Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Pemerintah Afghanistan Kunjungi Sekolah di Kota Batu

Suasana proses pembelajaran yang ada di MI As-Salam Kota Batu saat dikunjungi Kementerian Pendidikan Afghanistan (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Kementerian Pendidikan Afghanistan melalukan study banding ke sekolah di Kota Batu. Hal itu dilakukan karena merasa tertarik dengan sistem pembelajaran yang ada di Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh, Direktur Program Usaid Prioritas, Stuart Weston. “Ya rombongan dari Afghanistan merasa kagum begitu besar kesetaraan gender di negara ini, yakni begitu banyak perempuan yang bersekolah,” ungkapnya.

Weston juga memaparkan jika di Afghanistan di Afghanistan 17 tahun yang lalu hanya ada 1 juta anak yang masuk sekolah, dan itupun tidak ada satupun murid perempuan.

“Tapi, sekarang sudah 10 juta, dan 40 persennya perempuan,” imbuhnya.

Sehingga, dengan melakukan peninjauan ke beberapa sekolah di Kota Batu, rombongan dari Afghanistan ingin lebih meningkatkan kapasitas sekolah di wilayahnya.

Diketahui, sekolah yang dikunjungi di antaranya, MI As-Salam, SDN 2 Sumbergondo, dan SDN Punten 1 Kota Batu.

Harapan dari kunjungan ini nantinya selain ingin memperbaiki sistem pembelajaran, juga memperbaiki membaca, dan meningkatkan mutu buku bagi siswa.(Der/Aka)

Apresiasi Kreasi Siswa, Pemkot Batu Gunakan Tempat Sampah Unik

Tempat sampah karya siswa siswi se-Kota Batu yang di sebar di seluruh sudut Balai Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Puluhan tempat sampah berkarakter unik, mulai dari gambar buah-buahan, wajah, pemadangan, dan sebagainya banyak dijumpai di Balai Kota Among Tani Kota Batu. Dan itu merupakan hasil karya pelajar yang ada di Kota Batu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Arief As Sidiq mengatakan jika tempat sampah yang ditampilkan di Balai Kota itu merupakan karya siswa se-Kota Batu.

“Iya itu merupakan karya siswa siswi SMP dan SMA se-derajad, yang kita tampilkan di Balai Kota untuk diekplor dan dimanfaatkan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Lebih lanjut Arief juga menjelaskan karena tempat ini juga menjadi salah satu tempat jujukan masyarakat untuk bersantai setelah Alun-Alun Kota Batu. Maka, dirasa perlu juga untuk menjaga kebersihan tempat tersebut.

“Taman Balai Kota Among Tani ini memang dihadirkan kepada masyarakat dari setiap daerah menjadikan salah satu destinasi wisata,” tutupnya.

Di taman Balai Kota Among ini terdapat kolam air mancur yang cukup besar. Kemudian di sana biasanya masyarakat selain bersantai, juga melakukan swafoto di beberapa sudut. (Hmz/Ulm)

Ini Tiga Nama Calon Kepala OPD di Lelang Jabatan Pemerintah Kota Batu

Kepala BKPSDM, Siswanto (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Lelang jabatan tinggi pratama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah hampir final. Dari 16 orang pendaftar, kini menyisakan 9 orang yang masuk tiga besar untuk mengisi jabatan kepala dinas.

Para pendaftar berasal dari beberapa organisasi perangkat daerah. Diantaranya dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Aries Setiawan dengan jabatan sebelumnya Kabag Protokol, Lucia Aries dengan jabatan sebelumnya Kabid DP3AP2KB Kota Probolinggo, dan M Agoes Mahmudi dengan jabatan sebelumnya Kabid Promosi Disparta.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) adalah Titing Nurhayati dengan jabatan sebelumnya Dinas Pendidikan, Dyah Liestina dengan jabatan sebelumnya Kabag Pemerintahan, dan MD Furkan dengan jabatan sebelumnya Kabag Organisasi Pemkot Batu

Sedangkan untuk yang lolos di Dinas Sosial di antaranya Muji Dwi Leksono dengan jabatan sebelumnya Kabag Hukum, Suliyanah dengan jabatan sebelumnya Kabag Humas, dan Ririk Mashuri dengan jabatan sebelumnya Kabid Perpustakaan Dinas Perpus dan Kearsipan.

Kepala BKPSDM, Siswanto mengatakan Lebih lanjut, hasil tersebut akan disetorkan ke KASN. Dan setelah mendapat persetujuan dari KASN, tiga nama itu akan dipilih secara prerogratif dan dilakukan pelantikan oleh Wali Kota Batu.

