Abel Camara Dikontrak Arema FC, Ali Rifky: Kami Cari yang Terbaik

Perkenalan pemain anyar Arema FC, Abel Camara. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC resmi memperkenalkan pemain asing baru asal Guinea-Bissau, Abel Issa Camará. Pemain berposisi striker ini langsung dikontrak selama satu musim Liga 1 2022.

Manajer Arema FC, Ali Rifky, mengatakan, seusai janjinya ia mengenalkan pemain baru ini pada 1 Juli. Hal itu menyusul selesainya kontrak di klub lama, Belenenses SAD di Primera Liga Portugal.

“Saya selalu tekankan harus menghormati apapun bentuk kontrak yang dijalani pemain, Abel habis kontrak tanggap 30 kemarin, dan dia inginkan tanggal 1 Juli ini dirilis,” ujar Ali.

Proses perekrutan Abel dikatakan Ali sudah sesuai dengan keinginan pelatih Arema FC, Eduardo Almeida. Awalnya, manajemen dan pelatih dihadapkan dengan sembilan nama calon pemain baru.

“Dari beberapa yang main di Portugal, akhirnya jatuh ke Abel,” ujarnya.

“Kami ambil dia dari liga tertinggi di Portugal atas analisis dari coach Eduardo. Abel juga pernah bareng Eduardo dan Joao Paulo Urbano Moreira. Kami cari yang terbaik,” lanjut Ali.

Sementara itu Eduardo Almeida membenarkan pernyataan Ali Rifky. Dengan hadirnya Abel, ia berharap bisa membantu tim meraih target.

“Semoga dia bisa membantu tim meraih target di musim ini,” harapnya.

Pemain dengan tinggi 1,85 meter ini bisa dimainkan saat Arema FC menjamu Barito Putera di babak delapan besar Piala Presiden 2022 pada Sabtu (2/7).

Soal kondisi fisik, Eduardo mengaku Abel tidak ada masalah dan sempat ikut berlatih bersama pemain lain pagi tadi di Stadion Gajayana.

“Mungkin saja bisa dimainkan atau bisa saja tidak dimainkan,” kata Eduardo Almeida.(der)

Konflik Tenurial Penguasaan Kawasan Hutan Membelit 3 Desa di Kecamatan Bumiaji

Lahan pertanian di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji yang berhimpitan dengan kawasah hutan. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kota Batu memiliki luas wilayah hampir 20 ribu hektare. Mayoritas wilayahnya dikelilingi kawasan hutan sebesar 55 persen dari luas keseluruhan.

Berkaitan dengan hal itu, berkelindan permasalahan tenurial seiring kebutuhan ruang permukiman maupun pertanian.

Di Kota Batu, konflik sengketa agraria di kawasan hutan rentan terjadi di Kecamatan Bumiaji. Mengingat wilayahnya bersinggungan langsung dengan hutan. Sengketa lahan penggunaan lahan hutan dialami warga di Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo maupun Desa Sumber Brantas. Sekian lama para warga menempati lahan hutan yang diklaim milik penguasaan Perhutani.

Seperti di Dusun Lemah Putih, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. Sebanyak 300 warga menempati lahan kawasan hutan seluas 9,79 hektare.

Mereka memanfaatkan lahan yang diklaim milik Perhutani itu, untuk pertanian maupun permukiman. Permohonan pun diajukan warga sejak 2001 lalu. Namun belum ada titik temu antara warga dan Perhutani yang mengklaim lahan itu merupakan kawasan hutan penyangga. Sehingga pada 2018 lalu, sulit ditindaklanjuti sebagai tanah objek reformasi agraria (TORA).

“Ada mekanisme untuk menyelesaikan konflik agraria di kawasan hutan. Karena butuh rekomendasi dari Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Rekomendasi dari tim tersebut jadi dasar penerbitan sertifikat tanah oleh BPN,” papar Kepala BPN Kota Batu, Haris Suharto.

Konflik agraria lainnya di Kecamatan Bumiaji berada di Desa Tulungrejo. Di wilayah itu terdapat empat titik sengkarut penguasaan lahan kawasan hutan. Salah satunya di Dusun Junggo.

