HUT ke-7 Malang Voice

Komnas HAM Kantongi Data Awal dan Video Tragedi Kanjuruhan, Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam bersama timnya di Malang. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Komnas HAM membentuk tim Investigasi untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10).

Tim ini langsung menuju ke Malang pada Senin (3/10). Komisioner Komas HAM, Choirul Anam, mengatakan, ada beberapa agenda investigasi yang dilakukan.

“Agenda Komnas HAM ke Malang ini mengunjungi keluarga korban, rumah sakit. Kami koordinasi dengan Arema dan bertemu dengan pemain untuk tahu apa yang terjadi kemarin,” kata dia saat konferensi pers di Kandang Singa, Senin (3/10).

Baca Juga: Pemprov Jatim Beri Santunan Korban Tragedi Kanjuruhan

Selain itu, tim yang dipimpin langsung Choirul Anam ini juga sudah mengantongi beberapa data awal dari Aremania, mulai video, voice note, dan beberapa dokumen terkait insiden yang menewaskan ratusan suporter.

“Termasuk mendalami penggunaan gas air mata. Kami lihat peristiwa ini objektif. Kenapa bisa terjadi. Dari video ada tindak kekerasan dan sebagaimana tidak hanya gas air mata. Itu kami dalami. Untuk beberapa hari ke depan kami minta semua pihak terbuka, termasuk polisi dan TNI,” imbuhnya.

Ia berharap dari investigasi ini peristiwa mematikan di Stadion Kanjuruhan bisa terang benderang dan tidak terjadi lagi di Indonesia.

Diketahui Tragedi Kanjuruhan ini memakan 125 korban jiwa dari versi polisi.

“Saya bawa tim cukup besar ke Malang dengan peristiwa ini. Semoga tidak terulang kembali di seluruh suporter di Indonesia,” tandasnya.(der)

Pemprov Jatim Beri Santunan Korban Tragedi Kanjuruhan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban Tragedi Kanjuruhan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan siap menanggung biaya pengobatan korban Tragedi Kanjuruhan.

“Seluruh layanan rumah sakit milik Pemprov Jatim untuk korban semua tanggungan pemerintah,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan memberikan santunan kepada seluruh korban meninggal dunia hingga luka-luka. Jumlahnya sebesar Rp10 juta.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Aremania Korwil Bantur: Salah Apa Ditembak Gas Air Mata?

Tak hanya itu, ia juga meminta Pemda di Malang ikut memberikan santunan sesuai wilayah.

“Pemprov mulai mencicil beri santunan Rp10 juta untuk ahli waris meninggal dunia. Wilayah Pemkot Malang Rp10 juta, Kabupaten Malang Rp10 juta dan dari Bank Jatim Rp5 juta,” ujarnya.

Sedangkan untuk korban luka, Pemprov Jatim menyiapkan tambahan santunan Rp5 juta kepada keluarga.

Diketahui Tragedi Kanjuruhan ini menelan 125 korban meninggal dunia versi polisi.

Insiden ini terjadi setelah Arema FC menelan kekalahan saat menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam.(der)

Muhadjir Beri Ketenangan Aremania, Sudarmaji: Beliau Paham Kultur Arema

Menko PMK, Muhadjir Effendy melihat dari dekat dampak tragedi Kanjuruhan. (Mvoice/Ist)

MALANGVOICE – Kehadiran Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ke Malang hanya kurang 10 jam dari terjadinya musibah kubro (besar) Stadion Kanjuruhan Malang, memberi ketenangan kepada kalangan Aremania (julukan suporter klub Arema FC).

“Kalangan Aremania, khususnya para korban merasakan betul mendapat empati dari Pak Muhadjir. Karena Aremania itu sangat gelisah dan merasa terpukul. Betapa tidak, sudah menjadi korban tapi masih dituduh yang bukan-bukan seperti brutal, menjadi pemantik kerusuhan,” kata Sudarmaji, Media Officer Arema FC, Senin (3/10/2022).

Muhadjir membezuk korban yang dirawat di rumah sakit, meninjau stadion Kanjuruhan pasca-kerusuhan, dan memimpin rapat bersama Kapolri, Gubernur Jatim, Menpora, bupati dan Ketua Umum PSSI di pendopo kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022) malam. Praktis Muhadjir sejak pagi sampai malam hari mengurusi soal musibah kubro Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Aremania Korwil Bantur: Salah Apa Ditembak Gas Air Mata?

