Generasi Cari Aman Bareng MPM Honda Jatim

Generasi Cari Aman MPM Honda Jatim di sekolah. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT bersama Satlantas Polres Malang memberikan seminar tentang Safety Riding yang ditujukan untuk siswa siswi SMA Sederajat.

Mengambil tema “Generasi #Cari_Aman”, kegiatan ini diselenggarakan di SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang, Senin (04/10).

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Dionisius Misidianto menyampaikan materi yakni tentang bahaya-bahaya yang bisa terjadi dalam berkendara, yang bisa disebabkan diri sendiri, juga pengendara lain. Selain itu juga disampaikan mengenai pentingnya menggunakan perlerlengkapan berkendara yang baik dan benar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meyampaikan pentinganya edukasi safety riding sejak dini agar dapat terciptanya generasi #Cari_Aman, generasi yang sadar untuk menjaga keamanan saat berkendara,” kata Misi.

Sementara itu perwakilan Satlantas Polres Malang, Aipda Jeni Wahyudi yang menyampaikan terkait dengan hukum yang berlaku saat berkendara dijalan dan juga faktor-faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan serta pengenalan E Tilang.

Peserta yang berjumlah 70 ini antusias mengikuti seminar dengan aktif bertanya dan mengikuti kuis yang berhadiah helm dan alat tulis. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat.(der)

Berantas Stunting Tim Abdimas UM, Anjurkan MP-ASI Fortifikasi Daun Kelor 

Masalah stunting harus diberantas. Tim UM memberikan penyuluhan mengatasi stunting di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Masalah stunting di Indonesia, sampai sekarang tergolong tinggi.

Terutama didaerah, tidak terkecuali di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Pola pemberian Makanan Pendamping (PM) air susu Ibu (ASI) sangat penting untuk mencegah stunting.

“Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal atau yang disebut fortifikasi sudah lebih dari cukup,” ujar Ajli Gizi UM, Septa Katmawanti, S.Gz., M.Kes, Sabtu (2/10)

Septa yang juga sebagai Ketua Tim Pengabdian kepada masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (Tim Abdimas UM) mengakui, MP-ASI balita diberikan secara bertahap.

Modifikasi makanan pendamping (MP) Air Susu Ibu (ASI) yang berbahan dasar daun kelor. (Istimewa)

Menurutnya, sejak awal, seharusnya balita mendapatkan nutrisi yang cukup.

Awal pemberian MP-ASI sebaiknya diberikan satu jenis makanan baru kemudian dapat ditambahkan bahan baru secara perlahan sebagai pengenalan.

“MP-ASI yang diberikan dapat dilakukan dengan memberikan olahan bahan lokal,” tambah Septa yang melakukan pengabdian di Desa Wonorejo.

Pemberian MP-ASI pertama, lebih diprioritaskan pada sumber karbohidrat seperti bubur beras, bubur jagung, kentang, pisang, atau alpukat.

“Pemberian makanan selanjutnya, memodifikasi bahan makanan seperti menambahkan kelor pada bubur, minyak sayur ke dalam bubur, dan lainnya,” terangnya.

Pemberian MP-ASI sebaiknya diberikan balita berusia 6 bulan dengan mempertahankan pemberian ASI secara rutin karena ASI tetap menjadi bagian terpenting bagi balita.

SePerti diketahui, selama dua bulan, Tim UM melakukan pengabdian yang dilatarbelakangi masalah stunting yang cukup tinggi di 4 dusun di desa tersebut.

Tim melakukan berbagai kegiatan dengan melibatkan 20 orang yang memiliki balita yang berakhir pada minggu ketiga Bulan September lalu.

Selain pemberian pre test diawal pertemuan dan post test diakhir pertemuan juga diberi modul tentang stunting dan MP-ASI.

“Sebagai promo kesehatan kami menyarankan MP -ASI berupa fortifikasi daun kelor lengkap dengan resepnya,” tutur Septa.

Dikatakan, kegiatan abdimas terutama penyuluhan stunting dilakukan secara offline dan penyuluhan MP-ASI secara online.

Masyarakat begitu antusias dengan penyuluhan yang juga sebagai wadah bertukar pikiran (sharing) mengenai problematika gizi balita ini.

Adanya pandemic Covid-19 tidak membuat masyarakat lelah untuk memperluas wawasannya.

Sedangkan untuk mengukur kreativitas dan keterampilannya, Tim Uam menghelar lomba kreasi menu MP-ASI dengan penambahan bahan pangan (fortifikasi) daun kelor.

