125 Atlet dan Pelatih di Kota Batu Dapat Jaminan Asuransi BPJS

Penangangan MoU antara Koni Kota Batu dengan BJPS Ketenagakerjaan (Humas Kota Batu)

MALANGVOICE – Terdapat 36 atlet dan pelatih akan mendapat jaminan asuransi dari BPJS bulan September. Sementara pada Oktober mendatang akan bertambah menjadi 125 atlet.

Hal ini diungkap Ketua KONI Kota Batu, Mahfud. Ia mengatakan jaminan sosial ini diberikan dalam rangka kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan keselamatan atlet yang akan mengikuti Pusat Pelatihan Kota (Puslatkot).

“Yang ikut BPJS bulan ini (September) 36 atlet dan pelatih, bulan Oktober akan bertambah sekitar 125 atlet yang baru mengikuti Puslatkot,” ungkap Mahfud saat dihubungi lewat pesan tertulis, Rabu (9/9).

KONI Kota Batu, lanjut Mahmud, memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh (9/9) dengan melakukan sosialisasi olahraga dengan melakukan jalan sehat dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan bagi-bagi masker. Peserta jalan sehat merupakan pengurus dan atlet di tiap-tiap Cabor.

“Melalui Haornas kami mengajak semua masyarakat untuk rajin berolahraga mengingat melalui olahraga dapat meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh. Dengan tetap menjaga, mengikuti protokol kesehatan,” lanjut Mahfud.

Dalam acara ini, dihadiri Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Imam Santoso, sekaligus dilakukan nota kesepahaman antara KONI dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Harapannya agar atlet dan pelatih semakin bersemangat, termotivasi dengan adanya jaminan asuransi ini,” tutur Mahfud.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Imam Santoso mengapresiasi KONI Batu yang bersedia memberikan perlindungan bagi atlet dan pelatihnya. Dengan harapan akan merasa terlindungi selama bertanding dan bisa meraih prestasi.

“Kami mewakili negara, hadir memberikan perlindungan kepada seluruh unsur masyarakat. Sehingga bisa diterima seluruh unsur profesi kegiatan lainnya di Kota Batu,” ujar Imam.

Sedangkan, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengapresiasi KONI yang peduli kepada atlet melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.(der)

Merespon Aktivis Lingkungan, PJT I Merencanakan Penelitian Komprehensif Sungai Brantas

Komunitas Environmental Green Society (Envigreen Society) mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meneliti kandungan air Sungai Brantas. (Istimewa)

MALANGVOICE – Laporan pencemaran air DAS Brantas berdasarkan riset Komunitas Environmental Green Society direspon Perum Jasa Tirta (PJT) I. Bakal ada penelitian lanjutan secara komprehensif tentang temuan mikroplastik yang mencemari sungai terpanjang kedua di Jawa ini.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, pihaknya bakal menggelar penelitian lanjutan secara komprehensif. Sebab, Perum Jasa Tirta I memantau kualitas air sungai dan limbah sesuai acuan standar Peraturan Pemerintah. Bahwa mikroplastik belum menjadi indikator kualitas air.

“Penelitian yang kita rencanakan secara komprehensif adalah untuk memperoleh gambaran utuh dan tidak sporadis. Sehingga dapat dijadikan pedoman, untuk mengusulkan indikator baru,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa untuk pencemaran, prinsipnya selalu akan ada jika beban limbah yang memasuki sungai tetap semacam sekarang ini. Sehingga, menurutnya, pengendalian pencemaran penting agar dimulai dari pengendalian limbah (di lingkungan masyarakat khususnya).

“Pencemaran itu penanggulangannya harus utuh dan lengkap. Menyangkut perubahan mental. Masyarakat kita ini terlalu santai merespon persoalan limbah. Kesadaran sebenarnya mulai terbentuk. Namun masih terbatas. Penelitian dari UIN ini adalah bentuk kesadaran. Tapi, masyarakat tetap memakai plastik secara masif,” bebernya.