Sebagaimana diberitakan, musibah kubro yang terjadi Sabtu (1/10/2022) malam telah menelan korban 125 nyawa melayang, ratusan luka-luka, belasan mobil rusak. Musibah terjadi dalam pertandingan tuan rumah Arema melawan musuh bebuyutannya Persebaya Surabaya yang berakhir dengan kemenangan tim tamu 2-3.
Pihak berwajib masih melakukan investigasi penyebab musibah. Tapi nitizen cenderung menganggap tembakan gas air mata aparat yang menyebabkan penonton di tribun utara, timur dan selatan panik berebut keluar sehingga chaos. Saat itulah penonton berjatuhan dan terinjak-injak.

Menurut Sudarmaji, Presiden Jokowi telah mengutus orang yang sangat tepat untuk menangani musibah kubro Stadion Kanjuruhan. “Dengan hadirnya Pak Muhadjir, kehadiran negara pada saat rakyat tertimpa musiba benar-benar bisa dirasakan. Pak Muhadjir itu sangat paham kultur Arema. Bukan hanya paham secara akademis tetapi paham secara realitas,” katanya.
Muhadjir memang dekat dengan Arema. Dia tinggal di Malang sejak pertengahan dekade 1970. Pada saat dia menjadi Pembantu Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memiliki tim sepak bola yang berintikan pemain-pemain Arema. Timnya itu mengangkat nama UMM karena sukses menjadi juara nasional kompetisi antarperguruan tinggi.

Dia dekat dengan salah satu pendiri klub Arema, Ebes Soegiyono. Ketika Soegiyono menjadi Wali Kota Malang, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang yang dipimpin Muhadjir mendapat kepercayaan menyusun konsep pembangunan Kota Malang yang terkenal dengan tagline “Tribina Cita Kota Malang” yaitu Malang kota pendidikan, industri dan pariwisata. Ia juga dekat dengan sahabat Arema, mantan Walikota Batu Edy Rumpoko. Walikota Malang saat ini, Setijadi juga mahasiswanya di UMM.

Baca Juga: Kapolri: Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Terverifikasi 125 Orang

Lebih lanjut Darmaji mencontohkan, Muhadjir langsung menegaskan bahwa biaya perawatan korban ditanggung pemerintah. Yang meninggal mendapat santunan. Hal itu sangat menenangkan korban dan keluarganya. Mereka sangat bingung bagaimana pembiayaannya. Maklum banyak korban dari keluarga sederhana.

“Penegasan Pak Muhadjir bahwa musibah ini akan diusut tuntas itu juga memberi harapan masalahnya jelas sehingga Aremania tidak disudutkan dengan tuduhan-tuduhan yang tanpa dasar,” tambah Sudarmaji.(*)

Kiriman Anwar Hudijono, wartawan senior

(Disclaimer: Isi di luar tanggung jawab redaksi malangvoice.com)

Aparat Keamanan Bertindak Eksesif saat Tragedi Kanjuruhan, DPC IKADIN Malang Buka Posko Pengaduan

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono. (MVoice/istimewa)

MALANGVOICE – DPC IKADIN Malang membuka posko pengaduan dan pelayanan advokasi guna membantu memperjuangkan hak-hak keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Layanan itu dipusatkan di kantor DPC IKADIN Malang yang berada di Jalan Blimbing Indah Selatan XI nomor 77, Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ketua DPC IKADIN Malang, Setyo Eko Cahyono menilai aparat keamanan bertindak eksesif dan mencederai prinsip-prinsip HAM sehingga laga derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya berujung tragis dengan tewasnya ratusan suporter.

Diduga ratusan suporter tewas karena saling berdesakan menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas. Bahkan gas air mata itu ditembakkan bukan hanya ke arah suporter yang menerobos masuk lapangan, namun diarahkan membabi buta kepada barisan penonton yang ada di tribun sehingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, DPC Peradi Kepanjen Tuding Ada Kelalaian Penyelenggara dan Aparat

“Dalam video yang beredar, penembakan gas air mata membabi-buta kepada penonton yang berada di tribun. Berdasarkan pengamatan analisis sosial, aparat keamanan bertindak represif dan cenderung brutal. Tidak memberi suasana aman dalam melaksanakan tugasnya,” papar Setyo.

