Hasil Survei Pendidikan Vokasi dan SMK Masih Banyak Diminati

Konferensi pers survei ketertarikan pendidikan vokasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – MarkPlus, Inc. mengadakan riset bertajuk Survei Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi. Tujuan riset ini terbagi menjadi dua, yakni untuk mengetahui ketertarikan calon peserta didik/orang tua terhadap pendidikan SMK dan Pendidikan Tinggi Vokasi.

Terdapat enam hal yang digali dalam riset ini, seperti awareness responden terhadap pendidikan tinggi vokasi maupun SMK, sumber informasi, persepsi peserta terhadap pendidikan tingggi vokasi dan SMK, alasan ketertarikan, hingga keinginan rekomendasi. Survei kali ini tidak hanya melibatkan para siswa, tetapi juga orang tua untuk melihat persepsi orang tua terhadap jenjang pendidikan.

Keseluruhan responden berjumlah 890 orang, dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori Pendidikan SMK dan Pendidikan Tinggi Vokasi. Untuk kategori Pendidikan SMK terdapat 390 responden yang terdiri dari peserta didik SMP, orang tua SMP dan orang tua SD. Sementara kategori Pendidikan SMA berjumlah 500 responden yang terdiri dari peserta didik SMK, peserta didik SMA, orang tua SMK, dan orang tua SMA.

Riset ini dilakukan di 10 wilayah di Indonesia dengan mempertimbangkan jumlah siswa-siswa terbanyak, persebaran wilayah responden, pemilihan kota/titik utama, juga komposisi siswa SMK. Kesepuluh wilayah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Utara.

Dari sisi awareness, mayoritas responden mengaku aware dengan pendidikan SMK dan Pendidikan Tinggi Vokasi. Sejumlah 92,3% responden mengetahui informasi seputar SMK, sedangkan 70,6% responden mengetahui informasi mengenai Pendidikan Tinggi Vokasi.

“Dari hasil survei, tingkat pengetahuan sejumlah responden terhadap Pendidikan Tinggi Vokasi masih berada di bawah SMK. Namun, mayoritas responden mengaku aware dengan Pendidikan SMK dan Pendidikan Tinggi Vokasi, sumber informasi terbesar adalah melalui teman,” ujar Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc. dalam press conference yang digelar secara virtual, Selasa (6/04).

Dilihat dari tingkat ketertarikan masyarakat, mayoritas responden tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke SMK (82,05%) dan Pendidikan Tinggi Vokasi (78,6%). Faktor ketertarikan terbesar terhadap SMK dipengaruhi oleh prospek kerja yang dinilai bagus (57,8%) dan pilihan jurusan yang banyak (51,95%).

Sementara itu, faktor ketertarikan terbesar terhadap Pendidikan Tinggi Vokasi dipengaruhi oleh prospek kerja yang bagus (68,7%), studi yang singkat (46,1%), dan dinilai dapat langsung bekerja setelah lulus (41,7%).

Ketertarikan responden terhadap pendidikan SMK dan pendidikan tinggi vokasi juga dipengaruhi oleh cita-cita responden yang mayoritas menjadi pengusaha (20,2%). Selain itu, ada pula yang ingin bekerja di bidang Desainer Fashion dan Desain Grafis, di mana kedua pekerjaan tersebut dapat ditunjang pada jurusan yang ada di pendidikan SMK maupun pendidikan tinggi vokasi.

Di sisi lain, responden dengan kategori orang tua siswa SMK, ingin agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan ke Pendidikan Tinggi pada Fakultas Vokasi dengan pertimbangan prospek ke depan (37,9%). Berbeda dengan responden dari kategori orang tua siswa SMA, yang ingin agar anaknya memilih Pendidikan Tinggi Fakultas Non Vokasi dengan pertimbangan kualitas dan reputasi dari instansi (41,3%).

“Jika dilihat dari responden siswa SMA dan SMK, kedua kategori ini lebih memilih Universitas Negeri dengan Fakultas Non Vokasi. Alasannya adalah kualitas dan reputasi dengan angka 36,6% untuk responden siswa SMK dan 40,4% untuk responden siswa SMA,” lanjut Taufik.

Menurut Hermawan Kartajaya, Founder dan Chairman MarkPlus, Inc., dari hasil survei tersebut perlu diperlukan adanya peningkatan awareness terhadap pendidikan vokasi untuk dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat.

“Setelah awareness dari pendidikan vokasi meningkat, bisa dilanjutkan untuk melakukan komunikasi terhadap kualitas dari SMK dan Pendidikan Tinggi Vokasi, dan akhirnya melakukan pendekatan entrepreneurial marketing untuk pendidikan vokasi, khususnya kepada siswa SMK dan mahasiswa D3,” ujar Hermawan.

Sementara itu, Jacky Mussry selaku CEO dan Dean MarkPlus Institute mengatakan, survei ini diharapkan dapat menjadi pacuan bagi dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi vokasi untuk terus meningkatkan awareness dan mengkomunikasi kualitas dan reputasi dari vokasi.

“Karena, pada dasarnya pendidikan itu hanya sebagai katalis, semuanya balik ke individu masing-masing. Masa depan itu harus diciptakan sendiri tidak bergantung dari faktor lain, tetapi dari orang itu sendiri,” tutup Jacky.(der)

Masjid Raya An Nur Polinema Siapkan Agenda Kegiatan Selama Ramadan dan Idul Fitri

Pengurus takmir Masjid An Nur Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Masjid Raya An-Nur Polinema tetap melaksanakan kegiatan selama bulan suci Ramadan tahun ini atau 1442 H.

Berdasar rapat takmir masjid, kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan diantaranya penyediaan buka bersama, salat tarawih, pemberian tali asih kepada masyarakat di sekitar kampus Polinema dan kultum. Seluruh kegiatan akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan

Ketua Ta’mir Masjid Raya An-Nur, Drs. H. Muhammad Muwidha, mengatakan, buka bersama dilakukan terbatas dengan disediakan 100-150 jemaah selama Ramadan.

“Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga sekitar kampus Polinema yang terdampak pandemi, takmir akan memberikan bantuan yang diperoleh dari dosen dan tenaga kependidikan. Takmir akan memberikan edaran kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan khususnya yang beragama Islam terkait bantuan itu,” jelas Muwidha.

Ia menambahkan imam untuk pelaksanaan salat tarawih berasal dari kalangan internal Polinema. Sebelum tarawih dan setelah sholat zuhur akan dilaksanakan kultum.

Untuk menyambut Idul Fitri, akan dilaksanakan takbiran, salat Idul Fitri dan sarapan bersama setelah sholat Ied. Bertindak sebagai khotib salat Idul Fitri adalah Drs. KH. Syaifudin Zuhri.

Selain kegiatan Ramadan dan Idul Fitri, pada tanggal 1 April 2021 akan dilaksanakan pengajian “Nawak Hijrah” yang diasuh oleh Habib Muhammad bin Anies Shahab dari Lawang.

“Pengajian ini biasanya dilaksanakan setiap Selasa, dua minggu sekali yang diikuti kalangan muda. Kegiatan pegajian ini didukung Direktur Polinema. Untuk tanggal 1 April ini merupakan penutupan pengajian sementara dalam rangka menghadapi bulan Ramadan dan pengajian akan dilanjutkan setelah Idul Fitri. Selain itu, untuk Takmir masjid An-Nur, dilaksanakan pelatihan ketakmiran online untuk mengembangkan kepengurusan masjid yang diasuh Ustaz Abdul Shomad. Saya berharap, Masjid An-Nur POLINEMA kedepannya memiliki LAZIS yang menjadi basis untuk pengentasan kemiskinan,” tutup Ketua Takmir Masjid Raya An Nur.(der)

Polinema Gelar Wisuda Online, Harapkan Wisudawan Miliki Life Skill

Wisuda online Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar wisuda online atau daring untuk ratusan wisudawan tahun ajaran 2019/2020. Wisuda ini sempat tertunda pada Januari 2021 Lalu.

Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, menjelaskan, terdapat 558 wisudawan yang terbagi dari wisudawan program Sarjana Terapan D IV dan wisudawan program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Polinema di Kota Kediri.

“Jumlah yang ikut 558 kemudian dari PSDKU 323 dan dari kampus utama sekitar 141 orang,” ungkapnya, Rabu (31/3).

Direktur Polinema, Awan Setiawan. (Istimewa)

Awan berharap para wisudawan dapat menjaga prestasi dan melanjutkan studi ke jenjang berikutnya untuk mendapatkan karier yang diinginkan.

