Dewanti Apresiasi ‘Say I Love You’, Kisah Nyata Kehidupan Anak SMA di Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat berada di bioskop usai menyaksikan film Say, I Love You, Senin (18/6). (Foto: Ayun/MVoice).

MALANGVOICE – Film ‘Say, I Love You’ produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) menjadi film yang layak ditunggu bulan Juli mendatang.

Pasalnya, alur film ini tak hanya menceritakan romansa percintaan di kalangan anak remaja saja, melainkan juga mengandung nilai pendidikan yang baik.

Film yang dibintangi oleh Dinda Hauw dan Aldy Maldini ini merupakan kisah nyata yang diangkat dari kehidupan anak-anak di Sekolah Menengah Atas (SMA) Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko turut mengapresiasi film tersebut. Dikatakannya film Say, I Love You menjadi film yang mampu menghibur penonton, sekaligus menyelipkan nilai-nilai pendidikan di dalamnya.

“Saya sangat spechless. Kami atas nama warga Batu mengucapkan terima kasih atas film yang luar biasa ini,” ujarnya usai menyaksikan film tersebut.

“Ayo, semua yang ada di sini ajak keluarha untuk menonton. Karena film ini memiliki nilai pendidikan yang tinggi, bahwa perjuangan lah yang menentukan dari diri kita sendiri,” sambungnya.

Diketahui, film yang disutradarai Faozan Rizal itu seluruh kegiatan shooting dilakukan di Kota Batu.

“Yang jelas senang dan bangga. Karena ini semuanya betul-betul berada di Kota Batu dan menceritakan sesuatu yang ada di batu,” ungkapnya.

Dewanti menambahkan, Kota Batu ini menjadi kota pariwisata. Dengan begitu adanya film ini sangat membantu promosi Kota Batu.

“Kita siap-siap kuwalahan menerima wisatawan yang lebih besar lagi. Bukan hanya Kampung Kids dan Sekolah Selamat Pagi Indonesia saja, pasti Kota Batu akan mendapat dampak yang sangat luar biasa,” tutupnya.

Selain dua artis Dinda Hauw dan Aldy Maldini, film ini juga diperankan oleh Verdi Solaiman, Rachel Amanda, Olga Lidya, Butet Kertarejasa, dan Teuku Rifnu Wikana. (Der/ulm)

Masalah Infrastruktur, Kendala Kembangkan Destinasi Desa Wisata Goa Pandawa Kota Batu

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Infrastruktur seakan jadi momok tersendiri untuk mengembangkan destinasi wisata. Termasuk juga di desa wisata Goa Pandawa, Desa Gunungsari, Kota Batu. Akses jalannya yang kurang memadai.

Pantauan MVoice, akses jalan dari pintu masuk menuju wisata ini kondisinya aspal yang sudah rusak.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan belum sempurnanya infrastruktur itu lantaran jalan tersebut merupakan milik Perhutani. Sehingga perlu ada pembahasan bersama pihak perhutani.

“Untuk sarana dan prasarana memang tanggung jawab dari pemerintah, namun jalan tersebut milik Perhutani,” ujarnya.

Namun untuk masalah itu, menurut Imam Pemkot Batu saat ini sudah menyiapkan strategi menata dengan baik kebutuhan dari desa wisata, yaitu akan melakukan pembahasan dengan Perhutani.

“Nah, jika sudah ada kesepakatan bisa bergerak melakukan perbaikan,” sambungnya.

Wisata di sana memang sangat berpotensi karena mengandalkan wisata alamnya. Harapannya, ke depan kerjasama Pemkot Batu bersama pihak Perhutani bisa terjalin. Sehingga bisa dilakukan pembenahan jalan.

“Ya, ke depan harapannya agar wisata Goa Pandawa ini dapat mendatangkan wisatawan yang cukup banyak. Apalagi lokasi ini bersebelahan dengan wana wisata Paralayang Gunung Banyak,” tutupnya.(Der/Aka)

Wawali Sebut PPDB Jalur Zonasi Tingkat SMP di Kota Batu Tak Ada Zona Irisan

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat memantau pelaksanaan PPDB jalur zonasi hari pertama di SMPN 1 Batu (Foto: Ayun/MVoice).

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso turut menyempatkan datang ke SMPN 1 Batu guna memantau pelaksaan PPDB jalur zonasi hari pertama, Senin (17/6).

Punjul mengakui bahwa ada kekurangan serta kelebihan dalam pelaksanaanya. Kemudian hal itu akan menjadi evaluasi dari Dinas Pendidikan untuk dilaporkan ke Provinsi.

“Ya, keluhan dari wali murid yang disampaikan di hari pertama pendaftaran ada kekurangan. Seperti, ada penambahan untuk verifikator” ujarnya.

“Dari enam menjadi sepuluh verifikator. Sehingga tak terjadi antrean yang sampai mengular” sambungnya.

Punjul menambahkan untuk PPDB tingkat SMP tidak ada zona irisan seperti tingkat SMA. Lantaran, penerimaan peserta didik baru tingkat SMP berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Batu. Sedangkan tingkat SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi.

Sementara, untuk kelebihannya, adanya sistem zonasi kualitas pendidikan akan semakin merata.

“Untuk pemerataan kualitas pendidikan melalui PPDB jalur zonasi ini misalnya, pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan akan melakukan pemerataan SDM bagi guru untuk saling ditukarkan antar sekolah,” tutupnya. (Der/Ulm)

Syarat Seleksi PPDB Tingkat SMP di Kota Batu Bisa Gunakan Surat Keterangan Domisili

Suasana PPDB hari pertama di SMPN 1 Batu, Senin (17/6). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Batu resmi membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMP Negeri serentak hari ini 17 Juni 2019 dan akan ditutup 19 Juni 2019.

Salah satu persyaratan penting untuk mendaftar jalur ini yaitu memiliki Kartu Keluarga (KK). Untuk menentukan jarak tersebut, selain kartu keluarga KK peserta didik juga bisa menggunakan surat keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan dan desanya.

Kepala SMPN 1 Batu, Tatik Ismiati mengatakan saat pendaftaran ditemui ada beberapa kasus seperti pendaftar yang sudah lama tinggal di Kota Batu, namun masih belum memperbaiki di KK.

“Ya, calon peserta didik baru bisa menunjukkan surat keterangan domisili dari kelurahan atau desa. Karena yang mengetahui warganya adalah dari lurah dan kepala desa,” ujarnya saat ditemui awak media

Surat keterangan dari kelurahan inilah nantinya yang digunakan untuk menerangkan jika peserta didik baru memang benar bertempat tinggal di wilayahnya.

Selain itu, orang tua calon peserta didik baru juga harus menandatangani surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa data titik koordinat domisili adalah benar.

Diketahui PPDB ada tiga jalur, yaitu jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua, dan jalur zonasi.

Sementara yang mengikuti jalur zonasi dengan sistem online ini hanya diikuti lima sekolah saja, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 6. Sekolah lainnya offline dan tidak ikut jalur zonasi. (Der/Ulm)

PPDB Jalur Zonasi Dibuka, Ortu Harus Cermat

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Batu, Tatik Ismiati saat memberikan pemaparan hari pertama PPDB jalur zonasi (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMP Negeri dibuka serentak di berbagai sekolah di Kota Batu, Senin (17/6).

Supaya berlangsung dengan tertip dan nyaman Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Batu, Tatik Ismiati mengimbau ke seluruh orang tua yang akan mendaftarkan anaknya agar tidak perlu datang terlalu pagi. Sebab, pendaftaran dibuka pukul 07.30 WIB – 15.00 WIB.

Tatik menilai, saat ini masih banyak orang tua beranggapan dengan datang lebih pagi ke sekolah yang dituju akan mendapat kesempatan lebih besar untuk diterima. Padahal, anggapan ini sangat tidak mendasar. Sebab, proses pendaftaran melalui seleksi.

’’Ya, hari ini pembukaan pendaftaran online jalur zonasi. Keresahan masyarakat terkait isu pendaftaran PPDB harus datang lebih awal itu keliru,’’ ujarnya.

Pasalnya, kedatangan lebih awal tidak menjadi tolak ukur penilaian secara spesifik. Namun, para orang tua harus paham mengenai sistem zonasi PPDB. Terlebih seleksi untuk zonasi akan diambil dari jarak terdekat.

’’Seleksi pada sistem zonasi adalah dinilai dari jarak terdekat tempat tinggal dengan sekolah,’’ terangnya.

Tatik menambahkan, pelayanan PPDB akan diberikan semaksimal mungkin. Namun, jika tidak dapat memuaskan semua pihak, pemerintah hakikatnya telah berupaya memberikan dedikasi pelayanan untuk masyarakat. (Der/Ulm)

Forkopimda Kota Batu Ajak Masyarakat Tolak Kerusuhan Pasca Pemilu

Kegiatan senam bersama hingga bagi-bagi doorprize dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73 (Foto: humas for MVoice)

MALANGVOICE – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batu mengajak masyarakat untuk menolak kerusuhan usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Bersama-sama kita tolak kerusuhan dan kekerasan. Kami ingin ciptakan dan jaga suasana Kota Batu aman dan kondusif,” ujar Kabag Operasional Polres Batu Endro Sudjiat, Minggu (16/6).

Selain aksi menolak kerusuhan yang digelar serentak se-Jatim, kegiatan itu sekaligus serangkaian Hari Ulang Tahun Ke-73 Bhayangkara.

Tak hanya itu saja, ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergabung dan berkomitmen menolak kerusuhan. Serta mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung dan memerintahkan seluruh jajaran untuk selalu menjaga sinergitas dan membuat masyarakat aman.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu, Abdur Rochman mengungkapkan Kota Batu tak ada masalah selama Pemilu 2019 hingga putusan hasil.

Menurutnya, sebetulnya selama pemilu 2019 juga banyak ditemukan pelanggaran. Namun, pelanggaran itu berupa pelanggaran administrasi yang ditemukan kurang lebih berjumlah 600.

“Ya, hampir semua pelanggaran administrasi yang kami temui itu Alat Peraga Kampanye (APK), bukan laporan masyarakat,” bebernya.

“Tapi sempat juga ada orang gangguan jiwa waktu itu di TPS Pendem yang bikin rusuh karena ngaku intel Polres. Selain itu alhamdulillah tidak ada,” tutupnya.(Der/Aka)

Empat Desa Kota Batu Dapat Benih Bawang Gratis

Salah satu pedagang bawang di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Suksesnya produksi bawang merah tahun 2018 di satu desa. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan memperluas dengan memberikan bantuan benih di empat desa tahun 2019 ini.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Yayat Supriatna mengatakan akan menganggarkan sekitar Rp 500 juta dari anggaran APBD 2019. Dan benih bawang merah yang diadakan sebanyak 13,2 ton.

“Dari lima desa tersebut totalnya kan ada 7 hektar. Dan itu kami berikan kepada Kelompok Tani dan Gapoktan,” kata Yayat kepada MVoive.

Disebutkannya, seperti Desa Pesanggrahan, Desa Bulukerto, Desa Torongrejo, Desa Giripurno, dan Desa Mojorejo.

“Ada dua jenis varietas yaitu Batu Ijo dan Tajuk. Masing-masing desa ini mendapatkan jumlah sekitar 3 ton,” imbuhnya.

Yayat menambahkan, selain menyesuaikan permintaan saat pembahasan Musrenbang. Bertambahnya empat desa penerima benih juga agar menambah hasil produksi.

“Perhektar saja bisa mendapatkan sekitar 12 ton panen kering. Tapi, tentunya kami ingin meningkatkan produksi itu dengan kualitas yang bagus,” imbuhnya.(Der/Aka)

DLH Kota Batu Kerahkan 400 Personel Perbaiki Alun-Alun

Petugas DLH saat membersihkan Alun-alun Kota Batu
Petugas DLH saat membersihkan Alun-alun Kota Batu (Foto: istimewa)

MALANGVOICE – Membeludaknya wisatawan ke Kota Batu di libur lebaran tak hanya berdampak positif. Hal itu juga berdampak negatif dengan rusaknya beberapa fasilitas permaianan dan taman di Alun-Alun Kota Batu.

Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengerahkan 400 porsenel untuk memperbaikinya. Perbaikan itu dilakukan mulai Rabu (12/6) hingga beberapa hari ke depan.

“Mereka kami wajibkan bersih-bersih Alun-Alun dan taman di sekitarnya. Soalnya banyak fasilitas dan taman yang rusak,” ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa fasilitas yang rusak di antaranya seperti play ground dan ayunan anak-anak. Sehingga, jika tidak diperbaiki justru bisa membahayakan.

“Tapi, kami cek juga. Jika rusaknya sudah tidak bisa digunakan. Kami akan menggantinya dengan fasilitas permainan yang baru,” ungkapnya.

Sedangkan rusaknya rumput dan bunga akibat di injak oleh wisatawan yang ingin berswafoto.

“Kalau rumput dan bunga di taman itu kami lakukan penanaman kembali,” sambungnya.

Selain itu, Arief menyampaikan pihaknya juga melakukan perbaikan saluran airnya. Karena airnya sering meluber ke areal pengunjung saat penyiraman.

“Bisa lihat sendiri kan. Kondisinya becek saat penyiraman,” terangnya.

Oleh sebab itu, selain untuk perawatan juga untuk menyambut masuknya sekolah.

“Harapannya nanti saat masuk sekolah. Alun-Alun Kota Batu sudah terlihat nyaman, bersih dan indah kembali,” harapnya.

“Kami juga akan kerja bakti Jumat (14/6) besok di Taman Bondas. Karena banyak di sana juga perlu dilakukan perbaikan usai libur lebaran ini,” tutupnya.

Sementara itu, menurut laporan data pusat informasi Alun-Alun Kota Batu. Ada sekitar 3.000-3.500 pengunjung setiap harinya saat libur lebaran.(Der/Aka)

Mengais Rupiah Melalui Tanaman Hidroponik

Tanaman Kangkung hidroponik yang dikembangkan oleh salah satu petani Bumiaji, Ahmad Marzuki (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Ahmad Marzuki (27) salah satu petani di Bumiaji punya pandangan ekonomis terkait hidroponik. Lantaran, menanam sayuran melalui teknik hidroponik memiliki peluang mendatangkan rupiah.

Menurutnya, peluang bisnis tanaman hidroponik cukup menggiurkan lantaran keuntungan yang didapatkan lebih besar dibanding menjalankan pertanian konvensional atau menanam di tanah terbuka.

“Menanam hidroponik biaya perawatannya cukup sederhana karena tidak perlu menyiramnya dengan pestisida dan obat perawatan lainnya untuk mengusir hama,” bebernya.

Dengan memiliki lahan tidak begitu luas yang ada di pekarangan rumah, masyarakat khususnya ibu rumah tangga dapat menjalankan bisnis tanaman hidroponik dengan sangat mudah. Sayur yang mudah tumbuh di hidroponik adalah selada (Lettuce).

Ia memaparkan untuk mengembangkan hidroponik sayuran lettuce, ada keuntungan tersendiri dalam memanfaatkan tanaman Hidroponik.

“Selada kini banyak dibutuhkan restoran dan hotel, sehingga peluang ini cukup besar. Dan harga selada lebih tinggi dibandingkan harga sayuran lainnya. Nah, kalau kita bisniskan, pastinya akan dapat banyak keuntungan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Marzuki yang sudah tiga tahun menanam sayuran jenis kangkung serta menggunakan cara hidroponik ini mengaku hasilnya cukup memuaskan.

Ia mengaku dalam sekali panen sayur kangkung miliknya daunnya lebih hijau dan harganya pun terbilang jauh lebih mahal. Permintaannya pun banyak di pasaran.

“Kalau untuk jenis sayuran biasa itu dibanderol Rp.12 – 15 ribu. Sedangkan sayur saya ini bisa laku Rp.20 ribu, ya lumayan sekali,” bebernya

Marzuki berharap tanaman hidropinik ini bukan hanya sekadar untuk dikonsumsi masyarakat saja. Melainkan juga dapat dijual belikan. Apalagi, tanaman seperti selada, kangkung, bayam sangat mudah tumbuh di tanaman hidroponik. (Hmz/Ulm)

10 Nama Berebut Kursi Komisioner KPU Kota Batu

Ketua KPU Kota Batu, Saifudin Zuhri saat ditemui di kantor KPU Kota Batu, Selasa (11/6). (Foto: Ayun/MVoice).

MALANGVOICE – Habisnya masa jabatan lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batu berakhir pada 12 Juni mendatang. Sepuluh nama muncul dan berjuang menduduki kursi komisioner KPU Kota Batu periode 2019-2024.

Diketahui, beberapa nama tersebut di antaranya adalah Erfanudin, Mardiono, dan Heru Joko Purwanto. Kemudian Abdulloh, Heri Sutanto, Mokhamad Khoirul Anwar, Mochamad Rizal Fakhrudfin, Marlina, Sri Happy Nisaur Rahmadani, dan Tomi Rusydiantoro.

“Sepuluh besar nama-nama inilah yang lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan calon anggota KPU Kota Batu,” ujar Ketua KPU Kota Batu, Saifudin Zuhri.

Ia menjelaskan serangkaian pendaftaran sudah dilakukan sejak bulan April hingga Mei. Bermula dari dua puluh besar ini mengerucut jadi sepuluh besar untuk KPU Batu.

Namun, untuk ketujuh orang terkahir yang disebutkan merupakan orang-orang yang sudah berkecimpung di KPU Batu. Misalnya menjadi Panitia Pengawasan Kecamatan.

“Lalu ada juga Relawan Demokrasi, serta staf KPU Kota Batu,” sambungnya.

Dari lima orang yang menjadi komisioner itu, ada dua yang tidak lagi mengajukan. Mereka adalah Saifudin Zuhri yang merupakan Ketua KPU Batu dan Ashar Chilmi.

Alasan Saifudin tidak mendaftarkan kembali lantaran akan fokus berwiraswasta. Sedangkan Ashar Chilmi sudah dua periode menjabat sebagai komisioner KPU Batu.

“Ya, karena ingin fokus dan santai berwiraswasta. Tidak, kapok justru di KPU banyak ilmu yang didapat,” tandasnya. (Der/Ulm)

Komunitas