Kurangi Tingkat Perceraian, Pasangan Muda Diberi Arahan Bangun Keluarga Sakinah

Wali Kota Malang, Sutiaji, memberikan arahan bagi generasi muda, (Dok humas).

MALANGVOICE – Mewujudkan misi Kota Malang Bermartabat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggandeng ratusan generasi muda untuk diberikan pembinaan tentang bagaimana cara membangun rumah tangga yang sakinah.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan, dalam membentuk keluarga yang sakinah, diperlukan bimbingan dan pembinaan kepada generasi muda.

“Oleh karenanya, pemerintah sebagai perpanjangan tangan yang diamanatkan oleh Allah memiliki kewajiban untuk menata dan membuat regulasi dalam rangka membina generasi muda menuju keluarga sakinah,” ujarnya di hadapan sekitar 100 orang peserta Sosialisasi Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah bagi Usia Pra Nikah di Sahid Montana Hotel hari Senin (14/6).

Guna mencapai rumah tangga yang sakinah, ditekankan perlu adanya pemahaman Tentang bagaimana membangun visi bersama dalam berumah tangga, tata cara berkomunikasi  dan bagaimana mengatasi konflik dengan baik.

“Begitu juga dengan bagaimana mendidik anak dengan baik, membekali mereka dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Mabrur, mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada di tahun 2020 terdapat 5457 perkawinan dan belum mencapai 10 persen yang telah menerima pembinaan.

“Untuk itu, kegiatan ini penting dilakukan dalam rangka mewujudkan keluarga yang sakinah agar dapat mengurangi tingkat perceraian di Kota Malang” ucapnya.

“Peran itu akan terus kita tingkatkan demi mewujudkan Kota Malang Bermartabat,” tandasnya.(der)

Pemkot Malang Komitmen Tingkatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Wali Kota Malang, Sutiaji menunjukkan MoU yang telah ditandatangani, (Dok humas).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya untuk tingkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembentukan kerjasama antar Pemkot Malang dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.

Hal itu dibuktikan melalui penandatanganan naskah kesepakatan MoU antara kedua belah pihak.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan, ini merupakan langkah awal membangun kerjasama dalam pengelolaan keuangan negara dalam membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap apa yang menjadi komitmen kita ini, Implementasi dilapangan secara berkala kita harus berkomunikasi, sehingga harapannya step by step akan bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya, Senin (14/6).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Taukhid, mengatakan, dengan terjalin kerjasama ini, bisa memberikan manfaat bagi Kota Malang dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi.

“Mudah-mudahan nanti seluruh informasi yang telah dilakukan pemerintah di wilayah ini, bahkan Jawa Timur sebenarnya, informasinya itu bisa bermanfaat bagi Kota Malang dalam rangka membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Berdasarkan data yang ada Sampai dengan 31 Mei 2021 realisasi Kredit Program di Jatim sebesar Rp18,01 triliun kepada 594.870.debitur.

Penyaluran Kredit Program terdiri dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp17,86T pada 552.141 debitur dan Ultra Mikro (Umi) sebesar Rp157,42 miliar pada 42.729 debitur. Di Kota Malang penyaluran Kredit Program (KUR dan UMi) mencapai Rp306,84 miliar kepada 8.375 debitur.

“Akses pembiayaan. Kami dari perbendaharaan, menteri keuangan, itu kan melakukan subsidi program untuk mensubsidi bunga yang ditanggung para pelaku usaha. Selama ini kan pelaku usaha itu secara umum hanya menanggung bunga 6% bunga pinjaman KUR itu, yang selebihnya bunga 14% -an itu kami yang nanggung. Bahkan untuk yang super mikro, tahun ini cuma 3 persen,” tandasnya.(der)

Pemkot Malang Prioritas Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Sebelum pandemi, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji (bertopi depan) ikut bersih-bersih bersama perangkat daerah dan warga dalam acara Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di Kelurahan Tanjungrejo, Jumat (29/2/2019),(Ist).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, berfokus untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Komitmen itu tertuang dalam visi dan misi Kota Malang, mewujudkan kota produktif dan berdaya saing, berbasis ekonomi kreatif dan keterpaduan yang diulas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang 2018-2023.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pembangunan prioritas pada peningkatan produktivitas dan daya saing daerah, serta kesejahteraan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur, daya dukung kota yang terpadu dan berkelanjutan, tertib penataan ruang, serta berwawasan lingkungan.

