Bung Edi Warning ASN Tak Disiplin Senam Pagi

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko senam pagi di halaman Balai Kota Malang, Jumat (3/7). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko me-warning ASN di lingkungan Pemkot Malang yang tak disiplin senam pagi di halaman Balai Kota Malang, Jumat (3/7). Ini buntut pada program kali ketiga pasca PSBB tersebut sepi peserta.

“Ini (senam Jumat pagi) harus diikuti seperti halnya mengikuti apel pagi di hari- hari lainnya. Sayangnya, saya perhatikan yang apel dan yang ikut obah (senam) Jumat pagi tidak sebanyak sebelumnya (senin – kamis),” kata akrab disapa Bung Edi ini.

Politisi Golkar ini memperingatkan agar seluruh ASN disiplin mengikuti program senam pagi tersebut.

“Tidak boleh dan setiap unit kerja (OPD) di lingkungan sekretariat ini harus mengingatkan anggotanya, tegakkan kedisiplinan,” tegasnya.

Bapak tiga anak ini juga mengingatkan kepada ASN Pemkot Malang untuk mewaspadai pergerakan COVID-19 di wilayah Kota Malang. Sebab, angka kasus sebanyak 217 (per 2 Juli 2020) tidak bisa dipandang remeh.

“Harus hati-hati, bisa jadi ada di sekitar kita. Hanya kedisiplinan yang mampu membentengi kita, sekaligus memutus angka kasus,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa sesuai perintah Wali Kota Sutiaji, setiap ASN agar terlibat aktif mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Maka saya minta semua ASN untuk meng-konkritkan,” tegas alumni SMA 3 Malang tersebut.(der)

Ada Sanksi Pidananya, Jangan Asal Terbangkan Drone

Aktivis Drone Arya Dega. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ini peringatan bagi pilot ataupun penghobi drone (pesawat nirawak) agar tak asal terbang. Sebab,
Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2020 mengatur beragam hal tentang pengoperasian drone, termasuk sanksi pidananya.

“Peraturan ini baru keluar 8 Juni 2020 kemarin. Tapi masih banyak pilot drone yang belum mengetahuinya,” kata Aktivis Drone Malang, Arya Dega, Jumat (3/7).

Arya melanjutkan, bahwa Permenhub Nomor 37 Tahun 2020 ini menggantikan peraturan yang sebelumnya, yakni Permenhub Nomor 180 Tahun 2015 serta Permenhub Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

Pada peraturan yang ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu terdapat sejumlah peraturan yang diganti. Dicontohkannya tentang pengoperasian drone pada ketinggian di atas 120 meter (400 feet) harus memiliki persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Aturan itu yang sebelumnya dengan ketinggian 150 meter, sekarang diganti jadi 120 meter,” beber pria kelahiran Bandung ini.

Lalu, terdapat aturan yang melarang drone diterbangkan di kawasan dalam radius 5,5 kilometer (3 Nautical Mile) dari titik Helipad yang berlokasi di luar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) suatu bandar udara.

“Kalau ini peraturan baru. Dalam peraturan yang sebelumnya hanya mengatur kawasan KKOP saja,” beber pria bersertifikat Pilot Drone FASI ini.

Selain itu, masih kata dia, peraturan baru lainnya yakni pengoperasian drone harus memerhatikan kaidah batas pandang mata atau VLOS (Visual Line of Sight) serta diluar batas pandang mata atau BVLOS (Beyond Visual Line of Sight). Bahkan, drone pun kini dilarang terbang saat malam hari tanpa izin.

“Dalam peraturan tersebut dituliskan pengoperasian drone hanya dapat dilakukan saat matahari terbit hingga matahari terbenam,” sambug dia.

Sedangkan untuk saksi bagi pelanggar, dijelaskan bahwa pengenaan sanksi dilaksanakan berdasarkan hasil pengawasan sesuai dengan kondisi sebagai berikut, yakni melanggar wilayah kedaulatan dan keamanan udara, mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan, memiliki dampak ancaman terhadap pusat pemerintah, pusat ekonomi, objek vital nasional dan keselamatan negara, tidak memiliki persetujuan beroperasi, tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud mencakup, pengenaan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pengenaan sanksi administratif berupa pencabutan persetujuan dan dimasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist.

“Saya harap para pilot drone di Indonesia sudah memahami betul peraturan yang baru ini agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari,” pungkasnya.(der)

Satlantas Polresta Malang Kota Bantu Tangkap Pelarian Mobil Rental dari Surabaya

Penyerahan mobil dan pelaku dari Satlantas Polresta Malang Kota ke Polsek Wonokromo. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kasus pelarian mobil rental di Surabaya berakhir di Kota Malang. Mobil Innova L 1451 HW ini diamankan Satlantas Polresta Malang Kota di Jalan Tumenggung Suryo, Jumat (3/7).

Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution, mengatakan, pengamanan ini berawal dari banyaknya info di Radio Suara Surabaya (SS) terkait mobil yang dibawa orang ke daerah Malang.

Anggota kemudian mendalami informasi dari masyarakat adanya mobil yang persis dengan laporan itu di kawasan Araya, Kamis (2/7). “Kemarin kami amankan perbatasan daerah Araya sekaligus patroli. Tapi sudah kehilangan jejak,” kata Rama, sapaan akrabnya.

Baru pada pagi tadi, sekitar pukul 06.00 WIB. Ada informasi lanjutan dari radio di Malang tentang keberadaan mobil hitam itu di pinggir jalan sekitaran Jalan Tumenggung Suryo.

Anggota Satlantas yang kebetulan patroli pagi di kawasan tersebut kemudian mengejar dan menepikan mobil pelaku.

“Anggota kemudian meminta kelengkapan surat kendaraan. Setelah dikoordinasikan ternyata memang betul itu mobil yang dicari korban lewat radio dan laporan Polsek Wonokromo,” jelasnya.

Setelah diselidiki lebih lanjut, pelaku diketahui bernama Suwarno diamankan ke Mapolresta Malang Kota bersama satu rekannya yang kebetulan berada dalam mobil itu. “Ada dua orang kami amankan. Semuanya berasal dari Gresik,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik mobil, Johan, mengaku mobilnya ini memang direntalkan kepada Suwarno sejak 9 Juni. Namun, hingga 15 Juni mobil itu tak kembali dan Johan kehilangan kontak dengan Suwarno.

Warga asal Surabaya ini kemudian melapor ke Polsek Wonokromo untuk meminta bantuan. “Harusnya balik tanggal 15 Juni, tapi sampai kemarin belum ada kabar. Akhirnya ditemukan di Malang ini,” katanya.

Karena kasusnya dilaporkan ke Polsek Wonokromo, pelaku dan barang bukti mobil dilimpahkan ke sana untuk ditindaklanjuti. Pelaku pun sudah mengenakan borgol saat dibawa anggota Polsek Wonokromo.(der)

Meski Ada Pasien Dinyatakan Sembuh, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Corona

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko penguatan tracing di Kelurahan Sukoharjo. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Sosialisasi intensif terus dilakukan Pemerintah Kota Malang guna menekan penyebaran virus COVID-19. Targetnya agar Kota Malang berstatus zona hijau.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, masyakarat pasti mengharapkan dapat beraktivitas kembali, tanpa khawatir adanya ancaman virus. Salah satunya aktivitas pendidikan dan pariwisata. Karena, menurutnya, saat dua sektor ini kembali bergerak, maka multiplier efek akan muncul. Serta simpul ekonomi pasti dan otomatis akan ikut bergerak.

“Namun itu bisa terjadi bila kita semua mampu memenuhi syarat, yakni menjadikan Kota Malang menjadi zona hijau. Dan untuk mampu menjadi zona hijau, sangat bergantung kepada kedisiplinan dan kesungguhan kita semua untuk membendung penyebaran COVID-19,” kata Sofyan Edi kala menghadiri monitoring penguatan tracing di Puskesmas Bareng Kelurahan Sukoharjo.

Disiplin yang dimaksud, lanjut dia, adalah disiplin pakai masker, disiplin cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, lakukan physical distancing serta ikutan arahan dan panduan yg diberikan pemerintah.

Politisi Golkar ini menambah, berdasarkan hasil riset, yang rawan terpapar komposisinya sama (dari sisi gender), 50 % dari bapak-bapak, dan 50 % dari ibu- ibu. Mengacu data provinsi, dari sisi usia yang terpapar terbanyak secara prosentase di usia 40 – 49 tahun (23 %). Posisi prosentase terbesar kedua di usia 50 – 50 tahun (22 %).

“Saya titip untuk terus memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya tertib menggunakan masker. Selalu waspada, gak boleh lengah dan tetap jaga kesehatan tubuh, meskipun dua positif yang di Sukoharjo ini sudah sembuh,” pungkasnya.

Perlu diketahui, wilayah kerja puskesmas Bareng dan puskesmas Janti ini sudah mempunyai pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Pada puskesmas Bareng yang memiliki wilayah kerja meliputi kelurahan Sukoharjo, kelurahan Bareng, kelurahan Kasin dan kelurahan Gading Kasri tercatat total kasus konfirm positif COVID-19 sebanyak 8 kasus dan PDP sebanyak 21 orang.

Sedangkan untuk puskesmas Janti yang memiliki wilayah kerja meliputi kelurahan bandungrejosari, kelurahan Sukun dan kelurahan Tanjungrejo tercatat total kasus konfirm positif sebanyak 7 kasus dan PDP sebanyak 42 orang.(der)

ACT Malang Tanam 10.000 Pohon Wakaf dan Aktivasi Kampoeng Dermawan

Penanaman pohon di Kampung Baran. (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi Cepat Tanggap Cabang Malang melakukan penanaman 10.000 pohon wakaf dan melakukan aktivasi Kampoeng Dermawan di Kampung Baran RT01 RW 07 Kelurahan Buring, Kedungkandang Kota Malang.

Penanaman diinisiasi oleh Global Wakaf – ACT bersama Pondok Pensantren Manajer Tholabie selaku Pembina masyarakat di wilayah kampung baran yang juga dihadiri oleh aparat setempat, termasuk ketua RT dan RW, Lurah Buring, Babinsa dan Babinkamtibnas Kedungkandang.

Peresmian ini merupakan serangkaian penanaman 10.000 pohon wakaf yang dimulai 7 Juni 2020 hingga akhir bulan Juli 2020.
10.000 pohon wakaf ini berupa bibit tanaman buah Alpukat Aligator dan Alpukat Florida, serta bibit pohon Pisang Cavendish.

Penanaman 10.000 pohon wakaf ini ditanam berkala, nantinya bibit ini juga akan ditanam di lahan kebun salah satu warga kampung baran dan juga disetiap pekarangan rumah.

Ketika pohon berbuah dan dipanen, sebagian hasilnya akan dibagikan untuk dimanfaatkan warga kampung baran baik dijual kembali atau dikonsumsi sendiri. Selebihnya lagi dikembalikan ke Global Wakaf untuk dikelola dan dibelikan bibit yang baru.

Selain penanaman 10.000 pohon wakaf, Global Wakaf – ACT bersama Pondok Pesantren Tholabie mengaktifasi Kampoeng Dermawan di kampung Baran RT 01 RW 07, yaitu membangun konsep lingukangan masyarakat yang memiliki jiwa dermawan terhadap sesamanya.

“Mencoba membangun lingkungan masyarakat di sini sudah cukup lama, harapannya dengan adanya ACT disini bisa memberikan jalan bagi masyarakat untuk lebih naik tingkat lagi,” tutur Moch Khoiril Anwar selaku Lurah Buring.

Kampoeng Dermawan ini disingkronasikan dengan penanaman bibit pohon wakaf yang ditanam, apabila telah panen masyarakat yang mendapatkan titipan pohon wakaf bisa memberikan hasil panennya ke tetangganya.

Selanjutnya apabila Kampoeng Dermawan telah berhasil menjadi percontohan, akan dilakukan duplikasi di beberapa RT tetangga di kelurahan buring agar bisa membangun ketahanan pangan mandiri bagi masyarakat Kampung Baran.

“Ini merupakan langkah Global Wakaf – ACT untuk membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan wakaf merupakan instrument terbaik untuk mengatasi krisis yang sedang terjadi. Maka dari itu kami mengajak semuanya untuk membumikan wakaf ini agar dapat memberikan manfaat yang sangat luas,” ucap Diki Taufik Sidik selaku Branch Manager ACT Malang.(der)

Nyaris Tusuk Petugas, Pelaku Curanmor Didor Polisi

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu menunjukkan foto pelaku. (der)

MALANGVOICE – Satu pelaku curanmor dilumpuhkan Satreskrim Polresta Malang Kota, Sabtu (27/6). Timah panas bersarang di tubuh pelaku karena berusaha melawan petugas saat ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, pelaku bernama S (38) alias Adenk alias Kadeng. Ia merupakan target operasi dari kasus curanmor yang ada di Kota Malang.

Pada 27 Juni, polisi mendapat informasi keberadaan pelaku di kawasan Kedung Kandang. Setelah diintai, pelaku kemudian ditangkap bersama satu rekannya berinisial H.

“Saat ditangkap, pelaku H ini kedapatan membawa sabu-sabu. Namun, Adenk sempat melarikan diri ke kawasan ladang tebu,” kata Azi, Kamis (2/7).

Tim polisi tak ingin kehilangan buruannya dan mencari Kadeng selama 5 jam. Alhasil, Adenk berhasil ditangkap kembali di ladang tebu.

“Saat ditangkap kembali, pelaku ini berusaha menyerang polisi dengan sajam. Akhirnya petugas melumpuhkan pelaku dengan tindakan tegas dan terukur,” jelas Azi.

Pelaku sempat dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan dan pelaku dinyatakan tewas.

Barang bukti yang didapat antara lain sebilah pisau, baju pelaku, kunci T dan rekaman CCTV.

Azi menjelaskan, pelaku masuk menjadi TO karena mencuri motor di dua TKP, yakni pada tanggal 13 dan 14 Juni lalu di kawasan Sukun.

“Kasus ini masih kami kembangkan. Sementara pelaku lain kami limpahkan ke unit narkoba,” tegas Azi.(der)

OJK Malang Mengimbau Waspada Informasi Hoax Ajakan Penarikan Dana di Perbankan

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuni. (Lisdya)
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuni. (Lisdya)

MALANGVOICE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan. OJK memastikan bahwa informasi tersebut adalah informasi hoax (kabar bohong) dan tidak benar.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri menjelaskan, bahwa berdasarkan data OJK pada Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

“OJK telah melaporkan informasi hoax ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan
Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah
menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Laporan yang dimaksud, lanjut dia, sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Masyarakat diimbau untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK nomor 157 atau layanan WhatsApp resmi 081157157157,” sambung dia.

Sugiarto menyampaikan, bahwa profil risiko perbankan di wilayah Kerja OJK Malang posisi Mei 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio NPL Gross tercatat sebesar 3,30%. Sementara itu, indikator likuiditas perbankan di Wilayah Kerja OJK Malang juga menunjukkan kondisi yang baik, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 71,77% yang menunjukkan bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit, namun juga digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat.

“Hal ini juga memberikan ruang bagi perbankan untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan guna mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada periode new normal sejak Pandemi COVID-19,” jelasnya.

Pada posisi Mei 2020, kredit perbankan di Wilayah Kerja OJK Malang tumbuh
sebesar 4,99% secara year on year, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun
perbankan tumbuh sebesar 11,21% yoy.
Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan di
perbankan dan perusahaan pembiayaan, sampai dengan posisi 26 Juni 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Wilayah Kerja OJK Malang (Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, dan Kota dan Kabupaten Probolinggo) telah mencapai Rp 8,2 triliun yang telah diberikan kepada 81.060 debitur, sedangkan untuk perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp2,49 triliun yang telah diberikan kepada 76.063
debitur.

Untuk perusahaan pembiayaan, per 26 Juni 2020, OJK Malang mencatat sebanyak
71 perusahaan pembiayaan telah memberikan fasilitas restrukturisasi pinjaman. Dari 90.382 permohonan restrukturisasi yang diajukan kepada perusahaan pembiayaan, terdapat 76.063 permohonan yang telah disetujui atau sekitar 84,16%.

Kepala OJK Malang juga mengimbau kepada seluruh jajaran industri perbankan di
wilayah Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo agar dalam melaksanakan kegiatan operasional dan pemasaran produk bank, wajib mengedepankan dan menjunjung tinggi integritas dan menjauhkan diri informasi hoax apalagi menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan marketing gimmick.

“Siapapun pelakunya akan berhadapan dengan UU ITE dan aparat penegak hukum.
OJK Malang mengharapkan kerja sama rekan-rekan media untuk melakukan konfirmasi kepada OJK jika terdapat informasi yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan sehingga tidak menimbulkan rumor negatif yang memiliki dampak kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa
memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK Malang 089516499688.(der)

Leo Simarmata Recanakan Program Bagikan Masker Setiap Hari

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata didampingi Letkol Inf Tommy Anderson. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Polresta Malang Kota berinisiasi membuat program pembagian masker setiap hari ke masyarakat. Program ini bakal segera dijalankan sesuai concern Presiden Jokowi dan Kapolda Jatim.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, mengatakan, pembagian masker ini ditujukan kepada tukang ojek di stasiun dan terminal serta pasar.

“Kami akan turun langsung sekaligus sosialisasi ke masyarakat,” kata Leo, sapaan akrabnya, Kamis (2/7).