Daun kelor dipilih sebagai fortifikasi MP-ASI karena hampir disetiap pekarangan rumah warga Desa Wonorejo mempunyai tanaman tersebut.

Daun kelor juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi balita. Namun, tidak banyak yang mengetahui kandungan gizi daun kelor tersebut.

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini masyarakat Desa Wonorejo dapat memanfaatkan daun kelor sebagai fortifikasi menu MP-ASI balitanya.

Beberapa hasil kreasi menu MP-ASI fortifikasi daun kelor tersebut antara lain puding kelor, tahu fantasi kelor, lapis moringa dan masih banyaknlagi jajanan berbahan dasar daun kelor.

Keberhasilan pengabdian ini tidak luput dari kerja sama yang baik dan antusias yang tinggi dari masyarakat, kader, maupun perangkat Desa Wonorejo.(der)

Gedung Baru Pascasarjana dan JTM Polinema Diklaim Ramah Lingkungan

Gedung Pascasarjana Polinema. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Gedung Pascasarjana dan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) siap digunakan. Bangunan yang dikerjakan tiga tahap ini bisa menampung ribuan mahasiswa.

Proses penyerahan gedung dilakukan secara simbolis Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, M.MT., M.M kepada Ketua Panitia Sosialisasi dan Induksi Penggunaan Gedung Jurusan Teknik Mesin dan Pascasarjana, Imam Mashudi, B.Eng (HONS)., MT, Jumat (1/10).

Gedung dengan delapan lantai ini tahap pertama dimulai pada tahun 2015 oleh PT Waskita Karya yang diprioritaskan untuk membangun Blok Masa Bengkel yaitu Area Basement 2, Basement 1 dan Lantai Dasar.

Penyerahan simbolis gedung Pascasarjana dam JTM Polinema. (Isti)

Tahap ke-2 pada tahun 2018 oleh PT. Cipta Perkasa Prima diprioritaskan untuk menyelesaikan area Bengkel hingga Lantai 3, ditambah area Teori sampai struktur Lantai 4 dan Area Pascasarjana pelat lantai dasar.

Tahap ke-3 pada tahun 2020 pembangunan dilanjutkan kembali PT Waskita Karya hingga selesai tahun ini.

“Kami bersyukur gedung ini selesai pembangunannya dan bisa segera digunakan,” kata Awan Setiawan.

Dengan selesainya pembangunan gedung ini, Polinema kini menyiapkan sarana dan prasarana untuk mahasiswa. Mengingat Jurusan Teknik Mesin membutuhkan banyak sekali alat, Awan menyatakan akan segera melakukan pengadaan peralatan.

“Harus ada peralatan dan dosen tambahan. Tapi yang jelas untuk alat itu kami prioritaskan,” tanbah Awan.

Kelebihan lain gedung baru itu adalah ramah lingkungan. Dijelaskan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim, M. Reva Sastrodiningrat, gedung Pascasarjana menggunakan solar cell atau tenaga matahari untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Gedung ini bisa dibilang hemat energi. Meskipun kami tetap menggunakan pasokan listrik dari PLN tapi itu digunakan kalau daya listrik solar cell masih kurang,” ujar Reva.

Ketua Panitia Sosialisasi dan Induksi Penggunaan Gedung Jurusan Teknik Mesin dan Pascasarjana, Imam Mashudi, B.Eng (HONS)., MT., mengatakan gedung Jurusan Teknik Mesin dan Pascasarjana ini terdiri dari tiga blok utama yaitu Blok Bengkel dan Laboratorium Teknik Mesin 5 lantai dengan luas 10.448 m2, Blok Ruang Kuliah Teknik Mesin 8 lantai seluas 8.648 m2, Blok Pascasarjana 3 lantai dengan luas 2.356 m2 ditambah Blok Aula dan lainnya seluas 1.254 m2.

Bangunan ini dibangun dengan dana bantuan pemerintah sebesar Rp150 miliar lebih. Sebetulnya, Presiden Joko Widodo secara daring ikut meresmikan gedung Pascasarjana dan Teknik Mesin pada awal September 2021.(der)

KRI Polinema Siap Bertanding di Kejuaraan Robot Tingkat Nasional

Tim KRI Polinema mengoperasikan salah satu robot, (Ist).

MALANGVOICE – Kontes Robot Indonesia (KRI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah siap untuk mengikuti pertandingan KRI tingkat Nasional pada 12 sampai 17 Oktober 2021.

