04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

Usaha Camilan di Kota Batu Makin ‘Renyah’ di Momen Lebaran

Masyarakat membanjiri toko kue untuk berburu aneka macam camilan untuk suguhan saat hari lebaran. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Bisnis kue kering dan aneka camilan makin ‘renyah’ saat memasuki momen lebaran. Maklum saja, mayoritas masyarakat selalu berburu suguhan untuk merayakan hari kemenangan bersama sanak saudara.

Hiruk pikuk pembeli terlihat di Toko Kharisma, salah satu grosir kue kering di Kota Batu. Toko yang sudah ada sejak 2006 lalu, selalu dibanjiri pembeli, terutama saat mendekati lebaran.

Pengelola Toko Kharisma, Yuyun, mengaku penjualannya naik 180 persen dibandingkan hari-hari biasa. Menurutnya kenaikan harga kue lebaran imbas kebijakan PPN 11 persen, tak menyurutkan minat masyarakat berburu kue lebaran.

“Penjualannya mulai dirasa naik sejak H-10 lebaran. Terus tambah ramai ketika mendekati lebaran,” ujar perempuan asal Sumatera itu.

Berkaca pada tahun-tahun sebelum wabah melanda, biasanya pembelian terus meningkat hingga H+7 lebaran. Namun situasi berbeda dirasakan pada lebaran 2020 dan 2021 lalu. Bisnis kue pada momen lebaran di tahun tersebut mengalami kelesuan.

“Sekarang meningkat drastis dibandingkan dua kali lebaran tahun lalu. Permintaan parsel juga meningkat,” ucap Yuyun.

Pembelinya, rata-rata juga adalah warga Kota Batu sendiri. Masyarakat lebih memilih membeli kue lebaran karena lebih praktis tanpa perlu repot-repot mengolah bahan.

Mereka ramai-ramai membeli beragam makanan camilan untuk disajikan di meja tamu menyambut tamu-tamu yang datang. Seperti diakui Sania Sayyida saat berbelanja berburu kue lebaran bersama ibunya.

Perempuan 22 tahun itu antusias menyambut lebaran tahun ini karena sudah tidak ada lagi pembatasan mobilitas. Sejumlah saudara, teman dan ponakannya rencana akan berkunjung pada lebaran nanti.

“Senang sekali Idul Fitri tahun ini karena sudah bisa bersilaturahmi. Ini mumpung ada waktu luang, saya ngajak ibu belanja kue-kue buat di rumah nanti,” ungkapnya.(der)

3 Makanan Murah di Kota Malang yang Jarang Diketahui Pelancong

Sego Penjara yang siap disantap, (MG2).

MALANGVOICE – Kota Malang selain terkenal tempat wisatanya, kota tempat kelahiran klub sepakbola Arema ini juga dikenal sebagai surganya kuliner.

Beragam sajian makanan dengan rasa yang lezat dan harga terjangkau membuat wisatawan atau pelancong yang datang ke Kota Malang ketagihan.

Namun, tak sedikit juga ada beberapa makanan dengan harga terjangkau banyak diketahui warga Kota Malang tapi asing ditelinga para pelancong.

Berikut 3 bocoran tempat makan murah yang bisa ditemukan di Kota Malang tapi jarang diketahui warga luar kota atau pelancong.

1. Sego Penjara (Cukam)

Sego Penjara atau yang juga dikenal dengan warung Mami Cukam ini berada di Jalan Puntodewo 1A, Polrehan, Kota Malang.

Sego Penjara adalah kuliner nasi campur sederhana. Berisikan nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang, sambal dan kuah kari. Dengan komponen itu nasi campur penjara dibandrol dengan harga Rp3 ribu.

Selain nasi campur, disediakan juga beragam lauk dari jerohan sapi mulai dari, babat, usus, paru, rempelo ati hingga kikil. Ada juga lauk lain seperti, ayam goreng, ikan tongkol, krengsengan, bandeng dan telor.

Warung Mami Cukam yang buka pukul 17.30 sampai 04.00 pagi, selalu ramai didatangi pembeli karena kelezatan dan harganya yang murah.

2. Sego Goreng Resek

Sego Goreng Resek bisa ada temukan di Jalan Brigjen Katamso, Kota Malang pada pukul 17.30 hingga 22.00 malam.

