Polres Batu Berhasil Tangkap 16 Tersangka Kasus Narkoba

Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus selama 1 bulan. (Foto: Ayun/MVoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus selama 1 bulan. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Selama kurun waktu 1 bulan yaitu sejak 22 Januari hingga 22 Februari 2020. Satreskoba Polres Batu ungkap 12 kasus narkoba dengan 16 tersangka yang berhasil diamankan.

Dari semua kasus tersebut, kurang lebih ada beberapa barang bukti yang juga diamankan. Diantaranya yaitu 20,32 gram sabu dan 1.400 butir pil double LL.

Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama memaparkan dari 16 tersangka diantaranya yaitu 7 pengedar, 8 kurir dan1 pemakai.

“Untuk operandinya masih sama. Memakai sistem ranjau untuk peredarannya,” ungkapnya kepada wartawan.

Dari keterangan tersangka, Harviadi juga menyampaikan hasil peredaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dan semua tersangka pekerjaannya juga serabutan.

“Rata-rata karena kepepet ekonomi,” terangnya.

Sebagaimana pengakuan dari MMP (55 tahu) yang merupakan pengedar asal Sidomulyo, Kota Batu. Dia menyampaikan sebagai pendedar baru 4 bulanan.

“Baru empat bulan ini. Setiap hari kerja bengkel. Ya karena kepepet untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Meski begitu, 16 tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka terancam pasal berbeda.

Untuk pengedar dan kurir dijerat hukuman sesuai pasal 112 ayat (1) dan atau 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

Sedangkan untuk pemakai terancam hukuman minimal 4 tahun penjara.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Jual Kukang Jawa dan Kadal Papua, Dua Warga Kota Malang Ditangkap Polres Batu

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menyerahkan Kukang Jawa satwa dilindungi ke BKSDA, Jumat (21/2) (Foto: Ayun/MVoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menyerahkan Kukang Jawa satwa dilindungi ke BKSDA, Jumat (21/2) (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Dua warga asal Kota Malang diamankan Polres Batu di depan MAN 1 Kota Batu pada 19 Februari lalu. Keduanya terbukti menyimpan dan menjualbelikan hewan yang dilindungi, yaitu Kukang Jawa dan Kadal Papua.

Kedua tersangka yaitu S warga Kecamatan Lowokwaru yang merupakan pemilik hewan. Dan JN warga Kecamatan Kedung Kandang yang merupakan pengantar jika ada pembeli hewan.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan kedua tersangka menjualnya lewat sosial media Facebook. Saat itu, pihaknya memancing dengan pura-pura membeli.

“Dia menawarkan jenis kukang Jawa dengan harga Rp 500 ribu di sosmed. Kita pancing dengan janjian di MAN 1 Kota Batu dan langsung kami tangkap,” kaat dia saat konferensi pers di Polres Batu pada Jum’at (21/2).

Disebutkannya, tersangka pertama adalah JN yang merupakan pengantar hewannya. Sedangkan, S ditangkap di rumahnya dengan diamankan juga barang bukti lainnya kadal Papua.

“Saat kami tanya. Kedua tersangka ini mengaku sudah mengetahui jika hewan yang dijual merupakan satwa dilindungi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Harviadi mengatakan kedua tersangka melanggar Uu No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka terancam 5 tahun hukuman penjara.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Senggol Truk, Pengendara Jatuh dan Kepala Terlindas

Evakuasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore.
Evakuasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore.

MALANGVOICE – Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan truk terjadi di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore. Satu orang pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal di lokasi kejadian.

Menurut informasi yang dihimpun MVoice. Kecelakaan terjadi saat sepeda motor Honda Verza yang ditumpangi Wahyu Permadi melaju dari arah barat menuju ke timur.

Sesampainya di TKP, Wahyu mendahului kendaraan Mitsubishi Truck atau Mobil Barang yang berjalan dari arah yang sama.

Karena tidak cukup ruang gerak. Akhirnya terjadi senggolan antara stang stir sebelah kanan sepeda motor bernopol N 4148 EEC itu dengan body atau Bak sebelah kiri truk.

Akibatnya membuat pengendara sepeda motor terjatuh ke samping kanan dan terlindas roda kiri truck. Seketika itu, korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dengan adanya kejadian itu, Anggota Unit Laka Lantas Polres Batu Bripda Karel Aditya mengatakan untuk penyebab kecelakaan karena pengendara sepeda motor kurang hati-hati. Saat itu korban memaksa untuk mendahului truk dari sisi sebelah kiri.

“Dia maksa menyalip truck dari sebelah kiri. Meski enggak bisa, korban tetap mendahului dan terjadilah senggolan yang membuat dia jatuh dan kepalanya terlindas ban truk,” ungkapnya.