“Tiga nama yang lolos dari tiga OPD yang dilelang tersebut diambil dari tiga nilai tertinggi hasil penilaian Tim Pansel yang diketuai oleh Tauchid Djatmiko. Lebih lanjut, hasil tersebut akan disetorkan ke KASN,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan jika ia memilih nama calon sesuai kemampuannya. Dengan mempertimbangkan dari hasil ujian yang diikuti oleh peserta lelang

“Kami sudah sesuaikan dengan kemampuan calon ini. Kalau perlu diuji lagi, itu lebih baik. Secepatnya untuk di lantik, agar program dari dinas itu bisa berjalan,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Pasar Sayur dan Gedung Kesenian Batu Masih Mangkrak Menunggu Pembangunan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu, M. Chori saat ditemui MVoice di Senyum Wold Hotel JTP 3 (Ayun)

MALANGVOICE – Pasar Sayur dan gedung kesenian Kota Batu hingga saat ini masih terlihat mangkrak. Padahal rencana pembangunan tersebut sudah masuk program prioritas Kota Batu pada 2019.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu, M. Chori, mengatakan jika semua pembangunan tersebut ditargetkan selesai di tahun 2019 ini. Karena segala fasilitas infrastruktur jalannya harus disiapkan secara matang.

“Ya, memang yang menjadi prioritas kami pasti pasar sayur, direncanakan 2019 ini tuntas. Sehingga 2020 bisa segera dibangun. Kami bahkan akan menganggarkan hingga infrastruktur jalannya,” ujarnya saat ditemui MVoice di Senyum Hotel.

Di sisi lain, Chori juga menambahkan jika pengembangan budaya lokal sangat dibutuhkan di Kota Batu. Sehingga program prioritas lainnya, seperti merevitalisasi gedung kesenian yang selama ini tidak terawat juga menjadi agenda prioritas.

Untuk pembangunan itu juga masih belum bisa dipastikan akan terealisasi pada tahun ini. Padahal, gedung kesenian Kota Batu tersebut didharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi dan bisa mendorong eksistensi budaya lokal.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, menanggapi terkait prioritas pembangunan di Kota Batu harus menyasar pada kebutuhan masyarakat. Begitu juga dengan proyek strategis harus dikaji lebih dalam lagi

“Kami sebagai wakil rakyat ya mendukung semua program Pemkot Batu. Namun, harus digarisbawahi bahwasannya semuanya harus dikaji lebih dalam. Tujuannya agar tidak ada permasalahan dalam pembangunannya nanti. Terutama revitalisasi pasar besar,” tandasnya. (Der/Ulm)

Plengsengan di Temas, Kota Batu Longsor

Plengsengan ambrol di di Jl. Patimura RT.01 RW.09, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Longsor terus menghantui warga Kota Batu. Plengsengan di Jalan Patimura RT 01/RW 09, Kelurahan Temas, Kota Batu amblas akibat longsor. Kejadian itu terjadi Selasa (19/3) malam pukul 23.00 WIB.

Menurut satu saksi warga, Widodo yang rumahnya dekat dengan plengsengan tersebut mengatakan, ia mendengar suara plengsengan longsore cukup keras.

“Saya sekeluarga kan lagi istirahat. Dan tiba-tiba mendengar suara ‘bruk’ keras sekali. Sudah mengira kalau ada yang ambruk, hanya saja kami tidak keluar rumah,” ungkapnya.

Kemudian, keesokan harinya ia mengetahui jika plengsengan itu ambrol. Diketahui jika plengsengan yang ambrol ini biasa digunakan masyarakat untuk jalan. Karena ambrol mengakibatkan akses masyarakat terganggu, serta material plengsengan menutup jalur irigasi sungai.

Sementara itu Koordinasi Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu, Suhartono, menambahkan, BPBD berkoordinasi dengan pihak Bina Marga. “Secepatnya kita melakukan tindakan, karena takutnya jika hujan lagi akan menutup saluran air ini,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, tanah longsor juga menimpa satu rumah warga di jalan penanggungan gang II, Dusun Payan, Desa Punten, Selasa (19/3). Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB itu dikarenakan hujan yang tidak kunjung reda sejak siang. Akibat dari tamah longsor itu menimpa rumah bagian dapur dan kamar rumah milik Puspito.(Der/Aka)

Perhatikan! Ini Cuitan Dewanti Soal Sampah di Kota Batu

Akun instagram milik @dewanti_rumpoko

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko melalui akun Instagramnya mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Lewat akun Instagram miliknya @Dewanti_rumpoko ia menyindir mayoritas kebiasaan sehari-hari warganya yang membuang sampah sembarangan.

