Tujuh Lutung Jawa Dikembalikan ke Habitatnya

Salah Satu Lutung yang Dilepasliarkan oleh BKSDA, Kamis (26/11) (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Lutung hasil rehabilitasi Aspinall Foundatiin Indinesia di Javan Langur Center (JLC), Coban Talun, Beji, Kota Batu dikembalikan pada habitatnya, Kamis (26/11).

Tujuh lutung itu menyusul teman-temannya yang telah dilepasliarkan terlebih dahulu sejumlah 102 ekor. Masing-masing di Hutan Coban Talun 41 ekor dan di Hutan Malang Selatan 61 ekor.

Pelepasliaran tujuh lutung kali ini dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Hutan Coban Talun yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo. Hutan yang menjadi titik pelepasliaran lutung jawa ini setinggi 2000an lebih meter diatas permukaan laut (mdpl).

“Sebelum dilepasliarkan lutung jawa ini telah menempuh proses rehabilitasi hingga tes kesehatan,” jelas Project Manager JLC -TAF IP, Iwan Kurniawan.

Proses rehabilatasi itu meliputi pengenalan makanan alami lutung jawa, melatih lagi kemampuan motorik memanjat pohon dan loncat dari ranting ke ranting.

“Proses rehabilitiasi ini lama kurang lebih satu tahun setengah paling cepat 8 bulan,” lanjutnya.

Ketujuh ekor lutung tang dilepasliarkan itu terdiri dari 1 ekor jantan bernama Nono dan 6 ekor betina bernama; Darmi, Irma, Luna Maya, Gamel, dan Rodi.

Sebelum dilepasliarkan lutung-lutung ini diberi microchip terlebih dahulu. “Tapi microchip ini tidak untuk melacak, hanya mengidentifikasi saja,” imbuhnya.

Iwan mengatakan mengapa tidak memasang microchip untuk melacak karena belum ada teknologi yang bisa dipakai di lutung.

“Teknologi yang ada sebesar koin seribu rupiah dan harus dimasukan antara kulit dan daging lutung, ditambahlagi ada antena sehelai rambut yang rawat dicabut temannya dan menciderai lutung itu,” bebernya.

Selama melepasliarkan Iwan mengatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring menunjukan hasil yang baik. Lutung-lutung yang kembali ke habitat mampu beradaptasi bahkan berkembang biak di sana.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat, menyampaikan jika kegiatan seperti ini harus berjalan secara kontinu. Ini dikarenakan keberadaan lutung jawa dianggap sebagai hewan yang rentan dengan kepunahan.

Lutung Jawa telah dimasukan dalam salah satu satwa yang dilindungi negara. Status perlindungan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

“IUCN Red List of Threatened Species Versi 2019.1 tahun 2019 memasukkan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) pada kategori Vulnerable atau rentan kepunahan,” tambahnya.(der)

UMK Kota Batu Naik, Pelaku Usaha Tak Dapat Lakukan Penangguhan

Adiek Imam Santoso dan Andie Indrianto Saat Diwawancarai Awak Media (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) bersama Dinas Ketangakerjaan Provinsi Jawa Timur laksanakan sosialisasi terkait UMK Kota Batu tahun 2021. Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Aster Kota Batu, Rabu (25/11) itu ditujukan untuk perwakilan perusahaan dan pekerja.

“Sosialisasi ini merupakan momentum yang baik untuk Pemkot Batu, Provinsi serta pelaku usaha dan pekerja,” ujar Kabid Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Kota Batu, Adiek Imam Santoso. Ia mengatakan bahwa hasil dari sosialisasi ini sangat memuaskan.

Menurutnya, semua pihak dapat menangkap isi dari sosialisasi ini. Yakni penrtapan UMK Kota Batu 2021 merupakan hak preogatif Gubernur Jawa Timur.

Seperti diketahui, bahwa Pemkot Batu menghendaki untuk UMK Kota Batu 2021 untuk tetap seperti 2020. Namun keputusan Gubernur Jawa Timur menetapkan UMK Kota Batu 2021 naik Rp 25 ribu.

