Hari Santri, Pemkot Malang Terus Dukung Pengembangan Literasi di Era Digital

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan terus mendukung pengembangan literasi para santri di era digital. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji usai mengikuti apel untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Jumat (22/10/2021) di kantor PCNU Kota Malang.

“Kami ingin santri di Kota Malang terus tumbuh, berdaya, dan berkarya. Jadi Pemkot Malang ini Insha Allah terus support (dukung),” ujar Wali Kota Sutiaji, Jumat (22/10/2021).

Pria nomor satu di Pemkot Malang itu pun mengatakan bentuk dukungan literasi para santri, di Kota Malang tersedia dalam bentuk perpustakaan yang berisi kitab-kitab klasik untuk menambah wawasan para santri. “Bahkan satu-satunya mungkin di Indonesia perpustakaan kitab kuning baru di Kota Malang saja,” tuturnya.

Dengan dukungan literasi yang didapat para santri, harapannya bisa membantu santri memiliki keterampilan untuk memahami informasi secara akurat. “Sehingga ini menjadi satu kekuatan kita bahwa kita tidak boleh percaya gitu aja. Ini tradisi santri standarnya harus jelas,” ucap dia.

Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah memberikan tumpeng pertama kepada Wali Kota Malang, Sutiaji. (Bagus Ibrahim)

“Berseiring dengan itu, pemerintah harus dikuatkan bahwa alangkah indahnya tiap pesantren itu santrinya pulang sudah punya keterampilan apalagi sekarang sudah di dunia informasi dan teknologi (IT), e-Commerce-nya luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah menyampaikan, cukup banyak santri yang saat ini sudah mulai merambah ke dunia media sosial (medsos) untuk menggali potensi yang dimiliki. Ia pun meyakini ke depan nanti para santri bisa semakin berkembang dan memiliki kompetensi di bidang IT, sehingga bisa bersaing di era digital saat ini.

“Saya percaya nanti suatu waktu akan banyak santri yang memiliki kompetensi di bidang IT yang punya startup juga banyak. Kita memang belum sampai melakukan hal-hal di luar, hari ini yang kita lakukan di masa pandemi itu. Tapi satu waktu kita akan unjuk kekuatan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Muhtar Hazawawi, menjelaskan potensi yang dimiliki santri yang ada di pondok pesantren wilayah Kota Malang cukup bagus, karena dipengaruhi kultur perkotaan. “Dengan berada di wilayah perkotaan maka situasi pesantren itu lebih kritis, lebih berdaya, lebih ilmiah karena memang ada di lingkungan kampus, lingkungan kota. Sehingga terjadi penguatan yang luar biasa dari segi prestasi,” kata dia.

Tentu untuk mendukung dan mengasah potensi yang dimiliki santri, pihak Kemenag Kota Malang terus melakukan pembinaan serta penguatan kolaborasi dari berbagai pihak terkait. Dari situ, Muhtar berharap, santri di Kota Malang bisa siaga jiwa raga mengharumkan nama bangsa serta rela berkorban demi mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depannya.

Selain itu, karena berada di situasi pandemi Covid-19, ia juga mengajak para santri untuk tertib menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar pandemi bisa segera berakhir. “Kemudian sebagai kader ini kan kebetulan pandemi belum berakhir, juga harus kader-kader prokes harus kita tegakkan supaya Covid-19 lenyap di muka bumi ini,” tandasnya.(der)

Kapolresta Malang Kota Beber Pentingnya Peran Santri di Indonesia

Penyerahan sembako kepada perwakilan para santri di Polresta Malang Kota. (Istimewa)

MALANGVOICE – Polresta Malang Kota memperingati Hari Santri Nasional 2021 dengan membagikan sembako ke 10 ponpes.

Mengusung tema Santri Siaga Jiwa dan Raga, diharapkan para santri dapat terus memberikan kontribusi positif di setiap kegiatan terutama dalam masa pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia.

Sebelum membagikan sembako, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto memimpin apel Bakti Polri untuk Santri yang diikuti para pejabat utama dan perwakilan santri, Jumat (22/10).

