Wisuda Unmer Malang Dihentikan Tim Penegak Disiplin Covid-19

Kasatpol PP Prijadi saat memantau penghentian wisuda Unmer Malang, Minggu (13/12). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Gelaran wisuda Universitas Merdeka (Unmer) Malang dihentikan Tim Penegak Disiplin Covid-19, Minggu (13/12). Lantaran berpotensi terjadinya penularan virus akibat kerumunan peserta wisuda.

Peringatan diberikan tim gabungan terdiri Satpol PP Kota Malang, Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang kepada Unmer Malang. Pihak kampus dinilai abai terhadap SE Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 yang memberikan larangan pelaksanaan wisuda dilakukan secara luring atau tatap muka atau dilaksanakan dengan menghadirkan secara lansung para wisudawan.

Kasatpol PP Kota Malang Prijadi mengatakan, bahwa SE diterbitkan pada 10 Desember 2020 dan telah dikirim kepada seluruh lembaga perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Dalam salah satu diktum atau klausul dalam isi SE dimaksud juga telah menegaskan, meskipun lembaga PTN dan atau PTS telah mengajukan ijin pemberitahuan pelaksanaan wisuda sebelum SE diterbitkan, maka sejak dan atau per tanggal SE itu dikeluarkan, maka dengan demikian semua pelaksanaan wisuda harus dilaksanakan secara daring,” katanya didampingi Kabag Organisasi kota Malang Budi Utomo selaku bidang regulasi Satgas Covid -19 Kota Malang.

Tim, lanjut dia, telah mendatangi langsung lokasi wisuda di kompleks Unmer Malang. Selain melakukan penghentian kegiatan, pihaknya juga langsung melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Kami datangi dan kita berikan peringatan sekaligus penghentian kegiatan wisuda serta dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak penyelenggara yang dinilai melanggar peraturan perundangan yang berlaku,” sambung dia.

“Meskipun hari ini telah kita berikan peringatan, tidak menutup kemungkinan proses pemanggilan lanjutan akan dilakukan baik itu oleh kami (Satpol) maupun oleh Polresta Malang kota,” imbuhnya.(der)

Teknik Sipil Polinema Juarai lomba National Balsa Bridge Challenge 2020

Tim Teknik Sipil lomba National Balsa Bridge Challenge 2020. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polinema berhasil meraih Juara I pada lomba National Balsa Bridge Challenge 2020 yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil – Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tim yang terdiri dari mahasiswa semester 3 Prodi D-IV Manajemen Rekayasa Konstruksi, Muhammad Aly Kamil dan Khusnul Aldi Saputra, dibimbing oleh Drs. Armin Naibaho, ST., MT.

Perlombaan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Narotama, Politeknik Negeri Semarang, UNESA, dan Universitas Tunas Pembangunan.

“Pada lomba ini kami membuat prototipe jembatan dengan ketentuan kekuatan struktur mampu menahan sejumlah beban, memiliki nilai estetika, dan perancangan anggaran biaya yang efisien. Dari banyaknya proposal yang masuk, hanya 10 proposal yang terbaik masuk finalis dan tim kami memperoleh nilai tertinggi. Selanjutnya adalah presentasi proposal melalui zoom meeting dan pengujian pembebanan prototipe jembatan”, jelas Muhammad Aly Kamil.

Setalah melalui tahapan lomba, pada 28 November 2020 dilaksanakan pengumuman lomba, tim Arya Satya berhasil meraih Juara I menyisihkan tim dari UNESA dan Politeknik Negeri Semarang. Pada Jumat (11/12/2020) dilaksanakan penyerahan piala dari tim mahasiswa dan pembimbing kepada Ketua Jurusan Teknik Sipil di Ruang Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinema.

Drs. Armin Naibaho, menyampaikan, tim dan pembimbing mempersiapkan lima alternatif model yang diuji kelemahan, kelebihan dan keunikan tiap model, dipilih satu yang terbaik dan unik.

“Saya merasa bersyukur karena tim bisa memberikan prestasi terbaik bagi Polinema di saat pandemi. Saya salut, tim ini sangat kreatif dan sigap meskipun bimbingan dilakukan secara virtual. Saya berharap, tim ini dapat ikut lomba jembatan tingkat nasional yang dilaksanakan oleh Kemendikbud”, katanya.

Ketua Jurusan Teknik Sipil, Dr. Sumardi, ST., MT. menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing JTS Polinema yang berhasil meraih juara I Lomba Jembatan Tingkat Nasional.

“Saya sangat bersyukur atas prestasi ini, meskipun masih kondisi pandemi, para dosen Jurusan Teknik Sipil Polinema tetap bersemangat membimbing mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi di bidang teknik sipil agar menjadi SDM yang kompeten di bidangnya. Harapan saya mahasiswa JTS dapat berkiprah dan sukses di tingkat internasional”, kata Kajur Teknik Sipil.(der)

Bung Edi Acungi Jempol Prototype Gas-Bike dan e-Bike SMK Nasional

Wawali Sofyan Edi Jarwoko mencoba sepeda karya inovatif SMK Nasional Malang, Sabtu (12/12). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengapresiasi Prototype Produk Gas-Bike dan e-Bike karya SMK Nasional Malang, Sabtu (12/12).

Pria akrab disapa Bung Edi itu menekankan bahwa usaha-usaha peningkatan dan pengoptimalan potensi anak didik. Sebab, menurutnya, merupakan upaya untuk memberikan ruang agar anak mampu mengeksplorasi bakat yang dimiliki, serta meningkatkan kualitas intelegensia.

“Saya mengucapkan terima kasih pada siswa kompetensi keahlian teknik dan bisnis sepeda motor SMK Nasional Malamg atas keberhasilannya dalam menciptakan produk kreatif yang sangat bemanfaat. Ini adalah bukti bahwa SMK juga berperan aktif dalam menyiapkan anak didik yang berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kualitas yang tinggi serta memiliki kreativitas serta keterampilan yang baik maka generasi muda kita akan siap menghadapi tantangan guna meraih prestasi terbaik di masa yang akan datang.

Momentum tersebut juga diharapkan memotivasi bagi siswa siswi SMK lainnya agar berfikir secara kreatif dan menggali ide-ide baru untuk mengembangkan serta merealisasikan ide bisnisnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, agar karya e-Bike juga bisa dipakai sebagai alternatif transportasi yang hemat energi dan ramah lingkungan di wilayah Kota Malang.

“Patroli antar kampung bisa dilakukan dengan menggunakan e-bike untuk menjaga keamanan ketertiban. Bisa juga dilakukan di kampung-kampung tematik, seperti kunjungan wisata lain di malang, mulai dari Kayu Tangan Heritage, kampung warna-warni, kampung tridi, hingga ke pasar burung Splendid,” jelas Bung Edi.

“Inovasi e-Bike membuat udara semakin bersih dan hemat energi. Ini bisa jadi lahan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala SMK Nasional Malang M. Taufik mengatakan meskipun menggunakan rangka sepeda bekas tetapi kualitas e-Bike bisa bersaing.

“Inovasi Kami memang bersumber kepada pandemi, kami melihat ada peluang pasar dari tren bersepeda selama pandemi di kota Malang. Sehingga harga sepeda baru itu naik tajam tidak hanya naik harganya tapi juga harus antre sehingga kami melihat ada peluang di sini,” tutur Taufik.(der)

75 Civitas Unibraw Terpapar Corona, Rektor Instruksikan Pengetatan Prokes

Universitas Brawijaya Malang. (Humas UB)

MALANGVOICE – Sejumlah 75 civitas akademika Universitas Brawijaya (UB) Malang terpapar Covid-19 kurun waktu Juli hingga Desember 2020. Menindaklanjuti itu, penerapan protokol kesehatan kembali diketatkan.

Ketua Tim Monevfas UB Prof. Dr. Unti Ludigd, menjelaskan, bahwa kasus Covid-19 di lingkungan UB semakin meningkat. Keadaan itu terjadi seiring dengan meningkatnya kasus di lingkungan atau daerah masing-masing.

“Beberapa tendik dan dosen UB saat ini juga sedang dalam perawatan dan isolasi mandiri,” katanya, Kamis (3/12/2020).

Pihak universitas, lanjut dia, mulai memberlakukan pengetatan protokol kesehatan. Terutama merujuk Instruksi Rektor Nomor 9644 Tahun 2020, 24 November 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Penularan Covid-19 di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Ada enam poin penting, pertama, menegakkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 dalam lingkup kerjanya masing-masing. Kedua, mengaktifkan kembali satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid- 19 atau satuan tugas kampus tangguh di masing-masing unit kerja. Ketiga, mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19 kepada sivitas akademika dengan melarang pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti orang lebih dari 50 persen dari kapasitas ruang di dalam kampus dan
melarang pelaksanaan kegiatan di hotel atau tempat umum lainnya di luar kampus.

Keempat, lebih selektif dalam menyetujui kegiatan yang menghadirkan tamu dari luar UB dan memastikan berlakunya protokol kesehatan dengan semestinya apabila kegiatan itu harus dilakukan dan melaporkan kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB. Kelima, lebih selektif dalam memberikan tugas kepada dosen yang menjadi narasumber atau tugas lainnya pada forum yang diminta instansi atau pihak ketiga lainnya.

Poin terakhir, diimbau agar menyampaikan keadaan diri dan atau keluarganya apabila terkonfirmasi positif kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB dan atau satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 masing-masing unit kerja guna penanganan dan pencegahan penularan lebih lanjut pada sivitas akademika lainnya.

“Instruksi tersebut diimbau agar dipatuhi seluruh civitas akademika UB,” ujarnya.

Ia menambahkan, agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan, universitas mengajak semua civitas akademika untuk melaksanakan gerakan 4 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan). Sedangkan pola pencegahan dilakukan dengan cara 4 T (tracing, testing, treatment, dan telling komunikasi resiko).

“UB juga melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin di ruangan-ruangan dan fasilitas kampus supaya steril dari virus,” tukasnya.(der)

Sri Mulyani dan Nadiem Makarim Beri Pemahaman Literasi Keuangan ke Siswa

KM 5 yang digelar secara daring atau virtual. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemahaman tentang literasi keuangan kembali digelar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI tahun ini. Kemenkeu Mengajar edisi kelima (KM 5) ini dilakukan secara daring.

Para peserta pun kini tidak dibatasi dari jenjang SD saja, melainkan dari SMP dan SMA sederajat maupun swasta ikut ambil pelajaran tersebut, Senin (30/11).

KM 5 tahun ini turut menggandeng Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Program ini diikuti 84 sekolah tersebar di 52 kota/kabupaten, 19 Provinsi, hingga 1 di Malaysia.

KM 5 merupakan program Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bersifat kesukarelaan. Para relawan terdiri dari panitia pusat 53 orang, fasilitator 104 orang, pengajar 954 orang dan dokumentator 153 orang.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menjelaskan bagaimana proses kerja dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Peserta diajak mengetahui bagaimana uang negara dikumpulkan dan dibelanjakan.

Ia mengibaratkan proses pengumpulan iuran dan pembelanjaan oleh organisasi siswa di sekolah.

“Uang ini dikumpulkan untuk menjadi pendapatan negara yang dipakai belanja negara,” tuturnya.

Ia membeberkan beberapa jenis belanja negara seperti belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja sosial, subsidi, dan bunga utang.

“Orang yang bekerja atau mempunyai pendapatan, sebagian pendapatannya dibayar untuk pajak,” katanya.

Untuk diketahui, di Malang Raya, KM 5 melibatkan lima sekolah yakni SDN Bareng 3 Kota Malang, SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang, SDIT Ahmad Yani Malang, SMP Negeri 1 Lawang dan SMA Negeri 3 Malang. Tahun lalu Kemenkeu Mengajar di Malang Raya dilakukan di 14 SD.

Kepala SMAN 3 Malang, Asri Widiapsari, menyampaikan kegiatan ini contoh baik karena mengedukasi seputar literasi keuangan sejak dini kepada pelajar.

“Anak-anak bisa termotivasi untuk bergabung ke Kementerian Keuangan misalnya. Ini juga digerakkan relawan, pribadi, bisa memotivasi anak-anak,” jelasnya.

Pihaknya bersyukur karena SMAN 3 Malang pertama kali terpilih oleh panitia seleksi Pisa untuk berkolaborasi mengirimkan delegasi siswanya.