Raymond menambahkan, bahwa daya dukung Sungai Brantas masih mampu secara terbatas memulihkan diri, sehingga pencemaran tidak menimbulkan penurunan kualitas air yang sangat signifikan.

“Namun tentunya ini terbatas sifatnya dan akan terlampaui dalam waktu ke depan,” pungkasnya.(der)

Gawat, Sungai Brantas Malang Tercemar Mikroplastik

Komunitas Environmental Green Society (Envigreen Society) mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meneliti kandungan air Sungai Brantas. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di wilayah Malang Raya kian serius. Berdasarkan penelitian Environmental Green Society sungai tersebut terpapar mikroplastik.

Hal itu diungkap Para Peneliti Muda yang terhimpun dalam Komunitas Environmental Green Society (Envigreen Society) mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sejumlah enam mahasiswa melakukan riset sejak 30-31 Agustus 2020. Tepatnya dengan Rapid Assessment for microplastic contamination in Brantas River Ecosystem (Penilaian cepat untuk kontaminasi di Ekosistem Kali Brantas).

Hasil penilaian cepat ini menunjukkan buruknya kualitas air akibat terdapat kontaminasi mikroplastik. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran lebih kecil dari 5 mm. Sangat berbahaya apabila mikroplastik mengontaminasi makhluk hidup, karena dapat menyebabkan gangguan sistem saraf, hormon, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker.

“Kami melakukan pemantauan kesehatan Kali Brantas pada 3 lokasi yang berbeda yaitu di Bumiaji (Kota Batu), Sengkaling (Kabupaten Malang) dan Klojen (Kota Malang), tepatnya di daerah pasar hewan Splindit dengan mangamati kontaminasi mikroplastik. Hasil penelitian kami semuanya positif mengandung mikroplastik dari jenis fiber, filamen dan fragmen,” ujar Rafika Aprilianti, salah satu peneliti Komunitas Environmental Green Society, melalui keterangan tertulisnya.

Ia melanjutkan, bantaran sungai dan saluran-saluran anak Kali Brantas banyak dijumpai sampah-sampah plastik termasuk kantong plastik sekali pakai. Sampah plastik yang terdiri dari kemasan-kemasan saset, tas kresek, dan botol plastik dan styrofoam yang kemudian akan terdegradasi menjadi serpihan plastik berukuran kecil bahkan sampai 0,1 hingga 5 mm.

Mikroplastik terdapat beberapa macam. Ada yang berjenis fiber yaitu berasal dari serat pakaian, ada yang berjenis filamen yaitu berasal dari pecahan-pecahan plastik yang telah terdegradasi dan ada yang berjenis fragment yaitu berasal dari potongan-potongan plastik dengan polimer sintetis yang kuat.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa Kali Brantas di daerah Malang didominasi oleh mikroplastik jenis fiber yang bersumber dari serpihan tekstil,” ujar Aan Alfin Pamungkas, salah satu peneliti mikroplastik.

Ketiga lokasi pengamatan semuanya mengandung mikroplastik. Antara lain di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ditemukan 10 mikroplastik dalam 100 litet air Kali Brantas, Kecamatan Sengkaling ditemukan 19 mikroplastik dalam 100 litet air, dan Kecamatan Klojen ditemukan 15 mikroplastik dalam 100 liter air.

Peneliti dari Environmental Green Society Alaika Rahmatullah meyakini, bahwa salah satu penyebab pencemaran mikroplastik adalah tidak adanya sistem layanan pengangkutan sampah oleh pemerintah setempat, sehingga sampah-sampah plastik yang terdapat di bantaran sungai dapat memasuki aliran sungai.

“Yang kemudian terdegradasi menjadi serpihan-serpihan mikroplastik,” jelasnya.

Menyikapi problem Kali Brantas Malang yang terkepung oleh pencemaran mikroplastik, maka komunitas Peneliti Muda yang tergabung dalam Environmental Green Society (Envigreen Society) mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan harus ada tanggung jawab produsen terhadap pengendalian sampah plastik yang banyak ditemukan di Kali Brantas.(der)

Wamen ATR/BPN Surya Tjandra: Jatim Hotspot Konflik Agraria

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra saat melakukan penanam tumbuhan secara simbolis di Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Selasa, 1 September 2020. (Foto: MalangVoice)

MALANGVOICE – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra melakukan kunjugan kerja (kunker) ke Kota Malang dan memberikan sertifikat hak atas tanah kepada lima belas warga di Malang Raya.

Hal tersebut dikatakannya sebagai upaya meminimalisir dan menghindari terjadinya konflik agraria di Indonesia. Terutama di Jawa Timur.

Penyerahan sertifikat ini diselenggarakan secara simbolis di Taman Garuda, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sebanyak lima belas warga tersebut merupakan perwakilan dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Malang dengan masing-masing lima orang.

”Selamat kepada yang mendapatkan sertifikat. Semoga, itu betul-betul dihargai dan dihormati,” kata Surya dalam sambutannya, Selasa (1/9/2020) siang.

Dia menyebutkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebenarnya tidak mudah mengeluarkan sertifikat hak atas tanah tersebut. Hal itu karena harus melihat kondisi lahannya. Apakah sudah bersih atau terhindar dari timbulnya potensi konflik agraria kedepannya.

”Asal tahu saja. Ngak gampang bikin sertifikat itu. Orang BPN kalau mau tandatangan sertifikat itu pakai perasaan. Karena kalau salah. Bisa masuk penjara,” ungkapnya.

Surya mengakui kehadirannya ke daerah ini juga menjadi upaya mencari peluang penyelesaian konflik sengketa tanah. Karena itu, dia menyampaikan pihaknya turun langsung ke masyarakat secara bergantian.

Selain bisa melihat dan mengetahui langsung permasalahannya. Dia mengatakan juga bertujuan untuk mencari solusi terbaik dengan diskusi bersama kepala daerah setempat.

”Jawa Timur ini menjadi salah satu hotspot terjadinya konflik agraria. Karena kebutuhannya (tanah) tinggi. Sedangkan ketersediaannya terbatas,” ucapnya.

“Makanya, ini harus coba cari solusi yang kreatif,” tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Berkaca dari itu, dia menjelaskan memilih Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang menjadi salah satu tujuan kunjungan kerjanya karena memiliki inovasi kreatif.

Salah sutinya yaitu mewujudkan reforma agraria dengan inovasi yang tercermin dengan hadirnya Kampung Tematik Glintung Go Green (3G).

Dia menyampaikan bahwa kampung di tengah Kota Malang ini dulunya merupakan kawasan rawan banjir dan kumuh.

Akan tetapi, diinisiatori Bambang Irianto bersama warga setempat, dia mengatakan kampung ini bisa bertransformasi menjadi kampung hijau dan mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden Joko Widodo.

”Siapapun bisa berkontribusi. Asal ada niat. Makanya, hari ini mungkin menjadi titik awal,” terangnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dilakukan penanaman tumbuhan secara simbolis oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra.

Dengan harapan, kata Surya, inovasi-inovasi kreatif di Kampung Tematik Glintung Go Green (3G) bisa terus ada dan bisa menginspirasi semua masyarakat Indonesia. Khususnya Malang.

”Bagi saya, keteguhan dan konsistensi beliau (Bambang Irianto) ini menginspirasi banyak orang. Tidak hanya di Malang, tapi juga seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui pula, kegiatan itu juga dihadiri tiga kepala daerah Malang Raya yaitu Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang Sanusi dan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Disisi lain juga Ketua Badan Pertanahan Nasional Kota Malang Samsul Sulam, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang La Ode Arafil dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Damanhuri.(der)

Punya Nilai Ekonomi, Dewanti Ajak Masyarakat Budidaya Porang

Penanaman tanaman Porang oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengajak masyarakat menanam porang sebagai salah satu bahan pangan yang juga memiliki nilai ekonomi.