Sesuai dengan namanya, kuliner yang satu ini menyediakan nasi goreng seperti pada umumnya. Tapi yang menjadi daya tarik adalah banyaknya pilihan lauk dan metode memasaknya masih menggunakan arang.

Untuk rasa yang dimiliki tidak perlu dipertanyakan lagi. Tentunya didukung dengan harga yang bersahabat dengan kantong akan membuat anda bahagia.

Sego goreng Resek biasa dibandrol seharga Rp10 ribu dan harganya akan meningkat sesuai lauk yang anda pilih.

3. Orem-orem Abah Syahri

Warung orem-orem Abah Syahri di pinggir Jalan Gatot Subroto, Kota Malang, ini juga patut dicoba warga Kota Malang atau Pelancong yang berkunjung ke Kota Bunga ini.

Cukup dengan merogoh kocek Rp8 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati sedapnya orem-orem. Disana juga disediakan beragam lauk, seperti ayam pedas, perkedel, ceker pedas, dan tempe mendol.

Warung orem-orem Abah Syahri ini buka mulai Jam 09.00 sampai 15.30 sore.(der)

5 Tempat Kuliner Rekomended saat Libur Lebaran ke Kota Batu

Hill House Kota Batu menawarkan sensasi ala Seminyak Bali. (istimewa/Malangvoice)

MALANGVOICE – Hawa sejuk menjadi salah satu alasan wisatawan memilih menghabiskan waktu berlibur di Kota Batu, tak terkecuali saat libur lebaran.

Dinginnya udara Kota Batu pastinya juga bikin selera makan makin menggebu. Berikut 5 tempat kuliner yang rekomended.

Kelima tempat ini di antara banyaknya destinasi wisata yang begitu mudah ditemui di Kota Batu dan tidak menguras kantong tentunya.

Kelima tempat kuliner yang bisa jadi rekomendasi saat momen libur lebaran di Kota Batu, antara lain:

1. Warung Sidik
Warung Sidik terletak di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Temas, Kota Batu. Warung legendaris dengan menu Jawa Timuran ini tak pernah sepi pengunjung terutama saat jam makan siang.

Nasi rawon menjadi menu favorit yang selalu diburu para pengunjung lantaran rasanya yang gurih ditambah pula tekstur dagingnya yang lembut nan legit.

Selain rawon, menu lainnya yang disediakan di sini antara lain soto ayam, sop buntut, soto kikil, nasi campur, krengsengan, lodeh dan banyak lagi.

Harga menu makanan yang disajikan relatif ramah di kantong berkisar Rp25 ribu-Rp35 ribu. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-18.30 WIB.

2. Lesehan Warung Bamboe Sidomulyo
Suasana tenang dan asri terasa saat menginjak kaki di Lesehan Warung Bamboe Sidomulyo. Gemericik air dan kolam dipenuhi ikan koi menjadi wahana pelepas kejenuhan.

Pengunjung bisa bermain dan memberi makan ikan-ikan koi sembari menunggu pesanan tiba. Warung ini segmentasinya memang untuk rombongan wisatawan keluarga.

Lokasinya berada di Jalan Raya Selecta, Desa Sidomulyo, Kota Batu. Tempatnya cukup luas untuk bersantap menikmati hidangan. Tak sulit menemukan warung ini karena berada di jalur menuju Taman Rekreasi Selecta.

Beragam varian menu yang disajikan mayoritas olahan ikan, mulai gurami, nila, lele patin, dorang, kakap, kerapu.

Adapun menu andalannya gurami bakar dan cah kangkung serta minuman favorit jus sirsak pelangi.

3. Sitangsu Cafe Hotel Purnama
Lokasinya berdekatan dengan Lesehan Warung Bamboe Sidomulyo. Sitangsu Cafe salah satu bisnis kuliner yang dikembangkan Hotel Purnama.

Meski hidangannya setara hotel berbintang, harga yang dipatok sejajar dengan kaki lima sehingga tak perlu ragu datang ke sini.

Bagi pemburu menu Nusantara, Sitangsu Cafe dapat dipilih sebagai tempat yang cocok. Menu favoritnya ayam betutu.

Selain itu terdapat menu lainnya seperti ayam taliwang, nasi jinggo hingga sate lilit dengan harga berkisar Rp15 ribu-Rp35 ribu.

Tempatnya pun cukup asri dengan memanfaatkan area taman yang berada di depan hotel. Konsep outdoor dipilih untuk memanjakan pengunjung dengan panorama alam yang indah khas Kota Batu.

4. Pos Ketan Legenda
Kuliner olahan ketan ini sudah ada sejak tahun 1967. Lokasinya berada di dekat Alun-alun Kota Batu. Kedainya terbilang kecil, namun banyak pelancong yang rela antre untuk menikmati hidangan ketan yang legit.

Pos Ketan Legenda memiliki cukup banyak olahan ketan. Ada ketan bubuk orisinal, ketan cokelat, hingga ketan dengan durian yang rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat rasanya, menyantap ketan dengan ditemani suguhan susu segar hangat.

Jam operasionalnya cukup panjang mulai pukul 10.00-02.00. Harga per porsi ketan bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp 15 ribu menyesuaikan toping yang dipesan.

5. Hill House
Restoran yang satu ini mengawinkan konsep eatery view. Memberikan pengalaman menikmati kuliner dengan menawarkan pemandangan alam yang elok.

Mengusung konsep alam yang kental, Hill House Batu memiliki model bangunan yang sangat alami seperti Seminyak di Bali namun bernuansa pegunungan.

Pengunjung dimanjakan dengan landscape pemandangan alam yang eksotis sembari menyantap berbagai pilihan menu-menu kuliner yang disuguhkan.

Bangunan restoran didesain dengan menonjolkan aksen alam yang memadukan tone warna-warna natural dan material alami. Selaras dan menyatu dengan suasana alam yang mengelilingi bangunan Hill House.

Hill House menyuguhkan cita rasa Nusantara yang kaya rempah antara lain nasi iga bakar balado, nasi goreng lombok ijo, nasi goreng kampung, nasi goreng bebek.(end)

Kudapan Ladu, Simbol Perekat Persaudaran Kala Hari Raya

Kudapan ladu begitu mudah ditemui di Desa Gunungsari saat lebaran tiba. Olahan berbahan beras ketan ini memiliki tekstur renyah dengan rasanya yang manis. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kudapan ladu melekat kental bagi masyarakat Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Suguhan yang dibuat dari beras ketan ini kerap menghiasi meja-meja ruang tamu saat lebaran tiba.

Sepintas tampilan ladu menyerupai kerupuk amplang yang menggelembung. Teksturnya renyah hanya saja ladu memiliki rasa manis. Maklum saja adonan ketan dicampur gula lalu diuleni hingga kalis.

Warga Desa Gunungsari, Ratih Rohali menuturkan, dulunya hampir sebagian besar masyarakat di lingkungannya memproduksi ladu. Pembuatannya diajarkan sejak turun temurun dan identik sebagai suguhan bersama keluarga saat hari raya.

“Jajanan ini sudah ada sejak dulu. Sudah semacam tradisi, kalau lebaran selalu ada suguhan ladu di tiap-tiap rumah,” tutur perempuan 36 tahun itu.

Makin lama, pembuat ladu di Desa Gunungsari kian jarang ditemui. Lamanya proses pembuatan yang serba manual menjadi alasan yang menyurutkan minat generasi saat ini.

Meski begitu, Ratih bersama suaminya tetap bertahan melestarikan pembuatan jajanan yang diturunkan turun temurun. Keterampilannya membuat ladu diperoleh dari generasi pendahulu. Olahan ladu tersebut menjadi sumber pendapatan keluarganya.

Sehari-hari, sambung Ratih, bisa memproduksi ladu hingga 50 kilogram atau 200 bungkus ladu jika pesanan ramai. Produk ladu bikinannya kebanyakan menyebar di seputaran Malang Raya, Sidoarjo hingga Jombang.

Ketika membuat ladu, Ratih dan suaminya dibantu enam orang tetangganya. Proses yang panjang inilah, butuh tenaga ekstra dalam pembuatan ladu. Paling tidak butuh waktu empat hari membuat ladu hingga siap dihidangkan.

