01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Tak Mau Cuci Darah, Catat Ramuan Herbal Obati Gagal Ginjal dari Zahidul Akbar

Gagal ginjal dapat diobati dengan ramuan herbal. Salah satu penyebab gagal ginjal dipicu konsumsi gula berlebih. (MVoice/istockphoto.com)

MALANGVOICE – Kasus gagal ginjal akut dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kasus ini sebagian besar dialami anak-anak berusia 6-18 tahun.

Penyebabnya diduga dari konsumsi obat sirup. Kemenkes RI pun menginstruksikan larangan penjualan obat sirup selama masa penelitian.

Ginjal sendiri berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Kemudian, ginjal mengirimkan sisa limbah ke kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine.

Baca juga: Dinkes Kota Batu Minta Seluruh Apotek Hentikan Penjualan Obat Sirup

Baca juga: RS Saiful Anwar Tangani 9 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak, IDAI Imbau Hindari Semua Obat Sirup

Baca juga: Sidomulyo Floral Festival 2022, ‘Harumkan’ Kota Batu hingga Tingkat Nasional

Kondisi gagal ginjal membuat tubuh tidak bisa optimal menyaring zat sisa sehingga menimbun limbah dan zat kimia pada darah. Bagi penderita stadium lanjut, butuh perawatan cuci darah.

Pendakwah sekaligus pakar ramuan herbal, dr Zaidul Akbar gagal ginjal akut dapat diobati menggunakan bahan-bahan alami.

Bahan itu terdiri dari akar alang-alang, meniran, kumis kucing, daun sukun, jahe dan seledri.

Baca juga: GKK Social Club Turun Serahkan Bantuan ke Korban Tragedi Kanjuruhan

Baca Juga: Kasus Korupsi Rendra Kresna Bakal Seret Pejabat Pemkab Malang?

,Bahan itu diramu menjadi minuman herbal supaya tidak cuci darah secara terus menerus menurut dr Zaidul Akbar.

“Catet ini yang nanya ini, akar alang-alang, meniran, kumis kucing, daun sukun, jahe sama seledri, itu buat cuci darah kan gagal ginjal tadi,” kata dr Zaidul Akbar dilansir dari Serambinews.com.

Ia juga menganjurkan berhenti sejenak mengonsumsi makanan serta minuman olahan kemasan yang mengandung gula tinggi. Produk makanan dan minuman seperti itu dapat melemahkan fungsi ginjal dan pencernaan.

“Stop dulu makanan minuman olahan yang dikemas serta mengandung gula tinggi dan produk olahan lain yang mengandung gula tinggi karena bisa melemahkan fungsi ginjal sekaligus pencernaan,” sambungnya.(end)

Tim Polinema Raih Silver Medal Lewat Inovasi E-MAS

Tim Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Penghargaan diraih mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) di ajang Indonesia International Invention Expo 2022.

Tim Polinema meraih silver medal dalam event yang digelar Indonesia Young Scientist Assosiation berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Semarang secara virtual pada 19 September – 17 Oktober 2022.

Tim yang dibimbing Gilang Al Azhar, S.ST., M.Tr.T ini terdiri dari Achmad Sanusi Umli Asin, Bintang Cahya Kesuma, dan Dyas Aji Ramadhan dari prodi D-IV Teknik Elektronika, Ibrahim dari Prodi D-III Teknik Listrik, dan Nana Ika Lestari dari Prodi D-III Administrasi Bisnis.

Baca Juga:Pemkot Malang Wacanakan Renovasi Stadion Gajayana untuk Home Base Singo Edan

“Kompetisi ini diawali dengan seleksi full paper dan presentasi. Tim kami ikut kompetisi pada kategori Electronics and IoT dengan inovasi E-MAS : Monitoring and Automation Systems as Electric Energy Efficiency Solutions to Flood Hazards Based on IoT (Internet of Things),” jelas Achmad Sanusi Umli Asin sebagai ketua tim.

E-MAS memiliki dua fitur yaitu fitur pendeteksi banjir dan fitur efisiensi listrik. Fitur pendeteksi banjir dilengkapi dengan sistem Master Slave untuk memonitor bahaya banjir secara real time dengan skala yang luas.

“Ada empat level banjir yaitu aman, waspada,siaga, darurat. Jika telah mencapai batas siaga, maka listrik akan otomatis terputus sehingga tidak terjadi korsleting listrik. Sedangkan untuk fitur efisiensi listrik dapat menghemat pengeluaran biaya penggunaan listrik dengan mengatur batas penggunaan biaya listrik harian,” tuturnya.

Inovasi E-MAS sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir dengan monitor real time, untuk menghindari bahaya korsleting listrik saat banjir, dapat menghemat penggunaan daya listrik setiap hari, dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya kebersihan lingkungan.

Indonesia International Invention Expo 2022 diikuti oleh tim mahasiswa dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, USA, Meksiko, India, Vietnam, Belarusia, Iran, Rumania, Hongkong, Cina, dan Korea Selatan.(der)

Wisuda ke-68, ITN Malang Terus Komitmen Cetak SDM Berkualitas

Mahasiswa berprestasi ITN Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – ITN Malang menggelar wisuda ke-68. Total lulusan periode II tahun 2022 ini berjumlah 575 wisudawan, terdiri dari 61 diploma, 500 sarjana, dan 14 wisudawan pascasarjana 14.

Rektor ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, mengatakan, ITN akan selalu mewujudkan visi misi mengembangkan SDM berkualitas.

“Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, dalam hal ini para mahasiswa, dilakukan proses pembelajaran dalam membentuk karakter dan meningkatkan pengetahuan keilmuan dalam bidang studi yang diikutinya,” kata dia.

Baca Juga: Sidomulyo Floral Festival 2022, Pemantik Kebangkitan Bisnis Florikultura Kota Batu

Membentuk SDM unggul, dikatakan Abraham Lomi, selain meningkatkan ilmu dalam segala bidang, ITN juga melibatkan mahasiswa dalam ketaatan beribadah, wirausaha, serta manajerial dan kepemimpinan.

Untuk mendukung program tersebut, di dalam kampus telah dibangun Masjid, Gereja, dan Pura pada lokasi yang berdekatan di Kampus II ITN Malang. Hal ini dimaksudkan untuk melatih para mahasiswa dalam membangun toleransi dan kerukunan dalam beragama.

Ia mengapresiasi kepada wisudawan terbaik dan berharap menelorkan karya-karya serta inovasi untuk diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.

Lulusan Terbaik ITN Malang

Salah satu lulusan terbaik ITN tahun ini adalah Kadek Wahyu Adi Pratama. Ia merupakan mahasiswa Teknik Sipil S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Mahasiswa asal Bali ini meraih IPK 3,77 dan menjadi wisudawan terbaik di prodinya.

Putra pasangan Made Suastika, dan Ni Nyoman Suardani ini tidak menyangka bisa menjadi salah satu wisudawan terbaik ITN Malang. Pasalnya, ia tidak mempunyai dasar dan pengetahuan tentang jurusan teknik sipil. Mengikuti teman-temannya Kadek masuk ke ITN Malang. Makanya, saat semester satu Kadek sempat kaget. Bukan soal mata kuliah menghitung, melainkan teori yang membuatnya kaget dan perlu lebih banyak beradaptasi.

“Saya juga ada pengalaman tidak tidur satu hari gara-gara ada deadline mengerjakan tugas yang harus segera dikumpulkan. Karena tugasnya banyak dan harus lekas selesai. Lumayan sulit juga bagi kami mahasiswa awal semester satu,”

Kadek menceritakan ikut terlibat dalam rancangan jembatan curah Kobokan yang menghubungkan Malang dan Lumajang, Jawa Timur.

Jembatan yang rusak akibat erupsi Semeru beberapa waktu lalu. Ada andil besar Kadek Wahyu dalam rancangan jembatan sebelum dibangun.

“Saya mendesain ulang menggunakan pelengkung di atas lantai kendaraan menggunakan box baja. Eksisting jembatan awalnya menggunakan beton bertulang di bawah lantai kendaraan,” ujarnya.(der)

Seminar Nasional Polinema, Maknai Pentingnya Pancasila bagi Generasi Penerus Bangsa

Seminar nasional UPT MKU Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sekitar 400 mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti seminar Nasional Memaknai Pancasila Bagi Generasi Milenial di Auditorium Lantai 8 Gedung Teknik Sipil pada Kamis (13/10).

Seminar yang diadakan UPT MKU Polinema ini mengangkat tema “Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila untuk Indonesia Bersatu dan Berkemajuan”.

Ketua Panitia Seminar, Hudriyah Mundzir, SH., MH, mengatakan, tujuan dari seminar ini agar mahasiswa sebagai generasi milenial dapat memaknai Pancasila.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Alami Pendarahan Otak, Sempat Koma Tiga Hari

“Penting bagi mahasiswa memaknai apa itu Pancasila,” kata dia.

Seminar ini menghadirkan narasumber Sekretaris Pascasarjana Universitas Brawijaya, Andi Kurniawan, S.Pi, M.Eng., D.Sc., dan dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, Dr. Siti Awaliyah, S.Pd., M.Hum.

Seminar dibuka Pembantu Direktur I, Dr. Kurnia Ekasari, SE., MM., Ak., CA., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan bangsa Indonesia. Setiap sila dalam Pancasila memiliki makna.

“Sila pertama bermakna dalam kehidupan sehari-hari kita mengikuti perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Sila kedua, kita harus memiliki rasa kemanusiaan dan empati. Sila ketiga, kita adalah satu tidak memandang suku. Sila keempat, dalam memutuskan segala sesuatu kita harus bermusyawarah, dan sila kelima, rakyat Indonesia berhak untuk menikmati kemerdekaan dan memiliki kehidupan yang layak,” kata Pudir I.

Sementara itu, Kepala UPT MKU, Hairus, SH., MH., mengatakan generasi milenial memiliki banyak tantangan. Generasi milenial Pancasila berbeda dengan generasi millenial lainnya karena generasi milenial Pancasila memiliki iman dan karakter.

“Kami berharap dengan seminar ini mampu membuat karakter mahasiswa Polinema menerapkan nilai-nilai tinggi dalam Pancasila,” tandasnya.(der)

2 Minggu Lagi Ultah, Aremanita Mahasiswi IBU Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Fina Nurjanah mewakili keluarga almarhumah Salsa Yonas Octavia menerima santunan yang diberikan ketua yayasan disaksikan Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko. (Mvoice/Sapteng)

MALANGVOICE – Ada kenangan yang tak terlupakan Fina Nurjanah sebelum peristiwa Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10).

Sebagai aremanita, Fina biasanya nonton bareng Salsa Yonas Octavia, kakak sepupunya.

Mba Arema main, budal a. Yuuk gas,” itulah obrolan singkat keduanya.

Siapa sangka ajakan itu justru ajakan terakhir Salsa, mahasiswi IKIP Budi Utomo (IBU), korban meninggal Tragedi Kanjuruhan. Almarhumah Salsa dua minggu lagi atau tepatnya 16 Oktober mendatang genap berusia 20 tahun.

Baca Juga: Aremania Layangkan Somasi, Jokowi: Kami Usut Tuntas

Baca Juga: Tentang Ancaman Aremania Turun ke Jalan, Jokowi Sampaikan ini

Fina tidak punya firasat apa pun dan baru ingat kalau sebelumnya dia tidak meminta Salsa untuk foto.

“Selama ini kalau nonton Arema sering bersama. Kalau pun tidak bareng, Fina selalu minta foto, pakai baju apa dan posisinya dimana,” tambahnya saat ditemui di Kampus C IBU, Rabu (5/10).

Kehadiran Fina di Kampus C IBU itu mewakili keluarga almarhumah Salsa untuk menerima santunan.

Fina lantas melanjutkan ceritanya, dia disuruh berangkat dulu karena Salsa yang mahasiswa Prodi Sejarah dan Sosilogi itu ngaku nonton bareng teman-teman barunya di IBU.

Baca Juga: Coretan di Dinding Hiasi Stadion Kanjuruhan

Baca Juga: LKPH UMM Soroti Tragedi Kanjuruhan, Siap Beri Bantuan Hukum kepada Korban

Menurut Fina yang selamat meski sempat pingsan di areal parkir, Salsa nonton di tribun 12 atau 13 sementara dia di gate 4.

Fina yang sempat diseret orang tak dikenal mendengar ada tembakan tiga kali, kemudian tidak ingat sama sekali.

Selain santunan, Fina mewakili orang tua Salsa juga menerima pengembalian uang gedung.

