UM Akhiri Laga Pul Merah LIMA Volleyball Nationals Season 7

Istimewa

MALANGVOICE – Kemenangan Universitas Negeri Malang (UM) akhiri laga Pul Merah di hari kedua LIMA Volleyball Nationals Season 7 saat melawan Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (24/9).

Istimewa

Laga yang berlangsung di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim ini, UM berhasil raih skor 3-2. Sebelumnya, kedua tim ini pernah bertemu di babak penyisihan LIMA Volleyball: McDonald’s East Java Conference Season 7. Di laga tersebut, UM memenangi pertandingan dengan skor 3-0. Setelah kembali bertemu di LIMA Volleyball Nationals Season 7 ini, kemenangan masih dipegang oleh UM dengan skor yang berbeda.

Meski harus mengalami kekalahan, Unisma telah menunjukkan peningkatannya lewat laga ini. Dari 116 poin yang didapatkan UM, 79 poin berasal dari permainan para student-athletenya.

Seperri Sofio Oulfan yang telah menyumbang poin paling banyak dengan 19 poin. Bahkan UM juga melakukan spike sebanyak 55 kali, fake spike 13 kali, serta 68 kali assist. Setter mereka, Bimantara Kusuma, melakukan 41 kali assist di laga ini. UM juga melakukan tiga kali service ace dan tiga block point.

Kemdati demikian, permainan Unisma juga banyak menghasilkan poin, meski berbeda sembilan angka dari UM. Unisma mengumpulkan 70 poin dari total 85 poin yang dihasilkan. Wahyu Hendri Saputro dan Chandra Kurnia Sandy sama-sama menyumbang 19 poin pada pertandingan ini.

Selain itu, Unisma juga unggul di block point dengan total 18 poin. Spike yang dilakukan Unisma sebanyak 35 kali dan assist 47 kali. 45 assist berasal dari setter andalannya, Asyrur Bobby Adroby.

“Anak-anak memang saya lepas agar bisa bermain dengan tenang dan berkreasi sendiri. Di conference kemarin kami juga sudah bertemu dengan Unisma. Jadi, tahu tentang permainan satu sama lain. Namun, semangat mereka terus menurun hingga kami terus mengingatkan kepada mereka bahwa kompetisi ini sudah Nationals dan tidak mudah untuk mencapai titik ini. Pihak kampus sudah memberikan apresiasi kepada kami di laga conference kemarin. Jadi, kami ingin membuktikan kemampuan kembali di Nationals ini,” ujar Pelatih UM, Stefanus Freedy Dwi.

Sementara itu, Pelatih Unisma, Hafis Syarifudin tak berkecil hati dengan permainan yang ditampilkan anak asuhnya. Ia juga mengakui bahwa mereka mengalami peningkatan dari fase konferensi ke nasional.

“Keberuntungan belum ada di pihak kami hari ini. Akan tetapi, saya senang dan bangga melihat peningkatan mereka di Nationals ini. Kami akan terus berusaha hingga babak penyisihan terakhir nanti. Pihak kami sangat mendukung kompetisi ini sehingga kami juga akan tetap berusaha memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Dengan hasil ini, tak ada perubahan di peringkat klasemen. UM yang masih menempati peringkat ketiga akan bertanding dengan tim Jakarta,yakni Universitas Trisakti. Sedangkan Unisma yang berada di dasar klasemen masih akan berjuang untuk melawan STIE Tribuana Bekasi. Kedua laga tersebut akan berlangsung pada Rabu (25/9) besok. (Der/Ulm)

Direktorat Belmawa: Demo Nggak Masalah, Asal Jangan Bawa Nama Kampus

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahyudin. (Lisdya)
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahyudin. (Lisdya)

MALANGVOICE – Hingga hari ini, Selasa (24/9) ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menyuarakan aksinya, untuk menolak berbagai kebijakan pemerintah, seperti pengesahan RUU KPK, RUU Pertahanan, RKUHP, RUU PKS dan lainnya.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahyudin mengimbau kepada mahasiswa yang berdemo untuk tidak membawa nama almamater kampus.

