Dinkes: Masker Scuba Tidak Efektif Cegah Covid-19

Arbani
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyebut, masker jenis scuba tidak memberikan perlindungan berarti terhadap Covid-19.

“Pakai masker jenis scuba tidak cukup. Itu hanya mencegah penularan corona 40 persen saja,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkab Malang,. saat ditemui awak media, Kamis (17/9).

Menurut Arbani, masker jenis scuba saat ini memang sedang populer di masyarakat. Namun, masker scuba tak memberikan perlindungan berarti.

“Memang harganya murah dan bisa dicuci, tapi Scuba tidak direkomendasikan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Arbani, masyarakat diimbau memakai masker medis atau masker kain tiga lapis.

“Jika sudah terlanjur punya Masker jenis Scuba, ya pakailah 3 lapis masker,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Arbani, kebiasaan memakai masker saja tidak bukan cara efektif untuk mencegah penularan Covid-19, namun harus dibarengi dengan penerapan physical distancing, alias jaga jarak dan tak berkerumun, atau makan bersama di kantor, dan di hotel-hotel saat setelah acara rapat.

“Pertemuan-pertemuan di hotel protokol kesehatan harus dipatuhi. Pemberian makanan tidak boleh prasmanan,” pungkasnya.(der)

Pekan depan Kejari Kabupaten Malang Ajukan Kasasi ke MA

Pidsus
Kasi Pidsus Kejari Malang, Agus Hariyono. (Toski D).

MALANGVOICE – Kejari Kabupaten Malang akan ajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang menjatuhkan vonis bebas murni terhadap mantan Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Abdurrachman. Rencananya kasasi diajukan pekan depan.

Abdurrachman sebelumnya menjadi terdakwa atas kasus korupsi dana kapitasi di 39 Puskesmas dengan total sebesar Rp8,3 miliar sejak 2015-2017 lalu.

Saat itu, Abdurrachman menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Kasi Pidsus Kejari Malang, Agus Hariyono mengatakan, pengajuan kasasi tersebut lantaran Kejari tidak puas dengan hasil putusan majelis hakim Tipikor kepada Abdurrachman.

“Kami tidak puas dengan putusan itu, pekan depan kami mengajukan Kasasi ke MA,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Kamis (17/9).

Menurut Agus, pengajuan kasasi tersebut lantaran dalam sidang putusan itu, Majelis Hakim Tipikor menilai wajar atas perilaku penyunatan 7 persen dari dana kapitasi BPJS 39 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Kabupaten Malang yang dilakukan oleh Abdurrachman tersebut.

“Aturan yang dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim itu berdasarkan Perpres, Permenkes dan SK Bupati Malang nomor 188 tentang pemanfaatan dana kapitasi sebesar 70 persen. Sehingga menurut mereka, 63 persen dana kapitasi jaspel (jasa pelayanan) yang terbayar merupakan batasan yang masih wajar,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Agus, majelis hakim juga berpendapat jika terdakwa tidak melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pencairan dana kapitasi yang ditransfer ke masing-masing rekening puskesmas, akan tetapi, menurut majelis hakim nota dinas yang diajukan kepala puskesmas kepada Kadinkes itu merupakan administrasi.

“Tapi lebih jelasnya, nanti kita tunggu pada proses kasasi, saat ini sedang kita pelajari hasil putusan ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdurachman terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana kapitasi BPJS 39 Pondok Kesehatan Desa Kabupaten Malang selama kurun waktu tahun 2015 hingga 2017, tepatnya saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2015, bersama dengan Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang kala itu, Yohan Charles sekitar Rp 8 miliar.(der)

HUT ke-65 Lantas Bhayangkara, Satlantas Polres Malang Gelar Donor Darah

Donor darah Polres Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Lantas Bhayangkara, Satlantas Polres Malang menggelar bakti sosial donor darah yang dilakukan di lapangan Lapangan Tenis Polres Malang, Kamis (17/9).

Kegiatan bakti sosial donor darah ini diikuti oleh personel Polres Malang secara keseluruhan, baik jajaran Polsek, TNI, Satuan Kerja lainnya, Bhayangkari, dan elemen masyarakat lainnya yang bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, Satlantas Polres Malang terus memberikan karya terbaik atau kontribusi kepada masyarakat dengan menggelar donor darah. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan darah,” ungkap Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati, saat dihubungi awak media, Kamis (17/9).

