PJT I Temukan Baku Mutu Air Sungai Sabrangan Tak Sesuai Standar

Peninjauan Forkopimda Kota Batu terhadap pengelolaan air lindi TPA Tlekung. (Aan)

MALANGVOICE – Perum Jasa Tirta (PJT) I menemukan air di Sungai Sabrangan, Junrejo tidak sesuai dengan baku mutu air. Baku mutu air itu mengacu pada standar air kelas III sesuai Perda Provinsi Jatim No. 2 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian/Pencemaran Air di Provinsi Jawa Timur.

Temuan ini membuat PJT I mengeluarkan rekomendasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Kota Batu. Rekomendasi itu berisi saran untuk segera membenahi pengelolaan TPA Tlekung agar pencemaran air lindi di sungai ini tidak semakin meresahkan warga.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menjelaskan pengambilan contoh air ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat. Pada 5 Frebruari 2021 masyarakat Desa Junrejo mengirim surat pada PJT I untuk melakukan uji lab terhadap pencemaran Sungai Sabrangan akibat air lindi.

“Artinya patut diduga badan air di hilir TPA Tlekung terkena limbah lindi. Dari analisis menunjukkan limbah tidak memenuhi standar atau baku mutu limbah untuk lindi bagi usaha atau kegiatan pemrosesan akhir sampah,” jelas Raymond, Rabu (24/2).

Ia berharap Pemkot Batu atau dinas terkait untuk melakukan upaya perbaikan terhadap pengelolaan TPA Tlekung. Karena PJT I menduga di TPA Tlekung, air lindi sengaja dilepas dan mencemari badan air sebelah hilirnya. Dugaan ini berdasar pada pantuan PJT I di sungai sekitar TPA Tlekung yang merupakan bagian dari Sungai Brantas yang dikelola PJT I.

“Analisis laboratorium dilakukan pada contoh air limbah yang diambil di sekitaran longsoran sampah dari TPA Tlekung dan outlet limbah cair dari TPA tersebut,” imbuhnya.

Acuan analisis tersebut menggunakan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.59/menLHK/Setjen/Kum.1/7/2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku sudah melakukan upaya untuk penyelesaian permasalahan ini. Ia mendapat info dari DLH Kota Batu bahwa masalah ini sudah diatasi.

“Hujan deras sehingga debit air meninggi menyebabkan tanggulnya ambrol. Ke depan harus ada evaluasi apakah sampahnya terlalu banyak,” jelas Dewanti.

Ia mengatakan perbaikannya sudah dilakukan walau masih belum permanen. Langkahnya adalah, saluran airnya sudah diputer agar air lindi tidak ke saluran yang ada dan langsung ke sungai. Setelah itu mungkin akan ada shelter baru perluasan shelter TPA.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan awal. Ia menjelaskan bahwa terjadinya pencemaran lindi ini akibat tanggul ambrol tiga hari yang lalu. Sehingga mengalirkan lindi ke sungai, namun permasalahan ini sudah diperbaiki.

“Pihak kami sudah mengalirkan titik kebocoran paralon yang pecah, ke kolam instalasinya. Laporan dari staf saya sudah tidak mengalir lagi ke sungai, untuk pengerjaannya setelah HPSN kemarin,” beber Aris.

Ia menegaskan saat Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) ditempatkan di TPA Tlekung. Hal itu menunjukan keseriusan DLH Kota Batu untuk bersama-sama memantau kondisi TPA Tlekung.

“Itu membuktikan keseriusan kami menempatkan acara di sana dan baru sekali itu. Waktu itu Forkopimda ke sana semua, inilah bentuk perhatian. Tidak ada seremonial, bahkan kami berikan santunan ke pekerja sampah yang sudah mengabdi 15 tahun dan berkontribusi positif,” paparnya.

Tambah Aris, persoalan sampah ini berawal dari tata cara pengelolaan sampah dan menjadi masalah kita bersama, tidak sekadar pemerintah.

“Mohon bersabar, ini merupakan penanggana awal, nah untuk membangun kontruksi itu butuh perencanaan, makanya kami ajukan untuk anggaran tidak terduga,” tukasnya.

Bahkan ada saran dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan pembenahan sedimentasi di instansi dengan cara melakukan pengerukan, lalu mengatur sel sampah hingga kolam ABR.

“Lalu instalasi wetlendnya juga perlu ada pergantian filter atau instalasi penyaringannya. Wali Kota sudah datang untuk melihat kebutuhannya apa semoga ke depan tidak terulang kembali dan masalah segera teratasi,” tandasnya.(der)

Musrenbang Kecamatan Junrejo Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur, Wali Kota Batu Ingatkan Sesuatu

Penadatanganan berita acara Musrenbang Kecamatan Junrejo. (Aan)

MALANGVOICE – Pembangunan infrastruktur untuk menanggulangi bencana dan pemulihan ekonomi menjadi prioritas Kecamatan Junrejo. Hal ini tertuang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Junrejo pada Rabu (24/02/2021)di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Sub Tropika (Balitjestro), Beji, Junrejo, Kota Batu.

Camat Junrejo, Dian Saraswati memaparkan terdapat 78 perencanaan pembangunan, sekitar 60 persen merupakan pembangunan infrastruktur. Pembangunan tersebut meliputi perbaikan akibat bencana dan langkah untuk menanggulangi bencana.

Sementara 40 persen sisanya adalah perencanaan pemulihan ekonomi. Pemulihan itu akan dilakukan dengan mengembangkan UMKM Junrejo yang dirasa memiliki potensi besar.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, memgatakan, meski usulan perencanaan dibutuhkan masyarakat, verifikasi dan validasi masih harus dilakukan oleh Bappelitbangda Kota Batu.

“Setelah verifikasi dan validasi baru bisa melakukan penentuan prioritas. Di masa pandemi ini yang diprioritaskan adalah kesehatan dan pemulihan ekonomi,” jelas Dewanti.

Dewanti mengingatkan jika ada infrastruktur yang membahayakan masyarakat harus diutamakan. Ia mencontohkan di Desa Torongrejo yang banyak jalan berlubang belum tersentuh perbaikan.

Tentang dana desa yang belum cair, Dewanti menyebut karena banyak syarat yang belum dipenuhi. Karena itu Dewanti meminta agar hari ini syaratnya dipenuhi oleh kecamatan agar bisa dieksekusi

“Saya sudah menyampaikan pada Pak Sekda agar memberi hukuman jika syaratnya tidak lengkap. Itu memang masih sekadar wacana. Yang jelas kami minta agar hari ini segera diselesaikan,” tegasnya.

Selain itu, Dewanti juga mendorong agar UMKM di Junrejo dapat lebih berkembang lagi. Potensi UMKM yang dimiliki oleh Junrejo dinilai Dewanti bagus sekali.

“Kami menginginkan agar produk UMKM yang ada di Junrejo ini dapat diekspor. Pemkot akan membantu memfasilitasi ke pusat,” janji dia.

Dewanti berharap seluruh perencanaan di Musrenbang ini dapat dieksekusi sepenuhnya sehingga tidak ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (SILPA).

Sementara itu, Camat Junrejo Kota Batu, Dian Saraswati mengatakan selain pemulihan ekonomi dan perbaikan infrastruktur, masih ada tiga program andalan lainnya. Ketiga program itu yakni menjaga Junrejo tetap aman kala pandemi, pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan.

“Yang kita angkat pada Musrenbang ini yang memerlukan APBDes besar serta pengerjaan yang kompleks sehingga memerlukan perhatian lebih,” tandasnya.(end)

Eco Enzym, Inovasi Kota Batu Turunkan Volume Sampah dari Rumah

Penyemprotan Eco Enzym di TPA Tlekung. (Aan)

MALANGVOICE – Lahan sampah di TPA Tlekung, Junrejo, Kota Batu sudah overload. Hal itu dikarenakan setiap harinya lahan di sana menampung sampah seberat 90 ton dari seluruh Kota Batu.

Inovasi Eco Enzym garapan Eco Enzym Nusantara, Kota Batu digadang-gadang menjadi solusi permasalahan ini. Lantaran, inovasi ini dapat menguraikan sampah organik menjadi zat bermanfaat bagi tanah dengan hanya menyemprotkannya saja.

