberapa tempat, Rumah Makan (RM) Ocean Garden (OG) kembali membuka cabang dengan konsep yang lebih alami.

Berlokasi di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir, RM OG ini memiliki konsep yang sedikit berbeda dari cabang-cabang di Kota Malang, Kota Batu maupun di Kabupaten Malang.

Untuk cabang yang ada di Desa Sitirejo ini, didirikan di tengah lahan perkebunan jeruk, yang diberi nama OG Joglo.

Suasana soft launching Ocean Garden Joglo. (Mvoice/Toski D).

Owner RM OG, Makhrus Sholeh mengatakan, RM OG memang sengaja didirikan di tengah lahan perkebunan jeruk agar pengunjung bisa merasakan nuansa yang lebih asri.

“Dengan posisi yang dikelilingi pohon jeruk, itu menambah nuansa alam, dan benar-benar bisa dirasakan,” ucap Makhrus saat ditemui di acara soft launching Ocean Garden Joglo, Jumat (1/4).

Makhrus berharap dengan konsep joglo, dan bernuansa zaman dulu, Ocean Garden Joglo ini diharapkan bisa menjadi jujugan dan membuat betah pelanggan.

“Kalau menu memang hampir sama, cuma suasana dan konsepnya lebih alami karena memang sekarang orang cenderung suka ke tempat-tempat yang lebih terbuka. Dengan joglo yang konsep zaman dulu, kalau di desa-desa dengan suasana kebun, jadi udara lebih asri,” jelasnya.

Bukan hanya pohon jeruk saja, lanjut Makhrus, di lahan tersebut juga ada pohon durian, yang diharapkan dapat menggaet para penggemar durian, bahkan kedepannya akan ada juga area petik jeruk dan durian bagi para pelanggan.

“Iya, mendatang ada program petik durian, atau petik jeruk sehingga pulang dari sini (Ocean Garden Joglo), sambil kuliner pulang bawa jeruk atau durian. Cuma duriannya memang belum besar,” terangnya.

Selain menu olahan khas RM Ocean Garden, tambah Makhrus, di OG Joglo juga disediakan beberapa menu baru khas tradisional, seperti rawon, bothok, pepes dan beberapa menu lainnya.

“Menu hampir sama, cuma ada tambahan. Kami memilih Desa Sitirejo sebagai tempat dibukanya cabang baru RM Ocean Garden, karena disini itu meskipun wilayahnya masuk Kabupaten Malang tapi rasa Kota Malang, dan jaraknya ke Kota Malang hanya 10 menit ke daerah Sukun. Jadi masyarakat sub urban yang akan mencari menu terjangkau dan memuaskan biar tida jauh-jauh,” pungkasnya.(end)

Chef Olivia Sajikan Masakan di Batu Street Food & Culinary Festival 2021

Chef Olivia memamerkan masakannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Batu Street Food & Culinary Festival 2021 mulai digelar Dinas Pariwisata Kota Batu.

Event ini digelar hingga Rabu besok (8/12), di halaman Balai Kota Among Tani.

Event ini juga dimeriahkan Chef Olivia jebolan Masterchef Indonesia Season 8. Ia meracik masakan dari sayur mayur yang tumbuh di Kota Batu. Seperti kentang, wortel yang diolah menjadi carrot mash potato, chicken crispy, dan sebagainya.

Kedatangan Olivia ini juga menjadi daya tarik tersendiri, terlebih para penggemarnya.

Chef Olivia memasak di Food Festival Kota Batu. (Istimewa)

Ada juga deretan stan yang didesain ala tempo dulu berdiri menghiasi pusat pemerintahan Kota Batu itu. Aroma kuliner pun menyeruak menggoda para pengunjung untuk mencicipinya.

Berbagai varian menu khas Nusantara ada di festival itu. Antara lain soto, ketan, rawon, rujak, bakso bakar, dan masih banyak kuliner yang menarik untuk dicicipi dengan cita rasa bintang lima harga kaki lima. Harga yang disuguhkan mulai dari Rp 5 ribu sampai yang termahal Rp 25 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan PHRI Kota Batu. Makanan yang dijajakan pun berkualiatas hotel namun harganya setara dengan kaki lima.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi Food Festival Kota Batu. (Istimewa)

Ia menambahkan, agenda yang digelar ini masuk dalam kalender event pariwisata Kemenparekraf. Menurutnya, sub sektor kuliner sebagai ekonomi kreatif berkorelasi erat dengan industri pariwisata. Ia berharap dari ajang ini bisa menggenjot sirkulasi transaksi hingga ratusan juta.

“Sehingga kami berupaya untuk meningkatkan kualitas yang terbaik demi meningkatkan perekonomian. Sekaligus untuk mempromosikan hotel dan restoran di Kota Batu kepada wisatawan. Apalagi yang ditawarkan cita rasa bintang lima harga kaki lima,” lanjut dia.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyampaikan harapannya. Ia optimistis perhelatan ini sebagai medium memperkenalkan kuliner yang ada di Kota Batu. Apalagi event ini tentunya ditunggu-tunggu pecinta kuliner yang ingin berburu makanan kualitas hotel namun harganya relatif ekonomis.

“Semoga ini menjadi even yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Juga membawa keberkahan bagi warga Kota Batu,” kata Dewanti yang membuka event ini secara virtual karena menjalani karantina mandiri usai lawatannya ke Mesir.

Selain itu juga ada cooking competition, live dj performance, juggling & mixology performance, acoustic/band, zumba dance.(der)

Kane Lop! Disparta Kota Batu Kembali Hadirkan Batu Street Food Festival 2021

Batu Street Food Festival 2021.

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata Kota Batu kembali menggelar Batu Street Food Festival 2021. Event ini akan digelar mulai 7-8 Desember di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Pada tahun 2020 lalu, event ini sempat ditiadakan seiring tingginya kasus penularan Covid-19. Sehingga diberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat yang diikuti pula pelarangan pelaksanaan event yang memicu kerumunan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kuliner merupakan bagian dari sub sektor ekonomi kreatif. Sehingga inheren dengan sektor industri pariwisata karena akan menjadi pemikat belanja wisatawan dan memberi nilai tambah kawasan itu.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, Batu Street Food Festival 2021 ini bekerjasama dengan PHRI Kota Batu. Makanan yang disajikan kepada pengunjung berkualitas hotel namun harganya ekonomis.

“Harga PKL tapi kualitas masakannya setara hotel. Dalam strategi pemasarannya kami membantu melalui sistem pemasaran online. Sehingga tidak berkerumun,” ujar dia.

Acara yang bakal dihelat di halaman parkir Balai Kota Among Tani tersebut bakal semakin meriah. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bakal mendatangkan guest star yaitu Chef Olivia Tommy peserta Master Chef Indonesia sesion 8.

Nanti pengunjung cukup merogoh kocek Rp 5 – 25 ribu dan bisa memilih aneka makanan maupun minuman. Khususnya Tempo Doeloe, sesuai tema yang diselenggarakan. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa membuat vlog saat mendatangi acara, karena panitia juga menggelar lomba vlog dengan hadiah jutaan rupiah.

“Selain kuliner pengunjung juga bisa menyaksikan cooking competition, live DJ performance, juggling and mixology performance, acoustic/band, zumba dance, dan live fruit carving. Jadi rugi sekali bila tidak datang ke Kota Batu,” lanjut Arief.(der/adv)

Sate Layah, Destinasi Sate Ayam Legit di Gang Sempit

Sate Layah by Ovan Tumpang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Penggemar kuliner sate wajib mencicipi Sate Layah yang berada di di Jalan Anggrek no 148 Malangsuko, Tumpang, Kabupaten Malang.

Usaha sate ayam yang sudah berdiri sejak akhir 2018 ini berada di dalam kampung dengan akses jalan yang tidak begitu lebar. Lokasinya nyaris tak terlihat dari jalan besar. Bahkan berada di tengah himpitan tembok SMAN 1 Tumpang yang membatasi jalan kampung.

Kendati berada di dalam gang, Sate Layah ternyata tidak main-main dengan cita rasa. Daging ayam yang disajikan tidak hanya empuk, melainkan juga sudah gurih terasa aroma rempah meski belum dicampur dengan saus kacang.

“Sebelum dibakar memang sudah dilakukan proses marinasi dengan rempah-rempah alami. Demikian juga dengan saat proses bakar, ada dua macam bumbu yakni dicelup dan diolesi, tentunya semuanya dengan komposisi yang berbeda,” ungkap Ovan Setiawan, pemilik Sate Layah kepada Mvoice, Jumat (29/10).

Sate Layah by Ovan Tumpang. (Istimewa)

“Ketika pembeli sudah paham prosesnya, kadang mereka memilih untuk memakan satenya tanpa saus kacang dulu. Merasakan rasa originalnya dulu kalau kata mereka, baru kemudian mencampurnya dengan saus kacang,” imbuh Ovan.