“Lingkungan hidup pun menjadi salah satu dari isu-isu strategis pembangunan Kota Malang untuk periode 2018-2023. Hal itu berkaitan dengan permasalahan-permasalahan pokok yang dihadapi dalam pembangunan Kota Malang,” ujarnya, Senin (14/6).

Adapun permasalahan yang mucul dalam urusan pembangunan di Kota Malang terkait lingkungan hidup. Pertama, belum maksimalnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah dan limbah secara terpadu. Kedua, dibutuhkan integrasi perusahaan air minum (PAM) dan perusahaan air limbah (PAL) atas kebutuhan air dan pengelolaan limbah.

“Ketiga, masih adanya yang membuang limbah ataupun sampah di aliran sungai Kota Malang. Sehingga aliran sungai terganggu dan tercemar,” tuturnya.

Keempat, belum maksimalnya pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di bangunan pemerintah, swasta dan rumah tangga berbasis komunal. Kelima, perlu adanya pengelolaan taman edukasi dan perluasan hutan kota secara kreatif.

Selain itu, misi kedua Kota Malang yang mempunyai tujuan terwujudnya produktivitas, daya saing daerah yang merata dan berkelanjutan. Salah satu sasarannya adalah meningkatnya kualitas kemanfaatan tata ruang dan lingkungan hidup dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) sebagai indikatornya. Dengan target capaian pada 2023 sebesar 86,00.

“IKLHD Kota Malang pun ditargetkan terus meningkat, dari tahun 2018 dengan kondisi awal 82,15 kemudian pada tahun 2019 82,92 lalu tahun 2020 83,69 dan tahun 2021 sebesar 84,46 hingga nantinya dapat mencapai target yang diharapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, menambahkan, prioritas yang tertera dalam RPJMD 2018-2023 adalah meningkatkan kualitas kemanfaatan tata ruang dan lingkungan hidup.

“Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, membentuk fungsi polisi tata ruang, pengembangan pola ruang perbatasan antarwilayah, penyederhanaan dan perbaikan mekanisme perizinan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah terpadu (zero waste),” ucapnya.

Selain itu, kata Wahyu, diperlukan integrasi PAM dan PAL atas kebutuhan air dan pengelolaan limbah, pengelolaan IPAL di bangunan pemerintah, swasta, dan rumah tangga berbasis komunal serta pengelolaan karbon kendaraan bermotor (zero carbon).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Malang terus hadir melayani masyarakat mulai dari kebutuhan dasar hingga pengolahan limbah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Malang terus mengembangkan program-program yang fokus terhadap pengelolaan lingkungan.

“Pemkot Malang merumuskan strategi dalam menghadapi berbagai permasalahan. Misalnya, penerapan konservasi energi, pengelolaan sampah dan pengembangan pola tata ruang serta peningkatan kualitas lingkungan hidup,” tandasnya.(der)

Silpa dan Penyerapan PAD di APBD Tahun 2020 Jadi Sorotan Dewan

Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Malang menyoroti dua hal penting terkait evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, mengatakan, tujuh fraksi kompak memberikan perhatian pada Silpa dan belum efektifnya penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan data yang ada, Silpa APBD Kota Malang tahun 2020 telah mencapai Rp576 miliar. Sementara untuk capaian PAD pada tahun 2020 Ditargetkan Rp1,99 triliun, hanya didapatkan sebesar Rp1,95 triliun.

“Kemarin kita menyadari, pandemi Covid-19 di tahun 2020 itu benar-benar puncak. Tapi ini paling tidak menjadi evaluasi kita,” ujarnya, Senin (14/6).