Adanya insiden tersebut dikatakannya sudah diatasi Unit Laka Lantas Polres Batu. Kemudian, korban sudah dibawa ke RS Hasta Brata untuk dilakukan Visum Et Repertum (luar).

“Korban mengalami luka berat akibat benturan. Dia langsung meninggal dunia di lokasi dan sudaj kita bawa ke rumah sakit,” terangnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Kapolres Batu Ingatkan Kejamnya Jejak Digital Medsos

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melakukan sosialisasi Operasi Bina Kusuma di SMAN 2 Kota Batu.
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melakukan sosialisasi Operasi Bina Kusuma di SMAN 2 Kota Batu.

MALANGVOICE – Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan jejak digital media sosial (medsos) sangat kejam. Selain bisa merugikan diri sendiri, beberapa pihak seperti orang tua dan lain sebagainya juga bisa terdampak.

Hal itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Operasi Bina Kusuma di SMAN 2 Kota Batu. Karena itu, dia meminta khususnya kepada pelajar agar berhati-hati dalam bermedsos.

“Rekam jejak medsos itu sangat kejam. Sampai kapanpun bisa dilacak,” kata dia di SMAN Kota Batu pada Senin (17/2).

Dijelaskannya, rekam jejak medsos tersebut yaitu yang bersifat negatif. Misalnya dengan melakukan ujaran kebencian dan provokasi di medsos.

“Jadi, saya berharap kepada teman-teman (pelajar) ini agar bisa menggunakannya untuk hal yang positif. Lebih baik energi besar yang dimiliki ini disalurkan pada hal-hal lain seperti olahraga,” kata Harviadi.

Dia mencontohkan dampak kerugiannya tersebut seperti ada keinginan untuk melamar menjadi anggota Polri. Selain syarat administrasi, tes kesehatan, dan psikologi, dikatakannya juga akan dilacak jejak digitalnya di medsos.

“Semuanya akan dilacak jejak digitalnya. Baik di facebooknya, instagram, Whatsapp, maupun di twitter. Kalau ternyata negatif, itu bisa berdampak,” terangnya.

Dia juga menceritakan bagaimana saat pihaknya menangani kasus provokasi di medsos yang dilakukan salah satu pelajar di Kota Batu. Pihaknya saat itu diminta Mabes Polri untuk mengamankannya.

“Masalahnya sepele, yang bersangkutan hanya share tulisan yang bersifat provokasi di medsos. Kebetulan, waktu itu saat marak-maraknya anak SMK yang ikut unjuk rasa” kata dia.

“Ternyata apa yang dishare terdeteksi oleh Mabes Polri dan meminta kami untuk melacaknya. Dan pelakunya diketahui warga Kelurahan Sisir, Kota Batu,’’ ungkapan.

Oleh karena itulah, Harviadi sekali lagi mengingatkan khususnya kepada pelajar di Kota Batu untuk bijak bersosial media. Tentunya untuk kebaikan bersama.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Marak Kasus Perundungan Pelajar, Kapolres Minta Jangan Takut Melapor

Kapolres Batu, AKBP Harviadi bersama siswa-siswi SMA Negeri 2 Kota Batu
Kapolres Batu, AKBP Harviadi bersama siswa-siswi SMA Negeri 2 Kota Batu

MALANGVOICE – Di awal tahun saja, tercatat dua kali terjadi kasus perundungan atau bully di Indonesia. Selain yang menimpa MS di Malang, belum lama juga terjadi di Purworejo.

Melihat maraknya kasus-kasus tersebut. Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama menggelar kunjungan ke SMAN 2 Kota Batu untuk melakukan sosialisasi Operasi Bina Kusuma.

Misalnya hal tersebut menimpa pelajar di Kota Batu. Harviadi meminta untuk tidak segan melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak disimpan sendiri.

“Jangan sampai kasus di Malang maupun di Purworejo menjalar ke Kota Batu. Kami sudah sampaikan, jangan takut melapor dan jangan simpan sendiri. Kami siap membantu,” ungkapnya di SMAN 2 Kota Batu Senin (17/2).

Lebih lanjut, dia menyampaikan tujuan kunjungan ke sekolah-sekolah ini memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelajar. Khususnya terkait berbagai persoalan yang sedang terjadi seperti kasus perundungan.

“Saya harapkan. Kejadian seperti itu (kasus perundungan di Malang dan Purworejo) tidak terjadi di Kota Batu,” kata Harviadi.

“Sekarang, sangat mudah dilacak siapa pelakunya. Tentu, yang rugi tidak hanya siswanya saja. Melainkan juga orang tua,” tuturnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Usai Diserahkan, Dewanti Akan Resmikan Pasar Sayur Kota Batu

Walikota Batu Dewanti Rumpoko bersama Wakil Walikota Batu Punjul Santoso saat menijau Pasar Besar Unit Sayur.
Walikota Batu Dewanti Rumpoko bersama Wakil Walikota Batu Punjul Santoso saat meninjau Pasar Besar Unit Sayur.

