Silaturahmi ke Ponpes An-Nur I, Danrem 083/Bdj Beri Wawasan Kebangsaan ke Santri

Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Zainuddin saat berkunjung ke ponpes An-Nur I. (Toski D)
Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Zainuddin saat berkunjung ke ponpes An-Nur I. (Toski D)

MALANGVOICE – Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya (BDJ) Kolonel Inf Zainuddin, kunjungi Pondok Pesantren An-Nur I di Jalan Raya Diponegoro, Bululawang, Selasa (20/8).

Kunjungan sekaligus bersilaturahmi dengan KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur Rozi), selaku Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang.

Dalam kunjungan tersebut, Danrem 083/Bdj didampingi Kasdim 0818 Kab Malang-Batu Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818/Kabupaten Malang-Batu, Mayor Inf Teguh Prastowo.

Kedatangan Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Zainuddin di Ponpes An-Nur I disambut langsung oleh pengasuh Ponpes An-Nur I Gus Fahrur Rozi beserta ratusan santriwan dan santriwati ponpes An-Nur I dan disuguhi permainan atraktif Drumband An-Nur I.

Di kesempatan ini, Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Zainuddin menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silahturahmi, terlebih dalam tugas dan tanggung jawab sebagai Danrem 083/BDJ yang belum lama di embannya perlu adanya sinergritas bersama antara TNI, Polri, Forpimda juga komponen masyarakat lainya, bahkan para santri.

“Selain silaturahmi, kami juga memberikan pemahaman wawasan kebangsaan yang mana saat ini sangat diperlukan sebagai upaya pertahanan keamanan dalam negeri, dan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Zainuddin, sebagai santri untuk hidup dalam bermasyarakat perlu menjunjung tinggi nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

“Dengan nilai-nilai inilah yang bisa dijadikan dasar dalam pemberian makna suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar-anggota masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Zainuddin, santri diharapkan bisa mengembangkan nilai-nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab, dalam kehidupan bermasyarakat.

“Maka dari itu, santri hasuslah bisa mengamalkan karakter budaya bangsa dalam bentuk perilaku dalam bermasyarakat agar dapat lebih menghargai sesama dan menghapuskan sikap intoleransi antar umat beragama,” pungkasnya.

Terpisah, Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang, KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur Rozi) menyampaikan, terima kasih dan apresiasi terhadap kunjungan dan silaturahmi Komandan Korem 083/BDJ.

“Dengan adanya kunjungan dan silaturahmi ini, bisa membangkitkan semangat pada anak-anak untuk belajar dan memotivasi para santri supaya selalu berbakti pada pada orang tua dan menjunjung tinggi semangat kebangsaan,” pungkasnya.(Der/Aka)

Kejaksaan Kota Batu Amankan Ratusan Miras Ilegal

Beberapa barang bukti yang diamankan Kejaksaan Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)
Beberapa barang bukti yang diamankan Kejaksaan Kota Batu. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kejaksaan Negeri Kota Batu menggagalkan peredaran minuman beralkohol ilegal pada Minggu (18/8). Kali ini, petugas berhasil menangkap pelaku bernama Lestari dan Karta Inggala yang diduga akan menjual ratusan minuman keras (miras) ilegal tanpa dilekati pita cukai.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kasipidsus) Kejari Kota Batu, Hendra Hidayat mengatakan penindakan kali ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

Saat dilakukan penindakan petugas, pelaku mengendarai mobil pick up bernopol AG-8542-AH

“Informasinya ada pengiriman miras ilegal menuju ke Batu dengan menggunakan pick up berwarna putih” ujarnya.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian menuju ke titik yang diduga akan dilalui oleh target.

“Dari hasil pemeriksaan, didapati 30 karton yang masing-masing berisi 12 botol merek BK isi 920 ml dengan kadar 8,76 persen. Semuanya tanpa dilekati pita cukai, sehingga terhadap seluruh barang bukti harus kami amankan,” tutupnya.

