Smartfren Luncurkan e-SIM untuk Ponsel Flagship

Regional Head South East Java, Mohammad Cahyadi, saat menjelaskan program baru. (Toski D).

MALANGVOICE – PT Smartfren Telecom tbk, luncurkan e-Sim (Embeded Sim Card) pada smartphone flagship tertentu.

Regional Head South East Java Smartfren, Mohammad Cahyadi mengatakan, e-SIM Smartfren ini merupakan teknologi sim card yang sudah tertanam di perangkat handphone, sehingga pengguna yang ingin menggunakan jaringan Smartfren tidak perlu menggunakan sim card fisik.

“e-SIM ini hanya bisa digunakan beberapa smartphone canggih, seperti IPhone tipe XR, XS, XS Max, 11 Series, 12 Series serta SE 2020, sedangkan untuk perangkat Android pada ponsel yakni Samsung Galaxy Fold, Samsung Galaxy Z-Flip, Galaxy S20 Series, Galaxy S21 Series,” ungkapnya, Kamis (25/2).

Menurut Cahyadi, untuk memanjakan pelanggan, Smartfren tetap berkomitmen memberikan paket unlimited dan kuota nonstop. Kedua paket ini dapat dinikmati semua pelanggan untuk mendapatkan extra unlimited malam full speed tanpa mengurangi benefit yang sudah ada.

“Diharapkan, kedua paket ini dapat membantu mereka yang sedang berjuang membuka peluang, hingga malam-malam berkarya, bekerja, belajar dan melakukan berbagai kegiatan digital yang bermanfaat,” ucapnya.

Penambahan benefit ini, lanjut Cahyadi, secara otomatis akan aktif ketika memasuki pukul 01.00 WIB dan akan berhenti pada pukul 05.00 WIB, dan setelah waktu tersebut pelanggan akan memakai batas pemakaian wajar (FUP) dari paket unlimited yang sedang aktif.

“FUP akan direset begitu memasuki pukul 00.00, dan kembali memasuki Unlimited Full Speed Malam pada jam 01.00 — 05.00 WIB,” jelasnya.(der)

Intip Harga dan Fitur Lengkap BMW X1

Perkenalan BMW X1 di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BMW Astra meluncurkan keluarga baru seri X, yakni X1 sDrive18i. Mobil jenis SUV premium ini diklaim memiliki fitur lengkap namun lebih murah dibanding seri sebelumnya.

Yopy Antonio Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, menjelaskan, hadirnya mobil ini menjawab kebutuhan kendaraan serbaguna dengan sensasi dan kenyamanan berkendara sempurna.

“BMW X1 sDrive18i ditawarkan dengan harga Rp770.000.000,00 on-the-road Jatim. Hal ini membuka peluang baru untuk menjangkau segmen pelanggan baru,” ujar Yopy, Selasa (9/2).

BMW X1. (deny Rahmawan)

BMW X1 ini sudah hadir di show room BMW Astra di Malang. Varian warna yang ditawarkan juga terbilang lengkap. Selain itu, Yopy mengatakan untuk fitur lain yang ditawarkan antara lain ketersediaan comfort seat yang lebih tebal, serta comfort access untuk akses pintu mudah tanpa menekan tombol pada kunci serta pengoperasian buka dan tutup bagasi tanpa sentuhan.

Di bagian fitur infotainment, BMW X1 sDrive18i dilengkapi Apple CarPlay yang sangat mudah dikoneksikan tanpa kabel, Parking Assistant dan Rear-view Camera untuk memudahkan pengguna saat parkir, terutama pada saat parkir paralel dengan pengendalian setir secara otomatis.

“Ini yang paling dicari, jadi mobil ini bisa parkir otomatis tanpa pengemudi menyentuh setir. Ada sensor tersendiri yang memudahkan parkir,” jelasnya.

