MUI Jatim Apresiasi Keputusan Presiden atas Penunjukan Calon Tunggal Kapolri

Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hassan Mutawakkil. (Istimewa).

MALANGVOICE – Ketua Umum MUI Jawa Timur KH. Moh. Hassan Mutawakkil mengapresiasi atas keputusan yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo seusai menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

“Saya menghormati pilihan Presiden soal calon Kapolri. Tentu Presiden sudah mempertimbangkan yang terbaik. Apalagi kenaikan jabatan Polri ini sudah ada mekanisme dan ketentuannya,” ungkap Kiai Mutawakkil, Jumat (15/1).

Menurut Kiai Mutawakkil, keputusan Presiden Jokowi tersebut tentunya sudah dipertimbangkan dengan baik apalagi kenaikan jabatan di Polri sudah ada mekanisme dan ketentuannya.

“Setelah Presiden menunjuk calon tunggal tersebut, tinggal DPR RI sebagai wakil rakyat penting untuk melakukan fit and propertest secara komprehensif dengan mempertimbangkan kapasitas dan kredibilitas calon. DPR RI jelas akan mendengarkan masukan dari berbagai pihak, salah satunya suara dari masyarakat yang mereka wakili,” jelasnya.

Sebagai pengganti Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis yang tidak lama lagi masuk masa pensiunnya, lanjut Kiai Mutawakkil, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo telah banyak menorehkan berbagai prestasi melalui perannya sebagai Kabareskrim Polri.

“Dengan penunjukan calon Kapolri tunggal itu, kami berharap Polri dibawah kepemimpinan Kapolri baru nantinya, mampu bekerja lebih profesional lagi, karena Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat ini yang masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri, yang banyak mengungkap kasus-kasus besar,” tegasnya.

Sebagai informasi, Komjen Pol Listyo Sigit selaku Kepala Bareskrim telah berhasil menangkap buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 lalu, dalam penangkapan tersebut, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia.

Serta, mengungkap dan menangkap dua pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Bawesdan, pada tanggal 27 Desember tahun 2019 lalu.

Bahkan, Komjen Listyo Sigit juga berhasil memimpin Bareskrim untuk melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Kejagung setelah dinyatakan lengkap atau P21 yang sempat mangkrak sejak tahun 2015 lalu.(der)

Pelaku Curanmor Lempar Bondet ke Polisi saat Hendak Ditangkap

Petugas Inafis Polres Malang saat melakukan olah TKP. (Istimewa).

MALANGVOICE – Petugas Gabungan dari Sat-Reskrim Polres Batu dan Polsek Karangploso berusaha meringkus pelaku yang diduga sering melakukan tindakan pencurian motor (Curanmor).

Dalam aksi penangkapan tersebut, seorang pelaku yang diketahui berinisial CM, berusaha melarikan diri dari, dan melemparkan bondet ke arah polisi saat hendak ditangkap, Kamis (14/1).

Kapolsek Karangploso AKP Bambang Sidik Achmadi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, di wilayah perumahan Taslim, Dusun Bunder Desa Ampeldento Karangploso.

“Saat itu, petugas reskrim Polres Batu mengejar dua orang pelaku ranmor yang lari ke arah Karangploso, berdasarkan informasi pelaku sedang berkeliaran di area Perumahan Taslim,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Kamis (14/1).

Dalam penangkapan tersebut, lanjut Bambang, petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku bersama kendaraan mereka sebagai barang bukti.

“Pada saat diamankan, mereka melakukan perlawan dengan cara berontak hingga salah satu pelaku berasil meloloskan diri dari pengamanan petugas,” jelasnya.

Petugas gabungan, tambah Bambang, melakukan pengejaran kearah persawahan, dan pelaku melemparkan benda kearah petugas dan petugas berhasil menghindar yang akhirnya benda tersebut mengenai tembok salah satu rumah warga yang mengakibatkan mengeluarkan ledakan, mengakibatkan tembok dinding rumah warga berlubang.

“Benda itu diduga jenis bendot, pelaku yang melempar benda itu akhirnya berhasil kabur,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan keterangan salah satu pelaku yang diamankan, mereka sudah melakukan aksinya di beberapa tempat di Malang Raya seperti di Malang kota Kelurahan Tunggulwulung dengan hasil curian motor jenis NMAX warna hitam, di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang dengan hasil curian motor jenis Beat warna hitam dan di Kota Batu Perumahan Firdaus dengan hasil curian motor jenis Beat warna hitam, CRF dan Scoopy.(der)

Kongres Luar Biasa Askab PSSI Kabupaten Malang Terpaksa Ditunda

proses pembubaran KLB Askab PSSI Kabupaten Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang pada Kamis (14/1) terpaksa ditunda.