Ketua Rombongan Belajar (Rombel) SMAN 3 Malang, Rizky Citra Anugerah, mengaku sangat terkesan dan termotivasi dari Sri Mulyani dan Nadim Makarim.

Rizky menuturkan betapa Sri Mulyani begitu cerdas menyampaikan materi keuangan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak muda.

“Ini menambah pemahaman kontekstual saya mengenai apa yang sedang terjadi dengan perekonomian Indonesia dan dunia, dan apa yang sudah pemerintah lakukan selama ini,” tukasnya.

Sementara itu, Relawan Fasilitator KM 5 di SMA N 3 Malang Okky Verizky Nobelta menguraikan sejumlah relawan pengajar datang dari berbagai daerah di penjuru tanah air.

“Tentu ini semua berkah dari pandemi, dimana belajar tanpa tatap muka bisa berjalan dengan efektif dan interaktif,” pungkasnya.

Okky menilai antusiasme siswa di Malang Raya mengikuti program KM 5 cukup tinggi. Program sukarelawan ini menjadi titik temu dengan spirit perjuangan pelajar tentang penguatan literasi keuangan di Indonesia.(der)

Inovasi Bisnis Mahasiswa Polinema Lolos KBIM

Tim Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE
Inovasi Bisnis Teh Kulit Jeruk dan Abang Rahasia membawa dua tim mahasiswa Polinema lolos pada Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Tahun 2020.

Tim Teh Kulit Jeruk (O’Peel) terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Rizki Bagus Maulana, Prasasti Valentina, Prayoga Vicky, Syayidah Fatimatuz zahro dan Nanda Ristina dari Jurusan Teknik Kimia dibawah bimbingan Shabrina Adani Putri, S.Si., M.Si. Tim Abang Rahasia (Korea Mukbang Khas Rempah Indonesia) dibimbing oleh Yusna, SE, M.Si, Ak, CA dengan lima mahasiswa, Ovillia Reta Artadinata, Riska, Devina Putri dan Safina dari Jurusan Akuntansi dan Cokorda Istri Anjani dari Jurusan Teknik Kimia.

KIBM diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kompetisi ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik. 

KIBM Tahun 2020 diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan dilaksanakan secara daring.

“Tim O’Peel terdiri dari mahasiswa semester tiga yang memulai bisnisnya dari semester dua dan ikut Program Mahasiswa Wirausaha. Tahun ini mereka lolos di KIBM dan mendapatkan pendanaan KIBM senilai Rp. 15 juta”, kata Shabrina Adani Putri.

Rizki Bagus Maulana, Ketua Tim O’Peel menjelaskan bahan baku kulit Jeruk O’Peel diperoleh melalui kerjasama dengan pedagang buah di Batu. Kulit Jeruk mengandung flavonoid dan Vitamin C yang tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh. Produk O’Peel saat ini telah dipasarkan offline dan online.

“Tim Abang Rahasia ini mempunyai usaha kuliner dengan beberapa menu Korea dengan bahan asli Indonesia. Sebelumnya mereka juga ikut PMW sebelum lolos KIBM”, kata Yusna.

Ovillia Reta Artadinata mengatakan Abang Rahasia menyajikan makanan Korea dengan cita rasa rempah khas Indonesia di antaranya Toboki, Raboki, dan Odeng. Produk kuliner ini dipasarkan secara online melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Ketua Entrepreneurship Training Unit (ETU) Polinema, Dr. Dra. Anik Kusmintarti, MM., mengatakan sebelum lolos KIBM kedua tim mengikuti seleksi dengan membuat proposal, melengkapi persyaratan administrasi dan usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan.

“Kedua tim mendapatkan pendanaan dari Pusat Prestasi Nasional dan wajib membuat laporan penggunaan dana dan kemajuan usaha. Jika laporannya bagus, mereka berkesempatan untuk mengikuti KIBM Award”, jelas Ketua ETU Polinema.(der)

MPM Honda Jatim Salurkan Bantuan Beasiswa 30 Anak Asuh di Malang

Bantuan kepada anak asuh di Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 30 anak asuh di lingkungan MPM Malang. Penyaluran beasiswa dilakukan di Riders Cafe MPM Malang dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, Sabtu (28/11).