Baca juga : AHY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia

Pengendalian massa dengan gas air mata di dalam arena stadion bertentangan dengan FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b. Dengan tegas melarang membawa maupun menggunakan senjata api ataupun gas untuk mengendalikan massa di arena stadion. Nyatanya saat peristiwa kelabu Sabtu malam kemarin (1/10), aparat keamanan dipersenjatai senapan gas air mata dan dilepaskan begitu saja ke arah kerumunan massa hingga berdesakan dan mengakibatkan korban berjatuhan.

Baca juga : Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

“Selain melanggar ketentuan FIFA, aparat bertindak represif dan diduga melanggar HAM. IKADIN mengecam tindakan represif aparat keamanan terhadap penanganan kerumunan suporter yang melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya implementasi prinsip HAM yang dipedomani Polri,” tukas dia.

Baca juga : Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Baca juga : PWI Malang Raya Desak Usut Dugaan Pelanggaran HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Ia menambahkan, tindakan pihak kepolisian juga melanggar UU nomor 2 tahun 2022 tentang Polri. Serta mengingkari SOP kepolisian dalam mengendalikan massa sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri. Antara lain, Perkapolri nomor 16 tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa; Perkapolri nomor 01 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian; Perkapolri nomor 08 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Polri; Perkapolri nomor 08 tahun 2010 tentang tata cara lintas ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan huru-hara; Perkapolri nomor 02 tahun 2019 tentang pengendalian huru-hara.

Baca juga : Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

Baca juga : Menko PMK Bezuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Suyitno: Mengatasi Suporter Arema itu Mudah

Pihaknya mendesak agar Kapolri mengevaluasi menyeluruh agar tragedi ini tak kembali memakan korban dari dua pihak. Serta mendorong agar dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh tim independent untuk memeriksa dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Baca juga : Kronologi Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Suporter versi Kapolda Jatim

“Mendesak institusi negara seperti Komnas HAM, Kompolnas, POM TNI dan lainnya untuk segera menyelidiki menyeluruh dan terpadu. Serta mendesak negara cq pemerintah pusat dan pemda terkait agar bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka tragedi Stadion Kanjuruhan,” cetusnya.

Di sisi lain, IKADIN menyinggung waktu pelaksanaan pertandingan yang digelar malam hari sekalipun banyak pihak mempersoalkan hal itu. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi bersikukuh tanpa mempertimbangkan segala resiko. Hingga akhirnya meletup huru-hara diperparah dengan penonton yang melebihi kapasitas saling berdesakan yang berakibat jatuhnya ratusan korban jiwa.

“Pihak LIB dan aparat keamanan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan dan evaluasi tuntas, agar tragedi sepakbola tidak (lagi) terjadi, apalagi membawa korban jiwa,” pungkasnya.(end)

#PrayForKanjuruhan Bergema di Jagat Twitter, MU dan Liverpool Sampaikan Belasungkawa

Manchester United menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan suporter. (MVoice/tangkapan layar akun resmi Twitter Manchester United)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang pasca laga derby Arema FC melawan Persebaya nenjadi trending topick di linimasa Twitter bertagar #PrayForKanjuruhan.

Selain itu, trend populer lainnya yang mendominasi Twitter yakni Gas Air Mata mencapai 266 ribu tweet, FIFA 256 ribu tweet, Polisi 179 ribu tweet, Liga 1 97 ribu tweet hingga Indosiar 25 ribu tweet.

Topik populer itu buntut dari insiden tragis yang merenggut nyawa 174 jiwa. Tragedi terbesar kedua di lapangan hijau setelah kerusuhan di Stadion Nasional, Lima Peru pada 1964 yang mempertemukan Peru versus Argentina. Dalam peristiwa itu 326 orang tewas.

Baca Juga: Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Tragedi Kanjuruhan pun didengar dua klub Liga Inggris, Manchester United (MU) dan Liverpool. Melalui akun resminya, kedua klub raksasa itu menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Manchester United is deeply saddened by the tragedy in Malang, Indonesia. We send our sincere condolences to the victims, their families, and everyone affected,” tulis akun Twitter resmi Manchester United yang disukai 85 ribu pengguna dan mendapat retweet 23 ribu.

