Hari Pertama PSBB, Mobil Luar Malang Raya Dipaksa “Putar Balik“

Salah satu mobil luar daerah harus rela putar balik di Check Point Lawang. (Istimewa).
Salah satu mobil luar daerah harus rela putar balik di Check Point Lawang. (Istimewa).

MALANGVOICE – Pelaksanaan PSBB Malang Raya di hari pertama, belasan kendaraan dari luar daerah yang bernomor polisi (Nopol) bukan N harus rela putar balik arah alias tidak bisa memasuki kawasan Malang Raya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB Malang Raya di hari pertama, pos Check Point Mudik Terpadu Lawang (Bakpo Telo) telah mengembalikan sebanyak 18 kendaraan ke tujuan asal.

“Mereka rata-rata berplat luar daerah saat kami periksa KTPnya juga bukan dari Malang. Akhirnya ya kami suruh balik kanan dan memberikan sosialisasi ke mereka bahwa Malang Raya merupakan kawasan PSBB,” ungkapnya.

Mereka, lanjut Hendri, beralasan ingin mengunjungi keluarganya yang berdomisili di Malang.

“Banyak yang alasan ingin mengunjungi keluarganya yang ada di Malang. Tapi bagaimanapun ya tidak bisa karena sudah PSBB dan mereka juga bukan KTP Malang. Itu sudah jelas di peraturan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat 20 lebih kendaraan yang mesti putar balik. Hal itu pun juga dipastikan akan bertambah pasalnya kendaraan dari luar daerah masih saja silih berganti melewati Check Point.

Masih dari pantauan wartawan ini, suasana di Check Point Lawang masih terhitung ramai lancar.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Jelang Lebaran, Para Pedagang Pasar Singosari Banyak Langgar Aturan PSBB

Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau Pasar Singosari di hari pertama PSBB. (Istimewa).
Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau Pasar Singosari di hari pertama PSBB. (Istimewa).

MALANGVOICE – Menjelang lebaran, banyak pedagang atau pemilik toko di Pasar Singosari melakukan pelanggaran terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, yang mulai diberlakukan pada Minggu (17/5).

Pasalnya, dalam kebijakan PSBB Malang Raya, Pemerintah mengeluarkan kebijakan Ganjil-Genap bagi pedagang pasar. Namun kebijakan tersebut diabaikan para pedagang atau pemilik toko yang masih buka, seharusnya dengan sistem ganjil-genap ini hanya sebagian kios di pasar yang beroperasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Paguyuban Peeagang Pasar Singosari, Bagus mengaku sulit memberikan pemahaman ke masyarakat terkait kebijakan tersebut, para pedagang menolak untuk menutup kiosnya.

“Karena mereka (pedagang) mengaku rugi kalau tutup soalnya dekat lebaran, kalau setelah lebaran mereka mau-mau saja,” katanya, saat ditemui awak media, Minggu (17/5).

Menurut Bagus, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak enak jika mengingatkan sesama pedagang.

“Saya harap ada ketegasan dari aparat keamanan untuk memberlakukan kebijakan ini ke pedagang,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, dirinya akan mengintruksikan babinkhamtibnas untuk menertibkan para pedagang.

“Kami sudah menginstruksikan bhabinkamtibnas dan babinsa untuk menertibkan para pedagang dan untuk dua hari ini masih kami imbau nanti sesuai timeline ada penindakan juga jika tidak taat,” tandasnya.

Di sisi lain, Bupati Malang, HM Sanusi mengaku tidak ada toleransi untuk para pedagang jika tidak menaati peraturan Ganjil-Genap.

“Kalah tidak ikuti aturan ya diambil tindakan, tindakannya ditutup,” beber Sanusi.

Sanusi juga menjelaskan kalau memang dalam saat pandemi ini semua pihak mengalami kerugian, jadi kebijakan tegasnya itu dianggap wajar.

“Semua rugi sekarang, tidak ada yang tidak rugi,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

PSBB Malang Raya Mulai Efektif, di Kabupaten Malang Maksimalkan Strong Point Team

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memimpin apel pasukan PSBB. (Istimewa/Humas).
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memimpin apel pasukan PSBB. (Istimewa/Humas).

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya mulai efektif hari ini, Minggu (17/5).

Di Kabupaten Malang diawali dengan apel pasukan PSBB yang digelar di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyampaikan, dengan mulai diberlakukan PSBB di Malang Raya, seluruh pembatasan aktivitas sosial masyarakat akan lebih diperketat, selain dilakukan melalui posko cek point mudik terpadu, dirinya juga melakukan pembatasan melalui strong point team. Strong point team nantinya akan lebih memiliki mobilitas yang tinggi dalam melakukan pengawasan terhadap pembatasan sosial.

“Hari pertama ini sifatnya kita masih imbauan, namun sudah kita sosialisasikan semua ke masyarakat, apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Jumlah anggota yang dilibatkan juga akan lebih ditingkatkan. Sehingga harapannya semua fenomena yang ada bisa termonitor. Apabila ada kendaraan dari luar Malang akan kita kembalikan ke daerah asalnya, itu yang di cek point. Sedangkan strong point team akan terus mobile di zona merah wilayah Kabupaten Malang,” ungkapnya, saat ditemui awak media usai memimpin apel pasukan PSBB, di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (17/5).

Menurut Hendri, strong poin team ini akan menegakkan aturan PSBB di wilayah yang dikunjungi. Terutama pada wilayah yang sudah termasuk ke dalam zona merah.

“Strong poin team ini nantinya akan terus berpindah, dan akan terus menegakkan aturan PSBB disana. Mereka akan mengawasi jika ada kendaraan yang diketahui berasal dari luar daerah Malang, atau ada kendaraan yang masih memuat lebih dari 50 persen penumpang, akan kita lakukan peringatan dan imbauan,” jelasnya.

Dalam penerapan PSBB tersebut, lanjut Hendri, akan dilakukan secara bertahap, untuk tahap pertama (hari pertama hingga hari ke tiga, red) Minggu-Selasa 17-19 Mei 2020 masih berada pada tahap himbauan, hari keempat dan selanjutnya akan memberikan teguran dan juga tindakan.

“Tindakannya sudah kita jelaskan semuanya, kita juga punya surat rekomendasi ke Pak Bupati, misalnya ada sebuah warung kopi yang bandel setelah melalui proses himbauan dan teguran, maka akan kita buatkan rekomendasi untuk bisa ditutup izinnya,” terangnya.

Dalam penerapan PSBB, tambah Hendri, sebanyak 1.275 personel gabungan yang terdiri dari jajaran TNI, Polri, Dinas Kesehatan (Dinkes), PMI, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Senkom dan Banser dikerahkan, selain itu juga ada 10 pos cek point yang ditempatkan di setiap perbatasan Kabupaten Malang.

“Kalau titiknya ada 12, untuk pos cek pointnya ada 10, sedangkan pos pelayanannya ada dua yang berada di keramaian, seperti di Pasar Kepanjen dan di Karanglo. Diluar itu, kita juga punya 7 posko mudik di stasiun, terminal dan bandara, semuanya akan melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang total kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 ada 53 kasus dengan rinciannya, 18 orang dinyatakan sembuh, 9 orang telah meninggal dunia, dan sisanya 26 orang kini masih menjalani perawatan, baik isolasi rumah, maupun karantina di Rumah Sakit.

Sedangkan, berdasarkan data dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, per 16 Mei 2020, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 1.104 orang, dan untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 419 orang, dengan rincian 68 orang dalam pantauan, 3 orang dalam observasi, 24 orang dalam perawatan, dan 320 orang dinyatakan sembuh, serta 4 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga Kabupaten Malang yang berstatus PDP saat ini ada 249 orang, rinciannya, 56 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 35 orang menjalani perawatan di rumah, 10 orang dirawat dalam gedung observasi, 126 orang sembuh, dan 22 orang meninggal dunia.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Cemburu Buta, ABG Bunuh Pacarnya Sendiri dan Dibuang ke Jurang

Petugas saat melakukan olah TKP. (Istimewa).
Petugas saat melakukan olah TKP. (Istimewa).

MALANGVOICE – HYS (17) warga Kepanjen, harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah melakukan pembunuhan terhadap pacarnya sendiri berinisial AL (17), asal Kromengan, Sabtu (16/5) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyampaikan, pelaku membunuh pacarnya lantaran cemburu karena korban mempunyai hubungan dengan laki-laki lain.

“Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka berangkat ke Sipon untuk jalan-jalan sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 15.30, pelaku mengontak tim buser untuk menyerahkan diri,” ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (17/5).

Menurut Andaru, dari keterangan pelaku, korban mengajak pelaku jalan-jalan. Pelaku ini cemburu karena mengetahui pacarnya punya hubungan dengan lelaki lain. Pelaku meminjam Handphone milik korban untuk dicek, dan ditemukan foto korban dengan lelaki lain.

“Pelaku awalnya ingin menyimpan helm koban di jok motor, karena terbakar cemburu, pelaku langsung mengambil gunting yang sudah ada di dalam jok dan menusukkan gunting tersebut ke bagian leher korban,” jelasnya.

Setelah korban tergeletak lemas, lanjut Andaru, pelaku menyeret korban sejauh sekitar 7 meter dari lokasi kejadian dan membuangnya ke jurang yang ada di bantaran sungai. Pelaku mengaku hanya satu kali menikam leher korban, Namun, saat pihak berwajib melakukan evakuasi terhadap jenazah korban yang tersangkut di semak-semak jurang, pihaknya menemukan banyak luka yang ada di tubuh korban.

“Korban dievakuasi sekitar pukul 18.00 WIB, hingga pukul 20.00 WIB. Di tubuh korban ditemukan banyak luka, kemungkinan karena korban dibuang ke jurang. Untuk lebih tepatnya kami lakukan autopsi dan kita tunggu hasilnya,” terangnya.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tambah Andaru, memang merupakan tempat yang terbilang sepi. Ketika pelaku melakukan aksinya, tidak ada sama sekali warga yang mengetahui hal itu.

“Jarak TKP dengan permukiman warga terakhir sejauh sekitar 700 meter, jalannya menurun ke arah sungai, dan memang sangat sepi,” tukasnya.

Dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti milik korban berupa 1 (satu) unit R2 merk Honda Vario Nopol : N 5468 EAA warna hitam, 1 (satu) buah handphone merk samsung warna silver, 1 (buah) gunting yang dijadikan sarana/alat yg dilakukan utk melakukan pembunuhan, 1 (satu) buah STNK, 1 (satu) buah helm merk INK warna hitam putih.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Selama PSBB Malang Raya, Forkopimda Kabupaten Malang Perketat Pengawasan

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).

MALANGVOICE – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang akan melipatgandakan personel di pos Check Point untuk memperketat pengawasan dan pengecekan selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, mulai besok, Minggu (17/5).

“Personel di 10 pos Check Point akan dilipatgandakan. Petugas yang bertugas gabungan dari semua unsur, seperti Dishub, Satpol PP, BPBd Polri dan TNI,” ucap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Sabtu (16/5).

Menurut Hendri, mereka nantinya akan bertugas di pos Check Point yang berada di perbatasan arah masuk Kabupaten Malang dengan daerah lainnya selama PSBB dengan sistem shift.

“Dulu kan hanya satu shift dengan 15 petugas gabungan, mulai besok bisa sampai 28-30 setiap satu shift per Check Point. Kami lakukan pelipatgandaan personel supaya tidak ada yang lolos,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan, dengan dilipatgandakan personel di pos Check Point tersebut diharapkan kasus Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Malang tidak bertambah lagi.

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

“Targetnya tidak ada peningkatan lagi selama PSBB. Jadi peningkatan 0%,” tukasnya.

Jika memang target Sanusi tidak ada peningkatan. Jadi nantinya selama 14 hari kedepan total kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang tetap 51 kasus.

Dari jumlah 51 kasus terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 tersebut, yang diambil dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, per 16 Mei 2020, ada 19 orang yang masih menjalani perawatan, baik isolasi rumah, maupun karantina di Rumah Sakit, 5 orang dalam observasi, 18 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 9 orang yang telah dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 1.104 orang, dan untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 419 orang, dengan rincian 68 orang dalam pantauan, 3 orang dalam observasi, 24 orang dalam perawatan, dan 320 orang dinyatakan sembuh, serta 4 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga Kabupaten Malang yang berstatus PDP saat ini ada 249 orang, rinciannya, 56 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 35 orang menjalani perawatan di rumah, 10 orang dirawat dalam gedung observasi, 126 orang sembuh, dan 22 orang meninggal dunia.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gubernur Jatim Nilai Safe House Rusunawa ASN Layaknya RS Darurat Covid-19

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Rusunawa ASN. (Istimewa).
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Rusunawa ASN. (Istimewa).

MALANGVOICE – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menilai Safe House Rusunawa Aparatur Sipil Negara (ASN) penerapannya sudah seperti Rumah Sakit Darurat Covid-19.

“Pelayanan yang diberikan para petugas medis sudah seperti di Rumah Sakit darurat, dokternya on call seperti dokter penyakit paru dan penyakit dalam, ada perawat yang stanbay juga,” ungkapnya, saat mengunjungi persiapan Rusunawa ASN sebagai safe house, Kamis (14/5).

Menurut Khofifah, penanganan di Rusunawa ASN sudah bagus dan lengkap, bahkan juga dikerahkan psikolog untuk mengurangi rasa stress para pasien. Ini seperti yang ada di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Jakarta.

“Di sini juga ada psikolog dengan pendekatan Psycho Sosial Therapy dengan mengarahkan para perawat untuk selalu menyapa para pasien dan juga mengadakan kegiatan berjemur bersama. Jadi para pasien tidak merasa stress. Ini cukup bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan, penggunaan Rusunawa ASN ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang.

“Ini upaya kami, Corona itu wabah bukan aib,” tegasnya.

Di sisi lain, Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan sekligus Penanggung Jawab Safe House Rusunawa ASN, Dian Suprojo mengatakan pasien yang berada di Safe House Rusunawa ASN yang berjumlah 54 kamar ini siap ditempati oleh para pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan atau sedang.

“Ada 54 kamar, 1 kamar bisa buat 2 orang. Yang disini untuk pasien yang tidak ada sesak nafas atau gejala yang berat lainnya yang membutuhkan ventilator udara, agar tidak terjadi penumpukan di Rumah Sakit rujukan,” tukasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Sanusi: PSBB Berjalan, Pekerja Antar Daerah Tetap Berjalan

Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)
Bupati Malang HM Sanusi. (Toski D)

MALANGVOICE – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya akan dimulai pada Minggu 17 Mei 2020 besok. Meski begitu, aktivitas para pekerja antar daerah tetap berjalan.

“Pekerja antar daerah tidak ada pembatasan akses. Mereka tetap bisa pulang dan pergi tanpa pengecekan. Perbatasan dengan kota atau kabupaten tidak ada. Ini kan Malang Raya, atau tiga daerah (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang) ini bersama,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Kamis (14/5).

Sementara itu, secara terpisah Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono menegaskan, di Malang Raya nanti memang tidak ada pembatasan pekerja antar daerah.

“Untuk Malang Raya nanti sudah sepakat tidak ada pembatasan. Jadi yang bekerja di Kabupaten rumahnya di kota akan tetap bisa bekerja. Ini pembatasan bukan pemberhentian,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelum resmi diberlakukan 17 Mei 2020, tiga Pemerintah Daerah (Pemda), yaitu Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang akan melakukan sosialisasi terkait pemberlakuan Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Walikota (Perwali) PSBB ke masyarakat.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Kriminalitas Meningkat, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Toski D).

MALANGVOICE – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar meminta kepada masyarakat di wilayahnya agar mewaspadai aksi kejahatan. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Malang mengalami peningkatan.

“Tidak hanya di Polres Malang, tapi juga di wilayah lain. Kejahatan jalanan, konvensional, curanmor, curat, curas, terus mengalami peningkatan. Tapi kita yakinkan kepada masyarakat, pihak kepolisian akan tidak tinggal diam. Itu sudah jadi prioritas kami,” ucap Hendri, Rabu (13/5).

Menurut Hendri, saat ini ada beberapa kasus kejahatan jalanan yang cukup signifikan terjadi belakangan ini. Kejahatan jalanan itu didominasi pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.

“Kondisi saat ini, apalagi Corona, dan menjelang lebaran, berbanding lurus banyak orang yang butuh uang. Banyak yang kehilangan pekerjaan, dan banyak kriminalitas. Kemarin di Bululawang ada maling motor di massa, itu juga residivis. Kemudian juga 2 hari lalu ada orang gangguan jiwa yang melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Hendri, dirinya berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan, baik keamanan rumah atau lingkungan.

“Jadi kami imbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati karena kriminalitas pasti meningkat. Jangan taruh motor di teras tanpa di kunci stir. Gembok rumah ditambah, kalau biasanya satu ya jadi dua. Kalau belanja ke pasar hati-hati,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Bantu Masyarakat, PKB Kabupaten Malang Bagi 2000 Paket Sembako

MALANGVOICE – Sebanyak 2.000 lebih paket sembako dibagikan DPC PKB Kabupaten Malang, Selasa (12/5/2020). Bantuan sembako dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar yang disalurkan melalui para pengurus DPC se-Indonesia itu ditujukan kepada masyarakat terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Ribuan paket sembako yang meliputi beras, minyak, gula, dan juga jenis sembako lainnya itu selanjutnya disitribusikan langsung dan akan disebar kepada masyarakat yang membutuhkan ke seluruh dapil di Kabupaten Malang. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman, anggota fraksi PKB Kabupaten Malang, beserta jajaran pengurus DPC Dan PAC PKB Kabupaten Malang.

“Sasarannya adalah masyarakat kaum dhuafa, kader, guru ngaji, dan guru madrasah,” jelas Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, H Ali Ahmad usai prosesi pembagian sembako tersebut dilakukan secara simbolis di Gedung DPC PKB Kabupaten Malang di Jalan Jenderal Soedirman, Kepanjen Selasa (12/5/2020).

Anggota Komisi XI DPR RI itu menjelaskan, acara ini adalah bantuan sosial tahap III dari rangkaian bantuan sosial yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pembagian sembako ini dilakukan atas dasar keprihatinan PKB terhadap dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat wabah Covid-19 yang hingga sekarang belum juga reda.

Lanjut pria yang akrab disapa Gus Ali ini, terutama bagi para guru pesantren, guru ngaji, dan guru madrasah serta korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dirasa masih kurang perhatian dari pemerintah.

“Saat ini belum seluruhnya masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial dari program pemerintah. Sehingga PKB terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak. Seperti mereka ini yang seharusnya mendapat alokasi bantuan, kerena mereka yang benar benar terdampak, karena semua aktifitasnya berhenti akibat pembatasan sosial karena covid 19,” tandasnya

Dalam pembagian sembako itu tak lupa Gus Ali terus menghimbau masyarakat untuk menerapkan dan patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti wajib mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, dan protokol kesehatan lainnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Apes, Preman ini Justru Lakukan Pemerasan ke Anggota Polisi

Pelaku (Baju tahan lorek) saat diinterogasi. (Toski D).
Pelaku (Baju bergaris) saat diinterogasi. (Toski D).

MALANGVOICE – Agus Wahyono alias Yoyon (38) warga Desa Bumirejo, Dampit ini bernasib sial. Ia melakukan aksi pemerasan kepada anggota Unit Opsnal V Polres Malang saat menjalankan tugas pada Jumat (8/5).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, saat itu anggota Unit Opsnal V Polres Malang sedang melakukan penyelidikan di wilayah Dampit, dan tiba-tiba kendaraan anggota tersebut dihentikan secara paksa oleh Yoyon.

“Tersangka ini preman. Saat itu anggota kita sedang penyelidikan, di daerah Dampit, ada sebuah mobil yang tiba-tiba menyalip mobil anggota dan diberhentikan. Tujuan awal pelaku ini memeras, karena memang biasa melakukan pemerasan. Apesnya, ternyata yang mau diperas mobil anggota lapangan kita,” ucapnya, saat rilis di Polres Malang, Rabu (13/5).

Akan tetapi, lanjut Hendri, Yoyon diamankan bukan perkara kasus pemerasan tersebut. Dia ditangkap karena kasus pengeroyokan pada tahun 2016 lalu.

“Pelaku ini pernah melakukan pengeroyokan bersama temannya. Melakukan pengeroyokan terhadap seorang laki-laki pada 2016,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, pelaku memang kerap meresahkan masyarakat lantaran perbuatannya yang melakukan pemalakan. Yoyon sering memalak mobil-mobil perusahaan ataupun sales rokok di wilayah Dampit.

Pada setiap aksinya, Yoyon mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 100 ribu. Pelaku sendiri sudah 4 kali ini masuk penjara.

“Tidak maksa, ya biasanya 100 ribu. Kalau minta rokok gak pernah, tapi uang,” terang Yoyon.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang