Kampanyekan Hidup Sehat, Pemkot Batu Usulkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Balai Kota Among Tani Kota Batu (foto: Ayun/MVoice)
Balai Kota Among Tani Kota Batu (foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Kesehatan berencana segera mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok (KTR) tahun 2020 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan itu dilakukan sebagai upaya mengampanyekan hidup sehat tanpa merokok di Kota Batu.

“Ya, adanya perda KTR untuk meminimalkan penyakit tidak menular. Sehingga penting mengapa ada kawasan tanpa rokok,” ujarnya.

“Rencananya Dinkes akan mengusulkan dan segera menyelesaikan draf ranperda kawasan tanpa rokok tahun 2020 ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bila aturan soal kawasan tanpa rokok itu sebenarnya sudah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu. Seperti di sekolah, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat ibadah.

“Lebih khusus hal ini dilakukan untuk melindungi para balita. Sebab berisiko stunting ke balita,” terangnya.

Menurut dia, residu dari asap rokok itu akan tetap menempel di dalam rumah dan secara otomatis bisa terhirup anak.

Bahkan pihaknya siap melakukan survei door to door hingga akan dilakukan sosialisasi.

“Nah, apalagi melihat saat ini kasus stunting cukup tinggi di beberapa daerah,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Terkait Pengelolaan Songgoriti, Pemkot Batu Tunggu Pertemuan Tiga Kepala Daerah

Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso. (Foto: Ayun/MVoice)
Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Polemik kawasan wisata Songgoriti yang kepemilikan masih dipegang Kabupaten Malang terus bergulir. Rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menargetkan untuk bisa segera dimiliki sebelum tahun 2022.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan DPRD Kota Batu untuk masalah tersebut. Dengan harapan agar segera ada audensi dengan Bupati dan DPRD Kabupaten Malang.

”Nantinya kan ada rapat tiga pemimpin daerah. Kami akan mengungkapkan wacana untuk merangkul Songgoriti ini,” kata dia kepada wartawan.

Dikatakan Punjul, sebelumnya memang sudah dilakukan komunikasi antara Pemkot Batu dan Pemkab Malang. Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa Pemkab Malang mengaku sudah tidak mengelola wisata Songgoriti.

Dia mengungkapkan bahwa kawasan wisata Songgoriti saat ini dikelola oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Jasa Yasa.

Oleh karena itulah, Punjul berharap dalam pertemuan itu nantinya bisa ada kesepakatan antar kedua belah pihak. Tentunya, kawasan wisata Songgoriti bisa dipegang penuh oleh Kota Batu.

”Siapa tau, ada kesepakatan nantinya. Apalagi, bagaimanapun juga kan Kota Batu juga terlahir dengan adanya kawasan Songgoriti ini,” tuturnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Menteri PPPAI Apresiasi Kampung Ramah Anak Desa Punten Kota Batu

Menteri PPPAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)
Menteri PPPAI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPAI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi adanya Kampung Ramah Anak (KRA) di Desa Punten, Kota Batu.

Dia mengaku, konsep lingkungan ramah anak di desa tersebut bisa menjadi pilot project Kemen PPPAI. Menurutnya, konsep yang diterapkan tersebut luar biasa.

”Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ini suatu hal yang luar biasa yang pertama kali konsepnya bagaimana kita lihat dalam memberikan perhatian kepada anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa ini,” kata dia saat berkunjung ke KRA Desa Punten, Kota Batu pada Kamis (27/2).

Dijelaskannya, di desa tersebut banyak sekali edukasi-edukasi yang diberikan kepada anak-anak. Salah satunya, dengan menjadikan gang-gang sempit dan rumah-rumah warga menjadi tempat belajar mereka.

”Perhatian dari kepala desa, pemerintah kota dan partisipasi masyarakat ini luar biasa. Rumahnya dibuka selebar-lebarnya dimanfaatkan untuk aktivitas anak-anak seperti ini,” ungkapnya.

Dengan adanya hal tersebut, Bintang Darmawati mengaku akan menjadikan konsep yang ada di KRA Desa Punten ini untuk disebarluaskan ke beberapa daerah lain.

Tentunya, tetap dengan kearifan lokal, situasi dan kondisi daerah yang bersangkutan.
”Konsep dasarnya ini bagaimana perhatian dan partisipasi masyarakat kepada anak-anak di kampung itu. Sehingga kampung yang dikelola oleh anak ini luar biasa,” ujarnya.

