Gilang Widya Ungkap Upaya Akhiri Dualisme, Beli Arema Indonesia

Presiden Arema FC, Gilang Widya dan Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana menjawab banyak pertanyaan Aremania soal penyelesaian dualisme.

Ide dilontarkan Gilang adalah membeli Arema Indonesia yang kini bermain di Liga 3 Regional Jatim. Tujuannya menggabungkan dua aktivitas pengelolaan sepak bola menjadi satu.

“Yang saya kerjakan emang memikirkan dualisme biar Aremania bersatu. Sama pak IB banyak ngobrol biar masalah ini cepet selesai,” kata Gilang.

“Kami sangat membuka diri, dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan Aremania. Pemikiran kami langkah ini yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan Arema dari dualisme yang seperti diinginkan Aremania, ” imbuhnya.

Bos Juragan 99 ini menyatakan, setelah upaya pembelian itu nantinya akan difungsikan sebagai bagian penting sebagai klub yang akan mencetak pemain pemain muda Arema.

“Akan saya jadikan Arema B atau tim Satelit binaan Arema Liga 3 untuk junior. Nantinya bisa dinaikkan ke senior untuk diselesaikan bareng,” jelasnya.

Bayangan Gilang itu adalah untuk membuat bibit pemain berkualitas dari usia muda yang bisa ditarik ke tim senior atau Arema FC.

“Yang junior kita mainkan di Liga 3 ya, mereka nanti menimba ilmu di situ menambah jam terbang juga. Apalagi ada momentum akan mendekati kompetisi Liga 3 akan digelar,” tambahnya.

Ia berharap upayanya menyelesaikan masalah dualisme ini mendapat bantuan dari banyak pihak sehingga menjadi satu Arema.

“Kami juga ingin mendapatkan banyak dukungan dan masukan agar langkah ini bisa cepat terwujud. Kami mengetuk hati banyak pihak agar sungguh sungguh bersama melangkah demi Arema berprestasi dan Aremania bersatu kembali, ” pungkas penghobi koleksi mobil sport ini.(der)

Bersama Arema FC, Diego Michiels Berjanji Jadi Anak Baik

Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Resmi menjadi pemain Arema FC, Diego Michiels berjanji akan mengubah sikapnya menjadi good boy (anak baik).

Diketahui Diego kerap dicap sebagai pemain bengal atau bad boy karena ulahnya. Namun kini ia siap berubah dan memperbaiki sikapnya di luar maupun di dalam lapangan.

“Saya capek dengar begini terus, mereka selalu bahas masa lalu saya. Semua bisa lihat ketika saya menjadi kapten Borneo FC,” kata Diego.

Pemain naturalisasi asal Belanda ini menambahkan, ia tak ingin banyak bicara dan meminta publik menilainya sendiri.

“Saya siap buktikan di lapangan soal sikap saya,” lanjutnya.

Sementara itu Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, mengatakan, sebelum merekrut Diego, ada kesepakatan agar sang pemain bisa berubah lebih baik lagi.

“Mulai etika, minum-minum dan sebagainya. Karena saya siap bantu dia (berubah) dan Diego komitmen berubah di Arema,” kata Gilang.

Bos Juragan 99 ini menjelaskan, dari kesepakatan itu sampai ada di dalam klausul kontrak yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.

“Ada do dan don’t yang harus dipatuhi Diego,” lanjutnya.(der)

Arema FC Dapatkan Tanda Tangan Diego Michiels, Kontrak Semusim

Presiden Arema FC, Gilang Widya memperkenalkan Diego Michiels. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Diego Michiels resmi menandatangani kontrak bersama Arema FC.

Tanda tangan kontrak dilakukan pada Rabu (16/6) malam bersama Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.