Tidak hanya itu, Rektor IBU, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi memberi beasiswa penuh kepada Fina kuliah di IBU.

Baca Juga: Pasca Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan Audit Seluruh Stadion

Baca Juga: Temui Korban, Jokowi Dengarkan Langsung Peristiwa Tragedi Kanjuruhan

“Anda yang mewakili Salsa, dapat beasiswa kuliah gratis di IKIP Budi Utomo,” tegas Nurcholis yang disambut aplaus sekitar 250 undangan.

Sebelum pemberian santunan, civitas akademika IBU dan seluruh undangan melantunkan doa bersama dipimpin KH Syaifudin Zuhri, Rois Syuriah MWC NU Blimbing, Kota Malang.(end)

Puncak HUT ke-36 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Sukses Digelar Meriah

Puncak perayaan HUT SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. (istimewa)

MALANGVOICE – SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen merayakan HUT ke-36, puncaknya sukses digelar meriah pada Ahad (2/10).

Acara puncak ini diawali dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 2.000 lebih peserta dari kalangan sekolah sampai masyarakat umum.

Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Siswanto Trimulyono, menyatakan, puncak acara ini sukses digelar pertama kali setelah terhalang pandemi Covid 19.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, DPC Peradi Kepanjen Tuding Ada Kelalaian Penyelenggara dan Aparat

Pembagian hadiah undian. (istimewa)

Tak tanggung-tanggung, hadiah utama adalah dua unit sepeda motor bagi pemenang beruntung.

“Kami menyelenggarakan lomba dan kegiatan yang bisa diikuti semua kalangan, warga sekitar dan pastinya calon-calon siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen,” katanya.

Setelah jalan sehat, para peserta dihibur dengan pentas seni yang berasal dari para murid SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen itu sendiri.

Tak lupa juga tersedia bazaar yang menyediakan berbagai macam olahan makanan.

Acara itu kemudian ditutup dengan penampilan bintang tamu Woro Widiowati.

Siswanto menambahkan, selain acara puncak ini sekolah mengadakan berbagai macam kegiatan dan lomba. Antara lain lomba futsal putra tingkat SMP/MTs yang dilkuti 36 sekolah, lomba tari kreasi tingkat SMP/ MT’s yang dilkuti 19 sekolah, lomba karaoke dangdut tingkat SMP/MTs yang diikuti 23 sekolah, serta lomba mewarna tingkat TK dan SD/MI yang diikuti kurang lebih 530 peserta.

“Saya sangat senang karena banyak sekali antusiasme peserta yang mengikuti lomba. Kami berharap SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen semakin dikenal,” tuturnya.

Terus Berkreasi di 36 tahun, Mengabdi untuk Negeri adalah tema yang dipilih untuk peringatan ulang tahun sekolah yang berdiri 14 Juli 1986.

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen banyak mencatatkan prestasi dengan berbagai kreasi terutama film. Dan tahun 2022 ini adalah tahun ke-3 sekolah mendapatkan bantuan pemerintah sebagai Sekolah Pusat Keunggulan.

Kini SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen memiliki 4 (empat) program keahlian dan 5 (lima) konsentrasi keahlian yaitu, Akuntansi, Perbankan Syariah, Perhotelan, Perkantoran, dan Produksi Film.

Dengan fasilitas yang lengkap dan terus membangun lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2023/2024 program inden telah dibuka.(der)

IKIP Budi Utomo Gelar Festival Batik Nusantara

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si saat membatik dalam kegiatan festival membatik Nusantara. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2022 besok, IKIP Budi Utomo Malang membuat batik ciprat dan jumput, yang digelar di Kampus C, Jalan Citandui No.46, Kota Malang, Sabtu (1/10).

Kegiatan yang melibatkan 257 mahasiswa Program Mahasiswa Merdeka (PMM) IKIP Budi Utomo Malang, dari Sabang sampai Merauke ini berhasil menghasilkan batik ciprat dan jumput sepanjang 76 meter.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si mengatakan, kegiatan membatik yang mengambil tema Festival Batik Nusantara dan Ngoskab Bareng Arek PMM2 ini selain melibatkan mahasiswa PMM, juga para penjual bakso yang berjualan di sekitar area Kampus C IKIP Budi Utomo Malang.

“Ada sebanyak 7 rombong bakso yang kita sediakan tempat untuk berjualan, mereka biasanya jualan keliling di sekitar kampus, para mahasiswa itu dipersilahkan mengambil bakso dengan mekanisme menukar kupon dari panitia,” tegasnya.

Sementara itu, PIC Kegiatan festival batik Nusantara IKIP Budi Utomo Malang, DR. Riyanto M.Pd. mengatakan, selain untuk memperingati Hari Batik Nasional, juga untuk meningkatkan atau menumbuhkan nilai-nilai rasa cinta terhadap budaya di Nusantara, khususnya terhadap batik.

“Kegiatan festival batik Nusantara ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan modul Nusantara, batik ini panjangnya 76 meter, nantinya akan dimasukkan dalam rekor MURI,” katanya pria yang juga sebagai Kepala Pusat Pengelola merdeka belajar ini.

Pria yang akrab disapa Yanto ini menjelaskan, dalam kegiatan membuat batik ini memakan waktu mulai pukul 09.00 sampai ditutup oleh Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si pada pukul 13.00 atau selama empat jam, dengan melibatkan 257 mahasiswa PMM dari Sabang sampai Merauke.

“Selain mahasiswa juga diikuti Bapak Ibu dosen pengajar modul Nusantara sebanyak 13 dan mentor pendamping mahasiswa sebanyak 13 orang, untuk motifnya mewakili dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke berdasarkan ciri khas karakteristik budaya masing-masing mahasiswa PMM,” tukasnya.

Tekan Angka Kecelakaan di Tingkat Pelajar

Sosialisasi berkendara aman bagi pelajar. (Istimewa)

*) Penulis: Ganes Danastri Pratista Aura Afra Siswa SMPN 1 Malang, kelas 9, usia 15 tahun

MALANGVOICE – Untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar, Satuan Lalulintas melalui Gerakan Edukasi Berlalu-Lintas Bersama Pak Umar (Gemar) memberikan edukasi kepada siswa SMPN 1 Kota Malang tentang pentingnya menaati peraturan lalu lintas.

Dalam kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas tersebut Aiptu Umar Kiswoyo dibantu beberapa anggota Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang menjelaskan tentang Undang-Undang Lalu Lintas no 22 Tahun 2009.

“Polres Malang dalam melakukan program Gerakan Edukasi Berlalu-Lintas Bersama Pak Umar (Gemar) ini mengedukasi kepada siswa-siswa, keluarga, semuanya tentang tertib lalulintas, sopan santun, dan beretika di jalan raya, pakai helm bunyi klik,” ucap Aiptu Umar, Jumat (29/9).

Menurut Umar, kegiatan sosialisasi ini dilakukan di semua sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta pondok pesantren, dengan harapan para siswa atau generasi muda bisa meningkatkan kedisiplinan dalam berlalulintas dengan selalu mematuhi peraturan lalu lintas agar tertib berlalu lintas sejak dini.

“Kecelakaan di luar sana, kita pelajar, baik SMP maupun SMA kita rangking 2, padahal pelajar ini generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kita,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Umar, diharapkan para pelajar ini bisa menjadi pelopor keselamatan baik untuk dirinya sendiri, keluarga teman dan saudaranya.

“Sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kita, agar dapat menjadi generasi yang unggul dan profesional, mari kita stop kecelakaan,” serunya.

FEB UM Sambut Empat Adjunct Professor dari Berbagai Negara

Penyambutan AP FEB UM. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang menyambut empat Adjunct Professor (AP) di Aula FEB UM gedung D10 pada Kamis (29/9).

Empat AP ini berasal dari beberapa negara, yakni Prof Tamat Sarmidi (Universiti Kebangsaan Malaysia) Adjunct Profesor Departemen EKP, Dr. Rosmiza Bidin (Universiti Putra Malaysia) Adjunct Profesor departemen manajemen.

Sementara dua AP lainnya Prof. Saliya de Silva (Saga University, Jepang) Adjunct Profesor S2 Manajemen (hadir online), sedangkan Prof. Kelum Jayasinghe (Essex University, UK) Adjunct Profesor Departemen Akuntansi tidak bisa hadir karena ada urusan.

