Gunadi Siap Dampingi Sam HC Dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020

Bakal Calaon Wakil Bupati 'Malang Jejeg', Gunadi Handoko. (Toski D).
Bakal Calaon Wakil Bupati 'Malang Jejeg', Gunadi Handoko. (Toski D).

MALANGVOICE – Formasi Malang Jejeg sudah lengkap, pasalnya pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Malang sudah terpilih, Gunadi Handoko telah dinyatakan sebagai pendamping Heri Cahyono alias Sam HC untuk maju sebagai bakal calon Bupati-Wakil Bupati Malang melalui jalur independen pada Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Usai pengumuman hasil konvensi bakal calon Wakil Bupati ‘Malang Jejeg’, Gunadi Handoko menyampaikan jika dirinya siap untuk mengembangkan amanah yang telah diberikan dengan semaksimal mungkin.

“Amanah itu sebuah kepercayaan dan harus dijalankan semaksimal mungkin. Orang mendapat amanah itu berarti mendapat kepercayaan,” ujar pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut, Kamis (16/1)

Menurut Gunadi, dengan melalui jalur independen ini dinilai dapat mengurangi cost politik. Jika melalui parpol, memerlukan biaya yang tinggi.

“Jalur independen berbeda dengan kekuatan partai politik. Saya kira kita semua tahu, jika melalui parpol costnya sangat besar. Sehingga, kalau sudah tidak rasional, jalur independen lah solusinya,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Gunadi, Kabupaten Malang memang perlu ada sosok seperti Sam HC. Beliau merupakan partner yang hebat, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang patut diakui.

“Saya tergerak hati untuk ikut mencalonkan diri sebagai bakal calon Wakil Bupati melalui independen. Salah satu pertimbangannya juga Sam HC ini disamping dia pengusaha, dia juga dibesarkan di pondok ya,” tukasnya.

Terpisah, Sam HC mengucapkan, Gunadi Handoko merupakan pasangan yang ideal. Gunadi memiliki kelebihan tersendiri.

“Seperti yang saya sampaikan kemarin. Pak Gunadi ini bersifat 180 derajat dengan saya. Mungkin saya agresif, tapi pak Gunadi tidak. Pak Gunadi lebih tenang dari pada saya, saya lebih aktif. Dari sisi leadership juga begitu, jadi itu pas,” pungkasnya. (Hmz/ulm)

Malang Jejeg Resmi Miliki Pendamping Sam HC

Suasana pengumuman Bakal Calon Wakil Bupati Malang. (Toski D).
Suasana pengumuman Bakal Calon Wakil Bupati Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Heri Cahyono yang menyatakan akan ikut dalam Pilbup pada 23 September 2020 mendatang, akhirnya resmi memiliki bakal calon Wakil Bupati.

Kepastian tersebut disampaikan usai menggelar konvensi bakal calon Wakil Bupati. Hasilnya, Gunadi Handoko terpilih mendampingi Heri Cahyono alias Sam HC maju Pilkada Kabupaten Malang 2020 lewat jalur independen.

“Kita cari yang terbenar, bukan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan saat ini. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Semua akan berjuang untuk Kabupaten Malang yang jejeg,” ucap Sam HC, Kamis (16/1).

Sementara itu, salah satu panelis konvensi bakal calon Wakil Bupati ‘Malang Jejeg’, Radar Pancadana menyampaikan jika konvensi ini merupakan peristiwa langkah dalam dunia politik.

“Pertama kali dilakukan. Konvensi semacam ini adalah penting, untuk mengangkat aspirasi publik. Konvensi begitu terbuka, hingga publik bisa mengetahui,” katanya.

Menurut Radar, dengan konvensi ini dapat memberikan peluang kepada orang-orang yang memiliki potensi besar, namun selama ini tidak pernah mendapat kesempatan untuk menunjukkan potensinya.

