Puncak Millenial Movement, Hipakad Malang Raya Tunjukkan Kreativitas Pemuda

Pemenang lomba Millenial Movement Hipakad Malang Raya. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Puncak Millenial Movement yang diselenggarakan DPC Hipakad Malang digelar pada Kamis (26/11) di Hotel Sahid Montana Dua. Enam pemenang lomba essay dan foto diganjar hadiah.

Hadiah diserahkan langsung Kasdim 0833/Kota Malang dan Kasdim 0818/Kabupaten Malang – Batu bersama Ketua DPC Hipakad Malang Raya, Afan Ari Kartika. Para pemenang mendapat hadiah total Rp10 juta.

Dalam kesempatan itu, Afan mengatakan, peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan negeri. Apalagi, Indonesia siap menyambut generasi emas tahun 2045.

“Kami hadirkan bonus demografi pemuda dan menunjukkan bisa lebih berkreasi dan berprestasi. Mau tidak mau pemuda ini adalah agen perubahan. Memang perlu ada nilai kebangsaan dan pendidikan karakter,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Afan berjanji akan terus ditingkatkan di tahun berikutnya. Tentu dengan mengandalkan kreativitas para pemuda. Terlebih, Hipakad juga banyak diisi pemuda yang aktif.

“Ke depan kami akan menggandeng beberapa pihak untuk pembinaan para pemuda plus kajian rutin. Intinya tentang peran pemuda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arh Heru Sunyoto, memberi apresiasi. Menurutnya meski masih berumur tiga tahun, Hipakad Malang Raya mampu menunjukkan pergerakan dan kontribusi positif.

Heru mencontohkan bagaimana peran Hipakad membantu para PKL dengan memberikan sembako, membantu siswa yang tidak memiliki perangkat belajar online, dan kini mewadahi kreativitas anak-anak muda di Malang.

“Sebagai pembina organisasi di jajaran TNI, kami melihat Hipakad ini kreatif sekali serta banyak aktif kegiatan sosial,” ungkap Heru.

Melalui kegiatan Millennial Movement sekaligus peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, Heru mewakili Dandim 0833/Kota Malang berpesan kepada pemuda agar terus menunjukkan kreativitas dalam berkreasi.

“Pemuda sebagai agen perubahan, diharapkan generasi pemuda bisa men-trigger pemuda di Malang Raya, apalgi di Malang banyak kampusnya, jadi rawan kalau terkena hal negatif,” jelasnya.

Sebagai informasi, lomba essay ini memperebutkan piala Dandim 0833/Kota Malang, sedangkan lomba foto mendapat piala Dandim 0818/Kabupaten – Batu. Total peserta ada 65 orang dan dinilai dewan juri di masing-masing bidang.

Berikut para pemenang lomba essay Millenial Movement DPC Hipakad Malang Raya:
Juara 1 – Erwin Adimas
Juara 2 – Izzani Nur A
Juara 3 – Jihan Mawadah

Daftar pemenang lomba foto:
Juara 1 – Izza Putranto (Pahlawan Tanpa Senjata)
Juara 2 – Njie Panji Suganda (Pemuda Bangkit)
Juara 3 – Rahmad Afrizal Sintiko (Keberanian Arek Malang)

Kejari Kota Malang Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Proyek RPH

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmardi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menetapkan satu tersangka kasus dugaan korupsi RPH Kota Malang.

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmardi, mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan usai memeriksa 12 saksi. Yakni 8 orang dari RPH, 2 Inspektorat, dan 1 Bagian Hukum Pemkot Malang.

“Sudah ada penetapan tersangka, sementara ini masih satu. Ini akan terus dikembangkan,” kata Dino kepada wartawan.

Pengembangan penyelidikan terus dilakukan Kejari Kota Malang untuk memburu tersangka lain. Dino mengatakan, sudah membidik satu calon tersangka lainnya.

“Mungkin segera ada pengembangan ya,” jelasnya.

Meski demikian, Dino enggan menyebut tersangka yang sudah ditetapkan ini beserta jabatannya. Ia memastikan dalam waktu dekat akan segera diungkap ke publik sambil menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim.