Eco Enzym ini merupakan inovasi yang digarap oleh Kepala Eco Enzym Nusantara, Gung Endah. Inovasi Endah ini diapresiasi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

“Salah satu jalan keluar untuk menangani overload sampah di TPA Tlekung ini adalah dengan menggunakan Eco Enzym. Nantinya inovasi ini akan digunakan di TPA ini,” jelas Dewanti.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak hanya memotivasi inovasi ini, namun juga mengapresiasinya dengan memanfatkannya. Nantinya, pemanfaatan ini akan dilakukan di TPST 3R hingga rumah-rumah masyarakat Kota Batu.

Hal tersebut membuat Kota Batu memiliki sistem pengolahan sampah yang dimulai sejak dari rumah. Yakni, sampah organik disemprot dengan Eco Enzym sehingga menjadi zat yang baik untuk tanah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya telah berkolaborasi dengan Eco Enzym Nusantara.

“Kami menyediakan penuh bahan molase untuk fermentasi. Sehingga bisa digunakan untuk racikan menjadi Eco Enzym,” jelas Aries.

Ia mengatakan pengolahan sampah menggunakan Eco Enzym ini merupakan program kolaborasi baru yang dilakukan DLH Kota Batu. Penyemprotan Eco Enzym ini kepada sampah di TPA Tlekung menemui hasil yang bagus.

“Hasilnya menurunkan gas metana yang ada di TPA Tlekung. Selain itu juga mengurangi bau sampah dengan sangat baik,” papar Aries.

Inovator Eco Enzym, Gung Endah mengatakan bahwa Eco Enzym ini efektif untuk mengurangi dampak pemanasan global dari sampah. Karena gas metana yang dinilai merusak ozon dapat dikurangi secara signifikan.

“Dari 1.600 volume metana bisa menjadi 600 dengan penyemprotan Eco Enzym ini. Selain itu zat-zat polusi udara, air, tanah juga bisa diurai menjadi zat yang bermanfaat,” urai dia.

Penggunaannya juga tak perlu penyediaan yang masif. Menurut Endah, cukup 200 ml Eco Enzym sudah cukup untuk 2000 liter air.

“Eco Enzym ini bagus jika disemprotkan setiap hari di TPA Tlekung. Selain mengurangi kadar metana, juga mengurangi bau juga,” tambahnya.

Ia berharap DLH Kota Batu menggunakan inovasi ini hingga diimplementasikan ke rumah-rumah. Sehingga masyarakat Kota Batu memilah sampah dari rumah dan menyemprotnya dengan Eco Enzym ini.

“Sehingga di TPA Tlekung nantinya tidak ada sampah organik. Karena sudah difilter sejak dari rumah,” tandasnya.(der)

Sebanyak 2765 Petani Belum Kantongi Kartu Tani, Pupuk Subsidi Tak Dapat Diberikan

Ilustrasi

MALANGVOICE – Alokasi pupuk subsidi di tahun 2021 dicatat oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu mengalami kenaikan. Pencatatan itu disusun dalam eleltronik rencana detail kebutuhan kelompok (E-RDKK) 2021.

Penyerahan pupuk subsidi itu kepada petani mengharuskan petani mengantongi kartu tani. Berdasarkan data yang disajikan Kabid Pertanian DPKP Kota Batu, Harijadi Agung ada kenaikan pendaftar Kartu Tani di Kota Batu.

“Di tahun ini total petani yang terdata E-RDKK sebanyak 8.507 petani. Ada penambahan 2.222 petani di tahun ini. Tahun 2020 lalu, jumlah petani yang terdata dalam E-RDKK sebanyak 6.285 petani. Meski tercantum dalam E-RDKK, tak semua petani memiliki kartu tani,” papar dia.

Ia menambahkan, ada 2765 petani yang belum memiliki kartu tani. Rinciannya 543 petani dari data 2020 lalu yang belum tercetak. Ditambah 2222 petani, usulan 2021 yang juga belum tercetak.