“Konvensi ini memunculkan orang-orang di Kabupaten Malang yang tidak memiliki peluang untuk mengekspresikan potensinya. Tidak hanya pengusaha besar tapi ada office boy itu, semua setara. Keterbukaan yang seperti ini jadi ciri konvensi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, nama Gunadi Handoko terpilih untuk mendampingi Sam HC, setelah menjalani fit and propertest.

Berikut 11 orang yang mengikuti konvensi bakal calon Wakil Bupati ‘Malang Jejeg’.

1. Gunadi Handoko seorang dosen luar biasa pasca sarjana Fakultas Syariah UIN Malang.
2. Heribertus Sumarso (Factory Manajer di CV Sejahtera dan pernah berkecimpung di parpol Gerindra).
3. Mukhammad Yahya Arif yang aktif di NU.
4. Noval Akbar seorang Dirut PT Quantum HRM Internasional, Mei Nafisha yang ditahun 2018 lalu pernah jadi caleg dari PAN Kota Malang,
5. James Rionando (Area Manager PT AS Centrak Asia Raya di tahun 2014).
6. Mahfudz Syaifuddin berprofesi sebagai OB SPBU.
7. Verry Son P yang berasal dari Paguyuban Mister Jatim (Creative Event),
8. Tantono S yang pernah jadi caleg PPP Kota Malang dan
9. Yogna Dody yang sempat menjadi Ketua Komunitas Esports Malang Gaming.
10. Mei Nafisah.
11. Sutrisno. (Der/ulm)

Sam HC Tidak Ingin Ada Dua Matahari di Malang Jejeg

Heri Cahyono atau biasa dipanggil Sam HC. (Toski D).
Heri Cahyono atau biasa dipanggil Sam HC. (Toski D).

MALANGVOICE – Bakal Calon Bupati Malang yang melalui jalur independen dengan jargon Malang Jejeg, Heri Cahyono sebut kriteria calon pendamping dalam Pilkada 2020 Kabupaten Malang, harus bersifat kebalikan dengan sifatnya.

“Yang jelas calon pendamping saya minimal di bawah saya. Jangan Ada Dua Matahari di Malang Jejeg,” ungkap pria yang akrab disapa Sam HC, saat ditemui awak media usai Konvensi Bakal Calon Wakil Bupati Malang Jejeg, Rabu (15/1).

Menurut Sam HC, jika bakal calon Wakil Bupati Malang Jejeg atau pendampingnya haruslah memiliki keunggulan lain.

“Jika wakil saya sifstnya sama kayak saya, Akan ada dua matahari nantinya (akan ada dua kepemimpinan), itu yang tidak baik. Jadi harus berkebalikan dengan sifat saya. 180° agar tidak menjadi ‘ban serep’,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Sam HC, dengan adanya konvensi Bakal Calon Wakil Bupati ini, diharapkan bisa memilih dari 11 peserta yang tidak bersifat agresif dan memiliki kepribadian leadership yang cukup tinggi, agar bisa saling melengkapi.

“Saya menginginkan wakilnya juga bisa bekerja bersama untuk mengurai masalah di Kabupaten Malang yang cukup banyak. Misal kalau ada 10 tugas, 6 itu saya garap dan 4 itu digarap sama wakil nanti. Jadi tidak semuanya saya,” jelasnya.

Selain itu, tambah Sam HC, dirinya juga menginginkan wakilnya nanti juga memiliki kemampuan manajerial yang baik. Apalagi memiliki integritas tinggi, dan takut sama Tuhan.

“Tapi kalau ada yang sama dari segi keilmuan ya gak papa. Terutama keilmuan manajerial. Yang penting bukan sifat ya. Saya ingin menata Kabupaten Malang ini dengan pemanajemen dengan baik,” tukasnya.