“Kunci sukses bukan menjadi lulusan cumlaude, tapi memiliki life skill, kejujuran, dan integritas,” pesannya.

Dalam pelaksanaan wisuda tersebut, Awan sempat menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas kerja sama yang telah dilakukan dalam pembangunan PSDKU Polinema di Kota Kediri.

Dirinya juga menambahkan atas adanya PSDKU ini juga dirasa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas SDM melalui kegiatan akademik.

“Kami harapkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri tetap terjaga dan terus berlanjut hingga dapat mencetak lulusan unggul dan berbudi luhur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pembantu Direktur 1 Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, menambahkan jika alasan wisuda dilakukan daring karena pihak Polinema terlanjur melakukan persiapan jauh-jauh hari.

“Kami persiapkan sejak Februari lalu, dimana pelaksanaan ini sudah kita undur yang seharusnya Januari 2021. Kemudian kita memutuskan untuk amannya, maka kita laksanakan secara online. Walaupun sekitar 2 minggu lalu terbit SE Walikota baru yang mengizinkan wisuda offline,” terangnya.

Sebelumnya berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 13 Tahun 2021, pelaksanaan wisuda bisa dilakukan secara offline dengan memperhatikan protokol kesehatan dan beberapa ketentuan lain.

Dalam wisuda yang digelar itu juga mengundang wisudawan yang dinyatakan sebagai lulusan terbaik sebagai penghargaan.

“Jadi ini kita undang yang terbaik dari 558 lulusan untuk perwakilan penyerahan ijazah dan cindera mata sebagai simbolis wisuda daring ini,” tandasnya.(der)

Dua Pemuda Kabupaten Malang Dinyatakan Lulus SNMPTN di Usia 15 Tahun

Gading Mahendra Sebayang (Kanan) dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana (Kiri), saat di wawancarai awak media. (Toski D)

MALANGVOICE – Dua pemuda 15 tahun asal Kabupaten Malang dinyatakan lolos seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Kedua pemuda tersebut bernama Gading Mahendra Sebayang, warga Desa Ngijo, Karangploso dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana, warga Desa Krebet Senggrong, Bululawang.

Gading Mahendra Sebayang (Kiri) dan Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana (Kanan), saat bersam ibu mereka. (Toski D)

Mereka merupakan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Malang, dari kelas G4 atau program kelas kelompok belajar cepat, dan telah telah menempuh sistem jalur Satuan Kredit Semester (SKS). Sehingga dapat menyelesaikan pendidikan di SMA hanya dua tahun.

Gading (15) dinyatakan telah diterima di Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan Jurusan Sistem Informasi melalui jalur SNMPTN. Sedangkan Zacky (15) diterima di Jurusan Kedokteran Umum UB Malang.

Padahal, dilihat dari segi usia, mereka seharusnya saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), kelas 9 (3 SMP, red).

“Saya di SMAN 3 ini masuk di kelas G4, jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Mulai di SMP saya masuk kelas belajar cepat atau program akselerasi, di SMP saya hanya dua tahun,” kata Gading Mahendra Sebayangz, saat ditemui awak media, di SMAN 3, Kota Malang, Selasa (30/3).

Menurut Gading, ketika masih duduk di Sekolah Dasar (SD), dirinya sudah pernah mengikuti berbagai perlombaan baik di tingkat regional hingga Nasional.

“Kalau saat di SMAN 3 Malang, saya pernah mengikuti Student exchange 2019 di negara Thailand. Itulah yang membuat saya memilih Jurusan Sistem Informasi di UB Malang, dan Alhamdulillah lukus seleksi SNMPTN 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Zacky Hafiyyan Maulana, mengatakan jika dirinya telah diterima di Kedokteran Umum UB Malang melalui SNMPTN 2021.

“Dari dulu, mulai kecil cita-cita saya memang ingin menjadi dokter. Makanya, saat mengikuti SNMPTN saya memilih jurusan Kedokteran Umum, dan alhamdulilla diterima di UB Malang,” ucapnya.