Perlu diketahui pertandingan KRI diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional dan tahun 2021 ini Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah. Perlombaannya sendiri dilakukan secara daring karena berada di masa Pandemi Covid-19.

Ketua Jurusan Teknik Elektro, Mochammad Junus mengatakan ada lima tim KRI Polinema yang akan ikut dalam ajang bergengsi tingkat Nasional tersebut.

Tim pertama, ABUROBONEMA, Divisi Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) yang dibimbing oleh Totok Winarno, dan Eka Mandayatma.

Tim KRI Polinema, (Ist)

Tim kedua, ULIL ALBAB, Divisi Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI), di bawah bimbingan Indrawan Nugrahanto, dan Mas Nurul Achmadiah.

Tim ketiga, AROC_PL, Divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid di bawah bimbingan Muhammad Syirajuddin dan Arie Rachmad Syulistyo.

Tim keempat, ROTAMA, Divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dibimbing oleh Galih Putra Riatma dan Gillang Al Azhar.

Tim kelima, BOTEMA, Divisi Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI), di bawah bimbingan Leonardo Kamajaya dan Muhammad Khairuddin.

“Untuk KRAI mengikuti jadwal ABU Robocon internasional yang akan berlangsung di China, jadi jadwal pertandingannya lebih awal dari divisi lainnya yaitu pada (29/9) sampai (1/10). Saat ini tim ABUROBONEMA sedang bertanding di KRAI Tingkat Nasional dan sudah lolos 8 besar,” ujarnya, Jumat (1/10).

Tema KRAI 2021 sesuai dengan tema ABU Robocon 2021, yaitu “Throwing Arrows Into Pots – The ABU Robocon 20th Anniversary Game”.

Sebelumnya pada 22 sampai 28 September 2021, KRI Polinema berhasil meraih tiga prestasi di ajang KRI tingkat Wilayah.

Dari situ, Junus berharap dalam pertandingan KRI tingkat Nasional tim KRI Polinema bisa meraih hasil terbaik.(der)

Unidha Perisiapkan Pembelajaran Luring Mulai Oktober

Wakil Rektor III, Sigit Budi Santoso memantau pelaksaan vaksinasi. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang mempersiapkan pembelajaran luring atau offline pada awal Oktober mendatang. Salah satu persiapannya adalah menggelar vaksinasi kepada mahasiswa.

Total ada 500 mahasiswa yang menerima vaksin tahap pertama pada Kamis (30/9). Sisanya 500 dosis Astrazeneca diberikan kepada warga sekitar.

Wakil Rektor III, Sigit Budi Santoso, mengatakan, vaksinasi ini adalah salah satu syarat dari edaran menteri agar pembelajaran di kampus bisa dilakukan luring.

Vaksinasi mahasiswa Unidha. (Deny rahmawan)

“Kami patuhi peraturan itu dan menjalankan vaksinasi. Sebetulnya mahasiswa kami banyak, tapi yang lain sebagian sudah vaksin di daerah masing-masing, sehingga kami fasilitasi yang belum sekarang,” kata Sigit.

Pada saat perkuliahan luring nanti, Unidha akan melakukan secara bertahap. Sigit mengatakan perlu ada adaptasi lagi karena harus menyesuaikan jumlah kelas dan mahasiswa yang bisa datang agar tetap menjaga jarak.

Selain itu, Unidha akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di pintu masuk kampus untuk mencegah adanya klaster baru.

“Dari aplikasi itu nanti ketahuan siapa yang belum vaksin. Nanti bisa kami arahkan untuk vaksinasi di tempat yang sudah disediakan,” lanjut Sigit.

Ia melanjutkan, saat ini hampir 80 persen mahasiswa sudah mendapatkan vaksin. Sedangkan dosen dan pegawai kampus Unidha sudah 100 persen divaksinasi.

“Nanti vaksinasi akan dilanjutkan terus tapi melanjutkan tahap kedua ini selesai. Semoga ke depan dengan vaksinasi ini mampu menurunkan angka Covid-19,” harapnya.(der)

749 Mahasiswa Ikuti Wisuda Polinema Gelombang Pertama

Wisuda online Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar wisuda gelombang pertama tahun ini pada Rabu (29/9). Wisuda dilakukan daring dan diikuti 749 wisudawan.

“Ini wisuda gelombang satu kami lakukan karena tingkat kelulusan sejak Juli kemarin cukup tinggi. Karena kondisi PPKM, sehingga kami memutuskan wisuda online,” kata Pembantu Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo.

