Ini Rincian Formasi 335 CPNS yang Dibutuhkan Kota Malang

Ilustrasi CPNS. (Aziz Ramadani MVoice)
Ilustrasi CPNS. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang resmi mengumumkan kebutuhan CPNS 2019 sejumlah 335 formasi. Hal ini sesuai surat pengumuman Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2019, 10 November lalu.

Rincian formasi CPNS yang dibutuhkan dapat diakses melalui laman resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, di https://bkd.malangkota.go.id/images/CPNS2019/PPK_TAYANG.pdf.
Disebutkan, kebutuhan tenaga guru sejumlah 148 formasi, seperti,
guru BK, guru TIK, guru seni, guru matematika, guru agama Islam dan paling banyak dibutuhkan guru SD.

Lalu ada formasi 101 tenaga kesehatan, seperti dokter umum, nutrisionis atau ahli gizi, penyuluh kesehatan, perawat gigi, perawat dan bidan.

Kemudian, formasi sejumlah 86 tenaga teknis, seperti operator sistem administrasi kependudukan, pamong praja, analis dan pengelola pengadaan barang dan jasa. (Der/Ulm)

Modus Mau Bertanggungjawab, Penganguran ini Setubuhi Wanita 16 Tahun

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama ketika menanyakan pelaku, Yusron, saat Konferensi Pers di Polres Batu Senin (11/11). (Foto : Ayun/Mvoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama ketika menanyai pelaku, Yusron, saat Konferensi Pers di Polres Batu Senin (11/11). (Foto : Ayun/Mvoice)

MALANGVOICE – Bermodus akan serius dan bertanggungjawab dengan menikahi korban. Yusron, (18) tega memperdaya KI (16) seorang gadis dibawah umur. Yusron mengajak KI melakukan hubungan intim layaknya suami istri di Villa Kawasan Songgoriti.

Atas perbuatannya itu, Yusron akhirnya harus berurusan dengan aparat kepolisian dari Polres Batu karena diduga melakukan tindak pidana kepada anak di bawah umur.

Pria lulusan SMK itu bercerita, jika awalnya ia mengenal korban lewat sosial media pada September lalu. Kemudian pelaku meminta saling bertukar nomor ponsel. Keduanya lalu menjalin hubungan asmara.

Puncaknya pada 23 Oktober 2019 lalu. Pelaku nekat mengajak korban yang diketahui masih tetangga desanya ke Villa di kawasan Songgoriti

“Karena sayang, saya bawa ke Villa Songgoriti. Sewanya 70 ribu per kamar,” kata Yusron ketika ditanya Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat Konferensi Pers Senin (11/11).

Bahkan sebelum sampai Villa ia sempat makan ayam geprek di Kota Malang. “Jemput di depan rumah. Masuk villanya sekitar pukul 7 (19.00),” ujar pria yang juga warga Poncokusumo itu.

Kemudian, sekitar pukul 21.00 korban dirayu untuk mau berhubungan intim. Karena terperdaya dalih pelaku, KI akhirnya mau melakukan hubungan tersebut.

Setelah itu, keesokan harinya atau tepatnya pada 24 Oktober, korban akhirnya dibawa pulang. Lantaran khawatir dengan kejadian yang menimpanya, korban kemudian menceritakan semuanya kepada orang tuanya.

Merasa tidak terima, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polres Batu pada 29 Oktober. Satu hari kemudian, pelaku akhirnya tertangkap.

“Pelaku kami tangkap pada 30 oktober dini hari. Tersangka kami diamankan di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Di rumah kakaknya,” ungkap mantan Kasubdit Regident Polda Jatim itu.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 yang telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Tidak ada korban lain. Ini aksi pertama kali dari tersangka. Ancaman hukuman penjara minimal 3-5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tuturnya.

Disisi lain, beberapa barang bukti juga diamankan. Dari korban diantaranya yaitu satu buah kaos merah muda, celana jeans warna biru, celana dalam dan bra.

