HUT ke-7 Malang Voice

Pemprov Jatim Beri Santunan Korban Tragedi Kanjuruhan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban Tragedi Kanjuruhan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan siap menanggung biaya pengobatan korban Tragedi Kanjuruhan.

“Seluruh layanan rumah sakit milik Pemprov Jatim untuk korban semua tanggungan pemerintah,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan memberikan santunan kepada seluruh korban meninggal dunia hingga luka-luka. Jumlahnya sebesar Rp10 juta.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Aremania Korwil Bantur: Salah Apa Ditembak Gas Air Mata?

Tak hanya itu, ia juga meminta Pemda di Malang ikut memberikan santunan sesuai wilayah.

“Pemprov mulai mencicil beri santunan Rp10 juta untuk ahli waris meninggal dunia. Wilayah Pemkot Malang Rp10 juta, Kabupaten Malang Rp10 juta dan dari Bank Jatim Rp5 juta,” ujarnya.

Sedangkan untuk korban luka, Pemprov Jatim menyiapkan tambahan santunan Rp5 juta kepada keluarga.

Diketahui Tragedi Kanjuruhan ini menelan 125 korban meninggal dunia versi polisi.

Insiden ini terjadi setelah Arema FC menelan kekalahan saat menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam.(der)

Aparat Keamanan Bertindak Eksesif saat Tragedi Kanjuruhan, DPC IKADIN Malang Buka Posko Pengaduan

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – DPC IKADIN Malang membuka posko pengaduan dan pelayanan advokasi guna membantu memperjuangkan hak-hak keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Layanan itu dipusatkan di kantor DPC IKADIN Malang yang berada di Jalan Blimbing Indah Selatan XI nomor 77, Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono menilai aparat keamanan bertindak eksesif dan mencederai prinsip-prinsip HAM sehingga laga derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya berujung tragis dengan tewasnya ratusan suporter.

Diduga ratusan suporter tewas karena saling berdesakan menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas. Bahkan gas air mata itu ditembakkan bukan hanya ke arah suporter yang menerobos masuk lapangan, namun diarahkan membabi buta kepada barisan penonton yang ada di tribun sehingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, DPC Peradi Kepanjen Tuding Ada Kelalaian Penyelenggara dan Aparat

“Dalam video yang beredar, penembakan gas air mata membabi-buta kepada penonton yang berada di tribun. Berdasarkan pengamatan analisis sosial, aparat keamanan bertindak represif dan cenderung brutal. Tidak memberi suasana aman dalam melaksanakan tugasnya,” papar Setyo.

Baca juga : AHY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia

Pengendalian massa dengan gas air mata di dalam arena stadion bertentangan dengan FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b. Dengan tegas melarang membawa maupun menggunakan senjata api ataupun gas untuk mengendalikan massa di arena stadion. Nyatanya saat peristiwa kelabu Sabtu malam kemarin (1/10), aparat keamanan dipersenjatai senapan gas air mata dan dilepaskan begitu saja ke arah kerumunan massa hingga berdesakan dan mengakibatkan korban berjatuhan.

Baca juga : Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

“Selain melanggar ketentuan FIFA, aparat bertindak represif dan diduga melanggar HAM. IKADIN mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap penanganan kerumunan suporter yang melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya implementasi prinsip HAM yang dipedomani Polri,” tukas dia.

Baca juga : Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Baca juga : PWI Malang Raya Desak Usut Dugaan Pelanggaran HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Ia menambahkan, tindakan pihak kepolisian juga melanggar UU nomor 2 tahun 2022 tentang Polri. Serta mengingkari SOP kepolisian dalam mengendalikan massa sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri. Antara lain, Perkapolri nomor 16 tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa; Perkapolri nomor 01 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian; Perkapolri nomor 08 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Polri; Perkapolri nomor 08 tahun 2010 tentang tata cara lintas ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan huru-hara; Perkapolri nomor 02 tahun 2019 tentang pengendalian huru-hara.

Baca juga : Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

Baca juga : Menko PMK Bezuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Suyitno: Mengatasi Suporter Arema itu Mudah

Pihaknya mendesak agar Kapolri mengevaluasi menyeluruh agar tragedi ini tak kembali memakan korban dari dua pihak. Serta mendorong agar dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh tim independent untuk memeriksa dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Baca juga : Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Suporter versi Kapolda Jatim

“Mendesak institusi negara seperti Komnas HAM, Kompolnas, POM TNI dan lainnya untuk segera menyelidiki menyeluruh dan terpadu. Serta mendesak negara cq pemerintah pusat dan pemda terkait agar bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka tragedi Stadion Kanjuruhan,” cetusnya.

Di sisi lain, IKADIN menyinggung waktu pelaksanaan pertandingan yang digelar malam hari sekalipun banyak pihak mempersoalkan hal itu. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi bersikukuh tanpa mempertimbangkan segala resiko. Hingga akhirnya meletup huru-hara diperparah dengan penonton yang melebihi kapasitas saling berdesakan yang berakibat jatuhnya ratusan korban jiwa.

“Pihak LIB dan aparat keamanan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan dan evaluasi tuntas, agar tragedi sepakbola tidak (lagi) terjadi, apalagi membawa korban jiwa,” pungkasnya.(end)

#PrayForKanjuruhan Bergema di Jagat Twitter, MU dan Liverpool Sampaikan Belasungkawa

Manchester United menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan suporter. (MVoice/tangkapan layar akun resmi Twitter Manchester United)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang pasca laga derby Arema FC melawan Persebaya nenjadi trending topick di linimasa Twitter bertagar #PrayForKanjuruhan.

Selain itu, trend populer lainnya yang mendominasi Twitter yakni Gas Air Mata mencapai 266 ribu tweet, FIFA 256 ribu tweet, Polisi 179 ribu tweet, Liga 1 97 ribu tweet hingga Indosiar 25 ribu tweet.

Topik populer itu buntut dari insiden tragis yang merenggut nyawa 174 jiwa. Tragedi terbesar kedua di lapangan hijau setelah kerusuhan di Stadion Nasional, Lima Peru pada 1964 yang mempertemukan Peru versus Argentina. Dalam peristiwa itu 326 orang tewas.

Baca Juga: Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Tragedi Kanjuruhan pun didengar dua klub Liga Inggris, Manchester United (MU) dan Liverpool. Melalui akun resminya, kedua klub raksasa itu menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Manchester United is deeply saddened by the tragedy in Malang, Indonesia. We send our sincere condolences to the victims, their families, and everyone affected,” tulis akun Twitter resmi Manchester United yang disukai 85 ribu pengguna dan mendapat retweet 23 ribu.

Hal yang sama dilakukan Liverpool yang menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui akun resminya di twitter.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

We are deeply saddened to hear of the events at Kanjuruhan Stadium, Malang, Indonesia. The thoughts of everyone at Liverpool Football Club are with all thos affected at this time,” tulis akun Twitter resmi Liverpool FC yang disukai 54 ribu pengguna dan mendapat retweet 15 ribu pengguna.

Selain itu, ungkapan bela sungkawa disampaikan klub-klub papan atas Eropa melalui akun resmi twiternya seperti Chelsea, Manchester City, Tottenham Hotspur, PSG, Barcelona, Arsenal maupun Ajax Amsterdam.(end)

Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Suasana Kamar Mayat RSSA Malang. (MVoice/Lek)

MALANGVOICE – Big match antara Arema FC vs Persebaya menyisakan duka yang mendalam.

Pasalnya, dari ratusan korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 19 jenazah korban yang belum teridentifikasi.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dengan penerimaan jenazah di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Ada dua jenazah yang belum teridentifikasi mulai kemarin dan 17 jenazah korban tragedi Kanjuruhan Malang ditotal tadi pagi. Kini petugas medis tengah mengidentifikasi jenazah tersebut.

Baca Juga: Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

“Sekarang kami agendakan identifikasi,” kata Plt. Direktur RSSA Malang, Kohar Hari Santoso, saat ditemui awak media, Ahad (2/10).

Kohar menyarankan jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota, bisa datang ke RSSA Malang.

“Jadi keluarga yang merasa kehilangan, KTP, pakaiannya bisa disampaikan nanti dicocokkan. Total di RSSA ada 19 jenazah yang dikirim kesini, 2 yang tadi malam, dan 17 tadi pagi,” jelasnya.

Kohar menjelaskan, jumlah tersebut masih dimungkinkan akan terus bertambah. Untuk itu, pihaknya juga menyiagakan petugas medis, ruangan medis hingga armada ambulance.

“Sampai sejauh ini kapasitas kami masih cukup dari segi personel maupun logistik medis. Kami juga ada fasilitas cadangan kalau nanti jumlahnya lebih besar,” terangnya.

Kohar pun juga menyiagakan sejumlah kamar untuk tragedi Kanjuruhan tersebut. 200 tenaga medis pun disiapkan untuk merawat korban tragedi Kanjuruhan.

“Di samping menangani jenazah maupun korban luka. Kamar kamar juga kami siagakan.Kami siapkan sekitar 200 petugas medis,” pungkasnya.(der)

Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

Istimewa

MALANGVOICE – Polri bergerak cepat menggerakkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu menangani kasus Tragedi Kanjuruhan.

Tim ini nantinya akan mengidentifikasi korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan pasca-laga Arema FC kontra Persebaya.

Tim DVI tersebut dipimpin langsung Brigjen Nyoman.

Baca Juga: Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Ahad (2/10).

Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit,” ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi.

Hingga saat ini dilaporkan ada 130 korban tewas termasuk dua personel polisi. Sementara itu ada 191 orang yang masih dirawat di rumah sakit.(der)

Tragedi Kanjuruhan Telan 174 Nyawa Melayang, Satu Korban Asal Kota Batu

Tragedi Kanjuruhan menelan 174 jiwa korban meninggal. Kericuhan meletup usai laga derbi Arema FC vs Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu malam kemarin (2/10).

MALANGVOICE – Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang merenggut 174 korban jiwa meninggal. Tak menutup kemungkinan jumlah ini terus bertambah.

Huru hara meletup usai laga panas Arema FC selaku tuan rumah menjamu Persebaya pada Sabtu malam (1/10). Dalam laga itu, tim tuan rumah Singo Edan harus mengakui keunggulan Bajul Ijo dengan skor akhir 2-3.

Laga derbi Jawa Timur itu menjadi tragedi kelam bagi sepak bola Tanah Air. Ratusan suporter meregang nyawa karena berdesakan menyelamatkan diri dari semprotan gas air mata yang dilepaskan aparat.

Satu korban meninggal berasal dari Kota Batu bernama Setyo Hadi Kurniawan. Pria 33 tahun itu tercatat sebagai warga Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Ia berangkat menyaksikan laga Arema FC vs Persebaya bersama rekan-rekan kerjanya.

Baca juga : Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Suporter versi Kapolda Jatim

“Sekitar jam 3 pagi (Minggu, 2/10) saya dapat kabar ada ambulan tiba di rumah keluarga mendiang. Dimakamkan tadi pagi sekitar jam 9,” ujar Kades Sumberejo, Rianto saat dikonfirmasi Mvoice, Ahad (2/10).

Baca juga : PSSI Terjunkan Tim Investigasi Soal Tragedi Kanjuruhan, Arema Terancam Sanksi Berat

Menurutnya, pihak Pemkot Batu telah menghubungi Rianto perihal salah satu warganya yang meninggalnya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Tadi pagi Bu Wali Kota Batu menghubungi saya. Pesannya, mohon dikomunikasikan agar bisa ada tindak lanjut dari pemkot,” ujar Rianto.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema Buka Crisis Center

Total korban meninggal sebanyak 174 jiwa berdasarkan rilis yang diterbitkan BPBD Jatim. Sebelumnya korban jiwa meninggal dilaporkan sebanyak 129 orang, 18 diantaranya belum diketahui identitasnya. 18 jenazah yang belum diidentifikasi identitasnya dievakuasi ke RSSA Malang.

Baca juga : Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menunjukkan empatinya atas peristiwa itu. Ungkapan bela sungkawa disampaikan Khofifah saat mendatangi Mapolres Malang pasca kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Ahad (2/10).

Baca juga : Tragedi Haru Biru Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

“Semua berduka, bukan hanya Jawa Timur. Bangsa Indonesia berduka, dunia olah raga berduka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Khofifah.

Ia mengungkapkan, Pemprov Jatim bersedia menanggung biaya perawatan bagi korban.

“Pemprov Jatim juga akan memberikan santunan Rp10 juta bagi keluarga korban meninggal dan Rp5 juta kepada korban luka-luka,” pungkasnya.(end)

Mantan CEO Arema Sebut Tragedi Kanjuruhan Duka Kita Bersama

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto. (Mvoice/dok pribadi)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan Malang membawa duka mendalam bagi publik Malang dan Aremania, tak terkecuali mantan CEO Arema, Ir R Agoes Soerjanto.

Sebagai orang yang pernah menjadi pucuk pimpinan di klub bola kebanggaan Malang itu, Agoes mengaku bersedih dan terus meneteskan air mata mendapat kabar dari Malang.

Dihubungi di tengah kesibukannya, Agoes yang kini banyak berada di Jakarta itu terus mendapat suplai informasi dari banyak pihak.

Baca Juga: Tragedi Haru Biru Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

“Ini benar-benar membikin dada sesak. Sangat memilukan,” ucap Agoes terbata-bata.

Sangat dimaklumi kesedihan Waketum GM FKPPI ini begitu mendalam karena dia cukup lama bersama Arema. Pahit getir dan suka dukanya bersama Arema masih sangat lekat di hatinya.

Karenanya, meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari Arema sejak dua tahun lalu, ia masih merasa bersama dengan Arema dan Aremania sampai kapan pun.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

“Jadi ini adalah duka saya. Juga duka kita bersama. Beban berat ini juga beban kita bersama. Mari kita hadapi dan pikul beban ini bersama-sama,” ucapnya.

Agoes pun berjanji segera bergegas kembali ke Malang untuk membersamai duka Aremania.

“Ini duka kita bersama. Saya ingin bersama Aremania,” kata Agoes yang masih menjalani proses recovery ini.

Baca Juga: Musibah Kubro Sepak Bola, Mengapa Mesti Terjadi?

Tragedi Kanjuruhan, sambung Agoes, telah menjadi tragedi nasional sehingga kepedihan ini pun dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Jadi ini duka bersama, maka beban ini juga harus atasi bersama-sama. Kita bantu para korban dan keluarganya. Kita songgo (ringankan) beban mereka bersama-sama,” ajak Agoes.

“Saya yakin dengan kita songgo bersama, gotong royong, dapat mengurangi duka dan beban korban dan keluarganya,” tambah Agoes.

Bagaimana penanganan kasus ini? Agoes percaya penuh bahwa masalah ini akan bisa diselesaikan oleh pemerintah dan aparat yang berwenang. Mereka sudah punya standar dan SOP yang baku.

“Kita percayakan pada mereka. Pasti bisa menyelesaikan. Kita dukung dan pantau bersama-sama,” tegasnya.

Yang paling penting, sambung dia, perlu bersama-sama dan gotong royong untuk mengatasi dan meringankan duka Aremania dan korban tragedi ini. “Ini adalah duka kita bersama. Ini adalah beban kita bersama. Kita selesaikan bersama,” pintanya.(end)

Tragedi Haru Biru Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Presiden Jokowi meminta Liga 1 dihentikan sementara buntut kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (MVoice/ig: Jokowi)

MALANGVOICE – Presiden RI Joko Widodo meminta PSSI untuk menghentikan Liga 1 pasca haru biru di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu malam (1/10). Selain itu, pihaknya menginstruksikan kepada Kemenpora dan Kapolri untuk menginvestigasi secara menyeluruh.

“Segera investigasi dan benahi apa yang terjadi, tentu harus ada yang bertanggung jawab. Maka kita akan tegakan aturan FIFA ataupun PSSI dan prosedur pengamanan penyelenggaraan,” kata Jokowi.

Ia menyesalkan tragedi yang sering kali mewarnai sepak bola. Ia berharap tragedi kemanusiaan semacam ini tak terulang lagi. Ia meminta harus ada yang bertanggungjawab atas insiden ini dan mempertanggungjawabkan secara hukum.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Diberhentikan Sementara

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” ucap Jokowi.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaaan seperti ini di masa yang akan datang. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” imbuh dia.(der)

Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema Buka Crisis Center

Suasana Stadion Kanjuruhan.

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) menimbulkan ratusan korban jiwa. Versi polisi menyebut ada 127 orang meninggal dunia, 2 di antaranya anggota kepolisian.

Ricuh di Stadion Kanjuruhan ini terjadi lantara suporter kecewa Arema FC kalah 2-3 saat menjamu Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022.

Atas insiden ini, manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: PSSI Terjunkan Tim Investigasi Soal Tragedi Kanjuruhan, Arema Terancam Sanksi Berat

“Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Sebagai tindak lanjut, Manajemen Arema FC juga akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit. Posko crisis center ada di Kandang Singa dan Dinkes Kabupaten Malang.

“Manajemen juga akan membentuk crisis center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit,” tambah Haris.

Manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

“Kepada keluarga korban manajemen Arema FC memohon maaf sebesar besarnya serta siap memberikan santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca-musibah agar banyak yang diselamatkan,” pungkas Abdul Haris.

Selain itu poski crisis center juga dibuka di depan Balai Kota Malang. Sementara untuk korban Kota Batu bisa menghubungi PSC119 Kota Batu. (der)

MPC Pemuda Pancasila Kota Batu Nyatakan Sikap Netral pada Pemilu 2024

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono memotong tumpeng usai melantik pengurus PAC. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Batu menyatakan netralitas dalam Pemilu 2024. Sikap itu secara tegas disampaikan Ketua MPC PP Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono.

“Ormas PP menyatakan sikap netral dan tidak condong ke salah satu parpol,” kata Endro di sela-sela pelantikan pengurus lima pimpinan anak cabang (PAC) yang digelar di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu (Sabtu, 1/10).

Ia berpendapat PP merupakan ormas kepemudaan yang bergerak di bidang sosial kemanusian. Bukan sebagai alat politik mendongkrak elektabilitas salah satu parpol. Justru, sebagai organisasi massa terbesar, PP memiliki tanggung jawab menjaga persatuan.

Baca juga : Bakesbangpol Kota Batu Usulkan Ranperda Pemberdayaan Ormas

“PP bersikap netral. Pilihan kembali pada masing-masing,” ujar dia.

Baca juga : Jelang Tahun Politik, Transparansi Informasi Jadi Prioritas

Di sisi lain, Endro berpesan agar pengurus di lima PAC yang baru dilantik menjunjung optimisme dan memberikan tauladan kepada masyarakat. Kelima PAC tersebut meliputi PAC Batu, PAC Junrejo, PAC Bumiaji, PAC Pujon dan PAC Ngantang.

Baca juga : Satu Warga Jombang Tewas dan Dua Orang Kritis Tertimpa Pohon Tumbang di Jalur Malang-Kediri

“Sebagai organisasi yang berkarakter, kita juga harus patuh dan taat pada aturan yang ada. Dalam pembahasan program kerja seyogyanya dapat bersinergi dan sejalan dengan visi misi pemerintah,” ujarnya.(der)