Baca Juga: Tim BPK RI Terkesima dengan Keahlian Barista Lapas Kelas I Malang Meracik Kopi

Dekan FEB UM, Prof Dr Cipto Wardoyo, mengatakan, tahun ini perdana fakultasnya menerima empat AP. Secara keseluruhan, ada 41 AP yang dikukuhkan Rektor UM Prof Dr AH Rofiudidin.

“Yang perdana tahun ini mendapat empat AP,” ujarnya. Ia berharap tahun depan bisa menerima lebih banyak AP untuk FEB UM.

Dua AP hadir di FEB UM. (Deny/MVoice)

Sementara itu Prof Tamat Sarmidi, mengaku senang bisa diterima sebagai AP di FEB UM. Sebagai AP di departemen pembangunan, ia mengaku Indonesia punya potensi besar karena punya banyak cendekiawan.

“Saya perdana ke Malang ini dan siap menggelar research,” kata dia.

Berbeda dengan Prof Tamat, salah satu AP Dr. Rosmiza Bidin, mengaku sudah sering ke Indonesia termasuk Malang. Ia bahkan sudah tidak asing dengan UM.

“Um sudah lima tahun saya ke sini, jadi UM bukan asing lagi tapi spesial di dalam hati. Karena anak saya juga belajar di sini,” tegasnya.

Rosmiza mengaku UM dari tahun ke tahun mengalami perkembangan cukup baik. Hal ini yang mendasari ia senang diterima menjadi AP di FEB UM.

“Kami akan buat research dan memaksimalkan pertukaran pelajar dari Indonesia ke Malaysia. Karena sudah tidak Covid-19 jadi itu memungkinkan,” tutupnya.(der)

Bentuk Generasi #Cari_Aman, MPM Honda Jatim Ajak Mahasiswa Peduli Keselamatan Berkendara

Cari_aman MPM Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT kembali menggelar Seminar Safety Riding di Politeknik Negeri Malang, Selasa (27/9).

Seminar yang diikuti 100 peserta yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinena) ini berlangsung seru dan antusias.

Peserta mendapatkan pembelajaran tentang penggunaan perlengkapan berkendara yang baik, kemampuan memprediksi bahaya di jalan raya, pengetahuan berbegai faktor penyebab terjadinya kecelakaan, meningkatkan kesadaran untuk saling bertoleransi dengan pengendara lain yang disampaikan Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim Mizidianto.

Dengan tema “Bangga Menjadi Generasi #Cari_Aman” menghadirkan narasumber berkompenten dibidangnya yakni IPDA Eko Prasetyo, SH, Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota dan Andy Setiagantara,Amd.LLAJ., SE., MAP., Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Malang.

Seminar dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan kata sambutan dari Dr. Eng Anggit Murdhani ST, M.Eng, Pembantu Direktur 3 Politeknik Negeri Malang. Selanjutnya Persiapan Operasi Zebra Semeru 2022 yang disampaikan Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota IPDA Eko Prasetyo, dan dilanjutkan dengan materi sosialisasi Macyto Malang City Tour, re Opening Car Free Day dan Update lalu lintas Malang Heritage oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Malang Andy Setiagantara.

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen sinergi bagi negeri dalam mewujudkan budaya aman dan selamat berkendara bagi generasi muda, Instruktur safety riding MPM Honda Jatim membekali para mahasiswa dengan berbagai pengetahuan tentang keselamatan berkendara (safety riding) meliputi kemampuan berkendara yang baik dan aman, seperti menguasai teknik menikung, teknik pengereman, dan menjaga keseimbangan.

Semangat para peserta juga tampak saat diajak untuk mengenal lebih dekat slogan keselamatan berkendara #Cari_aman yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen generasi muda untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara dan menjadikan penggunaan helm dan jacket saat berkendara sebagai gaya hidup para anak muda ini.

“Sebagai generasi muda, mahasiswa bisa menjadi agent safety riding yang akan menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada lingkungannya maupun masyarakat luas sehingga #Cari_Aman saat berkendara ini dapat menjadi budaya dan gaya hidup para pengendara,” kata Mizidianto, Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Dengan semangat Satu Hati, mahasiswa sebagai generasi muda akan menjadi generasi penggerak untuk mewujudkan budaya positif di masa mendatang.(der)