Dispora Kabupaten Malang Minta Rp10 M Untuk Rawat Stadion Kanjuruhan

MALANGVOICE – Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kabupaten Malang mengajukan anggaran untuk pemeliharaan Stadion Kanjuruhan.

Kepala Dispora Kabupaten Malang, Nazarudin T Selian mengatakan, di tahun 2022 mendatang, pemeliharaan stadion bakal menjadi salah satu prioritas, karena kondisinya cukup memprihatinkan.

“Kami (Dispora) mengusulkan anggaran antara Rp8 miliar sampai Rp10 miliar untuk memperbaiki fasilitas, atap dan plafon yang jebol,” ucapnya.

Baca juga: Dispora Kabupaten Malang Gelar Sertifikasi Pelatih

Pria yang akrab disapa Nazar ini menjelaskan, pemeliharaan yang dilakukan nantinya bakal fokus pada kegiatan perbaikan atap serta pengecatan ulang.

“Kalau disetujui, kami prioritaskan perbaikan di bagian luar stadion dulu karena orang datang ke stadion kan yang pasti dilihat dulu itu depannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Nazar, pengecatan ulang tribun penonton. Di beberapa tempat cat tampak sudah memudar dan sebagian bahkan mengelupas.

Baca juga: Wabup Malang Minta Seluruh Guru Buat Inovasi

“Anggaran yang kami ajukan itu, selain untuk perbaikan stadion Kanjuruhan, juga akan digunakan untuk perbaikan di kolam renang stadion,” terangnya.

Nazar menerangkan, di antara beberapa fasilitas yang terdapat di Stadion Kanjuruhan, bagian kolam renang yang paling memprihatinkan. Selain ditumbuhi rumput liar, lumut juga tumbuh subur di beberapa bagian gedung juga kolam.

“Stadion Kanjuruhan memang jarang digunakan karena masih ada pembatasan sehingga belum dipakai sama sekali, terutama untuk event-event besar,” bebernya.

Seperti diketahui, sejak pandemi merebak Stadion Kanjuruhan memang jarang digunakan untuk tempat event maupun kegiatan olahraga lain.

“Saat ini, stadion Kanjuruhan hanya dimanfaatkan untuk tempat latihan tim Arema FC atau apel gelar pasukan saja, untuk event-event masih belum boleh digelar,” tegasnya.(end)

Tren Covid-19 di Kabupaten Malang Membaik

Vaksinasi lansia secara door to door, (Ist).

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang mencatat, tren pandemi Covid-19 terus membaik.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menfatakan, dalam satu pekan rata-rata hanya terdapat satu kasus baru yang terdeteksi.

“Kasus meninggal dunia sepanjang bulan November ini ada dua kasus dengan kasus aktif sampai Rabu (24/11) kemarin ada sebanyak 14 pasien,” ucapnya, Jumat (26/11).

Arbani menerangkan, dari 14 pasien tersebut, 11 di antaranya dirawat di rumah sakit, dan sisanya menjalani isolasi di isolasi terpadu (Isoter), sedangkan untuk safe house saat ini telah kosong karena tidak memiliki pasien.

Baca juga: Wabup Malang Minta Seluruh Guru Buat Inovasi

Untuk mengejar target penurunan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ke level 1, Dinkes Kabupaten Malang terus berupaya menuntaskan target vaksinasi di kelompok lansia sebesar 60 persen.

“Saat ini total capaian vaksinasi untuk lansia masih 56 persen, kurang 4 persen. Jumlahnya kurang lebih 11 ribu orang lansia, tapi untuk vaksinasi usia 12 tahun ke atas kami sudah 73 persen dari total sasaran,” jelasnya.

Sebagai upaya agar mencapai target tersebut, lanjut Arbani, Dinkes Kabupaten Malang terus melakukan program vaksinasi door to door.

Dinkes menugaskan para bidan dan perawat ponkesdes, yang dalam satu hari mereka ditargetkan dapat memvaksin 20 orang lansia.

Baca juga: Jauh dari Target, Realisasi Retribusi Parkir Kota Batu hingga November hanya Rp400 Juta

“Jika target itu terpenuhi, akhir pekan ini 11 ribu lansia tuntas divaksin. Tapi, ada beberapa tantangan untuk vaksinasi lansia itu, karena banyak yang belum teredukasi dengan benar terkait vaksinasi,” ujarnya.

Tantangan terlebih dari lansia yang tinggal di pedesaan. Selain itu jarak tempat tinggal mereka jauh dari faskes (fasilitas kesehatan).

