Paket Misterius Arema FC Dukung dari Hamur

Tas misterius Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jelang bergulirnya Piala Menpora 2021, tim Arema FC punya cara unik sosialisasikan ke suporter setianya, Aremania. Kampanye Dukung dari Hamur bertujuan agar suporter tidak datang ke stadion saat pertandingan berlangsung.

Kampanye itu didukung dengan menyelipkan paket misterius yang dikemas dalam totebag yang bertuliskan sesuai kampanye Dukung dari Hamur.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, paket tas itu berisi produk UMKM khas Malang, namun isinya tidak bisa dipilih.

“Kami mencoba untuk memberikan sesuatu yang berbeda, kendati sepakbola harus tanpa penonton tapi kami ingin membawa semangat ini ke sektor lain, terutama di sektor UMKM,” kata Sudarmaji.

Kampanye ini dilakukan tim Singo Edan agar Piala Menpora 2021 bisa berjalan lancar, karena salah satu syarat mutlak yang harus dijalani adalah pertandingan tanpa suporter lantaran pandemi Covid-19.

Kepedulian dalam mengembangkan UMKM sengaja dipilih Arema FC karena sektor ini dinilai paling terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Pandemi Covid-19 ini menjadi ujian kita bersama, ketika sepak bola bangkit, Arema FC memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menggerakkan sektor lainnya,” imbuh Sudarmaji.

Tas dengan jenis totebag itu memang dikemas secara esklusif menggunakan bahan yang cukup baik. Tas beserta paket produk UMKM tersebut dibanderol dengan harga terjangkau dan unik yakni 99 ribu dengan sistem pembelian pre order.
Nantinya produk UMKM akan terdapat di dalam tas tersebut.

“Kami rasa jangan hanya dilihat tasnya, tapi bagaimana tas ini bisa memberikan manfaat untuk banyak orang” paparnya.
Harapannya tentu saja ketika paket ini sampai ke tangan Aremania, produk UMKM yang terdapat dalam paket tersebut bisa dinikmati sebagai teman untuk menonton pertandingan dari rumah,” tutupnya.

Piala Menpora 2021 direncanakan digelar selama 18 hari. Tim Arema FC melawan Tira Persikabo akan menjadi pertandingan pembuka di Stadion Manahan, Solo pada 21 Maret.(der)

Kompetisi 2020 Dihentikan, Arema FC Patuhi Keputusan Federasi

Media Officer Arema FC, Sudarmaji. (@ijamradus76)

MALANGVOICE – Rapat Exco PSSI pada Rabu (20/1) menghasilkan beberapa keputusan soal kelanjutan kompetensi 2020.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, menjelaskan, dari keputusan itu ditetapkan kompetisi 2020-2021 dihentikan karena kondisi force majeure pandemi Covid-19. Kedua, tidak ada juara atau degradasi, sehingga peserta kompetisi 2021 adalah peserta musim 2020. Terakhir kontrak pemain diatur diatur klub sesuai keadaan kahardi dalam kontrak masing-masing klub.

Menanggapi itu, perwakilan klub Liga 1, Arema FC menerima keputusan tersebut dengan legawa. Menurut Media Officer Arema FC, Sudarmaji, keputusan itu perlu ada surat resmi yang ditujukan kepada klub.

“Atas keputusan menghentikan kompetisi 2020, Arema patuh keputusan PSSI. Kami berharap ada surat ditujukan klub sebagai pegangan. Surat itu perlu diback up langkah kebijakan federasi agar bisa komunikasi sponsorship,” kata Sudarmaji.

Dikatakan Sudarmaji, proteksi klub saat ini sangat penting. Pasalnya selama kompetisi terhenti tidak ada aktivitas apapun termasuk pendapatan ke klub.

Sudarmaji menyatakan, aktivitas sepak bola sangat penting untuk kelangsungan seluruh personel yang terlibat.

“Keinginan Arema yang diharapkan bagaimana sepak bola aktif kembali. Tapi aktivitas sepak bola penting menjaga kelangsungan hidup stakeholder sepak bola, termasuk pemain, pelatih dan banyak lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Sudarmaji berharap ada izin penyelenggaraan kompetisi 2021. Pasalnya, selama musim lalu kompetisi terhenti karena tidak ada izin dari kepolisian.

“Ini ada harapan baru dari penunjukan Kapolri baru, harapannya sepak bola kembali digelar dengan prokes kesehatan dan regulasi mengikat ke klub itu sendiri,” tandasnya.(der)

Lupakan Kompetisi 2020, Arema FC Optimistis Momentum Pergantian Kapolri Keluar Izin Liga 1

Media Officer Arema FC, Sudarmaji. (deny rahmawan)
Media Officer Arema FC, Sudarmaji. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC berharap momentum pergantian Kapolri dalam waktu dekat ini bisa menentukan nasib kelanjutan kompetensi Liga 1. Hal ini terungkap setelah Pemilik klub Liga 1 2020 dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menggelar rapat virtual membahas nasib kompetisi, Jumat (15/1).

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2020 terhenti hingga saat ini tanpa ada kejelasan karena status pandemi Covid-19. Dalam rapat tersebut mayoritas meminta membubarkan kompetisi musim 2020 dan diganti dengan musim baru 2021.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, optimisme kini muncul pada sosok calon Kapolri yang ditunjuk. Ia mengungkapkan kelanjutan Liga 1 bisa jadi merupakan momentum ‘fit and proper test pucuk pimpinan Polri.

“Kita dari Arema FC berusaha untuk optimistis sepakbola bisa digelar kembali. Karena itu adalah momentum fit and proper test pucuk pimpinan Polri,” katanya sesuai rilis yang diterima MVoice, Jumat (15/1).

Arema FC memang menaruh harapan tinggi di momentum pergantian pucuk pimpinan Polri yang akan dilakukan sebentar lagi, menyusul masa purnabhakti Kapolri Jenderal Idham Aziz yang akan digantikan oleh calon tunggal Kapolri, Kabareskim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Sebab, digulirkannya Liga 1 bisa jadi tergantung izin kepolisian.

Menurut Sudarmaji, sepak bola ini menghidupi banyak orang. Karena itu penting dipertimbangkan kelanjutan sepak bola dengan ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Kami memohon agar izin atas terselenggaranya kompetisi dengan tetap patuh kepada aturan pemerintah tentang prokes bisa menjadi perhatian. Sebab sepakbola ini menghidupi banyak orang, tentunya juga menjaga kelangsungan hidup klub juga banyak orang mulai pemain, pelatih, karyawan dan juga stake holder lain seperti sponsorship, pemerintah daerah yang berharap PAD juga televisi terkait hak siar. Karena itu, kita sangat berharap ada solusi alternatif dan bijak terkait kondisi sepakbola Indonesia,” tandas Sudarmaji.

Adapun enam poin penting hasil rapat virtual oleh Pemilik klub Liga 1 2020 dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) adalah;

1. Mayoritas klub Liga 1 mengusulkan pembubaran Liga 1 2020.

2. Mayoritas klub Liga 1 mengusulkan digelarnya Liga musim baru yakni musim 2021. Dengan proyeksi penyelenggaraan (seperti rencana PT Liga) adalah Maret sampai November 2021.

3. PSM Makassar mengusulkan penghapusan sistem degradasi untuk Liga 1 musim 2021. Usulan ini didukung oleh Barito Putera, Borneo FC, Persita Tangerang dan PSS Sleman.

4. PT Liga sudah mengajukan permintaan lima ribu paket vaksin. Vaksin ini akan dibagikan untuk klub Liga 1.

5. RUPS para pemegang saham PT Liga Indonesia Baru akan digelar Februari atau Maret 2021.

6. Hasil meeting ini akan diteruskan ke PSSI untuk segera ditindaklanjuti.(der)

Hasil Konfirmasi ke Kemenkumham, Wali Kota Sutiaji: Yayasan Arema Diblokir

Wali Kota Malang Sutiaji temui Aremania di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang telah mengonfirmasi status Yayasan Arema ke Kementerian Hukum dan HAM. Hasilnya, diketahui bahwa Yayasan Arema telah diblokir.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (25/11). Bahwa Yayasan Arema yang diketuai Muhammad Nur telah diblokir.

“Hasil sekda (sekretaris daerah) ke Kemenkumham bahwa yayasan pengurusnya sudah banyak mengundurkan diri yang diketuai Muhammad Nur, dan oleh Pak M. Nur telah memblokir yayasan,” katanya.

Alasan diblokir, lanjut dia, karena khawatir ada orang lain mendaftarkan Yayasan Arema.

