Golkar Peduli Sesama, Bagikan Ribuan Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Suryadi saat menyalurkan paket bantuan sembako. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang saling bergotong royong untuk saling peduli sesama dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah Kota Malang.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Golkar Kota Malang Suryadi mengatakan, kegiatan kemanusian terhadap kejadian pandemi Covid-19 ini sudah dilakukan sejak kamarin (Minggu 17/5) dengan melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, pembagian Hand Sanitizer (HS), dan wastafel portabel di wilayah Kota Malang.

“Kegiatan itu dilakukan secara gotong royong, selain penyemprotan dan pembagian HS, dan lain-lainnya, bahkan sembako, kami juga memberikan edukasi tentang sosialisasi Kekarantinaan Kesehatan di beberapa titik,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Senin (18/5).

Menurut politisi muda dan dengan gaya anak melenial ini menyampaikan, dirinya bersama para kader Partai, simpatisan, fungsionaris partai bahu membahu untuk mencanangkan program BERKAH (Berbagi Kasih) kepada masyarakat yang terdampak virus corona atau Covid-19.

“Kami saling bersinergi untuk mendistribusikan sebanyak 2.000 paket sembako kepada masyarakat. Banyak yang membutuhkan uluran tangan apalagi saya dapat amanah dari rakyat, tentu harus memastikan diri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Suryadi, diharapkan masyarakat dapat mengkampanyekan pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan (Melestarikan pola hidup bersih dan sehat) serta tetep menjaga jarak (fhyscal distancing) selama Pandemic Covid-19.

“Dalam kegiatan tersebut mengusung semangat berbagi semampunya dan mengabdi selamanya, bukan pula hanya dapat dihitung mampu atau tidaknya dalam berbuat dan bertindak tapi yang paling penting kemauan dan kepedulian dalam meringankan beban masyarakat terdampak,” terangnya.

Untuk itu, tambah Suryadi, dirinya menaruh harapan besar masyarakat bisa selalu tenang dan selalu waspada dalam menghadapi Covid-19.

“Dalam kondisi saat ini masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, tetap mengikuti himbauan pemerintah demi kemaslahatan bersama dan menjaga imunitas diri dalam menjalani kehidupan sehari hari,” tukasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Gandeng BI dan Hasta Group, DPR RI Ali Ahmad Distribusikan Bansos Untuk UMKM Terdampak Covid-19

MALANGVOICE – Kepedulian kepada masyarakat terdampak Covid-19 terus ditunjukkan oleh anggota DPR RI Komisi XI Ali Ahmad. Salah satu yang menjadi fokus perhatiannya adalah nasib para pekerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat terpukul karena adanya pandemi Covid-19 ini.

Terbaru, bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Hasta Group, pihaknya telah menyalurkan kurang lebih 1000 paket sembako dan alat kesehatan kepada para pelaku UMKM terdampak Covid-19 di Malang Raya. Bantuan tersebut meliputi beras, gula, minyak, susu serta beberapa alat kesehatan seperti hand sanitizer,masker, sabun dan vitamin dalam satu paket.

Menurut legislator Senayan daerah pemilihan Malang Raya ini, dengan adanya aturan social dan phisycal distancing membuat UMKM terpukul karena usahanya sangat dibatasi. Sementara, selama ini mereka hanya mengandalkan pemasukan dari usaha tersebut.

“Apalagi saat ini di Malang Raya telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tentu ini harus direspon dengan pemberian bantuan sosial kepada mereka juga” jelas pria yang akrab disapa Gus Ali tersebut.

Ia menambahkan, sebagai kota pelajar, pariwisata dan industri, selama ini Malang Raya sangat mengandalkan sektor UMKM dalam perputaran roda perekonomian. Lesunya sektor – sektor tersebut tentu sangat berdampak bagi mereka. Gus Ali juga mendorong kepedulian pemerintah untuk memberikan porsi yang cukup kepada para pelaku usaha dengan restrukturisasi pinjaman dan bunga bank.

Terpisah, CEO Hasta Group, Muhammad Anas Muttaqin juga berharap agar selain bantuan sosial nantinya juga akan ada stimulus pemulihan ekonomi dari pemerintah bagi UMKM. Untuk itu, selain sembako, pihaknya juga telah meluncurkan program branding gratis kepada para pelaku UMKM agar bisa terus menjalankan usaha lewat media digital.

“Berbagai pembatasan membuat UMKM harus beradaptasi, salah satunya bergeser ke digital marketing agar tetap bisa menjangkau konsumen secara luas” ungkapnya.

