Malang Masuk 10 Besar “Dapur” Industri Digital

Malang Masuk 10 Besar

MALANGVOICE – Perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat impresif. Nilai pasar ekonomi digital Indonesia telah menembus US$40 miliar pada 2019 dan diproyeksikan mencapai US$133 miliiar pada 2025.

Namun, angka tersebut tidak dapat menggambarkan dengan lengkap perkembangan dan potensi pasar digital di Tanah Air. Laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) adalah upaya untuk memetakan perkembangan dan potensi ekonomi digital di penjuru Nusantara, mencakup data dari 34 provinsi dan 24 kota terbesar.

Laporan EV-DCI menunjukkan bahwa ekonomi digital yang saat ini tumbuh pesat, hanyalah
sebagian kecil dari potensi Indonesia. Pertumbuhan bakal makin melesat jika Indonesia bisa menanggulangi beberapa kendala yang dihadapi seperti keterbatasan talenta digital, pelaku usaha yang enggan menggunakan produk digital, hingga akses atas layanan finansial yang rendah.

EV-DCI juga menggambarkan ada ketimpangan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Skor daya saing digital Jawa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pulau lain, sedangkan
selisih skor antara Jakarta dengan provinsi lain di Jawa masih sangat besar.

Infrastruktur internet yang lengkap dan tingkat adopsi digital yang cepat membuat Jakarta
sebagai magnet industri digital dan pendiri-pendiri startup baru. Skor daya saing digital Jakarta (EV-DCI = 76,8) adalah yang tertinggi di Indonesia.

Namun, beberapa kota lain juga menunjukkan perkembangan yang menarik. Kota berukuran
sedang seperti Malang (EV-DCI = 47,2), misalnya, mampu menempati posisi 10 besar. Posisi Malang sebagai “dapur” industri digital Indonesia membuatnya unggul dalam aspek talenta digital. Balikpapan adalah kota dengan daya saing digital paling tinggi di Kalimantan (EV-DCI = 44,2).

“Kehadiran perusahaan-perusahaan besar di Balikpapan membuatnya sebagai tempat
pertemuan pekerja berkeahlian dari seluruh Indonesia,” kata Partner East Ventures, Melisa Irene.

Kota dengan daya saing paling tinggi di Sumatra adalah Medan (EV-DCI = 50,3). Meskipun memiliki infrastruktur yang kuat dan pasokan talenta yang memadai, Medan mencatatkan skor yang rendah dalam hal adopsi digital.

Di wilayah bagian timur Indonesia, Makassar adalah kota dengan daya saing paling tinggi (EV-DCI = 46,8). Posisi ini tidak mengherankan karena Makassar adalah pusat ekonomi di regional timur. Namun, skor penetrasi layanan finansial digital dan tingkat adopsi UMKM atas layanan digital sangat rendah.

Laporan dan data yang lengkap bisa diunduh di east.vc/dci. Dari data yang disajikan oleh EV-DCI, para pemangku kepentingan dan sektor publik dan sektor swasta bisa saling membandingkan tingkat pemanfaatan teknologi digital di wilayah masing-masing.

Misalnya, bagi pemimpin di tiap daerah, dengan memanfaatkan indeks tersebut dapat semakin
terpacu untuk berlomba menciptakan ekosistem yang terbaik bagi perkembangan ekonomi, digital, baik lewat pembangunan infrastruktur, pengembangan talenta, maupun regulasi yang tepat.

Bagi para pemain besar di industri teknologi Indonesia, EV-DCI bisa menjadi panduan untuk
melangkah lebih jauh dari kota-kota besar ke seluruh pelosok Tanah Air, untuk membantu lebih banyak bangsa Indonesia menikmati manfaat perekonomian digital.

“Untuk mereka yang akan atau baru merintis bisnis, EV-DCI adalah sebuah peta peluang,” tandasnya.(Der/Aka)

Kota Malang Alami Deflasi 0,41 Persen, Dampak Corona?

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. (Tangkapan layar YouTube)
Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. (Tangkapan layar YouTube)

MALANGVOICE – Kota Malang alami deflasi sebesar 0,41 persen pada Maret 2020 ini. Kuat dugaan akibat faktor pandemi COVID-19 atau Virus Corona.

