Ganjil-Genap Lalu-lintas di Kota Malang masih Dibahas

Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Wacana penerapan ganjil-genap di Kota Malang kembali dibahas Forkopimda Kota Malang dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ).

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan dalam pembahasan itu, sempat terjadi silang pendapat saat merumuskan wacana penerapan ganjil-genap.

“Wacana itu masih dirumuskan. Tadi memang ada silang pendapat tapi itu wajar. Masih debatable,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (25/10).

Untuk penerapan ganjil-genap sendiri harus ada Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang, menjadi dasar dalam penindakan kebijakan tersebut.

Pria nomor satu di Kota Malang itu menyebut saat ini pembahasan masih pro kontra dan belum mendapatkan keputusan pasti.

Iki aku ora ngomong yo. Iki hasilnya tadi pro kontra ya itu. Ojo jaluk pendapatku (jangan minta pendapatku),” ucap dia.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono menyampaikan akan ada tim kecil yang nantinya membahas pro-kontra wacana ganjil-genap.

“Tujuannya, apapun kebijakannya yang penting jangan sampai mencederai yang sekarang ekonomi sedang bergeliat,” imbuhnya.

Dalam penerapan wacana ganjil-genap, diakui Heru memang perlu persiapan yang cukup matang. Contoh, jika wacana tersebut terealisasi, maka angkutan umum akan disesuaikan sebagai solusi penyelesaian.

“Contoh, kalau di sepanjang jalan itu ada tempat ekonomi, orang tidak bisa masuk situ. Otomatis angkutan umum harus disiapkan di situ,” kata dia.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, memang sampai saat ini wacana ganjil-genap itu perlu melalui pembahasan lebih jauh, sebelum sampai pada tahap realisasinya.

“Nanti kita lihat ini program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendeknya pasti pembatasan kegiatan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan Covid-19. Jangka panjang dan menengah nanti harus kita buat juga,” terangnya.

Berbagai elemen seperti, akademisi dan pakar juga turut dilibatkan dalam pembahasan wacana ganjil-genap tersebut.

“Kami libatkan civitas akademi dan ahli lalu lintas. Per menit jumlah kendaraan yang lewat dan berapa lama dengan jumlah kendaraan yang ada di Kota Malang akan kita kaji,” tandasnya.(end)

Terhimpit Dua Sungai, 607 Hektare Wilayah Kota Malang Rawan Longsor

Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancarai awak media, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Kota Malang terhimpit dua sungai Brantas dan Bango. Hal itu membuat setidaknya ada sekitar 607 Hektar wilayah Kota Malang yang rawan terjadi longsor.

“Wilayah (Kota Malang) berhimpitan dengan dua sungai Brantas dan Bango kisaran 607 hektar yang berhimpitan dengan sungai dan itu rawan longsor,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (25/10).

Dari situ, melihat intensitas curah hujan mulai meningkat, pihaknya bersama dengan BPBD Kota Malang, TNI-POLRI dan PSC Kota Malang akan menguatkan kesiapsiagaan bencana.

“Jadi intensitas (Hujan) kenaikannya sampai 70 persen. November 2021 sampai Januari 2022 diprediksi besar-besarnya. Maka antisipasinya hari ini kita lakukan kesiapsiagaan secara menyeluruh,” ujarnya, Senin (25/10).

Sebenarnya untuk menangani permasalahan bencana baik longsor, banjir hingga pohon tumbang, dikatakan Sutiaji salah satunya perlu ada kesadaran dari berbagai pihak untuk mentaati regulasi yang telah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Masing-masing.

Menurutnya, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Kota Malang saat ini mulai mengalami penurunan, karena lahan yang seharusnya digunakan untuk kawasan RTH dialih fungsikan dengan didirikan bangunan.

“Wilayah-wilayah yang seharusnya tidak ada bangunan didirikan bangunan. RTH kita habis. Kita itu RTH publik kan 20 persen sekarang kita gak sampai 10 persen karena RTH kita dulu sekarang jadi rumah-rumah,” terang Sutiaji.

Selain itu, kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya juga masih rendah. Hal itu terlihat dari banyaknya sampah yang menyumbat drainase.