Diego dikontrak selama satu tahun atau satu musim Liga 1 2021 dengan opsi perpanjangan apabila Arema berprestasi atau sang pemain bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Gilang menjelaskan, proses perekrutan mantan pemain Borneo FC ini tidak sulit. Awalnya dia dan Diego sudah menjalin komunikasi selama dua tahun belakangan. Namun, ketika Gilang diangkat menjadi Presiden Arema, Diego langsung menawarkan diri bergabung.

“Minggu kemarin Diego menawarkan sendiri ke saya akhirnya ada kesepakatan bersama dan Seninnya dia saya terbangkan ke Malang,” ujar Gilang.

Pria yang dijuluki crazy rich Malang ini menambah, masuknya Diego mampu memenuhi kebutuhan tim di posisi lini belakang. Pengalaman Diego dirasa mampu membuat pertahanan Singo Edan semakin solid.

“Ini bukan hanya keinginan saya, tapi juga berdasar kebutuhan tim. Semoga Arema bisa lebih solid dan kuat lagi,” kata bos Juragan 99 itu.

Senen itu, Diego mengatakan memilih Arema FC karena selain tim besar juga ingin merasakan juara Liga 1.

“Satu faktor saya pilih Arema, karena ingin sekali juara. Semoga tahun ini bisa terealisasi,” harapnya.

Bersama Singo Edan, Diego Michiels menggunakan nomor punggung 24. “Itu nomor kesukaan dan keberuntungan saya,” tandasnya.(der)

Arema FC Datangkan Amunisi Baru, Diego Michiels

Diego Michiels. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC berbenah mempersiapkan tim jelang kompetisi Liga 1 2021, salah satunya adalah merekrut amunisi baru.

Ya, baru-baru ini tim berjuluk Singo Edan ini mendatangkan pemain baru naturalisasi asal Belanda, Diego Michiels.

Mantan pemain Borneo FC ini berlabuh ke Arema FC akan memperkuat posisi lini belakang.

“Ya, Arema FC secara resmi menjalin kesepakatan dengan Diego Michiels yang akan memperkuat tim Singo Edan untuk musim kompetisi 2021,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sudarmaji mengatakan, sosok Diego sangat dibutuhkan tim karena pengalamannya. Pria bertato itu juga sempat dipanggil Timnas Indonesia di Sea Games 2011.

“Diego Michiels sebagai salah satu figur senior di tim, sebab di musim kompetisi 2021 ini Arema FC banyak dihuni oleh pemain-pemain muda. Tentu saja pemain-pemain muda ini membutuhkan dorongan semangat dari figur-figur senior,” ujarnya.

Diego diketahui sudah tiba di Indonesia dan akan segera diperkenalkan ke publik. Pemain 30 tahun itu juga secepatnya berlatih bersama tim di bawah kepemimpinan Eduardo Almeida.

Dalam waktu dekat ini tim Singo Edan akan menjajal kekuatan di ajang pramusim Piala Wali Kota Solo 2021 pada 20-26 Juni. Persib Bandung pada laga pembuka pada ajang tersebut.(der)

Jadi Presiden Arema FC, Gilang Juragan 99 Ingin Bawa Perubahan

Gilang saat conference pers, (Arema FC Official).

MALANGVOICE – Gilang Widya Pramana, yang sering dianggap sebagai crazy rich asal Kota Malang, kini resmi menjadi presiden baru Arema FC.

Hal itu diketahui usai pertandingan persahabatan Arema FC melawan RAN Cilegon FC, di stadion Kanjuruhan, Ahad (6/6).

Perwakilan konsorsium Pengelola Arema FC, Iwan Budianto, menyampaikan, pengangkatan ini berdasarkan hasil persetujuan dari pemegang saham. Dewan memutuskan untuk mengangkat Gilang sebagai presiden klub baru Arema per Ahad siang, pria yang akrab disapa Gilang Juragan 99 ini, langsung memaparkan sejumlah program kerja.

