Pasien Positif Virus Corona di Kabupaten Malang Bertambah, Total Berjumlah Lima Orang

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D).
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D).

MALANGVOICE – Satu lagi warga Kabupaten Malang dikonfirmasi positif terpapar Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo membenarkan ada tambahan satu orang yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. Dengan begitu, jumlah warga yang positif Covid-19 ada 5 orang.

“Ya benar, dari empat, sekarang menjadi lima orang,” tegasnya.

Namun, Arbani enggan memberitahu secara detil lokasi pasien yang baru positif terjangkit virus yang berasal dari Wunan, China itu.

“Kalau boleh hanya menulis jumlah saja. Masyarakat diimbau supaya tetap tenang dan tidak panik,” tukasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Malang, selain 5 orang positif itu, ada 49 warga Kabupaten Malang yang berstatus orang dalam pemantauan atau ODP. Sedangkan, 16 warga lainnya berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Pemkab Malang Kekurangan APD bagi Tenaga Medis

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas.

“Kita ada anggarannya untuk APD, tapi barangnya (APD, red) yang gak ada. Kita sudah berusaha pesan dan gak ada. Ada dapat dari provinsi, itupun tidak terlalu lengkap. Sementara yang ada aja dipakai,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Jumat (27/3).

APD bantuan dari Provinsi Jawa Timur tersebut, lanjut Sanusi, telah didistribusikan ke Rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, yakni RSUD Kanjuruhan dan Rumah Sakit Wava Husada, serta Rumah Sakit Prima Husada.

“Kami dapat bantuan APD sebanyak 200 paket dan sudah kami distribusikan. 100 di RSUD Kanjuruhan, 20 RS Wava Husada, dan 80 di RS Prima Husada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, batuan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selanjutnya didistribusikan ke daerah yang zona merah penyebaran Covid-19.

“Bantuan APD tersebut sudah kami terima dan distribusikan. Tapi masih kurang banyak. Idealnya, untuk Kabupaten Malang butuh 1650-an APD. Kami usulkan jumlah APD sejumlah itu. Mudah-mudahan segera bisa direalisasikan,” ucapnya.

Sebab, lanjut Arbani, Kabupaten Malang memiliki 39 Puskesmas, untuk itu dirinya menyerukan pihak puskesmas untuk menyediakan sendiri item APD yang belum dimiliki.

“Saat ini kami masih koordinasi, saya imbau Puskesmas menyediakan sendiri pelengkap item APD yang belum dimiliki, seperti face seal, sepatu booth dan sarung tangan. Kalau untuk rumah sakit saya rasa sudah lengkap APD-nya. Cuma, stoknya terbatas,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Arbani, dirinya saat ini masih berupaya mencari APD produksi dalam negeri (Lokal) namun kualitasnya gak kalah dengan produksi dari luar negeri. Supaya tenaga medis di Kabupaten Malang bisa maksimal dalam melakukan kegiatan penanganan, dan pencegahan pendemi Covid-19

“Yang impor harganya bisa lebih dari satu juta. Ada produsen lokal yang memproduksi harganya Rp 400-500 ribu per set. Distributor lokal ada yang bisa membuat APD secara masal, segera dikirimkan secara bertahap. Senin mulai dikirimkan. Permulaan 200 set dulu, Insya Allah Senin pekan depan sudah bisa di bagi,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Lawan Covid-19, Pemkab Malang Gelontorkan Anggaran Rp28 Miliar

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D).

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp28 miliar dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) untuk pencegahan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

“Penanganan Covid-19 atau Corona harus diprioritaskan. Jadi akan ada pergeseran anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Jum’at (27/3).

Menurut Sanusi, penganggaran itu ditujukan untuk ketersediaan obat dan APD serta kebutuhan sembako. Anggaran tersebut diambilkan dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) Pemkab Malang.