Hal yang sama dilakukan Liverpool yang menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui akun resminya di twitter.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

We are deeply saddened to hear of the events at Kanjuruhan Stadium, Malang, Indonesia. The thoughts of everyone at Liverpool Football Club are with all thos affected at this time,” tulis akun Twitter resmi Liverpool FC yang disukai 54 ribu pengguna dan mendapat retweet 15 ribu pengguna.

Selain itu, ungkapan bela sungkawa disampaikan klub-klub papan atas Eropa melalui akun resmi twiternya seperti Chelsea, Manchester City, Tottenham Hotspur, PSG, Barcelona, Arsenal maupun Ajax Amsterdam.(end)

Cak Udin Minta Seluruh Kader PKB Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan. (istimewa)

MALANGVOICE – Tragedi maut Kanjuruhan memakan ratusan korban jiwa pada Sabtu (1/10). Sementara ini tercatat ada 130 orang meninggal dunia.

Tragedi ini terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Atas insiden mengerikan ini, Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid, menginstruksikan seluruh kader partai serta suporter sepak bola di Indonesia untuk menggelar salat gaib ditujukan kepada ratusan korban meninggal dunia.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Tak hanya seluruh kader, Cak Udin sapaan akrabnya juga mengajak seluruh suporter sepak bola Indonesia dari klub dan asal manapun, untuk berdoa bersama baik kepada korban meninggal maupun yang sedang dirawat.

“Saya serukan kepada seluruh kader PKB menggelar salat ghaib dan pengibaran bendera setengah tiang serta tahlil selama tujuh hari yang ditujukan untuk seluruh korban tragedi maut Kanjuruhan,” kata Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid.

Anggota DPR RI Dapil Malang Raya ini menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang menewaskan ratusan orang. Ditambah lagi ratusan suporter lainnya yang luka-luka dan dirawat.

“Ini adalah sejarah kelam persepakbolaan Indonesia. Saya sangat berduka cita kepada seluruh korban. Semoga ini yang terakhir tidak boleh terulang lagi,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada semua elemen yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini bisa menyelesaikan persoalan secara peraturan perundang-undangan dan hukum.

“Kalau memang ada salah penanganan dan protap, harus ditindak,” tegasnya.

Cak Udin turut mengimbau kepada suporter sepakbola Indonesia untuk selalu lebih dewasa, bisa menahan diri dari apapun hasil pertandingan dan saling memberi motivasi untuk prestasi sepakbola tanah air.

“Sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupan. Oleh karena itu, cukup ini yang terakhir. Saya mohon kepada semua pihak. Mari kita bahu-membahu selamatkan ratusan korban. Evakuasi, bantu pihak rumah sakit identifikasi para korban. Kita bantu mereka yang sedang dirawat,” bebernya.

Melalui relawan Sahabat Cak Udin, pihaknya juga terjun ke lapangan untuk membantu evakuasi korban meninggal dan sedang dirawat di rumah sakit. Ambulans Cak Udin PKB juga telah mengaspal untuk kerja-kerja kemanusiaan.(der)

Presiden Arema Mohon Maaf Atas Insiden Kanjuruhan, Minta Pelayanan Maksimal untuk Korban

Logo Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan menyisakan duka bagi warga Malang Raya, khususnya Aremania. Betapa tidak, insiden ini memakan ratusan korban jiwa pada Sabtu (2/10).

Total ada 130 korban jiwa dilaporkan. Dua di antaranya adalah personel kepolisian.

Presiden Arema FC, Gilang Widya, mengucapkan duka mendalam atas insiden ini.

“Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf kepada seluruh warga malang raya yang terdampak atas kejadian ini, saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa,” kata dia.

Baca Juga: Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Sebagai langkah lanjutan, Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban.

“Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban. Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema,” jelasnya.

Di sisi lain, Gilang juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

“Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya,” tegas Gilang.

Terakhir ia memohon maaf dan berharap keluarga korban bisa sabar.

“Saya turut merasakan duka yang mendalam dan berbelasungkawa untuk para Aremania yang menjadi korban dalam musibah Kanjuruhan tadi malam, semoga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya.(der)

Belasan Jenazah Tragedi Kanjuruhan Belum Teridentifikasi di RSSA

Suasana Kamar Mayat RSSA Malang. (MVoice/Lek)

MALANGVOICE – Big match antara Arema FC vs Persebaya menyisakan duka yang mendalam.

