28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)

Empat Manfaat Mengonsumsi Jamur Merang Sangat Cocok untuk Menu Sahur dan Buka Puasa

Salah satu olahan jamur tiram dengan masakan tumis. (Foto: resepjamurnusantara.web.app)

MALANGVOICE – Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini dengan jamur merang, sementara nama latinnya adalah
Volvariella vovacea. Sulit di lidah untuk mengucapkan namun lezat saat berubah jadi masakan.

Tanaman yang tergolong jamur-jamuran ini sangat populer sebagai bahan santapan di segala musim karena biasa disuguhkan dalam bentuk sup yang hangat. Hmmm…, cocok buat sahur atau menu berbuka puasa.

Tak jarang pula olahan jamur merang ini dikombinasikan dengan saus di atas steak atau sayur kukus, hingga tumisan yang pastinya menggugah selera untuk segera dinikmati.

Untuk mendapatkan yang sudah dipetik, kita bisa menemukan di pasar tradisional atau pasar swalayan dalam bentuk segar dan kalengan karena jamur merang tidak membutuhkan cara pengolahan tertentu.

Sebelum diolah jadi masakan, jamur merang dalam bentuk kalengan cukup dibilas dengan air matang. Cuma itu, baru kemudian diolah sebagai bahan masakan.

Sebaliknya jika membeli dari petani langsung, tidak terlalu susah sebelum diolah. Dipotong saja semua area berwarna gelap dengan pisau kemudian bilas dengan air mengalir.

Kenyal saat dikunyah, lezat dan kaya nutrisi, jamur merang salah satu jenis bahan makanan yang sering diolah. Selain teksturnya yang unik, kelezatannya dianggap mampu menyaingi citarasa daging. Belum lagi manfaatnya bagi kesehatan.

Disebut dengan jamur merang karena media tanamnya berupa merang atau sekam padi. Jamur ini dapat dikenali dari bentuknya yang bulat kecil dengan tudung berwarna cokelat muda.

Selain cocok untuk berbagai masakan ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan, empat di antaranya adalah:

1. Mencegah Penyakit Jantung
Bentuknya memang mungil, tapi jangan sekali-kali meremehkan, karena jamur merang ini memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi seperti kalium dan zat tembaga.

Seperti kita ketahui, kalium berfungsi membantu menjaga pembuluh darah dalam tubuh, sedangkan zat tembaga memiliki kemampuan antibakteri. Kedua nutrisi ini dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, terutama yang diakibatkan oleh naiknya kolesterol dalam darah.

2. Menjaga Kekuatan Tulang
Selama ini kita menganggap kalsium hanya bisa didapatkan dari susu dan produk olahannya. Lalu bagaimana dengan yang biasa mengonsumsi asupan vegetarian? Jamur meranglah jawabnya karena memiliki kadar kalsium dan vitamin D yang cukup tinggi sehingga membantu memperkuat tulang dalam tubuh.

3.Mencegah Kanker
Manfaat jamur merang lainnya adalah mengandung selenium yang banyak diburu orang karena berkhasiat mencegah kanker. Beta d-glucan dan lectin yang ada dalam jamur merang disebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker prostat dan leukemia.

4.Tinggi Antioksidan
Bagi masyarakat di wilayah perkotaan yang dikepung radikal bebas dari polusi di sekelilingnya antioksidan menjadi istilah kesehatan yang makin populer. Untuk mendapatkan antioksidan, cukup mengonsumsi jamur merang.

Kandungan selenium di dalam jamur merang memiliki fungsi yang sama dengan flavonoid yakni mencegah radikal bebas dari asap kendaraan, makanan yang berlemak tinggi, atau radiasi elektromagnetik berisiko memicu gangguan kesehatan.(end)

Hotel Tugu Malang Sajikan Suasana Berbuka Puasa yang Berbeda

Suasana yang diberikan untuk menemani bukber di Hotel Tugu Kota Malang, (Ist).

MALANGVOICE – Menyambut Bulan Ramadan 1442 hijriah, yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun kolega kerja, adalah momen Buka Bersama (bukber).

Tentu saja pastinya mencari lokasi yang tepat dan menu yang nikmat agar suasana berbuka puasa bisa semakin hangat.