Dewanti hadir dalam acara penanaman pengembangan tanaman hasil hutan bukan kayu jenis tanaman porang di Kampung Edukasi Healing Forest dan HBBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) center Amke (Area Model Konservasi Edukasi) di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Selasa (1/9).

“Pemerintah Kota Batu mengajak masyarakat sekitar kawasan hutan untuk bekerjasama mengembangkan tanaman porang dalam rangka peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan serta mendukung kelestarian alam,” ungkap Dewanti atau yang biasa disapa Bude.

Lebih lanjut, kata Bude, tanaman porang mempunyai kegunaan-kegunaan yang luar biasa, selain menanamnya yang gampang relatif juga mudah untuk tumbuh, sementara hasilnya ketika diolah akan menaikan nilai ekonomi. Ia berharap program tersebut, disukai oleh petani karena selain punya nilai nantinya ditanam yang di hutan-hutan yang tidak harus menghabiskan tegalan.

“Jadi dia (porang) bisa ditanam di bawah pohon-pohon, sehingga itu tidak merusak lingkungan mudah-mudahan para petani terutama yang berkegiatan di hutan bisa memanfaatkan ini dengan baik,” sambungnya.

Sedangkan lahan untuk penanaman porang sendiri disediakan 8 hektar.

Secara terpisah, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim, Sapto Yuwono menerangakan tanaman tersebut sudah sejak di masa Jepang, namun baru disadar belakangan ini. Terlebih sejak akhir perang dunia kedua, Porang telah diekspor ke Jepang, Taiwan dan Korsel, sama halnya dengan pengelolaannya. Sementara sejak 1975 semakin menggeliat karena nilai ekonomisnya yang mulai dirasakan.

“Peluang bisnis yang besar mendorong masyarakat dan pengusaha mengembangkan Porang secara masal. Kelompok dan industri mulai mengolah Porang agar diterima pasar lokal maupun nasional,” bebernya.(der)

Bantuan Kuota Gratis untuk Pelajar di Kota Batu Akan Segera Terealisasi

Sekolah
Ilustrasi pembelajaran secara daring. (Sabinus)

MALANGVOICE – Pandemi COVID-19 menyebabkan keseluruhan pembelajaran dilakukan secara daring. Akibatnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus dilakukan, tetapi hal tersebut terkendala pada kuota bagi peserta didik.

Namun, kendala itu ternyata dipikirkan solusinya, pasalnya Kemendikbud mewacanakan kuota gratis akan segera terealisasi.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningtias yang mengatakan siap membantu mengkoordinasikan dengan satuan pendidikan terkait data penerima kuota gratis.

“Di masa Pandemi COVID-19, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan kuota internet kepada siswa untuk memperlancar belajar mengajar selama masa Pandemi Covid-19,” ungkap Eny.

Dalam surat yang dikeluarkan Kemendikbud, kata Eny, akan langsung ditindaklanjuti ke sekolah untuk minta bantuan kepala sekolah agar melengkapi nomor telepon siswa yang mendapatkan kuota. Dengan demikian masing-masing sekolah akan langsung bergerak mengisi di aplikasi Dapodik.

“Kami di Dinas Pendidikan (Kota Batu) tugasnya nanti hanya menanyakan lagi seperti apa, seberapa yang sudah dimasukan di Dapodik,” imbuhnya.

Sementara, jelas Eny, ada juga pembelajaran tidak menggunakan daring tetapi melalui work shift. Ia menjelaskan apapun metodenya yang terpenting adalah transfer pengetahuan tersampaikan kepada peserta didik.

Ia kemudian, menyampaikan seperti program yang di televisi lokal yakni program ‘ada kelas di ATV’ merupakan salah satu upaya agar murid mendapat pengetahuan.

Sedangkan, Ia mencontohkan SDN Gunungsari 4 yang tidak memiliki akses jaringan diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan, dan juga masing kelas memiliki murid kurang dari 10 orang dengan persetujuan orang tua.

