Peringati Harkitnas, Duta Safety Riding Tularkan Virus #Cari_Aman Melalui Edukasi Keselamatan Berkendara

Edukasi keselamatan berkendara MPM Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – Turut memeriahkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) main dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT memperkuat karakter persaudaraan generasi muda dengan mengkampanyekan keselamatan berkendara.

Bersama Kamsel Kabupaten Malang mengajak duta safety riding SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kampanyekan keselamatan berkendara di berbagai lingkungan.

Sebanyak total 200 peserta telah mengikuti kegiatan edukasi baik melalui kegiatan webinar maupun kediatan edukasi secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yakni karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dan konsumen di jaringan dealer Honda di wilayah Blitar.

Diawali dengan praktek berkendara, disini duta safety riding mempraktekkan teknik-teknik berkendara yang aman, postur tubuh yang baik, seperti teknik pengereman, teknik braking, slalom pilon, U turn, dan low speed balance.

Selanjutnya peserta diberikan pengetahuan tentang pemahaman rambu-rambu lalu lintas hingga penggunaan helm yang benar.

Peserta juga dikenalkan dengan slogan keselamatan berkendara dari Honda yaitu #Cari_aman saat naik motor dimana slogan ini bertujuan untuk membentuk prespektif baru di kalangan anak muda bahwa safety gear selain buat perlindungan juga bisa sebagai lifestyle yang disampaikan oleh Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

“Dengan semangat Satu Hati, kami berikan pemahaman akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dengan bersinergi dengan kepolisian setempat dan juga mengenalkan #Cari_Aman Harapannya melalui kegiatan ini mampu menjadikan generasi muda sebagai duta keselamatan berkendara.” Kata Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.

Kegiatan edukasi semakin atraktif dan seru dengan banyaknya pertanyaan dari peserta dan keingintahuan peserta akan pengetahuan dan teknik berkendara yang benar.

Edukasi Safety Riding ini merupakan kegiatan yang rutin digelar MPM Honda Jatim. Sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pelajar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.(der)

Tabebuya Gantikan Pohon yang Ditebang di Zona III Kayutangan Heritage

Pohon dikawasan Zona III Kayutangan Heritage ditebang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menebang belasan pohon di Zona III Kayutangan Heritage.

Belasan pohon yang ditebang itu berada di sekitaran patung Chairil Anwar hingga depan Sarinah. Dimana lokasi tersebut masuk dalam kawasan zona III Kayutangan Heritage.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, belasan pohon tersebut nantinya akan diganti dengan pohon baru jenis Tabebuya.

“Iya kita ganti pohon tabebuya biar warna-warni sama seperti di Zona II dan Zona I Kayutangan Heritage,” ujarnya saat dihubungi Mvoice melalui telpon WhatsApp, Jumat (27/5).

Pohon pengganti berjenis tabebuya tersebut rencananya akan ditanam lebih banyak dibandingkan pohon yang sebelumnya telah ditebang di kawasan Zona III Kayutangan Heritage.

“Itu nanti (pohon yang ditebang) akan diganti Pemkot Malang dengan menggunakan dana APBD. Ya mungkin bisa lebih banyak dari 18 pohon yang ditebang. Biar kelihatan rimbun,” kata dia.

Selain pohon tabebuya, DLH Kota Malang rencananya bakal memasang lampu hias dan kursi dikawasan Zona III Kayutangan Heritage.

“Jadi sama seperti di Zona I dan II ya. Ada lampu, pohon tabebuya dan kursi-kursi untuk memanjakan masyarakat yang hendak berkunjung,” terangnya.

Namun, Wahyu belum bisa memberikan kepastian berapa jumlah pohon tabebuya dan lampu hias yang akan diletakkan di kawasan Zona III Kayutangan Heritage. Sebab, masih akan dibuatkan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu.