Sebagai informasi, untuk mempercepat alur distribusi, bantuan sosial yang diprakarsai oleh anggota DPR RI Komisi XI Ali Ahmad, Bank Indonesia dan Hasta Group ini disebar melalui berbagai posko dan lembaga penyalur bantuan di Malang Raya. Pihaknya juga mempersilahkan para pelaku UMKM yang selama ini masih mengandalkan penjualan secara offline untuk mengikuti program branding gratis yang diselenggarakan oleh Hasta Group.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Bantuan Warga Terdampak Corona Malang Raya Mencapai Rp 58,9 Miliar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Lisdya)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Lisdya)

MALANGVOICE – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim mendistribusikan bantuan mencapai Rp58,9 miliar ke wilayah Malang Raya. Bantuan tersebut diperuntukkan penanganan pandemi virus Corona atau COVID-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dari total bantuan yang telah disalurkan tersebut, prosesnya masih dinamis (bisa bertambah), sebab bantuan untuk rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 dan dapur umum tetap berjalan.

“Total sampai malam ini Rp58,9 miliar. Proses ini akan berjalan dinamis, karena bantuan untuk alat kesehatan di rumah sakit rujukan tetap berjalan, dapur umum juga berjalan,” kata Khofifah, Sabtu malam (16/5).

Ia merinci, bantuan terdiri APD sebesar Rp7,49 miliar, sembako Rp569,6 juta, dapur umum Rp636,8 juta, bantuan Jaring Pengaman Sosial Rp42 miliar, dan suplemen Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) Rp8,26 miliar.

Khofifah melanjutkan, khusus untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) ke wilayah Malang Raya, terbagi dari Kabupaten Malang sebesar Rp30 miliar, Kota Malang Rp9 miliar, dan Kota Batu Rp3 miliar.

“Yang sudah fix itu terkait bansos JPS untuk Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu,” sambung dia.

Sasaran, lanjut Khofifah, untuk bantuan JPS tersebut disalurkan untuk 50.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Malang, 15.000 KPM yang ada di Kota Malang, dan 5.000 KPM yang ada di wilayah Kota Batu.

Khofifah menambahkan, jika masih ada keluarga terdampak pandemi COVID-19 yang belum mendapatkan bantuan, maka akan disupport bantuan bersumber dari anggaran pemerintah kota atau kabupaten.

“Kalau support bansos pemprov ada yang belum tersisir, baru menggunakan anggaran pemkot,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gubernur Khofifah Isyaratkan Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara tentang peraturan Salat Idul Fitri saat pandemi COVID-19. Terlebih bagi daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya.

Gubernur Khofifah mewanti-wanti agar masyarakat mengedepankan kepentingan pencegahan atau antisipasi. Bahkan, menurutnya, dalam ajaran Islam telah diatur tentang hal tersebut.

“Menghindari keburukan itu harus didahulukan daripada mengejar kebaikan. Kemungkinan potensial terjadinya penyebaran, maka itu harus didahulukan, dihindari. Jadi posisinya seperti itu,” kata Khofifah di Kantor Bakorwil III Malang, Sabtu malam (16/5).

Bahkan, lanjut dia, berbagai organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) telah memberikan masukan atau saran, terkait pelaksanaan salat Idul Fitri selama masa PSBB.

“Pada posisi ini, kembali pada Peraturan Gubernur. Sesungguhnya, pada saat PSBB, ada proses pembatasan. Saya menyampaikan pembatasan, bukan pelarangan, dan penghentian,” ujar mantan Menteri Sosial ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Manfaatkan Momen Ramadan, Bantuan Komunitas Terus Mengalir

Bantuan kepada masyarakat. (istimewa)
Bantuan kepada masyarakat. (istimewa)

MALANGVOICE – Bantuan demi bantuan terus disalurkan kepada masyarakat membutuhkan selama pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya Hepii Community Malang Raya.

Bertepadan dengan bulan Ramadan ini, Hepii Community Malang Raya berkolaborasi dengan Komunitas Kemasyarakatan Binaan (Karang Taruna, Gapoktan, Pokdarling, Pokdarwis, Kelompok Pengajian) untuk Baksos Peduli Covid-19.

Baksos digelar di Lawang, Singosari, Karangploso, Bumiaji, Junrejo, Kota Batu, Pujon, Ngantang dan Kasembon pada Sabtu (16/5) ini sebelum PSBB Malang Raya, Minggu (17/5).

“Baksos ini dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan di daerah domisili komunitasnya terkait Peduli Covid-19 di Bulan Suci Ramadan ini,” tutur Indi Sulistio selaku Pembina Heppiii Community wilayah Malang Raya.