Menurut Diyana, kegiatan bakti sosial donor darah ini dilakukan berkat koordinasi dengan PMI Kabupaten Malang, dan Dokter Kesehatan Polres Malang.

“Kegiatan bakti sosial donor darah ini kami lakukan dalam satu hari ini, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan donor darah, lanjut Diyana, dirinya mengintruksikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran penularan COVID-19. Para petugas dan peserta donor darah tetap menggunakan masker dan sarung tangan untuk menjaga keseterilan.

“Dengan kegiatan bakti sosial donor darah ini diharapkan dapat lebih mendekatkan antara Polantas dengan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, tambah Diyana, jajaran Satlantas Polres Malang, berencana menggelar kegiatan lainnya untuk memperingati HUT ke-65 Lantas Bhayangkara.

“Insya Allah, pada tanggal 22 September nanti, kami juga akan mengadakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat,” pungkasnya.(der)

Mantan Direktur RSUD Kanjuruhan Divonis Bebas, Kejari Bakal Kasasi

Edi
Kejari Kabupaten Malang, Edi Handojo. (Toski D).

MALANGVOICE – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Abdurrahman dikabarkan mendapat putusan bebas dalam sidang tindak pidana Korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Rabu (16/9).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handojo, bakal melakukan langkah hukum atau kasasi terhadap putusan tersebut.

“Benar, dia (Abdurrahman, red) tadi diputus bebas, kami belum tau pertimbangan apa yang membuat hakim memberikan putusan itu (Bebas),” ucapnya, saat ditemui awak media usai launching tim Mobile Covid Hunter, di Polres Malang Rabu (16/9) Malam.

Menurut Edi, dirinya bakal melakukan kasasi pada tersangka Abdurrahman yang telah mendapat putusan bebas murni.

“Kita akan langkah hukum terhadap putusan itu, setelah menerima laporan putusan lengkapnya, kami tentunya ada upaya hukum, yakni kasasi karena putusannya bebas,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Edi, untuk tersangka lainnya, yaitu Yohan Charles yang saat itu menjabat sebagai Kepala bagian keuangan di Dinas Kesehatan Pemkab Malang, saat ini akan dilimpahkan berkas pemeriksaanya.

“Yohan Charles sudah siap dilimpahkan. Bahkan nanti kalau ditemukan indikasi yang lain turut terlibat kita berkas kembali,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menetapkan Abdurachman sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana kapitasi Puskemas, pada Senin (13/1/2020) silam.

Abdurachman merupakan mantan Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang. Selain Abduracman, Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L.

Kedua tersangka adalah dengan memotong dana kapitasi sebesar 7 persen setiap bulan. Praktik itu dilakukan pada tahun 2015 sampai 2017 lalu, pada 39 puskesmas dengan besaran nilai dana kapitasi yang dipangkas total sebesar Rp 8,5 miliar.

Kedua tersangka membagi peran dalam kasus ini. Abdurachman adalah otak utama yang memberikan komando, untuk memerintahkan Yohan Charles untuk memuluskan rencana korupsi.(der)

Polres Malang Luncurkan Tim Mobile Covid Hunter, Buru Pelanggar Prokes

Tim
Suasana Launching Tim Covid Hunter Protokol Kesehatan. (Toski D)

MALANGVOICE – Polres Malang melaunching Tim Covid Hunter Protokol Kesehatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam arahannya menyampaikan, tim Mobile Covid Hunter ini akan menindak masyarakat yang tidak menjalankan Protokol Kesehatan, dan akan bekerja secara mobile.

“Tim Covid Hunter Protokol Kesehatan ini akan memburu warga yang tidak pakai masker, baik di tempat-tempat keramaian seperti cafe, warkop, restauran, dan pasar. Termasuk tempat umum yang tidak menyediakan tempat cuci tangan serta tidak menerapkan physical distancing,” ungkapnya, saat menyampaikan amanah dalam launching tim Mobile Covid Hunter, di lapangan Satya Habprabu, Polres Malang, Rabu (16/9).

