DPC Peradi RBA Malang Lahirkan 84 Advokat Baru

Pemberian KTA Advokat secara simbolis. (deny Rahmawan)

MALANGVOICE – DPC Peradi RBA Malang melahirkan 84 advokat muda. Para advokat baru ini ditandai dengan penyerahan KTA dan Berita Acara Sumpah (BAS) dari DPN Peradi, Jumat (16/4).

Puluhan advokat baru ini kemudian diberi pembekalan sebelum terjun menangani perkara dan membantu masyarakat di lapangan.

Sekretaris Jendral (Sekjend) DPN Peradi Malang RBA, Imam Hidayat, SH, M.Hum, mengatakan, pembekalan yang diutamanakan adalah menyangkut kode etik. Menurutnya, seorang advokat tidak bisa bertindak seenaknya sendiri, ada kode etik yang harus dipatuhi untuk menjaga muruah advokat.

“Jadi anggota baru ini harus tetap jaga muruah, tidak hanya benar tapi mentaati kode etik, itu juga merupakan pesan dari Ketua Umum Luhut MP Pangaribuan,” kata Imam.

Dengan mentaati kode etik ini nantinya juga akan menjaga kualitas seorang advokat sehingga bisa dipercayai masyarakat. Imam menegaskan, advokat adalah profesi yang baik dan terhormat.

“Tugas kami meningkatkan kualitas anggota. Selain itu juga melayani apa yang dibutuhkan. Karena advokat adalah lembaga negara, menjalankan fungsi pembelaan, pendampingan kepada masyarakat pencari keadilan. Jaga muruah, ini profesi terhormat. Jangan berbuat yang tidak hormat. Dengan lulus ini, baru mulai. Jaga kehormatan, seperti pesan Ketua Umum,” lanjut Imam.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Malang, Akhmad Siswantoro, SH, juga memberi pesan kepada para advokat baru agar bisa bersinergi dengan semua pihak.

“Yang utama adalah bersinergi dengan senior, karena masih baru. Kemudian bekerja sama lebih solid di organisasi. Saya harap anggota baru jalankan amanah dengan baik,” tandasnya.(der)

Hadapi Idul Fitri, BI Persiapkan Uang Pecahan Rp4,511 Triliun

Kepala KPWBI, Azkha Subhan A, saat memberikan sambutan, (MG2).

MALANGVOICE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Malang melakukan persiapan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan menjelang idul Fitri 1442 Hijriah.

Kepala KPWBI Malang, Azka Subhan, menyiapkan strategi menghadapi peningkatan permintaan uang pecahan baru dengan menyiapkan uang sebanyak Rp4 triliun lebih.

“Uang kartal sebanyak Rp4,511 triliun. Jumlah tersebut merupakan nominal yang diperhitungkan melalui estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang pada periode Ramadan/ldul Fitri, yakni sekitar 46,84% lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya dengan jumlah Rp3,072 triliun,” ujarnya, Jumat (16/4).

Dikatakannya, untuk peningkatan kebutuhan uang tunai di tahun 2021 ini dipengaruhi tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan Rp100 ribu. Kemudian adanya pelonggaran mobilitas masyarakat pada tahun ini dibandingkan tahun lalu saat PSBB tepat ketika Idul Fitri.

“Kegiatan usaha mulai membaik pasca perluasan vaksin covid dan pembukaan industri dari sektor- sektor prioritas. Daya beli masyarakat mulai membaik ditandai dengan inflasi kota malang pada bulan maret tercatat 0.08 persen dan relaksasi beberapa kebijakan pemerintah seperti pembebasan PPNBM per maret dan kebijakan BI berupa pelonggaran LTV atau FTV,” imbuhnya.

Dana itu dipersiapkan baik penarikan oleh perbankan, kegiatan kas keliling, kepada BPR di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo, “Penukaran kepada stakeholder, instansi atau lembaga negara yang menjadi mitra kerja BI,” imbuhnya.

Untuk mendukung rencana ini, BI bersama dengan seluruh unsur perbankan dan BPR di wilayah Malang Raya telah melakukan rapat koordinasi pada 20 Maret 2021 lalu.