Kartu tani ini digunakan untuk menebus pupuk subsidi melalui mesin electronic data capture (EDC) di tingkat pengecer yang ditetapkan sebagai kios pupuk lengkap (KPL).Mereka yang terdata dalam E-RDKK, namun tak memiliki kartu tani, bisa mendapat pupuk subsidi secara manual.

Berdasarkan data Dispendukcapil Kota Batu warga Kota Batu yang berprofesi sebagai petani sejumlah 21 ribu jiwa. Tapi tak semuanya terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi. Ada sejumlah persyaratan yang dijadikan ketentuan untuk mendapatkan pupuk subsidi.

“Salah satunya luas lahan pertanian tak lebih dari dua hektar. Kelompok petani yang memenuhi kriteria akan masuk dalam daftar E-RDKK. Nama-nama yang tercantum dalam E-RDKK berhak mengakses pupuk subsidi. Penebusan pupuk subsidi dilakukan dengan menggunakan kartu tani,” imbuh Harijadi.

Dengan kartu tani itu petani bisa mengambil jatah pupuk subsidi yang disediakan. Totalnya, pupuk subsidi urea seberat 3230 ton, SP36 1811 ton, ZA 1210 ton, NPK 1047 ton, organik granul 1130 ton. Totalnya alokasi kebutuhan pupuk dari rincian tersebut sebanyak 8428 ton dan pupuk organik cair mencapai 2161 liter.

Ia mengatakan, total alokasi pupuk subsidi itu disebarkan pada tiga kecamatan. Kecamatan Batu mendapat alokasi urea seberat 1055 ton, SP36 673 ton, ZA 364,89 ton, NPK 330,12 ton, organikgranul 345 ton dan organik cair 690 liter.

Selanjutnya, Kecamatan Junrejo mendapat alokasi pupuk subsidi dengan rincian urea 940 ton, SP36 580 ton ZA 306 ton, NPK 290,75 ton, organik granul 272 ton serta organik cair 636 liter. Kecamatan Bumiaji mendapat alokasi pupuk subsidi dengan rincian urea 1235 ton, SP36 558 ton, ZA 539 ton, NPK 426,13 ton, organik granul 513 ton serta organik cair 835 liter.

“Itu dapat mengakomodasi petani yang terdata dalam E-RDKK dari 239 poktan. Total luas tanam yang dihimpun dari para petani penerima pupuk subsidi seluas 12.276 hektar,” papar Harijadi.(end)

Sulit Dipulangkan, Masyarakat Adat Kota Batu Buat Replika Prasasti Sangguran

Ritual Penancapan Replika Prasasti Sangguran. (Aan)

MALANGVOICE – Akibat kesulitan mengambil Prasasti Sangguran yang ada di Skotlandia, masyarakat adat Kota Batu akhirnya membuat replika sendiri. Prasasti itu merupakan aset bersejarah bagi Kota Batu.

Prasasti itu menunjukan telah ada peradaban di Kota Batu sejak 982 Masehi. Juga Kota Batu pernah dikuasai oleh Sri Maharaja Rakai Pangkaja Dyah Wawa Sri Wijayalokanamottungga pada zaman itu.

Prasasti Sangguran ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa kuno. Isi pokoknya tentang peresmian Desa Sangguran menjadi sima (tanah yang dicagarkan) oleh Sri Maharaja Rakai Pangkaja dyah Wawa Sri Wijayaloka Namestungga pada 14 Suklapaksa bulan Srawana tahun 850 Saka (2 Agustus 928 M).

Pemangku Sanggar Budaya Sangguran, Dusun Ngandat Desa Mojorejo, Siswanto Galuh Aji mengatakan, Replika Prasasti Sangguran telah ditancapkan di Area Punden Mbah Tarminah, Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Kemarin, (Ahad 21/02/2021) merupakan acara melinggihkan replika Prasasti Sangguran. Melinggihkan itu berarti meletakkan, menancapkan, ataupun mendudukkan prasasti. Ini karena, prasasti tersebut berbentuk lingga dan ada batu yoni sebagai tempat peletakannya,” ujar Siswanto, Ahad (21/1/2021).

Peletakan prasasti itu menggunakan ritual Hindu-Buddha yang dilekatkan dengan adat Jawa. Namanya adalah ritual yang mengacu pada Hindu Jawi Wisnu. Pada ritual itu, juga dilengkapi sesajen-sesajen yang berbentuk dari hasil karya manusia.

“Contohnya seperti pandai besi serta peralatan-peralatan yang menunjang fungsi dalam hidup dan kehidupan. Jadi adanya alat-alat dalam acara peletakan replika Prasasti Sangguran ini merupakan simbol kebutuhan hidup dan kehidupan,” kata Cak Pentol, sapaan akrab Siswanto.

Ritual tersebut, jelas Cak Pentol merupakan ritual yang sarat makna. Makna intinya adalah bentuk penghormatan dari dilakukannya penancapan replika Prasasti Sangguran dengan tujuan untuk mengucap rasa syukur. Karena, dengan dilakukannya penancapan replika Prasasti Sangguran, ada banyak sekali harapan.

“Salah satunya, harapan akan keselamatan masyarakat dengan adanya virus Covid-19. Karena kondisi dan keadaan saat ini sedang tidak baik. Oleh sebab itu, baik dari tata kelola sosial, budaya, dan politik diharapkan bisa selamat semua,” jelas Pentol.

Itu berarti, sambungnya, bukan hanya selamat untuk satu golongan saja, namun juga diharapkan bisa selamat semuanya.(end)

Dewanti Targetkan Penurunan Volume Sampah 25 Persen di TPA Tlekung

MALANGVOICE – TPA Tlekung, Junrejo, Kota Batu setiap hari menampung sampah rata-rata sebesar 90 ton. Volume sampah yang terus bertambah secara masif itu mengakibatkan lahan di TPA Tlekung overload.

Sehubungan dengan itu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menargetkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dapat menekan volume sampah di TPA Tlekung. Angka sebesar 25 persen menjadi target Dewanti yang harus dipenuhi DLH Kota Batu di tahun 2021.

“Tahun ini volume sampah di TPA Tlekung harus bisa turun sampai 25 persen. Semua pihak harus mendukung, tidak hanya DLH saja,” tegas Dewanti.

Dewanti mewanti-wanti ke masyarakat Kota Batu agar mau memilah sampah dari rumah. Jadi sampah yang sudah dipilah bisa dilihat mana yang bisa dimanfaatkan, sehingga sampah tidak perlu sampai ke TPA Tlekung semua.

Ia juga menegaskan untuk memanfaatkan TPST 3R yang ada di desa agar volume sampah berkurang sejak dari rumah dan desa.

“Sampah di TPA Tlekung harus dikelola dengan baik. Harus ada peralatan yang mendukung agar sampah, sedimen hingga cairannya tidak menjadi polusi yang mencemari lingkungan hingga menjadi masalah bagi masyarakat,” jelas Dewanti.

Selain itu ia menyampaikan, Pemkot Batu sudah merencanakan untuk menambah lahan sampah di TPA Tlekung. Penambahan ini akan dilakukan seandainya memang dibutuhkan.

“Kita menyiapkan lahan untuk menambah ketika memang lahan di sana sudah tidak cukup. Lahan sampah di TPA Tlekung akan diperluas dengan menggunakan tanah di sebelah lahan yang ada sekarang,” imbuh Dewanti.

Kendati demikian, Dewanti mengatakan eksekusinya masih menunggu studi kelayakan yang dilakukan DLH Kota Batu. Tujuannya supaya bisa dinilai apakah lahan tersebut memang layak untuk digunakan atau tidak.

Sementara itu Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan menjelaskan, pengurangan volume sampah ini dapat dilakukan dengan menjadikan sampah sebagai produk ekonomi.

“Ketika pandemi ini semua sektor merosot perekonomiannya. Namun dari data KLHK sektor kelola sampah malah meningkat,” jelas Aries.

Aries mengatakan pergerakan daur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual ini sudah dimulai di bank sampah di beberapa desa.

“Sehingga jika ini dilakukan dengan masif, sampah bisa menjadi penggerak ekonomi juga. Kita akan berkolaborasi dengan bank sampah yang ada di desa dan kelurahan,” tandasnya.(der)

Musim Hujan, Berkah Penjual Rambutan di Kota Batu

Rambutan di Kelurahan Sisir, Kota Batu. (Aan)

MALANGVOICE – Musim hujan menjadi berkah bagi para penjual buah rambutan. Pasalnya, buah yang masak berwarna merah tersebut berbuah subur pada musim hujan. Jumlah permintaan juga mengikuti banyaknya stok yang ada.