Bantuan beasiswa pendidikan senilai total 20 juta ini diharapkan dapat membantu pelajar dalam menjalani proses pembelajaran saat pandemi seperti untuk pemenuhan pembelian pulsa, kuota internet dan perangkat pendukung belajar daring lainnya.

“Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat membantu finansial pelajar agar senantiasa aktif, kreatif dan berprestasi, meskipun pembelajaran secara daring yang terus dijalani oleh pelajar selama masa pandemi Covid-19 ini,” kata Vinensia Kenanga selaku Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim.
 
Penerima bantuan ini merupakan pelajar tingkat SD yang ada di lingkungan kantor MPM Malang yang dimulai sejak berdirinya MPM Malang sampai dengan sekarang.

“Saya berterima kasih kepada MPM Honda atas bantuan beasiswa ini. Beasiswa pendidikan ini sangat membantu biaya pendidikan bagi warga saya,” kata Edi selaku ketua RW.(der)
 

Kota Malang Berkomitmen Terus Membangun Pendidikan Berkarakter

Wali Kota Malang Sutiaji berinteraksi dengan siswa yang memanfaatkan fasilitas internet gratis di Aula Kantor Kelurahan Bandulan, Selasa (4/8). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus berkomitmen membangun pendidikan berkarakter di wilayahnya. Terutama agar terwujudnya kota layak anak melalui pembangunan yang inklusif.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Sutiaji saat menjadi pembicara pada webinar pendidikan nasional 2020 bertemakan Merajut Kembali Pendidikan Karakter Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar di era New Normal, Sabtu (28/11).

“Keseimbangan membangun karakter dan skill penguasaan pembangunan menjadi kunci lahirnya generasi emas yang tak hanya berilmu, namun juga berakhlak,” katanya saat paparan materi.

Ia melanjutkan, bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh sektor pembangunan di Kota Malang, tak terkecuali pendidikan.
Hal itu, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam rangka melaksanakan sistem pembelajaran secara daring.

“Karena sebab itu pula, pada misi ke satu RPJMD tahun 2018 – 2023 menjelaskan bahwa menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi semua warga. Sasarannya adalah tercapainya masyarakat terdidik dan berkarakter,” urainya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Sutiaji juga berpesan agar seluruh tenaga pendidik selalu mengedepankan dan menjaga hak-hak sipil anak dalam rangka mendapatkan pendidikan yang baik.(der)

Tim Aburobonema Raih Juara Harapan di KRI Nasional

Tim Aburobonema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim divisi Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) Polinema, Aburobonema, berhasil meraih Juara Harapan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang berlangsung pada tanggal 16 – 23 November 2020.

Tim Aburobonema terdiri dari lima orang mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Teknik Elektronika di bawah bimbingan Ir. Totok Winarno, MT. Kontes robot yang dilaksanakan Pusat Prestasi Nasional secara online ini diikuti enam tim KRI Polinema yaitu Ulil Albab (KRPAI), Robsonema (KRSBI Beroda), Aroc_PL (KRSBI Humanoid), Rotama (KRSTI), Rotarinema (KRTMI) dan Aburobonema (KRAI).

Ir. Totok Winarno, MT., menjelaskan, divisi KRAI sebelumnya tidak diselenggarakan di tingkat wilayah karena lomba internasional KRAI tidak dilaksanakan terkait pandemi. Namun divisi ini kembali diselenggarakan di KRI nasional dengan mempertemukan 31 peserta dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Aburobonema bersaing dengan tim KRAI ITS, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Jember.

“Meski tidak ada kontes KRAI wilayah, tim Aburobonema sudah mempersiapkan base mekanik dan rangkaian elektronika sebelum KRI Nasional. Persiapan tim juga sudah cukup baik dengan melakukan running test berulang kali dan simulasi di lapangan”, ujar dosen Jurusan Teknik Elektro ini.

Kendala yang dihadapi tim pada saat persiapan dan lomba adalah pengadaan bola ketepatan sudut tembak serta strategi tim dalam menyelesaikan lomba. Target Aburobonema adalah memasukan lima bola ke gawang dengan waktu secepat mungkin.