Pada peluncuran mobil anyar ini, BMW Astra memberikan penawaran terbatas berupa cicilan Rp10,7 juta/bulan untuk BMW 320i Sport selama Februari 2021. Para pelanggan juga mendapat perpanjang garansi hingga 5 tahun, voucer bensin senilai Rp10 juta, dan penawaran harga terbaik untuk trade-in dari BMW Astra Used Car.

“Pelanggan dapat melakukan proses pembelian tanpa keluar rumah karena kami bisa datang membawa mobil yang Anda ingin coba, Anda cukup menghubungi Business Consultant kami dan mengatur jadwal kedatangan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan perawatan kendaraan di rumah dengan mudah,” tutup Yopy.(der)

Dosen Teknik Elektro Polinema Ciptakan Printer 3D, Manfaatkan Daur Ulang Plastik

Dosen Polinema pamerkan hasil 3D printing. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berawal dari mimpinya untuk membuat sebuah kapal renewable energy, Dr. BudhySetiawan, BSEET, MT. bekerja sama dengan tim dosen POLINEMA melakukan penelitian tentang 3D printing. 3 Dimensi (3D) printing merupakan salah satu teknologi utama yang dapat menopang perkembangan sistem industri 4.0.

Printer 3D merupakan mesin yang dapat membuat objek nyata dari desain 3D dengan menggunakan software computer-aided design (CAD).

“Pada umumnya volume 3D printing berukuran kecil, pada penelitian ini kami membuat dengan volume yang besar yaitu 2Mx2Mx2M dan sudah berhasil. Penelitian ini merupakan salah satu inovasi di POLINEMA dan melalui teaching factory, alat ini dapat diproduksi untuk internal POLINEMA dan nantinya juga bisa diproduksi secara masal oleh POLINEMA,” kata Dosen Jurusan Teknik Elektro ini.

Bahan baku pembuatan produk 3D saat ini memanfaatkan bahan hasil daur ulang plastik wadah pelumas yang kedepannya bisa dikembangkan menggunakan bahanbaku logam.

Penelitian yang awalnya melibatkan 12 mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika jenjang D-IV dan Magister Terapan ini, dimulai pada Januari 2020. Saat ini beberapa mahasiswa tersebut telah lulus dan dilanjutkan oleh adik kelasnya.

“Kami sangat mengapresiasi para mahasiwa yang antusias dan giat belajar tentang 3D printing. Mereka awalnya tidak mengenal 3D printing, kemudian dilaksanakan pelatihan terkait 3D printing selama 4 hari. Para mahasiswa itu telah dibagi bidang penelitiannya, sehingga untuk mendalami ilmunya mereka mencari informasi di internet dan pada saat pelatihan mereka wajib mempunyai 5 pertanyaan,” ujar Dr. Budhy Setiawan.

Selain 3D printing, penelitian yang juga dilakukan oleh dosen JTE ini adalah tentangDesain dan Kontrol Ekstruder Plastik HDPE untuk Pencetakan 3D dengan Metode Pengumpanan Pelet Plastik. Kedua penelitian ini sudah terbit di IOP pada pelaksanaan ATASEC 2020, telah mendapatkan HAKI dan akan dipatenkan pada tahun 2021.

“Negara kita memiliki wilayah laut yang luas, kami berharap, melalui penelitian ini mimpi kami untuk membuat kapal renewable energy bisa terwujud dan dapat membantu kebutuhan nelayan di Indonesia,” tutupnya.(der)

Kembangkan Ekonomi Digital, Pemkot Malang Gandeng Grab

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melakukan kerja sama dengan Grab. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus berupaya mengembangkan ekonomi digital. Upaya itu dilakukan menggandeng banyak kerja sama, salah satunya Grab.

Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko dan Business Development Head East Java, Grab Indonesia, Irvan Prasetyo, Senin (19/10).

Lingkup kerja sama ini akan mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan pariwisata dan kebudayaan, hingga penyediaan sarana transportasi yang mudah dan ramah lingkungan.

Grab dan Pemerintah Kota Malang juga turut meresmikan layanan Virtual Grab Driver Center untuk memudahkan mitra pengemudi mendapatkan pelayanan lebih aman tanpa tatap muka untuk penggantian data mitra, pengaktifan akun, dan penyampaian masukan mitra.