“Kita akan buat DED dulu di tahun 2022. Nanti DED selesai, baru di tahun 2023 awal mulai kita pengaturan disitu (zona III Kayutangan Heritage). Jadi jumlah dan anggaran masih belum tau nunggu DED dulu,” tandasnya.(der)

Belasan Pohon Ditebang Demi Penataan Zona III Kayutangan Heritage

Petugas DLH Kota Malang melakukan Pemotongan pohon di kawasan Kayutangan Heritage zona III, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Belasan pohon di sekitar patung Chairil Anwar hingga depan Sarinah, ditebang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan, penebangan belasan pohon itu dilakukan untuk membantu memperlancar proses penataan Zona III Kayutangan Heritage.

“Sekitar 18 pohon kita tebang untuk memperlancar kerja DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan pelebaran pedestrian,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui telepon, Jumat (27/5).

Ia menambahkan, selain memperlancar penataan Zona III Kayutangan Heritage, penebangan itu dilakukan karena ada beberapa pohon yang akarnya merusak fasilitas di sekitarnya.

“Memang ada juga pohon yang merusak sampai menembus gorong-gorong hingga pondasi rumah, jadi kita potong. Dan memang pohon-pohon itu kurang bagus untuk keindahan kota,” kata Wahyu.

Meski belasan pohon tersebut telah ditebang, rencanannya dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan mengganti dengan jumlah lebih banyak dan jenis pohon yang lebih bagus.

“Karena ini pekerjaan-nya Pemkot Malang jadi aturan motong pohon harus diganti beberapa kali lipat itu gak berlaku. Tapi akan tetap diganti Pemkot lebih banyak menggunakan dana APBD,” tuturnya.

Perlu diketahui, penataan Zona III Kayutangan Heritage bakal berlangsung hingga 30 November 2022 mendatang. Penataan tersebut meliputi, penataan pedestrian, saluran, andesit, dan aspal.(der)

Harga Daging Sapi Stabil Tak Terpengaruh Kasus PMK

Penjualan daging sapi tak terpengaruh kasus PMK. (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Harga daging sapi terpantau masih stabil sekalipun penyakit mulut dan kuku (PMK) menyebar luas. Per kilogram daging sapi dibanderol dengan harga Rp 115 ribu- Rp 120 ribu.

Seorang pedagang di pasar relokasi Kota Batu, Rifia Sari menuturkan, penjualannya dalam sehari juga masih sama. Rata-rata sehari menjual 15-30 kilogram daging sapi.

“Permintaan masih tetap. Yang beli rata-rata pemilik warung makan di Kota Batu,” ujar Rifia.

Pada pertengahan Mei lalu, kata Rifia, pembeli sempat berkurang. Lantaran pembeli mengira pedagang daging banyak yang tutup imbas merebaknya PMK.

Dirinya juga mengatakan tak boleh panik berlebihan terhadap penyakit yang sedang marak ini. Karena jika pedagang ikut panik, otomatis pembeli akan takut untuk membeli dagangan mereka.

“Pokoknya kita sebagai pedagang nggak share berita-berita tentang PMK insyaallah penjualan dan harga tetap aman,” harapnya.

Lebih lanjut, pedagang daging lainnya Farid Kukuh juga mengucapkan hal yang sama. Bahwa penjualan di kiosnya masih stabil tak terpengaruh apapun.

“Kalau penjualan seperti jeroan itu langsung habis sehari karena memang ada langganan. Kalau cingur itu biasanya langganan yang jual rujak. Kalau kikil ya langganan yang jual lontong kikil,” urainya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Bau, hingga kini terdapat 300 ekor ternak yang terjangkit PMK di Kota Batu. 42 ekor ternak dinyatakan sembuh sedangkan kematian akibat PMK sebanyak 13 ekor.

DPKP Kota Batu menyatakan, PMK bukan suatu penyakit zoonosis sehingga tidak berpotensi menulari manusia. Produknya berupa daging maupun susu dari hewan yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi. Asalkan daging diolah secara tepat agar bisa dikonsumsi.(der)

Menelisik Kitab Kuno Berusia Ratusan Tahun di Gereja Immanuel Kota Malang

Dua kitab kuno yang tersimpan rapi di lemari kaca, Gereja Immanuel, Kota Malang, (Ist).

