Tingkat Toleransi Mahasiswa Universitas Brawijaya Sedang, Waspada Dimasuki Paham Radikal

Kepala UPT PKM UB, M Anas. (Istimewa)

MALANGVOICE – UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengadakan survei pemetaan karakter pada April 2022. Hasilnya, tingkat toleransi mahasiswa masih berada di tingkat sedang.

Survei itu dilakukan kepada 397 mahasiswa dari 16 fakultas di UB. Hasil tingkatan sedang ini menunjukkan secara umum mahasiswa ragu bersikap toleransi.

Kepala UPT PKM UB, Muhammad Anas, menjelaskan, ada beberapa indikator yang membuat hasil survei di tingkatan sedang. Antara lain mengenai sikap merespon isu minoritas dalam agama, etnis, dan disabilitas.

“Sehingga mereka responden galau atau gamang memilih atau tidak,” katanya.

Akibat dari hasil survei ini, Anas mewaspadai para mahasiswa rentan dimasuki paham radikal keagamaan dan isi Sara.

“Contoh di Pilpres kemarin kita cukup terpolarisasi. Menurut saya ini warning kita semua membuat kebijakan yang membentengi mahasiswa terhadap kegiatan radikal,” tegasnya.

Anas mengatakan perlu langkah tegas membentengi mahasiswa dari infiltrasi paham radikal. Salah satu upaya adalah membuat program kemahasiswaan.

“Jadi kami di UPT sudah ada program camp untuk mahasiswa. Intinya agar mereka bisa campur terhadap orang yang sifatnya minoritas, tidak ada diskriminasi,” tandasnya.(der)

Widodo Terpilih Jadi Rektor UB Periode 2022 – 2027 Kalahkan Dua Kandidat

Rektor UB terpilih, Prof Widodo SSi PhD Med Sc (Humas UB/malangvoice)

MALANGVOICE – Prof Widodo SSi PhD Med Sc, sah terpilih sebagai Rektor Universitas Brawijaya (UB) periode 2022-2027.

Terpilihnya Dekan FMIPA ini merupakan hasil keputusan sidang Majelis Wali Amanat (MWA) yang dihadiri 17 anggota dan diketuai Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Sabtu ( 21/5)

Ketetapan Prof Widodo sebagai Rektor UB ini menyisihkan dua calon Rektor UB lainnya yakni Prof Imam Santoso, Dekan FTP dan Prof Unti Ludigdo, Dekan Fakultas Vokasi.

Menurut Muhadjir, keputusan diambil melalui musyawarah mufakat seluruh anggota ditambah suara Mendikbudristek yang diamanahkan kepada plt Sekjen Dikti, Tjitjik Sri Tjahjandarie.

Hasil sidang pleno pemilihan rektor telah dilaksanakan dan disepakati bahkan semua anggota memberikan saran dan masukan begitu juga dari kementrian.

Seperti rilis yang diterima malangvoice.com, Rektor UB akan dilantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem, Juni 2022

Rektor UB terpilih Prof Widodo merasa puas dengan proses pemilihan yang transparan dan lancar.

Widodo berharap seluruh civitas akademika dapat kerja sama dan meneruskan program yang dirintis serta renstra yang telah ditentukan MWA.

“Saya akan melanjutkan program pak rektor dan Renstra MWA,” ujarnya.

Sementara Rektor UB, Ir Nuhfil Hanani MS mengatakan, proses pilihan rektor adalah proses yang luar biasa dan UB menunjukkan kekompakan sehingga terjadi musyawarah mufakat

Dua calon rektor lainnya mendukung Prof Widodo dan Menilai proses pemilihan akhir rektor UB secara musyawarah mufakat dan dapat menjadi contoh perguruan tinggi lainnya.(end)

181 Peserta UTBK Tidak Hadir Mengikuti Ujian di UM

Suasana UTBK di UB. (Humas UB/Mvoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 181 peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022 di Pusat UTBK Universitas Negeri Malang (UM) tidak hadir.

Belum ada alasan pasti mereka tidak hadir dalam UTBK SBMPTN 2022, hari pertama, Selasa (17/5).

Pada sesi pertama (06.45 – 10.30) yang tidak hadir sebanyak 93 peserta, sedangkan pada sesi kedua (12.30 – 16.30) sebanyak 88 peserta. Jumlah peserta UTBK di UM sendiri diikuti 16.483 peserta.

Sementara di Pusat UTBK Universitas Brawijaya, kehadiran peserta cukup tinggi atau sekitar 94,11 persesn.

Menurut Wakil Rektor 1 Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr drh Aulanni’am, di Pusat UTBK UB tercatat 19.487 peserta.

“Pelaksanaan ujian di UB tidak menggandeng mitra karena komputer di kampus UB banyak,” jelas Prof Aulanni’am.

Tahun 2022, UB menyiapkan 1.380 komputer dengan 67 ruangan dan melibatkan 79 pengawas, 16 penanggung jawab lokasi, 16 penanggung jawab TIK lokasi, 16 admin TIK lokasi, 4 admin server dan 69 teknisi ruang dalam tiap sesi.

Sedangkan UTBK di UM menggandeng tiga kampus sebagai mitranya yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Merdeka Malang (UNMER).

Pelaksanaan UTBK dibagi dua gelombang, yakni gelombang 1 pada tanggal 17 – 23 Mei dan gelombang 2 pada 28 Mei – 03 Juni 2022.

Peserta UTBK harus mematuhi protokol kesehatan dan peraturan sesuai surat edaran nomor: 22.4.9/UN32.I/LL/2022.

Peserta harus datang satu jam sebelum pelaksanaan ujian, wajib memakai masker dan mengikuti pemeriksaan suhu badan sebelum memasuki gedung.

Wajib memiliki dan menunjukkan kartu peserta ujian, membawa peralatan kesehatan mandiri, dan wajib menjaga kebersihan di area kampus selama mengikuti ujian.

Peraturan tambahan dan informasi pelaksanaan serra denah lokasi telah dishare secara massif melalui akun media sosial resmi UM.(end)

MBKM Program PMM #2 IBU Malang Diserbu Peminat

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr H Nurcholis Sunuyeko foto bersama mahasiswa menyambut kabar gembira dari pemerintah ini dengan suka cita sebagai Perguruan Tinggi penerima kuota Mahasiswa InBound terbanyak ke dua tingkat nasional. (Mvoice/Humas IBU Malang).

MALANGVOICE – Sebanyak 440 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air mengikuti pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo.

Jumlah peminat kegiatan pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua di IKIP Budi Utomo (IBU) tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan, dibandingkan angkatan pertama.

Rektor IBU Malang Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi mengatakan, Program PMM angkatan kedua di IBU Malang lebih banyak dibandingkan angkatan pertama yang diikuti 168 mahasiswa dari 43 kampus di Tanah Air.

“Tahun ini (angkatan kedua Program PMM di kampus ini jumlahnya meningkat tajam. Ada 440 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air. Kuota mahasiswa inbound ini merupakan peringkat kedua secara nasional, tentunya setelah melalui seleksi yang cukup ketat,” ucapnya, Sabtu (14/5).

Suasana mahasiswa menyambut kabar gembira dari pemerintah ini dengan suka cita sebagai Perguruan Tinggi penerima kuota Mahasiswa InBound terbanyak ke dua tingkat nasional. (Mvoice/Humas IBU Malang).

Nurcholis menjelaskan, dalam Program PMM tersebut, IBU Malang menawarkan tujuh program studi, yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

“Dari tujuh program studi tersebut, ada 116 mata kuliah unggulan yang kami ditawarkan. Untuk Modul Nusantara IBU Malang menawarkan Program PMM yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Kota Malang dengan berlandaskan lima nilai Kebudiutamaan, yaitu Keindonesiaan, Kemanfaatan, Kepedulian, Kepatuhan, dan Kepatutan. Modul Nusantara meliputi Kebhinnekaan, Inspirasi, Refleksi, dan Kontribusi Sosial,” jelasnya.

Untuk tenaga pengajar (dosen) Modul Nusantara, lanjut Nurcholis, ada sebanyak 25 orang dari tujuh program studi. Sedangkan mentor modul ada 25 orang, dan semuanya adalah mahasiswa IKIP Budi Utomo dari tujuh program studi tersebut.

“Kami bersyukur dan terima kasih atas kepercayaan pemerintah dan masyarakat atas capaian ini. Tahun lalu, kami juga berpartisipasi aktif pada Program PMM angkatan pertama. Sekarang PMM angkatan kedua kuotanya terbanyak kedua secara nasional,” ujarnya.

Dengan raihan tersebut, kata Nurcholis, sangat berarti bagi seluruh sivitas akademika IKIP Budi Utomo Malang. Ini juga tak lepas dari dukungan semua pihak.

“Seringkali kami menyuarakan, bahkan sejak beberapa tahun silam agar pendidikan di Indonesia seperti semangat Merdeka Belajar ini. Bagi IKIP Budi Utomo, semangat Merdeka Belajar ini sudah sejak lama terbudayakan dalam budaya akademik kampus. Jadi, IKIP Budi Utomo tidak kaget dan tidak perlu adaptasi lama,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Nurcholis mengucapkan selamat datang kepada calon mahasiswa yang akan inbound di IKIP Budi Utomo.

“Selamat datang, kami jamin kuliah di IKIP Budi Utomo ‘happy’,” ujarnya.(end)

Nova Ruth Pamerkan Perjalanan Kapal Layar Arka Kinari dari Belanda ke Indonesia

Suasana Kapal Laut Arka Kinari. (Istimewa)

Musisi internasional asal Kota Malang Nova Ruth pamerkan perjalanan segara (Laut) kapal layar Arka Kinari dari Rotterdam, Belanda ke Indonesia kepada para siswa SMP Se-Kota Malang, Kamis (12/5).

Nova sendiri merupakan musisi multimedia yang dikenal dengan karya-karya seni musik eksperimental.

Dimana setelah lebih dari satu dekade tur di seluruh dunia, Nova bersama Filastine menggagas Arka Kinari, sebuah kapal kebudayaan terapung yang berlayar untuk menyebarkan gagasan ketahanan terhadap perubahan iklim dan perjumpaan kembali dengan laut.

Di kesempatan tersebut, Nova Ruth menceritakan proses perjalanan kapal layar Arka Kinari yang diramu menjadi cerita perjalanan segara Arka Kinari dengan jeda pemberhentian di atas ketinggian pegunungan, dengan tujuan untuk mengadvokasi pentingnya melestarikan lingkungan.

Arka Kinari. (Istimewa)

“Kapal Arka Kinari dibuat di Rotterdam, Belanda mulai tahun 2018 sampai 2019, dan berlayar sejak Agustus 2019 dengan melintasi beberapa samudera dan negara, serta ribuan pulau hingga masuk ke Indonesia pada 1 September 2020,” ucap Nova, saat memberikan penjelasan, di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (12/5).

Untuk itu, lanjut Nova, dirinya bersama Filastine menggelar Pameran berupa foto perjalanan kapal yang membawa musisi internasional asal Kota Malang Nova Ruth dengan membawa banyak pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat dunia.

“Sebenarnya kami punya misi untuk mengembalikan kembali tradisi nenek moyang sebagai pelaut. Mengingatkan kembali saja, bahwa kelestarian laut juga harus terus diperhatikan. Ini misi lingkungan hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Guru SMPN 1 Kota Malang, Dita Jaminita Roseptiyani mengatakan, mendengar dan melihat foto perjalanan Kapal Layar Arka Kinari yang melakukan perjalanan dari Rotterdam, Belanda ke Indonesia jelas akan membawa motivasi tersendiri bagi para siswa.

“Pastinya dengan kegiatan ini siswa punya pengalaman baru tentang perjalanan Kapal Layar Arka Kinari yang melaut dari tahun 2019 hingga 2021, apalagi dalam perjalanannya itu selalu dituliskan, dibingkai gitu,” tegasnya.

Di sisi lain, salah satu siswa SMPN 1 Kota Malang, Nathan sangat antusias menikmati pameran foto perjalanan Kapal Layar Arka Kinari tersebut.

“Hari ini saya menemukan banyak sekali catatan perjalanan laut, mulai tombak gaman laut yang mungkin berfungsi untuk mencari ikan orang pada zaman dahulu dan saya juga menemukan foto-foto perjalanan dari Belanda sampai ke Indonesia, bahkan dijelaskan berbagai baju-baju yang digunakan pada saat pelayaran,” pungkasnya.

Penulis: Ganes Danastri Pratista Aura Afra
Kelas 8 SMPN 1 Malang, umur 14 tahun.

UM Kukuhkan Lima Guru Besar, Pendidikan Ekonomi Tidak Tergarap Korupsi Meningkat

Lima guru besar baru UM yang dikukuhkan, Kamis (12/5) di Gedung Cakrawala. (Humas UM/Mvoice)

MALANGVOICE – Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi’uddin MPd mengukuhkan lima guru besar baru, Kamis (12/5) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UM di Gedung Cakrawala.

Mereka adalah Prof Dr Hari Wahyono MPd, Prof Dr Cipto Wardoyo SE, MPd, MSi, Ak, CA, Prof Dr Rina Rifqie Mariana MP, Prof Dr Hardika MPd, Prof Dr Hayuni Retno Widarti MSi
dan Prof Dr Maysyaroh MPd.

Seperti juga pengukuhan guru besar sebelumnya, mereka juga berkesempatan menyampaikan pidato ilmiah dengan berbagai bidang ilmunya.

Prof Hari Wahyono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengakui betapa pentingnya pendidikan ekonomi bagi bangsa ini. “Pendidikan ekonomi tidak kalah pentingnya dengan pendidikan bahasa atau pun sejarah,” ujarnya menjelang pengukuhannya.

Menurutnya perilaku ekonomi yang tidak benar sekarang ini menyebabkan literasi keuangan amboradul, etos kerja rendah, hidup susah, banyak pengangguran dan korupsi meningkat sumbernya adalah pendidikan ekonomi tidak digarap dengan baik.

Prof Hari mengakui selama ini pendidikan ekonomi kurang diperhatilan. Baik di sektor informal lingkungan rumah tangga, nonformal, masyarakat maupun formal, pendidikan.

“Di sektor formal kita punya sistem ekonomi Pancasila yang begitu hebat berlandaskan koperasi yang diabaikan,” terangnya.

Untuk itu Prof Hari memiliki pemikiran dengan pendidikan ekonomi masyarakat akan mampu jika semua itu dibingkai dalam Ekonomi Pancasila,” tegasnya.

Dalam Pidato Ilmiahnya yang bejudul Pendidikan Ekonomi dan Kesejahteraan dalam Bingkai Ekonomi Pncasila, Prof Hari mempertanyakan kenapa masih import paham ekonomi dari negara lain.

“Sementara sejak dulu Indonesia memiliki paham ekonomi kerakyatan dan Pancasila,” tegasnya.

Prof Cipto Wardoyo yang juga dari Ilmu Pendidikan Ekonomi mengetengahkan profesionalisme dan profesionalisasi pendidik di perguruan tinggi.

Menurutnya, profesionalime dibagi menjadi empat fase. Fase pertama adalah fase pra profesional. “Pendidikan masih mengharapkan arahan dari atasan, karena dianggap memiliki wawasab yang lebih luas,” ujarnya yang ditemui secara terpisah.

Untuk fase ini tambah Cipto Wardoyo adalah pendidik yang masih muda.

Untuk fase kedua, disebut sebagai fase otonom profesional, kemudian fase profesional kolegial dan yang terakhir adalah fase pascaprofesional.

“Fase pascaprofesional ini sering disebut dengan era baru atau postmodern. Terbuka dapat menerima masukan dari manapun, inklusif dan lebih demokratis,” tambahnya.

Sementara Prof Hayuni mengakui sampai saat ini Ilmu Kimua masih menjadi momok bagi peserta didik.

“Peserta didik terkadang merasa kesulitan mempelajari ilmu kimia. Terlebih lagi kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran hanya dapat dilakukan secara daring,” terangnya.

Menurutnya konsep Prof Hayuni yakni Desain Program Pembelajaran Berbasis Multiple Representation melalui Cognitive Dissonance untuk mereduksi miskomsepsi Kimia sangat membantu peserta didik dalam mempelajari ilmu kimia saat pandemi Covid ini.

Prof Maisyaroh dalam pidato ilmiahnya mengungkapkan, seirang guru harus terus menerus mengembangkan kemampuan mengajarnya.

Sehingga kualitas proses belajar mengajar di kelas dapat membentuk peserta didik yang berkualitas.

Sedangkan Prof Hardika memposisikan seorang pendidik adalah sebagai teman belajar.

Guru besar Ilmu Pendidikan Luar Sekolah ini mengatakan pendidik adalah membantu menyelesaikan masalah.

“Memang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Misalnya mahasiswa WA dosennya trus menjawabnya 3 hari kemudian dan hanya singkat, OK, silakan,” tegasnya.

Menurut Hardika bagaimana dosen atau guru bisa menjadi sahabat belajar kalau tidak ada komunikasi.

Menyinggung pembelajaran secara online menurut Hardika selain tidak ada komunikasi juga keterlamabtan respon. “Isi respon tidak memadai sebagai penjelasan akademik,” terangnya.(end)

Muhadjir: Biasakan Berdoa untuk Kepentingan Umum

Muhadjir dan Fauzan bersalaman saat halal bihalal UMM, Ahad (7/5). (Humas UMM/Mvoice)

MALANGVOICE – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk menjadikan diri sebagai manusia bertakwa hendaknya perlu dibangun pembiasaan diri berdoa untuk kepentingan umum.

Menurutnya dari kebiasaan itu akan memunculkan kepedulian sosial, rasa simpati.

“Sayangnya, kita kan lebih sering berdoa untuk diri sendiri. Jarang sekali kita memanjatkan doa untuk kebaikan bersama, memajukan masyarakat yang mungkin belum sejahtera,” katanya pada halal bi halal keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kampus putih, Ahad (8/5).

Lebih lanjut, mantan Rektor UMM empat periode ini menambahkan bahwa Idulfitri dapat diartikan sebagai kembali ke fitrah dan suci.

Jadi, sambungnya, ketika bersih, maka doa-doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan oleh Tuhan. Terutama doa-doa yang menyangkut kepentingan umum. Doa untuk kebaikan bersama.

Menurutnya, Tuhan merupakan zat yang Maha Sosial. Banyak ayat Al Quran yang menganjurkan manusia memiliki jiwa sosial tinggi.

Ia menyitir Quran surah Ali Imran 133-134. “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dan Tuhanmu dan mendapatkan surga yag luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Muhadjir juga sempat membahas mengenai tantangan yang dihadapi di era digital saat keburukan-keburukan malah dieksploitasi dan dijadikan keuntungan.

Banyak masyarakat yang dulunya bukan siapa-siapa menjadi orang yang terkenal berkat keberanian melewati batas akhlak.

“Tapi kita harus yakin bahwa kebenaran pasti akan datang. Sementara kebatilan akan hilang sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi,” tegas Muhadjir yang juga guru besar Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan M.Pd menambahkan bahwa Ramadan boleh berlalu, tapi nilai spiritual yang sudah dibangun harus terus dipertahankan. Utamanya untuk menyempurnakan kehidupan yang sudah dijalani.

Menurut Fauzan, kinerja yang sudah sivitas akademika Kampus Putih lakukan merupakan bagian dan cara untuk menjadi muttaqin (insan bertakwa). Apalagi jika mampu mengisi kinerja dengan nilai spiritualitas.

“Insya Allah jika sivitas akademika UMM menggunakan mindset spiritual dalam mengembangkan pekerjaan, maka tentu Allah akan menurunkan hidayah dan nikmatnya yang melimpah,” tegas Fauzan.(end)

Manfaatkan Momentum Ramadan, IBU Malang Tebar Penghargaan dan Santunan

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si. saat memberikan sambutan. (Mvoice/Toski D)

MALANGVOICE – Dibulan Ramadan 2022, IKIP Budi Utomo (IBU) Malang memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap kampus.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Kapolsek Blimbing Kompol Yanuar Rizal A, Kasat Sabhara Polresta Makota Kompol Syabain Rahmad K, dan Ketua PWI Malang Raya Ir Cahyono, serta 13 tokoh masyarakat lain.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko, MSi.

Selain itu, IBU Malang juga memberikan santunan kepada 200 anak yatim dari lima panti asuhan di Kota Malang.

Nurcholis mengatakan, keberlangsungan penyelenggaraan studi perkuliahan di IBU, berlangsung aman dan nyaman serta maju berkembang.

“Semua ini berjat dukungan dari berbagai pihak, seperti kepolisian dan wartawan, serta tokoh masyarakat yang saling menjaga, mengamankan serta peduli terhadap Civitas akademika IKIP Budi Utomo (IBU) Malang,” ujarnya.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si. saat memberikan penghargaan kepada Ketua PWI Malang Raya, Ir.Cahyono. (Mvoice/Toski D).

“Tanpa dukungan itu, perkuliahan menemui banyak kendala. Satu contoh, ketika terjadi perselisihan antarmahasiswa atau dengan masyarakat, kehadiran aparatur kepolisian dan warga sekitar sangat dibutuhkan membantu penyelesaiannya,” ujarnya.

Demikian halnya kehadiran wartawan dalam menginformasikan kegiatan IBU ke publik. Pastinya juga dibutuhkan demi kemajuan nama kampus.

Untuk itu, lanjut Nurcholish, sudah sepatutnya Civitas akademika IBU Malang memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penghormatan kampus.

“IBU Malang ingin meningkatkan tali silaturahmi, sinergi, kolaborasi serta harmonisasi bersama mereka di manapun kesempatan berada menghasilkan nilai kebersamaan secara utuh,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Nurcholish, civitas akademika IBU Malang juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk saling berbagi kebahagiaan bersama 200 anak yatim.

Anak-anak yatim berasal dari lima panti asuhan di Kota Malang, antara lain Al Hikmah, Yayasan Al Kahfi, Salman, Asy Syarif serta Nurul Muttaqin.

Suasana pemberian santunan kepada anak Yatim. (Mvoice/Toski D).

“Kami mengharapkan keberkahan, keridhoan dan pertolongan dari Allah SWT. Anak didik kami diberi kemudahan dan kelancaran menempuh studinya. Para dosennya merasa bahagia dan bangga, serta sukses menjadikan kampus dan mahasiswanya berprestasi,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kapolsek Blimbing, Kompol Yanuar Rizal A usai mengikuti silaturahmi, menyampaikan, dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, jajarannya siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kam siap memberikan pengamanan untuk menciptakan kondusifitas, Kamtibmas serta kenyamanan, jika dibutuhkan masyarakat,” tegas arema ini.

Sementara itu, salah seorang penerima santunan dari Al Hikmah, Muhammad Alfian mengucapkan terima kasih atas kepedulian civitas akademika IBU Malang ini.

“Kami berharap kepedulian dan berbagi kasihnya dengan anak-anak panti asuhan seperti ini bisa dilanjutkan di luar Ramadan, dan semoga kampus IBU Malang bisa berkembang pesat,” harapnya.(end)

Wujudkan Konsep Green Kampus, Binus University Malang Luncurkan BIMASUSCA

Workshop ecoprint Binus Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kepedulian tentang lingkungan hidup jadi fokus utama dalam peluncuran Binus Malang Sustainable Campus (BIMASUSCA). Peluncuran itu ditandai dengan penanaman 1.000 pohon pada Jumat (22/4).

Deputy Campus Director – Academic Operations & Resources, Cuk Tho, S.Kom., M.M (IS), secara simbolis menanam bibit pohon di area sekitar kampus. Kegiatan ini melibatkan seluruh dosen, karyawan, dan Mahasiswa di Binus Malang.

Setelah launching, acara dilanjutkan dengan kegiatan workshop ecoprint, pembuatan batik dengan menggunakan pewarna alami dari dedaunan. Pelatihan ini diadakan secara gratis dengan tujuan untuk mengedukasi seluruh civitas akademika tentang kegiatan ramah lingkungan yang menarik dan bisa dilakukan semua kalangan.

Program ini mendapat respon positif dan didukung penuh Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M. selaku Campus Director Binus Malang. Ia mengatakan, tingginya antusiasme atas kegiatan ini adalah langkah awal menjaga lingkungan hijau.

Workshop ecoprint Binus Malang. (Istimewa)

“Dengan tingginya antusiasme seluruh Binusian atas rangkaian kegiatan ini, diharapkan lingkungan kampus semakin hijau dan bersih serta rasa tanggung jawab seluruh civitas akademika dalam merawat bumi semakin kuat,” katanya.

BIMASUCA sendiri merupakan proyek inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan seluruh civitas akademika kampus Binus @Malang. Tim penggagas BIMASUCA terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa yang menggunakan latar belakang ilmunya masing-masing (Ilmu Komunikasi, Public Relations, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Bisnis, dan Ilmu Komputer) untuk mewujudkan konsep green campus di Binus @Malang.

Ketua panitia acara, Lila Nathania, mengatakan, melalui workshop ecoprint ini mengajak seluruh civitas akademika Binus Malang paham betul dan terlibat langsung untuk penghijauan.

Workshop ecoprint ini adalah proses mewarnai kain menggunakan daun. Artinya produk yang digunakan 100 persen alami tanpa bahan kimia.

“Ada daun singkong, jati, jambu biji, yang bisa menghasilkan warna hijau alami. Prosesnya pun hanya digetok di kain katun yang sudah direndam dengan air tawas agar mampu menjaga warna lebih lama,” katanya.

Antusiasme peserta workshop pun terlihat. Mereka sangat tertarik melihat hasil pewarnaan kain karyanya sendiri.

“Jadi ini mengajarkan mencintai lingkungan dengan cara berbeda. Ini juga memberi ide bisnis karena kain ecoprint banyak digemari,” tandasnya.(der)

Dosen Hukum UMM Tanggapi Vonis Mati Pelaku Pemerkosa Belasan Santriwati

Ratri Novita Erdianti, SH., M.H.(istimewa)

MALANGVOICE – Herry Wirawan mendapat putusan mati oleh majelis hakim PT Bandung. Pelaku pemerkosaan 12 santriwati sebelumnya divonis hukuman seumur hidup, namun setelah ada banding dari JPU, hukumannya berubah.

Pimpinan Yayasan Manarul Huda ini melewati proses hukum panjang setelah terungkap kasusnya ke permukaan.

Melihat akan hal itu, Ratri Novita Erdianti, SH., M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menanggapi kasus tersebut dari aspek hukum.

Ratri, sapaan akrabnya menjelaskan, peraturan akan kasus tersebut sudah tertera di Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Di dalam UU terkait, telah diatur pemberian hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, apa yang dilakukan sang pelaku pemerkosaan adalah kejahatan serius yang melebihi batas manusia.

Namun di sisi lain hukuman mati tentu bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Meski begitu, keputusannya masih tergantung pada aspek jumlah korban, dampak yang dirasakan hingga pelaku. Dari tiga aspek tersebut, akan muncul pertimbangan yang menentukan berat atau ringannya hukuman.

“Kejahatan yang dilakukan pelaku menurut saya telah melewati batas kemanusiaan. Maka kejahatan yang serius harus diberi hukuman yang serius pula agar memberikan efek jera. Tidak hanya bagi pelaku tapi juga bagi masyarakat luas,” imbuhnya.

Dosen asal Pasuruan itu mengungkapkan, vonis hukuman mati untuk kasus terkait adalah yang pertama dalam sejarah Indonesia bagi pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, ketika hakim memutuskan sebuah kasus pidana, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Utamanya yang menyangkut aspek korban yang harus dilihat secara psikologis. Pun dengan masa depan yang akan dihadapi belasan korban tersebut.

Lebih lanjut. ketika nanti ada kasus yang serupa, disparitas bisa saja terjadi. Maksudnya adalah hukuman yang diputuskan nantinya tidak akan selalu sama dengan kasus pemerkosaan ustaz tersebut. Hal itu karena kondisi dan situasi kasus yang mungkin berbeda pula. Begitupun jika mengajukan upaya banding yang tidak selalu menghasilkan hukuman yang ringan, tapi bisa juga menjadi lebih berat.

“Ketika mengajukan banding, bukan berarti hukuman pelaku pasti diringankan. Bahkan bisa jadi sebaliknya yakni diberikan hukuman yang lebih berat,” ucapnya.

Ratri kembali menjelaskan bahwa peristiwa kelam dan hukuman mati kepada pelaku ini, menjadi pembelajaran dan edukasi bahwa kejahatan yang dilakukan merupakan kejahatan serius. Selain itu, peristiwa ini nyatanya juga berefek pada penurunan kepercayaan masyarakat kepada instansi pendidikan. Khususnya pendidikan yang berlangsung di pondok pesantren.

“Tentu perlu adanya pencegahan agar hal yang sama tidak terjadi, baik di lingkungan Ponpes, sekolah, dan tempat umum. Negara juga harus mengambil peran signifikan untuk menjamin keamanan bagi seluruh masyarakatnya. Pun dengan upaya monitoring yang harus dilakukan oleh orang tua, guru, dinas pendidikan hingga kementerian agama,” ujarnya.(der)