Penerimaan SNMPTN, UB Paling Banyak Terima Siswa

ilustrasi. (LTMPT)

MALANGVOICE – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 akan diumumkan pada Jumat (22/3) pukul 13.00 WIB.

Dari laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyebutkan, peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 92.331 siswa. Jumlah tersebut, merupakan hasil seleksi dari jumlah pendaftar sebanyak 478.608 siswa. Dari jumlah yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019 tersebut, termasuk 26.217 siswa dari peserta Bidikmisi.

Dari peserta yang lolos, dikategorikan menjadi sepuluh besar siswa diterima SNMPTN, Bidikmisi, Saintek dan Soshum.

Adapun Universitas Brawijaya (UB) Malang menerima jumlah peserta SNMPTN 2019 terbanyak dari sembilan PTN lainnya, yakni berjumlah 3.957 siswa.

“Bagi siswa yang sudah mengecek pengumuman pagi tadi diharapkan untuk mengakses kembali pengumuman pukul 13.00 WIB nanti, sebab dikhawatirkan ada perubahan data,” ujar Ketua LTMPT Ravik Karsidi seperti yang terlampir dari laman LTMPT.

Di laman resmi LTMPT, informasi soal pengumuman SNMPTN yang diajukan sudah disampaikan pada running text bagian atas.

Pengumuman hasil SNMPTN 2019 dapat dicek di laman pengumuman.snmptn.ac.id. Selanjutnya, peserta memasukkan nomor pendaftaran atau NISN, kemudian masukkan tanggal lahir pada kolom yang tersedia, lalu klik tombol “Lihat Hasil Seleksi”.

Tahapan selanjutnya setelah peserta mengetahui pengumuman adalah proses verifikasi dokumen dan/atau pendaftaran ulang di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menerima peserta.

“Jadwal pelaksanaan proses verifikasi dokumen peserta dan/atau pendaftaran ulang di PTN dapat dilihat di laman masing-masing PTN,” tulis LTMPT.

Bagi peserta yang tidak lolos SNMPTN 2019 bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Gelombang 1 yang ditutup pada Minggu (24/3/2019) pukul 22.00 WIB.

Jika tidak sempat mendaftar UTBK Gelombang 1, peserta bisa mendaftar UTBK Gelombang 2 yang dimulai Senin (25/3/2019) pukul 10.00 WIB sampai Senin (1/4/2019) pukul 22.00 WIB.

Pendaftaran UTBK Gelombang 1 bisa dilakukan melalui laman pendaftaran-utbk-1.ltmpt.ac.id. Peserta akan diminta login dengan email dan password.

Jika belum punya akun, maka peserta harus membuat akun dulu di laman yang sama. Untuk mendapatkan akun LTMPT, masukkan kombinasi NISN, NPSN, tanggal lahir, dan email aktif kemudian tentukan password akun.(Der/Aka)

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Wakili Malang Ikuti Pameran Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Jakarta

Pameran SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen di Plaza Insan Berprestasi Kementrian Pendidikan Jakarta. (Istimewa)

MALANGVOICE – SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen terpilih dari 87 SMK se-Indonesia untuk ikuti pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Plaza Insan Berprestasi Kementrian Pendidikan Jakarta.

Terpilihnya sejumlah SMK tersebut untuk menunjukkan kesiapannya di bidang applied robotics, e-commerce, smart school, 3D printing, game developer, tourism promotion, AR/VR, internet of things dan kewirausahaan.

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sendiri terpilih karena prestasinya di bidang broadcasting. Diketahui, sekolah dengan julukan Smeamu ini beberapa kali memenangkan penghargaan di tingkat nasional. Tak heran jika jurusan broadcasting tersebut merupakan program keahlian unggulan.

Dalam pameran tersebut, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen memamerkan tourism promotion yang mengangkat konten pariwisata Kabupaten Malang yang diproduksi oleh para siswa.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Arief Joko Suryadi mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya sekolah yang ia pimpin maju untuk pamerkan karya anak didiknya.

“Terpilih dari 87 SMK berprestasi di Indonesia merupakan kebanggaan bagi kami,” katanya.

Ia pun mengatakan, sebagai perwakilan Kabupaten Malang, pihaknya terus mendukung program pemerintah daerah, yakni kenalkan potensi wisata di kancah nasional.

“Pameran ini, kami mengenalkan pariwisata yang sangat indah. Mulai dari gunung sampai laut, wisata kuliner dan wisata religi, semua ada di Kabupaten Malang,” pungkasnya.(Der/Aka)

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Pemerintah Afghanistan Kunjungi Sekolah di Kota Batu

Suasana proses pembelajaran yang ada di MI As-Salam Kota Batu saat dikunjungi Kementerian Pendidikan Afghanistan (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Kementerian Pendidikan Afghanistan melalukan study banding ke sekolah di Kota Batu. Hal itu dilakukan karena merasa tertarik dengan sistem pembelajaran yang ada di Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh, Direktur Program Usaid Prioritas, Stuart Weston. “Ya rombongan dari Afghanistan merasa kagum begitu besar kesetaraan gender di negara ini, yakni begitu banyak perempuan yang bersekolah,” ungkapnya.

Weston juga memaparkan jika di Afghanistan di Afghanistan 17 tahun yang lalu hanya ada 1 juta anak yang masuk sekolah, dan itupun tidak ada satupun murid perempuan.

“Tapi, sekarang sudah 10 juta, dan 40 persennya perempuan,” imbuhnya.

Sehingga, dengan melakukan peninjauan ke beberapa sekolah di Kota Batu, rombongan dari Afghanistan ingin lebih meningkatkan kapasitas sekolah di wilayahnya.

Diketahui, sekolah yang dikunjungi di antaranya, MI As-Salam, SDN 2 Sumbergondo, dan SDN Punten 1 Kota Batu.

Harapan dari kunjungan ini nantinya selain ingin memperbaiki sistem pembelajaran, juga memperbaiki membaca, dan meningkatkan mutu buku bagi siswa.(Der/Aka)

Gelar Donor Darah, Polinema Targetkan 350 Kantong Darah

donor darah Polinema. (Lisdya)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) adakan aksi sosial, yakni donor darah bagi mahasiswa dan masyarakat yang diselenggarakan di Aula Pertamina Polinema pada 19-20 Maret.

Bentuk sosial ini dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa Bhakti Karya Mahasiswa (UKM BKM).

Koordinator lapangan donor darah Polinema, Fariadi Gumelar mengatakan, donor darah tahunan ini turut menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Young On Top Kota Malang.

Untuk target sendiri, Fariadi mengatakan siap mengumpulkan 350 kantong darah. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua, yakni selama satu hari kegiatan mengumpulkan 175 kantong darah.

“Kami kemarin mencapai 175 kantong darah, dan hari ini juga sama. Semoga target 175 hari ini tercapai,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/3).

Di tahun 2019, ini merupakan aksi donor darah yang pertama. Dalam satu tahun, dikatakannya bakal ada tiga kali aksi giat donor darah.

“Ini pertama, nanti ada lagi yang kedua dan ketiga,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Teknis Medis PMI Kota Malang, Fuad mengaku aksi donor darah Polinema ini sangat membantu kinerja PMI. Karena, PMI sendiri sangat membutuhkan, sebab dalam sehari PMI dapat mengeluarkan 100 kantong darah.

“Kan setiap hari ada yang donor di PMI sekitar 100 an. Tapi yang membutuhkan juga segitu, dan ini sangat membantu,” terang Fuad.

Dijelaskannya, hasil rekap kantong darah sejak kemarin, golongan darah yang mendominasi adalah golongan darah O.

“Kami itu sebenarnya susah mencari golongan darah AB. Kebanyakan A B O dan itu hampir 60 persen,” pungkasnya. (Der/Ulm)

ITN Malang Tak Ingin Narkoba Masuk Kampus

Deklarasi tolak narkoba. (Lisdya)

MALANGVOICE – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus memberantas narkoba di kalangan mahasiswa dengan melakukan sosialisasi.

“Ancaman terbesar mahasiswa saat ini adalah kasus narkoba yang susah sekali dideteksi. Maka dari itu kita harus memberantas dari awal,” ujar Rektor ITN, Kustamar dalam gelaran workshop ‘Young Muda, Young Style Lawan Narkoba’ bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang di Aula Kampus I ITN Malang, Senin (18/3).

Tak hanya itu, dikatakannya, dalam memberantas barang haram tersebut, ITN telah menyiapkan beragam pencegahan untuk memberantas perilaku yang melanggar hukum tersebut.

Seperti, melakukan tes urine bagi setiap mahasiswa baru. Mengadakan sampling tes mendadak hingga saling mengamati perilaku lewat kebijakan kelompok permanen selama pembelajaran.

“Kami telah membuat kelompok permanen untuk belajar toleran, budaya dan saling mengamati perilaku teman sebayanya untuk mensukseskan pribadi kita kedepan,” paparnya.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi yang hadir dalam gelaran tersebut mengatakan, jika sosialisasi merupakan upaya pencegahan bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Mahasiswa ini kan generasi dan harapan kita. Dengan terus melakukan sosialisasi, untuk mencegah dan memberantas narkoba yang membahayakan,” tandasnya.(Der/Aka)

Sejahterakan Guru PAUD, Dindik Kota Malang berikan Insentif hingga Edukasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. (Lisdya)

MALANGVOICE– Sebagai upaya menyejahterakan guru PAUD, Dinas Pendidikan Kota Malang memberikan insentif dan edukasi bagi yang belum menuntaskan pendidikan hingga S1.

Pemberian insentif di 400 lembaga PAUD ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, dikarenakan gaji guru PAUD terutama yang swasta terbilang cukup rendah. Hal ini yang membuat guru PAUD menuntut judicial review UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pemberian itu diperuntukkan bagi swasta, kalau negeri kan gurunya sudah negeri (ASN). Gaji guru swasta kewenangan ada di yayasan. Tetapi kami memberikan insentif satu guru itu Rp 500 ribu,” ujarnya usai menghadiri Seminar HIMPAUDI di Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (13/3).

Hanya saja, untuk menerima insentif ini, guru PAUD harus mempunyai minimal kerja dua tahun di tempat ia mengajar. Sebab, banyak guru yang memilih mengundurkan diri dikarenakan gaji yang minim.

“Utamanya paud nonformal itu kadang satu tahun sudah nggak jadi guru lagi, hanya beberapa bulan terus dia keluar. Ya sulit, makanya minimal harus dua tahun baru dapat insentif,” tegasnya.

Dengan pemberian insentif ini, wanita yang akrab disapa Ida ini berharap para guru PAUD bisa dapat gaji UMR. “Kalau ini masih kami upayakan,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji saat ini juga berupaya mewujudkan kesetaraan guru PAUD, yakni dengan memberikan gaji yang layak kepada guru yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.

“Antara swasta dan negeri, baik formal dengan nonformal kemarin sudah ada penyetaraan dan tidak ada perbedaan. Untuk GTT di kalangan Dinas Pendidikan Kota Malang kami berikan Rp 300-500 ribu. Kalau saat ini, jika usia pengabdiannya 10 hingga 15 tahun, gajinya hampir Rp 3 juta,” pungkasnya.

Pemberiannya menurut Sutiaji yakni dalam bentuk hibah ke masing-masing sekolah melalui Bosda.(Der/Aka)

Tunggu Judicial Review di MK terkait Guru PAUD, Pemkot Malang Keluarkan Peraturan Baru bagi ASN

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji, mendukung tuntutan terkait judicial review UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang diajukan oleh guru PAUD dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

“Saya memberikan apresiasi dan kami mendukung. Kemudian judicial mudah-mudahan menang di MK,” katanya usai menghadiri Seminar HIMPAUDI di Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (13/3).

Tuntutan para guru PAUD pun terbilang sangat sederhana, yakni menuntut keadilan dan kesetaraan hak guru-guru PAUD formal dan non-formal. Untuk itu, sebaiknya tidak mendiskriminasikan antara guru PAUD formal dan non-formal, sebab posisi keduanya sebenarnya setara.

“Kita berbicara masalah pendidikan ini adalah tugas negara di dalam pembukaan UUD artinya kan mencerdaskan bangsa, nggak ada bedanya antara formal atau non-formal. Inilah yang nanti akan kami bicarakan bersama,” tegasnya.

Kendati demikian, sembari menunggu keputusan MK, Pemeritah Kota Malang telah mengeluarkan peraturan baru, yakni para ASN setiap harinya wajib mengumpulkan uang sebesar Rp 1000 untuk kemudian digunakan mensejahterakan masyarakat.

“ASN menyumbang Rp 1000 perhari, kalau diakumulasikan sekitar Rp 3 miliar per tahun. Digunakan apa? Salah satunya ya untuk menyejahterakan guru PAUD yang ada di Kota Malang. Jadi saya kira banyak yang bisa dikerjakan tanpa menunggu regulasi,” tandasnya.(Der/Aka)

Polinema Berikan Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswanya

osialisasi dan Kuliah Tamu rekrutmen PT. Pertamina. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus tingkatkan kualifikasi untuk mahasiswa baru. Salah satunya dengan pemberian sertifikasi.

Ketua Bidang Rekrutmen Pusat Penempatan Kerja (JPC) Polinema, Eko Boedhi Santoso mengatakan, pemberian sertifikasi kompetensi untuk pelajar bukan berdasarkan ijasah yang diberikan pada kemampuan yang diberikan oleh mahasiswa.

“Jadi sertifikasi kompetensi ini dilakukan langsung pada sumbernya, sehingga meningkatkan keterampilan dari mahasiswa Polinema itu semakin baik setiap tahunnya,” ujar Eko.

Sepanjang tahun 2018, setidaknya kurang dari lima ribu sertifikat kompetensi telah dikeluarkan oleh Polinema untuk mahasiswa yang baru lulus.

Sementara untuk tahun 2018, hingga akhir Februari 2019 sertifikasi kompetensi telah diberikan kepada sekitar 50 mahasiswa.

Sementara itu, Ketua JPC Polinema Bambang Soepeno menjelaskan, model pemberian sertifikasi yang dilakukan oleh Polinema adalah satu berbanding satu.

“Itu artinya satu siswa untuk satu sertifikat kompetensi,” paparnya. (Hmz/ulm)

Soal Gugatan Statuta, UM Akui Masih Tunggu Proses

Ketua Tim Statuta Universitas Negeri Malang (UM), Imam Agus Basuki. (Lisdya)

MALANGVOICE – Gugatan yang dilayangkan Koalisi Nasional Peduli Pendidikan (KNNP) ke Mahkamah Agung (MA) pada 5 Maret kemarin, terkait statuta enam kampus negeri. Pihak Universitas Negeri Malang (UM), menyatakan masih menunggu proses.

Berdasarkan informasi yang beredar, UM menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari enam PTN yang tergugat.

“Jadi, yang digugat adalah peraturan menteri (permen). Dalam gugatan itu ada UM dan lima PTN lainnya di beberapa daerah,” katanya kepada awak media saat ditemui di Ijen Suite Hotel, Jumat (8/3).

“Kami juga tidak tahu, kenapa yang digugat hanya enam permendikti di MA,” tambahnya.

Perlu diketahui, Statuta bagi perguruan tinggi yakni, semacam AD/ART di organisasi. Semua hal yang menyangkut jalannya organisasi di PT acuannya pada statuta yang disahkan permendikti.

Permasalahan statuta enam PTN itu, dikarenakan dibuat melebihi waktu PP nomor 4/2014 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi. Disebutkan bahwa pembentukan statuta perguruan tinggi pasal 34 huruf b harus dilaksanakan paling lama dua tahun sejak PP.

Sedangkan statuta UM diajukan pada 2017 dan diundangkan pada 2018. Bukan dibuat pada 2016. Ia pun mengatakan, Permendikti yang sama diajukan tidak hanya untuk enam PTN.

“Namun, ada 14 PTN yang permennya sudah diundangkan,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, pada 2018 ada empat permendikti yang belum diundangkan. Dan pada 2019 ada 12 permendikti yang juga belum diundangkan. Hal ini diketahui dari hasil pertemuan dengan Kementrian Hukum dan HAM dua pekan lalu.

Ia pun mengatakan, pada 13 Maret nanti di Kemenristek Dikti bakal mengadakan pertemuan yang membahas implementasi statuta. Namun tidak ada kaitan dengan gugatan tersebut.

“Lebih ke implementasinya ke perguruan tinggi. Bagaimana cara membuat statuta,” tegasnya.

Dari pertemuan itu, ia berharap ada sinkronisasi dari Kementrian Hukum dan HAM dengan Kemenristekdikti. “Kalau ada hal yang dipermasalahan dan masalahnya dimana bisa diperbaiki,” tandasnya. (Hmz/ulm)

Kadindik Serius Pantau Kinerja 237 Guru ASN Terpilih

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, menegaskan akan terus mengawasi langsung kinerja para guru yang telah diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebanyak 237 ASN guru yang telah diterima tersebut, dikatakan Zubaidah nantinya langsung ke posisi tugasnya sesuai dengan SK masing-masing.

“Karena sesuai pengarahan BKD. Kami akan terus pantau, apakah guru tersebut sesuai dengan posisinya,” katanya saat ditemui di Gedung Student Center SMKN 2 Malang, Jumat (8/3).

Para guru tersebut nantinya, akan mengabdikan diri di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Yang paling banyak nanti ngajar di SD,” tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku masih membutuhkan tenaga guru, terutama guru kelas, mengingat jumlah kelompok belajar di sekolah-sekolah masih banyak.

“Guru kelas itu masih kurang, yang banyak itu SD. Selain lembaga, juga rombongan belajar yang banyak, tidak hanya satu mainkan bisa dua dan tiga. Itulah kenapa jumlah guru masih kurang,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sudah mendaftar pun belum memenuhi kuota. Menurutnya, dari kuota 200, yang terpenuhi hanya 101. Tentu hal ini banyak faktor yang memengaruhinya.

“Banyak faktor, mereka ada yang ikut CPNS, ada yang meninggal, macem-macem. Rata-rata mereka, kan, sudah hampir 50-an, bahkan bisa lebih,” paparnya.

Ia pun berharap, para guru terpilih tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini disebabkan mereka sudah menerima gaji bulan ini. “Sebab, mereka sudah menerima gaji, jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melaksanakan tugas,” tandasnya.

Komunitas