Selanjutnya, Ia menjelaskan jumlah yang akan menerima menerima kuota gratis di bawah naungan dinas pendidikan yang dipimpinnya yakni SMP/MTs berjumlah 32 sekolah dengan total 9977 siswa, sementara SD/MI berjumlah 90 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 18 ribuan orang.

Sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nomor surat 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik. Maka rinciannya, setiap bulan siswa akan mendapat 35 GB per bulan. Sedangkan untuk guru akan mendapat kuota 42 GB per bulan.(der)

Pemkot Batu Sosialisasi DED ke Pedagang Pasar Besar Kota Batu Pertengahan September

Dewanti
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan akan segera mensosialisasikan DED (Detail Engineering Design) kepada pedagang Pasar Besar Kota Batu. Hal ini berkaitan dengan akan relokasinya pedagang pasar dalam rangka revitalisasi pasar.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, DED akan disosialisasikan pertengahan September mendatang.

“Ya, tentang progres dari DED, pertengahan bulan (September) akan mensosialisasikan ke pedagang. Menurut Laporan dari Pak Eko (Kadiskoperindag) dan BU Suli, mereka mulai memahami meskipun ada syarat-syarat yang dipenuhi,” ungkap Bude sapaan akrab Dewanti saat diwawancarai, Senin (31/8).

Sementara ketika ditanyai terkait apakah ada perubahan, menurut Bude ada sedikit perubahan kecil-kecil yang sifatnya tidak prinsip. Ia mengungkapkan kendala pada kontur tanah pada yang akan jadi bangunan. Sementara relokasi paling telat November dan Desember harus sudah dibongkar semua.

“Kalau relokasinya harusnya jadwalnya itu November, ya paling telat November, karena Desember itu sudah harus rata,” jelas Bude.

Sementara untuk diketahui, DED (Detail Engineering Design) pembangunan Pasar Besar Kota Batu telah selesai dan dipaparkan oleh konsultan dari PT Sarana Budhi Prakar Sariptha pada saat rapat bersama Bude beberapa hari yang lalu.(der)

Dewanti Launching Destinasi Wisata Baru Kota Batu, Kebun Kopi Ceret Ireng

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama wakil wali kota, Kadisparta dan Lurah Songgokerto.(istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu melaunching Kebun Kopi Ceret Ireng yang terletak di Songgoriti, Keluruhan Songgokerto Kota Batu, Sabtu (29/8).

Hadir juga dalam pelaunchingan tersebut, Wawali Punjul Santoso. Selain itu, Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, para kepala SKPD terkait, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan para petani kopi di lingkungan Kelurahan Songgokerto.

“Ini adalah acara yang sebetulnya hanya mau dibuat untuk selamatan supaya panen kopinya itu bisa banyak dan barokah,” ujar Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko
dalam sambutannya, Sabtu (29/8).

Lebih lanjut, Dewanti menceritakan bahwa sebulan yang lalu telah menyambangi beberapa kepala desa dan lurah, diantaranya yang terjadwal adalah kelurahan Songgokerto. Ia melihat ada potensi di sana yang bisa dikembangkan.

“Ternyata potensi kopi sini luar biasa, saya melihat selain jarak antara jalan dengan kebun kopinya tidak jauh, kemudian view bagus sekali. Mungkin yang paling elok adalah potensinya yang luar biasa bahkan seperti katanya bu lurah tadi (lurah Songgokerto) pernah mendapat juara 2 soal cita rasa, kan itu sesuatu yang luar biasa,” imbuh Bude panggilan akrab Dewanti.

Pada kesempatan yang sama, Bude mengungkap ternyata petani Songgoriti masih sangat sulit untuk penjualan kopi mereka. Karenanya harus menjualnya keluar Kota Batu. Padahal kata Bude, kopi di Kota Batu punya potensi yang luar biasa. Maka dari itu, Bude berkeinginan kopi di Kota Batu dibuat merek Batu untuk jual dalam bentuk jadi.