“Kenapa, karena bisa jadi ada kekhawatiran, bisa jadi ada orang lain mendaftarkan mengatasnamakan Yayasan Arema,” sambung dia.

Menindaklanjuti itu, Wali Kota Sutiaji telah memerintahkan sekda untuk mengonfirmasi langsung kepada mantan ketua pengurus Yayasan Arema, M. Nur.

“Saya perintahkan sekda ke Pak M. Nur , namun masih belum bisa ditemui,Insya Allah dalam waktu dekat akan kami informasikan lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aremania mendesak Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang untuk mengusut Yayasan Arema. Sebab, tak jelasnya keberadaan yayasan berdampak dualisme berkepanjangan. Aremania menuntut satu Arema.(der)

Temui Aremania, Sutiaji Janji Tuntaskan Dualisme

Wali Kota Malang Sutiaji temui Aremania di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji dan Forpimda Kota Malang menemui ratusan Aremania yang menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). Ia berjanji akan menuntaskan konflik dualisme berkepanjangan, hampir satu dekade lamanya, sesuai tuntunan aksi tersebut.

Sutiaji mengapresiasi aksi damai yang digelar Aremania bertajuk ‘Make Malang Great Again’ tersebut. Terlebih yang diinginkan suporter atau massa aksi hanya bersatunya Arema dan mengakhiri dualisme.

“Tidak ada yang menghujat, karena yang dikehendaki adalah bersatunya arek – arek Malang. Kita tidak ingin di bumi Arema masih ada saya paling hebat. Namun yang dikehendaki adalah satunya Arema,” ujarnya dihadapan ratusan Aremania.

Ia melanjutkan, telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajarannya untuk menelisik Yayasan Arema melalui Kementerian Hukum dan HAM. Aremania juga diminta untuk berkomunikasi satu pintu agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menuntaskan polemik ini. Ia juga mewanti-wanti agar tidak gampang mempercayai isu tentang Arema yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

“Siapapun yang tidak menghendaki kebersamaan bersatunya Arema, berarti dia adalah penghianat Arema. Orang di luar senang Arema berpecah,” pungkasnya.(der)

Bosan Dualisme, Aremania Desak Penuntasan Konflik Yayasan Arema

Aremania menggelar aksi damai mendesak penuntasan konflik dualisme di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11).(Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ratusan suporter klub Arema, Aremania memenuhi depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). Mereka menyerukan Arema bersatu, menyusul konflik dualisme yang berkepanjangan.

Berkumpulnya Aremania membuat jalanan seperti tribun, mereka menggenakan atribut lengkap warna biru. Ada pula yang membawa bendera berlogo singa, simbol klub berjuluk Singo Edan itu.
Beberapa suporter menyajikan kreativitasnya dengan memural wajah. Spanduk panjang dibentangkan bertajuk ‘Save Yayasan Arema 1987’ di bundaran monumen Tugu Malang.

“Ini gerakkan murni selamatkan Arema malah difitnah ditunggangi politik,” ujar orator aksi melalui alat pengeras suara.

Aremania menyatakan akan menunggu hingga pimpinan dewan keluar untuk mediasi. Sebab, aksi ini menjadi jalan satu-satunya menuntaskan konflik.

“Ketika jalur baik-baik ini tidak didengarkan maka kami wadul (mengeluh) ke wakil rakyat,” ujar orator aksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada akun resmi aksi @mmgachannel atau Make Malang Great Again. Dijelaskan sehubungan dengan konflik dualisme PS Arema yang telah berlangsung lebih kurang 9 tahun sejak tahun 2011 yang mengancam hilangnya identitas asli Klub Arema, kebanggaan Aremania.

Dan mengingat, konflik dualisme PS Arema ini telah merusak pikiran – hati – jiwa – persaudaraan dan mencoreng nama baik masyarakat Malang raya, khususnya Aremania di pentas panggung sepak bola Indonesia.

Juga mempertimbangkan ketidakjelasan kapan konflik ini akan berakhir, maka dengan ini, kami Aremania yang tergabung dalam pergerakan Make Malang Great Again meminta diadakan temu muka atau mediasi atau diskusi antara Organ Yayasan Arema yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 dengan perwakilan Aremania.

