31 January 2023
31 January 2023
26.6 C
Malang
ad space

4 Solusi Gubernur BI Turunkan Inflasi Pangan 10,7 Persen

Urban farming
Warga RT 06 / RW 18 Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, Malang sebentar lagi panen cabe. (MVoice/Noordin)

MALANGVOICE – Gubernur Bak Indonesia. Perry Warjiyo memiliki empat solusi untuk mengatasi inflasi pangan yang sedang melanda negeri ini.

Keempat solusi ini disampaikan saat Gerakan Nasional Pengendalian Infilasi Pangan (Gernas PIP), Rabu (10/8).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan beberapa kepala daerah.

Baca Juga: Air PDAM Macet Hampir Seminggu, Warga Terpaksa Mengungsi ke Hotel dan Beli Galon Isi Ulang

Menurut Warjiyo, saat ini masyarakat sedang sumego, nikmat-nikmatnya makan setelah mengalami Covid-19 selama dua tahun.

Akibat pengaruh ekonomi global dan perang Rusia-Ukrania, Indonesia mengalami inflasi pangan hingga 10,7 persen.

“Angka ini masih lebih baik dibanding negara-negara lain di dunia. Meski demikian, kita harus bisa menurunkan inflasi ini di angka 6 persen atau bahkan 5 persen karena berimbas ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Kombes Buher: Terima Kasih Sudah Menjaga Suasana Kondusif di HUT Arema

Terlebih, lanjutnya, masyarakat bawah, inflasi pangan mereka bahkan bisa sampai 60 persen. Sangat berat beban mereka.

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat kivk off Gernas PIP, Rabu (10/8). (Mvoice/noordin)

Untuk itu, lanjut Warjiyo terdapat empat solusi untuk mengatasi inflasi pangan di Indonesia ini.

Pertama, melakukan operasi pasar agar masyarakat mudah mendapatkan barang dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Arema Apresiasi Kekompakan Kepala Daerah se-Malang Raya

Langkah kedua, jalankan silaturahim dengan kerja sama antardaerah. Potensi satu daerah bisa melengkapi kebutuhan daerah lainnya.

Kemudian, upaya ketiga jangan lupakan dasar masyarakat kita adalah masyarakat petani. Terakhir, para pejabat harus dekat dengan rakyat sehingga tahu kesulitan atau kebutuhan masyarakat.

“Mari bersama kita gelorakan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan dengan semangat kemerdekaan, proklamasi menyejahterakan rakyat untuk pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju,” ajaknya yang disambut aplaus pada undangan.

Baca Juga: Masa Penahanan Terdakwa JEP Diperpanjang 60 Hari

Bak gayung bersambut, Gubernur jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungan terhadap Gernas PIP.

Tidak hanya itu, Khofifah bahkan memiliki langkah strategis pengendalian inflasi melalui 4K.

Keempat K yang dimaksud Khofifah antara lain (K)eterjangkauan harga, (K)etersediaan pasokan, (K)elancaran distribusi dan (K)omunikasi efektif.

Baca Juga: Kolam Lompat Indah Kanjuruhan Kabupaten Malang Kotor dan Berlumut

Dia tambahkan, pengendalian inflasi pangan harus dilakukan bersama lintas sektor vertikal horisontal.

“Pengendalian inflasi pangan akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat karena berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok. Inflasi Jatim sendiri pada Juli 2022 sebesar 0,61 persen (mtm),” ujarnya.

Menurut Khofifah angka yang tergolong cukup tinggi tersebut harga beberapa komoditi pangan termasuk cabai.

Baca Juga: Luas Sawah Kota Batu Terus Menyusut Tergerus Kebutuhan Ruang untuk Permukiman

Cabai merah dan bawang merah sudah menurun signifikan, sementara telur dan daging ayam masih di atas harga eceran tertinggi (HET).

