Sediakan Kebutuhan Komunikasi Selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Luncurkan Paket New Freedom

Wulang Prabowo Edhi - Head of Sales East Java Indosat Ooredoo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyediakan kebutuhan komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru. Produk itu diberi nama paket New Freedom.

Paket New Freedom hadir dengan total kuota internet besar hingga 50GB dan semakin lengkap dengan gratis telepon ke semua operator. Paket itu memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga, dari sahur sampai waktu buka puasa tanpa perlu khawatir

Wulang Prabowo Edhi, Head of Sales East Java Indosat Ooredoo, mengatakan, selain fokus menyediakan paket Internet, IM3 Ooredoo juga menyadari bahwa komunikasi melalui panggilan suara masih penting dalam silaturahmi. Untuk itu paket New Freedom kini hadir lebih lengkap dalam berbagai pilihan sesuai kebutuhan pelanggan.

Harga paket mulai dari yang termurah Rp25.000 untuk total kuota 4GB; Rp70.000 untuk total kuota 20GB, dan paket New Freedom 50GB dengan harga Rp150.000, semua paket tersebut sudah termasuk Gratis Nelpon ke semua operator.

“Dengan paket New Freedom dari IM3 Ooredoo, kami berharap pelanggan dapat memperkuat tali persaudaraan, menikmati momen kebersamaan Ramadan yang menyenangkan tanpa rasa khawatir akan kehabisan kuota atau pulsa telpon. Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, kuota internet besar dan gratis nelpon ke semua operator,” ujarnya.

Dilaunchingnya paket New Freedom di Malang ini juga merupakan satu strategi dan menjawab kebutuhan pelanggan setia IM3 Ooredoo.

“Pelanggan juga akan tetap nyaman dalam menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan, Lebaran, hingga perjalanan Mudik dengan 4G Plus yang tersedia di seluruh jaringan Indosat Ooredoo,” jelasnya. (Der/Ulm)

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Petani di Kota Batu Keluhkan Rusaknya Tanaman Cabai

Potret cabai di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu yang mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi belakangan ini. (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Curah hujan tinggi yang mulai terjadi sejak Januari hingga April ini mulai membawa dampak kepada sektor pertanian yang ada di Kota Batu. Dalam hal ini, para petani cabai merasa tidak diuntungkan dengan kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.

Seperti yang dirasakan oleh Armanto (40), salah satu petani cabai di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Armanto yang memiliki lahan sekitar 500 meter per segi ini mengaku tanaman cabainya banyak mengalami kerusakan akibat curah hujan yang tinggi belakangan ini. Bahkan menurutnya, kerusakan tanaman cabai mencapai 50 persen.

Rusaknya tanaman cabai ini terlihat pada fisik cabai yang mulai layu dan terlihat pucat bercampur bintik-bintik hitam.

“Ya, kalau musim hujan seperti ini banyak cabai yang rusak busuk terkena penyakit. Mulai daunnya bule (kekuningan), layu, sampai terkena cacar” keluh Armanto saat diwawancarai di area persawahannya, Rabu (3/4).

Rusaknya cabai tersebut juga menyebabkan harga cabai anjlok sejak bulan januari lalu. Tak tanggung – tanggung, anjloknya harga cabai tersebut hingga mencapai angka Rp 6000 per kilogramnya.

Bahkan ia juga mengatakan untuk sekali panen saat ini hanya mendapatkan sekitar 50 kilogram cabai untuk panen terbanyak sejak Januari lalu. Sedangkan normalnya saat musim panas bisa mendapatkan hasil panen sekitar 90 kilogram.

Sementara itu, untuk pemeliharaan cabai saat musim hujan seperti ini harus dilakukan ekstra. Karena, obat yang disemprotkan untuk menghalau hama penyakit terus luntur karena terkena hujan. Sehingga butuh dana lebih untuk memelihara cabai rawit dikala musim penghujan seperti belakangan ini yang sering mengguyur Kota Batu.

Arman juga mengungkapkan bulan Februari lalu harga jual cabai sendiri mulai merangkak naik di angka Rp 9000 perkilogramnya. Sedangkan bulan maret hingga saat ini sudah di angka Rp 12 ribu perkilogramnya.

“Sempat turun sampai Rp 6000, tapi Februari mulai naik lagi harganya Rp 9000. Dan kalau sekarang sudah Rp 12.000 perkilonya” tandasnya.(Hmz/Aka)

Bekraf: Packaging Kuliner di Kota Malang Belum Menarik

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah Agam saat memberikan sambutan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Perkembangan kuliner yang pesat di Kota Malang ternyata menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Meski kuliner di Kota Malang dinilai sangat kreatif dan berkembang pesat, namun, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah Agam mengatakan jika packaging kuliner di Kota Malang belum menarik.

“Sebenarnya kami itu cari yang unik dan menarik. Malang itu terkenal loh kulinernya, misalkan seperti bakwan Malang, terkenal kan? Hanya saja packaging kurang,” ujar Syaifullah dalam acara Sosialisasi Kreatifood di Harris Hotel, Selasa (2/4).

Ia pun mengimbau kepada para pelaku usaha untuk terus mengembangkan ide-ide kreativnya. “Dengan sosialisasi ini, mereka jadi mengerti dan terus mengembangkan idenya,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pasar-pasar luar negeri tengah bersaing di Indonesia. Sayangnya, dari jumlah 300 ribu lebih, pasar lokal belum mampu bersaing.

“Kita tahu seperti restaurant dari negara Thailand dan Jepang, sudah menguasai hampir seluruh pasar-pasar Internasional. Maka dari itu, dengan sosialisasi ini para pelaku diharapkan siap bersaing, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional,” tegasnya.

Pada tahun 2020 mendatang, dijelaskan Syaifullah, diperkirakan lebih dari 140 ribu pasar berpotensi sebagai big market atau konsumen dengan kemampuan membayar tinggi. Dalam kesempatan itu pula, diharapkan produk kuliner lokal mampu bersaing hingga mancanegara.

“Bekraf juga bekerjasama dengan lembaga ekspor impor untuk memberi peluang baru bagi pelaku usaha kuliner untuk memperluas jaringan,” paparnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Fahmy Akmal mengatakan, Kreatifood tahun lalu, Kota Malang masuk dalam top seller untuk memasarkan produk dari FoodStartup Indonesia.

“Ini menunjukkan antusias pelaku usaha kuliner di Kota Malang sangat luar biasa,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Kpw BI Jatim: Kurangi Impor Agar Rupiah Tetap Stabil

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. (Lisdya)

MALANGVOICE – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Jumat (15/2), terpantau melemah di kisaran Rp 14.100.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, naik turunnya nilai tukar rupiah merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi.

“Ketidakstabilan ini memang sudah wajar. Kalau kemarin rupiah menguat, ya saat ini yang dibutuhkan hanya kestabilan saja,” katanya belum lama ini.

Ia pun menjelaskan, masalah kurs rupiah tak lain dikarenakan tingginya transaksi, seperti misalnya transaksi ekspor impor.

Tak dipungkiri, saat ini Indonesia banyak mengambil berbagai macam produk dari luar negeri. Seperti bahan sandang, pangan, barang elektronik, hingga barang – barang mewah.

“Selama proses impor barang masih tinggi maka, nilai rupiah dinilai masih rawan untuk tukarnya,” tegasnya.

Adapun cara yang ampuh guna menguatkan kembali nilai rupiah adalah dengan mengurangi impor produk dan mulai belanja produk lokal.

“Kuncinya kurangi impor dan perbanyak ekspor. Jangan terlalu banyak membeli produk yang berasal dari luar negeri, selain itu juga kita harus mencari devisa negara yang banyak,” jelasnya.

Saat ini, devisa negara Indonesia yang paling berpotensi guna membantu menguatkan nilai tukar Rupiah adalah sektor pariwisata. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Indonesia mengurangi berwisata ke luar negeri dan diganti dengan wisata dalam negeri.

“Masyarakat saat ini lebih sering mengejar promo ke luar negeri untuk berwisata. Padahal, eksotisme wisata kita juga nggak kalah menarik,” pungkasnya.(Der/Aka)

Berikan Program Sosial, BI Hadirkan BI Corner di Beberapa Lembaga

peresmian BI Corner di FEB UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Sebagai tugas Bank Indonesia (BI) guna memberikan program sosial, salah satunya dengan meresmikan BI Corner di Perpusda maupun lembaga pendidikan.

“BI Corner ini sangat tepat terutama kami soroti untuk jadi pusat ilmu perbankan. Dan tujuannya adalah untuk mengenalkan bank sentral kepada masyarakat, karena masyarakat masih sering menanyakan tugas Bank Indonesia itu apa,” ujar Direktur Gubernur BI, Sugeng saat meresmikan BI Corner di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Senin (14/1).

Salah satunya, BI Corner dipasang di FEB UB dengan slogan ‘Indonesia Cerdas’, dan diisi buku-buku literatur bertema moneter, finansial, perbankan, enterpreuneur dan kisah inspiratif. Kemudian juga terdapat fasilitas tambahan seperti komputer dan televisi edukasi.

BI Corner adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan dan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ekonomi dan peranan BI. Melalui BI Corner diharapkan akan meningkatkan budaya baca dan menulis khususnya di kalangan generasi muda.

“Dengan mendekatkan BI Corner ini kami harapkan pemahaman masyarakat tentang Bank Sentral semakin baik. Sesuai target, BI akan membuat seribu unit BI Corner di seluruh wilayah Indonesia hingga 2020 mendatang,” lanjutnya.

Hingga saat ini BI telah memiliki 10 BI Corner yang tersebar di Jawa Timur. Lima di antaranya berasal dari Malang yakni di Politeknik Negeri Malang (Polinema), SMA 1 Lawang, FEB UB, Universitas Islam Malang (Unisma) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Sementara itu, wakil rektor bidang kemahasiswaan UB, Arief Prajidno mengapresiasi serta berpesan kepada mahasiswa agar dapat memanfaatkan dengan baik fasilitas yang telah di sediakan oleh BI.

“Sehingga kami bisa tahu perkembangan tentang perbankan, dan anak-anak juga bisa mengupgrade perkembangan tersebut hingga ke tingkat nasional atau bahkan mungkin internasional,” tambahnya. (Der/Ulm)

Usai Nataru, Harga Bahan Makanan Mulai Melonjak

Penjual bawang putih di Pasar Kasin. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah bahan makanan seperti bumbu dapur dan sayuran mengalami lonjakan yang signifikan.

Harga bawang putih melonjak hingga Rp 50 ribu per kilo. Sebelumnya harga bawang putih hanya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo.

“Iya kenaikannya sejak tahun baru hingga hari ini,” kata salah satu penjual di Pasar Mergan, Wawan, Kamis (3/1).

Selain bawang, harga lainnnya yang mengalami lonjakan yang cukup signifikan adalah wortel. Wortel saat ini dijual di pasar dengan harga sekitar Rp 25 ribu per kilo yang sebelumnya Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilo.

Tak hanya di Pasar Mergan, kenaikan serupa juga dialami di Pasar Kasin. Bila di Pasar Mergan harga bawang yang cukup tinggi, di Pasar Kasin harga kencur yang mendominasi.

Penjual bumbu dapur, Wasiah mengaku, harga kencur saat ini mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat dari biasanya.

“Sekarang kencur per kilo itu Rp 65 ribu sampai Rp 67 ribu,” ujar Wasiah.

Padahal, harga kencur sebelumnya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilo. Naiknya harga kencur disebabkan karena adanya kenaikan yang dilakukan oleh Agen.

“Karena ini kami mengambil di pasar induk (Gadang), ya kami menyesuaikan harganya,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Usai Nataru, Harga Daging Ayam Potong Turun

Harga ayam di pasar Mergan. (Lisdya)
Harga ayam di pasar Mergan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Usai Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagian bahan pokok di Kota Malang mengalami penurunan, seperti salah satunya daging ayam potong.

Salah satu penjual daging ayam potong di Pasar Mergan, Fahmi Fauzan mengatakan jika sejak hari ini, Kamis (3/1) harga ayam potong kembali normal menjadi sebesar Rp 35 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp 40 ribu per kilo.

“Harganya naik itu sebelum tahun baru, bahkan kemarin harganya masih Rp 37 ribu per kilo,” katanya saat ditemui di Pasar Mergan.

Sebagai penjual yang membeli dari agen, Fauzan menjelaskan, naik dan turunnya harga ayam potong ditentukan oleh agen. Sementara agen menetapkan sesuai dengan banyak dan tidaknya permintaan konsumen.

“Ya meski naik, tahun baru itu banyak yang beli,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada bulan November lalu, harga daging ayam potong berkisar Rp 32 ribu perkilo.

Sementara untuk daging sapi, menurut Kholiq, salah satu penjual daging sapi hingga saat ini belum ada kenaikan maapun penurunan.

“Tetap stabil mulai tahun lalu,” pungkasnya.(Der/Aka)

BPJS-TK Berikan Perlindungan pada PMI

Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur, Dodit Isdiyono. (Lisdya)

MALANGVOICE – Salah satu fokus Badan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) adalah terus meningkatkan jaminan sosial bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur, Dodit Isdiyono, mengatakan bahwasanya pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja migran telah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017, tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia.

“Sejak 1 Agustus 2017, BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah untuk memberi perlindungan kepada PMI,” ‎ujar Dodit, dalam sarasehan Migran Day di Universitas Ma Chung, Kamis (20/12).

“Para pekerja Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, saat ini telah mendapatkan kesetaraan perlindungan jaminan sosial yang merupakan perwujudan atas hadirnya negara bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI),” tambahnya.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa jaminan sosial ini diberikan BPJS-TK, mulai lima bulan sebelum bekerja di luar negeri. Kemudian, jaminan juga diberikan pada PMI saat bekerja hingga setelah kembali di Indonesia.

Dari data BPJS-TK, jumlah peserta jaminan sosial mencapai 398.326 pekerja migran, yang terdiri atas 144.837 calon PMI yang sedang melakukan pelatihan dan persiapan kerja dan 253.489 PMI yang telah bekerja di luar negeri.

“Seluruh pekerja migran yang berangkat sejak Agustus 17 secara prosedural, sudah bisa kami pastikan hak perlindungannya. PR-nya saat ini menjangkau pekerja migran yang sudah di luar negeri,” ujarnya.(Hmz/Aka)

Selain Faktor Ekonomi, Banyak Pesaing Jadi Penyebab Banyaknya TKI

Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan mengatakan ada berbagai faktor masyarakat memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara lain.

Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Migrant Day yang diadakan di Universitas Ma Chung, Kamis (20/12).

Ia menegaskan bahwa faktor utama yang mendorong masyarakat untuk menjadi TKI adalah masalah ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja.

“Faktor utama adalah ekonomi keluarga. Memang masih ada beberapa faktor lain yang ikut menjadi daya dorong masyarakat untuk mencari kerja ke luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, angka tekanan kerja yang tinggi tidak sebanding dengan lulusan pelajar. “Banyak lulusan SD SMP datang ke kota besar mencari pekerjaan di pabrik, mall, instansi yang lain itu susah karena pesaingnya kebanyakan S1 dan S2. Sehingga akhirnya memutuskan memilih menjadi TKI,” tegasnya.

Faktor lainnya yakni masyarakat tergiur akan iming-iming untuk mendapat uang dalam jumlah banyak setiap bulan, dan gaji mereka akan dibayar dengan menggunakan mata uang dolar.

“Bekerja sebagai asisten rumah tetangga di Jakarta paling banyak ya dua juta, tapi kalau di Hongkong atau Taiwan sampai 8 juta setengah,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah memberikan pusat layanan dan jaringan perlindungan baik itu dari BPJS atau yang lainnya.

“Kami juga mendirikan pusat terpadu satu atap Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menyatukan semua layanan pembuatan paspor, KTP, SKCK satu tempat. Kita bisa mengurus semua surat yang diperlukan sehingga efektivitas dan irit biaya,” pungkasnya.(Der/Aka)

The Singhasari Resort Semarakkan Natal Bersama Anak Panti

Perayaan menyambut Natal di Singhasari Resort. (Anja a)

MALANGVOICE – Senyum gembira terpancar dari wajah anak-anak yatim piatu dalam acara semarak Natal di The Singhasari Resort Batu, Rabu (19/12). Acara ini merupakan bagian program CSR The Singhasari Resort yang selalu diadakan setiap tahun.

Public Relation The Singhasari Resort, Aditya Kurniawan mengatakan, anak-anak yatim piatu dari empat panti asuhan di Malang Raya diundang untuk makan malam bersama.

“Jadi malam ini ada 200-an anak yang datang. Mereka kami ajak main games lalu ada bagi-bagi hadiah juga,” kata Adit.

Selain itu, pihak The Singhasari Resort juga mengunjungi panti jompo di Turen pagi ini sebagai salah satu rangkaian berbagi suka cita Natal.

“Pagi tadi kami juga sempatkan ke panti jompo di Turen. Sama kegiatannya kita ajak oma opa bermain games dan berbagi hadiah,” katanya lagi.

Terlihat anak-anak antusias mengikuti aneka games yang disiapkan panitia. Bukan hanya itu, anak-anak ini juga unjuk gigi menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti dance dan menyanyi.

“Kami senang bisa berbagi suka cita dengan mereka. Apalagi ini sudah menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Kami harap, tahun depan kami bisa mengundang lebih banyak anak yatim piatu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Komunitas