“Memang musimnya di bulan-bulan ini. Alhamdulillah permintaannya juga banyak,” tutur salah satu penjual rambutan di daerah Kelurahan Sisir, Kota Batu, Sukarni, Sabtu (20/02)

Dalam sehari ia bisa menjual kurang lebih satu kwintal rambutan. Dengan harga per-kilonya mencapai Rp 10 ribu.

Mayoritas pembelinya berasal dari wisatawan luar kota. Antara lain Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. Harganya yang sangat terjangkau menjadi alasan tingginya permintaan buah satu ini.

Tidak ada perawatan berarti bagi para petani rambutan. Salah satu hal yang dilakukan hanya pemupukan secara teratur dua kali dalam seminggu. Selain itu buah harus segera dipanen setelah matang.

Jika tidak dipanen, maka buah harus segera cepat diambil. Jika tidak ia akan lebih beresiko untuk busuk.

“Walaupun sudah membaik, tapi masih belum pulih seperti dulu. Harapan saya agar pandemi segera menghilang dan situasi perlahan membaik,” harapnya.(der)

Demi Kenyamanan Pengungsi di Dusun Brau, BPBD Akan Bangun Hunian Semi Permanen

MALANGVOICE – Sebanyak 16 KK dengan total 63 jiwa sedang mengungsi di Dusun Brau, Gunungsari, Kota Batu. Pasalnya tempat tinggal mereka menempati kawasan rawan longsor.

Saat ini mereka menempati tenda dari BPBD Kota Batu yang berukuran 16 meter persegi dengan dihuni sebanyak tiga sampai empat orang. Di tempat pengungsian itu mereka banyak bertanya dan mengeluh, kapan bisa kembali menempati rumahnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochiim menjelaskan, keluhan itu normal. Namun, pihaknya tidak bisa mengembalikan mereka ke tempat tinggalnya kembali karena berisiko tinggi.

“Kami sudah merencanakan hunian semi permanen. Targetnya masing-masing KK kita siapkan hunian sementara dengan luas enam kali enam meter persegi, kita cari lahan yang pas. Supaya dapat berkehidupan normal kembali sembari nunggu relokasi,” jelas Rochiim.

Namun, dalam jangka pendek ini Rochiim mengatakan akan memberi alas paving agar lebih nyaman. Pasalnya saat ini mereka menempati tenda di atas tanah yang mengakibatkan alasnya dingin.

Selain itu BPBD Kota Batu juga menjamin logistik sehari-hari bagi pengungsi. Logistik itu disediakan Pemkot Batu melalui BPBD Kota Batu, Dinsos Kota Batu dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu.

“Kalau untuk lauk pauknya kita tdk memasok, karena cepet rusak. Namun tetap kita backup dari anggaran,” jelasnya.

Selama ini, BPBD Kota Batu menggunakan dana dari belanja tak terduga (BTT). Namun untuk membangun bangunan semi permanen akan menggunakan dana tak terduga (DTT).

Untuk pembangunan hunian permanen Rochim menjelaskan masih melakukan kajian. Kajian itu dilakukan untuk menemukan kawasan yang aman dan pas.

“Kami melakukan kajian dengan Universitas Brawijaya Malang (UB). Saat ini masih survey, tapi terkendala alat yaitu geolistrik. Kalau seismograf untuk mengetahui getaran gerakan tanah. Kalo geolistrik untuk menguji jika terjadi longsor dengan kedalaman berapa meter, supaya kita bisa memprediksi coverage area. Dengan itu kita bisa memprediksi arah longsornya kemana,” tandasnya.(der)

Tanah Kawasan Payung Banyak Kandungan Air, Sumur Pelega Disiapkan

MALANGVOICE – Retaknya Jalan Brigjen Moh Manan (Payung I), Songgokerto, Kota Batu membuat masyarakat was-was akan terjadinya bencana longsor. Pasalnya selain retak, tanah di kawasan itu juga ambles sehingga potensi longsor semakin besar.