Alasannya memang pakan ayam, pakan ternak terutama 50 persen dari jagung menurut para peternak harganya relatif masih cukup tinggi dibandingkan HET yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Khofifah, format-format seperti ini memang membutuhkan penyelesaian berupa macro policy secara nasional yang menjadi bagian sangat penting.

Ditambahkan, saat terjadi inflasi seperti saat ini dibutuhkan intervensi efektif para kepala daerah sehingga dibutuhkan panduan regulasi dari pusat yang clear. Panduan ini bisa dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah.

Tentang kerja sama antardaerah, Khofifah menyebut rutin dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan misi dagang Provinsi Jatim dengan berbagai provinsi di Indonesia yang melibatkan berbagai pihak termasuk para pengusaha dan pedagang.

“Kami ini hampir setiap bulan melakukan misi dagang, dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur ini salah satunya tersupport sangat signifikan dari misi dan antarpulau antarprovinsi,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa TPID Jatim akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak mendukung upaya pengendalian inflasi pangan baik dengan kabupaten/kota di Jatim maupun dengan provinsi lain di Indonesia.

Terakhir, Khofifah yang sangat berharap inflasi pangan di bawah 5 persen mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk saling silaturahim.

Sekaligus membangun suasana seperti harapan Gubernur BI, menurunkan inflasi pangan dari 10,7 persen ke 6 persen bahkan 5 persen.(end)

Keyakinan Ekonomi Konsumen Bulan Juli masih Terjaga

Salah satu kegiatan ekonomi masyarakat. (Mvoice/dok)

MALANGVOICE- Survei Konsumen Bank Indonesia Malang pada bulan Juli 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi masih terjaga.

“Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2022 tercatat sebesar 134,42,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Samsun Hadi.

Menurut Samsun angka ini relatif stabil meskipun lebih rendah dibandingkan capaian pada Juni 2022 sebesar 139,50.

Baca Juga: BNPT Gandeng NK Cafe Dirikan KTN Wisata dan Warung NKRI

Angka indeks 134,42 pada Juli, lanjut Samsun, bahkan tergolong terjaga karena nilai indeks yang lebih dari 100 mengindikasikan bahwa konsumen optimis terhadap kondisi maupun ekspektasi ekonomi.

Samsun lebih lanjut menjelaskan, tujuan survei konsumen untuk mengetahui keyakinan konsumen tentang kondisi ekonomi saat ini.

“Juga ekspektasi terhadap kondisi perekonomian pada enam bulan mendatang yang diukur dengan menggunakan indeks,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MVoice, Senin (7/8).

Baca Juga: Perlu Diketahui, Ini Perbedaan Polis dan Premi Asuransi!

Sementara itu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini tercatat stabil di angka 116,17 meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 120,83.

“Pelemahan IKE dipengaruhi oleh penurunan dua komponen pembentuknya yaitu Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Penghasilan Saat Ini,” tuturnya.

Pelemahan tersebut terindikasi akibat penurunan daya beli masyarakat karena peningkatan harga pangan.

Grafik survei konsumen. (Mvoice/dok BI Malang)

Meski demikian Samsun menyebut ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi enam bulan mendatang masih terjaga pada level optimis meski termoderasi dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Juli 2022 tercatat 152,67 lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 158,17.

Termoderasinya IEK dipengaruhi melemahnya Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha.

Baca Juga: Cerita Atlet Peraih Medali Kabupaten Malang Nyaris Tak Bisa Pulang ke Kampung Halaman

“Sementara Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja enam bulan mendatang terpantau mengalami peningkatan,” tutup pria kelahiran Pasuruan ini.(end)

Kenaikan Biaya Sekolah Ikut Andil Naikkan Inflasi Kota Malang

Kenaikan biaya pendidikan di SMA ikut andil menaikkan inflasi di Kota Malang. (Mvoice/unnamed-13-picsay)

MALANGVOICE – Lima komoditas menjadi pemicu naiknya inflasi di Kota Malang. Di antara lima komoditas, salah satunya adalah kenaikan tarif uang sekolah menengah atas (SMA).

