Kondisi Perawat Korban Pembakaran Sudah Mulai Membaik

RS Hasta Husada, tempat Eva dirawat. (Toski D)

MALANGVOICE – Kondisi korban pembakaran perawat, Eva Sofiana Wijayanti (33) oleh orang tidak dikenal saat bekerja di Klinik Bunga Husada, dusun Panggang Lele, Desa Arjowilangun, Kalipare kini mulai membaik.

Humas RS Hasta Husada, Edi Wahyudi menjelaskan, keadaan Eva sudah stabil, saat ini sudah berada di ruang rawat inap Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada, Kepanjen.

“Kondisinya mulai membaik dari operasi pertama kemarin. Sekarang sudah di ruang rawat inap dan sudah stabil, tapi masih belum bisa dijenguk,” ucapnya, Selasa (11/5).

Baca Juga: Koordinasi dengan Keluarga Korban, Polisi Cari Motif Pelaku Pembakar Perawat Kalipare

Baca Juga: Berbekal Video CCTV, Polisi Identifikasi Pelaku Pembakar Perawat Cantik di Kalipare

Menurut Edi, meski berangsur stabil, namun saat ini Eva belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, lantaran masih dalam keadaan trauma.

“Masih trauma jadi sulit untuk diajak bicara jadi belum bisa, kami lindungi kondisi pasien,” tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny K Baralangi mengatakan, dalam perkara ini, kesaksian Eva sangat diperlukan karena sebagai kunci untuk menemukan pelaku pembakaran tersebut. Numun, hingga saat ini jajaran Satreskrim Polres Malang telah memeriksa lima orang.

“Jadi bisa jadi saksi korban bisa menjadi kunci, tapi sampai saat ini belum bisa diminta keterangan. Untuk pelaku dan motifnya masih belum diketahui,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Donny, dirinya juga akan meminta bantuan keluarga Eva untuk meminta keterangan.

“Ya nanti kalau masih trauma. Kami minta bantuan ke keluarga,” tukasnya.

Sebagai informasi, kasus tersebut bermula saat itu (Senin 3/5) lalu, Eva bekerja di kliniknya yang terletak Kecamatan Kalipare.

Tiba-tiba ada seorang lelaki mengendari sepeda motor Honda Beat yang mendatangi klinik tersebut, dan menghujani badan Eva dengan bensin lalu membakarnya. Lelaki misterius itu pun langsung meninggalkan tempat tanpa jejak.(der)

PSK di Eks Lokalisasi Girun Bakal Diberi Pelatihan Menjahit dan Memasak

Kepala Dinas Sosial, Pemkab Malang, H. Nur Hasyim. (Toski D)

MALANGVOICE – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal beri pelatihan menjahit dan memasak bagi wanita mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) eks lokalisasi Girun Gondanglegi.

“Kami akan memberi pelatihan menjahit dan juga memasak. Itu bentuk tanggungjawab kami (Pemkab Malang, red) untuk nasib mereka,” ucap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Malang, H.Nur Hasyim, Selasa (11/5).

Menurut pria yang akrab di sapa Abah Hasyim mengatakan, untuk pelatihan tersebut, Pemkab Malang akan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Tehnik Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Madiun.

Saat ini Dinsos Pemkab Malang masih melakukan pendataan terhadap para PSK di eks lokalisasi tersebut.

“Saat ini masih kami data, kebanyakan mereka (PSK, red) sudah pulang. Nanti kalau selesai lebaran kami akan beri pelatihan,” tegasnya.

Sebagai informasi, di pemberitaan sebelumnya, Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, telah mengambil langkah untuk menertibkan 23 bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.600 m², usai memberikan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali kepada pemilik bangunan tersebut.(der)

Andreas Eddy Apresiasi Masyarakat Patuhi Larangan Pemerintah Tidak Mudik Lebaran

Penyerahan bantuan paket sembako dari anggota DPR RI - Fraksi PDI Perjuangan Ir Andreas Eddy Susetyo kepada masyarakat di Malang Raya. (istimewa)

MALANGVOICE – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ir Andreas Eddy Susetyo, mengapresiasi masyarakat yang patuhi larangan pemerintah agar tidak melaksanakan mudik lebaran tahun ini.