“Selain itu mereka juga merasa tidak pernah ke luar kota, sehingga tidak butuh vaksin,” terangnya.

Tentang ketersediaan vaksin di Kabupaten Malang, Arbani menegaskan, dosis pertama masih relatif mencukupi, sedangkam dosis dua agak terhambat karena distribusi dari pusat juga agak lambat.

“Itu yang membuat selisih capaian vaksin dosis pertama dan kedua. Selisih 17 persen ini kurang lebih jumlahnya 340 ribu dosis, target kami tuntas 70 persen untuk dosis kedua Insyaallah akhir Desember selesai,” pungkasnya.(end)

Wabup Malang Minta Seluruh Guru Buat Inovasi

Wabup Malang, H Didik Gatot Subroto (Kanan) saat memberikan Poto Tumpeng ke Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Sucipto. (Mvoice/Humas Pemkab Malang).

MALANGVOICE – Wakil Bupati (Wabub) Malang, H. Didik Gatot Subroto meminta kepada seluruh guru dan insan pendidikan di wilayah Kabupaten Malang membuat berbagai inovasi untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wabup Malang, H. Didik Gatot Subroto, saat menghadiri tasyakuran HUT ke-76 PGRI, Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional tahun 2021 di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kecamatan Pakisaji, Kamis (25/11).

Kegiatan tasyakuran tersebut, mengusung tema ‘Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’ dengan hastag #GuruMenolakMenyerahkarenaCorona.

“Saya berharap semua guru di Kabupaten Malang bisa menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam sistem pendidikan yang mengutamakan sifat adaptif dan responsif terhadap berbagai dinamika,” ucapnya.

Menurut Didik, saat ini Pemkab Malang terus berupaya mendorong guru untuk membentuk anak didik-anak didik yang pintar sesuai dengan tugas yakni sebagai tenaga pendidik.

“Guru ini sudah mendarmabaktikan seluruh kemampuan, tenaga dan pikirannya, untuk mendidik generasi penerus bangsa, maka ada balancing yang harus disampaikan pemerintah,” jelasnya.(end)

6 Menteri Ramaikan Muskerwil dan Pelantikan Pengurus PW HPN Jatim

Panitia Muskerwil HPN saat foto bersama. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (PW HPN) Jawa Timur (Jatim) akan mengadakan kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang diikuti 38 Pengurus Cabang HPN Kota/Kabupaten se-Jatim.

Dalam kegiatan Muskerwil tersebut, juga akan dilakukan pelantikan pengurus PW HPN oleh Pengurus Pusat HPN, Jumat (26/11) besok di Hotel Atria, Kota Malang.
 
Ketua Panitia Muskerwil HPN, H Suluh Wahyu Pambudi menyampaikan, setelah kegiatan Muskerwil HPN, panitia langsung menggelar Forum Bisnis yang akan dihadiri oleh enam Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca juga: IBU Raih Peringkat Tiga AKU 2021 Kategori Institut

Ke-nam Mentri tersebut antara lain, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Halim Iskandar, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

“Untuk forum bisnis itu akan kita gelar besoknya selama dua hari (Sabtu-Ahad 27-28/11) di Universitas Islam Malang (Unisma) Malang,” jelasnya.

Panitia Pengarah Muskerwil HPN Joni Sujadmoko (kanan) bersama Panitia Seksi Acara Muskerwil HPN Avin Nadhir (kiri). (Mvoice/Istimewa).

Kegiatan forum bisnis tersebut, lanjut Suluh, dijadwalkan akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, yang dihadiri beberapa kiai NU.

Para kiai ini antara lain KH Masduki Mustamar yang juga ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jatim, dan KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali) dari Sidoarjo, serta tokoh-tokoh penting nasional.

“Kegiatan ini bisa digelar berkat kerja sama PW HPN Jatim dengan Unisma Malang. Dalam kegiatan itu, juga ada pameran produk yang diikuti para sponsor dan anggota HPN,” tegasnya
 
Sementara itu, Seksi Acara Muskerwil HPN H Avin Nadhir atau biasa disapa Gus Avin mengatakan, kegiatan forum bisnis yang dihadiri beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut diharapkan dapat memunculkan ide, saran, dan gagasan tentang Recovery Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19. 

“Para Menteri nantinya akan memberikan ide, saran, dan gagasan bagi pelaku usaha pasca pandemi Covid-19,” ujarnya.

