Sambut HPN 2020, PWI Malang Raya Sambang Kapolresta Malang Kota

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, saat menerima kunjungan Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda. (Toski D).
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, saat menerima kunjungan Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda. (Toski D).

MALANGVOICE – Rombongan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya berkunjung ke Kapolresta Malang Kota, Senin (27/1).

Dalam kesempatan ini, Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda menyampaikan, kegiatan kunjungan ini dalam rangka persiapan puncak kegiatan HPN yang akan digelar di graha cakra pada 4 Maret 2020.

“Dalam kegiatan puncak HPN tersebut, PWI Malang Raya akan mendatangkan group band legendaris ‘God Bless’,” ungkap pria yang akrab disapa King.

Menurut King, pihaknya memilih band yang digawangi Ahmad Albar dkk. tersebut lantaran dalam setiap lagunya selalu memberikan pesan-pesan moral.

“God Bless ini selalu ada pesan moral bagi para fansnya dan pendengarnya. Makanya kami memilih group band tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mendukung penuh kegiatan tersebut dalam peringatan HPN, dan HUT ke-74 PWI.

“Saya sangat mendukung penuh kegiatan ini. Apalagi, group band yang diundang tersebut merupakan group yang sering saya dengar, dan se-dekade dengan saya,” tegas pria yang akrab disapa Leo.

Untuk itu, lanjut Leo, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat mempererat sinergitas antar instansi, dan pemahaman boada anggota soal tugas jurnalistik.

“Semoga dapat menjalin sinergitas, bahkan dapat memberikan pengalaman dan pelajaran jurnalistik pada anggota saya,” pungkasnya.(Der/Aka/MG1)

Dewan Akomodir Warga Tidak Mampu Guna Lanjutkan Kuliah di PTN Maupun PTS

Anggota Komisi D, Suryadi (Baju Hijau), saat mengikuti pertemuan di Dinsos Kota Malang. (Istimewa)
Anggota Komisi D, Suryadi (Baju Hijau), saat mengikuti pertemuan di Dinsos Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dewan minta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang untuk memberikan Porsi Khusus atau membuka kesempatan seluas luasnya bagi masyarakat kurang mampu di Kota Malang.

Anggota Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, dari fraksi Golkar Suryadi mengatakan, pihaknya menginginkan semua warga Kota Malang dapat melanjutkan studi di PTN dan PTS tanpa terkecuali.

“Kami ingin pihak PTN dan PTS memberikan kemudahan untuk warga Kota Malang yang memang kurang mampu agar dapat melanjutkan studi S-1. Dengan harapan dapat mencerdaskan Kehidupan Bangsa,” ungkapnya, dalam rilisnya, Senin (27/1).

Menurut Suryadi, pemberian kemudahan tersebut, bisa berupa berupa beasiswa bidik misi bagi Warga Kota Malang yang kurang mampu atau terkategori miskin.

“Untuk warga Kota Malang yang berprestasi bisa dikasih beasiswa PPA (Program Prestasi Akademik) bahkan di Pusat juga ada namanya Beasiswa Unggulan dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) bagi yang mau melanjutkan S2 dan S3,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Suryadi, beberapa waktu lalu, Walikota Malang sudah menggelar pertemuan dengan Forum Rektor – Rektor di Kota Malang supaya dapat memberikan porsi khusus bagi warga Kota Malang yang kurang mampu.

“Kota Malang ini kan Kota Pendidikan. Untuk itu, Kepala Daerah dengan Perguruan Tinggi harus bisa menyamakan Visi dan Misi bahwa Pendidikan menjadi yang utama bagi Warga Kota Malang agar mendapat Pendidikan yang berkeadilan, pendidikan yang terjangkau dan Pendidikan yang bermutu karena pendidikan itu untuk semua,” terangnya.

Untuk itu, tambah Suryadi, pendidikan merupakan satu sikap yang tak boleh ditawar lagi bahwa Pendididikan itu hak segenap anak bangsa dan sekaligus menjadi kewajiban negara (Pemerintah).