Leo mengatakan, hal ini dilakukan karena pentingnya menggunakan masker selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Karena memang 70 persen masyarakat belum sadar pentingnya pakai masker. Tapi kami akan survey dulu dan berharap segera bisa bagikan masker,” tandasnya.(der)

Inflasi Kota Malang Capai 0,44 Persen, BPS: Ada Geliat Ekonomi di Tengah Pandemi

Suasana Pasar Besar Malang. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat 0,44 persen tingkat inflasi di Kota Malang, pada Juni 2020. Hal itu akibat adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan, meskipun inflasi yang terjadi di Kota Malang merupakan yang tertinggi di Jawa Timur, namun hal itu menunjukkan ekonomi masyarakat saat pandemi COVID-19 telah berputar kembali.

“Memasuki masa transisi normal baru, ada geliat ekonomi di Kota Malang. Ini ditunjukkan dengan adanya inflasi,” kata Sunaryo, dalam konferensi pers daring, Rabu (1/7).

Sunaryo merinci, untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen, yang diikuti kelompok pengeluaran pakaian, dan alas kaki sebesar 1,04 persen, dan penyedia makanan, minuman, restoran sebesar 0,90 persen.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,89 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran pendidikan tidak mengalami perubahan. Selain itu, menurutnya, ada empat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen.

Kemudian, kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya turun 0,27 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,33 persen, dan kelompok pengeluaran kesehatan turun 0,91 persen.

Sunaryo menambahkan, adanya inflasi pada Juni 2020 tersebut, merupakan salah satu isyarat bahwa perputaran ekonomi di Kota Malang sudah berjalan.

“Inflasi ini memberikan isyarat bahwa ada geliat ekonomi di Kota Malang. Ekonomi diharapkan bisa berkembang secara dinamis,” ujarnya.

Perlu diketahui, beberapa komoditas lain menyumbang inflasi Kota Malang, adalah kenaikan harga daging ayam sebesar 12,81 persen, tiket angkutan udara 6,55 persen, telur ayam ras 7,99 persen, rokok kretek filter 2,38 persen, dan mobil sebesar 0,91 persen.

Sedangkan untuk komoditas penghambat inflasi diantaranya penurunan harga bawang putih sebesar 15,77 persen, emas perhiasan 2,22 persen, tarif angkutan daring roda empat 8,86 persen, gula pasir 5,18 persen, dan cabai rawit turun sebesar 16,34 persen.

Di Kota Malang, inflasi kalender tercatat sebesar 0,88 persen, lebih rendah dibanding inflasi kalender Jawa Timur yang sebesar 1,14 persen persen. Secara Year on Year (YoY), inflasi Kota Malang sebesar 1,31 persen, lebih redah dari Jawa Timur yang sebesar 2,04 persen.(der)

DPC PDI Perjuangan Kota Malang Minta Polisi Usut Tuntas Pembakaran Bendera Partai

DPC PDI Perjuangan Kota Malang membawa surat pengaduan ke Polresta Makota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – DPC PDI Perjuangan Kota Malang ramai-ramai mendatangi Polresta Malang Kota, Rabu (1/7). Kedatangan anggota partai dengan ciri khas warna merah ini terkait buntut pembakaran bendera PDI Perjuangan di Jakarta.

Diketahui sebelumnya pembakaran bendera PDI Perjuangan ini terjadi pada Rabu (24/6) saat aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR/MPR Jakarta Pusat. Aksi ini kemudian memantik para kader PDI Perjuangan untuk melapor ke polisi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Rian DK, mengatakan, kedatangan para kader dan anggota fraksi ini untuk mengadukan kasus itu agar segera ditindaklanjuti.

“Kami merasa harga diri dan kebanggaan kami terganggu. Kami minta kasus ini diusut tuntas. Karena delik di Jakarta, jadi kami bisa hanya pengaduan di sini,” kata pria yang juga Ketua DPRD Kota Malang.

Made berharap, adanya aduan yang diterima langsung Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata ini bisa segera diteruskan ke Mabes Polri.

“Kapolresta bisa meneruskan dan masukan ke pusat agar menindak tegas pelaku sesuai bukti yang didapat,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Ahmad Wanedi ikut membacakan beberapa pernyataan sikap. Antara lain mengutuk secara keras pembakaran bendera PDI Perjuangan dan mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera.

“Seluruh lapisan kader PDI Perjuangan di Kota Malang untuk merapatkan barisan dan siaga satu membela kehormatan partai,” ujarnya sambil membacakan press release.(der)