Adapun Organ Yayasan Arema yang kami maksud adalah semua Organ yang masih Aktif atau Non Aktif setidaknya berdasarkan SK MENKUMHAM tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317 yang setidaknya sampai tahun 2015 diakui Kemenkumham masih sah menjabat sebagai Organ Yayasan Arema.

Dengan rincian:
Pembina : Darjoto Setyawan
Pengawas : Bambang Winarno
Ketua : Muhamad Nur
Bendahara : Rendra Kresna

Sedangkan sekretaris Yayasan Arema, Mudjiono Mudjito telah meninggal dunia.

Tujuan Aksi Damai Aremania 16 November 2020 di depan gedung Balai Kota Malang

1. Meminta Organ Yayasan Arema tahun 2009. Turun temui Aremania. Mediasi damai untuk kejelasan Konflik Dua Arema di Indonesia.

2. Meminta siapapun Instansi di pemerintahan untuk memfasilitasi membantu memanggil dan mendatangkan organ Yayasan Arema bertemu dengan Aremania.(der)

Arema FC Mendesak Polisi Beri Izin Pertandingan Sepak Bola

Skuat Arema FC. (Arema FC Official)
Skuat Arema FC. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC mendesak Polri mengeluarkan izin digelarnya pertandingan sepak bola di Indonesia.

Pernyataan ini diungkapkan CEO Arema FC, Ir Agoes Soerjanto. Menurutnya, berhentinya kompetisi ini berdampak kepada kelangsungan hidup operasional klub, selain itu juga dirasakan dampaknya bagi para pekerja di sepakbola.

Sementara, Klub telah berusaha untuk menjalankan aturan protokol kesehatan dalam segala aktivitasnya, termasuk kesiapannya menyambut digulirnya kembali kompetisi.

Menurut Agoes, hampir setahun kompetisi sepakbola dihentikan karena alasan Covid 19, namun klub Arema FC tetap berusaha bertahan dengan menjalankan operasional klub kebanggaan warga Malang Raya ini agar tetap eksis.

“Sekali lagi kami mohon agar kepolisian segera memikirkan untuk mengeluarkan izin resmi pertandingan. Kami juga sangat berharap kompetisi resmi bisa digelar dengan tetap menjaga ketat kepatuah protokol kesehatan. Karena itu, dalam program berlatih hal itu sangat diperhatikan dan dijalankan,” ujar Agoes.

Agoes menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Malang yang telah mengingatkan kepada jajaran Manajemen Arema FC terkait gelaran latihan bersama dengan Madura United sore tadi dalam menjaga kepatuhan protokol kesehatan.

Latih bersama digelar menjadi bagian dari program pelatih yang meminta kepada manajemen agar digelar sesi games untuk menguji kemampuan tim. Dan manajemen memenuhinya. Sebelumnya, Arema FC telah melakukan latihan bersama dengan klub klub lain di seputar Malang Raya, termasuk dengan klub Arema FC U-20. Untuk mengasah hasil program latihan yang dilakukan secara ketat sejak Agustus 2020 lalu, maka dibutuhkan latih tanding bersama klub yang memiliki kemampuan yang sama, salah satunya dengan Madura United.

Lantaran, program yang digelar hanyalah sifatnya internal dan tertutup, serta dalam pengawasan ketat dokter masing masing klub dalam menjalani kepatuhan protokol kesehatan, maka kedua klub sepakat untuk menjalankanya.

“Karena sifatnya hanya latihan bersama seperti biasa digelar, kami tidak melakukan sosialisasi ke pihak luar manapun. Karena memang hanya latihan seperti biasanya, dan stadion selalu kita minta pengelola menutupnya dari akses umum,” ujarnya.

Terkait penyiaran via streaming jalannya latih tanding melalui akun resmi klub, menurut Agoes, itu menjadi bagian dari upaya memberikan hiburan kepada Aremania, yang hampir delapan bulan tidak menikmati hiburan sepakbola dengan datang ke stadion.

“Mereka harus dibiasakan menikmati sepakbola di rumah. Selama Covid masih mewabah, maka mereka harus stay home, tidak boleh datang ke stadion, maka sebagai upaya menebus kerinduan mereka untuk tahu perkembangan klub yang mereka banggakan, maka disuguhkan live streaming. Sekaligus ini untuk membuktikan kepada semua pihak, bahwa Aremania sangat patuh dengan protokol kesehatan,” papar Agoes.

