Cari Sosok Leadership PDAM, Wali Kota : Kalau Tidak Cocok Ya Tidak Dipilih

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji tes langsung sembilan orang calon direksi PDAM Kota Malang
di Balai Kota Malang, Kamis (21/3). Ia mengakui lebih mencari sosok berkarakter leadership alias pemimpin.

“Jadi begini, yang namanya direksi dan direktur utama lebih banyak (dibutuhkan sosok) leader, bukan manajerial,” kata Sutiaji ditemui usai tes yang berlangsung tertutup itu.

Maka, lanjut dia, untuk mencari sosok tersebut, masing-masing calon diberi pertanyaan kasuistik atau studi kasus. Pertanyaan yang menuntut kejelian. Dicontohkannya pertanyaannya spontanitas, seperti pilih tenang atau nyaman, menasehati atau mengkritisi, gaji tinggi atau jabatan tinggi.

“Ini kan gampang, tapi banyak yang terjebak seperti saat tes dewan pengawas (dewas) PDAM. Ada juga yang tidak bisa menjawab,” beber pria berkacamata itu.

Meskipun Sutiaji tidak mendapatkan hasil yang diharapkan dari tes wawancara tersebut, ia bakal tetap mempertahankan penilaian yang sudah disusun oleh Tim Pansel yang dikomandoi Abdul Malik.

“Rekomendasi tim pansel menjadi pertimbangan juga. Kalau tidak cocok ya ndak usah (dipilih). Saya tidak mau dzolim. Semua sudah berbasis kompetensinya,” jelasnya.

Tahapan selanjutnya, masih kata Sutiaji, yang harus dilalui jika sudah ada keputusan direksi terpilih adalah lelang kinerja.

“Tunggu saja nanti hasilnya,” tutupnya.(Der/Aka)

Beli Motor Bodongan, Pria Asal Muharto Ditangkap Polisi

Tersangka Pembeli dan Penjual Motor Bodong (MVoice)

MALANGVOICE – Akibat beli motor curian, Hendra Yulias (24) warga Muharto, ditangkap polisi. Ia kedapatan membeli motor dari tersangka pencurian, Fuad Yudho yang lebih dahulu tertangkap.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya, mengatakan, motor Honda Beat hitam itu dibeli seharga Rp1,5 juta.

“Motor itu digunakan HY untuk transportasi sehari-hari. Bahkan, HY sudah mengganti plat nomor motor itu dengan plat palsu,” kata Komang, Kamis (21/3).

Komang menambahkan, hasil penjualan sepeda motor itu kemudian dibagi dua dengan rekan Fuad, yakni M Rifai (24) warga Jalan Letjen Sutoyo. Uang sebesar Rp250 ribu diberikan ke M Rifai sebagai fee.

“Fee itu diberikan karena sudah mempertemukan HY dan Fuad sehingga motornya laku,” lanjut Komang.

Kini keduanya masih menjalani pemeriksaan polisi dan diancam pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(Der/Aka)

Satgas TMMD Jember Segera Rampungkan Pengerjaan Musala Al-Ikhlas

Pengerjaan musala. (istimewa)

MALANGVOICE – Tim Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kodim 0824/Jember kini mulai berlanjut memasang plafon Musala Al-Ikhlas di Dusun Gayasan Desa Gunungmalang Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.

Sebelumnya, para petugas telah menyelesaikan atap dan dinding musala selama beberapa hari.

Karena keterbatasan waktu yang sedikit, Satgas yang berjumlah lima orang dan dipimpin oleh Serma Sudibyo tersebut mulai kebut pembangunan, yakni memasang lantai keramik.

Musala yang dilengkapi dengan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) tersebut nantinya akan lebih representatif dimanfaatkan untuk tempat beribadah maupun untuk mengaji anak-anak.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-104 Kodim 0824/Jember Kapten Inf Suwarno terus melakukan pengecekkan dan memotivasi kepada jajaran Satgas yang berada dititik-titik pekerjaan.

“Pengerjaannya harus dilakukan lebih cepat lagi agar dapat segera termanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.(Der/Aka)

Kartu ATM Teman Sendiri Dikuras Sampai Rp17 Juta

Polisi bersama pelaku dan barang bukti. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Seorang wanita asal Jalan Kembang Kertas, Jatimulyo, Lowokwaru, berinisial ECK (45) terpaksa berurusan dengan polisi. Ia ditangkap karena membobol ATM milik temannya.

Aksi ECK ini dibongkar setelah ada laporan korban, RAS (45) setelah merasa kartu ATM-nya hilang. Unit Reskrim Polres Malang Kota pun segera bertindak dan melakukan penyelidikan. Setelah bekerja sama dengan pihak bank, akhirnya pelaku ditangkap pada 18 Maret lalu.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya, menjelaskan, pelaku membobol ATM milik RAS yang tak lain adalah temannya sendiri berawal pada 24 Januari lalu.

ECK awalnya hanya berkunjung ke rumah RAS untuk bermain, namun saat hendak pulang, pelaku menemukab kartu ATM di bawah kursi. Kartu itu kemudian diambil tanpa sepengetahuan korban.

Di perjalanan pulang, pelaku mencoba menggunakan kartu ATM itu. “Di kartu ATM itu ada PIN yang ditempel. Sehingga pelaku bisa mengambil uang dari kartu tersebut,” ujar Komang, Kamis (21/3).

Berhasil melakukan penarikan di mesin ATM, pelaku kemudian mencoba di keesokan hari serta memakainya untuk belanja. Total yang digunakan pelaku adalah Rp17 juta.

“Selama kali hari kartu ATM itu digunakan sebanyak empat kali. Setelah itu pelaku membuang kartu ATM korban ke dalam selokan,” katanya.

Dari penangkapan itu juga terbukti uang yang diambil pelaku digunakan untuk membayar hutang dan membeli perhiasan emas. Polisi ikut mengamankan sisa uang Rp800 ribu dan rekaman CCTV pelaku saat mengambil uang di ATM serta anting emas Hello Kitty.

“Seharusnya pelaku ini menyadari dari awal kalau kartu ATM itu bukan miliknya dan mengembalikan ke korban,” jelas Komang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.(Der/Aka)

Sutiaji Langsung Respon Aksi Penggalangan Koin Jalan Berlubang

Wali Kota Malang Sutiaji berdialog dengan kelompok aksi penggalangan koin perbaikan jalan berlubang, Kamis (21/3). (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi demonstratif atas kondisi jalan berlubang dengan cara penggalangan koin direspon positif Wali Kota Malang, Sutiaji. Aksi tersebut diakuinya memiliki niat yang baik untuk Bumi Arema.

“Tentu saya respon positif gerakan koin untuk jalan berlubang. Karena setiap gerakan sosial selama diniatkan baik, maka tentu akan berjalan baik,” kata Sutiaji saat berdialog dengan kelompok aksi di depan DPRD Kota Malang tersebut, Kamis (21/3).

Namun, lanjut Sutiaji, Pemerintah Kota Malang tidak hanya tinggal diam melihat banyaknya jalan berlubang di wilayahnya. Penting untuk dipahami masyarakat, menurutnya, bahwa APBD bukan seperti uang di brankas.

“Yang sewaktu-waktu langsung dapat diambil dan dipergunakan. APBD ada proses dan mekanismenya. Sudah terpetakan peruntukannya, dan pencairan penggunaannya melalui mekanisme,” urai pria berkacamata ini.

Sutiaji menambahkan, tentang penganggaran perawatan jalan dan dana insidentil, memang pada triwulan pertama sebagian telah terealisasikan. Namun, bertepatan musim hujan yang intensitasnya tinggi berdampak pada bertambahnya titik jalan rusak.

“Akan kami evaluasi, ada beberapa titik yang masih dalam tahapan perawatan rekanan sehingga tidak bisa disentuh APBD,” jelasnya.

“Pada sisi lain memang harus kami akui beberapa ruas jalan kualitasnya kurang baik. Ini jadi komitmen kami untuk menuntaskannya,” tutup pria juga Politisi Demokrat ini. (Der/Ulm)

Komisi C Dorong Percepatan Penambahan Anggaran Perbaikan Jalan

(Istimewa)

MALANGVOICE – Dewan dorong Pemerintah Kota Malang mempercepat penambahan anggaran insidentil untuk perbaikan atau pemeliharaan jalan rusak. Ini merespon protes dan keluhan masyarakat akan buruknya kondisi infrastruktur di Bumi Arema.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Moh. Ula menjelaskan, ada beberapa poin solusi yang dirumuskan pasca pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Rabu lalu (20/3). Pertama, dewan mendorong agar penyusunan peraturan wali kota ( perwali) segera diselesaikan dan berkordinasi secepatnya dengan Bagian Hukum.

