01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Bidik Anak Muda, Gebyar Batik Pamekasan 2022 Diawali di Malang

Fashion show desainer Embran Nawawi di Gebyar Batik Pamekasan 2022. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Gebyar Batik Pamekasan 2022 mengawali exponya tahun ini di Malang Town Square (Matos), Jumat (18/3) malam. Acara ini dihadiri langsung Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Acara ini turut menghadirkan desainer terkemuka Embran Nawawi, desainer muda Pamekasan Pepeng Briyanto, serta desainer dari SMKN 3 Malang dan Arva School of Fashion.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menjelaskan, Malang tahun ini target utama adalah pengenalan batik tulis Pamekasan kepada anak-anak muda. Hal itu yang mendasari digelarnya gebyar batik di Matos.

Foto bersama Gebyar Batik Pamekasan 2022 di Matos, Jumat (18/3). (deny rahmawan)

“Malang adalah kota pelajar, kota pendidikan. Jadi sasaran adalah anak muda, anak SLTA, dan mahasiswa. Model yang tampil baju anak-anak muda. Keseluruhan batik tulis Pamekasan,” katanya.

Setelah di Malang, Gebyar Batik Pamekasan akan dilanjutkan ke kota dan kabupaten lain hingga berakhir di Bali.

Baddrut Tamam mengatakan, Pemkab Pamekasan sangat serius mempromosikan batik tulis andalannya ke beberapa daerah, bahkan sampai New York Fashion Week.

“Banyak yang sudah pesan batik tulis Pamekasan dari New York, karena sudah bermitra dengan kita waktu itu desainernya Bu Venny,” jelasnya.

Selain itu keseriusan lain promosi batik tulis Pamekasan adalah dengan membranding seluruh mobil dinas Pemkab Pamekasan hingga map kantor menggunakan batik. Baddrut sangat berharap anak-anak muda tahu semua tentang batik tulis Pamekasan.

“Kalau pencinta batik tahu semuanya, tapi yang anak-anak muda ini kan belum, jadi tujuannya agar mereka juga tahu batik tulis Pamekasan,” tegasnya.

Sementara itu salah satu desainer dari SMKN 3 Malang, Audi, mengaku senang dengan Gebyar Batik Pamekasan 2022. Ia bersama beberapa teman lain ikut mendesain batik tulis Pamekasan dengan model gurit retro.

“Senang sekali bisa tampil di sini. Kami juga bisa berkarya dengan batik tulis Pamekasan,” kata siswi kelas 12 tersebut.

Terakhir acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba draping kain batik tulis Pamekasan yang diikuti siswi SMKN 3 Malang.(der)

Disparta Kota Batu Genjot Seni Tradisi Sebagai Ikon Wisata Budaya

Disparta Kota Batu memiliki program mementaskan pertunjukkan seni tradisi yang rutin digelar tiap bulan di Sendratari Arjuna Wiwaha (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Destinasi wisata budaya menjadi prioritas yang terus dipacu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Strategi itu sebagai upaya untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Terlebih tahun ini target kunjungan dipatok 5 juta wisatawan.

Untuk mendukung terwujudnya pengembangan wisata budaya, Disparta menyajikan berbagai pertunjukkan seni tradisi di Sendratari Arjuna Wiwaha. Setiap bulannya rutin digelar berbagai tarian tepat saat malam bulan purnama. Seperti gelaran Padhang Bulan yang digelar pada Rabu malam kemarin (16/2).

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, seni pertunjukkan tradisi Padhang Bulan yang rutin digelar tiap bulan ini, bisa menjadi ikon wisata budaya. Serta memfasilitasi ruang kesenian bagi pelaku seni menampilkan hiburan dan edukasi.

Baca Juga: Disparta Targetkan Tahun Ini Kota Batu Miliki Perda Rippda

“Kota Batu adalah kota wisata yang cukup lengkap, tidak hanya destinasi alam, destinasi buatan, dan desa wisata. Sekarang juga ada wisata budaya, di Yogyakarta dan Bali ada, Kota Batu juga ada,” ujarnya.

Arief berkeinginan agar destinasi wisata budaya ini bisa diintegrasikan dalam paket wisata. Sehingga bisa dikomersilkan bagi wisatawan. Dengan begitu pelaku seni mendapatkan nilai ekonomis yang nantinya bisa memacu mereka berkreasi. Pemikiran itu terinspirasi dari pentas seni pertunjukkan tradisi seperti di Yogyakarta.

“Misal dikenakan Rp 50 ribu-Rp 70 ribu. Tentu pelaku seni akan mendapatkan pendapatan yang bisa mereka kelola. Dinas berjanji akan menyiapkan semua pendukungnya dengan gratis agar pentas berjalan lancar dan seniman tidak terbebani,” tegasnya.

Ia menambahkan, penamaan Sendratari Arjuna Wiwaha dikaitkan dengan topomini gunung yang berada di Kota Batu, yakni Gunung Arjuna. Selain itu Arjuna juga lekat dengan nama lakon pewayangan. Lakon ini nantinya akan ditransformasikan dalam bentuk tarian yang akan dipentaskan di Sendratari Arjuna Wiwaha kepada wisatawan.

“Kami ingin Kota Batu seperti Yogyakarta yang punya Ramayana, Bali yang punya Tari Kecak. Nah di Batu ini punya Tari Arjuna Wiwaha,” ucap dia.

Pementasan Padhang Bulan yang digelar pada Rabu kemarin (16/2), pelaku seni Sanggar Karya Budaya menampilkan sendratari menggabungkan ragam seni yang ada seperti jaran kepang, bantengan, sanduk, dan sebagainya.

Pembina Sanggar Karsa Budaya, Agus Mardiyanto mengatakan, penampilannya itu memiliki alur cerita yang mengedepankan identitas budaya Kota Batu yaitu Bantengan dan Jaran Kepang.

Harapannya budaya di Kota Batu terus berkembang pesat karena mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata baik sarana prasarana maupun lainnya.

“Bisa dilihat sendra tari Arjuna ini bisa kita pakai untuk latihan secara gratis. Berbeda bila dibandingkan dengan Solo, seniman di sana harus menyewa tempat perjam Rp 300 ribu untuk latihan maupun tampil. Tapi di Kota Batu tidak, semua gratis,” ungkapnya.(der)

Hadapi PPKM Level 3, Hawai Group Malang Optimalkan Prokes

Petugas Hawai Group Malang mengecek Peduli Lindungi pengunjung sebelum masuk wahana. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang Raya masuk peningkatan kasus Covid-19 hingga PPKM naik level 3. Hal ini disikapi Hawai Group Malang dengan terus mengoptimalkan prokes.

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo, mengatakan, selama PPKM level 3 ini seluruh wahana wisata tetap buka. Kendati demikian, protokol kesehatan ketat akan diberlakukan.

Apalagi Hawai Group tak ingin kecolongan lagi ulah wisatawan positif Covid-19 yang jalan-jalan ke Malang pada Januari lalu.

“Kami tetap buka tapi dengan prokes ketat. Tentu ada pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas, tapi selama pandemi ini masih sepi, ada pengunjung 40 persen saja sudah bagus,” kata Bambang.

Dirut Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo. (deny rahmawan)

Hawai optimistis mampu memberikan jaminan kesehatan kepada pengunjung. Selain seluruh karyawan sudah menjalani vaksinasi booster dosis ke-3, Hawai Group Malang sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Kesehatan RI.

Bambang mengaku, mendapatkan sertifikat CHSE itu tidak mudah. Di Jatim saja hanya empat wisata yang mendapat sertifikat itu, antara lain JTP 2, Hawai Group Malang, Selecta, dan Wisata Bahari Lamongan.

“Kami semua dites, mulai uji kelayakan air, semua wahana, termasuk kebersihan. Tidak mudah mendapat CHSE itu,” jelas Bambang.

Selain itu, setiap pengunjung juga akan diawasi lebih ketat mulai masuk ke dalam wahana wisata Hawai Group Malang.

“Jadi kami akan semakin ketat mengawasi pengunjung. Sebelum masuk ke Hawai harus scan Peduli Lindungi, kalau tidak ada ya tidak boleh masuk,” lanjutnya.

Bambang berharap selama PPKM Level 3 ini wisata bisa tetap dibuka karena banyak karyawan yang bergantung dengan kerjaannya saat ini.

“Adanya kenaikan Covid-19 sampai level 3 PPKM ini ya kami gelisah juga. Weekday aja tidak sampai 100 orang pengunjung, ya semoga wisata bisa terus jalan,” harapnya.(der)

Seluruh Karyawan Hawai Group Malang Tuntas Jalani Vaksinasi Booster

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo menjalani vaksinasi booster. (istimewa)

MALANGVOICE – Hawai Group Malang tuntas menggelar vaksinasi dosis ke-3 booster kepada seluruh karyawannya. Vaksinasi booster jenis AstraZeneca itu bekerja sama dengan Dinkes Kota Malang pada Senin (14/2).

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo, mengatakan, vaksinasi dosis ke-3 booster ini dilakukan sebagai pencegahan Covid-19, apalagi muncul varian baru Omicron.

“Kami antisipasi penyebaran Covid-19 dan vaksinasi booster juga merupakan anjuran pemerintah. Kami sekaligus ingin menjamin kesehatan karyawan dan wisatawan karena berdekatan langsung dengan pengunjung Hawai,” kata Bambang, Selasa (15/2).

Karyawan Hawai Group Malang jalani vaksinasi booster. (Istimewa)

Hawai Group Malang semenjak buka kembali selama pandemi Covid-19 memang mementingkan protokol kesehatan ketat. Selama ini, dijelaskan Bambang, seluruh karyawannya rutin juga dites swab dua pekan sekali.

Berdasar hasil tes swab itu apabila ditemukan tanda-tanda terinfeksi Covid-19, Hawai Group Malang langsung melakukan tindakan medis dengan kerja sama dari RS Marsudi Waluyo, Singosari.

“Kalau ada indikasi terkena Covid-19 langsung kami arahkan ke RS Marsudi Waluyo agar ditangani dengan baik. Kami tidak ingin terlambat penanganan sehingga menulari yang lain,” jelasnya.

Begitu juga dengan pengunjung, prokes diterapkan sejak di pintu masuk. Pengunjung wajib scan barcode Peduli Lindungi dan menggunakan masker serta cek suhu badan. Apabila ditemukan pengunjung tidak menjalani vaksinasi atau positif Covid-19, maka tidak diperkenankan masuk.

Dengan vaksinasi dosis ke-3 booster kepada seluruh karyawan Hawai, Bambang Judo berharap bisa memberikan jaminan kepada pengunjung atau wisatawan yang datang.

“Harapan kami bisa melayani pengunjung dengan baik dan memberikan jaminan kesehatan bahwa seluruh karyawan sudah vaksin booster. Kalau tidak terjamin bagaimana bisa melayani? Masyarakat juga takut. Jadi jangan sampai merugikan,” tegas purnawirawan TNI Angkatan Darat tersebut.(der)

Merasa Dirugikan, Hawai Waterpark Serahkan Masalah Reza Fahd ke Polisi

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo memantau proses swab antigen karyawan. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Pengelola Hawai Waterpark merasa dirugikan dengan aksi wisatawan positif Covid-19 asal Samarinda bernama Reza fahd bersama keluarganya saat berlibur pada Januari lalu.

Rombongan Reza Fahd Adrian masuk ke Malang Night Paradise, salah satu objek wisata di Hawai Waterpark pada 26 Januari. Di sana, rombongan berfoto kemudian diupload ke media sosial hingga viral.

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo Utomo, mengatakan, ulah Reza Fahd itu sangat merugikan.

“Ini sangat merugikan, kami sudah koordinasi dengan Kapolresta Malang Kota agar masalah ini ditindaklanjuti.,” kata Bambang, Rabu (9/2).

Meski belakangan Reza Fahd meminta maaf dan menjelaskan kronologi awalnya, namun Hawai Waterpark Group tetap menyerahkan masalah ini ke polisi.

“Otomatis kami tidak terima, kami serahkan pihak berwajib,” lanjutnya.

Direktur Utama Hawai Waterpark, Bambang Judo. (deny rahmawan)

Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19, Hawai Waterpark menggelar swab antigen kepada 30 karyawan. Termasuk karyawan yang berada di Malang Night Paradise dengan kawalan Satgas Covid-19 serta Dinas Kesehatan Kota Malang.

Bambang mengaku, swab massal ini sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap dua pekan sekali.

“Hari ini tadi syukurlah hasilnya semua negatif. Kalau misalkan ada yang positif akan kami koordinasikan dengan satgas dan menutup tempat wisata Malang Night Paradise,” lanjutnya.

Selain itu, Bambang menyatakan akan semakin memperketat masuk wisatawan ke dalam seluruh arena Hawai Waterpark.

Hawai Group Malang merupakan salah satu tempat wisata percontohan. Kami juga masuk yang pertama buka kembali
dengan menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sejak PPKM Jawa-Bali dilonggarkan. Penggunaan aplikasi tracer
PeduliLindungi tetap dilaksanakan hingga saat ini di semua wahana Hawai Group Malang.

Selanjutnya, penerapan screening test di area entrance akan lebih diperketat lagi. Setiap pengunjung wajib sudah divaksinasi minimal dosis pertama, dengan tetap diimbau untuk memakai masker dan tidak sembarangan melepasnya selama berada di area Hawai Group Malang.

Terkait alasan mengapa yang bersangkutan bisa lolos screening di pintu masuk, Bambang beralasan karena kemungkinan hasil
pemeriksaan antigen-nya tidak atau belum masuk ke dalam sistem. Jadi, saat melakukan scan barcode statusnya
menunjukkan bahwa yang bersangkutan dan keluarganya memenuhi syarat untuk masuk. Sebaliknya, jika indikator
menunjukan warna hitam, petugas di area entrance pasti tidak akan memperbolehkan yang bersangkutan untuk masuk ke
area.

“Kami merasa ada banyak kemungkinan yang bersangkutan bisa lolos screening. Tapi, kesalahan protokol screening
pengunjung masuk oleh pihak Hawai Group Malang bukan termasuk salah satunya,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan, tes swab yang dilakukan Hawai Waterpark Group ini termasuk rutin dilakukan.

“Swab antigen sebagai jaminan dari hawaii watwrpark clear aman. Sebelumnya sudah rutin di periode sebelumnya jiga rutin menggelar swab,” singkat Husnul.

Layananan Dokar Gratis, Manjakan Wisatawan Alun-alun Berkeliling Kota Batu

MALANGVOICE – Meningkatnya animo wisatawan di Alun-alun Kota Batu memacu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menghadirkan layanan dokar gratis. Inisiasi itu untuk memanjakan wisatawan berkeliling menikmati Kota Batu.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menjelaskan, layanan ini hanya disediakan saat jam-jam tertentu saja. Yakni mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Jika lewat dari jam-jam itu, layanan dokar gratis tak berlaku lagi. Dalam sehari disedikan 5 dokar yang siap melayani para pengunjung Alun-alun Kota Batu, dari total seluruhnya ada 26 dokar yang bergantian disetiap harinya.

“Untuk yang gratis ini rutenya beda ya dengan yang berbayar. Jarak tempuhnya lebih dekat. Layanan ini disediakan mulai Senin-Jumat. Sedangkan Sabtu-Minggu dikenakan biaya,” papar dia.

Ada kompensasi yang diberikan Disparta kepada kusir dokar yang melayani fasilitas gratis berkeliling Kota Batu dengan alat transportasi tradisional itu. Setiap bulannya para kusir menerima Rp 1 juta yang disalurkan melalui rekening Bank Jatim.

“Sekitar Rp 1 juta yang saya ambil di setiap bulannya. Tergantung karcis yang diambil juga,” ucap Suryadi salah satu kusir dokar gratis.

Ia juga menjelaskan saat jam operasional dokar gratis sangat banyak pengunjung yang mengantri untuk naik dokar di Alun-alun Batu.

“Tapi untuk yang gratis ini rutenya pasti berbeda dengan yang berbayar. Kalau berbayar lebih jauh, sedangkan yang gratis ini lebih dekat jarak tempuhnya,” imbuh pria asal Kelurahan Sisir itu.

Salah satu pengunjung Nur Rizal asal Lamongan mengaku senang bisa menikmati fasiltas dokar gratis. Menurut dia, jarang ada daerah yang memberikan layanan dokar gratis.

Dengan menaiki dokar, Rizal bisa dengan leluasa menikmati suasana Kota Batu dari atas delman. “Senang sekali bisa keliling Alun-Alun, biar gak capek jalan. Semoga juga bisa mensejahterakan pak kusirnya,” tuturnya.(der)

Gandeng Binus University Malang, Museum Satwa Tawarkan Virtual Tour 360°

Dua mahasiswi Binus University Malang mengenakan virtual reality (VR) box untuk menjelajahi Museum Satwa Jatim Park Grup (MG1/Malangvoice)

MALANGVOICE – Kemajuan teknologi sebuah keniscayaan yang tak dapat dipungkiri. Segala aspek kehidupan tak lepas darinya dan mengakar sebagai pola kebiasaan masyarakat. Apalagi sejak pandemi melanda, mengharuskan masyarakat mengurung diri. Ruang berinteraksi banyak beralih ke saluran virtual dunia digital.

Sebuah konsep hibrida pun dimunculkan di sektor pariwisata. Menggabungkan teknologi realitas virtual dan destinasi wisata atau yang dikenal virtual tour. Inovasi itu dijajal Museum Satwa Jatim Park II bekerjasama dengan Binus University Malang. Menghadirkan pengalaman baru berwisata melalui event virtual tour 360° bertajuk ‘Liburannya Milenial’.

Ide ini dicetuskan enam mahasiswa Binus sebagai strategi berwisata di masa pandemi. Wisatawan tak perlu hadir secara fisik, namun mereka tetap bisa menikmati perjalanan wisata di Museum Satwa dengan virtual reality (VR).

“Inovasi ini dibuat oleh V-Cation Event Organizer di bawah naungan prodi Public Relation Universitas Bina Nusantara Malang. Ingin memberikan solusi agar masyarakat tetap bisa liburan secara virtual,” ujar Project Manager V-Cation Event Organizer, Zidan Febrian.

Virtual tour ini juga dapat diakses melalui channel youtube Jatim Park Group. Wisatawan sudah bisa menikmati berwisata ke Jawa Timur Park 2 secara virtual 360 derajat.

Marketing dan Publik Relation Jawa Timur Park (JTP) Group, Yokka Rhismadora berkeyakinan inovasi itu tak akan menyurutkan animo wisatawan berkunjung ke JTP Grup, khususnya Museum Satwa.

Justru, hal itu bisa sebagai stimulus untuk memperkenalkan isi museum sehingga masyarakat tertarik untuk berkunjung. Menurutnya, dengan pemanfaatan platform digital ini malah menjadi salah satu ujung tombak pemasaran JTP Group.

“Pasti sensasinya beda ya, ibarat melihat konser di layar kaca dengan hadir langsung di spot. Malah ke depan, kami berharap teknologi ini ada di park-park lainnya. Bukan hanya JTP 2 saja,” sahut Yokka.(der)

Belum Operasional, Pro Kids Sawojajar Banjir Pengunjung

Pro Kids yang baru dibuka. (Istimewa)

MALANGVOICE – Tiga hari soft opening, Pro Kids Indonesia, Sawojajar Malang, dibanjiri pengunjung.

Selama tiga hari, menjelang Tahun Baru 2022 mencapai sekiatar 1 juta pengunjung yang dibuka mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB.

Uji coba taman bermain yang mengedepankan edukasi ini tidak hanya didatangi anak-anak namun juga orangtua bahkan kaum milenial.

Meski menawarkan berbagai macam wahana bermain dan belajar anak, Pro Kids lebih membentuk karakter seorang anak.

“Sesuai konsepnya selain membentuk karakter sekaligus membuat anak memiliki kepribadian yang kuat,” terang Founder Pro Kids, Arie Arifin, Senin (3/1).

Suasana rooftop Pro Kids Indonesia. (Istimewa)

Ditambahkan, tujuan Pro Kids ini sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi yang menciptakan revolusi mental yang baik dan benar.

Menurutnya, untuk menjadi generasi yang kuat dan tangguh dibagi dalam tiga bagian yang wajib dalam menciptakan pendidikan mental yang baik.

Pertama, pentingnya ruang pendidikan akhlak dari orangtua yang diperoleh dari rumah. Kemudian pendidikan di sekolah dan di ruang publik seperti taman bermain dengan lingkungan terbuka seperti Pro Kids.

“Orang akan sukses bila mendapatkan pendidikan di rumah, di sekolah dan di ruang publik seperti ini. Generasi muda bila tidak diberikan fasilitas bagus maka tidak ada revolusi mental yang bagus,” lanjut Arie Arifin yang juga dikenal sebagai pemerhati anak.

Pro Kids yang dibangun di atas tanah seluas 400 meter persegi dengan 3 lantai ini masing- masing memiliki keistimewaan sendiri – sendiri.

Dijelaskan Yudi Sebastian, Manager Operasional Pro Kids, waterplay dengan ukuran sekitar 150 meter persegi ini diperuntukkan bagi anak – anak usia 5 tahun.

“Untuk kolam renang ini kami menempatkan 4 petugas yang menjaga anak – anak berenang,” ujarnya.

Sementara orangtua atau pendampingnya dapat menunggu di pinggir kolam sambil makan dan minum.

Dikatakan, hanya yang berenang yang dikenakan tiket sebesar Rp 30.000. “Untuk yang mengantar tidak dikenakan biaya masuk wahana,” tambahnya.

Playground indor dengan fasilitas full AC berada di lantai 2 yang dilengkapi ruangan untuk ibu menyusui dan hamil serta tempat makan dan minun berda persis dipinggir. “Sehingga mereka tetap dapat mengawasi anak – anaknya yang sedangbermain,” tuturnya.

Sedangkan rooftop dilantai 3 diperuntukkan kaum
milenial untuk kongkow – kongkow sambil menikmati udara segar dipagi dan sore hari.

“Lantai 3 yang disebut sebagai sosial rooftop ini untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan begitu akan terbentuk jiwa leadership yang bagus,” ujarnya. 

Selain dibuka untuk umum, Pro Kids Indonesia, juga sebagai sebagai kegiatan ekstra kurikuler PAUD.

“Bagi PAUD atau TK yang memanfaatkan fasilitas ini, kami terbuka,” tambahnya.(der)

Pengunjung Wisata Pantai Balekambang Menurun Drastis

Suasana Pantai Balekambang. (Mvoice/Humas Perumda Jasa Yasa).

MALANGVOICE – Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang mencatat pengunjung objek wisata Pantai Balekambang di liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mengalami penurunan.

“Dibandingkan libur Nataru sebelum pandemi, tingkat kunjungan obyek wisata Balekambang pada momen libur Nataru kemarin menurun hingga 60 persen,” kata Plt Direktur Utama (Dirut) Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim Syadad.