“Dengan begitu, kesempatan berpendidikan memang merupakan hak segenap bangsa bukan hanya milik orang yang kaya saja. Maka, pemerintah juga berkewajiban untuk hadir kepada warganya yang kurang mampu dengan memberikan peluang yang sama dan kesempatan yang sama pula,” pungkas Politisi Muda Fraksi Golkar Dapil Kedungkandang ini.(Hmz/Aka)

Muhlas: Kota Malang Butuh 50 liter Air Perdetik Lagi

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Baju hitam/Toski D)
Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Baju hitam/Toski D)

MALANGVOICE – Dampak dari kebocoran pipa transmisi berdiameter 500 milimeter milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, di wilayah Tumpang, membuat sekitar 26 ribu lebih warga Kota Malang tak mendapatkan aliran air bersih secara langsung.

Akan tetapi, dengan merevitalisasi pompa di Sumber Air Wendit 2, membuat jumlah warga terdampak saat ini menjadi 3.500 pelanggan/Sambungan Rumah (SR).

“Penurunan jumlah tersebut akibat adanya pengoptimalan dan merevitaliasi pompa air di Wendit 2 yang dulu sempat vakum akibat mengalami kebakaran,” ucap Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas.

Usai revitalisasi pompa air yang sempat vakum tersebut, akhirnya mendapatkan penambahan 120 liter per detik yang bisa mengatasi beberapa daerah terdampak.

“Usai kami merevitaliasi pompa air di Wendit 2, kami dapat tambahan air baku yang disalurkan ke masyarakat. Yakni sekitar 120 liter per detik. Kami sebenarnya butuh 150 liter per detik,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Muhlas, jika perbaikan pipa transmisi di Pulungdowo, Tumpang rampung, akan dialiri air sebanyak 50 liter per detik agar pipa transmisi tersebut tidak mudah pecah.

“50 liter per detik tersebut bisa meng-cover 5.000 pelanggan. Saat ini warga yang terdampak ada sekitar 3.500 pelanggan. Sementara itu saja, sembari menunggu perbaikan pipa. Karena fokus kami saat ini adalah menyelesaikan permasalahan air bersih ini,” pungkasnya.(Hmz/Ulm)

Seorang Pria Tewas Tertabrak KA di Sukun

Kondisi korban saat dievakuasi. (Istimewa)
Kondisi korban saat dievakuasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Seseorang pria tertabrak kereta api di perlintasan Jalan Satsui Tubun, Kebonsari, Sukun, Kota Malang, Sabtu (25/1). Pria diketahui bernama Subakin (63) ini tewas di lokasi kejadian.

Kecelakaan dilaporkan terjadi pukul 10.48 WIB. Informasi yang didapat, korban sempat terlihat menyebrangi rel sebelum kereta api jurusan Penataran Blitar melintas.

“Korban sempat ditegur petugas palang pintu, namun tidak digubris dan terlihat bingung,” kata Kapolsek Sukun, AKP Suyoto.

Sekitar pukul 10.48 WIB, warga melihat kereta api yang melintas kemudian berhenti dan dikabarkan ada korban tertabrak. Warga mengecek bersama-sama dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukun.

Polisi dan petugas relawan datang ke lokasi tak lama setelah kecelakaan tersebut. Jasad Subakin kemudian segera dibawa ke kamar mayat RS Saiful Anwar.

Terkait kecelakaan tersebut polisi masih menyelidiki penyebabnya. “Saat ini masih penyelidikan,” tutupnya. (Der/Ulm)

Wagub Jatim Turun Tangan Atasi Air Mampet, PDAM Kota Malang Lamban?

Wagub Jatim Emil Dardak, saat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Toski D)
Wagub Jatim Emil Dardak, saat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Toski D)

MALANGVOICE – Polemik air bersih di Kota Malang jadi bahan pembicaraan akhir-akhir ini. Beberapa warga, diketahuui tidak mendapat pasokan air bersih dari PDAM Kota Malang.

Konflik yang berlarut-larut itu akhirnya membawa Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak akhirnya turun tangan menyelesaikan masalah ini. Bahkan, mantan Bupati Trenggalek itu berjanji akan segera menangani polemik air mampet di Kota Malang.

“Kami sedang melakukan penganggaran terkait dengan pembenahan pipa yang pecah di kawasan Desa Pulungdowo untuk diajukan ke Pusat. Ini urgent dan proses pengadaan akan dilakukan percepatan karena ini darurat. Jika normalnya menunggu APBN dan lain sebagainya, maka proses pengadaan akan panjang, tapi kami tidak bisa masuk lebih jauh,” ungkap Emil.

