Kota Batu Borong Penghargaan Tentang Lingkungan

Di sisi tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu saat mendampingi penerima dua penghargaan di Probolinggo (istimewa)
Di sisi tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu saat mendampingi penerima dua penghargaan di Probolinggo (istimewa)

MALANGVOICE – Dua sekolah dan daerah di Kota Batu menyumbang penghargaan tahun 2019 ini.

Penghargaan tersebut di antaranya Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim diraih oleh SDN Sumbergondo 2 dan SDN Tulungrejo 3. Sementara untuk penghargaan Desa Berseri tingkat Provinsi Jatim diraih oleh Desa Mojorejo dan Kelurahan Sisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan setiap tahun kota Batu selalu mengikutsertakan sekolah di Kota Batu untuk penilaian Adiwiyata. Sehingga dengan diraihnya prestasi ini kota Batu bisa menciptakan lingkungan bersih.

“Ya, terutama di sekolah. Karena itu betapa pentingnya mengajarkan kebersihan kepada anak saat di sekolah. Setelah itu juga mampu mempertahankan dan terus meningkatkan tingkat kebersihan di Kota Batu,” ujarnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan Adiwiyata merupakan program sekolah peduli lingkungan yang sehat, bersih serta indah. Ada banyak aspek yang dinilai dari sekolah sesuai kriteria penilaian tim Adiwiyata.

Ia mencontohkan seperti bisa mengajak siswa untuk mengolah sampah. Kemudian keindahan taman di sekolah juga dinilai, estetikanya bagaimana. Dan ada bak sampah yang membedakan sampah organik dan non-organik.

Sementara untuk Desa Bersih dan Lestari, ialah desa yang mampu mewujudkan lingkungan desa yang bersih.

Lalu sistem pengolahan sampah yang baik dan memiliki taman desa ataupun kelurahan. Tak kalah pentingnya adalah memiliki bank sampah yang aktif, sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk berkreasi.(Der/Aka)

3637 Peserta Ikuti Tes Jalur Mandiri Polinema, Rebutkan 999 Kursi

Ujian mandiri Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 3637 peserta ikuti tes ujian jalur mandiri Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Sabtu (27/7).

Direktur Polinema, Awan Setiawan menjelaskan bahwa tes jalur mandiri Polinema dibagi menjadi tiga, yakni PMDK, UMPN serentak se Indonesia dan tes internal.

“Hari ini tes jalur mandiri yang internal yakni dari Polinema. Tiap jalur mandiri hanya menyediakan 999 kursi,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, untuk peminat program studi (prodi) terbanyak adalah Teknik Informasi (TI) dannajemen Akuntansi (AK). Dengan perbandingan TI 1:27 dan AK 1:25.

“Ya istilahnya prodi favorit,” ungkapnya.

Sedangkan peminat kelas kerjasama PT GMF, Polinema telah menyisihkan 40 calon mahasiswa baru yang telah melewati empat tahap.

“Untuk kelas GMF, ada lima tahap, setelah tahap terakhir akan disaring menjadi 24 orang. Ini artinya kelas GMF hanya satu,” paparnya.

Usai pengumuman hasil tes ujian mandiri, mahasiswa baru yang lolos seleksi akan melaksanakan ospek yang nantinya akan dibagi menjadi tiga gelombang. Dengan masing-masing gelombang yakni seribu mahasiswa.

“Ada Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), kami bekerjasama dengan Resimen Induk Kodam (Rindam) yang di bawahnya ada Dodikjur dan Bela Negara. Untuk Bela Negara akan melatih maba wanita dan Dodikjur melatih lelaki,” terangnya.

“LDK akan dilaksanakan lima hari per gelombang, mulai Senin besok hingga 13 Agustus. Tambahan orientasi kampus selama dua hari. Kemudian pelaksanaan akademik dimulai 26 Agustus,” tandasnya. (Der/Ulm)

Polinema Resmikan TPA, Istri Mendikbud Sumbang Sarana Pembelajaran

Peresmian TPA Polinema. (Lisdya)
Peresmian TPA Polinema. (Lisdya)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmikan tempat pengasuhan anak (TPA) bagi orang tua yang tidak sempat untuk merawat anaknya, dikarenakan sibuk bekerja.

TPA ini merupakan program Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang dibiayai Asian Development Bank melalui program gender.

“Jadi, ini dulu merupakan mini bank untuk praktikum prodi akuntansi, kemudian kami rombak menjadi TPA. Dan untuk isinya kami ada bantuan dari Kementerian Pendidikan dalam hal ini adalah Direktorat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),” ujar Direktur Polinema, Awan Setyawan.