Supriatna menjelaskan, total wisudawan tahun ini berjumlah 3.800 orang. Karena kondisi PPKM dan adanya pembatasan Perwali sehingga Polinema menyelenggarakan wisuda secara bertahap.

“749 wisudawan ini jadwal awal. Gelombang kedua nanti bisa dilihat perkembangannya bisa dilakukan offline atau tidak, tapi kami akan tuntaskan semua tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MMT MM memberikan penghargaan dan ungkapan kegembiraan atas pencapaian keilmuan kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi.

“Terima kasih sebesar-besarnya karena atas dukungan Bapak dan Ibu, para mahasiswa dapat fokus menjalani studi, sehingga pada pagi yang cerah ini mereka dapat diwisuda dan siap melanjutkan petualangan kehidupan untuk meraih masa depan yang dicita-citakan,” ucapnya.

Awan berharap kepada para wisudawan bisa menerapkan ilmu yang didapat dan mampu membesarkan nama almamater.

“Tantangan itu tidak akan bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan kemampuan akademik, kemampuan akademik perlu ditunjang dengan keterampilan (skill) yang dibutuhkan dalam bekerja. Ciptakanlah pekerjaan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang memerlukan karya-karya Saudara,” pesannya.

Dari seluruh wisudawan tersebut, total ada tujuh wisudawan terbaik selama menempuh pendidikan di Polinema.

Di antaranya ialah Heni Febriyanti, wisudawan terbaik dari Prodi D-IV Akuntansi Manajemen (3,93), Muhammad Reza Fardana D-III Bahasa Inggris (3,97), Elsya Febriyanti D-IV S-2 Sistem Informasi Akuntansi (3,97).

Made Bhaga Prabhasad D-III T. Elektronika (Kerjamasa GMF) (3,86), Devi Eliana Putri D-III T. Listrik (Kerjasama PLN) (3,88) Amrina Nurul Inayah D-III Bahasa Inggris (Kerjasama Bukit Asam) (3.69) dan Alvina Lwanna Herman D-IV Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Program Alih Jenjang) (3,95).

Sementara itu, Heni Febriyanti, wisudawan terbaik dari Prodi D-IV Akuntansi Manajemen dalam tugas akhirnya, mengusung tema pengaruh pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) dan Islamic Corporate Governance (ICG) terhadap nilai perusahaan melalui kinerja keuangan.(der)

Pacu Publikasi Karya Ilmiah Bidang Rekayasa, Polinema Gelar Tiga Seminar Bersamaan

Direktur Politeknik Negeri Malang, Awan Setiawan saat menghadiri seminar secara daring, (Ist).

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar 3 seminar secara bersamaan untuk memacu publikasi karya ilmiah di bidang rekayasa.

Tiga seminar yang digelar secara daring melalui zoom meeting itu, meliputi seminar Internasional Teknologi, ilmu pengetahuan dan teknik terapan yang ke-3 (ATASEC 2021) dengan mengusung tema ‘Emerging Research in Vocational Education for Industrial Revolution’.

Lalu, bersamaan dengan ATASEC 2021 Seminar Nasional Gabungan Bidang Rekayasa (SNGBR) ke-12, juga dimulai dengan mengusung tema berbeda yakni ‘Penerapan Riset Pendidikan Vokasi untuk Pengembangan Teknologi Kesadaran Situasional (Situasional Awareness Technology)’.

Baca Juga: Senabisma Polinema Hadirkan Sandiaga Uno

Selain itu, Polinema juga menggelar seminar Internasional bagi Teknologi Elektro dan Informatika yang diberi nama International Conference on Electrical and Information Technology (IEIT) tahun 2021.

Peserta yang menghadiri seminar secara daring dengan zoom meeting, (Ist).

IEIT sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dengan motivasi untuk menyediakan platform internasional bagi para akademisi, peneliti, insinyur, peserta industri, dan mahasiswa penelitian di seluruh dunia untuk berbagi temuan penelitian mereka.

IEIT 2021 dikhususkan untuk berbagai temuan penelitian pada ranah Teknik Elektro dan Teknik Informatika.

Tiga Seminar yang digelar pada Selasa (14/9) mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Negeri Malang, Awan Setiawan.

“Konferensi ini akan berfungsi sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dari para peneliti dan industri, terutama dari bidang teknologi dan sains ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya, Selasa (14/9) kemarin.