Hal berbeda lainnya adalah tekstur dari saus kacangnya. Sate Layah selama ini juga dikenal sebagai warung sate yang cukup royal dalam memberikan saus kacang. Bahkan saus kacang sate ayam di Sate Layah cenderung kental.

“Secara takaran memang sedikit ada pembeda, kita sengaja saus kacang dibuat sedikit kental tujuannya agar lebih khas ketika dinikmati,” urainya.

Dalam menjalankan usahanya ini Ovan dibantu dua rekannya yang bertugas di bagian operasional warung. Di masa pandemi ini, Sate Layah banyak mengoptimalkan pengiriman. Selain memiliki tim distribusi pengiriman sendiri, Sate Layah juga memanfaatkan layanan pesan antar milik jasa transportasi online.

Lantas kenapa dinamakan Sate Layah? Padahal ketika Malang oice datang ke Sate Layah tidak mendapati layah satupun. Ovan membocorkan bahwa Layah adalah Laris sak wayah-wayah. “Artinya adalah laris sak wayah-wayah. Nama adalah doa, semoga laris sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Secara tampilan, Sate Layah memang lebih condong ke arah sate ayam khas Ponorogo. Yakni dengan irisan sate yang memiliki bentuk memanjang.

“Sate Layah banyak dipengaruhi sate Ponorogo. Karena ada paman di Trenggalek yang juga jualan sate ayam tentunya khas Ponorogo,” ujar Ovan yang berdarah Tulungagung-Trenggalek ini.

Hidupkan Kampung Jadi Produktif
Secara tampilan, kedai Sate Layah memang sangat sederhana. Menempati teras di samping rumah tidak sampai 1,5 x 3 meter. Itu hanya cukup untuk operasional, jika ingin makan di tempat disediakan lokasi sederhana yang cukup untuk dua meja.

Namun kebanyakan pengunjung yang makan di tempat lebih memilih untuk mengambil kursi dan makan sate di lorong gang. Sehingga tidak salah jika ini merupakan destinasi wisata kuliner yang berada di tengah kampung.

“Sengaja memang kita coba untuk mengeksplorasi kawasan yang disebut orang dalam tanda kutip tidak produktif, tapi di satu sisi ternyata kawasan ini justru menjadi pembeda ketika kita menghadirkan destinasi kuliner didaerah sini,” ungkap Ovan.

“Banyak yang bilang nongkrong di dalam gang ini tidak bising. Cocok untuk santai meski dengan tempat yang sederhana. Tentunya dengan menikmati sate,” sambung Ovan lantas tertawa.

Usaha Sate Layah ini cepat dikenal luas sebagai destinasi kuliner sate ayam di wilayah Malang Timur. Hal ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan secara masif di sosial media.

“Untuk promosi jujur memang paling banyak menguras tenaga, pertama itu adalah yang ideal kedua kami bercita-cita agar daerah ini menjadi destinasi wisata kuliner untuk meningkatkan perekonomian warga di sekitar,” pungkas Ovan.(der)

Bangkitkan Gairah Kuliner saat Pandemi, Pasta Indonesia Hadir di Malang

Produk Pasta Indonesia yang telah dikemas dan siap disajikan, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Berseiring dengan menurunnya kasus Covid-19, para pelaku usaha sektor kuliner mulai kembali berlomba-lomba membuat inovasi sajian masakan baru, salah satunya Pasta Indonesia.

Pasta Indonesia merupakan franchise baru yang ada di Malang Raya. Mereka menyajikan kombinasi antara masakan luar negeri dan Indonesia yang akan membuat konsumen semakin penasaran.

“Meski di sektor kuliner tengah mengalami penurunan saat pandemi, akan kita angkat dengan bentuk Pasta Indonesia, yang mana merupakan makanan kombinasi antara makanan luar negeri dan makanan khas Indonesia,” ujar Investor Pasta Indonesia, Indra Setiyadi, Ahad (24/10).

Pasta Indonesia menyajikan Pasta dan Prata yang kemudian ditambah dengan varian makanan seperti rendang sapi, rendang ayam, sambal ayam suwir serta sambal goreng tongkol.

Indra Setiyadi (Kanan) bersama dengan Konseptor Pasta Indonesia, Ferry B Tjahyono (masker kuning), (Bagus/Mvoice).