MALANGVOICE – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama melaksanakan kunjungan ke Pasar Sayur Batu sebelum direncanakan akan diresmikan pada 17 Februari mendatang.

Dalam kunjungannya itu, Dewanti berharap hadirnya pasar tersebut bisa kembali membuat ramai pasarnya seperti dahulu lagi. Karena itu, pedagang yang sebelumnya berada di luar pasar bisa menempatinya segera mungkin.

”Tadi, kami memberikan pengarahan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Karena, kami rencanakan akan segera diresmikan pada tanggal 17 Februari 2020,” kata dia usai meninjau pasar pada Rabu (12/2) siang.

Disisi lain, dia juga menyebutkan agar tambah meriah, pagelaran seni berupa wayang kulit pada 19 Februari 2020 juga akan digelar sebagai bentuk hiburan kepada masyarakat.

”Tapi, kami juga harapkan pedagang yang sebelumnya berdagang diluar dapat masuk kembali berjualan di pasar. Setelah diresmikan, saya harap ini akan kembali ramai seperti pada masa jayanya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Besar Unit Sayur, Eko menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkot Batu. Selain sudah dibangun dengan pasar yang lebih modern juga tanpa dipungut biaya.

”Ini dibuat modern. Apalagi, ini tanpa ada pungutan biaya dan gratis buat kami,” tuturnya.

Diketahui, dalam kunjungan tersebut juga hadir Sekda Pemkot Batu, Zadiem Efisiensi. Kemudian Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Eko Suhartono, dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Arief E.C.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Hujan Semalam, Tiga Lokasi Tergenang Air di Kota Batu

Banjir dan plengsengan ambrol di Dusun Binangun Desa Bumiaji, Depan Lapangan Gelora Arjuna Bumiaji. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)
Banjir dan plengsengan ambrol di Dusun Binangun Desa Bumiaji, Depan Lapangan Gelora Arjuna Bumiaji. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)

MALANGVOICE – Hujan deras yang terjadi Senin (10/2) malam berdampak di Kota Batu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat terjadi tiga kali bencana banjir dengan tiga titik lokasi berbeda.

Diketahui, kejadian pertama di Dusun Binangun Desa Bumiaji, Depan Lapangan Gelora Arjuna Bumiaji. Sebanyak 3 rumah terdampak banjir dan plengsengan teknis berdimensi panjang 15 meter, tinggi 2 meter dan lebar 30 cm ambrol.

Selanjutnya, kejadian kedua di Desa Beji Kecamatan Junrejo. Dalam kejadian ini, hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap ke fasilitas umum karena penyempitan gorong-gorong.

Kemudian juga terjadi di Jalan Raya Tegalsari Dusun Tegalsari Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji. Kejadian banjir ini menyebabkan jalan raya sepanjang 50 meter tertutup lumpur dengan ketinggian sekitar 3 cm.

Sementara, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menjelaskannya kejadian banjir di Bumiaji yang cukup parah. Pasalnya sampai menggenangi tiga rumah.

“Selain plengsengan ambrol. 3 rumah warga yaitu milik Bapak Samadi, Bapak Sugiono dan Ibu Sumani terdampak,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Meski begitu, Rochim menyebutkan dalam kejadian banjir itu tidak menyebabkan adanya korban. Hanya sedikit mengganggu lalu lintas di tiga lokasi kejadian tersebut.

“Sudah kami lakukan pembersihan material menggunakan alat berat. Sekaligus kami juga bangun plengsengan teknis serta memberikan bantuan pada yang terdampak,” ungkapnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

3 Relawan Kota Batu Bantu Selamatkan Buaya Terpasung Ban

Kondisi buaya yang terpasung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Prambors Radio)
Kondisi buaya yang terpasung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Prambors Radio)

MALANGVOICE – Belum lepasnya ban yang terpasung di tubuh buaya berjenis Crocodylus Porosus di Sungai Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak 3 orang relawan Kota Batu yaitu dua pawang Predator Fun Park dan 1 dari BKSDA Malang ikut turun membantu pelepasannya.

Mereka diantaranya yaitu Joe Javanese dan Sugeng yang merupakan pawang di Predator Fun Park. Kemudian Dwi Rubingi dari BKSDA Malang. Ketiganya berangkat sejak Senin (10/2).
Salah satu pawang Predator Fun Park, Joe Javanese mengatakan bantuan itu karena uji coba dua kali pelepasan ban belum membuahkan hasil. Sehingga, dia bersama dua orang lainnya akan ikut membantunya.

