01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Dianggap Terapkan MBKM Secara Mandiri, Polinema Jadi Tuan Rumah Kampus Merdeka Fair 2022

Pembukaan Kampus Merdeka Fair 2022. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) ditunjuk menjadi tuan rumah Kampus Merdeka Fair 2022. Acara ini digelar mulai 9-10 November 2022.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, membuka langsung acara yang diinisiasi Kemenritekbud di Graha Polinema.

Ia mengatakan, acara ini merupakan rangkaian menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kebijakan MBKM diluncurkan pada tahun 2020 sebagai sebuah langkah transformasi pendidikan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Sejak 2021, sejumlah program flagship diluncurkan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan hak belajar di luar kampus selama dua semester.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo. (Deny/MVoice)

Baca Juga: Dispora Optimistis Kontingen Kabupaten Malang Raih Lima Besar di Ajang POPDA XIII 2022

Polres Bakal Berkoordinasi dengan Kejari terkait Dugaan Pungli SMAN 1 Kota Batu

Program flagship MBKM meliputi program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Kampus Merdeka (KM), Wirausaha Merdeka (WMK), dan Praktisi Mengajar (PM).

Selain keenam program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, mahasiswa juga dapat mengikuti program MBKM yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi, atau yang disebut dengan Kampus Merdeka Mandiri.

“Kami sebagai tuan rumah yang ditunjuk kementerian sangat terima kasih. Jadi ini bagian upaya terkait dengan menyukseskan program Kampus Merdeka, ini adalah sebuah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi Polinema,” kata Supriatna.

Menurutnya, Polinema berusaha ikut menjalankan program dari pemerintah, termasuk MBKM ini.

“Kami kontribusi sukseskan program ini. Karena salah satu program yang nanti diharapkan jadi program yang bisa siapkan calon generasi penerus kendepan dengan berbagai macam kompetensi dan keahlian menyangkut hardskill. Tapi yang ridak kalah penting softskill dan karakter,” lanjutnya.

“Setiap kali kegiatan flagship kami berupaya berpartisipasi, mungkin salah satunya kegiatan IISMAVO,” imbuh Supriatna.

Lebih lanjut, Supriatna menjelaskan, dalam event ini ada beberapa sesi sharing. Antara lain collaborative insight.

Tujuannya adalah bisa sharing berbagi apa yang sudah dilakukan kampus lain, apalagi yang sudah meberapkan MBKM, berbagi pengalaman itu penting.

“Karena banyak tantangan, jadi yang penting pengalaman apa yang didapatkan, itulah sesi siang ini dibagi. Juga buka peluang bisa kerja sama kolaborasi sinergi antar kampus. Termasuk dengan industri dan mitra, kita bisa berikan sebuah penjelasan, yang nanri diharapkan memperkuat pelaksaan program ke depan,” tegas Supriatna.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menyampaikan bahwa program-program inovasi MBKM bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan luar kelas, meraih berbagai pengalaman pembelajaran, dan membangun jejaring dalam rangka menyiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang terampil dan kompeten.

“Melalui Kampus Merdeka Fair para mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, serta mitra industri dan mitra lembaga pemerintah dapat mengenal lebih dalam program-program MBKM dan berbagi pengalaman serta gagasan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program,” kata Kiki.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang 3 Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Nurhadi Irbath, menjelaskan, Kampus Merdeka Fair 2022 dilaksanakan di enam kota. Tiap lokasi yang terpilih sudah dianggap mampu menjalankan MBKM dengan baik.

“Acara ini ada 60 lebih perguruan tinggi yang ikut bergabung. Supaya kampus yang hadir belajar langsung dari kampus yamg dinilai bagus oleh kementerian,” jelasnya Nurhadi.(der)

UIN Malang Segera Punya Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker

FKIK UIN Malang menggelar acara tasyakuran dan santunan anak yatim dan dhuafa di Ruang Sebaguna lt. 3 Gedung Al Biruni, Kampus 3 FKIK UIN Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang segera memiliki program studi baru, yakni Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA).

Hal ini setelah pada 14 Oktober 2022 status di Sistem Informasi Layanan Perizinan Kelembagaan Perguruan Tinggi (SILEMKERMA) berubah menjadi ‘direkomendasikan’, disusul dengan terbitnya SK Kemendikbudristek No. 778/E/O/2022 tanggal 24 Oktober 2022 sekaligus menandai izin berdirinya Prodi Profesi Apoteker di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Karena hasil yang sudah lama ditunggu ini, FKIK UIN Malang menggelar acara tasyakuran dan santunan anak yatim dan dhuafa di Ruang Sebaguna lt. 3 Gedung Al Biruni, Kampus 3 FKIK UIN Malang.

Baca Juga: Wali Kota Malang Minta Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Dalam Pengarusutamaan Gender

POSSI Kabupaten Malang Sumbang Tiga Medali Pertama di POPDA XIII 2022

Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan FKIK UIN Malang.

Meskipun baru berumur 6 tahun, sudah mampu menorehkan banyak sekali prestasi mulai dari peningkatan akreditasi Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter hingga Pendirian Prodi Pendidikan Profesi Apoteker ini.

“Saya berpesan, agar civitas FKIK sekalian tetap memiliki jiwa ‘perintis’, yang senantiasa bersemangat dalam berjuang bagi kemajuan institusi”, kata Prof Muhtadi.

Perjalanan pendirian PSPPA FKIK UIN Malang tergolong cukup panjang dan penuh perjuangan.

Terhitung, sejak 31 Agustus 2018 dibentuk tim penyusun borang dalam rangka pengusulan pendirian program studi baru.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 bidang Akademik, Prof. Dr. Apt. Roihatul Mutiah, S.F., M.Kes, menyampaikan, sejak 28 Desember 2019 sebetulnya Prodi Farmasi UIN Malang berhasil memperoleh rekomendasi Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) melalui proses pengajuan dan visitasi yang panjang.

Berbekal surat rekomendasi tersebut, UIN Malang kemudian mengajukan pendirian program studi ke Kemenristek (pada waktu itu) Republik Indonesia.

“Namun, selama periode 2019 akhir tersebut hingga satu tahun kemudian, izin bagi pembukaan prodi tidak kunjung diperoleh. Upaya demi upaya selama 2 tahun terus dilakukan, mulai dari berkirim surat, audiensi, hingga visitasi dilakukan demi diberikannya izin pembukaan Prodi,” katanya.

Acara Tasyakuran Pendirian Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga dihadiri oleh Rektor, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A.

“Setelah kita kini akan meluluskan para dokter, kemudian nanti para apoteker, semoga para dokter dan apoteker lulusan UIN Malang ini kelak akan menjadi para nakes yang amanah, professional dan berakhlak karim,” pesan Prof. Zain sebelum membuka acara santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.(der)

Kuatkan Komitmen Ramah Anak, Disdikbud Pemkot Malang Bentuk Satgas Anti-Bully

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala Disdikbud Pemkot Malang Suwarjana senam berama anak-anak usia dini di Stadion Gajayana. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Komitmen menguatkan kota ramah anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkot Malang membentuk Satgas Anti-Bully.

Kepala Disdikbud Pemkot Malang, Suwarjana, mengatakan, satgas ini sudah ada mulai tingkat TK sampai SMP.

“Kami selalu tekankan anti bully di sekolah sekolah yang bahkan kami buatkan satgas anti buli mulai TK, SD, SMP. Tapi kalau TK kan jarang, biasanya di SD karena mereka sudah beranjak besar,” katanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus DBD, Upaya PSN Digencarkan

14 Negara Ikuti AICoBPA 2022, Bahas Membangun Masyarakat Tangguh Pasca-pandemi

Satgas ini terbentuk dan beranggotakan dari siswa sendiri, tentunya dengan pendampingan guru di sekolah. Harapannya apabila ada anak yang dibully bisa langsung ditangani atau dibantu.

Suwarjana menambahkan, siapapun yang menjadi korban bully jangan pernah takut untuk melapor. Laporan bisa dari siswa itu sendiri atau melalui orang tua.

“Makanya kami selalu tekankan kalau ada anak yang mencurigakan, diam itu pasti dibully. Tidak boleh takut melaporkan. Kalau tidak bisa ke guru, ke satpam, orang tua. Orang tua ini yang kemudian kami harapkan informasinya,” harapnya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, predikat ramah anak akan terus dikuatkan. Banyak komponen yang harus dijalani atau dipatuhi termasuk tidak adanya bullying.

“Saya juga tekankan tak ada bullying. Karena karakter Indonesia tidak ada bullying,” tegasnya.(der)

14 Negara Ikuti AICoBPA 2022, Bahas Membangun Masyarakat Tangguh Pasca-pandemi

Dekan FIA UB, Prof Andy Fefta Wijaya bersama ketua panitia AICoBPA 2022. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 14 negara turut hadir mengikuti Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) 2022 yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB).

AICoBPA 2022 ini digelar mulai 2-3 November secara virtual. Acara ini sekaligus menyambut Dies Natalis FIA UB ke 62.

Dekan FIA UB, Prof Andy Fefta Wijaya, mengatakan, tujuan besar AICoBPA 2022 adalah sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang didasarkan pada penelitian dosen baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Sisa Dua Bulan Akhir Tahun Kota Malang Alami Inflasi

PSI ‘Disemprit’ Bawaslu Kota Batu Gara-gara Pasang Baliho Capres 2024

PWI Malang Raya Matangkan Persiapan Porwanas 2022

Berkaitan dengan bidang-bidang keilmuan
yang ada di menjadi fokus kajian dan pengembangan FIA UB, maka cakupan dari
AICoBPA ini adalah pada bidang administrasi bisnis, perpajakan, pariwisata, administrasi publik, ilmu perpustakaan dan informasi, dan administrasi pendidikan.

Tema besar yang diusung dalam AICoBPA tahun ini adalah “Reshaping Resilient Society in the Post Pandemic through Economic Improvement and Governance”.

Tema ini berkaitan erat dengan terjadinya pandemi Covid19 yang memukul banyak sektor, di antaranya adalah sektor-sektor yang selama ini menjadi fokus kajian program program studi di FIA UB, seperti sektor bisnis, sektor pariwisata, dan sektor
pendidikan.

“Dari sini bisa saling bertukar pikiran dari pakar, hingga nanti dapat masukan untuk membangun masyarakat tangguh pasca pandemi,” katanya.

Ketua Pelaksana AICoBAP 2022, I Gede Eko Putra Sri Sentanu, menjelaskan, sudah ada 178 peserta dari 14 negara dan 51 institusi yang bergabung.

Acara ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama akan menghadirkan Deputi Perencanaan Investasi Kementerian Investasi, Indra Darmawan. Tokoh unsur pemerintah itu akan memaparkan prespektif dari sisi kebijakan nasional.

Pada sesi kedua, 6 akademisi akan memaparkan prespektif dari bidang keilmuan masing masing. Mulai Dr Gabriel Badje dari University of the Gambia, Prof Mehmet Huseyin Bilgin dari Istanbul Medeniyet University (Turki).

Kemudian Dr Kritsachai Somsaman dari Deputy Director South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, sebuah asosiasi para menteri pendidikan di kawasan Asia Tenggara dan berkedudukan di Bangkok, Thailand. Lalu juga ada Prof Hadrian G Djajadikerta dari Edith Cowan University (Australia)

Selanjutnya ada Agung Nugroho Luthfi Imam dan Wike dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

“Kami berharap bisa beri kontribusi positif. Sehingga apa yang diberikan ke kita dapat dipresentasikan dan disampaikan ke muka umum,” harapnya.(der)

Bentuk Mahasiswa Pancasilais, Polinema Selenggarakan Kuliah Tamu Harmonisasi Agama dan Pancasila

Kuliah Tamu Harmonisasi Agama dan Pancasila dalam Bingkai Indonesia” (istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Kuliah Tamu dengan tema “Harmonisasi Agama dan Pancasila dalam Bingkai Indonesia”.

Acara ini mengundang narasumber Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. DR. H. Imam Suprayogo, M.Si.

Sebanyak 320 mahasiswa Polinema mengikuti kuliah tamu yang diadakan di Auditorium Gedung Teknik Sipil dengan dipandu Dr Mohamad Sinal, SH., MH., M.Pd.

Acara kuliah tamu ini dibuka Pembantu Direktur III, Dr. Eng. Anggit Murdani, ST., M.Eng. Pudir III menyambut baik penyelenggaraan kuliah tamu ini dalam rangka membangun karakter mahasiswa. Pudir III mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo, M.Si. sangat menarik.

Harmonisasi Agama dan Pancasila dalam Bingkai Indonesia”. (Istimewa)

Baca Juga: Komite SMAN 1 Kota Batu Menampik Dugaan Pungli Sumbangan Sukarela

Dugaan Pungli SMAN 1 Kota Batu, Sumbangan Sukarela tapi Nominalnya Ditentukan

“Indonesia memiliki nilai yang sangat bagus, yang secara potensi dan keberagamannya tidak dimiliki negara lain, Sehingga kita harus bangga memiliki nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama,” kata Pudir III.

Ketua Panitia, Ahmad Bahaudin Almufaro, S.Pd.I., M.Pd.I. mengatakan kuliah tamu ini diikuti mahasiswa dari berbagai jenjang.

“Adanya kuliah tamu ini diharapkan agar tidak ada pertentangan antara agama dan Pancasila serta mahasiswa Polinema diharapkan menjadi mahasiswa yang Pancasilais sejati,” katanya.

Kepala UPT MKU, Hairus Sandi, SH.,MH., mengatakan Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang berbentuk kesatuan meskipun memiliki banyak agama, suku dan ras.

Pancasila mampu menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diharapkan agama dan Pancasila sebagai ideologi negara tidak dibenturkan dengan sebuah kepentingan yang sifatnya mikro maupun makro.(der)

Tumbuhkan Karakter, 6.660 Anak Usia Dini Ikuti Gebyar Senam dan Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Pendidikan Paud se-Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Bunda Paud Kota Malang, Widayati dan Kadisdikbud Pemkot Malang Suwarjana ikuti gerakan senam bersama ribuan anak usia dini di Stadion Gajayana. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkot Malang menggelar Gebyar Senam Kreasi Anak Indonesia dan Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Pendidikan Paud se Kota Malang, Sabtu (29/10).

Acara yang diikuti 6.660 pelajar dari tiap kecamatan ini dipusatkan di Stadion Gajayana dan dibuka Wali Kota Malang, Sutiaji.

Seluruh anak didik usia dini ini sangat antusias memadati arena lapangan dalam Stadion Gajayana sejak pagi. Mereka lalu berkumpul dan mengikuti gebyar senam kreasi anak Indonesia.

Baca Juga: Mundur Sebagai Presiden Arema, Gilang: Saya Kembali Jadi Aremania

Rumah Petugas Lapas Dilempar Bom Jenis Bondet, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pelepasan balon di dalam Stadion Gajayana. (Deny/MVoice)

Wali Kota Malang, Sutiaji didampingi Bunda Paud Kota Malang, Widayati Sutiaji bahkan turun langsung mengikuti gerakan senam tersebut.

Selain itu sekitar 800 an guru HIMPAUDI menarikan Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila dan Malang Seger.

Setelah itu, Sutiaji menyampaikan, acara ini digelar sebagai peringatan Hari Anak Nasional dan Sumpah Pemuda.

Ia mengatakan anak adalah bagaikan mutiara, sehingga perlu polesan dari orang tua maupun pendidik agar bisa bersinar menjadi anak yang berguna bagi masa depan. Apalagi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Anak didik ini mutiara, jadi tidak bisa langsung bersinar, perlu diasah butuh kesabaran, tidak bisa muncul langsung itu,” kata Sutiaji.

Dengan acara semacam ini, kata Sutiaji bisa membantu membentuk karakter pada anak usia dini. Karena dieketahui saat ini banyak arus budaya luar yang masuk ke Indonesia dan mudah sekali ditiru anak-anak.

Gebyar Senam Kreasi Anak Indonesia dan Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila Pendidikan Paud se Kota Malang. (Deny/MVoice)

“Senam kreasi mendorong anak bangga jadi anak indonesia, Pacasilais. Jadi mulai sedini mungkin anak anak ditanamkan karakter bangsa,” kata Sutiaji.

“Jadi dimitigasi supaya anak anak tidak mudah terpengaruh. Anak usia emas ini biasanya daya rekamnya luar biasa. Jadi ini mitigasi dan literasi untuk membangun karakter anak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pemkot Malang, Suwarjana, mengatakan, acara ini digelar pertama kali setelah terhalang pandemi selama dua tahun.

Ia sangat mengapresiasi antusiasme dari siswa dan wali murid yang hadir berpartisipasi dalam acara ini.

“Kegiatan ini sudah vakum 2 tahun lebih. Alhamdulillah sekarang bisa terlaksana lagi dan antusianya luar biasa. Target kami 7 ribu tapi ini 6.660 anak terlibat, tentu sudah luar biasa,” kata Suwarjana.

Acara semacam ini diperlukan untuk pendidikan anak usia dini. Dengan begitu, anak-anak sekaligus belajar bagaimana berinteraksi dengan anak lain dari beda sekolah, mengenal budaya dan banyak lainnya.

“Ini sebagai tonggak bahwa anak anak adalah generasi emas, dengan kita kenalkan dengan anak lain, masyarakat, saling bantu, mengalah, mengantre hingga pengetahuan budaya. Ini memang harus kita pupuk dan diajarkan ke anak anak kita,” tandasnya.(der)

dr Gamal: “Kalau Kamu Tidak Mengejar Mimpimu, Orang Lain akan Membayarmu untuk Mengejar Mimpi Mereka”

dr Gamal Albinsaid. (istimewa)

Penulis: Ganes Danastri Pratista Aura Afra

MALANGVOICE – Lewat Malang Cerdas dr Gamal Albinsaid mengajak generasi muda khususnya pelajar untuk meraih prestasi dan berani menggapai mimpi.

“Jadi Malang Cerdas itu memiliki satu visi utama, yaitu mendorong pelajar SMA, SMK, MA, dan SMP untuk bisa berprestasi dan menggapai mimpi,” ucap dr. Gamal, saat ditemui usai kegiatan Malang Entrepreneur Summit dengan tema : Muda, Berkarya, Berdampak’, di Dome UMM, Malang, Selasa (25/10/2022).

Menurut dr. Gamal, berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini milenial membutuhkan perhatian untuk menggapai mimpi mereka.

“Apa yang saya lihat dan pelajari, anak milenial ini ada yang ingin melanjutkan kuliah, ada yang ingin menjadi content creator atau ada juga yang mau jadi entrepreneur dan ada yang mau bekerja,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dr. Gamal, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjawab salah satu dari empat keinginan besar generasi muda, yaitu bagaimana cara menjadi entrepreneur yang handal.

“Hari ini milenial bisa belajar tentang entrepreneur, dan kita ingin mereka belajar dari yang terbaik, yaitu Bang Sandi (Sapaan akrab Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno). Beliau termasuk salah satu enterpreneur top dan pernah masuk sebagai salah satu diantara 40 orang terkaya di Indonesia,” terangnya.

“Tapi yang menarik, walaupun seorang pengusaha, beliau tidak lupa dengan sosial. Bukan hanya berpikir ‘how to make money’, tetapi juga berpikir ‘how to solve social problem’. Seperti pesan bang Sandi, entrepreneurship itu bukan profesi, melainkan sebuah mindset. Yakni, mindset yang terdiri dari kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif, kreatif, serta leadership,” tambahnya.

Dengan begitu, dr Gamal berpesan agar generasi muda berani mengejar mimpi.
“Karena jika adik-adik tidak mengejar mimpinya, maka suatu hari orang lain akan membayar untuk mengejar mimpi mereka.”

Indonesia sedang memasuki bonus demografi, yaitu potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur usia penduduk. Menurut dr. Gamal, Indonesia memiliki tiga kekuatan, yaitu teknologi digital, bonus demografi, dan generasi muda yang potensial.

“Saya yakin masa depan bangsa ini bukan di tangan orang-orang utopis yang hanya mengkritik tanpa berbuat sesuatu yang nyata, melainkan di tangan orang-orang yang mampu mengenali permasalahan yang ada, lalu bekerja keras untuk menyelesaikannya,” tukasnya.

*Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca setia Malangvoice.com, redaksi Malangvoice tidak bertanggung jawab atas isi artikel tersebut*

Wisuda ke-59 Polinema, Kukuhkan 926 Wisudawan

Wisuda ke-59 Polinema. (istimewa)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar wisuda ke-59 pada Ahad (23/10). Total ada 926 wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan dan Diploma III yang hadir dalam wisuda secara offline itu.

Acara wisuda tahap III dihadiri Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, Dr. Henri Togar Hasihalon Tambunan, SE., MA., mantan Direktur Polinema, Prof. Dr. Umar Nimran, dan Ika Polinema.

Wisuda ke-59 Polinema. (istimewa)

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., mengatakan, pada wisuda tahap II yang dilaksanakan pada 22 Oktober 2022, telah dilaksanakan peluncuran ijazah fisik dengan Tanda Tangan Elektronik, Ijazah Digital, dan Legalisir Digital.

“Ini adalah inovasi dan terobosan baru pada administrasi akademik kampus di Politeknik Negeri Malang. Bukti nyata komitmen kami untuk terus berinovasi dan bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik baik menuju Good Governance,” kata Supriatna.

Henri Togar Hasiholan Tambunan. (Istimewa)

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, SE., MA., dalam sambutannya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada civitas akademika Politeknik Negeri Malang.

“Saya berharap pada wisudawan kedepannya akan menjadi orang sukses dan entrepreneur. Untuk menjadi negara maju, kita masih membutuhkan 10 persen pengusaha dari total populasi Indonesia dan ini ada di pundak khususnya di lulusan politeknik,” kata Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi.

Lulusan politeknik dapat membuka lapangan pekerjaan dan menjadi pengusaha karena sistem pembelajarannya dan kurikulumnya mengutamakan kompetensi. Mahasiswa perguruan tinggi vokasi banyak yang telah bekerja sebelum mengikuti wisuda. Diharapkan para wisudawan tidak mudah menyerah dan memperbanyak networking melalui alumni maupun pertemanan untuk mendapatkan peluang.(der)

Dari Lombok ke Malang, Perjuangan Bapak Gantikan Wisuda Anaknya yang Lumpuh 4 Tahun di Polinema

M Khoiri menggantikan anaknya menerima langsung ijazah dari Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo. (Humas Polinema)

MALANGVOICE – Muhammad Khoiri (60) menjadi perhatian ketika diminta naik ke panggung wisuda Politeknik Negeri Malang (Polinema) ke-58 pada Sabtu (22/10).

Ia secara khusus dipanggil menghadap Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo untuk menerima ijazah tanda kelulusan anaknya, Muhammad Huzaifah.

Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Prodi D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi ini terpaksa tak bisa hadir dalam wisudanya karena mengalami lumpuh di kedua kaki.

Baca Juga: Lulusan Polinema Tahun Ini Dapat Ijazah Digital, Diklaim Lebih Aman dari Pemalsuan

M Khoiri menunjukkan foto anaknya. (Deny/MVoice)

Khoiri datang sendiri ke Malang dari Lombok, NTB demi bisa menggantikan momen berbahagia tersebut. Ia sendiri tak menyangka sekaligus bangga sang anak mampu menyelesaikan studi di Polinema meski lumpuh selama 4 tahun terakhir.

“Gak nyangka saya, padahal sakit tapi bisa lulus. Alhamdulilah,” kata Khoiri.

Ia menceritakan anaknya masuk Polinema pada 2016 lalu. Selama tiga tahun menempuh pendidikan, Huzaifah dikatakan Khoiri adalah anak pendiam namun memiliki prestasi.

Khoiri mengingat anaknya pernah meraih peringkat pertama lomba tingkat nasional pada semester 5 lalu.

“Tiga tahun menempuh ilmu pernah juara satu lomba tingkat nasional. Tapi setelah itu anak saya lumpuh, dokter bilang kena syaraf,” lanjutnya.

Khoiri sempat bingung penyebab anaknya lumpuh hingga sekarang. Padahal, sebelumnya Huzaifah hanya keseleo biasa setelah ikut karate. Berbagai upaya dilakukan untuk kesembuhan putra ketiganya ini, sampai menemui Gus Idris bahkan Gus Samsudin yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Setelah keseleo main karate kok kakinya lama-lama bengkak. Diperiksa ke dokter bingung ini syaraf apa bukan. Sudah 4 tahun berobat kesana kemari, tapi belum bisa bangun,” jelas pria berpeci tersebut.

Bapak yang sehari-hari mengajar di SMP 2 Gunung Sari Lombok Barat ini menjelaskan selama sakit, anaknya tetap melanjutkan kuliahnya dengan rajin. Bahkan semasa sebelum pandemi Covid-19, ia menemani Huzaifah pulang-pergi Lombok-Malang untuk kuliah.

Akan tetapi, hal itu tidak dilakukan terus menerus dan lebih memilih kuliah online di rumah. Beruntung di Polinema banyak dosen yang mendukung perkuliahan Huzaifah secara online sampai menuntaskan tugas akhir dan skripsi.

“Alhamdulilah banyak dosen yang membantunya sampai di tahun terakhir ini. Kadang kalau sakitnya kumat itu sampai kejang, jadi nyusun skripsi itu nyari orang yang ketik, anaknya yang ngomong,” ujar Khoiri.

Sebagai orang tua, Khoiri terus berharap kesembuhan anaknya yang utama. Ia optimistis anaknya bisa segera pulih karena melihat keyakinan dan usaha dari Huzaifah.(der)

Lulusan Polinema Tahun Ini Dapat Ijazah Digital, Diklaim Lebih Aman dari Pemalsuan

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo teken kerja sama dengan Peruri. (Humas Polinema)

MALANGVOICE – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengukuhkan 929 wisudawan di Graha Polinema pada Sabtu (22/10).

Uniknya dalam wisuda ke-58 tahun 2022 ini para lulusan tidak langsung membawa pulang ijazah fisik, melainkan mendapat ijazah digital.

Ya, Polinema memulai digitalisasi layanan kampus. Tahapan pertama dimulai dengan memanfaatkan tanda tangan elektronik dalam ijazah. Inovasi yang digunakan Polinema ini diklaim yang pertama di Indonesia.

Baca Juga: Tak Mau Cuci Darah, Catat Ramuan Herbal Obati Gagal Ginjal dari Zahidul Akbar

Wisuda ke-58 Polinema. (Deny/MVoice)

“Jadi bergeser tanda tangan basah diganti tanda tangan elektronik untuk lulusan tahun ini. Harapannya dari aspek security kita gunakan ijazah teregister,” kata Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT.

Supriatna menambahkan, alasan keamanan jadi tujuan utama peralihan ke ijazah digital. Pasalnya, ijazah digital sangat minim sekali bisa dipalsukan, karena ijazah yang sudah teregister bisa dengan mudah diketahui kapan dan siapa yang menandatangani.

“Keamanannya jadi berlapis. Ini bisa dicek dengan aplikasi tertentu sehingga bisa dilihat kapan tanda tangan diterapkan, dan ini memudahkan untuk pengguna cek keaslian ijazah,” lanjutnya.

Kemudian kemudahan lain dalam ijazah digital disebutkan Supriatna adalah kecepatan legalisir. Ia menyebut lulusan Polinema yang butuh legalisir hanya memerlukan waktu lima menit saja.

“Alumni yang butuh legalisir cukup entri identitas tertentu, bisa nama nim nomer ijazah, kalau masukkan itu sudah tergister maka layananannya akan keluar asal sudah teregister,” jelasnya.

“Harapannya mereka yang ada di manapun di seluruh Indonesia maupun luar negeri bisa akses dengan mudah dan cepat tanpa datang ke kampus,” imbuh Supriatna.

Saat ini Polinema sedang menyiapkan aplikasi yang nantinya akan digunakan untuk database ijazah digital yang dikerjasamakan dengan Peruri. Peruri menyiapkan sistem terra untuk informasi lengkap di dalamnya.

“Aplikasi sudah ada kerja sama dengan Peruri untuk sistem terranya, Peruri akan sediakan itu. Pengguna akan download aplikasi yang akan disampaikan nanti,” tandas Supriatna.(der)