“Kami berusaha untuk mempersembahkan juara bagi Polinema. Saya dan seluruh pembimbing tim berharap, tim KRI dapat berprestasi lebih baik lagi di tingkat nasional pada tahun mendatang. Mohon dukungan dari segenap civitas akademika Polinema”, tutupnya.(der)

Mau Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kewajiban Pemda dan Sekolah

Ilustrasi - Siswa-siswi di SMK Negeri PGRI 3 Kota Malang menggelar ujian secara tertib dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sebelum masuk ruangan pada Senin 16 Maret 2020. (Foto: MalangVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah sudah memutuskan lembaga pendidikan di Indonesia untuk melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona. Keputusan tersebut mulai diberlakukan pemerintah pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di bulan Januari 2021.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, keputusan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka diserahkan kepada pemerintah daerah (Pemda) terkait. Tentunya dengan tetap melihat kondisi dan situasi kesiapan daripada lembaga pendidikan dalam penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, dia mengatakan keputusan juga berada di tangan orang tua atau wali murid. Dia mengatakan orang tua memiliki hak penuh untuk menyetujui atau tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka.

”Kewenangan penuh untuk itu (melaksanakan pembelajaran tatap muka) ada di pemerintah daerah. Keputusan ini mulai berlaku pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 pada bulan Januari 2021,” kata dia dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Oleh karena itulah, Nadiem menyampaikan ada beberapa faktor yang wajib menjadi pertimbangan dan perhatian Pemda serta lembaga pendidikan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sebagaimana mengutip dalam keterangan pers Nadiem, faktor-faktor yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah daerah antara lain tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa. Selanjutnya, akses terhadap sumber belajar atau kemudahan belajar dari rumah, dan kondisi psikososial peserta didik.

Pertimbangan berikutnya adalah kebutuhan fasilitas layanan pendidikan bagi anak yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah, ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal warga satuan pendidikan, mobilitas warga antar kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa, serta kondisi geografis daerah.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan tetap hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan desinfektan. Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan Kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).

Daftar periksa berikutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki Riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Terakhir, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali.

Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol Kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

Sementara itu, jumlah siswa dalam kelas pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) maksimal 5 peserta didik per kelas dari standar awal 5-8 peserta didik per kelas. Pendidikan dasar dan pendidikan menengah maksimal 18 peserta didik dari standar awal 28-36 peserta didik/kelas. Pada jenjang PAUD maksimal 5 peserta didik dari standar awal 15 peserta didik/kelas.

Penerapan jadwal pembelajaran, jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Perilaku wajib yang harus diterapkan di satuan pendidikan harus menjadi perhatian, seperti menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk/bersin.

Selanjutnya, kondisi medis warga sekolah sehat dan jika mengidap komorbid harus dalam kondisi terkontrol, tidak memiliki gejala Covid-19 termasuk pada orang yang serumah dengan peserta didik dan pendidik. Kantin di satuan pendidikan pada masa transisi dua bulan pertama tidak diperbolehkan buka. Setelah masa transisi selesai, kantin diperbolehkan beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler pada masa transisi dua bulan pertama tidak boleh dilakukan. Setelah masa transisi selesai, kegiatan boleh dilakukan, kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan penerapan jarak minimal 1,5 meter seperti basket, voli, dan sebagainya.

Kegiatan selain pembelajaran tidak boleh dilakukan pada masa transisi dua bulan pertama, setelah itu diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol Kesehatan. Sementara, pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan boleh dilakukan dengan tetap menjaga protokol Kesehatan.

Kemudian, Mendikbud juga berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian/Lembaga menetapkan kebijakan yang berfokus pada daerah.

Selanjutnya, Satgas Penanganan Covid-19 di daerah memastikan risiko penyebaran Covid-19 terkendali, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mendukung pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.

Pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan pembelajaran sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerah, kemudian mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan dapat memastikan pemenuhan daftar periksa dan protokol Kesehatan di satuan pendidikan, Dinas Kesehatan dapat memastikan kesiapan fasilitas pelayanan Kesehatan daerah, dan Dinas Perhubungan dapat memastikan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan.

Sementara itu, satuan pendidikan mempersiapkan kebutuhan protokol Kesehatan dan memfasilitasi pembelajaran, dan guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, serta orang tua/wali diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar.

“Mari kita bekerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat,” harap Nadiem.(der)