10 December 2022
10 December 2022
20.5 C
Malang
ad space

ProDesa dan SSK Tanggapi Perkara Pembongkaran Stadion Kanjuruhan

Kondisi Stadion Kanjuruhan. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Koordinator Badan Pekerja Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ProDesa Malang, Ahmad Kusairi menanggapi pembongkaran pagar tribun Stadion Kanjuruhan yang dianggap illegal.

Pagar tribun itu dibongkar padahal masih menjadi alat bukti Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.

Apalagi pembongkaran yang diduga dilakukan oleh CV Anam Jaya Teknik (AJT) tersebut mencatut nama atau atas perintah langsung dari pengusaha yang paling berpengaruh di Malang Raya.

Baca juga:
Arema FC Siapkan Seluruh Pemain Hadapi Sisa Liga 1 2022

Satreskrim Polres Malang Periksa Staf Dispora Sebagai Saksi Pembongkaran

Polres Malang Ubah Opini Masyarakat Mengurus SIM itu Sulit

“Kami (ProDesa) mendukung laporan polisi yang dilalukan oleh Dispora Kabupaten Malang, karena instansi tersebut paling bertanggungjawab atas keberadaan stadion yang telah merenggut ratusan nyawa manusia itu,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/12).

Menurut Kusairi, Stadion Kanjuruhan masih melakukan penyidikan atas tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Kami cukup menyayangkan kenapa Dispora tidak menghadangnya dari awal, kalau ada yang menghadang, pembongkaran ini tidak sampai dilakukan,” jelasnya.

Kusairi menjelaskan, Stadion Kanjuruhan itu merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari kasus hukum yang masih berproses dan menjadi perhatian publik karena masih berpolemik.

“Untuk itu, kami memita kepada Polres Malang untuk selalu melaporkan proses dan progressnya ke publik. Masyarakat berhak tahu setiap perkembangan penyidikannya,” tegasnya.

Terlebih, lanjut Kusairi, perkara pembongkaran tersebut bukanlah kasus pencurian atau pengerusakan biasa, karena pelaku tersebut melakukan pembongkaran aset milik negara, yang juga TKP dari kasus publik cukup besar, dan dilakukan oleh pekerja profesional.

“Itu kasus luar biasa, karena dilakukan siang hari dan secara terbuka, dan tidak meminta ijin (permisif) kepada pengelola stadion (dispora), serta pekerja itu Memakai seragam, dan menggunakan sarana K3K (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontruksi) yang lazim sesuai SOP proyek,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pendamping Saksi dan Korban yang tergabung dalam Sahabat Saksi Korban (SSK) mitra dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Eryk Armando Talla.

Menurut Eryk, dalam peristiwa pengerusakan itu diduga ada skenario yang ingin pengerusakan TKP tragedi yang menewaskan 135 orang Aremania.

“Diduga kuat ada skenario pengerusakan TKP, pelaku (Pekerja Pengerusakan) itu orang profesional, mereka pakai seragam dan menggunakan K3K,” katanya.

“Pelaku itu merasa benar karena membawa Surat Perintah Kerja (SPK), dan sangat yakin atas kebenaran SPK itu, sehingga membuat mereka sangat percaya diri untuk melakukan pekerjaan itu, maka kami meminta Polres Malang untuk memastikan keabsahan SPK itu,” tambahnya.

Sebab, lanjut Eryk, disinyalir SPK itu palsu dan para pekerja tersebut dapat dikenakan pasal 263 KUHP ayat 1 yang berbunyi Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat.

“Itu ancamannya enam tahun penjara, itu merupakan upaya Obstruction of justice yang dianggap sebagai bentuk tindakan kriminal karena menghambat penegakan hukum dan merusak citra lembaga penegak hukum,” tegasnya.(der)

Satreskrim Polres Malang Periksa Staf Dispora Sebagai Saksi Pembongkaran

Salah satu pintu di Stadion Kanjuruhan. (Dok MVoice)

MALANGVOICE – Satreskrim Polres Malang melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi yang mengetahui atau ikut terlibat dalam pembongkaran Stadion Kanjuruhan.

Hal ini sebagai langkah pendalaman Satreskim Polres Malang atas pembongkaran Stadion Kanjuruhan yang hingga saat ini sebagai alat bukti Tragedi dengan korban tewas 135 orang.

“Pembongkaran itu terjadi pada Senin (28/11/22). Kita sudah mulai lakukan pemeriksaan pada saksi-saksi. Tahap awal dimulai dari para staf Dispora,” ucap Kasat Reskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputra, saat dikonfirmasi awak media, Ahad (4/12).

Baca juga:
Stadion Kanjuruhan Mendadak Dibongkar, Polisi Nyatakan Pembongkar Tak Punya Izin

Polinema Launching KTM Model Smart Card, Bisa Transaksi e-Money

Pemkab Malang Usulkan UMK Tahun 2023 Sebesar Rp3.293.179

Menurut Wahyu, pemeriksaan para saksi tersebut untuk memenuhi pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) yang dibutuhkan.

“Kita lagi Pulbaket untuk menjerat siapa orang di balik pembongkaran pagar pembatas di dalam stadion Kanjuruhan itu,” tegasnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Kabupaten Malang, Nurcahyo mengatakan, pihaknya berkirim surat ke Polres Malang atas perusakan barang atau aset negara.

“Kami (Dispora) telah mengirimkan laporan ke Polres Malang, atas terjadi pembongkaran sarana yang ada di dalam stadion. Kami sebagai pengelola barang (stadion Kanjuruhan) sangat kaget, tiba- tiba banyak tenaga kerja dari luar yang melakukan pembongkaran atas sarana stadion. Kami tidak pernah dan juga tidak ada surat keluar untuk lakukan pembongkaran,” tukasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, pembongkaran stadion Kanjuruhan tersebut terjadi pada Senin (28/11) lalu, dan diduga dilakukan oleh CV Anam Jaya Teknik (AJT), milik pria berinisial HA.

CV AJT yang beralamat di Kota Malang saat itu telah membawa seorang pengusaha besi tua dari Surabaya yang akan membeli besi bongkaran. Yang dibeli mulai besi bekas pagar hingga besi bekas pembongkaran bangunan.

Dalam melakukan pembongkaran stadion Kanjuruhan, CV AJT mencatut nama atau atas perintah langsung dari pengusaha yang paling berpengaruh di Malang Raya.(end)

Polres Malang Ubah Opini Masyarakat Mengurus SIM itu Sulit

Pemohon SIM saat melakukan latihan. (MVoice/Ist).

MALANGVOICE – Polres Malang terus berupaya memberikan pelayanan publik yang transparan dan prima untuk mengubah pola pikir masyarakat saat mengurus surat ijin mengemudi (SIM) di Satpas SIM Singosari,

Pemberian pelayanan yang transparan dan prima di unit pelayanan SIM di Satpas SIM Singosari ini sesuai amanat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melalui slogan Polri Presisi.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasat Lantas Polres Malang AKP Agnis Juwita Manurung mengatakan, saat ini Satlantas Polres Malang memberikan pelatihan bagi pemohon SIM.

Baca juga:
Stadion Kanjuruhan Mendadak Dibongkar, Polisi Nyatakan Pembongkar Tak Punya Izin

Polinema Launching KTM Model Smart Card, Bisa Transaksi e-Money

Pemkab Malang Usulkan UMK Tahun 2023 Sebesar Rp3.293.179

“Sebelum pemohon SIM melaksanakan ujian baik teori maupun praktik, harus dapat mengakses informasi secara mudah dan luas. Contohnya uji teori SIM, pemohon dapat mempelajari soal yang akan keluar dalam ujian teori. Jadi di Satpas SIM Singosari pembuatan SIM tidak perlu susah,” ucapnya saat ditemui awak media, Ahad (4/12).

Menurut Agnis, pemohon SIM bisa mengakses di web, barcode apabila akan belajar dari rumah, dan disediakan buku dan banner-benrr ‘tentir’ yang dipasang di area tunggu ujian teori.

“Dengan dipasangnya pemberitahuan itu, pastinya masyarakat akan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan pembelajaran yang pasti terkait dengan salah satu rangkaian ujian SIM ini,” jelasnya.

Hal ini, lanjut Agnis dapat mengubah mindset masyarakat tentang ujian praktik SIM baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang sulit.

“Banyak masyarakat yang beropini bahwa ujian ini sulit bahkan Valentino Rossi pun gagal apabila melaksanakan ujian praktik SIM baik R2 dan R4. (Opini) itu sekarang tidak berlaku di Satpas Singosari,” terangnya.

Bahkan, Agnis menegaskan, masyarakat yang merasa belum siap diperbolehkan untuk dilewati antreannya, dan boleh mencoba trek kembali, sembari melihat para pemohon SIM lainya mencoba trek dari uji praktik ini.

“Jadi sudah seperti moto GP, ada pra latihan, latihan, semi latihan dan baru berlaga. Tentunya kenyamanan dan kesiapan masyarakat sangat diutamakan dalam sistem pelayanan di Satpas SIM Singosari,” ulasnya.

Untuk itu, tambah Agnis, Satlantas Polres Malang mengimbau kepada masyarakat supaya tidak mudah tertipu dan terperdaya l para oknum yang menawarkan kemudahan jalan pintas yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan percaya dengan calo. Banyak yang ngawur. Tentunya banyak yang tidak senang dengan perubahan yang dilakukan oleh Satpas Singosari ini, ‘Tes sendiri saja udah gampang, ngapain pakai calo’ segala. Ayo dukung perubahan yang dilakukan ini,” pintanya.

“Jangan mudah terhasut oleh orang atau pihak yang hanya mementingkan diri sendiri ditengah transparansi sistem pelayanan di Satpas Singosari,” imbuhnya.(end)

Stadion Kanjuruhan Mendadak Dibongkar, Polisi Nyatakan Pembongkar Tak Punya Izin

Kondisi Stadion Kanjuruhan. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Stadion Kanjuruhan mendadak dibongkar pada Ahad (4/11). Padahal, lokasi itu menjadi ssksi bisu tragedi yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober silam.

Selain itu, Stadion Kanjuruhan hingga saat ini masih menjadi alat bukti, dan pihak kepolisian masih melakukan penyidikan atas tragedi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputra mengatakan, terjadinya pembongkaran bagian dalam stadion itu dilaporkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

Baca juga:
Polinema Launching KTM Model Smart Card, Bisa Transaksi e-Money

Pemkab Malang Usulkan UMK Tahun 2023 Sebesar Rp3.293.179

Bangunan Sekolah Satap Gunungsari Ambles, Dirikan Tenda Darurat untuk Kegiatan Belajar

“Kondisi Stadion Kanjuruhan terutama bagian dalam, tidak boleh ada perubahan karena dibutuhkan untuk penyidikan, tapi kami mendapat laporan jika ada yang mulai membongkar. Saat ditanya soal surat izin sampai dengan SPK pembongkaran, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Ahad (4/12).

Mendapat laporan itu, pembongkaran langsung dihentikan. Sementara pihak Dispora juga tidak tahu menahu terkait pembongkaran itu.

“Dispora tidak pernah keluarkan perintah pembongkaran pada siapapun, kami bekerjasama dengan Dispora melakukan pendalaman atas kasus yang terjadi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Kabupaten Malang, Nurcahyo mengaku dirinya tidak tahu pembongkaran yang dilakukan beberapa orang pekerja di stadion Kanjuruhan.

“Saya tidak tahu kalau ada kejadian (pembongkaran) itu, saya dilapori staf Dispora, dan Dispora tidak mengeluarkan apapun, baik surat maupun secara lisan,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun MVoice pembongkaran stadion Kanjuruhan tersebut sempat dilakukan oleh pemborong yang diduga bernama CV Anam Jaya Teknik (AJT).

CV AJT tersebut diduga milik pria berinisial HA, yang telah membawa seorang pengusaha besi tua dari Surabaya yang akan membeli besi bongkaran tersebut, mulai dari besi bekas pagar hingga besi bekas pembongkaran bangunan.

Ironisnya, CV AJT itu dalam melakukan pembongkaran stadion Kanjuruhan yang masih sebagai alat bukti atas tragedi Kanjuruhan tersebut membawa-bawa nama atau atas perintah langsung dari pengusaha yang paling berpengaruh di Malang Raya.(der)

Divif 2 Kostrad Gelar Media Gathering Perkuat Sinergitas

Suasana kegiatan media gathering Divif 2 Kostrad Malang. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Divisi Infanteri 2/Vira Cakti Yudha atau Divif 2/Kostrad Malang menggelar media gathering bersama puluhan awak media, Jumat (2/12).

Perwira Penerangan (Papen) Divif 2/Kostrad, Letnan Satu (Lettu) Arh. Muhamad Dwi Laksmana mengatakan, media gathering ini untuk memperkuat sinergitas.

“Sekaligus dapat menjadi ajang silaturahmi antara Divif 2 Kostrad Malang dengan puluhan awak media cetak, eletronik, dan online,” ujarnya.

Baca juga:
Bentuk Satgas untuk Mempercepat Sertifikat Tanah Wakaf

RS Lavalette Ajari Wartawan Pahami Teknik PP Kegawatdaruratan

Masyarakat Peduli HIV/AIDS Desak Pemkot Malang Realisaaikan Perdanya

“Ini kegiatan santai yang dikemas dengan media gathering, tujuannya untuk menjalin silaturahmi, dan mengakrabkan dengan kami,” sambungnya kepada MVoice di sela-sela kegiatan.

Menurut Dwi, media memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung dan menyukseskan segala kegiatan di Divisi Infanteri 2 Kostrad.

“Media merupakan mitra sekaligus aset bagi Pendiv 2 Kostrad dalam mempublikasikan berita-berita yang positif ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dwi, kegiatan media gathering ini juga sebagai ajang perkenalan Papen Divif 2/Kostrad yang baru.

“Ini hanya silaturahmi. Kebetulan saya baru dua bulan menjabat Papen Divif 2 Kostrad,” tegasnya.(end)

Hadapi Pemilu 2024, KPU Kabupaten Malang Sosialisasi PKPU No.6 Tahun 2022

Ketua KPU Kabupaten Malang saat membuka sosialisasi PKPU no.6 tahun 2022. (MVoice/Toski D).

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menggelar sosialisasi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022, Rabu (30/11).

Peraturan ini tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang.

Kegiatan Sosialisasi Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten Malang ini diikuti perwakilan partai politik, anggota Bawaslu, tokoh masyarakat, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang yang terkait, ormas, LSM, dan media massa.

“Kegiatan ini adalah salah satu tahapan penting menuju Pemilu 2024,” ucap Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, saat membuka kegiatan sosialisasi di salah satu Hotel di wilayah Kecamatan Kepanjen, Rabu (30/11).

Baca juga:
Bantu Turunkan Emisi GRK, TPA Tlekung Layak Dijadikan Percontohan Nasional

DP3A Kabupaten Malang: Hampir 50 Persen Korban Tragedi Kanjuruhan Anak-anak

Skuad Bintang Arema FC Ditahan Imbang 0-0 Tim Liga 2

Menurut Anis, penataan Daerah Pemilihan (Dapil) bukan hanya menjadi keinginan KPU, pemerintah daerah atau bahkan keinginan kelompok tertentu.

“Penataan dapil ini sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 6 Tahun 2022. Ini merujuk pada kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integral wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan,” jelasnya.

Sebab, lanjut Anis, berdasarkan data agregat kependudukan kecamatan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri kepada KPU, tercatat jumlah penduduk di Kabupaten Malang sekitar 2,65 juta jiwa sehingga alokasinya masih tetap 50 kursi DPRD Kabupaten Malang.

“Di Kabupaten Malang ini masih diangka 2, yang mana jumlah penduduknya mencapai sekitar 2,6 (2,65) juta jiwa, untuk itu jumlah kursi di DPRD tetap tidak berubah yakni 50 kursi,” terangnya.

“Sedangkan kalau jumlah penduduknya lebih dari 3 juta maka jumlah kursi akan bertambah menjadi 55 kursi,” imbuhnya.

Untuk itu, Anis menegaskan, jika sesuai PKPU Nomor 6 Tahun 2022, pada tahapan penataan dapil kali ini KPU kabupaten/kota harus membuat rancangan dapil, agar dapil tersebut dapat akuntabel dan transparan.

Selanjutnya rancangan dapil tersebut diumumkan kepada publik untuk meminta tanggapan masyarakat dan dilakukan uji publik, lalu diserahkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jatim.

“Kita membutuhkan kajian-kajian akademik, kita juga membutuhkan masukan dari masyarakat. Ini masih proses berjalan terkait bagaimana menata dapil DPRD Kota Madiun ke depan. Apakah masih sama tetap 7 dapil atau ada perubahan,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk penetapan kursi DPRD Kota/Kabupaten tersebut akan dibuatkan surat keputusan oleh KPU Provinsi Jatim pada bulan Februari 2023.(end)

DP3A Kabupaten Malang: Hampir 50 Persen Korban Tragedi Kanjuruhan Anak-anak

Kepala DP3A Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. (MVoice/Toski D)

MALANGVOICE – Tercatat 600 korban tragedi Kanjuruan yang menewaskan 135 orang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang.

“Dari 600 korban tersebut, 265 merupakan anak-anak,” ucap Kepala DP3A Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (30/11).

Menurut Arbani, para korban tersebut telah mendapatkan pendampingan psikologis secara intensif.

Baca juga:
Ubah Program Latihan, Arema Pastikan Siap Kapanpun Liga 1 Dilanjutkan

Tampilan Honda Scoopy dari Masa ke Masa

Maxone Gila Bola! Berikan Giveaway Setiap Minggu Selama Pertandingan Piala Dunia 2022

“Mereka telah ditangani secara maksimal dengan melakukan kunjungan dan pendampingan psikologis secara komunal,” jelasnya.

“Selain itu, para psikolog juga menggali keterangan yang dialami korban. Korban dapat menceritakan keluh kesah mereka,” tambahnya.

Arbani menjelaskan, dari kegiatan pendampingan secara komunal tersebut kemudian dipetakan tingkat keparahan gangguan psikologis korban. Jika korban mengalami gangguan psikologis berat, tim psikolog DP3A akan mengunjungi rumah korban dengan melanjutkan pendampingan secara intensif.

“Diagnosa sementara masih pada trauma ringan dan sedang. Meski demikian (DP3A) juga mengalami kendala di lapangan, karena tidak semua korban dapat menceritakan keluhan,” tegasnya.

“Tidak semua korban menceritakan yang mereka alami. Bisa jadi dipendam sendiri. Padahal seharusnya jangan menjadi pikiran sendiri. Efeknya jika tidak mencurahkan isi hati maka akan menjadi traumatis seumur hidup,” imbuhnya.(end)

Ubah Program Latihan, Arema Pastikan Siap Kapanpun Liga 1 Dilanjutkan

Pelatih Arema FC, Javier Roca. (Dok. Liga1)

MALANGVOICE – Arema FC fokus kelanjutan kompetisi Liga 1 2022 dengan menggelar latihan normal secara rutin.

Pelatih Arema FC, Javier Roca mengatakan, program latihan sudah disesuaikan dengan kebutuhan tim, yakni membangun team work.

“Program-program yang sifatnya individu sudah mulai kita kurangi. Kita saat ini fokus pada latihan secara tim dan permainan di lapangan,” ungkap pelatih asal Chile ini pada Selasa (29/11).

Baca Juga: Tampilan Honda Scoopy dari Masa ke Masa

Maxone Gila Bola! Berikan Giveaway Setiap Minggu Selama Pertandingan Piala Dunia 2022

Fokus latihan ini dipilih karena mempersiapkan kelanjutan Liga 1 2022. Sebelumnya Singo Edan sudah fokus pemulihan mental pemain Pasca-tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Upaya pemulihan itu merupakan bentuk gerak cepat manajemen Arema FC untuk mengembalikan kondisi psikis pemain yang terguncang setelah tragedi.

“Latihan individu yang terakhir kita berikan adalah sesi latihan fisik, kita juga ada gym untuk pemain. Tapi saat ini kita sudah latihan normal, fokus pada permainan,” tambah pelatih berusia 45 tahun ini.

Pelatih asal Chile mengungkapkan, pemainnya saat ini memang dipersiapkan untuk menghadapi lanjutan kompetisi.

Mengenai kapan liga dilanjutkan, Roca memastikan tim sudah siap. “Secara umum kami siap,” ungkap pelatih berlisensi Pro UEFA ini.

Sebelum melangkah kembali di kompetisi, Roca mengakui bahwa timnya membutuhkan beberapa sesi latihan bersama dengan tim lain. “Suasana permainan mungkin bisa didapatkan di pertandingan uji coba,” jelasnya.(der)

Puluhan Santri di Malang Raya Ramaikan LBKK VI 2022

Ketua Bidang Pembinaan Daerah 5 PKS Jawa Timur, Syaiful Rosyid, saat memberikan sambutan. (MVoice/Ist).

MALANGVOICE – Puluhan santri di wilayah Malang Raya ikuti Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malang Raya VI tahun 2022.

Kegiatan ini digelar di Kantor Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kabupaten Malang, Jalan Kapi Minda Raya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, pada Ahad (27/11).

“Kegiatan itu rutin digelar setiap tahun untuk menjaga tradisi keilmuan Islam. Sebanyak 68 santri yang telah mendaftar,” ucap Ketua Bidang Pembinaan Daerah 5 PKS Jawa Timur, Syaiful Rosyid, Senin (28/11).

Baca juga:
Jalur Penghubung Batu-Malang Ambles, Perbaikan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Linmas di Kota Malang Diminta Aktif Laporkan Peredaran Rokok Ilegal

Stadion Kanjuruhan Dibagi Sistem Zona, Wajib Single Seat

Menurut Rosyid, LBKK VI 2022 kali ini membedah kitab Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibary yang umum menjadi rujukan di pesantren-pesantren di Indonesia.

“Dengan LBKK ini diharapkan bisa memunculkan perwakilan santri-santri Malang Raya yang terpilih menjadi juara nasional,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima MVoice, Senin (28/11).

“Kalau tahun 2021 lalu, LBKK V, santri asal Madura bernama Sholihan menjadi juara pertama tingkat nasional. Semoga tradisi juara dari Jawa Timur bisa berlanjut, dan kali ini berasal dari Malang Raya,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Rosyid, santri merupakan salah satu garda terdepan dalam merebut kemerdekaan. Karena itu diperlukan ruang lebih luas untuk para santri.

“Kita juga mengingatkan mereka untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, kemudian waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Ketiga, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, selanjutnya nasa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Terakhir, hidupmu sebelum datang matimu,” terangnya.

Sementara itu, ketua pelaksana yang juga anggota DPRD Kota Malang, Rokhmad mengatakan, kegiatan ini bisa terus menjaga dan merawat tradisi keilmuan dan sanad ilmu agama dari ulama terdahulu.

“Saya berharap santri-santri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu yang lolos tingkat Jawa Timur, kelak terpilih menjadi juara pertama di tingkat nasional atau pusat,” harapnya.

“Selanjutnya peserta yang lolos menjadi juara 1,2 dan 3 akan ikut LBKK tingkat Jawa Timur, pada tanggal 6 Desember 2022 mendatang,” imbuhnya.(end)

Stadion Kanjuruhan Dibagi Sistem Zona, Wajib Single Seat

Kondisi Stadion Kanjuruhan dari Luar. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Kementerian PUPR mengaudit Stadion Kanjuruhan dan 22 stadion di Indonesia Pasca-tragedi Kanjuruhan.

Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Essy Asiah, mengatakan, audit dilakukan sesuai dengan arahan Presiden RI. PUPR berkordinasi dengan Sport Ground Safety Authority (SGSA).

Selain Kanjuruhan, ungkap Essy, evaluasi dilakukan di stadion yang menjadi lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 Tahun 2023, baik digunakan sebagai arena pertandingan maupun tempat latihan.

“Kedua, stadion yang memiliki resiko tinggi yakni memiliki jumlah suporter atau penonton terbanyak selama pertandingan Liga 1 dan Liga 2 berlangsung, serta ketiga memiliki kapasitas besar,” ujarnya.

Baca Juga: Pertama Kali Binus Gelar Wisuda di Malang

Karang Taruna Diwajibkan Menjaga Moral dan Bentuk Wirausahawan Berjiwa Sosial

Dalam beberapa hasil evaluasi, lanjut Essy Asiah, hal utama yang perlu diperhatikan adalah pada kawasan stadion dipastikan memiliki pembagian zonasi yang jelas antara perimeter luar dan perimeter dalam yang difungsikan untuk menyaring penonton yang akan masuk ke dalam kawasan stadion.

“Tribun penonton dipastikan memiliki zonasi kategori penonton VVIP, VIP dan Reguler dan jenis kursi yang digunakan harus berupa single seat untuk meningkatkan kenyamanan penonton,” ujarnya.

Essy memaparkan pula bahwa dalam pengaturan perimeter di setiap stadion akan diatur sistem Zona 1 yakni kawasan area di dalam stadion, Zona 2 kawasan area penyangga atau buffer zone dimana area penonton bertiket akan masuk di stadion, serta Zona 3 kawasan paling luar area penonton bagi mereka yang telah bertiket dan tidak bertiket serta masyarakat umum.

Dalam evaluasi, juga disinggung tentang pelaksanaan operasional dan pemeliharaan stadion, dimana harus dikelola dengan SDM yang kompeten. Pengelola, imbuh Essy perlu diperkuat dengan Pertama, manajer keamanan dan keselamatan atau safety manager yang bertugas mengatur SOP keselamatan dan keamanan. Kedua, manajer pemeliharaan dan pengelolaan stadion yang bertugas mengatur SOP pemeliharaan dan pengelolaan stadion. Ketiga, peralatan dan perlengkapan perawatan rumput lapangan sesuai dengan standar PSSI dan FIFA.

“Pada saat pelaksanaan pertandingan, terutama yang berskala besar dan memiliki resiko tinggi, tim pengelola perlu bekerja sama dengan panitia penyelenggara dan pihak terkait lainnya untuk mengoperasikan perangkat stadion. Setiap pengelola perlu menyampaikan dengan jelas dan detil terkait perangkat yang tersedia di bangunan stadion dan cara pengoperasiannya kepada pihak penyelenggara dan pihak terkait lainnya,” paparnya.

Sementara Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto, mengapresiasi sosialisasi tersebut dikarenakan banyak materi yang dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi sekaligus masuk dalam kerangka program pemulihan Arema FC.

“Tentu yang disampaikan pemerintah untuk kebaikan kedepan. Dan Arema FC siap untuk bersinergi dengan pemerintah daerah yang memiliki insfrastruktur stadion. Sosialisasi tentunya juga perlu untuk pelaksana pertandingan, juga untuk para suporter dan masyarakat umum, agar kedepan menikmati sepakbola sebagai hiburan yang aman dan nyaman,” tandasnya.(der)