“Mendapatkan kesepakatan antara BI Malang, Perbankan dan BPR untuk melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil sebanyak 84 titik di loket perbankan dan 38 titik di loket BPR yang tersebar di wilayah Malang Raya yang telah bekerja sama dengan BI untuk menghindari potensi munculnya penukaran uang secara ilegal dan risiko uang palsu,” tandasnya.(der)

Lewat Program ‘Sama Peka’, Korban Kecelakaan Lalu Lintas Diberi Bantuan Langsung

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata memberikan bantuan kepada korban kecelakaan lalu lintas. (istimewa)

MALANGVOICE – Program Satlantas Polresta Makota Peduli Korban Laka (Sama Peka) memberikan bantuan kepada salah satu korban kecelakaan lalu lintas. Bantuan diberikan langsung ke rumah Yunus, warga Tlogowaru, Kabupaten Malang.

Yunus merupakan korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Gadang sekitar setahun lalu. Kakinya remuk terlindas ban truk sehingga harus diamputasi sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri lumpuh. Kini ia berjalan menggunakan tangan dan dibantu istri serta dua anaknya.

Kepedulian anggota Satlantas Polresta Malang ini ditunjukkan dengan memberi bantuan gerobak lengkap untuk berjualan gorengan di depan tempat tinggalnya. Bantuan itu diberikan langsung Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Jumat (16/4).

Gerobak pemberian program Sama Peka. (Istimewa)

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution, mengatakan, sebelumnya Yunus sudah diberi bantuan berupa kursi roda. Namun, belakangan diketahui kursi roda itu dijual untuk modal usaha gorengan. Pasalnya, setelah kecelakaan, Yunus tidak bisa lagi bekerja dan berdampak ke ekonomi keluarganya.

“Nah, kami tahu kalau kursi roda itu dijual, sehingga kami inisiatif beri bantuan lagi sama Pak Kapolresta berupa satu gerobak angkringan untuk berjualan,” kata Ramadhan.

Rama sapaan akran Ramadhan Nasution ini menjelaskan, pemberian bantuan program Sama Peka ini sekaligus bertepatan dengan Operasi Keselamatan Semeru 2021. Menurutnya, lewat operasi ini juga mengingatkan masyarakat agar terus berhati-hati di jalan.

“Sekaligus dalam Operasi Keselamatan ini, kami mengajak masyarakat tertib berkendara di jalan dan memperhatikan korban kecelakaan agar supaya tidak terjadi lagi hal serupa,” lanjutnya.

Sementara itu, Yunus sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. Ia mengatakan bantuan itu bisa dibuat menyambung hidup keluarganya.

“Terima kasih atas bantuan ini. Saya juga mengingatkan kepada masyarakat harus benar-benar tertib di jalan supaya terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” tandasnya.(der)

AKP Danang Yudanto Jabat Kasatreskoba Polresta Malang Kota, Diminta Kerja Ekstra

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata memimpin sertijab Kasatreskoba. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jabatan Kasatreskoba Polresta Malang Kota kini dipegang AKP Danang Yudanto. Danang menggantikan pejabat lama, Kompol Anria Rosa Piliang secara resmi setelah proses sertijab di Mapolresta Malang Kota, Jumat (16/4).

Sertijab ini dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata diikuti pejabat tinggi dan anggota lain dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam sambutannya, Leonardus Simarmata mengatakan sertijab ini merupakan hal lumrah di instansi Polri. Hal itu senantiasa bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja organisasi serta penyegaran dan penambahan wawasan bagi pejabat.

Selain itu, Leo -sapaan akrabnya- memberi pesan kepada dua pejabat itu. Pesan pertama kepada AKP Danang agar bisa menjalankan tugas dengan baik karena Kota Malang tercatat memiliki angka kriminalitas tertinggi setelah Surabaya.

“Jabatan Kasatreskoba adalah jabatan yang berat. Oleh karena itu, pejabat baru dituntut bekerja ekstra untuk menekan angka kriminalitas di Kota Malang,” kata Leo.

AKP Danang Yudanto juga diharap segera menuntaskan problem yang ada. Kemudian juga segera mencetuskan inovasi-inovasi, yang akan memberikan dampak positif bagi anggota dan satuan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal.

Sementara itu, kepada Kompol Anria Rosa Piliang, Leo memberi banyak apresiasi atas kinerjanya di Polresta Malang Kota.

“Saya pribadi beserta seluruh jajaran Polresta Malang Kota mengucap banyak terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya dan pengabdian selama ini,” tutupnya.