Pasalnya, dari ratusan korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 19 jenazah korban yang belum teridentifikasi.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dengan penerimaan jenazah di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Ada dua jenazah yang belum teridentifikasi mulai kemarin dan 17 jenazah korban tragedi Kanjuruhan Malang ditotal tadi pagi. Kini petugas medis tengah mengidentifikasi jenazah tersebut.

Baca Juga: Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

“Sekarang kami agendakan identifikasi,” kata Plt. Direktur RSSA Malang, Kohar Hari Santoso, saat ditemui awak media, Ahad (2/10).

Kohar menyarankan jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota, bisa datang ke RSSA Malang.

“Jadi keluarga yang merasa kehilangan, KTP, pakaiannya bisa disampaikan nanti dicocokkan. Total di RSSA ada 19 jenazah yang dikirim kesini, 2 yang tadi malam, dan 17 tadi pagi,” jelasnya.

Kohar menjelaskan, jumlah tersebut masih dimungkinkan akan terus bertambah. Untuk itu, pihaknya juga menyiagakan petugas medis, ruangan medis hingga armada ambulance.

“Sampai sejauh ini kapasitas kami masih cukup dari segi personel maupun logistik medis. Kami juga ada fasilitas cadangan kalau nanti jumlahnya lebih besar,” terangnya.

Kohar pun juga menyiagakan sejumlah kamar untuk tragedi Kanjuruhan tersebut. 200 tenaga medis pun disiapkan untuk merawat korban tragedi Kanjuruhan.

“Di samping menangani jenazah maupun korban luka. Kamar kamar juga kami siagakan.Kami siapkan sekitar 200 petugas medis,” pungkasnya.(der)

Tim DVI Polri Diterjunkan Bantu Korban Tragedi Kanjuruhan

Istimewa

MALANGVOICE – Polri bergerak cepat menggerakkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu menangani kasus Tragedi Kanjuruhan.

Tim ini nantinya akan mengidentifikasi korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan pasca-laga Arema FC kontra Persebaya.

Tim DVI tersebut dipimpin langsung Brigjen Nyoman.

Baca Juga: Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Ahad (2/10).

Dedi menuturkan, gerak cepat itu dilakukan kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit,” ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi.

Hingga saat ini dilaporkan ada 130 korban tewas termasuk dua personel polisi. Sementara itu ada 191 orang yang masih dirawat di rumah sakit.(der)

Pasutri Asal Bareng Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Tinggalkan Seorang Anak

Kondisi korban Tragedi Kanjuruhan. (istimewa)

MALANGVOICE – Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam memakan ratusan korban jiwa. Peristiwa tragis ini terjadi setelah Arema FC dikalahkan Persebaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan.

Ribuan suporter lantas turun dalam lapangan untuk meluapkan kekecewaan karena tim kesayangannya takluk dari tim rival.

Salah satu korban dari insiden ini adalah sepasang pasutri asal Kota Malang, yakni Muhammad Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) asal Jalan Bareng Raya, Klojen. Keduanya termasuk menjadi daftar korban Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Telan 174 Nyawa Melayang, Satu Korban Asal Kota Batu

Pasutri itu menonton laga derbi Jatim bersama satu anaknya berumur 11 tahun. Kerabat korban, Doni (43) mengetahui langsung kejadian nahas tersebut.

“Setelah selesai pertandingan, anaknya menghampiri saya. Dia menunjuk ke arah lapangan, katanya orang tuanya turun ke lapangan,” kata Doni kepada wartawan, Ahad (2/10).

Setelah itu, Doni pun mengapit anak dari kakaknya itu di tribun bersama anak kandungnya sendiri.

Sebab, suasana makin kacau. Di lapangan sudah terlihat asap gas air mata. Fokus Doni hanya untuk menyelematkan dua anak itu.

“Waktu ramai itu banyak gas air mata justru di tribun. Awalnya memabg lapangan. Saat pecah kami fokus anak sendiri, saya pikir aman anaknya sama saya,” ujarnya.

Berselang kemudian, Doni ikut mencari keberadaan Yulianto dan Devi.

Beruntung keduanya ditemukan, namun dalam keadaan tidak sadar. Mereka akhirnya dirujuk ke RS Teja Husada. Akan tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Terkini, kedua korban itu sudah dimakamkan di satu liang lahat TPU Mergan pada Ahad (2/10) pagi tadi.(der)