DPRD Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Hiburan Malam Bisa Beroperasi

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – DPRD Kota Malang bakal menggelar hearing lanjutan usai menerima keluhan para pelaku usaha karaoke dan hiburan malam, Rabu (29/7) kemarin.

Pihak legislatif berharap ada jalan tengah agar bisnis hiburan kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi mengatakan, pihaknya ingin menjembatani yang menjadi keluh kesah para pelaku usaha mulai karaoke, event organizer, restoran dan sound sistem. Sebab, menurutnya, para karyawan perlu dihidupi. Setelah menganggur akibat pandemi Covid-19 beberapa bulan.

“Mereka ingin bekerja kembali, namun karena pandemi, tempat usaha mereka bakal disiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kita akan cek bersama apakah benar dan akan kita komunikasikan dengan satgas,” ujarnya.

Selain tentang izin, lanjut Wanedi, pihaknya juga akan mendorong Pemerintah Kota Malang selaku pengambil kebijakan, untuk merevisi peraturan yang membatasi jam operasional usaha.

“Jam operasional juga akan kita perjuangkan sampai jam 23.00, karena masih ada Perwal mengatur sampai pukul 21.00,” imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

Disinggung apakah memungkinkan peluang bisnis hiburan malam kembali beroperasi. Mengingat Kota Malang masih berstatus zona merah penyebaran virus.

“Coba kita komunikasikan dengan standar operasional harus dipatuhi. Yang penting usaha kita hidup, tujuannya ekonomi sedikit pulih,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, para pelaku usaha karaoke dan hiburan malam menemui DPRD Kota Malang di Ruang Komisi D, Rabu (29/7). Mereka meminta dewan untuk dapat memberikan izin beroperasi lagi, pasca ditutup akibat pandemi Covid-19.

Ketua Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang, Bambang Hermanto mengatakan, pihaknya menyampaikan aspirasi para pengelola karaoke dan hiburan malam agar dapat dibuka kembali. Supaya para karyawan yang telah dirumahkan beberapa bulan akibat pandemi Covid-19, dapat kembali bekerja.

“Alasannya karyawan menjerit untuk mencari sesuap nasi. Kalau sudah buka kita bisa menghidupi karyawan,” ujarannya.

Penyampaian aspirasi, lanjut dia, juga dilandasi dengan syarat telah menyiapkan standar operasional sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami akan konsisten melaksanakan protokol kesehatan masing-masing hiburan malam dan siap diverifikasi,” sambung dia.

Protokol kesehatan yang dimaksud, seperti fasilitas cuci tangan, thermo gun, ruang isolasi, tidak bersentuhan langsung dengan pemesanan, tempat duduk juga dibatasi jumlahnya, tamu wajib masker, dibatasi tamu 50 persen, karyawan atau pemandu lagu pakai APD, face shield.(der)

Kunjungi Dhamysoga New Normal, Wali Kota Sutiaji Dorong Inovasi Herbal

Wali Kota Malang Sutiaji saat mengunjungi SMAN 5 Malang sebagai sekolah tangguh Covid-19, Rabu (29/7). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi SMAN 5 Malang yang mendeklarasikan diri sebagai sekolah tangguh Covid-19, Rabu (29/7). Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang ini juga mendorong sekolah mengembangkan kurikulum tentang olahan tanaman herbal.

Wali Kota Sutiaji mengatakan, bahwa salah satu terapi yang direkomendasikan untuk meningkatkan imun dan menangkal Covid-19 adalah dengan konsumsi herbal. Ini artinya, negara memiliki potensi dan kearifan lokal.

“Karenanya perlu ada gerakan masif, dan salah satu tools (alat) ya melalui pendidikan (lembaga sekolah),” kata Sutiaji saat peninjauan pelaksanaan sekolah tangguh Covid-19 atau Dhamysoga New Normal.

Ia mengapresiasi beberapa karya siswa SMAN 5 Malang di bidang penelitian juga mampu menorehkan prestasi secara nasional. Hal itu, menurutnya, merupakan bukti sekolah telah mempersiapkan diri menghadapi kenormalan baru. Meski demikian, sekolah harus terus memantau kesehatan anak didiknya.