Selain mendonasikan bantuan masker sebanyak 750 buah kepada Komunitas Kemasyarakatan Binaan Heppiii Community wilayah Malang Raya, dibagikan pula bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu di daerah domisili komunitasnya, yang meliputi 825 kg beras serta 1.000 paket minuman dan makanan ringan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

MS Glow – ACT Malang Beri Kebahagiaan Anak Yatim Piatu di Panti Asuhan Al Qorni

Pemberian bantuan di Panti Asuhan Al Qorni. (istimewa)
Pemberian bantuan di Panti Asuhan Al Qorni. (istimewa)

MALANGVOICE – Ms Glow bekerja sama dengan ACT Malang berbagi paket pangan untuk Yatim Piatu pada Jumat (15/05) di Panti Asuhan Al Qorni, Jalan Simpang Laksda Adi Sucipto, Blimbing, Kota Malang.

Ada sebanyak 65 paket pangan gratis dan sejumlah uang tunai yang diberikan kepada para yatim piatu dan diserahkan langsung secara simbolis owner Ms Glow, Gilang Widya Pramana dan Sandy Purnamasari kepada pengasuh panti asuhan Al Qorni, Ustaz Bajiyo serta didampingi oleh branch manager ACT Malang Diki Taufiq Sidik.

Kegiatan santunan terhadap yatim piatu ini juga menghadirkan Kak Ninik sebagai pencerita dan berkisah untuk menghibur kepada anak – anak panti asuhan. Setelah itu acara santunan yatim piatu di tutup dengan berbuka bersama.

Santunan yatim ini merupakan program sosial yang diadakan Ms Glow dan ACT Malang dan merupakan kolaborasi kedua setelah aksi sebelumnya melakukan produksi 10.000 masker untuk mempringati Hari Kartini di Lapas Perempuan Kelas II Malang.

“ini merupkan kerja sama keduakalinya bersama ACT Malang, pemberian santunan ini secara tidak langsung dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, karena mereka merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,“ kata Gilang.

Sementara itu, Diki mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari Ms Glow yang mau berkolaborasi bersama ACT Malang untuk kedua kalinya.

“ini adalah kolaborasi kedua kalinya, saya sangat senang Ms Glow peduli terhadap sesama apalagi ditengah wabah pademi ini,” ucap Diki.

Selain itu sebagai tanda apresiasi ACT Malang kepada Ms Glow, Diki memberikan sebuah piagam penghargaan kemanusiaan langsung kepada owner Ms Glow.

Kegiatan ini sangat disambut baik oleh pengurus panti asuhan Al Qorni dan ucapan terimakasih kepada Ms Glow dan ACT Malang atas santunan yang diberikan kepada para yatim disana.

“Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan sebagian hartanya untuk anak didik kami, semoga bisa bermanfaat dan kami sangat bahagia,” kata Ustaz Bajiyo.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Warga Luar Malang Bisa Masuk Selama PSBB, Begini Syaratnya

Penyekat di depan Terminal Landungsari, Minggu (17/5). (Aziz Ramadani MVoice)
Penyekat di depan Terminal Landungsari, Minggu (17/5). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya, pada 17 – 30 Mei, tidak ada penutupan akses masuk bagi masyarakat luar daerah. Terlebih yang memiliki keperluan penting ke Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bagi masyarakat yang bukan merupakan warga Kota Malang (domisili) dan memiliki keperluan mendesak, agar bisa melengkapi persyaratan-persyaratan yang ditentukan.

“Tolong dilengkapi persyaratan untuk memasuki wilayah Kota Malang, kalau itu untuk keperluan yang mendesak,” kata Sutiaji, Minggu (17/5).

Hal itu merujuk pada Peraturan Wali Kota Malang Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan PSBB, untuk tetap bisa memasuki wilayah Kota Malang bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta harus menunjukkan surat tugas dari instansi terkait.

Sedangkan, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia, beberapa syarat diantaranya adalah menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit, dan KTP.

“Jadi ini tidak menutup kota, kebutuhan dasar masih tetap dilayani,” jelasnya.

Sutiaji mengimbau masyarakat mempersiapkan persyaratan-persyaratan itu, sebelum melakukan perjalanan ke Kota Malang. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan atau antrien kendaraan pada titik pemeriksaan.

Sutiaji juga mengingatkan agar masyarakat mematuhi aturan lainnya selama PSBB. Seperti menggunakan masker, dan melakukan physical distancing atau pembatasan fisik. Pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang melanggar ketentuan.

Beberapa sanksi yang diatur dalam peraturan wali kota diantaranya berupa teguran lisan, teguran tertulis, memerintahkan untuk kembali ke tempat asal, hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kita peringatkan dulu. Perlu saya sampaikan, punishment yang diberikan sesuai dengan peraturan wali kota,” ujarnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

PAC PP Kota Malang Alihkan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19

MALANGVOICE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang menualurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19. Bantuan berupa sembako ini diberikan untuk warga di Blimbing.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Blimbing Yudi Sinyo mengatakan, bantuan diberikan simbolis kepada warga di Posko Gotong Royong Covid-19 Jalan Sp Sudarmo, Sabtu (16/5).

“Ini agenda tahunan, tapi sekarang ada wabah Covid-19 jadi kami alihkan kepada masyarakat terdampak,” kata Yudi Sinyo.

Setiap tahun PAC PP Blimbing selalu rutin memberikan bantuan ke masyarakat, terutama anak yatim dan warga membutuhkan lainnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, mendapat support dari Majelis Pimpinan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kota Malang dan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota.

Selanjutnya, bantuan ini akan didistribusikan langsung ke rumah masing-masing penerima. Hal ini dilakukan agar tepat sasaran dan menaati protokol physical distancing pencegahan Covid-19.

“Bantuan ini berjumlah 100 paket sembako. Satu paketnya berisi beras, gula, minyak goreng, mie instant, dan snack,” pungkas Sinyo.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Validasi Bansos Makan Waktu, Pemkot Malang Minta Maaf

Wali Kota Malang Sutiaji memantau jalannya proses penyaluran bansos. (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji memantau jalannya proses penyaluran bansos. (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Menjelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penyaluran bantuan sosial atau bansos hampir tuntas. Meski demikian, Pemerintah Kota Malang meminta maaf kepada masyarakat.

Data yang terhimpun, bansos telah tersalurkan ke total 2.500 warga terdampak pandemi COVID-19. Mulai kategori pedagang, usaha mikro kecil dan PKL, Sabtu, (16/5)

“Kami (Pemkot Malang) mohon maaf bila terasa lama menunggunya, semata dalam proses perlu dilakukan verifikasi dan validasi data. Penginputan rekening hingga mekanisme pencairan anggaran yang itu memang sudah sistematis,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Namun, lanjut dia, pihaknya menyakini semua warga terdampak akan dibantu dalam skema bansos. Bahkan, masyarakat bisa mengawasi atau mengontrol prosea tersebut secara mandiri.

“Sekaligus mengajukan data diri untuk mendapatkan bansos bila memang layak, melalui alamat web sibansos.malangkota.go.id,” sambung dia.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan, Wahyu Setianto menyampaikan, proses yang membutuhkan waktu cukup lama, yakni pada tahap proses validasi.

“Ini karena petugas kami harus ngecek apa benar nama A, nama B pada data, benar -benar layak diberikan bantuan,” kata Wahyu.

“Itu juga masih dilakukan crossing data dengan daftar penerima bansos lainnya. Karena jika sudah dapat dari yang lain, nama itu harus dikeluarkan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, penyaluran bansos kategori PKL ( Pedagang Kaki Lima) yang terdata melalui dinas terkait, dilakukan serentak melalui 5 kecamatan dan 57 kelurahan.

Sebelumnya, bansos untuk sopir angkutan kota dari total 781 penerima bantuan, tersisa kurang lebih 50 sopir yg belum mengambil dan akan diselesaikan pada Senin (18/5) melalui Dinas Perhubungan. Sedangkan bansos juru parkir (juru parkir) total 1.855 orang. Namun baru 930 orang yang mengambil. Sisanya juga ditargetkan tuntas pekan depan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Khofifah Optimistis PSBB Malang Raya Sukses Berkat RT/RW

Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Bakorwil III Malang, Sabtu (16/5). (Aziz Ramadani MVoice)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Bakorwil III Malang, Sabtu (16/5). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya, pada 17 – 30 Mei 2020, berjalan efektif. Sehingga mampu menekan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Efektivitas pelaksanaan PSBB di wilayah Malang Raya, harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya mulai dari tingkatan paling bawah, atau tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Khofifah menilai, langkah tersebut bahkan telah dilakukan oleh perkampungan di Malang Raya, sebelum PSBB resmi disetujui.

“Pencegahan efektif harus dilakukan dari unit terkecil, dan ini berbasis RW yang akan jadi komandan dari RT setempat. Ini adalah potensi yang luar biasa di Malang Raya,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, pendekatan untuk dapat menghentikan laju penyebaran COVID-19, satu-satunya adalah pencegahan.

“Pencegahan adalah kuncinya, dan harus dilakukan dari tingkatan paling bawah,” kata Khofifah.

Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat 86 kasus positif COVID-19 di Malang Raya. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 32 orang dinyatakan sembuh, yang terbagi dari Kota Batu dua orang sembuh, Kota Malang 12 orang sembuh, dan Kabupaten Malang 18 orang sembuh.(Der/Aka)

BNN Kota Malang