Yuwa Raja Pendidikan Vokasi UB, Wirausahawan Tak Perlu Modal Besar

Yuwa Raja Pendidikan Vokasi UB. (Lisdyashelly)
Yuwa Raja Pendidikan Vokasi UB. (Lisdyashelly)

MALANGVOICE – Mahasiswa baru Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) dalam masa orientasi dibekali kiat sukses menjadi wirausahawan oleh beberapa pelaku usaha yang sudah sukses, Kamis (15/8).

Owner CV Tunas Abadi, Arnold Waryanto mengatakan, untuk menjadi wirausahawan tak perlu memiliki modal banyak, melainkan hanya kreativitas yang dikembangkan oleh mahasiswa.

“Nggak perlu modal, yang penting itu kreativitas. Itu yang harus ditanamkan pada mahasiswa baru,” ujarnya.

Pengusaha Kota Malang itu juga menyatakan, apabila ingin memulai usaha, maka yang diperlukan adalah riset. Seperti misalnya berapa jumlah penduduk di daerah itu.

“Tak sekedar di wilayahnya, tapi sudah sudah lintas daerah,” singkatnya.

Tak hanya itu, dalam Yuwa Raja ini juga turut menampilkan mahasiswa berprestasi di program Pendidikan Vokasi UB, di antaranya yakni Fitria Sukma Engelina, Vita Lutfiah, Andhika Nur Fandi, Rikha K Mastutik.

Ketua Pelaksana, Agung Budi Laksono mengimbau untuk mahasiswa baru yang berjumlah 1691 untuk turut aktif dalam semua bidang.

“Terpenting adalah, semua mahasiswa harus aktif agar berprestasi dalam semua bidang. Saat ini, pendidikan vokasi tak hanya ada di politeknik, tapi juga ada di universitas. Sehingga lulusan SMK bisa memilih vokasi di universitas,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Polinema Go Internasional, Mahasiswa Diimbau Cepat Adapatasi

Upacara penerimaan mahasiswa baru Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan mengimbau para mahasiswa baru yang telah diterima untuk mampu beradaptasi dengan kampus, sebab Polinema diklaim sudah go internasional.

“Karena kami kan sudah go internasional, sudah buka kelas dan program internasional, harapannya para maba bisa menyesuaikan program kami, dan lulusan Polinema jauh lebih baik. Harus sesuai visi misi,” ujarnya usai upacara penerimaan mahasiswa baru, Kamis (15/8).

Go internasional yang dimaksudkan adalah Polinema telah bekerjasama dengan Shandong University of Science and Technologi. Dengan membuka kelas double degree, yakni dua tahun di Polinema dan dua tahun di Shandong University of Science and Technologi.

Sementara itu, selain para mahasiswa baru dapat menyesuaikan visi misi kampus, sebanyak 3.383 mahasiswa baru juga dikenalkan dengan sarana prasarana kampus guna menunjang aktivitas belajar mengajar.

“Setelah LDK kemarin, kegiatannya ospek dan pengenalan kampus. Jadi mereka nanti ke laboratorium dan bengkel untuk mengenal kampus dan jurusan mereka,” ungkapnya.

Tak hanya itu, setelah dinyatakan kampus bebas narkoba oleh BNN, nantinya para mahasiswa baru akan dites urine guna mengantisipasi kenakalan remaja di kampus.

“Semuanya, mulai mahasiswa baru di Polinema dan 445 mahasiswa baru di PSDKU Kediri dan 19 mahasiswa asing di kelas internasional,” tandasnya. (Hmz/ulm)

Tingkatkan Produktifitas Ekonomi Warga Pagelaran, KKN 34 UMM Ciptakan Inovasi Mesin Gerabah

Mahasiswa KKN UMM Kelompok 34 bersama pengrajin gerabah di Desa Pagelaran Kabupaten Malang. (KKN 34 UMM)

MALANGVOICE – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang menciptakan inovasi mesin gerabah. Inovasi ini mampu membantu meningkatkan produktifitas para pengerajin gerabah Desa Pagelaran Kabupaten Malang.

Ketua Tim Alat Gerabah Sri Kurnia Maulana mengatakan, inovasi mesin gerabah ini didasari atas kesadaraan KKN kelompok 34, bahwa perkembangan teknologi sudah hampir sampai pada revolusi industri 5.0.

“Selama melaksanakan KKN ini kami mengamati para pegerajin gerabah masih menggunakan teknologi yang sederhana bahkan belum sampai pada revolusi industri 2.0,” kata Maulana.