“Demo boleh saja, silahkan. Tapi tetap kami imbau jangan membawa nama universitasnya. Silahkan disampaikan aspirasinya sebagai rakyat Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) usai membuka acara Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE).

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pihaknya tidak melarang mahasiswa berdemo, melainkan tetap menjaga ketertiban. “Asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami juga tidak melarang. Hanya jangan anarkis,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga meminta para rektor umtuk mendampingi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Salah satunya agar tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kami hanya meminta dan mengimbau agar para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya didampingi dengan baik agar tidak anarkis. Kemudian juga diberi imbauan-imbauan agar kepentingan bangsa diutamakan daripada sekadar kepentingan sesaat,” tegasnya.

Namun, izin mahasiswa yang ikut berdemo atau bolos kuliah, fitegaskannya merupakan tanggung jawab mahasiswa sendiri dengan dosen. “Kecuali memang sudah diizinkan oleh dosennya,” tandasnya. (Der/Ulm)

UMM Kembali Hadirkan Tiga Tim Mekatronic pada Laga KMHE 2019

Tim Mekatronic dan Srikandi Team Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Lisdya)
Tim Mekatronic dan Srikandi Team Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Lisdya)

MALANGVOICE – Tim Mekatronic dan Srikandi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakal kembali berlaga di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang bakal digelar di Universitas Negeri Malang (UM), 24-28 September mendatang.

Sebelumnya, pada KMHE tahun lalu, tim Mekatronic dan Srikandi telah menyabet juara 1 dengan memecahkan rekor Asia dan dunia, dengan hasil terbaik, yakni 335,09 KM/KWH,

Untuk KMHE 2019 besok, dari UMM ada tiga kategori, yakni Urban Listrik diwakili oleh Mekatronic Team 1 dengan Mobil Genetro (Urban Electric Vehicle) U.E.V. 06, di kategori Prototype Listrik LSO diwakili oleh Mekatronic Team 2 dengan mobil prototype Barqun Speed Electric Vehicle (E.V.) 04. Sementara di kategori Urban Gasoline diwakili oleh tim wanita Srikandi Team dengan Mobil Hrusangkali. Untuk Srikandi Team, kontes ini menjadi debut keduanya.

Asisten Rektor bidang Perencanaan dan Pengembangan Kemahasiswaan, Joko Widodo mengatakan, untuk kategori Prototype Listrik, bodi terbuat dari carbon fiber, sasis dari alumunium dan ditenagai oleh motor listrik. Sementara untuk Urban Listrik bodi juga terbuat dari carbon fiber, sasis aluminium dan ditenagai oleh motor listrik 500 watt. Sedangkan spesifikasi untuk mobil Hrusangkali yang digawangi Srikandi Team, bodi terbuat dari fiber glass, sasis dari aluminium dan bahan bakar Pertamax 92.

“Di UMM, iklim bersaing dan berkompetisi kami hidupkan mulai dari Rektor Cup Student Day dan sebagainya semangat untuk bersaing ada, maka tidak ada yang tidak mungkin kalau kami juga bisa seperti mereka, bukan dilihat dari sarana prasana, tapi sumber daya disini mempunyai kualitas,” ujarnya saat konferensi pers, Senin (23/9).

Ketersediaan fasilitas penunjang di setiap proses belajar mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari catatan raihan prestasi mahasiswa. Menurut Joko, keseriusan dan komitmen UMM untuk mencetak generasi terbaik bangsa melalui berbagai raihan prestasi di tingkat nasional bahkan internasional, juga merupakan perwujudan nyata dari tagline Kampus Putih UMM.

Sementara itu, Srikandi Team merupakan satu-satunya tim yang seluruh anggotanya terdiri dari perempuan. Bahkan, sejak awal debutnya sudah jadi pusat perhatian tim juri dan peserta dari perguruan tinggi lain.