Dengan begitu, lanjut Emil, solusi tercepat dalam menangani kasus krisis air bersih ini ialah memberikan bantuan tangki air gratis dan tandon air yang diberikan kepada warga yang terdampak. Sembari menunggu proses penganggaran.

“Intinya harus ada suplai air yang langsung bisa diterima oleh masyarakat. Setidaknya bisa meminimalisir keresahan warga terhadap air. Kalau saya nggak ada air di rumah juga sengsara lo,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Emil, pihaknya akan rutin melakukan pengawasan dengan menanyakan progres di setiap minggunya kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang, supaya warga yang belum teraliri air bersih bisa merasakan air bersih melalui bantuan yang diberikan oleh Kementerian PUPR maupun dari PDAM Kota Malang.

“Memang cepat ini hitungannya bulanan. Kami akan lakukan secepatnya. Untuk itu, kami sarankan kepada warga agar mulai menghemat air dan semoga permasalahan ini bisa segera teratasi secepatnya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Solikha mengatakan, sebenarnya dirinya tidak membutuhkan kedatangan Wagub Jatim, atau Wakil Wali Kota tersebut, lantaran tidak membuat air mengalir.

“Saya tidak butuh semua ini, saya hanya butuh air mengalir normal seperti sediakala,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Jatim, Emil Dardak dengan senyum memberi penjelasan terhadap wanita yang bertempat tinggal di BTU Blok UJ 22-18 ini.

“Sabar ibu, kami saat ini sedabg berusaha, makanya Pemkot Malang memberikan droping air bersih,” jawabnya.(Hmz/Ulm)

Air Kota di Malang Mampet, Emil Dardak Turun Tangan

Wagub Jatim Emil Dardak, saat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Toski D)
Wagub Jatim Emil Dardak, saat didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Toski D)

MALANGVOICE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, akhirnya turun langsung menangani masalah air mampet yang ada di Kota Malang.

Suami Arumi Bachsin itu meninjau langsung lokasi kebocoran jaringan pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Sabtu (25/1).

Air mampet, dektahui dikarenakan adanya kebocoran jaringan pipa transmisi yang berdiameter 500 mili meter (mm) di wilayah Tumpang.

Usai meninjau, Emil bersama rombongan juga mendatangi langsung rumah warga terdampak yang berada di Dukuh Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang.

Ketika rombongan melintas, ada beberapa warga melontarkan teriakkan “Semoga Air Cepat Mengalir”.

Bahkan, puluhan warga meneriaki “air-air” ketika Emil Dardak mendatangi salah satu rumah warga yang hendak menggelar hajatan.

Mendengar teriakan warga tersebut Emil Dardak yang datang bersama Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Malang Wasto, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas, dan perwakilan dari Kementerian PUPR menyambut dengan senyum.

Dikesempatan tersebut, Wagub Jatim, Emil Dardak berjanji kepada warga akan segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Untuk membantu permasalahan ini, pihak Kementerian PUPR telah memberikan batuan berupa 10 tangki gratis dan 15 tandon air kepada warga-warga yang masih terdampak,” tegasnya.

Setelah meninjau kawasan Wonokoyo, rombongan Wagub Jatim juga meninjau warga ke daerah Baran Buring dan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU).

Di sana, dia juga melihat aktifitas warga yang terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga. (Hmz/Ulm)

Jasa Raharja Beri Santunan Korban Kecelakaan Beruntun

Penanggung Jawab Pelayanan Perwakilan Malang Raya Jasa Raharja, Andhie Cristian. (Baju biru/Istimewa).
Penanggung Jawab Pelayanan Perwakilan Malang Raya Jasa Raharja, Andhie Cristian. (Baju biru/Istimewa).

MALANGVOICE – PT Jasa Raharja (Persero) berikan santunan pada korban kecelakaan beruntun mobil dinas milik Polsek Kedung Kandang yang terjadi di jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang, Selasa (21/1) lalu.

Penanggung Jawab Pelayanan Perwakilan Malang Raya Jasa Raharja, Andhie Cristian mengatakan, santunan kepada keluarga korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta.

“Kami memberikan santunan pada korban kecelakaan beruntun tersebut melalui ahli warisnya sebesar Rp50 juta,” katanya.

Baca juga: Satu Korban Kecelakaan Beruntun di Jalan Ki Ageng Gribig Meninggal Dunia

Jumlah tersebut, lanjut Andhie, diluar dari santunan biaya berobat di rumah sakit. Jasa Raharja menjamin para korban kecelakaan beruntun tersebut masing-masing sebesar maksimal Rp20 juta.

“Korban kan ada empat korban, semuanya mendapat santunan biaya perawatan yang sudah kami jaminkan di RSSA maksimal Rp 20juta,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Andhie, untuk korban yang telah meninggal dunia ini (Sukadi, red), pihak Jasa Raharja telah memberikan santunan sebesar Rp70 juta.

Dengan begitu, seluruh korban kecelakaan tersebut terjamin oleh Jasa Raharja, dan pembayaran santunan Jasa Raharja sudah dilaksanakan dalam waktu kurang dari 24 jam kepada korban meninggal dunia.

“Hal itu dapat terlaksana juga atas koordinasi yang baik khususnya dengan Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota,” tandasnya.(Der/Aka/MG3)

Satu Korban Kecelakaan Beruntun di Jalan Ki Ageng Gribig Meninggal Dunia

Suasana prosesi pemakaman korban. (Istimewa).
Suasana prosesi pemakaman korban. (Istimewa).

MALANGVOICE – Satu korban kecelakaan beruntun yang terjadi pada Selasa (21/2) lalu, di Jalan Ki Ageng Gribig meninggal dunia, Jumat (24/1) sekitar pukul 08.15 WIB.

Korban diketahui bernama Sukadi (58) warga Lesanpuro gang 2 meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang selama empat hari.

Anak kedua korban, Fahrizal Ilham (30) mengatakan, pihak keluarga walau merasa dirugikan, namun menganggap peristiwa itu sebagai musibah.

“Cukuplah ini yang terakhir, jangan ada korban lagi,” ucapnya.

Menurut Ilham, dirinya sebagai perwakilan keluarga mengikhlaskan semuanya dan mempercayakan proses hukum yang berlaku.

Nyawa korban tak bisa diselamatkan meski sudah menjalani tiga kali operasi di rumah sakit. Korban menderita luka parah lepas kedua sendi bahu, rahang bibir, dan gagal paru-paru.

Jenazah korban meninggal dunia di RSSA Kota Malang, dan tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB, dan dimakamkan usai salat Jumat di pemakaman umum Lesanpuro, Kedung Kandang.

Prosesi pemakaman ini dihadiri langsung Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata beserta jajaran. Leonardus Simarmata sangat bertanggung jawab atas kecelakaan yang melibatkan anggota Polsek Kedung Kandang ini.(Der/Aka/MG2)

Rayakan HUT ke 73 Megawati, Sri Untari Pilih Berbagi dengan Yatim Piatu

Istimewa
Istimewa

MALANGVOICE – Banyak cara dilakukan para kader dan simpatisan dalam merayakan HUT ke 73 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Salah satunya yang dilakukan Sekertaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dr. Sri Untari, M.Ap.

Bersama dengan para anak yatim piatu di Pondok Pesantren Dhuafa, Darul Jundi, Kelurahan Ksatrian, Sri Untari memberikan santunan dan doa bersama yang ditujukan kepada Megawati Soekarnoputri.

“Acara santunan dan doa untuk Ibu Megawati ini adalah bentuk kecintaan kami kepada beliau, dengan menggelar acara yang bermanfaat bagi sesama,” kata Sri Untari.

Selain memberikan santunan kepada para anak yatim piatu, Sri Untari juga memberikan bantuan kepada para ibu dan para janda. “Kami ingin berbagi tidak saja kepada para anak yatim piatu namun dalam momen ini juga ada para ibu dan janda,” tandasnya.

Ia menjelaskan, sosok peran ibu dalam keluarga sangat penting dan vital. Utamanya dalam hal mendidik para anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa.

