Mayat di Dalam Mobil Bikin Heboh Warga Gondanglegi

Jenazah Korban saat berada Polsek Gondanglegi. (Istimewa)
Jenazah Korban saat berada Polsek Gondanglegi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Penemuan mayat laki-laki dalam mobil Toyota Yaris warna merah menghebohkan warga dusun wates, Desa Gondanglegi Wetan, Sabtu (9/11) sekitar pukul 20.35 WIB.

Keberadaan korban diketahui pertama kali oleh warga yang curiga melihat mobil tersebut. Lantaran mobil berada di tengah jalan.

Ketika itu, korban duduk di kursi kiri depan sebelah pengemudi, dan tidak ada orang lain di dalam mobil tersebut.

Penemuan itu diberitahukan kepada kepolisian setempat. Tak lama, polisi datang ke lokasi penemuan dan mengevakuasi korban.

Korban diketahui bernama Muhammad Rifal warga Jalan Tronojoyo, Gondanglegi Kulon.

Kabag Ops Polres Malang Kompol Sunardi Riyono mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolsek Gondanglegi, AKP Agus S Hariyanto disebutkan, korban saat ini masih di Polsek Gondanglegi.

“Jenazah korban masih di Polsek Gondanglegi. Pihak keluarga sudah ada di sini,” ungkapnya.

Menurut Sunardi, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik benda tajam maupun benda tumpul.

“Jika berdasarkan laporan yang saya terima, ditubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. Cuma yang ditakutkan ada noda warna merah di baju korban,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Sunardi, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara. Termasuk keluarga korban.

“Kami akan menanyakan kepada keluarga korban apakah diautopsi atau tidak. Nanti kami sampaikan data lengkapnya. Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, jenazah korban masih berada di Polsek Gondanglegi, untuk menunggu tim Inafis Polres Malang.(Der/Aka)

Akhir Pekan di Tol Pakis Terjadi Penumpukan Kendaraan

Suasana Gerbang tol Pakis. (Toski D)
Suasana Gerbang tol Pakis. (Toski D)

MALANGVOICE – Penumpukan kendaraan pada akhir pekan terjadi di exit Tol Pakis, membuat kemacetan baik dari arah Pakis-Blimbing Kota Malang dan sebaliknya.

Humas PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Agus Tri Antyo mengatakan, kepadatan arus terjadi di ruas tol Pandaan-Malang akibat libur panjang.

“Kepadatan terjadi tidak di Gerbang Tol Pakis saja, di GT Purwodadi pun terjadi penumpukan kendaraan,” ungkapnya, saat dihubungi, Sabtu (9/11).

Kepadatan di GT Pakis dan GT Purwodadi ini, lanjut Agus, ditengarai adanya traffic light yang ada di dekat GT Pakis dan Purwodadi.

“Kemacetan itu karena traffic light. Karena libur panjang kendaraan banyak yang akan berlibur,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pakis Iptu Sutiyo membenarkan adanya kepadatan kendaraan di GT Pakis.

“Di GT Pakis macetnya parah, krodit, ekor kemacetan hingga Singosari,” ujarnya.

Penyebab kepadatan kendaraan ini, lanjut Sutiyo, selain karena banyaknya kendaraan yang melintas, juga diduga karena rambu penunjuk jalan kurang lengkap.

“Saya amati, para pengendara ini akan berlibur ke Kota Batu. Seharusnya rambu penunjuk arah yang ke GT Singosari diperjelas, seperti Singosari/Kota Batu,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kepadatan kendaraan di GT Pakis terjadi pada sekitar pukul 12.46 WIB. Hingga berita ini ditulis kepadatan kendaraan di GT Pakis masih terjadi. (Der/Ulm)

500 Atlet Adu Cepat di Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII

Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat memberangkatkan atlet sepatu roda. (Toski D)
Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat memberangkatkan atlet sepatu roda. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi resmi membuka Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport – Series V, Sabtu (9/11).

Dalam sambutannya, HM Sanusi mengapresiasi seluruh panitia yang dimotori Ketua Porserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo.

“Dengan adanya Kejuaraan Sepatu Roda Antar Klub Tingkat Nasional VIII dan Indonesia Roller Series V ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para atlet lainnya, hingga semakin menasional dan mendunia. Serta, mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Sanusi, pihaknya bakal akan meningkatkan fasilitas Sirkuit Roller Kanjuruhan agar dapat menjadi venue Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020, mendatang supaya dapat dijadikan wadah pengembangan potensi atlet sepatu roda Kabupaten Malang.

‘’Porserosi harus berupaya bisa bersaing agar Pusat memutuskan Sirkuit Roller Kanjuruhan sebagai venue PON tahun 2020 nanti. Saran dari Pusat harus kita tampung untuk memenuhi persyaratannya. Selain itu, kami juga akan mengusulkan permintaan bantuan ke Kemenpora RI guna pengembangan Sirkuit Roller Kanjuruhan menjadi sirkuit indoor lengkap dengan tribun melingkar bagi penonton,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perserosi Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mengatakan, dalam Kejurnas Sepatu Roda Bupati Malang Cup VIII dan Piala Tetap Forkopimda 2019 Indonesia Roller Sport – Series V ini diikuti total ada 500 atlet yang terdaftar dalam Kejurnas 2019 ini. Mereka berasal dari 48 klub dari 40 kota/kabupaten dan 9 provinsi.

“Dalam kejurnas sepatu roda kali ini akan memperebutkan piala bergilir Bupati Malang serta piala tetap Forkopimda Kabupaten Malang. Dengan total hadiah yang di siapkan sebesar Rp 75 juta,” ungkap pria yang akrab disapa Bogank.

Menurut Bogank, dalam Kejuaraan yang merupakan agenda rutin tahunan Perserosi dan KONI Kabupaten Malang ini, ada tiga klasifikasi kelompok umur. Yakni klasifikasi kelompok umur (KU) Funskate, Standart serta Speed. Sementara kelas yang diperlombakan adalah, pemula, standard, speed serta master.

“Kejuaraan ini, selain memperingati hari jadi Kabupaten Malang, juga untuk menjaring atlet-atlet sepatu roda sejak usia dini yang memiliki potensi dan berprestasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bogank, dirinya berharap venue Stadion Kanjuruhan Kepanjen, bisa menjadi venue resmi Cabor sepatu roda saat PON 2020 nanti, karena kesiapan venue di Papua, masih belum siap.

“Ketika nantinya kami dipilih sebagai tuan rumah resmi Cabor sepatu roda PON 2020, siap untuk penambahan beberapa fasilitas. Bupati Malang serta Forkopimda Kabupaten Malang, siap bersama-sama untuk mensukseskannya,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Polsek Ampelgading Berhasil Bongkar Peredaran Pil Koplo

Pelaku Pindik Anto, serta barang bukti yang diamankan (Istimewa/Humas).
Pelaku Pindik Anto, serta barang bukti yang diamankan (Istimewa/Humas).

MALANGVOICE – Pindik Anto (33) warga Dusun Lambang Kuning, Desa Majang Tengah, Dampit, harus diamankan Unit Reskrim Polsek Ampelgading, lantaran kedapatan memiliki narkotika jenis pil koplo dobel L, Jumat (9/11) malam.

Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menyampaikan, petugas Polsek Ampelgading berhasil mengamankan pelaku saat berada di rumahnya dari pengembangan penangkapan FZ.

“Ditangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua buah handphone (Gawai) yang digunakan untuk transaksi, 307 butir pil koplo dobel L. Dengan rincian 275 butir yang diamankan dari pelaku Pindik Anto, sedangkan 32 butir dari tangan seorang pembelinya. Kasusnya sedang dikembangkan untuk memburu pelaku lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, lanjut Ainun, penangkapan pelaku ini, bermula dari informasi masyarakat, yang resah dengan maraknya peredaran pil koplo di wilayah Ampelgading.

“Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan penyelidikan. Hasilnya, petugas mengamankan seorang pembeli berinisial FZ, warga Desa Tirtomarto, Ampelgading,” jelasnya.

Dalam kasus ini, tambah Ainun, FZ menjadi saksi karena telah membeli pil koplo dari pelaku Pindik.

“Dari pengakuan FZ tersebut, petugas berhasil mengamankan pelaku Pendik di rumahnya. Saat ini, polisi mengembangkan kasusnya untuk memburu jaringannya,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Curi Motor di Kamar Kos, Pria 38 Tahun Diamankan Polisi

Pelaku Fahmi Wira Anggara, saat diamankan di Polsek Singosari. (Istimewa)
Pelaku Fahmi Wira Anggara, saat diamankan di Polsek Singosari. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jajaran Sat-Reskrim Polsek Singosari Berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan sebuah kendaraan bermotor (Curanmor) di dalam rumah kost di Dusun Gondang Selatan Desa Randuagung, Singosari, Jumat (8/11) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, menyampaikan, pelaku bernama Fahmi Wira Anggara (38) warga Jalan KH. Mansyur no. 23 B, Desa Pangerangan Kota Sumenep.

“Korban yang bernama Khoirul Anam akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singosari pada Kamis (7/11). Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut Supriyono, petugas langsung menangkap pelaku yang bersembunyi rumah kosnya.

“Saat diinterogasi, pelaku mengaku barang hasil kejahatannya disembunyikan di wilayah Gondanglegi. Petugas pun langsung melakukan pengeledahan dan ditemukan barang bukti sepeda motor milik korban,” jelasnya.

Menurut Supriyono, modus operandinya diduga pelaku mencuri dengan cara masuk ke kamar kos korban dengan membuka pintu secara paksa, dan setelah masuk mengambil kunci asli sepeda motor korban yang ditaruh di atas meja kamar kos korban.

“Setelah berhasil menghidupkan mesin motor, pelaku membawa kabur kendaraan yang diparkir di dalam kos korban,” jelasnya.

Dalam penangkapan itu petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa Honda Vario 150 cc dengan No. Pol. N-4612-TDJ dan handphone (Gawai) merk Oppo type A7 warna biru serta tas pinggang milik pelaku untuk dikembangkan.

“Pelaku kami kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun” pungkasnya. (Der/Ulm)

Pemkab Malang Fokus Bangun Kepanjen jadi Pusat Perekonomian

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Kecamatan Kepanjen telah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Malang sejak tahun 2008 lalu. Keputusan ini didasari surat Nomor 135.7/093/421.202/2007 tanggal 17 Januari 2007 kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang, serta disetujuinya usulan tersebut dalam Keputusan Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 12 Maret 2007.

“Sudah lama Kepanjen menjadi Ibu kota Kabupaten Malang. Saya juga terus berupaya untuk mewujudkannya. Berbagai persiapan perpindahan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih berada di wilayah Kota Malang ke Kepanjen, sampai dengan berbagai rencana merubah wajah Kepanjen, terus saya lakakun,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, saat ditemui awak media, Jumat (8/11).

Menurut Sanusi, dengan menjadikannya Kepanjen sebagai Ibu kota Kabupaten Malang jelas akan ada alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan yang nantinya akan dijadikan pusat industri atau perekonomian di wilayah Kepanjen.

“Beberapa investor siap masuk dan beroperasi di wilayah Kepanjen. Tentunya fasilitas seperti mal dan lain sebagainya harus dibawa ke Kepanjen juga,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Sanusi, pihaknya jelas membutuhkan waktu untuk sosialisasi terkait akan bergesernya tata ruang dan wilayah Kepanjen.

“Kepanjen nantinya selain jadi ibu kota juga sebagai pusat perekonomian, rencana tersebut sudah lama dipersiapkan. Diharapkan, Kepanjen benar-benar menjadi ibu kota pemerintahan plus perindustrian yang sesungguhnya,” terangnya.

Untuk itu, tambah Sanusi, dirinya mengintruksikan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mempermudah investor masuk supaya menanamkan dananya di Kepanjen, khususnya dan Kabupaten Malang pada umumnya.

“Langkah ini merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Saya berharap kemiskinan semakin turun serta masyarakat lebih sejahtera dengan adanya investasi yang masuk,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Adkasi dan Adeksi Ingin PKPU RI No.15 Tahun 2017 Direvisi

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Toski D).
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. (Toski D).

MALANGVOICE – Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) dan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) berharap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia nomor 15 tahun 2017 tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau walikota dan wakil walikota direvisi.

“Kami menginginkan PKPU tersebut direvisi. Sehingga anggota dewan yang maju untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah tidak harus mundur dari jabatannya, walau sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Malang, yang juga anggota Adkasi, Didik Gatot Subroto, saat ditemui awak media, Jumat (8/11).

Menurut Didik, kebijakan PKPU RI nomor 15 tahun 2017, yang juga ditegaskan dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota supaya direvisi.

“Kami berharap supaya ada perubahan poin mengenai anggota dewan yang harus mundur dari jabatannya ketika sudah ditetapkan sebagai calon kepala daerah,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Didik, usulan revisi peraturan tersebut sudah diajukan ke Presiden Joko Widodo. Bila disetujui, nantinya anggota dewan yang maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah cukup mengambil cuti dan tidak harus mudur dari jabatannya.

“Jika nanti telah disetujui dan ditandatangani oleh Presiden, maka anggota dewan yang mencalonkan diri sebagai bupati maupun wakil bupati harus cuti. Dan jika nanti tidak terpilih menjadi kepala daerah, mereka akan kembali menjadi anggota DPRD. Namun, apapun keputusannya nanti, kita harus menerima apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah,” terangnya

Didik menambahkan, jika revisi peraturan itu sudah disetujui Presiden, maka Adeksi dan Adkasi akan sangat-sangat bersyukur. Posisi dewan dalam hal ini, jika revisi peraturan disetujui, juga sangat diuntungkan.

“Seperti saya ini sebagai ketua DPRD, lalu mencalonkan diri sebagai Bupati Malang, otomatis jabatan ketua saya tinggalkan. Dan ketika saya tidak terpilih, tentunya kembali sebagai anggota dewan, tapi tidak lagi menjabat sebagai ketua DPRD,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Sanusi : Tidak Ada Pengadaan Mobil Baru

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi menekankan jika dirinya tidak akan melakukan pengadaan kendaraan baru di beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Saya tidak akan melakukan pengadaan kendaraan dinas atau operasional. Saya sarankan kendaraan yang ada supaya pelihara secara berkala,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi saat ditemui di rumah dinas, Jalan Gede Kota Malang, Jumat (8/11).

Menurut Sanusi, kendaraan dinas atau operasional di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada saat ini supaya dilakukan perawatan berkala.

“Gunakan kendaraan yang ada dengan baik. Saya malah akan melakukan pelelangan beberapa kendaraan dinas agar tidak menumpuk,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Sanusi, bila perlu pihaknya akan menghibahkan beberapa kendaraan lama yang tidak terpakai ke berbagai kantor lainnya.

“Kendaraan dinas bekas dewan itu akan kami lelang, hasilnya nanti bisa dimasukkan ke kas daerah, serta bisa dibelanjakan untuk lainnya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh yang diperoleh, beberapa OPD di lingkungan Pemkab Malang telah mengajukan pengadaan kendaraan dinas atau operasional dalam RAPBD 2020.

Anggaran terbesar yang diajukan sampai saat ini ada di BKAD sebesar Rp 1 miliar lebih. Sedangkan ajuan anggaran untuk pemeliharaan rutin atau berkala kendaraan dinas atau operasionalnya mencapai Rp 937,7 juta.

Dilanjutkan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang mengajukan pengadaan kendaraan sebesar Rp 35 juta. Sedangkan untuk perawatan kendaraan dinasnya sebesar Rp 80 juta.

Setelah itu, Dinas Komunikasi dan Informatika juga mengajukan anggaran pengadaan Rp 100 juta dan perawatan Rp 111 juta.

Ajuan anggaran tersebut bisa semakin bengkak, jika OPD lainnya pun mengajukan pengadaan dan biaya perawatan kendaraan dinas atau operasional.(Hmz/Aka)

Jajaki Jalur Independen, Sam HC Ramaikan Peta Politik Pibup Malang

Heri Cahyono saat menggelar pra konvensi di salah satu Rumah Makan di Kepanjen. (Toski D).
Heri Cahyono saat menggelar pra konvensi di salah satu Rumah Makan di Kepanjen. (Toski D).

MALANGVOICE – Heri Cahyono yang akrab disapa Sam HC memastikan diri maju dalam bursa pemilihan Bupati (Pilbup) Malang pada 2020 nanti.

Sam HC menyatakan siap maju dalam Pilbup sebagai Calon Bupati Malang periode 2021-2126 mendatang melalui jalur Independen atau perorangan dengan mengantongi 200 ribu KTP.

“Alhamdulillah, saya bersama Malang Jejeg hingga saat ini sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 200.000 KTP. Jumlah tersebut sudah melebihi persyaratan administratif jalur perseorangan atau Independen yang harus memiliki sebesar kurang lebih 129 ribu KTP atau 6,5% dari jumlah pemilih,” ucap Sam HC, saat menggelar pra konvensi di salah satu Rumah Makan di Kepanjen, Jum’at (8/11).

Pencalonan ini, lanjut Sam HC, dilakukan lantaran dinilai ada beberapa problematika yang harus dibenahi secara besar-besaran, terutama dalam tata kelolah pemerintahan.

“Banyaknya persoalan di Kabupaten Malang, termasuk adanya kasus korupsi yang membelit Kepala daerah baru-baru ini mengakibatkan tercorengnya Kabupaten Malang. Hal ini membuat tantangan dan hambatan untuk membenahinya. Seperti di perusahaan, jika sebuah perusahaan tersebut bangkrut, bukan karena karyawannya yang salah, tapi Direkturnya. Sedangkan kalau daerahnya yang buruk bukan salah masyarakat, tapi kepala daerahnya harus diganti,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sam HC, bersama organisasi Malang Jejeg yang digagasnya, dirinya ingin membawa perubahan di Kabupaten Malang. Karena Kabupaten Malang saat ini ibarat tertimbun debu yang menutupi segala potensi yang dimilikinya.

“Segala hal buruk tersebut terjadi akibat lalainya sang kepala daerah mementingkan kelompoknya dan kepentingannya sendiri. Terbukti dengan terjadinya korupsi yang mengakibatkan semakin tercorengnya muka Kabupaten Malang di hadapan daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.

Sebab, tambah Sam HC, sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Malang sangat besar. Melihat potensi tersebut, dibutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan kapasitas agar tidak ada salah kelola yang berunjung pada buruknya sistem pemerintahan.

“Tidak cukup orang baik saja, tapi orang yang punya integritas dan kapasitas. Maka, saya ingin didampingi orang yang berintegritas tinggi dan berkapasitas. Jangan sampai hanya tersandera oleh kartel yang besar. Untuk proses penjaringan calon wakil bupati itu, ada panitia sendiri yang diisi orang-orang berlatar belakang profesional. Kami tidak batasi, semua bisa turut serta. Selanjutnya kita akan umumkan, kapan dibukanya dan apa saja syaratnya,” tukasnya.(Hmz/Aka)

Ratusan Pasangan dari Kabupaten Malang Ikuti Nikah Massal

Prosesi pelaksanaan Nikah Massal. (Toski D).
Prosesi pelaksanaan Nikah Massal. (Toski D).

MALANGVOICE – Sebanyak 283 pasangan yang berasal dari wilayah kota dan Kabupaten Malang menjalani prosesi nikah massal yang digelar oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Jumat (8/11).

Sebelum menjalani prosesi pernikahan, para peserta nikah massal berkumpul di sekretariat JKJT yang berbeda di Jalan Blitar Kota Malang.

Mereka mengikuti kirab mulai dari jalan Blitar – menuju Jalan Bogor – Jalan Veteran – Jalan Sumbersari – Jalan Gajayana – Jalan MT. Haryono – Jalan Soekarno Hatta – Jalan Borobudur – Jalan A. Yani – Jalan Letjen S. Parman – Jalan J.A. Suprapto – Jalan Kahuripan – Jalan Tugu (Memutar Alun – alun Tugu) – Jalan Mojopahit – Jalan Jendral Basuki Rahmad – Jalan Perempatan Sarina – Jalan Merdeka Utara.

Setibanya di Perempatan Sarina, para peserta disambut dengan berbagai tari-tarian dan mereka berjalan menuju Pendopo Agung Kabupaten Malang, untuk mengikuti prosesi upacara pernikahan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing peserta.

Tampak hadir dalam acara nikah massal tersebut, yaitu Walikota Malang beserta istri, Danrem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Zainudin, Forkopimda Kota dan Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah dan para Pejabat Pemkab. Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Ketua Pengadilan Agama, Ketua JKJT Agustinus Teja, dan para volunteer yang turut serta mensukseskan acara nikah massal ke IV ini.

Tampak wajah sumringah para peserta setelah melakukan isbat nikah pada tanggal 6-7 November kemarin di Pengadilan Agama setempat yang kemudian hari ini dilanjutkan menerima kelengkapan dokumen administrasi seperti buku nikah dan akta nikah yang sudah dipegang masing-masing pasangan.

Dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi mengapresiasi adanya pelaksanaan kegiatan nikah massal ini, karena dapat memberikan pengakuan negara secara sah.

”Dengan adanya kegiatan nikah massal ini selain untuk mendapatkan legalitas pernikahan, juga untuk mewujudkan hak kependudukan terutama bagi anak,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Walikota Malang Sutiaji.

“Hari ini kita menjadi saksi atas kebahagiaan para mempelai. Mudah-mudahan dengan nikah massal ini merupakan salah satu bentuk pengakuan negara,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Komunitas