“BPKP fokus jumlah kerugian negara, tapi perhitungan internal kami ada kerugian Rp1,5 miliar. Tersangka akan kami periksa menunggu hasil BPKP keluar,” katanya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi RPH Kota Malang ini adalah proyek penggemukan sapi dengan rekanan atau pihak ketiga pada tahun 2017-2018.(der)

Bapenda Pemkot Malang Gelar Operasi Senyap Sadar Pajak

Operasi sadar pajak Bapenda Pemkot Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka meningkatkan lagi kepatuhan Wajib Pajak (WP) seiring masa recovery ekonomi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang melalui Tim Satgas Reklame kembali gencar melakukan operasi sadar pajak.

“Meski tidak menggelar operasi gabungan bersama lintas satuan mitra kerja Bapenda, namun dalam upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak kali ini operasi dilakukan secara senyap dengan tim UPL atau satgas internal kami,” terang Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT, Rabu (25/11).

Dia menjelaskan, operasi tersebut bukan semata tindakan represif, namun lebih persuasif sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. Serta dalam upaya mengurangi tunggakan dan mengurai piutang Pemkot Malang.

Hasil dari kombinasi operasi rutin ini cukup signifikan, selain dalam upaya mengurangi tunggakan dan mengurai piutang Pemkot Malang juga pastinya menambah PAD dari sektor pajak. Ini selaras dengan action plan yang dilakukan dalam upaya memenuhi target 2020 dan ‘pemanasan’ strategi menyongsong 2021.

“Sebagian WP pemilik materi reklame tersebut langsung beritikad baik dengan melakukan pelunasan tunggakan pajaknynya. Sedangkan yang belum membayar, stiker atau banner segelnya tidak akan kami lepas dulu,” tegas Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga tokoh Aremania tersebut.

Mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu menekankan, in dalam menjalankan giat ini pihaknya mengedepankan pendekatan secara persuasif dengan style humble dan egaliter kepada masyarakat, khususnya WP. Semua dilakukan sesuai prosedur dan standar protokol kesehatan di masa ini serta safety petugas.

“Karena saat situasi pandemi ini berakhir dan semua kembali normal, tugas paling berat adalah mengembalikan tingkat kepatuhan WP untuk peningkatan PAD Kota Malang yang akan digunakan untuk kemakmuran masyarakat Bhumi Arema,” beber Sam Ade.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji juga mendukung penuh upaya Bapenda dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Saya berpesan kepada semua tim satgas reklame dan petugas pajak lainnya agar dalam menjalankan operasi tetap mengedepankan nilai-nilai persuasif dan humanis kepada wajib pajak,” pesannya.

Meski demikian, lanjutnya, operasi kepatuhan wajib pajak ini harus tetap digelar sesuai aturan yang berlaku. Ini semua demi suksesnya pembangunan di Kota Malang.

“Karena pembangunan di Kota Malang harus dilakukan bersama-sama dengan model komunikasi pentahelix yang selama ini kita jalankan,” tegas Sutiaji.(der)

Tim Aburobonema Raih Juara Harapan di KRI Nasional

Tim Aburobonema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tim divisi Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) Polinema, Aburobonema, berhasil meraih Juara Harapan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang berlangsung pada tanggal 16 – 23 November 2020.

Tim Aburobonema terdiri dari lima orang mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Teknik Elektronika di bawah bimbingan Ir. Totok Winarno, MT. Kontes robot yang dilaksanakan Pusat Prestasi Nasional secara online ini diikuti enam tim KRI Polinema yaitu Ulil Albab (KRPAI), Robsonema (KRSBI Beroda), Aroc_PL (KRSBI Humanoid), Rotama (KRSTI), Rotarinema (KRTMI) dan Aburobonema (KRAI).

Ir. Totok Winarno, MT., menjelaskan, divisi KRAI sebelumnya tidak diselenggarakan di tingkat wilayah karena lomba internasional KRAI tidak dilaksanakan terkait pandemi. Namun divisi ini kembali diselenggarakan di KRI nasional dengan mempertemukan 31 peserta dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Aburobonema bersaing dengan tim KRAI ITS, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Jember.

“Meski tidak ada kontes KRAI wilayah, tim Aburobonema sudah mempersiapkan base mekanik dan rangkaian elektronika sebelum KRI Nasional. Persiapan tim juga sudah cukup baik dengan melakukan running test berulang kali dan simulasi di lapangan”, ujar dosen Jurusan Teknik Elektro ini.

Kendala yang dihadapi tim pada saat persiapan dan lomba adalah pengadaan bola ketepatan sudut tembak serta strategi tim dalam menyelesaikan lomba. Target Aburobonema adalah memasukan lima bola ke gawang dengan waktu secepat mungkin.

“Kami berusaha untuk mempersembahkan juara bagi Polinema. Saya dan seluruh pembimbing tim berharap, tim KRI dapat berprestasi lebih baik lagi di tingkat nasional pada tahun mendatang. Mohon dukungan dari segenap civitas akademika Polinema”, tutupnya.(der)

Dewan Minta Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Ambrol Diganti Benton

Komisi C DPRD Kota Malang saat sidak lokasi plengsengan ambrol di kawasan Jembatan Kedung Kandang. (ist)

MALANGVOICE – Ambrolnya plengsengan Jembatan Kedung Kandang disorot DPRD Kota Malang. Dinas terkait didesak melakukan perbaikan segera.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin mengatakan, pihaknya telah meminta dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), sesegera mungkin melakukan perbaikan. Lebih tepatnya, agar mengubah pola pembangunan plengsengan dengan beton.

“Dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPR akan secepatnya merubah pola, yang sekarang pakai sistem yang begini ini (plengsengan batu) diganti dengan dinding beton. Dan kekuatannya Insya Allah sudah sekian kali lipat dari yang semula,” jelasnya.

Politisi PKB ini menambahkan, area longsor juga dilakukan pengurukan lebih. Supaya, air tidak meresap dan merusak konstruksi plengsengan. Dewan juga meminta pelaksana proyek menuntaskan perbaikan tak lebih dari seminggu.

“Kami berharap pengerjaan beton nanti itu diiringi dengan percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton itu. Sehingga kekuatan dinding lebih maksimal lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menyatakan, bahwa ambrolnya plengsengan dipastikan tidak mengganggu proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang yang ditargetkan rampung pada 20 Desember 2020.

“Tidak ada (pengunduran target proyek pembangunan). Pokoknya 20 Desember itu 100 persen selesai,” ujarnya.

Pria akrab disapa Soni ini menambahkan, bahwa area plengsengan di bawah jembatan dirancang sebagai jalur alternatif akses menuju Jalan Muharto. Terutama akses keluar masuknya warga di sekitar jembatan.

Tentang permintaan dewan mengganti bahan konstruksi dari batu ke beton diamininya.

“Apapun kami akan perbaiki secara teknis. Tidak ada lagi pasangan batu. Untuk yang ambrol diganti dengan beton. Ini kan bukan dinding penahan plengsengan,” pungkasnya.(der)

Sepasar Pedas Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

Kadiskopindag Wahyu Setiyanto menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB di Jakarta, Rabu (25/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Program Sepasar Pedas diinisiasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) Kota Malang menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Tjahjo Kumolo dan diterima Kepala Dinas Kopindag, Wahyu Setiyanto di Jakarta, Rabu (25/11).

Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan program tersebut.

“Termasuk juga para pedagang di pasar-pasar; yang telah ikut serta secara aktif pada program Sepasar Pedas,” ujarnya.

Ia berharap, program itu tidak saja berlangsung saat penilaian lomba, namun juga dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Supaya terus mencerdaskan pedagang.

“Melalui program inovasi ‘Sepasar Pedas’, pedagang pasar rakyat Kota Malang dapat bersaing dan bisa memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen agar tetap berbelanja ke pasar rakyat dengan nyaman,” pungkasnya.

Ajang penghargaan dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin tersebut juga dihadiri oleh Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo; Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai; dan Kepala BNPB, Doni Monardo.

Wapres mengungkapkan apresiasinya kepada peraih penghargaan. Menurutnya pandemi Covid-19 justru menjadi pemicu untuk menciptakan inovasi dan mengelola pengaduan pelayanan publik yang optimal.(der)

Hasil Konfirmasi ke Kemenkumham, Wali Kota Sutiaji: Yayasan Arema Diblokir

Wali Kota Malang Sutiaji temui Aremania di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang telah mengonfirmasi status Yayasan Arema ke Kementerian Hukum dan HAM. Hasilnya, diketahui bahwa Yayasan Arema telah diblokir.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (25/11). Bahwa Yayasan Arema yang diketuai Muhammad Nur telah diblokir.

“Hasil sekda (sekretaris daerah) ke Kemenkumham bahwa yayasan pengurusnya sudah banyak mengundurkan diri yang diketuai Muhammad Nur, dan oleh Pak M. Nur telah memblokir yayasan,” katanya.

Alasan diblokir, lanjut dia, karena khawatir ada orang lain mendaftarkan Yayasan Arema.

“Kenapa, karena bisa jadi ada kekhawatiran, bisa jadi ada orang lain mendaftarkan mengatasnamakan Yayasan Arema,” sambung dia.

Menindaklanjuti itu, Wali Kota Sutiaji telah memerintahkan sekda untuk mengonfirmasi langsung kepada mantan ketua pengurus Yayasan Arema, M. Nur.

“Saya perintahkan sekda ke Pak M. Nur , namun masih belum bisa ditemui,Insya Allah dalam waktu dekat akan kami informasikan lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aremania mendesak Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang untuk mengusut Yayasan Arema. Sebab, tak jelasnya keberadaan yayasan berdampak dualisme berkepanjangan. Aremania menuntut satu Arema.(der)

Kota Malang Peringkat 3 Pengendalian Inflasi

Pimpinan BI Wilayah Malang, Azka Subkhan menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Rabu (25/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Kota Malang mampu mnduduki ranking atau peringkat 3 tentang pengendalian inlfasi. Bank Indonesia (BI) Malang mengklaim hal itu sebagai lompatan prestasi.

Pimpinan BI Malang Azka Subkhan mengatakan, bahwa capain itu merupakan lompatan tajam yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Malang dalam kinerja pengendalian inflasi.

“Kita (Kota Malang) bertahun – tahun belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi, tahun ini kota Malang masuk ranking 3 setelah Kabupaten Banyuwangi dan Kediri,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa pada tahun sebelumnya, skor atau penilaian Kota Malang sejumlah 87 (ranking 8). Maka diperkirakannya, Kota Malang kini berada pada peringkat 3 dengan skor 97- 98.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa capaian tersebut harus dijadikan momen membangkitkan ekonomi.

“Karena yang kita butuhkan saat ini adalah inflasi, yang artinya kita harus pacu masyarakat untuk berbelanja, yang artinya pergerakan ekonomi bergerak dinamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, harus ada kemampuan untuk membalikkan deflasi menjadi inflasi.

“Maka saya sepakat kabar ini menjadi pemacu semangat kinerja TPID Kota Malang sebagaimana tadi dinyatakan Pak Azka,” sambung dia.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan dengan terus menggeliatkan IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo dalam paparannya, mengutarakan hingga Oktober 2020, inflasi Kota Malang pada angka 1,22 persen.

“Ini masih relatif rendah dari ekspektasi target inflasi (kota Malang) sebesar 3 plus minus 1. Maka di masa pandemi, justru kita dituntut untuk mampu mendongkrak laju inflasi, jelasnya.

Ia menambahkan, selama 2020 Kota Malang mengalami 5 kali deflasi. Ini meningkat disbanding 2019 yang 4 kali dan sekali pada 2018. Sementara itu, yang mendongkrak angka inflasi adalah tarif angkutan udara dan harga daging ayam ras.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, agar pada dua bulan jelang tutup tahun 2020 harus memacu roda ekonomi. Salah satunya memaksimalkan pembelanjaan (APBD maupun dana yang bersumber dari APBN).

“Pun demikian, sebagaimana juga dipesankan Bapak Presiden RI, agar kwartal pertama 2021 sudah ada pembelanjaan (APBD dan APBN), maka kita juga mendorong di bulan Desember sudah dapat dilakukan proses pengadaan barang dan jasa,” kata Bung Edi.

Maka, lanjut dia, penting agar segera konsolidasi potensi yang mampu meningkatkan perekonomian Kota Malang. Ia juga mendorong konsolidasi organ TPID (lembaga dan personil) dan juga konsolidasi potensi serta permasalahannya.