Dari situ, Hotel Tugu Malang kini telah menyediakan rangkaian penawaran paket istimewa yang mereka sebut ‘Ifthar Under The Star At The Sahara’ sebagai opsi menikmati momen bukber.

Dalam paket pengantar Idul Fitri ini telah disediakan beragam kuliner yang dihidangkan dua restoran yakni Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Untuk aneka menu spesial yang disediakan Melati restaurant berasal dari makanan khas Kelantan, Malaysia mulai dari hidangan pembuka yang segar dan manis.

“Salah satunya, Es Kurma Kacang Merah yang berisikan kurma, kacang merah, jelly seaweed, jagung manis, kolang-kaling, gula merah yang disiram dengan air kelapa muda yang segar,” papar Budi Sesario Saputro selaku media relation Hotel Tugu Malang, Jumat (9/4).

Sedangkan untuk hidangan utama tersedia Nasi Kerabu Kelantan spesial dengan warna biru yang tentu menarik perhatian.

“Nasi yang sudah diwarna juga dimasak menggunakan resep dengan campuran rempah istimewa yang didampingi dengan ayam bumbu, potongan daging sapi nan empuk, telur asin, ikan goreng, kerupuk ikan, dan sambal,” ujarnya.

Ada juga Chicken Curry kelantan yang menggunakan resep kare khas kelantan dan juga berbagai macam hidangan khas Kelantan.

“Selain itu tak ketinggalan juga UND Corner yang menyediakan berbagai hantaran lebaran yang dihias cantik untuk dikirim ke orang terkasih,” imbuhnya.

Untuk view yang disediakan juga tidak kalah menarik, telah disediakan tempat dengan suasana timur tengah di salah satu venue semi outdoor eksklusif.

“The Sahara Hotel Tugu Malang. Dengan lampu gantung yang elegant di Kubah Sahara bak tenda yang berdiri megah di tengah gurun, tamu akan dibawa serasa masuk ke kisah  1001 malam,” tandasnya.(end)

Peringati Harkopnas, Warkop Klodjen Djaja 1956 Bagi-bagi Kopi Gratis

Para pengunjung dari komunitas sepeda ontel yang mendapatkan kopi gratis, di Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Memperingati Hari Kopi Nasional (Harkopnas) yang ditetapkan pada 11 Maret kali ini, Warung Kopi (Warkop) Klodjen Djaja 1956, menggelar kegiatan bagi – bagi Kopi Pagi Gratis.

Didukung dengan proses pembuatan kopi yang menggunakan bahan dasar kopi murni Indonesia, semakin mengentalkan momentum Harkopnas kali ini, Kamis (11/3).

Menurut Pemilik Warkop Klodjen Djaja 1956, Ahmad Iswahyudi, selain pembagian kopi gratis sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi lokal kepada pengunjung.

“Sebetulnya ada satu peluang di sini. Memanfaatkan dari Harkopnas untuk memperkenalkan kopi yang benar-benar kopi murni Indonesia, khususnya kopi Malangan. Sembari kita juga membagikan kopi itu secara gratis,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Didik ini mengatakan, jumlah yang diberikan dalam kegiatan Kopi Gratis ini tidak diberikan batasan. Namun waktu pembagiannya hanya berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Kita tak membatasi berapa gelas. Meski yang datang kesini ada 200 sampai 300 lebih, ya gak papa. Semua gratis, khusus kopi tubruk robusta yang kita gratiskan,” paparnya.

Dan menariknya lagi, pada saat kegiatan berlangsung ada komunitas sepeda ontel yang turut hadir meramaikan sekaligus memberikan kesan tempo dulu semakin terasa.

“Inginnya kita memang untuk mengentalkan cagar budaya yang identik dengan jadul. Makanya kita mengundang komunitas sepeda Onthel untuk bisa berkumpul di sini dan minum kopi gratis sama-sama,” imbuhnya.

Terlebih dengan konsep Warkop Klodjen Djaja 1956, mengusung tema tempo dulu, salah satunya pemasangan tiga banner yang menggambarkan film-film di bioskop jaman dahulu. Semakin mengentalkan suasana khas yang ditonjolkan.

“Coba difoto dari jauh, antara sepeda dan Klodjen Djaja dapat seperti kita kembali ke masa lampau lah,” tandasnya.