Diketahui Kompol Anria Rosa Piliang kini menjabat Analis Kebijakan Pertama Bidang Psikotropika Ditresnarkoba Polda Jatim. Sedangkan AKP Danang sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 3 Subdit 1 Direskrimum Polda Jatim.(der)

Bahas Anggaran, Pemkot Inginkan KONI Kota Malang Fokus Porprov 2022

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat diwawancarai awak media sambil bergegas menuju kendaraan dinas, (MG2).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Terkait anggaran tahun 2020, program tahun 2021, dan rencana program tahun 2022.

Dalam pembahasan yang dilakukan, salah satu hal yang menjadi fokus utama mengenai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang bakal dilaksanakan pada 2022.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan untuk persiapan Porprov mendatang, mulai tahun ini harus memiliki maping terkait Cabang Olahraga (Cabor) Apa saja yang menjadi unggulan dan prioritas untuk dikuatkan.

“Jadi saya basicnya ingin di 2021 ini harus sudah disiapkan. Harus punya maping, cabor apa saja yang menjadi pundi-pundi medali itu dikuatkan,” ujarnya saat diwawancarai MalangVoice.com, Jumat (16/4).

Selain itu, Sutiaji menambahkan, KONI Kota Malang sempat mengajukan anggaran dan hibah sekitar Rp 48 Juta untuk Porprov. “Namun saya minta untuk dilakukan revisi sebab jumlah tersebut dirasa terlalu tinggi,” tuturnya.

Pria nomor satu di Kota Malang itu mengatakan, dana hibah tidak bisa dimasukkan kedalam APBD perubahan. Karena dana hibah itu hanya ada di APBD Induk.

“Nggak mungkin minta hibah, karena yang namanya hibah itu tidak bisa di masukkan kedalam perubahan. Hibah itu adanya di APBD induk,” imbuhnya.

Lalu, Sutiaji memiliki saran untuk bisa mendapatkan dana hibah sendiri dalam kegiatan itu bisa dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk membantu.

“Tusinya (tugas dan fungsi) pora (Disporapar) kan sesungguhnya hanya membantu. Sehingga nanti bisa di sharingkan juga dengan dinas pendidikan dan kebudayaan, ketika dilakukan pesertanya atau Cabor yang akan diikutkan itu anak sekolah bisa diikutkan,” terangnya.

Terpisah, Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, menegaskan, pelaksanaan Porprov nantinya tidak didukung dengan anggaran yang memadai akan kerepotan.

Meski begitu, Edy menyadari jika situasi pandemi covid-19 saat ini membuat keuangan pemerintah daerah mengalami penurunan.

“Jujur aja jika tidak didukung dengan anggaran yang memadai agak repot juga. Tapi memang kami menyadari jika kondisi saat ini seperti ini. Karena keuangan daerah turun semua,” kata dia.

Namun karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, perlu adanya bantuan dari Pemkot Malang guna pelaksanaan Porprov Tahun 2022 nanti.

“Tadi Pak Wali menyampaikan ada sedikit solusi, seperti CSR. Harapannya Pak Wali seperti itu. Kita melihat CSR sendiri saat ini juga nggak mudah di dalam situasi yang seperti ini,” tandasnya.(der)

Pengamen Bobol Dua Alfamart, Habiskan Puluhan Juta Rupiah untuk Senang-senang

Wakasatreskrim Polresta Malang kota, AKP Hendro Tri Wahyono, bersama tersangka HS, (tengah jambul), (GM2).

MALANGVOICE – Kasus pembobolan dua toko modern Alfamart di Kota Malang diungkap polisi.

Pelaku berinisial HS (27) ditangkap unit Satreskrim Polresta Malang Kota beberapa waktu lalu.

Pelaku terbukti membobol dua toko modern di kawasan Jalan Hamid Rusdi pada Sabtu (6/3) dan di kawasan Sukun pada Jumat (12/3).

Wakasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Tri Wahyono, menjelaskan kronologi awal bermula adanya laporan pada Sabtu (6/3), salah satu toko ritel modern dibobol maling. Dari sana petugas segera melakukan penyelidikan.

“Barang yang diambil adalah satu buah HP , 37 bungkus rokok, 18 buah coklat, dan satu buah Rexona,” ungkapnya, Jumat (16/4).

Lalu, pada Jumat (12/3) mendapatkan laporan kasus serupa, dengan kerugian cukup besar mencapai Rp 34 juta. Diketahui, HS dalam kesehariannya merupakan pengamen yang ada di perempatan pasar Gadang.

