Susah Move On dari Path? Aplikasi Vero Bisa Jadi Gantinya

Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)
Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)

MALANGVOICE – Bagi kamu yang susah move on pasca ditutupnya Path, ada sebuah aplikasi mobile berbasis sosial media dengan fitur yang bisa dibilang menyerupai Path yaitu Vero. Aplikasi ini bisa kamu jumpai di Google Play Store dan bisa diunduh gratis.

Mengusung tagline True to Life, aplikasi ini sebenarnya sudah hadir sekitar akhir 2016. Vero telah diunduh lebih dari satu juta. Sementara di App Store iOS, Vero menempati posisi ke-17 untuk aplikasi sosial networking.

Dalam keterangan aplikasi, Vero memaparkan konsep media sosial mereka adalah sharing rekomendasi dari mulai film hingga buku. Setelah dicoba, Vero memiliki user interface yang lebih ‘futuristik’ dengan mengusung warna hitam dan biru gradasi hijau tosca.

Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)
Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)

Pengguna dapat menambah teman dengan langsung memilih kategori pertemanan. Ada empat kategori yang disediakan yakni private, close friend, friend, hingga acquaintance. Pengguna pun dapat memilih untuk mengikuti akun-akun penyedia konten yang sudah terverifikasi.

Baca Juga: “Goodbye!”, Path Resmi Umumkan Berhenti Beroperasi

Nyaris menyerupai Path, pengguna bisa mengunggah posting mereka dari mulai foto, link, film, buku, musik dan lokasi. Untuk postingan film, buku, lokasi dan musik, pengguna bisa memberikan ‘tanda’. Tanda ini berfungsi untuk memberikan informasi bagi teman dalam linimasa.

Pilihan tanda ini ada lima yakni watching, watched, want to watch, recommend dan dont recommend. Tiga pilihan awal menjadi unggahan biasa untuk pengguna menunjukkan eksistensi di media sosial.

banner

 

Sedangkan dua pilihan terakhir cocok bagi pengguna yang senang memberikan konten bagi teman dan pengikutnya. Misalnya, buku yang sudah dibaca tersebut apakah masuk kategori yang pantas untuk direkomendasikan atau tidak.

Linimasa Vero pun menyerupai linimasa Instagram yakni kotak-kotak besar dengan pilihan komentar atau menyukai di bawah postingan. Bagi sebagian orang, Vero bisa dijadikan alternatif pengganti Path untuk memberikan ulasan musik, film dan buku.(Der/Aka)

“Goodbye!” Path Resmi Umumkan Berhenti Beroperasi

Path ucapkan salam perpisahan. (Skrinshut Path)
Path ucapkan salam perpisahan. (Skrinshut Path)

MALANGVOICE – Path mengumumkan salam perpisahan terakhir untuk penggunanya di seluruh dunia hari ini (18/10). Pengumuman ini sejalan dengan hal yang sudah diungkap pada pertengahan September lalu.

Dalam blog resminya, Path mengumumkan salam perpisahan terakhir dan memastikan layanannya akan berhenti beroperasi.

“Dengan berat hati kami mengumumkan bahwa kami berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path,” tulis Path dalam blognya, Rabu (18/10).

Path juga menyatakan, pengguna tak bisa lagi melakukan “back up data. Selain itu, Path juga menyatakan pihaknya tak menyimpan copy data penggunanya.

“Anda tidak akan dapat mengakses opsi back-up data setelah 18 Oktober 2018. Kami mungkin tidak menyimpan salinan data Anda sejak hari ini,” seperti yang diumumkan Path.

Sebelum resmi pamit, Path telah memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk menyimpan seluruh data yang sempat dibagikan. Secara spesifik, Path memberikan waktu untuk menyimpan data-data tersebut sejak 17 September lalu.

Aplikasi Path telah menghilang tak bisa lagi diunduh di Google Play Store dan AppStore sejak 1 Oktober silam.

banner

Sebelum resmi ditutup, Path memastikan bahwa pengguna bisa mendapatkan mem-back up data-data yang sempat diunggah. Seiring dengan pengumuman pamit pada hari ini (18/10), pengguna tak bisa lagi menyimpan data dan mengajukan pengembalian dana bagi pengguna akun premium.

Path merupakan aplikasi media sosial yang dirilis pada November 2010 yang didirikan oleh Dave Morin, Dustin Mierau, dan Shawn Fanning.

