Polinema Buka Jurusan D3 Pertambangan, Calon Mahasiswa Tahun ini Jadi Angkatan Pertama

Direktur Polinema Malang, Awan Setyawan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) membuka program studi (prodi) D3 Pertambangan. Prodi ini nantinya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019/2020 mendatang.

Direktur Polinema Malang, Awan Setyawan mengatakan, calon mahasiswa D3 Pertambangan yang baru mendaftar merupakan mahasiswa angkatan pertama.

“Mahasiswa prodi ini merupakan angkatan pertama,” ujarnya.

Namun, calon mahasiswa yang akan mendaftar prodi baru ini syaratnya harus lulusan SMK. “Wajib SMK. Karena yang menjembatani ini SMK dan insinyur,” tegasnya.

Ditambahkannya, prodi Pertambangan juga dinaungi oleh jurusan teknik dan masih hubungannya dengan Teknik Sipil. “Ada beberapa mata kuliah terkait,” tambahnya.

Prodi ini, lanjut Awan, bakal bekerja sama dengan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah PT. Inalum. Prodi Pertambangan bakal dibuka untuk dua kelas dengan setiap kelasnya menampung 24 mahasiswa.

Tak hanya di Polinema, Prodi Pertambangan sebelumnya juga dibuka di Politeknik Balikpapan.

Selain itu, Polinema juga bakal membuka prodi D4 Bahasa Inggris. Dengan membuka kelas berisi 25 mahasiswa.(Der/Aka)

Kemenag Kota Malang Canangkan Program Seribu Karya Guru

Guru membuat soal USBN. (Anja a)
ilustrasi Guru. (Anja a)

MALANGVOICE – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang bakal mencanangkan program Seribu Karya Guru Madrasah. Guru-guru yang berkarya dan berprestasi ini nantinya akan mendapat reward.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Malang, Sutrisno mengatakan, untuk itu para guru madrasah diimbau untuk bersiap diri dan memperbanyak karya di tahun ajaran baru ini.

“Pada tahun ini, kami mencanangkan untuk guru madrasah itu mempunyai Seribu Karya Guru Madrasah,” ujarnya.

Tak hanya ilmu pengetahuan yang akan menjadi bekal siswa di masa depan, peran guru madrasah juga memberikan ilmu pengetahuan agama yang menjadi benteng dalam kehidupannya di dunia dan akhirat.

Kendati demikian, guru madrasah seharusnya diberi ruang dan motivasi sebesar-besarnya agar para pendidik tersebut dapat terus berkarya, berkreasi, dan berinovasi. Motivasi itu bisa dalam bentuk penghargaan kepada mereka.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya sudah mulai memberi penghargaan kepada guru-guru yang berkarya. Sehingga, tahun 2019 ada seribu karya guru. Dikatakannya bahwa karya itu bisa dalam bentuk apa saja dan tidak ada ketentuan.

“Bisa dalam bentuk apa saja. Terpenting ini berupa karya, karena ini buat seorang guru,” tambahnya.

Penghargaan atas guru-guru madrasah yang berkarya ini tentunya termasuk komitmen Kemenag dalam mengapresiasi guru-guru madrasah di kota Malang.

“Kami mengapresiasi minimal ada piagamnya dan mungkin ada reward yang lain,” tandasnya.

Dengan ini, guru-guru madrasah di Kota Malang diharapkan dapat tetap termotivasi untuk berkarya serta menjadikan guru-guru madrasah semakin hebat untuk membuat Indonesia bermartabat.(Hmz/Ulm)

Usai Lebaran, Dindik Kota Malang Bakal Rotasi 285 Guru

Kepala Dinas Pendidikan, Zubaidah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan Kota Malang bakal merotasi guru-guru. Sebanyak 285 guru nantinya bakal diroling atau dipindah demi pemerataan pendidikan.

“Setelah Lebaran nanti akan kami rolling,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Zubaidah belum lama ini.

Rotasi ini, dikatakan Zubaidah tak lain adalah sebagai pemerataan tenaga kependidikan untuk tujuan pemerataan pendidikan.