Hingga kini, sebanyak 17 anak telah dititipkan di TPA. Nantinya, anak-anak akan memiliki masing-masing buku diary atau rapor yang isinya cukup komplet mengenai kesehariannya. Mulai dari suhu badan, berapa kali BAB, berapa kali makan, keaktifan anak dan lain-lain.

“TPA juga memastikan anak makan buah. Kami sudah punya 17 anak titipan. Kemudian ibu pengasuhnya tiga, ibu gurunya tiga, adminnya satu. Yang paling kecil umur delapan bulan, dan yang paling besar umur tiga tahun,” paparnya.

Bahkan, dalam peresmian tersebut, Istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Suryan Widati Muhadjir, turut menyumbang sarana pembelajaran atau alat permainan edukatif bagi TPA, Jumat (26/7).

Wanita yang pernah menjadi dosen Polinema ini menyatakan jika problem pengasuhan anak itu memang nyata adanya.

“Bagi saya, TPA seperti ini sangat tepat, sehingga saya sangat mengapresiasi Direktur Polinema menyisihkan sedikit ruangan yang indah ini untuk anak-anak,” ujarnya kepada awak media.

Dengan begitu, ia yakin ibu-ibu yang menitipkan putra atau putrinya di TPA tersebut bisa lebih tenang dalam bekerja.

Ke depan, Widati berharap kapasitas ruangan dapat lebih diperluas, karena anak butuh ruang gerak yang luas. Selain itu, kapasitas anak bisa ditambah lagi.(Der/Aka)

Bantu Siswa Seberang Jalan, Dishub Kerahkan Ratusan Petugas

Petugas Dishub Malang Bantu Siswa Menyeberang di Jalan Raya (Dishub Kota Malang For MVoice)

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, mengambil terobosan baru dalam upaya mengatur tata tertib di jalan raya. Kali ini, para petugas Dishub, diterjunkan untuk membantu para siswa yang hendak berangkat menuntut ilmu.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan, sejak Senin (21/7) lalu, ratusan petugas dikerahkan untuk membantu siswa sekolah menyeberang jalan. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan para siswa yang selama ini merasa kesulitan menyeberang jalan utamanya di sekolah yang dekat dengan jalan raya.

“Sekitar 200 petugas setiap pagi dikerahkan di perempatan, atau di lokasi dekat sekolahan untuk membantu anak-anak menyeberang jalan,” kata Handi Priyanto kepada MVoice pada Jumat (26/7).

Dijelaskan, pada saat pagi hari, atau bersamaan dengan para siswa berangkat sekolah, arus lalu lintas di beberapa jalan terlihat padat. Tak sedikit kendaraan, karena memburu waktu juga melintas dengan kecepatan tertentu.

“Hasil analisa kami, jalanan pada pagi hari sangat padat, banyak anak sekolah kesulitan untuk menyeberang jalan, sehingga kami turunkan petugas untuk membantu mereka,” tukasnya.

Dishub berharap, pengerahan petugas ini mampu membantu para siswa sekolah sekaligus meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, karena padatnya arus lalu lintas pada pagi hari. (Hmz/ulm)

BAN-PT Ubah Standar Akreditasi, JPC Polinema Peroleh Posisi Strategis

Pembantu Direktur IV Polinema, Luchis Rubiyanto dan Ketua JPC Polinema, Eko Budi Santoso. (Lisdya)

MALANGVOICE – Job Placement Center (JPC) Polinema mendapatkan posisi strategis setelah adanya perubahan aturan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT dari tujuh standar menjadi sembilan standar.

Pembantu Direktur IV Polinema, Luchis Rubiyanto mengatakan, dengan dirubahnya aturan akreditasi tersebut berdampak pada kualitas kampus.

“Jadi, kualitas kampus dinilai tidak hanya jumlah lulusan saja melainkan mengantarkan alumnus hingga bekerja,” ujarnya belum lama ini.

Untuk mengantarkan alumnus hingga bekerja, Polinema pun bekerjasama dengan berbagai perusahaan untuk memberikan data apabila ada lulusan Polinema yang diterima kerja di perusahaannya.

“Jelas ini posisi strategis untuk menentukan akreditasi Polinema oleh BAN-PT,” tegasnya.

Polinema pun akan terus berupaya untuk mendapatkan data alumnus yang bekerja diperusahaan mana saja dengan memperbaiki komunikasi.

“Kami akan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. Jadi, nanti alumnus atau perusahaan akan menginformasikan, inilah yang menjadi nilai kualitas kampus,” terangnya.