Pria yang akrab di sapa Made ini menambahkan, evaluasi APBD tahun 2020 itu harus dilakukan di tahun 2021, sehingga semua penilaian terlepas dari faktor covid-19.

“Karena jika Covid-19 terus dijadikan kambing hitam, maka kita akan terus stagnan,” tuturnya.

Dari situ, Made berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa melakukan adaptasi dengan situasi pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini melalui terobosan-terobosan baru.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan, Laporan APBD Tahun 2020 tidak bisa disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini lantaran tingginya Silpa Kota Malang tahun 2020 diakibatkan pandemi Covid-19 yang berlangsung. Sehingga pada tahun 2021 kali ini terjadi penyesuaian pada beberapa program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang tahun 2018-2023.

“Apa yang terjadi ini tidak sesuai dengan yang seharusnya. Maka dari itu di kami ada pembahasan revisi RPJMD tentang capaian itu juga. Silpa tinggi, karena ada amanat dari UU harus refocusing pada masa pandemi ini. Secara otomatis akan berpengaruh di tingkat serapan,” ucapnya.

Sedangkan untuk capaian Silpa tahun 2020, nantinya bakal dialokasikan untuk anggaran pada tahun 2021 ini. “Jadi kemarin anggaran untuk supaya tidak terjadi defisit. Memang itu sudah diasumsikan untuk Silpa ini. Sehingga uang tidak nganggur,” tandasnya.(der)

TKW Kabur dari PT CKS Rencana Dipindah ke RSSA Malang

Kepala UPT BP2MI Malang, M.Kholid Habibi saat menggelar conference pers, (MG2).

MALANGVOICE – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, berencana memindahkan tiga calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabur dari BLK PT CKS, Bumiayu, ke RSSA.

Saat ini korban masih dirawat di RS Wava Husada, Kepanjen.

Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, M Kholid Habibi, mengatakan, pemindahan lokasi rumah sakit masih diupayakan.

“Rencananya bakal berupaya untuk memindahkan ke RSSA Malang. Tujuannya untuk memudahkan proses penanganan kasus itu,” ujar Habibi, Senin (14/6).

Pada Sabtu (12/6), kasus tersebut telah ditingkatkan menjadi tahap penyidikan pihak kepolisian.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, tiga calon TKW yang dirawat itu berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan inisial, pertama BI (24) lalu yang kedua F (24) dan terakhir M (32).

Satu korban sudah menjalani operasi berinisial (F), kini kondisi sudah membaik. Lalu BI tidak berkenan untuk dilakukan operasi, meski begitu kami terus berkordinasi dengan BP2MI Mataram untuk melakukan komunikasi dengan keluarganya. Supaya bisa segera dirujuk untuk melakukan operasi.

“Untuk (M) sudah berkenan untuk melakukan operasi. Namun menunggu suaminya datang terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk dua calon TKW kabur yang selamat, satu telah melarikan diri dan sedang dalam proses tracing keberadaanya. “Kalau yang satunya lagi sudah kembali kerumah dijemput sama pihak keluarga,” tandasnya.(der)

Beda Temuan Hasil Sidak BKL PT CKS, Ini Penjelasan Wali Kota Malang

Walikota Malang, H.Sutiaji (Baju merah) saat diwawancarai usai sidak. (Istimewa).

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan tanggapan tentang hasil temuannya yang berbeda dengan BP2MI terkait kasus lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kabur dari BKL PT CKS, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang.

Menurut Sutiaji, pada dasarnya setelah proses hukum yang berlangsung pada PJTKI itu menunjukkan adanya pelanggaran. Pihaknya memastikan akan melakukan tindakan tegas.

“Kalau ada investigasi mereka melakukan kebohongan ya kita ada proses hukum ya. Nutup buka gampang, kalau dia melanggar ya tutup. Bukti melanggarnya harus jelas,” ujar Sutiaji, Senin (14/6).

Peninjauan BLK PT CKS yang dilakukan Sutiaji didampingi Disnaker-PMPTSP, sebelumnya berlangsung pada Sabtu (12/6) siang, setelah pihak BP2MI melakukan sidak di hari yang sama.

“Data yang saya dapat, saya sampaikan kepada media. Perkara itu tidak sama investigasi yang dilakukan oleh penyidik, itu urusan lain,” tuturnya.

Pria nomor satu di Kota Malang ini menambahkan dalam proses peninjauan dia telah mendapatkan hasil dalam aspek formal, baik secara legal PT, BPK, BLK dan P3MI sudah berizin, lalu pemeriksaan sejumlah dokumen perjanjian tentang gaji TKW.

“Saya juga tanya dokumennya ketika dia perjanjian 20 persen selama 6 bulan ketika dia disana dipotong sekian saya tanya dan lain-lain. Dari itulah saya tidak pernah mengintepretasikan yang lain. Saya menjelaskan mentransfer apa yang disampaikan oleh peserta dan manajemen,” kata dia.

Sementara itu, kembali pada ketidaksamaan versi temuan sidak, Sutiaji, membenarkan, sebab untuk hasil investigasi proses penanganan kasus pidana, letaknya ada di kepolisian, bukan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Perkara ada ketidaksamaan versi, itu bukan domain kami. Ini nanti akan berbicara ketika diduga ada perdagangan manusia itu biar pihak hukum sana kalau sudah ada keputusan inkrah ya akan kita tutup. Kita cabut ijinnya,” paparnya.

Dari situ, Sutiaji berharap dengan adanya kasus ini semoga masyarakat tidak berpandangan buruk pada PJTKI -PJTKI lain. Lantaran PJTKI ini juga memiliki peran penting dalam kerjasama meningkatkan kualitas para pekerja.

“Jangan satu kasus terus PJTKI semua jelek, karena iki juga membantu bagaimana memberikan didikan dan keterampilan,” tandasnya.(der)

Arema FC Datangkan Amunisi Baru, Diego Michiels

Diego Michiels. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC berbenah mempersiapkan tim jelang kompetisi Liga 1 2021, salah satunya adalah merekrut amunisi baru.

Ya, baru-baru ini tim berjuluk Singo Edan ini mendatangkan pemain baru naturalisasi asal Belanda, Diego Michiels.

Mantan pemain Borneo FC ini berlabuh ke Arema FC akan memperkuat posisi lini belakang.

“Ya, Arema FC secara resmi menjalin kesepakatan dengan Diego Michiels yang akan memperkuat tim Singo Edan untuk musim kompetisi 2021,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sudarmaji mengatakan, sosok Diego sangat dibutuhkan tim karena pengalamannya. Pria bertato itu juga sempat dipanggil Timnas Indonesia di Sea Games 2011.

“Diego Michiels sebagai salah satu figur senior di tim, sebab di musim kompetisi 2021 ini Arema FC banyak dihuni oleh pemain-pemain muda. Tentu saja pemain-pemain muda ini membutuhkan dorongan semangat dari figur-figur senior,” ujarnya.

Diego diketahui sudah tiba di Indonesia dan akan segera diperkenalkan ke publik. Pemain 30 tahun itu juga secepatnya berlatih bersama tim di bawah kepemimpinan Eduardo Almeida.

Dalam waktu dekat ini tim Singo Edan akan menjajal kekuatan di ajang pramusim Piala Wali Kota Solo 2021 pada 20-26 Juni. Persib Bandung pada laga pembuka pada ajang tersebut.(der)

Mitra Gojek di Malang Diberi Edukasi Safety Riding

Edukasi driver Gojek. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada mitra pengemudi ojek online gojek, Jumat (11/6).

Edukasi ini diikuti 30 pengemudi di kantor Gojek di Jalan Laksamana Martadinata Kota Malang.

Kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif MPM Honda Jatim dan manajemen Gojek sebagai komitmen dalam mendukung keselamatan berkendara, khususnya bagi para mitra yang selama ini menjadi ujung tombak perusahaan.

Pada edukasi keselamatan berkendara ini mitra pengemudi Gojek di Malang diperkenalkan dengan berbagai faktor yang mampu mendukung keselamatan berkendara di jalan raya dan juga tagline kampanye safety riding Honda yakni #Cari_Aman.

Mulai dari persiapan berkendara, postur berkendara, teknik dasar berkendara, hingga materi prediksi bahaya untuk ojek online beserta cara memprediksi bahaya yang terlihat dan tidak terlihat selama di perjalanan dan antisipasinya

Dalam bahasan mengenai persiapan berkendara, mitra pengemudi gojek diberikan pemahaman mengenai pentingnya perangkat keselamatan berkendara (riding gear).

Pemanasan dan peregangan otot juga penting untuk meningkatkan kemampuan reflek serta meminimalisir cedera, hingga pemeriksaan kondisi kendaraan.

Materi teknis dasar berkendara seperti teknik dalam berbelok (cornering), melakukan pengereman (braking), dan teknik menjaga keseimbangan (balancing) merupakan teknik yang wajib dikuasai oleh pengendara sepeda motor di sampaikan pada sesi praktek pada simulator berkendara dengan Honda Riding Trainer (HRT) maupun praktek langsung dengan menggunakan motor Honda PCX160.

Safety riding Gojek MPM Honda. (Istimewa)

“Sehari-hari para pengemudi transportasi online ini menggunakan kendaraan roda dua dalam menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi ojol atau ojek online baik berkendara secara solo riding (sendirian) ataupun berboncengan dengan pengguna jasa mereka. Di saat-saat itulah bisa muncul risiko adanya kecelakaan lalu lintas yang berasal dari faktor internal ataupun eksternal. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata Hari Setiawan selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Tak kurang dari 300 pengemudi gojek diajarkan skill dasar keselamatan berkendara di jalan raya secara bergantian.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran para mitra pengemudi terhadap berkendara yang aman dengan memberikan edukasi safety riding bersama dengan Honda, karena keselamatan berkendara sangatlah penting karena hal tersebut akan membuat pengemudi dan konsumen juga merasa aman,” kata Yonathan selaku koordinator Gojek.(der)

BP2MI Terus Kawal Proses Penyembuhan Tiga Calon TKW Kabur dari PT CKS

Kepala UPT BP2MI Malang, M.Kholid Habibi, saat diwawancarai awak media, (MG2).

MALANGVOICE – Kasus lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri PT Central Karya Semesta (CKS) Bumiayu, Kota Malang, terus menjadi sorotan.

Tak terkecuali tiga dari lima calon TKW yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Wava Husada karena mengalami luka parah saat berusaha kabur pada Rabu (9/6) lalu.

Menurut Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, kondisi tiga calon TKW yang sedang dirawat saat ini sudah mulai membaik.

Baca Juga: Kasus Kaburnya Lima Calon TKW Masuk Penyidikan, Kapolresta Malang Kota Sebut Ini Alasannya

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, tiga calon TKW yang dirawat itu berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan inisial, pertama BI (24) lalu yang kedua F (24) dan terakhir M (32).

“Yang sudah menjalani operasi (F), kondisi sudah membaik. Lalu BI tidak berkenan untuk dilakukan operasi, meski begitu kami terus berkordinasi dengan BP2MI Mataram untuk melakukan komunikasi dengan keluarganya. Supaya bisa segera dirujuk untuk melakukan operasi,” ujar Kepala UPT BP2MI Malang, M. Kholid Habibi, Ahad (13/6).

Terakhir, (M) yang memiliki luka di bagian punggung, akan menjalankan operasi namun menunggu suaminya datang terlebih dahulu.

Sedangkan untuk biaya perawatan tiga calon TKW di RS tersebut, pria yang akrab disapa Habibi ini memastikan untuk keseluruhan akan di tanggung oleh Negara.

