Pemkab Malang Akhirnya Cairkan Rp425 Juta Bonus Atlet PON XX Papua 2021

Penandatanganan Kwitansi pencarian bonus atlet. (Mvoice/Humas KONI Kabupaten Malang).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akhirnya mencairkan bonus Rp425 juta bagi atlet yang berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Pencairan bonus tersebut bagi 42 atlet dari 48 atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, yang meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu.

“Bonus atlet Kabupaten Malang yang berprestasi di PON XX Papua, hari ini (Selasa 25/1) cair,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Prestasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, kepada Mvoice, Selasa (25/1).

Baca juga: Bonus Atlet PON XX Papua Dipastikan Cair Tahun 2022

Bonus Atlet Kabupaten Malang Prestasi PON XX Papua Belum Cair

Sigit menjelaskan, pencarian bonus atlet tersebut berlaku bagi semua atlet yang telah berprestasi di ajang PON Papua, dari 14 cabang olahraga (Cabor).

Cuma ada beberapa yang menemui kendala, karena beda bank. Jadi perlu waktu untuk proses transfer,” jelasnya.

Pencairan bonus tersebut disambut baik para atlet, salah satunya atlet Cabor Terbang Layang Camar Fasida yang berhasil meraih medali perak pada ajang PON XX Papua tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Malang dalam hal ini Bapak Bupati Malang yang memberikan apresiasi kepada kami,” katanya.

Pemberian reward ini, lanjut Camar, sangat berarti bagi para atlet untuk menumbuhkan semangat untuk lebih berprestasi lagi dalam kancah regional, nasional maupun internasional.

“Ini merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk para atlet, semua apresiasi seperti ini bisa berlanjut, sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Semoga kedepan atlet dari Kabupaten Malang lebih berprestasi lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, atlet Cabor Panahan Kabupaten Malang yang berhasil menyumbangkan tiga medali emas pada ajang PON Papua 2021, Bunga Arbela, mengaku senang dengan pencarian banus ini.

“Alhamdulillah terima kasih buat Kabupaten Malang untuk rewardnya. Ini sebuah kebanggaan bagi saya atlet panahan PON menjadi bagian dari atlet Kabupaten Malang. Semoga semakin jaya dan mendatang bisa melahirkan generasi yang berprestasi lagi,” tegasnya.

Bonus sebesar Rp425 juta itu diberikan kepada atlet yang menyumbangkan medali, dengan rincian, medali emas mendapat Rp15 juta, perak (Rp10 juta), dan perunggu Rp5 juta.(end)

Cegah Penyebaran Covid-19, Kecamatan Pakis Gencarkan Vaksinasi Anak

Salah satu siswa saat mendapat vaksin anak. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Wilayah Kecamatan Pakis, Puskesmas Pakis bersama Badan Intelijen Negara Daerah Provinsi Jawa Timur (BINDA Jatim) melakukan vaksinasi untuk anak MI/SD, Senin (24/1).

Serbuan vaksinasi anak berusia 6-11 tahun ini selain untuk memproteksi anak-anak dari serangan virus Covid-19.

“Vaksinasi ini merupakan vaksin dosis kedua bagi siswa-siswi SD Banjarejo 01 dengan target sasaran siswa 178 anak,” ucap Kepala Sekolah SDN-01 Banjarejo, Sujiami, Senin (24/1).

Seperti diketahui, upaya memproteksi diri generasi muda bangsa dari ancaman Virus Covid-19 dan turunannya, BINDA Jatim bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Malang melalui jajaran Puskesmasnya intensif menyuntikkan vaksin Sinovac pada anak usia 611 di sekolah-sekolah.

Ditambahkannya, untuk siswa yang tervaksin hari ini sebanyak 155 anak dan tertunda 8 anak. Diharapkan anak-anak siap menghadapi PTM yang dicanangkan Pemerintah.

“Gak sakit suntikannya, seperti serangan Semut Amazon,’ kata Braga setelah disuntik vaksin.

Sementara Syoufi menceritakan tidak mengalami apa-apa setelah vaksin pertama dulu dan yang kedua baik juga biasa saja.

“Biasa ae, gak kroso opo-opo i (Biasa saja, tidak terasa apa-apa),” katanya.

Braga siswa kelas 3, juga menceritakan pasca vaksin I, dirinya juga main lari-lari baik di rumah maupun lingkungan.

“Biasa i lek, aku malah mari vaksin Yo mlayu-mlayu ambek dolen ae (Biasa saja pak, saya malah setelah vaksin malah lari-lari),” akunya.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di MI Al Fatah di Jalan Amprong, Desa Banjarejo Il, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) MI Al Fatah, Achmad Asyik mengatakan kegiatan vaksinasi untuk anak usia sekolah memang perlu, supaya anak-anak tidak kehilangan semangat belajar dan arah pembelajaran itu sendiri.

“Kami mendukung vaksinasi anak usia sekolah dan berharap orang tua murid juga demikian sehingga program PTM anak didik bisa berjalan efektif sesuai harapan Kita semua,” pungkasnya.(der)

Pemberhentian Perangkat Desa Kedungbanteng Terlibat Narkoba, Begini Penjelasan Inspektorat Kabupaten Malang

Inspektur Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti. (Toski D).

MALANGVOICE – Inspektorat Kabupaten Malang tetap menyerahkan keputusan pemberhentian Didik Prasetyo sebagai perangkat desa kepada kepala desa setempat.

Didik yang merupakan perangkat Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Wetan), ditangkap jajaran Sat Res Narkoba Polresta Malang Kota di Kedungkandang, Kota Malang karena m mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Penindakan pemberhentian itu menjadi kewenangan Kades meski Inspektorat Kabupaten Malang sudah mengetahui informasi oknum pegawai yang menggunakan narkoba,” ucap Inspektur Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti, saat ditemui di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim No.7, Kota Malang, Senin (24/1).

Baca juga: Bantu Dorong Produktivitas UKM, Ninja Xpress Hadirkan Creative Hub di Malang

Tridiyah menjelaskan, saat ini Pemkab Malang akan memastikan terlebih dahulu, jika terduga ditahan, maka kepala desa harus memberhentikan sementara oknum perangkat desa tersebut.

“Penangkapan yang ditindaklanjuti dengan penanganan yang bersangkutan, maka yang bersangkutan akan diberhentikan sementara,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Tridiyah, oknum perangkat desa tersebut baru dapat diberhentikan setelah ada ketetapan hukum yang tetap atau inkracht.

“Akan diberhentikan tetap jika proses hukum selesai dan ada ketentuan hukum tetap,” terangnya.

Selain itu, Tridiyah menegaskan, Inspektorat Kabupaten Malang juga mendorong pemerintah desa (pemdes) aktif melakukan tes narkoba kepada perangkat desa, dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD).

Jika anggaran DD dinilai tidak mencukupi, kata Tridiyah, maka bisa mengambil dari sumber dana lain.

“Untuk upaya pencegahan, kami (Pemkab Malang) telah bekerja sama dengan BNN melalui testing, tracing untuk pencegahan penggunaan barang haram tersebut secara berkala,” bebernya.(end)

Forkopimda Kabupaten Malang Luncurkan Pamor Keris

Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono (Tengah) bersama Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, dan Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau kesiapan pasukan. (Humas Polres Malang/Mvoice).

MALANGVOICE – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang meluncurkan Pamor Keris, Senin (24/1) di Mapolres Malang.

Pamor Keris ini tidak ada hubungan dengan senjata tajam, namun merupakan singkatan dari Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan.

Kegiatan peluncuran Pamor Keris ini dilakukan secara serentak baik di tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten.

Baca juga: Pemkot Malang Siapkan Isoter di SKB Pandanwangi

Dii Kabupaten Malang, Pamor Keris tersebut beranggotakan TNI-Polri, BPBD Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang serta Satpol PP Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono mengatakan, Pamor Keris ini merupakan kolaborasi Polda Jawa Timur dan Kodam 5 Brawijaya untuk membentuk Tim Patroli Bermotor yang bernama Pamor Keris, yang harus dilaksanakan oleh seluruh Jajaran TNI-Polri di wilayah Jawa Timur.

“Pamor Keris ini tugasnya untuk melaksanakan patroli secara rutin dengan sasaran penegakan Protokol Kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bagoes, Pamor Keris juga melaksanakan kegiatan dalam rangka Cipta Kondisi Harkamtibmas di Wilayah Jawa Timur.

“Diharapkan instansi terkait dapat mendukung kegiatan ini dengan cara, mengerahkan personelnya untuk membantu pihak TNI Polri,” jelasnya.

Sehingga, Bagoes menjelaskan, upaya preventif dan preemtif protokol kesehatan masyarakat bisa berjalan di wilayah Kabupaten Malang, dan diharapkan dapat mengendalikan penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

“Kami harap pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai tujuan dan sasaran,” harapnya.

Menurut Bagoes, dalam Pamor Keris ini ditekankan untuk mendeteksi dini kerawanan di masing-masing lokasi sehingga Patroli dapat berjalan tepat sasaran.

“Saya mengharapkan kehadiran Tim ini benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Sekaligus menciptakan kondisi yang Harkamtibmas di Kabupaten Malang,” pungkasnya.(end)

Pegawai DLH Kota Batu Tewas saat Bermain Gokart di Ngantang Park

MALANGVOICE – Satu pengunjung Taman Wisata Ngantang Park tewas saat bermain gokart pada Ahad kemarin (23/1). Pengunjung itu bernama Hidayatullah Maghfiro atau akrab dipanggil Ida. Diketahui Ida merupakan pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

Berdasarkan kronologi yang dirilis kepolisian pada Senin (24/1), insiden kecelakan yang menewaskan Ida disebabkan karena kerudungnya tersangkut penggerak roda gokart. Peristiwa ini terjadi saat Ida berkunjung ke destinasi wisata di Desa Sumberagung, Ngantang Kabupaten Malang.

Ia berkunjung bersama suami dan seorang putrinya. Sekitar pukul 15.00 sore Ahad kemarin, Ida bermain gokart.

“Kerudungnya terjerat roda gokart. Seketika korban kejang-kejang dan kemudian dilarikan ke RS BP Kusuma Husada Ngantang. Namun korban tak tertolong dan meninggal,” terang Kapolsek Ngantang, AKP Hanis Siswanto (Senin, 24/1).

Pihaknya pun langsung mendalami kasus ini dan memanggil beberapa saksi antara lain pengelola Ngantang Park, penjaga gokart. Suami Ida juga diminta memberikan keterangan sebagai saksi.

“Dari hasil pemeriksaan, diduga korban meninggal karena mengalami insiden saat bermain gokart. Bukan hal lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan membenarkan bila salah satu pegawainya meninggal dunia.

“Ya benar mas. Almarhum setiap hari bertugas di DLH Kota Batu sebagai THL. Tapi untuk kronologis kejadian saya tidak tahu, bisa ditanyakan langsung ke suaminya ya,” paparnya.

Kemudian, salah satu rekan korban, Ifan mengatakan jika selama dia mengenal korban ia tidak pernah mengeluhkan penyakit apapun.

“Kalau penyakit dalam kita tidak tahu, tapi dia memang sering pingsan saat bekerja. Entah karena kelelahan atau apa?,” tutur Ifan.(der)

Komunitas Honda Malang Rasakan Ketangguhan Riding Honda New CB150X

Komunitas merasakan riding Honda New CB150X. (Istimewa)

MALANGVOICE – Membuktikan ketangguhan dan performa Honda New CB150X, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda menggelar Riding Experience CB150X dan Ngoprek bersama komunitas Honda di Malang, Sabtu (22/01).

Kegiatan ini diikuti 10 peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas pecinta motor sport yang berasal dari komunitas MSFC (Malang StreetFire Club)

Diawali dengan pemaparan safety riding berkendara dengan New Honda CB150X dan riding test New CB150X di Safety Riding Lab Astra Honda di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Riding Honda New CB150X. (Istimewa)

Peserta juga diajak untuk mengikuti sesi Ngoprek (Ngobrol Online Seputar Komunitas) yang menghadirkan Sedha Denaldy @motorcycle anthusiast sebagai narasumber dan juga pemaparan mengenai teknologi Honda CB150X yang disampaikan oleh Teguh Hariyanto Technical Service Division MPM Honda Jatim. Pada sesi Ngoprek ini juga disiarkan secara langsung di Instagram @mpmhondajatim.

Kegiatan dilanjut dengan rolling city menuju lokasi diadakannya riding experience New CB150X di Lapangan Kanjuruhan.

Kehadiran mesin 150cc DOHC berpendingin cairan dengan transmisi 6-percepatan mampu menghadirkan performa berkendara yang powerfull dan responsif terutama pada putaran tengah pada kontur jalan berbatu dan tetap nyaman berkendara sambil menikmati dan mengeksplorasi pemandangan alam yang indah dengan menyenangkan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami kenalkan lebih dekat produk teebaru dari Honda New CB150X kepada komunitas dan langsung membuktikan ketangguhan pada sesi testbride. Kami juga membahas teknologi New CB150X bersama dengan Technical Service Division dalam acara Ngoprek,” kata Mizodianto selaku Community Development MPM Honda Jatim.

New CB150X hadir dengan tiga pilihan warna yaitu Mandala Red, dan Amazon Matte Green. Untuk varian Special Edition (SE) terdapat warna Volcano Matte Black melengkapi pilihan berkendara penggunanya.

New CB150X merupakan jawaban bagi masyarakat yang menyukai tantangan dan membutuhkan partner berkendara yang tepat ketika berpetualang untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia. Motor sport terbaru Honda ini menyuguhkan performa responsif dan sensasi ketangguhan berpetualang ketika berkendara sehari-hari ataupun turing jarak jauh.

Roadshow Riding Experience New CB150X di 5 Kota yakni Pasuruan, Sidoarjo, Malang, Surabaya dan Kediri pada periode bulan Januari 2022, dimeriahkan oleh komunitas Honda di masing – masing kota tempat pelaksanaan.(der)

Warga Malang Raya Jajal Sensasi Berkendara Honda New CB150X, Langsung Minat Beli

CB150X di Lapangan Stadion Kanjuruhan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sejumlah pengunjung Lapangan Kanjuruhan Malang terlihat antusias mengikuti test ride Honda New CB150X.

Motor sport adventure touring pertama di Indonesia 150cc di Indonesia diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda, Sabtu (22/01).

Bertajuk Riding Experience New CB150X, kegiatan yang menghadirkan pengalaman berkendara bagi pecinta motor sport ini diikuti 89 peserta.

Warga merasakan berkendara CB150X di Malang. (Istimewa)

Salah satu peserta testride, Mahendra mengatakan setelah menjajal Honda CB150X ternyata handling lebih enak, bodi lebih besar tapi lebih stabil. Dan mempunyai rencana beli untuk dipakai sehari – hari.

New CB150X merupakan jawaban bagi masyarakat yang menyukai tantangan dan membutuhkan partner berkendara yang tepat ketika berpetualang untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia. Motor sport terbaru Honda ini menyuguhkan performa responsif dan sensasi ketangguhan berpetualang ketika berkendara sehari-hari ataupun turing jarak jauh.

Lain halnya dengan Jelico, peserta test ride yang lain mengatakan handlingnya lebih enak dan anteng. Suspensinya lebih empuk. Rencananya akan membeli New CB150X untuk dipakai sehari – hari dan juga touring.

Gelaran ini merupakan salah satu kegiatan roadshow riding experience New CB150X yang diadakan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda di 5 kota di Jawa Timur, yakni Pasuruan, Sidoarjo, Malang, Surabaya dan Kediri. . Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti Riding Experience CB150X di kota – kota lainnya dan daftar di bit.ly/naikcb150Xjatim. Rasakan sensasi berkendara motor sport adventure touring pertama di Indonesia.

“Kami hadirkan motor sport adventure turing 150cc pertama di Indonesia lebih dekat dengan masyarakat khususnya di Jawa Timur. Masyarakat sekitar lokasi diselenggarakannya acara dapat langsung merasakan performa responsif dan sensasi ketangguhan New Honda CB150X serta fitur – fitur yang disematkan pada New Honda CB150X,” kata Suhari selaku Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim.

New CB150X hadir dengan tiga pilihan warna yaitu Mandala Red, dan Amazon Matte Green. Untuk varian Special Edition (SE) terdapat warna Volcano Matte Black melengkapi pilihan berkendara penggunanya.(der)

Kaum Milenial Serbu Pasar Tingwe di Tengah Harga Rokok Pabrikan Bikin ‘Sesak Nafas’

Rokok tingwe semakin digandrungi karena lebih ekonomis dibandingkan rokok pabrikan yang melejit seiring kenaikan cukai rokok (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Setiap tahun harga rokok selalu melambung karena mengikuti cukai membuat para perokok ‘sesak nafas’. Tahun ini saja, pemerintah menaikkan cukai rokok 12 persen.

Meski demikian, kenaikan harga rokok ini tak menghentikan kebiasan masyarakat untuk menikmati kepulan asap si ‘daun emas’ ini. Tak sedikit dari mereka memutar otak agar bisa tetap menikmati asap tembakau.

Alternatif yang dipilih beralih ke tingwe atau ngelinting dewe (melinting sendiri) yang dulu identik dengan orang tua, tapi belakangan menjadi trend di kalangan anak muda.

Tentu saja kaum milenial gak canggung dengan tingwe karena lebih ramah di kantong sehingga jadi pilihan di tengah melejitnya harga rokok pabrikan.

“Penikmat tingwe semakin meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Apalagi cukai rokok naik setiap tahun sehingga ini peluang memasarkan tembakau tingwe yang harganya lebih ekonomis,” kata Ketua Panitia Indonesian Tobacco Rolling Culture, Dimas Septiansa Rahman.

Event Indonesian Tobacco Rolling Culture dihelat oleh Komunitas Pecinta Tembakau Nusantara Indonesia (KPTNI) Korwil Malang Raya. Acara tersebut diselenggarakan di destinasi wisata Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang (Sabtu, 22/1).

Dimas mengatakan, perhelatan ini merupakan sebuah ruang interaksi antarkomunitas penjual tembakau dengan komunitas lainnya, seperti komunitas kopi maupun pelaku bisnis thrift shop. Ada sekitar 40 stand yang dibuka untuk memeriahkan acara itu.

“Diikuti 10 komunitas yang berkecimpung di segala bidang. Mereka berasal dari daerah seluruh Indonesia,” ujar dia.

Sesuai dengan nama event itu, barang yang ditampilkan merupakan tembakau iris yang dikemas dan dilekati pita cukai. Harganya bervariatif dan yang pasti tak menguras kantong.

“Ada berbagai jenis tembakau di sini, mulai dari tembakau Kudus, Cianjur maupun dari Malang,” ucap dia.

Dipilihnya lokasi Pujon Kidul sebagai tempat penyelenggaraan acara, karena menurut Dimas, dulunya wilayah ini merupakan penghasil tembakau di Kabupaten Malang.

“Petani di sini dulunya mayoritas budi daya tembakau. Event ini sekaligus untuk melestarikan tradisi budaya karena tembakau maupun tradisi tingwe merupakan warisan budaya Nusantara,” papar dia.(end)

Oknum Perangkat Desa di Kabupaten Malang Ditangkap Polisi Akibat Narkoba

Ilustrasi pil koplo (foto: Ayun/MVoice)
Ilustrasi pil koplo (foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Oknum perangkat desa di wilayah Malang Selatan, tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) ditangkap polisi akibat narkoba jenis sabu.

Penangkapan oknum perangkat desa yang diketahui berinisial D tersebut dibenarkan Camat Sumawe, Agus Nuraji.

“Benar, yang tertangkap itu perangkat Desa Kedungbanteng dua minggu lalu. Perangkat itu berinisial D,” ucap Agus, kepada Mvoice, Sabtu (22/1).

Baca juga: Lengkapi Unit Kerja PMI Kota Batu, UDD Bakal Dibangun Tahun Ini

Agus menjelaskan, dengan adanya penangkapan perangkat tersebut, Pemerintah Kecamatan Sumawe tengah menyusun berita acara atau laporan yang akan di kirimkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Inspektorat, dan Bupati Malang.

“Saya sudah meminta ke Kepala Desa (Kades) Kedungbanteng untuk membuat laporan yang akan kami teruskan ke DPMD, Inspektorat dan Bupati Malang,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Kedungbanten, Kecamatan Sumawe, Suwarno, ketikan dikonfirmasi melalui telepon selulernya maupun WhatsApp belum merespon hingga berita ini ditulis.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Mvoice, penangkapan perangkat Desa Kedungbanteng tersebut merupakan pengembangan kasus Narkoba oleh Satreskoba Polresta Malang Kota, pada Kamis (6/1) sekitar pukul 12.00, di Jalan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Dari tangan D, Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) bekas bungkus rokok A Mild berisi 1 (satu) buah pipet kaca, 4 (empat) buah potongan sedotan plastik, dan 1 (satu) buah sendok sabu terbuat dari sedotan plastik, sabu seberat 0,79 gram, dan 1 (satu) unit handphone merk OPPO warna  hitam.(end)

‘Pusing’ Penuhi Permintaan Evakuasi, Damkar Kabupaten Malang Minta Tambahan Armada Rescue

Kabid PPK Satpol-PP Kabupaten Malang Goly Karyanto. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang ternyata tidak hanya membantu memadamkan kebakaran, tp juga melayani permintaan evakuasi dari masyarakat.

Pada Desember 2021 lalu tercatat 11 permintaan evakuasi sedangkan permintaan kebakaran dari masyarakat hanya satu.

Menilik catatan tersebut, Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol-PP Kabupaten Malang membutuhkan tambahan armada rescue.

Kepala Bidang (Kabid) PPK Satpol-PP Kabupaten Malang Goly Karyanto mengatakan, jumlah ini tergolong meningkat.

“Sejak Januari 2021 atau selama setahun total ada 63 permintaan pemadaman kebakaran dan 76 evakuasi,” ucapnya, Sabtu (22/1).

Baca juga: Polres Malang Tunggu Hasil Labfor Polda Jatim Tentukan Penyebab Kebakaran Pasar Bululawang

Goly menjelaskan, dengan tingginya permintaan itu, Damkar Kabupaten Malang berharap ada penambahan anggaran dari Pemkab Malang atau bahkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan untuk membeli mobil rescue.

Menurut Goly, keberadaan mobil rescue saat ini sangat dibutuhkan, karena selama ini Damkar Kabupaten Malang selalu meminta bantuan dari Damkar Kota Malang jika permintaan evakuasi tidak ada alatnya.

“Penambahan mobil rescue itu harganya sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2,4 miliar. Bisa juga beli mobil double cabin, nanti alatnya kami isi secara bertahap, karena kami vertikal rescue sangat butuh,” harapnya.

Golly lantas menceritakan, kemarin da kejadian sapi masuk sumur warga. Karena Damkar Kabupatrn Malang tidak punya alat akhirnya kontak Damkar Kota.

Goly menambahkan, jika Damkar Kabupaten Malang memiliki mobil rescue, maka dapat memenuhi permintaan masyarakat terutama pada evakuasi.

“Kami berharap ada standar minimal untuk mobil rescue, ada vertikal resque, tripod, alat pemotong gembok, senso atau alat penjebol tembok dan genset,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Goly, di wilayah Kabupaten Malang banyak masyarakat yang melakukan permintaan seperti adanya ular, tawon dan kucing. Bahkan ada kejadian fenomenal yakni sapi yang masuk dalam sumur warga.

“Evakuasi hewan yang kerap terjadi antara lain, ular, tawon ndas, kucing, yang paling fenomenal ya sapi masuk sumur itu. Yang sering terjadi ular kucing sama tawon,” tegasnya.(end)