Dalam kegiatan seminar itu juga menghadirkan pembicara dari berbagai universitas luar negeri dan dalam negeri.

Pembicara pada seminar Internasional ATESEC dan IEIT adalah adalah Prof Hajime Miyauchi (Profesor Sekolah Pascasarjana Sains dan Teknologi, Universitas Kumamoto, Jepang), Prof Burhanuddin (Professor Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Teknikal Malaysia Melaka, Malaysia), Dr Ika Kartika, (Pusat Penelitian Material dan Metalurgi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), dan Indrazno Siradjuddin, (Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, Indonesia).

Sementara untuk pembicara pada seminar Nasional (SNGBR) adalah Dr. Erfan Rohadi, (Kepala UPT Penelitian dan Pengabdian Politeknik Negeri Malang, dan Mudakir, (Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi PT PLN).

Ketua Panitia ATESEC, IEIT, SNGBR 2021, Dr Rosa Andrie Asmara, menjelaskan 145 peserta telah menyampaikan abstrak kepada panitia dan akan dipresentasikan pada seminar tersebut.

Lanjut Rosa, para peserta juga diwajibkan untuk mengumpulkan full paper yang akan direview panitia dan dikirimkan kepada AIP. AIP merupakan publisher terindeks scopus. Nantinya bagi full paper yang layak akan diterbitkan AIP.

“Sedangkan untuk peserta IEIT, full paper akan direview oleh panitia dan dikirimkan kepada IEEE. IEEE juga merupakan publisher ternama yang telah terindeks scopus,” terangnya.(der)

Expo Kampus SMAK Kosayu, Hadirkan 79 Perguruan Tinggi Nasional hingga Luar Negeri

Panita expo kampus SMAK Kosayu. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – SMAK Santo Kolese Yusup (Kosayu) kembali menggelar expo kampus ke-23 tahun ini. Digelar mulai Jumat (10/9) dengan menghadirkan 79 lembaga perguruan tinggi dan pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Ketua Pelaksana, Rosa Irawati, mengatakan, kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi. Pertama sesi internal sekolah dan kemudian sesi umum.

Panita expo kampus ini menyediakan website khusus yang langsung bisa diakses. Gelaran secara virtual ini dipilih karena masih pandemi Covid-19.

“Kami sistemnya bergelombang. Sedangkan peserta perguruan tinggi dari Jakarta hingga Bali. Kalau dari luar negeri ada Amerika, Kanada, Jepang, dan Cina,” kata Rosa.

Rosa mengatakan, tujuan expo kampus ini tak lain agar para calon mahasiswa atau siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya bisa mengetahui seluk-beluk lembaga yang diinginkan.

“Supaya para stakeholder Kosayu, alumni, calon siswa baru bisa memanfaatkan info studi lanjut di website kami,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SMK Kosayu, Petrus Harjanto, menargetkan tiga ribu lebih pengumuman yang mengikuti expo kampus. Pasalnya, dari warga Kosayu sendiri ada kelas 10 hingga kelas 12 yang diundang bersama keluarganya.

“Sisi positif digelar virtual ini bisa menampung lebih banyak peserta dan pengunjung. Apalagi kami menggunakan website khusus,” kata Petrus.

“Harapannya semoga expo yang akan datang bisa dapat dukungan semua pihak. Karena expo kita tidak hanya untuk siswa siswi kita,” harap Petrus.

Expo kampus Kosayu ini ditutup pada Ahad (12/9). Jumlah peserta juga lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 65 perguruan tinggi.(der)

Uji Coba PTM di Kota Malang Akan Dimulai Pekan Depan

Gambaran sekolah tatap muka tingkat SD, (MG2).

MALANGVOICE – Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dimulai Senin (6/9) mendatang di sejumlah sekolah yang ada di Kota Malang.

Keputusan uji coba PTM itu dilakukan karena melihat Kota Malang sudah berada di PPKM Level 3.

“Karena saat ini Malang juga sudah masuk ke level tiga yang itu menunjukkan ada kelonggaran sedikit, termasuk didalamnya adalah PTM,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Guna mendukung pelaksanaan PTM, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan percepatan vaksinasi pelajar serta melakukan pengecekan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan (prokes) di sejumlah sekolah.

“Jadi ini ada dua cara saya, herd immunity nya kita kuatkan melalui vaksinasi, tapi protokol kesehatannya tetap dikuatkan di masing-masing sekolah,” katanya.

Ia juga menekankan meski kedepan sudah bisa PTM, pihak sekolah tidak boleh memaksakan jumlah pelajar berada di angka 50 persen apabila kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak mencukupi.

“Sekolah jangan memaksakan 50 persen atau 30 persen, sesuaikan dengan kemampuan dari SDM. Jadi sifatnya kalau tidak secara evolusi itu enak dari pada revolusi total, tapi nanti akan membawa petaka atau bahaya dari Covid-19,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Kota Malang, Swarjana, berharap uji coba PTM tidak terkendala dan bisa dimulai Senin (6/9) mendatang.

“Kami berharap minggu depan (Senin 6 September) sudah mulai uji coba tatap muka,” harap dia.

Swarjana menyampaikan bila pihaknya akan memilih beberapa sekolah yang dinilai siap untuk melakukan PTM melalui seleksi dan evaluasi terlebih dahulu.

“Kami tidak mau gegabah jadi akan diseleksi atau evaluasi dulu. Untuk SD per kecamatan mudah-mudahan bisa sampai 10 atau 15, untuk SMP negeri dan swasta semua akan kita uji coba,” tandasnya.(der)

Menang Telak, Supriatna Terpilih Jadi Direktur Polinema Periode 2021-2025

Pemilihan Direktur Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Supriatna Adhisuwignjo terpilih menjadi Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) periode 2021-2025.

Pemilihan direktur dilakukan di ruang senat secara tertutup pada Jumat (27/8). Rapat ini dilaksanakan untuk pemungutan suara seluruh anggota senat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pada proses pemilihan, seluruh anggota senat mempunyai hak suara 65 persen dan Kementerian Pendidikan mempunyai hak suara 35 persen. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, memberikan kuasa kepada Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto

Ketua Panitia Pemilihan Direktur Polinema, M. Nanak Zakaria, menyampaikan, Supriatna dengan nomor urut 3 menang telak dengan perolehan 39 suara. Kemudian disusul nomor urut 1, Dr. Drs. Halid Hasan dengan 14 suara dan terakhir nomor urut 2, Dr. Sumardi yang memperoleh 10 suara.

“Dengan demikian, Direktur Polinema terpilih periode tahun 2021-2025 adalah Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. yang saat ini menjabat sebagai Pembantu Direktur Bidang Akademik. Berita Acara Perhitungan Suara telah ditandatangani Ketua Panitia, Ketua Senat, Sekretaris Senat dan 4 Ketua Komisi Senat yang bertindak sebagai saksi,” jelasnya.

Usai pemilihan ini, agenda selanjutnya adalah pelantikan yang akan dilaksanakan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebelum bulan Oktober.

“Kami berharap Direktur terpilih amanah dan menjadikan Polinema lebih maju lagi. Kita semua harus bersinergi, apapun kebijakan Direktur Terpilih harus kita dukung,” harapnya.

Teepisah, Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, M.MT., M.M., berharap Direktur terpilih dapat mengoptimalkan SDM yang ada, baik dosen maupun tenaga kependidikan sehingga Polinema bisa mencapai dan mempercepat target/visi menjadi Perguruan Tinggi Vokasi yang unggul dalam persaingan global.

“Alhamdulillah pemilihan Direktur Polinema yang merupakan arena berdemokrasi di kampus berjalan lancar dan yang terpilih adalah Bapak Supriatna. Saya harap Direktur terpilih dapat berkinerja sesuai perkembangan jaman dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Masih banyak tantangan di luar kampus yang perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja nyata dan kerja sama oleh kita semua,” kata Awan.

Direktur Terpilih Polinema Periode Tahun 2021 – 2025, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang ada di POLINEMA atas kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan demokrasi di kampus Polinema.

“Selanjutnya proses yang harus disiapkan adalah jajaran Wakil Direktur untuk kelancaran kepemimpinan berikutnya. Harapan saya, untuk kondisi saat ini adalah saya mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan perjuangan, layanan, dan kualitas Polinema,” harapnya.

Direktur terpilih akan menyelesaikan program-program yang telah berjalan hingga akhir tahun anggaran. Tahun 2022, langkah yang akan dilakukan adalah mapping kondisi, permasalahan dan posisi POLINEMA.

Terkait link and match, Direktur terpilih akan melibatkan IDUKA untuk meningkatkan proses pembelajaran dan serapan lulusan. Polinema menyiapkan lulusan berkualitas yang dibutuhkan oleh industri, pemerintah dan masyarakat. Jaringan kerjasama dan kemitraan, dalam dan luar negeri akan ditingkatkan secara kualitas dan kuantitas.(der)