“Ini sebagai payung hukum untuk pengajuan dana pemeliharaan atau insidentil mendahului PAK (APBD Perubahan), Pak Wali (Sutiaji) sudah menyetujui,” kata Ula, Kamis (21/3).

Kemudian, lanjut dia, untuk jalan yang masih dalam proses lelang, Komisi C mendorong dilakukan langkah-langkah taktis. Salah satunya, agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) dilakukan percepatan lelang sembari tetap melakukan penambalan sementara.

“Sedangkan untuk jalan Provinsi dan jalan Nasional, Komisi C mendorong DPUPR melakukan koordinasi yang intensif. Sehingga pengerjaan penambalan jalan berlubang lebih maksimal,” pungkas Politisi Gerindra ini. (Der/Ulm)

Pengunjung Perpus Kota Malang Meningkat, Paling Banyak Mahasiswi

Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Sri Umiasih. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pengunjung Perpustakaan Umum Kota Malang diklaim terbanyak di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan oleh Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Sri Umiasih.

Pengunjung yang didominasi oleh milenial atau anak-anak ini, dikatakan Umi dalam sehari bisa mencapai 600 hingga 700 orang.

“Mereka itu mulai dari anak TK sampai SMA. Kebanyakan tapi SMP, SMA sama mahasiswa. Kalau dari statistik angka paling tinggi itu mahasiswa, ada di angka 60 persen,” katanya belum lama ini.

Jumlah pengunjung 600 hingga 700 tersebut, yakni pada hari Senin hingga Jumat. Sedangkan untuk weekend atau Sabtu dan Minggu, terbilang meningkat.

“Meningkat kalau weekend itu, sekitar 900 orang yang berkunjung,” paparnya.

Kendati demikian, angka yang terbilang cukup tinggi tersebut belum ditentukan dengan minat baca sesorang.

“Belum ya, kami belum tahu apakah minat baca di Kota Malang itu tinggi. Karena kami belum survey,” tandasnya. (Der/Ulm)

Galang Koin untuk Jalan Berlubang, Turis Asing Pun Ikut Resah

Aksi penggalangan koin untuk jalan berlubang di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (21/3). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Sekelompok masyarakat menggelar gerakan pengumpulan koin untuk mengaspal jalan di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (21/3). Ini merespon banyaknya jalan rusak dan berlubang di kota berjuluk Bhumi Arema.

Aksi ini mendapat respon positif dari pengendara yang melewati jalan bundaran Tugu Kota Malang tersebut. Bahkan seorang pria turis asing ikut berpartisipasi dan mengeluhkan kondisi jalan yang buruk.

“Banyak lubang di mana-mana. Susah lewatnya,” katanya sembari berlalu melanjutkan perjalanannya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi bertajuk Malang Darurat Jalan Berlubang, Wahyu Eko Setiawan menjelaskan, gerakan ini sebagai bentuk kepedulian akan kondisi jalan Kota Malang yang mengkhawatirkan. Apalagi, menurutnya, dalam kurun sebulan terakhir, dua orang jadi korban kecelakaan akibat jalan yang tidak layak tersebut.

“Sampai sekarang kok dibiarkan saja oleh pemerintah,” keluh Wahyu ditemui awak media.

Pria akrab disapa Sam Wes ini melanjutkan, aksi kali ini bukan semata-mata mencari-cari kesalahan. Jika memang jalan rusak tak tertangani akibat kurangnya anggaran. Maka gerakan ini sebagai bentuk usaha bersama alias gotong royong membantu pendanaan perbaikan jalan tersebut.

“Kami juga ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut peduli kondisi jalan. Pemerintah pun juga harus terketuk hatinya untuk segera bersikap. Apalagi jalan rusak sudah makan korban,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Kembalikan Kepercayaan Publik, Mental ASN Pemkot Malang Harus Baik

(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Bimbingan teknis Revolusi Mental di Lingkungan Pemkot Malang dan diikuti oleh 201 pejabat pengawas tuntas digelar. Besar harapan pasca kegiatan ini, ASN mampu mengembalikan kepercayaan publik kepada pemerintah.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, agar dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya sebagai pelaku utama dalam birokrasi pemerintahan, ASN harus menjadi teladan, memiliki dedikasi tinggi, bermental baik dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Maka diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan terhadap pemerintah.