“Tempat sampah di Balai Kota Among Tani sudah tersebar bukan hanya di setiap pojok, tapi di setiap mata memandang dan setiap mata melangkah akan bertemu dengan tempat sampah yang bagus juga lucu. So.. nggak ada alesan untuk membuang sampah tidak pada tempatnya. Bukan hanya untuk kebersihan, dan keindahan semata yaaa… tapi juga kesehatan kita semua. Ayooo… kita jaga kota kita tercinta dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tulis Dewanti dalam caption Instagramnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dewanti Rumpoko (@dewanti_rumpoko) on

Postingan itu mendapat komentar dari warganet di antaranya seperti akun @saripoelvillabatu: “bener bu di pinggir jalan juga banyak semoga tiap hari dipatroli ya sampah-sampahnya ben gak sampek numpuk berhari-hari,” tulisnya.

Dan dari caption itu mendapat support dari warganet, seperti akun milik @aditya.fajars “siap bunda batu 2019 go clean amd green, siap adipura kencana,” imbuhnya.(Der/Aka)

Curah Hujan Tinggi, Rumah di Bumiaji Kena Longsor

Tanah longsor yang terjadi di Jalan Penanggungan Gg. II RT 03 RT 08, Dusun Payan, Desa Punten, Bumiaji Kota Batu (Foto: BPBD for MVoice)

MAALNGVOICE – Bencana longsor melanda rumah milik Puspito warga Jalan Penanggungan Gg. II RT 03 RT 08, Dusun Payan, Punten, Bumiaji Kota Batu. Akibatnya dapur dan kamar rumah tersebut hancur tertimpa longsoran.

Mendapati itu, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama sejumlah potensi, berusaha melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian.

“Hujan yang tak kunjung reda mengakibatkan area tanah belakang rumah Puspito longsor yang menimpa wilayah dapur dan area kamar berdimensi panjang 8 meter dan tinggi 12 meter,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Anggota BPBD Kota Batu bersama Koramil Bumiaji, Perangkat Desa, FPRB Desa Punten, Linmas, Garda Relawan, serta warga sekitar melakukan kerja bakti pembersihan material longsor.

Sementara itu, tanah longsor menimpa dapur dan kamar rumah Puspito (37) juga membuat dan pipa saluran air terputus. Kendati begitu, beruntung kejadian tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Rochim menambahkan, potensi longsor susulan masih bisa terjadi di kawasan tersebut, karena kondisi tanah yang masih labil dan terus bergerak. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera melaporkan apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya.

“Kalau prediksi sesuai BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai 21 Maret, mendatang” tandasnya.(Der/Aka)

Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jatim III Teken MoU dengan Pemkot Batu

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Rudi Gunawan Bastari saat melakukan MoU dengan Pemkot Batu di Balai Kota Among Tani (Foto: Ayun).

MALANGVOICE – Dalam langkah optimalisasi penerimaan pajak pusat dan pajak daerah, Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jatim III teken MoU (memorandum of understanding) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Rudi Gunawan Bastari mengatakan adanya MoU itu upaya mengoptimakan potensi pajak yang belum optimal. Apalagi, di tahun 2018 lalu target pajak belum terpenuhi.

“Sinergitas ini kami lakukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pajak dan pemkot batu. Kami merencanakan hal-hal agar sektor pajak ini meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerimaan yang diperoleh KPP Pratama Kota Batu di tahun 2018 hanya mencapai Rp 134 miliar. Dan nilai itu tidak mencapai dari yang ditargetkan yaitu Rp 163 miliar. Atau dengan persentase masih sekitar 82 persen dari target.

“Nah, tahun ini lebih tinggi lagi targetnya. Sebab, target pajak KPP Prtama tahun 2019 ditetapkan sejumlah Rp 208 miliar,” imbuhnya.

Hal itu tentunya bertolak belakang dengan tahun 2017. Dimana, penerimaan pajak yang diperoleh KPP Pratama Kota Batu mencapai 104,1 persen atau sebesar Rp 116,8 miliar. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 112,1 miliar.

Diketahui, penerimaan pencapaian pajak itu didapatkan dari beberapa sektor. Yakni sektor perdagangan dan pemerintahan.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mendukung adanya kerja sama dengan Kanwil Dirjen Pajak Jatim III ini. Menurutnya, agar optimal, memang perlu adanya sosialisasi ke pengusaha atau pedagang kecil.