“Bahannya harus beras ketan terbaik agar adonannya lentur. Asal jangan sampai putus, karena nggak bakal mengembang pas matang,” tutur Ratih.

Prosesnya, beras ketan direndam dalam air selama sehari semalam. Setelah itu, dikeringkan dan digiling hingga menjadi tepung. Tahap berikutnya, tepung ditanak hingga matang dan ditumbuk di lumpang sampai halus. Sekaligus dicampur gula yang juga dimasak. Adonan itu kemudian tinggal dipipihkan, dipotong berukuran kecil lalu dijemur sampai kering selama sehari.

“Kalau sudah dijemur, harus didiamkan dulu. Setelah itu bisa masukkan dalam oven. Bisa disimpan tahan enam bulan sejak dibuat. Asal disimpan di wadah kedap udara agar tetap renyah,” ujar dia.

Konon, penamaan ladu berasal dari akronim langgeng seduluran. Langgeng seduluran berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna langgeng (awet) jalinan persaudaraan. Simbol itu tercermin dari proses pembuatan yang dikerjakan gotong royong. Serta suguhan itu disajikan saat momen menyambung silaturahmi pada momen lebaran.(der)

Manisnya Bisnis Es Tebu di Bulan Ramadan

Es tebu. (Istockphoto.com)

*Oleh: Naim, M. Pd

Apakah kalian pernah minum air tebu? es tebu? atau makanan dan minuman yang berbahan dasar tebu lainya? ya, saya yakin kalian pernah mencobanya baik itu yang dihidangkan oleh pedagang kaki lima di tepi sawah yang menyejukkan mata, kafe bernuansa klasik, restoran, atau bahkan hotel berbintang sekalipun, minuman yang berbahan dasar tebu ini terasa sangat menggiurkan dan menyegarkan saat kita minum, terlebih kita konsumsi pada saat berbuka puasa, heeemmmmm rasanya sangat luar biasa nikmatnya, terasa membuat tubuh ini kembali bertenaga, segar dan siap melakukan aktivitas yang lain setelah melaksanakan ibadah puasa.

Minuman berbahan dasar tebu ini sangat mudah kita temui baik di kota-kota besar maupun kecil, sebut saja kota Malang, Surabaya, Pontianak, Kuburaya, Jogjakarta atau bahkan Jakarta, pengalaman pribadi, setiap datang ke suatu kota, maka saya lebih senang membeli minuman es tebu yang dijual oleh pedagang kaki lima, alasanya selain karena harganya yang ramah di kantong, juga dapat membantu perputaran perekonomian mereka (pedagang kaki lima) dengan cara membelinya, juga merekomendasikan kepada teman-teman yang kebetulan lewat di wilayah tersebut untuk melakukan hal serupa.

Mengenai harga minuman dengan bahan dasar tebu ini juga sangat bervariatif (tergantung wilayahnya), ada yang menjual dengan harga Rp. 2.000, 5.000, 6.000 bahkan ada juga yang dijual dengan harga 20.000 setiap gelasnya. Untuk bahan baku minuman tebu saat ini juga tidak terlalu sulit, selain karena tebu itu mudah tumbuh subur juga sudah banyak masyarakat yang membudidayakannya, misalnya di wilayah Kabupaten Malang, harga tebu berada di kisaran sebesar Rp. 1.500/kg nya, biasanya para pedagang minuman berbahan tebu ini minimal membeli 1 kwital/100 kg tebu untuk berjualan selama 1 minggu. Jika dihitung secara rinci maka 1 kwintal/100 kg tebu bisa menghasilkan 268 gelas air tebu murni, 268 gelas jika dikalikan dengan harga jual rata-rata Rp. 5.000/gelas maka akan memperoleh omzet sebesar Rp. 1.340.000 setiap minggunya dan jika dikali 4 minggu (1 bulan) maka pedagang tersebut mampu memperoleh omzet sebesar Rp. 5.360.000, Omzet yang cukup manis bukan?