:Forum Bisnis ini akan ditutup oleh Wakil Gubernur Jatim H Emil Elestianto Dardak,” pungkas Gus Avin, yang juga Ketua Yayasan Indocita Foundation atau yang dikenal Desa Inggris Singosari, di Desa  Randuagung, Kecamatan Singosari.(end)

IBU Raih Peringkat Tiga AKU 2021 Kategori Institut

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si (Mvoice/Humas IBU).

MALANGVOICE – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, berhasil meraih peringkat 3 kategori Institut dalam Anugerah Kampus Unggulan (AKU) Tahun 2021 yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim).

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Pemimpin Perguruan Tinggi (Rakerpim PT) di Grand Mercure Hotel Malang, Rabu (24/11).

Dalam Rekerpim tersebut, LLDIKTI Wilayah VII Jatim, memberikan penghargaan kepada 19 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari kategori bentuk Perguruan Tinggi (PT) Akademik Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan PT Vokasi (Politeknik, Akademi dan Akademi Komunitas).

Selain itu, LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur juga memberikan Anugerah Kampus Unggulan Bidang Khusus kepada 40 PTS nominasi dalam 11 kategori antara lain Kinerja Bidang Kemahasiswaan Terbaik, Akselerasi Jabatan Akademik Terbaik, Akselerasi Pengelolaan Perguruan Tinggi Baru Terbaik dan Humas Perguruan Tinggi Terbaik.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, mengaku senang dan bersyukur atas raihan penghargaan dalam gelaran AKU tahun ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada kami. Penghargaan ini merupakan wujud dari konsistensi kami (IBU) untuk membangun SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, cerdas serta berkarakter,” ucapnya, Kamis (25/11).

Nurcholis menjelaskan, dengan mendapatkan penghargaan AKU ini, IBU Malang akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kelembagaan dan sumber daya manusia yang ada didalamnya.

“Kami akan terus memperbaiki kualitas SDM dan tata kelola kelembagaan agar kedepannya bisa mendapatkan peringkat yang lebih baik lagi dalam Anugerah Kampus Unggul,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Nurcholis, IBU Malang telah menerapkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan menerima sebanyak 168 mahasiswa dari 43 perguruan tinggi di Tanah Air.

“Selain itu kami juga telah mengirimkan 83 mahasiswa untuk berkuliah di 17 perguruan tinggi di Indonesia,” tegasnya.

Sebagai informasi Pemberian Anugerah Kampus Unggulan (AKU) bagi perguruan tinggi swasta dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Rakerpim PT sejak tahun 2009.

Penghargaan ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan motivasi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kelembagaan dan sumber dayanya.

Hadir sebagai peserta adalah 318 pemimpin PTS (Perguruan Tinggi) dan undangan, yang dilakukan secara luring dan daring, sedangkan undangan yang hadir secara luring sejumlah 100 PTS dengan diberlakukan protokol kesehatan secara ketat.(end)

BPKAD Kabupaten Malang Proyeksikan SILPA 2021 Capai Rp330 M

Kepala DPKAD Pemkab Malang, Wahyu Kurniati. (Toski D)

MALANGVOICE – Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang memproyeksikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2021 mencapai Rp330 miliar.

“Jumlah SILPA itu tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya saat penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang tahun 2020,” Kepala BPKAD Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati saat ditemui Mvoice di gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (25/11).

Wahyu menjelaskan, di tahun sebelumnya yakni tahun 2020, proyeksi SILPA anggaran APBD Kabupaten Malang mencapai Rp325 miliar, dan di tahun 2021 ini diperkirakan hampir sama

“Itu kan masih proyeksi, jadi untuk OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mana saja masih belum dapat diketahui, nanti tunggu 30 Desember 2021,” jelasnya.

Wahyu belum bisa mengatakan secara pasti besaran SILPA tersebut, dan baru diketahui setelah dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten Malang di akhir tahun 2021 mendatang.

“Itu SILPA nonaudited. Kita tunggu audit Inspektorat, baru tahu besarannya. Sedangkan di bulan Mei 2022 setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru keluar SILPA resmi,” jelasnya.

Menurut Wahyu, naiknya SILPA di Pemkab Malang tersebut disebabkan realisasi program kegiatan di setiap OPD di lingkungan Pemkab Malang kurang maksimal.

“Kecuali SILPA muncul dari efisiensi belanja, yang secara program kegiatan tercapai, tapi ada efisiensi anggaran, contohnya rehab gedung, dianggarkan Rp200 juta, namun di RAB (Rencana Anggaran Biaya) muncul sebesar Rp175 juta, nah itu berarti efisiensi anggaran Rp25 juta,” terangnya.(end)

Dewan Dorong Pemkab Malang Tanggapi Keluh Kesah KONI

MALANGVOICE – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, M Saiful Efendi, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menanggapi keluh kesah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang.

Pasalnya, KONI Kabupaten Malang meminta Pemkab Malang menambahkan anggaran untuk pembinaan atlet dan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VII tahun 2022 yang akan digelar di empat daerah, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

“Untuk olahraga di Kabupaten Malang sangat kita perhatikan, kita (Dewan) sebagai wakil rakyat akan mendorong Pemkab Malang untuk ikut memperhatikan, dengan memberikan tambahan anggaran di KONI,” ucap Saiful, kepada Mvoice, Kamis (25/11).

Baca juga: Bupati Malang Pilih Beri Bonus Daripada Bina Atlet

Saiful terus berupaya untuk melakukan penambahan anggaran agar KONI Kabupaten Malang bisa berjaya di ajang Porprov VII 2022 mendatang.

“Semoga tidak ada refocusing anggaran, kalau dilihat saat ini kasus Covid-19 sudah semakin menurun,” jelas politikus partai berlambang kepala Garuda ini.

Dengan ada penambahan anggaran nanti, diharapkan prestasi atlet di Kabupaten Malang dapat semakin moncer, terutama di ajang Porprov VII 2022 yang akan di gelar di empat daerah tersebut.

“Nantinya akan ada penambahan anggaran, biar atlet lebih bersemangat lagi, anggaran itu untuk pencapaian-pencapaian tertentu, seperti medali emas, perak, dan perunggu, itu nanti akan di kasih reward plus pelatihnya,” tegasnya.

Saiful menegaskan, penambahan anggaran di KONI Kabupaten Malang sangat diperlukan, karena Kabupaten Malang memiliki potensi-potensi atlet yang bisa mendulang medali emas di ajang Porprov maupun nasional bahkan internasional.

“Kalau kita lihat, di Kabupaten Malang ini sangat potensial sekali, itu terbukti kemarin anggaran sangat minim bisa mendapat medali emas di PON Papua, maka perlu ditambah anggarannya, mengingat di Kabupaten Malang ada 54 Cabor (Cabang Olahraga) yang ada di dalam KONI,” pungkasnya.(der)

Sengketa dengan BPN Kota Batu, Perumda Jasa Yasa Gandeng Kejari Kabupaten Malang

Suasana Mediasi yang dilakukan di Kejari Kabupaten Malang. (Mvoice/Istimewa).

MALANGVOICE – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang untuk mengamankan aset Songgiriti dari penyerobotan pihak lain.

Pengamanan aset Songgiriti di Kota Batu tersebut melalui mediasi pembatalan peta bidang Songgoriti atas nama Tjipto Candra yang dikeluarkan BPN Kota Batu.

Mediasi antara Perumda Jasa Yasa dan BPN Kota Batu berlangsung di kantor Kejari Kabupaten Malang, Rabu (24/11).

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa Songgiriti merupakan aset pemerintah Kabupaten Malang yang terpisahkan dan dikelola oleh Perumda Jasa Yasa sebagaimana dasar kepemilikan yang tertuang dalam HPL No. 1 tahun 1991 yang terletak di Desa Songgokerto Kota Batu.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Kabupaten Malang, Indra Timoti mengatakan, berdasarkan HPL No. 1 tahun 1991 tersebut, aset Songgoriti merupakan hak Perumda Jasa Yasa dan perlu dilakukan pembatalan peta bidang Songgoriti itu.

“Kami mendapat permohonan bantuan hukum dari Perumda Jasa Yasa terkait diterbitkannya peta bidang nomor 213/2021 tertanggal 2 Maret 2021 yang tercatat diajukan oleh Tjipto Candra,” ucapnya.

Indra menjelaskan, dalam perkara tersebut Perumda Jasa Yasa memiliki bukti-bukti yang kuat, dan mengajukan bantuan hukum kepada Kejari Kabupaten Malang.

“Tanah atas peta bidang tersebut milik Perumda Jasa Yasa, berdasarkan sertifikat hak kepengelolaan nomor 1 tahun 1991, bahwa aset Pemkab Malang, Jasa Yasa dulu pernah menggugat. Jasa Yasalah Pemenangnya,” jelasnya.