“Dan tadi siang sudah memaparkan programnya kepada saya yang mewakili konsorsium keseluruhan. Bagus sebagai pengembangan bisnis ke depan kemudian juga bagus untuk sisi teknis pengembangan klub. Baik disisi pembinaan maupun profesionalisme yang akan segera tampil di Liga yang akan segera bergulir bulan depan,” ujar, Iwan Budianto.

Selain itu, Iwan juga menyampaikan, target yang ingin dicapai dalam kurun waktu dekat, yakni menjuarai Liga Satu secepat-cepatnya.

“Selamat Mas Gilang ada amanah untuk kemajuan Arema ke depan. Salah satu targetnya juara secepatnya,” tutur Iwan Budianto.

Diketahui, Gilang sendiri merupakan Aremania sejak kecil. Semasa muda, dirinya merupakan pendukung militan tim kebanggaan arek-arek Malang ini.

Setelah kini resmi menjabat sebagai presiden Arema FC, Gilang telah mempersiapkan sejumlah program kerja, untuk kemajuan Singo Edan.

“Setelah penantian panjang saya akhirnya resmi bisa bergabung di Arema. Saya ingin membawa perubahan untuk Arema banyak banget program kerja yang sudah saya jelaskan,” tandasnya.(der)

Peta Malang Raya Muncul di Jersey Terbaru Arema FC

Jersey baru Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC bersemangat menyambut bergulirnya kompetisi 2021 dengan merilis jersey baru. Jersey away ini dirilis di Instagram Official Arema FC, Selasa (25/5).

Dalam postingan itu Arema FC merilis jersey berwarna putih dengan logo Singo Edan Apparel (SEA). Dijelaskan lebih lanjut tema jersey itu adalah ‘Land of Fighter’ dengan desain unik, yakni peta Malang Raya.

“Ini sebagai pengingat bahwa di tanah ini banyak lahir para kesatria sejak zaman kerajaan dan para pejuang saat jaman kemerdekaan,” ungkap manajer SEA, Tjiptadi Purnomo.

Adanya peta Malang Raya di jersey tersebut harapannya menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk lebih bersemangat karena di tanah yang mereka bela banyak terlahir para kesatria.

“Dengan menempelnya peta malang raya di jersey away ini semoga bisa menularkan ke pemain semangat juang yang menggebu-nggebu seperti ciri khas Arek Malang,” imbuhnya.

Di sisi lain, SEA menurut Tjiptadi berusaha memberikan apresiasi kepada Aremania yang konsisten dalam mendukung perjalanan Arema FC selama ini.

“Kita tidak boleh melupakan Aremania, jersey ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada Aremania yang selama ini tidak pernah berhenti mendukung Arema FC dalam kondisi apapun termasuk di situasi sulit seperti ini. Inilah makna sebenarnya dari tanah para ksatria,” ungkapnya.

Terlepas dari peta Malang Raya yang ditampilkan di jersey, pada jersey away yang didominasi oleh warna putih tersebut memang memunculkan kesan elegan. Warna putih sengaja dipilih selain sebagai warna yang netral, warna ini juga memiliki makna kesempurnaan.

“Karena ini merupakan jersey away, tentunya kami berharap agar jersey ini selalu membawa hoki tersendiri bagi Arema FC saat bermain di luar kandang,” ungkap Tjiptadi.

Sementara itu garis pada lengan dan kerah yang kontras dengan warna pilihan biru Arema FC menunjukan kebanggaan tersendiri, bahwa warna biru memiliki makna pada rasa memiliki yang tinggi terhadap tim yang dibela.(der)

Arema FC Sambut Baik Keluarnya Izin Kompetisi dari Polisi

Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.
Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji. (Deny)

MALANGVOICE – Tim Arema FC menyambut baik kabar akan turunnya izin Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia dari Mabes Polri. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi tim yang akan mengikuti kompetisi.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, apabila izin gelar pertandingan diturunkan, maka akan menjadi amanah prokes yang benar-benar harus dijaga.