“Seperti pedagang bakso, omset mereka itu per bulannya bisa puluhan juta. Dan di situ belum tersentuh. Nah di sini perlu adanya sosialisasi. Memang perlu digugah,” tandasnya.(Der/Aka)

Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 Diapresiasi DPR RI

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat ditemui MVoice di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Kota Batu (Fot: Ayun)

MALANGVOICE – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, mengapresiasi seluruh kepala desa di Kota Batu yang telah menerapkan sistem tata kelola keuangan desa dengan aplikasi Siskeudes Versi 2.0.

Apresiasi tersebut disampaikan Nurhayati ketika menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa di Kota Batu dengan aplikasi Siskeudes Versi 2.0 yang berlangsung di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (19/3)

Nurhayati mengatakan, aplikasi Siskeudes versi 2.0 merupakan penyempurnaan dari aplikasi tata kelola keuangan sebelumnya. Aplikasi tersebut digunakan dalam pengelolaan keuangan desa mulai dari proses perencanaan dan penganggaran APBDes Tahun Anggaran 2019 di seluruh desa di Indonesia. “Dengan aplikasi Siskeudes versi 2.0 lebih mudah, dan terperinci. Mulai dari perencanaan hingga penganggarannya,” ujarnya saat ditemui MVoice di Graha Pancasila.

Aplikasi Sikeudes 2.0 itu, selain memberikan kemudahan kepada kepala desa dalam hal penyusunan laporan anggaran, juga untuk mempermudah monitoring dan evaluasi pembangunan melalui dana desa. “Dengan aplikasi pelaporan maupun perencanaan dan penggunaan anggaran akan lebih transparan dan akuntable,” urainya.

Maka dari itu, ia meminta kepada para kepala desa untuk memberikan masukan terhadap aplikasi Siskeudes 2.0. Masukan-masukan itu akan ditindaklanjuti dengan perubahan-perubahan. Sehingga sistem ini semakin sempurna, dan lebih memudahkan.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengatakan, sebanyak 19 desa di Kota Batu sudah menerapkan aplikasi Siskeudes versi 2.0. Tidak sekedar menjalankan amanat dari Permendagri, tapi penggunaan aplikasi Siskeudes ini salah satu upaya mengelola keuangan dengan transparan, akuntable. Mulai dari perencanaan, penggunaan anggaran hingga laporan.(Der/Aka)

KPU Batu Tetapkan 1.079 (DPTb) Tambahan, 539 DPTb keluar

Rapat Pleno Rakapitulasi Penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tahap II di Hotel Purnama Kota Batu, Selasa (19/3). (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Sebanyak 1.079 orang Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sudah terdata. Hal itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menutup pindah pilih untuk warga luar daerah, Senin (18/3).

Komisioner KPU Kota Batu Divisi Perencanaan dan Data, Azhar Chilmi menyebutkan pindah pilih itu ada yang langsung di KPU Kota Batu dan Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS).

“Dari hasil itu, kami mencatat ada sebanyak 1.079 orang DPTb dan DPTb keluar ada 539 orang,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat yang ingin melakukan pindah pilih sudah tidak bisa karena sudah ditutup 17 Maret pukul 16.00 WIB.

“Ini merupakan final, dan KPU Kota Batu menutup pendafatran pindah pilih sejak 17 Maret. Sehingga masyarakat sudah tidak bisa melakukan pendaftaran lagi,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Rincian DPTb yang masuk mengurus di daerah asal di Kecamatan Batu ada 13 orang. Lalu di Kecamatan Junrejo ada 162 orang, dengan demikian jumlahnya 175.

Untuk DPTb yang masuk mengurus di daerah tujuan, yakni di Kecamatan Batu ada 282 orang, di Kecamatan Bumiaji ada 52 orang, dan di Kecamatan Junrejo ada 570 orang. Dengan demikian totalnya ada 904 orang.

DPTb yang keluar mengurus di daerah asal di Kecamatan Batu ada 51 orang, di Kecamatan Bumiaji ada 24 orang, dan di Kecamatan Junrejo ada 178 orang. Dengan demikian totalnya ada 253 orang.

Dan DPTb yang keluar mengurus di daerah tujuan di Kecamatan Batu ada 160 orang, di Kecamatan Bumiaji ada 54 orang, dan di Kecamatan Junrejo ada 72 orang. Dengan demikian totalnya ada 286 orang.

Sehingga jumlah pemilih dari jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) berjumlah 154.826 orang, ditambahkan DPTb ada 1.079 dikurangi 539 orang, totalnya 155.366 orang.

Dari bertambahnya 1.079 orang itu KPU Kota Batu memiliki dua rencana pilihan dengan penambahan TPS atau membaginya di TPS sekitar DPTb. Hanya saja rencana penambahan tiga TPS itu hingga saat ini masih belum diketahui apakah bisa direalisasikan atau tidak.(Der/Aka)

Komunitas