MALANGVOICE – Terdapat dua kitab berusia ratusan tahun yang tersimpan rapi di dalam Gereja Immanuel Kota Malang.

Dua kitab tersebut dibawa Pemerintahan Belanda pada tahun 1861 bersamaan dengan pembangunan gereja Immanuel yang tepatnya berada di Jalan Merdeka Barat, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

“Dua al-kitab itu cover-nya terbuat dari kulit domba dari Belanda. Kulit domba itu dijadikan sebagai simbol keagamaan Gereja Protestan Belanda saat VOC,” ujar Richard Agung Sutjahjono selaku Pendeta Immanuel Malang, Kamis (26/5).

Manuscript itu adalah kitab Injil yang masih menggunakan bahasa Belanda Kuno. Kini jemaah Gereja Immanuel Kota Malang itu beribadah menggunakan imitasi kitab tersebut yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia.

“Kitab itu berbahasa Belanda kuno, jadi jemaah menggunakan Imitasinya yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalau kitab aslinya di simpan di ruang khusus bersama manuscipt peninggalan Belanda VOC,” kata Richard.

Diklaim Richard, dua kitab atau manuscript kuno itu pernah diminta Pemerintah untuk dimuseumkan. Selain itu, ada juga sejumlah kolektor yang ingin meminta kitab tersebut. Tapi pihaknya tetap menolak.

“Kami tidak mau, karena ini adalah karakteristik dari gereja protestan. Ini adalah nilai historis, yang menguatkan gereja itu pada akhirnya mendapatkan sertifikat dari Pemkot Malang sebagai cagar budaya,” jelasnya.

Manuscipt itu kini diletakkan didalam lemari kaca dengan pengawasan yang cukup ketat. Dimana terdapat cctv dan terdapat alat pendeteksi keamanan di lemari kaca tersebut.

Terpisah, Pemerhati Budaya Malang, Agung Buwana, membenarkan, jika dua kitab tersebut merupakan sejarah dari berdirinya gereja Immanuel sebagai tempat beribadah orang Eropa dan Belanda.

“Jadi Gereja Immanuel itu disebut sebagai gereja negara. Gereja negara itu adalah tempat tahanan orang Belanda itu wajib beribadah disediakan tempat. Dua kitab itu memang merupakan bagian dari sejarah Gereja Immanuel,” Imbuhnya.

Selain dua kitab itu, Agung menyampaikan, jika terdapat beberapa buku kuno yang menjadi artefak dari gereja Immanuel tersebut.

“Seperti blue print gereja Immanuel dan beberapa buku tua yang diterbitkan di Indonesia maupun Belanda ikut menjadi bagian artefak mereka (Gereja Immanuel),” tandasnya.

Perlu diketahui, dua kitab dengan berat masing-masing 5 Kilogram itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2018 lalu.(der)

Covid-19 Melandai, Isoter SKB Pandanwangi Dinonaktifkan

SKB Pandanwangi, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Melandai-nya kasus Covid-19, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memutuskan untuk menutup Isolasi Terpusat (Isoter) yang bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pandanwangi, Kota Malang.

“Sudah satu bulan setengah lewat, tidak ada yang dirawat di sana (SKB Pandanwangi). Sehingga perintah dari Wali Kota Malang itu dinonaktifkan,” ujar dr Husnul Muarif selaku Kepala Dinas Kesehatan, Kota Malang, Kamis (26/5).

Berbeda dengan Isoter SKB Pandanwangi, untuk Rumah Sakit (RS) Lapangan sampai saat ini masih tetap disiagakan. Hal itu dilakukan untuk upaya antisipasi jika sewaktu-waktu ada pasien Covid-19 yang memerlukan tempat isolasi.

“Kalau untuk RS Lapangan masih dibuka,” singkat Husnul.

Terpisah, Kepala RSL Ijen Boulevard dr Heri Sutanto, membenarkan RS Lapangan sampai saat ini masih tetap beroperasi. Sebab pandemi Covid-19 memang belum benar-benar berakhir.