“Kalau pendangkalan bisa dikeruk, tapi ada juga penyempitan sungai. Ini tugasnya BPBD, DPUPR dan DLH Kota Malang untuk melakukan pengerukan,” ucap dia.

Sebetulnya, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengajukan proyek drainase diwilayah rawan banjir senilai Rp 124 milyar kepada Pemprov Jatim. Namun lantaran ada refokusing untuk Covid-19, proyek tersebut gagal dianggarkan.

“Kemarin saya sudah minta, karena ini wilayah provinsi, di wilayah Jalan Borobudur itu harus dibuat sudetan ke Sungai Brantas. Sudah dianggarkan oleh provinsi Rp 124 milyar, tapi kena Covid-19 itu direfokusing,” bebernya.

“Kalau itu selesai (tetealisasi), maka Lowokwaru, Tulusrejo, Kedawung, Letjen Sutoyo hingga Glintung itu sudah teratasi,” imbuhnya.(der)

FTP UB Luncurkan Aplikasi Marketplace Mahasiswa Pertama di Indonesia

Mahasiswa FTP UB kenalkan aplikasi ABC E-Mart. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan aplikasi marketplace mahasiswa pertama di Indonesia, ABC E-Mart.

Aplikasi kerja sama lembaga kedaulatan Agritechno Business Centre (ABC) dan FTP ini menjadi wadah menampung inovasi dan produk mahasiswa secara sistematis dan dapat dijangkau banyak kalangan.

Wakil Dekan III FTP UB Bidang Kemahasiswaan, Yusuf Hendrawan, mengatakan, ABC E-Mart ini merupakan program mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bidang kewirausahaan, magang, riset, dan proyek independen.

“Grand launching ini masih ada 12 produk yang kami tampilkan. Tentu ini masih langkah awal sehingga nanti akan banyak produk dari mahasiswa yang akan ditampilkan juga,” kata Yusuf, Senin (25/10).

Teknis ABC E-Mart ini sama dengan marketplace lain pada umumnya. Customer tinggal mengunduh aplikasi di PlayStore Android kemudian memilih produk yang diinginkan.

Produk yang dipilih kostumer ini nanti akan diproses admin dan akan dikirim melalui jasa kurir. Yusuf menjelaskan, saat ini kurir dari jasa mahasiswa sendiri.

“Sementara masih mahasiswa yang bergerak. Selanjutnya kami ingin kerja sama dengan bank dan ekspedisi,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, selama ini produk yang dihasilkan mahasiswa banyak yang belum berkembang. Dengan adanya aplikasi ini, bisa memunculkan produk dari mahasiswa yang bisa bersaing dengan produk lain.

Ke depan ia menargetkan ada 60-70 produk yang bisa ditampilkan di dalam aplikasi. Produk bisa berupa makanan olahan hingga industri kreatif.

Direktur ABC, Moch Rofiul Qorni, menjelaskan awal terbentuknya ABC E-Mart ini melalui proses panjang. Pengembangan dari tim yang terdiri dari Rosevia Galuh Faradila, Rosdy Yanty, Rian Setia Budi, dan Khalif Zulfi Haidar ini terlebih dahulu banyak melakukan riset.

Riset ini kemudian dituntut untuk menghasilkan produk yang dikerjakan dari dana hibah.

“Kemudian kami menciptakan pilot project bagi mahasiswa yang ingin fokus membidangi dunia start-up berbasis teknologi,” tutupnya.

Pertahankan Kesenian Gerabah di Era Globalisasi, Perajin di Kota Malang Edukasi Pelajar

Pelajar mendapatkan edukasi dari perajin. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Keseriusan perajin kesenian gerabah di Kota Malang dalam melestarikan kerajinan yang sudah ada sejak tahun 1930 itu terus dilakukan. Salah satunya dengan secara masif memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kerajinan gerabah pada pelajar.

Bentuk sosialisasi itu terus dilakukan kampung tematik atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerabah, Penanggungan, Klojen, Kota Malang bersama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan untuk membangkitkan kembali pariwisata Kota Malang di masa pandemi. Ia berharap dengan kehadiran event wisata virtual ini dapat menarik wisatawan.

