Sidak Terakhir, Opsgab Sadar Pajak Sasar 16 Lokasi

Opsgab Sadar Pajak memasang peringatan di beberapa lokasi. (Istimewa)
Opsgab Sadar Pajak memasang peringatan di beberapa lokasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Pemkot Malang kembali menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Sadar Pajak, Kamis (5/12).

Tim Opsgab yang terpecah menjadi beberapa titik ini disebar ke 16 sasaran wajib pajak (WP). Mulai dari tempat kos, lokasi pajak reklame, dan PBB semua didatangi tim yang dipimpin Kepala BP2D Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto.

Hasilnya, tim Opsgab Sadar Pajak memasang peringatan pada lokasi yang jadi sasaran. Hal itu dilakukan sebagai peringatan bagi WP untuk segera menyelesaikan tanggunan pajak.

“Banyak yang masih menunggak pajak. Kalau tanah kosong kami beri tanda peringatan, bisa menggunakan patok dan stiker,” kata Kabid Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Pemkot Malang, Dwi Cahyo TY mewakili Ir Ade Herawanto.

Opsgab ini dilakukan yang terakhir sebelum tutup tahun 2019. Diharap para WP yang masih ada tunggakan segera bisa melunasinya sebelum akhir Desember untuk menghindari denda.

“Patok dan stiker ini sebagai alat komunikasi saja, bukan penindakan. Mungkin pemilik rumah dan tanah kosong sedang di luar kota, namun, di dalam peringatan itu ada nomor biar bisa menghubungi kami,” Cahyo menambahkan.

Cahyo mengatakan, hingga 4 Desember 2019 ada beberapa target pajak yang belum tercapai. Seperti pajak hotel yang masih 98 persen dan BPHTB yang masih mencapai 62,41 persen.

“BPHTB memang agak sulit karena merupakan pajak pasif transaksional. Tapi ada juga pajak yang melebihi target, yaitu pajak reklame yang mencapai 119 persen,” tandasnya. (Der/ulm)

Terobosan Inovasi Desa Bedali Lawang Launching Posyandu Disabilitas, Inilah Bentuk Support BMH

Instruktur Batik Ciprat BMH , Ruwiyanto, S.Kom (tengah) Menyerahkan Batik Ciprat Hasil Karya Pelatihan Membatik Oleh Disabilitas kepada Kepala Desa Bedali Dewi Buyani pada Launching Posyandu Disabilitas Di Desa Bedali Lawang Malang, Kamis (5/12). (Istimewa)
Instruktur Batik Ciprat BMH , Ruwiyanto, S.Kom (tengah) Menyerahkan Batik Ciprat Hasil Karya Pelatihan Membatik Oleh Disabilitas kepada Kepala Desa Bedali Dewi Buyani pada Launching Posyandu Disabilitas Di Desa Bedali Lawang Malang, Kamis (5/12). (Istimewa)

MALANGVOICE – Memperingati Hari Difabel Internasional tahun ini, Pemerintah Desa Bedali Lawang Luncurkan Posyandu Disabilitas. Acara yang didukung Puskesmas Lawang, Lingkar Sosial, RSJ Lawang dan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah Atau BMH serta Dinas Sosial Kabupaten Malang tersebut digelar di Balai Desa Bedali Lawang Malang, Kamis (5/12).

Instruktur Batik Ciprat BMH (tengah)  Menjelaskan proses membuat batik ciprat kepada para disabilitas dan  pendamping posyandu disabilitas di desa Bedali Lawang Malang , Kamis (5/12).
Instruktur Batik Ciprat BMH (tengah) Menjelaskan proses membuat batik ciprat kepada para disabilitas dan pendamping posyandu disabilitas di desa Bedali Lawang Malang , Kamis (5/12).

Pada Launching Posyandu Disabilitas Desa Bedali Lawang, terdapat dua kegiatan yang di ikuti 60 peserta disabilitas, yakni pelayanan kesehatan gratis yang meliputi cek up kesehatan umum, konseling, fisioterapi, parenting dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian dengan membuat batik ciprat dengan instruktur dari BMH Jatim gerai Malang.

Kepala Desa Bedali Lawang Dewi Buyati mengapresiasi pelaksanaan Launching Posyandu Disabilitas, pasalnya seluruh stake holder kompak dalam membantu. Menurut Dewi, di Desanya terdapat lebih dari 60 penyandang disabilitas, rata-rata dari mereka berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu, sehingga perlu adanya terobosan untuk bisa meningkatkan kesejahteraannya melalui bidang kesehatan dan pelatihan ekonomi, diantaranya adalah membentuk Posyandu Disabilitas.