Selain prospek bisnis yang manis, ternyata minuman berbahan tebu ini juga banyak mengandung kelebihan-kelebihan bagi tubuh kita, dan kelebihan ini yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang, sehingga masih banyak masyarakat menganggap minuman berbahan tebu ini sebagai minuman biasa dan hanya dikonsumsi di saat waktu tertentu saja. Untuk mengetahui apasaja kelebihan-kelebihan dari minuman berbahan tebu tersebut maka penulis merinci sebagai berikut; (1) dapat mengontrol kadar gula darah, (2) detoks racun yang berada dalam tubuh, (3) membantu melawan kanker, (4) mengatasi bau mulut, (5) meningkatkan kekuatan tulang dan gigi, (6) mencegah kerusakan sel darah, (7) menurunkan berat badan, (8) meredakan demam, (9) melancarkan pencernaan, (10) menambah stamina, (11) meredakan sakit tenggorokan, (12) mengobati luka, (13) menjaga kesehatan ginjal, (14) menjaga kesehatan dan kecantikan rambut, (15) menjaga keseimbangan pH tubuh, (16) baik untuk ibu hamil, (17) mengelola stres dan atasi imsomnia, (18) menjaga stabilitas tekanan darah, (19) meningkatkan sistem kekebalan tubuh, (20) menjaga kesehatan liver atau hati, (21) mengobati jerawat, (22) dan yang paling penting adalah dapat mencegah penuaan dini dan awet muda.

Dengan pemaparan sekilas tentang manisnya prospek bisnis minuman berbahan tebu di atas, maka bisa dipastikan bisnis ini sangat menguntungkan, sangat cocok dengan prinsip orang ekonomi yaitu “mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan meraup laba sebesar-besarnya”. Untuk memperoleh laba yang besar tentu kita (sebagai pelaku usaha) harus melihat aspek-aspek bisnis yang harus kita pahami dan harus kita jalani secara ketat diantaranya yaitu;
Pertama, aspek manajemen, para pelaku (pedagang minuman tebu) harus memahami ilmu manajemen dasar seperti kesiapan SDM/skill yang dimiliki, sehingga denan skill yang dimiliki mampu membuat ramuan minuman yang pas sesuai dengan selera konsumen.

Kedua, aspek pasar. para pelaku (pedagang minuman tebu) harus mampu membaca situasi pasar, minuman tebu yang seperti apa yang mereka inginkan, jangan membuat produk yang sama (produk yang dijual oleh orang lain) agar produk kita dilirik dan diminati oleh konsumen.

Ketiga, layout/letak usaha (lokasi berjualan), layout/letak usaha tentu jangan sampai diremehkan, carilah lokasi yang memang strategis dan banyak dilalui oleh kebanyakan orang sehingga pelaku usaha tidak perlu repot-repot untuk keliling saat berjualan.

Keempat, aspek keuangan, aturlah perputaran keuangan dengan bijak, pisahkan antara uang usaha dengan uang pribadi, karena jika hal tersebut tidak di atur maka yakinlah modal usaha akan selalu jebol (uang usaha akan terpakai) yang tentusaja menyebabkan modal usaha habis dan usaha pun mangkrak.

Kelima, aspek lingkungan, untuk menghindari lingkungan usaha yan kumuh, maka siapkan kantong yang cukup untuk menampung limbah (sampah tebu pasca penggilingan), karena pembeli sangat menyukai tempat usaha yang bersih dan higienis, selain baik untuk mata memandang, aroma di sekitar usaha juga baik bagi produk yang dijualnya.

*Naim, M. Pd
Profesi: Dosen Pend. Ekonomi Unikama

Organisasi:
1) sekretaris IARMI DPKota Malang.
2) sekretaris YPKM Malang.
3) Relawan PMI kabupaten Malang

Asyiknya Sahur Gratis di Rawon Bidadari

Suasana di Warung Rawon Bidadari, Kediri. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Rumah Makan Rawon Bidadari di Jalan Erlangga, Desa Sukorejo, Ngasem, Kabupaten Kediri, menggelar gerakan sosial sahur gratis.

Sahur gratis tersebut dilakukan secara bertahap selama tujuh hari, dibuka mulai pukul 01.00 dini hari sampai pukul 03.00 atau menjelang imsak.

Pemilik Rumah Makan Rawon Bidadari Kediri, Muhammad Rofii Mukhlis mengungkapkan, gerakan sahur gratis Rawon Bidadari digelar rutin setiap momentum Ramadan. Tahun ini adalah kali ke-3 Rawon Bidadari mengadakan sahur gratis.

“Ini adalah bentuk rasa syukur, suka cita kami dalam memeringati bulan penuh berkah ini,” ungkapnya.

Tak seperti di tahun-tahun sebelumnya. Sahur Gratis kali ini terbilang unik. Rofii bersama istri Siti Lestari tak sekadar menyuguhkan hidangan rawon racikannya, namun juga mengedukasi peserta sahur agar terbiasa mandiri dan bertanggung jawab.

“Edukasi itu kami terapkan lewat gerakan cuci piring rame-rame, para peserta sahur diwajibkan mencuci piringnya masing-masing setelah menyantap rawon. Kami ajak mereka terapkan kemandirian dan empati bersama,” jelasnya.

Menurut Rofii, banyak masyarakat yang memanfaatkan sahur gratis di tempatnya.

“Jadwal sahur gratis ini digelar secara bertahap sesuai jadwal yang terpampang di lokasi rumah makan, dan Alhamdulillah pengunjung sangat antusias dan gembira. Porsi yang kami sediakan selalu ludes,” terangnya.

Lebih lanjut, Rofii menjelaskan, partisipasi pengunjung saat kegiatan terbilang membeludak di setiap harinya. Dalam kurun tiga jam saja, 250 porsi lebih ludes. Warga yang datang berasal dari banyak kalangan. Mulai dari mahasiswa, santri, pemulung, driver ojek online hingga warga sekitar.

“Mulai jam 1 dini hari mereka sudah antre,” jelasnya.

Rawon bidadari merupakan rumah makan viral yang menjadi tempat makan rekomendasi orang nomor satu di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Setia varian rawon memiliki nama yang kreatif. Nama-nama terinspirasi dari hirarki pemerintahan. Mulai dari Lurah, Camat, Bupati sampai Presiden.

“Menu yang paling banyak digandrungi saat ini adalah rawon iga dan rawon buntut,” tambahnya.

Kini Rawon Bidadari tak cuma menjual masakan rawon saja. Rofii mengembangkan menu nusantara baru. Yakni nasi besek, rujak cingur, martabak dan sate bumbu rujak.

“Kami kasih diskon 50 persen di setiap hari besar. Seperti HUT TNI, HUT Kabupaten atau organisasi keislaman,” tegasnya.

“Selain Gubernur Khofifah, beberapa tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat pernah mengicipi kelezatan rawon ini. Seperti Gus Muwafiq, Sekda Jatim, rombongan Komis A DPRD Jatim. Dan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas,” imbuhnya.(der)

Sajian Promo Spesial Ramadan, ‘Nikmatnya Berbuka’ di Favehotel Malang

Menu berbuka Favehotel Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Favehotel Malang menyajikan paket menu berbuka spesial selama bulan Ramadan 1443 Hijriah. Paket itu bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

Sebagai hotel favorit wisatawan saat liburan ke Malang dan Kota Batu, Favehotel menyajikan promo “Nikmatnya Berbuka” mulai April sampai Mei mendatang.

Promo Favehotel Malang. (istimewa)

Hotel Manager Favehotel Malang, Santy Puspandari, mengatakan, menu spesial itu bisa didapatkan hanya dengan Rp65 ribu nett/pax.

Benefit tambahan beli 5 gratis 1, “Lime Restaurant” siap menyajikan menu-menu lezat untuk berbuka puasa yang langsung diracik khusus oleh Chef Adhon untuk menemani dan menikmati hidangan berbuka puasa bersama orang-orang tersayang.

Beragam menu baru dan juga paket menarik selalu berusaha kami tawarkan untuk tamu-tamu kami, seperti hal nya di bulan April ini untuk menyambut bulan suci Ramadan ini kami menghadirkan paket buka puasa Nikmatnya Berbuka dengan menyajikan berbagai macam variasi menu makanan yang beragam dan sangat cocok untuk berbuka puasa bersama orang-orang terkasih,” katanya.

Promo berbuka Favehotel Malang. (Istimewa)

Melalui promo menarik diatas Favehotel Malang berharap dapat menarik lebih banyak tamu di bulan suci Ramadan ini dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Sebagai informasi, Favehotels merupakan prmimpin dalam akomodasi budget (acara kecil).

Favehotels adalah portofolio merek terbesar dari Archipelago International, dengan lebih dari 60 hotel yang beroperasi untuk menyambut tamu di Langkawi – Malaysia hingga ke Papua.

Favehotels menawarkan nilai luar biasa bagi semua orang yang menginginkan hotel yang sederhana, bersih, dan nyaman di lokasi terkemuka dengan standar kualitas tinggi dan layanan terbaik. Itulah sebabnya Favehotel terus berkembang dan tetap menjadi favorit semua orang.(der)

Berbuka Puasa dengan Menu IKN di Whiz Hotel Jatim

Menu berbuka puasa IKN di Whiz Hotel Jatim. (istimewa)

MALANGVOICE – Whiz Hotel Jatim menawarkan menu berbuka puasa mulai Ahad (3/4) yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1443 Hijriah.

Hotel di bawah naungan Intiwhiz Hospitality International ini menawarkan beragam olahan kuliner nusantara.

Berkonsep outdoor, Kuliner dipadu dengan hijau nyaman suasana alam terbuka. IKN (Indahnya Kuliner Nusantara) hadir di semua hotel Whiz Jawa Timur. Antara lain Grand Whiz Hotel Trawas, Grand Whiz Hotel Bromo, Whiz Hotel & Residence Darmo Surabaya, dan Whiz Prime Basuki Rahmat Malang.

Sales & Marketing Whiz Hotel jatim, Ernasari, mengatakan, Jaringan Hotel Whiz Jatim ingin mengangkat kuliner nusantara, karena kuliner memang sudah menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Nusantara.

Menu berbuka puasa IKN di Whiz Hotel Jatim. (istimewa)

“Tiap daerah di Indonesia memiliki khazanah kuliner dearahnya masing-masing. Mulai dari Beragam olahan daging, Unggas, sayur, dan seafood”, ungkapnya Jumat (01/04).

Lebih lanjut, Erna juga menyebutkan bahwa IKN menjadi tema ramadhan hotelnya tahun ini, selain untuk memgenalkan ragam kuliner nusantara yang kaya, hal ini juga bertujuan untuk membangun semangat nasionalisme para pelaku pariwisata dan khususnya hotel, untuk terus berkreasi dan mengexplore ragam kuliner nusantara.

“Hanya mulai harga 80 ribuan sudah bisa menikmati indahnya berbuka puasa dengan ragam kuliner Nusantara bersama keluarga,dan sahabat tercinta di seluruh jaringan hotel Whiz jatim”, tambahnya.(der)

RM Ocean Garden Buka Cabang dengan Nuansa Alam di Tengah Kebun Jeruk

MALANGVOICE – Setelah sukses membuka cabang di beberapa tempat, Rumah Makan (RM) Ocean Garden (OG) kembali membuka cabang dengan konsep yang lebih alami.

Berlokasi di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir, RM OG ini memiliki konsep yang sedikit berbeda dari cabang-cabang di Kota Malang, Kota Batu maupun di Kabupaten Malang.

Untuk cabang yang ada di Desa Sitirejo ini, didirikan di tengah lahan perkebunan jeruk, yang diberi nama OG Joglo.

Suasana soft launching Ocean Garden Joglo. (Mvoice/Toski D).

Owner RM OG, Makhrus Sholeh mengatakan, RM OG memang sengaja didirikan di tengah lahan perkebunan jeruk agar pengunjung bisa merasakan nuansa yang lebih asri.

“Dengan posisi yang dikelilingi pohon jeruk, itu menambah nuansa alam, dan benar-benar bisa dirasakan,” ucap Makhrus saat ditemui di acara soft launching Ocean Garden Joglo, Jumat (1/4).

Makhrus berharap dengan konsep joglo, dan bernuansa zaman dulu, Ocean Garden Joglo ini diharapkan bisa menjadi jujugan dan membuat betah pelanggan.

“Kalau menu memang hampir sama, cuma suasana dan konsepnya lebih alami karena memang sekarang orang cenderung suka ke tempat-tempat yang lebih terbuka. Dengan joglo yang konsep zaman dulu, kalau di desa-desa dengan suasana kebun, jadi udara lebih asri,” jelasnya.