Selama tiga jam kegiatan bagi kopi gratis berlangsung, sebanyak 200 cup/gelas telah dibagikan kepada para pengunjung.

Warung Kopi dengan Nuansa Bioskop Jadoel

Gambaran Warung Kopi Klodjen Djaja 1956, Kota Malang, (MG2).

MALANGVOICE – Kalau anda sedang jalan-jalan di daerah Klojen tepatnya Jalan Cokroaminoto No 2 dan melihat poster bioskop terpampang, jangan buru-buru memastikan itu tempat menonton film.

Itulah trik Ahmad Iswahyudi agar orang yang lewat atau melihat poster bioskop menjadi tertarik dan kemudian mampir.

Tentu saja bukan untuk menonton film, namun untuk ngopi. Ya, tempat yang dikenal sebagai Warung Kopi itu bernama Klodjen Djaja 1956 memang tempat kongkow sambil ngopi.

Ide Iswahyudi memang unik. Poster film yang terpampang di atas warung tersebut bergambar film-film zaman dulu seperti Warkop DKI, Si Buta Lawan Jaka Sembung, dan Saur Sepuh. Bahkan tak jarang masyarakat yang tertarik dengan poster namun tidak ingin ngopi, memilih berswafoto di depan warung kopi.

Pria yang akrab disapa Didik ini mengaku alasan dirinya menemukan ide pemasangan banner ini setelah dirinya kekurangan dana untuk konsep warungnya.

“Kan ini bangunan lama sejak tahun 1950 sudah ada. Nah saya paskan agar bernuansa retro. Tapi saya kekurangan dana dan waktu untuk buka itu tinggal sebentar. Akhirnya saya putuskan untuk pasang baliho film jadul itu. Butuh cuma Rp 200 ribu saja dan gak perlu pernak-pernik barang antik mahal lainnya” kata Didik,” ungkapnya.

Selain itu, untuk kopi yang disajikan di Warung Klodjen Djaja 1956 ini dari segi harga terbilang cukup mengiurkan.

Dengan membawa uang Rp2 ribu sudah bisa menikmati secangkir kopi yang didukung hiruk-pikuk pasar di pagi hari pastinya membuat nuansa Jadoel lebih terasa.

Didik menjelaskan alasannya membandrol kopi yang dibuat melalui proses manual mulai dari biji kopi hingga diproses menjadi bubuk kopi adalah untuk sosialisasi.

“Sekarang gini bro kalau orang pasar sini itu ngopi pasti kopi instant harganya saja itu Rp 3000 sampai Rp 5000 bro. Sudah gak sehat, mahal. Nah saya ingin mengenalkan mereka yang sehat sekaligus murah itu saja. Saya hargai Rp 2000 per gelas soalnya biasanya bapak-bapak di sakunya pasti ada yang nylempit uang segitu,” paparnya.

Dirinya berharap dengan sosialisasi yang dilakukan ini, masyarakat menengah kebawah tidak hanya mengkonsumsi kopi secara instan.

Untuk bisa menikmati harga kopi di Warung Klodjen Djaja 1956 ini menyesuaikan jam buka yang telah dibagi Didik menjadi dua.

Bagi pengunjung yang datang pada pukul 06.00 hingga 09.00 secangkir kopi dibandrol Rp2 ribu, sedangkan pada sore hingga malam hari harga kopi berbeda.

“Jadi waktu buka pagi saja (harga Rp2 ribu). Kalau pas buka sore hari jam 16.00 sampai jam 00.00 kami hargai Rp 3 ribu untuk kopi itu sampai Rp 10 ribu untuk es kopi susu,” tandasnya.

Anda tertarik? Ladubken saja bro.(end)

Lontong Cap Go Meh Kuliner Penutup Imlek

Gambar hidangan khas Cap Go Meh, (end).

MALANGVOICE – Hari Penutupan dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek biasanya mengadakan acara yang dinamakan Cap Go Meh.

Peringatan Cap Go Meh ini biasa dilakukan masyarakat Tionghoa berlangsung selama 15 hari.

Menurut penjelasan Marketing Communication Hotel Tugu Malang Reimanda Azka, pihaknya telah menyediakan beberapa fitur untuk perayaan Cap Go Meh salah satunya kuliner khas perpaduan hidangan Tionghoa-Indonesia.