Sedangkan dari pelaku yaitu satu buah jaket abu-abu, sepeda motor Suzuki Satria FU N 3520 IS dan handphone (HP). Serta hasil visum terhadap korban. (Hmz/Ulm)

Peringati Hari Pahlawan, Wali Kota Batu Ajak Generasi Muda Berprestasi

Upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Timur Balai Kota Among Tani, Minggu (10/11). (Foto : Humas for Mvoice)
Upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Timur Balai Kota Among Tani, Minggu (10/11). (Foto : Humas for Mvoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengamanatkan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum menghargai jasa dan pengorbanan pahlawan Tanah Air.

“Maknai hari pahlawan ini dengan bekerja membangun negeri untuk Indonesia maju,” ucap Bude sapaan akrab Dewanti Rumpoko Wali Kota Batu saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Timur Balai Kota Among Tani, Minggu (10/11).

Menurut dia, nilai-nilai kepahlawanan saat ini bukan soal pengorbanan atau mengusir penjajah. Melainkan menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

Lebih lanjut, ia menambahkan bila siapa pun dapat menjadi pahlawan. Kemudian nilai-nilai kepahlawanan harus ditanamkan ke generasi muda. Sebab, mereka yang akan menjadi pahlawan masa kini.

Oleh sebab itu ia berharap agar momen ini dapat menjadi pelecut semangat generasi muda untuk berinovasi.

“Nah, untuk menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan siapapun dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

“Contohnya seperti tolong-menolong, tidak memprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak merugikan orang lain,” imbuhnya.

Perlu dikehtaui, dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan tersebut dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang perjuangan dan jasa pahlawan.

Setelah menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menuju Taman Makam Pahlawan di Jalan Suropati, Kecamatan Batu.

Sesampainya di sana mereka berpencar dengan didampingi pelajar sekolah dasar (SD) untuk menaburkan bunga di masing-masing nisan para makam pahlawan.

“Kami kirim bacaan Al Fatihah untukmu pahlawan ku,” kata Dewanti.(Der/Aka)

“The Godfather of Broken Heart” Didi Kempot Akan Hibur Sobat Ambyar Kota Batu

Poster konser
Poster konser "The Godfather of Broken Heart" Didi Kempot di Kota Batu

MALANGVOICE – The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot, siap hadir dalam acara Gebyar Musik dan Seni di Stadion Brantas, Kota Batu, Selasa (12/11) besok.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Imam Suryono mengatakan bila penyanyi asal Solo yang sedang naik daun ini turut menyemarakkan HUT ke-18 Kota Batu sebagai bintang tamu dalam acara bertajuk Gebyar Musik dan Seni 2019.

“Penggemar Didi Kempot saat ini cukup banyak di seluruh Indonesia. Apalagi di Kota Batu, penggemarnya juga terbilang cukup banyak,” ujarnya.

“Nah, Pemkot Batu menghadirkan Didi Kempot untuk mengobati kerinduan mereka dengan sang idola,” sambungnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Batu, Suliana menambahkan bila HUT Kota Batu memang jatuh pada 17 Oktober lalu. Tapi, rangkaian kegiatan HUT ada hingga akhir November.

“Rangkaian acara HUT masih banyak. Ada festival sego empok, pasar murah, KWB Super Adventure, gebyar produk UMKM, dan pemilihan bintang radio nasional,” ungkapnya.

Nah, bagi Sobat Ambyar yang belum sempat bertemu penyanyi campursari fenomenal ini. Datang dan temui langsung The Godfather of Broken Heart di Stadion Brantas sejak Pukul 13.00 WIB.(Hmz/Aka)

Ingatkan Dampak Hoax, Kapolres Batu : Pelajar SMK Pernah Diamankan

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama. (Foto : Ayun/MalangVoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama. (Foto : Ayun/MalangVoice)

MALANGVOICE – Besarnya dampak negatif penyebaran informasi hoax kepada semua hal. Polres Batu menjadikannya sebagai catatan penting untuk ditangani bersama.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan bahwa masalah itu sangat penting untuk terus diutarakan. Terutama kepada para pelajar. Karena, dampaknya bisa berimbas ke semua orang.

”Apalagi, saat ini banyak berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. Makanya, jangan ditelan mentah-mentah dan jangan langsung main share,” kata dia di hadapan para pelajar saat acara Sarasehan Wawasan Kebangsaan di rumah dinas Walikota Batu, Dewanti Rumpoko.

Dia menuturkan, menurut data Kominfo bahwa setidaknya ada 64 persen generasi pemuda Indonesia pengguna internet. Dan lebih dari seratus juta orang tersambung internet.

Kemudian ada sebanyak 320 juta pelanggan mobile handphone. Sedangkan masyarakat Indonesia kurang lebih ada 250 juta. Artinya satu orang bisa pegang dua sampai tiga handphone.

”Makanya, sekarang ada istilah “one klick, one kill”. Satu kali saja klik share itu, imbasnya bisa kemana mana,” ujar mantan Kasubdit Regident Polda Jatim itu.

Harviadhi mencontohkan salah satu pelajar SMK di Jalan Bromo Nomor 5-8 yang pernah diamankan oleh pihaknya. Pelajar tersebut ikut memprovokasi dalam grup WhatsApp SMA/SMK Se-Jabodetabek yang sudah terpantau oleh Mabes Polri.

”Waktu itu ramai-ramainya aksi unjuk rasa. Dan satu orang SMK di Jalan Bromo terpancing masuk grup WA itu,” ucapnya.

Karena itulah, pihaknya pun diperintahkan oleh Mabes Polri untuk mencari pelajar tersebut. Setelah terdeteksi nama dan alamatnya, ternyata benar pelajar tersebut ikut memprovokasi dengan kata-kata.

”Di cek nomor hp-nya sama. Story-nya juga betul ada dan dia juga mengakui (ikut dalam grup tersebut, red). Akhirnya kita amankan untuk saya mintai keterangan,” ujar Harviadi.

Setelah diperiksa, pelajar tersebut mengakui bahwa mengeluarkan kata-kata provokasi berupa ajakan. Yaitu kata-kata “Ya (Pelajar Kota Batu akan ikut unjuk rasa, red), nanti batu dan paving block kita masukkan di dalam tas”.

”Saat itu, ibunya ada dan sampai stres. Tapi, karena ini perintah. Jadi, tetap anak ibu tersebut kita amankan untuk diambil keterangannya,” tuturnya.

Oleh karena itulah, agar tidak terjadi kejadian yang sama. Pihaknya meminta kepada semua pihak khususnya para pelajar agar berhati-hati mengklik dan mengeshare link tertentu.

”Dampaknya besar. Kalau misalnya adek-adek pelajar ternyata cukup umur, sudah bisa dipidanakan. Sekali lagi jangan bermain-main dengan gadget,” imbaunya dengan nada tegas. (Hmz/Ulm)

Gemerlap Seni dan Budaya di Festival Songgokerto Peduli #2

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat foto bersama di Festival Songgokerto Peduli #2 (Foto: Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat foto bersama di Festival Songgokerto Peduli #2 (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Melalui Festival Songgokerto Peduli #2 Jumat (8/11) malam. Kelurahan Songgokerto mengajak warganya menambah keguyuban dan kepedulian pada semua hal.

Beragam kegiatan bertema Songgokerto Peduli digelar sejak pukul 07.30 WIB pagi. Di antaranya yaitu Peduli Pemberdayaan Masyarakat melalui pelayanan publik di kantor kelurahan.

Kemudian Peduli Pemberdayaan Perempuan dengan digelarnya lomba yel-yel dan kreativitas. Dilanjutkan kegiatan Peduli Anak dengan lomba senam dan mewarnai untuk TK se Kelurahan Songgokerto. Serta Peduli Budaya Lokal dengan adanya penampilan tari Sanduk.

Dan puncaknya yaitu Peduli Seni dan Budaya dengan digelarnya Tari Kolosal dan Campur Sari. Namun, beragam kegiatan lainnya seperti fashion show shining tuli, akustik, drama kolosal dan tari kolosal.

Lurah Songgokerto, Dian Saraswati mengatakan bila acara ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun.

“Memang kegiatan rutin. Paling tidak dengan kegiatan seperti ini kita mampu peduli terhadap segala hal,” ujarnya.

“Dan kegiatan ini disatukan dengan HUT ke 18 Kota Batu,” sambungnya

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang turut hadir dalam acara tersebut sangat mengapresiasi acara tersebut.

“Sangat bagus acara seperti ini. Mudah-mudahan dapat terlaksana rutin setiap tahunnya. Semoga bertambah maju sejahtera. Dan tentunya tetap guyup dan rukun,” ungkapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan, Dinas Pariwisata (Disparta) bersama desa atau kelurahan di Kota Batu berupaya terus melestarikan kebudayaan dan kesenian lokal.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pelestarian budaya. Memang saat ini kami sedang gencar-gencarnya mengangkat kesenian dan kebudayaan,” tutupnya. (Der/Ulm)

Polres Batu Sita 11.755 Butir Pil Koplo, Sasarannya Pelajar

Ilustrasi pil koplo (foto: Ayun/MVoice)
Ilustrasi pil koplo (foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kasus penyalahgunaan dan peredaran pil koplo (double L) di Kota Batu terus meningkat. Kurang lebih sebanyak 11.755 butir obat terlarang itu berhasil disita Polres Batu dari 9 kasus selama tahun 2019.

Hal itu meningkat dari tahun sebelumnya yang masih 5 kasus. Dan hasil barang bukti yang disita sebanyak 10 butir.

Kasatreskoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto mengatakan rata-rata sasarannya para pelajar. Apalagi, harga yang ditawarkan sangat murah.

“Sasarannya ya anak usia sekolah kisaran umur 13 tahun hingga 20 tahun,” kata dia. “Harganya berkisar di Rp. 20 ribu per 8 butir,” ungkap mantan Kanit Lidik satu unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Batu itu.

Sementara itu, untuk sistem peredarannya obat tersebut. Yussi menjelaskan pengedarnya menggunakan sistem ranjau.

Dalam hal ini yaitu barangnya diletakkan disuatu tempat yang nantinya akan diambil oleh si pemesan. Artinya, satu sama lain antara pemesan dan pengedarnya belum kenal.

Karena itulah, untuk mengantisipasi dan mencegahnya. Pihaknya akan melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada para pelajar di Kota Batu.

“Kepada masing-masing sekolah di Kota Batu akan kita beri sosilisasi. Baik di tingkat SMP hingga tingkat SMA,” tegasnya.(Der/Aka)

Praktek Prostitusi di Kota Batu Terbongkar, Mucikari 18 Tahun Ditangkap

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono saat melakukan konferensi pers di Polres Batu Kamis (7/11).
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono saat melakukan konferensi pers di Polres Batu Kamis (7/11).

MALANGVOICE – Praktik prostitusi di Kota Batu berhasil terbongkar. Seorang wanita berinisial R, (18) yang merupakan mucikari ditangkap Polres Batu.

Dalam pengakuannya, tempat yang dijadikan prakteknya itu beberapa hotel di Kota Batu. Untuk tarifnya dia mematok Rp 1,7 juta sekali praktek.

Prakteknya, R menawarkan jasa pemuas nafsu ke pria hidung belang melalui aplikasi WhatsApp. Rata-rata yang ditawarkan merupakan mahasiswa dan temannya.

“Baru dua bulan dan 4 kali. Daerahnya (lokasi praktek prostituai, red) di Batu semua,” ungkap R saat ditanya polisi dalam konferensi pers di Polres Batu Kamis (7/11).

“Satu mahasiswa dari Kota Malang, satu dari Surabaya. Ada juga teman SMA,” imbuhnya sambil tertunduk malu dihadapan awak media.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono menerangkan awal mula terbongkarnya praktek prostitusi tersebut karena proses penyelidikan.

“Awalnya kami sudah mencium adanya praktek prostitusi di Batu ini. Setelah itu, kami dalami dan lakukan penggrebekan di hotel di Batu,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendro menjelaskan saat penggrebekan pihaknya juga mengamankan dua pasangan yang sedang berbuat cabul.

Berawal dari itulah, pihaknya mengembakan praktek prostitusi itu. Akhirnya, diketahuilah penyedia jasanya yaitu seorang wanita berinisial R.

“Mucikari berinisial R ini warga Batu. Kita amankan tidak lama setelah penggrebekan itu,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa semua transaksinya melalui aplikasi WhatsApp. “Semuanya (transaksi, red) di WA (WhatsApp, red). Tidak ada grup khusus,” ujarnya.

“Jadi ada seseorang menghubungi R untuk mencari teman berhubungan seksual. Artinya, R menyediakan pekerja dan memperoleh imbalan dari itu,” jelas Hendro.

Dari tarif Rp 1,7 juta sekali kencan. Disebutkannya bahwa R mendapatkan Rp 700 ribu. Sedangkan wanita penghiburnya mendapatkan Rp 1 juta.

Dari hasil penangkapan tersebut, beberapa barang bukti berhasil diamankan. Diantaranya yaitu Rp 3,4 juta, kondom bekas pakai, tisu, selimut hotel, handuk dan handphone (HP) yang digunakan untuk bertransaksi.

Akibat perbuatannya, R terancam pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Kami akan mewujudkan KWB bersih dari perbuatan2 yang tidak diinginkan masyrakat Batu,” tegasnya. (Hmz/Ulm)

Pemkot Batu Kampanyekan Anti Plastik

Kegiatan Jalan Sehat Peduli Lingkungan Batu Anti Plastik (Antik) yang digelar Minggu (3/11).
Kegiatan Jalan Sehat Peduli Lingkungan Batu Anti Plastik (Antik) yang digelar Minggu (3/11).

MALANGVOICE – Kampanye Kota Batu bebas sampah plastik terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Jalan Sehat Peduli Lingkungan Batu Anti Plastik (Antik) digelar Minggu (3/11).

Start di Halaman Timur Balai Kota Among Tani. Sebanyak 5000 orang peserta dari Masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelajar, Guru dan Komunitas Lingkungan turut meramaikan acara tersebut.

Beragam hiburan masyarakat juga digelar dalam event untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Batu ke 18 itu. Diantaranya lomba kostum daur ulang, pentas musik oleh Cozy Republik hingga bazar UMKM.

Tak lupa juga ada sosialisasi Perwali Nomor 81 Tahun 2019 tentang pengurangan plastik. Hal ini juga sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Batu tahun 2020 bebas dari sampah.

“Melalui Perwali Nomor 81Tahun 2019 tentang pengurangan plastik itu. Kami, Pemerintah mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Ini bentuk komitmen pemerintah,” kata Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu saat sosialisasi.

Karenanya, dalam kegiatan tersebut juga ada stand tukar sampah plastik. Sehingga, masyarakat diperbolehkan menukarkan sampah dengan produk peralatan rumah rangga.

Kemudian juga ada pameran inovasi popok sekali pakai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dan Bank Sampah Kartini Sejati.

Sementara itu, Dewanti juga mengapresiasi unik-uniknya kostum hasil daur ulang yang dipakai peserta. “Saya apresiasi. Ada yang mau menggunakan kostum daur ulang dari plastik,” tuturnya.

Namun, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar memanfaatkan sampah. Tentunya dengan cara di daur ulang dan mampu menghasilkan nilai ekonomi. “Mari kita manfaatkan sampah di sekiling kita,” tutupnya.