Menurut Indra, selain bukti-bukti yang diserahkan berupa Sertifikat Hak Kepengelolaan, juga berdasarkan keputusan Mahkamah Agung nomor 454K/PDT/1998. Untuk itu, Kejari Kabupaten Malang berupaya melakukan mediasi.

“Hak pengelolaan ada pada Jasa Yasa, tiba-tiba diterbitkannya peta bidang itu, ada potensi sengketa antara Perumda Jasa Yasa dengan BPN Kota Batu. Karena ini sama-sama dari pemerintahan (Perumda Jasa yasa dan BPN Kota Batu), maka kami hanya bisa memberikan jasa hukum lain yakni berupa mediator dan tidak memihak manapun,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Dirut Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim, menyambut baik mediasi pembatalan peta bidang Songgoriti atas nama Tjipto Candra tersebut.

“Kami tentunya berterima kasih kepada Kejari Kabupaten Malang yang memberikan fasilitasi mediasi terkait pembatalan peta bidang Songgoriti tersebut,” katanya.

Husnul Hakim berpendapat, aset pemkab Malang harus diselamatkan dari pihak-pihak yang ingin menguasai.

“Kita bergerak cepat dalam menyelamatkan dan mengamankan aset-aset Pemkab Malang. Upaya hukum akan kita tempuh, karena alas hak kepemilikannya juga jelas,” bebernya.

Setelah dilakukan mediasi, lanjut Husnul, Kejari Kabupaten Malang juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak terkait pembatalan peta bidang yang telah dikeluarkan oleh BPN Kota Batu.

“Ini artinya secara hukum Songgoriti merupakan aset Pemkab Malang yang dalam hal ini menjadi tanggung jawab Perumda Jasa Yasa,” pungkasnya.(end)

Bupati Malang Pilih Beri Bonus Daripada Bina Atlet

Bupati Malang H.M Sanusi. (Mvoice/Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi ternyata lebih memilih memberi uang penghargaan alias reward kepada atlet-atlet yang terbukti meraih prestasi, ketimbang memberikan tambahan anggaran kepada KONI Kabupaten Malang.

“Saya lebih suka memberikan reward kepada yang atlet yang berprestasi, daripada melakukan penambahan anggaran itu,” tegas Sanusi, menjawab Mvoice saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Rabu (24/11).

Menurutnya, dengan pemberian reward kepada atlet-atlet Kabupaten Malang yang berprestasi tersebut, bisa memacu semangat mereka untuk terus meraih prestasi dan menjadi motivasi saat berlatih.

“Dulu di PON kita tidak pernah dapat medali emas. Nah sekarang kita dapat 17 medali emas. Kita pertahankan itu. Kita motivasi atlet berprestasi,” tegasnya lagi.

Baca juga: KONI Kabupaten Malang Terancam Tidak Ikut Porprov VII 2022

Pernyataan Sanusi itu menanggapi permintaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang untuk penambahan dan perubahan anggaran dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang melekat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang menjadi dana hibah.

KONI berpendapat, penambahan dan perubahan anggaran tersebut, selain untuk pembinaan atlet di Kabupaten Malang, juga akan digunakan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VII tahun 2022 di empat daerah, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Anggaran KONI Kabupaten Malang di tahun 2021 ini sebesar Rp1,9 miliar, akhirnya mendapatkan tambahan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) sebesar Rp300 juta.

Baca juga: Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 di Kota Malang Baru Cair Hingga Juli

Terkait solusi keluh kesah KONI Kabupaten Malang tersebut, Sanusi menyerahkannya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang.

“Jadi atlet yang berprestasi itu yang dapat (uang),” jawabnya pendek. (end)

Dispora Kabupaten Malang Gelar Sertifikasi Pelatih

Ilustrasi Sepak Bola. (Mvoice/Doc. PWI).

MALANGVOICE – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Desember mendatang akan menggelar sertifikasi pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelatih.

“Para pelatih akan kita berikan sertifikasi. Sementara ini untuk pelatih sepakbola, dan bola basket,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Prestasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Diapora) Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, Rabu (24/11).

“Untuk pelatih basket akan dilakukan sertifikasi pada tanggal 1-3 Desember, sedangkan sepakbola 13-19 Desember,” jelasnya seraya menambahkan sertifikasi akan diikuti 30 orang pelatih.

“Pesertanya berasal dari pelatih yang ada di 33 kecamatan, tapi kita hanya mendapat kuota 30 orang. Sisanya akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang,” terangnya.

Pelaksanaan sertifikasi pelatih tersebut, tambah Sigit, dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlet yang ada di Kabupaten Malang.(end)