Salah satunya, dia mencontohkan seperti adanya gang sempit yang dijadikan tempat belajar dan bermain. Kemudian, rumah-rumah warga yang dijadikan tempat belajar selayaknya sekolah pada umumnya.

”Di sini kan waktu luang anak-anak diisi dengan membaca bermain kemudian juga ada budidaya ikan. Makanya, ke depan akan kita mulai ini dan menjadikan inspirasi serta motivasi untuk memberikan wahana yang lebih luas kepada anak-anak untuk menghindari bermain gadget,” tuturnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Hujan Disertai Angin, Satu Atap Rumah di Kota Batu Ambruk

Atap rumah milik Supri yang diduga sudah lapuk ambruk akibat diterjang hujan deras disertai angin pada Rabu (26/2) malam. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)
Atap rumah milik Supri yang diduga sudah lapuk ambruk akibat diterjang hujan deras disertai angin pada Rabu (26/2) malam. (Foto: BPBD Kota Batu for MVoice)

MALANGVOICE – Atap rumah milik Supri yang diduga sudah lapuk ambruk pada Rabu (26/2) malam. Hal itu disebabkan hujan disertai angin yang menerjang Kot Batu sejak sore.

Dari informasi yang diperoleh MVoice, ambruknya atap rumah milik Supri itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat hujan deras yang terjadi di Desa Beji, Kecamatan Junrejo sejak sore hari.

Beruntung, dalam kejadian itu semua penghuni rumah tidak berada di dalam. Sehingga tidak menyebabkan korban jiwa.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim membenarkan kejadian itu. Saat kejadian, cuaca di Kota Batu memang hujan dengan intensitas tinggi.

“Atap rumah yang ambruk kurang lebih dimensinya sekitar panjang 12 meter dan Lebar 10 meter. Tidak ada korban jiwa,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Untuk saat ini, Rochim mengatakan BPBD Kota Batu lakukan pemasangan garis pengaman. Sekaligus kerja bakti pembersihan material dan pemberian bantuan logistik.

“Sedangkan untuk penghuni rumahnya. Sementara ini masih mengungsi di rumah saudaranya,” terangnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

DLH Kota Batu Target 7 Desa/Kelurahan Miliki TPS Terpadu Tahun Ini

Tumpukan sampah di TPA Tlekung. (Foto: Ayun/MVoice)
Tumpukan sampah di TPA Tlekung. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Belum maksimalnya mekanisme daur ulang di Kota Batu berdampak pada volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

TPA dilokasi itu diketahui sudah terbilang overload. Sebab, TPA Tlekung menampung hingga 80 ton sampah setiap harinya. Itu merupakan semua sampah yang bersumber dari setiap Desa dan Kelurahan di Kota Batu yang dibuang tanpa adanya daur ulang.

Belum maksimalnya daur ulang itu sendiri dikarenakan masih adanya beberapa desa dan kelurahan di Kota Batu yang tidak memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R (TPST Reduce, Reuse, Recycle) atau TPST Daur Ulang. Sehingga, semua sampah langsung dibuang ke TPA Tlekung.

Oleh sebab itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menambah TPST 3R atau TPST Daur Ulang. Khususnya di Desa atau Kelurahan yang belum memiliki fasilitas tersebut.

”Ada tujuh Desa/Kelurahan yang belum memiliki itu. Dan tahun ini, akan kita lengkapi (TPST 3R atau TPST Daur Ulang),” kata Kepala DLH Kota Batu, Arief Assidiq kepada wartawan.

Seperti diketahui, dari 24 Desa/Kelurahan yang ada di Kota Batu. Hingga saat ini yang memiliki TPST 3R atau TPST Daur Ulang baru 17 Desa/Kelurahan. Sisanya atau 7 Desa/Kelurahan lainnya masih belum memiliki fasilitas tersebut.

Untuk prosesnya, Arief menjelaskan masih menunggu lelang fasilitas mesin pengelola sampahnya. Namun, dia menyampaikan kurang lebih pada bulan April mendatang akan segera didistribusikan di TPST 3R.

”Tahun ini targetnya kan memang semua (Desa/Kelurahan) ada TPST 3R-nya. Dan permintaan Bu Wali (Dewanti Rumpoko) agar segera dilakukan desentralisasi (penyerahan),” terangnya.

Dia menambahkan, DLH Kota Batu sudah menganggarkan pengadaan 5 unit mesin pengolah sampah di tahun 2020 ini. Dan masing-masing harganya kurang lebih Rp 300 juta.

Sementara itu, untuk pengadaan 2 mesin pengolah sampah tambahan. Dia menyebutkan akan dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan 2020.

”Target kami bisa terpenuhi tahun semua. Sehingga, diharapkan mampu mengolah sampah yang ada saat ini,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk satu mesin pengolah sampah itu mampu mengolah kurang lebih 30 tonn dalam seharinya. Dengan begitu, semua Desa/Kelurahan di Kota Batu bisa mengolah sampahnya sendiri dan mengurangi volume sampah di TPA Tlekung.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Pertahankan Predikat Kota Layak Anak, Pemkot Batu Batasi Iklan Rokok

Ilustrasi Kota Batu (Ayun/MVoice)
Ilustrasi Kota Batu (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menerapkan pembatasan iklan rokok yang masuk ke Kota Batu di tahun 2020 ini.

Hal itu dilakukan untuk mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya yang diperoleh di Juli 2019 lalu.

Kepala Dinas Penanaman Perizinan dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kota Batu, Bambang Kuncoro mengatakan bila pembatasan iklan tersebut berlaku ke pemasang iklan rokok baru.

“Ya, di tahun ini mulai diterapkan pembatasan iklan rokok bagi pemasang baru. Meski iklan rokok ini yang paling besar di antara lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk pembatasan tersebut berlaku bagi seluruh iklan rokok mulai dari yang permanen hingga insidentil akan dibatasi secara menyeluruh.

Sementara, pengurangan iklan rokok yang sudah tersebar tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Sebab iklan rokok di Kota Batu merupakan salah satu pembayar pajak terbesar dibandingkan iklan lainnya.

“Sehingga ini cukup sulit juga jika dikurangi mereka yang sudah iklan lama, karena takutnya PAD turun drastis,” imbuhnya.

Sebelumnya iklan rokok telah dibebankan sebesar 25 persen kembali ditambah 25 persen sejak tahun 2017 silam.

Diketahui, hingga saat ini iklan rokok yang tersebar di Kota Batu ada sekitar 220 iklan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Rawan Kejahatan dan Kecelakaan, Polres Batu Gencarkan Strong Point

Ilustrasi Strong Point Kota Batu
Ilustrasi Strong Point Kota Batu

MALANGVOICE – Satsabhara Polres Batu menggelar strong point rutin di beberapa titik rawan. Hal ini menyusul banyak laporan tindak kejahatan dan kecelakaan, salah satunya di Klemuk Songgoriti.

Kasat Sabhara, AKP Achmad Zainuddin mengatakan pihaknya menempatkan personelnya di beberapa titik dan jam tertentu. Hal itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami menempatkan personel pada titik-titik rawan seperti di Klemuk Songgoriti ini. Tujuannya biar ada efek detteren bagi seluruh penguna jalan,” kata dia kepada wartawan.

Diharapkannya, dengan kegiatan Strong Point pelaku kejahatan akan mengurungkan niatnya. Kemudian, jika ada kecelakaan bisa cepat tertangani.

“Jalanan di Klemuk Songgoriti ini kan selain kawasan hutan. Jalannya juga menanjak dan berliku. Apalagi kalau hujan sudah turun, jalanan cukup licin,” ungkapnya.

“Makanya, kita lakukan ini untuk mengurangi hal-hal tersebut. Khususnya kejahatan dan kecelakaan itu tadi,” jelasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Polres Batu Berhasil Tangkap 16 Tersangka Kasus Narkoba

Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus selama 1 bulan. (Foto: Ayun/MVoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama saat menunjukkan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus selama 1 bulan. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Selama kurun waktu 1 bulan yaitu sejak 22 Januari hingga 22 Februari 2020. Satreskoba Polres Batu ungkap 12 kasus narkoba dengan 16 tersangka yang berhasil diamankan.

Dari semua kasus tersebut, kurang lebih ada beberapa barang bukti yang juga diamankan. Diantaranya yaitu 20,32 gram sabu dan 1.400 butir pil double LL.

Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Prathama memaparkan dari 16 tersangka diantaranya yaitu 7 pengedar, 8 kurir dan1 pemakai.

“Untuk operandinya masih sama. Memakai sistem ranjau untuk peredarannya,” ungkapnya kepada wartawan.