Berbeda dengan aplikasi serupa, sejak berdiri Path mengedepankan pembatasan jumlah teman hanya untuk kalangan terdekat. Sempat mencapai angka unduhan satu juta kali dalam dua setengah pekan, Path justru berujung dijual kepada Daum Kakao Corp, induk perusahaan Kakao Talk pada Mei 2015.(Der/Aka)

Kangen Winamp? Tunggu Versi Barunya di 2019

Aplikasi Winamp versi lawas. (Softonic)
Aplikasi Winamp versi lawas. (Softonic)

MALANGVOICE – Masih ingatkah Anda dengan aplikasi musik legendaris, Winamp? Kabar terbaru yang dirangkum MVoice dari laman The Verge, Rabu (17/10), Winamp bakal dipermak habis tahun depan.

Hal itu dikatakan oleh CEO Radionomy, Alexandre Saboundjian, sebagai pemilik baru Winamp.

“Akan ada versi yang benar-benar baru tahun depan, dengan warisan Winamp tetapi pengalaman mendengarkan yang lebih lengkap,” katanya

Menurut Alex, versi baru Winamp akan menampilkan berbagai fitur modern, seperti kemampuan streaming, podcast, dan membuat playlist.

“Anda dapat mendengarkan MP3 yang mungkin Anda miliki di rumah, juga ke cloud, ke podcast, ke streaming stasiun radio, atau ke daftar putar yang mungkin telah Anda buat,” lanjutnya.

Namun, Alex menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kemungkinan integrasi Winamp dengan aplikasi lain. Sebagaimana diketahui, Spotify dan Apple Music kini sangat dominan di segmen pemutar musik. Versi terbaru Winamp kemungkinan besar akan dirilis secara gratis pada awal 2019.

Sekilas info, Winamp pertama kali dirilis pada 1997. Sejak diluncurkan pertama kali, Winamp sangatlah populer sebagai software pemutar lagu gratis di medio 2000-an. Jumlah pengguna yang semakin merosot sedikit, Winamp akhirnya dijual ke Radionomy pada 2014. Sejak saat itu, Winamp praktis tidak pernah terdengar lagi riwayatnya.(Der/Aka)

Wow, Mahasiswa Fakultas Teknik UB Kembangkan Go-Kart Bertenaga Listrik

Mahasiswa FT UB perkenalkan E-kart. (Lisdya)
Mahasiswa FT UB perkenalkan E-kart. (Lisdya)

MALANGVOICE – Mahasiswa Teknik Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) berhasil kembangkan kendaraan Go-Kart bertenaga listrik yang dinamakan E-Kart.

Perlu diketahui, “Electric Vehicle E-Kart (Electric-Kart) TE UB SEV” ini merupakan prototype kendaraan listrik cerdas pertama dari universitas yang dikembangkan oleh kelompok peneliti.

Peneletian melibatkan dosen Jurusan Teknik Elektro, antara lain, Sholeh Hadi Pramono, Waru Djuriatno, Eka Maulana, Wijono, Fakhry Hario, dan Raden Arief Setyawan dan mahasiswa yakni Bayu Abdi Pamungkas dan Hafidh Hidayat.

Ketua tim, Bayu Abdi Pamungkas, mengatakan dari segi kecepatan dan bentuknya, E-Kart ini hampir sama dengan Go-kart. Hanya saja, keunggulan terletak pada pengunaan energi listrik sebagai sumbernya tenaga dan masih menggunakan sistem android.

“Masih kami kembangkan lagi untuk hasil yang lebih baik. Ya dikembangkan mulai dari daya baterai, suspensi hingga motornya,” katanya.

Bayu juga menjelaskan keunggulan dari mobil ini, yakni E -kart mampu melaju dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam, dengan jarak tempuh 30 kilometer.

Tak hanya itu, mobil ini juga dibekali baterai 10 Ah (Ampere Hour) dan hanya memerlukan waktu satu jam untuk pengisian baterai.

“Sementara itu, sistem android yang digunakan dalam E-Kart ini berfungsi untuk menyalakan dan mematikan mobil, serta memundurkan dan indikator baterai,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pendeteksi Bencana Berbasis Android

Dua mahasiswa UB yang menciptakan inovasi alat pendeteksi bencana. (Lisdya)
Dua mahasiswa UB yang menciptakan inovasi alat pendeteksi bencana. (Lisdya)

MALANGVOICE – Dua mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika, Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menciptakan inovasi pendeteksi bencana yang disebut Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide (Desfola).

Rizka Sisna Riyanti mengatakan, ide awal Desfola diciptakan untuk mendeteksi wilayah Pujon, Kabupaten Malang, yang sering diterjang longsor serta prihatin dengan maraknya kebakaran hutan di Indonesia.

“Sering terjadi (longsor), pernah saya mengalami saat pulang ke kampung halaman itu. Dan yang terbaru kemarin kebakaran di Bromo,” katanya.