“Sehingga masyarakat mau berpartisipasi secara aktif dan mendukung berbagai kebijakan terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di segala bidang kehidupan,” kata Sutiaji saat menghadiri penutupan Bimtek Revolusi Mental di Hotel Aria Gajayana, Rabu (20/3).

Sutiaji juga mengajak untuk serius merevolusi mental dimulai dari diri sendiri. ASN haruslah jadi panutan masyarakat dan abdi negara, serta abdi masyarakat; melalui perubahan cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan.

“Dan senantiasa berpijak pada nilai-nilai moral,” tutupnya.

Tujuan bimtek revolusi mental ini antara lain agar ASN mampu mengubah dan memiliki pola pikir baru dalam rangka memimpin dan/atau mengelola reformasi birokrasi di unit kerjanya serta menyelaraskan dengan program reformasi birokrasi secara menyeluruh khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Sedangkan tujuan pelaksanaan bimtek ini adalah meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara dalam melakukan perubahan yang cepat agar terwujudnya aparatur sipil negara yang mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Revolusi mental merupakan salah satu agenda dalam nawa cita yang bertujuan untuk menggalakkan pembangunan karakter dan mempertegas kepribadian serta jati diri bangsa, sesuai dengan amanat Trisakti Soekarno yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Revolusi mental juga dapat dikatakan sebagai investasi jangka panjang, yang merupakan kunci dari sebuah keberhasilan, karena dengan membangun karakter yang mengutamakan kejujuran, terdidik, dan toleran, diyakini bisa membawa perubahan bagi indonesia menjadi bangsa yang memiliki karakter kuat, jujur, dan beretos kerja tinggi, dengan harapan nantinya mampu menyusul keberhasilan negara-negara tetangga seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan dan lainnya. (Der/Ulm)

Kemenkes RI Beri Jatah Kota Malang Lima Formasi CPNS

Wali Kota Malang Sutiaji menerima formasi CPNS dari Menkes RI, Nila F. Moeloek, Selasa (19/3). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI beri jatah lima formasi CPNS untuk Kota Malang. Hal ini sebagai langkah menguatkan visi Indonesia Sehat.

Formasi itu diterima langsung Wali Kota Malang Sutiaji dari Menkes RI, Nila F. Moeloek, Selasa (19/3). Rincian komposisinya, terdiri satu dokter, satu dokter gigi dan tiga tenaga bidan.
Catatan BKD Kota Malang pada proses yang sama, kota Malang mendapatkan droping sebanyak 22 formasi CPNS, 2017 silam.

“Ini tindak lanjut dari MoU antara daerah dengan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka optimalisasi tenaga pelayanan kesehatan dan sifatnya daerah hanya menerima serta selanjutnya memproses admininistrasi kepegawaian distribusi (CPNS) tersebut untuk menjadi CPNS daerah,” urai Sutiaji.

Sekjen Kemenkes RI, Oscar Primadi menjelaskan, ada 386 kota/kabupaten dan 1 Provinsi Lampung yang menerima distribusi formasi untuk jabatan dokter, dokter gigi dan bidan. Berdasarkan data Kemenkes, jumlah PTT Kemenkes sebanyak 43.310 orang dan hingga tahun 2017, lalu sebanyak 39.090 telah masuk formasi PNS.

Sementara itu Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, mengapresiasi respon positif dan komitmen daerah atas MoU dengan Kemenkes ini.

“Itu semua semata -mata untuk mewujudkan Indonesia sehat, ” kata Nila Moeloek.

Ia menambahkan, penting mendorong proses promotif dan preventif. Ada tiga yang diharapkan jadi perhatian daerah untuk menyukseskan program Indonesia sehat, yakni melandingkan paradigma sehat melalui penguatan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) UKBM, Posyandu dan Posbindu. Kemudian penguatan yankes melalui PIS-PK, peningkatan sarpras Nusantara sehat, pendayagunaan dokter spesialis, akreditasi puskesmas dan RS, serta JKN melalui peningkatan cakupan kepesertaan. (Der/Ulm)

Komunitas