Dalam sambutannya, AKBP Budi Hermanto mengatakan santri memiliki peran kontribusi sejak merebut kemerdekaan Indonesia.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menyerahkan bantuan sembako ke ponpes. (Istimewa)

“Bahkan sebelum era kemerdekaan 1945 para santri turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,” tutur AKBP Budi Hermanto.

Maka dari itu, perjuangan para santri hingga saat ini juga sangat penting terutama saat pandemi Covid-19.

“Ponpes sangat berperan aktif dalam rangka menerapkan protokol kesehatan dan percepatan pelaksanaan vaksinasi nasional yang diharapkan dapat mempercepat penanganan Covid 19,” tambah Buher, sapaan akrabnya.

Diketahui sumbangan sembako kerja sama Polresta Malang Kota dan J99 Foundation disebar ke 10 ponpes di Kota Malang. Total ada 2 ton lebih beras dan 275 paket sembako yang dibagikan langsung hari ini secara bertahap.(der)

Kabupaten Malang Diguncang Gempa Bermagnitudo 5,3

Ilustrasi gempa (Mvoice/Istimewa)

MALANGVOICE – Gempa bumi Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Pada Jumat (22/10).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofikasi (BMKG) Stasiun Geofifika Karangkates Ma’muri menyampaikan, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Malang tersebut terjadi sekitar pukul 09.21.

“Gempa ini dirasakan masyarakat, alat kami mencatat kedalaman gempa 33 km Barat Daya Kabupaten Malang,” ucapnya, Jumat (22/10).

Ma’muri menjelaskan, gempa hari ini (22/10) berlokasi di 78 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan titik berkoordinat di 8.84 Lintang Selatan dan 112.51 Bujur Timur.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” pungkasnya.(der)

Hadapi Tantangan Berat, Direktur Polinema Minta Sinergisitas Seluruh Jajaran

Pisah sambut Direktur Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Supriatna Adhisuwignjo mengucap banyak terima kasih kepada Drs Awan Setiawan karena berhasil menorehkan prestasi bagi Polinema.

Drs Awan Setiawan menjadi Direktur Polinema periode 2017-2021 dan kini posisinya digantikan Supriatna Adhisuwignjo yang sebelumnya menjadi Pudir 1.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Supriatna dalam acara pisah sambut Direktur Polinema yang digelar terbatas secara protokol kesehatan, Kamis (21/10). Hadir pada acara tersebut, para mantan Direktur POLINEMA, Senat, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, para staf ahli, Ikatan Alumni, PSDKU Kediri, PSDKU Lumajang, PSDKU Pamekasan dan BEM Polinema.

Supriatna mengatakan, dari pengabdian Awan Setiawan selama menjabat, Polinema banyak menorehkan prestasi.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo. (Istimewa)

Berbagai capaian di masa kepemimpinan Direktur Polinema periode 2017-2021, diantaranya: Akreditasi Institusi A dari BAN-PT, Prodi D-III Teknik Sipil terakreditasi Unggul, 20 Prodi telah terakreditasi internasional, Prodi yang ada di POLINEMA saat ini berjumlah 43 Prodi, Polinema memiliki tiga PSDKU yaitu PSDKU Kediri, PSDKU Lumajang, dan PSDKU Lumajang, beberapa gedung baru yaitu Graha POLINEMA, Gedung Kuliah Bersama, Masjid Raya An-Nur, Gedung Teknik Mesin, Aircraft Hanggar dan Gedung Pascasarjana, 8 Prodi Kelas Internasional, dan Double Degree yang bekerja sama dengan kampus mitra di China dan Malaysia.

“Banyak kemajuan yang telah dicapai dan berbagai prestasi telah diraih Awan Setiawan. Semoga sukses selalu menyertai beliau,” kata Supriatna.

Di masa kepemimpinannya pada periode 2021-2025 mendatang, Supriatna berjanji akan terus membawa Polinema lebih baik lagi dan maju.

“Saya akan melanjutkan perjuangan beliau. Saya akan melanjutkan tugas mulia untuk kepemimpinan ke depan, sejumlah pekerjaan telah menanti, tugas yang saya emban lebih luas, semoga membawa Politeknik Negeri Malang dapat membanggakan bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam menghadapi tugas dan tantangan yang semakin berat, Supriatna mengajak seluruh jajaran Polinema untuk bersinergi dalam meningkatkan pendidikan. Ia mengatakan akan melakukan pembenahan, penguatan tata kelola lembaga, peningkatan kualitas akademik, peningkatan tata kelola lingkungan, prasarana pendukung, penelitian serta publikasi jurnal sesuai visi misi mewujudkan Polinema menjadi “Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi yang Unggul dalam Persaingan Global”.

“Saya akan menghadapi tantangan di masa yang akan datang, saya perlu dukungan dari berbagai pihak dan bekerja sama untuk program kerja saya selama menjabat,” pintanya.

Sementara itu Drs Awan Setiawan mengatakan akan tetap mengabdi di Polinema meski jabatan direktur sudah selesai. Ia juga berharap capaian di bidang akademik dengan meraih capaian Akreditasi Perguruan Tinggi/APT UNGGUL, harus dipertahankan yang akan berakhir pada tahun 2023.

“Saya tetap mengabdi di POLINEMA, sebagai dosen di Jurusan Teknik Elektro, menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Semoga apa yang telah saya berikan, banyak memberi manfaat. Bila dalam melaksanakan tugas bersama terdapat kekurangan dan kesalahan saya mohon keikhlasan untuk dimaafkan,” ujar Drs. Awan Setiawan, M.MT., MM.

Dalam acara tersebut, Drs. Awan Setiawan, M.MT., MM., menerima cinderamata dari Direktur Polinema dan segenap civitas akademika Polinema. Selain itu, Awan menyerahkan cinderamata kepada beberapa orang staf yang telah banyak membantu selama kepemimpinannya, diantaranya Staf Ahli Direktur, Kepala BAAK, Kasubbag Kepegawaian, dan pramubakti.(der)

Seorang Pria Tewas Gantung Diri di Mergosono

Ilustrasi gantung diri, (Mvoice).

MALANGVOICE – Seorang pria berinisial D (26) ditemukan tewas gantung diri di rumah-nya yang ada di Mergosono, Kota Malang, Kamis (21/10).

Menurut keterangan saksi berinisial HP (46) melalui Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi, pertama kali mengetahui korban gantung diri pada sekitar pukul 11.45

“Saat HP lewat depan rumah korban, dia melihat anak korban yang berumur 3,5 tahun menangis di depan teras rumah-nya,” ujarnya, Kamis (21/10).

Melihat anak korban menangis, HP menghampiri dan bertanya kenapa dia menangis, namun korban hanya menangis sambil menunjuk ke rumah-nya.

“Anak korban menunjuk ke dalam rumah, lalu HP berinisiatif memanggil korban namun tidak ada respon sama sekali,” ucap dia.

Lanjut Yusuf, karena tidak mendapatkan jawaban dari korban, saksi bergegas masuk ke rumah dan melihat di kamar tidur tidak ada orang.

“Saat saksi mengecek ke dapur ternyata korban sudah dalam keadaan menggantung dengan tali melilit di leher korban dengan lidah menjulur,” terangnya.

Jenazah korban ditemukan dalam keadaan berpakaian lengkap menggunakan celana jeans dan kaos.

Mengetahui hal itu, saksi bergegas memberitahukan temuan tersebut kepada tetangga sekitar dan selanjutnya melapor ke kepolisian.

“Kami dari pihak kepolisian mendapatkan laporan itu, bergegas menuju ke lokasi untuk olah TKP. Hasilnya tubuh korban tidak ditemukan indikasi kekerasan,” kata dia.

Dari informasi yang didapat pihak kepolisian, korban tidak pernah mengalami permasalahan dalam rumah tangga.

“Namun setelah menderita sakit stroke korban sudah tidak bekerja lagi sehari-hari. Yang mencari nafkah adalah istri korban,” terang Yusuf.

Ketika akan dilakukan autopsi pada jenazah, keluarga korban memilih untuk mengikhlaskan dan tidak melakukan autopsi.

“Keluarga korban telah menerima dengan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Ketua RT dan Ketua RW untuk tidak dilakukan otopsi terhadap Korban,” tandasnya.(end)

Kampung Tematik Kota Malang Boleh Buka, Wajib Gunakan Peduli Lindungi

Destinasi Wisata Kampung Tematik Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Kampung Tematik di Kota Malang saat ini sudah mendapatkan izin untuk buka, namun harus menyediakan terlebih dahulu aplikasi Peduli Lindungi sebagai persyaratan wajib.

Hal itu dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 62 tahun 2021 tentang PPKM Level 2 mengharuskan tempat wisata menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai upaya screening bagi pengunjung maupun pengelola wisata.

“Di PPKM Level 2 boleh dibuka, yang penting kampung tematik punya aplikasi Peduli Lindungi. Kalau tidak punya belum boleh, kita sesuaikan dengan SE Wali Kota Malang,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Kamis (21/10).

Sedangkan dari total 22 kampung tematik di Kota Malang sampai saat ini belum ada yang terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi.

Ida mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengajuan kepada Pemerintah Pusat untuk pemasangan aplikasi peduli lindungi, namun sampai saat ini masih belum mendapatkan konfirmasi.

Terpisah, Kabid Destinasi Industri Pariwisata Disporapar Kota Malang, Fitri Noverita menambahkan untuk pengajuan pemasangan peduli lindungi itu sudah dilakukan sejak Selasa (19/10) kemarin.

“Jadi pemasangan aplikasi peduli lindungi itu harus mendapatkan persetujuan dulu dari Kemenparekraf dan ke Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jadi kita nunggu jawaban dari Kemenparekraf dan Provinsi Jatim,” tandasnya.(der)

MPM Honda Jatim Edukasi Siswa Calon Duta Safety Riding

Pelatihan berkendara yang baik dan benar, (Ist).

MALANGVOICE – Belasan pelajar SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang sekaligus calon Duta Safety Riding bersama guru pendamping mendapatkan edukasi cara berkendara yang baik dan aman.

Kegiatan tersebut diinisiasi PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT mengandeng Unit Kamsel Polres Malang dengan mengajak duta lalu lintas polres Malang.

Dalam kurun waktu dua hari, 15 pelajar itu mendapatkan pembelajaran secara teori dan praktik terkait cara berkendara yang aman, pemahaman etika berkendara yang benar hingga diskusi tentang aturan berlalu lintas.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Dionizius Mizidianto, mengatakan melalui edukasi yang dilakukan pada (18/10) sampai (19/10) kemarin, diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih kepada calon duta safety riding tentang berbagai topik keselamatan berkendara.

“Dari situ, kedepan para duta bisa mengkampanyekan dan sekaligus menjadi contoh untuk siswa-siswi di sekolahnya. Yakni bisa mulai dengan memberikan contoh tertib berkendara di tingkat sekolah agar tercipta lingkungan aman berkendara,” ujarnya, Kamis (21/10).

Selain itu, calon duta safety riding juga telah diajarkan pemanfaatan media sosial melalui fotografi dan menuangkan ide unik dan kreatif yang menginspirasi. Dengan mengedukasi para siswa ini diharapkan penyampaian pesan akan lebih efektif karena dilakukan oleh sesama generasi milenial dengan gaya bahasa khas mereka.(der)

4 Aplikasi Edukatif Tunjang Anak SFH

Ilustrasi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Para orang tua pasti tahu betapa rumitnya untuk menyibukkan anak-anak, terutama saat sekolah usai. Kondisi menjadi semakin membingungkan dengan periode School From Home dimana si kecil diharuskan menggunakan tablet, ponsel, atau perangkat elektronik lainnya untuk kebutuhan sekolah mereka.

Tapi jangan kepalang bingung dulu karena menggunakan gadget tidak selamanya berdampak buruk. Berikut beberapa aplikasi edukatif yang cocok untuk digunakan selama periode School From Home.