“Pertimbangan Gubernur mungkin kenaikan UMK ini untuk menggeliatian ekonomi Jawa Timur kembali,” jelasnya. Didiek mengatakan bahwa yang jelas Ibu Gunernur memiliki pandangan dan pertimbangannya sendiri yang harus dihormati.

Sosialisasi itu juga mengemukakan tiga aturan pengupahan pekerja. Yakni UU No 11 Tahun 2020, Peraturan Presiden (Perpres) No. 78, dan negosiasi.

UU No 11 Tahun 2020 sudah menghapus pelaku usaha untuk melakukan penangguhan UMK. Sedangkan Perpres 78 mengatur sanksi dan denda bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi UMK secara sepihak tanpa negosiasi.

Bagaimana jika pelaku usaha tidak mampu menggaji karyawan sesuai UMK? Adiek menjelaskan bahwa pelaku usaha dan karyawan bisa melakukan negosiasi nilai gaji yang bisa sama-sama disepakati.

“Aturan negosiasi itu diatur Surat Edaran (SE) dari Kementrian Ketenagakerjaan yang mengatur perlindungan pengusaha dan tenaga kerja,” lanjut Didiek. Dalam SE itu yakni poin dua romawi empat. Terdapat peraturan dimana pemberi kerja dan penerima kerja harus ada kesepakatan pengupahan terlebih dahulu.

Sehingga penangguhan sudah tidak dapat dilakukan oleh pelaku usaha.
“Hal itu dikarenakan, pasal yang mengatur penangguhan pengupahan itu sidah tidak ada,” jelas Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur , Andie Indrianto.

Andie mempersilahkan untuk pelaku usaha untuk tetap mencoba melakukan penangguhan. Namun ia mengingatkan bahwa peraturan yang bisa menjadi dasar penangguhan sudah tidak ada.(der)

Hina TNI di Facebook, Berujung Diciduk Polisi

(Ilustrasi)

MALANGVOICE – Mulutmu harimaumu. Pribahasa ini yang cocok untuk menggambarkan kasus Syaful Imam, wwrga Desa Sidomulyo, Kota Batu.

Pasalnya, kata-kata yang ia ucapkan dengan cara berkomentar di Facebook membuat ia diciduk aparat. Syaiful diciduk lantaran menghina TNI dengan ujaran kebencian.

“TNI sekarang jadi murahan, lemah, cuma berani nurunin baleho saja (emoticon tertawa). Garda terdepan serasa Banci sama OPM gak berani, sama rakyat baru bisa berdiri. Panglimanya yg baru bikin TNI seperti anjing kurap,” ketik Syaiful Imam.

Dengan sigap Polres Batu mengamankan dugaan kasus ujaran kebencian yang mencatut institusi TNI tersebut.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, membenarkan penangkapan itu.

“Benar, pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada petugas piket,” jelas Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, Rabu (25/11).

Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Batu diantar oleh pelapor. Di sana pelaku akan dimintai beberapa keterangan.(der)

Perkuat Bukti Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3, Kejari Kota Batu Geledah Balai Kota

Petugas Kejari Batu melakukan penggeledahan di beberapa tempat Balai Among Tani Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Penggeledahan dilakukan di Balai Among Tani Kota Batu oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Rabu (25/11). Tujuannya adalah memperkuat bukti dugaan mark up pengadaan lahan SMAN 3 Kota Batu.

Dugaan tersebut memerlukan dokumen-dokumen yang dapat memperkuat kebenaran kasus itu. Maka penyidik mencari beberapa dokumen yang dapat dijadikan bukti guna memperkuat dugaan kasus pengadaan tanah tersebut.

“Penggeledahan itu untuk mencari dokumen demi memperkuat penyidikan,” ujar Kepala Kejari Kota Batu, Supriyanto. Dalam arti Kejari masih mencari dokumen, lantaran pihaknya sudah meminta dokumen yang dimaksud namun belum ketemu.

Dokumen yang dimaksud ialah dokumen pengadaan tanah, mulai dari tahapan perencanaan, pengadaan dan berbagai penyusunan rencana. Pihaknya telah menggeledah Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu, untuk dinas-dinas lain yang digeldah apa saja, ia belum bisa memberi keterangan.

Ia mengatakan bahwa yang digeledah adalah dinas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengadaan untuk menguatkan dugaan bukti. “Pesan saya tolong semua pihak harus kooperatif dalam proses pengusutan kasus, karena upaya penegakan hukum harus didukung semua pihak,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya optimis dapat menyelesaikan kasus ini secara tuntas. Hal itu dikarenakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah dijadwalkan datang ke Kota Batu pada pekan depan. Kedatangan BPKP itu dalam rangka audit angka kerugian negara.

Supriyanto menambahkan bahwa Kejari Kota Batu dan BPKP telah menemui kesepakatan bahwa ada penyimpangan dan kerugian negara dalam dugaan kasus itu. Detail kerugiannya masih enggan ia ungkapkan.

Nampak dalam penggeledahan bukan hanya BKD yang dikunjungi, beberapa tempat lain yaitu Bagian Hukum Setda Pemkot Batu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Pertanian (Dispertan), dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Batu. Selain itu Kasi Pidsus, Endro Rizki E dan Kasi Intel, Edi Sutomo juga nampak turun langsung mengawal.

Kedelapan petugas dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) memakai rompi bertuliskan petugas khusus juga membawa beberapa koper dalam penggeledahan yang dilakukan sejak pukul 10.20 WIB.

Sebelumnya, selain pihak Pemkot Batu, penyidik juga sudah meminta keterangan badan penganggaran (Banggar) DPRD periode tahun 2013.

Kasus ini mencuat setelah terbitnya surat pemanggilan dari tim penyidik Pidsus Kejari Kota Batu, merujuk Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) Kajari Kota Batu Nomor : Print– 02.a/M.5.44.Fd1/06/2020/ tanggal 22Juni 2020. Dalam pengadaan lahan, Pemkot Batu menganggarkan melalui APBD tahun 2014 dengan total kurang lebih Rp 8,8 miliar.(der)

Angkat Potensi Wisata dan Talenta Arek Batu, Disparta Gelar Lomba Video dan Menggambar

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq Memberi Penghargaan. (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVIOCE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memberi apresiasi terhadap kreativitas arek-arek Kota Batu. Seperti pada Rabu, (25/11) di Graha Pancasila, Kota Batu Disparta memberi penghargaan bagi pemuda kreatif dalam Lomba Kreativitas Video Inovatif dan Menggambar dengan tema #KWBsafetourism.

Lomba itu digelar guna mewadahi potensi dan bakat yang dimiliki oleh pemuda Kota Batu. Selain itu juga untuk mengenalkan budaya Kota Batu melalui media komunikasi video dan karya seni rupa.

“Kegiatan ini sangat penting karen talenta-talenta anak-anak muda Kota Batu perlu difasilitasi,” ujar Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq. Dalam pengamatannya di lomba ini, Arief menilai bahwa Kota Batu memiliki anak-anak muda yang mempunyai talenta yang luar biasa.

Melalui lomba ini, Arief mengatakan bahwa karya video dan gambar dapat dikaitkan pada promosi potensi wisata Kota Batu. Pasalnya, dalam karya video yang di lombakan peserta mengeksplor tempat-tempat wisata dari pelosok hingga hiburan kota di Kota Batu.

“Kami berharap bahwa dengan lomba ini dapat memfasilitasi potensi talenta warga Kota Batu dan mengangkat potensi wisata Kota Batu,” harap Arief. Ia berterimakasih dan mengapresiasi pada seluruh peserta yang berpartisipasi dengan gigih dan panitia yang menyukseskan lomba ini.

Ia mengatakan bahwa akan mengadakan lomba ini secara rutin. Sehingga lomba ini dapat selalu menjadi wadah dan perangsang bagi warga Kota Batu untuk terus berwisata.

Selain itu bagi para pemenang menurut Arief bisa diberdayakan untuk menjadi agen promosi Kota Batu. “Kami memang memprioritaskan warga Kota Batu sendiri yang menggarap promosi potensi wisata Kota Batu,” lanjutnya.

Sementara itu Yusak Santoso sebagai salah satu juri mengatakan bahwa sudah saatnya warga Kota Batu untuk mengangkat potensi wisata Kota Batu dengan teknologi modern. “Kita sekarang berada di era industri 4.0 yang mengandalkan kecanggihan teknologi,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa para pegiat karya kreatif harus membaca kaidah baru yang diterapkan di era saat ini. “Saat ini itu yang menjadi daya tarik bukan lagi kemasan, namun konten, maka pembuat karya seni di era ini harus fokus pada konten,” tambahnya.

Di lain sisi, pemenang juara 2 lomba kreatifitas video, Yogi Iqbal Rizki mengatakan dirinya bangga dapat memenangkan lomba ini. Pasalnya video garapannya yg berjudul Yuk Berwisata Aman di Kota Batu menghabiskan uang sebesar Rp 1juta dan tiga minggu penggarapan.

“Saya mengangkat wisata Alun-Alun Kota Batu, Taman Langit dan Paralayang. Seru sih, bikin video sambil sekalian main,” tandas Yogi yang mendapat hadiah Rp 2 juta rupiah tersebut.

Dalam lomba tersebut ada 14 peserta lomba video kreatif yang telah mengirimkan karyanya. Sedangkan untuk lomba menggambar ada 11 peserta.(der)

DPK Gelar Latihan Vertical Rescue Akibat Kecelakaan Pesawat Tabrak Gedung

Simulasi Penyelamatan Korban Kebakaran Gedung (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK) Kota Batu gelar pelatihan vertical rescue bersama TNI AU, Abdurachman Saleh, Kota Malang. Acara itu digelar di Hotel Pohon Inn, Jawa Timur Park, Selasa (24/11).

Kegiatan ini digelar demi menjalin sinergisiatas antara TNI AU Abdurachman Saleh dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batu. Dalam sinergisitas itu diharapkan kedua belah pihak dapat berbagi ilmu dalam penyelamatan korban kecelakaan atau bencana.

Kepala DPK Himpun, mengatakan bahwa memang tugas pokok Damkar ialah, pencegahan, pemadaman, penyelamatan, pemberdayaan masyarakat serta penanganan bahan berbahaya. “Demi meningkatkan kapabilitas Damkar Kota Batu kita perlu menyerap dari berbagai pihak,” jelasnya.

Salah satunya adalah menimba ilmu dari TNI AU Abdurachman Saleh tentang vertical rescue. Skenario yang dilakukan adalah pesawat menabrak gedung lantai tujuh dan terjadi kebakaran.

“Pelatihan ini diharapkan dapat mengasah kemampuan dan keterampilan petugas pemadam kebakaran,” lanjut Himpun. Sehingga Petugas Damkar dapat menyelamatkan korban, harta dan benda dengan lebih baik.

Sementara itu, Keanggotaan Best Rescue Lanud Abd. Saleh Peltu NRP 516163 Didik Purwanto mengatakan sinergi sesema penanggulangan bencana wajib dilaksanakan. “Ini sebagai sarana berbagi ilmu agar kinerja penyelamatan lebih bagus,” jelasnya.

“Kami memberikan materi tentang kecelakaan pesawat yang ditangani dari luar yakni tim yang lebih dulu di lapangan sebelum kami,” lanjutnya.

Ia mengatakan, para petugas penanggulangan bencana dan kecelakaan harus memiliki pengetahuan harus berbuat apa ketika ada kecelakaan pesawat di pemukiman.

“Sehingga semua pihak penanggulangan bencana dan kecelakaan dapat melakukan pertolongan pertama,” katanya.

Ia menjelaskan Pemadam Kebakaran bahkan SAR bukan pelayanan pribadi namun kelompok yang dapat melakukan penyelamatan pada setiap kecelakaan.

