12.000 Personel Gabungan Dilibatkan dalam Pengamanan Pilbup Malang

Forkompinda saat memeriksa Kesiapsiagaan pasukan.(Toski D).

MALANGVOICE – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, untuk mengamankan jalannya Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang, yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Apel kesiapsiagaan dan simulasi pelaksanaan Pilbup Malang 2020 tersebut, melibatkan sebanyak 12.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Linmas, BPBD Pemkab Malang, dan PMI Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyampaikan, dalam pengamanan jalannya Pilbup 2020 ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, di sebelumnya hanya dilakukan pengamanan potensi kerawanan potensi kamtibmas, dan saat ini ditambah dengan pengamanan protokol kesehatan.

“Jadi karena ini hal yang baru, maka harus disimulasikan dengan jajaran yang turut dalam pengamanan nanti,” ungkapnya, saat ditemui awak media, usai Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, di Stadion luar Kanjuruhan, Kepanjen, Jum’at (27/11).

Dalam pengaman itu, lanjut Hendri, setiap jajaran yang terlibat harus mengerti dalam pengawasan protokol kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan disetiap TPS nantinya akan dibatasi tidak lebih dari 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Simulasi kali ini dilakukan agar jajaran petugas keamanan pilkada harus bisa mengarahkan pemilih untuk cuci tangan, cek suhu, dan jaga jarak,” jelasnya.

Menurut Hendri, bagi calon pemilih yang suhunya di atas 37 derajat celsius, maka akan disedikan bilik khusus. Serta setiap pemilih harus menggunakan sarung tangan saat mencoblos.

“Hal itulah nanti akan dipantau oleh jajaran kami,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Hendri, dalam pelaksanaan Pilbup Malang nanti, dirinya menerjunkan petugas pengamanan sebanyak sekitar 12 ribu anggota Linmas, yang akan bertugas di 4999 TPS.

“Setiap TPS paling tidak ada dua anggota Linmas. Jika TPS masuk dalam kategori rawan maka akan ditambah 1 anggota TNI dan 2 anggota Polri. Begitu terus akan bertambah jika tingkat kerawanannya semakin tinggi alias sangat rawan,” tukasnya.(der)

Mendes PDTT Perbolehkan Desa di Kabupaten Malang Dirikan BUMDesma

Mendes PDTT,.Abdul Halim Iskandar. (Toski D).

MALANGVOICE – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mempersilakan Desa-desa di Kabupaten Malang mendirikan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

“BUMDesma ini tidak ada zonasinya. Misalnya, desa di Kabupaten Malang bisa saja bekerja sama dengan desa di NTT itu boleh, yang penting saling menguntungkan,” ungkapnya, saat ditemui awak media usai mengikuti acara Konsultasi Publik Rancangan PP Tentang BUMDES dan sosialisasi Permendes PDTT nomor 13 tahun 2020, tentang Prioritas penggunaan DD Tahun 2021, di Pendopo Panji, Kepanjen, Jumat (27/11).

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini menjelaskan, dengan adanya BUMDesma ini diharapkan dapat memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi di masyarakat antar desa.

“Dengan adanya BUMDesma dapat mengefektifkan peredaran komiditas antar desa yang terlibat dalam BUMDesma dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Gus Mentri, dengan dibukanya peluang membentuk BUMDesma tersebut, dapat membuka peluang usaha yang dapat di akomodir melalui BUMDesma.

“Jadi, seumpama ada komoditas di Malang ini yang dibutuhkan disana (NTT, red), dan sebaliknya dapat terakomodir secara efektif dan ekonomis,” terangnya.

Sebab, tambah Gus Menteri, terbentuknya BUMDesma tersebut, lantaran dalam satu desa tidak diperbolehkan membentuk BUMDes lebih dari satu, dan BUMDes itu hanya diperbolehkan membuat unit usaha lembaga pengelolaan keuangan desa dan unit usaha mekanisasi pertanian mulai dari hulu ke hilir, hal tersebut diperbolehkan

“Satu desa hanya boleh ada satu BUMDes. Jadi satu desa hanya punya satu BUMDes. Tapi, Pemerintah Desa (Pemdes) diberikan keleluasaan dengan membuat unit usaha sebanyak-banyaknya, dan berada dibawah naungan BUMDes,” tandasnya.(der)

Tertarik Program Sektor Perikanan, Relawan Nelayan Bangkit Sepakat Menangkan Bu Nyai

Relawan nelayan Bangkit. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dukungan demi dukungan terus mengalir ke Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Nomor Urut Dua, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (Ladub).

Kali ini para nelayan yang menamakan diri “Relawan Nelayan Bangkit” di Kawasan Sendang Biru, kompak mendukung Paslon Ladub.

Dukungan relawan tidak main-main. Mereka bahkan turut berkampanye sambil membagikan ikan laut sebagai tambahan nutrisi keluarga kepada masyarakat.

“Kami Nelayan satu suara mendukung Pasangan Bu Nyai Lathifah dan Pak Didik di Pilkada Malang dan kami segenap tenaga siap memenangkan Ladub,” kata Koordinator Relawan Nelayan Bangkit, Imam Syafi’i.

Ia mengatakan program Bu Nyai dan Pak Didik dalam memajukan sektor perikanan dinilai cukup realistis. Apalagi Paslon Ladub dalam Debat Publik Terbuka jelas akan menjadikan bahan olahan ikan menjadi salah satu ikon di Kabupaten Malang.

“Program beliau sangat cocok dengan harapam nelayan dan kami bakal memenangkan Bu Nyai dan Pak Didik,” imbuhnya.

Terpisah, Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib, mengucapkan Terima kasih kepada nelayan yang sudah mendukung Paslon Ladub di Pilkada Malang.

“Kami sudah melakukan kajian dengan melibatkan ahli terkait bagaimana memajukan sektor perikanan di Kabupaten Malang. Insya Allah amanah dan harapan para nelayan akan kami realisasikan jika diamanahi menjadi Kepala Daerah Kabupaten Malang,” kata Bu Nyai.(der)

DD Tahun 2021 Fokus untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan SDM

Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. (Toski D).

MALANGVOICE – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengatakan, prioritas DD tahun 2021 adalah pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Penggunaan DD Tahun depan difokuskan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi desa dan percepatan peningkatan SDM di desa. Jadi, DD itu bisa digunakan untuk apa saja, asal untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM,” ungkap mantan ketua DPRD Jawa Timur ini, saat melakukan kunjungan kerja, dalam Konsultasi Publik Rancangan PP Tentang BUMDES dan sosialisasi Permendes PDTT nomor 13 tahun 2020, tentang Prioritas penggunaan DD Tahun 2021, di Pendopo Panji, Kepanjen, Jumat (27/11).

Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Menteri ini meminta kepala desa merancang pembangunan yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“SDGs Desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang tujuan pencapaian pembangunan nasional berkelanjutan atau SDGs Nasional. SDGs adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat,” tukasnya.(der)

BPF Tawarkan Program Keuntungan Investasi di Akhir Tahun

Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures Malang, Andri. (Istimewa).

MALANGVOICE – PT Bestprofit Futures (BPF) tawarkan program investasi di akhir tahun yang diberi nama window dressing (WD) untuk para investor yang ingin berburu keuntungan.

Pimpinan Cabang PT Bestprofit Futures Malang, Andri mengatakan, dengan adanya window dressing ini diperkirakan akan mempengaruhi harga saham-saham unggulan (Blue Chips) yang akan menguat secara serentak, terutama kumpulan saham-saham yang ada di Index Hangseng (HKK) dan Nikkei (JPK) untuk bursa di luar negeri atau investasi di perdagangan berjangka.

“WD ini dipastikan dapat mempercantik laporan keuangan atau portofolio investasi di perusahaan. Untuk itu, investor jangan sampai melewatkan momen WD, karena dapat memberikan keuntungan maksimal,” ucapnya.

Sebab, lanjut Andri, portofolio investasi yang berpeluang menghasilkan cuan saat momen window dressing merupakan saham-saham unggulan (Blue Chips) yang memiliki kapitalisasi besar. Akan tetapi, dirinya berpesan, untuk mendapatkan keuntungan besar saat momen window dressing, selain memilih investasi yang tepat, Investor harus cermat dalam mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental pada produk investasi yang dipilih.

“Pada momen WD, index Hangseng dan Nikkei termasuk dalam kategori saham unggulan (Blue Chip) mengalami pertumbuhan mencapai di atas 10-30 persen dalam satu hari perdagangan bursa,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Andri, untuk produk Derivatif Emas dinilai masih menjadi investasi yang relevan di tengah gejolak pasar. Lantaran harga emas diyakini masih memiliki ruang untuk bergerak terus naik ke harga yang lebih tinggi.

“Untuk harga emas berjangka pada bulan Desember 2020 atau akhir tahun ini, diprediksi akan menguat 0,09% di level US$1.956,60 per troy ounce. Sementara itu harga Emas pada pasar spot diprediksi menguat 0,12% di level US$1.949,13 per troy ounce. Untuk itu peluang investor memperoleh cuan pada produk derivatif emas juga cukup besar,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada momen window dressing tahun ini bertepatan dengan dimulainya distribusi vaksin Covid-19 di berbagai negara di dunia.

Untuk itu invetor disarankan harus tetap berhati-hati saat bertransaksi di pasar modal, namun menjadi momentum cukup bagus bertransaksi di pasar keuangan seperti produk derivatif emas, index hangseng (HKK), index Nikkei (JPK) dan Forex (mata uang asing), karena fluktuasi harga pada saat momen window dressing cukup menjanjikan.

Sebab pada produk derivatif di pasar keuangan berjangka, investor bisa mendapatkan profit dengan memiliki 2 (dua) arah transaksi yaitu posisi beli (open buy) dan posisi jual (open sell).(der)

Bangkitkan UMKM, PJT I Gulirkan Program Relaksasi Modal dan Pelatihan Online

Petugas PJT I saat meninjau hasil UMKM binaan. (Istimewa).

MALANGVOICE – Mendukung program pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19, Perum Jasa Tirta (PJT) I menggulirkan sejumlah program bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Perusahaan Perum Jasa Tirta I, Samsul Hidayat mengatakan, untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional termasuk diantaranya dukungan di sektor UMKM ditengah Pandemi Covid-19 ini, Perum Jasa Tirta I (PJT I) turut berkontribusi memberikan suntikan modal berbunga ringan serta program relaksasi pengembalian pinjaman selama 1 tahun.

“Dengan adanya program relaksasi bagi pelaku UMKM binaan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka ditengah masa pandemi ini.” ucapnya.

Selain itu, lanjut Samsul, PJT I juga menyelenggarakan pelatihan secara online khusus untuk para mitra binaan, dengan mengangkat tema tentang Pemberdayaan Mitra Binaan Untuk Bangkit Di Masa Pandemi. Dalam pelatihan yang digelar selama tiga hari yakni mulai tanggal 24 – 26 November 2020, unit PKBL PJT I menggandeng Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PSP-KUMKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) sebagai narasumber yang memiliki pengalaman praktis tentang bisnis online, seperti dari Shopee Indonesia.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan serta kompetensi para mitra binaan kami, agar dapat naik kelas,” jelasnya.

Menurut Samsul, pelatihan tersebut, digelar dengan maksud untuk memberikan motivasi agar UMKM binaan dapat bangkit dari krisis, tentunya juga diberi pelatihan terkait strategi pengembangan diversifikasi produk dalam membaca peluang pasar, strategi pemasaran dalam menyiasati kondisi Pandemi Covid-19, serta pemanfaatan teknologi sosial media dalam mendukung pengembangan pasar UMKM.

“Peserta pelatihan ini ada 50 pelaku UMKM, 21 peserta di bidang olahan makanan dan minuman, dan 29 peserta di bidang non makanan, yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Kediri, Malang, Trenggalek, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Pati dan Surakarta,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan mitra binaan pengrajin sepatu dari Mojokerto, Muhammad Zamzam mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PJT I.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PJT I. Pelatihan ini memberi bekal wawasan kepada kami tentang bagaimana mengembangkan usaha. Terutama cara memasarkan produk UMKM melalui media online,” katanya.

Selain itu, lanjut Zamzam, dirinya berharap PJT I dapat memberikan pendampingan untuk pendaftaran merk atas produk buatan mereka, dan memberikan pembinaan berupa pemberian modal, pelatihan, pameran dan pendampingan.

“Kami berharap, PJT I bisa melakukan pendampingan, dan membina kami untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM yang berdaya saing tinggi,” tukasnya.(der)

Puncak Millenial Movement, Hipakad Malang Raya Tunjukkan Kreativitas Pemuda

Pemenang lomba Millenial Movement Hipakad Malang Raya. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Puncak Millenial Movement yang diselenggarakan DPC Hipakad Malang digelar pada Kamis (26/11) di Hotel Sahid Montana Dua. Enam pemenang lomba essay dan foto diganjar hadiah.

Hadiah diserahkan langsung Kasdim 0833/Kota Malang dan Kasdim 0818/Kabupaten Malang – Batu bersama Ketua DPC Hipakad Malang Raya, Afan Ari Kartika. Para pemenang mendapat hadiah total Rp10 juta.

Dalam kesempatan itu, Afan mengatakan, peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan negeri. Apalagi, Indonesia siap menyambut generasi emas tahun 2045.

“Kami hadirkan bonus demografi pemuda dan menunjukkan bisa lebih berkreasi dan berprestasi. Mau tidak mau pemuda ini adalah agen perubahan. Memang perlu ada nilai kebangsaan dan pendidikan karakter,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Afan berjanji akan terus ditingkatkan di tahun berikutnya. Tentu dengan mengandalkan kreativitas para pemuda. Terlebih, Hipakad juga banyak diisi pemuda yang aktif.

“Ke depan kami akan menggandeng beberapa pihak untuk pembinaan para pemuda plus kajian rutin. Intinya tentang peran pemuda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arh Heru Sunyoto, memberi apresiasi. Menurutnya meski masih berumur tiga tahun, Hipakad Malang Raya mampu menunjukkan pergerakan dan kontribusi positif.

Heru mencontohkan bagaimana peran Hipakad membantu para PKL dengan memberikan sembako, membantu siswa yang tidak memiliki perangkat belajar online, dan kini mewadahi kreativitas anak-anak muda di Malang.

“Sebagai pembina organisasi di jajaran TNI, kami melihat Hipakad ini kreatif sekali serta banyak aktif kegiatan sosial,” ungkap Heru.

Melalui kegiatan Millennial Movement sekaligus peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, Heru mewakili Dandim 0833/Kota Malang berpesan kepada pemuda agar terus menunjukkan kreativitas dalam berkreasi.

“Pemuda sebagai agen perubahan, diharapkan generasi pemuda bisa men-trigger pemuda di Malang Raya, apalgi di Malang banyak kampusnya, jadi rawan kalau terkena hal negatif,” jelasnya.

Sebagai informasi, lomba essay ini memperebutkan piala Dandim 0833/Kota Malang, sedangkan lomba foto mendapat piala Dandim 0818/Kabupaten – Batu. Total peserta ada 65 orang dan dinilai dewan juri di masing-masing bidang.

Berikut para pemenang lomba essay Millenial Movement DPC Hipakad Malang Raya:
Juara 1 – Erwin Adimas
Juara 2 – Izzani Nur A
Juara 3 – Jihan Mawadah

Daftar pemenang lomba foto:
Juara 1 – Izza Putranto (Pahlawan Tanpa Senjata)
Juara 2 – Njie Panji Suganda (Pemuda Bangkit)
Juara 3 – Rahmad Afrizal Sintiko (Keberanian Arek Malang)

Tujuh Lutung Jawa Dikembalikan ke Habitatnya

Salah Satu Lutung yang Dilepasliarkan oleh BKSDA, Kamis (26/11) (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Lutung hasil rehabilitasi Aspinall Foundatiin Indinesia di Javan Langur Center (JLC), Coban Talun, Beji, Kota Batu dikembalikan pada habitatnya, Kamis (26/11).

Tujuh lutung itu menyusul teman-temannya yang telah dilepasliarkan terlebih dahulu sejumlah 102 ekor. Masing-masing di Hutan Coban Talun 41 ekor dan di Hutan Malang Selatan 61 ekor.

Pelepasliaran tujuh lutung kali ini dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Hutan Coban Talun yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo. Hutan yang menjadi titik pelepasliaran lutung jawa ini setinggi 2000an lebih meter diatas permukaan laut (mdpl).

“Sebelum dilepasliarkan lutung jawa ini telah menempuh proses rehabilitasi hingga tes kesehatan,” jelas Project Manager JLC -TAF IP, Iwan Kurniawan.

Proses rehabilatasi itu meliputi pengenalan makanan alami lutung jawa, melatih lagi kemampuan motorik memanjat pohon dan loncat dari ranting ke ranting.

“Proses rehabilitiasi ini lama kurang lebih satu tahun setengah paling cepat 8 bulan,” lanjutnya.

Ketujuh ekor lutung tang dilepasliarkan itu terdiri dari 1 ekor jantan bernama Nono dan 6 ekor betina bernama; Darmi, Irma, Luna Maya, Gamel, dan Rodi.

Sebelum dilepasliarkan lutung-lutung ini diberi microchip terlebih dahulu. “Tapi microchip ini tidak untuk melacak, hanya mengidentifikasi saja,” imbuhnya.

Iwan mengatakan mengapa tidak memasang microchip untuk melacak karena belum ada teknologi yang bisa dipakai di lutung.

“Teknologi yang ada sebesar koin seribu rupiah dan harus dimasukan antara kulit dan daging lutung, ditambahlagi ada antena sehelai rambut yang rawat dicabut temannya dan menciderai lutung itu,” bebernya.

Selama melepasliarkan Iwan mengatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring menunjukan hasil yang baik. Lutung-lutung yang kembali ke habitat mampu beradaptasi bahkan berkembang biak di sana.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat, menyampaikan jika kegiatan seperti ini harus berjalan secara kontinu. Ini dikarenakan keberadaan lutung jawa dianggap sebagai hewan yang rentan dengan kepunahan.

Lutung Jawa telah dimasukan dalam salah satu satwa yang dilindungi negara. Status perlindungan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

“IUCN Red List of Threatened Species Versi 2019.1 tahun 2019 memasukkan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) pada kategori Vulnerable atau rentan kepunahan,” tambahnya.(der)

Polres Malang Selidiki Kasus Tercemarnya Air PDAM Kota Malang

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).

MALANGVOICE – Kasus tercemarnya air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tuga Tirta atau yang biasa disebut PDAM Kota Malang saat ini memasuki tahapan penyelidikan.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, saat ini Polres Malang telah melakukan penyelidikan atas dugaan pencemaran air PDAM Kota Malang yang tercampur dengan solar.

“Saat ini dalam proses penyelidikan. Kami memanggil 12 orang operator di sumber air Wendit PDAM Kota Malang dan petugas PDAM Kota Malang untuk dimintai keterangan, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak atas kebocoran solar itu,” ungkapnya, Kamis (26/11).

Akan tetapi, lanjut Hendri, dirinya masih belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur kesengajaan apa tidak. Dalam kurun waktu satu minggu ini akan diketahui hasil penyelidikan tersebut

“Kami masih terus lakukan pemeriksaan. Kami juga akan memanggil teknisi-teknisi yang ahli dalam bidang tersebut untuk melengkapi data kami. Insya Allah dalam satu minggu ini bisa kami berikan hasilnya dan akan kami rilis,” tegasnya.

Sebagai informasi, beberapa pekan lalu pelanggan PDAM Kota Malang resah, lantaran air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berbau terkontaminasi solar.

Pemerintah Kota Malang bersama PDAM Kota Malang pun langsung menggali informasi alasan dibalik bau bensin solar di air yang digunakan pelanggan PDAM Kota Malang.

Hasilnya adalah tumpahan tangki minyak solar yang saat itu akan mengisi di sekitaran sumber mata air Wendit.

Alasan tumpahnya sendiri karena diduga over kapasitas. Tangki tersebut diketahui hanya mampu menampung kapasitas 1000 liter, namun diiisi hingga 3000 liter.(der)

Mantan BM Bank Mega Malang Tipu Nasabah Miliaran Rupiah

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (Berseragam) saat menunjukkan Barang Bukti dalam sesi rilis. (Toski D).

MALANGVOICE – Polres Malang kembali berhasil mengungkap kasus investasi bodong. Kali ini dilakukan oleh mantan Branch Manager Bank Mega Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kyai Tamin Kota Malang.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku yang berinisial YA (44), berhasil memperdayai pasangan suami istri (Pasutri) berinisial BS dan RS untuk berinvestasi. YA berhasil menggondol uang sekitar Rp 940 juta dari tawaran investasi bodong tersebut.

“YA ini menawarkan investasi ke pasutri yang merupakan kenalan dekatnya. Diawal bulan Juli 2019 silam, YA menawarkan ke nasabah itu untuk deposito dengan bunga sebesar 12 persen per tahunnya. BS memberikan uang sebesar Rp 500 juta dan 200 juta ke YA sedangkan RS sebesar Rp 240 juta,” ungkapnya, saat rilis di Polres Malang, Kamis (26/11).

Menurut Hendri, YA mengiming-imingi korban dengan investasi berupa tabungan deposito bernama ‘Deposito Cashback’.

“YA juga menjanjikan akan memberikan secara langsung setiap bulannya ke nasabah. Jadi misal tabungan depositonya itu Rp 500 juta. Jadi setiap bulannya akan diberi Rp 5 juta,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Hendri, setelah setahun berselang atau tepatnya Agustus 2020 lalu, BS dan RS mulai gelisah, lantaran YA tidak pernah mengirim uang hasil tabungan deposito BS dan RS, dan akhirnya melaporkan ke Polres Malang.

“Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Malang akhirnya diterjunkan untuk menyelidiki kasus tersebut. Dengan mendatangi Bank Mega dimana YA dulu bekerja, dan ternyata tidak ada tabungan deposito tersebut dan kami juga mendapat fakta bahwa YA juga tidak bekerja di sana lagi. Dia itu mantan Branch Manager,” terangnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tambah Hendri, ternyata tabungan deposito yang ditawarkan YA tidak masuk ke rekening Bank Mega, melainkan ke Rekening pribadi YA, dan memalsukan slip setoran tabungan deposito.

“YA memalsukan bukti setoran tabungan deposito, ada 10 lembar slip setoran. Akibat ulahnya, YA disangkakan dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” tukasnya.

Sebagai informasi, selain melakukan penipuan dua nasabah di wilayah hukum Kabupaten Malang. YA juga diduga melakukan penipuan dengan modus operandi yang sama di Kota Malang.

Sekitar 6 nasabah dikabarkan menjadi korban YA. Dan total kerugian ditaksir sekitar Rp 4 miliar. Polresta Malang Kota pun juga masih melakukan penyidikan terkait kasus YA itu.(der)