Maulana menambahkan adanya teknologi tidak untuk merubah tradisi budaya dalam tata cara pembuatan gerabah, warga di Dusun Krajan Desa Pagelaran. Namun, sebagai pemicu agar pegerajin tidak ketinggalan perkembangan zaman serta supaya para pengerajin gerabah tidak kalah bersaing dengan pengerajin gerabah di luar.

Kelompok KKN 34 UMM juga sempat mendemonstrasikan cara kerja mesin gerabah yang diciptakan, kepada para pengerajin, Selasa (13/8). Selain para pengerajin dan warga acara demonstrasi ini juga dihadiri oleh perangkat desa Pagelaran.

“Mesin gerabah ini merupakan inovasi terbaru meskipun masih terdapat kekurangan di beberapa sektor,” sambung PJ Kepala Desa Pagelaran Rusman.

Sementara itu, inovasi yang digagas oleh Kelompok KKN 34 UMM ini juga mendapat antusiasme yang baik dari pengerajin gerabah di Dusun Krajan tersebut.

“Wes sip. Mantab sekali. Tapi ada kekurangan untuk mungkin menambahkan rem saja,” ujar salah satu pengrajin gerabah Sukiman. (Hmz/ulm)

Angka Stunting Tinggi, Mahasiswa UB Gandeng ACT Salurkan 13 Ribu Susu untuk Anak di Daerah

Mahasiswa UB menyerahkan 13 ribu susu ke ACT Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Angka penderita stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat malnutrisi kronik di Jawa Timur masih terbilang tinggi, bahkan jumlahnya mencapai 26,2 persen.

Melihat hal ini, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) tergerak menyalurkan bantuan 13 ribu susu bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang. Susu yang terkumpul dari mahasiswa baru ini nantinya akan dibagikan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

“Alhamdulillah kami dipercaya UB untuk mengamanatkan dalam penyaluran bantuan ini. Jadi, satu mahasiswa itu membawa satu susu, dan susah kami tentukan mereknya dan ukurannya,” ujar Senior Staff Humanity Program, Iqrok Wahyu kepada awak media, Selasa (13/8).

Wilayah penyaluran tersebut di antaranya yakni Kota Malang, Malang selatan, Tulungagung, Kediri dan terakhir Pasuruan.

“Untuk Malang selatan posnya di Bantur, nanti akan dibagi ke beberapa wilayah,” jelasnya.

13 ribu susu tersebut nantinya akan dibagikan ke sekolah-sekolah dasar, khususnya di daerah pelosok yang saat ini mengalami kekeringan air.

“Karena kalau kekurangan air kan jelas kurang nutrisi, akhirnya kami salurkan susu ini. Kami harap, meski hanya satu anak satu susu tetapi bisa menutupi kekurangan nutrisi itu,”tandasnya. (Der/Ulm)

Maba UB Pecahkan Rekor Dunia Perkusi dengan Peserta 14.950

Penampilan perkusi 14.950 mahasiswa baru UB. (Lisdya)
Penampilan perkusi 14.950 mahasiswa baru UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Universitas Brawijaya (UB) baru saja pecahkan rekor dunia untuk perkusi yang dilakukan 14.950 mahasiswa baru dalam pengenalan kehidupan kampus mahasiswa universitas (PK2MU 2019), Selasa (13/8).

Pemberian rekor dunia tersebut diberikan langsung Museum Rekor Indonesia (MURI).

Manager Operasional MURI, Andre Purwandono menyatakan jika perkusi yang dilakukan oleh maba UB tidak layak mendapatkan rekor Indonesia melainkan rekor dunia, sebab telah berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dilakukan oleh 11 ribu peserta.

“Kami menyesal tidak memberikan penghargaan rekor Indonesia, karena nggak pantas. Lebih baik kami berikan rekor dunia untuk para maba ini,” ujarnya saat penyerahan rekor kepada Rektor UB, Nuhfil Hanani.

Sementara itu, Nuhfil mengatakan, dalam pemecahan rekor MURI bermain perkusi dengan peserta terbanyak ini, maba diwajibkan menggunakan alat-alat sekolah seperti sempoa, papan dada, dan sepasang tongkat semaphore.

“Karena ini khas, menggambarkan perguruan tinggi. Perkusi ini membawakan lagu gebyar, dengan alat sekolah, dikolaborasikan dengan paduan suara dan band,” ujarnya.

PK2MU pada umumnya, dikatakannya hanya melaksanakan flash mob dengan menggunakan kertas atau payung yang membentuk suatu kata-kata tertentu atau lambang tertentu.

