BPBD Jelaskan Mekanisme Penyemprotan Disinfektan, Antisipasi Aksi Kriminal

Petugas BPBD Kota Malang yang sedang melakukan penyemprotan desinfektan, di rumah duka atas permintaan RT/RW. (Ist)

MALANGVOICE – Modus baru kasus pencurian dengan mengaku sebagai petugas penyemprotan desinfektan masih didalami polisi.

Agar hal serupa tidak terjadi karena pelaku masih berkeliaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, memberikan penjelasan mengenai prosedur pelaksanaan penyemprotan disinfektan.

Menurut keterangan, Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam, Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Cornellia Selvyana Ayoe, pelaksaan penyemprotan desinfektan itu memerlukan pengajuan terlebih dahulu.

“Jadi kalau ada yang minta orang kampung, dari kantor, swasta atau publik, atau pihak manapun, itu selalu memberikan surat terlebih dahulu ke kantor,” ungkapnya.

Dari situ nanti, bakal diproses pihak BPBD atau PMI sebagai petugas yang berwenang melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, Selvyana juga menegaskan, jika ada penyemprotan yang dilakukan di lingkup RT/RW, pihaknya bakal meminta pendampingan. Baik itu dari perangkat setempat maupun warga sekitar.

“Kita kalau nyemprot di dalam rumah itu didampingi. Gak sendiri, kita kan satu tim ada berapa orang. Jadi gak satu rumah saja, nanti kita sebar, misalnya satu RT. Misalnya ada satu rumah yang positif Covid-19 yang disemprot itu satu RT-nya,” ujarnya.

Sedangkan untuk peralatan yang digunakan pastinya sesuai dengan standar protokol bagi petugas penyemprotan desinfektan. Mulai dari penggunaan baju Hazmat, sepatu boot, tabung penyemprot 16 liter, sarung tangan dan masker.

“Untuk yang pasien positif, disemprot alkohol untuk yang di kain-kain, chlorine untuk yang di jendela lantai dan yang berbau besi. Karena chroline kan gak bisa untuk sofa-soda yang kain,  dari kulit kan bisa merusak kalau chroline,” imbuhnya.

Diakhir, Sylvyana berpesan kepada Masyarakat dengan adanya kejadian pencurian dengan modus mengaku sebagai penyempotan desinfektan ini agar bisa lebih berhati-hati dan waspada.

“Hati-hati diminta suratnya dulu, sudah menembusi Pak RT belum, sudah diketahui belum. Sudah setuju belum warganya disemprot. Pak RT harus menghubungi ke BPBD sebagai garda terdepan penyemprotan,” pungkasnya.(der)

Ditinggal Istri, Pria Asal Temas Ditemukan Tewas di Hotel Malinda

Gambaran Kamar Hotel Malinda, yang menjadi TKP, (Ist).

MALANGVOICE – Warga dihebohkan dengan penemuan jenazah Nurhadi (49), yang sudah terbujur kaku di dalam kamar Hotel Malinda, Jalan Zainul Arifin, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Jumat (19/2).

Berdasarkan penjelasan Kapolsek Klojen, Kompol Akhmad Fani Rakhim, diketahui sebelumnya, korban merupakan warga asal Desa Gelonggong, Temas, Kota Batu. Ia tinggal bersama dengan istri sirinya.

“Sekitar bulan September 2020, korban bersama istri siri yang bernama Lilik Suprapti, mulai tinggal secara kost di kamar No 26 Hotel Malinda tersebut,” ungkapnya.

Dari situ, Fani membeberkan kronologis kejadian yang didapatkan dari hasil penyelidikan terkait penemuan jenazah tersebut.

Sejak empat bulan yang lalu korban sudah menderita gejala sakit lambung dan paru-paru. Dan selama itu istri sirinya yang merawat.

“Dan selama korban mengalami sakit, yang merawat adalah istri sirinya di dalam kamar nomor 26 tersebut,” ujarnya.

Kemudian diketahui mulai hari Kamis (18/2) kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB, salah satu saksi dimintai tolong korban membelikan makanan untuk istri sirinya.

Ketika saksi berada di dalam kamar melihat kondisi korban terbaring di atas tempat tidur. Sementara itu istri siri korban sedang mengemasi barang-barang.

“Tetapi karena pada saat itu istri siri korban tidak mau makan akhirnya saksi keluar dari kamar. Hingga pada pukul 18.30 WIB saksi melihat istri siri korban keluar dari kamar dan tidak kembali,” tuturnya.

Kemudian pada Jumat (19/2) sekitar pukul 09.00 WIB, saksi disuruh pihak management hotel untuk melihat kondisi korban.

Ketika saksi mendatangi kamar korban terlihat pintu sudah terbuka. Ia melihat korban dalam posisi terlentang di lantai kamar.

“Posisi kepala berada di sebelah selatan dan kaki di sebelah utara. Karena saksi melihat dari depan pintu bahwa korban sudah tidak bernapas lagi akhirnya memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak management hotel,” imbuhnya.

Akhirnya pihak management hotel melaporkan kepada pihak yang berwajib, selanjutnya langsung dilakukan penyelidikan di TKP.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Inafis Polresta Malang Kota, dan pemeriksaan awal di RSSA Malang, pada jenazah korban tidak di ketemukan tanda tanda bekas kekerasan,” pungkasnya.(der)

Kota Malang Bakal Pakai PJU Smart Sebagai Inventaris Masa Depan

Walikota Malang, Sutiaji, bersama dengan Sekertaris Daerah Kota Malang, Wasto dan pihak Swasta, (MG2).

MALANGVOICE – Kota Malang Bakal memakai Penerapan Jalan Umum (PJU) Smart yang memiliki teknologi lebih canggih. Ini dilakukan sebagai inventaris Kota Malang di masa depan.

Rencana ini setelah adanya penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Malang dengan PT Abhimata Citra Abadi dan PT Fokus Indo Lighting dalam rangka penyusunan studi kelayakan rehabilitasi dan efisiensi penerangan jalan umum.

“Sadar bahwa teknologi direncanakan untuk mengantisipasi kehidupan masa depan anak cucu, sehingga harus teknologi yang bisa mengantisipasi kebutuhan ke depan,” ungkap Head Office PT Abhimata Citra Abadi, Ruslan Rustam, Jumat (19/2).

Terkait kelebihan yang dimiliki PJU Smart ini terdapat pada teknologi yang memungkinkan dikomando secara profesional dan terpusat.

Selain itu dengan adanya kelengkapan fitur dari teknologi yang memungkinkan tingkat penghematan tinggi.

Dan terakhir untuk tiang lampu yang masuk dalam kategori kelengkapan PJU ini memiliki potensi pengembangan infrastruktur dan layanan Pemkot Malang ke depan.

“Tiang lampu sebagai aset menyimpan alat-alat produksi yang lain, untuk efektifitas kerja.Kita tahu tiang bisa dipasang cctv untuk monitoring, tiang bisa dipasang sensor untuk memonitor kondisi lingkungan, nah konsepsi ini yang kita tawarkan ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Ruslan ini juga menambahkan adanya PJU Smart ini bakal menjadi pertama kali di Indonesia.

“Di negara maju kita lihat sudah ada, di indonesia belum ada. Malang nanti yang pertama,” pungkasnya.(der)

Sengketa Belasan Tahun, Tanah di Tasikmadu Dieksekusi PN Malang

Eksekusi lahan di Tasikmadu. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang mengeksekusi lahan sengketa seluas 21 ribu meter persegi di Jalan Tenis Meja, Tasikmadu, Kota Malang. Eksekusi itu berjalan dengan pengawalan ketat anggota TNI-Polri, Kamis (18/2).

Eksekusi ini dilakukan setelah ada putusan inkrah dari PN Malang dengan nomor 19/Eks/2012/.Mlg jo no 168/pdt.G/2010/PN.Mlg. Sengketa ini dimenangkan pemohon, Tjandra Mierawati dari termohon, Ambar Pawitri, Totok Winarto, Rusfan Hadi Setiawan, Suharianto, dan Diyah Agustin.

Panitera PN Malang, Akhmad Hartono, mengatakan, dalam eksekusi lahan itu sudah ada tiga bangunan rumah. Sehingga pelaksanaannya memerlukan buldozer.

“Sebelum eksekusi, pemilih bangunan mengevakuasi atau memindahkan barang terlebih dahulu. Eksekusi berjalan lancar,” ujarnya.

Kuasa Hukum pemohon, Gunadi Handoko, menjelaskan, awal sengketa ini sudah berjalan mulai 2003 silam. Dari berjalannya sidang akhirnya pengadilan mengeluarkan putusan eksekusi pada 2011.

“Namun, pelaksanaan belum dilakukan selama 9 tahun. Akhirnya dilanjutkan lagi dan baru kemarin eksekusi lahan itu karena putusan inkrah sampai Mahkamah Agung,” kata Gunadi.

Gunadi mengatakan, sebelum eksekusi ini pihaknya sudah mengajukan penawaran kompensasi kepada tiga penghuni objek eksekusi, namun tidak ada tanggapan.

“Kami tidak ada masalah dengan penghuni objek bangunan atau rumahnya itu, tapi kepada termohon yakni Ambarwati selaku penjual. Jadi eksekusi itu hukum adalah final,” tegasnya.(der)

Pemprov Jatim Keluarkan Imbauan Siaga Hujan Lebat, Ini Langkah BPBD Pemkot Malang

Kepala BPBD Pemkot Malang, Alie Mulyanto. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Provinsi Jawa timur (Pemprov Jatim) mengimbau, mulai hari ini Jumat 19 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai 20 Februari 2021 pukul 07.00 WIB, bakal terjadi hujan lebat yang berdampak banjir dan terjadi di beberapa wilayah di Jatim.

Imbauan tersebut tertera dalam akun Twitter resmi Pemprov Jawa Timur. Untuk wilayah Malang berpotensi di level siaga karena akan ada hujan lebat di wilayah Jawa Timur dalam dua hari ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Alie Mulyanto mengatakan, dengan adanya imbauan tersebut dirinya akan terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang dan juga Kota Batu untuk mengantisipasi dan memberikan warning kepada masyarakat.

“Jadi kita akan koordinasi ya. Lalu juga memberikan warning kepada masyarakat berkaitan dengan potensi yang ada. Terus kedua, kita juga akan mempersiapkan SDM dari antisipasi yang kami laksanakan,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjut Alie, BPBD Pemkot Malang memetakan belasan titik rawan banjir dan longsor. Seperti di daerah IR Rais, Soekarno Hatta, Borobudur, S Parman dan Sawojajar.

“18 titik itu sudah kami petakan, lalu untuk potensi longsor itu ada di daerah aliran sungai. Jadi ini titik-titik yang menjadi perhatian kami bersama Pemkot Malang,” jelasnya.

Selain itu, tambah Alie, secara internal dirinya sudah mempersiapkan secara SDM untuk melakukan antisipasi, dan mempersiapkan logistik, pompa portabel dan senso.

“Belasan titik yang rawan banjir, titik-titik itu yang menjadi perhatian kami bersama tim dari Pemkot Malanh,” tukasnya.(der)

Urban Farming Arema, Cara Dispangtan Gerakkan Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Ade Herwanto, saat diwawancarai awak media, (MG2).

MALANGVOICE – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertani (Dispangtan) Kota Malang, membahas rencana program bertajuk Urban Farming Arema. Hal ini sebagai bentuk upaya penguatan ketahanan pangan dimasa pandemi covid-19.

Menariknya, dalam pembahasan Urban Farming Arema ini, Dispangtan Kota Malang menggandeng beberapa kelompok guna melancarkan program tersebut.

“Instrumen Pentahelix ada semua mulai dari Pemerintah Daerah (Dispangtan), Pebisnis, Akademisi, Komunitas (PKK, TNI/Persit, Jaringan ponpes Malang, Aremania, Milenial), dan pers,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Ade Herwanto saat diwawancarai awak media, Jumat (19/2).

Menurut Sam Ade d’Kross sapaan akrabnya, dengan adanya instrumen pentahelix ini. Dirinya mengasumsikan bisa menjadi dukungan untuk Program Urban Farming Arema yang rencananya bakal dilakukan mulai pekan depan.

“Setelah satu visi semangat dan mendukung tinggal mengarahkan sesuai peraturan yang berlaku on the right track. bisalah dimulai pekan depan secara bertahap sesuai timeline,” ujarnya.

Meski begitu, program ini memang masih memerlukan tahapan-tahapan dan langkah yang perlu dijalankan sesuai timeline dan action plan.

Sementara itu, Ade juga bakal memfokuskan pada trading yang nanti akan jadi bagian dari upaya program Urban Farming Arema ini.

“Saiki lho misal nandur tok gak anok sing tuku ganok sing kulak kan yo percuma,” tuturnya.

Bersamaan dengan adanya Kunjungan Kerja (Kungker) dari DPRD Kota Malang, Komisi B, memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dibentuk Dispangtan Kota Malang.

“Sebetulnya kami sangat mengapresiasi, apa yang dilakukan dinas yang baru. Dari program kegiatan 2021 kan sudah konkrit dengan APBD 2021,” ungkap Drs. H. Rahman Nurmala, MM, dari komisi B DPRD Kota Malang.

Dirinya juga bakal mensupport dan mendorong Program Urban Farming Arema, agar bisa lebih mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat dalam hal ketahanan pangan.

“Kami dari komisi B sebagai mitra, tentunya sangat support dan mendorong agar bisa lebih mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat,” pungkasnya.(der)

Respon Pandemi, Disparta Kota Batu Luncurkan Inovasi Dewi Sandra

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq. (Aan)

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu membuat inovasi demi merespon keadaan pariwisata kala pandemi covid 19. Inovasi yang diluncurkan Disparta ialah Desa Wisata Sehat Aman dan Ramah (Dewi Sandra).

Dengan inovasi itu Disparta dapat menduduki peringkat 10 terbaik kompetisi inovasi pelayanan publik (KOVABLIK) di tingkat lokal. Dengan prestasi ini, Disparta menargetkan inovasi ini dapat bersaing di tingkat provinsi.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menjelaskan bahwa inovasi ini diluncurkan demi meraih kepercayaan wisatawan untuk berwisata di Kota Batu. Pasalnya dengan inovasi ini Disparta menjamin kemanan kesehatan wisata di Kota Batu khususnya di tingkat desa wisata.

Demi mendukung daya tarik wisatawan Arief mendorong pengelola untuk menyediakan paket wisata, layanan hingga pertunjukan wisata. Ketiganya harus berbasis keramahtamahan juga jaminan protokol kesehatan.

“Desa wisata lebih menonjolkan potensi lingkungan. Kearifan lokal yang ada dapat menjadi daya tarik alternatif. Karena minat wisatawan yang mengendor di masa pandemi,” imbuh Arief.

Rata-rata desa wisata berada di lahan terbuka. Pihaknya menarik ke destinasi wisata alam yang di situ ada beragam tanaman toga juga layanan kuliner yang sehat.

“Contohnya, seperti di Pasar Wisata Beringharjo, Desa Junrejo. Di tempat itu sudah dilaksanakan layanan protokol kesehatan dan pengelolaan sanitasi yang baik. Ditambah pula dengan keasrian alam di tempat wisata yang menyajikan jajanan kuliner,” urai Arief.

Ia mengatakan, program inovasi Dewi Sandra ini telah diterapkan di semua desa wisata di Kota Batu. Pihaknya juga menargetkan tahun 2021, desa wisata dapat eksis. Strategi pengelolaan desa wisata juga telah disosialisasikan ke tiap desa/kelurahan.

“Dan sudah ada progres yang sangat baik. Khususnya, di Desa Pandanrejo, Desa Bumiaji, Desa Pendem, Kelurahan Ngaglik,” urai Arief.

Di sisi lain, Disparta Kota Batu menyiapkan strategi pengembangan desa wisata. Agar dapat melecut pertumbuhan desa wisata yang dapat menarik minat kunjungan.

Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo salah satu desa yang kini digarap. Disparta mengembangkan potensi kuliner serta mengangkat wisata keberagaman agama. Kelembagaan pengurus dan penambahan destinasi juga telah disiapkan.

“Mojorejo kami angkat potensi kulinernya. Di situ ada UMKM olahan krupuk. Kemudian wisata keberagaman agama. Juga ada wisata rafting di Mojorejo,” ujar Arief.(der)

DPUPR-PKP Pemkot Malang Maksimalkan Pembersihan Saluran Atasi Genangan Air

Kepala DPUPR-PKP Pemkot Malang, Hadi Santoso. (Toski D).

MALANGVOICE – Mengantisipasi timbulnya genangan air akibat curah hujan tinggi dikarenakan dampak cuaca hidrometeorologi, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tingkatkan pembersihan di beberapa saluran air atau drainase.

“Untuk mengantisipasi genangan air itu, kami melakukan pembersihan saluran-saluran, ya keliling, mereka melakukan pengambilan sampah-sampah di saluran itu,” ungkap Kepala DPUPR-PKP Pemkot Malang, Hadi Santoso, saat ditemui awak media di Balai Kota Malang, Jumat (19/2).

Pria yang akrab disapa Sony ini menjelaskan, dalam kegiatan pembersihan tersebut dilakukan disaat cuaca tidak hujan maupun hujan.

“Jika dalam kondisi hujan, kami juga berkoordinasi dengan teman-teman di dinas perairan propinsi untuk posisi buka tutupnya pintu air di bendungan atau dam sengkaling dan dam lukir,” jelasnya.

Sebab, lanjut Sony, kedua Bendungan tersebut merupakan pengatur air yang mengalir di sungai-sungai Kota Malang untuk mengurangi debit air sungai yang melintas di Kota Malang.

“Karena itu aliran yang masuk ke Kota Malang. Termasuk satu pintu air yang di jalan kelapa sawit, kalau itu dibuka penuh bisa mengurangi genangan air di jalan I.R Rais,” terangnya.

Sedangkan, tambah Sony, untuk normalisasi saluran air atau drainase, dirinya akan lebih intens berkoodinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, untuk drainase yang di wilayah Pemkot Kota, akan langsung dilakukan normalisasi.

“Jadi kita all out lah. Kita lihat dulu status salurannya itu asetnya dinas perairan provinsi apa buka, jika milik provinsi maka kita harus koordinasikan. Kalau itu drainase kota harus kita normalisasi,” tukasnya.(der)

Perumda Tugu Tirta Ajak PWI Malang Raya Bermitra Strategis

Direktur Utama PDAM Kota Malang M Nor Muhlas. (Aziz Ramadani/ MVoice)

MALANGVOICE – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta (dulu PDAM) Kota Malang mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya untuk bersinergi dan bermitra strategis yang dapat memberikan edukasi pada masyarakat dalam setiap pemberitaan.

“Saya kira apapun yang dilakukan tanpa dipublikasi, tidak akan ditahui oleh masyarakat. PWI ini organisasi yang sudah lama dan legal, maka perlu menjadi mitra strategis kami,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas, saat dikonfirmasi, Kamis (18/2).

Apalagi, lanjut Muhlas, hubungan antara PWI dan Perumda Tugu Tirta, selama ini sudah terjalin dengan baik dan harmonis, ini harus tetap dilanjutkan.

“Hubungan ini perlu kita jaga, untuk pengurus yang baru ini diharapkan bisa selalu bersinergi, dengan menciptakan karya tulisan yang bisa menciptakan suasana kondusif di Malang Raya,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Muhlas, dengan terjalinnya kerjasama sebagai mitra strategis tersebut, diharapkan dapat menangkal adanya berita hoax atau tidak benar.

“Sebagai wartawan yang tergabung dalam PWI, diharapkan dapat memberitakan hal-hal yang menyejukkan Malang Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya Cahyono mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

“Saya mengapresiasi apa yang telah ditentukan oleh Pak Muhlas (Dirut Perumda Tugu Tirta, red), karena kerjasama antar dua lembaga sangat diperlukan,” tandasnya.(der)

PPKM Mikro Berdampak Penurunan Jumlah Pasien Covid-19 di RSSA Malang

Gambaran didepan Pintu Masuk RSSA Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berjalan selama 10 hari memberikan dampak baik. Terlihat dari penurunan jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSSA Malang.

Menurut penjelasan Direktur Utama RSSA Kota Malang, dr Kohar Hari Santoso, penurunan jumlah pasien itu terlihat dari jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) sepekan lalu berada di angka 43,4 persen, sedangkan data pekan ini berada di angka 39 persen.

“Akhir-akhir ini memang ada penurunan jumlah pasien. Yang jelas berseiring ada kegiatan PPKM, jumlah kasusnya menurun,” ungkapnya, Kamis (18/2).

Sementara itu, Kohar bersama jajarannya melakukan pemantauan dari data keluar masuk pasien kebanyakan berada pada usia produktif. Dan mayoritas pasien yang dirawat di RSSA berasal dari daerah Malang Raya, sisanya dari luar daerah.

“Kami juga melihat antara pasien yang keluar dari RS dengan jumlah yang masuk sekarang lebih banyak yang keluar dari RS. Yang keluar itu usianya banyak di usia produktif, itu paling banyak usia 30 tahun,” ujarnya.

Namun, Kohar mengatakan untuk jumlah data pasien perharinya itu selalu mengalami perubahan.

“Untuk jumlah rata-rata perharinya itu kan fluktuatif jadi saya belum bisa memastikan datanya,” tuturnya.

Meski begitu, dirinya sudah menyiapkan langkah antisipasi jika nantinya ada lonjakan pasien yang masuk ke RSSA Malang, seperti menyiapkan beberapa ruangan untuk dijadikan ruang incovit.

Selain itu, Kohar juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi peraturan tentang penerapan protokol kesehatan secara ketat, agar terhindar dari covid-19.

“Makanya titip ke masyarakat, kita tidak bisa menyelesaikan Covid-19 dengan hanya menambah tempat tidur saja. Maskernya tolong dipakai. Cuci tangan rajin. Jangan berkerumun. Jaga imunitas, jangan begadang,” pungkasnya.(der)