“Anak-anak nanti dipantau sekolah bagaimana menjaga imun dan menjaga kesehatan,” sambung penghobi bulutangkis ini.

Terlepas dari itu, Wali Kota Sutiaji juga mendorong warga SMAN 5 Malang untuk menggerakkan ekonomi dan UMKM melalui program Malpro (Malang Beli Produk Lokal).

“Biasakan kita belanja di saudara kita sendiri, di pasar-pasar rakyat kita di mlijo-mlijo kita semua. Siapa yang menghidupkan ekonomi rakyat kalau bukan kita sendiri. Ayo gemar belanja di lingkungan kita. Pro terhadap produk-produk lokal,” pungkasnya.

Sekadar informasi, sekolah yang berlokasi di Jalan Tanimbar 24 Malang ini memiliki motto Dhamysoga yang merupakan kepanjangan dari Dharmekyastu Yogya. Dharme. Motto yang berasal dari Bahasa Sansekerta itu bermakna Darma (mendarmakan), Kyastu (kesungguhan/sepenuh hati), Yogya (kesederhanaan). Maka, jika digabung berarti sifat sederhana dan rendah hatilah yang dipakai landasan untuk berdarma bakti, sesuai dengan panjangnya perjalanan sejarah SMA Negeri 5 Malang itu sendiri.(der)

Polinema Beri Kebijakan Khusus Bantu Mahasiswa Terdampak Pandemi Covid-19

Awan Setiawan
Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memberi kebijakan khusus kepada mahasiswa selama pandemi Covid-19. Kebijakan ini sebagai bentuk wujud kepedulian dan bentuk empati kepada mahasiswa.

Kebijakan pertama adalah membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 2.881 mahasiswa aktif, 116 mahasiswa habis masa studi dan mahasiswa cuti akademik/terminal.

Selain itu, Polinema juga memberikan keringanan UKT bagi 792 Mahasiswa aktif, keringanan UKT 50 persen bagi mahasiswa tingkat akhir belum lulus TA/skripsi dan penundaan/angsuran UKT bagi 600 mahasiswa aktif.

“Kebijakan ini khusus ini untuk membantu mahasiswa yang terdampak Pandemi Covid-19,” kata Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, MMT, MM.

Selama pandemi Covid-19, Polinema menerapkan proses belajar mengajar secara daring. Untuk menunjang aktivitas itu, Polinema memberi bantuan pada 3 bulan Semester Genap 2019/2020 dan 3 bulan Semester Ganjil 2020/2021.

“Hal ini sebagai bantuan sarana pendukung pembelajaran dan sarana pendukung penyelesaian tugas bagi 12.650 mahasiswa,” tandasnya.(der)

Disdikbud Kota Malang Gelar Lomba Artikel Sejarah, Hadiah Belasan Juta Rupiah

Poster lomba penulisan artikel Sejarah Kota Malang 2020. (Foto: Istimewa)

MALANGVOICE – Didirikan pada masa Kerajaan Kanjuruhan dengan memiliki luas 145,28 km2, Kota Malang menyimpan banyak cerita sejarah dengan berbagai macam peninggalannya. Baik peninggalan saat masa Kerajaan Kanjuruhan hingga masa penjajahan Belanda.

Beberapa peninggalannya pun seperti bangunan kuno seperti Gereja Kayutangan dengan arsitekturnya yang gotik. Kemudian peninggalan sejarah lainnya seperti Tugu Malang atau Alun-Alun Merdeka yang ikonik menyimpan banyak cerita sejarah masa pemerintahan Belanda di kota pendidikan ini.

Dua contoh peninggalan sejarah itupun menjadi kebanggaan sendiri bagi masyarakat di Kota Malang. Sehingga, semboyan Jasmerah atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah menjadi wajib dan semangat untuk terus menjaga keberadaannya dan menceritakan kisahnya kepada anak cucu kita.