“Poinnya simpul- simpul ekonomi yang mungkin masih tidur, perlu kita bangkitkan dan gairahkan kembali. Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.(der)

KONI Kota Malang Terima 1.750 Bantuan Alkes dari Kemenpora

Penerima bantuan alkes Kemenpora. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang mendapat bantuan alat kesehatan (alkes) dari Kemenpora. Bantuan ini diserahkan langsung ke para pelaku olahraga.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, bantuan ini diterima pekan lalu. Isinya berupa paket hand sanitizer, vitamin, dan masker.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

“Jumlahnya total 1.750 paket. Ini masih tahap pendistribusian ke pelatih, wasit, dan pengurus cabor,” kata Eddy, Selasa (24/11).

Bantuan alkes ini, dikatakan Eddy, sangat diterima dengan baik karena situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Sebelumnya ada tawaran dari Kemenpora, ya langsung kami ajukan. Bantuan ini merupakan kehormatan dan bentuk support yang luar biasa,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua HDCI Malang ini menambahkan, dalam waktu dekat ini juga akan ada bantuan dari KONI pusat.

“Dalam waktu dekat ini dari KONI juga turun, kira-kira hampir sama bantuannya, ada spray disinfectant, masker, vitamin, dan APD untuk cabor dan atlet,” tandasnya.(der)

Penipuan Modus Minta Kode OTP BRI, Istri Polisi Jadi Korban Rp101 Juta

Korban bersama anggota Lantas Polsek Kedung Kandang menunjukkan rekening koran dan laporan polisi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Awas modus penipuan menggunakan kode One Time Password (OTP) masih saja mengincar mangsa. Baru-baru ini, wanita bernama Ayu Kartika Sari menjadi korbannya.

Wanita yang tinggal di Jalan Kelor, Kedung Kandang ini kehilangan uang senilai Rp101 juta dari rekeningnya. Hal itu ia alami pada Minggu (22/11) sekitar pukul 14.16 WIB.

Kepada awak media, Ayu mengatakan, pada saat itu sempat dihubungi pelaku menggunakan nomor tak dikenal ke ponselnya beberapa kali.

“Terus saya angkat, pelaku langsung menyebut nama saya dan ngaku dari BRI. Saat itu saya dibilang dapat hadiah pulsa 100 ribu,” katanya, Selasa (24/11).

Pernyataan penelepon itu ternyata benar, Ayu mendapati notifikasi ada pulsa sebesar 100 ribu masuk ke nomornya. Setelah itu, penelepon kembali mengatakan bahwa Ayu akan mendapat pulsa dengan nominal sama sebanyak lima kali.

“Saya disuruh cek pulsa ternyata memang masuk pulsanya. Terus diminta cek SMS lagi menyebutkan kode OTP dari BRIVA BRI,” jelasnya.

Tanpa sadar, Ayu menyebut semua nomor kode rahasia OTP kepada penelepon tanpa identitas itu. Barulah ketika kode rahasia OTP terakhir dibacakan, Ayu tersadar bahwa itu adalah penipuan.

“Saya sadar ini kan kode rahasia. Terus telepon dimatikan dan ada notifikasi dari BRIVA transfer ke rekening lain,” jelas istri anggota Lantas Polsek Kedung Kandang ini.

Notifikasi SMS yang diterima bertahap dalam waktu berdekatan, yakni pertama Rp49 juta, kedua Rp49 juta, ketiga Rp1,9 juta, dan terakhir Rp1 juta.

Sadar menjadi korban penipuan, Ayu bergegas menunju Bank BRI Karcab Martadinata. Di sana ia meminta rekeningnya diblokir. “Masih ada sisa Rp6,5 juta, saya langsung minta blokir ke bank,” jelasnya.

Keesokan harinya, pada Senin (23/11), Ayu didampingi suaminya melapor aksi penipuan yang dialaminya ke Polresta Malang Kota.

“Ini pelajaran bagi saya. Saya harap polisi bisa segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain,” harapnya.

Menanggapi laporan itu, Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Azi Pratas Guspitu, mengatakan, masih akan melakukan penyelidikan.

“Besok saya cek dulu,” singkatnya.(der)