Memilih tidak mudik ini dianggap sangat membantu pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.

Andreas Eddy mengatakan, kasus lonjakan gelombang Covid-19 di India menjadi pelajaran bagaimana pergerakan massal sangat dibatasi agar hal serupa tidak terjadi di Indonesia.

“Kita harus belajar dari kasus di India yang sekarang mengalami pandemi gelombang kedua, itu jauh lebih mengerikan dibanding gelombang pertama. Pemerintah kewalahan menangani pasien maupun warga meninggal akibat Covid-19 yang katanya varian baru yang lebih ganas,” tegas Andreas di sela-sela kegiatan Aksi Gotong Royong Lawan Covid-19, di Malang Raya.

Andreas mengingatkan masyarakat tertib menjaga protokol kesehatan dengan baik. Selagi program vaksinasi terus berjalan dari pemerintah, masyarakat harus ikut mendukung dengan mengendalikan pandemi dari diri sendiri.

“Jangan pernah kendor. Upaya pemerintah ini tidak akan membuahkan hasil seperti diharapkan tanpa ada dukungan dari masyarakat dengan cara mematuhi prokes,” ujarnya.

Wakil rakyat dari Dapil Jatim V (Malang Raya) ini juga memberikan paket bantuan sembako kepada masyarakat Malang sebagai apresiasi tidak mudik. Semua dikemas dalam kegiatan Aksi Gotong Royong Lawan Covid-19 yang didukung Bank Indonesia.

Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat selama pandemi.

“Bantuan ini semoga bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Sekaligus sebagai bingkisan Lebaran bagi umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah beberapa hari mendatang,” tandasnya.(der)

Dukung Pemulihan Gempa Kabupaten Malang, Bakti BCA Salurkan Donasi

Penyaluran donasi kepada BPBD Kabupaten Malang untuk korban gempa. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Social Responsibility Bakti BCA tergerak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Malang.

Donasi tersebut diserahkan melalui dua jalur yang berbeda, pertama adalah melalui BPBD Kabupaten Malang dan Posko Kelurahan Desa Pamotan-Dampit. Adapun penyerahan donasi melalui BPBD dilakukan di BCA KCU Malang yang diserahkan Kakanwil VII Malang Weminto Suryadi dan Kepala KCU Malang Chen Lin Andrew kepada perwakilan BPBD Kab Malang pada Rabu (05/05).

Baca Juga: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Dapat Batuan Pemerintah Rp 50 Juta

Sementara itu bantuan lainnya diserahkan langsung ke Tim Posko Bantuan Gempa Desa Pamotan yang diberikan Kepala BCA KCP Dampit Henny Agustina.

“Segenap keluarga besar BCA turut prihatin dan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas bencana alam gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu, bahkan masih sempat dirasakan sejumlah gempa susulan. Sebagai saudara setanah air pastinya sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. BCA sebagai institusi perbankan yang erat berhubungan dengan masyarakat menyadari hal tersebut dan mengulurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Weminto Suryadi, Kakanwil VII Malang.

Bentuk bantuan yang disampaikan Bakti BCA bagi masyarakat terdampak gempa adalah sembako berupa 2.75 ton beras yang dapat dibagi kepada sejumlah daerah terdampak gempa. Selain itu untuk bantuan lainnya yang diserahkan untuk membantu pemulihan bangunan yang terdampak bencana gempa adalah 150 terpal. Bantuan terpal ini dapat digunakan untuk membangun tempat tinggal sementara.

“Bantuan yang disampaikan oleh Bakti BCA diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudari kita yang tertimpa bencana. Kita sama-sama berharap ke depannya agar keadaan semakin membaik. Semoga masyarakat yang terdampak,dapat segera pulih dan beraktivitas normal kembali,” tutup Weminto.(der)

Cak Udin Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Larangan Mudik

Pemberian bantuan sembako ke masyarakat. (Istimewa)

MALANGVOICE – Anggota DPR RI Dapil Malang Raya M Hasanuddin Wahid mengajak masyarakat mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran.

Untuk menyukseskan program itu, Cak Udin, sapaan akrabnya memberikan apresiasi kepada warga yang tidak mudik dan tetap stay di Malang dengan memberi bantuan sembako. Total ada 10 ribu sembako yang dibagikan mulai Kamis (6/5) hingga Senin (10/5) mendatang.

Kami kerahkan semua tim di dapil untuk mendata masyarakat yang membutuhkan dan mereka yang patuh tidak mudik, kami juga beri bantuan,” kata Cak Udin, Ahad (9/5).

Kebijakan larangan mudik ini dirasa memang perlu diperhatikan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Diketahui, pandemi Covid-19 di Indonesia belum dinyatakan selesai.

Sebagai gantinya, Cak Udin menyarankan silaturahmi tetap digelar menggunakan platform digital. Meski berbeda dengan silaturahmi langsung, namun makna dari silaturahmi itu tidak hilang.

“Silaturahmi tahun ini memang sangat berbeda. Kita bisa memanfaatkan live streaming atau video call untuk mengobati kerinduan kita dengan keluarga di kampung halaman kita,” ujarnya.

Sekjen DPP PKB itu menegaskan, dengan suksesnya larangan mudik ini ia berharap tingkat penyebaran Covid-19 menurun dan memulihkan perekonomian di Indonesia.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan saling mencintai sesama. Satu persoalan yang sedang kita hadapi bersama adalah Covid-19. Cara melawanya harus dengan gotong royong dan kekompakan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, bantuan serupa juga diberikan Cak Udin bersama relawan kepada korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang. Bantuan tersebut diberikan langsung dan diharapkan mampu mempercepat pemulihan pasca bencana.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

PT KAI Persilakan Pemkab Malang Kelola Lahan Eks Lokalisasi Girun

Eks lokalisasi Girun. (Toski D).

MALANGVOICE – Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) mempersilakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memanfaatkan lahan eks lokalisasi Girun untuk kepentingan masyarakat luas.

Deputi Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Maryanto mengatakan, lahan seluas 2.600 m² tersebut berada di Desa Gondanglegi Wetan, Gondanglegi, saat ini (Sabtu 8/5) sedang dilakukan pembongkaran puluhan bangunan yang berdiri di lahan aset milik PT KAI.

“Kita silakan Pemkab Malang ingin manfaatkan, tentu butuh komunikasi intens ya, kan lahan disini menjadi aset aktiva tetap PT KAI. Makanya jika ingin dimanfaatkan kan perlu diurus segala urusan administrasinya,” ucapnya, Sabtu (8/5).

Menurut Maryanto, PT KAI mensupport Pemkab Malang untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut. Dan dalam hal ini, untuk pemanfaatan lahan tersebut, PT KAI lebih kepada faislitator lahan.

“Sementara ini, belum ada pengajuan. Tentu akan ada komunikasi lebih lanjut. Tapi, untuk pengembangan dari kami (PT KAI) sendiri masih belum. Jadi sebenarnya lebih kepada kebutuhan Pemda, yang tahu kebutuhannya kan Pemda juga. Mau dimanfaatkan seperti apa oleh Pemda. Yang penting tidak keluar dari aturan yang ada,” tegasnya.

Sebagai informasi, lahan tersebut sudah lama dikenal sebagai lokalisasi Girun. Keberadaannya sebagai bisnis esek-esek pun juga sempat membuat keresahan sejumlah pihak. Dan pada tahun 2017 lalu, lokalisasi tersebut sudah secara resmi ditutup dan dilarang beroperasi. Namun kenyataanya, praktik bisnis esek-esek masih berlangsung secara terselubung.

Hingga akhirnya, PT KAI mengambil langkah untuk menertibkan 23 bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.600 m² tersebut. Dan sebelum melakukan pembongkaran, PT KAI juga sudah mengirimkan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali kepada pemilik bangunan.

Pembongkaran tersebut juga dilakukan berdasarkan surat putusan dari Perda Kabupaten Malang Nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Keputusan Bupati Malang Nomor 2 tahun 2004 tentang Larangan Penyelenggaraan Perjudian dan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang, dan Instruksi Bupati Malang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Larangan Beroperasi Bagi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang.(der)

PT KAI Daop 8 Tertibkan Bagunan Eks Lokalisasi Girun Gondanglegi

Proses pembongkaran bangunan esk Lokalisasi Girun. (Toski D).

MALANGVOICE – PT KAI Daop 8 Surabaya akhirnya menertibkan bangunan liar di lintas non operasi atau jalur non aktif di Gondanglegi, yang merupakan bekas (eks) Lokalisasi Girun, Sabtu (8/5)

Pembongkaran dilakukan tim gabungan dari PT KAI Daop 8, Satpol PP, TNI, Polisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Muspika Gondanglegi dan sejumlah ormas, yang berjumlah total ada 350 personel.

Apel pasukan sebelum pembongkaran. (Istimewa).

Dalam penertiban dan pembongkaran tersebut, setidaknya ada 3 backhoe yang dioperasikan untuk membongkar bangunan di eks lokasi Girun tersebut, yang diketahui ada sebanyak 23 bangunan berdiri di tanah seluas 2.600 m² milik PT KAI.

Dalam rilisnya, Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menyampaikan, bangunan tersebut berdiri tanpa ada kerja sama kontrak pemanfaatan lahan dengan PT KAI. Apalagi, bangunan liar tersebut juga digunakan sebagai tempat prostitusi.

“Sebelum ditertibkan pemilik bangunan sudah disosialisasikan rencana penertiban,” katanya.

Menurut Luqman, PT KAI sebelumnya sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada penghuni yang menempati bangunan liar tersebut.

“Kami sudah berikan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2 dan SP3 kepada pemilik bangunan terkait kegiatan penertiban ini. Kami juga kordinasi dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pelaksanaan penertiban ini, lanjut Luqman, dilakukan atas dasar surat putusan dari Perda Kabupaten Malang Nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Keputusan Bupati Malang Nomor 2 tahun 2004 tentang Larangan Penyelenggaraan Perjudian dan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang, dan Intruksi Bupati Malang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Larangan Beroperasi Bagi Pekerja Seks Komersial di Wilayah Kabupaten Malang.

“Masyarakat sangat mendukung upaya kami ini. Pembongkaran ini juga salah satu upaya mewujudkan Kecamatan Gondanglegi menuju kota santri,” terangnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tempat eks lokalisasi tersebut sebelumnya sudah pernah secara resmi ditutup pada tahun 2017.

Namun ternyata, praktik bisnis esek-esek masih ditemui. Pihak PT KAI selaku pemilik sah atas aset tersebut juga telah memberikan peringatan beberapa kali kepada pemilik bangunan.

Untuk proses penertiban berjalan lancar dan tidak ada penolakan lantaran telah dilaksanakan sosialisasi oleh PT KAI dan Muspika Gondanglegi kepada penghuni.(der)

PWI Malang Raya Berdonasi ke Ponpes Tanwirul Qulub

Suasana PPAI Ponpes Tanwirul Qulub (Toski D)

MALANGVOICE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya memberikan donasi ke Ponpes Tanwirul Qulub di Desa Ngijo, Karangploso, Jumat (7/5).

Donasi tersebut diberikan berupa uang tunai untuk anak yatim piatu di Ponpes Tanwirul Qulub, yang diserahkan Direktur LPW PWI Malang Raya, A Haji bersama Dedik S yang juga merupakan pengurus PWI Malang Raya. Mereka mewakili Ketua PWI Malang Raya, Cahyono yang berhalangan hadir.

Di kesempatan tersebut, Pengasuh Ponpes Tanwirul Qulub, Ngijo, Gus Imam Syafii mengucapkan terima kasih kepada pengurus PWI Malang Raya.

“Alhamdulillah, donasi ini sangat berharga buat kami,” ucapnya.

Penyaluran donasi. (istimewa).

Sebab, lanjut Gus Imam, dengan adanya donasi yang diberikan organisasi profesi wartawan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan 47 santri yang diasuh Ponpes Tanwirul Qulub ini, mengingat para santri yang nyantri dan sekolah secara gratis, mulai dari biaya hidup dan pendidikan mereka ditanggung oleh pihak Ponpes.

“Bantuan dari PWI Malang Raya ini sungguh sangat luar biasa. Semoga semua anggota dan pengurus PWI Malang Raya selalu dikaruniai keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin,” katanya, sembari mendoakan.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono berharap donasi dari PWI Malang Raya itu bisa sedikit meringankan biaya untuk Ponpes Tanwirul Qulub.

“Donosi itu hanya sekedarnya, para anggota PWI Malang Raya ingin ikut meringankan beban mereka, apalagi di masa pandemi ini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Cahyono, para anggota PWI Malang Raya ingin memberikan bantuan sekedarnya bagi para santri di Ponpes yang ada di tengah sawah tersebut yang memiliki sekitar 47 anak yatim piatu dan dari keluarga kaum dhuafa. Karena, mereka membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

“Kami berharap, dengan donasi ini bisa menginspirasi atau mengetuk hati para dermawan yang ada di Malang Raya agar mau memberikan donasi dan para santri bisa menimba ilmu dengan baik di Ponpes tersebut,” tukasnya.(der)

Penyekatan Hari Kedua, Ratusan Kendaraan Putar Balik di Jalur Malang-Kediri

Bupati Malang H.M Sanusi saat memeriksa KTP Pengendara mobil. (Istimewa).

MALANGVOICE – Pelaksanaan penyekatan larangan mudik 2021 di hari kedua, terdapat 220 kendaraan yang harus putar balik lantaran tidak memenuhi syarat perjalanan serta tidak membawa dokumen lengkap.

Ratusan kendaraan tersebut terjaring razia di pos penyekatan di jalur Kabupaten Malang-Kediri, yang dipimpin langsung Bupati Malang H.M Sanusi, Jumat (7/5) di Kecamatan Kasembon Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memonitor jajarannya yang bertugas di Kecamatan Kasembon yang berbatasan langsung antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Kediri.

“Kalau sampai tadi malam ada 150 kendaraan luar kabupaten Malang dan wilayah aglomerasi yang dilakukan penyekatan, dan ditambah 70 kendaraan sampai siang tadi jadi totalnya ada 220,” ucapnya, saat ditemui awak media, Jumat (7/5).

Menurut Catur, ratusan kendaraan yang terjaring penyekatan tersebut langsung disuruh putar balik, dan mereka beralasan macam-macam, mulai dari yang ingin mudik sampai tidak lengkapnya dokumen kendaraan yang ditumpangi.

“Alasan mereka macam macam, ada yang ingin mudik, dan ada yang dokumennya tak lengkap, jelas kami suruh putar balik, karena yang boleh masuk wilayah aglomerasi Malang Raya hanya yang membawa surat izin kerja dari intansinya ataupun kebutuhan darurat lainnya,” jelasnya.

Padahal, lanjut Catur, sosialisasi sudah rutin dilakukan sebelum pemberlakuan hari H penyekatan mudik lebaran 2021 yang sudah dimulai dari kemarin, Kamis (6/5) sampai tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

“Sosialisasi sudah gencar kami lakukan, mulai dari TV, media cetak, online, sosmed hingga radio untuk kawasan ini (Kabupaten Malang-Kabupaten Kediri),” terangnya.

Selain itu, tambah Catur, Polres Batu juga mengantisipasi adanya upaya penyelundupan penumpang di mobil truck.

“Kalau ada kendaraan truck yang lewat, dan tampak mencurigakan pasti langsung kita stop, kan keliatan, kita suruh buka badan trucknya, ada orang atau tidak, karena dikondisi seperti ini, semakin dilarang mudik, masyarakat semakin kreatif, ntah bagaimana caranya mereka akan berpikir tetap akan mudik,” tukasnya.(der)