Tingkatkan Mutu SMK, Kemendikbud Revitalisasi Tujuh BBPPMPV

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI berencana merevitalisasi tujuh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV).

Ketujuh BBPPMPV ini antara lain BBPPMPV BOE Malang untuk bidang Otomotif dan Elektronika. Lalu BBPPMPV BBL Medan, BBPPMPV BMTI Bandung, BBPPMPV Bisnis Pariwisata Jakarta. Selain itu BBPPMPV Pertanian Cianjur, BBPPMPV Seni Budaya Jogjakarta, BPPMPV Teknologi informasi dan Kemaritiman Makassar.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto ST MSc PhD, mengatakan, revitalisasi ini bertujuan menuntaskan tiga target. Yakni meningkatkan SDM yang kompeten, menjadi mediator dengan dunia industri. Terakhir bisa mentraining guru dan kepala SMK yang bisa mengembangkan lulusan berkompeten, memiliki komunikasi bagus serta soft skill dan hard skill yang handal serta berintegritas.

“Tujuannya tiga target itu yang ingin dipenuhi. Itu utamanya,” katanya saat berkunjung ke BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (10/10).

Dalam kunjungannya Itu, Sakarinto memberikan pengarahan kepada Widyaiswara BBPPMPV BOE Malang dan kalangan Industri yang digelar di Aula BBPPMPV BOE Malang. Acara tersebut digelar secara virtual, baik itu online maupun offline.

“Semua BBPPMPV itu diharapkan membuat pelatihan yang tidak hanya menghasilkan sertifikasi asing. Namun mampu mendorong SMK yang menghasilkan SDM yang andal, memiliki soft skill, hard skill dan berintegritas,” jelasnya.

Dengan memiliki skill training kepada kepala sekolah dan guru SMK, ia berharap SMK mampu mencetak lulusan yang baik. Dengan begitu, pelajar lulusan SMP banyak yang memilih melanjutkan pendidikannya ke SMK.

“Harapannya agar SMK itu nanti bisa menghasilkan lulusan yang 80-90 persen bisa bekerja sesuai pendidikannya. Mereka memilih sekolah SMK bukan karena ikut-ikutan atau dipaksa orang tua. Namun karena keinginan, fashion dan gairah atau semangatnya sendiri,” tandasnya.(der)

Polinema Terjunkan Lima Tim Ikuti Kontes Robot Indonesia Melalui Daring

Tim robot Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lima tim robot Polinema berlaga di Kontes Robot Indonesia Wilayah II yang dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 11 Oktober 2020 secara daring melalui mekanisme video conference.

Tim yang beranggotakann mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Jurusan Teknik Informatika ini berupaya semaksimal mungkin mendapat hasil terbaik.

Tim Polinema yang bertanding adalah:
Ulil Albab (KRPAI) di bawah bimbingan Sapto Wibowo, Ph.D; Robsonema (KRSBI Beroda) dengan pembimbing Indrazno Sirajuddin, Ph.D; Aroc_PL (KRSBI Humanoid) dibimbing oleh Muhammad Syiradjuddin, M.T.; Rotama (KRSTI) di bawah bimbingan Indrawan, M.T.; Rotarinema (KRTI) dengan pembimbing Leonardo, M.Sc.

KRI 2020 ini adalah gelaran ke-18 dan diikuti 82 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan KRI 2020 yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 ini mempertandingkan lima divisi, yaitu:
1. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI),
2. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda,
3. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid,
4. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI),
5. Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTI).

Ketua tim KRI Polinema, Sapto Wibowo, Ph.D mengatakan bahwa tim KRI Polinema telah bersiap mulai tahun lalu seusai KRI 2019, namun sempat terkendala pandemi.

Kelima tim, yang terdiri dari mahasiswa yang gemar mempelajari robot dan mempunyai motivasi untuk menang dalam ajang bergengsi ini, mempunyai target lolos dan berprestasi di tingkat nasional.

“Tantangan mengikuti KRI secara daring di saat pandemi ini adalah mahasiswa tidak bisa lembur untuk persiapan lomba dan fokus tim terbagi karena harus menyediakan lapangan dan persiapan teknis lainnya, tim juga harus menyesuaikan dengan peraturan permainan yang berubah dari luring ke daring dan robot perlu diprogram ulang”, kata Sapto Wibowo, Ph.D.

“Selamat bertanding tim KRI Polinema, semoga membawa hasil terbaik bagi Politeknik Negeri Malang,” harapnya. (Der)

Wali Kota Malang Kukuhkan 7 Kepala SDN dan 1 Kepala TKN

Wali Kota Malang Sutiaji mengukuhkan beberapa kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (2/10). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji, mengukuhkan pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (2/10). Di antaranya, sejumlah tujuh kepala SDN dan satu kepala TK Negeri.

Kegiatan ini juga dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Malang Drs. Wasto, SH., MH., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM Kepala BKPSDM Anita Sukmawati, dan Inspektur Kota Malang, Abdul Malik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sutiaji mengatakan, bahwa siapapun manakala memiliki kompetensi dan potensi akan mendapatkan reward (hadiah) atas jerih payah dalam menunaikan tugas sebagai pendidik sesuai peraturan yang berlaku.

“Bagi yang mendapatkan promosi, yang sebelumnya merupakan pendidik yang hanya berkutat pada pembelajaran, kini akan semakin dinamis dengan menjadi pemimpin sekaligus manager bagi satuan pendidikan,” katanya.

Bagi yang berpindah tugas (mutasi), lanjut dia, bakal mengalami perubahan situasi dan kondisi.
Namun, menurutnya, segala permasalahan akan dapat teratasi manakala berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai kepercayaan yang dianut.

“Dengan demikian, ada atau tidak ada pengawasan, etos kerja dapat dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Berikut rincian kepala sekolah yang dikukuhkan;

Murtiyah, S.Pd., MM Kepala SDN Kotalama 4 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Tulusrejo 3

Suji Rahayu, S.Pd Kepala SDN Tulusrejo 3 kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Arjosari 1

Sri Iswatiningsih, S.Pd., guru dari SDN Purwantoro 5 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Kotalama 4

Dewi Nuridah, S.Pd guru dari SDN Bunulrejo 1 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Purwantoro 7

Wahyutiningsih, S.Pd Guru SDN Kebonsari 3 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Sukoharjo 2

Hendri Chosida, S.Pd guru dari SDN Bandulan 4 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Ciptomulyo 2

Sutami, S.Pd guru dari SDN Ksatrian 1 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala SDN Lowokwaru 5 Malang

Niken Dwi Hastuti, guru dari TK Dharma Wanita 3 Malang kini dikukuhkan menjadi Kepala TK Negeri Pembina 2 Malang.(der)

Peluncuran Rekening Pelajar, Sutiaji Sebut Pentingnya Manajemen Keuangan

Wali Kota Sutiaji menghadiri peluncuran rekening pelajar, Kamis (1/10). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar secara virtual, Kamis (1/10). Program tersebut juga diharapkan jadi gerakkan pelajar menabung.

Khusus Kota Malang, program itu digelar di kompleks SMA Tugu (SMA 1, 2 dan 3), diinisiasi Bank Jatim Cabang Malang dan dihadiri langsung Wali Kota Malang Sutiaji.

Kepala Bank Jatim Cabang Malang, Bambang, menjelaskan, bahwa pembiasaan menabung sejak dini akan menjadi pembelajaran literasi keuangan. Ini juga akan jadi penopang dalam pola fikir berinvestasi.

“Yang itu akan membentuk para pelajar untuk menjadi jiwa yang mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Malang, Sugiarto menginformasikan, bahwa pada 2024 menjadi target melek literasi keuangan dan perbankan. Dari data yang ada 76 persen warga di Jawa Timur sudah mengakses bank maupun lembaga keuangan. Namun kontras, ternyata literasi tentang keuangan di Jawa Timur masih mencapai 38 persen.

“Itu pula yang menjadikan banyak warga yang tertipu oleh jasa perbankan ilegal,” katanya.

Ia melanjutkan, bahwa OJK Malang telah menutup 126 pinjol (pinjaman online) ilegal dan 38 perusahaan investasi ilegal.

“Bisa dibayangkan berapa nilai rupiah dari yang terugikan. Oleh karenanya, gerakan dan atau program ini akan jadi jembatan agar pelajar belajar mengelola secara tepat dan baik,” pungkasnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa pembiasaan sederhana (hidup hemat) dan tertib adalah hal penting. Sebab, menurutnya, dalam hidup harus ada perencanaan.

“Program ini jadi pembelajaran yang bagus. Mau sukses harus belajar (me-manage) tertib. Yakini menabung itu menguntungkan, dan itu diperlukan keajegan,” ujarnya.

Wali Kota Sutiaji juga berpesan pada para pelajar agar terus meningkatkan kreativitas agar dapat turut serta mengembangkan industri kreatif yang saat ini sedang mendunia.

“Itu kesempatan baik, dengan memanfaatkan tabungan dan kreativitas yang dimiliki, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak kita dapat membuka lapangan kerja baru,” tandasnya.(der)

Dosen Pertanian Unitri Malang Sulap Limbah Sayur Jadi Pakan Ayam

Proses pengolahan pakan ayam. (istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap limbah sayur yang tidak dapat konsumsi manusia untuk diolah menjadi pakan ternak ayam dengan harga terjangkau.

Diawali dari permasalahan pakan yang dihadapi oleh peternak ayam Sumber Rejeki, di daerah Singosari dan Landungsari Kabupaten Malang. Tiga dosen Unitri yakni Wahyu Mushollaeni, Eka Fitasari, dan Atina Rahmawati yang melakukan pengadian kepada masyarakat melakukan terobosan dengan mengubah limbah sayur menjadi pakan ternak ayam.

“Permasalahan utama yang dihadapi peternak ayam Sumber Rejeki adalah belum tercukupinya dan tersedianya pakan ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi, namun dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ungkap Wahyu.

Namun, kata Wahyu, pada sisi yang lain, kelompok petani sayur Siswandi dihadapkan pada permasalahan cukup banyaknya yakni limbah sayur dari golongan low grade dan bagian sayur yang tidak dapat dikonsumsi manusia.

“Apabila limbah sayur tersebut menumpuk dan busuk, dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan bau yang menyengat di tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, sebagai alternatif untuk mengurangi potensi pencemaran tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah sayur menjadi bahan baku pelet pakan ayam broiler,” terang Wahyu.

Selain untuk meningkatkan nilai guna limbah sayur yang masih mengandung komponen nutrisi, juga untuk meningkatkan nilai ekonomisnya yaitu penjualan pelet pakan kering. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak lain bertujuan untuk menghasilkan pakan yang murah dari limbah sayur petani dan meningkatkan produksi ternak dengan parameter tingkat efisiensi pakan Feed Convertion Ratio (FCR), mortalitas, dan peningkatan bobot badan.

Sementara metode pelaksanaan dalam program ini adalah penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pelet, pendampingan selama pemeliharaan, dan mengamati hasil terhadap produksi broiler. Tiga jenis limbah sayur dengan jumlah terbanyak yaitu dari kubis, daun kol putih, dan sawi digunakan sebagai bahan baku pelet.

Diperkuat dengan keterangan dari Eka Fitasari, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pelet limbah sayur memberikan FCR 2,12; mortalitas 0%; serta peningkatan bobot badan sebesar 1265,583 g.

“Formulasi yang digunakan dalam pembuatan pelet pakan ayam adalah 15% limbah sayur; jagung 56,5%; tetes tebu 1%; tepung kanji 4,5%; tepung daging 20,3%; limbah sayur 15%; premix broiler 2%; yang dan minyak 0,7%. Nutrisi yang dihasilkan dari komposisi pakan tersebut yaitu energi 2936 kkal/kg dan protein 19%,” beber Eka.(der)

Polinema Bantu Pengusaha Sentra Marning Jagung Latih Pencatatan Keuangan dan Pemasaran

Pelatihan Polinema di sentra produksi marning jagung. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dosen Polinema kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat-Kemitraan (PKM-K).

Kali ini tim dosen Jurusan Administrasi Niaga yang terdiri dari DR. Dra. Anik Kusmintarti, Baroroh Lestari, Becik Gati Anjari, Jatrifia Ongga Sinatrya, dan diketuai oleh Dra. Ita Rifiani Permatasari melakukan pelatihan yang berjudul “Pentingnya Pencatatan Keuangan, Strategi Pemasaran Online dan Desain Kemasan Produk pada Sentra Marning Jagung di Kampung Simpang Teluk Bayur Kota Malang”.

Kegiatan PKM-K ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September tahun 2020.

Mitra dari kegiatan PKM-K ini adalah produsen yang memasarkan langsung di tokonya sendiri, yaitu: Ibu Uswatul Khasanah pemilik Toko Marning Jagung Cahaya dan Moch. Fauzi pemilik Toko Adnan.

Sentra Emping Marning Jagung telah ada sejak tahun 1970 yang dipelopori oleh H. Abdul Qadir. Saat itu proses pembuatan Emping Marning Jagung masih sangat sederhana yaitu dengan cara merebus jagung yang kemudian dibiarkan beberapa lama hingga dingin, kemudian jagung rebus itu dipipihkan dan disiram air garam, setelah itu dikeringkan hingga menjadi krecek lalu digoreng.

Seiring perkembangan teknologi, teknologi untuk memproduksi Emping Marning Jagung yang digunakan semakin maju. Pada tahun 1980-an para perajin mulai menggunakan mesin penggiling jagung. Produksi Emping Marning Jagung terus berkembang dengan munculnya Emping Marning Jagung dengan varian rasa. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang menjadikan Kampung Simpang Teluk Bayur sebagai Sentra Industri Oleh-Oleh Khas Malang.

Selain pelatihan tentang pencatatan keuangan dan pemasaran online, tim dosen juga memberikan pelatihan tentang desain produk dan pemberian bantuan Mesin Pedal Sealer. Mesin Pedal Sealer memiliki keunggulan yaitu dapat mengatur panas secara otomatis sesuai dengan plastik kemasan.

Selain itu mesin ini menggunakan teknologi anti over heating atau bisa mengendalikan panas ketika sudah mencapai suhu maksimum. Hal ini sangat berguna agar plastik kemasan yang digunakan tidak mudah meleleh.

Melalui kegiatan PKM-K ini diharapkan mitra PKM-K dapat menentukan Harga Pokok Penjualan, Harga Jual, mengetahui Laba usaha dengan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan sederhana pada telpon genggam.

“Selain itu, mitra PKM-K diharapkan dapat memperluas pasar dan pemasaran produk dan bisa mendesain label produk lebih menarik,” harap Ita Rifiani.(der)

Polinema Terapkan SOP Batman Ribone pada UKM Batik Malangan

Pelatihan batik. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka mengimplementasikan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dosen Polinema terus melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Tim dosen Jurusan Akuntansi dan Jurusan Administrasi Niaga yang terdiri dari Siti Amerieska, Galuh Kartiko, Novi Nugrahani, Rika Wijayanti, dan Farika Nikmah melakukan kegiatan PKM Kemitraan dengan menggandeng UKM Batik Bambu Kenanga yang berlokasi di Turen, Kabupaten Malang.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 ini berjudul “Batman Ribone (Batik Malangan Triple Bottomline) pada Pengrajin Batik Bambu Kenangan Kabupaten Malang”.

“Batik Malangan memiliki keindahan dan corak khas yang tidak kalah dengan batik lainnya. Konsumen dari dalam dan luar Kota Malang, terutama sekolah dan perkantoran yang menggunakan seragam batik, membeli Batik Malangan ke produsen batik di Malang”, ujar Siti Amerieska.

Dosen Jurusan Akuntansi ini menambahkan bahwa pengrajin Batik Malangan mempunyai potensi dan peluang usaha yang sangat prospektif. Namun ada beberapa kendala dalam pengembangan usaha Batik Malangan di antaranya belum memiliki tatakelola manajemen yang baik meliputi Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC), dana kewirausahaan yang masih minim.

Sosialisasi pemasaran Batik Malangan masih minim karena belum memiliki situs web dan media sosial dan belum mempunyai laporan keuangan khususnya laporan keuangan yang berbasis Triple Bottom Lines (Laporan Keberlanjutan). Hal tersebut yang melatarbelakangi kegiatan PKM Kemitraan ini.

Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan metode partisipatif yang menjelaskan petunjuk penggunaan “SOP BATMAN RIBONE” berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan tata kelola manajemen organisasi, motivasi kewirausahaan serta perencanaan dan proposal bisnis (Business Plan).

Selanjutnya dilaksanakan pelatihan setelah menentukan masalah dari hasil konsultasi terhadap semua aspek aktifitas usaha yang membutuhkan tindak lanjut. Metode problem solving ini dilakukan agar mitra dapat meningkatkan produksi topeng mandiri dengan menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan.

Tim PKM melakukan evaluasi serta pendampingan dalam melaksanakan semua aspek aktifitas usaha sehingga mitra mampu membangun kemitraan atau kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk menjadi investor.

“Melalui kegiatan PKM Kemitraan ini diharapkan UKM Batik Malangan dapat dengan mudah menerapkan aspek produksi yang ramah lingkungan, merencanakan pengelolaan keuangan dengan baik dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar tempat usaha dengan menerapkan sistem kemitraan berdasarkan SOP Batman Ribone”, tutup Siti Amerieska.

Polinema Kembangkan Agrowisata Durian di Dusun Selokurung Kabupaten Malang

MALANGVOICE – Dalam rangka menjalankan salah satu misi Polinema untuk menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, dosen Polinema kembali melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian (Hilirisasi).

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan oleh tiga dosen Polinema yaitu Moch. Khamim, SST., MT., M.Zenurianto, Dipl.Ing.HTL., M.Sc., dan Winda Harsanti, ST.,MT., serta mengikutsertakan dua mahasiswa Jurusan Teknik Sipil yaitu Aditya Dandi Firatama dan Syafira Oktavianti.

PKM yang dilaksanakan para dosen Polinema ini berjudul “Pengembangan Agrowisata Berbasis Tanaman Durian Di Dusun Selokurung Kabupaten Malang”.

Dusun Selokurung merupakan salah satu dusun di Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang memiliki banyak potensi dalam pertanian, salah satu potensi unggulan yang dapat diandalkan di antaranya durian.

Buah durian yang dihasilkan sangat berkualitas dalam jumlah yang banyak, selain itu buah durian yang dihasilkan telah mampu dipasarkan di berbagai daerah di Jawa Timur.

Namun, yang sangat disayangkan justru tidak banyak masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan pertanian tersebut, di sisi lain usaha pertanian durian di Dusun Selokurung masih belum banyak mendapat sentuhan teknologi dan manajemen pengelolaan usaha pertanian durian yang modern dan memadai, sehingga masih sangat memungkinkan untuk dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi, yang pada akhirnya mampu menjadikan usaha pertanian durian sebagai sumber kekuatan bagi kesejahteraan masyarakat di Dusun Selokurung.(der)

Guru Besar FIA UB Meninggal Terpapar Covid-19, Begini Respon Kampus

(Instagram)

MALANGVOICE – Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Suhadak meninggal dunia di RS Lavalette, Sabtu (12/9). Dikabarkan meninggal akibat terpapar COVID-19.

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Satgas Kampus Tangguh Universitas Brawijaya Malang, Aurick Yudha Nagara.

“Nggih (Iya), seperti itu dari Dinkes Kota Malang (konfirmasi positif COVID-19),” katanya dikonfirmasi MVoice melalui pesan singkat telepon selulernya.

Meski demikian, lanjut dia, belum diketahui secara pasti kronologis awal penularan virus. Sebab, menurutnya, kasus penularan kekinian sulit untuk dilacak atau tracing.

Community spreading tinggi sejak Agustus ini. Adalah penyebaran komunitas, berarti orang telah tertular virus di suatu daerah, termasuk beberapa yang tidak yakin bagaimana atau di mana mereka tertular,” jelasnya.

Merespon itu, Tim Satgas Kampus Tangguh Universitas Brawijaya Malang telah mengumumkan surat edaran resmi. Isinya agar seluruh civitas kampus meningkatkan kewaspadaan dan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 diperketat. Sebab, tercatat ada 28 orang (kolega dan keluarga inti universitas) terkonfirmasi positif, per 12 September 2020.

“Tim Monitoring, Evaluasi dan Fasilitasi (Tim Monevfas) atau Satuan Tugas (Satgas) Kampus Tangguh menyampaikan himbuan agar kita (termasuk keluarga) terus menjaga kesehatan dan keselamatan diri, keluarga dan sesama, juga tetap mematuhi berbagai protokol kesehatan,” kata Ketua Tim Satgas Kampus Tangguh Universitas Brawijaya Prof. Dr. Unti Ludigdo, melalui keterangan tertulisnya.

Ia melanjutkan, memperhatikan kondisi yang semakin rawan terjadinya penularan, diharapkan bagi yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19 (penyakit penyerta atau komorbid) dapat lebih menjaga diri dan membatasi interaksi fisik di luar rumah.

“Diminta untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah yang penularan atau transmisi lokalnya tinggi dan bahkan sangat tinggi, kecuali untuk urusan yang sangat penting. Bagi pelaku perjalanan dari daerah dimaksud, sekembalinya ke Malang Raya diminta bekerja dari rumah (work from home) guna melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” pungkasnya.(der)

Danrem 083/BDJ Bekali Maba Universitas Ma Chung Wawasan Kebangsaan

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti bersama moderator Soetam dan Ketua Pelaksana MCF Felik, Kamis (10/9). (Istimewa)

MALANGVOICE – Komandan Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti bekali ilmu mahasiswa baru Ma Chung Festival (MCF) 2020, Kamis (10/9). Hari kelima masa orientasi mahasiswa baru itu mengangkat tema wawasan kebangsaan dan anti radikalisme.

Dikemas talk show dan dimoderatori Dr. Soetam Rizky Wicaksono, kegiatan itu banyak memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar konsep wawasan kebangsaan dan relevansinya bagi mahasiswa baru.

Kolonel Inf Irwan Subekti menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Hal ini sangat penting bagi kita semua, bukan hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat. Implementasi dari wawasan kebangsaan ini adalah pengenalan secara utuh mengenai ke-Indonesiaan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, semua warga negara, terutama mahasiswa harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang utuh tentang ke-Indonesiaan. Dicontohkannya, jumlah pulau, jumlah suku bangsa dan bahasanya.

“Jika kita tahu dan mengenal Indonesia, maka ketika ada ancaman, ada yang mengusik ataupun mencuri bagian dari Indonesia, kita bisa bersama-sama mempertahankannya,” sambung dia.

Ia menambahkan, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kaya raya. Maka mahasiswa harus memiliki pengetahuan dan pengenalan yang cukup tentang Indonesia.

Pada sesi penutup, Kolonel Inf. Irwan Subekti menyampaikan rasa bangga sekaligus berterima kasih sudah dilibatkan pada kegiatan Ma Chung Festival ini.

“Saya senang sekaligus bangga bisa terlibat dalam acara mahasiswa baru Universitas Ma Chung. Saya siap bekerjasama dengan siapapun, terlebih menyangkut pendidikan kebangsaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ma Chung Festival, Felik Sad Windu Wisnu Broto, mengatakan, bahwa Universitas Ma Chung mengundang Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Irwan Subekti karena profesionalismenya. Sebab memiliki tugas dan tanggungjawab terdepan dalam mengawal keutuhan bangsa dan negara.

“Beliau adalah komandan dari sekian prajurit yang bertugas ikut serta mengimplementasikan spirit wawasan kebangsaan dan anti radikalisme,” ujarnya.

“Kami dari Universitas Ma Chung merasa bersyukur sekaligus bangga karena tawaran kami melibatkan Komandan Korem disambut baik oleh beliau. Bahkan membantu banyak kelengkapan teknis yang dibutuhkan untuk acara,” imbuhnya.(der)