Sementara itu, Bagas Priyo Hadi Wibowo mengatakan, Desfola adalah sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor.

Desfola dirancang dengan dua bagian utama, yakni bagian sensor dan bagian server. Bagian sensor diletakkan di beberapa titik hutan sedang untuk server nantinya dipusatkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. Desfola menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya.

“Terdeteksi dari bagian sensor dan ditampilkan di aplikasi android secara real time. Saat nanti ada bencana dan terus meningkat, alat akan menampilkan tulisan ‘warning’ sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini,” tegasnya.

Kedua mahasiswa ini berharap, alat ini dapat terus berkembang untuk dapat segera diterapkan di masyarakat.(Hmz/Aka)

Mbois, Aplikasi Asal Malang Ini Mampu Penuhi Semua Kebutuhan

Tampilan Aplikasi Malang Home Service. (Anja a)
Tampilan Aplikasi Malang Home Service. (Anja a)

MALANGVOICE – Warga Malang Raya yang membutuhkan jasa perbaikan alat elektronik, perbaikan rumah, kebersihan dan sebagainya kini tidak perlu repot. Semua kebutuhan itu bisa teratasi dalam genggaman. Melalui aplikasi Android Malang Home Service (MHS) masyarakat kini bisa mengakses jasa layanan yang mudah, kapanpun dan dimanapun.

MHS digagas oleh PT. Inovasi Cipta Kreasindo Malang dan digagas Roy Maulana. Ia menyebut Roy MHS punya segudang fitur dan pilihan jasa yang bisa dipilih dengan satu kali klik saja.

“Semisal atap rumah bocor, pengguna tak perlu repot memperbaiki sendiri. Tinggal buka aplikasinya, sudah disediakan pelayanan perbaikan atap bocor. Mudah sekali,” katanya kepada MVoice.

Roy Maulana, pengagas MHS. (Anja a)
Roy Maulana, pengagas MHS. (Anja a)

Aplikasi MHS menjadi solusi bagi yang memiliki gaya hidup atau mobilitas tinggi. Masyarakat yang tak sempat melakukan pekerjaan perbaikan alat elektronik atau rumah sendiri bisa menggunakan jasa layanan aplikasi ini. Setiap jasa yang tersedia dalam aplikasi MHS juga didukung petugas layanan yang siap membantu dengan biaya terjangkau.

“Apilkasi MHS sangat mudah dipergunakan jika ingin mendapatkan layanan , user tinggal
masuk ke aplikasi kemudian klik Petugas Layanan , menyetujui aturan dan silahkan memilih cara untuk berkomunikasi dengan MHS,” kata Roy.

Aplikasi MHS juga sudah disertakan daftar harga untuk beberapa layanan dan profil / foto petugas layanan agar pengguna merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan layanan MHS.

“Bukan hanya itu, fitur lainnya adalah tersedianya ruang promo produk , untuk usaha – usaha yang berhubungan dengan kegiatan / kebutuhan rumah misalnya guru les privat, penjualan CCTV, asuransi dan banyak lagi,” katanya.

Lebih lengkap lagi karena aplikasi MHS juga dilengkapi Telepon Darurat yang sangat berguna( Polisi , PMK , RS , PLN , Telkom ) .
MHS diharapkan dapat menjadi aplikasi andalan warga Malang Raya. Masyarakat yang punya usaha dan berminat bermitra bisa mendaftar ke MHS.(Hmz/Aka)

Perkuat Inovasi Teknologi Industri Lingkungan dan Infrastruktur, Unitri Gelar Seminar Nasional

Seminar Nasional di Hotel Savana (anja a)

MALANGVOICE – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menggelar Seminar Nasional Teknologi Industri Lingkungan dan Infrastruktur di Hotel Savanna, Malang, Sabtu (1/8).

Seminar ini merupakan kegiatan ilmiah dan merupakan agenda tahunan Bidang Pengelolaan Fakultas Teknik (Tata Kelola, Kelembagaan dan Kerjasama) Unitri.

Wakil Rektor 3 Unitri, Dr. Totok Sasongko mengatakan, seminar nasional ini menjadi forum diskusi bagi civitas akademika dan pihak-pihak terkait. Mahasiswa, dosen dan peneliti dapat mempublikasikan hasil penelitian nya dalam bentuk prosiding ber-ISSN (cetak dan online). Diharapkan, hasil publikasi itu berafiliasi dengan Jurnal Teknik, Reka Buana dan Eureka. Bukan hanya itu, seminar ini tentu saja akan semakin meningkatkan, atmosfer akademik di Fakultas Teknik Unitri.