Empat komoditas lain yakni angkutan udara, kue kering berminyak, bawang merah dan cabai merah.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi melalui keterangan tertulis yang diterima Mvoice Selasa (2/8).

Baca Juga: Perwakilan Anggota Askot PSSI Kota Malang Temui Sutiaji, Ada Apa?

Sebelumnya Samsun mengurai berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,76 persen (mtm); 4,74 persen(ytd) dan 5,99 perseb (yoy).

“Pada bulan sebelumnya (Juni) mengalami inflasi sebesar 0,61 persen (mtm); 3,95 persen (ytd) dan 5,30 persen (yoy),” ujarnya.

Inflasi Kota Malang sendiri terealisasi lebih tinggi dari Jawa Timur dan Nasional yang masing-masing tercatat sebesar 0,61 persen (mtm) dan 0,64 persen (mtm).

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka 1 Agustus, 20 Parpol di Kota Batu Bersaing Lolos Peserta Pemilu 2024

“Perkembangan inflasi Juli 2022 dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di seluruh kelompok pengeluaran,” terangnya.

Menurutnya, terdapat tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, transportasi, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau.

“Andil ketiga kelompok di atas secara berurutan antara lain 0,21% (mtm), 0,15% (mtm) dan 0,15% (mtm),” imbuhnya.

Baca Juga: Penipuan Modus Ngaku Petugas Dinkes Kota Malang, Kakek di Sukun Jadi Korban

Sementara itu berdasarkan komoditas, inflasi di Kota Malang terutama didorong lima komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Kelimanya antara lain, tarif uang sekolah menengah atas (SMA) dengan andil sebesar 0,12% (mtm), dan angkutan udara 0,12% (mtm).

Tiga komoditas lain yakni kue kering berminyak 0,10% (mtm), bawang merah 0,10% (mtm) dan cabai merah 0,05% (mtm).

Baca Juga: Patung “Singa Kubisme” Bermahkota Mejeng di Stadion Kanjuruhan

“Kenaikan tarif uang sekolah SMA ini seiring dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Juli. Untuk tingkat SMP dan SD kan masih digratiskan oleh Pemerintah,” kata Samsun lagi.

Ditambahkan, Khusus kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit disebabkan hasil panen di sejumlah daerah penghasil utama di Jawa Timur mengalami penurunan.

Selain itu, lanjutnya, kenaikan harga bawang merah dipicu harga bibit bawang merah di pasaran yang tinggi.

Baca Juga:Ngaku Wartawan Modal Foto Bersama Bupati Malang Minta Proyek ke OPD

Meski demikian,.Samsun menyebut nflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada berbagai komoditas.

“Komoditas antara lain minyak goreng dengan andil -0,10% (mtm), bayam -0,03% (mtm), ikan mujair -0,02% (mtm), pisang -0,02% (mtm) dan tongkol diawetkan -0,02% (mtm),” jelas pria kelahiran Pasuruan ini.

Menurutnya, penurunan harga minyak goreng sejalan dengan kebijakan intervensi Pemerintah untuk menekan harga melalui Domestic Market Obligation.

Adapun kebijakan BI Malang mendatang, Samsun mengatakan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah.

“Baik, pemerintah pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi berada dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2022,” tegasnya.(end)

PS Glow Menang Gugatan, MS Glow Diminta Hentikan Produksi dan Penjualan

J99, satu dari enam pihak tergugat atas merk dagang MS Glow. PN Niaga Surabaya memutuskan agar MS Glow menarik produknya dari pasaran di seluruh Indonesia. (ig: Juragan 99/Malangvoice)

MALANGVOICE – PT Pstore Glow Bersinar Indonesia (PS Glow) memenangkan sidang gugatan merek dagang di Pengadilan Negeri Niaga Surabaya.

Majelis hakim menyatakan PS Glow selaku penggugat memiliki hak ekslusive penggunaan merk dagang “PS Glow” dan Pstore Glow”. Jenama jenis golongan barang/jasa kelas 3 (kosmetik itu) terdaftar pada DJKI Kemenkumham.

Putusan PN Niaga Surabaya itu dibacakan pada 12 Juli lalu. Alhasil, dengan adanya putusan itu, keenam tergugat harus menghentikan produksi dan penjualan MS Glow yang memiliki kesamaan dengan PS Glow maupun Pstore Glow.

Keenam pihak tergugat dalam sengketa merek dagang itu terdiri dari PT Kosmetika Global Indonesia, PT Kosmetika Cantik Indonesia, Gilang Widya Pramana (Juragan 99), Shandy Purnamasari, Titis Indah Wahyu Agustin, dan Sheila Marthalia.

“Menyatakan TERGUGAT I, TERGUGAT II, TERGUGAT III, TERGUGAT IV, TERGUGAT V dan TERGUGAT VI secara tanpa hak dan melawan hukum menggunakan merek dagang “MS GLOW” yang memiliki kesamaan pada pokoknya dengan merek dagang “PS GLOW” dan merek dagang “PSTORE GLOW”,” isi salinan putusan PN Niaga Surabaya diambil dari sipp PN Surabaya.

Dalam isi putusan juga memerintahkan keenam tergugat secara tanggung renteng menghentikan produksi, perdagangan dam menarik seluruh produk kosmetik dengan jenama MS Glow yang beredar di wilayah hukum Indonesia.

Ketentuan itu disertai uang paksa (dwangsom) senilai Rp1 miliar per hari, jika tergugat terlambat melaksanakan putusan.

Selain itu, Juragan 99 dan tergugat lainnya diwajibkan membayar ganti rugi secara tanggung renteng senilai Rp36 miliar tunai dan seketika.(der)

BI Malang Tambah Tiga QRIS di Pasar

QRIS milik salah satu kafe di Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Bank Indonesia (BI) Malang akan menambah tiga Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) di dua pasar tradisional dan satu pasar modern (mal).

Ketiga pasar itu antara lain Pasar Bunulrejo, Pasar Dinoyo dan Mal Malang Town Square (Matos). Hal itu dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi melalui pembayaran digitalisasi.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, rencana pemasangan tiga QRIS ini dapat membantu menambah jumlah titik tempat yang menggunakan QRIS. Terhitung saat ini ada sebanyak 16 pasar di wilayah Kota Malang yang menggunakan QRIS.

“Sebetulnya sudah 16 pasar yang menerapkan itu ya (QRIS). Cuma ya pelan-pelan tapi pasti, seperti yang baru ini hampir seluruh pedagang yang sudah sadar untuk itu,” ujarnya saat diwawancarai awak media pada Ahad (12/6).

Pria nomor satu di Kota Malang itu, menyampaikan digitalisasi dalam pelayanan publik saat ini terus digencarkan. Melalui Malang 4.0 diharapkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat didorong untuk menguatkan ekonomi daerah.

“Digitalisasi menjadi keharusan kita di seluruh sektor, termasuk Malang Service salah satunya yang masuk di antara itu, pelayanan publik, perekonomian juga,” kata Sutiaji.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi, saat menutup kegiatan DIDGIFES BI NGALAM 2022, (Bagus/Mvoice).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, menambahkan, penyediaan QRIS di pasar maupun mal, untuk memfasilitasi serta mendorong para pengusaha UMKM agar memiliki pasar yang lebih luas dan bisa bersaing di era modern saat ini.

“Hampir semua tenant di pasar maupun mal ini sudah banyak yang menggunakan QRIS. Ekosistem ini akan terus didorong dan dibangun agar masyarakat semakin mudah, cepat, dan handal,” tandasnya.

Tak hanya itu kita juga terus berkolaborasi dengan UMKM untuk bergerak maju, go digital, dan go global,” pungkasnya.(end)

DIGIFES BI NGALAM 2022 Bentuk Dukungan Pemulihan Ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi saat membuka kegiatan DIGIFES BI NGALAM 2022 secara daring, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Bank Indonesia (BI) Malang selama lima hari menggelar kegiatan DIGIFES BI NGALAM (Digital Festival Bank Indonesia Malang) 2022.

Kegiatan mulai 8-12 Juni tersebut berlangsung di Hall Matos dengan mengusung tema ‘Sinergi dan Bangkit Bersama Dukung Akselerasi Pemulihan EKonomi Melalui Digitalisasi’.

Beragam hal menarik ditampilkan mulai pameran produk UMKM binaan dan mitra BI Malang, fashion show, talkshow, hingga beragam lomba menarik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi mengatakan, kegiatan DIGIFES BI NGALAM ini sebagai salah satu media edukasi kepada masyarakat serta bentuk dukungan terhadap flagship kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI).

“Selain itu juga sebagai salah satu pre-event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022,” ujarnya, Kamis (9/6).

Setelah kegiatan tersebut dibuka, dilanjutkan talkshow yang menghadirkan narasumber dari beragam background, mulai dari Komisi IX DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, hingga publik figur, Cinta Laura yang juga selaku founder Soekarseno Foundation dan Puella ID.

“Rangkaian kegiatan DIGIFES BI NGALAM 2022 merupakan bentuk sinergi digitalisasi sistem pembayaran dengan pihak terkait. Tujuannya untuk mengakselerasi ekonomi-keuangan digital nasional sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Samsun.

Rangkaian kegiatan DIGIFES BI NGALAM masih akan berlangsung hingga dua hari mendatang, seperti Capacity Building UMKM, Business Matching, serta lomba menarik lain yang dapat diikuti masyarakat umum.

“Selain itu, nanti juga akan ada sosialisasi ‘Cinta Bangga dan Paham Rupiah’, kampanye QRIS 15 juta pengguna, serta Launching Pasar dan Pusat Perbelanjaan atau Mall S.I.A.P (Sehat, Inovatif dan Aman Pakai) QRIS 2022,” tandas Samsun.(end)

Sambut HPN, PWI Jatim Gelar Seminar Ekonomi Bahas Solusi Harga Minyak Goreng

MALANGVOICE – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN), PWI Jatim menggelar berbagai kegiatan, salah satunya seminar nasional, Rabu (9/2) besok pukul 13.00-16.30.

Seminar bertema “Peran Pemerintah dan Dunia Usaha Dalam Stabilisasi Harga Minyak Goreng” ini diadakan secara hybrid daring dan luring.

“Kami menghadirkan pembicara kunci dari Kementerian dan Perdagangan RI, Drs Isy Karim, M.Si, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan RI,” ujar ketua HPN, Andy Setiawan SE, Selasa (8/2).

Dalam keterangan tertulisnya Andy juga mencantumkan para narasumber yaitu Togar Sitanggang selaku Waketum 3 GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Sahat Sinaga selaku Direktur Eksekutif GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia) serta Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si. selaku pakar ekonomi Universitas Airlangga.

“Seminar ini nantinya akan membahas beberapa poin penting peran pemerintah dan dunia usaha dapat saling bersinergi untuk merumuskan solusi dalam menstabilkan harga minyak goreng yang sedang meroket saat ini,” kata Andy lagi.

Seminar ini, lanjut Andy, tidak akan terlaksana dengan baik tanpa support oleh GAPKI, GIMNI, Wilmar, serta Alfamart.

Selain seminar nasional bertema ekonomi, PWI Jatim juga menggelar seminar tema politik serta media di era digital serta donor darah.

“Puncak HPN berupa resepsi malam HPN, HUT ke-76 PWI Jatim, penyerahan PWI Jatim Award, Piala Prapanca,” pungkasnya.(end)

Take Away, Aplikasi Digital Layanan Order Dikenalkan di Malang

Peluncuran aplikasi Take Away. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Sebuah aplikasi berbasis layanan order secara digital dikenalkan di Malang. Aplikasi ini dinamakan Take Away.

Aplikasi karya anak Malang ini resmi dilaunching di Playstore Android dan bisa digunakan.

Konseptor Take Away, Ferry B Tjahyono, mengatakan, aplikasi ini lebih fokus kepada sisten order digital. Berbeda dari aplikasi lain, Take Away bisa digunakan untuk memesan makanan, tempat dine in, dan delivery.

“Ini launching di Playstore, nanti soft launching dilakukan tiga bulan sekaligus evaluasi dan ujicoba,” kata Ferry, Rabu (18/8).

Ferry menjelaskan, saat launching di Playstore ini sudah ada 150 lebih mitra yang bergabung. Para mitra ini bermacam-macam, mulai usaha kecil, menengah, hingga restoran besar.

Keuntungan bergabung dengan Take Away, dikatakan Ferry, adalah tidak ada potongan komisi. Seluruh mitra juga diberikan wadah seluas-luasnya untuk mempromosikan tempat dan menu masing-masing.

“Kami tidak sembarangan menjaring mitra, hanya yang loyal dan mau dibina. Kami di Take Away tidak dinaikkan harganya dan tidak ada komisi,” ujarnya.

Sejak launching ini, Ferry menargetkan ada penambahan mitra Take Away secara berkala. Targetnya sampai 600 mitra yang aktif sampai akhir tahun.

Ia menjelaskan, pembuatan Take Away ini berawal di masa pandemi Covid-19 tahun lalu. Tim merasa perlu wadah agar para pelaku usaha bisa eksis dengan penyesuaian selama Covid-19.

“Memang Take Away tercipta selama pandemi, kami berharap selain Malang nanti akan menyasar ke kota-kota lain dan merangkul banyak mitra,” harap Ferry.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang, Indra Setiadi, sangat mendukung aplikasi Take Away ini.

Menurutnya, Take Away mampu membuat pengusaha kuliner bertahan di masa pandemi.

“Selama pandemi ini dunia wisata dan kuliner sangat terpengaruh. Karena ini kami mendukung dan mempersiapkan anggota agar juga ikut mendukung aplikasi Take Away ini,” jelas pria yang juga pemilik Rumah Makan Kertanegara.(der)

Kudamas Jaring 1.000 Mompreneurs Miliki Bisnis di Tengah Pandemi

Batik Kudamas. (Istimewa)

MALANGVOICE – Brand daster lokal, Kudamas menargetkan penjaringan sebanyak 1.000 mompreneurs hingga akhir tahun 2021. Target ini dikejar dengan mengandalkan program reseller dan distributor.

Kudamas juga mengajak ibu rumah tangga di seluruh Indonesia untuk mencoba peruntungan dari rumah dengan aman nyaman demi topang ekonomi keluarga di tengah pandemi yang masih berlangsung.

CEO Kudamas, Anthony Lim mengatakan, target ini sejalan dengan perkembangan industri fesyen di Indonesia yang sedang bertumbuh selama pandemi terutama untuk kategori loungewear/baju santai.

“Di sisi lain, kami pun sangat mengerti bagaimana ekonomi keluarga Indonesia sangat terdampak akibat Covid-19. Maka dari itu, melalui program reseller dan distributor ini, kami berharap dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi ibu rumah tangga yang ingin terjun ke dunia bisnis maupun bagi yang sudah memiliki usaha dan ingin tingkatkan kapasitas,” katanya dari rilis yang diterima MVoice.

Dukungan holistik beri kemudahan bagi mompreneurs
tersedia di lebih dari 27 kota di Indonesia, program reseller dan distributor Kudamas memberikan dukungan holistik untuk memudahkan ibu rumah tangga yang ingin bergabung. Mulai dari sesi edukasi mengenai finansial, cara menjadi pelaku bisnis yang sukses, komunikasi bisnis, hingga sosialisasi dunia digital telah dilaksanakan sejak bulan Juni 2021.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu yang belum terpapar digital ataupun memiliki kesulitan akses terhadap teknologi.

Untuk menjadi reseller Kudamas, para mompreneur dapat bergabung dengan minimal pembelian 1 kodi (20 piece) tanpa adanya biaya upfront atau biaya terselubung lainnya. Kudamas telah menyediakan sesi perkenalan secara daring untuk mompreneur yang baru bergabung agar dapat berjualan secara offline maupun online.

Terdapat sesi-sesi bimbingan lainnya yang dirangkai khusus untuk reseller dan distributor Kudamas, salah satunya ada sesi bimbingan berkolaborasi dengan platform companionship digital untuk para ibu Indonesia, yaitu RUANGMOM. Layanan pelanggan juga sudah disediakan oleh Kudamas sebagai layanan tambahan untuk mendukung proses penjualan reseller atau distributor.

Kampanye pemberdayaan perempuan Indonesia
Selain mompreneur, Kudamas juga ingin mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia melalui kampanye ‘Pahlawan Berdaster’ yang diselenggarakan selama bulan Agustus 2021. Kampanye ini bertumpu pada visi Kudamas untuk menggerakkan komunitas perempuan Indonesia dalam memaksimalkan potensi dan kepercayaan diri.

Kudamas juga ingin meningkatkan kesadaran akan betapa kuat dan hebatnya sosok perempuan yang seringkali dibayangi oleh stigma masyarakat yang keliru. Dan sebagai seragam favorit kalangan perempuan saat bekerja dari rumah maupun melakukan aktivitas lainnya di rumah, daster tentu bisa menjadi simbol kekuatan dan simbol kebebasan perempuan sebagai pahlawan berdaster untuk keluarga Indonesia.

“Selama bertahun-tahun membangun komunitas mompreneur Indonesia, kami melihat para ibu memang memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara ekonomi. Mereka jeli melihat peluang serta punya keinginan besar untuk belajar bisnis dan melek teknologi. Kami harap ibu-ibu Indonesia dapat terus maju bersama Kudamas demi bertahan dan bangkit di masa pandemi,” tutup Anthony.(der)

PD MES Kota Malang Ajak Masyarakat Berinvestasi Syariah di IDX Syariah

Pamflet Webbinar. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Malang mengajak masyarakat berinvestasi yang halal dan legal di pasar modal syariah terutama di IDX Syariah.

“Kami mengajak masyarakat menjadi investor karena potensinya sangat besar di pasar modal syariah dengan tepat,” ucap Ketua Umum PD MES Kota Malang, Makhrus Sholeh, Kamis (29/7).

Ajakan ini, kata Makhrus, bukan tanpa keuntungan. Di masa pandemi Covid-19 ini berinvestasi di perusahaan syariah lebih tahan mengalami penurunan nilai harga saham daripada perusahaan konvensional.

“Jadi di IDX syariah itu ada 17 perusahaan BUMN. Selama ini sahamnya tidak turun malah menguat meskipun di masa pandemi. Inilah yang membuat kami ingin mengajak masyarakat untuk berinvestasi saham di IDX syariah,” kata dia.

Sebanyak 17 saham BUMN yang tergabung dalam IDX Syariah adalah ANTM, BRIS, ELSA, INAF, KAEF, PGAS, PPRE, PTBA, PTPP, SMBR, SMGR, TINS, TLKM, WEGE, WIKA, WSBP, WTON.

Bukti dari menguatnya saham dari IDX Syariah itu dialami oleh Makhrus sendiri. “Saya punya saham dan saya lihat sementara ini menguat meskipun pandemi. Sementara yang umum lainnya cenderung menurun,” imbuh dia.

Menguatnya saham perusahaan BUMN yang tergabung dalam IDX Syariah ini disebabkan ada kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

“Jadi perusahannya dipastikan memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, dan fundamental perusahaan yang baik karena dipastikan ke-halal-annya,” urai Makhrus.

Makhrus juga mengutarakan, bursa saham IDX Syariah ini muncul karena kinerja baik. Berdasarkan catatan satu dekade terakhir, jumlah saham syariah meningkat 84 persen atau lebih tinggi 44 persen daripada saham konvensional.(end)