Berlandaskan itulah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar lomba penulisan artikel Sejarah Kota Malang 2020. Dengan tema Bentuk dan Fungsi Peninggalan Sejarah Kota Malang Lintas Masa.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Andayun Sri Ide mengatakan lomba ini dikhususkan kepada masyarakat Kota Malang dengan peserta dibatasi hanya 50 orang.

”Ini (lomba penulisan artikel Sejarah Kota Malang 2020) menjadi nilai positif bagi masyakarat Kota Malang. Artinya bahwa ini sebagai salah satu cara agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri,” kata dia dalam keterangannya kepada MalangVoice.

Dia menjelaskan pendaftaran lomba ini dimulai pada Senin, 3 Agustus hingga Jum’at, 7 Agustus 2020. Dengan ketentuan pesertanya, kata dia, berdomisili dan merupakan warga asli Kota Malang.

”Pesertanya kita batasi 50 orang saja. Dan ini kita khususkan kepada anak-anak SMA, mahasiswa dan masyarakat umum Kota Malang,” ujarnya.

Sedangkan untuk teknisnya, dia menyampaikan bahwa sebanyak 50 peserta yang sudah mendaftar akan mendapat pembekalan dari para juri. Salah satunya yaitu narasumber dari Universitas Negeri Malang (UM).

”Jadi, ada bebepara hal yang kita tentukan untuk dikupas menjadi artikel sejarah. Makanya, mereka ini (50 peserta) nantinya akan ada pembekalan dari narasumber yang dari UM itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan 50 peserta yang mengikuti lomba ini tidak akan merasa sia-sia. Hal tersebut, kata Andayun, semua hasil karya 50 peserta akan dibukukan menjadi dokumen sejarah Kota Malang.

”Tidak hanya yang menang. Semua hasil karya yang ditulis oleh 50 peserta tersebut akan kami bukukan,” ungkapnya.

Hal tersebut diharapkannya bisa menjadi dokumen penting. Dengan tujuannya semua masyarakat bisa mengambil hikmah dari setiap cerita sejarah yang ditulis semua peserta tersebut.

”Ini yang paling penting. Tidak melupakan sejarah tentunya pasti. Akan tetapi, bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari cerita masa lalu itu untuk kehidupan sekarang dan masa depan,” harapnya.

Berdasarkan keterangan dalam poster lomba penulisan artikel Sejarah Kota Malang 2020 disebutkan juga ada beberapa ketentuan. Di antaranya yaitu artikel merupakan karya original atau asli dan tidak plagiat serta belum pernah dipublikasikan.

Kemudian, setiap peserta akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu. Akan tetapi, ada ketetuan bahwa sudah melakukan survey dan dengan menunjukkan bukti foto on the spot serta telah menyerahkan hasil tulisan.

Adapun hadiahnya yaitu untuk Juara 1 mendapatkan uang Rp 10 juta, Juara 2 Rp 7 juta dan Juara 3 Rp 5 juta.

Sementara itu, untuk tempat dan info pendaftarannya berada di Museum Mpu Purwa yang berlamat di Jalan Soekarno Hatta B-210. Dengan pelayanannya mulai Senin hingga Kamis pukul 08.00 hingga 16.00 Wib dan Jum’at mulai pukul 08.00 hingga 15.00 Wib.(der)

Terkendala Jaringan dan Perangkat, Siswa SDN Gunungsari 04 Kota Batu Belajar di Sekolah

Proses belajar mengajar di SDN Gunungsari 04, Kota Batu dengan menerapkan protokol kesehatan. (Istimewa)

MALANGVOICE – SDN Gunungsari 04 kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah. Hal tersebut, dilatarbelakangi kendala jaringan dan juga perangkat.

Kepala SDN Gunungsari 04, Indrayanto, mengatakan, kendala yang dialami siswa-siswinya adalah tidak adanya jaringan dan juga perangkat untuk pelajaran daring.

“Sinyal kadang ada, kadang tidak,” ungkap Indrayanto saat ditemui Selasa, (28/7).

