DPRD Tetapkan 11 Agustus Sebagai Arema Day

Suasana perayaan HUT ke-33 Arema di Ruang Paripurna DPRD Kota Malang, Selasa (11/8). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – DPRD Kota Malang menetapkan 11 Agustus sebagai Arema Day atau Hari Arema. Hal itu diharapkan semakin menguatkan semangat Salam Satu Jiwa di Bhumi Arema.

“Kami DPRD secara defacto menetapkan 11 Agustus sebagai Arema Day di Kota Malang, dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, atas inisiatif DPRD Kota Malang diharapkan tidak hanya ASN tapi seluruh warga Malang wajib beratribut Arema,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika di Ruang Paripurna, Selasa (11/8).

Made menambahkan, pada momentum tersebut, bagi warga kelahiran 11 Agustus juga diharapkan mendapatkan keistimewaan. Dicontohkannya mengurus SIM gratis, serta biaya administrasi pelayanan publik lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji berharap pada ulang tahun ke-33 Arema ini terus mengalir kesuksesan dan kekompakan dalam mengembangkan klub sepakbola. Ia juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Semoga jiwa singo edannya tetap menggelora. Arema dari Malang untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, seluruh anggota DPRD Kota Malang kompak mengenakan atribut Arema lengkap dengan syal. Hadir pula General Manager Arema FC Ruddy Widodo dan Tokoh Arema, Ovan Tobing.(der)

Dua Patung Singa Temani Rapat Paripurna DPRD Kota Malang

Patung singa biru disiapkan di ruang paripurna DPRD Kota Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Anggota DPRD Kota Malang sepakat menggunakan atribut Arema saat sidang paripurna pada Selasa (11/8). Ini merupakan momen perayaan HUT ke-33 Arema.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengatakan, paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Banggar dan penyampaian pendapat fraksi.

“Kami sudah instruksi seluruh anggota dewan pakai atribut Arema karena besok hari spesial. Syukur semua merespon dengan baik,” kata Made, sapaan akrabnya, Senin (10/8).

Sebelum paripurna dimulai, Made mengatakan akan menyelipkan beberapa acara untuk merayakan HUT ke-33 Arema. Acara itu adalah nyanyi lagu bareng serta pemberian apresiasi kepada manajemen Arema berupa 11 thermogun, 8 hand sanitizer, dan 1987 masker.

“Besok kami undang manajemen Arema. Kami ingin berikan bingkisan dari DPRD yang disampaikan murni dari anggota. Dan ada bantuan masker dan thermogun dari masyarakat yang dititipkan ke kami,” jelas Made.

Selain itu, Made berinisiasi mengajak seluruh anggota dewan menyepakati pada 11 Agustus akan diberi peringatan Arema Day. Made menjelaskan, pada 11 Agustus mendatang merupakan hari istimewa yang bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Salah satunya pembuatan SIM gratis dan pengurusan surat-surat dipermudah.

“Kita buat sebagai bentuk apresiasi dan kenghargaan Arema karena menjadi ikon malang. Karena dengan Salam Satu Jiwa muncul kebersamaan sehingga DPRD periode ini mencanangkan 11 Agustus sebagai Arema Day,” jelasnya.

Paling istimewa lagi, pada paripurna 11 Agustus 2020 akan ada dua patung singa berwarna biru. Patung itu sengaja diletakkan di depan ruang paripurna sebagai simbol atau maskot Singo Edan.(der)

Ditinggal Abah Gomez, Manajemen Arema FC Cari Pengganti

Pelatih Arema FC, Mario Gomez. (deny rahmawan)
Pelatih Arema FC, Mario Gomez. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kehilangan Mario Gomez yang mundur sebagai pelatih kepala Arema FC membuat tim Singo Edan segera mencari pengganti.

Kehadiran pelatih kepala sangat dibutuhkan jelang bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 2020 pada Oktober mendatang.

Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan, sudah ada beberapa nama yang dibidik menggantikan posisi Mario Gomez. Namun, pelatih yang diprioritaskan adalah pelatih asing.

“Calonnya antara lokal dan asing. Kalau bisa asing soalnya ada nilai market dengan sponsor. Soal lisensi minimal A,” katanya kepada wartawan.

Saat ini proses pencarian pelatih baru masih dibahas dalam jajaran direksi. Ruddy mengakui sudah ada komunikasi dengan beberapa agen setelah pengumuman mundurnya Mario Gomez.

“Begitu muncul kabar Mario Gomez mundur agen dan pelatih pasti menghubungi. Cuma nanti tergantung keputusan direksi,” tambahnya.

Soal komposisi pemain, Ruddy mengaku tidak banyak berubah. Kecuali pemain asing seperti Jonathan Bauman yang kemungkinan kecil bertahan di Arema FC. Namun, semua itu diserahkan ke pelatih baru nantinya.

“Kita akan diskusi dengan dia suka atau tidak suka ya ini pemainnya. Nanti kita tunggu pelatih kepalanya,” ujar Ruddy.

Saat ini, skuat Singo Edan dipimpin para asisten berlatih rutin. Ia berharap soal pelatih tidak mempengaruhi semangat dan mental pemain.(der)

Jelang HUT Arema, Begini Pesan Wali Kota Sutiaji

Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengikuti pawai budaya beratribut Aremania di Semarang. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Arema pada 11 Agustus, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan pesannya. Agar Aremania, julukan suporter Arema, tidak menggelar perayaan mengundang kerumunan massa yang berpotensi menularkan Virus Corona atau Covid-19.

“Dalam situasi seperti ini (pandemi Covid-19) tentu teman – teman Aremania sadar bahwa tidak bisa konvoi hiruk pikuk (keramaian),” kata Sutiaji, Rabu (5/8).

Ia menyakini, Aremania memiliki empati atau kepekaan yang tinggi menyikapi situasi. Terlebih, telah banyak warga terpapar virus atau konfirmasi positif di Kota Malang sejak mewabah pada Maret silam. Tercatat sampai awal Agustus ini, jumlah konfirmasi positif mencapai 742 kasus.

“Aremania ayo tunjukkan Malang itu berbeda dengan yang lain. Mari merayakan ulang tahun dengan cara protokol Covid-19, menunjukkan bahwa Aremania juga bisa bersolidaritas akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sebagai gantinya, lanjut dia, telah disiapkan panggung pertunjukan secara virtual guna merayakan HUT tim sepakbola berjuluk Singo Edan tersebut.

“Nanti ada panggung virtual. Aremania bisa menikmati sajian di rumah masing-masing, semangatnya tetap salam satu jiwa,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Sutiaji bakal meminta seluruh pegawai atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk ikut merayakan dengan cara memakai atribut Arema saat berdinas kerja, 11 Agustus mendatang.(der)

‘Perang Bendera’ Bentuk Kreativitas Aremania Sambut HUT Klub Singo Edan

Atribut Arema terpampang sebelum peringatan HUT ke-33 Arema. (Istimewa)

MALANGVOICE – ‘Perang Bendera’ dimulai! Jelang hari jadi ke-33 klub kebanggaannya, Selasa (11/8) depan, Aremania membuktikan tajinya sebagai suporter kreatif tanah air dengan mulai membirukan Bhumi Arema.

Berbagai atribut Singo Edan termasuk bendera-bendera suporter tampak mewarnai sudut Malang Raya. Bendera suporter bahkan sudah berjejer dan membentang di jembatan kaca penghubung Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi yang melintasi aliran Sungai Brantas.

Seruan ini sebelumnya memang sudah dikoarkan para tokoh Aremania dan disampaikan ke kalangan suporter grassroot, korwil, komunitas dan elemen masyarakat. Salah satunya oleh frontman d’Kross-Aremania, Sam Ade Herawanto.

“Kreativitas ini sebagai wujud merayakan HUT ke-33 Arema secara masif, namun senyap,” ujar Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Bentuk perayaan ini dilakukan sehingga tidak mengurangi euforia ultah Singo Edan, meski tanpa konvoi di jalanan.

Tokoh Aremania yang juga dikenal sebagai musisi itu menambahkan, bahwa ini merupakan bentuk edukasi kepada Aremania supaya perayaan ultah klub tetap bisa digelar dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Sebagai gantinya, diagendakan berbagai supporting event seperti bakti sosial hingga konser virtual yang disiarkan live streaming.

“Sehingga rangkaian acara perayaan nanti selaras dengan jargon yang kita usung bersama, yakni ‘Jangan Kemana-mana, tapi Ada Dimana-mana,” tegas Sam Ade d’Kross yang juga tokoh pemuda dan olahraga.

Atribut suporter selain berupa bendera, bisa berupa syal, umbul-umbul, dekorasi gapura, patung berbentuk Singo Edan hingga memakai jersey klub.

Sebelumnya, manajemen Arema FC juga telah mengimbau agar Aremania dan warga Malang Raya merayakan ultah Singo Edan dengan mengibarkan bendera Merah Putih bersanding dengan bendera Arema dan Aremania, untuk mengisi bulan Kemerdekaan RI yang bersamaan bulan lahirnya tim pujaan Arek-arek Malang.(der)

Arema FC Kehilangan Mario Gomez

Pelatih Arema FC, Mario Gomez. (deny rahmawan)
Pelatih Arema FC, Mario Gomez. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Tim Arema FC menggelar latihan perdana usai libur karena pandemi Covid-19. Latihan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Senin (3/8) ini tanpa didampingi pelatih kepala, Mario Gomez dan pemain asing.

Kabar mengejutkan datang ihwal alasan Mario Gomez absen pada latihan tersebut. Ya, pelatih asal Argentina ini memutuskan mundur sebagai nakhoda Singo Edan musim ini.

Mudurnya Mario Gomez dari kursi pelatih Arema FC dibenarkan Manajer Arema FC, Ruddy Widodo. Ruddy mengatakan, Mario Gomez sudah menghubunginya sekitar dua pekan lalu.

Mantan pelatih Persib Bandung itu memilih tidak melanjutkan kontraknya di Arema karena ada beberapa kebijakan yang dianggap tidak cocok, terutama soal surat PSSI SKEP 48 dan 53.

“Intinya Gomez menyampaikan bahwa dirinya berterima kasih dan menyatakan bahwa tidak bisa berlanjut dengan situasi yang ada sekarang. Situasi yang dimaksud adalah terkait kebijakan renegosiasi berdasar surat PSSI,” kata Ruddy.

Selain itu, Mario Gomez juga sudah keluar dari grup tim pelatih disusl Marcos Gonzalez. Manajemen, kata Ruddy, sudah berusaha bernegoisasi ke agen Mario Gomez agar bisa bertahan di Arema FC melanjutkan kompetisi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan agen Mario Gomez kami sampaikan soal renegosiasi kontrak. Kemarin Jumat, Gomez juga sudah keluar dari grup whatshap pelatih. Jadi saya sampaikan kepada asisten bahwa mungkin latihan perdana tanpa pelatih kepala,” ujar Ruddy.

Dengan begitu, sementara ini skuad Singo Edan berlatih dipimpin asisten Charis Yulianto, Kuncoro, dan Singgih Pitono.(der)

Arema FC Luncurkan Logo dan Jargon “Sluman Slumun Slamet” di HUT ke-33

Logo HUT ke-33 Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim Arema FC meluncurkan logo sekaligus jargon di HUT ke-33 tahun ini. Jargon yang diusung adalah “Sluman Slumun Slamet”.

Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan, Singo Edan pantang menghindar dari rintangan, tapi jalani dengan tetap fokus ikhlas dan yakin Arema FC berlimpah keberuntungan.

Tak heran, Singo Edan meyakini istilah Jawa “Sluman Slumun Slamet” selalu datang, dirasakan dan menyelamatkan Arema FC dalam setiap menghadapi kesulitan.

Sluman Slumun Slamet dalam arti konstruktif yakni mendapatkan keselamatan keberuntungan atas kehendak Tuhan, dan bukan sekadar keselamatan dari asal kata selamat dari bahaya, tapi lebih dari itu semua. Dari apa yang dijalani, dirasakan, maka sebagai wujud rasa syukur Manajemen Arema FC agar dalam perjalanan ke depan selalu diberi perlindungan, keselamatan dan kelancaran.

Karena itulah, di- usia 33 Tahun Arema FC, sepakat menjadikan “Sluman Slumun Slamet” sebagai jargon penyemangat dan semua yang mencintai Arema FC.

“Sluman Slumun Slamet, Semoga Arema FC tetap terjaga, terlindungi, eksis kapanpun, berlimpah keberuntungan. Sluman Slumun Slamet juga bagian dari ikhtiar kebersamaan, kebersatuan semua pihak juga Aremania, kami optimis momentum 33 tahun ini Aremania kompak bersatu, kompak bersama lewati kesulitan, meski tanpa penonton, kami yakin mereka akan bergerak bersatu dengan cara mereka mencintai kebanggaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menjelaskan soal logo HUT ke-33 Singo Edan. Logo ini berlatar belakang biru dan diberi angka 33. Di atas logo ada jargon Sluman Slumun Slamet. Sedangkan gambar singa dan logo Arema FC ada di tengah angka.

“Logo ini adalah milik semua pecinta tim Arema. Artinya logo bisa dipakai siapapun termasuk pengusaha lokal yang bergantung pada penjualan merchandise,” tutup Sudarmaji.(der)

Ganti Konvoi Perayaan HUT Singo Edan dengan Konser Virtual dan Bulan Bakti Sosial

Sam Ade d'Kross bersama perwakilan rapat gabungan Konser Virtual HUT ke-33 Arema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Perayaan HUT ke-33 Arema tahun ini dirayakan dengan berbeda. Jika sebelumnya selalu dengan acara konvoi, maka 11 Agustus ini diganti dengan konser virtual.

Ya, agenda ini mengusung tema “Bakti Sosial & Virtual Concert HUT ke-33 Arema” dengan tagline “Jangan Kemana-mana, Aremania Ada Dimana-mana”. Agenda ini disepakati dalam rapat bersama perwakilan Aremania, manajemen Arema FC, d’Kross, unsur aparat keamanan TNI-Polri, serta dari unsur akademisi pada Rabu (29/7).

Salah satu penggagas konser virtual, Ade Herawanto MT yang sekaligus sebagai pembina d’Kross, mengatakan, untuk mengganti kekecewaan Aremania dengan tanpa adanya konvoi, maka acara ini digelar sekaligus pencegahan penyebaran Covid-19.

Kepala BP2D Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto. (istimewa)
Kepala BP2D Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto. (istimewa)

“Dalam rangka sama-sama belajar dengan tetap semangat satu jiwa untuk menyatakan kecintaan terhadap Arema FC tanpa merugikan masyarakat lain terutama saat pandemi covid 19, yaitu belajar mematuhi protokol kesehatn dan belajar memberi contoh kpd adik2 aremania maupun suporter laim se Indonesia,” kata Sam Ade d’Kross.

“Maka dari berbagai elemen semua sepakat merayakan HUT ke-33 Arema dengan Bulan Bakti Sosial pada Agustus 2020 ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan, Bulan Bakti Sosial ini berupa kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta puncak acara di beberapa titik menggelar konser virtual live streaming padal 10 Agustus pukul 19.30 – 22.30 WIB. Acara kemudian dilanjutkan pada 11 Agustus dengan khataman Alquran serta agenda lain.

Konser virtual HUT ke-33 Arema berupa live streaming ke berbagai kanal didukung semua media partner se Malang Raya. Konser itu tanpa penonton, maksimal 30 orang dilaksanakan di Hall Studio UB TV rektorat Universitas Brawijaya (UB) dan disiarkan secara live ke penjuru dunia.

Sementara kegiatan bulan bakti sosial tersebut didukung tim Aremania medis di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang di bawah koordinasi dr Fauzi dari klinik KRI Ronggo tajinan dan tim relawan medis lain.

“Penggalangan donasi di bulan bakti sosial Aremania berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis serta bantuan sembako. Belajar berbagi kepada sesama, di saat kita dalam kondisi kekurangan karena pandemi, meski hanya tikides-tidikes, Inshaa Allah akan sangat besar manfaat bagi kita,” pesan Sam Ade.

Terpisah, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, ikut memastikan bahwa agenda besar di HUT Singo Edan ini bisa meredam pesta para suporter.

Mewakili manajemen Arema FC, Sudarmaji mengapresiasi gagasan agenda itu karena sebagai bentuk support perayaan HUT Arema dengan mementingkan protokol kesehatan.

“Selain unsur hiburan, lebih dari itu kegiatan ini ditujukan untuk hal yang lebih mulia, yakni memberi bantuan sosial kepada sesama,” tegasnya.(der)

Lima Penggawa Singo Edan Dipanggil Timnas, Persiapan Kualifikasi Piala Dunia

Skuat Arema FC. (Arema FC Official)
Skuat Arema FC. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Lima pemain Arema FC dipanggil PSSI ikuti persiapan Timnas di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022.

Lima pemain itu akan gabung pemusatan latihan pada 23 Juli-8 Agustus 2020 di Stadion Madya Senayan Jakarta.

Kelima pemain itu adalah Bagas Adi Nugroho, Johan Ahmat Farizi, Hendro Siswanto, Muhammad Rafli dan Kushedya Hari Yudo.

“Arema FC mendapatkan surat resmi dari PSSI soal pemanggilan pemain Timnas senior dan sudah disampaikan kepada yang bersangkutan,” kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Dengan begitu, kelima pemain itu diprediksi absen di sesi latihan perdana tim Singo Edan pasca terhenti karena pandemi Covid-19.

Sesuai rencana, latihan akan digelar paling lambat awal Agustus sebagai persiapan kelanjutan kompetisi pada Oktober mendatang.

Sementara itu Timnas Indonesia sendiri akan menjalani pertandingan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 pada 8 Oktober, 13 Oktober dan 12 November 2020.(der)

Arema FC Gelar Rapid Test Gelombang Pertama

Rapid test Arema FC. (istimewa)

MALANGVOICE – Menjelang kembalinya kompetisi bergulir, tim Arema FC menggelar rapid test kepada pemain dan ofisial tim. Sebanyak 50-an orang hadir mengikuti rapid test yang digelar di Kandang Singa, Jumat (17/7).

Rapid test ini merupakan pengecekan kondisi tim sebelum latihan perdana selama pandemi Covid-19 ini yang dijadwalkan pada awal Agustus.

Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, dr Syifa Mustika, mengatakan, rapid test ini lebih lengkap dibanding tes yang dilakukan Pemkot Malang di beberapa cafe beberapa waktu ini.

“Pemeriksaan komperehensif jadi mulai pemeriksaan fisik, tensi, konsultasi dokter dan screening untuk rapid test Covid-19,” katanya.

Dengan tes ini, diharapkan dapat mengetahui hasil yang akurat karena mengambil sampel darah. “Darah dari vena kami proses baru dapat hasilnya. Harapannya akurasi lebih bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan hasil rapid test skuat Singo Edan ini akan diketahui sekitar satu sampai dua jam dan diserahkan langsung kepada manajemen Arema FC.

Meski begitu, ia tetap menyarankan ada tes kedua dengan jangka waktu 14 hari ke depan.

“Rapid test ini jangka waktu dua pekan. Idealnya sekarang non reaktif, dua minggu dicek lagi. Karena masa perkembangan Covid-19 14 hari. Sekarang rata-rata sehat semua asal dua minggu menggunakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, rapid test ini merupakan wujud dari penerapan protokol kesehatan untuk melindungi pemain dari penyakit. Karena tidak semua pemain dan pelatih hadir hari ini, dijadwalkan lagi rapid test gelombang dua dalam waktu dekat ini.

“Gelombang dua rencananya 28 Juli menjelang latihan,” tandasnya.

Diketahui kompetisi Tanah Air akan bergulir pada Oktober mendatang.(der)