Lebih jelasnya, kata Manda, kuliner khas Lontong Cap Go Meh ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur, pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.

“Melati Restauran Hotel Tugu Malang menyajikan hidangan Spesial Lontong Tjap Go Meh. Biasanya anggota keluarga selalu berkumpul dan menikmati hidangan khas ini,” ungkapnya.

Namun lontong Cap Go Meh yang disediakan Hotel Tugu ini memiliki sedikit sentuhan yang berbeda.

Terdiri dari Loempia Oedang khas resep Madame Nancy Kwan, lontong yang dibuat dengan beras berkualitas tinggi lalu ditusuk dengan bambu, Ajam Boemboe Koening resep si Mpok, Oedang Goreng Kering, Sambel Goreng Laboe Siem, Telor Petis, Sate Ayam, acar kuning, sagon kelapa dengan ebi, bubuk kedelai, emping mlinjo, dan lain-lain.

Kemudian Manda menambahkan, untuk hidangan penutup yang telah disediakan Melati Restaurant Hotel Tugu Malang yaitu Ronde Tiga Warna untuk menghangatkan tubuh.

“Setelah menyantap Lontong Tjap Go Meh, akhiri dengan Ronde Tiga Warna yang menghangatkan tubuh,” ujarnya.

Untuk sajian yang disediakan sejak (25/2/2021) hingga (25/3/2021) dengan paketan dengan harga yang dibandrol Rp 118 ribu per paketnya.

Selain itu, hantaran Tjap Go Meh ini nantinya akan dihias apik dengan pilihan porsi mulai dari 3 orang, dan tersedia melalui layanan pesan antar.(end)

Kota Batu Terima Suntikan dana Rp15 Miliar untuk Bangkitkan Ekonomi Pariwisata

Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Dana hibah sebesar Rp15 miliar digelontorkan pemerintah pusat melalu Kemenparekraf untuk menstimulus kebangkitan ekonomi akibat pandemi covid-19 melalui pariwisata. Dana hibah ini dibagikan untuk 101 Kabupaten/kota yang salah satunya adalah Kota Batu.

Bantuan itu diserahkan kepada Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu untuk didistribusikan kepada pelaku industri pariwisata. Antara lain perhotelan, restoran dan desa wisata. Ditambah lagi UMKM juga termasuk sasaran dan hibah ini.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan untuk mendapat dana ini pelaku industri pariwisata perlu mengajukan proposal. “Proposal itu masih dalam proses verivikasi, kalau sudah selesai langsung disalurkan,” ujarnya, Senin (14/12).

Ia melanjutkan bahwa Pemkot Batu melalui Disparta Kota Batu hanyalah pelaksana penyaluran dana tersebut. Sedangkan juknis penyaluran sudah dibuat oleh dari pusat yakni Kemenparekraf.

“Jadi peran kita di sini hanya sebagai pengkaji apakah dana ini pantas untuk disalurkan pada pelaku-pelaku yang sudah mengajukan proposal,” lanjutnya. Secara rinciannya ada sekitar 100 lebih hotel yang akan mendapat dana hibah ini dan sekitar 30 restoran.

Hotel dan restoran mendapat 70% dari dana hibah itu. Sisanya difokuskan untuk perbaikan sarana prasarana desa wisata yang ada di Kota Batu. “Besaran nilai rupiahnya tergantung ketertiban membayar pajak dan besarannya,” imbuh Arief.

Ia mengatakan bahwa semakin pelaku industri pariwisata mebayar pajak dengan nominal yang besar maka semakin banyak pula bantuan yang akan diterima. “Dana yang kita berikan berkisar pada 10 juta sampai ratusan juta rupiah,” urainya.

Arief menjelaskan bahwa penyaluran dana ini harus selesai di akhir tahun ini. Sedangkan dana ini murni dari APBN yang di mana Disparta hayalah pelaksana.

Dalam penyaluran ini, Disparta Kota Batu juga meminta pendampingan hukum kepada pihak Kejari Kota Batu dan Polres Batu. Sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat dalam aspek legal formal.

Kajari Kota Batu, Supriyanto mengatakan, kejaksaan turut membantu terlaksananya program pemerintah tersebut melalui pendampingan hukum yang diberikan Seksi Datun Kejari Kota Batu.