Dari keterangan tersangka, Harviadi juga menyampaikan hasil peredaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dan semua tersangka pekerjaannya juga serabutan.

“Rata-rata karena kepepet ekonomi,” terangnya.

Sebagaimana pengakuan dari MMP (55 tahu) yang merupakan pengedar asal Sidomulyo, Kota Batu. Dia menyampaikan sebagai pendedar baru 4 bulanan.

“Baru empat bulan ini. Setiap hari kerja bengkel. Ya karena kepepet untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Meski begitu, 16 tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka terancam pasal berbeda.

Untuk pengedar dan kurir dijerat hukuman sesuai pasal 112 ayat (1) dan atau 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

Sedangkan untuk pemakai terancam hukuman minimal 4 tahun penjara.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Jual Kukang Jawa dan Kadal Papua, Dua Warga Kota Malang Ditangkap Polres Batu

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menyerahkan Kukang Jawa satwa dilindungi ke BKSDA, Jumat (21/2) (Foto: Ayun/MVoice)
Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menyerahkan Kukang Jawa satwa dilindungi ke BKSDA, Jumat (21/2) (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Dua warga asal Kota Malang diamankan Polres Batu di depan MAN 1 Kota Batu pada 19 Februari lalu. Keduanya terbukti menyimpan dan menjualbelikan hewan yang dilindungi, yaitu Kukang Jawa dan Kadal Papua.

Kedua tersangka yaitu S warga Kecamatan Lowokwaru yang merupakan pemilik hewan. Dan JN warga Kecamatan Kedung Kandang yang merupakan pengantar jika ada pembeli hewan.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan kedua tersangka menjualnya lewat sosial media Facebook. Saat itu, pihaknya memancing dengan pura-pura membeli.

“Dia menawarkan jenis kukang Jawa dengan harga Rp 500 ribu di sosmed. Kita pancing dengan janjian di MAN 1 Kota Batu dan langsung kami tangkap,” kaat dia saat konferensi pers di Polres Batu pada Jum’at (21/2).

Disebutkannya, tersangka pertama adalah JN yang merupakan pengantar hewannya. Sedangkan, S ditangkap di rumahnya dengan diamankan juga barang bukti lainnya kadal Papua.

“Saat kami tanya. Kedua tersangka ini mengaku sudah mengetahui jika hewan yang dijual merupakan satwa dilindungi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Harviadi mengatakan kedua tersangka melanggar Uu No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka terancam 5 tahun hukuman penjara.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Senggol Truk, Pengendara Jatuh dan Kepala Terlindas

Evakuasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore.
Evakuasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore.

MALANGVOICE – Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan truk terjadi di Jalan Raya Ir. Soekarno, Beji, Junrejo, Kota Batu pada Rabu (19/2) sore. Satu orang pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal di lokasi kejadian.

Menurut informasi yang dihimpun MVoice. Kecelakaan terjadi saat sepeda motor Honda Verza yang ditumpangi Wahyu Permadi melaju dari arah barat menuju ke timur.

Sesampainya di TKP, Wahyu mendahului kendaraan Mitsubishi Truck atau Mobil Barang yang berjalan dari arah yang sama.

Karena tidak cukup ruang gerak. Akhirnya terjadi senggolan antara stang stir sebelah kanan sepeda motor bernopol N 4148 EEC itu dengan body atau Bak sebelah kiri truk.

Akibatnya membuat pengendara sepeda motor terjatuh ke samping kanan dan terlindas roda kiri truck. Seketika itu, korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dengan adanya kejadian itu, Anggota Unit Laka Lantas Polres Batu Bripda Karel Aditya mengatakan untuk penyebab kecelakaan karena pengendara sepeda motor kurang hati-hati. Saat itu korban memaksa untuk mendahului truk dari sisi sebelah kiri.

“Dia maksa menyalip truck dari sebelah kiri. Meski enggak bisa, korban tetap mendahului dan terjadilah senggolan yang membuat dia jatuh dan kepalanya terlindas ban truk,” ungkapnya.

Adanya insiden tersebut dikatakannya sudah diatasi Unit Laka Lantas Polres Batu. Kemudian, korban sudah dibawa ke RS Hasta Brata untuk dilakukan Visum Et Repertum (luar).

“Korban mengalami luka berat akibat benturan. Dia langsung meninggal dunia di lokasi dan sudaj kita bawa ke rumah sakit,” terangnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang