Kronologi ‘Penamparan’ Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang

MALANGVOICE – Kasus kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Pada Kamis (17/10) kemarin, 10 siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang dipukul oleh seorang motivator yang diduga bernama Agus Piranhamas (AS).

Saat dikunjungi ke sekolah, salah satu korban, Ar yang merupakan siswa kelas 10 jurusan Multimedia ini membenarkan kejadian tersebut.

Kejadian tersebut belmula saat motivator memberikan materi, kemudian siswa SMK disebut sebagai pecundang, pengecut dan beberapa kata kotor lainnya yang tidak pantas disampaikan pada proses belajar mengajar.

“Jadi, awalnya ada guru yang salah menulis kata ‘goblok menjadi goblog’ otomatis kami semua tertawa. Namun, motivator tersebut marah dan memanggil siapa saja yang tadi tertawa, karena takut kami semua diam dan motivator tersebut memanggil 10 anak secara bertahap dan menempelengnya satu persatu,” ujarnya pada awak media, Jumat (18/10).

Ia pun mengungkapkan jika ia dan temannya kecewa dan marah, karena aksi yang dilakukan oleh sang motivator tersebut. “Jelas kami marah, anak SMK identik dengan tawuran, perkelahian lha ini kok dipanggil dengan kata-kata kasar dan kotor,” ungkapnya.

Bahkan, dalam kejadian tersebut, beberapa siswa sempat merekam aksi kekerasan motivator tersebut hingga mengunggah ke media sosial. Dalam sekejap netizen pun geram saat menyaksikan video berdurasi 18 detik itu.(Der/Aka)

Ditampar Motivator, Siswa Dapat Pendampingan Psikologi

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Lisdya)
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Lisdya)

MALANGVOICE – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti mendatangi SMK Muhammadiyah 2 untuk melakukan pendampingan secara psikologi kepada siswa yang menjadi korban penamparan oleh motivator berinisial AS.

“Kami ke sini nantinya akan memberikan pendampingan secara psikologi terhadap siswa. Dan kami juga berikan kenyamanan untuk mengikuti prosedur pembelajaran lagi,” katanya kepada awak media, Jumat (18/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika kedatangannya juga menerangkan kepada korban bahwa mereka tidak salah. “Hal ini perlu kami lakukan karena untuk menyembuhkan psikologi siswa mungkin ada yang trauma. Jadi nanti biar belajar lebih tenang lagi,” ungkapnya.

Selain melakukan pendampingan terhadap siswa, ia pun juga melakukan koordinasi dengan sekolah. Dan menekankan jika kekerasan ini bukan dari lingkungan sekolah namun dari oknum luar.

“Masalah ini sudah ditangani oleh pihak berwajib dan itu sebenarnya bukan dari sekolah tetapi orang luar,” tandasnya.

Sebelumnya, sempat viral video pemukulan oleh motivator digital marketing yang diduga berinisial AS. Pemukulan dilakukan kepada sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang. Dalam video tersebut, AS terlihat memukuli sejumlah siswa dengan cara menampar. Bahkan, ia menggilir satu per satu siswa yang berbaris di depan banner.(Der/Aka)

Melawan saat Ditangkap, Komplotan Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Keempat pelaku yang dilumpuhkan. (Istimewa).
Keempat pelaku yang dilumpuhkan. (Istimewa).

MALANGVOICE – Polsek Gondanglegi berhasil mengamankan komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Empat pelaku terpaksa dihadiahi timah panas lantaran coba melawan saat akan ditangkap.

Kapolsek Gondanglegi, AKP Agus Siswo Hariadi mengatakan dalam komplotan ini sedikitnya ada lima pelaku yang diamankan. Mereka sudah beraksi di lebih dari 12 lokasi.

“Keberhasilan ini berawal dari informasi masyarakat, tentang adanya Curanmor yang meresahkan masyarakat di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Empat orang kita lumpuhkan dengan timah panas, karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap,” ungkapnya, saat konferensi pers di Polsek Gondanglegi, Kamis (17/10).

Kelima pelaku yang diamankan, di antaranya Edi Yulianto alias Bebek (33) warga Kecamatan Patihan Dowo, Kabupaten Nganjuk; Deni (22) warga Desa Lambangsari, Kecamatan Dampit serta Rama Andika (22) alias Mimin, Faisal alias Gendut (20), Mas Had (25), yang merupakan warga Desa Polaman, Dampit.Semua pelaku diringkus petugas pada Rabu (16/10).

Penangkapan pelaku ini berawal ketika sepeda motor Honda Vario N 6478 KE milik Arif Khoirul Rohman (49), raib digondol para pelaku pada Selasa (8/10/2019). Peristiwa pencurian itu terjadi di Jalan Banyu Anyar, Desa Ketawang, Gondanglegi.

Korban yang melapor ke Polsek Gondanglegi kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan penyelidikan. Dalam aksinya diketahui, para pelaku hanya bermodalkan kunci T yang telah dimodifikasi.

“Sepeda motor tersebut dijual kepada G alias Bosku yang sekarang masuk daftar pencarian orang (DPO) di Jembatan piket 0 perbatasan Malang-Lumajang dengan harga Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku antara lain, satu set kunci T modifikasi, satu unit sepeda motor Honda Scoopy hitam N 5074 GW, satu unit sepeda motor Yamaha Mio hitam, satu unit sepeda motor Suzuki Satria F150, satu unit sepeda motor Yamaha Vega putih, satu unit sepeda motor Honda Vario 150 merah, enam unit smartphone, puluhan butir pil dobel L atau pil koplo, bong atau alat hisap sabu, serta barang bukti lainnya.

Sementara itu, dari pengakuan otak komplotan pelaku, yaitu Edi Yulianto alias Bebek, bahwa dirinya mendapat keahlian mencuri itu saat berada di Surabaya.

“Wilayah (pencurian) Gondanglegi semua. Belajarnya di Surabaya, sudah lama, belajar dari teman. Biasanya beraksi saat siang mau magrib,” kata pria yang sebelumnya bekerja sebagai tukang bangunan ini.

Bebek mengaku, uang hasil curian itu digunakan untuk menghidupi istri dan anaknya. Dalam melakukan aksinya, dia biasa dibantu 4 sampai 5 orang. Akibat perbuatannya ini, para tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Der/Ulm)

Mengaku Wartawan Gadungan sekaligus Pengacara Dilaporkan ke Polres Batu

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono (Foto: Ayun/MVoice)
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pria berinisial HS yang mengaku sebagai wartawan sekaligus advokat gadungan dilaporkan ke Polres Batu.

Warga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini dituduh telah melakukan penipuan atau penggelapan. Saat ini Polres Batu tengah memproses laporan Sujarman, warga Pujon yang mengaku diperas oleh HS tersebut.

Sulianto kuasa hukum Sujarman menjelaskan kronologi kasus ini berawal dari persoalan jual beli tanah yang aktanya dijaminkan ke bank. Lalu, kliennya merugi hingga Rp 50 juta.

Awalnya HS datang membawa surat kuasa dari keluarga almarhum Suharmanji. Suharmanji ini adalah orang yang melakukan jual beli tanah dengan Sujarman pada 2007 silam.

Ia mendapat surat kuasa untuk mengurus akta yang masih ada di bank. Tapi, ternyata HS justru menakut-nakuti klien Suli.

“Terlapor dengan arogan mengancam korban, ia menakut-nakuti klien saya. Mengaku wartawan dan pengacara. Jika tidak menuruti permintaannya akan dipermasalahkan,” ungkapnya.

Selain itu, HS juga mengaku temannya polisi. Jika diberi uang Rp 50 juta, ia berjanji akan menyelesaikan permasalahan.

Kemudian, pada kunjungan keduanya, Sujarman menyerahkan Rp 50 juta kepada HS pada 30 September 2019 lalu.

Kecurigaan muncul ketika HS hanya membawa fotokopi akta hibah tersebut. Sujarman kemudian mempertanyakan dokumen aslinya.

Namun HS bersikukuh jika ia memiliki dokumen aslinya sembari meyakinkan Sujarman bahwa surat fotokopi itu dapat diurus menjadi akta jual beli (AJB) di kantor desa.

“Keesokan harinya klien saya ke kantor desa dan menemui Kamituwo Dusun Biyan bernama Sispanaji. Ternyata ditolak karena hanya fotokopi. Klien saya kebingungan lalu menghubungi HS, tapi tidak bisa,” terangnya.

Saat Sujarman mengkonfirmasi ke Winarti, keluarga almarhum Rusmanhaji, diketahui bahwa ternyata surat kuasa yang diberikan ke HS bukan untuk meminta uang, melainkan untuk mengurus administrasi di bank.

“Atas perbuatan Heri itulah klien bersama saya melaporkan masalah ini ke Polres Batu,” tuturnya.

Selain penipuan, HS juga dilaporkan atas tuduhan penggelapan. Sebab dari keterangan bank yang ada di Pujon, surat akta hibah yang dijaminkan sudah diambil pada 27 September 2019 dengan pelunasan hanya Rp 5,5 juta. Saat dikonfirmasi melalui saluran telefon, nomornya Heri tidak aktif.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono mengatakan bila sudah mengetahui adanya laporan tersebut. Ia tengah mendalami laporan itu.

“Sudah kami terima dan proses sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Kemudian, ketika ditanya lebih jauh, ia meminta waktu untuk mendalami kasus terlebih dahulu. Sebab, laporan baru masuk tanggal 16 Oktober 2019 kemarin.

“Kami dalami dulu ya. Laporannya baru kemarin,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Bupati Malang Komitmen Jalin Sinergi dengan Pekerja Media

Bupati Malang HM Sanusi (tengah) saat memberikan keterangan diruang Anusopati Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Toski D).
Bupati Malang HM Sanusi (tengah) saat memberikan keterangan diruang Anusopati Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Toski D).

MALANGVOICE – Bupati Malang, HM Sanusi menginginkan adanya dukungan dari para pekerja media di wilayah Kabupaten Malang. Sebab, peran media sangat besar dalam perkembangan daerah.

“Ya nanti biar diagendakan, satu bulan sekali apa bagaimana, ketemu. Biar ada sinergi yang positif,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Sanusi, saat ini pembangunan di wilayah Kabupaten Malang perlahan tapi pasti sudah terlihat wujudnya.

“Kabupaten Malang perlu dukungan semua pihak untuk membangun, apalagi selama saya menjadi Bupati ini, sudah bergerak dan berjalan, pelan tapi pasti,” jelasnya.

Salah satunya, tambah Sanusi, seperti yang sudah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang baru saja diresmikan yaitu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, dan langkah antisipatif, seperti bencana alam.

“Tanggal 27 September lalu KEK sudah diterbitkan. Selain itu, saya sudah antisipasi disaat musim kemarau seperti saat ini dengan menyiapkan 10 tangki air untuk mengatasi yang kekurangan air, yang sudah dikoordinir oleh BPBD,” tandasnya. (Hmz/Ulm)

Polisi Ungkap Identifikasi Mayat dengan Tangan Terikat di Sungai Watu Ondo

Polisi Ungkap Identifikasi Mayat dengan Tangan Terikat di Sungai Watu Ondo
Kapolres Batu, AKPB Harviadhi Agung Pratama saat menunjukkan identintas korban

MALANGVOICE – Identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi tangan terikat di kawasan Sungai Watu Ondo, Desa Sumberbrantas, Kota Batu, Rabu (16/10) kemarin telah terungkap

Diketahui, korban bernama Bangkit Maknutu Dunirat (32) asal Desa Karangbudi, Kota Sumenep, Madura. Ia merupakan karyawan dari UMC Suzuki Cabang Batu yang kantornya terletak di Dau, Kabupaten Malang.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengungkapkan dari hasil otopsi jenazah, ditemukan terdapat luka di bagian kepala. Otopsi dilakukan Kamis (17/10) pukul 01.00-02.00 WIB di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu.

“Dugaan awal, ada indikasi kekerasan fisik. Kemungkinan memang seperti itu (pembunuhan, red). Selebihnya hasil dari penyelidikan akan dijelaskan Polrestabes Surabaya termasuk motifnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bila jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Kemudian terdapat luka robek di bagian dahi atas sebelah kiri. Sedangkan bagian mata terlihat lebam dan kondisi tangan terikat di depan.

“Ada pendarahan di selaput otak. Dugaan sementara pendarahan di selaput otak itulah yang menyebabkan korban meninggal,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bila pada Rabu 16 Oktober kemarin, anggota Polsek Bumiaji mendapat laporan dari perangkat Desa Sumberberantas yang menyampaikan ada temuan jenazah di Sungai Watu Ondo, dekat perbatasan Batu-Mojokerto.

Setelah adanya temuan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar melapor ke polisi jika merasa kehilangan keluarganya. Kemudian diketahuilah adanya laporan kehilangan yang masuk ke Polrestabes Surabaya.

“Hasil koordinasi dengan Polrestabes Surabaya, ada laporan kehilangan orang pada tanggal 15 Oktober. Sehari sebelum penemuan jenazah,” katanya.

Sehingga, kami turunkan tim ke Polrestabes dan bertemu dengan pihak keluarga korban, yakni ibu mertua dan istri yang mengandung tujuh bulan,” imbuhnya.

Petugas Polres Batu yang berkomunikasi dengan pelapor mendapatkan informasi berdasarkan ciri fisik memang identifikasi jenazah mirip dengan laporan kehilangan. Kemudian pelapor diajak ke RS Bhayangkara Hasta Brata untuk menyocokan temuan.

“Selanjutnya diketahui kalau korban adalah suami pelapor. Berdasarkan pemeriksaan sidik jari juga cocok,” paparnya.

Harvi mengatakan, laporan memang masuk ke Polrestabes Surabaya karena saat itu Bangkit sedang mengikuti training sales di Kantor Pusat UMC Suzuki Jl A Yani Kota Surabaya.

“Korban bekerja di UMC Suzuki Cabang Batu. Saat kami temukan, tidak ada identitas sama sekali yang melekat pada jenazah. Saat ini Polrestabes Surabaya tengah melakukan upaya penyelidikan untuk menemukan pelaku. Kami di sini di Kota Batu hanya menyampaikan temuan korban dan identitasnya,” tutupnya. (Hmz/ulm)

Meriahnya HUT ke 18 Kota Batu, Dewanti Ajak Seluruh Elemen ‘Senam Mubeng Batu’

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menarikan senam Mubeng Batu di Stadion Brantas Kota Batu, Kamis (18/10). (Humas for MVoice)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menarikan senam Mubeng Batu di Stadion Brantas Kota Batu, Kamis (18/10). (Humas for MVoice)

MALANGVOICE – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 18 Kota Batu yang dilaksanakan di Stadion Gelora Brantas berlangsung meriah, Kamis (17/10).

Suasana semakin meriah saat, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Kepala BNN Kota Batu AKBP Mudawaroh, Ketua DRPD Kota Batu Asmadi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Daerah, dan sebagainya asyik menari ‘Senam Mubeng Batu’ bersama di tengah lapangan

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga mengucapkan selamat atas HUT ke 74 Provinsi Jatim.

“Kemajuan pembangunan di Kota Batu seiring sejalan dengan pembangunan di Jawa Timur. Capaian pembangunan terus meningkat mencapai 6,5 persen. Tapi kita tidak boleh cepat berpuas diri guna mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Batu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan masih banyak tugas yang membutuhkan kerja Aparatur. Sehingga masih banyak tantangan yang membutuhkan kerja keras dan kekompakan semua elemen untuk membangun kota dengan didukung kreativitas dan inovasi.

Oleh sebab itu ia megajak seluruh elemen untuk
menguatkan komitmen kebersamaan dan menjaga kualitas kinerja.

Perlu diketahui, Tari Mubeng Batu merupakan tarian khas Kota Batu sebagai bentuk semangat dan kekompakan untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Menurut Ketua Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Kota Batu, Ny Wibi Asri Fianti kekhasan senam ini tidak hanya pada lagu berjudul Mubeng Batu yang menggambarkan keindahan dan semua potensi Kota Batu.

Namun, iramanya juga menceritakan nama desa-desa yang ada di Kota Batu. Meski sederhana, gerakkan senam ini mengena pada bagian tubuh yang tepat tanpa menguras stamina. (Hmz/Ulm)

519 Pengungsi Wamena Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak

Kedatangan pengungsi di Pendopo Agung Jalan Agus Salim no 7 Kota Malang. (Toski D)
Kedatangan pengungsi di Pendopo Agung Jalan Agus Salim no 7 Kota Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Sebanyak 519 orang pengungsi kerusuhan Wamena asal Jawa Timur, untuk kesekian kalinya tiba di Jawa Timur dengan menggunakan kapal Pelni dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (17/10).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nurhasyim mengantakan, dari ratusan pengungsi tersebut, yang berasal dari Kabupaten Malang ada 14 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Wonosari, Pakisaji, Gondanglegi dan Poncokusumo.

“Berdasarkan informasi, sebenarnya ada 94 orang asal Kabupaten Malang. Karena kapalnya tidak muat, mereka akan diikutsertakan pada gelombang berikutnya. Insyaallah Sabtu (19/10) besok,” ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjut Nurhasyim, pihaknya masih menunggu informasi dari Pemerintah Provinsi Jatim terkait kedatangan selanjutnya pengungsi Wamena.

“Yang datang hari ini merupakan merupakan pengungsi pertama kalinya dengan menumpang kapal Pelni, setelah gelombang sebelumnya menumpang Hercules dan mendarat di Bandara Abdul Rachman Shaleh. Bahkan ada yang mandiri juga. Setelah ini ada trauma healing, tapi kita pertemukan dengan keluarga dulu,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengungsi dari Pakisaji, Deni, mengucapkan rasa syukur bisa selamat dari peristiwa kerusuhan yang menelan korban jiwa di Wamena tersebut.

“Disana saya berjualan cilok. Saat kejadian saya sembunyi di dalam rumah. Alhamdulilah, saya bisa selamat,” tegasnya.

Sekedar diketahui, dalam pemulangan para pengungsi kerusuhan Wamena ini, selain warga Kabupaten Malang, juga ada 5 warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Hmz/Ulm)

Diduga Arus Pendek Listrik, Sebuah Rumah dan Motor Ludes Dilahap Api

Petugas saat melakukan pemadaman. (Istimewa).
Petugas saat melakukan pemadaman. (Istimewa).

MALANGVOICE – Kebakaran rumah terjadi di Jalan Bromo Rt.8, Rw.5, Desa Pujon Lor, Kamis, (17/10) sekitar pukul 09.41 WIB. Enam unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK), Agus Suryanto mengantakan, peristiwa kebakaran ini melandas rumah yang berukuran 50 meter persegi, rumah tersebut diketahui milik Supri (40).

“Kami mendapat laporan melalui telepon. Indikasi sumber api akibat konsleting listrik yang merembet,” ungkapnya.

Dalam kejadian ini, lanjut Agus, selain rumah, sepeda motor honda C70 milik korban turut habis dilalap api.

“Rumah korban banyak terbuat dari anyaman bambu, jadi api mudah menyebar ke seluruh bagian rumah,” jelasnya.

Agus menjelaskan, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 10.40 WIB. Dalam kejadian ini, tim pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Malang dan Kota Batu diterjunkan ke lokasi kebakaran.

“Kami menerjunkan 6 damkar gabungan. Dari Kabupaten menurunkan 3 unit, PMK kota Batu juga 3 unit. Akibat kejadian ini pemilik rumah mengalami kerugian mencapai Rp 200 Juta,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

Operasi Water Bombing Terhambat Cuaca Berkabut

Helikopter milik BNPB yang digunakan untuk melakukan penyiraman air melalui udara di kawasan lereng Gunung Arjuno saat berada di Lanud Abdulrachman Saleh Malang. (Doc. MVoice).
Helikopter milik BNPB yang digunakan untuk melakukan penyiraman air melalui udara di kawasan lereng Gunung Arjuno saat berada di Lanud Abdulrachman Saleh Malang. (Doc. MVoice).

MALANGVOICE – Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, wilayah Gunung Arjuno dan Welirang, dengan water bombing terhambat cuaca.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiyono mengatakan, operasi water bombing yang menggunakan helikopter kemarin dibatalkan karena cuaca yang tidak memungkinkan.

“Dari hasil observasi, kamarin (Rabu 16/10) tidak terlihat titik api, karena cuaca berawan. Sehingga water bombing dibatalkan,” ungkapnya, saat dihubungi awak media, Kamis (17/10) pagi.

Rencananya, lanjut Bagyo, operasi water bombing akan dilanjutkan hari ini (Kamis 17/10, red). Namun, tergantung cuaca, jika memungkinkan untuk digelar water bombing, maka heli akan bertolak dari Lanud Abdulrachman Saleh.

“Kami jadwalkan hari ini takeoff. Tapi, kami terus menunggu perkembangan cuaca. Khususnya di wilayah titik kebakaran. Jika memungkinkan untuk digelar water bombing,” jelasnya.

Sebab, tambah Bagyo, untuk penanggulangan kebakaran hutan di Gunung Arjuno dan Welirang memerlukan jarak pandang yang jelas.

“Supaya pilot bisa menjatuhkan air di titik api yang dituju. Untuk itu, kami berharap cuaca di gunung Arjuno mendukung, agar hari ini bisa dilakukan operasi water bombing,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, tim gabungan operasi pemadaman kebakaran Gunung Arjuno seperti Lanud TNI AU Abdul Rahman Saleh, Tahura R Soerjo, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, hingga Perum Jasa Tirta Bendungan Selorejo terus bersiaga di lokasi.(Der/Aka)

Komunitas