Diberlakukan Kawasan Social Distancing, Jalan Ijen dan Akses Masuk Perumahan Ditutup

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata. (deny rahmawan)
Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, berbagai langkah dilakukan di Kota Malang. Terbaru, dalam waktu dekat ini akan diberlakukan kawasan social distancing.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, menjelaskan, kawasan ini terbagi menjadi dua zona. Pertama adalah di ruas jalan, dan selanjutnya di area perumahan.

Sebagai langkah awal, area pertama yang diberlakukan kawasan social distancing adalah Jalan Ijen. Penutupan jalan itu akan berlaku pada Sabtu dan Minggu dalam dua sesi waktu.

Penutupan pertama pada pagi hari mulai pukul 08.00-12.00 WIB dan malam hari mulai pukul 19.00-23.00 WIB.

“Ini merupakan kesepatakan saat rakor bersama dan ditetapkan mulai akhir pekan ini. Kami akan terus lakukan sosialisasi,” kata Leonardus Simarmata, Jumat (27/3).

Untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas, polisi sudah menyiapkan jalur altenatif atau rekayasa jalur. Meski begitu, tujuan ini dikatakan Leonardus, adalah mengajak masyarakat untuk stay at home mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami pasti siapkan pengalihan jalur. Kemudian akan dilakukan evaluasi, kalau bagus bisa ditambah. Kemungkinan bisa jadi di Jalan Suhat,” lanjutnya.

Kawasan kedua yang diterapkan social distancing adalah di perumahan. Total ada 10 perumahan yang masuk dalam kawasan tidak boleh keluar masuk sembarangan.

“Perumahan itu syaratnya ada one gate sistem. Nanti juga akan disiapkan kurir untuk penghubung keluar masuk orang atau barang,” katanya.

Kurir itu ditunjuk bebas sesuai kesepatakan dari pihak perumahan dan warga. Namun yang jelas harus dipastikan kurir itu sehat.

“Jadi tidak ada orang luar yang masuk. Ini akan disosialisasikan terus. Kami imbau kepada perumahan untuk semua disiram disinfektan. Kami berharap bisa membantu menawarkan water canon apabila diperlukan,” tandas Leonardus.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tangani Covid-19, Pemkot Malang Tambah Anggaran Rp 35 Miliar

Ilustrasi. (Aziz Ramadani MVoice)
Ilustrasi. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang menambahkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 35,16 miliar. Jumlah ini naik dari semula hanya mengalokasikan Rp 2,150 miliar dari pos Belanja Tak Terduga (BTT).

Wali Kota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang mengatakan, pihaknya telah merumuskan beberapa langkah antisipatif dan intervensi terhadap dampak yang kemungkinan terjadi. Terutama akibat pandemi Covid-19.

“Saya sudah minta kepada Pak Sekda untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan, termasuk juga pemangkasan untuk perjalanan dinas agar dipergunakan dalam penanganan Covid-19, khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung,” ujarnya, Kamis (26/3).

Terpisah,Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang Wasto menjelaskan penambahan anggaran penanganan Covid-19 diperuntukkan dalam bentuk bantuan sosial kepada warga kota yang terdampak, seperti PKL, penyandang disabilitas (tuna netra yang selama berprofesi jasa refleksi/pijat). Maupun warga rentan sosial dan miskin.

“Secara khusus Pemkot akan menginjeksi warga terdampak, dengan alokasi sebesar Rp 10,260 miliar,” jelasnya.

Selain hal itu, penambahan anggaran juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.

“RSUD akan kita siapkan untuk jadi rumah sakit rujukan, selain 4 yang sudah ditetapkan yakni RS Saiful Anwar, RST Soepraoen, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 miliar,” jelasnya.