“Berbagai lapisan masyarakat telah mendukung, bahkan untuk penjemputan para disabilitas dari rumahnya yang mengalami kesulitan menuju Balai Desa juga telah di siapkan kendaraan antar jemput dari stake holder yang mensuport keberadaan posyandu Disabilitas Di Desa Bedali,” kata Dewi.

Sementara itu, Manajer Operasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jatim gerai Malang Sony Abdul Karim, S.PdI mengatakan pihaknya terus konsen untuk membantu program-program pemerintah yang linier dengan program yang ada di lembaganya.

“Ada 4 bidang yang menjadi program utama Lembaga kami, yaitu pendidikan, dakwah, Sosial Kemanusiaan dan Perekonomian, Pada prinsipnya kami terus membantu dan hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan serta laik mendapatkan bantuan,” kata Karim dalam sambutannya.

“Berikutnya kami juga telah menyiapkan bantuan peralatan mesin jahit pembuat keset di Desa lain untuk membantu perekonomian eks. ODGJ supaya lebih baik, pasca rehabilitasi,” bebernya.

Instruktur Batik Ciprat BMH Jatim gerai Malang, Ruwiyanto menjelaskan tentang proses membuat batik ciprat. Menurut Ruwi bahan baku untuk membuat batik ciprat mudah di cari di toko-toko kain.

“Untuk membuat batik ciprat, yang dibutuhkan adalah, malam, remashol atau pewarna dan waterglas yang fungsinya untuk mengunci warna supaya tidak pudar,” kata Ruwi.

“Untuk kain yang di gunakan sebaiknya kain katun primisima, sebab kain ini kualitasnya sangat bagus jika dibandingkan dengan kain yang lain,” jelasnya.(Der/Aka)

20 WNA Dideportasi Kantor Imigrasi Malang

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Novianto Sulastono. (deny rahmawan)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Novianto Sulastono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang menindak puluhan warga negara asing (WNA) yang menyalahi aturan. Bahkan 20 di antaranya dideportasi tahun ini dan satu orang kasusnya disidang di pengadilan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Novianto Sulastono, mengatakan, penindakan itu dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. WNA yang menyalahi aturan harus tunduk kepada aturan dengan dikenakan sanksi.

Dari data yang didapat ada dari negara Timor Leste sebanyak 10 orang, Malaysia 10 orang, Cina 8 orang, Amerika Serikat 6 orang, India 5 orang dan 35 orang lainnya berasal dari 19 negara lain.

“20 yang dideportasi karena pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal, Paling banyak mereka overstay,” katanya saat menggelar diskusi bersama, Kamis (5/12).

Sanksi dilakukan terhadap pelanggar over stay yang kurang dari dan atau lebih dari 60 hari. Untuk yang kurang dari 60 hari, dikenai sanksi biaya beban

Sedangkan satu orang yang dikenai pro justitia adalah warga negara India pada 6 November lalu. Pria berinisial HSD ini tak melapor atas perubahan statusnya ke kantor imigrasi. Tindakan ini dirasa bisa memberikan efek jera bagi yang bersangkutan.

“Sekarang proses masih berlangsung dan menunggu jawaban dari kejaksaan untuk P21,” ujar Novianto.

Untuk mempermudah pelayanan bagi WNA, Kantor Imigrasi Malang sudah banyak melakukan inovasi. Seperti mendirikan Unit Kerja Kantor di Dringu, Probolinggo. Sehingga para pemohon Paspor dari daerah terdekat, tidak harus ke Malang. (Der/ulm)

Gandeng Korsupgah KPK, Pemkot Malang Seriusi Program Pajak Online

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (4/12). (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (4/12). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Dorong realisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Malang berkomitmen menerapkan Program Pajak Online atau Elektronik Tax (e-Tax). Ditargetkan seluruh wajib pajak telah menerapkan program tersebut pada 2020 mendatang.

Hal ini dibuktikan dengan momentum
Sosialisasi tentang Program Pajak Online Dalam Rangka Program Pencegahan Korupsi di Bidang Pendapatan Daerah oleh Pemkot Malang dan Tim Korsupgah KPK RI Wilayah 6, di Ruang Paripurna DPRD Kota Malang, Rabu (4/12). Sosialisasi tersebut digelar oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang dengan mengajak ratusan pelaku usaha atau wajib pajak di Kota Malang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan kegiatan ini mampu menjadi starting poin Kota Malang dalam menerapkan pajak online secara menyeluruh pada 2020 mendatang. Berkolaborasi dengan KPK, Ia optimistis PAD dapat ditingkatkan.

“Apa yang sudah fasilitisasi dari Tim Korsupgah KPK RI ini tidak dibiarkan begitu saja. Intinya di sini, teman-teman Korsupgah KPK punya keyakinan potensi pendapatan di Kota Malang jauh bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi pendapatan dari sektor pajak di Kota Malang sangat besar, tidak hanya dari hotel dan restoran saja, melainkan juga dari potensi penerimaan di bidang parkir. Apa yang disarankan KPK ini juga akan menjadi perhatian Pemkot Malang untuk melakukan perbaikan sistem pemungutan pajak. Salah satunya dengan menerapkan sistem online juga penguatan database potensi pajak secara manual.

“Kita juga tidak mau serta merta percaya dengan sistem online, makanya ke depan ini akan dibuat dobel sistem. Ada taping box secara online tadi dan juga yang manual berdasarkan dengan kajian potensi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan mengatakan, agar melalui sistem pajak online, kesadaran pelaku wajib pajak melakukan pembayaran diharapkan bisa terpenuhi sebagaimana mestinya. Sehingga uang yang masuk ke dalam kas daerah memang benar-benar terdata dan sesuai.

“Ini salah satu aksi nyata dari KPK, bagaimana meningkatkan pendapatan daerah khususnya supaya pembayaran pajak itu benar-benar masuk dalam kas daerah,” ujarnya.

Kekinian, lanjut Basaria, KPK bersama pemerintah daerah mengupayakan dengan pemberian fasilitas melalui alat di setiap tempat yang wajib bayar pajak. Alat tersebut, nantinya yang akan mengontrol berapa uang yang masuk.

Ia berharap, ada integrasi yang bisa diwujudkan melalui alat bantu pajak online tersebut dan pencegahan korupsi bisa dijalankan.

Sementara itu, Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto mengungkapkan hingga saat ini pelaku wajib pajak yang sudah menerapkan sistem online sekitar 176. Ia berharap semua pelaku usaha wajib pajak lainnya bisa menerapkan sistem online tersebut.

“Sudah sekitar 176, dan itu macam-macam ya, ada hotel, restoran, kos-kosan dan lainnya. Kebanyakan juga meningkat, nanti kedepan kita harapkan keseluruhan wajib pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame semuanya bisa segera menerapkan sistem online. Jadi semuanya transparan dan tidak terlalu banyak makan waktu,” jelasnya. (Hmz/Ulm)

Sutiaji Raih Wali Kota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan

(Humas Pemkot Malang)
(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang Sutiaji meraih Walikota Entrepreneur Award 2019 untuk kategori Pendidikan. Ajang ini dihelat Philip Kotler Center for ASEAN Marketing.

Founder dan chairman Mark Plus Inc, Hermawan Kertajaya mengatakan, penilaian dilakukan oleh Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digabung dengan kriteria nilai nilai enterpreuner yang dikembangkan oleh Mark Plus.
Sejalan dengan tema yang diangkat, yakni Rediscovering Growth, Finding the Momentum, Wali Kota Malang Sutiaji dinilai memiliki kemampuan dalam membaca momentum dan merumuskan dalam satu kebijakan strategis yakni melalui pendidikan karakter.

“Menggarap generasi muda potensial lewat ekonomi kreatif yang juga disasarkan pada dunia pendidikan, ” ujarnya di Ballroom, Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (4/12).

Momentum yang dinilai tepat dan strategis, lanjut dia, adalah visi SDM unggul. Hal itu adalah keniscayaan, sebab Indonesia sudah tidak bisa hanya bertumpu serta mengandalkan sumber daya alam, maka Kepala Daerah yang “berani” berfokus pada bidang SDM unggul, patut mendapat apresiasi tersendiri.

Sementara itu, Wali kota Malang Sutiaji yang tidak dapat hadir secara pribadi (langsung) dan diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, menyampaikan terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut.

“Ini tentu jadi motivasi sekaligus peneguh langkah untuk kita (kota Malang) makin menguatkan pembangunan SDM di berbagai bidang sektor,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan harus mampu menyasar ruang – ruang publik yang ada.

“Tak hanya terbatas pada ruang kelas, namun lingkungan berhimpunnya banyak orang pun seperti pasar, kita dapat mentransformasikan semangat pendidikan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, salah satu inovasi pendidikan tak berbatas ruang kelas yang dikembangkan kota Malang adalah inovasi ‘Sepasar Pedas’ yaitu Sekolah Pasar Pedagang Cerdas. Sekolah bagi para pedagang itu rutin pertemuan 4 kali dalam sebulan. Materinya soal kesehatan dan keamanan pangan, tertib ukur timbangan, stabilitas harga dan perbankan. Lulusannya diberikan sertifikat dan yang membanggakan “Sepasar Pedas” juga mendapatkan penghargaan top 25 kompetisi pelayanan publik tingkat Jawa Timur, pada Selasa 3 Desember 2019 lalu.

Sekedar informasi, ajang tahunan yang digelar Mark plus bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri itu, juga memberikan penghargaan “Special Mention Marketeer of the year 2019 kepada Angkie Yudistia, Ridwal Kamil, dr Terawan, Mahfud MD, Wisnutama, dan Nadiem Makarim.

Erick Thohir, Menteri BUMN meraih Special International Recognition on marketing 2019 (atas kemampuan dan keberhasilan pada media marketing, sport marketing dan politic marketing). Immortal Marketing Award juga diberikan kepada BJ Habibie dan Ciputra. (Hmz/Ulm)

Pimpinan KPK Ajak Pengusaha dan Pegawai Pajak di Malang Jauhi Praktik Korupsi

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan bersama Wali kota Malang Sutiaji di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (4/12). (Aziz Ramadani MVoice)
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan bersama Wali kota Malang Sutiaji di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (4/12). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengajak para pelaku usaha serta pegawai pajak di Kota Malang menjauhi praktik korupsi. Selain bakal berurusan dengan pidana, impian merealisasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga tidak akan terwujud.

“Bapak ibu harus bekerja dengan tenang (Menghindari praktik korupsi), sehingga investor akan aman dan nyaman. Ini bukan kata saya, tapi pesan langsung dari pemimpin tertinggi Indonesia, Presiden Joko Widodo,” kata Basaria kepada seluruh peserta sosialisasi bertajuk Program Pajak Online dalam rangka Program Pencegahan Korupsi di Bidang Pendapatan Daerah, kerjasama Pemkot Malang dan Tim Korsupgah KPK Wilayah 6 bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Kota Malang, Rabu (4/12).

Basaria melanjutkan, Pemerintah memang sedang getol-getolnya memacu seluruh kepala daerah meningkatkan pendapatan warganya. Maka, hal itu akan beriringan dengan peningkatan potensi sektor pajak. Namun, perlu pula ditegaskan agar tidak bermain-main dengan pajak. Sebab diakuinya masih ada yang nakal, baik itu pelaku usaha atau wajib pajak maupun pegawai pajaknya.

“Untuk para wajib pajak, dan pegawai yang bekerja harus benar-benar bersih, clear and clean. Jangan sampai pemungut pajak mengambil sesuatu yg bukan haknya. Jangan sampai ada terlewat 500 perak pun,” ujar polisi berpangkat Inspektur Jenderal ini.

“Ini yang sering ditemukan (korupsi pajak), tapi tidak ada di Kota Malang. Yang ingin saya pesankan, jangan sampai ini terjadi di Kota Malang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penting pula dilakukan langkah pencegahan seperti yang sudah dideklarasikan Pemkot Malang melalui inovasi alat rekam pajak online atau elektronik tax (e-Tax). Program ini sebagai langkah menutup celah adanya korupsi.

“Kunci dari korupsi supaya hilang hanya satu, transparan, tidak hanya omongan dalam buku. Maka dibuat sistem online berarti semua bisa membacanya. Para pengusaha (wajib pajak) bisa akses dan membaca,” jelasnya.(Hmz/Aka)

Honda ADV150 Raih Motorcycle of The Year

istimewa
istimewa

MALANGVOICE – Motor skutik penjelajah Honda ADV150 dinobatkan sebagai Motorcycle of The Year pada ajang penghargaan Gridoto Award 2019. Penghargaan ini merupakan cerminan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sepeda motor Honda, khusunya Honda ADV150.

Setelah melalui beragam rangkaian pengujian, Honda ADV150 dinobatkan menjadi motor terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan mempertimbangkan beragam aspek, yaitu sisi desain, fitur, teknologi, performa, kenyamanan, value for money, serta jenis dan jumlah varian.

Selain Motorcycle of The Year, Honda ADV150 juga dinobatkan sebagai Best Scooter Matic 150cc. Menemani Honda ADV150, skutik lainnya juga dapat penghargaan di ajang Gridoto Award 2019 yaitu Honda Genio berhasil meraih Best Scooter Matic 110-125cc Entry Level. Di kategori motor Sport, Honda CBR250RR dinobatkan sebagai Best Sport 250cc Fairing. Di kelas 150 Honda CRF150L juga berhasil menyabet Best Sport 150cc Dual Purpose. Pada kategori Special, Honda CBR250RR terpilih sebagai pemenang kategori Best Acceleration, sedangkan Honda Genio terpilih sebagai Best Fuel Consumption.

GM Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan terhadap jajaran sepeda motor Honda, terutama dengan penghargaan tertinggi Motorcycle of The Year yang diraih Honda ADV150.

“Sejak kami merilis pertama kali pada event GIIAS pada paruh kedua Juli 2019, Honda ADV150 terus diapresiasi masyarakat karena mampu memberikan kebanggaan dalam berkendara, baik melalui desain yang tampil beda, mengadopsi gaya motor besar, serta penyematan beragam fitur-fitur canggih,” ujar Muhibbuddin.

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan yang canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memilki aktivitas tinggi dalam melintasi berbagai kondisi jalan raya. Hadir dengan desain bodi yang futuristik dan manly, skutik ini sesuai dengan karakter pengendara yang aktif. Dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang mampu menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan, berbagai fitur canggih juga turut disematkan untuk menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya.

Di Jawa Timur, konsumen yang melakukan pembelian Honda ADV150 pada bulan November 2019 akan mendapatkan hadiah langsung berupa jaket touring.

Honda ADV150 dipasarkan dengan dua tipe, ABS – ISS dan CBS-ISS dengan total 6 varian warna yang futuristik dan manly. Tipe ABS – ISS dipasarkan Rp 37.699.000 (On The Road Surabaya) ini tersedia dalam dua warna, yakni Advance Red dan Advance White. Sementara itu tipe CBS-ISS yang dipasarkan seharga Rp 34.370.000 (On The Road Surabaya), mendapat empat pilihan warna, yakni Tough Matte Brown, Tough Silver, Tough Matte Black, dan Tough Red.(Der/Aka)

Meski Tiga Bulan Menjabat, Sutiaji Terkesan Kinerja AKBP Dony Alexander

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama AKBP Dony Alexander, AKBP Leonardus Simarmata, dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson di Balai Kota Malang, Selasa (3/12). (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama AKBP Dony Alexander, AKBP Leonardus Simarmata, dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson di Balai Kota Malang, Selasa (3/12). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi kinerja AKBP Dony Alexander meskipun hanya menjabat tiga bulan menjadi Kapolres Malang Kota. Sinergitas dan kolaboratif menjadi kunci utama tercipta suasana kondusif di kota berjuluk Bumi Arema.

“Mewakili masyarakat Kota Malang, terimakasih tiga bulan mengabdi kepada AKBP Dony Alexander. Ketika kita kuat, tiga pilar (Pemerintah, TNI dan Polri), menjadi satu utuh kekuatan, maka tidak akan ada ruang sedikit pun orang mengacau kondusifitas Kota Malang,” kata Sutiaji dalam apel Tiga Pilar di halaman Balai Kota Malang, Selasa (3/12).

Ia menambahkan, yang dibutuhkan Indonesia tidak lain adalah kolaborasi dan kebersamaan. Hal ini juga tercermin dalam slogan Arema yakni Salam Satu Jiwa.

“Salam ini harus diimplementasikan dalam tindakan, jadi bukan omongan belaka,” sambung dia.

Sutiaji juga menyambut hangat pucuk pimpinan baru Polresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata. Ia mengaku telah kenal lama, terutama sejak berdinas di Polres Batu.

“Saya yakin Beliau (Leonardus) mengerti apa yang ada di Kota Malang. Insyaallah sudah paham betul Kota Malang,” ujarnya.

Sementara itu, AKBP Dony Alexander mengatakan, kolaborasi dan didukung keikhlasan menjadikannya tugasnya selama menjabat berjalan lancar. Terutama kolaborasi yang kuat Tiga Pilar.

“Kolaborasi akan meringankan tugas.
Saya apabila selama bertugas ada unsur disengaja atau tidak disengaja melukai hati, memohon maaf sebesar-besarnya.
Mohon doa restu saya memimpin Polres Pasuruan Kota,” kata Dony.

Hal senada disampaikan AKBP Leonardus Simarmata. Ia memohon restu agar mengemban amanah dengan baik sebagai pimpinan Polresta Malang Kota.

“Izin saya atas nama pribadi mohon diterima di Kota Malang, kalau ada salah jangan ragu ditegur atau dijewer,” ujar mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.(Der/Aka)

Sosialisaikan UMK Kota Malang Rp 2,89 Juta, Sutiaji “Sentil” Pengusaha Nakal

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Malang naik sekitar Rp 270 ribu pada 2020 mendatang. Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau pengusaha untuk komitmen dan mematuhi UMK yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Hal ini terungkap pada momentum Sosialisasi UMK Kota Malang tahun 2020, di Hotel Gajah Mada Graha, Selasa (3/12).
Sutiaji mengajak semua pihak untuk menjaga komitmen, khususnya pengusaha yang ada di Kota Malang. Sebab, penetapan UMK telah melalui proses yang panjang dan banyak pertimbangan.

“Pemerintah dalam hal ini untuk menjaga bagaimana ketika sudah ditetapkan itu para pengusaha bisa menjalanlan komitmen dan mematuhi apa yang telah menjadi ketetapan,” kata Sutiaji.

Ia berharap, tidak ada pengusaha-pengusaha nakal di Kota Malang, apalagi menggaji karyawan tidak sesuai ketentuan (UMK).

“Minim nanti gajinya itu ada peningkatan, sehingga nanti tidak ada yang digaji seperti UMK yang lama,” sambung dia.

Kenaikan UMK Kota Malang, masih kata Sutiaji, dipastikan tidak akan menghambat investor.

“Saya kira ndak (tidak menghambat investor di Kota Malang), kalau sudah ditetapkan itu kan instrumennya ada kenapa sekian dan sekian sudah ada rumusnya,” ujar politisi Demokrat ini.

Menindaklanjuti itu, Pemkot Malang juga akan melakukan pengawasan. Agar semua pengusaha mengikuti standar UMK yang ditetapkan.

“Nanti juga semuanya juga akan ada pengawasan agar semua pengusaha tertib,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Konfiderasi SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kota Malang, Suhirno optimistis kenaikan UMK tahun 2020 tersebut bisa dijalankan dengan konsisten oleh para pengusaha di Kota Malang.

“Itu kan sudah diputuskan gubernur, yang jelas kita mengikuti apa yang sudah diputuskan. Harapannya semua bisa menjalankan dengan konsisten ya, dan tidak ada gejolak apapun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, UMK Kota Malang alami kenaikan Rp 2,895,502,730,75 pada 2020 mendatang. Sebelumnya, besaran UMK Kota Malang sebesar Rp 2.668.420,18 pada 2019. Hal itu berarti ada kenaikan sekitar Rp 270 ribu.(Hmz/Aka)

Andra And The Backbone dan Salpriadi Bakal Meriahkan Smartfren WOW Carnival

Konferensi pers Smartfren WOW Carnival. (Lisdya)
Konferensi pers Smartfren WOW Carnival. (Lisdya)

MALANGVOICE – Smartfren Region South East Java menggelar event Smartfren WOW Carnival, acara ini merupakan peluncuran Smartpoin 2.0 yang termasuk bagian dari program Loyalty berbasis aplikasi MySmartfren.

Chief Sales Officer Smartfren, Dedi Irawan mengatakan jika event yang digelar pada malam ini, Selasa (3/11) sangat cocok bagi kaum milenial. Event nantinya juga bakal ada Andra And The Backbone.

“Andra And The Backbone dan Salpriadi bakal menghibur malam kita di UMM, dan juga ada hiburan dan games bagi para pengunjung,” katanya.

Ia pun menambahkan, Smartfren WOW Carnival ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian untuk mensukseskan Program Undian Smartfren WOW, yang telah berlangsung sejak dua bulan lalu dan juga sebagai sosialisasi kepada pelanggan Smartfren dan masyarakat luas, atas hadirnya Program Smartpoin 2.0 sebagai Loyalty Program berbasis aplikasi mySmartfren.

Sementara itu Andra Junaidi, salah satu anggota Andra and The Backbone mengaku senang kembali bekerjasama dengan Smartfren, untuk acara spesial nanti malam Band Andra and The Backbone juga akan membawakan satu lagu barunya berjudul ‘Song For You’ yang selama ini belum pernah dinyanyikan ditempat umum.

“Untuk nanti malam kami akan membawakan 10 hingga 12 lagu, ditambah single lagu baru kami berjudul Song For You yang belum pernah kami nyanyikan di konser Andra and The Backbone,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Komunitas