KLB yang diagendakan akan dibuka oleh Bupati Malang, HM Sanusi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, bertujuan untuk pemilihan ketua, wakil ketua dan komite eksekutif PSSI Kabupaten Malang.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Firmando H Matondang mengatakan, penundaan KLB tersebut dilakukan karena saat ini Malang Raya masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Penundaan ini tentunya pasti ada kekecewaan baik dari perwakilan PSSI Provinsi maupun peserta lainya. Tapi semua kami lakukan semata-mata demi kebaikan bersama dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Kamis (14/1).

Selain itu, lanjut Firmando, pelaksanaan KLB ini diduga belum mendapatkan izin tertulis yang lengkap, baik dari Gugus Tugas Covid-19 ataupun Polresta Malang Kota.

“Sebenarnya tidak ada masalah, panitia KLB ini memang sudah bersurat ke kami (Satpol-PP) Pemkab Malang untuk pengamanan pelaksanaan kongres PSSI Kabupaten Malang,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Firmando, karena padatnya kegiatan Satpol-PP Pemkab Malang, maka baru hari ini (Kamis 14/1) dirinya memberikan balasan jika Satpol-PP tidak dapat memenuhi permintaan mereka, lantaran Pendopo Agung Kabupaten Malang ini lokasinya berada di wilayah Hukum Polresta Malang.

“Karena ini (Pendopo Agung) ikut wilayah hukum Polresta, maka harus ada izin tertulis dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang maupun pihak Polresta Malang,” terangnya.

Untuk itu, tambah Firmando, dirinya berharap nantinya kegiatan KLB Askab PSSI Kabupaten Malang dilengkapi surat perizinan, apalagi saat sedang ada PPKM.

“Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021, dan surat keputusan Gubernur tentang PPKM, tentunya seluruh kegiatan masyarakat harus izin Gugus Tugas Covid-19,” tandasnya.

Sebagai informasi, KLB Askab PSSI Kabupaten Malang kemungkinan besar akan digelar usai PPKM berakhir. Keputusan tersebut didapat dari hasil rapat internal yang digelar Asprov PSSI Jatim setelah mendapat surat penundaan dari Satpol PP.(der)

Dampak PPKM, Pendapatan Sektor Wisata di Kabupaten Malang Berkurang

Made
Kadisparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara. (Toski D).

MALANGVOICE – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang, pendapatan daerah dari sektor pariwisata bakal berkurang.

“Kalau awal-awal mungkin sepertinya (pendapatan wisata) akan turun, kan masih menyesuaikan nanti, masih PPKM,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Made Arya Wedanthara, Kamis (14/1).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Pemkab Malang ini menjelaskan, meski diperkirakan bakal berkurang, namun penurunan pendapatan sektor wisata itu dimungkinkan bakal kembali stabil setelah PPKM memasuki minggu kedua.

“Setelah satu minggu sepetinya pendapatan wisata bakal normal lagi,” jelasnya.

Pengaruh pendapatan sektor pariwisata tersebut, lanjut Made, adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021, tentang PPKM di dilangsungkan selama 2 minggu. Yakni sejak tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. Namun, tempat wisata tetap dibuka hanya saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Mereka (wisatawan) melihatnya mungkin karena saat ini masih tinggi jumlah kasusnya (Covid-19). Kemudian juga sambil lihat situasi, kan mereka pasti mempertimbangkan juga seperti apa PPKM di Kabupaten Malang. Kekhawatiran seperti itu pasti masih ada di awal PPKM,” terangnya.

Untuk itu, tambah Made, dirinya berharap agar giat patroli bersama jajaran Forkopimda itu dapat dilangsungkan setidaknya 3 kali dalam seminggu, untuk melihat penerapan protokol kesehatan secara ketat di objek wisata juga harus menerapkan setidaknya 4M. Yakni menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung, kewajiban mengenakan masker, menerapkan jaga jarak, hingga menghindari terjadinya kerumunan di objek wisata.

“Selama PPKM wisata tetap beroprasi, pengunjung tetap wajib menunjukkan hasil rapid test (antigen maupun antibodi, red), kami berharap 1 minggu ada 3 kali patroli ke tempat wisata,” tukasnya.(der)

Pangdam V/Brawijaya Minta Keterlibatan Jajarannya Turut Aktif Perangi Covid-19

Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Suharyanto, saat menyapa Bupati Malang, H.M Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Suharyanto meminta seluruh jajarannya untuk berperan aktif menekan jumlah penyebaran Covid-19. Terlebih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Penerapkan PPKM ini hampir sama seperti PSBB. Ada beberapa pembatasan yang dilakukan. Seperti restoran, yang hanya diperbolehkan 25 persen saja. Yang lainnya diharapkan bisa kembali ke rumah. Malang Raya ini termasuk yang menerapkan PPKM,” ungkapnya, saat berkunjung ke Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, di Kepanjen, Selasa (12/1).

Menurut Suharyanto, saat ini pemerintah sedang memerangi Covid-19, untuk itu perlu adanya keterlibatan personil TNI untuk ikut melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk menekan jumlah penyebaran Covid-19 menjadi tanggung jawab kita. semua. Bahkan, masyarakat juga memiliki peranan penting,” jelasnya

Untuk itu, lanjut Suharyanto, dirinya meminta segenap personel Koramil dan jajaran bisa terjun langsung ke masyarakat untuk melanjutkan imbauan dan melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalian yang di wilayah, langsung jelaskan ini kepada maayarakat. Tidak boleh ada kerumunan. Semua kegiatan selesai jam 19.00 WIB. Kegiatan sosial kemasyarakatan boleh, namun kapasitas harus 25 persen. Sampaikan ini ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, tambah Suharyanto, dirinya juga berharap agar personelnya bisa mengoptimalkan operasi yang digelar bersama tiga pilar. Yakni TNI, Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Satpol PP.

“Patroli bersama tiga pilar, itu laksanakan, saya minta, masker itu selalu melekat, Covid-19 tidak pandang bulu, tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap prima,” tandasnya.(der)

Ajukan 10.556 Vaksin, Dinkes Pemkab Malang Siapkan Vaksinator

Kepala Dinad Kesehatan Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempersiapkan petugas vaksin (Vaksinator) melalui On Job Training daring yang akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Januari 2021 hingga 20 Januari 2021.

“Jadi kami persiapkan dulu Sumber Daya Manusia (SDM) nya, sebelum vaksinnya datang,” ungkap Kepala Dinkes Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat ditemui awak media, usai talkshow sosialisasi vaksin di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, no.7, Kota Malang, Selasa (2/1).

Menurut Arbani, saat ini Dinkes Pemkab Malang telah mengajukan sebanyak 10.556 vaksin yang rencananya akan didistribusikan dengan 2 tahap dan akan diberikan kepada Nakes.

“Memang jumlah vaksin yang akan datang masih simpang siur. Tapi, kami sudah mengajukan usulan ke pusat sebesar 5.278 untuk Nakes itupun ada 2 tahapan dosis yakni tahapan suntik awal dan booster, jadi total kebutuhannya 10.556 vaksin, dan berdasarkan yang didapat yang tersedia sekitar 8000 an,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Arbani, Dinkes Pemkab Malang telah menyediakan 16 kulkas besar di gudang vaksin untuk menyimpan vaksin tersebut.

“Untuk kendaraan pendistribusian vaksin, kami sudah memiliki, ya dengan kulkas didalamnya dan kebetulan di Jawa Timur hanya 10 Kabupaten/Kota saja yang mempunyai armada seperti ini,” terangnya.

Sebab, tambah Arbani, Vaksin Covid-19 ini harus disimpan dalam suhu 2 Drajat Celcius.

“tempat penyimpanan vaksin (Cool Storage) sendiri sudah kami siapkan, termasuk di seluruh Rumah sakit sudah ada,” pungkasnya.(der)

Kabupaten Malang Diperkirakan Februari Terima Vaksin Covid-19

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam waktu dekat diperkirakan bakal menerima vaksin Covid-19. Namun, untuk jumlahnya hingga saat masih belum mengetahui.

“Diperkirakan awal bulan Februari nanti akan dilakukan vaksinasi tersebut,” ungkap Sekda Pemkab Malang, Wahyu Hidayat saat ditemui awak media, usai menghadiri Talk Show Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, di Peringgitan Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Selasa (12/1).

Menurut Wahyu, untuk proses vaksinasi sendiri nantinya selain tenaga kesehatan (Nakes), juga ada 10 pejabat yang sudah dipastikan akan mendapat Vaksin Covid-19 pertama kali, yang bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

“Selani Nakes, juga ada 10 Pejabat yang akan divaksin yakni Forkopimda Kabupaten Malang, saya, Dinkes Kabupaten Malang, Direktur RSUD Kanjuruhan dan Direktur RSUD Lawang,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Wahyu, saat ini Pemkab Malang telah dilakukan persiapan sebelum dilakukan pemberian vaksinasi tersebut, yang pelaksanaannya mengikuti jadwal yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Insyaallah bulan Februari pelaksanaan vaksinasinya. Untuk tenaga kesehatan yang bertugas melakukan pemberian Vaksinasi tersebut secara bertahap dilakukan Diklat,” terangnya.

Selain itu, tambah Wahyu, Pemkab Malang juga melakukan sosialisasi keamanan vaksin tersebut.

“Seperti hari ini kita lakukan sosialisasi secara daring,” tandasnya.(der)

Nelayan Temukan Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas di Sungai

Petugas saat melakukan evakuasi jenazah korban. (Istimewa).

MALANGVOICE – Seorang nelayan dikagetkan adanya sosok mayat laki-laki yang hanyut di sungai, di daerah Desa Sukonolo, Bululawang, Senin (11/1).

Kapolsek Bululawang Kompol Pujiyono mengatakan, penemuan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang yang sedang menjala ikan di Dusun Boro, Desa Curungrejo, Kepanjen.

“Yang pertama mengetahui orang mencari ikan bernama Agus Sodikin, selanjutnya menyampaikan kepada perangkat Desa Curungrejo,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Senin (11/1).

Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut Pujiyono, anggota tim SAR datang ke TKP untuk melihat posisi mayat tersebut. Namun ada kendala pada saat akan melakukan evakuasi karena berada di sisi barat Sungai Brantas Dusun Boro. Untuk mempermudah evakuasi, mayat tersebut di dorong ke timur atau masuk di wilayah Dusun Pabrian Desa Sukonolo, Bululawang.

“Mengetahui itu, saya menginstruksikan anggota untuk melihat kondisi di sungai. Setelah itu, tim SAR dan tim identifikasi Polres Malang menyusul untuk mengevakuasi korban,” jelasnya.

Setelah dilakukan evakuasi pada korban, tambah Pujiyono, hingga saat ini belum ada keterangan tentang kenapa penyebab ada mayat tanpa identitas itu hingga hanyut di sungai.

“Belum ada keterangan karena apa hanyutnya ini. Yang jelas tadi hanyutnya dari arah utara,” pungkasnya.

Saat ini, mayat yang hanyut itu dibawa dengan kendaraan tim SAR ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan autopsi.(der)

DPRD Kabupaten Malang Tanggapi Fasilitas Motor Kapolsek

Plt) Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin (Baju putih). (Toski D).

MALANGVOICE – Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin langsung menanggapi permintaan Bupati Malang H.M Sanus, yang sempat menanggapi serius permintaan jajaran Kapolsek di wilayah hukum Polres Malang atas pemberian sepeda motor trail atau matic.

“Kalau memang bisa mempercepat, mempermudah pelayanan pada masyarakat kenapa tidak. Artinya, kita dari sisi fungsi penganggaran tidak ada masalah tapi perlu diketahui kita juga harus mempertimbangkan hal-hal prioritas lainnya,” ungkap Sodikul Amin, saat di konfirmasi, Minggu (10/1).

Politikus dari Partai NasDem ini menjelaskan, dalam penganggaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) perlu adanya pengkajian dan rapat Badan Anggaran (Banggar).

“Untuk pengadaan itu, kita harus mempertimbangkan hal-hal prioritas lainnya, nanti kita akan kaji sejauh mana urgensinya,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, Jajaran Kapolsek yang ada di wilayah hukum Polres Malang merasa ‘iri’ atas pemberian sepeda motor trail atau matic kepada jajaran Kepala Desa (Kades) yang ada di Kabupaten Malang.

Permintaannya kendaraan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Gondanglegi, Kompol Agus Siswo Hariadi saat sesi tanya jawab dalam rapat koordinasi (rakor) Sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021, tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pada Sabtu (9/1) kemarin.(der)

KPK Ringkus Tersangka di Sebuah Hotel di Kota Malang

Ilustrasi KPK.
Ilustrasi KPK.

MALANGVOICE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang tersangka di Kota Malang.

Tersangka itu diduga membantu pelarian mantan sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dan menantunya Rezky Herbiono.

Penangkapan ini dilakukan di sebuah Hotel di Kota Malang, dini hari kemarin, Sabtu (09/01)

“Tim penyidik KPK tadi malam dinihari menangkap tersangka FY dalam perkara dugaan korupsi atas nama Nurhadi dkk,” jelas Plt. Jubir KPK Ali Fikri.

Tersangka itu merujuk kepada Ferdy Yuman. Saat ini Ferdy sedang dalam perjalanan menuju ke Jakarta.

“Berikutnya KPK akan membawa yang bersangkutan ke gedung KPK di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ferdy dianggap KPK melakukan upaya menghalang-halangi upaya lidik-sidik dalam penanganan perkara Nurhadi.

Nurhadi dan Rezky sendiri saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Mereka didakwa atas penerimaan suap dan gratifikasi senilai total Rp83 miliar terkait dengan pengaturan sejumlah perkara di lingkungan peradilan.(der)