Lahan seluas 126,61 hektare difungsikan sebagai areal pertanian oleh 309 warga. Pihak Perhutani mengklaim, bahwa lahan itu masuk kawasan hutan hasil tukar guling dengan AURI di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Reforma agraria ditempuh pemerintah untuk menyelesaikan sengkarut penguasaan maupun pengelolaan di kawasan hutan. Regulasi Perpres nomor 86 tahun 2018 menjadi instrumen untuk merestrukturisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah lebih berkeadilan. Melalui penataan aset dan akses menuju kemakmuran rakyat.

Regulasi itu memberi mandat kepada pemerintah daerah untuk membentuk Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Pembentukan GTRA Kota Batu ditetapkan pada Keputusan Wali Kota Batu nomor 188.45/79/KEP/422.012/2022. Tim ini berperan untuk menuntaskan konflik tenurial di kawasan hutan. “Gugus tugas berpedoman pada mekanisme tata kelola hutan untuk menyelesaikan konflik agraria. Harapan kami bisa teratasi seperti di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo. 112 KK di kawasan hutan mendapat redistribusi sertifikat,” imbuh Haris.

Percepatan konflik agraria di kawasan hutan juga masuk dalam UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Lahan pertanian hingga fasos-fasus permukiman yang terlanjur berada di kawasan hutan akan ditata sesuai prinsip tata kelola kehutanan. Sejalan dengan mekanisme penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka penataan kawasan hutan (PPTPKH).

Data yang disajikan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) XI Yogyakarta, usulan indikatif PPTPKH di Kota Batu seluas 281,95 hektar. Ditujukan untuk fasos-fasum permukiman dan lahan garapan. Rinciannya, di hutan konservasi untuk fasus-fasos permukiman seluas 2,63 hektar dan lahan garapan seluas 49,84 hektar. Berikutnya, fasos-fasum permukiman di hutan lindung seluas 9,79 hektar dan lahan garapan seluas 0,45 hektar. Pada hutan produksi untuk fasos-fasum permukiman seluas 43,67 hektar dan lahan garapan seluas 175,57 hektar.

“Kami meminta pemda serius menginventarisir fasos-fasum permukiman dan lahan pertanian di dalam kawasan hutan. Pengusulan juga di dalam kawasan hutan, jangan di luar kawasan,” ujar Kepala BPKH Wilayah XI Yogyakarta, Suhendro A Basori saat menghadiri rakor penyelenggaraan reforma agraria di Kota Batu.

Ia mengatakan, pelepasan kawasan hutan dikonversi menjadi permukiman maupun lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan ruang. Namun untuk mendapatkan sertifikat penguasaan tanah harus melalui kajian Tim Terpadu KLHK yang dipimpin LIPI.

“Semisal hutan konservasi, arahnya pada konsep kemitraan masyarakat. Untuk hutan lindung, bisa diterbitkan sertifikat. Namun jika dinilai rawan, maka tetap dijadikan kawasan hutan. Masyarakat hanya bisa menempati saja,” tutur dia.(der)

Bansos Lansia Disalurkan Juli, Dinsos Kota Batu Verifikasi Ulang Data Penerima

Penyaluran bansos lansia di Kecamatan Junrejo (istimewa).

MALANGVOICE – Dinsos Kota Batu melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan lansia. Tahapan itu dilakukan sebelum menyalurkan bantuan lansia bulan April hingga Juni atau termin kedua.

Salah satu komponen bansos itu, disalurkan setiap tiga bulan sekali atau empat kali penyaluran dalam setahun. Penyaluran termin pertama diberikan pada Maret lalu kepada 448 lansia penerima manfaat.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan keabsahan jumlah data penerima. Mengingat data penerima dapat berubah sewaktu-waktu. Semisal, karena faktor mortalitas, perpindahan alamat domisili ataupun tidak lagi masuk kriteria penerima bantuan.

“Termin kedua akan disalurkan pada Juli. Untuk jumlah pastinya menunggu hasil verifikasi ulang,” tutur Punjul.

Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp500 per bulan. Penyalurannya dilakukan per tiga bulan senilai Rp1,5 juta. Pembagian insentif menurut Atim tak bisa disamakan angkanya tiap tahun. Lantaran hal itu mengacu pada kemampuan APBD Kota Batu. Ada dua kriteria yang ditetapkan dalam bantuan lansia.

“Pertama merupakan lansia terlantar dan miskin. Kedua terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos,” kata Kasi Anak dan Lansia Dinsos Kota Batu, Atim Hadiyanto

Menurutnya, pemerintah desa juga dapat mengusulkan agar lansia yang ada di wilayahnya dapat bantuan. Selama lansia itu masuk kategori pra sejahtera. Keterlibatan pihak pemdes ini dapat membantu Dinsos dalam pendataan. Karena mereka mengetahui kondisi riil masyarakatnya.

“Misal di satu desa ada 20 lansia yang layak. Tapi anggaran kita hanya mencukupi untuk 5 lansia. Maka pemdes akan memilih mana yang layak diberikan berdasarkan skala prirotas masing-masing,” tandasnya.(der)

Masuk Bursa Pilpres 2024, Sandiaga Uno Memilih Fokus pada Instruksi Presiden

Menparekraf, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kota Batu membuka pelatihan minuman kekinian yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (Pemkot Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Nama Sandiaga Uno masuk dalam pusaran politik elektoral 2024. Sejumlah dukungan bermunculan agar Menparekraf itu maju dalam bursa Pilpres nanti.

Sandiaga lebih memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Menparekraf. Pernyataan itu sekaligus jawaban dirinya, ketika ditanya apakah ada komunikasi politik terkait pencapresan pada 2024 nanti.

“Sesuai instruksi presiden, kami fokus pada tugas kami. Berkaitan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk membangkitkan perekonomian,” tutur Sandiaga saat berkunjung ke Garaha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Menurutnya, isu-isu makin santer mewarnai dinamika politik menjelang pemilu. Apalagi saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu 2024.

Lebih lanjut, dikatakan Sandiaga, jika dalam pemilihan umum presiden 2024 ini yang terpenting bukan berasal dari sosok calon presiden. Melainkan program dan konsep yang akan diusung oleh calon presiden nantinya.

“Kami meyakini isu yang paling penting adalah ekonomi, penciptaan lapangan kerja, bagaimana biaya hidup yang merangkak naik ini bisa kita selesaikan untuk warga masyarakat kita,” tandasnya.(der)

Bertandang ke Kota Batu, Menparekraf Ajak Generasi Muda Ciptakan Lapangan Kerja

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko memberikan cenderamata kepada Menparekraf, Sandiaga Uno. Sandiaga Uno bertandang ke Kota Batu membuka pelatihan minuman kekinian yang digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu. (Pemkot Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno bertandang ke Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (29/6). Sandiaga membuka acara Workshop Minuman Kekinian bagi Pelaku UMKM.

Minuman kekinian tak lepas dari bagian sub sektor ekonomi kreatif. Sehingga melalui pelatihan semacam itu, bisa menginspirasi pelaku UMKM, khususnya generasi muda menawarkan terobosan-terobosan baru.

Sandiaga mengatakan, produk minuman kekinian banyak digandrungi generasi milineal hingga generasi post Z. Secara demografi, generasi tersebut mencapai 55 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Mereka menginginkan minuman kekinian dengan racikan-racikan baru. Ada es kopi, boba, matcha hingga minuman berbahan dasar jahe,” tutur Sandiaga.

Pelatihan itu sekaligus diharapkan memacu daya kreasi pelaku UMKM menciptakan produk berdaya saing. Pihak Kemenparekraf pun turut menyalurkan bantuan insentif pemerintah (BIP). Instrumen itu sebagai dukungan dari segi permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Tujuan kami, arahnya terbentuk 1 juta lapangan kerja baru. Taraf hidup masyarakat ikut meningkat. Ini yang dibutuhkan untuk terlepas dari tekanan ekonomi pasca pandemi,” urai dia.

Sementara, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa saat ini kondisi pariwisata Kota Batu sudah mulai merangkak naik. Ketika terkena pandemi Covid 19, kondisi perekonomian Kota Batu sempat terpuruk sampai minus 10.

“Namun saat ini, sejak awal tahun 2022 perekonomian Kota Batu tumbuh menjadi 4,04 persen, dan sudah melebihi angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujar Dewanti.

Dewanti menuturkan kehadiran Menparekraf merupakan suatu dukungan agar anak-anak muda Kota Batu maupun Malang Raya bisa lebih terpacu berdaya sainb.

“Ini menjadi suntikan motivasi untuk pelaku UMKM di Kota Batu dan Malang Raya. Apalagi mereka juga dibekali dengan ilmu tentang pembuatan minuman kekinian,” tutur dia.(der)

Imbas Protes Pedagang, Pasar Hewan Kota Batu Dibuka dengan Syarat

Perwakilan pedagang mendesak agar Pasar Hewan Kota Batu kembali dibuka. Tuntutan itu disampaikan karena mereka sudah hampir dua bulan tak bisa berjualan sejak ditutup pada 19 Mei lalu. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Hampir dua bulan Pasar Hewan Kota Batu yang berada di Jalan Sutan Hasan, Kelurahan Sisir ditutup Pemkot Batu. Penutupan dilakukan sejak 19 Mei lalu sebagai antisipasi seiring merebaknya penyakit kuku dan mulut (PMK).

Para pedagang pun melayangkan protes agar Pasar Hewan dibuka kembali. Tuntutan itu disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu pada Rabu (29/6). Apalagi mereka tak ingin melepaskan kesempatan karena banyak konsumen yang mencari hewan kurban menjelang Iduladha.

DPKP Kota Batu pun memutuskan Pasar Hewan Kota Batu dibuka kembali setelah pedagang melayangkan tuntutan. Aktivitas jual beli hewan ternak dibuka per tanggal 1-13 Juli. Syaratnya, hewan ternak yang diperjualbelikan harus dalam kondisi sehat dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Pedagang bersyukur permintaan kami bisa diakomodir. Jumlah pedagang di Pasar Hewan Kota Batu berkisar 100 lebih,” kata salah satu pedagang Samsul Arifin.

Kembali dibukanya Pasar Hewan Batu ini diharapkan mampu memperbaiki perekonomian pedagang. Karena pendapatan mereka menurun drastis lantaran penutupan pasar selama hampir dua bulan.

“Pasti rugi selama dua bulan ditutup. Kerugiannya bervariasi karena tiap pedagang beda-beda,” terang warga Desa Bumiaji itu.

Dibukanya Pasar Hewan ini sekaligus untuk menyediakan kebutuhan hewan kurban. Menurut Samsul, sebetulnya persediaan hewan kurban masih belum mencukupi. Sehingga banyak mendatangkan dari luar daerah. Namun hal itu tak diperbolehkan semenjak PMK merebak.

“Keputusan dari dinas nggak boleh. Toh kalaupun dari luar, itu bentuknya sudah berupa daging yang dipotong dari hewan kurban sehat. Memang selama PMK, permintaan hewan kurban merosot,” ungkap dia.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Perikanan DPKP Kota Batu, Sri Nurcahyani Rahayu mengatakan, para pedagang juga ditekankan mematuhi protokol kesehatan. Hal ini agar potensi penularan PMK tak menyebar luas ketika Pasar Hewan Kota Batu dibuka kembali.

“Karena penularannya melalui udara. Maka kotoran ternak harus dipendam dan rutin disemprot disinfektan. Hal ini berlaku juga bagi hewan ternak yang ada di kandang peternak,’ tutur Nurcahyani.

Selain itu, hewan kurban yang diperjualbelikan tidak boleh ada gejala penyakit. Hal itu sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tim Kesehatan Hewan DPKP Kota Batu juga akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban.

“Untuk memastikan hewan ternak yang dipotong betul-betul sehat. Di masa PMK, proses pengolahannya juga harus tepat. Bagian kaki, kepala dan jeroan harus dimasak selama 30 menit,” terang dia.

Ia menambahkan, pada Idul Adha kali ini, DPKP Kota Batu hanya memberikan rekomendasi tempat penjualan hewan kurban di tujuh titik. Meliputi Kelurahan Ngaglik, tepatnya di sisi barat Museum Angkut. Kemudian Gelora Bunga di Desa Sidomulyo, rest area belakang Balai Desa Oro-oro Ombo, Kios Pak Kabul di Jalan Sultan Agung Kelurahan Sisir, Pasar Hewan Kota Batu di Kelurahan Sisir dan Jalan Raya Tlekung Desa Tlekung.

“Untuk tempat pemotongan ada 92 titik tersebar di 24 desa/kelurahan. Ditetapkannya 6 tempat penjualan hewan kurban dan 92 tempat pemotongan didasarkan pada Keputusan Wali Kota Batu,” pungkasnya.(der)

Banyak Masyarakat Terbantu, Erick Thohir Inginkan Nasabah Mekaar Naik Dua Kali Lipat di Batu

Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga hadiri Pasar Murah dan Bazaar UMKM BUMN” yang menghadirkan lebih dari 3.000 nasabah Mekaar dan masyarakat umum Kota Batu. (istimewa)

MALANGVOICE – Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mulai dirasakan dampaknya bagi masyarakat. Contohnya ada di Kota Batu yang mencatatkan nasabah Mekaar sebanyak 8.324.

Jumlah itu artinya hampir 100 persen warga pra sejahtera di Kota Batu berhasil terbantu lewat penguatan program Mekaar inisiasi Menteri BUMN Erick Thohir.

Karena itu, Erick Thohir meminta Perusahaan BUMN meningkatkan jumlah nasabah Mekaar dua kali lipat terutama di Kota Batu. Percepatan ini dilakukan sebagai komitmen Erick Thohir untuk menyejahterakan masyarakat hingga level Kabupaten dan Desa.

Warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Suti Astuti, mengaku sangat merasakan dampak positif dari kehadiran berbagai program PNM Mekaar.

Ia menjadi saksi bagaimana Program Mekaar berhasil meningkatkan dan mengembangkan usaha hingga membantu perekonomian serta kesejahteraan Ibu-Ibu pra sejahtera di Kota Batu.

“Program Mekaar berhasil membantu meningkatkan usaha saya sebagi keluarga pra sejahtera dengan cicilan usaha dengan bunga ringan,” ungkap Suti Astuti.

Pasar Murah dan Bazaar UMKM BUMN yang menghadirkan lebih dari 3.000 nasabah Mekaar dan masyarakat umum Kota Batu. (Istimewa)

Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga dalam acara “Pasar Murah dan Bazaar UMKM BUMN” yang menghadirkan lebih dari 3.000 nasabah Mekaar dan masyarakat umum Kota Batu mengatakan, lewat program ini akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Walaupun Kota Batu ini sudah sangat tinggi jumlah nasabah Mekaar, tapi Pak Erick pasang target untuk meningkatkan lagi jumlah nasabah Mekaar menjadi 2 kali lipat dari jumlah saat ini. Itu artinya Pak Erick Thohir berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu,” jelas Arya.

Dalam kegiatan tersebut, Arya Sinulingga disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Batu, Ir Sugeng Pramono beserta Pimpinan Perusahaan BUMN yang memiliki wilayah kinerja di wilayah Kota Batu yaitu Waskita Karya, Angkasa Pura I, SIER, dan Abipraya. Sedangkan Perusahaan BUMN penyedia pasar murah yaitu ID Food.

Selain pasar murah, kegiatan Pasar Murah dan Bazaar UMKM juga dimeriahkan oleh 50 UMKM binaan BUMN dengan produk yang beragam mulai dari pengolahan makanan dan minuman, fashion hingga jasa.

Febri, sebagai salah satu pelaku UMKM yang menjual kain batik asli Jawa Timur menyatakan potensi UMKM di Kota Batu sangatlah besar dan masih banyak lagi UMKM yang perlu pendampingan melalui Rumah BUMN.

Melalu Rumah BUMN, Arya kemudian akan memberikan pelatihan dan business matching UMKM yang ada di Kota Batu sehingga produknya bisa dipasarkan lebih luas lagi.

“Saya sendiri butuh peluang pasar dan marketing ke dunia internasional. Karena batik yang saya ini unik karena menggunakan 100% bahan organik yang pasarnya lebih luas di luar negeri dibandingkan dengan pasar tanah air,” jelas Febri.(der)

Striker Arema FC Datang Hari Ini, Segera Dikenalkan ke Publik

Logo Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Slot pemain asing Arema FC segera terpenuhi. Hal ini menyusul kabar datangnya sang pemain ke Malang pada Rabu (29/6).

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, mengatakan, pemain tersebut akan berposisi striker.

“Striker asing akan segera kita kenalkan kepada publik, yang jelas ini bukan sekedar menjadi pelengkap. Tapi harapannya juga mampu menjawab ekspektasi Aremania terhadap lini depan Arema FC,” kata Gilang.

Hadirnya striker asing ini diyakini Gilang mampu mengatasi lemahnya daya gedor di lini depan. Hal tersebut juga merupakan evaluasi dari pelatih dan manajemen.

“Saya sudah mendapatkan laporan evaluasi dari tim pelatih. Salah satunya adalah problem lini depan,” lanjutnya.

“Pertandingan-pertandingan sebelumnya, khususnya di tiga pertandingan pada babak penyisihan Piala Presiden 2022 lalu menjadi bahan evaluasi secara keseluruhan. Tim pelatih dan manajer juga saya perintahkan untuk berkomunikasi secara intens kepada pemain. Ini penting untuk memperbaiki permainan kedepan,” ia menambahkan.

Dalam waktu dekat, Arema FC akan melakoni babak delapan besar Piala Presiden 2022. Momen ini dijadikan kesempatan untuk lebih membangun tim agar lebih mantap saat berlaga di Liga 1 2022.

Gilang mengatakan, striker asing ini sangat memungkinkan bisa dimainkan di Piala Presiden.

“Harapannya tentu proses adaptasi bisa dilakukan dengan cepat, jika memungkinkan bisa main saat 8 besar Piala Presiden 2022 nanti,” ujarnya.

Gilang juga berpesan kepada semua pemain untuk terus berusaha menunjukkan permainan terbaiknya.

“Saya memahami ini adalah sebuah fase persiapan dalam menyambut kompetisi yang sesungguhnya, tapi dalam setiap kesempatan kita harus menunjukkan yang terbaik. Jadikan ajang ini untuk memperlihatkan seperti apa gaya main Singo Edan yang sesungguhnya, nikmati permainan dengan sepenuh hati tunjukkan karakter kita seperti apa,” tandas Gilang.(der)

Dindik Kota Batu Menampik Indikasi Kecurangan PPDB

Aktivitas peserta didik di SMPN 1 Kota Batu. (SMPN 1 Kota Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Indikasi kecurangan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SMP ditampik Dindik Kota Batu dan Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP. Kedua belah pihak berargumen sulit melakukan rekayasa karena data diolah dengan sistem komputerisasi.

Kabid Pembinaan SMP Dindik Kota Batu, Hariadi menuturkan setiap data calon peserta didik baru (CPDB) diproses secara otomatis oleh sistem. Sehingga ketika ada yang tak memenuhi kriteria akan dieliminasi. Hal inilah yang dijadikan dasar untuk mematahkan tudingan praktik curang PPDB jalur zonasi.

“PPDB jalur zonasi sudah tersistem. Selama tidak ada kekeliruan, data pendaftar akan diproses. Nama dan alamat pun terekam sampai kapanpun, selama tidak dicabut,” tutur Hariadi.

Indikasi kecurangan PPDB Kota Batu mencuat ketika seorang wali murid berkeluh kesah. Lantaran anaknya tersisih oleh CPDB lainnya yang jaraknya lebih jauh. Bahkan ada beberapa CPDB yang merekayasa alamat untuk mendekatkan koordinat dengan alamat sekolah. Sehingga mereka bisa mendaftar dua kali dengan koordinat berbeda mendekati jarak sekolah.

Cara semacam itu, lanjut Hariadi, masih diperbolehkan. CPDB dapat mendaftarkan berkali-kali menggunakan akun sesuai nomor induk siswa nasional (NISN). Termasuk mengganti titik koordinat berbeda di luar yang tercantum pada alamat kartu keluarga (KK).

Caranya dengan berbekal surat keterangan domisili (SKD) yang diterbitkan pemdes/kelurahan dengan disertai surat pengantar RT/RW. SKD bisa digunakan dengan catatan sudah diterbitkan selama satu tahun sebelumnya dari pelaksanaan PPDB.

“Bisa mendaftar di lokasi lainnya selama masuk dalam zonasi yang ditentukan pemerintah daerah. Selama sistem tidak menolak. Misal mendaftar dari Kelurahan Sisir ke SMPN 1 Kota Batu, namun karena jarak jauh dan terlempar dari zonasi, maka pendaftar boleh melakukan perubahan dengan mendaftar dari titik lainnya,” papar dia.

Juknis Pelaksanaan PPDB mulai tingkat TK hingga SMA-SMK, diatur dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2021. Dalam pasal 17 disebutkan, PPDB jalur zonasi diperuntukkan bagi CPDB yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah. Domisili didasarkan pada KK minimal satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Sementara itu, jika calon peserta didik tidak memiliki KK karena keadaan tertentu, dapat diganti SKD. Dalam pasal 17 ayat (4), disebutkan keadaan tertentu yang dimaksud meliputi bencana alam dan bencana sosial. Selanjutnya pada pasal 18 ayat (2), SKD memuat keterangan bahwa peserta didik bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 tahun.

Senada dengan Hariadi, Kepala SMPN 1 Kota Batu sekaligus Kepala MKKS SMPN Kota Batu, Tatik Ismiati menampik terjadinya kecurangan. Alasannya sama, karena semua diproses melalui sistem komputerisasi.

“Kami sesuai prosedur dan semuanya disaring sistem. Nggak mungkin semua pendaftar diterima karena ada batasan kuota,” kata dia.

Menurutnya alamat yang didaftarkan tak bisa diotak-atik dan jangkaun jaraknya sudah dideteksi sistem. Sekalipun begitu, ia tak mempermasalahkan semisal peserta didik mendaftarkan berkali-kali pada satu sekolah saja dari beberapa titik berbeda selama dalam zonasi. Mengacu pada pasal 19 ayat (1) Permendikbud nomor 1 tahun 2021, CPDB hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran PPDB dalam satu zonasi saja.

“Kalau pakai KK tidak bisa masuk, maka bisa pakai SKD untuk mendekatkan jarak antara alamat rumah dan sekolah yang dituju. SKD minimal diterbitkan satu tahun sebelumnya,” kata Tatik.

Permohonan SKD pun menunjukkan peningkatan menjelang PPDB. Seperti di Kelurahan Sisir. Bahkan beberapa pekan lalu, menerbitkan 24 SKD. Kelurahan Sisir masuk dalam wilayah zonasi SMPN 1 Kota Batu dan SMPN 2 Kota Batu. Pihak kelurahan pun tak menampik jika surat itu digunakan pemohon untuk mendaftar jalur zonasi.

“Memang SKD ini rancu. Ini tidak diberlakukan lagi di Kabupaten/Kota Malang di tahun ini. Maka kami akan merevisi terkait SKD. Akan koordinasi dengan Dindik dan Komisi C agar RT/RW jangan gampang memberikan surat lampiran untuk menerbitkan SKD,” papar dia.(der)

Cabor Paralayang Kota Batu Sumbangkan 2 Medali

Cabor paralayang Kota Batu menyabet dua medali emas dan satu medali perunggu pada kelas KTM di ajang Porprov Jatim 2022. (KONI Kota Batu/Malangvoice)

MALANGVOICE – Cabor paralayang Kota Batu menyabet dua medali emas pada ajang Porprov Jatim VII 2022.

Medali emas disumbangkan Maxx Bennen dan Syahdana Revi pada kelas ketepatan mendarat (KTM) individual putra-putri. Capaian medali emas ini mengulang kesuksesan saat laga Porprov Jatim 2019 lalu.

Selain merebut dua medali emas, cabor paralayang Kota Batu juga menyabet satu medali perunggu. Medali itu disumbangkan Galuh Adi Pristanto pada kelas perlombaan yang sama.

“Semua ini berkat doa, dukungan KONI dan masyarakat Kota Batu. Kesempatan mendulang medali perak pupus lantaran faktor cuaca,” ujar Pelatih Paralayang, Bayu Krisna, Selasa (28/6).

Faktor cuaca yang tidak mendukung memaksa pilot paralayang Kota Batu, Susana Dwi Cahyanti hanya terbang sekali. Susana tak bisa menunjukkan kembali performanya sehingga tak masuk dalam penilaian.

“Setiap hari disini mendung hujan, kurang memenuhi persyaratan penerbangan. Harusnya dalam laga kemarin, kami bisa menyandingkan emas, perak dan perunggu,” ujar Bayu.

Cabor ini menjadi andalan Kota Batu untuk bisa tampil optimal dengan raihan medali. Serta diyakini mampu mengantarkan Kota Batu bertengger di papan tengah klasemen.

“Jauh-jauh hari, atlet Kota Batu menjajaki medan makanya cukup menguasai. Kami optimis pundi-pundi medali ada peluang bertambah karena masih ada nomor-nomor lainnya di perlombaan paralayang,” pungkas dia.(der)