Irvan Prasetyo menjelaskan tujuan Grab untuk memastikan masyarakat Malang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang untuk menghadirkan berbagai inisiatif dalam rangka mendukung ekonomi digital di Malang. Hal ini tentunya sejalan dengan misi GrabForGood untuk memastikan setiap masyarakat dapat ambil bagian dan menikmati manfaat dari ekonomi digital,” jelasnya.

Menanggapi kerja sama strategis ini, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kerja sama ini.

“Dukungan yang diberikan oleh Grab untuk mengembangkan ekonomi digital di Malang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kota Malang. Hal ini diharapkan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dan memudahkan aktivitasnya sehari-hari. Kami juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Grab untuk mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi, tidak hanya dalam layanan transportasinya namun juga layanan kepada mitra pengemudi dengan Virtual Grab Driver Center,” paparnya.

Adapun kerja sama ini meliputi program pembinaan generasi muda dan penguatan UMKM, program dukungan wisata, memberikan akses kemudahan bertransportasi kepada masyarakat. (der)

RSUD Saiful Anwar Ciptakan Stetoskop Digital

Ilustrasi. (RSUD Saiful Anwar Malang)

MALANGVOICE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang mengembangkan stetoskop digital. Dinamakan Inoscope, inovasi ini diharapkan mampu melindungi tenaga medis di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Direktur RSUD Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, inovasi dilatarbelakangi kesulitan para petugas medis untuk menggunakan stetoskop. Terutama saat memakai setelan alat pelindung diri (APD) level 4 di Instalasi COVID-19 dan Infeksius Terpadu (INCOVIT).

“Penggunaan APD menutupi seluruh kepala, dan tubuh. Sehingga, apabila hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, harus menempelkan eartips ke telinga, yang artinya membuka penutup kepala,” kata Kohar, melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, jika para tenaga medis membuka penutup kepala tersebut, maka memiliki risiko tinggi terpapar virus. Baik akibat adanya droplet, atau mikro droplet, yang tersembur dari pasien ke media stetoskop yang dipergunakan.

Adanya inovasi Inoscope tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa membantu para tenaga medis untuk meminimalisir transmisi COVID-19, pada saat melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Cara kerja Inoscope berbeda dengan stetoskop pada umumnya. Inoscope akan melakukan perekaman denyut jantung, hingga nafas pasien. Suara denyut jantung dan nafas pasien kemudian ditangkap oleh mikrophone yang akan terhubung ke aplikasi pada telepon pintar.

Selain itu, Inoscope memiliki sampling suara yang tinggi dengan built in filter pada alat tersebut. Sampling suara tidak akan menggunakan filter digital pada telepon pintar, yang menyebabkan sampling rendah dan mengurangi kejelasan.

Petugas medis bisa mendengarkan suara jantung dan nafas pasien, melalui aplikasi yang terinstal di telepon pintar. Saat ini, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan harus melalui proses validasi sebelum dipergunakan secara resmi.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan dan Validasi Inoscope dr. Susanthy Djajalaksana menambahkan, penggunaan Inoscope diharapkan mampu mengurangi risiko petugas medis terpapar COVID-19. Diharapkan pula dengan penggunaan alat ini dapat mengurangi transmisi dan kontak dengan pasien.

“Sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid tanpa perlu berlama-lama kontak dengan pasien,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa pengembangan stetoskop digital tersebut, melibatkan tim gabungan yang terdiri dari dokter spesialis dari SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUD Saiful Anwar,dan tim pakar informatika medis diketuai Wahyu Teja Kusuma.(der)

Dosen Pertanian Unitri Malang Sulap Limbah Sayur Jadi Pakan Ayam

Proses pengolahan pakan ayam. (istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap limbah sayur yang tidak dapat konsumsi manusia untuk diolah menjadi pakan ternak ayam dengan harga terjangkau.

Diawali dari permasalahan pakan yang dihadapi oleh peternak ayam Sumber Rejeki, di daerah Singosari dan Landungsari Kabupaten Malang. Tiga dosen Unitri yakni Wahyu Mushollaeni, Eka Fitasari, dan Atina Rahmawati yang melakukan pengadian kepada masyarakat melakukan terobosan dengan mengubah limbah sayur menjadi pakan ternak ayam.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam Sumber Rejeki adalah belum tercukupinya dan tersedianya pakan ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi, namun dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ungkap Wahyu.

Namun, kata Wahyu, pada sisi yang lain, kelompok petani sayur Siswandi dihadapkan pada permasalahan cukup banyaknya yakni limbah sayur dari golongan low grade dan bagian sayur yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

“Apabila limbah sayur tersebut menumpuk dan busuk, dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sayur menjadi bahan baku pelet pakan ayam broiler,” terang Wahyu.

Selain untuk meningkatkan nilai guna limbah sayur yang masih mengandung komponen nutrisi, juga untuk meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu penjualan pelet pakan kering. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak lain bertujuan untuk menghasilkan pakan yang murah dari limbah sayur petani dan meningkatkan produksi ternak dengan parameter tingkat efisiensi pakan Feed Convertion Ratio (FCR), mortalitas, dan peningkatan bobot badan.

Sementara metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pelet, pendampingan selama pemeliharaan, dan mengamati hasil terhadap produksi broiler. Tiga jenis limbah sayur dengan jumlah terbanyak yaitu dari kubis, daun kol putih, dan sawi digunakan sebagai bahan baku pelet.

Diperkuat dengan keterangan dari Eka Fitasari, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pelet limbah sayur memberikan FCR 2,12; mortalitas 0%; serta peningkatan bobot badan sebesar 1265,583 g.

“Formulasi yang digunakan dalam pembuatan pelet pakan ayam adalah 15% limbah sayur; jagung 56,5%; tetes tebu 1%; tepung kanji 4,5%; tepung daging 20,3%; limbah sayur 15%; premix broiler 2%; yang dan minyak 0,7%. Nutrisi yang dihasilkan dari komposisi pakan tersebut yaitu energi 2936 kkal/kg dan protein 19%,” beber Eka.(der)

Grave Digger Malang Seleksi 30 Motor untuk Dikustom Ala Pimp My Ride

Motor hasil kustom Grave Digger Malang yang tergabung dalam Bold Riders Malang saat mengikuti sejumlah kontes. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Bold Riders Malang, Grave Digger merestorasi total kendaraan tak layak pakai menjadi kendaraan yang sangat keren. Motor ini milik para siswa berprestasi di Malang Raya.

Ketua Grave Digger Malang Dimas Zakaria mengatakan, kegiatan ini sudah jauh hari merancang konsep oleh kumpulan para builder top milik Bold Riders di Malang.

“Kami mengadopsi program televisi MTV. Kami akan modifikasi kendaraan roda dua milik siswa berprestasi yang kurang mampu dan motornya tidak layak pakai untuk kemudian dibikin kustom,” ungkapnya, Sabtu (27/6).

Pria yang merupakan builder sekaligus pemilik DJ AS Garage ini mengaku sudah melakukan seleksi terhadap siswa SMK di Malang Raya, yang menghasilkan sekitar 30 siswa yang motornya untuk diikutkan dalam program tersebut.

“Jadi kalau ada program Pim My Ride maka kami punya konsep Pim My Chooper, yakni siswa SMK yang kurang mampu dan berprestasi mengajukan motornya, dan akan kami kustom menjadi motor yang keren, bisa jadi ikon dan bahkan suatu saat bisa dipakai kontes,” jelas pria pemilik bengkel modifikasi yang berada di Desa Mulyoagung, Dau.

Menurut Dimas, saat ini dirinya sedang melakukan penyeleksian kendaraan-kendaraan tersebut, dan ditargetkan di pertengahan bulan Juli nanti sudah terpilih motor yang akan dikustom di bengkel DJ AS Garage.

“Kami masih data dulu motornya mengingat COVID-19 masih ramai di Malang, sehingga belum bisa bertemu pemilik motor. Yang terpenting motor itu punya siswa kurang mampu dan berprestasi,” ulasannya.

Dengan begitu, lanjut Dimas, diharapkan para siswa dapat langsung belajar dan syukur-syukur bisa menjadi builder andal di masa depan.

“Para siswa pemilik motor bisa melihat langsung dan terlibat dalam pembuatan motor kustom itu. Karena anak-anak SMK ini punya kreatifitas dan potensi untuk bisa menjadi builder motor. Yang penting mereka mau belajar dan bekerja keras,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Bold Riders Malang, Wilson Sanada sangat mengapresiasi konsep milik Grave Digger yang dianggapnya sangat keren ini.

“Dengan adanya Pimp My Chooper ini bisa meningkatkan dan menjadi trigger komunitas lain untuk semakin maju bersama Bold Riders Malang,” katanya.

Apa yang dilakukan komunitas Bold Riders Malang ini juga bisa memicu siswa SMK agar lebih semangat dalam menempuh pendidikannya.

“Jadi kami sangat mendukung ini. Ini juga termasuk tanggung jawab sosial dari teman-teman Grave Digger yang sangat concern di sekolah SMK,” pungkasnya.(der)

Tak Pengaruh Pandemi Covid-19, Industri Kreatif Motor Custom Tetap Diminati

Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, saat berada di bengkelnya awal pekan lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pandemi Covid-19 yang semakin masif di Malang Raya, tidak menyurutkan semangat para penggila motor custom untuk membangun motor idamannya. Peluang inilah yang dimanfaatkan sejumlah bengkel motor custom di Malang untuk tetap produktif.

“Alhamdulillah pesanan tetap datang meski lagi ada virus corona, yang pesan banyak dari luar Malang bahkan luar Jawa,” ucap Dimas Zakaria Builder dari Bold Riders Malang sekaligus pemilik bengkel kustom DJ AS Garage di Malang, belum lama ini.

Menurut Dimas, industri kreatif seperti motor custom memiliki pasar tersendiri. Selain berbasis komunitas, biasanya pemesan motor custom adalah orang-orang yang suka berpetualang. Karena itu dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh.

“Jika sebelum pandemi ini kami bisa menerima dan menggarap tiga sampai empat pesanan per bulan, saat ini jumlah pesanan juga tak jauh berbeda. Yang membedakan, sekarang ini dalam bekerja lebih memperhatikan aspek kesehatan dan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Dimas, menjelang lebaran kemarin, banyak pemesan yang datang dan meminta motornya sudah siap saat lebaran tiba, ini merupakan fenomena unik.

“Mungkin buat silaturahmi, buat tongkrongan, jadi cari tunggangan yang baru. Bisa tampil beda di hari raya tentu bikin tambah pede. Untuk motor kustom kebanyakan saya memakai mesin merek Scorpio (Yamaha) dan Binter Mercy,” bebernya.

Hal serupa juga dialami Yanto, yang merupakan pemilik bengkel kustom K09. Dia juga mendapat pesanan motor custom dari berbagai daerah seperti Bali dan tentu saja Malang.

“Dalam sebulan ada dua yang masuk” tukasnya.

Sebagai informasi, di bengkel kustom DJ AS Garage ini kebanyakan motor custom jenis chopper, scrambler yang sering dipesan. Untuk membuat satu motor ini akan merogoh kocek mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 60 juta.(der)

Hemat Waktu, Mahasiswa Magister FILKOM UB Buat Teknologi AR Batik

istimewa
istimewa

MALANGVOICE – Guna meringkas waktu untuk membatik, salah satu mahasiswa program Magister Ilmu Komputer (S2) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) membuat teknologi yang bernama Augmented Reality Batik (AR Batik).

Teknologi berbasis marker ini mampu menampilkan motif batik digital jika dihadapkan pada kain yang telah diberi penanda titik khusus. Ia menyebut, pembuat batik tidak perlu lagi menggambar motif dengan pensil terlebih dulu pada kain.

Otomatis dengan teknologi ini dapat mengurangi waktu pada tahap pembuatan pola, sehingga proses produksi batik secara keseluruhan dapat lebih efektif dan efisien.

“Kebanyakan tujuannya AR adalah bisa leluasa secara natural berinteraksi dengan obyek digital. AR itu teknologi yang mampu memasukkan konten digital ke dunia nyata. Jadi pengguna itu bisa merasakan konten digital dan dunia nyata sekaligus bersamaan dalam satu waktu dengan panca inderanya,” ujarnya.

Teknologi temuannya ini telah diujicobakan Teja pada produsen batik, Anjani Batik Galery yang berlokasi di Kota Batu.

Produsen ini dipilih karena sudah banyak memperoleh penghargaan di bidang batik tulis dan setiap bulannya mampu memproduksi lebih dari 200 potong kain batik, dengan peminat dari dalam dan luar negeri.

Dari ujicoba tersebut diperoleh hasil, penggunaan AR Batik terbukti mampu mempercepat proses produksi batik tulis.

“Jika menggunakan metode tradisional bahkan memakan waktu untuk selembar kain batik mencapai 45,21 menit,” ungkapnya.

Sedangkan jika menggunakan teknologi AR Batik waktu yang dibutuhkan hanya 8,93 menit. Dengan kata lain AR Batik mampu menghemat 80,24 persen waktu dalam proses pembuatan batik jika dibanding menggunakan cara tradisional.(Der/Aka)

Pengembangan Green Teknologi Demi Menjaga Lingkungan

Pelaksanaan Seminar Nasional. (Toski D)
Pelaksanaan Seminar Nasional. (Toski D)

MALANGVOICE – Fakultas Teknik (FT) Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) menggelar Seminar Nasional Teknologi Industri Lingkungan dan Infrastruktur di Hotel Savanna, Malang, Sabtu (24/8).

Seminar Nasional yang digelar rutin dalam setiap tahun ini mendatangkan tiga pemateri yang merupakan dosen, pakar/praktisi dalam bidang Green Technology, yaitu : Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan RISTEKDIKTI, Mustangimah. Kemudian, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant, dan Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Christina Wahyu K.

Seminar Nasional ini digelar dengan mengusung tema ‘Strategi Pengembangan Green Technology Berbasis Manajemen Lingkungan’

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Riset, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjen Penguatan RISTEKDIKTI, Mustangimah mengatakan, dengan adanya seminar seperti ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam rekayasa industri.

“Diharapkan rekayasa industri tersebut bisa lebih memprioritaskan tentang green teknologi. Supaya sumber daya alam tidak dieksploitasi terus menerus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mustangimah menjelaskan, dengan begitu, penelitian-penelitian yang telah dilakukan sejak lama dapat diimplementasikan dalam pengembangan energi ke depan.

“Dengan begitu, pengembangan Teknologi Industri nantinya bisa tidak merusak lingkungan yang diimbangi dengan inovasi baru serta kreativitas dari anak-anak dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant menyampaikan, seminar nasional ini merupakan upaya mewujudkan green technology suapaya kedepannya tidak mengalami krisis air bersih.

“Saya mendukung kegiatan ini, karena bicara tentang lingkungan hijau, dan teknologi yang ramah lingkungan. Sebab, jika tidak mengembangkan green teknologi, menurut saya air tanah akan habis,” ungkapnya.

Di sisi lain, Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Christina Wahyu K menjelaskan, dalam seminar ini membahas tentang permasalahan dimasyarakat yang selama ini kurang disadari tentang kesehatan, dan ketentraman akibat revolusi industri.

“Diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan lingkungan, dimana mereka baik itu pelaku usaha supaya menggunakan teknologi yang berbasis lingkungan (teknologi ramah lingkungan),” pungkasnya.(Hmz/Aka)