Maka postur anggaran penanganan Covid-19, terurai Rp 2,150 miliar dari BTT, Rp 9, 9 miliar bersumber dari Dinas Kesehatan yang dipergunakan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang laboratorium kesehatan, pengadaan unit bilik sikat corona dan bahan disinfektan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Polresta Malang Kota Terapkan Protokol Ganda Cegah Covid-19, Gunakan Gerbang Disinfektan Otomatis

Pengecekan protokol masuk ke dalam Polresta Malang Kota. (deny rahmawan)
Pengecekan protokol masuk ke dalam Polresta Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, memperketat protokol masuk ke dalam markas yang terletak di Jalan JA Suprapto nomor 19 itu. Kendaraan maupun orang akan disemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Protokol ini wajib dilalui anggota dan masyarakat yang ingin berkunjung ke tahanan atau pelayanan SKCK dan SPKT.

Prosedur pertama yang dilalui adalah melewati gerbang disinfektan. Gerbang ini merupakan alat baru yang dimiliki Polresta Malang Kota yang secara otomatis menyemprotkan cairan disinfektan pada setiap kendaraan yang melintas.

“Jadi kami menyiapkan mekanisme penyemprotan disinfektan untuk kendaraan dan orang yang masuk ke dalam Polresta Malang Kota,” kata Leonardus. Dijelaskan lebih lanjut, kendaraan yang masuk wajib membuka kaca saat penyemprotan otomatis berlangsung.

Setelah memasuki gerbang, setiap orang wajib masuk ke dalam bilik disinfektan yang sudah disiapkan. Kemudian akan diarahkan menuju tempat cuci tangan dan memasuki tahap penyemprotan disinfektan lain, yakni bilik Sikat Corona.

“Masuk di dalam Sico untuk sterilisasi. Nanti diarahkan berputar agar seluruh tubuh disemprot,” lanjutnya.

Proses itu kemudian dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh yang dilakukan petugas dengan menembakkan thermal gun. Setelah itu baru akan diberi hand sanitizer dan diharap selalu menggunakan masker.

“Nanti dilakukan terakhir di lobby depan. Semua ini sudah sesuai aturan termasuk cairan disinfektan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan,” tegas Leo.

Leo berharap, protokol ini dilakukan dengan baik hingga kondisi atau penyebaran virus corona di Indonesia sudah membaik dan semua berjalan normal.

“Kami akan berlakukan protokol yang sama di tempat pelayanan lain. Seperti Satpas SIM dan Samsat. Nanti ada lagi dua alat yang baru datang,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Bertambah Satu Warga Kota Malang Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Warga Kota Malang positif terpapar Covid-19 bertambah satu orang. Pemkot Malang menegaskan kembali pembatasan gerak aktivitas sosial masyarakat atau Social Distancing.

Data yang diumumkan 25 Maret 2020, total ada 12 PDP (Pasien Dalam Pengawasan), 2 PDP diantaranya positif terpapar Covid-19.

Tambahan satu warga positif Covid-19 dibenarkan Wali Kota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto. Dijelaskannya, satu warga tersebut berstatus PDP baru keluar hasil laboratoriumnya yang menegaskan positif. Angka PDP yang dalam proses perawatan dan menunggu hasil lab juga bertambah. Demikian pula angka ODP (Orang Dalam Pantauan) juga meningkat setiap harinya.

“Artinya kita harus semakin waspada, dan diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama kita semua. Karena untuk memutus mata rantai sebaran corona ini ya menghindari kontak secara langsung, melakukan social distancing, melakukan pekerjaan atau aktivitas di rumah, dan untuk sementara waktu diupayakan tidak bepergian ke luar kota bila memang tidak urgen,” ujarnya, Kamis (26/3).

Tak hanya itu, lanjut dia, Pemkot Malang juga telah memberlakukan pengetatan jam operasional untuk semua aktivitas usaha. Pelaku usaha, baik warung kopi hingga minimarket harus sudah tutup pukul 20.00 WIB, dan segera pulang serta tidak melakukan aktivitas sosial.

“Tentu ini akan memberikan satu dampak. Tapi semuanya untuk kepentingan dan keberlanjutan kita semua,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Perumda Tugu Tirta Kota Malang Berlakukan WFH

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas
Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, Nor Muhlas

MALANGVOICE – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta (Dulu PDAM) Kota Malang memberlakukan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) bagi seluruh pegawainya.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas mengatakan, pemberlakuan WFH tersebut merupakan tindak lanjut dari intruksi Walikota Malang Sutiaji, yang melalui Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto tentang terkait antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) atau virus corona di Kota Malang.

“Mulai hari ini (Kamis 26/3) seluruh pegawai di lingkungan PDAM yang berada di Kantor pusat Sawojajar untuk bekerja di rumah,” ucapnya, saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (26/3).

Menurut Muhlas, kebijakan bekerja di rumah tersebut diterapkan mulai hari ini (Kamis 26/3, red) hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Walau diberlakukan WFH, semua pegawai wajib menghidupkan gawai (HP) atau alat komunikasi, dan wajib mengikuti perkembangan melalui group WhatsApp (WA) dan cepat merespon semua arahan pimpinan,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Muhlas, untuk segala pelayanan akan di pusatkan di loket yang berada di Jalan WR. Supratman, dan petugas keamanan wajib menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.

“Untuk seluruh pejabat Hubungan Langganan (Hublang) wajib hadir, pelayanan termasuk bair tangki di pusatkan di loket WR Supratman, dan pengambilan air tangki di Satsuitubun lor,” terangnya.

Dengan begitu tambah Muhlas, untuk pelayanan tetap berjalan.

“Untuk masalah teknis saya serahkan kepada masing-masing Manager dan tetap berkoordinasi dengan Direktur Bidang masing-masing,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Bapenda Kota Malang Tetap Buka Pelayanan Mulai Senin hingga Jumat

Kepala Bapenda Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto MT di ruangannya. (istimewa)
Kepala Bapenda Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto MT di ruangannya. (istimewa)

MALANGVOICE – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang tetap membuka pelayanan bagi wajib pajak (WP). Namun, pelayanan ini hanya efektif selama lima hari dalam satu pekan.

Peraturan ini menyusul adanya Surat Edaran Walikota Malang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan atau Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Pelayanan berlaku mulai Senin – Kamis pukul 08.00 – 14.00 WIB. Di hari Jumat buka mulai 07.30 – 11.00 WIB.

“Perubahan jam pelayanan bisa kembali normal atau penyesuaian ulang bila situasi telah memungkinkan,” kata Kepala Bapenda Pemkot Malang, Ir Ade Herawanto MT.

Meski begitu, Bapenda tak meremehkan bahaya akibat virus corona. Karena itu bagi WP yang datang ke kantor pelayanan wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Untuk pelaporan pajak bisa menghubungi telepon (0341) 2993188, Fax : (0341) 2993010, Email: bppd@malangkota.go.id. Pembayaran bisa melalui Bank Jatim terdekat.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Kunjungan di Lapas Lowokwaru Diganti Video Call

Pengecekan suhu tubuh di Lapas Kelas I Lowokwaru. (Istimewa)
Pengecekan suhu tubuh di Lapas Kelas I Lowokwaru. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lapas Kelas I Lowokwaru, Kota Malang menerapkan kebijakan meniadakan kunjungan selama pandemi virus corona (Covid-19) ini.

“Kami meniadakan kunjungan bagi keluarga WBP untuk mencegah keluar masuknya orang dari luar, sehingga tidak ada penularan virus dari luar,” kata Kalapas Kelas I Lowokwaru, Anak Agung Krisna.

Peniadaan kunjungan ini sudah berlaku sejak 23 Maret lalu. Sebagai gantinya, pihak lapas menyiapkan video call untuk keluarga WBP yang ingin berkomunikasi di dalam lapas.

“Kami juga memperketat protokol masuk ke dalam lapas dengan pengecekan suhu tubuh serta menggunakan hand sanitizer. WBP dan petugas akan dicek secara intensif,” tegasnya.(Der/Aka) 3

BNN Kota Malang

Satu Mahasiswi Polinema Positif Covid-19, Kampus Terus Pantau Perkembangan

Tenda pengecekan kesehatan para tamu Polinema. (istimewa)
Tenda pengecekan kesehatan para tamu Polinema. (istimewa)

MALANGVOICE – Satu mahasiswi Politeknik Negeri Malang (Polinema) positif terjangkit virus corona (Covid-19).

Satu mahasiswi ini sekarang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kanjuruhan.

“Memang benar ada mahasiswi dari jurusan Teknik Elektro,” kata Kepala UPT Humas Polinema, Dr Nur Salam.

Satu orang yang dinyatakan positif ini sudah diisolasi sejak 21 Maret lalu. Mahasiswi ini diketahui tinggal di kawasan Kabupaten Malang.

Menanggapi adanya satu orang yang dinyatakan positif, Polinema segera tanggap dengan aktif memantau perkembangan pasien. Termasuk teman-teman satu kelas.

“Alhamdulilah teman satu kelas dengan pasien melaporkan dalam keadaan sehat pada Senin kemarin. Tapi kami masih tetap terus memantau perkembangan selanjutnya dan berharap semua baik-baik saja,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga penyebaran virus yang berasal dari Wuhan ini, Polinema menerapkan kebijakan screening atau protokol masuk ke dalam kampus. Yakni wajib menggunakan masker, memakai hand sanitizer dan dicek suhu tubuh.

“Kami menerapkan one gate system sekarang. Jadi dipusatkan masuk di satu pintu untuk pengecekan para tamu sesuai SOP,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

ODP Covid-19 Tembus 111, Sejumlah 48 Merupakan Tenaga Medis

Ilustrasi Covid-19 (freepik.com)
Ilustrasi Covid-19 (freepik.com)

MALANGVOICE – Masyarakat terpapar Covid -19 jumlahnya terus bertambah. Ada 111 berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP), per Selasa (24/3). Sejumlah 48 diantaranya merupakan tenaga medis atau tenaga kesehatan.

Data kekinian tersebut diungkapkan Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto. Dijelaskan juga untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang. Beberapa pasien tersebut dirawat di rumah sakit berbeda, yakni 1 pasien di RS Saiful Anwar, 4 pasien di RKZ atau RS Panti Waluyo dan 1 pasien di RS Lavalette.

“Seluruhnya warga (berdomisili) Kota Malang,” kata Widianto.

Dibandingkan, data sebelumnya (Senin 23/3), jumlah ODP mengalami peningkatan dari 97 orang ke 111 orang. Itu berarti ada penambahan 14 ODP.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Belajar di Rumah Diperpanjang hingga 5 April

Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Masa belajar di rumah untuk PAUD, SD dan SMP diperpanjang hingga 5 April mendatang. Hal itu diunggah Wali Kota Malang Sutiaji di akun Twitter pribadinya, Selasa (24/3).

“Dengan memperhatikan perkembangan persebaran COVID-19 yang ada, maka Belajar di Rumah untuk peserta didik di PAUD, SD, dan SMP se- Kota Malang, diperpanjang hingga 5 April 2020,” tulis Sutiaji dengan melampirkan surat edaran (SE) yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zubaidah tersebut.

Menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Timur pada 20 Maret 2020, Pemprov Jatim memperpanjang masa belajar siswa di rumah hingga 5 April 2020

Maka bersamaan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut;

Jadwal belajar di rumah peserta didik PAUD, SD dan SMP yang sedianya berakhir pada tanggal 29 Maret 2020 diperpanjang sampai dengan 5 April 2020.

Selama masa belajar di rumah kepala sekolah dan guru melakukan komunikasi secara intensif dengan orang tua atau wali peserta didik untuk memberikan dukungan moral dan spiritual sepenuhnya kepada putra atau putrinya.

Kepala sekolah atau guru memastikan kepada orang tua bahwa putra atau putrinya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah (pusat olahraga rekreasi pusat perbelanjaan dan permainan atau mal) dalam masa belajar di rumah tidak mengerjakan tugas secara kelompok agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien (tetap di dalam rumah).

Kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk tetap melaksanakan penyelesaian administrasi pertanggungjawaban Bantuan Operasional Sekolah dan apabila perlu dapat melakukan pergeseran anggaran guna antisipasi penyebaran coronavirus atau Covid-19 (penyemprotan disinfektan, hand sanitizer dan masker).(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Komunitas