Usai Singgung Jurnalis, Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Minta Maaf

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang M.Wahyudi (Baju Hitam) saat memberikan permintaan maaf. (Toski D)

MALANGVOICE – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, M Wahyudi, meminta maaf dan memberikan klasifikasi di hadapan puluhan Jurnalis.

Hal ini dilakukan menanggapi desakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya atas ucapan kalimat “Pesanan”.

“Saya akui salah, saya minta maaf. Hanya bergurau, dan tidak ada maksud apapun, apalagi melecehkan,” ungkap Wahyudi, saat ditemui awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Rabu (24/6).

Menurut Wahyudi, sebenarnya telah terjadi kesalahpahaman dalam proses wawancara waktu itu, lantaran dirinya dalam suasana bergurau bersama beberapa Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

“Tidak ada maksud saya untuk merendahkan wartawan. Tujuan pertemuan kali ini untuk silaturahmi dan mengklarifikasi,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Wahyudi, dengan adanya kejadian tersebut, dirinya berharap tali silaturahmi tetap berjalan, dan komunikasi tetap terjaga dengan baik.

“Sekali lagi, saya mengucapkan permohonan maaf atas kesalahpahaman ini,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Bakal Dibuka untuk Wisatawan, Pengelola Gunung Bromo Siapkan Protokol Kesehatan

Ilustrasi Bromo (Istimewa)

MALANGVOICE – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mulai menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk wisatawan yang berkunjung. Khususnya tentang protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, meskipun mulai dilakukan penyusunan protokol, namun, belum pihaknya belum dapat memastikan kapan wisata Bromo resmi dibuka.

“Kami menyiapkan prosedur standar wisata pada era normal baru. Untuk tahap awal, diarahkan untuk membuka wisata dengan sistem satu hari perjalanan,” kata Sarif, Rabu (24/6).

Ia melanjutkan, penyiapan protokol kesehatan, merujuk Surat Edaran Dirjen KSDAE no. SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tentang Arahan Pelaksanaan Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa Untuk Kunjungan Wisata Alam Pada Masa New Normal COVID-19.

“Kami akan menyiapkan sarana pendukung seoptimal mungkin, untuk mendukung era normal baru wisata TNBTS,” sambung dia.

Sarif menambahkan, kekinian, keputusan untuk membuka kawasan wisata Gunung Bromo masih menunggu rekomendasi dan hasil diskusi bersama pemerintah daerah, dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Rencana untuk membuka Kawasan TNBTS tersebut, masih diperuntukkan wisata di Gunung Bromo saja. Sementara untuk pendakian Gunung Semeru, masih masih ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Akan ada koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat pembukaan wisata konservasi adalah untuk kawasan atau daerah dengan zona hijau atau kuning,” jelasnya.(der)

BNN Kota Malang

Tertidur saat Rumah Terbakar, Remaja Perempuan Tewas

Petugas Damkar saat berusaha melakukan pemadaman api. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kebakaran melanda rumah di Dusun Kebonagung, Tamanharjo Singosari, Rabu (24/6) siang sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepala Desa (Kades) Tamanharjo, Singosari, Sumardi mengatakan, dalam kebakaran tersebut menelan korban jiwa seorang remaja perempuan berinisial AD (12).

“AD harus kehilangan nyawanya setelah mengalami luka bakar hingga 40 persen. Ia menghembuskan napas dalam perjalanan ke rumah sakit,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).

Saat kejadian, lanjut Sumardi, korban sedang tertidur pulas di dalam rumah. Sedangkan kedua orang tua dan kakeknya sedang berada di luar rumah untuk bekerja.

“Jadi posisinya korban tidur sendirian. Terus korsleting di rumahnya dan kebakaran. Saya pun mendapat laporan warga bahwa apinya sudah besar,” jelasnya.

Sumardi melanjutkan, warga sempat ingin menyelamatkan AD. Namun, warga kesulitan untuk mengevakuasi anak tersebut. Pasalnya
api kebakaran sampai membuat kayu-kayu atap rumah tersebut roboh.