“Dari anggaran tersebut Rp7 miliar untuk alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan sebagainya. Sedangkan yang Rp21 miliar untuk kebutuhan sembako dalam tiga bulan ke depan,” jelasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Dewan Desak Pemkab Bebaskan Restribusi Pasar

Wakil Ketua Komisi II, H.Hadi Mustofa. (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi II, H.Hadi Mustofa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dewan desak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bebaskan restribusi pasar akibat mewabahnya virus corona yang berpengaruh terhadap sepinya kegiatan jual beli di pasar.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Hadi Mustofa mengatakan, akibat merebaknya Covid-19 yang semakin masif, dan adanya imbauan untuk tidak berada di tempat keramaian akibat sangat berpengaruh pada aktvitas jual beli serta interaksi antar individu di pasar.

“Sepinya pengunjung di pasar banyak pedagang mengeluh, untuk itu saya berharap Pemkab Malang tidak lagi mengutip biaya restribusi pasar dari para pedagang untuk sementara,” ungkap politikus dari partai Demokrat ini, saat di dihubungi melalui telepon selulernya, Jum’at (27/3).

Untuk itu, pria yang akrab disapa Gus Thop ini meminta kepada Pemkab untuk tidak hanya mengeluarkan imbauan semata, dengan mengesampingkan hal-hal kecil yang berdampak karena keputusan tersebut.

“Setelah kita lihat dampak dari virus corona, mau tidak mau mempengaruhi kegiatan ekonomi, disini saya melihat, kondisi saat ini banyak pedagang kecil yang kondisinya lagi sulit, pembeli berkurang karena virus corona, disinilah harus ada peran Pemerintah (Pemkab atau Legislatif),” jelasnya.

Karena pengaruh pendemi global Covid 19 yang berdampak pada minimnya pembeli di pasar saat ini, lanjut Gus Thop, dirinya meminta Pemkab Malang untuk menggratiskan biaya restribusi pasar bagi para pedagang pasar yang ada di Kabupaten untuk sementara waktu.

“Pemkab harus memberi solusi yang dapat meringankan beban pedagang, bebaskan atau gratiskan dulu restibusi pasar sementara, itu dapat meringankan beban mereka. Para pedagang jangan ditarik dulu sementara waktu, jangan berexpentasi berlebihan, kalau bisa hal-hal yang kecil seperti ini segera diambil sikap dan ditanggulangi,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Lawan Covid-19, Dishub Pemkab Malang Semprotkan disinfektan Pada Kendaraan

Petugas Dishub Kabupaten Malang saat melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan angkutan umum dan barang yang akan melakukan Uji KIR. (Istimewa).
Petugas Dishub Kabupaten Malang saat melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan angkutan umum dan barang yang akan melakukan Uji KIR. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten Malang juga melakukan kegiatan untuk menekan angka penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (covid-19) atau virus corona di wilayah Kabupaten Malang.

Kepala Dishub Pemkab Malang Hafi Lutfi, mengatakan, selain mengkampayekan gerakan melawan Covid-19 dengan cara mengimbau kepada masyarakat dengan memasang spanduk maupun bener di terminal-terminal, dengan tagline ‘Kabupaten Malang Melawan Virus Corona’, juga mekukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan umum dan angkutan barang yang melakukan uji KIR, di Kantor Pelayanan Uji KIR, yang berada di area Terminal Talangagung, Kepanjen.

“Kami sejak 12 Maret sudah gencar mengkampanyekan gerakan melawan Covid-19 dengan memasang spanduk maupun benner di seluruh UPT kami, juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kendaraan angkutan umum dan angkutan barang,” ungkapnya, Kamis (26/3).

Selain itu, lanjut Lutfi, di kantor Kantor pelayanan uji KIR tersebut, dirinya juga menempatkan sejumlah petugas Dishub untuk memberikan imbauan kepada pemohon Uji KIR agar tidak bergerombol atau berkerumun saat mengurus Uji KIR.

“Kami tempatkan petugas untuk mengimbau agar tidak bergerombol, agar tidak meluasnya penyebaran penyakit Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang. Ini sesuai dengan intruksi Pemerintah pusat yaitu Social Distancing,” jelasnya.

Agar tidak terjadi berkerumunan massa, tambah Lutfi, dirinya melakukan sistem buka tutup, dan mengirimkan surat kepada pengusaha angkutan umum, agar menjaga kebersihan sopir dan kendaraan angkutan umumnya, karena jika tidak dijaga dari kebersihannya, tentunya akan berpotensi menyebarnya Covid-19.

“Kepala UPT Terminal untuk membuat saluran air untuk cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun, serta menyiapkan Hand Sanitizer untuk menjaga kebersihan bagi para sopir, pengunjung, dan masyarakat umum. Selama adanya Covid-19, pemohon Uji KIR yang terlambat kami beri kelonggaran,” tukasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Fasum dan Tempat Ibadah di Turen Disemprot Disinfektan

Pemberian imbauan pada masyarakat di Balai Desa Sanankerto, Turen. (Istimewa)
Pemberian imbauan pada masyarakat di Balai Desa Sanankerto, Turen. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Turen yang tergabung dalam satgas virus corona (Covid-19) menyemprotkan disinfektan di sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah.

Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) 0818/14 Turen, Kapten Inf Yuyud Hadi P. mengatakan, dirinya bersama Muspika Turen terus melakukan kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

“Selain penyemprotan, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa, agar dapat memutus potensi penyebaran Covid-19,” ucapnya, saat dihubungi, Kamis (26/3).

Menurut Yuyud, dirinya juga menjalankan Maklumat Kepala Polri Jenderal (Pol) Idham Azis tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan penyebaran pandemi virus corona.

“Semua yang berpotensi pengumpulan massa kami imbau untuk dihindari, seperti imbauan Penutupan tempat Parkir yang berada di Jl. Depan Masjid Tiban yang selama ini masih dijumpai pengunjung dalam skala besar. Walaupun lokasi Masjid Tiban sudah Lockdown atau ditutup sementara bagi pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yuyud, dirinya juga memberikan imbauan ke beberapa titik agar tidak melakukan resepsi pernikahan, khitanan, atau hajatan.

“Apapun kegiatannya, baik itu resepsi atau hajatan, saya imbau untuk ditunda, sesuai dengan maklumat Kapolri, dan intruksi Pemerintah,” tukasnya.

Sebagai informasi, tim satgas tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0818/14 Turen Kapten Inf Yuyud Hadi P dan diikuti oleh Iptu Cahyo Wiyono Mewakili Kapolsek Turen, Ketua Satgas Bayu Jadmiko yang juga menjabat sebagai Sekcam Turen, Kasi Pem Camat Turen Suriyanto dan beberapa personel Polsek Turen.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Lawan Covid-19, Kodim 0818 Ajak Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Suasana berjemur yang dilakukan oleh Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad. (Toski D).
Suasana berjemur yang dilakukan oleh Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad. (Toski D).

MALANGVOICE – Komando Distrik Militer (Kodim) 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, ajak berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan imunitas tubuh agar dapat menangkal virus corona.

Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad menyampaikan, dengan cara berjemur di bawah sinar matahari tersebut setidaknya dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Dengan imunitas tubuh kuat, kita tidak mudah terserang penyakit. Hari ini saya bersama anggota sudah melaksanakan berjemur di bawah sinar matahari di area lapangan upacara Kodim 0818, Jalan Raya Panji, Kepanjen. Ini intruksi dari pimpinan (Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Zainuddin, red),” ungkapnya, saat dihubungi, Rabu (26/3).

Dengan berjemur di bawah matahari ini, lanjut Ferry, diharapkan dapat ditiru masyarakat.

“Semoga masyarakat meniru apa yang saya lakukan ini. Ini sangat sederhana, juga bisa dilakukan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Sebab, tambah Ferry, dengan melakukan kegiatan tersebut dalam setiap hari dengan durasi waktu minimal 15-20 menit, dinilai mampu membatasi gerak virus corona.

“Tidak hanya sekedar berjemur, aktivitas ini juga harus diselingi olahraga ringan, agar tubuh tetap sehat dan bugar. Terapkan juga pola hidup sehat dengan selalu cuci tangan, mandi setelah beraktivitas dan rutin mencuci baju sehabis digunakan dari aktivitas di luar,” tukasnya.

Tidak lupa, Ferry mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi arahan pemerintah. Seperti salah satunya menghindari kerumunan dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tahapan Pilkada Kabupaten Malang Diundur

Kepala KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. (Toski D).
Kepala KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. (Toski D).

MALANGVOICE – Merabaknya Coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus Corona, di Indonesia, pengaruhi jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang.

“Tahapan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang akhirnya diundur,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Anis Suhartini, belum lama ini.

Menurut Anis, penundaan tahapan pelaksanaan Pilkada tersebut berdasarkan Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (SE KPU RI) No. 8/ Tahun 2020 tentang Penundaan tahapan pilkada dalam upaya penanganan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

“Ini berkaitan dengan upaya bersama-sama pencegahan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Anis, jika berdasarkan SE KPU RI No. 8/ Tahun 2020, ada beberapa tahapan yang dilakukan penundaan oleh KPU Kabupaten Malang.

“Dalam SE tersebut, ada beberapa poin yang ditunda, yaitu tentang pelantikan dan masa kerja Panita Pemungutan Suara (PPS) dan ferifikasi syarat dukungan calon perseorangan,” terangnya.

Untuk itu, tambah Anis, untuk PPS yang sudah dilantik, masa kerjanya akan ditunda, dan yang belum dilantik, pelaksanaannya harus berkordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian setempat.

“Dengan begitu, untuk pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) serta pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih juga ditunda,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Penyebar Hoaks Covid-19 Siap-Siap Ditindak Polisi

Ilustrasi Covid-19 (freepik.com)
Ilustrasi Covid-19 (freepik.com)

MALANGVOICE – Polres Malang bakal menindak tegas siapapun yang dengan sengaja membuat informasi bohong dan membuat masyarakat resah, tentang pandemi coronavirus disease atau Covid-19.

“Siapapun sengaja membuat atau menyebarkan informasi bohong (Hoaks) bakal kami tindak tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Rabu (25/3).

Menurut Hendri, dengan banyaknya informasi bohong atau hoaks yang beredar tentang pandemi Coronavirus disease atau Covid-19 saat ini sangat meresahkan masyarakat.

“Jika kita temukan akun penyebar berita-berita tidak benar sifatnya, bakal kita tindak tegas. Kita akan lakukan penangkapan, kita akan lakukan patroli untuk mencari akun tersebut,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Hendri, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak sampai ikut menyebarkan informasi atau berita-berita yang belum tentu kebenarannya di media sosial sebelum mengonfirmasi kebenarannya.

“Saat ini Kepolisian melakukan pemantauan melalui patroli di sosial media. Sudah ada beberapa penindakan juga yang dilakukan Mabes Polri,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Hendri, jika mengetahui adanya penyebaran berita bohong melalui media sosial, dirinya tak segan-segan untuk menindak sesuai dengan UU ITE.

“Kami akan melakukan pemantauan dan penindakan, ini tidak main-main,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Pemkab Malang Perpanjang Masa Belajar di Rumah Sampai 5 April 2020

Ilustrasi siswa sekolah (Dok. MVoice)
Ilustrasi siswa sekolah (Dok. MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pendidikan memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa mulai jenjang PAUD hingga tingkat SMP di Kabupaten Malang hingga 5 April 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan perpanjangan masa belajar dirumah bagi siswa dilakukan untuk antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) atau virus corona di Kabupaten Malang.

“Kami meminta para siswa untuk belajar di rumah. Perpanjangan ini sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Timur pada 20 Maret 2020, Pemprov Jatim tentang perpanjangan masa belajar siswa di rumah,” ungkap, saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (25/3).

Untuk itu, lanjut Rahmat, Jadwal belajar di rumah bagi peserta didik mulai jenjang PAUD, SD dan SMP yang sedianya berakhir pada tanggal 29 Maret 2020 kini diperpanjang hingga 5 April 2020.

“Selama masa belajar di rumah Kepala sekolah, atau guru melakukan komunikasi secara intensif dengan orang tua atau wali peserta didik untuk memberikan dukungan moral dan spiritual sepenuhnya kepada putra atau putrinya,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Rahmat, berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Makarim, mengeluarkan surat Edaran nomor 4 tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona virus Disease 2019 (Covid-19), dalam SE tersebut menjelaskan tentang pelaksanaan ujian sekolah, kriteria kelulusan, dan kenaikan kelas akan diatur dalam petunjuk teknis tersendiri, tanpa melalui tes tatap muka yang mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas.

“Sedangkan dalam SE tersebut untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) juga dibatalkan,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Komunitas