“Cara dia membobol itu saat toko tutup, tersangka menaiki genteng dan menjebol plafon, lalu turun ke dalam mengambil barang-barang, kembali lagi melalui jalan yang sama saat masuk,” ujarnya.

Dari hasil pembobolan yang dilakukan HS menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan, membeli barang-barang dan sisa uangnya digunakan untuk menyewa PSK beberapa kali di daerah Tretes.

“Handphone hasil pencurian digunakan tersangka, uang tunai digunakan untuk beli barang berupa jam tangan, korek api berbentuk pistol, kalung dan gelang, serta sisanya digunakan untuk bersenang-senang di Tretes,” Tuturnya.

Akhirnya setelah dilakukan penelusuran polisi, pelaku ditangkap pada Senin (5/4) sekitar pukul 03.15 WIB di Jalan Diponegoro, Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Atas perbuatan yang dilakukan, HS melanggar pasal 363 KUHP yakni perkara pencuri dengan pemberatan (Curat) dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun.

“Perkara pencurian dengan pemberatan (Curat), melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun,” tandasnya.(der)

Jadi Pengawal Dadakan Mobil Ambulans, Ini Penjelasan Kasat Lantas

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu, (MG2).

MALANGVOICE – Sering terlihat pada saat ambulans berada di jalanan mendapatkan pengawalan dari beberapa pihak, baik komunitas maupun masyarakat biasa.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, akan melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas permasalahan tersebut.

“Beberapa komunitas relawan ataupun petugas relawan seperti dari Tim Reaksi Cepat (TRC), Palang Merah Indonesia (PMI) hingga PSC 119 untuk diberikan pengertian lebih dalam,” ujarnya, Jumat (16/4).

Diimbau jika benar-benar membutuhkan pengawalan bisa langsung menghubungi pihak Satlantas Polresta Malang Kota. Sebab untuk tugas pengawalan ini sudah tertuang dalam pasal 135 UU Nomor 22 tahun 2009.

Terdapat tiga ayat yang menjelaskan tugas ini, pertama untuk kendaraan atau pihak yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam pasal 134, harus dikawal petugas kepolisian dan menggunakan isyarat lampu biru maupun merah dengan menggunakan sirine.

Kedua, petugas kepolisian melakukan pengamanan jika mengetahui adanya pengguna jalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1. Serta 3, alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintas tidak berlaku lagi bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 134.

“Kalau mengawal sendiri, pengawalan hanya bisa dilakukan Satlantas atau kepolisian. Dalam hal ini masyarakat yang ingin membantu bisa menghubungi polisi terdekat atau langsung ke kami,” tuturnya.

Dan jika nantinya pihak kepolisian memang benar-benar tidak bisa memberikan pengawalan, namun harus tetap diinformasikan. Tentunya petugas akan berupaya membantu, salah satunya melalui arus-arus jalan yang dilalui akan diberikan kelancaran.

“Kalau pin kita tidak sempat datang atau mengawal, setidaknya kita dibertiahu atau informasikan agar nanti di ruas-ruas jalan akan kita beri kelancaran ya,” tandasnya.(der)

Awal Bulan Ramadan Satpol PP Jaring Satu PSK

PSK berinisial S Setelah membuat surat pernyataan, didampingi petugas SatpolPP, (Ist).

MALANGVOICE – Awal bulan Ramadan Satpol PP telah menjaring satu Pekerja Seksual di daerah Pajajaran, Kota Malang.

Kasatpol PP Kota Malang, Priadi mengungkapkan penangkapan itu dilakukan pada Rabu (14/4) malam tepatnya pukul 22.00 WIB.

“Perempuan berinisial S (44) warga Jombang yang tertangkap. Kami sebenarnya menemukan tiga orang tapi yang dua berhasil kabur,” ujarnya,Kamis (15/4).

Dari keterangan yang didapatkan dari S, sebenarnya dirinya mengetahui jika ada larangan untuk melakukan transaksi prostitusi. Karena tuntutan hidup ia memutuskan untuk tetap mangkal.

“Dia tahu sebenarnya kalau tidak boleh, tapi terpaksa begitu karena suaminya sudah tidak ada dan harus membiayai hidup lima anaknya. Ya terpaksa mangkal,” tuturnya.

Setelah terjaring Satpol PP, S diarahkan untuk membuat surat pernyataan jika tidak akan mengulangi lagi kegiatan prostitusi yang dilarang tersebut.

Kemudian S akan mengikuti tahap pembinaan sebagai tindak lanjut agar bisa lebih baik lagi, “Kami arahkan dia untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi dan kami bina,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera menambahkan jika operasi ini sebagai bentuk pengawasan setelah adanya Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 14 Tahun 2021.

“Karena sudah ads SE Nomor 14 Wali Kota Malang bahwa selama bulan suci tidak boleh ada yang buka karaoke dan jasa prostitusi ataupun tempat hiburan malam,” imbuhnya.

Terkait cara yang digunakan S dan kawan-kawannya dalam menjalankan pekerjaan menunggu di sekitar jalan Pajajaran. Ketika ada pelanggan datang akan diarahkan menuju penginapan terdekat.

“Dari hasil interogasi kami, pelanggan diarahkan ke penginapan, dengan tarif itu Rp 400 dan ada juga yang Rp 200 ribu,” tandasnya.(end)

KAI Layani Pemesanan Tiket Kereta hingga Akhir April

Penumpang sedang menanti kedatangan kereta, (MG2).

MALANGVOICE – Kebijakan pemerintah soal larangan mudik berdampak kepada pelayanan transportasi, termasuk kereta api.

PT KAI hanya akan melayani pemesanan tiket kereta api angkutan penumpang jarak jauh hingga akhir bulan April tahun 2021.

“Jadi pemesanan tiket itu hanya sampai 30 April, bagi pemesanan tiket untuk kereta api penumpang jarak jauh,” ujar Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Kamis (15/4).

Selain itu bagi pemesanan tiket penumpang jarak dekat atau lokal bakal ditutup H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Untuk jarak jauh, dan lokal juga. Lokal h-7 baru ditutup. Kita masih lihat situasi,” tegasnya.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun 2021.

“Kami pertama secara prinsip PT KAI Daop 8 Patuh dan mendukung segala keputusan pemerintah terkait pelayanan angkutan barang dan umum,” tuturnya.

Tentu dengan adanya beberapa pengecualian bagi beberapa penumpang yang perlu untuk diprioritaskan. Seperti perjalanan dinas, bagi yang sedang berduka dan keluarga yang sakit, tapi seizin dirjen perkeretaapian.

Namun, untuk kepastian secara teknis, Luqman masih menunggu keputusan dari Kementeri Perhubungan (Kemenhub).

“Untuk orang yang boleh berpergian itu kami menunggu keputusan dari Kemenhub. Mungkin nanti ada Permenhub atau surat edaran atau bagaimana,” imbuhnya.

“Kan acuannya kita sudah ada dari satgas itu, kini kita tinggal menunggu teknisnya dari Kemenhub seperti apa,” tandasnya.(der)

Gandeng BPF, Pemkot Malang Salurkan Bantuan Korban Gempa

Wali Kota Malang, Sutiaji menerima bantuan dari BPF yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa, (hms).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menyalurkan bantuan berupa 3,5 ton beras dan 8 ton semen yang didapatkan dari PT Bestprofit Futures Malang (BPF).

Bantuan akan diberikan kepada warga terdampak gempa berskala 6,1 magnitudo pada Sabtu (10/4) lalu.

“Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang serta Lumajang, saya ucapkan terima kasih kepedulian dari panjenengan semua. Maka kepedulian dalam Salam Satu Jiwa memang menjadi satu. Kalau saudara susah kita juga ikut susah, kalau saudara kita senang kita juga ikut senang,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (15/4).

Selain itu, Sutiaji mengatakan, telah menghimpun bantuan-bantuan lain dari berbagai kalangan. Pihak Pemkot Malang juga berkoordinasi dengan Baznas untuk melakukan penghimpunan bantuan kepada terdampak gempa.

“Ini kami kumpulkan juga, mudah-mudahan sama yang lain. Di kami sudah terkumpul, nanti ada tambahan dari Baznas. Karena kemarin sudah kami koordinasikan dengan Baznas. Dan kami juga menghimpun. Nanti kita salurkan bersama-sama,” tuturnya.

Sementara itu, untuk mempermudah proses penyaluran bantuan ini, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang terkait arah bantuan nantinya seperti apa.

“Saya sudah komunikasi sama Bupati hari Sabtu kemarin. Apa saja yang harus dikumpulkan. Prioritas yang dibutuhkan Beliau, tenaga dan bantuan untuk bangunan. Dan ketepatan, itu dibantu semua untuk meringankan,” tandasnya.(der)