“Jadi puingnya banyak. Kami sempat ingin menolong tapi takut. Dengan peralatan seadanya kami mencoba untuk memadamkan api dan akhirnya ketika api agak padam kami selamatkan AD yang sudah terkena luka bakar di sekujur tubuhnya hampir 40 persen seperti di lengan dan kaki. Terus kami bawah ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PPK Satpol-PP Pemkab Malang, Goly Karyanto mengatakan, dalam peristiwa tersebut, dirinya langsung mengerahkan 5 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk memadamkan kobaran api.

“Petugas datang di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, dan kami baru bisa memadamkan kobaran api sekitar 30 menit kemudian,” ucapnya.(der)

BNN Kota Malang

Bawaslu Kabupaten Malang Ajukan Anggaran APD untuk Pilkada 2020

M Wahyudi. (toski)

MALANGVOICE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang tengah mengajukan anggaran pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) ke Bawaslu pusat untuk Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, M Wahyudi mengatakan anggaran yang diajukan sekitar Rp170 juta dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Kami tidak mengajukan tambahan di luar Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD, red). Pemenuhan APD itu sudah dipenuhi oleh APBN. APD ini sementara untuk verifikasi faktual yang harus dilakukan itu kita mengajukan sekitar Rp170 juta untuk masker, face shield, hand sanitizer, suplemen dan sarung tangan sekali pakai. Satu kali tahapan segitu,” ucapnya, saat ditemui awak media di Ruang kerjanya di Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Rabu (24/6).

Menurut Wahyudi, saat ini Bawaslu Kabupaten Malang baru menghitung kebutuhan anggaran APD pada tahapan verifikasi faktual. Sementara untuk keseluruhan hingga akhir tahapan Pilkada, belum diketahui kebutuhan anggaran APD yang diperlukan.

“Karena memang kemarin kita masih diberi konfirmasi untuk kegiatan awal tahapan verifikasi faktual saja. Kalau untuk keseluruhannya masih dihitung, APD butuh sampai penghitungan suara,” jelasnya.

Sebab, tambah Wahyudi, APD tersebut merupakan kebutuhan dasar mengingat pandemi Covid-19 belum usai, agar panitia pengawas yang bertugas di lapangan nantinya bisa terlindungi.

“Kami juga telah mengintruksikan pada teman-teman untuk memenuhi protokol kesehatan agar terlindung dari Covid-19,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Menuju New Normal Life, Pemkab Malang Siapkan Perda Covid-19

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) Covid-19 untuk menuju new normal life.

Sebab, saat ini masa transisi new normal life di perpanjang sampai Kabupaten Malang menjadi zona hijau atau new normal life.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, saat ini Kabupaten Malang masih berwarna jingga atau zona dengan risiko covid-19 sedang. Untuk, merubah warna tersebut dan memasuki masa New Normal Life pastinya diperlukan pendisiplinan warga Kabupaten Malang akan penerapan protokol kesehatan.

“Hingga saat ini kedisiplinan dan ketaatan warga Kabupaten Malang untuk mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah masih kurang, perlu adanya aturan yang mengikatnya,” ungkapnya, Selasa (23/6).

Untuk itu, lanjut Sanusi, saat ini Pemkab Malang sedang menggodog Perda terkait sanksi bagi warga Kabupaten Malang yang tak mengenakan masker.

“Supaya nanti Perda ini jadi perhatian (masyarakat). Karena selama ini sudah kami lakukan (imbauan) tapi masih banyak yang mengabaikan,” jelasnya.

Dengan adanya Perda tersebut, tambah Sanusi, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan warga Kabupaten Malang untuk menjalankan protokol kesehatan, dan pembahasan Perda ini akan dimulai pada malam ini (Selasa 22/6, red).

“Makannya malam ini nanti kami bahas. Sanksi bagi warga yang gak pakai masker berupa penahanan KTP-nya. Itu imbauan dari Gubernur. Tidak ada sanksi lain,” tandasnya.(der)

BNN Kota Malang

Usaha Kuliner Mulai Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemeriksaan suhu tubuh pengunjung Pan Java. (Istimewa)

MALANGVOICE – Beberapa tempat wisata dan usaha kuliner di Kabupaten Malang kini perlahan kembali beroperasi setelah “tiarap” karena pandemi Covid-19. Salah satunya Waroeng Tani yang berada di area Panorama Alam Nusantara Java/Jawa (Pan Java).

Pan Java sekaligus mengubah konsep usahanya. Hal ini dilakukan lantaran adanya pandemi Covid-19 yang saat ini semakin masif menyebar di Kabupaten Malang. Para pengunjung yang datang sebelumnya melalui pengecekan, baik suhu badan dengan Thermo Gun, penggunaan masker.

Bahkan, Pemilik usaha tersebut juga telah menyediakan tempat mencuci tangan atau wastafel yang disebar di 14 titik di area Pan Java.

Manager Beverage, Pan Java, Cucut Fitrianto mengatakan, ditengah-tengah pandemi Covid-19 ini, Waroeng Tani-Pan Java baru buka kembali sejak ditutup beberapa bulan lalu.

“Baru buka sekitar dua pekan lalu. Meski buka, kami tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti cek suhu tubuh pengunjung, menyediakan cuci tangan, imbauan pakai masker, dan jaga jarak, semua sudah dijalankan,” ucapnya.

Selama libur tersebut, lanjut Cucut, pemilik hanya merumahkan para karyawan, dan tidak ada yang diberhentikan.

“Semua karyawan ada 50 orang. Semuanya tidak ada yang diberhentikan, hanya dirumahkan, dan tetap menerima gaji walau tidak penuh,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Waroeng Tani, Luluk menyampaikan, di Pan Java yang mengusung konsep budaya dipadukan dengan alam yang asri ini, dalam beberapa hari terakhir ini mulai di ketahui masyarakat jika telah buka kembali.

“Selain konsep berbeda, kami juga ada penambahan menu, yaitu seafood. Kedepannya akan kami tambah lagi Seafood bakar, dan insyaallah mulai bulan Juli nanti kami akan tutup hingga pukul 21.00 WIB,” tandasnya.

BNN Kota Malang

Kilas Balik Global Qurban – ACT, Menyapa Saudara di Perbatasan Indonesia hingga Berbagai Negara

Global Qurban-ACT di Nepal. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kilas balik Global Qurban – ACT tahun lalu, berkah daging kurban tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat yang ada di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga di berbagai wilayah lain yang membutuhkan. Salah satunya, daerah perbatasan di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kampung Cham di Kamboja, hingga Gorkha di Nepal.

Pada Agustus 2019 tim Global Qurban – ACT Kalimantan Timur harus menempuh perjalanan 24 jam menyusuri jalan berliku hingga menyeberangi sungai untuk sampai ke wilayah paling utara di Kalimantan Timur, Kabupaten Mahakam Ulu, yang langsung berbatasan dengan Malaysia.

Perjalanan kali itu tidak lain untuk mengantarkan amanah para pekurban, menyapa saudara yang tinggal di tapal batas negara.

Saat itu fasilitas listrik belum dapat dinikmati warganya. Akses jalan pun terbatas sehingga membuat harga kebutuhan pokok tinggi. Di sana, Global Qurban – ACT menyembelih dua ekor sapi yang masing-masing bobotnya mencapai 250 kilogram. Kegiatan distribusi hewan kurban ke Mahakam Ulu dan wilayah tepian negeri merupakan program inovatif Global Qurban – ACT.

“Ini merupakan ikhtiar Global Qurban – ACT untuk mendistribusikan hewan kurban hingga ke pelosok negeri, bahkan hampir 50 negara di dunia,” jelas Muhammad Iqbal dari Tim Program Global Qurban-ACT Kaltim.

Tidak hanya mendistribusikan hewan kurban, Global Qurban – ACT juga menggelar Syukuran Qurban diadakan bersama warga Desa Batu Majang Kecamatan Long Bangun dan Pengaman Perbatasan 303 RI-Malaysia.

Cerita lain hadir pula dari warga muslim Kamboja yang merasakan hangatnya silaturahmi muslim Indonesia melalui kurban. Pada Iduladha 2019 lalu, puluhan hewan kurban setara sapi disembelih dan diberikan ke masyarakat prasejahtera di tiga kota di Kamboja. Salah satu wilayah yang menerima daging kurban tersebut adalah Kampung Cham, yang dihuni komunitas muslim minoritas di Kamboja.

Kebanyakan warganya bekerja sebagai petani serta nelayan. Muslim di Kampung Cham pun tak sedikit yang kondisi ekonominya masih prasejahtera.

Kegembiraan pun terpancar dari puluhan umat muslim lain di Gorkha, Nepal. Daging kurban yang datang dari saudara jauh seolah jadi pelipur lara. “Kami juga membutuhkan bantuan untuk masjid dan sekolah-sekolah yang kondisinya buruk,” lanjut Animta, salah seorang penerima manfaat.

Nijamudin (36) seorang guru di Nepal yang juga penerima manfaat mengutarakan harapan seperti Animta. Sebagai guru, ia prihatin dengan keadaan sekolah di desanya. “Semoga kalian (dermawan Indonesia) dapat membantu sekolah-sekolah kami,” kata Nijamudin, tanpa lupa menyertakan sederet doa untuk para pekurban Indonesia.

Kini, Global Qurban – ACT terus berikhtiar meluaskan manfaat kurban. Tahun 2020 ini, Global Qurban akan mendistribusikan 100 ribu ekor hewan kurban setara sapi atau 700 ribu ekor setara kambing untuk membahagiakan jutaan penerima manfaat. Selain itu, inovasi pun hadir melalui Agen Qurban. Global Qurban – ACT berupaya menggerakkan perekonomian masyarakat terdampak pandemi dengan membuka kesempatan menjadi Agen Qurban.

Dengan bergabung menjadi Agen Qurban, masyarakat mendapatkan benefit terbaik dari penjualan hewan kurban untuk kebutuhan ibadah Iduladha para pekurban Global Qurban.
Daging kurban diikhtiarkan menjangkau 34 provinsi, 275 kota/kabupaten dan berbagai negara. Selain itu, jejaring kemitraan juga terus diperluas, menambah lagi opsi kemudahan berkurban. Jejaring lokal bertambah, jejaring luar negeri diluaskan, saling berkolaborasi, menyukseskan perayaan akbar Iduladha 1441 H.

BNN Kota Malang

Hadapi Tahapan Pilkada 2020, Sam HC dan Gunadi Bentuk Tim Hukum

Suasana Launching Tim Hukum Malang Jejeg. (Toski D)

MALANGVOICE – Pasangan Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono (Sam HC) dan Gunadi Handoko resmi membentuk tim hukum menjelang tahapan verifikasi faktual Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Pasangan Sam HC-Gunadi yang berangkat dari jalur independen dengan mengusung jorgan ‘Malang Jejeg’ ini bakal didampingi 18 advokat, yang telah menyatakan kesiapannya untuk masuk dalam tim hukum Malang Jejeg secara sukarela.

“Tim hukum kali ini bersedia dengan nurani tanpa di bayar, ini catatan khusus karena hati nurani,” ucap pengusaha asal Kasembon, yang akrab disapa kata Sam HC, Selasa (23/6).

Pendiri yayasan God Management School itu menjelaskan, tahapan verifikasi faktual yang akan dihadapi pihaknya dinilai cukup krusial, sehingga secepat mungkin dibutuhkan tim hukum.