“Kalau mob kan sudah umum. Brawijaya ingin tampil lain dari yang lain. Kalau mob sudah kami lakukan tiga tahun berturut-turut,” paparnya.

“Dengan pemberian rekor ini, diharapkan dapat merubah mindset mahasiswa maupun dosen untuk siap bersaing di kelas dunia,” tandasnya.(Der/Aka)

Mendikbud Imbau Kepala Sekolah Tak Lagi Tambah Guru Honorer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Lisdya)

MALANGVOICE – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, jika ke depan tidak ada lagi pengangkatan guru honorer oleh kepala sekolah.

Hal ini dikarenakan guru akan ditambah masa pensiunnya hingga menemukan guru ASN pengganti.

“Dari Kemendikbud masih menyiapkan, dan meminta guru untuk tetap mengabdi melewati batas pensiun hingga ada ASN pengganti. Tapi bagi mereka yang sanggup,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelumnya sudah ada larangan sekolah negeri mengangkat guru honorer, dan diminta mengoptimalkan guru-guru ASN. Kendati demikian, masih banyak sekolah yang membutuhkan guru tambahan. Penambahan ini lantaran jumlah guru ASN banyak yang pensiun setiap tahunnya.

Ke depan, pemerintah bakal menuntaskan persoalan guru honorer dan sudah menyiapkan berbagai macam perangkat yang akan mendukung. Dengan ini, diharapkan persoalan guru honorer tuntas di tahun 2024.

“Ini kami selesaikan dulu. Agar cepat selesai, sekolah jangan nambah-nambah honorer lagi,” tandasnya.(Der/Aka)

Impor Rektor Asing, Bukti Pendidikan di Indonesia Harus Out of the Box

Menteri Sekretaris Negara RI, Pratikno didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat berkunjung ke UMM. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir berencana mengimpor rektor asing untuk perguruan tinggi Indonesia, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN).

Bahkan, diketahui Presiden Joko Widodo telah setuju untuk menggunakan orang asing dalam memimpin sebuah kampus. Hal ini menurut Nasir berguna untuk meningkatkan daya saing melalui perbaikan ranking dan mutu perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi Indonesia itu sebenarnya sudah bagus, tetapi belum sampai kancah internasional. Dengan rektor asing, jelas punya jaringan yang luas, rektor asing diasumsikan mampu membuat PTN meraih akreditasi internasional,” katanya.

Selain itu, di zaman serba teknologi ini, banyak perguruan tinggi di negara-negara lainnya sudah berkompetisi di berbagai bidang hingga membuat suatu gebrakan inovatif.

“Pesan dari Presiden di berbagai kesempatan bahwa dunia sudah terdisrupsi. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa juga harus sigap untuk menanggapi perubahan yang sangat cepat ini,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara RI, Pratikno yang menyatakan bahwa hal ini harus direspon secara komprehensif oleh semua pihak.

“Saat ini Indonesia perlu pemimpin yang inovatif, out of the box, dan melakukan berbagai terobosan,” ujarnya saat ditemui di UMM, Kamis (8/8).

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tak harus berani untuk memimpin, melainkan juga mampu mengelola terobosan-terobosan baru sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami juga mendiskusikan bagaimana kami memperbaiki tata kelola pendidikan secara nasional dan tata kelola pendidikan tinggi. Salah satunya ya ini,” tandasnya. (Der/Ulm)

Mahasiswa KKN 34 UMM Ajak Warga Pagelaran Melek Hukum ITE

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Malang Raya bersama kelompok KKN 34 UMM menggelar sosialisasi tentang UU ITE di Desa Pagelaran Kabupaten Malang. (KKN 34 UMM)

MALANGVOICE – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 34 menggelar kegiatan sosialisasi dalam bidang hukum di Dusun Krajan Desa Pagelaran Kabupaten Malang, Jumat (2/8). Warga diajak untuk memahami hukum, khususnya tentang Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan bertema ‘Melahirkan Netizen yang Cerdas dalam Menyampaikan Informasi dan Penggunaan Media Elektronik berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE’ ini menarik perhatian warga desa. Sekitar 40 warga, berusia antara 20 sampai 30 tahun antusias mengikuti jalannya kegiatan tersebut.

Acara yang bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Malang Raya ini mendatangkan 13 rekan advokat berserta para legal. Tujuannya untuk membuat warga Pagelaran melek dengan hukum ITE.

“Saya ingin mengajak masyarakat melek hukum, jangan sampai bersentuhan dengan masalah hukum dalam hal transaksi elektronik,” kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Malang Raya Iwan Kuswardi.