Prodigy
Prodigy adalah salah satu aplikasi matematika paling populer di pasaran. Alasan utamanya adalah karena aplikasi ini disiapkan seperti video game. Prodigy adalah game edukasi berdasarkan fantasi yang berhubungan dengan topik matematika untuk anak-anak dari tahun pertama hingga tahun terakhir sekolah dasar.

Prodigy dirancang untuk menguji pengetahuan anak-anak sembari mengajari mereka topik matematika. Anak-anak akan mendapatkan mantra ajaib dengan menjawab pertanyaan dengan benar dan menghadapi pertempuran antar monster di banyak dunia fantasi yang berbeda.

Google Arts and Culture
Biarpun aplikasi Google Arts and Culture menjadi viral karena fitur selfie-nya, yang memungkinkan pengguna membandingkan wajah mereka dengan karya seni, sebenarnya situs dan aplikasinya berisi banyak informasi tentang koleksi museum, seniman, teater, tokoh sejarah, dan acara.

Aplikasi ini adalah sumber daya yang tak ternilai bagi para remaja karena dapat memberi mereka informasi mendalam tentang seni berdasarkan gambar dan video.

Hopscotch
Hopscotch adalah sebuah aplikasi yang mengajarkan teknik pemrograman untuk anak-anak. Dirancang untuk anak-anak usia 10 hingga 16 tahun, aplikasi Hopscotch ini dirancang khusus untuk perangkat seluler.

Selama menggunakan Hopscotch, anak-anak dapat menarik dan melepas perintah dan instruksi ke dalam skrip untuk membuat program mereka sendiri. Mereka juga dapat menyesuaikan program mereka dengan memilih karakter dan juga dapat menyimpan dan berbagi kreasi mereka.

Hopscotch adalah aplikasi yang ideal untuk mengembangkan kreativitas dan mulai mempelajari cara kerja pemrograman komputer, tanpa mengkhawatirkan bahasa pengkodean yang teknis dan kerap menyulitkan. Aplikasi ini juga bisa jadi titik awal untuk si kecil sebelum kemudian beralih ke program yang lebih kompleks seperti, misalnya, Scratch.

LingoAce
Aplikasi yang satu ini fokus untuk mengajarkan bahasa Mandarin untuk anak umur 6 sampai 15 tahun. Bukan hanya sekedar janji, LingoAce sudah memiliki 300 ribu siswa dari 80 negara dengan lebih dari 7 ribu jam proses belajar mengajar. Sebagai salah satu edutech kelas global, kunci dari keberhasilan LingoAce adalah terapan kurikulum ilmu pengetahuan terkini dan adopsi teknologi modern dalam pembelajaran bahasa Mandarin.

Untuk memastikan proses belajar berjalan lancar, LingoAce juga memperhatikan cara peserta didik belajar. Area-area yang dimonitor secara khusus antara lain perubahan gaya belajar, kebutuhan emosional dan sosial anak, serta suasana belajar. Hasil observasi ini kemudian akan digunakan untuk menyesuaikan program belajar dan konsep belajar bersama. Data ini juga berdampak pada penggunaan media multimedia, ilustrasi dan gamifikasi.

Dari sisi tenaga pengajarnya, LingoAce HANYA menggunakan jasa guru native speaker yang sudah lulus uji kompetensi kemampuan Putonghua. Tidak berhenti disitu, kursus online bahasa mandarin ini juga memastikan bahwa tiap guru telah memiliki akreditasi CTCSOL internasional.

Program belajar yang tersedia di LingoAce juga dipastikan dapat memberikan efek positif bahkan pada peserta didik yang tinggal di linkungan non-imersif. Tersedia tiga varian program mulai dari reguler, intensif hingga privat.

Mahal? Tenang, biaya program sangat terjangkau mulai dari Rp 83 ribu per kelasnya. Ayo daftar kelas free trial sekarang juga! Mumpung lagi promo.

Dishub Kota Malang Optimistis Target Retribusi Parkir 2021 Terpenuhi

Ilustrasi tempat parkir, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di tahun 2021 terpenuhi meski sampai saat ini baru tercapai sekitar 64 persen.

Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan target retribusi parkir tahun 2021 sebesar Rp6 miliar, sedangkan untuk saat ini masih tercapai Rp3,8 miliar.

Artinya ada sekitar Rp2,2 miliar target retribusi parkir yang harus didapat dalam kurun waktu dua bulan lebih hingga akhir tahun 2021.

“Kami akan terus mengoptimalkan pendapatan hingga bulan Desember. Kami optimistis tercapai lah targetnya,” ujarnya, Rabu (20/10).

Mustaqim menyampaikan, sebenarnya pengumpulan retribusi di 400 titik parkir resmi di Kota Malang sejak awal tidak pernah menemui masalah. Namun sejak diberlakukannya PPKM, penghasilan retribusi parkir pun mengalami penurunan.

“Semuanya tahu lah, kendalanya saat ini karena kondisi PPKM. Kegiatan tidak bisa dilakukan sampai malam sehingga mengurangi penghasilan parkir,” ucap dia.

Sampai saat ini, penghasilan retribusi di Kota Malang paling banyak didapatkan dari E-parkir di Stadion Gajayana, Kota Malang.

“Ya semua merata di 400 titik parkir resmi. Mungkin yang menonjol itu hanya E-Parkir aja di MOG, Stadion Gajayana Malang,” terang Mustaqim.(end)

Masuk Level 2, Pemkot Malang Bersiap Buka Taman

Taman Mojolangu, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap membuka taman saat PPKM berlangsung. Hal itu dilakukan karena Kota Malang masuk Level 2 perpanjangan PPKM sejak Selasa (19/10) kemarin.

Dalam Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 53 tahun 2021 menjelaskan bagi Kabupaten atau Kota yang berada di Level 2 PPKM diperbolehkan membuka taman dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

“Taman boleh, nanti kita lakukan bersama-sama lah. Bisa jadi mungkin taman mana yang siap dijaga. Kan harus keliling dan taat prokes,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (20/10).

Sebelumnya, ia menyampaikan belum membuka taman selama PPKM, karena ditakutkan akan menimbulkan kerumunan saat masyarakat datang ke taman.

Apalagi untuk taman sendiri memang tidak disediakan penjagaan. Sehingga penerapan prokes pengunjung dikhawatirkan tidak terpantau dengan baik.

“Mal kan ada penanggung jawabnya. Tapi sesuai Inmendagri, kita ikuti. Artinya kita juga tetap pada kondisi waspada juga,” tuturnya.

Guna melakukan persiapan pembukaan taman di Kota Malang, dia memerintahkan petugas SatpolPP Kota Malang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk melakukan penjagaan di taman nantinya.

“Kalau satu pintu taman gak mungkin kayaknya. Kan banyak akses ya. Personel khusus ada penjagaan dan kita akan operasi,” terang Sutiaji.

Terpisah, Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, sekitar 86 taman besar dan kecil yang ada di Kota Malang sudah siap untuk dibuka.

“Semua taman siap dan besok saya mau koordinasi dengan pak Sekda bagaimana petunjuknya dan matur (meminta) pak Wali untuk memastikan kapan pelaksanaannya,” kata dia.

Terkait pengamanan saat taman dibuka nantinya, Wahyu menyampaikan, pihaknya akan lebih berfokus pada taman alun-alun Kota Malang.

Hal itu dilakukan mengingat alun-alun Kota Malang menjadi taman yang paling diminati masyarakat. Sehingga potensi kerumunan cukup tinggi.

“Kami ini terfokus di alun-alun ya. Dibantu teman-teman Satpol PP. Kalau ada yang terlalu bergerombol kita akan menghalaunya,” ucap Wahyu.

Ia menambahkan untuk rencananya sendiri taman akan dibuka sejak pukul 09.00 hingga 22.00.

“Diatas itu akan kami halau. Kan khawatir ada hal tidak baik. Kalau sanksi gak ada cuma peringatan saja. Terutama prokes itu wajib,” tandasnya.(der)