“Jadi, sejak 17 April sudah nol pasien. Meski begitu, RS Lapangan tetap beroperasi dan menerima pasien. Selama masih ada pandemi Covid-19, maka penggunaan RS Lapangan masih akan terus berjalan,” terangnya.

Berdasarkan data yang didapat dari akun Twitter resmi Pemprov Jatim, pada Rabu (25/5) kemarin, di Kota Malang hanya ada satu penambahan kasus Covid-19 dan satu kesembuhan. Sedangkan untuk kematian karena Covid-19 nihil.(der)

Sapi Terjangkit PMK Justru Lebih Dicari Pembeli karena Ini

Sapi yang terjangkit PMK, mengeluarkan air liur dari mulut, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Siapa sangka sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) justru lebih banyak dicari pembeli dibandingkan dengan sapi yang sehat.

Salah satu peternak di Kampung Sanan, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang, Mulyono (56), mengatakan, ada faktor utama sapi yang terjangkit PMK justru lebih dicari pembeli.

Faktor utama itu tak lain harganya lebih murah dibanding sapi sehat. Harga sapi terjangkit PMK akan turun hingga lebih dari 25 persen.

“Jadi misalkan sapi sehat itu harganya Rp20 juta per ekor, nanti kalau udah kena PMK bakal turun hingga di kisaran Rp13 juta sampai Rp15 juta gitu,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Kamis (26/5).

Dua pekan lalu, Mulyono juga terpaksa menjual empat sapi-nya yang terindikasi PMK. Jual rugi pun dilakukan untuk mengantisipasi sapi tersebut tidak mati terlebih dahulu karena wabah tersebut.

“Kami terpaksa menjual sapi yang udah parah daripada mati duluan. Sedangkan untuk sapi yang masih bisa diobati ya kami obati,” kata dia.

Dengan banyaknya pembeli yang memilih sapi PMK tentu saja berdampak pada penghasilan dan penjualan para peternak sapi, utamanya di wilayah Kampung Sanan yang menjadi sentra penggemukan sapi.

“Sekarang saja sapi-sapi yang sehat dan gemuk malah tidak laku. Malah jagal (pembeli) itu cari yang sakit (terjangkit PMK), karena harganya lebih murah,” tandasnya.(end)

Unisma Gelontorkan Rp3,5 Miliar Bangun Polisma di Kawasan New City

Rektor Unisma Maskuri usai meletakkan batu pertama pembangunan Polisma, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) mulai membangun gedung baru Politeknik Unisma (Polisma) di kawasan New City, Madyopuro , Kota Malang.

Rektor Unisma, Maskuri mengatakan, pembangunan kampus baru di lahan seluas 5000 m2 memang sengaja diletakkan terpisah dengan Unisma, supaya Polisma nanti bisa lebih mandiri.

“Semangat dari seluruh jajaran Yayasan Rektorat bagaimana Polisma bisa mandiri, melakukan lompatan sendiri tanpa di bawah kebesaran nama Unisma,” ujarnya Kamis (26/5).

Pembangunan kampus Polisma yang telah ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (25/5) kemarin, rencananya akan menghabiskan dana awal sekitar Rp3,5 miliar.

“Dalam pembangunan kali ini, mendapat stimulan berupa lahan dan dana awal Rp3,5 miliar. Mendatang Polisma harus mencari sendiri. Tapi saya yakin jajaran Polisma pasti bisa,” kata Maskuri.

Direktur Polisma, Ana Nuril Achadiyah, menyampaikan, rencananya di kawasan New City itu akan ada beberapa gedung yang dibangun.

Mulai Gedung Utama Direktorat, Gedung D3 Prodi Teknik Listrik, Gedung D3 Prodi Teknik Mesin, Gedung D4 Prodi Teknik Rekayasa dan Komputer Jaringan, Gedung Teaching Factory, Galery produk karya mahasiswa.

“Pembangunan gedung diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih selama enam bulan,” Kata Ana.

Ia mengklaim, Polisma ini merupakan satu-satunya politeknik di Jawa Timur yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri.

“Harapan kami semua lulusan nahdliyyin yang memiliki minat kuliah vokasi, pilihannya adalah Politeknik Unisma,” harapannya.(end)

Mahasiswa Terlibat Simpatisan ISIS, Ini Langkah UB Soal Bantuan Hukum

Wakil Rektor III UB, Prof Drs Abdul Hakim, saat menggelat preskon mahasiswa terlibat simpatisan ISIS. (MVoice)

MALANGVOICE – Terduga simpatisan ISIS yang ditangkap Densus 88 di Malang ternyata mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB). Pihak kampus membenarkan hal itu sekaligus sangat menyayangkan penangkapan mahasiswa berinisial IA pada Senin (23/5) itu.

Wakil Rektor III UB, Prof Drs Abdul Hakim, mengatakan, IA (22) dikenal sebagai mahasiswa cerdas. Hal itu terlihat dari index prestasi di semester 6 ini cukup baik.

“Kami tentu prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Bagaimanapun itu mahasiswa kami yang sedang proses belajar di UB. Dari index prestasi yg diperoleh, mahasiswa termasuk kategori yg cerdas karena index prestasi di atas 3,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/5).

IA dikatakan Abdul Hakim masuk di UB pada 2019. Ia memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) dan mengambil program studi Hubungan Internasional (HI).

Dari kasus ini, UB masih pertimbangkan memberi bantuan hukum. Ia menjelaskan saat ini masih diminta menunggu dari pihak kepolisian karena kasusnya masih didalami.

“Jika yang dilakukan di luar aktivitas akademik dan resmi, maka itu jadi tanggung jawab pribadi. Itu berlaku tidak hanya mahasiswa tapi seluruh civitas akademika. Pertimbangan berikan bantuan hukum masih melihat jenis atau tindakan yang dilakukan,” lanjutnya.

Terkait sanksi, Abdul Hakim menegaskan tetap menunggu hasil penetapan hukum inkrah. Namun saat ini pihak UB menyerahkan kasus ini kepada aparat berwajib sampai tuntas.

“Jika sudah ada penetapan hukum inkrah, maka rektor pasti akan memberi sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.(der)

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ketua DPD Perindo Kota Malang Diperiksa Polisi Sebagai Saksi Pelapor

Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly bersama kuasa hukumnya saat ditemui di Polresta Malang Kota, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik di Polresta Malang Kota, Rabu (25/5).

Pemeriksaan itu berkaitan usai Nelly mengadukan tiga orang dengan inisial AA, SS, DDW atas dugaan pencemaran nama baik melalui grup WhatsApp. Dalam grup tersebut Nelly difitnah sebagai anggota organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Nelly menjalani pemeriksaan kurang lebih selama dua jam. Dalam proses pemeriksaan, petugas kepolisian menanyakan sekitar 20 pertanyaan, salah satunya terkait dengan kronologi dugaan pencemaran nama baik tersebut.

“Tadi kurang lebih ada sekitar 20 pertanyaan. Intinya terkait kronologi dugaan pencemaran nama baik tersebut, sama klien kami diceritakan semua ke petugas,” ujar Yassiro Ardhana selaku kuasa hukum Nelly, Rabu (25/5).

Ia menyampaikan dari informasi yang dia dapat, rencananya penyidik akan melakukan pemanggilan kepada pihak terlapor dalam waktu dekat sebagai tindaklanjut dari dugaan kasus pencemaran nama baik tersebut.

Dari situ, Yassiro berharap kasus yang dianggap telah merugikan klien-nya baik secara moril maupun materiil ini bisa ditangani sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Ya harapan kita sebagai kuasa hukum sekaligus klien kami sebagai saksi pelapor, agar proses ini bisa berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku dan klien kami bisa mendapat keadilan seadil-adilnya,” pesannya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febriyanto Prayoga, membenarkan pemeriksaan saksi pelapor dalam hal ini Ketua DPD Perindo Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly.

“Benar hari ini ada pemeriksaan bu Nelly terkait aduan tersebut. Selanjutnya kita akan dalami lagi dari saksi-saksi yang lainnya,” singkatnya.(der)