Ia pun mencontohkan seperti guru yang bagus di SMPN 1 akan dipindahkan ke SMP lain. “Seperti juga SMP dengan guru yang dikatakan belum bagus akan dipindah ke sekolah yang bagus. Biar kena imbasnya yang baik,” paparnya.

“Intinya adalah pemerataan. Bukan suka tidak suka. Karena ini kan kebutuhan dalam rangka pemerataan pendidikan di Kota Malang,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Ia mengatakan setiap zona sekolah harus ada pemerataan guru. Hal ini untuk menghapus stigma masyarakat terkait sekolah favorit dan tidak favorit.

“Tidak boleh ada guru yang numpuk di satu tempat yang semuanya guru itu kebetulan guru baik yang itu kemudian menimbulkan sekolah favorit itu. Sehingga guru juga disebar,” ujar Muhadjir.

Dijelaskannya, zonasi akan menjadi basis untuk seluruh perbaikan dan penyempurnaan sistem pendidikan di Indonesia. Mulai dari kurikulum, guru, sebaran peserta didik, hingga kualitas sarana prasarana. Semua akan ditangani dengan berbasis zonasi.

“Sistem zonasi tidak hanya mengurusi PPDB, tetapi semua digunakan untuk melayani delapan standar pendidikan itu,” tandasnya. (Der/Ulm)

Gandeng Kementerian Kominfo, Filkom UB Selenggarakan Program DTS 2019

Wakil Rektor 4 Universitas Brawijaya (UB), Moch Sasmito Djati.

MALANGVOICE – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship Tahun 2019 (DTS 2019).

Program ini menawarkan setidaknya 300 beasiswa pelatihan Fresh Graduate Academy (FGA) bagi mahasiswa tahun akhir atau lulusan dari D3, D4, S1 bidang Komputer/TIK, MIPA dan Teknik yang belum mendapatkan pekerjaan tetap.

“Bagi mahasiswa tahun akhir atau yang sedang skripsian, dapat juga mendaftar dengan melampirkan transkrip nilai dan surat keterangan dari kampus,” jelas Wakil Rektor 4 Universitas Brawijaya (UB), Moch Sasmito Djati.

Sedangkan para pendaftar yang lolos seleksi akan mendapatkan kesempatan beasiswa untuk mengikuti pelatihan secara gratis sesuai dengan salah satu bidang minat yang dipilihnya, yakni bidang Cyber Security (50 beasiswa), Cloud Computing (100 beasiswa), Big Data Analysis (100 beasiswa) dan Internet of Things (50 beasiswa).

Selama pelaksanaan ini, penerima beasiswa FGA mendapatkan bantuan uang saku dan bantuan biaya hidup total sebesar Rp 1.500.000.

Sementara itu, Dekan Filkom UB, Wayan Firdaus Mahmudy mengatakan, program ini terbuka bagi penyandang disabilitas tuna rungu dan daksa.

Bagi peserta yang mengikuti program pelatihan digital ini akan mendapat sertifikasi internasional. Sertifikasi tersebut di antaranya dari AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

“Sertifikat tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam bersaing di dunia kerja,” tegasnya.

Perlu diketahui, program DTS 2019 merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kominfo yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Program ini terdiri dari Fresh Graduate Academy (FGA) ditujukan bagi lulusan (sedang tugas akhir) D3, D4 dan S1 yang berasal dari jurusan TIK, MIPA dan seluruh jurusan Teknik. Akademi kedua yaitu Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang ditujukan bagi lulusan SMK.

Akademi ketiga yakni Coding Teacher Academy (CTA) yang ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS) dan yang keempat yaitu Online Academy (OA), program pelatihan online bagi masyarakat umum termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.

Dijelaskan Wayan, program ini diselenggarakan bersama 30 mitra universitas, 23 mitra politeknik serta 4 mitra sertifikasi internasional dari perusahaan teknologi global yaitu AWS, Cisco, Google dan Microsoft. Secara nasional, program ini memberikan total 25 ribu beasiswa yang terdiri dari 6 ribu beasiswa FGA, 4 ribu beasiswa VSGA, 4 ribu beasiswa CTA dan 11 ribu beasiswa OA.