Indra mengatakan, Pasta Indonesia yang memiliki tujuh gerai di wilayah Malang Raya hadir dengan mengutamakan penggunaan sistem Take Away. Sehingga untuk kemasan pun telah dibentuk sedemikian rupa agar lebih praktis untuk dibawa dan dimakan di manapun.

Baca Juga: Take Away, Aplikasi Digital Layanan Order Dikenalkan di Malang

“Memang di masa Pandemi ini, banyak resto, depot yang hanya menerima pesanan dengan sistem Take Away. Maka dari itu, kebiasaan itu tidak akan hilang, maka dari itu kita coba juga menggunakan sistem Take Away,” ucap dia.

Senada dengan hal itu, Konseptor Pasta Indonesia, Ferry B Tjahyono menyampaikan, untuk sistem take away sendiri, digunakan karena berada pada masa pandemi Covid-19.

“Karena dengan take away ordernya bisa dari rumah, makanya dimana saja. Apalagi kemasan yang praktis dibawa dan praktis disimpan,” ucap dia.

Selain itu, Pasta Indonesia juga memberikan peluang kepada siapapun yang ingin bergabung dalam bisnis franchise tersebut.

“Siapapun yang bergabung dengan franchise Pasta Indonesia ini bisa menjadi owner langsung. Karena dia bisa berjualan dan seluruh Komisi dan Royalti jadi milik agen yang bersangkutan,” jelasnya.

Ferry berharap melalui peluang yang tersedia di Pasta Indonesia itu, bisa membantu masyarakat yang ingin berbisnis dimasa pandemi Covid-19 kali ini.

“Karena ini model bisnis baru yang temen-temen bingung mau bisnis apa ya ini menjadi solusi karena praktis dan sudah dikemas secara konsep,” tandasnya.(der)

Mahasiswa Polinema Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Teh, Bantu Tangkal Covid-19

Orentea, produk mahasiswa Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil membuat inovasi mengolah limbah kulit jeruk peras menjadi produk bermanfaat. Produk itu diberi nama Orentea.

Berawal dari banyaknya limbah kulit jeruk dari para pedagang es yang berjualan di kawasan Pasar Besar Kota Malang dan Alun-Alun Kota Batu, mahasiswa itu melakukan riset dan mengolah limbah dengan baik.

Dibimbing Dra. Anik Kusmintarti, M.M., lima mahasiswa yang terdiri dari Prasasti Valentina Gustama (D-III Teknik Kimia), Rizki Bagus Maulana (D-III Teknik Kimia), Nanda Ristina Putri (D-III Teknik Kimia), Fadilah Aurelia Arifin (D-IV Akuntansi Manajemen), dan Alvindha Wahyu (D-III Teknik Telekomunikasi) melakukan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan.

Tim Orentea. (Istimewa)

Prasasti Valentina Gustama, mengatakan, timnya melakukan studi literatur dan menemukan hasil riset dari UI dan IPB yang menyatakan kandungan senyawa hesperidin, yaitu flavonoid pada kulit jeruk ternyata mampu meningkatkan imunitas dan menangkal pertumbuhan betacoronavirus termasuk Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Selain itu, banyak senyawa lain pada kulit jeruk yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti polifenol, bioflavonoid, dan juga vitamin C yang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan buahnya. Hal ini mendorong kami untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk menjadi produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mengatasi permasalahan lingkungan,” ungkap Ketua Tim, Prasasti Valentina Gustama.

“Untuk menjaga kandungan nutrisinya, kami menggunakan alat food dehydrator. Kami juga menambahkan daun mint lokal kering untuk menambah cita rasa dan memperkaya manfaat serta memunculkan efek relaksasi,” kata mahasiswa yang akrab dipanggil Valent ini.

Orentea sangat bermanfaat di masa pandemi karena dapat meningkatkan imunitas tubuh dan meredakan stress.

Anik Kusmintarti, mengatakan kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa, meliputi keterampilan kewirausahaan, keterampilan teknikal, dan keterampilan manajemen dengan merealisasikan ide menjadi bisnis riil.

Selain produksi, tim ini juga fokus pada pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Saat ini orentea dalam tahap survey izin PIRT Dinas Kesehatan, halal MUI, dan hak merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Orentea dijual dengan harga 20 ribu rupiah per kotak. Pada bulan Juli penjualan orentea sudah lebih dari 400 kemasan untuk wilayah Jawa Timur, Kalimantan Nusa Tenggara, Sumatera dan sudah dikirim keluar negeri,” tutup Valent.(der)