Menurut Hendri, dengan adanya tim Mobile Covid Hunter ini diharapkan masyarakat semakin tertib dan tidak melanggar protokol kesehatan, karena yang melanggar akan dikenai tindak pidana ringan (Tipiring) atau penilangan oleh tim Covid Hunter, dan akan dilakukan sidang di tempat.

“Dasar penindakan ini tak lain sesuai dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penerapan Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. Tujuannnya dapat menggugah kesadaran dan rasa jera bagi warga, akan pentingnya disiplin protokol kesehatan,” jelasnya.

Personel yang dilibatkan terdiri dari Satuan Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, jajaran TNI dari Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, dan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, serta Pengadilan Negri Kepanjen.

“Ini bukti keseriusan kami untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Dalam pelaksanaannya tim ini akan dibarengi dengan Operasi Yustisi. Agar bisa memberikan efek jera kepada masyarakat,” pungkasnya.(der)

Puluhan Massa Antar Malang Jejeg Daftar ke KPU Kabupaten Malang

MJ
Bapaslon Malang Jejeg saat akan mendaftar ke KPU Kabupaten Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Pasangan Heri Cahyono (Sam HC)-Gunadi Handoko mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang untuk mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 mendatang.

Bapaslon Perseorangan atau independen yang mengusung tagline Malang Jejeg mendatangi KPU dengan diiringi rebana dari puluhan simpatisannya. Mereka memasuki KPU Kabupaten Malang sekitar pukul 15.42 WIB.

Berbeda dengan Bapaslon lainnya, Malang Jejeg datang dengan kesederhanaannya dan hanya mengenakan pakaian adat Jawa dan Madura, yang dianggap sebagai simbol dua etnis terbesar di wilayah Kabupaten Malang.

“Kami datang sesederhana mungkin, banyak simpatisan Malang Jejeg ingin ikut, tapi kami larang, taati protokol kesehatan,” ungkap Sam HC, saat ditemui sebelum memasuki KPU Kabupaten Malang.

Dalam perjalanan ke KPU Kabupaten Malang, lanjut Sam HC, dirinya datang bersama bakal calon Wakil Bupati (Bacawabup) Malang Gunadi Handoko.

“Sebelum datang ke sini (KPU, red), kami tadi menjalani tes Swab yang dilakukan di Rumah Sakit di Kota Malang, dan hasilnya masih belum keluar,” jelasnya.

Sebagai informasi, Bapaslon Malang Jejeg memastikan diri untuk ikut dalam Pilkada Kabupaten Malang yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang bakal diikuti oleh 3 Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang.

Tiga Paslon tersebut 2 dari partai politik (Parpol) yaitu Paslon HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), dan 1 Pasangan perseorangan Heri Cahyono-Gunadi yang berjorgan Malang Jejeg.(der)

Peduli Pembangunan SAE L’Sima, Sanusi Diberi Penghargaan Menkumham

Penghargaan
Bupati Malang HM Sanusi (kanan) saat menerima penghargaan dari Menkumham Yasonna Hamanongan Laoly. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi, menerima penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamanongan Laoly, atas kepeduliannya pada pembangunan sekaligus pengembangan sarana Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas kelas I Malang (SAE L’sima) dan L’sima Bike Park.

Pemberian penghargaan tersebut, diberikan langsung Menkumham RI Yasonna Hamanongan Laoly saat peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas kelas I Malang (SAE L’sima) dan L’sima Bike Park yang berbeda di Desa Maguan, Ngajum, Rabu (16/9).

“Alhamdulilah capaian ini merupakan hasil kerja keras semua lini di Pemerintahan Kabupaten Malang, kebersamaan dan gotong royong dalam rangka mendukung inovasi kini berbuah hasil,” ungkap Sanusi.

Menurut Sanusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sendiri pernah dinobatkan sebagai kabupaten ramah HAM lewat pelayanan Publik yang diberikan langsung oleh mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla pada tahun 2018.

“Pada tahun 2018, Pemkab Malang dinyatakan sebagai kabupaten ramah HAM lewat pelayanan Publik, dan Alhamdulillah tahun ini (2020) kami peroleh penghargaan lagi,” jelasnya.