“Dari universitas lain belum ada yang timnya semua wanita, dan baru pertama ini. Jadi, kami membagi tugas, dan kalau ada yang tidak bisa kami akan tanya ke tim lainnya. Untuk persiapan kami hanya dua minggu,” ujar Driver Srikandi Team, Novita.(Der/Aka)

Soal Aksi Demo, Kampus di Malang Tak Pernah Keluarkan Instruksi kepada Mahasiswa

MALANGVOICE – Menanggapi adanya aksi demo di depang Gedung DPRD Kota Malang, pihak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta angkat bicara.

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani dalam surat pernyataannya, ia menyatakan jika tidak ada pemindahan kegiatan perkuliahan ke Gedung DPRD Kota Malang.

“Kami tidak pemah menyampaikan atau mengeluarkan pernyataan tersebut,” ujarnya.

Bahkan, perkuliahan di UB tetap diselenggarakan dengan normal tanpa ada pemindahan kegiatan perkuliahan.

Hal senada juga disampaikan oleh Pembantu Direktur II Politeknik Negeri Malang (Polinema), Anggit Murdani, ia mengatakan jika pihaknya belum menerima laporan terkait mahasiswa Polinema yang mengikuti aksi tersebut.

“Pihak kami belum memberikan pernyataan apapun terkait dengan aksi tersebut. Hal ini terkait dengan informasi dari pihak berwenang atas belum jelasnya identitas aksi tersebut. Jadi kami hanya mengimbau mahasiswa agar bersikap waspada terkait situasi ini,” ujar Anggit kepada MVoice, Senin (23/9).

Tak hanya itu, Kabag Humas ITN, Masrurotul Ajiza juga menyayangkan adanya ajakan dengan beredarnya poster/flyer untuk mengajak mahasiswa melakukan aksi demo.

“Tidak ada instruksi demo dari kampus. Malah tadi malam semua mengintruksikan bahwa perkuliahan hari ini seperti biasa,” ungkapnya.

Poster ajakan kuliah di depan Gedung DPRD Kota Malang ini bahkan sempat diposting di akun twitter komika, Arie Kriting. “Anak ITN Malang..!!! Ayo bergerak..!!! https://t.co/NW9F1eAd4U,” tulisnya di akun @Arie_Kriting

Begitu juga dengan pihak kampus Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma) yang memberi jawaban sama terkait aksi demo tersebut, yakni sistem perkuliahan tetap dilaksanakan seperti biasa. Serta ajakan aksi bukan dari pihak kampus.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, telah beredar poster dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang untuk menolak berbagai kebijakan pemerintah, seperti pengesahan RUU KPK, RUU Pertahanan, RKUHP, RUU PKS, hingga tentang Karhutla. Bahkan, dalam poster tersebut dituliskan ‘besok akan ada aksi menolak beberapa RUU ngawur dan memutuskan untuk memindahkan seluruh kegiatan perkuliahan besok ke depan Gedung DPRD’. (Hmz/Ulm)

Mulai Tahun Depan, Dindik Kota Malang Bakal Naikan Bosda

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau Bosda bagi lembaga SD maupun SMP bakal naik pada tahun ajaran 2020.

“Tahun depan, InsyaAllah Bosda bagi sekolah swasta kami naikkan menjadi Rp 65 ribu per anak untuk satu bulan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Bosda pada tahun 2019 untuk SD SMP swasta sebesar Rp 50 ribu. Sedangkan Bosda untuk SMP negeri saat ini, nilainya Rp 105 ribu per anak untuk satu bulan. Bagi SD sebesar Rp 75 ribu per anak untuk satu bulan.

“Untuk SD negeri juga akan kami naikkan, meskipun hanya Rp 9 ribu kenaikannya,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Bosda diberikan ke semua sekolah SD dan SMP di Kota Malang tiap tahunnya. Baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta. Jumlahnya pun tiap sekolah berbeda-beda. Hal ini berdasar pada jumlah siswa. Tentunya, semakin banyak siswa di sebuah sekolah, maka akan semakin banyak pula dana Bosda yang diterima.

Kenaikan Bosda ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah swasta Kota Malang. Sehingga, sekolah swasta dan negeri bisa terus bersama-sama untuk meningkatkan kualitasnya.(Hmz/Aka)

Terpilih Jadi Tuan Rumah Kuis Kihajar, Zubaidah Optimis Kota Malang dapat Wakili Jawa Timur

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Kota Malang terpilih menjadi tuan rumah Kita Harus Belajar (Kuis Kihajar) yang diikuti oleh peserta didik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Perlombaan dimulai hari ini, Kamis (19/9) di Aula Pertamina SMKN 2 Malang.

Di tahun ke-13 penyelenggaraan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah optimis peserta didik dari Kota Malang akan mewakili Provinsi Jawa Timur tingkat nasional dalam rangka perlombaan Kuis Kihajar. Diketahui, bagi peserta terbaik akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti Kuis Kihajar tingkat nasional.

“Kami menargetkan semua kategori kejuaraan diborong oleh Kota Malang. Berapapun, yang penting Kota Malang dapat mewakili Jawa Timur,” ujarnya.

Sebanyak 26 siswa yang mengikuti Kuis Kihajar tahun ini, Zubaidah berharap semuanya dapat mewakili Jawa Timur seperti tahun kemarin.

“Sebanyak 26 orang anak ini yang akan menjalani lomba secara langsung. Ada juga yang sudah melalui lomba secara online,” imbuhnya.

Peserta didik yang terpilih sebelumnya telah mempersiapkan untuk mengikuti Kuis Kihajar. Sebelumnya guru yang ditunjuk untuk mendampingi juga telah mengikuti seminar pelatihan di Dinas Pendidikan Kota Malang.

“Kami telah menyiapkan semuanya mulai dari guru pendamping agar tahun ini bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Sekarang ini peserta lombanya sudah melebar sampai luar negeri bukan hanya di Indonesia aja jadi ya kompetensinya lebih ketat,” pungkasnya.(Der/Aka)

Yoni Ditemukan di SDN Dinoyo 1, Pihak Sekolah Bakal Buka Kelas Sejarah

Kepala SDN Dinoyo 1, Nurul Hidayatus Shobikhah saat menunjukkan Yoni. (Lisdya)
Kepala SDN Dinoyo 1, Nurul Hidayatus Shobikhah saat menunjukkan Yoni. (Lisdya)

MALANGVOICE – Benda purbakala berupa Yoni kembali ditemukan di SDN Dinoyo 1. Benda yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan ini sebelumnya juga ditemukan, bahkan sempat akan dipindahkan ke Museum Mpu Purwa.

Kepala SDN Dinoyo 1, Nurul Hidayatus Shobikhah mengatakan jika Yoni kedua ini tengah dilakukan penggalian oleh beberapa arkeolog.

“Masih dalam proses penggalian Yoni yang kedua. Kalau yang satunya sudah lama,” ujarnya saat ditemui MVoice di kantornya, Kamis (19/9).

Ia pun menjelaskan, ditemukannya Yoni kedua ini saat pihaknya tengah merenovasi lahan dan menggali tanah untuk membongkar paving, kemudian ditemukan Yoni lebih kecil. Hingga saat ini, Yoni tersebut masih terlihat atasnya dan belum digali lebih dalam.

“Saya baru dua hari menjabat sebagai Kepala SDN Dinoyo 1 pada Agustus kemarin. Nah, penemuan ini lantas kami memberitahukan kepada dinas-dinas terkait,” tutur Nurul.

Saat ini, penggalian sempat dihentikan. Hal ini dikarenakan ada imbauan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwasata untuk menunggu kedatangan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Trowulan, Mojokerto.

“Selain itu, penggalian tanah di sekitar yoni besar atas bantuan wali murid SDN itu yang seniman dan dibantu dua teman yang juga seniman dan dilakukan hati-hati tanpa melukai bentuk aslinya,” paparnya.

Langkah ke depan, lanjut Nurul, pihaknya akan menerapkan pembelajaran tambahan bagi siswa-siswi. Bahkan, kantor Kepala SDN Dinoyo 1 akan digeser untuk kemudian dirubah menjadi kelas sejarah. Ini merupakan upaya sekolah untuk mengajarkan peserta didik sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia.

“Lokasinya kan dekat kantor saya, jadi saya renovasi. Kami akan tambahkan proyektor, tapi kalau belum ada dana ya sementara pakai baner. Nah, apabila sudah jalan bagi peserta didik kami jntuk pembelajaran sejarah ini, nantinya kami bakal membuka secara umum bagi sekolah lain,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Cegah Korupsi Sejak Dini, Dindik Kota Malang Adakan Implementasi Pendidikan Antikorupsi

Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Gedung Pertamina SMKN 2 Malang. (Lisdya)
Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Gedung Pertamina SMKN 2 Malang. (Lisdya)

MALANGVOICE – Guna mencegah korupsi sejak dini, Dinas Pendidikan Kota Malang mengadakan sosialisasi Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Gedung Pertamina SMKN 2 Malang yang diikuti oleh 570 komite sekolah dan kepala sekolah mulai dari SD hingga SMP, Rabu (18/9).

Implimentasi ini termasuk dalam Peraturan Wali (perwal) Kota Malang Nomor 45 Tahun 2019. Perwal dibuat lantaran penanaman perilaku antikorupsi harus dilakukan sedini mungkin.

“Karena ini tanggung jawab pemerintah. Kami ingin menanamkan karakter moral bagi anak-anak. Makanya kami buat perwal tentang implementasi pendidikan antikorupsi ini,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Perlunya pendidikan antikorupsi ini, lanjut Sutiaji, disadari lantaran kini pelaku korupsi banyak dari kalangan pelajar. “Dari data menunjukkan bahwa hampir 70 persen pelaku korupsi itu rata-rata adalah kaum terpelajar. Rata-rata berpendidikan tinggi,” paparnya.

Untuk itu, tujuan dari implementasi ini, dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah adalah menanamkan nilai dan sikap hidup antikorupsi kepada pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan secara umum adalah keluarga besar pendidikan yang terdiri atas komite sekolah maupun masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

“Terpenting itu ya untuk mengembangkan kreativitas pendidik dan peserta didik dalam membudayakan perilaku antikorupsi,” ungkapnya.

Diharapkannya, dengan demikkan akan terbentuk kebiasaan perilaku antikorupsi kepada semua komponen pendidikan di lingkungan satuan pendidikan yang mengacu pada sembilan nilai, yakni jujur, adil, berani, peduli, mandiri, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan kesederhanaan. (Der/Ulm)

Polinema Kukuhkan Guru Besar Pertama Bidang Ilmu Teknik Mesin

Pengukuhan guru besar Prof. Dr. Ir. Bambang Irawan, M.T. (istimewa)
Pengukuhan guru besar Prof. Dr. Ir. Bambang Irawan, M.T. (istimewa)

MALANGVOICE – Usai memdapatkan SK oleh Menristek Dikti pada 22 Mei lalu, Prof. Dr. Ir. Bambang Irawan, M.T akhirnya dikukuhkan oleh Senat Politeknik Negeri Malang (Polinema) di Aula Pertamina, Rabu (18/9).

Direktur Polinema, Awan Setiawan menggatakan jika Bambang Irawan merupakan profesor atau guru besar pertama bidang Ilmu Teknik Mesin di Polinema.

“Pengukuhan ini, Prof. Bambang adalah guru besar pertama di Polinema. Keberadaannya memberikan kontribusi sangat besar terhadap Polinema,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 73 dosen yang sudah bergelar doktor dan terdapat 58 dosen yang dimiliki Polinema sedang menempuh studi jenjang Doktoral. Pada 2020 mendatang, Polinema sendiri menargetkan akan memiliki 87 dosen yang bergelar doktoral. Hal tersebut menjadi tahap awal untuk meningkatkan jumlah guru besar di Polinema.

“Ini masih tahap awal bagi kami, masih ada beberapa tahapan. Apalagi saat ini, Polinema sudah memiliki guru besar. Harapannya dapat memberi motivasi kepada dosen lain di Polinema,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang Irawan diketahui telah menjadi dosen di Polinema sejak tahun 1982 di jurusan Teknik Mesin. Pada pidato ilmiahnya, Bambang menyampaikan penelitiannya yang bertajuk Peranan Energi Surya dalam Kontribusi Pasokan Energi Listrik yang Ramah Lingkungan.

“Saya menyoroti terkait besarnya potensi penggunaan panel surya sebagai pengganti sumber listrik yang berasal dari sumber daya batu bara maupun minyak. Dibanding dengan listrik dari PLN, estimasi biaya penggunaan panel surya memang masih lebih tinggi. Namun potensinya di masa depan cukup menjanjikan,” paparnya.

Tak hanya itu, bahkan Bambang Irawan menjadi guru besara ke empat dari seluruh Politeknik di Indonesia.

“Sejak Mei lalu, kredit untuk dapat diusulkan menjadi guru besar semakin besar. Kredit yang harus dipenuhi untuk diusulkan menjadi guru besar hanya berkisad di angka 500, sedang saat ini harus mencapai 868 angka kredit. Oleh karenanya, tantangan untuk meraih gelar sebagai guru besar juga semakin berat,” pungkasnya.(Der/Aka)

Minimalisir Kecelakaan Kerja pada Generasi Muda, Polinema Adakan Kuliah Tamu Implementasi K2 dan K3

kuliah tamu implementasi K2 dan K3. (Istimewa)
kuliah tamu implementasi K2 dan K3. (Istimewa)

MALANGVOICE – Para pekerja generasi muda rentan usia 18-30 tahun lebih berisiko mengalami kecelakaan di tempat kerja, dibandingkan dengan pekerja dewasa. Hal ini dikarenakan kelakuan dan pengetahuan saat di lapangan.

“Saya lihat dari data yang ada hampir 80 persen. Kenapa? Karena yang tua itu umumnya sudah di kantor. Nah, yang produktif di lapangan. Kecelakaan terjadi karena kelakuan para pekerja,” ujar Staf Ahli GM Bidang Risiko dan Kepatuhan PLN UID Jawa Timur, Dudung Irawan.

Untuk itu, guna menekan angka kecelakaan kerja, Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kuliah tamu implementasi K2 dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Jumat (13/9) kemarin.

Tujuan kuliah tamu ini, lanjut Dudung, tak lain adalah untuk merubah mindset mahasiswa akan keselamatan saat berada di lapangan. Menurutnya, banyak pekerja yang kerap kali menyepelekan kondisi di lapangan.

“Seperti misalnya, para pekerja menyepelekan stopkontak, padahal itu sangat bahaya. Ada yang sampai nge-charge berjam-jam dan yang lainnya hingga terjadi musibah. Kalau ditemukan kecelakaan, yang rugi ya generasi muda.Kalau generasi muda sudah cacat, maka tingkat produktivitasnya menurun,” paparnya.

Dengan demikian, ia berharap agar mahasiswa khususnya calon pekerja untuk lebih berhati-hati, terlebih dapat menyimpulkan apakah yang dilakukan sudah benar atau tidak.

“Untuk meminimalisirnya ya dirubah itu mindsetnya. Kalau kita sudah berfikir oh ini bahaya, ya nggak bakalan terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Humas Polinema, Gatot Joelianto juga berharap semua mahasiswa Polinema dapat materi terkait keselamatan kerja, demi keselamatan generasi penerus bangsa.

“Sementara yang mengikuti mahasiswa teknik elektronika. Kami harap, mahasiswa yang mengikuti kuliah tamu ini dapat menyalurkan informasi dan pengetahuannya kepada mahasiswa lain. Insyaallah semua mahasiswa Polinema ada kuliah tamu seperti ini,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Komunitas