Mengusung tema ‘Penguatan Inovasi Green Technology menuju Kemandirian Masyarakat’, Unitri menilai, dalam rangka memasuki era industri Indonesia 4.0, maka sudah menjadi salah satu tanggung jawab perguruan tinggi untuk menciptakan, mendukung industri manufaktur yang kokoh yang menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri manufaktur berdaya saing regional yang akan dibangun Indonesia salah satunya adalah industri kimia di mana komitmennya adalah menjadi pemain terkemuka di industri biokimia. Sektor industri kimia adalah
dasar dari industri manufaktur sehingga penguatan sektor ini sangat penting untuk dapat membangun industri manufaktur yang dapat bersaing secara global,” papar Totok.

Pemateri seminar merupakan pakar dan praktisi di bidang pemanfaatan teknologi hijau. (anja a)

Totok menambahkan, strategi paling tepat untuk menghadapi percepatan perubahan pada era industri 4.0 yaitu dengan mengubah
ekosistem yang akan berujung pada perubahan perilaku, terutama perilaku diri sendiri yang melibatkan kemandirian berpikir dan bertindak.

“Wujud kemandirian berpikir dan bertindak adalah dengan meningkatkan kreatifitas untuk mengembangkan solusi berkelanjutan dalam menjawab tantangan. Langkah dasar implementasi roadmap yang sudah diawali oleh Indonesia adalah hasil peningkatannya yang maksimal,” pungkas Totok.

Untuk diketahui, seminar ini mendatangkan tiga pemateri yang merupakan dosen, pakar/praktisi dalam bidang green technology. Yaitu dosen dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Prof Dr Ir Mahfud yang menjelaskan perihal pengembangan teknologi minyak atsiri di Indonesia. Kemudian, Kedeputian Bidang Agroindustri dan Bioteknologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta Dr Rer Nat Chaidir, yang membeberkan cara pemanfaatan teknologi hijau untuk pembangunan berkelanjutan dan mensejahterahkan. Terakhir yaitu Direktur Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant, juga menjelaskan soal perubahan global dan dampaknya pada skala lokal. (Hmz/Ulm)

Ngakak, Ada Game Masuk Pak Eko di Play Store

Game Masuk Pak Eko di Google Play Store. (Google/MVoice)
Game Masuk Pak Eko di Google Play Store. (Google/MVoice)

MALANGVOICE – Sosok Polisi AKP Eko semakin viral dan banyak diperbincangkan di dunia maya. Bahkan ada game berjudul Masuk Pak Eko di Google Play Store.

Game garapan Gambir Game Studio ini menawarkan permainan ketangkasan. Yakni sosok polisi yang jago melempar benda apapun ke bidang kayu yang berputar.

Dalam game yang dirilis 27 Agustus itu, pemain ditantang untuk melempar obeng dan dibidikkan ke buah jeruk. Jika setiap level bidikan tentu bermacam tingkat kesulitan. Jika bidikan mengenai benda selain jeruk maka kalah dan memulai dari awal lagi.

Buah jeruk yang terkumpul dapat ditukarkan dengan benda baru untuk jadi bahan lemparan. Seperti sosok Pak Eko yang viral, berbagai jenis benda tersaji dalam game bergenre arcade itu.
Diantaranya, pisau, sendok, pensil, garpu, gunting, seruling, hingga sumpit.

Menarik bukan, silahkan asah kemampuan anda layaknya Polisi Pak Eko. Dengan mengunduhnya di Google Play Store. Game ini berkapasitas 22 Mb.(Hmz/Aka)

Ekstrak Kulit Buah Naga Bisa Menjadi Obat Pendamping Penderita Kanker

Ekstrak kulit buah naga bisa jadi obat pendamping. (Red Velvet Confections)
Ekstrak kulit buah naga bisa jadi obat pendamping. (Red Velvet Confections)

MALANGVOICE – Buah naga memiliki kandungan antioksidan tinggi, karena buah naga juga mengandung vitamin C dengan kadar yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian terbukti bahwa kulih buah naga merah mengandung senyawa antioksidan lebih baik bila dibandingkan dengan daging buahnya.

Pakar Biomedik dari Universitas Brawijaya, Imam Prabowo, menjelaskan, antioksidan diperlukan bagi tubuh manusia karena merupakan perlindungan terhadap sel dalam melawan radikal bebas.

Imam Prabowo, Pakar Biomedik. (istimewa)
Imam Prabowo, Pakar Biomedik. (istimewa)

“Merupakan penghambat proses oksidasi walaupun dalam konsentrasi yang relatif sedikit. Akibat yang ditimbulkan oleh oksidan bila tidak dihambat oleh antioksidan adalah kerusakan DNA yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi dan memungkinkan terjadinya kanker,” paparnya.

Dia menambahkan, selama ini, pada pemberian Cisplatin (CIS) sebagai salah satu elemen kemoterapi dalam pengobatan Karsinoma Nasofaring (KNF) (salah satu jenis kanker), berdampak pada kerusakan sel kanker dan sel sehat.

Namun, pada pemberian ekstrak kasar kulit buah naga merah dan cisplatin, bisa mencegah terjadinya translokasi p21 ke sitoplasma dan menurunkan derajat toksisitas radikal bebas serta akan makin memperjelas peran p21 pada sel kanker nasofaring tidak berdeferensiasi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.

Dari hasil uji formulasi dan uji klinis yang dilakukannya, ternyata dosis senyawa ekstrak kasar kulit buah naga dapat menjadi pilihan obat pendamping.

“Ekstrak kulit buah naga bisa dijadikan sebagai kemopreventive pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi dengan Cisplatin (CIS), walaupun harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dosis dan keamanan obat,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Mahasiswa UB Ciptakan Morico: Alat Pembuatan Asap Cair dari Limbah Batok Kelapa Berteknologi Disco

MALANGVOICE – Kabupaten Malang menghasilkan produksi kelapa sebesar 14.253 ton per tahunnya. Sehingga limbah batok kelapa yang dihasilkan sebesar 12 persen atau 1.710 ton. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan asap cair dengan melakukan proses pembakaran pada batok kelapa.

Asap cair adalah cairan hasil dari proses pembakaran batok kelapa yang dapat diaplikasikan untuk pengawet getah karet, pembasmi hama tanaman (insektisida), hingga pengawet alami makanan pengganti boraks.

Pengolahan asap cair dilakukan UKM Putra Tunggal. UKM tersebut merupakan satu-satunya UKM yang bergerak di bidang pembuatan asap cair di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam melakukan produksinya, UKM Putra Tunggal masih menggunakan metode konvensional. Dalam proses pembuatannya, mereka memanfaatkan limbah asap hasil pembakaran batok kelapa sehingga ramah lingkungan, namun selama proses pembakaran terjadi kebocoran asap yang terjadi cukup tinggi.

Selain itu, UKM tersebut masih menggunakan bambu untuk media pengalir asap. Sehingga dengan metode konvensional tersebut, produk yang dihasilkan dari 3 ton batok kelapa berupa asap cair grade C dengan jumlah hanya 50 liter. Permasalahan lain yang dihadapi adalah menentukan teknologi yang tepat untuk mengubah asap cair grade C menjadi grade A untuk memenuhi permintaan pasar. Karena dengan produktivitas yang rendah, UKM tersebut akan kalah bersaing dengan industri asap cair lainnya.

Asap Cair grade A dan C (Istimewa)

Melihat permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan Morico. Mereka adalah Arsyika Oktaviani, Sellyan Lorenza Olanda Putri, Firda Pramesti, Arta Harianti, dan M. Fathussalam. Di bawah bimbingan dosen Angky Wahyu Putranto, mereka menggagas inovasi tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) yang didanai oleh Kemristekdikti.

Arsyka Oktaviani menjelaskan, Morico merupakan alat pembuatan asap cair grade A menggunakan teknologi Disco (Distilaton Cyclone) untuk meningkatkan produktivitas UKM.

“Dengan alat tersebut, waktu produksi per batch dari 120 jam menjadi 48 jam. Jumlah produksi asap cair grade C dari 50 liter menjadi 100 liter dan dapat menghasilkan asap cair grade A sebanyak 65 liter. Sehingga didapatkan keuntungan per batch adalah 3.008.125 (meningkat lima kali dari 561.350),” paparnya kepada MVoice.

Selain meningkatkan produktivitas, beberapa keunggulan alat ini antara lain ramah lingkungan, meningkatkan kualitas asap cair, diversifikasi jenis produk lainnya, serta dapat meningkatkan pendapatan mitra sebanyak lima kali lipat.

Oleh karena itu, inovasi teknologi yang merupakan teknologi baru ini sudah mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas dari produksi asap cair UKM Putra Tunggal.

“Selain itu, untuk memudahkan penerapan teknologi baru, kami melakukan sosialisasi dan monitoring secara berkala kepada UKM untuk mengetahui perkembangan yang telah dilakukan,” katanya.

Menurutnya, antusiasme terhadap teknologi baru ini juga mempengaruhi masyarakat sekitar untuk turut serta dalam sosialisasi yang dilakukan. (Der/Ulm)

Komunitas