Dengan itu, lanjut Sanusi, diharapkan dengan adanya capaian ini dapat dijadikan cambuk semangat bagi semua elemen maupun masyarakat Kabupaten Malang untuk terus bersama-sama bergotong royong memajukan Bumi Arema ini tanpa memandang latar belakang.

“Saya memandang, warga binaan merupakan salah satu komponen masyarakat yang harus mendapat perhatian khusus sebelum kembali ke masyarakat lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas kelas I Malang (SAE L’sima) dan L’sima Bike Park ini, selain untuk asimilasi bagi tahanan yang akan bebas dari masa hukuman, juga akan digunakan sebagai wisata dan Edukasi.(der)

Menkumham RI Resmikan SAE L’Sima dan L’Sima Bike Park di Ngajum

Menkumham
Menkumham RI, Yasonna Hamanongan Laoly saat menandatangani prasasti. (Toski D).

MALANGVOICE – Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas kelas I Malang (SAE L’sima) dan Lsima Bike Park diresmikan langsung Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamanongan Laoly, Rabu (16/9).

SAE L’sima yang berada di Desa Maguan, Ngajum ini merupakan tempat untuk asimilasi bagi tahanan yang akan bebas dari masa hukuman, juga akan digunakan untuk sarana wisata edukasi, serta lintasan sepeda gunung.

Dalam kesempatan ini, Menkumham RI Yasonna Hamanongan Laoly mengapresiasi warga binaan Lapas Kelas I Malang yang juga ikut berkontribusi dalam pembangunan SAE L’Sima, dengan begitu, warga binaan L’sima ini memiliki potensi saat bebas nantinya.

“Anak-anak kita yang ada dalam Lapas adalah orang-orang yang potensial. Ini untuk mengangkat derajat warga binaan, agar diterima masyarakat kembali,” ungkapnya saat memberikan sambutan, Rabu (16/9).

Untuk itu, lanjut Yasonna, perlu adanya dukungan dari semua pihak, agar pada saat bebas nantinya, warga binaan dapat kembali ke kehidupan masyarakat dengan membawa bekal ketrampilan yang mumpuni.

“Warga binaan di sini diberikan pelajaran agar bisa berkompetisi di masyarakat global. Asimilasi merupakan kesempatan, tidak semua warga binaan bisa mendapatkan kesempatan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Krismono menyampaikan, selain sebagai tempat untuk melatih keterampilan warga binaan, SAE L’Sima juga akan dikembangkan sebagai tempat wisata.

“Proses pembangunan masih terus berlangsung. SAE L’Sima dibuat suatu terobosan terintegrasi, antara program asimilasi dan kegiatan olahraga. Ditunjang dengan pemandangan bukit dan lembah di kaki Gunung Kawi. Sesuai arahan bapak Menteri Hukum dan HAM, program ini bertujuan agar warga binaan memiliki ketrampilan dan diterima masyarakat setelah bebas nanti, akan mendapat kehidupan yang lebih baik, karena telah memiliki ketrampilan dan bisa hidup mandiri,” pungkasnya.(der)

Penuhi Permintaan Pasar, GrabKitchen Perluas Jaringan ke Malang

Ilustrasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – GrabKitchen memperluas jaringannya dengan membuka dua kota baru, yakni Malang dan Makassar. Ini merupakan jawaban dari permintaan pasar dan peluang berbisnis dengan risiko rendah.

GrabKitchen menawarkan peluang kepada mitra merchant untuk mengembangkan bisnis mereka dengan biaya dan risiko rendah, serta akses langsung untuk menjangkau lebih banyak konsumen lewat pemanfaatan teknologi. Saat ini, GrabKitchen telah bermitra dengan lebih dari 200 brand di Indonesia dimana 60 persen diantaranya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan memanfaatkan data dari aplikasi Grab, seperti riwayat pesanan dan santapan yang sering dicari di GrabFood, serta data dari riset konsumen, Grab mengidentifikasi area dengan permintaan terhadap hidangan dan brand yang belum memenuhi selera konsumen yang tinggal dan bekerja di daerah tersebut.