“Konteksnya sangat tepat, kami di PDI Perjuangan punya sosok Ibu yakni Bu Megawati yang selalu menyayangi para kader dan simpatisan partai, sehingga bakti sosial dan doa bersama kamu hadiahkan untuk hari ulang tahun beliau,” tuturnya.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu, sosok Megawati Soekarnoputri memiliki pandangan dan visi besar untuk bangsa Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan beliau selalu meneguhkan kembali agar menjadikan Pancasila sebagai dasar. Dasar dalam membangun negara, dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Sri Untari, sebagai tokoh nasional, harusnya anak muda saat ini bisa belajar banyak dari sosok Megawati Soekarnoputri.

“Bu Mega ini sosok yang ulet, pantang menyerah, teguh terhadap pendirian. Anak muda saya kira harus banyak belajar dari beliau, bagaimana beliau tetap tegar ketika dizalimi, tidak mudah patah arang, dan yang terpenting adalah beliau sangat konsisten dalam sikapnya memperbaiki Indonesia,” pungkasnya.

Bukan itu saja, dalam bidang Pendidikan, putri Proklamator Republik Indonesia itu juga merupakan sosok yang tak pernah berhenti belajar. Hal ini terbukti dari berbagai pemikiran besarnya tentang Indonesia, Pancasila dan sebagainya berhasil diganjar dengan sejumlah gelar doktor honoris causa dari berbagai negara. Terakhir, Megawati Soekarnoputri, menerima Doktor Honoris Causa dari Universitas di Jepang.

“Bu Mega juga tak pernah berhenti belajar. Selalu perhatian terhadap dunia pendidikan dan selalu berpihak terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itulah yang menginspirasi saya untuk terus belajar dan sekolah, dan Alhamdulilah belum lama ini saya berhasil menerima gelar doktor juga dari Universitas Brawijaya,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Krisis Air Bersih di Perumahan BTU Berhasil Diatasi

Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, saat meninjau suplai air bersih. (Istimewa).
Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, saat meninjau suplai air bersih. (Istimewa).

MALANGVOICE – Krisis Air yang telah melanda warga Kota Malang akhirnya teratasi.

Pasalnya, pihak Perumda Tugu Tirta telah memasang pompa air di kawasan Buring Bawah (Burwah) guna mengaliri air bersih bagi warga komplek perumahan Bulan Terang Utama (BTU).

“Kami telah memasang dan mengoperasionalkan pompa air. Pompa air tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang ikut dalam jaringan Burwah. BTU ini ikut jaringan Burwah,” ungkap Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas, saat meninjau langsung kawasan perumahan BTU, Kamis (23/1).

Dengan pemasangan pompa tersebut, lanjut Muhlas, diharapkan dapat mengaliri air bersih dari kawasan Buring Bawah (Burwah) menuju Perumahan BTU.

“Warga di BTU hari ini (Kamis 23/1) sudah teraliri air bersih. Tapi, kami masih terus mengupayakan debit air yang mengalir bisa normal sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Muhlas, untuk bisa menjadi normal seperti sebelumnya, masih membutuhkan proses. Selain itu, tandon juga harus diisi agar mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Kami sudah sambung pipa dari jaringan lain. Skema ini kami ambil lantaran memang kondisi darurat dan perlu ada upaya,” terangnya.

Meski begitu, tambah Muhlas, air yang sudah mengalir ini belum dapat normal seperti sebelumnya. Karena air yang dilairkan tersebut berasal dari sumber Wendit yang sebelumnya mengalami kerusakan. Pompa tersebut sudah dibenahi dan sudah dapat menyumbang air bersih 130 liter per detik.

lain yang memang semestinya dialirkan untuk kawasan lain. Hal tersebut, juga akan membuat aliran air di beberapa daerah menjadi sedikit berkurang.

“Di Wendit itu sebenarnya ada tiga pompa. Selama ini yang dimanfaatkan hanya dua pompa. Karena satu pompa sebelumnya terbakar. Kami lakukan tindakan cepat perbaikan pada pompa tersebut, dan sekarang sudah berfungsi. Risiko dan konsekuensi zona lain berkurang dan kami lakukan tindakan cepat, salah satunya untuk membantu masalah air bersih saat ini,” pungkasnya. (Hmz/ulm)

Komunitas