”Sebelumnya oleh Panji belum bisa. Kemudian, diupayakan lagi oleh BKSDA Sulteng dan Polair Polda Sulteng juga belum membuahkan hasil. Makanya, kami coba ikut membantu,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk keberangkatannya tersebut didukung oleh Pemkot Batu, Predator Fun Park dan BKSDA Malang. Kemudian, juga dukungan dari Pemkot Palu yang sebelumnya sudah melakukan koordinasi.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan hanya bisa berdoa semoga upaya tersebut bisa membuahkan hasil. Sekaligus, dia berharap semoga sama-sama bisa kembali dengan selamat pula.

”Harapan kami di Pemkot Batu. Semoga, bisa membantu membebaskan buaya tersebut. Tapi, bisa kembali ke sini juga dalam keadaan selamat,” kata dia diwawancarai di tempat terpisah.

Seperti diketahui, kondisi buaya terpasung ban di Sungai Palu itu sudah berlangsung selama empat tahun terakhir. Hingga kini, belum ada satu pun warga yang bernyali untuk membebaskannya.

Beberapa kali upaya sudah dilakukan. Namun, upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil sampai sekarang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Polisi Selidiki Ambrolnya Jembatan Dau

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. (Toski D).
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. (Toski D).

MALANGVOICE – Polres Malang bakal masih menyelidiki ambrolnya Jembatan Dusun Krajan, Desa Gadingkulon, Dau, akibat diterjang banjir bandang yang membawa material berupa lumpur, pada Kamis (30/1) lalu.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan memanggil pihak-pihak terkait dalam pembangunan jembatan tersebut,” Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Jumat (7/2).

Pemanggilan tersebut, lanjut Andaru, dilakukan guna mencari tahu kebenaran dalam pembangunan jembatan tersebut, apakah sudah sesuai spek apa tidak

“Semua pihak akan kami panggil, baik itu pihak Dinas, rekanan pelaksana, maupun rekanan Konsultan. Saya ingin tahu RAB-nya juga,” jelasnya.

Setelah itu, tambah Andaru, pihaknya akan melakukan melakukan Pulbaket dan Puldata tentang penyebab Ambrolnya Jembatan Dusun Krajan, yang menghubungkan yang menghubungkan Desa Gadingkulon dan Desa Selorejo, Dau tersebut.

“Hasil pemeriksaan nantinya akan kami cross check dengan kenyataan yang ada di lapangan (TKP, red),” pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek jembatan Dusun Krajan tersebut baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus 2019 lalu, dengan menelan anggaran dari APBD sebesar Rp.486.914.496,08,- yang dimenangkan oleh CV. Wahyu Sarana, yang beralamat di Perumahan Muara Sarana Indah B-7, Desa Mulyoagung, Dau.

CV. Wahyu Sarana ini telah berhasil mengungguli 64 rekanan dalam sistem tender. Sebenarnya, Pembangunan jembatan Krajan tersebut, memiliki nilai pagu Rp.700.000.000,00,-. dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek sebesar Rp.699.990.386,23,-.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Diterjang Hujan Deras, Dua Plengsengan di Kota Batu Ambrol

Plengsengan di Jalan Pinangsia, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji atau di rumah Pak Bambang. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)
Plengsengan di Jalan Pinangsia, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji atau di rumah Pak Bambang. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)

MALANGVOICE – Derasnya hujan yang melanda Kota Batu dalam beberapa hari belakangan ini menimbulkan dampak. Antara lain plengsengan ambrol di dua titik berbeda yang bersamaan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyebutkan kejadian pertama di Jalan Flamboyan, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Kemudian di Jalan Pinangsia, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.

Kasi Kadaruratan dan Kebencanaan BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menyebutkan keduanya terjadi pada Senin 3 Februari 2020 kemarin. Akan tetapi, pihaknya baru mendapatkan laporan dari warga pada Jum’at 7 Februari 2020.

”Untuk penyebabnya sama. Karena intensitas hujan yang tinggi menyebabkan plengsengan itu ambrol,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Disebutkannya, kejadian pertama tepatnya di rumah Ibu Warti. Kejadian itu juga mengakibatkan longsor dengan dimensi panjang 12 m, lebar 24 m dan tinggi 5 m.
Sedangkan di titik kedua yaitu plensengan berdimensi panjang 6 m, lebar 2 m dan tinggi 2 m ambrol serta pagar bambu juga roboh. Tak hanya itu, di lahan milik Pak Bambang itu juga menyebabkan pipa air terputus.

”Meski begitu, dari kedua kejadian itu tidak menyebabkan korban jiwa,” terangnya.
Untuk saat ini, Rochim menyampaikan pihaknya sudah melakukan tindakan berupa pemasangan terpal. Disisi lain juga dilakukan pembersihan material tanahnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang