31 January 2023
31 January 2023
26.6 C
Malang
ad space

Tiga Koperasi Abal-abal Beroperasi Cukup Lama di Kota Batu, Kucuran Pinjaman hingga Rp1,9 Miliar

Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono bersama anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mendatangi salah satu kantor koperasi abal-abal di Kota Batu. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – Pengawasan secara ketat terhadap unit usaha koperasi diemban pemerintah melalui instansi terkait.

Hal ini guna memastikan asas dan dan tujuan koperasi sebagai usaha ekonomi kerakyatan tidak melenceng. Mengingat dalam beberapa waktu terakhir menjamur praktik rentenir berkedok koperasi simpan pinjam (KSP).

Banyak masyarakat yang terjerat pinjaman rentenir yang berkamuflase koperasi. Bahkan, baru-baru ini terbongkar tiga koperasi abal-abal di satu area kompleks perumahan yang berada di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Yakni Koperasi Lima Jaya Abadi, Koperasi Bangun Jaya Mandiri dan Lestari Jaya Abadi.

Diskumdag Kota Batu selaku instansi yang berwenang dalam pengawasan dan pendampingan koperasi seakan kecolongan. Karena ketiga koperasi abal-abal itu beroperasi dengan waktu relatif lama. Diskumdag baru melakukan penindakan terhadap tiga usaha koperasi itu setelah mendapat desakan dari anggota DPRD Kota Batu dapil Bumiaji, Khamim Tohari.

Baca juga:
Rentenir Berkedok KSP Merajalela, Legislatif Minta Pemkot Turun Tangan

FORKI Kota Malang Kirimkan 18 Atlet, di Kejuaraan AKF Open Piala SOEGIJAT BABA CUP

Arema FC Kenalkan Jersey Hitam saat Lawan PSS Sleman

Duh, 80 Koperasi di Kota Batu Dinyatakan ‘Sakit’

“Hari ini (Jum’at, 27/1), kami bersama Pak Khamim dan perangkat desa mendatangi koperasi abal-abal. Tidak ada izin operasi dan izin keterangan usaha simpan pinjam,” ungkap Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono.

Bahkan akumulasi perputaran pinjaman uang mencapai Rp1,9 miliar di Koperasi Bangun Jaya Mandiri. Uang pinjaman dikucurkan di berbagai desa/kelurahan kawasan Malang Raya. Ketiga koperasi itu mematok bunga pinjaman tinggi antara 10-30 persen tiap pekan. Masyarakat yang terjerumus utang rentenir karena himpitan hidup makin tambah tercekik.

Sekalipun mengatasnamakan koperasi, namun ketiganya tak memiliki anggota. Justru para pekerjanya yang sekaligus juru tagih lebih cenderung mengenal istilah nasabah. Mereka juga tak tahu betul apa itu koperasi.

Eko mengatakan, praktik yang dijalankan bukan koperasi simpan pinjam. Melainkan menyerupai bank yang menarik tagihan kepada debitur. Karena menyimpang dari ketentuan, Diskumdag pun menutup ketiga usaha koperasi abal-abal itu.

“Dari kegiatan ini kami akan tindak lanjuti dengan cek untuk legalitasnya. Kalau ada legalitasnya kami lakukan pembinaan. Bahkan bisa jadi permasalahan ini masuk ranah pidana jika ada pengancaman kepada masyarakat,” papar Eko.(der)

Rentenir Berkedok KSP Merajalela, Legislatif Minta Pemkot Turun Tangan

Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari (kanan) geram saat mengetahui warganya ditagih rentenir dengan bunga mencekik. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – Praktik rentenir berkedok koperasi simpan pinjam (KSP) kian jamak terjadi. Mereka memberi iming-iming kemudahan pinjaman tanpa proses berbelit-belit dan cepatnya pencairan pinjaman uang.

Bagi masyarakat yang terdesak kebutuhan, mereka mencari jalan pintas. Menambatkan pilihannya pada lintah darat dibanding mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan resmi. Sekalipun harus menanggung konsekuensi terjerat bunga yang mencekik.

Seperti yang dialami Rosita, seorang ibu rumah tangga di Dusun Gempol, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Perempuan 26 tahun itu terpaksa mengajukan pinjama melalui jalur itu karena usahanya berjualan buah sepi.

Baca juga:
FORKI Kota Malang Kirimkan 18 Atlet, di Kejuaraan AKF Open Piala SOEGIJAT BABA CUP

Arema FC Kenalkan Jersey Hitam saat Lawan PSS Sleman

Kurir Ditangkap Polisi Usai Ranjau Sabu

Ratusan Rumah Terdampak Gempa Tahun 2021 Silam Belum Terima Bantuan

Rosita mengaku mengajukan pinjaman sebesar Rp1,5 juta ke Koperasi Arta Mandiri yang bertempat di Kepanjen, Kabupaten Malang. Dari nilai yang diajukannya, uang pinjaman yang dicairkan Rp1,35 juta. Bunganya berkisar 25 persen. Cicilannya yang dibayarkan per minggu sebesar Rp195 ribu.

Baca juga:
Insiden Pelemparan Bus Arema, Pemain dan Asisten Pelatih Terluka

Sulitnya Akses Pinjaman Legal, Jadi Titik Lemah yang Dimanfaatkan Rentenir

Ratusan Koperasi di Kota Batu Dinyatakan Tidak Aktif

“Saya pinjam karena jualan buah saya sepi sejak pandemi lalu. Sudah beberapa kali nyicil. Bukan hanya saya saja, banyak warga Kota Batu yang terjerat bank titil,” ungkap Rosita.

Anggota DPRD Kota Batu dapil Bumiaji, Khamim Tohari menyayangkan jika kehadiran para rentenir merajalela di Kota Batu. Sungguh ironis jika pelaku ekonomi produktif sampai terjerat utang rentenir. Sehingga menyulitkan mereka dalam mengembangkan usahanya.

“Jadi motif bank titil ini menawarkan utang datang ke komunitas ibu-ibu yang dililit kebutuhan sehari-hari. Saya mendesak Diskumdag agar memberantas koperasi abal-abal karena menyengsarakan warga,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Batu itu.(der)

Trend Bencana Meningkat, BTT 2023 Kota Batu Dapat Suntikan Lebih Besar

Anggaran BTT 2023 Kota Batu disuntik alokasi lebih besar karena tingginya bencana yang terjadi. (MVoice/BPBD Kota Batu)

MALANGVOICE – Alokasi belanja tidak terduga (BTT) Kota Batu disuntik Rp50,5 miliar pada APBD 2023. Nilai itu lebih besar Rp2,5 dibandingkan tahun sebelumnya yang dianggarkan sekitar Rp48 miliar.

Rentetan insiden bencana yang kerap mengalami peningkatan setiap tahunnya menjadi alasan dinaikkannya anggaran BTT. Insiden bencana pada tahun 2022 lalu tercatat sebanyak 203 kejadian. Trendnya menunjukkan peningkatan dibandingkan 2018-2021.

Kepala BKAD Kota Batu, M. Chori mengatakan, anggaran BTT yang digelontorkan tahun ini nilainya sudah cukup besar. Sehingga ketika menghadapi situasi kahar bencana alam maupun non bencana alam seperti pandemi dan penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemkot Batu bisa lebih leluasa dan segera melakukan penanganan.

Baca juga:
Lapas Malang Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Sayur Tempe

Beli New Honda Scoopy, Dapatkan Penawaran Menarik Awal Tahun

Poster sebagai Media Kritik Visualisasi Jalanan

Kembangkan Usaha Mikro, Aplikasi Malpro Mulai Disosialisasikan

“BTT memang dianggarkan cukup besar, karena untuk keperluan dalam kondisi darurat dan mendesak seperti bencana alam yang mengakibatkan kerusakan. Serta untuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya yang telah ditutup,” jelas dia.

Pemanfaatan BTT bisa digunakan dalam situasi darurat seperti bencana alam, bencana non-alam, bencana sosial atau kejadian luar biasa. Serta pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dan penanganan kerusakan sarana prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik.

Sementara itu, untuk anggaran BTT tahun 2022 senilai Rp 48 miliar terserap sebesar Rp 12,6 miliar. Dengan keperluan untuk penanganan PMK hingga pembangunan infrastuktur publik seperti pembangunan jembatan dan jalan ambrol di Jurang Susuh.

Baca juga:
Jalur Penghubung Batu-Malang Ambles, Perbaikan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Anggaran BTT Kota Batu Naik Rp14,5 Miliar di Tahun 2022

Inventarisasi Potensi Bencana, BPBD Kota Batu Susun RPB Lima Tahunan

Lebih lanjut, besarnya anggaran BTT yang telah diparipurnakan tersebut juga disiapkan untuk dana cadangan pemilu serentak 2024 sekitar Rp25 miliar. Mengingat saat ini eksekutif dan legislatif tengah menyiapkan Perda tentang pembentukan dana cadangan pilkada serentak 2024.

“Besarnya anggaran BTT tahun ini juga sebagai dana cadangan Pilkada 2024. Dana cadangan itu untuk sementara kami tempatkan di BTT. Ini kami lakukan sembari menyiapkan Perda tentang Pembentukan Dana Cadangan Pilkada Serentak 2024,” jelasnya.(der)

Ada Peningkatan Kejadian Bencana Setiap Tahunnya, Tanah Longsor Mendominasi

Kejadian tanah longsor mendominasi peristiwa bencana yang kerap melanda Kota Batu. (MVoice/M. Noerhadi)

MALANGVOICE – Peristiwa bencana Kota Batu cukup tinggi pada tahun 2022 lalu, angkanya mencapai 203 bencana.

Jumlah itu paling tinggi dibandingkan 2018-2021. Kejadian bencana mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Pada 2018 tercatat 95 bencana. Kemudian 2019 terjadi 98 bencana dan tahun 2020 114 bencana. Bertambah lagi di tahun 2021 ada 154 kejadian. Salah satu bencana terbesar yakni banjir bandang Bulukerto.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, di tahun 2022, bencana di Kota Batu rata-rata terjadi pada Oktober-November saat cuaca ekstrem. Sehingga ini wajib menjadi sinyal darurat bencana di Kota Batu dan harus dilakukan pencegahan. Apalagi puncak musim penghujan diprediksi jatuh pada bulan Januari 2023.

“Bencana masih didominasi tanah longsor. Kemudian ada banjir, angin kencang atau cuaca ekstrem dan tanah bergerak. Selain itu ada pohon tumbang dan kebakaran,” ujar Agung.

Baca juga:
Lapas Malang Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Sayur Tempe

Beli New Honda Scoopy, Dapatkan Penawaran Menarik Awal Tahun

Poster sebagai Media Kritik Visualisasi Jalanan

Kembangkan Usaha Mikro, Aplikasi Malpro Mulai Disosialisasikan

Untuk mengantisipasi bencana yang lebih banyak, sudah merekomendasikan berbagai langkah mitigasi, agar dampak bencana bisa diminimalisir. Mitigasi yang dilakukan seperti memetakan titik rawan longsor di Kota Batu. Di mana ada tujuh titik, diantaranya Giripurno dan Kelurahan Songgokerto, di Desa Gunungsari, Bumiaji, dan Sumberbrantas.

“Mitigasi pencegahan itu perlu mengingat prediksi cuaca ekstrem saat musim penghujan dari tahun ke tahun semakin meningkat,” ujarnya.

Baca juga:
BPBD Kota Batu Sebar EWS di Sejumlah Area Rawan Longsor

Ancaman Bencana Mengintai Kota Batu Meskipun Skor IRB Turun

Anggaran Daerah Rawan Bencana Masih Minim

Tak hanya mitigasi, BPBD juga memikirkan langkah penanganan jika memang terjadi kejadian bencana yang cukup besar seperti banjir bandang tahun lalu. Yakni dengan membagi OPD dalam delapan golongan.

Hal ini untuk mempermudah mereka mengerjakan tugas sesuai porsi masing-masing dalam penanganan bencana alam. Antisipasi juga dilakukan dengan memasang penambahan dua alat early wearing system (EWS) di akhir tahun 2022 lalu.

“Lima EWS dipasang pada tahun 2020 dan lima EWS dipasang tahun 2021. Dua yang baru dipasang di Dusun Claket, Desa Gunungsari dan Desa Sumberejo,” jelas Agung.

Tak Ingin Kalah Lagi, Arema Siapkan Strategi Khusus Hadapi PSS Sleman

Pelatih Arema FC, Javier Roca. (Dok. Arema FC)

MALANGVOICE – Arema FC akan menjalani laga tandang melawan PSS Sleman di pekan ke-20 Liga 1 2022-2023, Kamis (26/1).

Tim Singo Edan tak ingin kembali meraih kekalahan dari pertandingan sebelumnya, karena itu pelatih Arema FC Javier Roca menargetkan poin penuh.

Kekalahan atas PSIS Semarang di pekan sebelumnya membuat banyak evaluasi di tubuh Arema.

Baca Juga: Tim Khusus Pemburu Tikus Dibentuk di Pasar Batu

Pemkot Batu Kejar Realisasi Pelebaran Jalan Ir Soekarno

“Harus menang. Kalau rekor itu kan beda semua, hasil kan pasti berbeda juga kan. Paling tidak kita fokus perbaiki dari 3 kali kekalahan beruntun,” kata Roca.

Roca mengaku mendapat poin penuh dalam laga besok bukanlah hal mudah. PSS Sleman dinilai sebagai tim yang solid, namun pelatih asal Chile ini sudah punya strategi khusus.

“Kalau permainan Seto sudah memiliki ciri khas yang baik. Kita tahu juga dari sisi menyerang ada Jonathan Cantillana. Paling tidak kita harus lebih konsentrasi dan tenaga ekstra,” tegasnya.

Diketahui Arema FC kini berada di posisi 9 klasemen sementara.(der)

Tim Khusus Pemburu Tikus Dibentuk di Pasar Batu

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai meninjau proyek Pasar Besar Batu. (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Wajah Pasar Besar Batu bakal tampil baru pada Mei nanti. Aktivitas perekonomian pun akan kembali berdenyut. Proyek revitalisasi Pasar Besar Batu dibiayai APBN bernilai Rp152,7 miliar. Hingga kini pengerjaannya hampir mencapai 86 persen, Rabu (25/1).

Gedung Pasar Besar Batu didirikan tiga lantai di lahan seluas 4 hektare. Konsep bangunan mengusung gedung bangunan hijau (GBH) yang mengedepankan konsep ramah lingkungan dan bertaraf SNI. Kenyamanan pedagang maupun pembeli pun menjadi prioritas. Berbagai fasilitas penunjang juga disediakan lengkap.

Bahkan, Pemkot Batu melalui Diskumdag Kota Batu selaku pengelola, menjamin tak ada seekor tikus yang berkeliaran tatkala pasar itu beroperasi. Nantinya bakal dibentuk Tim Khusus Pemburu Tikus di pasar yang menampung 3.306 pedagang itu.

“Kami siapkan solusinya agar tidak ada tikus di sini. Biar pedagang dan konsumen nyaman di pasar induk terbesar ini,” ucap Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.

Baca juga:
Pemkot Batu Kejar Realisasi Pelebaran Jalan Ir Soekarno

Selain Revitalisasi Pasar, Pj Wali Kota Batu Perhatikan Sektor Ini

Baru Menjabat, Aries Paewai Diminta Kawal Revitalisasi Pasar Batu

Ini Yang Dilakukan Universitas Negeri Malang Cetak Wirausahawan Muda Sukses

Hadirnya tim khusus itu, diharapkan mampu mengatasi tikus-tikus yang seringkali mengganggu para pedagang. Selain mengatasi masalah hewan pengerat itu, juga akan mencari solusi lain yang diperlukan untuk menambah kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Mumpung saat ini prosesnya masih 85 persen. Kami akan lihat apa saja yang perlu dipenuhi. Sehingga saat selesai peresmian nanti, pasar sudah benar-benar dalam kondisi siap,” imbuh Aries.

Dibentuknya Tim Khusus Pemburu Tikus pernah disampaikan Dewanti Rumpoko beberapa bulan menjelang mengakhiri jabatannya sebagai Wali Kota Batu. Ia terinspirasi mengaplikasikan cara itu di Pasar Besar Batu usai melakukan studi tiru di di Pasar Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.

“Disana (PIK), bersihnya luar biasa. Bahkan ada orang khusus pencari tikus dan kecoa. Hal seperti ini patut dicontoh dan diadopsi ke Pasar Induk Among Tani, yang besar dan begitu megahnya,” tandas Dewanti kala itu saat masih menjabat Wali Kota Batu.

Pemkot Batu Kejar Realisasi Pelebaran Jalan Ir Soekarno

Jalan Ir Soekarno diusulkan untuk dilebarkan. Pemkot Batu berharap proyek tersebut direalisasikan tahun ini. (MVoice/M. Noerhadi)

MALANGVOICE – Pelebaran Jalan Ir Soekarno, Kota Batu masuk dalam program prioritas. Sebagaimana tertuang pada Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang percepatan perekonomian di Jawa Timur.

Pemkot Batu pun berkeinginan agar pelebaran jalan milik provinsi itu bisa segera terealisasi tahun ini. Proyek pelebaran jalan tersebut menjadi usulan Pemkot Batu sejak 2018 lalu. Hal ini untuk mengurai tingginya volume kendaraan di jalur utama masuk-keluar Kota Batu, terutama saat masa liburan.

“Kami terus berupaya agar bisa direalisasikan. Makanya terus intens berkomunikasi dengan Pemprov Jatim,” ujar Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat dihadapan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai.

Baca juga:
UMM Genjot Kerja Sama Internasional Rangkul Universitas Teknologi MARA Malaysia

AKBP Apip Ginanjar Isi Kekosongan Jabatan Wakapolresta Malang Kota

Selain Revitalisasi Pasar, Pj Wali Kota Batu Perhatikan Sektor Ini

Butuh Anggaran Besar, Pelebaran Jalan Ir Soekarno-Pattimura Mustahil Direalisasikan Tahun ini

Lintasan jalan yang terdampak proyek pelebaran sepanjang hampir 5 kilometer dengan kontur jalan menanjak. Nantinya bahu jalan akan dipasang box culvert di sepanjang saluran drainase mulai dari Beji hingga simpang tiga Jalan Pattimura.

Selain itu, diikuti pula pembebasan lahan sebanyak 17 bidang. Proyek pelebaran menyediakan empat lajur untuk jalur Malang-Batu maupun sebaliknya. Badan jalan yang dilebarkan mencapai 7,4 meter.

Detail engineering design (DED) proyek pelebaran Jalan Ir. Soekarno-Pattimura juga sudah rampung. Berdasarkan rencana program pembangunan, pengerjaan dibagi dalam lima tahap. Tahap 1 kilometer 11, tahap 2 kilometer 12, tahap 3 kilometer 13, tahap 4 kilometer 14 dan tahap 5 pada kilometer 16.

“Perkiraan menelan biaya Rp120 miliar, bisa memakai APBD Pemprov Jatim atau APBN,” tutup Alfi.(der)

Selain Revitalisasi Pasar, Pj Wali Kota Batu Perhatikan Sektor Ini

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mendampingi Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai meninjau jalan rusak di Jalan Raya Oro-Oro Ombo Kota Batu. (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Setelah revitalisasi Pasar Batu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai memberi perhatian ke sektor lain.

Sektor ini tak kalah pentingnya mengingat tidak hanya untuk hajat warga Kota Batu, namun juga kebutuhan utama masyarakat secara luas.

Sektor yang juga mendapat perhatian utama Aries yakni bukan pariwisata yang memang sudah menjadi ikon Kota Wisata Batu (KWB).

Baca juga:
Muncul Dua Kandidat, Pendaftaran Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang Ditutup

2 Hari Tidak Pulang, Kakek Penjual Bakso Ditemukan Tewas di Waduk Selorejo

Baru Menjabat, Aries Paewai Diminta Kawal Revitalisasi Pasar Batu

Sektor yang dimaksud tak lain adalah infrastruktur jalan yang ternyata di beberapa titik terdapat kerusakan sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Aries memerintahkan menginventarisasi sejumlah titik jalan berlubang. Terutama mulai Jalan Ir Soekarno hingga Jalan Sultan Agung.

Tak terkecuali kondisi Jalan Abdul Gani hingga Jalan Raya Oro-Oro Ombo yang berdekatan dengan destinasi wisata. Optimalnya infrastruktur jalan sangat vital bagi wajah Kota Batu sebagai daerah destinasi wisata.

Bawa Seluruh Persyaratan, Eddy Wahyono Daftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

Pemkot Batu Upayakan Jalur Giripurno-Karangploso Segera Dikelola Pemprov Jatim

Urai Kemacetan, Sejumlah Jalur Penghubung di Kota Batu Siap Beroperasi

Lindungi Fungsi Sosial, DPUPR Kota Batu Fokuskan Program Sertifikasi Aset Tanah Bawah Jalan

“Kalau jalan kota, begitu rusak segera diperbaiki. Apalagi di mobil Pak Kadis DPUPR selalu siap sedia peralatan perbaikan jalan. Begitu ada jalan berlubang langsung tambal,” ucap Aries.

Ia mengaku takjub dengan aksi tanggap Tim Hunter Jalan Berlubang bentukan DPUPR Kota Batu. Mereka bergerak cepat membenahi jalan-jalan berlubang untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengendara lalu lintas.

DPUPR Kota Batu menginventarisasi di Kota Batu ruas panjang jalannya 422 kilometer. Terbagi atas jalan provinsi 39 kilometer, jalan kota sepanjang 175 kilometer dan 208 kilometer jalan lingkungan.

Menurutnya, perbaikan tidak bisa serta merta tatkala kerusakan berada di jalur provinsi maupun nasional. Karena pengelolaannya bukan berada di ranah Pemkot Batu.

Padahal di satu sisi kerusakan ruas jalan provinsi juga mengundang keluhan dari masyarakat di jagad maya.

“Untuk keluhan masyarakat pada jalan provinsi, akan segera kami sampaikan kepada Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan perhatian yang lebih,” tandas pria yang sebelumnya menjabat Kepala BPSDM Pemprov Jatim itu.(end)

2 Hari Tidak Pulang, Kakek Penjual Bakso Ditemukan Tewas di Waduk Selorejo

Petugas mengevakuasi jasad Abdul Kamid yang tenggelam di Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – Pria berusia 75 tahun ditemukan tewas tenggelam di Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Jasadnya ditemukan mengambang oleh seorang warga bernama Slamet Siswanto sekitar pukul 08.40 WIB, Senin (23/1).

Jasad pria bernama Abdul Kamit itu ditemukan mengambang tepat di bawah jembatan gantung Waduk Selorejo. Abdul Kamit tercatat sebagai warga Dusun Sromo, Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, penjual bakso itu sudah dua hari tidak pulang.

Diperkirakan Abdul Kamit tenggelam sejak tiga hari lalu. Hingga akhirnya ditemukan tewas mengambang. Sehari-hari ia menjajakan bakso di sekitar lokasi wisata Waduk Selorejo.

Baca juga:
Didirikan Tanpa PKS di Kawasan Hutan, Wisata Candi Ganter Ngantang Mangkrak

Warga Ngantang Tewas Usai Senggol Bodi Pickup

7 Jam Dicari, Mayat Nelayan Tersangkut Jangkar di Waduk Selorejo

Baru Menjabat, Aries Paewai Diminta Kawal Revitalisasi Pasar Batu

“Jenazah sudah dievakusi kemudian diantar ke rumah duka. Proses evakuasi menggunakan perahu boat dibantu petugas PJT I, BPBD dan warga setempat,” terang Kapolsek Ngantang, AKP Hanis Siswanto.

Baca juga:
Bawa Seluruh Persyaratan, Eddy Wahyono Daftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

Djoni Sudjatmoko Mendaftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

6 Kambing dan 10 Ayam Dicuri dari Kandang, Pemilik Temukan Darah Berceceran

Diduga kakek penjual bakso itu terpeleset saat beraktivitas sehingga tenggelam ke waduk. Jenazah Abdul Kamit ditemukan Slamet Siswanto. Saat itu, Slamet tengah mendayung perahu di sekitar lokasi penemuan. Usai menemukan jenazah korban terapung, saksi melaporkan temuan itu ke petugas setempat.

“Abdul Kamit tinggal bersama anak-anak perempuannya. Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi. Namun pihak puskesmas tetap melaksanakan pemeriksaan awal mayat di rumah duka,” ujar Hanis.(der)

Baru Menjabat, Aries Paewai Diminta Kawal Revitalisasi Pasar Batu

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai didampingi beberapa kepala OPD Pemkot Batu meninjau proyek Pasar Besar Batu. Revitalisasi pasar mencapai 85 persen hingga kini (Senin, 23/1). (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mendapat mandat dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk mengawal percepatan sejumlah proyek strategis nasional di Kota Batu. Salah satunya revitalisasi Pasar Besar Kota Batu. Proyek ini tertuang dalam Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan perekonomian di Jatim.

Aries meminta agar segala perencanaan dimatangkan sebelum para pedagang yang berada di tempat relokasi dipindahkan ke Pasar Batu. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi proyek Pasar Batu didampingi sejumlah kepala OPD (Senin, 23/01).

“Jangan sampai belum ada persiapun apapun. Pastikan kenyamanan pedagang maupun pembeli saat berada di pasar induk ini. Termasuk juga infrastruktur transportasi harus diperhatikan,” tutur Aries.

Baca juga:
Dewan: Ini Tugas Prioritas yang Menanti Pj Wali Kota Batu

Djoni Sudjatmoko Mendaftar Bakal Calon Ketua KONI Kota Malang

6 Kambing dan 10 Ayam Dicuri dari Kandang, Pemilik Temukan Darah Berceceran

Mei 2023, Pasar Induk Among Tani ‘Berdenyut’

Aries menyampaikan, saat ini pengerjaan revitalisasi Pasar Besar Batu mencapai 85 persen. Proyek prestisius itu dikerjakan PT Sasmito, penyelenggara jasa konstruksi asal Surabaya.

Revitalisasi Pasar Batu dibiayai APBN sebesar Rp152,7 miliar dari pagu anggaran Rp200 miliar. Cepatnya perkembangan revitalisasi tersebut, maka diyakini pasar berkonsep bangunan gedung hijau (BGH) itu tuntas pada Mei nanti.

“Progresnya luar biasa. Mumpung ini masih proses penyelesaian, maka dengan waktu tersisa empat bulan itu, seluruh kebutuhan sudah disiapkan sebelum pedagang masuk,” imbuh dia.

Baca juga:
Pengundian Pedagang Pasar Besar Batu Dimulai Ketika Pengerjaan Konstruksi 90 Persen

Diskumdag Bakal Verifikasi Faktual Jumlah Pedagang Terdampak Revitalisasi Pasar Besar Batu

Diskumdag Kota Batu Mencari Pola Ideal Mengelola Pasar Induk Among Tani

Dewanti Janji Kawal Tata Kelola Pasar Induk Kota Batu

Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono mengatakan, ada sekitar 3.306 pedagang yang ditampung di Pasar Besar Batu. Jumlah itu termasuk PKL pasar pagi yang ditempatkan di area belakang pasar. Sementara untuk jumlah los sebanyak 934 unit dan 1696 unit kios di dalam area gedung.

“Nanti juga ada konversi luasan kios kepada beberapa pedagang. Pembagian nomor akan dilakukan setelah proyek tuntas,” ujar dia.(der)