Bude pun berharap dengan ada acara selamatan, berkeinginan untuk membantu petani bisa menjual hasil pertanian dengan harga yang sesuai. Kemudian bisa memberdayakan petani lainnya juga untuk juga kemudian menjadi petani kopi.

“Dengan mengucapkan bismillah, hari ini secara resmi saya nyatakan panen kopi, yang nanti akan menjadi ikon dari Kota Batu dimulai,” disambut tepuk tangan oleh hadirin yang ada.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan bahwa kebun kopi Cerek Ireng sangat mempunyai potensi untuk dikembangkan lagi.

“Ini suatu destinasi yang menarik, yang mana petani yang membudidayakan kopi yamg sangat luar biasa dari hasil panen yang melimpah dan ternyata cita rasanya juga sangat berkualitas,” ungkap Arief.

Ia bercerita bahwa kopi dari Kota Batu menjadi yang terbaik tingkat nasional.

“Cita rasa kopi Songgoriti ini sangat berpotensi untuk kita kembangkan kita tingkatkan menjadi destinasi baru wisata kebun kopi nanti sekaligus kita akan dukung dengan fasilitas kuliner, minum kopi asli Songgoriti ya akan kita branding menjadi potensi wisata yang menarik di Kota Batu,” sambungnya.

Dinas pariwisata, menurut Arief, akan serius mengimbangkan daya tarik dari produk pertanian kopi menjadi kuliner yang bernuansa wisata, dengan alasan pemilihan lokasi sangat strategis. Disamping itu katanya, ketinggian tempatnya bisa memanjakan wisatawan dengan langsung melihat landing paralayang.

“Jadi lokasi area kebun kopi cerek Ireng ini ternyata berdekatan dengan landingnya paralayang. Dan melihat pemandangan Kota Batu dari ketinggian yang sangat luar biasa,” tandasnya.

Pihaknya secepatnya akan menjadikan areal kebun kopi tersebut, menjadi destinasi yang menarik dan tentu diminati oleh wisatawan. Dengan konsep ungkap Arief, wisatawan akan dimanjakan bukan saja merasakan enaknya kopi tetapi juga mengajarkan para wisatawan bagaimana cara budidaya kopi itu sendiri, mulai proses produk yang siap untuk diminum.

“Tadinya kita sajikan, disamping nanti tempat untuk kafenya ni kita akan bikin bernuansa alam, kemudian nanti akses-aksesnya nanti kita bantu, penerangan, fasilitas pendukung yang lain nanti kita akan bantu,” jelas Arief.

Kemudian, kata Arief, pada intinya masyarakat nyaman dan berharap pada malam hari juga bisa buka dengan alasan view sangat luar biasa di pada malam hari. Sementara luas kebun kopi ceret Ireng sendiri mencapai 40 hektare.

“Kalau total sekitar 40 hektare, kebetulan diatas ada tempat take off dan di bawah ada tempat landing paralayang,” ungkapnya.

Arief berkeinginan nantinya akan menampilkan sajian musik sebagai cara untuk menarik minat wisatawan.

“Ini sangat cocok, nanti salah satunya bagaimana menampilkan sajian musik di kebun kopi, memang (sekarang) kita akustik, nanti yang kita akan dengan nuansa alam country kita sudah siapkan. Ini salah satunya akustik dulu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Sugianto mengatakan harapannya agar kedepannya kopi yang ada di Songgoriti bisa semakin dikenal. Karena katanya sudah lombakan di Jogja dengan mendapat peringkat 2 nasional.

“Soalnya disini itu (Songgoriti) sudah juara 2 nasional saat dilombakan di Jogja,” ujarnya.