“Agar program tersebut bisa berjalan dengan baik, lancar. Tepat dari segi sasaran, waktu, mutu dan tertib administrasi,” urai Supriyanto.

Supriyanto memberikan rekomendasi agar dilakukan verifikasi secara komprehensif terhadap pihak-pihak penerima bantuan hibah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk mengantisipasi penyimpangan ketentuan hukum yang berlaku, baik peraturan perundangan maupun juklak-juknis dari kementerian.

Serta perlu koordinasi lintas lembaga, yakni Disparta, Inspektorat, Kejari dan Polres Batu. Serta melibatkan pihak PHRI selaku wadah organisasi industri perhotelan dan restoran. Sehingga bisa tepat sasaran.

“Jangan ada manipulasi data maupun fakta. Bagi penerima hibah harus dipergunakan sesuai peruntukkan. Selanjutnya agar segera membuat bukti pertanggungjawaban penggunaan bantuan hibah tersebut,” papar mantan Kajari Gorontalo itu.(der)

Makan-makan, Memancing dan Berkuda dalam Satu Restoran

Pring Pethuk. (istimewa)

MALANGVOICE – Restoran dengan makanan yang enak dan view memanjakan sudah biasa ditemui. Tapi, bagaimana jika ada restoran yang menyuguhkan pengalaman berkuda dan memancing? Fasilitas itulah yang bisa ditemui di Pring Pethuk, Bumiaji, Kota Batu.

“Di sini kita juga ada kolam besar berisi ikan koi. Pengunjung bisa memberi makan sembari menyantap hidangan,” kata Manager Pring Pethuk, Nanang Yudistiro saat ditemui Sabtu (14/11).

Pengunjung bisa memancing sebagai penghilang rasa penat dan refreshing.
Sebelum selanjutnya ditimbang untuk diolah sesuai menu yang ada. Harga ikan dipatok Rp 50 ribu per kilo.

Bagi yang tidak ingin memancing, tentu restoran ini mengadakan ikan siap olah. Ada berbagai ikan seperti gurame sampai kakap merah. Dengan menu unggulan ikan bakar.

Selain memancing pengunjung juga bisa berkuda. Namun, hiburan ini hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu.

Pada masa pandemi ini, jumlah wisatawan cendrung menurun. Penurunan itu bisa mencapai 40 – 50%. Di hari normal dulu, mereka bisa menerima tamu 20 sampai 30 meja perharinya. Sedangkan kini, setiap harinya hanya 10 hingga 15 meja.

“Semoga pandemi ini tidak berlarut – larut. Kasian karyawan yang terkena imbasnya,” harapnya.(der)

Kampung Sanan Kembangkan Branding Visual Kampung Wisata Tempe

Ketua RW 15 Kampung Sanan, Ivan Kuncoro saat menerima buku panduan grafis wisata (tourism map) bikinan anak mahasiswa DKV UM, Sabtu (8/11) malam. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dikenal sebagai sentra penghasil tempe dan kripik tempe, eksistensi Kampung Sanan, Blimbing, Kota Malang mulai meredup. Pasalnya sudah banyak kampung-kampung tematik serupa yang keberadaanya lebih mentereng daripada Kampung Sanan.

Tidak mau ketinggalan, warga Kampung Sanan berinisiatif untuk mengembalikan eksistensi desanya sebagai desa wisata. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan memperkuat aspek branding kampung dari segi visual.

Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (DKV UM) mendampingi penuh langkah tersebut. Mereka menyusun segala aspek yang dibutuhkan dari aspek branding visual. Mulai dari logo, buku panduan wisata (tourism map) hingga pembuatan website kampung wisata www.kampungsanan.id. Dengan begitu, diharapkan Kampung Sanan bisa dikenal publik lebih luas.

Ketua RW 15 Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Ivan Kuncoro, mengatakan bahwa dalam upaya membangun citra kampung di zaman serba digital ini memang disadari perlu penguatan dari segi branding visual. Dengan adanya pendampingan ini, dinilai bermanfaat untuk ekosistem kampung kedepannya.

Dengan keterbatasan pengetahuan soal branding visual Ivan merasa banyak terbantu dan mulai paham. “Animonya perlahan pengunjung sudah mulai meningkat sejak di-branding ini. Sebelumnya, ya agak sepi, orang hanya beli kemudian pulang,” akunya.