Menurut Iwan, sosialisasi ini sangat penting mengingat banyaknya masyarakat yang kurang paham mengenai risiko penyalahgunaan sosial media yang nantinya akan merugikan masyarakat dikemudian hari.

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini disambut antusias yang baik dari warga Desa Pagelaran. Sesi diskusi yang dilakukan pada saat sosialisasi juga cukup dinikmati oleh warga yang mengikuti kegiatan ini.

“Acaranya menarik, karena melihat realita yang terjadi saat ini sangat relevan,” ujar Leni salah satu warga yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. (Der/Ulm)

Termotivasi Menteri Susi, Anak Tukang Parkir Asal Yogyakarta Lolos SBMPTN UB

Risky Dwi Cahyani bersama ayahnya.
Risky Dwi Cahyani bersama ayahnya.

MALANGVOICE – Mimpi sang ayah untuk buah hatinya agar dapat mengenyam pendidikan tinggi kini membuahkan hasil. Ya, Pandiyo ayah dari Risky Dwi Cahyani yang lolos SBMPTN di Universitas Brawijaya (UB) tampak sujud syukur.

Tak banyak harapan yang disampaikan oleh orang tua Risky, mereka hanya menginginkan anak dari tiga bersaudara tersebut dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Harapan orang tua saya ingin punya anak yang kuliahnya nggak putus. Karena sebelumnya kakak saya nggak melanjutkan karena ekonomi keluarga kami,” katanya.

Dengan diterimanya Risky melalaui jalur SBMPTN di UB, tentunya beasiswa bidikmisi sangat membantunya. Sebab, penghasilan ayahnya sebagai tukang parkir hanya berkisar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Sementara ibunya hanya ibu rumah tangga yang sesekali menerima jahitan baju.

Diketahui, Risky memang berkeingan keras untuk kuliah di Kota Malang. Bahkan, ia termotivasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

“Karena saya ingin menjadi seperti Susi, untuk itu saya masuk jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Meski saya nggak diterima di UGM, tapi saya bersyukur bisa diterima di UB sesuai dengan keinginan saya,” paparnya.

Ia pun mengungkapkan, ketika ia berhasil menyelesaikan pendidikannya, ia akan kembali ke kampung halamannya di Padukuhan Kedungdowo Kulon, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kab Gunungkidul, DIY untuk memaksimalkan potensi daerahnya.

“Ya nanti setelah belajar di sini akan saya kembangkan di kampung. Sebab, di daerah saya itu kan banyak pantai. Jadi mungkin bisa mengembangkan daerah situ juga,” tandasnya.a(Hmz/Aka)

Dua Kampus Negeri di Malang Sabet Juara Umum MTQMN XVI

Penyambutan kafilah UB oleh Rektor Nuhfil Hanani. (Lisdya)

MALANGVOICE – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) meraih juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVI 2019 di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh.

Dalam MTQMN yang diikuti 2.500 peserta dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia ini, UM berhasil menjadi juara 1 dengan perolehan skor 64. Sedangkan UB menduduki juara 2 dengan skor 63.

Bahkan, UM berhasil mempertahankan gelar juara umum dalam pelaksanaan MTQMN selama empat kali berturut-turut.

“Kami bisa menang, yang paling utama adalah pola pembinaan kemahasiswaan yang baik dan berkesinambungan, karena prestasi tidak datang dalam waktu yang singkat, tetapi membutuhkan sistem pembinaan yang terprogram,” ujar wakil rektor III bidang kemahasiswaan UM, Mu’arifin.

Ia pun menyatakan bahwa UM perlu menyusun beberapa program dan strategi untuk mempertahankan prestasi di ajang MTQMN selanjutnya. “Salah satunya melalui pendirian rumah tahfidzul Quran,” ungkapnya.

Sementara itu, Penanggung jawab kafilah UB, Muwafik Saleh mengatakan, perolehan prestasi UB kali ini jauh lebih baik daripada dua tahun sebelumnya, meski sama juara umum kedua.

“Dua tahun lalu, UB juara umum 2 dengan selisih 21, tahun ini selisih nilai sangat tipis, hanya satu angka. Ini tidak terlepas dari jiwa kompetisi kafilah UB yang luar biasa,” katanya saat konferensi pers di UB, Senin (5/8).

Ia mengatakan, kafilah UB mampu membawa pulang 3 emas dan 3 perunggu. Ia berharap prestasi ini terus berlanjut hingga bisa mengharumkan nama UB di kancah nasional maupun internasional. (Der/Ulm)

Komunitas