Keluhkan PPG Lama, 106 Guru PAI Kota Batu Belum Tersertifikasi

Guru di Kota Batu saat mengikuti upacara di Stadion Brantas beberapa waktu lalu.
Guru di Kota Batu saat mengikuti upacara di Stadion Brantas beberapa waktu lalu.

MALANGVOICE – Belum semua guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Batu tersertifikasi. Sebab, mereka belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu, Achmad Faiz menyebutkan, total ada 201 guru PAI di Kota Batu. Tapi, hanya 95 guru yang sudah tersertifikasi.

“Dari 201 guru PAI tersebut sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan honorer. Tapi, masih ada 106 guru yang belum tersertifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan masih sedikitnya guru PAI yang belum mengikuti PPG lantaran prosesnya yang memakan waktu lama.

Selain itu, harus mengikuti syarat dan ketentuan berlaku. Salah satunya yakni sudah lima tahun bekerja dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

“Apalagi aturan untuk mengikuti PPG sekarang, pengajuan usulannya harus menunggu 6 bulan dari Kemenag Pusat,” tambahnya.

Sementara Kemenag sendiri juga berusaha untuk menuntaskan seluruh guru baik PNS dan non-PNS yang mengajar sejak tahun 2005 untuk tersertifikasi.

“Targetnya untuk guru-guru tahun 2009 di tahun 2020 dapat mengikuti PPG mandiri. Dengan mengikuti PPG mandiri, diharapkan akan lebih banyak guru PAI yang tersertifikasi.

Asosiasi Guru PAI Kota Batu pada Oktober 2019 lalu sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan Kota Batu. Ada sebanyak 20 guru PAI yang mengikuti PPG secara mandiri.

”Maksudnya ini nanti anggarannya dari dinas pendidikan dengan Kemenag Kota Batu yang mengajukan PPG ke Kemenag Pusat,” tutupnya.(Der/Aka)

Hujan Setengah Jam Rendam Tujuh Rumah di Kota Batu

Banjir yang terjadi di Kota Batu
Banjir yang terjadi di Kota Batu

MALANGVOICE – Hujan deras yang berlangsung sekitar setengah jam, pada Rabu (15/1) sore menyebabkan saluran air di depan kantor Kelurahan Sisir, Kota Batu meluap hingga ke jalan raya. Akibatnya sekitar tujuh rumah warga terendam air setinggi 20 cm.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochim mengatakan, genangan air diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Batu sekitar pukul 16.30 – 17.00 WIB.

“Air yang tidak tertampung ini meluap ke jalan dan menggenangi tujuh rumah yang ada di sekitar bantaran sungai. Hingga air masuk ke dalam rumah setinggi 20 centimeter,” ujarnya.

“Seluruh rumah berada di RW 8 dan 9 Kelurahan Sisir tepatnya di samping Sungai Sisir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan dari hasil kaji cepat kejadian banjir tersebut, pihaknya merekomendasikan agar jembatan di sebelah Kantor Kelurahan Sisir untuk direhabilitasi dan rekonstruksi. Lalu sedimentasi sungai diangkat.

“Ya, perlu adanya kerja bakti bagi seluruh warga untuk membersihan gorong-gorong di samping Pos Polisi Alun-Alun Kota Batu. Sebab dimungkinan tersumbat sampah,” tutupnya.(Der/Aka)

Banyak Bangunan tanpa IMB, Pemkot Batu “Warning” Investor

Balai Kota Among Tani Kota Batu (foto: Ayun/MVoice)
Balai Kota Among Tani Kota Batu (foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Ditemukannya bangunan yang berdiri tanpa adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Batu oleh Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSPTK).

Peringatan keras pun diberikannya ke investor di Kota Batu. Tentunya dalam membangun agar terlebih dahulu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan ketentuannya.

“Kami sudah mengingatkan kepada investor untuk taat aturan,” kata Tauchid Baswara, Kepala Bidang Perizinan DPMTSPTK Kota Batu.

Dikatakannya, Pemkot Batu sebenarnya terbuka kepada investor manapun yang mau berinvestasi. Apalagi bisa menyerap tenaga kerja khusus warga Kota Batu.

Oleh karena itulah, dia berharap beberapa bangunan yang IMB masih belum dikeluarkan jangan melakukan pembangunan.

“Sebagai investor lebih baik mengikuti peraturan yang ada di Kota Batu. Karena, ini dampaknya nanti ke Kota Batu sendiri,” imbuhnya

“Tapi, kalau misalnya masih membandel. Kami akan tindakan sesuai peraturan yang ada,” tegasnya.

Dia mencontohkan dengan adanya pembangunan restoran di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Disebutkannya bahwa bangunan tersebut belum memiliki IMB, namun sudah mendirikan bangunan.

“Karena itulah. Karena tidak ada IMB-nya itu tadi. Bangunan tersebut terpaksa kami hentikan hingga IMB-nya keluar,” tuturnya.(Hmz/ulm)

Dewanti Tagih Inovasi Perumdam Among Tirto Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu terus berinovasi. Khususnya dalam memproduksi kemasan air mineral.

Karena, sebagai perusahaan air minum di Kota Batu, Perumdam Among Tirto menurutnya bisa melakukan hal tersebut.

“Kalau bisa harus segera dijalankan (produksi air mineral),” ungkap Dewanti.

Dijelaskannya bahwa program tersebut sebetulnya sudah menjadi program sejak beberapa tahun lalu yaitu Tirta Aji Rejo.

Akan tetapi, dia sangat menyanyangkan program itu belum berjalan. Apalagi, PAD dari sektor Perumdam Among Tirto Kota Batu belum maksimal.

“Kalau ini bisa dijalankan. Tentunya agar bisa membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” tuturnya.

Menanggapi itu, Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu Sunaedy mengatakan bahwa program itu sudah masuk dalam rencana ke depan pihaknya.

“Ini sebuah produk baru yang akan dibangun oleh Perumdam ke depannya. Dan itu sudah masuk ke dalam program Tirta Adi Rejo,” ungkapnya.

Disebutkannya, program itu akan dikelola menggunakan teknologi tinggi. Sekaligus bisa menanamkan sugesti terapi.

“Harapan kami ke depan kan tidak hanya membuat air mineral saja. Melainkan juga punya manfaat lain seperti untuk terapi,” tutupnya.

Oleh karena itulah, dia mengatakan bahwa membutuhkan teknologi tinggi. Tentunya, untuk membantu kelancaran semua program tersebut.

“Ini masih perlu teknologi tinggi. Tapi, kami usahakan bisa segera direalisasikan,” tuturnya.(Der/Aka)

Kota Batu Rencanakan Kenaikan Tarif Kontribusi Air ke Kota dan Kabupaten Malang

Direktur Perundam Among Tirto, Edi Sunaedi (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Tidak idealnya lagi harga kontribusi air untuk Kota dan Kabupaten Malang membuat Perumdam Among Tirto Kota Batu berencana menaikkan tarifnya tahun ini.

Seperti diketahui, tarif kontribusi ke Kota Malang dipatok Rp 90 per meter kubik. Sedangkan, ke Kabupaten Malang tarifnya Rp 40 per meter kubik.

Direktur Utama Perumdan Among Tirto, Edi Suneady megatakan harga tersebut tidak pernah berubah sejak 2005 atau 15 tahun terakhir.

“Harga segitu sudah tidak rasional. Apalagi, kebutuhan operasional mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi kenaikan operasional tersebut, Edi menyampaikan selama ini terpaksa mengambilkan dana dari unit lain.

“Kalau hanya mengandalkan harga itu ya tidak bisa. Tidak mencukupi,” ujarnya.

Untuk saat ini, Edi mengaku sudah memiliki tiga opsi. Khususnya harga yang akan ditawarkan ke Kota dan Kabupaten Malang.

Meski begitu, dia menyampaikan bahwa dirinya belum bisa menjelaskan detail. Namun, pada intinya tarif yang selama 15 tahun tidak berubah itu harus segera direvisi.

“Berapa opsi harga-harganya, kami belum bisa sampaikan,” terangnya.

Seperti diketahui, pasokan air ke Kota Malang selama ini bersumber dari Kota Batu yaitu Sumber Cinde. Sedangkan Kabupaten Malang adalah Sumber Dandang.

“Jadi, revisi harga ini penting. Operasionalnya nanti dimanfaatkan untuk konservasi alam dan menjada stabilitas sumber airnya,” jelasnya.

Karena itulah, dia menyampaikan akan mengirimkan usulan resmi ke DPRD Batu untuk ditindak lanjuti.

“Upaya untuk merevisi itu sebetulnya sudah direncanakan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini akan direalisasikan,” ungkapnya.(Der/Aka)

Peduli Lingkungan, Polres Batu Tanam 2.000 Pohon

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menanam pohon untuk penghijauan, Jumat (10/1). (Humas for MVoice)
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menanam pohon untuk penghijauan, Jumat (10/1). (Humas for MVoice)

MALANGVOICE – Gerakan polisi peduli penghijauan ditindaklanjuti Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama. Hal itu ditunjukkan dengan menanam bibit pohon di mapolres dan dilanjutkan ke polsek jajaran.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan polisi ingin mewariskan pohon-pohon yang ditanam untuk generasi masa depan.

“Seperti diketahui bersama, manfaat pohon mampu menyerap air. Di samping itu mengantisipasi banjir dan menyerap polusi serta menghasilkan O2 yang bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya ingin gerakan tanam pohon menjadi gerakan masif di jajarannya. Ia ingin kegiatan menanam pohon bukan hanya dilakukan saat ada bencana tapi dilakukan terus-menerus.

“Dari menanam pohon tersebut manfaatnya memang tidak langsung tampak dan dirasakan. Tapi, untuk anak cucu yang akan datang,” imbuhnya

Ia berharap masyarakat secara umum juga punya motivasi gerakan menanam pohon. Manakala 250 juta penduduk Indonesia serentak menanam pohon, dipastikan Indonesia menjadi paru-paru dunia.

Diketahui, jumlah total pohon yang ditanam sebanyak dua ribu pohon dengan berbagai jenis di antaranya pohon mangga, kelengkeng , Alpukat, Durian hingga jeruk siam.(Der/Aka)

Sidak DPRD Kota Batu Temukan Bangunan Tidak Berizin di Bulukerto

Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu bersama Satpol PP, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu, Kamis (9/1).
Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu bersama Satpol PP, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu, Kamis (9/1).

MALANGVOICE – Bangunan permanen tak berijin masih ditemukan di kawasan Dusun Tlogorejo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumijai, Kota Batu.

Hal itu setelah adanya inspeksi mendadak (Sidak) Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu pada Kamis (9/1).

Dalam sidak yang dilakukan bersama Satpol PP, Kota Batu dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu.

Diketahui ditemukan beberapa bangunan permanen. Namun masih tampak belum rampung seratus persen.

Disisi lain, beberapa alat berat dan truck terlihat masih parkir dilokasi lahan yang masuk kawasan hijau tersebut.

Wakil ketua komisi C Didik Machmud menyayangkan adanya temuan itu. Padahal, Pemkot Batu dikatakannya harus bisa tegas dalam menanggulanginya.

Apalagi, disebutkannya tanah dikawasan hijau tersebut sudah banyak yang beralih ke orang lain. Sehingga dikhawatirkan fungsi alih lahan semakin besar.

“Sangat disayangkan ini. Seharusnya, Pemkot harus berani dan tegas menegakkan aturan maupun Perda,” ungkapnya kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan DPMPTSPTK, Tauchid Bhaswara Kawasa mengaku pihaknya memang kurang maksimal.

Khususnya, dia menambahkan yaitu pengawasan yang berada di ketinggian.

“Memang belum maksimal. Apalagi posisi di atas seperti ini,” tuturnya.

Untuk itulah, Tauchid mengatakan sudah meminta pemilik lahan datang ke DPMPTSPTK. Tujuannya untuk mengurus perizinannya.

“Kami merasa tidak pernah mendapatkan pengajuan izinnya. Karenanya, kami sudah menyuruh pemilik lahan untuk mengurusnya dalam waktu dekat ini,” ungkapnya. (Hmz/Ulm)

Pemkot Batu Bakal Beri Bantuan Saprodi ke Petani Terdampak Bencana

Angin kencang yang terjadi di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Oktober 2019 (Foto: BPBD Kota Batu)
Angin kencang yang terjadi di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Oktober 2019 (Foto: BPBD Kota Batu)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pertanian berencana akan menyalurkan bantuan berupa sarana produksi (saprodi) pertanian ke para petani terdampak bencana angin kencang disertai debu yang terjadi di Kecamatan Bumiaji pada Oktober 2019 lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono mengatakan bila bantuan tersebut akan diberikan melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok tani yang berbadan hukum sesuai aturan kementerian yang diberi bantuan.

“Tapi, Dinas Pertanian juga akan mengusahakan bantuan bagi petani lain secara bertahap” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bantuan bagi para petani terdampak tersebut sebesar Rp 1 miliar. Kemudian, bantuan yang diberikan berupa pupuk organik padat, bibit tanaman sayur-mayur, green house, dan sebagainya.

“Selain itu, kami juga akan menggelar aksi penaman pohon cemara pecut di lokasi lahan pertanian yang terdampak,” imbuhnya.

Kemudian, sesuai harapan petani yang terdampak, mereka meminta reschedule (waktu tambahan) terkait pembayaran cicilan atau kredit mereka di bank.

“Kalau soal itu, kami sudah koordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dengan lampiran rekom jumlah petani di masing-masing desa terdampak,” terangnya.

Adanya bantuan tersebut diharapkan petani tetap dapat menggarap lahan pertanian mereka dengan lancar.

Perlu diketahui, para petani yang terdampak itu terdapat di tiga desa yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo. (Hmz/Ulm)

Waspada, Dinkes Kota Batu Catat Penderita DBD Meningkat di Tahun 2019

Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGVOICE – Memasuki musim penghujan, penyakit demam berdarah patut diwaspadai. Pasalnya, dari data Dinas Kesehatan Kota Batu tercatat ada 168 warga yang menderita Demam Dengue dan ada 21 orang DBD di tahun 2019 kemarin.

Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan memasuki musim penghujan yang diperkirakan terjadi puncak pada bulan Januari hingga Februari, pihaknya menggencarkan sosialisasi ke masyarakat.

“Tentunya untuk menekan angka penderita Demam Dengue dan DBD. Sebab virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menggencarkan sosialisasi ke masyarakat juga memberikan edukasi program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan melaksanakan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

“Ya, untuk saat ini kami juga memiliki kader jumantik di 24 desa/kelurahan yang tugasnya memeriksa kurang lebih 100 rumah setiap bulannya,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat menciptakan lingkungan yang baik dengan menutup, menguras, mengubur (3M) pada bernahai tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Tujuannya untuk meminimalisasi perkembangbiakan nyamuk.

Jika ada gejala panas pada tubuh lebih dari dua hari atau hari ketiga belum kunjung turun bisa diperiksakan ke dokter.

Perlu diketahui, menghimpun dari data Dinkes Kota Batu di tahun 2016 ada sebanyak 119 orang DBD dan 690 orang Demam Dengue.

Kemudian di tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan yakni 19 orang DBD dan 97 orang Demam Dengue.

Sedangkan di tahun 2018 tercatat juga mengalami penurunan DBD bahkan tidak ada korban terserang DBD. Tapi untuk korban dan Demam Dengue sebanyak 11 orang.(Der/Aka)

Antisipasi Bencana, Kota Batu Siap Siaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Polres Batu, TNI dan relawan menggelar apel untuk siap tanggap bencana Rabu (8/1/2020).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Polres Batu, TNI dan relawan menggelar apel untuk siap tanggap bencana Rabu (8/1).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengungkapkan longsor memang bencana yang sangat berisiko. Selain itu tanah ambles, angin kencang, dan puting beliung juga kerap menerjang. Apalagi, bulan Desember 2019 hingga 30 April 2020 ditetapkan sebagai daerah status siaga darurat bencana untuk Kota Batu.

“Digelarnya apel siap tanggap bencana ini merupakan kewaspadaan dan kesiapan kami. Dengan harapan, ketika terjadi bencana kami sudah siap,” ungkapnya.

Dewanti menambahkan bahwa untuk peringatan dini BPBD Kota Batu sudah memiliki sistem early warning system (EWS) di beberapa titik. Dia mencontohkan sepert di Desa Sumberbrantas dan Kelurahan Songgokerto.

“Tujuannya untuk antisipasi dan mengurangi angka korban,” tuturnya.

Di sisi lain, dia menyebutkan sebagai bentuk jangka panjang yaitu melakukan penanaman 200 jenis tanaman keras di AMKE, Desa Oro-Oro Kota Batu. Tentunya salah satu upaya kesiapan dari stakeholder yang ada dalam menghadapi potensi bencana di Kota Batu.

”Sejak memasuki musim penghujan, Kota Batu telah berstatus siaga bencana. Sehingga, ini salah satu upaya kesiapan dari stakeholder yang ada dalam menghadapinya,” imbuhnya.

Dipaparkannya, beberapa tanaman tersebut di antaranya yaitu buah duku, durian, manggis, sawo, dan lain sebagainya. Dengan harapan, kedepannya bisa mengantisipasi banjir dan longsor karena tanaman tersebut cenderung menyerap air lebih banyak dari tanaman yang lainnya.

”Dengan seluruh masyarakat, TNI-Polri, BPBD dan relawan sudah siap siaga untuk itu. Salah satu implementasinya kita melaksanakan penghijauan di gunung panderman ini,” ungkapnya.

Sementara itu, seperti diketahui hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Pratama, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dan Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi serta beberapa stake holder lainnya.(Der/Aka)

Komunitas