“Kami klub siap menjalankan arahan dan apapun pembahasan terkait hal tersebut utamanya dalam menyiapkan dan menjalankan regulasi protokol kesehatan yang menjadi fokus para pihak terkait penyelenggaraan kompetisi 2021,” kata Sudarmaji.

Adanya kabar turunnya izin ini akan membawa semangat bagi tim dan pecinta sepak bola di Indonesia karena sudah setahun lebih tidak berkompetisi.

Lebih lanjut, Sudarmaji mengapresiasi pihak-pihak yang sudah banyak berjuang selama ini agar kompetisi bisa dimulai.

“Kami sangat apresiasi dengan langkah intensif MENPORA, Mabes Polri, BNPB, Satgas Covid dan PSSI yang terus bergerak, terus serius dan fokus membahas perihal ijin penyelenggaraan kompetisi 2021,” lanjutnya.

“Kami juga menyambut baik langkah pihak kepolisian untuk memproteksi gelaran kompetisi ini dengan siap bersinergi dan menjalankan arahan pihak kepolisian agar liga berjalan dengan aman, sehat dan kompetitif,” imbuh Sudarmaji.

Terkait kapan izin diturunkan dan kompetisi dijalankan, manajemen Arema FC tidak akan banyak menuntut. Yang jelas, penting adanya sosialisasi regulasi dan protokol kesehatan sehingga kompetisi berjalan lancar.

“Terkait kapan ijin dikeluarkan, tentunya kami percaya kepada Mabes Polri, Menpora, PSSI, BNPB akan memutuskan yang terbaik, namun secara substansi yang terpenting adalah bagi klub sosialisasi regulasi yang didalamnya mengatur teknis terkait prokes,” tandasnya.

Arema FC sendiri sudah mulai memanaskan mesin jelang kompetisi berjalan. Salah satunya adalah merekrut pelatih asing, yakni Eduardo Felipe Arroja Almeida. Pelatih asal Portugal ini mengaku sedang mempersiapkan tim dan evaluasi dari Piala Menpora 2021.

“Tugas saya sekarang mempersiapkan tim untuk Liga 1,” tegasnya.(der)

Arema FC Tunggu Dinamika Kompetisi di Kongres

Arema FC Vs Tira Persikabo di Piala Menpora 2021. (Istimewa)

MALANGVOICE – Manajemen Arema FC menunggu dinamika perkembangan kompetisi sambil menanti Kongres PSSI yang dijadwal pada 29 Mei mendatang.

Kompetisi Liga 1 2021 rencananya digelar pada Juli ini, beberapa wacana muncul tentang format kompetisi dan usulan tidak adanya degradasi.

“Arema FC akan menunggu dinamika perkembangan terkait persiapan kompetisi sejauh ini seperti apa. Sebagain klub memang mengusulkan wacana tersebut, tapi bagi Arema FC keputusannya adalah tetap di kongres,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Namun demikian, Sudarmaji mengatakan hal yang paling urgensi adalah situasi digelar dalam kondisi darurat pandemi Covid-19.

“Namun yang harus menjadi fokus adalah bahwa kompetisi digelar dalam kondisi darurat pandemi yang memang berdampak aktivitas sekaligus kelangsungan hidup klub, maka yang perlu dikaji adalah tentang kondisi tersebut,” paparnya.

Tim berjuluk Singo Edan sendiri sejauh ini masih terus mendukung penuh kompetisi untuk tetap digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Sementara kompetisi harus didukung penuh untuk tetap digelar dengan kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Melihat pengalaman di Piala Menpora 2021, harusnya bisa dijadikan sebagai pijakan untuk menjalankan protokol kesehatan yang diaplikasikan pada kompetisi Liga 1 2021.

“Pengalaman Piala Menpora 2021 bisa dikomparasi untuk bisa dijalankan dengan tetap melakukan evaluasi,” tandasnya.(der)

Eduardo Almeida Resmi Tukangi Arema FC

Eduardo Filipe Arroja Almedia. (istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC resmi mengontrak pelatih asing, Eduardo Filipe Arroja Almeida untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2021.

Pelatih asal Portugal ini menjadi jawaban atas kebutuhan tim Singo Edan di kompetisi tahun ini. Sebelumnya, Arema FC mengandalkan Kuncoro sebagai pelatih kepala dan gagal di Piala Menpora.

Eduardo resmi dikenalkan ke publik pada Senin (5/5) melalui akun Instagram Arema FC Official. Selanjutnya, Eduardo akan berangkat ke Malang dan menjalankan program latihan.

Baca Juga: Gagal Lolos Babak Delapan Besar, Arema FC Juru Kunci Grup A Piala Menpora

“Setelah visanya keluar, ia segera berangkat menuju Malang. Sesuai prokes, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri sebelum resmi melatih, ” ungkap Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Ruddy berharap kedatangan Eduardo tidak terkendala apapun sehingga bisa segera mendarat di Bumi Arema awal bulan ini. Dengan begitu, setelah lebaran Idul Fitri 2021 nanti ia bisa langsung melatih Dendi Santoso dkk.

Pelatih kelahiran Lisbon ini tak asing di kancah sepak bola Asia. Eduardo pernah melatih tim Semen Padang pada musim 2019.

Dengan berbekal pengalamannya itu, Ruddy menaruh optimisme kepada Eduardo agar bisa mengangkat prestasi Singo Edan di musim mendatang.

“Kami sangat berharap dukungan banyak pihak, pemain, official dan fans untuk memberikan support yang positif agar pelatih ini dapat membentuk karakter dan kerja sama tim serta memotivasi kerja keras tim agar Arema FC berprestasi,” tandas Ruddy.(der)

Gagal Lolos Babak Delapan Besar, Arema FC Juru Kunci Grup A Piala Menpora

PSIS Semarang melawan Arema FC. (istimewa)

MALANGVOICE – Perjuangan Arema FC lolos ke delapan besar di Piala Menpora pupus sudah setelah kalah hadapi PSIS Semarang di Stadion Manahan Solo dengan skor 3-2, Selasa (30/03).

Betapa tidak? Syarat kelolosan Singo Edan adalah harus bisa mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3 – 0 pada laga ini.

Nasib Singo Edan di Grup A memang sudah berada di ujung tanduk. Jika Arema FC menang melawan PSIS Semarang dengan skor 3 – 0 pun juga masih menggantungkan nasib ke Barito Putera.

Hal itu karena di Grup A, Arema FC hanya mengantongi 1 poin saja, dan menduduki posisi ke 3 setelah PSIS Semarang dan Barito Putera. Jika Barito Putera menang atau imbang melawan Persikabo 1973, maka Arema FC dapat lolos bersama Barito Putera.

Bukan kemenangan dengan skor 3 -0 yang diraih Arema FC, malah kalah dengan skor 2 – 3. Padahal Barito Putera dab Persikabo Bogor sudah membuka peluang bagi Arema FC untuk lolos dengan hasil pertandingan 2-2.

Pada laga terakhir melawan PSIS Semarang, Singo Edan sempat membuka peluang saat Dedik Setiawan mencetak gol di menit ke-8. Namun menjelang turun minum Arema FC kebobolan oleh gol Komarudin hingga menyamakan kedudukan 1-1.

Ketika babak kedua dimulai Arema FC kembali kebobolan di menit 63 oleh bek PSIS Semarang, Pratama Arhan lewat tendangan bebas melengkung menggunakan kaki kiri.

Tim arahan Kuncoro ini sempat kembali menyamakan kedudukan dari gol kedua Dedik melalui titik penalti, skor 2-2.

Menjelang akhir pertandingan tepat pada menit 90 Arema FC kembali kebobolan lagi oleh Riyan Ardiansyah yang baru masuk di menit 70. Gol itu membuat Arema terpuruk karena gagal mendapat poin. (der)