Baca Juga: Menaker Terkejut Atas Peristiwa Kaburnya Lima Calon TKW dan Perintahkan Ini

Tidak berhenti di situ, BP2MI Malang memastikan akan terus melakukan pengawalan ketat pada kondisi tiga calon TKW yang kini masih dalam proses perawatan. “Saya berharap kondisi tiga TKW ini bisa segera membaik, dan lekas sembuh, supaya bisa kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

Terkait dengan perkembangan kasus dugaan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan pihak BKL PT CKS pada TKW, Habibi hanya mengarahkan kewenangan berada pada pihak kepolisian.

“Ini kewenangan kepolisian dan sudah masuk tahap penyelidikan. Artinya, yang saya tangkap dari korban, itu tidak ada kekerasan secara fisik. Saya dengar langsung dari korban,” kata dia.

Terakhir, pria kelahiran Cirebon itu mengimbau kepada seluruh BLK agar bersikap profesional dan jangan sampai ada kasus serupa yang terjadi lagi.

“PMI atau TKI ini adalah pahlawan Indonesia, sebab mereka penghasil devisa nomor dua tertinggi untuk Indonesia. Mereka adalah pahlawan. Jangan kasus-kasus seperti ini terjadi lagi,” tandasnya.(der)

Korsleting Freezer Akibatkan Toko Kelontong Terbakar

Petugas pemadaman melakukan penanganan pada toko kelontong yang terbakar, (MG2)

MALANGVOICE – Satu toko kelontong di Jalan Ki Ageng Gribig, RT 01 RW 01 Kedungkandang, Kota Malang terbakar akibat korsleting pada Freezer Ice Cream.

Menurut keterangan Nico Ferdino (30), warga Jalan Mayjend Sungkono, Kota Malang, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.30. Ketika akan membeli rokok di toko tersebut, dia melihat ada kebakaran.

“Saya memang langganan di sana. Terus saat mau beli rokok, saya lihat ada kebakaran. Langsung saya pecah kacanya,” ujarnya, Ahad (13/6).

Kemudian, Nico melihat petugas polisi patroli lewat, langsung meminta tolong, untuk membantu melakukan pemadaman di toko kelontong itu.

“Kebakaran itu dari freezer tempat ice cream yang konslet. Kebetulan di sampingnya banyak kardus yang menumpuk, sehingga tersulut,” tuturnya.

Saat proses pemadaman berlangsung, ditemukan ada satu orang wanita marsinah (88), yang terjebak di dalam toko. Akhirnya Nico pun memberanikan diri untuk menyelamatkannya.

“Saya dibantu warga nyiram-nyiram air, ternyata di belakang ada salah satu Mbah (Marsinah), saya masuk kedalam untuk menyelamatkan,” kata dia.

Proses pembersihan toko kelontong yang terbakar, (MG2).

Sementara itu, Komandan Regu Satu Damkar Kota Malang, Edi Susianto, mengatakan, sekitar pukul 10.45 mendapatkan laporan kebakaran, namun belum diketahui lokasi dan detailnya.

“Kita tunggu info lanjutan dari pelapor. Untungnya tak berselang lama dari Polsek Kedungkandang menghubungi dan memberitahukan jika ada kebakaran tepat di seberang kantor Polsek Kedungkandang,” paparnya.

Lalu, tidak butuh waktu lama, Edi mengerahkan tiga unit kendaraan berisi 15 personil datang menuju lokasi kebakaran. Proses pemadaman berjalan cepat dan lancar.

“Meskipun api sempat besar gak sampai lima menit api sudah bisa dipadamkan karena sudah dibantu pihak kepolisian dalam pemadaman, sebelum petugas damkar datang,” ucapnya.

Sedangkan untuk korban yang sempat terjebak di dalam toko, mendapatkan pertolongan pertama setelah dievakuasi. “Korban yang ibu-ibu sesak napas, sedang dalam perawatan di ambulans. Pernapasan buatan,” tandasnya.(end)