“Kami terus berupaya melestarikan kebudayaan perajin gerabah pada anak-anak didik, dengan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk dijadikan kegiatan ekstrakulikuler,” kata Wali Kota Sutiaji, Minggu (24/10/2021).

Perajin Kota Malang. (istimewa)

Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong Pokdarwis Kampung Gerabah, Penanggungan, untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi secara masif tidak hanya melalui kegiatan event saja.

“Sehingga cara-cara pembuatan kesenian Gerabah ini bisa regenerasi dan mengakar ke anak-anak muda,” imbuh Ida Ayu Made Wahyuni.

Perlu diketahui kampung gerabah Penanggungan telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar saat gelaran kegiatan event ‘Festival Lempung Agung’ pada Sabtu (23/10/2021). Di sana pelajar diajak untuk membuat gerabah hingga memandikan gerabah di sungai Brantas.

Ketua Kampung Tematik Kampung Gerabah Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Hariyono mengatakan seringkali pelajar dari berbagai tingkatan datang untuk belajar cara membuat gerabah sekaligus berwisata. “Sering datang, dari SMK, SMA, mahasiswa hingga anak-anak PAUD. Mereka belajar sekaligus berwisata di kampung gerabah,” ucap dia.

Pembuatan gerabah di Kampung Gerabah Penanggungan itu dilakukan dengan menggunakan alat dan dikombinasikan teknik tangan. “Karena ada beberapa ornamen yang memiliki kerumitan tersendiri. Sehingga proses pembuatannya harus menggunakan tangan,” terangnya.

Terkait produksi gerabah di Kota Malang sendiri tergantung pada pesanan dari konsumen. Meski begitu omzet yang didapat mencapai puluhan juta. “Biasanya perajin mungkin rata-rata Rp25 juta. Pesanan itu dari Gresik, hingga Surabaya,” kata dia.

Hariyono berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan kepada masyarakat dan khususnya pelajar, bisa membantu kesenian gerabah terus bertahan. “Semoga kerajinan gerabah ini bisa terus dilestarikan, melalui tangan-tangan anak muda. Sebab gerabah ini sangat penting,” tandasnya.(der)

Konser Musik di Kota Malang Dibolehkan, Ini Syaratnya

Konser musik yang digelar di Brawijaya Edukasi Park, Kota Malang, sebelum pandemi berlangsung, (Ist).

MALANGVOICE – Sejak Kota Malang masuk Level 2 PPKM, beberapa kegiatan masyarakat mendapatkan kelonggaran salah satunya konser musik meeki dengan beberapa persyaratan.

“Sudah boleh mas (Konser Musik). Intinya sesuai dengan Inmendagri (Instruksi Kementerian Dalam Negeri),” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Ahad (24/10).

Ia mengatakan meski diperbolehkan menggelar konser musik, harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan Inmendagri nomor 53 Tahun 2021.

Ketentuan itu pun sudah diturunkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 62 Tahun 2021. Di dalamnya dijelaskan, bagi kegiatan konser musik diizinkan dengan syarat pengunjung maksimal 50 persen.

Lalu, penerapan protokol kesehatan (Prokes) seperti masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan diwajibkan menggunakan aplikasi pedulilindungi.

Sutiaji juga menyarankan bagi warga yang ingin menggelar konser musik, sebaiknya ditempatkan di lokasi yang sudah memiliki aplikasi peduli lindungi seperti mal dan hotel.

Bila kesulitan perapan aplikasi pedulilindungi bisa segera mengajukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sehingga pihaknya bisa membantu untuk mempersiapkannya.

“Kita siapkan (pedulilindungi) dan sosialisasikan kepada pemilik venue. Ketika dia kegiatan di mal kan ada pedulilindungi, lebih mudah. Kita juga harus tetap waspada ya,” tandasnya.(end)

Bangkitkan Gairah Kuliner saat Pandemi, Pasta Indonesia Hadir di Malang

Produk Pasta Indonesia yang telah dikemas dan siap disajikan, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Berseiring dengan menurunnya kasus Covid-19, para pelaku usaha sektor kuliner mulai kembali berlomba-lomba membuat inovasi sajian masakan baru, salah satunya Pasta Indonesia.

Pasta Indonesia merupakan franchise baru yang ada di Malang Raya. Mereka menyajikan kombinasi antara masakan luar negeri dan Indonesia yang akan membuat konsumen semakin penasaran.

“Meski di sektor kuliner tengah mengalami penurunan saat pandemi, akan kita angkat dengan bentuk Pasta Indonesia, yang mana merupakan makanan kombinasi antara makanan luar negeri dan makanan khas Indonesia,” ujar Investor Pasta Indonesia, Indra Setiyadi, Ahad (24/10).

Pasta Indonesia menyajikan Pasta dan Prata yang kemudian ditambah dengan varian makanan seperti rendang sapi, rendang ayam, sambal ayam suwir serta sambal goreng tongkol.

Indra Setiyadi (Kanan) bersama dengan Konseptor Pasta Indonesia, Ferry B Tjahyono (masker kuning), (Bagus/Mvoice).

Indra mengatakan, Pasta Indonesia yang memiliki tujuh gerai di wilayah Malang Raya hadir dengan mengutamakan penggunaan sistem Take Away. Sehingga untuk kemasan pun telah dibentuk sedemikian rupa agar lebih praktis untuk dibawa dan dimakan di manapun.

Baca Juga: Take Away, Aplikasi Digital Layanan Order Dikenalkan di Malang

“Memang di masa Pandemi ini, banyak resto, depot yang hanya menerima pesanan dengan sistem Take Away. Maka dari itu, kebiasaan itu tidak akan hilang, maka dari itu kita coba juga menggunakan sistem Take Away,” ucap dia.

Senada dengan hal itu, Konseptor Pasta Indonesia, Ferry B Tjahyono menyampaikan, untuk sistem take away sendiri, digunakan karena berada pada masa pandemi Covid-19.

“Karena dengan take away ordernya bisa dari rumah, makanya dimana saja. Apalagi kemasan yang praktis dibawa dan praktis disimpan,” ucap dia.

Selain itu, Pasta Indonesia juga memberikan peluang kepada siapapun yang ingin bergabung dalam bisnis franchise tersebut.

“Siapapun yang bergabung dengan franchise Pasta Indonesia ini bisa menjadi owner langsung. Karena dia bisa berjualan dan seluruh Komisi dan Royalti jadi milik agen yang bersangkutan,” jelasnya.

Ferry berharap melalui peluang yang tersedia di Pasta Indonesia itu, bisa membantu masyarakat yang ingin berbisnis dimasa pandemi Covid-19 kali ini.

“Karena ini model bisnis baru yang temen-temen bingung mau bisnis apa ya ini menjadi solusi karena praktis dan sudah dikemas secara konsep,” tandasnya.(der)

DPC PDIP Kota Malang Gelar Serbuan Vaksinasi Dosis II

Suasana Pelaksanaan Serbuan vaksinasi di Kantor DPC PDIP Kota Malang. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menggalakkan percepatan vaksinasi dosis II di sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Malang.

Harapannya, herd immunity masyarakat Kota Malang lebih cepat terbentuk menyusul capaian vaksinasi dosis pertama yang lebih dari 70 persen warga Kota Malang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan, vaksin dosis II ini dilakukan menyusul vaksin I agar immunitas tubuh bisa terbentuk sempurna dengan rentan waktu yang sudah ditentukan.

“Hari ini (dosis II) ada 1.500 dosis, lanjutan dari serbuan vaksinasi pada dosis I,” ucap Made saat ditemui di lokasi, Sabtu (23/10).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika. (Mvoice/Toski D).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang ini menjelaskan, penyuntikan vaksin ini merupakan jenis vaksin Sinovac, dukungan dari Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, dengan sasaran masyarakat umum, lansia dan pelajar.

“Saat ini Kota Malang sedang mengejar capaian vaksinasi lansia sekaligus untuk mendukung program penekanan angka Covid-19 di Kota Malang,” tegas Made.

Made menjelaskan, DPC PDIP Kota Malang juga berencana menggelar serbuan vaksinasi gelombang kedua pada 6 November 2021 mendatang

“Di gelombang dua itu, Kota Malang mendapatkan 5.000 dosis, yang 2.500 untuk dosis I akan kita bawa ke 5 Dapil, tentu sisanya untuk dosis II,” jelasnya.

Made menegaskan, untuk rencana serbuan vaksinasi gelombang kedua dari DPC PDIP Kota Malang tersebut juga akan menyasar kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung di UPT Supit Urang Kota Malang.

“Kebetulan informasinya di sana belum tersentuh sama sekali. Kita dapat info dari Kepala UPT bahwa di sana belum mendapat vaksin, karena mereka warga sekitar sana juga,” jelasnya.(end)

Harga Terjangkau, BMW Kenalkan Seri 320i Dynamic

Launching BMW 320i Dynamic di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – BMW Group Indonesia perkenalkan seri terbaru keluarga THE 3, yakni BMW 320i Dynamic di Malang. Sedan legendaris ini diluncurkan dengan banyak kelebihan.

Kepala Cabang BMW Astra Surabaya, Yopy Antonio, mengatakan, BMW 320i Dynamic ini banyak perubahan dari seri 320i Sport yang lebih dulu diluncurkan tahun 2020.

Interior BMW 320i Dynamic. (Istimewa)

Varian 320i Dynamic menawarkan seluruh kelebihan THE 3 yang sudah sangat dikenal seperti pengalaman berkendara yang dinamis, tampilan sporty, fitur keamanan terbaik, dan teknologi terbaru dengan kombinasi efisiensi bahan bakar.

“BMW Seri 3 memiliki kesan tersendiri bagi para pecinta BMW di Indonesia. Untuk itu kami hadirkan BMW 320i Dynamic terbaru yang hadir dengan upgrade tampilan yang semakin sporty – dan yang paling penting, model ini hadir dengan harga menarik,” katanya di Malang, Sabtu (23/10).

Sementara itu Produk Jenius BMW Astra, Axel Julio, menjelaskan spek terbaru seri 320i. BMW 320i Dynamic terbaru hadir dengan Comfort access system; yang merupakan contactless opening dan closing otomatis dari pintu bagasi, dan Parking Assistant.

Selain itu ada BMW Live Cockpit Professional; fully digital 10.25 inci instrument display dengan BMW Operating System 7.0 dan voice control with “Hello, BMW!”, hingga wireless Apple CarPlay. BMW 320i Dynamic terbaru ditawarkan dengan harga Rp909.000.000,- on-the-road Surabaya.

Dari seri 320i Sport sebelumnya, tampak perbedaan dari headlamp yang kini menggunakan full LED. Dari sisi velg, seri 320i Dynamic sedikit lebih kecil, yakni 17 inchi. Namun dibalut ban tebal yang diklaim mampu membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

“Dengan semua perubahan dan tambahan fitur yang ada di seri 320i Dynamic serta harga yang terjangkau, kami fasilitasi eksekutif muda yang beralih dari mobil Jepang ke Eropa dengan harga murah,” harapnya.(der)

Mario Aji Tampil Impresif di Sesi Latihan GP Moto 3 Misano

Pembalap Moto3 asal Magetan, Mario Aji. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pembalap Astra Honda Racing Team, Mario Aji menampilkan performa impresif pada sesi latihan perdananya pada GP Moto3 yang berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Jumat (22/10).

Baru pertama kali balapan di kelas GP Moto3, Mario langsung mendapat tantangan track sirkuit yang basah pada sesi latihan bebas. Namun Mario justru menikmati tantangan ini.

Turun sebagai wildcard bersama Honda Team Asia, di sesi latihan pertama Mario mampu mengisi posisi keempat dengan raihan waktu tercepat 1’53.429.

Memasuki sesi latihan kedua di sore hari, Mario berusaha untuk mendapatkan performa yang lebih cepat. Meskipun sempat mengisi posisi pertama pada beberapa lap, namun sayang pada percobaan kedua Mario harus terjatuh. Pada sesi latihan hari pertama ini, Mario berada di posisi tujuh atas kombinasi waktu yang dicapainya.

Pembalap Moto3, Mario Aji. (Istimewa)

“Saya menyukai sensasi berada di tengah pebalap top GP Moto3. Seru sekali rasanya. Saya pun dapat menikmati kondisi track yang basah. Saya sudah cukup cepat di sesi latihan pertama dan pada sesi latihan kedua saya mencoba untuk lebih cepat lagi. Tapi pada saat saya keluar pit kedua kalinya, saya melakukan kesalahan dan terjatuh, sehingga harus kehilangan kesempatan di sisa latihan. Tapi tugas hari ini sudah selesai dan tim bekerja dengan sangat baik,” kata Mario

Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari mengatakan semoga dibalapan GPMoto3 ini Mario mendapat hasil terbaik dan bisa menjadi inspirasi bagi pembalap daerah Jatim khususnya Magetan.

Hari ini, Sabtu 23 Okt 2021, Mario akan menjalani sesi latihan ketiga pada jam 14:00 WIB dan sesi kualifikasi pada jam 17:35 WIB.(der)

Hari Santri, Pemkot Malang Terus Dukung Pengembangan Literasi di Era Digital

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan terus mendukung pengembangan literasi para santri di era digital. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji usai mengikuti apel untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Jumat (22/10/2021) di kantor PCNU Kota Malang.

“Kami ingin santri di Kota Malang terus tumbuh, berdaya, dan berkarya. Jadi Pemkot Malang ini Insha Allah terus support (dukung),” ujar Wali Kota Sutiaji, Jumat (22/10/2021).

Pria nomor satu di Pemkot Malang itu pun mengatakan bentuk dukungan literasi para santri, di Kota Malang tersedia dalam bentuk perpustakaan yang berisi kitab-kitab klasik untuk menambah wawasan para santri. “Bahkan satu-satunya mungkin di Indonesia perpustakaan kitab kuning baru di Kota Malang saja,” tuturnya.

Dengan dukungan literasi yang didapat para santri, harapannya bisa membantu santri memiliki keterampilan untuk memahami informasi secara akurat. “Sehingga ini menjadi satu kekuatan kita bahwa kita tidak boleh percaya gitu aja. Ini tradisi santri standarnya harus jelas,” ucap dia.

Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah memberikan tumpeng pertama kepada Wali Kota Malang, Sutiaji. (Bagus Ibrahim)

“Berseiring dengan itu, pemerintah harus dikuatkan bahwa alangkah indahnya tiap pesantren itu santrinya pulang sudah punya keterampilan apalagi sekarang sudah di dunia informasi dan teknologi (IT), e-Commerce-nya luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah menyampaikan, cukup banyak santri yang saat ini sudah mulai merambah ke dunia media sosial (medsos) untuk menggali potensi yang dimiliki. Ia pun meyakini ke depan nanti para santri bisa semakin berkembang dan memiliki kompetensi di bidang IT, sehingga bisa bersaing di era digital saat ini.

“Saya percaya nanti suatu waktu akan banyak santri yang memiliki kompetensi di bidang IT yang punya startup juga banyak. Kita memang belum sampai melakukan hal-hal di luar, hari ini yang kita lakukan di masa pandemi itu. Tapi satu waktu kita akan unjuk kekuatan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Muhtar Hazawawi, menjelaskan potensi yang dimiliki santri yang ada di pondok pesantren wilayah Kota Malang cukup bagus, karena dipengaruhi kultur perkotaan. “Dengan berada di wilayah perkotaan maka situasi pesantren itu lebih kritis, lebih berdaya, lebih ilmiah karena memang ada di lingkungan kampus, lingkungan kota. Sehingga terjadi penguatan yang luar biasa dari segi prestasi,” kata dia.

Tentu untuk mendukung dan mengasah potensi yang dimiliki santri, pihak Kemenag Kota Malang terus melakukan pembinaan serta penguatan kolaborasi dari berbagai pihak terkait. Dari situ, Muhtar berharap, santri di Kota Malang bisa siaga jiwa raga mengharumkan nama bangsa serta rela berkorban demi mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depannya.

Selain itu, karena berada di situasi pandemi Covid-19, ia juga mengajak para santri untuk tertib menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar pandemi bisa segera berakhir. “Kemudian sebagai kader ini kan kebetulan pandemi belum berakhir, juga harus kader-kader prokes harus kita tegakkan supaya Covid-19 lenyap di muka bumi ini,” tandasnya.(der)