Arema FC Tunggu Dinamika Kompetisi di Kongres

Arema FC Vs Tira Persikabo di Piala Menpora 2021. (Istimewa)

MALANGVOICE – Manajemen Arema FC menunggu dinamika perkembangan kompetisi sambil menanti Kongres PSSI yang dijadwal pada 29 Mei mendatang.

Kompetisi Liga 1 2021 rencananya digelar pada Juli ini, beberapa wacana muncul tentang format kompetisi dan usulan tidak adanya degradasi.

“Arema FC akan menunggu dinamika perkembangan terkait persiapan kompetisi sejauh ini seperti apa. Sebagain klub memang mengusulkan wacana tersebut, tapi bagi Arema FC keputusannya adalah tetap di kongres,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Namun demikian, Sudarmaji mengatakan hal yang paling urgensi adalah situasi digelar dalam kondisi darurat pandemi Covid-19.

“Namun yang harus menjadi fokus adalah bahwa kompetisi digelar dalam kondisi darurat pandemi yang memang berdampak aktivitas sekaligus kelangsungan hidup klub, maka yang perlu dikaji adalah tentang kondisi tersebut,” paparnya.

Tim berjuluk Singo Edan sendiri sejauh ini masih terus mendukung penuh kompetisi untuk tetap digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Sementara kompetisi harus didukung penuh untuk tetap digelar dengan kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Melihat pengalaman di Piala Menpora 2021, harusnya bisa dijadikan sebagai pijakan untuk menjalankan protokol kesehatan yang diaplikasikan pada kompetisi Liga 1 2021.

“Pengalaman Piala Menpora 2021 bisa dikomparasi untuk bisa dijalankan dengan tetap melakukan evaluasi,” tandasnya.(der)

Peduli dan Berbagi, Perumda Tugu Tirta Ajak Silaturahmi Warga Sekitar Sumber Air

Istigasah jajaran Direksi Perumda Tugu Tirta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan jajaran Direksi Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang untuk berbagi kepada yang membutuhkan dan menggelar istigasah di Sumber Binangun, Bumiaji, Kota Batu, Rabu (5/5).

Diikuti beberapa karyawan dan karyawati, kegiatan yang diisi tausyiah Ustaz Khosim Jazuli tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain memanjatkan doa bersama, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan penyerahan tali asih dari direksi perusahaan kepada warga sekitar sumber. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan warga sekitar Sumber Karangan, Sumbersari dan Banyuning.

“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tiap tahun kami. Harapannya, selain mengisi bulan suci Ramadan dengan banyak beribadah, juga sebagai momentum mempererat tali silaturahmi bersama saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar sumber,” ujar Dirut Tugu Tirta, M Nor Muhlas.

Muhlas menambahkan, pihaknya memiliki komitmen dengan warga sekitar sumber, untuk sama-sama menjaga kelestariannya.

“Jadi semangat persaudaraan yang kami bangun dapat selalu terjaga, sehingga sama-sama timbul rasa memiliki yang kuat terhadap sumber mata air kita,” imbuhnya didampingi Direktur Teknik Tugu Tirta, Ir Ari Mukti MT dan para manajer.

Sebelumnya, Muhlas dan jajarannya sudah memulai rangkaian silaturahmi dan pemberian tali asih kepada warga, utamanya para janda tidak mampu di sekitar Sumber Air Wendit dan kampung sekitar Kantor Tugu Tirta.

Bukan hanya kepada warga yang membutuhkan, tali asih juga diserahkan kepada janda mantan karyawan serta putra putri mantan karyawan maupun karyawati hingga pensiunan staf Tugu Tirta.

“Program ini juga sebagai wujud mengejawantahkan jargon ‘5S’ perusahaan yang lantang diusung oleh Bapak Dirut, salah satunya adalah sambung seduluran saklawase,” tambah Manajer SDM Tugu Tirta, Drs Dody Varuna.(der)

Eduardo Almeida Resmi Tukangi Arema FC

Eduardo Filipe Arroja Almedia. (istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC resmi mengontrak pelatih asing, Eduardo Filipe Arroja Almeida untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2021.

Pelatih asal Portugal ini menjadi jawaban atas kebutuhan tim Singo Edan di kompetisi tahun ini. Sebelumnya, Arema FC mengandalkan Kuncoro sebagai pelatih kepala dan gagal di Piala Menpora.

Eduardo resmi dikenalkan ke publik pada Senin (5/5) melalui akun Instagram Arema FC Official. Selanjutnya, Eduardo akan berangkat ke Malang dan menjalankan program latihan.

Baca Juga: Gagal Lolos Babak Delapan Besar, Arema FC Juru Kunci Grup A Piala Menpora

“Setelah visanya keluar, ia segera berangkat menuju Malang. Sesuai prokes, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri sebelum resmi melatih, ” ungkap Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Ruddy berharap kedatangan Eduardo tidak terkendala apapun sehingga bisa segera mendarat di Bumi Arema awal bulan ini. Dengan begitu, setelah lebaran Idul Fitri 2021 nanti ia bisa langsung melatih Dendi Santoso dkk.

Pelatih kelahiran Lisbon ini tak asing di kancah sepak bola Asia. Eduardo pernah melatih tim Semen Padang pada musim 2019.

Dengan berbekal pengalamannya itu, Ruddy menaruh optimisme kepada Eduardo agar bisa mengangkat prestasi Singo Edan di musim mendatang.

“Kami sangat berharap dukungan banyak pihak, pemain, official dan fans untuk memberikan support yang positif agar pelatih ini dapat membentuk karakter dan kerja sama tim serta memotivasi kerja keras tim agar Arema FC berprestasi,” tandas Ruddy.(der)

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)

Di Usia ke-12, BPF Malang Semakin Besar Bersama Nasabah di Malang Raya

Pimpinan Cabang BPf Malang, Andri (Kanan) saat memotong tumpeng bersama jajarannya. (Istimewa).

MALANGVOICE – PT Best Profit Futures Malang, di usia yang ke-12 ini optimistis dapat menjadi salah satu perusahaan pialang yang terbaik dan terpercaya.

Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri dalam rilisnya menyampaikan, seiring bertambahnya usia yang ke-12, BPF tetap berkomitmen untuk menjadi perusahaan pialang yang bisa memberikan edukasi dan membangun layanan dari nol untuk kepuasan transaksi nasabah.

“Kami sudah 12 tahun tumbuh dan berkembang di Malang. Angka 12 itu bukan sekadar simbol umur melainkan tanda perjalanan BPF di Malang,” katanya.

Menurut Andri, di usia yang ke-12 tahun ini, di kuartal 1, BPF Malang berhasil capai pertumbuhan tertinggi sebesar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama sehingga menjadi 77 nasabah baru.

“Semua karena upaya edukasi tanpa henti juga komitmen BPF Malang dalam menjaga kualitas layanan yang diwujudkan dalam hal ini yaitu zero complain,” jelasnya.

Meski di masa pandemi ini, lanjut Andri, tidak menjadi alangan untuk meraih nasabah baru. Prestasi tersebut harus tetap dijaga dan diberi layanan dan edukasi, mulai dari tata cara penerimaan nasabah hingga kepada layanan transaksi.

“Hingga saat ini, kami selalu memastikan adanya prinsip prudent (bijaksana) dan transparan dengan baik sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Dengan begitu, tambah Andri, BPF berterima kasih kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan, dan dukungan semua pihak, agar masa datang dapat meraih 300 nasabah baru hingga akhir tahun.

“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti bisa meraih 300 nasabah baru. Kami juga ucapkan terima kasih pada para nasabah yang memberikan kepercayaan pada kami. Tak luput juga dukungan dari Walikota Malang, pihak kampus STIE Malangkucecwara, Universitas Brawijaya serta rekan media yang selalu menjadi mitra kami dalam memberikan edukasi tentang industri perdagangan berjangka komoditi,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji di kesempatan tersebut, juga turut mengucapkan selamat kepada BPF Malang yang berulang tahun ke-12.

“Selamat pada BPF, kehadiran BPF Malang ini dapat ikut membangun suasana investasi yang baik melalui edukasi yang konsisten terhadap masyarakat khususnya tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sutiaji, BPF Malang juga membuka lapangan kerja untuk tenaga kerja di Kota Malang sehingga membantu pemerintah kota dalam mengurangi pengangguran.

“Kami berharap agar BPF Malang terus tumbuh sebagai perusahaan pialang berjangka yang maju dan tumbuh dengan sehat, serta semakin meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan investasi di Kota Malang,” tandasnya.(end)

Menko Marves, Luhut Panjaitan Dorong Tingkatkan Sinergisitas Malang Raya

Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, saat memberikan sambutan, (dok humas).

MALANGVOICE – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan dorong sinergisitas Malang Raya guna meningkatkan sekmen pembangunan.

Hal itu disampaikan pada saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Batu, tepatnya saat berada di Graha Pancasila Balai Among Tani Kota Batu, Senin (26/4).

“Kota Batu dan Malang Raya SDM nya sangat mumpuni, universitas dan pariwisatanya. Sinergi Malang Raya perlu terus didorong agar dapat meningkatkan sekmen pembangunan. Langkah ini sudah bagus dan saya minta untuk terus dipelihara,” ujar Luhut.

Selain itu, Luhut juga menyampaikan jika sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi sehingga perlu di hidupkan melalui pemasaran online.

“Disini jumlah UMKM juga ribuan. Dari hasil data ekonomi yang kami lihat, UMKM itu adalah tulang punggung ekonomi. Jadi harus terus dihidupkan dan harus masuk dalam online,” tuturnya.

Apalagi didukung dengan potensi yang dimiliki Malang Raya terutama Kota Batu yang memiliki potensi di sektor Pertanian, Pariwisata, Perekonomian dan Pendidikan.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, Kota Batu yang baru berdiri selama 20 Tahun ini memiliki sumbangsih yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

“Meski kecil, Kota Batu memberikan sumbangsih besar dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Dimana angka pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi lalu mencapai 6,5 persen,” terangnya.

Namun semenjak pandemi covid-19, perekonomian Kota Batu mengalami penurunan yang cukup drastis mencapai minus 6 persen pada tahun 2020.

“Menurut pakar ekonomi, ketika kondisi sudah mulai membaik, tingkat pertumbuhan ekonomi di Kota Batu bisa lebih besar dari pada tahun 2019 lalu,” imbuhnya.

Meski begitu, dirinya tetap memfokuskan proses pengembangan pembangunan proyek strategis. Mulai dari rencana pembangunan Pasar Induk Kota Batu, Jalan tembusan dari Pendem hingga Kota Batu dengan pemasangan box culvert dan pembangunan kereta gantung.

“Pembangunan ketiga ini, adalah mega proyek kereta gantung yang merupakan hal baru di Kota Batu,” tandasnya.(der)

Pemkot Batu Perketat Penyekatan Masyarakat Diluar Rayonisasi Malang Raya

Suasana apel persiapan pengamanan larangan mudik. (Istimewa).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu perketat penyekatan bagi masyarakat diluar rayonisasi Malang Raya dalam jalankan larangan mudik 2021.

Penyekatan larangan mudik akan dimulai H-7 hingga H+7 lebaran, yakni mulai 6-17 Mei 2021 mendatang. Sedangkan pengetatan dimulai 22 April-5 Mei. Kurang lebih sebanyak 500 personel akan disebar di empat titik pos pengamanan.

Hal itu disampaikan Kapolres Batu, AKBP Catur Cahyono Wibowo, saat ditemui awak media, usai mengikuti apel kesiapan pengamanan larangan mudik Idul Fitri 1442 H, di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Senin, 26/4).

“Penyekatan tidak berlaku untuk wilayah yang masuk rayonisasi dan aglomerasi Malang Raya. Meliputi Kota Batu, Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Pasuruan, dan Kabupaten/Kota Probolinggo. Rayonisasi itu ditetapkan Forkompimda Jawa Timur agar tidak ada mobilitas masyarakat yang menyeberang ke rayon lain,” ucap Catur.

Menurut Catur, untuk pos penyekatan akan didirikan di Kasembon, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kediri. Dengan begitu pergerakan masyarakat di wilayah Malang Raya masih diperbolehkan. Pos penyekatan baru akan dididirkan pada H-7 lebaran.

“Titik penyekatan ada perbatasan Kediri. Di titik perbatasan lainnya juga belum terlihat peningkatan arus kendaraan. Akan kami pantau terus setiap perkembangannya,” jelasnya

Sedangkan pos pengamanan dan pos pantau akan didirikan di wilayah Kota Batu selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

“Pos-pos itu akan ditempatkan di beberapa destinasi wisata dan tempat ibadah di wilayah Kota Batu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan, saat ini Polres Batu telah menyiapkan segala skema untuk memenuhi pelaksanaan larangan mudik tersebut, agar agar masyarakat bisa menahan diri tak bepergian selama libur lebaran.

“Penyekatan ini demi kemanan dan kebaikan kita semua,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Dewanti, pos pengamanan akan ditempatkan di empat titik. Yakni Alun-alun Kota Batu, simpang tiga Pendem, Desa Giripurno yang berbatasan dengan Karangploso, Kabupaten Malang dan simpang empat Pesanggrahan.

“Bagi warga yang masih membandel mudik, di-swab dulu, kalau positif akan dikarantina lima hari dan di swab lagi. Ketika hasil negatif baru diperbolehkan pulang ke rumahnya,” bebernya.

Akan tetapi, tambah Dewanti, untuk penyelenggaran Salat Idul Fitri, Pemkot Batu masih belum menentukan, apakah ditiadakan atau digelar dengan sejumlah persyaratan.

“Untuk salat Idul Fitri sementara masih belum bisa mengandai-andai. Tapi, ketika diperbolehkan, semua harus sehat. Imamnya juga harus dilakukan rapid tes antigen,” tegasnya.

Sedang, untuk kalangan ASN Pemkot Batu juga tak lepas dari aturan larangan mudik, para ASN Pemkot Batu harus tetap berada di Kota Batu. Mobil dinas juga harus ditempatkan di Balai Kota Among Tani selama menjelang libur lebaran. Sanksi akan disiapkan bagi yang melanggar ketentuan, mulai dari teguran hingga penundaan kenaikan pangkat.

“Larangan mudik ini kewajiban dan amanah. ASN yang mudik bisa ketahuan. Saya akan panggil para ASN melalui Sekda Kota Batu. Kalau tidak datang, nah diindikasikan mereka mudik. Ada sanksi bagi yang melanggar aturan,” tukasnya.(der)

DPUPR Kota Batu Anggarkan Rp25 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan

Proses pengaspalan jalan, (dok Bina Marga).

MALANGVOICE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar guna pengelolaan serta pemeliharaan jalan.

Menurut Kabid Bina Marga, DPUPR Kota Batu, Dian Fachroni, alokasi anggaran tersebut bakal ditujukan untuk beberapa jalan yang perlu dilakukan overlay reguler sebagai perbaikan jalan jangka panjang.

Meski begitu, hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap review dan kajian ulang pada design awal terhadap kondisi di lapangan. “Hal itu dilakukan untuk memastikan kesesuaian design perencanaan awal terhadap kondisi saat ini,” ujarnya, Ahad (25/4).

Dirinya mengatakan anggaran yang diajukan sebelumnya sebesar Rp 30 miliar namun dilakukan refokusing menjadi Rp 25 miliar.

“Anggarannya Rp 30 miliar, itu semua masih proses lelang, makanya kita perlu review dan kajian. Intinya direview ulang dari perencanaan sebelumnya. Tapi angka itu masih kena refokusing, jadi sekitar Rp 25 miliar,” tuturnya.

Untuk review sendiri dikatakan, telah berjalan dalam waktu dekat ini. Terutama pada Jalur utama dan menjadi prioritas adanya perbaikan.

“Termasuk yang sedang menjadi sorotan saat ini di jalur Karangploso-Pandanrejo. Itu sudah kita ajukan tahun kemarin di DAK dan alhamdulillah tahun ini akan kita laksanakan perbaikan untuk ruasnya Kota Batu. Jadi Giripurno sampai Pandanrejo itu akan kita overlay, namun masih proses lelang,” terangnya.

Selain itu, ada juga jalur lain seperti Jalibar-Abdul Gani Atas, Wukir-Torongrejo, Oro Oro Ombo-Agus Salim dan Jalur-jalur alternatif lain akan ikut dilakukan overlay.

“Murni untuk jalur reguler di 2021 ini kami proses lelang semua. Memang kegiatan ini supaya tuntas, jadi tidak hanya sebatas spot spot saja,” tandasnya.(der)

Larangan Mudik Berlaku, Pemkot Batu Dirikan Empat Pos Penyekatan

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. (Aan)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dirikan beberapa pos untuk melakukan penyekatan arus mudik 2021.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengatakan, merujuk pada Adendum Surat Edaran (SE) No 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pemkot Batu berencana membuat pos penyekatan di beberapa titik.

“Ada empat titik pos penyekatan, yakni di Desa Pendem, Giripurno, Pesanggrahan dan perbatasan Kabupaten Mojokerto yang posnya berada di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, itu semua akses menuju Kota Batu,” ucapnya, Ahad (25/4).

Menurut Punjul, di pos penyekatan tersebut tidak semua orang yang melintas akan diperiksa. Pemeriksaan dilakukan secara acak, akan tetapi pemeriksaan acak itu hanya berlaku untuk kendaraan bernomor polisi (Nopol) dari kawasan Malang Raya.

“Kendaraan yang dari luar kawasan Malang akan diperiksa ketat, pengendara yang berasal dari kawasan luar Malang Raya akan mendapatkan prioritas tes. Jika masih nekat melakukan mudik, maka akan dikarantina selama lima hari,” jelasnya.

Sebab, lanjut Punjul, dalam SE itu juga menyebutkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan dengan transportasi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

“Selain rapid antigen, juga bisa menggunakan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19,” tegasnya.

Akan tetapi, tambah Punjul, Pemkot Batu saat ini belum melakukan tes GeNose C19, karena satu-satunya terminal di Kota Batu merupakan terminal kecil yang banyak digunakan untuk sekadar transit.

“Di terminal Batu tidak menggunakan tes GeNose C19, karena terminal kecil. Beda lagi sama terminal yang ada di Kota Malang. Terminal mereka besar dan menjadi jujugan masyarakat. Sehingga jika diterapkan GeNose C19 sangat cocok,” tukasnya.(der)

Pertajam Link and Match, BBPPMPV BOE Malang Teken MoU 33 Lembaga

MALANGVOICE – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang mempertajam link and match dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) 33 lembaga, Sabtu (10/4).

Dalam penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung Dirjen Diksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Wikan Sakarinto dan Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ahmad Saufi.

“Ini sebagai upaya khusus. Ya kita ‘kawinkan’ mereka lewat MoU ini. Itu ada Perusahaan, SMK, perguruan tinggi vokasi, industri seperti PT PaL, Samsung, AHASS dan juga ada lembaga kursus pelatihan,” kata Wikan Sakarinto.

Dengan begitu, lanjut Wikan, kurikulum akan ditajamkan juga, sehingga bisa menjadi acuan yang kuat dalam membangun link and match antara dunia usaha, industri dan pendidikan.

“Makanya, praktisi di dunia usaha dan industri akan ditarik menjadi guru atau dosen, denga harapan agar bisa mempercepat perwujudan program ini,” jelasnya.

Menurut Wikan, dirinya akan mendesain fast track (jalur cepat) di dunia pendidikan, agar nantinya ada SMK D2 Fast Track, dengan masa studinya setelah SMK ditambah 1 semester dan magang satu tahun di industri. Sehingga lulus sudah berijazah D2. Sedangkan, untuk D3 akan di-upgrade menjadi D4 atau sarjana terapan.

“Itu terserah kampus, bukan dihapus. Kami mendorong seperti itu. Sehingga lebih adaptif soft skillnya meningkat. Ya diharapkan semester depan tahun ini sudah bisa di mulai,” tegasnya.

Sementara itu Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Abdul Rochim, mengatakan dengan MoU dapat mempertajam link and match.

“Sesuai di sampaikan Pak Dirjen tadi, dan harus terus disosialisasikan pada masyarakat,” katanya.

Sebab, lanjut Rochim, link and match dengan dunia industri perlu dilakukan agar semuanya bisa bergerak bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia kedepan.

“Link and math harus diperkuat lagi. Semua stakeholder harus dilibatkan. Sehingga lulusan pendidikan vokasi memiliki soft skill seperti yang dibutuhkan, itu tujuan MoU ini,” tandasnya.(der)