Tiga fasilitas GrabKitchen terbaru berlokasi strategis di Daeng Tata dan Batua di Makassar dan Tlogomas di Malang untuk memenuhi selera pasar yang belum terpenuhi dan menghadirkan mitra merchant terpilih dengan kinerja terbaik yang menyajikan hidangan lokal dan internasional.

Di Malang sudah ada 11 gerai yang siap dengan sajiannya masing-masing. Sedangkan di Makassar ada 10 restoran yang tersedia.

Dengan fitur ‘All-in-One’, pelanggan dapat memesan semua menu hidangan yang ingin mereka nikmati dari berbagai mitra merchant yang berada di satu lokasi GrabKitchen dan menggabungkannya dalam sekali pengiriman dan pembayaran.

Sai Alluri, Regional Head of GrabKitchen, mengatakan, Konsumen saat lebih ini sering membeli makanan secara online, artinya bisnis F&B harus terus mempercepat digitalisasi dan memperkuat visibilitas mereka secara online.

“GrabKitchen adalah cara kami memberdayakan usaha lokal berskala kecil dan brand-brand populer di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka secara digital dengan investasi awal yang terbatas. Ekspansi GrabKitchen ke dua kota baru ini memberi mitra merchant solusi tambahan untuk menjangkau pelanggan baru dan memberikan kenyamanan dan lebih banyak pilihan makanan berkualitas tinggi untuk para pengguna Grab,” ujar Sai Alluri.

Tak hanya itu, GrabKitchen juga memberi apresiasi kepada mitra merchant yang telah menunjukkan kreativitas, dedikasi, serta semangat kewirausahaan dan inovasi.

Selain itu, mitra merchant yang mencatat penjualan tertinggi dari April hingga Juni di kota masing-masing juga dinobatkan dengan sejumlah penghargaan. Sebanyak 16 penghargaan diberikan pada acara yang digelar secara virtual pada Senin, 31 Agustus lalu.

“Kami ingin berterima kasih kepada para mitra merchant dan pelanggan kami atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama ini. Upaya kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus memanfaatkan data guna membantu para mitra merchant mengoptimalkan bisnis mereka, mencapai potensi pendapatan baru, menangkap peluang dari permintaan pasar yang belum terpenuhi, dan meraih sukses bersama meski dalam tempaan masa sulit ini,” kata Sai.(der)

Dinyatakan Penuhi Syarat Dukungan, Sam HC: Aku Biasa Biasa Ae

Malang Jejeg
Bacabup Malang, Heri Cahyono saat menerima berkas. (Toski D).

MALANGVOICE – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Malang dari jalur perseorangan, Heri Cahyono (Sam HC)-Gunadi Handoko, dipastikan mengikuti Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Kepastian tersebut, usai rekapitulasi verifikasi faktual (verfak) perbaikan pasca putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang.

Paslon yang mengusung jargon Malang Jejeg akhirnya memenuhi kekurangan sekitar 14 ribu dukungan sebagai syarat lolos menjadi peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Dalam verfak tersebut, dihadiri Komisioner KPU Kabupaten Malang, Komisioner Bawaslu Kabupaten Malang dan Bapaslon Malang Jejeg.

Bacabup Malang Heri Cahyono menanggapi atas hasil yang memutuskan Malang Jejeg lolos pada Pilkada Kabupaten Malang dengan biasa saja.

“Aku biasa-biasa ae (saya biasa-biasa saja). Tidak ada yang perlu digembirakan,” tegas pria yang akrab disapa Sam HC, saat ditemui usai rekapitulasi.

Menurut Sam HC, setelah ini, dirinya akan mempersiapkan syarat-syarat administrasi untuk mendaftarkan diri sebagai Cabup-cawabup Malang.

“Selanjutnya akan test Swab sebagai persyaratan pendaftaran,” tegasnya.

Sebagai informasi, dengan begitu, Pilkada Kabupaten Malang yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang bakal diikuti oleh 3 Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang.

Tiga Paslon tersebut 2 dari partai politik (Parpol) yaitu Paslon HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), dan 1 Pasangan perseorangan Heri Cahyono-Gunadi yang berjorgan Malang Jejeg.