Maka dari itu, Didik mengatakan bahwa petugas penanggulangan bencana harus selalu meningkatkan ilmunya agar selalu bisa meningkatkan kompetensinya. “Sehingga pelayanan kita bisa maksimal pada masyarakat,” pungkasnya.(der)

DED Dimatangkan, Pasar Induk Kota Batu Akan Jadi Destinasi Wisata

Situasi Pembahasan DED Pasar Induk Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko terima kunjungan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, Syailendra dan Direktur Prasarana Strategis Kementrian PUPR, Imam Suprijadi. Pertemuan itu dilaksanakan di Balai Among Tani, Kota Batu, Selasa (24/11).

Dalam pertemuan itu dibahas pembangunan baru Pasar Induk Kota Batu. Yang memakan anggran sebesar Rp. 200 miliar melalui Anggaran Pendatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita masih mengevaluasi DED (Detail Engineering Design), nanti kalau sudah matang akan kami mulai sosialisasi, relokasi, hingga pembangunan,” ujar Dewanti. Evaluasi DED ini masih butuh waktu sehingga pembangunan pasar mungkin paling lama pertengahan tahun 2021.

Pasa Induk Kota Batu nantinya akan dijadikan destinasi wisata baru. Di mana pasar tersebut akan dibuka selama 24 jam.

Dewanti menjelaskan bahwa ketika pagi Pasar Induk Kota Batu berfungsi sebagai pasar tradisional. Ketika siang sampai sore pasa reguler.

“Ketika malam akan menjadi wisata kuliner seperti di alun-alun,” jelas Dewanti. Namun DED akan dibahas secara mendetail dan pertimbangan yang matang.

“Kita pertimbangkan juga keramahan gender, disabilitas, lansia pada bangunan Pasar Indul Kota Batu nantinya,” imbuhnya. Selain itu juga dipertimbangkan juga sisi efisiensi listrik, air hingga pengolahan sampah.

Di lain sisi Syailendra berpesan dengan tegas jangan sampai ada pedangan yang terlewat. “Pesan saya harus semua pedangang terakomodir, jangan sampai ada satu saja yang terlewat,” pungkasnya.(der)

Sampah Medis Menumpuk Akibat Pandemi

Ilustrasi TPA (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Penanganan virus covid-19 di Kota Batu meninggalkan 18,4 Ton sampah medis. Angka tersebut dihitung sejak bulan April hingga September di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Perharinya ada 100 kilogram sampah medis yang dihasilkan di Kota Batu. Kebanyakan sampah yang ditemukan adalah masker dan face shield. Perhitungan itu merupakan jumlah yang diperoleh setiap triwulan sekali.

“Kami ada 12 armada khusus membawa sampah medis dari rumah sakit atau desa dan kelurahan setempat,” ujar Kasi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Bambang Harnowo. Setiap tiga hari sekali sampah medis tersebut dibawa ke Mojokerto untuk dilakukan pemusnahan.

“Pembuangan sampah medis ini digolongkan menjadi beberapa item,” jelas Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Yuni Astuti.

Beberapa golongan itu adalah item safety box berisi sampah medis tajam seperti bekas jarum suntik, infus, dan sebagainya. Lalu item kuning berisi tabung bekas infus, sarung tangan lateks dan masker.

“Kemudian item hitam untuk sampah biasa seperti bungkus makanan, plastik, dan sampah yang tidak berkaitan dengan cairan tubuh pasien serta lingkungannya,” jelas Yuni.

Terpisah, salah satu petugas sampah medis, Hermanto membenarkan dalam kurun waktu delapan bulan terakhir ketika memilah sampah ia mengaku selalu membawa penuh sampah medis dari tiap desa.

Selain sampah rumah tangga, sampah medis juga banyak sekali. Tiap ambil sampah selalu membawa penuh di setiap boks. Baru ia pilah dengan bungkus kantong tersendiri baru di kirim ke TPA.

“Petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar merusak sampah medis terlebih dahulu baru dibuang, tujuannya agar tidak dipakai kembali,” tutupnya.(der)

Dishub Siapkan Terobosan Baru Capai Target PAD 2021

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono Saat Diwawancara Awak Media (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Tak mencapai target retribusi parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu siapkan strategi baru untuk tahun depan. Strategi itu diinisiasi lantaran target retribusi ini jauh dari target akibat pandemi covid-19.

Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi parkir sebesar Rp 1,5 miliar. Namun angka yang dicapai masih di angka Rp 390 juta.

Maka dari itu, Dishub Kota Batu membuat terobosan baru untuk tahun 2021. Terobosan itu berupa pemetaan kembali titik parkir pinggir jalan juga pembinaan bagi juru parkir (jukir).

“Dengan regulasi dan terobosan baru ini kami optimis bisa mencapai target PAD 2021 sebesar Rp 8,5 miliar,” ujar Kepala Dishub Kota Baru, Imam Suryono, Selasa (24/11). Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memetakan dan mengidentifikasi potensi titik parkir di tepi jalan.

Saat ini berdasarkan data dari Dishub Kota Batu, ada 50 titik. Namun titik-titik parkir tersebut akan terus dikembangkan.

Setelah itu ada regulasi baru untuk jukir. Yakni sistem bagi hasil dimana 60% untuk jukir, 40% untuk pemerintah. Hal ini sesuai Perda yang terlah ditetapkan.

Lalu Jukir dalam menjalankan tugas jukir wajib memgantongi SK dari Dishub. Saat ini jukir yang tercatat mengantongi SK ada 282 jukir.

Untuk mendapatkan SK itu jukir wajib mendapatkan pelatihan dan sosialisasi terlebih dahulu. “Jukir yang telah mendapat pelatihan dan sosialisasi akan mendapat seragam resmi, id-card yang dilengkapi chip yang harus dikenakan ketika bertugas,” jelas Imam.

Selain itu jukir yang bertugas juga wajib untuk absen. Dengan melalui aplikasi yang terkoneksi dengan smartphone masing-masing yang telah terdaftar.

Terakhir, demi menghindari kecurangan di lapangan oleh oknum jukir yang bertugas tanpa karcis, Dishub bekerja sama dengan beberapa pihak untuk ikut mengawasi. “Kita membentuk forum atau tim gabunhan operasi parkir yang terdiri dari Satpol PP, TNI, serta Kepolisan yang beroperasi secara berkala,” tandas Imam.(der)

Pengrajin Kayu Sepi Pembeli, Coba Pasar Online

Muhammad Syaifulloh, Pengrajin Kayu Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Perdagangan kerajinan tangan adalah salah satu dagangan yang merosot penjualannya saat pandemi covid-19 menimpa. Salah satunya adalah pengrajin kayu perabotan rumah tangga.

“Sudah beberapa bulan tidak melakukan pengiriman luar daerah. Karena perintaannya memang tidak ada,” jelas salah satu pengrajin perabotan rumah tangga dari kayu, Muhammad Syaifulloh, Senin (23/11). Saat ditemui di rumahnya yang juga merupakan pabrik pembuatan kerajinan kayu di Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo.

Ia mengaku sekarang hanya memproduksi seribu alat rumah tangga dari kayu. Terdiri dari entong, cobek dan telenan. Jauh dari dulu yang bisa memproduksi hingga kurang lebih dua ribu kerajinan per harinya.

Syaiful sapaan karibnya mengaku tidak mau memproduksi barang dengan jumlah besar karna permintaan yang memang minim. “Roda ekonomi sekarang menurut saya belum kembali pulih. Orang – orang juga malas keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak,” ucapnya.

Kini ia mencoba peruntungan dengan menjual kerajinan tangannya di situs jual beli online. Meskipun permintaan tak sebanyak ketika berjualan secara langsung, ia tetap beryukur akan hal itu.

“Memang kelemahan kalau jual online itu, permintaannya cuma dikit-dikit saja. Tapi untuk sementara waktu ini yang bisa dilakukan, ya maksimal saja,” ujarnya sambil tertawa.

Harga yang dipatok untuk perabotan unik ini cukup bervariasi mulai Rp 7 hingga 20 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. Penjualan terbesarnya meliputi Jakarta dan Surabaya.

Kayu yang digunakan juga beragam, dari kayu mahoni, pinus dan jati. “Cuma bisa berdoa semoga pandemi cepat dicabut. Kasian karyawan yang gajinya pas-pasan jika terus seperti ini,” tutupnya.(der)