Sugianto menambahkan ada 2 jenis kopi yang dikembangkan di Songgoriti yakni arabika dan robusta, dengan yang membedakan kopi lain tidak membuat perut menjadi kembung meskipun minum lebih dari satu gelas. Sementara itu, Ia menerangkan bahkan daun kopi pun bisa dijadikan teh.(der)

Hadir Pelantikan Pengurus Gereja Pentakosta, Dewanti Pesankan Patuhi Protokol Kesehatan

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat memberikan sambutan pada acara pelantikan PGPI, Jumat (28/8) (istimewa)

MALANGVOICE – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko hadir dalam pelantikan 22 orang pengurus Persatuan Gereja Pentakosta (PGPI), Jumat (28/8).

Dalam kesempatan ini, Dewanti meminta kepengurusan yang baru dengan semangat yang baru bisa mendukung program pemerintah yakni mematuhi protokol kesehatan.

“Musda-nya (Musyawarah daerah) biasanya kalau habis pelantikan itu semangatnya yang baru, nah semangat baru ini saya minta untuk menyuport program pemerintah, sekarang apa untuk bisa taat pada protokol kesehatan,” ujar Bude panggilan akrab Dewanti kepada MVoice.

Bude mengatakan menjadi tugas besar pengurus yang baru, yakni ikut menjaga, memberikan pemahaman, memantau dan mengingatkan masyarakat selalu taat pada protokol kesehatan, dimulai dengan memakai masker.

Hadir bersama Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko sejumlah Forkompida, Kapolres Batu, perwakilan Kemenag dan Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB).

Sementara, Sekretaris PGDI Kota Batu, Yelly Triana Wulandari mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan pengurus yang lama, namun yang berganti di beberapa bagian di seksi kepengurusan. Ia menyebutkan Pemkot Batu telah bekerjasama dengan pihaknya dalam pemberian insentif kepada guru-guru injil.

“Pemerintah kan membantu sebagaimana pemerintah membantu insentif kepada guru-guru ngaji, maka pemerintah pun memberikan insentif kepada guru-guru injil,” ungkap Yelly.

Yelly mengaku pihaknya selama ini merasa sangat terayomi di Kota Batu, dengan masih bebas beribadah tidak ada diskriminasi dari pemerintah dan terus menjalin komunikasi.

Yelly berharap kedepannya politisi PDIP tetap mempernyak dialog masyarakat Kota Batu secara umum, apapun, ras, suku, dan agama.(der)

Tiga Hari Tambah 37 Pasien Covid-19, Kota Batu Zona Oranye

Peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur (Dinas Kominfo Jatim )

MALANGVOICE – Kota Batu masih zona orange, meskipun penambahan signifikan selama 3 hari terakhir yakni 37 kasus. Sehingga secara kumulatif kasus positif covid-19 Kota Batu mencapai 283 semenjak Corona merebak Maret lalu.

Diketahui berdasar yang dirilis Kominfo Kota Batu, pada (26/8) terdapat 14 orang, pada (27/8) terdapat 18 orang.

Sementara pada (28/8) terdapat 5 kasus, hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Satuan Penanganan Covid-19 Kota Batu.

“Hari ini ada penambahan 5 kasus positif dan seluruhnya berasal dari pasien yg sebelumnya berstatus probable. Jadi sekarang semuanya sedang dirawat di RS,” ungkap M Chori, Sabtu malam (28/8).

Sedangkan penentuan zona menurut Chori, menggunakan 14 indikator bukan hanya ditentukan oleh penambahan kasus positif. Sehingga Kota Batu masuk kategori risiko sedang atau zona orange.

“Penentuan zona atau status risiko wilayah didasarkan pada 14 indikator. Jadi bukan hanya dari penambahan kasus konfirm. Pada minggu ini skor Kota Batu adalah 1,88 sehingga masih masuk dalam kategori resiko sedang,” sambung Chori.

Sebagai informasi, dari 283 terkonfirmasi positif covid-19 secara kumulatif, 75 orang dinyatakan masih aktif, 187 orang telah dinyatakan sembuh dan 21 orang telah meninggal dunia.

Sedangkan kasus suspek, 183 orang suspek, 17 orang probable, 130 orang diisolasi, 146 orang discarded.(der)