“Perlu adanya kerja keras untuk mencapai apa yang diharapkan oleh BAN-PT tersebut, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Era Disrupsi Teknologi, Para Pelaku Startup Perlu Kembangkan Inovasi

Staff Presiden, Achmad Erani Yustika bersama para pembicara usai seminar nasional di FEB UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Saat ini, Indonesia tengah dihadapi disrupsi teknologi, yakni pergeseran pola industri gaya lama menjadi sebuah industri yang berbasiskan teknologi dan pengetahuan.

Seperti yang dicontohkan Dekan FEB UB, Nurkholis, disrupsi teknologi yang dimaksudkan adalah perannya startup. Bahkan, tak sedikit dari kalangan milenial yang saat ini mulai mengembangkan startup.

“Startup itu adalah isu yang sekarang ini lagi dibicarakan banyak orang dan besar sekali pengaruhnya. Kalau sudah muncul perkembangannya semakin pesat, dan itu mempengaruhi banyak sektor. Dan disrupsi terjadi di situ,” ujarnya usai seminar nasional BRIEF FEB UB, Kamis (25/7).

Pengaruh dari perkembangan startup sendiri adalah para pelaku mampu meyakinkan banyak investor lokal bahkan investor asing.

Untuk itu, di era disrupsi teknologi ini diperlukan adanya sebuah inovasi bagi para pelaku startup. Staff Presiden, Achmad Erani Yustika mengatakan, apabila para pelaku startup tidak mengembangkan sebuah inovasi, maka yang terjadi adalah bisnis tersebut akan tertinggal.

“Begitu dia berhenti melakukan inovasi, maka kompetitor lainnya itu yang akan mengambil konsumen. Jadi, tidak boleh berhenti dan itu berlaku untuk bidang apa saja,” tegasnya.

“Jadi, di sinilah awal mula perubahan perekonomian tergantung pada
kerberlanjutan inovasi dan teknologi,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Dua Ribu Peserta Ikuti Career Expo Polinema

Career Expo Polinema. (Istimewa)
Career Expo Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar Career Expo yang diselenggarakan oleh Job Placement Center (JPC). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pertama hari ini Rabu (24/7) dan besok (25/7).

Pada kegiatan kedua ini, sejumlah dua ribu peserta dan terdapat 21 perusahaan yang hadir untuk menawarkan lowongan pekerjaan.

“Jadi, JPC merupakan jembatan antara mahasiswa dengan perusahaan untuk membantu mahasiswa mendapatkan perkerjaan, JPC juga akan membantu perusahaan untuk mencari perekrutan tenaga kerja baru dengan kriteria sesuai yang di inginkan oleh perusahaan,” ujar Pembantu Direktur Bidang IV Polinema, Luchis Rubianto.

Dikatakan Luchis, Career Expo ini memang sangat tepat, sebab hampir 70 persen mahasiswa Polinema baik D3,D4 maupun S2 telah menyelesaikan masa studinya.

“Perusahaan yang akan merekrut saat ini paling tepat. Karena perusahaan tidak nunggu wisuda, mereka sudah lulus dan punya hak untuk terjun di dunia kerja. Perusahaan pun bisa menunggu ijasah, asalkan potensi kriteria kerja yang diinginkan sudah sesuai,” paparnya.

Sementara itu, Ketua JPC Polinema, Budi Santoso mengatakan, pihaknya bakal membenahi komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang telah merekrut mahasiswa. Hal ini dikatakannya, untuk mendata lulusan Polinema yang telah bekerja.

“Kami akan benahi komunikasi dengan perusahaan. Karena selama ini, banyak para lulusan atau perusahaan yang sedikit konfirmasi dengan kami,” tegasnya.

Tahun ini, Polinema bakal menargetkan 20 lulusan untuk bekerja di perusahaan yang telah bekerjasama dengan pihak kampus. “Sudah ada 14 kalau nggak salah, dan yang melaporkan kepada kami masih delapan lulusan Polinema,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Kepsek SMAN 2: Kami Tak Pernah Tahan Ijazah Siswa

Staff Tata Usaha SMAN 2 Malang saat memberikan klarifikasi kepada awak media. (Lisdya)
Staff Tata Usaha SMAN 2 Malang saat memberikan klarifikasi kepada awak media. (Lisdya)

MALANGVOICE – SMAN 2 Malang kembali mendapat sorotan akibat adanya tudingan penahanan ijazah siswa, hal ini lantaran belum melunasi uang insidental (uang gedung -red).

Baca Juga: Soal Pungutan SMAN 2 Malang, Kepsek: Itu Sisa Bantuan SPP

Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Hariyanto kepada awak media menyampaikan, padahal pihak sekolah tidak pernah menahan ijasah siswa.

“Kami nggak pernah menahan ijasah, nggak berani kami. Bahkan pihak sekolah kadang menghubungi wali murid jika ijasah belum diambil,” katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (23/7).