PDIP Belum Beri Sinyal Rekom Bakal Calon Bupati di Pilbup 2020

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Toski D)
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Toski D)

MALANGVOICE – Jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2020 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Malang belum mengetahui siapa bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati yang akan direkomendasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ketua DPRD Kabupaten Malang, yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, rencananya usai Rakernas I sekaligus HUT 47 PDIP di Jakarta kemarin, akan diumumkan calon kepala daerah. Namun, rencana tersebut batal diumumkan karena ada faktor lain yang lebih diutamakan oleh partai.

“Saya gak mau komentar dulu soal politik. Prinsipnya, saya tegak lurus dengan DPP. Di Rakernas kan belum dibahas. Di situ hanya dibahas tugas keseluruhan partai,” ucapnya, Kamis (16/1).

Menurut Didik, sebenarnya DPC PDIP Kabupaten Malang sebenarnya sudah memiliki calon. Dia adalah Sri Untari Bisowarno yang saat ini duduk di DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Sekarang sedang dilakukan survei dulu, menunggu. DPC kan memiliki calon, yang namanya bu Sri Untari. Kalau Didik, ada kabar burung, saya tegaskan tegak lurus dengan partai, saya akan tegaskan akan bertugas sebagai Ketua DPC dan Ketua DPRD,” tegasnya.

Walaupun nama Sri Untari yang dijagokan pihaknya, lanjut Didik, dirinya tetap menghormati para calon yang telah mendaftar dan mengikuti penjaringan.

“Di PDIP Kabupaten ada 8 nama bakal calon yang mendaftar. Untuk rekom sepenuhnya kami serahkan ke DPP pusat. Konsolidasi kita tetap jalan, kita sudah intruksikan ke fraksi sampai anak ranting. Tapi, rekom tersebut turunnya kesiapa, atau ke bakal calon diluar yang mendaftar? Saya gak berani komentar (No Coment, red),” terangnya.

Ditanya soal adanya pertemuan salah satu pimpinan anak cabang (PAC) dengan salah seorang kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang juga mendaftar lewat PDIP, Didik mengaku sudah mendengar hal tersebut.

“Walaupun hari ini mungkin Bu Untari yang secara internal digadang-gadang dengan kesepakatan bersama kita dukung itu, sepenuhnya kita tunggu. Kalau itu (pertemuan) dilaksanakan tanpa sepengetahuan DPC, kan tidak betul. Seharusnya tetap komunikasi dengan DPC, itu etika politik. Selaku ketua, hari ini saya beri peringatan dulu, saya dengar memang ada itu. Kalau kemudian itu diikuti yang lain, dan itu tidak benar, maka kan termasuk pelanggaran. Ya nanti bisa diberikan sanksi teguran, bisa jadi pencopotan. Kalau itu berat akan saya laporkan ke DPD sampai DPP,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Kejari Akan Bongkar Aliran Pemotongan Dana Kapitasi Puskesmas

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepanjen, Muhandas Ulimen. (Toski D)
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepanjen, Muhandas Ulimen. (Toski D)

MALANGVOICE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang akan menelusuri kasus aliran pemotongan dana Kapitasi Puskesmas.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepanjen, Muhandas Ulimen mengatakan, pihaknya juga akan mengungkap kemana aliran pemotongan dana kapitasi tersebut.

“Kami masih akan mendalaminya. Semuanya akan terbongkar dalam pemeriksaan khusus, pasca penetapan tersangka dalam waktu dekat ini,” ungkapnya, Rabu (15/1).

Menurut Muhandas, dengan melakukan pemeriksaan khusus, nantinya semua akan diketahui. Bisa juga akan ada ‘aktor’ lain yang memerintahkan pemotongan dana kapitasi.

“Apapun hasilnya, akan kami sampaikan ke media, kalau memang dari hasil penyidikan mengarah demikian (adanya aktor atau tersangka lain, red). Pemeriksaan khusus yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Muhandas, pihaknya akan melakukan pemanggilan pada kedua tersangka, karena kasus dugaan korupsi ini menjadi atensi khusus untuk segera dituntaskan.

“Secepatnya kami akan panggil lagi kedua tersangka tersebut, masih nunggu perkembangan,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Yohan Charles LS, telah mengaku jika pemotongan dana kapitasi sebesar 7 persen dalam setiap bulannya atas dasar perintah Abdurrahman (saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan). Sementara untuk Abdurrahman, apakah ada yang memerintah, masih didalami oleh Kejari Kepanjen.(Der/Aka)

Awali 2020, Polres Malang Ungkap 15 Kasus Narkoba

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, saat menunjukkan barang bukti. (Toski D)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, saat menunjukkan barang bukti. (Toski D)

MALANGVOICE – Awal tahun 2020, Polres Malang berhasil memberangus peredaran narkoba. Berdasarkan catatan, hingga saat ini berhasil menangani 15 kasus narkoba, dan mengamankan 19 orang tersangka.

Dari 19 orang tersangka tersebut, 10 di antaranya adalah pengedar. Sedangkan 9 orang lain adalah pemakai.

Ke-19 tersangka yang diamankan yaitu, M Kosim warga Desa Ringinsari, Sumbermanjing Wetan; Solikin alias Kacong warga Putat Lor, Gondanglegi; Dodik Hariadi warga Bululawang; Mulyadi warga Blimbing Kota Malang.

Kemudian, Christina Anjang dan Samsul Arifin warga Dampit; M Burhanuddin dan Miftahul Huda warga Pagelaran; M Rizal warga Gondanglegi; Febri Ramdhani dan Bayu Arif Gunawan warga Kepanjen; Pandu Nusantara warga Kanigoro Blitar; Agus Joko dan Jainul warga Lawang; serta M Solehuddin warga Kepanjen.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, dari 19 tersangka tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis Sabu sebanyak 183 gram, dan satu batang pohon ganja. Pengungkapan perkara itu sendiri dilakukan mulai awal tahun 2020 yakni pada Rabu (1/1).

“Yang signifikan dari 19 tersangka ini TKP di Sempalwadak, Bululawang itu tersangka DH, barang bukti yang kita temukan dari yang bersangkutan sebagai pengedar sebanyak 91,34 gram atau hampir lebih kurang satu ons sabu,” ungkapnya, saat dalam sesi rilis di Polres Malang, Rabu (15/1).

Dalam penangkapan tersebut, lanjut Yade, para pengedar menggunakan sistem ranjau dalam setiap transaksinya.

“Sistem transaksinya menggunakan sistem ranjau. Mereka menghubungan lewat telepon, kemudian barangnya ditaruh, setelah itu barangnya diambil. Jadi tanpa bertemu face to face,” pungkasnya.(Der/Aka)

Buka Konvensi, Ini 11 Nama Bakal Calon Wakil Bupati Pendamping Sam HC

Suasana pelaksanaan Konvensi/Deklarasi calon wakil Bupati Malang. (Toski D).
Suasana pelaksanaan Konvensi/Deklarasi calon wakil Bupati Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Bakal calon Bupati Malang, dari jalur independen, Heri Cahyono atau biasa yang disebut Sam HC menggelar konvensi. Hal ini dilakukan untuk menjaring nama yang akan mendampinginya dalam Pilkada Malang Tahun 2020.

Adapun 11 nama itu antara lain:

1. Gunadi Handoko, dosen luar biasa pasca sarjana Fakultas Syariah UIN Malang.

2. Heribertus Sumarso (Factory Manajer di CV Sejahtera dan pernah berkecimpung di parpol Gerindra).
3. Mukhammad Yahya Arif yang aktif di NU.

4. Noval Akbar, Dirut PT Quantum HRM Internasional, Mei Nafisha yang ditahun 2018 lalu pernah jadi caleg dari PAN Kota Malang,

5. James Rionando, Area Manager PT AS Centrak Asia Raya di tahun 2014).

6. Mahfudz Syaifuddin berprofesi sebagai OB SPBU.

7. Verry Son P yang berasal dari Paguyuban Mister Jatim (Creative Event),

8. Tantono S yang pernah jadi caleg PPP Kota Malang dan

9. Yogna Dody sempat menjabat Ketua Komunitas Esports Malang Gaming.

10 Mei Nafisah.

11. Sutrisno.

Sebanyak 11 bakal calon Wakil Bupati Malang akan disaring. Rencananya, besok (16/1) akan di umumkan siapa yang akan mendampingi Sam HC untuk dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang yang akan di gelar pada 23 September 2020 mendatang.

Ketua Panitia Konvensi Malang Jejeg, Andrias mengatakan, para bakal calon Wakil Bupati Malang tersebut selanjutnya harus mengikuti fit and propertest. Ada 6 panelis yang sudah ditunjuk pihak Malang Jejeg untuk menguji para bakal calon Wakil Bupati Malang tersebut, yaitu Bambang Iriyanto selaku pengamat Lingkungan, Yunan Saifullah sebagai pengamat Ekonomi, Abdul Kodir selaku pengamat kebijakan, Mahmud Darsad selaku Kinerja Hijau, Radar Pancadana selaku Pengamat Kebudayaan dan Lutfi dari ICW.

“11 peserta nantinya harus mengikuti peraturan konvensi, yang sudah ditentukan panelis. Panelis akan melakukan fit and propertest kepada seluruh peserta tanpa pandang bulu itu siapa,” pungkasnya. (Hmz/ulm)

Perumda Tirta Kanjuruhan dan Perpamsi Jatim Drop Air Bersih Kota Malang

Truk tangki air bersih milik Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang saat memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Kota Malang. (Istimewa).
Truk tangki air bersih milik Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang saat memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Kota Malang. (Istimewa).

MALANGVOICE – Akibat adanya kebocoran jaringan pipa transmisi yang berdiameter 500 mili meter (mm) di wilayah Tumpang, membuat Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, bersama Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) Jawa Timur kerahkan 11 truk tangki untuk memberikan pelayanan air bersih kepada warga Kota Malang.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, yang juga sebagai Ketua Perpamsi Jawa Timur, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 11 truk tangki guna memberikan bantuan air bersih bagi warga Kota Malang.

“Kami akan memasok air bersih untuk kebutuhan warga Kota Malang, sesuai dengan permintaan, selama 24 jam nonstop melalui truk tangki air. Untuk teknis pendistribusiannya sesuai dengan arahan dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang,” ungkapnya.

Menurut Syamsul, saat ini dirinya telah meminta bantuan truk tangki air bersih kepada 9 PDAM Kabupaten/Kota, yang jumlah masing-masing satu unit. Seperti PDAM Kota Batu, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Tulungagung, Mojokerto, Situbondo, Banyuwangi, dan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang sendiri mengirimkan dua unit truk tangki, agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih pada warga Kota Malang.

“Ada 11 truk tangki yang akan memasok air bersih pada warga Kota Malang. Truk-truk tangki tersebut sudah berjalan sejak hari ini,” terangnya.

Pemberian bantuan air bersih yang di lakukan oleh Perpamsi ini, lanjut Syamsul, dilakukan karena Perpamsi Jatim memiliki motto Seduluran Selawase. Sehingga bantuan tersebut tidak hanya untuk Perumda Tugu Tirta Kota Malang saja, tapi juga akan kita lakukan jika ada daerah yang butuh bantuan truk tangki air bersih, sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh anggota Perpamsi Jatim.

“Selain memasok air bersih melalui truk-truk tangki, kami juga mengirimkan staf teknik Perumda Tirta Kanjuruhan untuk diperbantukan dalam proses pembenahan pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang jebol. Dengan harapan, staf yang dikirim tersebut bisa memberikan bantuan perbaikan,” tandasnya. (Hmz/ulm)

Dirut PDAM: Kesulitan Air karena Pipa Bocor

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas
Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas

MALANGVOICE – Kesulitan air bersih yang terjadi di sebagian wilayah Kota Malang telah ditemukan penyebabnya. Pipa transmisi berdiameter 500 mili meter milik Perumda Tirta Kota Malang di Jalan Raya Kidal, Desa Pulungdowo, Tumpang, dilaporkan mengalami kebocoran.

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas mengatakan, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan para pelanggan, karena ada kebocoran pipa air bantuan dari Kementrian PUPR yang tidak kuat menahan beban.

“Akibat kebocoran pipa tersebut membuat beberapa wilayah di Kota Makang terdampak. Yakni daerah Kedungkandang, Bumiayu, Sukun, Gadang dan Sawojajar,” ungkapnya, Selasa (14/1) malam.

Menurut Muhlas, atas kebocoran pipa tersebut, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan.

“Pipa itu bantuan dari Kementrian PUPR sejak 2014 silam, jadi kami yang merawatnya. Kekuatan pipa tersebut 10 bar, sedangkan debit air yang masuk 12,67 bar. Jadinya ya pecah, apalagi sudah lima tahun lebih, otomatis kekuatannya akan berkurang,” jelasnya.

Selain melakukan perbaikan, lanjut Muhlas, pihaknya akan melakukan rekayasa jaringan dan mengurangi tekanan air. Tujuannya, agar warga yang terdampak segara mendapatkan suplai air.

“Kami juga akan melakukan rekayasa jaringan dengan mengambil dari sumber Wendit 1 dan sumber Wendit 2,” pungkasnya.

Seperti diketahui, akibat kebocoran pipa tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji juga sempat memantau langsung proses perbaikannya.

Bahkan, Sutiaji juga meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak, khususnya kawasan Kota Malang bagian Timur (Kedungkandang).(hmz/ulm)

Sanusi Siapkan Pengganti Abdurrachman

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) atas korupsi dana kapitasi Puskesmas, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kepanjen, Abdurrahman, bakal mendapat surat penonaktifan dari Bupati Malang HM Sanusi.

Namun, hingga hari ini Bupati Malang belum mengeluarkan surat penonaktifan tersebut, karena belum menerima surat resmi terkait penetapan tersangka tersebut.

“Masih belum (pengeluaran surat nonaktif, red). Karena kami masih menunggu surat resmi dari Kejaksaan,” ungkap Sanusi, Selasa (14/1).

Menurut Sanusi, dengan di jadikan tersangka, dirinya sudah menyiapkan pelaksana tugas (Plt), untuk menggantikan Abdurrahman sebagai Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

“Saya sudah meminta Sekretaris Daerah (Sekda), Inspektorat dan BKD untuk segera mengambil langkah konkrit. Agar tidak menggangu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Sanusi, dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus korupsi yang menimpa Abdurrahman kepada penegak hukum. Dalam hal ini adalah Kejari Kepanjen, dan pihaknya menjamin dengan penetapan tersangka terhadap Direktur RSUD Kanjuruhan tersebut, sama sekali tidak mempengaruhi pelayanan publik di masyarakat. Pelayanan akan tetap jalan terus seperti biasanya.

“Setelah ada surat resmi tentang penetapan, secara otomatis akan langsung digantikan Plt. Yang bersangkutan akan dinonaktifkan, supaya tidak mengganggu jalannya pelayanan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Kejari Kabupaten Malang, telah menetapkan Abdurrachman tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana kapitasi puskesmas, pada Senin (13/1) kemarin.

Penetapan tersangka Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Abdurrahman tersebut, Kejari telah menetapkan dua tersangka terkait kasus korupsi dana kapitasi puskesmas. Sebelum Abdurrachman, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Malang, Yohan Charles LS, terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka melakukan korupsi dana kapitasi yang dikucurkan oleh BPJS, sejak tahun 2015 – 2017. Dimana total kerugian negara dalam kasus ini adalah sebesar Rp 8,595 miliar. Meski sudah ditetapkan tersangka, namun Abdurrahman tidak ditahan. (Hmz/ulm)

Komunitas