“Kita masuk tahap verifikasi faktual, untuk itu kami rasakan perlu ikatan diri dalam hukum. Karena negara ini adalah negara hukum. Hari ini kami launching resmi tim hukum Malang Jejeg. Kalau ada masalah hukum atau potensi yang menimbulkan masalah hukum, kami ada pendampingan secara resmi,” tegasnya.

Sementara itu, bakal calon Wakil Bupati Malang dari Malang Jejeg, Gunadi Handoko menegaskan, tim hukum Malang Jejeg ini dibentuk hanya dalam kurun waktu satu hari.

“Saya terharu dengan rekan-rekan seprofesi yang bersedia bergabung ke Malang Jejeg secara sukarela dan dalam waktu satu hari. Mereka ini menginginkan suatu perubahan yang baik untuk Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang. Mereka adalah profesional,” tegasnya.

Sebagai informasi, tim hukum Malang Jejeg tersebut nantinya akan diketuai oleh Dr Susianto SH MHum CLA, yang pernah menjadi anggota legislatif DPRD Kabupaten Malang.(der)

BNN Kota Malang

KPUD Kabupaten Malang Recofusing Ajuan Dana Pilkada 2020

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika. (Istimewa)

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Malang telah merefocusing anggaran Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk penambahan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 di masa pandemi Covid-19.

Untuk diketahui refocusing penambahan anggaran tersebut sebesar kurang lebih 34 miliar, dengan rinciannya, 29 miliar untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan 5 miliar untuk penambahan biaya tambahan Tempat Pemilihan Suara (TPS). Anggaran tersebut sedang diajukan ke KPU RI dan diteruskan ke Kementrian Dalam Negeri.

Namun, untuk meminimalisir adanya pembengkakan anggaran, KPUD Kabupaten Malang mengubah refocusing penambahan dana anggaran tersebut, lantaran lebih memilih untuk memanfaatkan dana NPHD sebesar 85 miliar untuk menutupi tambahan anggaran TPS itu.

“Kami memutuskan untuk memperkecil pengajuan dan mengcover anggaran 5 miliar (untuk penambahan TPS) itu dengan tetap mengalokasikannya dari NPHD yang 85 miliar kemarin,” ucap Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika, Selasa (23/6).

Pria yang akrab disapa Dika ini menjelaskan, dengan dilakukan refocusing tersebut, KPUD Kabupaten Malang akan melakukan pengurangan program-program yakni sosialisasi tatap muka secara langsung.

“Yang kami kurangi program sosialisasi tatap muka, biasanya dalam sekali sosialisasi itu ada 100 orang kini jadi 30. Itu kan sudah mengurangi biaya transportasi dan konsumsi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dika, KPUD Kabupaten Malang juga mengurangi kegiatan dinas ke luar daerah.

“Seperti konsultasi atau memenuhi undangan ke pusat atau provinsi akan kami kurangi,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Mahasiswa hingga IRT Sudah Jadi Agen Qurban, Apakah Anda Selanjutnya?

Agen Qurban-ACT. (Istimewa)

MALANGVOICE – Bagi Ainur Rohmah, menjadi Agen Qurban tak melulu soal berapa pemasukan yang bakal ia dapat. Lebih luas daripada itu, ia cenderung memikirkan bagaimana ia bisa maksimalkan potensi kedermawanan masyarakat yang dapat menjadi solusi di masa pandemi ini.

Ainur Rohmah (46) berharap meski masa pandemi masih menghantui menjelang Iduladha, hati para dermawan tidak turut dilanda ‘pandemi’ untuk menunaikan kurbannya tahun ini.

Nur, sapaannya, merasa bahagia setelah tahu Global Qurban – ACT membuka kesempatan ke masyarakat umum untuk menjadi Agen Qurban. Tanpa pikir panjang, ia pun segera mendaftar.

“Selagi ada usia, harus bermanfaat untuk banyak orang. Meski hanya jadi perantara kebaikan, itu suatu kebahagiaan,” begitu ungkapan Ainur Rohmah, warga yang tinggal di Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi saat ditanya alasannya bergabung menjadi Agen Qurban.