Lebih lanjut, kata Indrayanto total jumlah murid kelas 1 sampai kelas 6 SD berjumlah 44 orang. Ia mengatakan tidak semua punya HP (handphone) karena HPnya dibawa kerja orangtua masing-masing. Sehingga siswa-siswinya tidak dapat menggunakan perangkat tersebut.

Ia menjelaskan rata-rata orang tua siswa SDN Gunungsari 04 merupakan petani, peternak, kerja di toko, dan kuli bangunan dari Dusun Brau.

“Sehingga, anaknya tidak bisa belajar online (daring). Misalnya kalau kita pakai daring agak kesulitan. Kami mengambil langkah ini, biar anak-anak terima pelajaran gitu, loh,” jelas Indrayanto.

Sementara itu, selain anak-anak tidak memiliki perangkat internet untuk belajar daring dan juga sinyal internet menjadi kendalanya. Ia menjelaskan juga untuk sinyal televisi seperti TVRI dan JTV tidak dapat dijangkau di Dusun Brau. Selain itu, atas usulan komite sekolah SDN Gunungsari 04 dibuka kembali.

“Karena kita jumlahnya sedikit dan permasalahan semacam itu ya sama pengawasnya (komite sekolah) diizinkan,” tambahnya.

Karena masih pandemi Covid-19, sekolah membatasi pembelajaran mulai pukul 8-11 siang. Padahal, sebelum covid-19 merebak di Indonesia, SDN Gunungsari 04 memulai pelajaran pukul 7.00 WIB dan berakhir pulang pada pukul 13.00 WIB.

“Sebelumnya, guru-guru jemput bola ke kelompok siswa, dari tes semesteran hasilnya jelek. Kalau terus-terus begini, nanti anak-anak gak bisa apa-apa,” paparnya.

Ia menambahkan karena hasilnya tes semester kurang memuaskan dengan alasan orang tuanya bekerja, sehingga anak-anak ditinggal sendiri tanpa bimbingan. Dengan pertimbangan demikian akhirnya memasukkan 30 persen dari jumlah keseluruhan dengan siswa masuk satu pekan dua kali dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi, hari senin kelas 1 dan 2, selasa kelas 3 dan kelas 4, hari Rabu kelas 5 dan kelas 6. Begitu selanjutnya,” bebernya.

Dari total 44 orang siswa-siswi SDN Gunungsari 04, memiliki rincian 9 siswa kelas I, 7 siswa kelas II, 7 siswa kelas III, 8 siswa kelas IV, 8 siswa kelas V dan 5 siswa kelas VI. Dengan memiliki 12 orang guru.

Sementara itu, Indrayanto menilai lebih efektif pembelajaran langsung ketimbang di rumah. Tetapi pembelajaran tetap menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak, diberikan masker, dan hand sanitizer.

Sementara itu, guru kelas 3 SDN Gunungsari 04, Anggun Widy T. mengatakan siswa-siswa sangat antusias dengan ada kegiatan belajar mengajar secara langsung.

“Saking senangnya, anak-anak berangkat sekolah tidak mau makan, saking mau ketemu gurunya,” tandasnya.(der)

Kenali Budaya Lokal, Ayo Arek Malang Ikuti lomba “Cerita Budaya Desaku”

Poster lomba “Cerita Budaya Desaku” Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tingginya nilai sejarah Kota Malang dengan beragam budayanya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Bahkan menjadi sebuah identitas diri dan berkembang hingga terbentuk kampung-kampung tematik di kota berjuluk Paris of East Java ini.

Berangkat dari itulah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebubudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Andayun Sri Ide mengatakan ada nilai positif sebagai ajang promosi dan mengembangkan potensi dengan ikut berpartisipasi dalam lomba “Cerita Budaya Desaku” yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Lomba “Cerita Budaya Desaku” ini dikatakannya merupakan sebuah lomba dengan tiga kategori yaitu tulisan narasi, foto dan video berisi cerita tentang potensi budaya yang ada di masing-masing desa di Indonesia. Tidak terkecuali kelurahan di Kota Malang. Pendaftarannya dimulai pada Sabtu, 8 Agustus hingga Senin, 10 September 2020.

”Kalau di Kota Malang kan nggak ada desa, adanya kelurahan. Tapi itu sama saja. Nah, di Kota Malang sendiri kan ada kampung-kampung tematik dengan beragam budanya. Itu bisa jadi terobosan teman-teman untuk ikut lomba itu,” kata Andayun kepada MalangVoice, Senin, 27 Juli 2020.

Miliki Beragam Budaya, Masyarakat Kota Malang Diminta Ikut lomba “Cerita Budaya Desaku”

Dia menjelaskan dengan berpartisipasinya masyarakat Kota Malang dalam event tersebut bisa menjadi ajang mengembangkan dan mengenalkan potensi daerahnya masing-masing ke khalayak luas. Khususnya beragam kebudayaan yang dimiliki masing-masing kelurahan di Kota Malang.

Dicontohkannya seperti cerita budaya tentang Kelurahan Bunulrejo. Di Kelurahan tersebut, kata Andayun, banyak cerita budaya dengann situs yang bisa disampaikan kepada masyarakat luas melalui lomba tersebut.

”Tentunya ini bisa jadi hal positif bagi teman-teman yang ada di kelurahan. Selain untuk mengembangkan potensi masing-masing desa atau kelurahannya. Ini sekaligus bisa mempromosikan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Andayu berharap masyarakat di masing-masing kelurahan Kota Malang bisa ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Paling tidak, dalam setiap kelurahan ada yang mewakili.

”Saya, sebagai pribadi maupun organisasi menginginkan warga masyarakat Kota Malang harus ikut. Paling tidak, masing-masing 57 kelurahan di Kota Malang ada yang mewakili,” harapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dalam surat edaran Kemendikbud RI dan poster lomba “Cerita Budaya Desaku”. Lomba tersebut ada tiga jenis lomba yaitu berbentuk narasi sepanjang 3.500 kata, foto dan video.

Adapun syaratnya, lomba ini bisa diikuti oleh semua warga negara Indonesia dengan ketentuan setiap peserta adalah komunitas atau kelompok yang ada di desa, berdomisili di desa setempat serta satu desa diwakili oleh satu komunitas atau kelompok.

Setiap peserta, sebagaima informasi dalam poster lomba “Cerita Budaya Desaku”, juga diminta melampirkan surat rekomendasi atau izin dari kepala desa dengan beranggotakan minimal 3 orang.

Kemudian karya yang dibuat harus memiliki substansi mengangkat potensi budaya masing-masing desa seperti sejarah atau identitasnya, objek kemajuan kebudayaan dan cagar budaya. Kemudian pengelolaan budaya desa di masa sekarang serta pewarisan budaya desa bagi generasi penerus.

Jika nantinya beruntung, sebanyak 3O karya terpilih akan mendapatkan dana pemberdayaan masing-masing senilai Rp 5O.OOO.OOO,-. Kemudian, karya terbaik dari 3O karya terpilih akan mendapat hadiah tambahan berdasarkan masing-masing kategori yaitu narasi, foto dan video.

Sementara itu, berkaitan dengan cara pendaftaran, teknis lomba dan ketentuan-ketentuan lainnya bisa dilihat di website desabudaya.kemdikbud.go.id.(der)

Perlu Juru Bicara di Masa Krisis, Johan Budi: Jangan Pernah Berbohong kepada Media

Johan Budi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berawal dari keresahan akan masalah sosial, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya Malang, S1 maupun S2 membentuk komunitas diskusi bernama PR Chat!.

PR Chat! berkolaborasi dengan UB Experts (Badan Usaha Kepakaran UB) membahas pentingnya peran juru bicara dalam masa krisis, dengan melakukan pertemuan secara daring, webinar dengan tema “Pentingnya Peran Juru Bicara dalam Masa Penanganan Krisis” pada Kamis (23/7).

PR Chat! menghadirkan Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005 – 2016, Johan Budi Sapto Pribowo, pakar komunikasi dan manajemen krisis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari, Rektor UB periode tahun 2014 – 2018,Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS dan pendiri Talent Manager Abdul Rachman Hidayat atau yang biasa dipanggil dengan Mas Abbe.

PR Chat!

Melalui pertemuan daring tersebut, Johan Budi, memberikan pernyataan pentingnya menilai informasi terlebih dahulu sebelum juru bicara menyampaikan ke khalayak umum.

“Sebagai juru bicara kita harus paham betul bagaimana kita menilai sebuah informasi yang ada, dan akhirnya bisa memberikan dampak yang positif untuk lembaga kita,” ujar Johan.

Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa seorang Juru Bicara juga harus mampu memberikan saran komunikasi kepada pemimpin lembaga mereka.

“Juru bicara yang seharusnya memberitahu kepada pimpinan besok harus berbicara apa. Seperti contoh saya juru bicara KPK, saya yang harus menyarankan kepada pemimpin saya besok beliau harus berbicara seperti apa di depan media,” tambahnya.

Dalam upaya meredam krisis dan menyelesaikan masalah, Johan yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi PDIP periode 2019 – 2024, menekankan bahwa informasi yang diberikan harus berdasarkan fakta dan data sebenarnya.

Selain itu, Johan juga menegaskan bahwa juru bicara juga harus menghargai awak media. Maka dari itu, untuk memaksimalkan penyampaian data dan informasi kepada publik tersebut, juru bicara juga harus tahu bagaimana berbicara dengan media.

“Pertama, jangan pernah berbohong kepada media. Semua yang ingin dikatakan harus sesuai dengan data dan fakta. Kedua, juru bicara tidak boleh memberikan kalimat yang multitafsir dan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda,” jelasnya.

Selain itu juga, kata Johan, juru bicara hendaknya tidak menjawab pernyataan yang belum dipahami jawabannya dan sangat tidak diperbolehkan untuk menjawab no comment.

“Jangan sekali-kali menjawab no comment. Anda Juru Bicara dibayar untuk bicara. Anda tidak bisa mengucapkan itu,” tegas Johan.

Selaku pakar komunikasi dan manajemen krisis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari juga menambahkan seorang juru bicara juga harus bisa mempersiapkan naskah pidato kepada CEO.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan bahwa dalam ranah perguruan tinggi, keberadaan juru bicara juga sangat membantu menjaga dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi.

“Untuk meningkatkan reputasi UB diluar negeri, UB menunjuk juru bicara, yang memang pada saat itu adalah Ibu Maulina Pia sendiri, untuk menyampaikan visi misi secara langsung dan menjalin hubungan dengan Timur Tengah,” ujar Rektor UB periode tahun 2014 – 2018 tersebut.

Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Johan Budi, Prof. Mohammad Bisri, seorang guru besar teknik pengairan UB berujar menyampaikan sesuatu berdasarkan data.

“Setiap menyampaikan sesuatu harus berdasarkan data yang diperoleh dari hasil riset terlebih dahulu dan paling penting adalah menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru”.

Selain itu, dalam dunia hiburan, Abdul Rachman Hidayat atau yang biasa dipanggil dengan Mas Abbe, pendiri Talent Manager, Abbe Talent ini menyatakan bahwa juru bicara memiliki andil yang besar, apalagi pada saat salah satu tallent yang dibawah naungan Abbe Talent diterpa permasalahan.

“Memulai sesuatu itu mudah, mempertahankan itu yang sulit. Maka, juru bicara juga harus bisa menjadi penengah atau mediator bagi kedua belah pihak yang bermasalah sehingga masalah dapat ditangani dengan baik”, ungkap Mas Abbe.

Sebagai penutup, Pia Maulina menambahkan bahwa untuk mencegah simpang siurnya informasi, maka informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui 1 pintu.

“Juru bicara bukanlah orang yang mencari kepopuleran, jangan lebay dalam berkata dan bertindak, dan berbicara harus berdasarkan data dan fakta yang sebenarnya”, tutup Pia.(der)

Prestasi Membanggakan, Polinema Raih Akreditasi Internasional

Direktur Polinema Drs Awan Setiawan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 20 prodi dari 7 jurusan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) meraih Akreditasi Internasional dari Accreditation Service For International Schools, Colleges & Universities (ASIC).

Pencapaian ini merupakan upaya Polinema mewujudkan visinya menjadi lembaga pendidikan tinggi vokasi yang unggul dalam persaingan global.

Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, menyampaikan, persiapan untuk mencapai akreditasi internasional ASIC dilakukan selama satu tahun sejak 2019.

“Ada 20 program studi yang mendapatkan akreditasi internasional dari 29 program studi yang ada di Polinema. Prodi yang belum mendapatkan akreditasi internasional akan diajukan tahun depan karena masih merupakan prodi baru,” ujar Direktur Polinema, Selasa (21/7).

Direktur Polinema memberi santunan ke santri. (deny rahmawan)

Visitasi selama ini belakangan dilakukan secara virtual. Ke depan, tim dari Inggris akan langsung datang ke sini dalam jangka waktu setahun kemudian.

“Visitasi dari Inggris ke sini perpanjangan 4 tahun dan menentukan peringkat akreditasi,” jelasnya.

Awan Setiawan berharap Polinema mampu bersaing dan bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri. Berdasarkan Road Map Perencanaan 2010-2034, saat ini Polinema berada di tahap ketiga yaitu penguatan persaingan regional. Mahasiswa internasional yang ada di Polinema saat ini berasal dari Timur Tengah, Asia Pasifik dan Afrika. Polinema juga mempunyai program double degree dengan kampus China dan Malaysia.

Berikut Program Studi yang meraih akreditasi internasional:

Magister Terapan Teknik Elektro
D-IV Teknik Elektronika
D-IV Sistem Kelistrikan
D-IV Jaringan Telekomunikasi Digital
D-III Teknik Elektronika
D-III Teknik Listrik
D-III Teknik Telekomunikasi
D-IV Teknik Mesin Produksi dan Perawatan
D-III Teknik Mesin
D-IV Manajemen Rekayasa Konstruksi
D-III Teknik Sipil
Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi
D-IV Akuntansi Manajemen
D-IV Keuangan
D-III Akuntansi
D-IV Manajemen Pemasaran
D-III Administrasi Bisnis
D-III Teknik Kimia
D-IV Teknik Informatika
D-III Manajemen Informatika. (der)

Pemkot Malang Gelontorkan Beasiswa bagi Ratusan Pelajar Berprestasi

Foto Bersama Walikota Malang dengan pelajar yang mendapatkan beasiswa. ( Sabinus)

MALANGVOICE – Pendidikan menjadi sektor yang paling diperhatikan untuk bekal masa depan anak. Hal ini kemudian memantik Pemkot Malang memberikan apresiasi dengan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi.

Senin (20/7) di halaman depan Balai Kota Malang, total 481 anak didik yang mendapat bantuan beasiswa gratis itu, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Dari jumlah itu dengan rincian, perguruan tinggi 81 mahasiswa, sekolah dasar 100 siswa, Sekolah Menengah Atas (SMA) 100 Orang, SMP 100 siswa, dan SMK 100 siswa.

“Alhamdulillah, kita mulai tahun ini, kita bisa memberikan beasiswa tentu kepada siswa yang berprestasi,” ujar Wali Kota Malang.

Lebih lanjut, kata Sutiaji, persyaratan menerima beasiswa ini tak hanya berprestasi tapi juga bagi yang tidak mampu. Ia menjelaskan prestasi yang menjadi perhatian utama Pemkot Malang. Dengan total anggaran mencapai hampir Rp3 miliar.

“Untuk menentukan jumlah orang itu, mesti ada kriteria. Salah satu kriteria adalah berprestasi dan yang tidak mampu,” jelasnya.

