Pertama di Jatim, Pemkot Malang Miliki Aplikasi Redivet

penyerahan aplikasi Redivet. (istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang memiliki aplikasi Rekam Medis Veteriner (Redivet).

Aplikasi ini hasil kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengatakan, aplikasi ini bisa membantu mendata pasien dan pencatatan rekam medis pasien di Puskeswan.

“Karena selama ini rekam medis pasien masih menggunakan dokumen fisik,” ujar Wiwid, sapaan Muhammad Nur Widianto yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Kota Malang itu.

Aplikasi Redivet ini, kata Wiwid, yang pertama kali di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aplikasi Redivet ini dapat digunakan untuk melihat tren persebaran penyakit yang menyerang hewan terutama hewan peliharaan masyarakat Kota Malang.

Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, mengatakan, tujuan awal dari aplikasi ini sebenarnya untuk mengetahui data penyakit hewan dari pemeriksaan di tempat praktik dokter-dokter hewan yang ada di Kota Malang. Namun,vpenggunaan aplikasi Redivet saat ini diawali terbatas hanya di pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

“Harapannya aplikasi Redivet ke depannya dapat dikembangkan untuk digunakan oleh umum. Sehingga masyarakat dapat ikut andil menggunakan aplikasi Redivet ini, terutama pengaduan masyarakat terkait penyakit yang diderita hewan peliharaan dan atau hewan ternak,” tutur Sri Winarni.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan, perangkat daerah di Kota Malang tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri. Menurutnya, aplikasi yang akan dibangun harus disampaikan kepada Diskominfo Kota Malang terlebih dahulu.

“Saya sudah perintahkan perangkat daerah, tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri melalui jasa vendor. Serahkan kepada Diskominfo Kota Malang,” ujar Wali Kota Sutiaji.

Selanjutnya, kata dia, berikan proses bisnis dan datanya agar dikembangkan. Hal ini bagian dari langkah integrasi (aplikasi), sekaligus efisiensi anggaran. “Maka saya apresiasi dengan telah terbangunnya aplikasi Redivet ini,” tutupnya.(der)

Bocoran Spesifikasi iPhone 13 Bakal Ada Perubahan Desain

Ilustrasi gambaran iPhone, (Ist).

MALANGVOICE – Dikabarkan brand terkenal Apple akan kembali meluncurkan seri terbaru iPhone 13 ini dengan banyak fitur baru dan perubahan desain.

Dikutip dari Wccftech, mengklaim iPhone 13 ini menjadi salah satu smartphone yang dinanti-nanti di tahun ini, Kamis (25/3).

Konsep iPhone 13 ini dikatakan terinspirasi pada generasi sebelumnya yaitu iPhone 12 pro tentu saja dengan tambahan-tambahan fitur baru. Seperti penggunaan chip A15 Bionic yang diklaim menjadi chip tercepat pada smartphone, dan memiliki jaringan 5G.

Ada juga seperti halnya yang dimiliki iPhone 12, ponsel keluaran terbaru ini diprediksi disematkan Light Detection and Ranging (Lidar), dengan layar 6,1 inci Super Retina XDR yang memiliki kecepatan refresh 120Hz.

iPhone 13 ini nantinya memiliki takok atau ruang pada muka ponsel yang lebih kecil dibandingkan iPhone sebelumnya. Kemudian menggunakan sistem sensor sidik jari dan wajah.

Ditambah peningkatan kualitas kamera, meliputi pengambilan video dengan resolusi yang mampu mencapai 8K.

Sementara itu, untuk kapasitas baterai dikabarkan akan mengalami peningkatan dibandingkan iPhone generasi pendahulunya. Serta kapasitas penyimpanan yang disediakan hingga 1TB dengan RAM 8 GB.

Dan untuk aspek yang dianggap paling penting dari iPhone 13 adalah sistem pengisian daya tanpa port. Dengan begitu bisa menunjukkan isyarat dimasa depan perusahan berlogo Apel ini akan menghapuskan charger colokan.

Sedangkan varian warna yang akan disediakan desainer nanti beragam meliputi midnight green, Black, Rose Gold, Navy Blue, Gold, dan Product (RED).(end)

Smartphone LG Pilih Gulung Tikar, Ini Penyebabnya

Kantor LG. (Livemint.com)

MALANGVOICE – LG dilaporkan bakal mengakhiri bisnis telepon pintarnya. Laporan ini pertama kali dimuat oleh media lokal Korea Selatan DongA Ilbo yang mengutip dari internal perusahaan LG yang tidak mau disebut namanya.

Sebagaimana dihimpun Malangvoice.com dari Bloomberg, perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini mulanya LG sempat akan menjual smartphone dengan layar gulung. Rencananya smartphone itu akan dijual pada akhir 2021 ini.

Rencana itu kemudia dibatalkan oleh LG dan memilih untuk menjual bisnis smartphonenya ke perusahaan asal Vietnam, Vingroup JSC. Selain Vingroup JSC, LG juga menjual ke perusahaan raksasa asal Jerman, Volkswagen AG.

Usaha menjual bisnis smartphone LG itu menemui ujung pangkal kegagalan. Akhirnya daripada menjual bisnis smartphonenya, LG lebih memilih menutupnya.

DongA Ilbo menyebutkan, LG berkemungkinam mengumumkan kabar gulung tikar ini kepada karyawannya pada awal april.

Mimpi Besar Ibu Rumah Tangga Ubah Pola Hidup Kota Batu Untuk Mencintai Lingkungan

Gung Endah dengan EE di tangannya dan jurigen berisi fermentasi EE dibelakangnya. (Aan)

MALANGVOICE – Langkah Malangvoice.com disambut ramah di kediaman Gung Endah. Rumah yang asri dengan hiasan banyak tanaman serta bau wangi dari semerbak bunga itu bertempat di Perumahan Puri Safira, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Gung Endah (56) adalah Mentor Eco Enzym (EE) di berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Ia juga melayani permintaan beberapa kelompok pecinta lingkungan untuk sosialisasi EE secara virtual dengan gratis.

EE adalah larutan serba guna, hasil penelitan selama 30 tahun seorang akademisi dari Thailand Dr. Rosukon Poompanvong. Larutan ini merupakan campuran bahan sampah organik yang difermentasi selama tiga bulan.

Gung dengan antusiaa menjelaskan manfaat EE antara lain menurunkan bau tak sedap pada sampah organik, pembersih air, dan handsanitizer alami. Biaa juga untuk penyembuh luka bakar dan gores, bahan mencuci lantai, pengganti sabun dan sampo, dan masih banyak lagi.

Saat ini ia fokus menggunakan EE untuk membenahi pengolahan sampah di Kota Batu. Ia menggerakkan 500 lebih orang di Kota Batu untuk mengelola sampah sejak dari rumah.

“Kalau semua orang di Kota Batu tergerak untuk mengolah sampah organik dari rumah, di TPST 3R atau TPA Tlekung bisa tidak ada sampah organik sama sekali. Jadi mereka bisa fokus untuk daur ulang sampah anorganik saja,” jelas Nenek bercucu dua yang mempunyai semangat remaja itu.

Ia berhasil menggerakkan 500 lebih orang itu sejak September tahun 2020. Jumlah orang yang ia gerakkan terus bertambah di Kota Batu. Perlahan tapi pasti mimpi Gung untuk mengolah sampah di Kota Batu sejak dari rumah menggunakan EE bisa menjadi pergerakan masif.

Gung melakukan perjuangannya semata-mata karena rasa cintanya terhadap lingkungan. Ia sering mendanai sendiri pergerakannya untuk kelestarian lingkungan.

Perjuangannya ini terwarisi dari ayahnya yang seorang veteran 1945 dari Lumajang. Perjuangan ayahnya untuk kebaikan bersama hingga berani mengorbanakan segalanya tertanam dalam lubuk hatinya.

Bahkan, perempuan kelahiran 10 Oktober 1964 itu telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk menyemprot EE di TPA Tlekung dua kali. Penyemprotan itu terbukti menurunkan kadar amonia dan metana dari sampah.

“Metana ini merupakan zat yang sangat berbahaya bagi ozon di Bumi. Jika kadarnya tidak dikelola akan menjadi polusi udara yang menyebabkan pemanasan global,” tegas perempuan beranak dua kelahiran Desa Ampelgading, Kabupaten Malang itu.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kota Batu, Imron Suyudi melontarkan secara lisan untuk menjalin kerja sama dengan Gung. Hal inilah yang diinginkan Gung supaya Pemkot Batu lebih serius untuk menggunakan EE.

Perjuangan Gung pun telah menular kepada binaannya. Kelompok relawan binaannya secara mandiri menyemprot TPS dan TPST di desanya masing-masing. Tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Tidak hanya di Kota Batu, berkat kegigihannya mengajarkan pembuatan EE dan pemaparan kebermanfaatannya RS Husada Utama, Kota Surabaya memanfaatkan EE untuk berbagai hal. Misalnya, mendaur ulang sampah organik rumas sakir untuk dijadikan EE, lalu hasil EEnya dibuat membersihkan lantai, piring, dan berbagai macam kegunaan lainnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu bermimpi dapat mempengaruhi petinggi-petinggi Kota Batu untuk menggunakam EE di berbagai sektor. Seperti di sektor Perhotelan, Restoran, Wisata, Rumah Sakit hingga Perkantoran.

“Jadi nanti Kota Batu bisa mempunyai branding baru, yaitu Kota Eco Enzym, yaitu seluruh pengolahan sampah dan kebersihannya menggunakan Eco Enzym. Jadi bisa dinilai sebagai kota yang ramah lingkungan,” paparnya dengan mata berbinar-binar.

Ia memiliki tujuan utama yang sederhana, yakni masyarakat Kota Batu memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Usahanya ini bukan sekedar mimpi di siang bolong, namun ia terus gigih berjuang memperkenalkan EE ke setiap kalangan.

Sempat ia bertemu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko untuk menarik minatnya menggunakan EE. Pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dewanti pun melihat langsung penyemprotan EE di TPA Tlekung yang terbukti berhasil mengurangi bau tak sedap yang selama bertahun-tahun menjadi problematika tak berkesudahan di tempat itu.

Akhirnya Dewanti pun mengakuai kemutakhiran EE ini. Ia menyebut EE ini sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah, mengurangi gas metana hingga mengurangi bau tak sedap.

Pengakuan Dewanti ini bagi Gung adalah peletakan batu pertama di istana perjuangannya memperkenalkan EE untuk memperbaiki lingkungan. Karena yang ia sasar adalah pola hidup masyarakat Kota Batu terhadap lingkungan.

Ia telah melakukan gerakan dengan Roadshow ke delapan desa di Kota Batu dalam satu hari pada waktu HPSN. Roadshow itu ia lakukan untuk mengenalkan EE dan manfaatnya juga memupuk kesadaran untuk mencintai lingkungan.

“Masyarakat Kota Batu jika tahu manfaat EE bisa mengubah pola hidupnya. Manfaatnya banyak sekali, kalau sudah mau bikin, bisa ketagihan sehingga mengubah pola hidupnya,” imbuh S1 Sosiologi UGM itu.

Maksud Gung adalah jika masyarakat ketagihan untuk membuat EE, mereka jadi lebih banyak memakan buah dan sayur karena limbah dari buah dan sayur merupakan bahan baku dari EE.

Perlu diketahui, pemanasan global akibat gas metana paling banyak dihasilkan dari peternakan. Jika pola hidup masyarakat Kota Batu lebih menyukai sayur dan buah-buahan, mereka tidak terlalu bergantung pada daging hasil peternakan.

Secara tidak sadar kepedulian terhadap lingkungan terbentuk karena kegemaran masyarakat Kota Batu membuat EE. Itulah mimpi dari Gung yang perlahan namun pasti akan ia capai dengan kegigihannya.

“Ya itu sudah terbukti mas, orang-orang yang suka bikin EE melihat sampah bukan sebagai bahan yang nggak berguna lagi namun jadi seperti melihat harta karun yang sayang jika tidak dimanfaatkan. Mereka bahkan mau keliling ke penjual buah dan toko-toko buah untuk meminta kulitnya” tandasnya.(end)

Smartfren Luncurkan e-SIM untuk Ponsel Flagship

Regional Head South East Java, Mohammad Cahyadi, saat menjelaskan program baru. (Toski D).

MALANGVOICE – PT Smartfren Telecom tbk, luncurkan e-Sim (Embeded Sim Card) pada smartphone flagship tertentu.

Regional Head South East Java Smartfren, Mohammad Cahyadi mengatakan, e-SIM Smartfren ini merupakan teknologi sim card yang sudah tertanam di perangkat handphone, sehingga pengguna yang ingin menggunakan jaringan Smartfren tidak perlu menggunakan sim card fisik.

“e-SIM ini hanya bisa digunakan beberapa smartphone canggih, seperti IPhone tipe XR, XS, XS Max, 11 Series, 12 Series serta SE 2020, sedangkan untuk perangkat Android pada ponsel yakni Samsung Galaxy Fold, Samsung Galaxy Z-Flip, Galaxy S20 Series, Galaxy S21 Series,” ungkapnya, Kamis (25/2).

Menurut Cahyadi, untuk memanjakan pelanggan, Smartfren tetap berkomitmen memberikan paket unlimited dan kuota nonstop. Kedua paket ini dapat dinikmati semua pelanggan untuk mendapatkan extra unlimited malam full speed tanpa mengurangi benefit yang sudah ada.

“Diharapkan, kedua paket ini dapat membantu mereka yang sedang berjuang membuka peluang, hingga malam-malam berkarya, bekerja, belajar dan melakukan berbagai kegiatan digital yang bermanfaat,” ucapnya.

Penambahan benefit ini, lanjut Cahyadi, secara otomatis akan aktif ketika memasuki pukul 01.00 WIB dan akan berhenti pada pukul 05.00 WIB, dan setelah waktu tersebut pelanggan akan memakai batas pemakaian wajar (FUP) dari paket unlimited yang sedang aktif.

“FUP akan direset begitu memasuki pukul 00.00, dan kembali memasuki Unlimited Full Speed Malam pada jam 01.00 — 05.00 WIB,” jelasnya.(der)

Intip Harga dan Fitur Lengkap BMW X1

Perkenalan BMW X1 di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BMW Astra meluncurkan keluarga baru seri X, yakni X1 sDrive18i. Mobil jenis SUV premium ini diklaim memiliki fitur lengkap namun lebih murah dibanding seri sebelumnya.

Yopy Antonio Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, menjelaskan, hadirnya mobil ini menjawab kebutuhan kendaraan serbaguna dengan sensasi dan kenyamanan berkendara sempurna.

“BMW X1 sDrive18i ditawarkan dengan harga Rp770.000.000,00 on-the-road Jatim. Hal ini membuka peluang baru untuk menjangkau segmen pelanggan baru,” ujar Yopy, Selasa (9/2).

BMW X1. (deny Rahmawan)

BMW X1 ini sudah hadir di show room BMW Astra di Malang. Varian warna yang ditawarkan juga terbilang lengkap. Selain itu, Yopy mengatakan untuk fitur lain yang ditawarkan antara lain ketersediaan comfort seat yang lebih tebal, serta comfort access untuk akses pintu mudah tanpa menekan tombol pada kunci serta pengoperasian buka dan tutup bagasi tanpa sentuhan.

Di bagian fitur infotainment, BMW X1 sDrive18i dilengkapi Apple CarPlay yang sangat mudah dikoneksikan tanpa kabel, Parking Assistant dan Rear-view Camera untuk memudahkan pengguna saat parkir, terutama pada saat parkir paralel dengan pengendalian setir secara otomatis.

“Ini yang paling dicari, jadi mobil ini bisa parkir otomatis tanpa pengemudi menyentuh setir. Ada sensor tersendiri yang memudahkan parkir,” jelasnya.

Pada peluncuran mobil anyar ini, BMW Astra memberikan penawaran terbatas berupa cicilan Rp10,7 juta/bulan untuk BMW 320i Sport selama Februari 2021. Para pelanggan juga mendapat perpanjang garansi hingga 5 tahun, voucer bensin senilai Rp10 juta, dan penawaran harga terbaik untuk trade-in dari BMW Astra Used Car.

“Pelanggan dapat melakukan proses pembelian tanpa keluar rumah karena kami bisa datang membawa mobil yang Anda ingin coba, Anda cukup menghubungi Business Consultant kami dan mengatur jadwal kedatangan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan perawatan kendaraan di rumah dengan mudah,” tutup Yopy.(der)

Dosen Teknik Elektro Polinema Ciptakan Printer 3D, Manfaatkan Daur Ulang Plastik

Dosen Polinema pamerkan hasil 3D printing. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berawal dari mimpinya untuk membuat sebuah kapal renewable energy, Dr. BudhySetiawan, BSEET, MT. bekerja sama dengan tim dosen POLINEMA melakukan penelitian tentang 3D printing. 3 Dimensi (3D) printing merupakan salah satu teknologi utama yang dapat menopang perkembangan sistem industri 4.0.

Printer 3D merupakan mesin yang dapat membuat objek nyata dari desain 3D dengan menggunakan software computer-aided design (CAD).

“Pada umumnya volume 3D printing berukuran kecil, pada penelitian ini kami membuat dengan volume yang besar yaitu 2Mx2Mx2M dan sudah berhasil. Penelitian ini merupakan salah satu inovasi di POLINEMA dan melalui teaching factory, alat ini dapat diproduksi untuk internal POLINEMA dan nantinya juga bisa diproduksi secara masal oleh POLINEMA,” kata Dosen Jurusan Teknik Elektro ini.

Bahan baku pembuatan produk 3D saat ini memanfaatkan bahan hasil daur ulang plastik wadah pelumas yang kedepannya bisa dikembangkan menggunakan bahanbaku logam.

Penelitian yang awalnya melibatkan 12 mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika jenjang D-IV dan Magister Terapan ini, dimulai pada Januari 2020. Saat ini beberapa mahasiswa tersebut telah lulus dan dilanjutkan oleh adik kelasnya.

“Kami sangat mengapresiasi para mahasiwa yang antusias dan giat belajar tentang 3D printing. Mereka awalnya tidak mengenal 3D printing, kemudian dilaksanakan pelatihan terkait 3D printing selama 4 hari. Para mahasiswa itu telah dibagi bidang penelitiannya, sehingga untuk mendalami ilmunya mereka mencari informasi di internet dan pada saat pelatihan mereka wajib mempunyai 5 pertanyaan,” ujar Dr. Budhy Setiawan.

Selain 3D printing, penelitian yang juga dilakukan oleh dosen JTE ini adalah tentangDesain dan Kontrol Ekstruder Plastik HDPE untuk Pencetakan 3D dengan Metode Pengumpanan Pelet Plastik. Kedua penelitian ini sudah terbit di IOP pada pelaksanaan ATASEC 2020, telah mendapatkan HAKI dan akan dipatenkan pada tahun 2021.

“Negara kita memiliki wilayah laut yang luas, kami berharap, melalui penelitian ini mimpi kami untuk membuat kapal renewable energy bisa terwujud dan dapat membantu kebutuhan nelayan di Indonesia,” tutupnya.(der)

Kembangkan Ekonomi Digital, Pemkot Malang Gandeng Grab

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melakukan kerja sama dengan Grab. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus berupaya mengembangkan ekonomi digital. Upaya itu dilakukan menggandeng banyak kerja sama, salah satunya Grab.

Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko dan Business Development Head East Java, Grab Indonesia, Irvan Prasetyo, Senin (19/10).

Lingkup kerja sama ini akan mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan pariwisata dan kebudayaan, hingga penyediaan sarana transportasi yang mudah dan ramah lingkungan.

Grab dan Pemerintah Kota Malang juga turut meresmikan layanan Virtual Grab Driver Center untuk memudahkan mitra pengemudi mendapatkan pelayanan lebih aman tanpa tatap muka untuk penggantian data mitra, pengaktifan akun, dan penyampaian masukan mitra.

Irvan Prasetyo menjelaskan tujuan Grab untuk memastikan masyarakat Malang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang untuk menghadirkan berbagai inisiatif dalam rangka mendukung ekonomi digital di Malang. Hal ini tentunya sejalan dengan misi GrabForGood untuk memastikan setiap masyarakat dapat ambil bagian dan menikmati manfaat dari ekonomi digital,” jelasnya.

Menanggapi kerja sama strategis ini, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kerja sama ini.

“Dukungan yang diberikan oleh Grab untuk mengembangkan ekonomi digital di Malang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kota Malang. Hal ini diharapkan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dan memudahkan aktivitasnya sehari-hari. Kami juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Grab untuk mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi, tidak hanya dalam layanan transportasinya namun juga layanan kepada mitra pengemudi dengan Virtual Grab Driver Center,” paparnya.

Adapun kerja sama ini meliputi program pembinaan generasi muda dan penguatan UMKM, program dukungan wisata, memberikan akses kemudahan bertransportasi kepada masyarakat. (der)

RSUD Saiful Anwar Ciptakan Stetoskop Digital

Ilustrasi. (RSUD Saiful Anwar Malang)

MALANGVOICE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang mengembangkan stetoskop digital. Dinamakan Inoscope, inovasi ini diharapkan mampu melindungi tenaga medis di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Direktur RSUD Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, inovasi dilatarbelakangi kesulitan para petugas medis untuk menggunakan stetoskop. Terutama saat memakai setelan alat pelindung diri (APD) level 4 di Instalasi COVID-19 dan Infeksius Terpadu (INCOVIT).

“Penggunaan APD menutupi seluruh kepala, dan tubuh. Sehingga, apabila hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop, harus menempelkan eartips ke telinga, yang artinya membuka penutup kepala,” kata Kohar, melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, jika para tenaga medis membuka penutup kepala tersebut, maka memiliki risiko tinggi terpapar virus. Baik akibat adanya droplet, atau mikro droplet, yang tersembur dari pasien ke media stetoskop yang dipergunakan.

Adanya inovasi Inoscope tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa membantu para tenaga medis untuk meminimalisir transmisi COVID-19, pada saat melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Cara kerja Inoscope berbeda dengan stetoskop pada umumnya. Inoscope akan melakukan perekaman denyut jantung, hingga nafas pasien. Suara denyut jantung dan nafas pasien kemudian ditangkap oleh mikrophone yang akan terhubung ke aplikasi pada telepon pintar.

Selain itu, Inoscope memiliki sampling suara yang tinggi dengan built in filter pada alat tersebut. Sampling suara tidak akan menggunakan filter digital pada telepon pintar, yang menyebabkan sampling rendah dan mengurangi kejelasan.

Petugas medis bisa mendengarkan suara jantung dan nafas pasien, melalui aplikasi yang terinstal di telepon pintar. Saat ini, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan harus melalui proses validasi sebelum dipergunakan secara resmi.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan dan Validasi Inoscope dr. Susanthy Djajalaksana menambahkan, penggunaan Inoscope diharapkan mampu mengurangi risiko petugas medis terpapar COVID-19. Diharapkan pula dengan penggunaan alat ini dapat mengurangi transmisi dan kontak dengan pasien.

“Sehingga mendapatkan hasil pemeriksaan yang valid tanpa perlu berlama-lama kontak dengan pasien,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa pengembangan stetoskop digital tersebut, melibatkan tim gabungan yang terdiri dari dokter spesialis dari SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUD Saiful Anwar,dan tim pakar informatika medis diketuai Wahyu Teja Kusuma.(der)

Dosen Pertanian Unitri Malang Sulap Limbah Sayur Jadi Pakan Ayam

Proses pengolahan pakan ayam. (istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap limbah sayur yang tidak dapat konsumsi manusia untuk diolah menjadi pakan ternak ayam dengan harga terjangkau.

Diawali dari permasalahan pakan yang dihadapi oleh peternak ayam Sumber Rejeki, di daerah Singosari dan Landungsari Kabupaten Malang. Tiga dosen Unitri yakni Wahyu Mushollaeni, Eka Fitasari, dan Atina Rahmawati yang melakukan pengadian kepada masyarakat melakukan terobosan dengan mengubah limbah sayur menjadi pakan ternak ayam.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam Sumber Rejeki adalah belum tercukupinya dan tersedianya pakan ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi, namun dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ungkap Wahyu.

Namun, kata Wahyu, pada sisi yang lain, kelompok petani sayur Siswandi dihadapkan pada permasalahan cukup banyaknya yakni limbah sayur dari golongan low grade dan bagian sayur yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

“Apabila limbah sayur tersebut menumpuk dan busuk, dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sayur menjadi bahan baku pelet pakan ayam broiler,” terang Wahyu.

Selain untuk meningkatkan nilai guna limbah sayur yang masih mengandung komponen nutrisi, juga untuk meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu penjualan pelet pakan kering. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak lain bertujuan untuk menghasilkan pakan yang murah dari limbah sayur petani dan meningkatkan produksi ternak dengan parameter tingkat efisiensi pakan Feed Convertion Ratio (FCR), mortalitas, dan peningkatan bobot badan.

Sementara metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pelet, pendampingan selama pemeliharaan, dan mengamati hasil terhadap produksi broiler. Tiga jenis limbah sayur dengan jumlah terbanyak yaitu dari kubis, daun kol putih, dan sawi digunakan sebagai bahan baku pelet.

Diperkuat dengan keterangan dari Eka Fitasari, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pelet limbah sayur memberikan FCR 2,12; mortalitas 0%; serta peningkatan bobot badan sebesar 1265,583 g.

“Formulasi yang digunakan dalam pembuatan pelet pakan ayam adalah 15% limbah sayur; jagung 56,5%; tetes tebu 1%; tepung kanji 4,5%; tepung daging 20,3%; limbah sayur 15%; premix broiler 2%; yang dan minyak 0,7%. Nutrisi yang dihasilkan dari komposisi pakan tersebut yaitu energi 2936 kkal/kg dan protein 19%,” beber Eka.(der)