Lantas Hariyanto kemudian menjelaskan kronologi tudingan ini, yang awalnya ramai karena ditulis oleh oknum wartawan dan kemudian di share di media sosial Facebook.

“Saya tahunya itu malah dari staff. Awalnya ada dua orang yang mendatangi staff dan mengaku akan mengambil ijasah adiknya, bahkan kedua orang itu meminta rincian kurangnya pembayaran uang gedung. Tapi ternyata muncul pemberitaan seperti itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya sendiri telah mengklarifikasi permasalahan ini ke Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, terkait dengan pemberitaan tersebut yang sama sekali tidak benar.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha, Zainal Arifin menegaskan, apabila ada wali murid yang tidak mampu membayar kekurangan, pihak sekolah akan mengurangi biaya tanggungan bahkan bisa diputihkan, agar siswa dapat mengambil ijazah.

“Misal wali murid ada tanggungan biasanya memang diarahkan ke saya. Kemudian dialog dengan saya, mampunya berapa, kurangnya berapa, ditulis, dan tanda tangan. Tapi ijazah tetep diberikan, yang perlu diperhatikan jika ijasah boleh diambil oleh orang tua atau siswa,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Soal Pungutan SMAN 2 Malang, Kepsek: Itu Sisa Bantuan SPP

Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Hariyanto
Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Hariyanto

MALANGVOICE – Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Hariyanto menampik adanya isu yang menyebut jika pihak sekolahnya meminta iuran bulanan kepada wali murid sebesar Rp 80 ribu.

“Nggak ada pemungutan, jadi kemarin itu sudah diskusi kalau sisanya memang dibayarkan oleh wali murid,” terangnya kepada awak media, Selasa (23/7).

Padahal, dijelaskannya, iuran tersebut merupakan sisa dari pembayaran SPP yang sebelumnya Rp 200 ribu.

Seperti yang telah diberitakan, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memberikan SPP gratis kepada SMA/SMK Negeri. Namun, SPP ini tidak serta merta gratis, melainkan menyesuaikan kebutuhan sekolah.

“Di SMAN 10 juga seperti itu. Pemprov memberikan bantuan sebesar Rp 120 ribu kepada kami, otomatis sisanya Rp 80 ribu ya tanggungan wali murid,” tegasnya.

Baca Juga: Tak Bayar Sumbangan, Siswa Terancam Diskriminasi Pelayanan oleh Sekolah

Diketahui, Pemprov Jatim telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,8 triliun dari APBD Jatim. Harapannya, kebijakan tersebut bisa meringankan beban wali murid pada tahun pelajaran baru 2019-2020.

“Sesuai dengan kebijakan Pemprov, SPP gratis ini kan berlaku mulai hari ini, tapi dananya juga belum cair ke kami. Kalaupun ada siswa kurang mampu, ya akan beri keringanan,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Tak Bayar Sumbangan, Siswa Terancam Diskriminasi Pelayanan oleh Sekolah

Formulir diduga sebagai modus pungli di SMAN 2 Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE– Dugaan pungutan liar atau pungli dengan modus minta sumbangan wali siswa rupanya disertai dengan ancaman. Jika wali siswa tak membayar sejumlah rupiah, maka siswa terancam dipersulit pelayanannya.

Divisi Korupsi Politik Malang Corruption Watch ( MCW), Afif Mukhlisin mengatakan, ada dua formulir atau surat pernyataan yang diterima wali siswa dari SMAN 2 Kota Malang. Formulir ini tidak tercantum nominal rupiah, namun dikosongi dan disertai rentang waktu pembayaran, antara Juli hingga November 2019.

“Memang dikosongin, tapi kenyataannya dimintai uang sejumlah Rp 5 juta per wali siswa,” kata Afif, Selasa (23/7).

Tak sampai di situ, lanjut dia, berdasarkan pengaduan wali siswa inisial N, ada dugaan mengarah pada ancaman jika tidak memenuhi permintaan sejumlah rupiah tersebut.

“Ancaman ini istilah Jawa diceng (dititeni ). Bahkan (mengarah pada ) mendapatkan diskriminasi pelayanan,” sambung dia.

Seperti diberitakan, MCW menerima pengaduan masyarakat dalam hal ini dari wali siswa SMAN 2 Kota Malang. Mereka mengeluhkan harus membayar sekian rupiah setelah anaknya diterima dalam tahun ajaran baru, 2019/2020 ini. Namun, sekitar 100 wali siswa dari total 325 wali siswa keberatan dan tidak mengembalikan dua formulir tersebut.(Der/Aka)

Komunitas