Bukan hanya pohon jeruk saja, lanjut Makhrus, di lahan tersebut juga ada pohon durian, yang diharapkan dapat menggaet para penggemar durian, bahkan kedepannya akan ada juga area petik jeruk dan durian bagi para pelanggan.

“Iya, mendatang ada program petik durian, atau petik jeruk sehingga pulang dari sini (Ocean Garden Joglo), sambil kuliner pulang bawa jeruk atau durian. Cuma duriannya memang belum besar,” terangnya.

Selain menu olahan khas RM Ocean Garden, tambah Makhrus, di OG Joglo juga disediakan beberapa menu baru khas tradisional, seperti rawon, bothok, pepes dan beberapa menu lainnya.

“Menu hampir sama, cuma ada tambahan. Kami memilih Desa Sitirejo sebagai tempat dibukanya cabang baru RM Ocean Garden, karena disini itu meskipun wilayahnya masuk Kabupaten Malang tapi rasa Kota Malang, dan jaraknya ke Kota Malang hanya 10 menit ke daerah Sukun. Jadi masyarakat sub urban yang akan mencari menu terjangkau dan memuaskan biar tida jauh-jauh,” pungkasnya.(end)

Chef Olivia Sajikan Masakan di Batu Street Food & Culinary Festival 2021

Chef Olivia memamerkan masakannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Batu Street Food & Culinary Festival 2021 mulai digelar Dinas Pariwisata Kota Batu.

Event ini digelar hingga Rabu besok (8/12), di halaman Balai Kota Among Tani.

Event ini juga dimeriahkan Chef Olivia jebolan Masterchef Indonesia Season 8. Ia meracik masakan dari sayur mayur yang tumbuh di Kota Batu. Seperti kentang, wortel yang diolah menjadi carrot mash potato, chicken crispy, dan sebagainya.

Kedatangan Olivia ini juga menjadi daya tarik tersendiri, terlebih para penggemarnya.

Chef Olivia memasak di Food Festival Kota Batu. (Istimewa)

Ada juga deretan stan yang didesain ala tempo dulu berdiri menghiasi pusat pemerintahan Kota Batu itu. Aroma kuliner pun menyeruak menggoda para pengunjung untuk mencicipinya.

Berbagai varian menu khas Nusantara ada di festival itu. Antara lain soto, ketan, rawon, rujak, bakso bakar, dan masih banyak kuliner yang menarik untuk dicicipi dengan cita rasa bintang lima harga kaki lima. Harga yang disuguhkan mulai dari Rp 5 ribu sampai yang termahal Rp 25 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan PHRI Kota Batu. Makanan yang dijajakan pun berkualiatas hotel namun harganya setara dengan kaki lima.

“Kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya,” kata Arief.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi Food Festival Kota Batu. (Istimewa)

Ia menambahkan, agenda yang digelar ini masuk dalam kalender event pariwisata Kemenparekraf. Menurutnya, sub sektor kuliner sebagai ekonomi kreatif berkorelasi erat dengan industri pariwisata. Ia berharap dari ajang ini bisa menggenjot sirkulasi transaksi hingga ratusan juta.

“Sehingga kami berupaya untuk meningkatkan kualitas yang terbaik demi meningkatkan perekonomian. Sekaligus untuk mempromosikan hotel dan restoran di Kota Batu kepada wisatawan. Apalagi yang ditawarkan cita rasa bintang lima harga kaki lima,” lanjut dia.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyampaikan harapannya. Ia optimistis perhelatan ini sebagai medium memperkenalkan kuliner yang ada di Kota Batu. Apalagi event ini tentunya ditunggu-tunggu pecinta kuliner yang ingin berburu makanan kualitas hotel namun harganya relatif ekonomis.

“Semoga ini menjadi even yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Juga membawa keberkahan bagi warga Kota Batu,” kata Dewanti yang membuka event ini secara virtual karena menjalani karantina mandiri usai lawatannya ke Mesir.

Selain itu juga ada cooking competition, live dj performance, juggling & mixology performance, acoustic/band, zumba dance.(der)