Baca juga: Pantai di Malang Selatan Sewakan Tenda Sambut Malam Tahun Baru

Husnul mengatakan, pada libur Nataru sebelum adanya pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan ke Pantai Balekambang bisa mencapai 100 persen dari kapasitas objek wisata, yaitu 20 ribu orang.

“Saat ini kunjungan wisatawan ke Balekambang hanya 40 persen dari total kapasitas obyek wisata,” jelasnya.

Husnul menjelaskan, selama libur Nataru 2022 ini kunjungan wisata ke Pantai Balekambang mengalami penurunan drastis, sebab memang masih dibatasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat untuk mencegah sebaran virus.

Baca juga: Kunjungan Wisata Pantai di Kabupaten Malang Masih Landai

“Pada libur Natal tanggal 25 Desember 2021 lalu saja dalam sehari hanya ada seribu pengunjung dari kapasitas 20 ribu pengunjung,” terangnya.

Apalagi, lanjut Husnul, pada malam pergantian tahun, objek wisata Balekambang sempat ditutup sementara pada sore hingga malam, untuk membatasi wisatawan.

“Kunjungan paling banyak pada 1 Januari 2022 mencapai 4 ribu wisatawan. Jadi total selama libur Nataru itu hanya ada sekitar 7-8 ribu pengunjung saja,” pungkasnya.(der)

Okupansi Hotel di Kota Batu Hanya 50 Persen saat Libur Tahun Baru, Ini Penyebabnya

Hotel Purnama Kota Batu menonjolkan panorama alam yang indah untuk memikat kunjungan wisatawan (istimewa)

MALANGVOICE – Libur tahun baru tak serta merta membuat napas lega bagi pengelola industri perhotelan di Kota Batu.

Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel-hotel di Kota Batu masih jauh dari yang mereka harapkan.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, rata-rata okupansi hotel di Kota Batu masih berkisar 50 persen saja.

Kondisi ini tentu saja tak membuat pengelola hotel sumringah. Karena momen liburan tahun baru selalu ditunggu-tunggu untuk melipatgandakan pendapatan.

“Tingkat keterisian memang sudah dirasakan sejak menjelang libur tahun baru,” kata Direktur Taman Rekreasi Selecta itu.

Menurutnya, para tamu lebih memilih datang langsung ke hotel saat akan memesan kamar hotel. Berbeda dengan saat situasi normal, para tamu melakukan reservasi jauh-jauh hari sebelum memasuki libur tahun baru.

”Tidak seperti yang biasanya reservasi dulu, baru berangkat ke Kota Batu. Ini yang membuat okupansinya 50 persen,” kata Sujud.

Sujud menjelaskan, wisatawan hari ini lebih memilih untuk melihat situasi dan kondisi Kota Batu lebih dulu sebelum memutuskan untuk menginap. Beda dengan sebelumnya yang melakukan reservasi dulu baru berangkat berwisata.

“Kami prediksi kondisi itu akan berlangsung hingga tahun baru nanti. Jadi, misal ada wisatawan datang ya langsung ke hotel untuk pesan kamar,” jelas dia.

Asisten Marketing Manager Hotel Purnama, Rizki Ahmad Hadiri menyampaikan hal serupa dengan Sujud. Di hotelnya tingkat okupansi hanya mampu terisi 50 persen.

“Hari ini mulai dirasa ada kenaikan. Mungkin besok (1/1/22), sudah kembali menurun okupansinya,” kata Rizki (Jum’at 31/12).

Selain itu, para tamu yang datang mayoritas memesan kamar hotel secara langsung. Hanya sebagian kecil yang melakukan reservasi sebelum libur tahun baru.

“Para wisatawan mau memastikan. Khawatirnya terlanjur melakukan reservasi, tapi nggak bisa berangkat karena ada penyekatan. Jadi mereka lebih menunggu kabar sebelum berlibur,” ujar dia.(end)