Diketahui, dalak gerak Jalan Peduli lingkungan ini juga dimeriahkan puluhan hadiah. Mulai dari sepeda motor Nmax, kulkas, TV Led, sepeda angin dan door prize lainnya yang bisa diraih oleh peserta secara gratis.

Gerak Jalan ini turut dihadiri Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso bersama Ketua TP PKK Kota Batu, Wibi Santosos, dan Sekda Kota Batu, Zadiem Efisiensi.

Kemudian juga hadir Kapolres Batu, DPRD Kota Batu, Pabung 0818, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Batu.(Hmz/Aka)

Selama Dua Hari, Wisata Kuliner Nusantara Tersaji di Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua PHRI Kota Batu, Bambang Setya Dharma dan Chef Chandra Yudasswara saat meresmikan Batu Street Food and Culinary Festival 2019. (Foto : Ayun)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua PHRI Kota Batu, Bambang Setya Dharma dan Chef Chandra Yudasswara saat meresmikan Batu Street Food and Culinary Festival 2019. (Foto : Ayun)

MALANGVOICE – Batu Street Food and Culinary Festival 2019 resmi dibuka Sabtu (2/11). Masyarakat pun bisa menikmati berbagai macam kuliner nusantara selama dua hari hingga Minggu (3/11).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko hadir dan membuka kegiatan tersebut. Hadir juga Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua PHRI Kota Batu, Bambang Setya Dharma dan Chef Chandra Yudasswara.

Saat itu, masyarakat pun tampak berduyun-duyun mendatangi satu persatu stand kuliner. Baik warga Kota Batu maupun wisatawan dari luar kota yang datang hanya untuk berwisata kuliner.

Sebanyak 44 hotel dan restoran serta sembilan desa wisata Kota Batu memeriahkan. Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Pariwisata Kota Batu dan Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI).

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan kegiatan yang sudah dinanti-nantikan. “Setiap tahun ada Food Street di Kota Batu. Dan ini juga dalam rangka ultah Kota Batu,” kata dia dalam sambutannya.

Selain menyajikan kuliner nusantara. Dewanti juga berharap bisa jadi ajang silaturrahmi para manejer hotel dan restoran.

“Ini juga bisa jadi tempat silaturrahmi para manajer hotel dan restoran,” kata dia dalam sambutannya.

Dengan rasa guyub dan penuh kebersamaan. Dirinya berharap bisa ajang saling menguatkan satu sama lainnya.

“Masing-masing hotel dan restoran punya ciri khas sendiri. Jadi, saya mau ada persaingan yang sehat,” ungkap Walikota Batu ke empat itu.

Dalam kegiatan tahun ini. Dikatakannya bahwa akan menjadi pengalaman. “Ini bisa jadi pengalaman. Karena, saya ingin ini menjadi ikonnya Kota Batu kedepannya,” harapnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono menambahkan bahwa kegiatan ini untuk memotivasi pelaku kuliner yang lain berkreasi.

“Ini kegiatan tahun ketiga dilaksanakan di sini. Melalui event ini, pelaku kuliner diharapkan berkreasi membuat masakan yang menarik, enak, nyaman dan menyehatkan,” ujarnya.

Imam menyebutkan pengembangan wisata ditunjang dengan kulinernya. Karena itu, selain hotel dan restoran yang berpartisipasi. Desa wisata juga ikut dilibatkan.

“Kita minta, desa wisata menyajikan masakan khas desanya. Karena, kita ingin desa wisata tumbuh dan berkembang bersama dengan hotel dan restoran,” tuturnya.

Diketahui, Batu Street Food and Culinary Festival 2019 bertemakan panen raya. Semua masakan yang disajikan dari bahan hasil pertanian Kota Batu.

Kegiatan ini sendiri berlangsung selama dua hari. Yaitu Sabtu (2/11) hingga Minggu (3/11) besok. Berbagai kuliner dari tradisional hingga modern tersedia. (Der/Ulm)

Komunitas