Hal itu membuat BPBD Jatim lakukan kajian terkait tanah di tempat itu. Hasilnya ditemukan tanah di jalan provinsi itu lunak akibat banyak kandungan air yang tersimpan di kedalaman 25 meter bahkan 2 meter.

“Kondisi itu sangat riskan memicu tanah labil yang akan menjadi jenuh karena meningkatnya air yang terkonsentrasi dalam tanah. Melihat kondisi itu, potensi gerakan massa tanah akan sangat tinggi begitu puncak musim penghujan,” jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochiim.

Selain struktur tanah lunak dan banyak kandungan air, kontur jalan pada kawasan itu didominasi kemiringan lereng. Kondisi kontur yang seperti itu semakin membuat kawasan di sana rawan longsor.

“Karakter kontur wilayah di Payung sama seperti di Dusun Brau, Desa Gunungsari. Pergerakan tanah terjadi di dusun ini. Lambat laun terjadi volume dan beban berat tanah pada bagian lereng bertambah. Sehingga pada titik tertentu akan mengakibatkan longsor,” imbuh Rochiim

Rapat koordinasi dilakukan antar lintas instansi untuk menentukan langkah teknis penanganan jangka pendek di lokasi terjadinya keretakan dan amblesnya permukaan tanah. UPT PJJ Dinas PU Binamarga Pemprov Jatim akan membuat sumur pelega diameter satu meter di beberapa titik.

“Sumur pelega mengurangi air agar tak terkonsentrasi yang mengakibatkan terjadinya kejenuhan tanah,” kata dia.

Penanganan jangka pendek lainnya dengan normalisasi dan memperlebar saluran drainase. Kemudian akan dipasang box culvert. Serta bagian tepi jalan yang masih berupa tanah akan dirabat agar air tak meresap ke dalam tanah.

“Penanganan jangka pendek hanya menghambat. Minimal jangan sampai jalan putus dulu dan tidak ada percepatan tanah longsor,” ujar dia.

Penanganan jangka panjang baru akan bisa dilakukan setelah ada kajian dari akademisi. Pihak akademisi mengkaji rancangan konstruksi yang pas untuk diaplikasikan di kawasan Payung agar kejadian semacam itu tak terulang terus.

“Penurunan permukaan tanah paling signifikan terlihat pada 2013 kemarin. Akhirnya pembangunan jalan dipasang paku bumi sedalam 15 meter. Ternyata saat ini ambles lagi,” papar Rochiim.(der)

Tak Bisa Tanggung Biaya Liburan di Batu, Sejoli Curi TV dan Gadaikan Kamera Sewa

Tersangka pencurian TV dan Kamera Sewa. (Aan)

MALANGVOICE – Sepasang kekasih dari Salatiga dan Sukabumi curi TV dari villa yang ditempati dan gadaikan kamera persewaan. Hal itu dilakukan karena kekasih itu tak dapat menanggung biaya berlibur di Kota Batu.

Pencurian itu dilakukan AA seorang pria dari Salatiga dan AK seorang perempuan dari Sukabumi pada tanggal 09 Februari 2021. Aksi mencuri TV itu dilakukan pada siang hari pada keadaan villa sepi.

“Vila itu berada di kawasan Oro-oro Ombo, Kota Batu. Setelah mengambil TV itu mereka menggunakan jasa ojek online untuk digadaikan,” jelas Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, Jumat (19/02).

Setelah itu selang dua hari, mereka menyewa kamera dan proyektor. Kemudian kedua barang itu digadaikan kembali.

“Mereka masih dalam status pacaran. Pencurian itu dilakukan karena sepasang kekasih ini tak bisa menanggung biaya berlibur di Kota Batu,” paparnya.

Berdasarkan keterangan Jeifson, mereka ditangkap di Salatiga oleh Satreskrim Polres Batu, Rabu (16/02). Kemudian mereka di bawa ke Polres Batu.

“Akibat perbuatan kedu pasangan kekasih itu mereka terancam kurungan selama 5 tahun. Dengan jeratan Pasal KUHP 363,” tandasnya.(der)