Padahal, potensi Kampung Sanan sebagai wisata edukasi sangatlah potensial. Selain pengrajin usaha tempe, Sanan juga memiliki sistem pemanfaatan limbah tempe, penggemukan sapi, pemanfaatan limbah ternak untuk biogas hingga Urban Farming.

“Semua ada, segala aspek kita semua teratasi. Limbah tempe jadi pakan ternak, limbah ternak jadi biogas, juga jadi pupuk. Jadi di sini saya ingin gak hanya dikenal sebagai wisata tempe tok, ternyata juga lengkap,” ungkapnya.

Ivan merasa bahwa ia dan warganya sudah melangkah di jalan yang tepat. Dengan memperkenalkan potensi wisata Kampung Sanan menggunakan branding yang tepat bisa menambah daya tarik wisatawan dan juga penghasilan baru warga . “Jadi gak hanya beli kripik tempe terus pulang, tapi juga dapet ilmu,” kata Ivan.

Hal senada dikatakan Koordinator Tim KKN Sedesa UM, Dicky Hanafi, meski memang Sanan sudah lekat dengan identitas tempe yang melegenda. Namun dirasa masih perlu penguatan karakter lebih kompleks dari aspek visual.

“Dengan branding visual, informasi dan pemetaan tentang kampung ini bisa dikenal publik dengan segmen yang lebih luas. Selain sudah kuat secara potensi lokalnya, bisa lebih kuat lagi secara estetis (visual),” jelas Dicky.

Dicky menambahkan, kini pihaknya hanya tinggal membenahi sistem infrastruktur pariwisatanya saja. Selebihnya, masyarakatlah yang menjadi pelakunya sendiri. Bukan tidak mungkin, kata Dicky, jika nanti branding juga lebih meluas.

“Jadi gak hanya di digital tok, harus bisa menyentuh seluruh potensi yang ada disini secara kompleks. Kayak bikin marketplace pasar tempe sendiri misalnya,” tandasnya.(der)

Nasi Tempong Mak Siti Bikin Lidah Bergoyang

(istimewa)

MALANGVOICE – Bagi pecinta kuliner super pedas di kawasan Malang Raya dan sekitarnya kini bisa mencoba alternatif baru tempat makan serba pedas. Yakni, Nasi Tempong Mak Siti yang berlokasi di Jalan Esberg T2-2 Tidar, Sukun, Kota Malang.

Makanan pedas di warung ini dijamin membuat lidah pengunjung tersengat dan keringat bercucuran. Sebab, racikan sambal yang ditawarkan benar-benar berbeda dari kebanyakan warung nasi tempong lainnya.

“Sambal di warung ini yang menjadi khas karena bener-bener nempong disini sambalnya,” kata Yogi Purbaya, Owner Nasi Tempong Mak Siti, Kamis (1/10).

Nasi tempong sendiri merupakan kuliner khas sebuah kota yang terletak di ujung timur dari Jawa Timur, yaitu Banyuwangi. Namun, nasi tempong sendiri justru menjadi kuliner favorit di Bali.

Sebelumnya, Nasi Tempong Mak Siti telah buka di Bali selama kurang lebih tiga tahun. Di sana, rata-rata pengunjung per harinya sebanyak 50-100 orang. Kini, Nasi Tempong Mak Siti resmi pindah ke Malang.

Soal harga, sangat bersahabat. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 7.000 saja untuk membeli satu porsi Nasi Tempong.

Tak hanya itu, pengunjung pun bisa merasakan varian lainnya dengan harga yang juga bersahabat. Mulai dari Nasi Tempong Ayam, Nasi Tempong Lele, Nasi Tempong Empal dan Nasi Tempong Udang.

“Kami sudah buka sekitar semingguan. Alhamdulillah mulai ramai. Bahkan ada customer yang sudah empat kali balik kesini,” imbuh Yogi.

Yuk, cicipi kuliner pedas ini di Nasi Tempong Mak Siti. Tempat makan ini buka mulai dari jam sebelas siang hingga jam sebelas malam. Bagi kalian yang ogah keluar, Nasi Tempong Mak Siti juga bisa diorder lewat GoFood.(der)