Hal ini diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dalam rilis resminya, Rabu (1/4). Dari 8 daerah di Jawa Timur berstatus IHK (Indeks Harga Konsumen), hanya Kota Malang alami deflasi. Sedangkan daerah alami inflasi tertinggi adalah Jember sebesar 0,34 persen.

“Deflasi ini akibat adanya penurunan harga dua kelompok indeks pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau. Lalu kelompok transportasi,” kata Kepala BPS Kota Malang Sunaryo.

Ia melanjutkan, komoditas penyumbang deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, tercatat sebesar – 0,50 persen. Rinciannya, komoditas cabai rawit, daging ayam ras dan cabai merah.

Lalu kelompok tranportasi sebesar – 3,21 persen, yakni komoditas angkutan udara.

“Adanya penurunan harga dua kelompok indeks pengeluaran tersebut bobotnya cukup besar sehingga mempengaruhi deflasi Kota Malang,” jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena deflasi ini menjadi catatan baru. Sebab, pada Maret pada dua tahun sebelumnya tidak pernah terjadi.(Der/Aka)

Aksi Toilet Bersih, Bantu Penuhi Sanitasi Layak Masyarakat di Indonesia

(ki-ka) Sugeng Priyono, Direktur Operasional KOMIDA; Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia; Darius Sinathrya; Don Johnston, Operations Director Water.org Indonesia. (Istimewa)
(ki-ka) Sugeng Priyono, Direktur Operasional KOMIDA; Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia; Darius Sinathrya; Don Johnston, Operations Director Water.org Indonesia. (Istimewa)

MALANGVOICE – Berdasarkan data WHO/UNICEF pada tahun 2012, Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia dimana penduduknya masih mempraktekan buang air besar sembarangan (BABS). Keadaan ini menyebabkan sekitar 150.000 anak Indonesia meninggal setiap tahunnya karena diare dan penyakit lain yang disebabkan sanitasi yang buruk.

Data terkini dari situs monitor Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dimuat di website Kementerian Kesehatan RI menunjukan bahwa masih ada 8,6 juta rumah tangga yang anggota keluarganya masih mempraktekan BABS per Januari 2020.

“Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi layak sehingga buang air besar di ruang terbuka menjadi permasalahan global yang harus segera diatasi. Berbekal pengalaman 100 tahun memberikan akses terhadap toilet bersih dan higienis, Harpic berkomitmen untuk menjadi bagian dalam mengatasi krisis kebersihan dan sanitasi global ini. Bersama dengan mitra kerja lainnya, Harpic ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perubahan perilaku hidup bersih dengan toilet dan sanitasi layak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan,” ujar Karim Kamel, General Manager Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia.

Menurut data STBM, 4.5 juta rumah tangga di Pulau Jawa-pun masih mempraktekan BABS. Hal ini mendorong Harpic, pembersih toilet yang diproduksi dan dipasarkan oleh Reckitt Benckiser berkomitmen untuk mengentaskan permasalahan BABS di Pulau Jawa pada tahun 2025. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Harpic menggandeng Water.org, SATO, dan Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa (KOMIDA) untuk bekerja sama mengedukasi tentang pentingnya hidup bersih dengan dan memiliki toilet dan sanitasi layak.

“Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dimana hampir 28 juta orang Indonesia kekurangan air bersih, dan 71 juta orang tidak memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang lebih baik. Dan bagi jutaan keluarga Indonesia yang berpenghasilan rendah, sambungan atau sumur air baru dan toilet yang lebih baik tidak dapat dijangkau sehingga dibutuhkan bantuan investasi dari berbagai pihak agar akses untuk air bersih dan sanitasi yang baik itu dapat dijangkau lebih banyak masyarakat. Kami dengan senang hati menyambut kerjasama dengan Harpic yang menunjukkan komitmen dan misinya untuk memberikan akses toilet dan air bersih kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Don Johnston, Operations Director Water.org Indonesia.

Sebagai langkah awal, Harpic telah mengajak masyarakat untuk berkontribusi memberikan akses terhadap toilet yang lebih bersih kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kampanye Aksi Toilet Bersih. Kampanye ini dimulai dengan ide yang sederhana, dengan membeli dua produk Harpic untuk membersihkan toilet rumah. Pembeli berkesempatan untuk menyumbangkan satu produk Harpic bagi mereka yang membutuhkan akses terhadap toilet bersih. Kampanye ini dimulai sejak 27 November sampai dengan 30 Desember 2019 dan berlangsung di seluruh Indonesia. Dari kampanye tersebut, Harpic berhasil mengumpulkan 3.545 produk yang setelahnya akan didonasikan kepada KOMIDA.

Kampanye Aksi Toilet Bersih ini pertama kali diluncurkan pada peringatan Hari Toilet Sedunia 2019 yang diperingati setiap tanggal 19 November.

“Kampanye ini tidak hanya sekedar membeli dan mendonasikan produk, namun juga sebagai gerakan peningkatan kesadaran akan pentingnya akses sanitasi layak bagi kesehatan masyarakat. Dengan turut serta dalam kampanye ini, masyarakat tak hanya mendapatkan toilet rumah yang 10 kali lebih bersih namun secara bersamaan berkotribusi untuk memberikan akses terhadap toilet dan sanitasi bersih bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia.

Berdasarkan data KSP Mitra Dhuafa (KOMIDA), dari 735.957 anggota yang tersebar di 287 kabupaten dan daerah di Indonesia, hanya 551.435 anggota yang memiliki toilet dan septictank. Sedangkan ada 105.821 anggota yang memiliki toilet namun tidak tersambung septictank dan 78.701 anggota yang belum memiliki toilet.

“Dari data Desember 2019, masih banyak anggota yang tidak mempunyai toilet ataupun sanitasi kurang layak, dan masih banyak perilaku buang air besar sembarangan di jamban samping sungai karena faktor kebiasaan. Jika terus dibiarkan, hal ini akan berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan anak anggota KOMIDA, karena penyakit diare akibat dari buang air besar sembarangan. Maka Merupakan aksi nyata KOMIDA dengan memfasilitasi anggota berupa pinjaman Sarana Air Bersih dan Sanitasi. Oleh karena itu kami sangat bersyukur Harpic turut ambil bagian dalam upaya menyediakan toilet yang lebih bersih bagi masyarakat melalui kampanye Aksi Toilet Bersih ini,” ujar Sugeng Priyono, Direktur Operasional KOMIDA.

Menurut laporan World Bank’s Water and Sanitation Program (WSP) dalam Economic Impact of Sanitation in Indonesia, sanitasi buruk menjadi penyumbang bagi meningkatnya penyakit diare, dimana anak-anak menjadi korban terbanyak. Setidaknya ada empat dampak sanitasi buruk pada kesehatan antara lain penyakit diare, tifus, polio, dan penyakit cacingan. Untuk mencegah meluasnya dampak tersebut, masyarakat perlu memiliki kesadaran terhadap pentingnya sanitasi.

Kampanye Aksi Toilet Bersih ini juga menggandeng seorang bapak 3 anak, aktor, dan presenter olahraga terkemuka di Indonesia, Darius Sinathrya yang juga menaruh perhatian khusus terhadap kebersihan toilet. “Toilet tidak hanya sekedar tempat pembuangan, lebih dari itu, jika toilet tidak bersih dan higienis, akan banyak kuman penyebab penyakit yang bersarang. Banyak saudara-saudara kita yang belum memiliki akses terhadap toilet dan sanitasi layak, menyebabkan maraknya buang air besar sembarangan yang membuat mereka, khususnya anak-anak menjadi rentan terserang penyakit. Apa yang akan terjadi di masa depan jika kesehatan para generasi penerus ini terganggu disebabkan oleh toilet dan sanitasi yang buruk? Ini merupakan pekerjaan kita bersama untuk membantu dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki akses toilet dan sanitasi yang bersih dan higienis,” ujar Darius yang juga dikenal sebagai pria yang cinta keluarga.(Der/Aka)

BCA Dukung Mahasiswa Sukses Hadapi Dunia Kerja di Era 4.0

Kuliah umum Sukses Menghadapi Dunia Kerja di Era 4.0 di UMM. (Istimewa)
Kuliah umum Sukses Menghadapi Dunia Kerja di Era 4.0 di UMM. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung visi pemerintah yang bertajuk “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Komitmen itu ditunjukkan lewat pembekalan melalui Kuliah Umum kepada 300 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan tema “Sukses Menghadapi Dunia Kerja di Era 4.0”.

Kuliah Umum yang dibuka oleh Kepala Pengembangan Operasi Wilayah VIII BCA Edy Santoso ini menghadirkan Founder KM Plus & Principal Consultant Alvin Soleh sebagai pembicara. Turut hadir dalam acara ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (16/11).

Edy Santoso mengatakan, perkembangan teknologi yang pesat serta persaingan yang semakin ketat menuntut mahasiswa untuk memiliki bekal dalam menghadapi dunia kerja pada era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis Cyber Physical System.

“Hal ini mendorong kami untuk berkontribusi dalam rangka memberikan nilai tambah kepada mahasiswa sebagai persiapan masa depan,” ujar Edy Santoso, sesuai rilis yang diterima MVoice, Senin (18/11).

Tidak hanya diberikan kepada mahasiswa UMM saja, di tahun 2019 BCA telah mengadakan seminar dan kuliah umum untuk beberapa perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Indonesia, serta Institut Teknologi Sepuluh November.

“Secara tidak langsung, kuliah umum ini diharapkan dapat pula menjadi salah satu motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat dalam mencapai prestasi akademik dan meningkatkan daya saingnya untuk persaingan dalam negeri bahkan hingga kancah global,” tutup Edy Santoso. (Der/Ulm)

Cabai Masih jadi Komoditas Utama Penyumbang Inflasi Kota Malang

BPS Kota Malang menggelar konferensi pers tentang inflasi Agustus 2019, Senin (2/9). (Humas Pemkot Malang)
BPS Kota Malang menggelar konferensi pers tentang inflasi Agustus 2019, Senin (2/9). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Cabai masih jadi primadona komoditas utama penyebab inflasi, Agustus 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,19 persen.

Angka ini lebih tinggi dari Inflasi Provinsi Jawa Timur dan nasional yang angkanya berkisar 0,12 persen. Alhasil inflasi Kota Malang tertinggi ketiga se-Jawa Timur setelah Jember 0,33 persen dan Probolinggo 0,27 persen.

Inflasi dipicu naiknya harga beberapa komoditi antaralain, cabai tawit, tarif sekolah dasar, upah tukang, tarif sekolah menengah pertama, emas perhiasan, daging ayam ras, semen, cabai merah, kacang panjang dan buah apel. Khusus komoditas cabai rawit ini sudah dua bulan berturut—turut menjadi penyumbang inflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi Agustus 2019, yaitu kelompok sandang 1,30 %, perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar 0,36 %, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,36% serta bahan makanan sebesar 0.26%.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo menjelaskan, bahwa tarif sekolah untuk SMA tidak mengalami inflasi.

“Justru deflasi dan ini yang memberikan sumbangan besar terhadap inflasi di bulan Agustus ini,” ujarnya, Senin (2/9).

Terlepas dari itu, lanjut dia, menyambut sensus penduduk tahun 2020 bakal menggunakan metode digital. Merespon itu, pihaknya berharap partisipasi seluruh masyarakat Kota Malang.

“Nanti sensus 2020 untuk Kota Malang akan online, karena di sini daerah tujuan pendidikan sehingga harapannya partisipasi sensus penduduk online ini lebih tinggi dari daerah lain,” pungkasnya.(Der/Aka)

BPS Kota Malang: Cabai Rawit Penyumbang Inflasi Terbesar

(Humas Pemkot Malang)
(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Komoditi cabai rawit menjadi penyumbang terbesar Inflasi di Kota Malang. Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat andil Inflasi mencapai 0,1857 persen, Juli 2019 ini.

Kepala BPS Kota Malang Drs. Sunaryo, M,Si menyampaikan bahwa komoditas penyumbang tertinggi inflasi Kota Malang pada bulan Juli 2019 adalah cabai rawit. Ini juga akibat kenaikan harga sebesar 151,86 persen. Harga cabai rawit ini menyumbang sebesar 0,1857 persen dari angka inflasi 0,20 bulan Juli Kota Malang.

“Pada bulan Juli 2019 ini komoditas penyumbang inflasi terbesar kota malang adalah cabai rawit dengan andil sebesar 0,1857 persen yang pedasnya menasional, kenaikan harga bukan hanya di Kota Malang tapi berdampak nasional,” kata Sunaryo, Kamis (1/8).

“Sedangkan penghambat inflasi Kota Malang terdapat dari angkutan udara dengan andil sebesar -0,2343,” imbuhnya.

Berdasarkan rilis data BPS kota Malang, inflasi bulan Juli Kota Malang sebesar 0,20 persen. Angka inflasi ini lebih tinggi dari Inflasi bulan Juli Provinsi Jawa Timur yang berkisar di angka 0,16 persen.

Inflasi Kota Malang diklaim tertinggi keempat se-Jawa Timur setelah Jember dengan 0,24 persen. Inflasi bulan Juli 2019 dipicu oleh naiknya harga beberapa komoditi antara lain, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, buah pir, tauge/kecambah, ketimun, pisang, labu siam/jipang dan upah pembantu rumah tangga.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Bulan Juli 2019, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2.01 persen, diikuti kelompok sandang sebesar 0.59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0.17 persen serta yang terkecil adalah kelompok pendidikan rekreasi & olahraga sebesar 0.01 persen.

Adapun komoditi yang menahan laju inflasi pada bulan Juli 2019 seperti: angkutan udara, bawang putih, tomat sayur, mujair, bawang merah, tongkol pindang, semangka, selada/daun selada, tarif kereta api dan besi beton.(Der/Aka)

Kilang Minyak Tuban Ditarget Beroperasi Tahun 2025

MALANGVOICE – Kilang minyak Pertamina di Tuban, Jawa Timur, ditarget beroperasi pada tahun 2025 mendatang. Kilang minyak “new gras root refinery” itu diprediksi mampu memproduksi sekitar 400 ribu barel tiap hari.

Manager Operation dan CSR Marketing Operation Manager (MOR) V Jatim – Balinus, Rustam Aji, mengatakan, kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang tersebut mencapai 800 hektare. Saat ini, tanah yang sudah tersedia dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutani sekitar 400 hektare.

“Sedangkan sisanya nanti pakai lahan masyarakat. Saat ini kita sedang sosialisasi kepada warga terkait dengan pembebasan lahan,” ujar Rustam Aji, pada Senin (15/7).

Dijelaskan, produksi minyak sebesar 400 ribu barel yang diprediksi di Kilang Minyak Tuban itu, jumlahnya lebih besar dari yang ada di Refinering Unit IV Cilacap yang saat ini mampu memproduksi sekitar 350 ribu barel.

“Meski di RU Cilacap nanti akan ditingkatkan kapasitas produksinya, tapi yang jelas, dengan adanya Kilang Minyak Tuban itu akan menambah jumlah produksi secara nasional,” tandasnya.

Saat ini, jumlah produksi dari kilang minyak yang ada di seluruh Indonesia mencapai 1 juta barel tiap hari. Namun, yang menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), hanya sekitar 700 ribu hingga 800 ribu barel tiap harinya. Sedangkan, kebutuhan BBM masyarakat Indonesia, mencapai 1,5 juta barel perhari.

Kilang minyak di Tuban, diharapkan mampu mengurangi pasokan impor BBM, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Indonesia serta mendukung program nasional.

Terpisah, Manajer Communication, Relation dan CSR RU Cilacap IV, Laode Syarifudin, menambahkan, Kilang Minyak di Tuban nantinya juga diharapkan mampu menambah daya ekspor avtur dari Indonesia ke negara tetangga.

“Pada Juli bulan ke tiga, kita sudah akan ekspor avtur, dan saat ini sedang masa tender,” kata Laode.

Ekspor avtur, lanjut Laode, tidak akan mengganggu produksi dan stok avtur dalam negeri, dan justru malah akan menambah jumlah produksi makin meningkat.(Hmz/Aka)

Lewat “Paud”, Bank Muamalat Malang Bagi Kebahagiaan untuk Duafa

Pemberian bantuan kepada 100 duafa oleh Bank Muamalat KC Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Bank Muamalat kantor cabang Malang di akhir Ramadan ini memberikan santunan kepada 100 duafa, Rabu (29/5). Santunan ini diberi nama “Paud” atau program pangan untuk duafa.

Branch Manager Bank Muamalat Malang, Danang R Sulendra, mengatakan, Paud ini digelar serentak di setiap cabang Bank Muamalat setiap tahun saat bulan Ramadan.

“Tahun ini tagline-nya Paud. Tapi intinya sama, kami memberikan bantuan kepada duafa yang ada di sekitar,” katanya,

Total ada 100 paket bantuan yang diserahkan kepada duafa yang kali ini kebanyakan berasal dari Jabung, Kabupaten Malang. Sebelum paket diberikan, sebelumnya para duafa ini diajak untuk berbuka bersama di Bank Muamalat kantor cabang Malang, Jalan Kertanegara, Klojen.

Danang R Sulendra berharap, adanya bantuan ini ingin berbagi kebahagiaan terhadap sesama yang kurang mampu.

“Kami sebagai lembaga perbankan juga memiliki tanggung jawan sosial. Harapannya masyarakat kurang mampu merasakan kebahagiaan menjelang lebaran,” jelas kepala cabang Bank Muamalat termuda ini. (Der/Ulm)

Peternak Kota Batu Sebut Daging Kelinci Aman Hingga Lebaran

Kandang Kelinci yang ada di Desa Bumiaji, Kota Batu
Kandang Kelinci yang ada di Desa Bumiaji, Kota Batu (Ayun)

MALANGVOICE – Lonjakan permintaan daging kelinci diantisipai peternak di Kota Batu. Beberala ton pun disiapkan oleh peternak untuk memastikan stok aman hingga lebaran.

Seperti keterangan peternak kelinci di Desa Bumiaji, Kota Batu. Salah satunya Mashuri, dia mengaku sudah menyiapkan stok sampai lebaran nanti sekitar 0,5 ton daging kelinci.

“Ya, sebenarnya jumlah segitu masih dirasa kurang, karena permintaan dari tahun ke tahun selalu meningkat,” ujarnya saat ditemui MVoice

“Namun, sejauh ini dipastikan masih aman. Sekarang kami peternak kelinci sedang mempersiapkan untuk hari libur lebaran,” imbuhnya.

Menurutnya permintaan paling banyak ialah di warung-warung Jalur Payung, Kelurahan Songgokerto.

Diketahui dalam sehari saja permintaan bisa mencapai lebih dari 100 kilogram. Tetapi apabila permintaan meningkat tidak ada jalan lagi selain mengambil stok daging dari luar daerah.

“Nah, akhirnya untuk menutupi kekurangan itu ya mengambil dari luar seperti Pasuruan, Mojokerto,” ungkapnya.

Sementara untuk harga, Mashuri mematok harga Rp 80 ribu perkilogram daging kelinci.

Dia juga menyebutkan, sebenarnya kota Batu ini juga ada permintaan daging ke luar Kota. Namun, hal itu tidak bisa dipenuhi.

“Di sini (Kota Batu, red) masih membutuhkan pasokan daging dari luar kota. Makanya saat ini kita tidak mengirim cukup banyak,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Sediakan Kebutuhan Komunikasi Selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Luncurkan Paket New Freedom

Wulang Prabowo Edhi - Head of Sales East Java Indosat Ooredoo. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyediakan kebutuhan komunikasi selama Ramadan dan Idulfitri, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru. Produk itu diberi nama paket New Freedom.

Paket New Freedom hadir dengan total kuota internet besar hingga 50GB dan semakin lengkap dengan gratis telepon ke semua operator. Paket itu memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga, dari sahur sampai waktu buka puasa tanpa perlu khawatir

Wulang Prabowo Edhi, Head of Sales East Java Indosat Ooredoo, mengatakan, selain fokus menyediakan paket Internet, IM3 Ooredoo juga menyadari bahwa komunikasi melalui panggilan suara masih penting dalam silaturahmi. Untuk itu paket New Freedom kini hadir lebih lengkap dalam berbagai pilihan sesuai kebutuhan pelanggan.

Harga paket mulai dari yang termurah Rp25.000 untuk total kuota 4GB; Rp70.000 untuk total kuota 20GB, dan paket New Freedom 50GB dengan harga Rp150.000, semua paket tersebut sudah termasuk Gratis Nelpon ke semua operator.

“Dengan paket New Freedom dari IM3 Ooredoo, kami berharap pelanggan dapat memperkuat tali persaudaraan, menikmati momen kebersamaan Ramadan yang menyenangkan tanpa rasa khawatir akan kehabisan kuota atau pulsa telpon. Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, kuota internet besar dan gratis nelpon ke semua operator,” ujarnya.

Dilaunchingnya paket New Freedom di Malang ini juga merupakan satu strategi dan menjawab kebutuhan pelanggan setia IM3 Ooredoo.

“Pelanggan juga akan tetap nyaman dalam menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan, Lebaran, hingga perjalanan Mudik dengan 4G Plus yang tersedia di seluruh jaringan Indosat Ooredoo,” jelasnya. (Der/Ulm)