Pelatihan FGA akan dilaksanakan selama dua bulan mulai awal Juli hingga akhir Agustus 2019. Bagi yang berminat dapat mendaftarkan diri secara online melalui website: digitalent.kominfo.go.id/pelatihan/FGA paling lambat 19 Mei 2019 untuk gelombang pertama dan nanti juga akan dibuka gelombang kedua.

Penyelenggaraan pun akan berlangsung selama 144 jam pelajaran yang meliputi kegiatan pelatihan tatap muka (offline), kelas pendamping atau add on, uji kompetensi dan sertifikasi.

Dalam program ini, Filkom UB berperan menjadi penyedia sarana dan prasarana serta instruktur pelatihan sesuai dengan skema pelatihan. Pada akhir pelatihan, peserta akan disertifikasi kompetensi oleh global tech companies.

Berikut materi setiap bidang:

1. Cybersecurity mengadopsi kurikulum Cisco Network Academy yang terdiri dari CCNA Security dan CCNA Cyber Ops.

Peserta pelatihan bidang Cybersecurity akan berkesempatan mendapatkan sekaligus dua sertifikasi internasional (CCNA Security dan CCNA Cyber Ops) yang mempersiapkan peserta untuk memulai karir pekerjaan sebagai analis keamanan siber (associate level) dalam bidang Security Operations Center (SOC).

“Kedua sertifikasi ini telah diakui oleh Departemen Keamanan Amerika Serikat (DoD 8570.01-M) dalam kategori Information Assurance Technical (IAT) Level 2, CSSP Analyst dan CCSP Incident Responder,” jelasnya.

2. CCNA Security menekankan pada teknologi utama keamanan yang terdiri dari instalasi, troubleshooting dan memonitor perangkat jaringan untuk menjaga integrity, confidentiality dan availability data dan perangkat.

3. CCNA Cyber Ops bertujuan untuk mengajarkan kemampuan mengamankan jaringan komputer yang sangat berguna untuk mendeteksi dan merespon ancaman keamanan siber.

4. Cloud Computing (CC) bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola sistem dan layanan berbasis cloud computing dengan menggunakan platform Amazon Web Service (AWS).

Secara garis besar, bidang pelatihan CC akan mengadopsi kurikulum AWS Cloud Practitioner dengan ditambah beberapa materi pilihan dari kurikulum AWS Solution Architect dan AWS SysOps Administrator.

5. Materi Pelatihan di bidang big data analytic memberikan bekal peserta untuk menggali informasi dari sekumpulan data yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah di berbagai bidang, termasuk industri.

6. Materi pelatihan bidang Internet of Things (IoT) memberikan bekal peserta untuk mengembangkan aplikasi berbasis IoT dan menstimulus lahirnya perusahaan start up berbasis IoT dari para peserta. Pelatihan IoT ini secara garis besar bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman kepada peserta dalam perancangan sistem dan aplikasi berbasis IoT.

Peserta dibekali dengan teori dan praktik untuk membangun infrastruktur IoT sederhana mulai dari node device yang berfungsi sebagai sensor dan aktuator, gateway sebagai jembatan komunikasi ke internet dan IoT platform sebagai penyedia layanan penyimpanan serta pengelolaan data.

Khusus bagian IoT platform, secara khusus diperkenalkan teknologi cloud AWS yang menyediakan layanan cukup lengkap untuk mendukung implementasi aplikasi berbasis IoT.

“Peserta berkesempatan mendapatkan sertifikat keahlian AWS Cloud Practitioner yang diakui secara internasional,” terang Ketua Pelaksana Digital Talent Scholarship Tahun 2019 Univeritas Brawijaya, Ir Heru Nurwarsito, M.Kom.

Tahap awal, peserta akan diperkenalkan dengan konsep dasar cloud computing termasuk pengenalan layanan-layanan dasar AWS berikut dukungan dan komponen penghitungan biayanya (billing and pricing).

Kemudian tahap selanjutnya, peserta dikenalkan secara detail beberapa layanan penting dari AWS mulai dari layanan komputasi berbasis EC2 dan ECS, layanan penyimpanan berbasis EBS dan S3, layanan jaringan berbasis VPC, sampai layanan keamanan.

Peserta juga diajak untuk mempelajari mekanisme deployment layanan pada platform cloud computing berikut beberapa isu yang berkaitan seperti perencanaan arsitektural, migrasi, pencadangan (backup), pemulihan bencana (disaster recovery), scalability dan high availability.

Untuk tahap terakhir, peserta diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan materi yang telah diberikan dalam bentuk project berkelompok yang akan dipresentasikan pada pertemuan akhir pelatihan.

Secara umum, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman peserta mengenai seluk beluk big data, mulai dari konsep dasar, pengelolaan data, serta pemrosesan dan analisis data untuk memperoleh informasi.

Peserta akan mendapatkan materi dalam bentuk teori dan praktek mulai dari konsep dasar big data, pemrograman Python untuk pengolahan data, penggunaan Hadoop sebagai ekosistem pengelolaan big data, teori statistika untuk membantu proses analisis data, serta berbagai model data mining untuk memperoleh pola-pola dari data berukuran besar.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi layanan komputasi AWS Cloud sebagai layanan pengelolaan data dan implementasi aplikasi data mining. Evaluasi kepada peserta akan diberikan dalam bentuk proyek dan ujian tertulis. Sebagai tambahan, peserta juga akan mengikuti sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner.(Hmz/Aka)

Mahasiswa Farmasi UMM Ciptakan Gel Kusam dari Kulit Semangka

istimewa

MALANGVOICE – Bagi sebagian orang terutama wanita, penuaan atau aging menjadi masalah terbesar. Berawal dari permasalahan ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan formula berupa gel anti kusam dari kulit semangka (Citrullus lanatus).

Mereka adalah Adhea Fajarina Nugraheni, Vika Amelia Safitri dan Kiki Vergianti Ayuningtyas. Penelitian yang telah didaftarkan di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-P) ini lolos pendanaan dari Ristekdikti sebesar Rp 12.500.000.

Koordinator kelompok, Ardhea mengungkapkan, seiring bertambahnya usia, kulit akan ikut menua. Salah satu solusi yang mungkin dilakukan yakni dengan melakukan tindakan pencegahan maupun memperlambat proses aging yang dinilai mengkhawatirkan.

“Salah satu cara dalam melakukan tindakan anti aging adalah dengan menggunakan kosmetik dari bahan tanaman, terutama yang banyak mengandung senyawa likopen dan antosianin yang berfungsi peremajaan terhadap kulit,” sebut Ardhea.

Selain terdapat senyawa likopen, dijelaskannya, penggunaan kulit semangka dinilai mampu menutup pori-pori yang terbuka pada wajah dan menangkap radikal bebas yang disebabkan paparan sinar matahari dan polusi. “Kedua manfaat itu merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penuaan dini,” jelasnya.

“Biasanya semangka hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sementara bagian kulitnya dibuang. Sehingga kita juga memanfaatkan limbah kulit tersebut sebagai bahan aktif kosmetika yang dapat mengatasi limbah dan meningkatkan nilai jual,” tambahnya.

Sementara itu, pembimbing, Siti Rofida menjelaskan, penelitian tiga mahasiswa program studi Farmasi ini dilakukan dalam jangka waktu lima bulan dengan berbagai tahapan. Mulai dari persiapan bahan uji ekstrasi kulit buah, pembuatan gel anti kusam, pengujian mutu fisik serta pengujian aktivitas antioksidan gel.

“Kami berharap setalah adanya penelitian ini hasilnya dapat dipublikasikan dalam seminar nasional dan memiliki potensi untuk didaftrarkan hak paten. Selain itu juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk membuat penelitian lainnya,” tandasnya.(Der/Aka)

Sekolah Swasta Tolak Penambahan Rombel Sekolah Negeri

pertemuan antara Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang beserta dengan kepala sekolah SMP Swasta di Aula Dinas Pendidikan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pasca protes warga terkait persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Malang berencana menambah jumlah kelas atau rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

Namun, rencana penambahan jumlah kursi di setiap rombel ini ternyata disangsikan oleh sekolah swasta. Sebab, masih banyak sekolah swasta yang pagunya belum terpenuhi.

“Memang ada keluhan dari sekolah swasta untuk tidak dirombel. Ya, oke tapi harus ada kualitas,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji usai Rapat Koordinasi Penyelenggara Sekolah (Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Swasta) di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (29/5).

Penolakan tersebut dikarenakan apabila sekolah negeri ada penambahan rombel, maka sekolah swasta akan semakin sulit untuk mencari siswa.

Sementara, dari pihak swasta berdalih, kualitas yang diminta Sutiaji tidak dapat tercapai maksimal apabila kesejahteraan guru kurang dan kebutuhan minimal tidak tercukupi.

“Akan ada simulasi kedepan. Kami akan lakukan verifikasi, visitasi di masing-masing sekolah,” tegasnya.

Guna mewujudkan stabilitas kualitas dari masing-masing sekolah swasta, Pemerintah Kota Malang bakal memberikan insentif kepada guru swasta, sama seperti halnya dengan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah negeri.

“Harapannya, kalau iti sudah dilakukan maka tidak ada alasan dia menolak siswa. Karena guru sudah tercukupi, kebutuhan PMB (proses mengajar belajar) dengan standar minimal,” paparnya.

Perlu diketahui, GTT kini mendapat insentif Rp 1.750.000 yang sebelumnya hanya menerima Rp 600 ribu saja.

Namun, dikatakan Sutiaji, apabila sekolah swasta tetap tidak berkembang, maka pemerintah terpaksa membuka rombel baru.

“Ya, kalau masih begitu terpaksa kami buka. Kalau kami tambah aja kan sudah 800 atau 900,” pungkasnya.

Diketahui, sekitar 2.632 pendaftar SMP tidak lolos ke SMP Negeri dari jumlah pendaftar sebanyak 9.197. (Hmz/Aka)

Pengambilan PIN Jadi Acuan Titik Koordinat Rumah Pendaftaran SMA/SMK

Pengambilan PIN di SMAN 1 Malang. (Lisdya)

MALANGVOICE – Sejak pagi tadi, Senin (27/5) siswa lulusan SMP mulai mengambil PIN di masing-masing SMA/SMK Negeri yang akan mereka tuju.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1, Tanto Prihadi yang juga Wakasek Kesiswaan mengatakan, pengambilan PIN tahun ini selain digunakan untuk mendaftar di SMA/SMK yang dituju, juga dilakukan sebagai penanda titik koordinat lokasi rumah dengan sekolah.

“Jadi, PIN itu sebagai password untuk masuk ke sekolah mana. Nah, titik koordinat dimasukkan ke dalam database siswa. Ini guna menandai rumahnya pada map,” jelasnya.

Perlu diketahui, pengambilan PIN dapat dilakukan di SMA/SMK Negeri terdekat, dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan. Seperti berkas kartu keluarga (KK) baik asli maupun foto copy, surat keterangan lulus, dan nomor peserta ujian nasional siswa.

Sementara bagi siswa yang mendaftar SMK Negeri, untuk persyaratan awal harus menyertakan surat keterangan sehat dari puskesmas dan rumah sakit saat pengambilan PIN.

Sedangkan untuk SMAN 1 Malang, kata Tanto, pihaknya hanya memberikan kuota sebanyak 205 setiap hari hingga 20 Juni mendatang.

“Kami hanya memberi kuota 205 dan penuh. Kalau nggak nutut pelayanannya sampai pukul 14.00, kami sarankan besok datang pagi. Kalo belum ditutup ya kami layani, karena pelayanan saat bulan Ramadan hanya sampai pukul 14.00 WIB,” tutupnya.(Der/Aka)

Direktur Polinema: Pejabat Baru Bakal Lanjutkan Program Kerja

Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan mengatakan 44 pejabat yang baru saja dilantik akan melanjutkan program kerja yang telah disusun sebelumnya.

“Saya ucapkan selamat bagi pejabat yang baru saja dilantik,” ujarnya usai Pelantikan Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, serta Ketua Program Studi (KPS) yang bertempat di Aula Pertamina pada Senin (27/6)

Ia juga mengatakan, dengan dilantiknya pejabat baru, diharapkan mampu membawa nama baik Polinema. “Semoga pejabat baru bisa mendukung tata kelola Polinema yang lebih baik ke depan,” paparnya.

“Para pimpinan harus dapat merangkul semua pihak, mulai dari mahasiswa, dosen hingga karyawan. Kami harus menjalankan kerja sinergis untuk bisa mencapai tujuan,” tambahnya.

Selain itu, pada tahun 2019, Polinema telah mendapatkan ijin untuk membuka Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kediri yang akan membuka tiga program studi.

“Jadi untuk mempermudah proses transisi tersebut hari ini kami lantik pula para pejabat di PSDKU Kediri,” tandasnya. (Hmz/ulm)

Polinema Lantik 44 Pejabat Baru

Pelantikan 44 pejabat baru Polinema. (Lisdya)

MALANGVOICE – Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan melantik 44 orang yang menjabat sebagai Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, serta Ketua Program Studi (KPS) untuk periode 2019-2023.

Pelantikan ini bertempat di Aula Pertamina pada Senin (27/6) serta dihadiri oleh Pembantu Direktur dan civitas akademika Polinema lainnya.

“Pertama kali, pelantikan ini paling lama karena ada 44 orang yang dilantik,” ujar Awan.

Dari puluhan orang yang dilantik tersebut, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polinema baik di Malang maupun di Kediri.

“Sekitar 40 persen pejabat baru yang dilantik, dan 60 persen merupakan pejabat lama,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk Polinema Kediri sudah tidak ada lagi Direktur. “Tidak ada, karena setara dengan ketua jurusan. Tetapi sebutannya koordinator, karena ada tiga prodi yang berbeda,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Polinema Buka Jalur UMPN hingga Prodi Baru

Wakil Direktur I, Supriatna Adhi Suwignjo. (Lisdya)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) membuka pendaftaran jalur Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN). Pendaftaran ini dibuka sejak 20 Mei hingga 20 Juni 2019 mendatang.

“Untuk pelaksanaan tes, dimulai pada 22 Juni 2019 di kampus Polinema dan akan diumumkan pada 27 Juni 2019,” ujar Wakil Direktur I, Supriatna Adhi Suwignjo.

Dalam pendaftaran jalur UMPN akan membuka 23 program studi (prodi). Dikatakannya, ada 11 prodi jenjang D3 dan 12 prodi jenjang D4.

Kemudian, lanjut Supriatna, Polinema bakal membuka prodi baru yakni D4 Bahasa Inggris untuk komunikasi bisnis dan profesional.

“Pembukaan prodi baru ini, karena lembaga pendidikan vokasi membutuhkan bidang keahlian tertentu yang spesifik untuk komunikasi bisnis dengan bahasa Inggris,” paparnya.

Selain itu, Polinema bakal membuka prodi D3 Teknologi Pertambangan dan D3 Teknologi Pemeliharaan Pesawat. Hanya saja, Polinema tengah menunggu hasil resmi. Sebelumnya, kata Supriatna, pihaknya sudah mengajukan izin ke Kemenristekdikti terkait prodi baru ini.

“apabila izin keluar setelah UMPN, maka bisa jadi prodi pilihan buat jalur mandiri,” tegasnya.

Supriatna menyebutkan pada tahun ini, Polinema akan menerima 3248 mahasiswa baru, dengan jalur UMPN sebanyak 1138 mahasiswa baru.

Untuk tahun ini, Polinema Malang memiliki tiga skema penerimaan mahasiswa, yakni PMDK Politeknik Negeri, UMPN dan jalur mandiri.

“Kuotanya yakni sebanyak 35 persen untuk jalur PMDK, UMPN sebanyak 35 persen dan jalur mandiri sebanyak 30 persen,” tandasnya. (Hmz/Aka)

Komunitas