Sehari-hari Nur mengelola usaha jasa cuci pakaian. Dirinya mendapat informasi terkait Agen Qurban ini melalui media sosial ACT Bekasi. Menurutnya, menjadi bagian Agen Qurban sama dengan memfasilitasi orang lain untuk menyalurkan kebaikannya. Pasalnya, hewan kurban yang disalurkan Global Qurban akan disembelih dan dagingnya didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di tepian negeri, luar negeri, dan warga terdampak bencana.

“Bukan soal dagingnya, bagi saya, keberkahan yang ada pada hewan kurban itu amat tinggi nilainya. Makanya saya sangat senang bisa menjadi bagian dari aksi kebaikan ini,” ungkap Nur.

Nur menuturkan, setiap hari demi menjaring para dermawan yang ingin menunaikan kurban, ia mengunjungi masjid-masjid di kompleks perumahan di sekitar tempat tinggalnya. Ia pun rutin setiap hari mengagendakan kunjungan ke dua masjid seusai menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Nur juga turut bersyukur dengan apresiasi yang diberikan Global Qurban – ACT di setiap transaksi kurban yang diusahakannya. Bagi Nur, berapa pun apresiasi yang diberikan dari keagenan ini merupakan rezeki dari Allah yang harus diterima dan disyukuri.

Iduladha tahun ini, Nur berharap dapat memberikan kebahagiaan yang luas bagi mereka yang jauh dari kata “sejahtera”. Mengingat, tahun 2020 sangat istimewa dengan hadirnya pandemi Covid-19.

Tidak hanya Nur saja, Ikhsanudin Wiyono, atau akrab disapa Ikhsan, juga bergabung menjadi Agen Qurban. Ikhsan adalah salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Timur. Ia tinggal bersama ibu yang sehari-hari berjualan ayam goreng dan ayahnya sudah meninggal dua tahun silam. Menjadi Agen Qurban di Global Qurban – ACT sebagai langkahnya mandiri secara ekonomi.

Menjadi Agen Qurban dijalani Ikhsan bukan hanya semata-mata ingin mencari pendapatan tambahan tetapi juga pesan dari sang ayah untuk menjadi anak yang bisa meringankan beban keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat. Ikhsan yakin, dengan menjadi Agen Qurban, selain bisa menambah penghasilan di tengah pandemi seperti sekarang ini, ia juga bisa mengambil peran dalam meluaskan kebaikan melalui daging kurban yang Global Qurban – ACT salurkan ke berbagai penjuru negeri hingga luar negeri yang sedang dirundung krisis kemanusiaan.

Sebagai Agen Qurban, Ikhsan rutin mengajak teman-teman yang ada di kontak aplikasi perpesanan WhatsApp-nya. Anak terakhir dari empat bersaudara ini pun mengajak teman yang ada di akun Instagramnya melalui poster yang dipasang pada cerita Instagram.

Berbagai respons didapatkannya, ada yang menanyakan terkait hewan kurban, tapi tak sedikit juga temannya yang juga ingin menjadi Agen Qurban.

Sejak pekan pertama Juni, Ikhsan resmi menjadi Agen Qurban. Ia mengaku cukup mudah saat mendaftar. Syaratnya pun tak ada yang menyulitkan dan berharap profesi barunya ini bisa memperbaiki keadaan ekonomi dan meringankan beban orang tuanya.

“Harapannya, dengan menjadi Agen Qurban bisa membanggakan orang tua karena bisa terlibat dalam bagian aksi kemanusiaan Global Qurban – ACT,” tutupnya.

Hingga saat ini, kesempatan menjadi Agen Qurban masih terbuka. Masyarakat yang ingin bergabung bisa mendaftarkan diri langsung di website Global Qurban.

https://globalqurban.com/register_agent/malang. Saat ini masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai Agen Qurban terus bertambah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Misalnya saja mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja informal, dan sejumlah profesional yang saat ini terdampak pandemi.

BNN Kota Malang