Pemberian beasiswa pada tingkat SD sebesar Rp 220 perbulan. Sedangkan, SMP dan sederajat mendapatkan Rp 330 per bulan. Selanjutnya, untuk SMA/SMK mendapat sebesar Rp 440 ribu perbulan.

Sementara, mahasiswa mendapat beasiswa sebesar Rp 600 ribu per bulan bagi yang berkuliah di Kota Malang dan Rp 900 ribu perbulan bagi yang berkuliah di luar Kota Malang.

“Jumlah memang tidak sama antara yang berkuliah di Kota Malang dengan yang di luar Kota Malang,” tambah orang nomor 1 di lingkungan Pemkot Malang ini.

Selain itu, kata Sutiaji, dengan pemberian beasiswa tersebut, pihaknya juga sedang mengusahakan pembebasan UKT untuk mahasiswa. Ia meminta perguruan tinggi di Malang untuk pembebasan UKT. Ia mengungkap untuk perguruan tinggi di Malang hampir semua sudah merespon, hanya menyisakan beberapa yang belum.

“Sudah ada respon, tinggal satu yang belum. UIN juga insyaallah bebas, UM sudah bebas, demikian juga polinema, Mudah-mudahan UB juga demikian, untuk UKT,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Zubaidah menambahkan pemberian beasiswa tersebut maksimal sampai pelajar lulus. Dengan pertimbangan tetap mempertahankan prestasinya.

“Jadi sudah aturannya, kalau mereka mendapatkan bantuan tetapi tidak mempunyai progres peningkatan, tentunya akan diganti, setiap tahun akan dievaluasi” lanjutnya.

Selain itu, Kepala Sekolah Sekolah Dasar Tunas Harapan, Lilik Wijiastuti yang mengantarkan muridnya, Aisyah Nur Rohmah yang juga mendapatkan beasiswa, mengatakan, sangat bersyukur dengan ada beasiswa prestasi bagi siswa yang kurang mampu.

“Dia memang anak yang berprestasi di sekolah. Sedangkan yang mendapatkan beasiswa 3 orang. Dia yang mewakili dan ini sangat membantu siswa,” tambahnya.(der)

Pemkot Malang Salurkan Bansos Mahasiswa Rantau

Penyaluran bansos untuk mahasiswa rantau kepada perguruan tinggi swasta di Balai Kota Malang, Jumat (17/7). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Sejumlah 17 perguruan tinggi swasta menandatangani berita acara serah terima bantuan sosial dampak covid-19 untuk mahasiswa di Balai Kota Malang, Jumat (17/7). Pemkot Malang menyalurkan bantuan sejumlah Rp 954 juta, kepada mahasiswa-mahasiswi rantau.

“Kita satu ibu pertiwi, kita menjadi satu bagian yang tidak dipisahkan dari seluruh komunitas bangsa,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji dalam sambutannya.

Wali Kota Sutiaji melanjutkan, bahwa pencarian atau penyaluran bantuan secara tunai untuk nominal kecil. Sedangkan nominal bantuan besar ditransfer.

Tercatat ada yang menerima Rp 400 ribu karena hanya ada dua mahasiswa yang mendapat bantuan. Proses bansos ini, menurutnya, juga telah melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Serta melakukan validasi data dengan pemerintah daerah masing-masing agar tidak tumpang tindih.

“Setelah clear dalam regulasi maka baru saya sampaikan (disalurkan),” jelasnya.

“Terakhir, kami mohon doa, mudah-mudahan Covid-19 di Kota Malang mampu terkendali dan flat grafiknya,” imbuhnya.

Pada momentum tersebut, dihadiri rektor dan perwakilan dari ITN, UNMER, Unidha, STIE Malangkuçeçwara, Uniga, Institut Asia, STIKI, UMM, Unikama, STT Atlas Nusantara, Stiekes Pantiwaluya, Institute Pertanian Malang, Unisma, Stiekes Kendedes, Universitas Widyagama, Stimata dan STT Stikma.(der)