Menurut Zacky, dirinya bersama Gading merupakan teman dalam satu kelas yang ikut dalam program G4 di SMAN 3 Kota Malang

“Saya dan Gading sejak duduk di SMPN 3 Malang satu kelas. Untuk prestasi di SMA, pernah sebagai Peserta Medspin FK UNAIR Tingkat SMA/MA, Peserta Olfar Farmasi UNAIR tingkat SMA/MA, dan Peserta KSN-K Biologi Kota Malang tingkat SMA/MA,” tandasnya.

Sebagai informasi, Gading sejak duduk dan bangku SD pernah masuk Finalis Olimpiade Matematika dan Sains (OMSI) tahun 2016.

Setelah itu, ketika di SMP, berbagai perlombaan pernah diikuti, seperti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) se-Indonesia tahun 2018,

Selanjutnya, sebagai Finalis Lomba Matematika dan IPA Nalaria Realistik (LMIPA-NR) ke 2, Peserta Lomba Humanika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universita Gajah Mada (UGM) tahun 2017, dan Peserta The Floyd of Number Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) MIPA Universitas Malang (UM) tahun 2018.

Sedangkan, Zacky sejak di bangku SD pernah Juara 1 Olimpiade IPA tingkat SD se-Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, dan meraih Nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se-Kabupaten Malang Tingkat SD/MI.

Ketika duduk di bangku SMP, Zacky pernah masuk Perempat finalis Olimpiade IPA se-Kabupaten Malang, dan Peserta lomba BESC Biologi UNAIR tingkat SMP/MTS, serta masuk Perempat finalis lomba Langsep Challenge tingkat SMP/MTS SMAK Santa Maria, Kota Malang.(der)

Pemilihan Dekan FIA UB Digelar 1 April, Sisakan Tiga Calon Terbaik

Konferensi pers Pemilihan Dekan FIA UB. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Sebanyak tiga kandidat calon mengikuti Pemilihan Dekan (Pildek) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) pada 1 April mendatang. Ketiganya kini memasuki tahapan kampanye secara daring.

Para calon tersebut antara lain Ketua Jurusan Administrasi Publik Andy Fefta Wijaya, MSA., Ph.D, Kaprodi S2 Administrasi Publik 2016-2020 Dr. Irwan Noor, MA., dan Ketua Lab. Governance Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si.

Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB 2021 Dr Hermawan MSi mengatakan, Pildek tahun ini terbilang berbeda dari tahun sebelum karena masa pandemi. Ia menyatakan soal jangka waktu juga sangat mepet.

Meski demikian, Hermawan menyatakan kesiapannya agar Pildek tahun ini berjalan lancar.

“Sekarang rapat kampanye tiga calon dekan, kemudian ada hari tenang dan puncaknya 1 April pemilihan,” jelasnya.

Pemilihan nanti akan dilakukan dengan dua sistem, yakni drive thru dan langsung menggunakan bilik (walk in). Hal ini berdasar Peraturan Rektor nomor 3 tahun 2020 yang tidak memperbolehkan pelaksanaan pemilihan secara e-voting.

“Kendalanya ya bagi dosen yang belajar di luar negeri atau luar daerah tidak bisa ikut. Kami sementara ini mencatat ada 151 dosen yang terdaftar, dari Peraturan Rektor ini juga tidak diperbolehkan mahasiswa untuk ikut memilih,” katanya.

Usai pelaksanaan pemilihan pada 1 April nanti, hasilnya akan diserahkan ke pusat. Di sana akan dirapatkan di senat dan ditetapkan Rektorat.

Sementara itu Dekan FIA, Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS, akan mengakhiri jabatannya tahun ini. Ia mengakui seluruh calon yang ikut daftar Pildek adalah orang-orang terbaik dan sudah memenuhi syarat.

“Saya harap semoga terjadi pemilihan yang demokratis, kekluargaan dan amanah untuk periode 2021 – 2025,” tutupnya.(der)

Dorong ‘Akbar’, BPBD Kota Malang Dapat Bantuan 5 Ribu Masker dan Handsanitizer

Ketika prosesi penyerahan bantuan dari STIE Malangkuncewara (ABM) kepada BPBD Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Sebanyak 5 ribu masker dan handsanitizer diserahkan pihak Kampus STIE Malangkuncewara (ABM) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Kamis (25/3).

Berdasarkan penjelasan Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto, bantuan yang diterima ini nanti akan disebar dengan jatah sebanyak 1.000 masker dan handsanitizer untuk setiap kecamatan.

“Artinya nanti kita sampaikan ke masing-masing kecamatan. Ini juga dalam rangka untuk peningkatan prokes (protokol kesehatan) di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Menurut Alie, penyaluran bantuan masker dan handsanitizer kepada masyarakat melalui tiap-tiap kecamatan ini nanti akan berbarengan dengan edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (Akbar).

Sebagai bentuk dorongan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan karena masih berada di masa pandemi Covid-19.

“Ini semua berkaitan dengan pelaksanaan 5 M. Kita juga harus terus mengingatkan istilah Akbar (Adaptasi Kebiasaan Baru). Namanya Covid-19 meski nanti sudah berakhir, tetap kita harus taati prokes ya,” terangnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Wanedi, saat diwawancarai awak media, (MG2).

Hal senada dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Wanedi.

“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Akbar atau adaptasi kebiasaan baru ini harus terus di sosialisasikan,” imbuhnya.

Meski saat ini jumlah kasus Covid-19 sudah mulai mengalami penurunan, dan proses vaksinasi terus berjalan, tingkat kesadaran masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan harus tetap ditingkatkan. Salah satunya melalui tingkat kecamatan.

“Tentu seperti ini harus bisa dilakukan oleh semua kalangan ya. Ini sangat bagus dan kami mendukung. Setelahnya nanti kan diberikan ke setiap kecamatan, jadi nanti camat juga harus ikut berperan dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat juga,” tandasnya.(der)

Kalahkan ITS dan UB, Polinema Juara I Safety Competition 2021

Tim karya tulis ilmiah Polinema di ajang Safety Competition 2021. (Istimewa)

MALANGVOICE – Prestasi membanggakan diraih tim mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) karena berhasil meraih juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Safety Competition 2021.

Tim yang terdiri dari Mokhammad Khatami (Prodi D-IV Teknik Otomotif Elektronik), Damar Pietradagya Dewantara (Prodi D-III Teknik Kimia) dan Sahrul Ardiyansyah (Prodi D-IV Teknik Elektronika) ini sukses menjadi yang terbaik pada ajang yang diselenggarakan secara daring pada Desember 2020-Maret 2021.

Safety Competition 2021 diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Kesehatan dan Keselamatan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dengan mengusung tema “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era New Normal untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0”.

Lomba ini diikuti mahasiswa jenjang diploma dan sarjana di perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Universitas Airlangga, Politeknik Negeri Malang dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Ketua tim mahasiswa Polinema, Mokhammad Khatami, mengatakan, pihaknya menyajikan karya tulis inovasi dengan judul “SALAFY (Smart Labor Safety): Penerapan IoT sebagai Kesadaran K3 serta Prevensi Dini Tenaga Kerja dari Kebocoran Gas CH4 dan H2S di Industri Gas Guna Mencapai Indonesia Zero Accident”.

Presentasi dan pengumuman juara dilaksanakan pada 21 Maret 2021 dan tim Polinema berhasil meraih nilai tertinggi menyisihkan tim ITS Surabaya dan Universitas Brawijaya yang menjadi juara kedua dan ketiga.

“Inovasi kami berdasarkan permasalahan tentang kecelakaan kerja yang terjadi di industri gas berupa kebocoran gas yang memiliki risiko meledak atau kebakaran dan keracunan bagi pekerja. Hal itu menjadi suatu tantangan bagi tim kami untuk berinovasi dalam meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di industri gas. Pada lomba ini kami dibimbing Christyfani Sindhuwati,” ujarnya.

Khatami menambahkan, nantinya SALAFY memiliki 2 alat yang saling terhubung satu sama lain yaitu K3 Smart Bracelet dan Gas Leak Detector.

Ia menjelaskan, K3 Smart Bracelet sebagai gelang kesadaran K3 saat pekerja hendak memasuki ruang kerja yang menggunakan sensor ultrasonik dan arduino uno, dan terhubung ke monitor dan lampu serta buzzer menyala sebagai notifikasi.

Monitor akan menampilkan website Cerdas K3 yang berisi APD yang diperlukan dan bahaya yang mengancam saat memasuki ruangan tersebut. Alat kedua yaitu Gas Leak Detector, fungsinya sebagai mendeteksi kebocoran gas di tempat yang rawan kebocoran.

Karena berbasis IoT, maka konsentrasi gas akan dikirimkan ke monitor sebagai penyimpanan data akan kebocoran gas dan ke K3 Smart Bracelet bagi pengguna yang selama ini menjadi problem investigasi bagi pihak berwajib.

“Secara otomatis, aliran listrik akan diputus melalui relay di ruangan tersebut sebagai peminimalisir range kebakaran yang terjadi akibat kebakaran,” jelas Khatami.

Ketua Jurusan Teknik Mesin, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, MT., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih tim mahasiswa Polinema.

“Saya atas nama Jurusan Teknik Mesin mengucapkan Alhamdulillah atas prestasi tim mahasiswa ini dan sangat bersyukur di tengah pandemi masih tetap bisa berkarya. Semoga kami bisa lebih baik lagi kedepannya,” tutup Kajur Teknik Mesin ini.(der)

Kota Batu Siap Jalani KBM Tatap Muka, Tinggal Tunggu Perintah dari Kemendikbud

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih

MALANGVOICE – Seiring pelaksanaan vaksinasi tenaga pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ingin kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka segera dimulai. Target KBM tatap muka dari Kemendikbud berlangsung pada bulan Juli mendatang.

Sejak tahun 2020, Kota Batu sudah siap menyambut KBM tatap muka. Kesiapan itu ditunjukan dengan adanya Perwali yang mengatur tentang KBM tatap muka di Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menjelaskan meskipun Perwali sudah ada, KBM tatap muka belum bisa dilaksanakan. Alasannya, PPKM Mikro masih berjalan hingga tanggal 22 Maret nanti.

“Karena ada penerapan PPKM, semuanya harus off betul. Tidak boleh ada kegiatan KBM tatap muka. KBM harus murni dilakukan secara daring,” kata Eny.

Eny melanjutkan, KBM tatap muka di Kota Batu menunggu arahan dari Kemendikbud. Ia sudah menyiapkan seluruh regulasinya dan tinggal jalan saja.

Persiapan itu mulai dari sarana dan prasarana, survei lokasi dan izin orang tua. Semua itu telah ditempuh oleh Dindik Kota Batu.

Selain sudah siapnya setiap satuan pendidikan menjalankan KBM tatap muka serta ditambah dengan Perwali KBM tatap muka. Kota Batu juga bisa lebih percaya diri untuk menyambut KBM tatap muka.

“Ini karena, sedikit demi sedikit tenaga pendidik Kota Batu telah jalani vaksinasi Covid-19. Dimana nantinya akan ada sekitar 4000 an tendik yang akan divaksin secara bertahap hingga bulan Juni mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai bantuan kuota internet dari pemerintah pusat untuk seluruh pelajar Kota Batu masih berjalan lancar. Hingga saat ini tidak ada laporan kendala bantuan paket data.

“Semuanya masih berjalan lancar. Jika ada kendala pasti mereka lapor ke kami. Namun hingga saat ini tidak ada laporan. Berarti semuanya berjalan lancar,” katanya.

Setidaknya dalam bantuan kuota internet dari pemerintah pusat itu. Terdapat sekitar 36 ribu siswa siswi Kota Batu yang menerimanya. Mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.(end)

Atap Lab Biologi SMAN 2 Batu Tiba-tiba Ambrol

Atap Lab Biologi SMAN 2 Batu ambrol. (Istimewa)

MALANGVOICE – Atap ruang laboratorium biologi SMAN 2 Batu tiba-tiba ambrol pada Rabu (17/03) pukul 10.00 WIB.

Kepala Sekolah SMAN 2 Batu, Anto Dwi Cahyono mengatakan belum mengetahui penyebab ambrolnya atap itu. Pihaknya masih meniliti sebab ambrolnya atap itu yang sudah berdiri selama tujuh tahun.

“Kerusakan parah yang atap bagian tengah, ada sekitar 25 lembar gipsum, kalau bangunan sendiri berusia sekitar tujuh tahun. Faktor penyebabnya masih kami teliti, apakah beban terlalu berat atau kondisi bangunan yang sudah lapuk,” jelas Anto, Jumat (19/3/2021).

Pihaknya langsung bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu untuk mengetahui sebab ambrolnya atap itu. Ia mengaku, meskipun tidak ada kegiatan di sekolah selama satu tahun ini, pihaknya selalu merawat SMAN 2 Batu.

“Kami pada posisi mencari informasi. Memang hampir setahun ini tidak ada kegiatan di sekolah. Gedung tetap kami rawat, tapi kami tidak tahu kekuatan bangunan tersebut,” imbuhnya.

Soal perbaikan, Anto menjawab akan dilakukan secepatnya, sebab sudah melapor ke Dapodik tapi masih menunggu instruksi dan rekomendasi dari DPUPR.

Merujuk dari edaran Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, berapa biaya perbaikan belum bisa disimpulkan. Karena penentuannya merujuk DPUPR sehingga belum bisa menyimpulkan ini butuh anggaran berapa.

“Kalau ringan bisa menggunakan BOS, kalau menengah dan berat, bisa menggunakan DAK. Maret ini sudah dilakukan, baru pertama kali terjadi, di luar dugaan kami. Kita juga menunggu rekomendasi dari DPUPR. Untung saja alat laboratorium tidak ada yang rusak kan ada di gudang,” paparnya lagi.

Tambah Anto, tidak ada korban jiwa dalam kejadian karena proses belajar mengajar masih belum dilangsungkan. Lalu saat ditanya kapan pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai instruksi atau SOP, pihaknya sudah mengajukan surat kepada gugus tugas Covid-19 Kota Batu dan

“Tapi tetap menunggu instruksi menteri. Kalau berlangsung akan dilakukan dari jenjang kelas tertinggi. Karena aturannya 1/3 yang masuk 70 persen orang tua setuju untuk pembelajaran tatap muka. Tetapi anak-anak harus menjaga kesehatan, bawa makanan sendiri dari rumah. Diantar dan dijemput sehingga tidak ada yang main-main,” tutupnya.(der)

PNUP dan Polinema Sepakati Tanda Tangan PKS dan MoU

Tanda tangan PKS dan MoU antara PNUP dan Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sepakat menandatangani PKS dan MoU tentang Pendampingan Penyusunan Dokumen BLU dan Presentasi PTN-BLU oleh tim Polinema.

Penandatanganan MoU dan PKS dilaksanakan Direktur PNUP, Prof. Ir. Muhammmad Anshar dan Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, di Makassar, Senin (15/3).

Dalam sambutannya, Direktur PNUP berharap agar PNUP dapat segera menjadi Satker BLU agar perkembangan institusi semakin maju dan kapasitas daya tampung penerimaan mahasiswa semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai yang dapat menggerakkan dunia usaha dan industri.

“Belajar dari Polinema yang telah menjadi Satker BLU pada tahun 2012 dengan 3.500 mahasiswa, di tahun 2021 mahasiswa Polinema berjumlah 12 ribu mahasiswa. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan POLINEMA dapat memberikan pendampingan, arahan dan masukan terkait BLU kepada PNUP agar proses PNUP menjadi Satker BLU dapat berjalan dengan cepat,” kata Prof Muhammmad Anshar.

Sementara itu, Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, menyampaikan Polinena merupakan politeknik negeri pertama yang menjadi Satker BLU di tahun 2012 dari 44 politeknik negeri yang ada di Indonesia. Setelah POLINEMA, menyusul Politeknik Manufaktur Bandung pada tahun 2018. Tahun 2020, POLINEMA melakukan pendampingan BLU kepada POLINES.

“Dirjen Pendidikan Vokasi mempunyai program 10 politeknik negeri di Indonesia harus BLU di tahun 2021. Lima di antara politeknik tersebut merupakan pendampingan dari POLINEMA yaitu POLINES, POLMED, POLIJE, PNUP dan Politeknik Negeri Ambon,” jelasnya.

Awan menambahkan, banyak perubahan yang terjadi ketika Satker biasa sudah berubah menjadi Satker BLU, diantaranya kinerja pegawai dan dosen serta kinerja mahasiswa. Pada tahun 2019, kinerja kemahasiswaan Polinema merupakan Kinerja Kemahasiswaan Vokasi Terbaik.

“Saat ini Polinema sedang mempersiapkan proses PTNBH dan pada tahun ini direncanakan untuk pendampingan menjadi PTNBH. Semoga POLINEMA menjadi politeknik negeri pertama PTNBH,” tutupnya.(der)