Dalam kesempatan ini, pria yang juga menjabat Waketum GM FKPPI ini, menegaskan pihaknya tidak ada upaya untuk menggelar pertandingan sepakbola dengan maksud untuk mengundang animo, apalagi sampai melanggar ketaatan dan kepatuhan protokol kesehatan.

“Murni ini untuk menjalankan program latihan yang telah disusun pelatih, dan dilakukan ketat dengan protokol kesehatan. Semua pemain telah menjalani swab, sebelum main ada alat pengukur suhu, juga diawasi langsung oleh dokter kedua klub. Namun bagaimanapun, kami sampaikan teirma kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengingatkan kami agar menjaganya,” pungkasnya.(der)

Pasca Karantina Covid-19, Bruno Smith Disodori Kontrak Singo Edan

Bruno Smith resmi pemain asing Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC meresmikan pemain baru di kompetisi Liga 1, Bruno Smith. Pemain asal Brasil ini diikat satu musim berseragam Singo Edan.

Tanda tangan kontrak dilakukan pada Rabu (21/10) di Kandang Singa.

“Bruno Smith resmi menjadi pemain Arema FC, setelah tanda tangan kontrak hari ini,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sebenarnya Bruno Smith sudah lama berada di Malang, namun, saat tes medis ia terpapar Covid-19 sehingga harus menjalani karantina beberapa hari. Kini kondisi Bruno Smith sudah baik dan kembali mengikuti latihan bersama rekan lainnya.

“Bruno kami kontrak selama semusim. Ini adalah bukti keseriusan Arema FC untuk mempersiapkan diri jelang bergulirnya lanjutan Liga 1 2020,” jelas Sudarmaji.

Bruno Smith diproyeksikan bermain sebagai gelandang serang. Selain Bruno, pemain asing lainnya yang dikontrak adalah Caio Ruan asal Brasil. Kemampuannya akan dicoba dalam ujicoba melawan Madura United sore ini di Stadion Kanjuruhan.(der)

Pemain Anyar Arema FC, Bruno Smith Positif Covid-19

Bruno Smith menjalani tes kesehatan. (Dok. Arema FC)

MALANGVOICE – Legiun asing Arema FC, Bruno Smith terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. Pemain asal Brasil ini terpaksa berpisah bersama tim karena menjalani perawatan dan karantina.

Pemain 28 tahun yang baru datang awal pekan ini diketahui positif Covid-19 setelah menjalai tes swab pada Selasa (6/10) lalu.

Dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, membenarkan hal tersebut. Sekarang ini, Bruno Smith menjalani isolasi mandiri di safe house yang disediakan Arema FC.

“Dia tidak ada gejala apa-apa. Hanya preventif saja maka Bruno diisolasi mandiri,” kata Nanang saat dikonfirmasi MVoice, Rabu (7/10).

Isolasi mandiri yang dilakukan Bruno Smith ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari. Kemudian ia akan menjalani tes swab untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

Carlos Oliveira Tak Ingin Main-Main di Arema FC

Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira, mengaku tak akan main-main bersama tim barunya. Meski di kompetisi Liga 1 tahun ini tidak ada degradasi, namun ia siap habis-habisan melakukan yang terbaik.

“Siapa mau berada di papan di bawah, semua pelatih tidak ada yang mau. Saya akan junjung tinggi siapa yang saya bela. Saya datang ke sini untuk menang, saya tidak ingin main-main, saya ingin berprestasi,” ujarnya.

Keoptimisan pelatih asal Brazil ini bukan tanpa sebab, ia ingin petualangannya bersama Singo Edan bisa membawa ke kompetisi yang lebih tinggi lagi, yakni di level Asia.

Carlos sendiri mengaku akan membuat Arema FC bermain agresif. “Saya dulu bermain sebagai penyerang, saya berusaha ajarkan permainan bagus,” lanjutnya.

Semenjak dikenalkan sebagai pelatih kepala, Carlos langsung memantau latihan anak asuhnya di Stadion Kanjuruhan. Rencananya sore ini juga ada game internal. Di sana ia mengaku bakal dijadikan persiapan Liga 1 yang kembali bergulir Oktober ini.

“Persiapan hanya tiga atau dua pekan tidak masalah, yang penting sinergi pemain terbentuk dan ada tekad untuk juara,” tandasnya.(der)