Selain barang bukti tersebut, petugas juga mengamankan dua pelaku, yakni Lestari dan Karta Inggala. Keduanya merupakan sopir dan kernet mobil. Dari penindakan tersebut, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta .

Kini, pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.(Der/Aka)

Bersih Desa ke 163 Desa Pesanggrahan, Ribuan Warga Semarakkan Hulu Bekti

Warga mengarak Hulu Bekti ke Balai Desa Pesanggrahan. (Foto : Ayun/MalangVoice)
Warga mengarak Hulu Bekti ke Balai Desa Pesanggrahan. (Foto : Ayun/MalangVoice)

MALANGVOICE – Kegiatan Bersih Desa ke 163 di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu digelar meriah dan sakral di balai desa Senin (19/8) malam. Dimulai dengan khataman Al Quran, selamatan di sumber air yang kemudian dilakukan arak-arakan Hulu Bekti sebagai wujud syukur dan doa warga.

Hulu bekti adalah kegiatan warga yaitu sowan ke perangkat desa sekaligus imam masjid yang dimulai sehabis Isya’. Tamkak ribuan warga membawanya dengan cara diarak dari tempat tinggal masing-masing.

Hulu Bekti yang berisikan polo pendem, rujak legi, dawet, buah-buahan, sayuran, tumpeng nasi kuning dan putih serta ayam ingkung kemudian diserahkan kepada Kepala Desa. Dan prosesi ini bentuk wujud patuh dan tunduk kepada pemerintah desa.

Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi mengatakan arak-arakan Hulu Bekti ini merupakan rangkaian dari Bersih Desa Pesanggrahan ke 163. Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada Senin Kliwon di bulan penanggalan Jawa, Wulan Besar.

“Ini (Hulu Bekti) salah satu wujud syukur dan doa kita. Karena warga Pesanggrahan diberikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan,” kata dia saat diwawancarai disela-sela kegiatan.

Dijelaskan Wahyudi, dalam selamatan desa di Desa Pesanggrahan diawali pemukulan kentongan olehnya. Hal itu bentuk panggilan kepada kepala dusun dan tokoh masyarakat. “Kepala Desa biasa disebut Titir Sumintulan dalam tradisi ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, pemanggilan tersebut untuk mengabarkan bahwa selamatan desa akan dilaksanakan pada Senin Kliwon Wulan Besar. Setelah itu, tokoh masyarakat akan menggerakkan warganya untuk melakukan prosesi Gugur Gunung.

“Warga diminta untuk membersihkan makam dan punden leluhur. Selanjutnya dilakukan prosesi susuk wangan, membersihkan saluran air yaitu selokan dan gorong-gorong di desa,” jelasnya.

Kemudian, prosesi selanjutnya dilakukan pemasangan Terop Agung dan meletakkan sandingan di Balai Desa. Itu menandakan akan dimulainya kegiatan.

“Selanjutnya semua warga memasang janur di tempat tinggalnya. Sedangkan Pemerintah Desa meletakkan Cok Bakal di batas desa,” ujarnya. Cok Bakal merupakan uang, cermin, kembang setaman, telur kampung, bubur merah, bubur putih dan kinangan.

Setelah itu, besoknya dilakukan prosesi bersih desa. Dimulai dengan khataman Al Quran, selamatan di sumber air di desa yang kemudian dilakukan arak-arakan Hulu Bekti tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan bahwa arak-arakan Hulu Bekti saat bersih desa Pesanggrahan memiliki kekentalan budaya. Tentunya bisa menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melihatnya.

“Apalagi, waktu Hulu Bekti ini sudah pasti sesuai penanggalan Jawa. Tentunya akan memudahkan mereka (wisatawan) untuk datang dan melihat langsung setiap prosesinya,” kata Imam.

Dia mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan bersih desa Pesanggrahan dengan penuh hidmat. Dia berharap, keinginan dan doa warga Desa Pesanggrahan terwujud. “Selamat dan semoga keinginan dan doanya terwujud,” ucapnya.(Der/Aka)

Komak Jatim Desak Pansel Capim KPK Loloskan yang Berintegritas

Istimewa

MALANGVOICE -Koalisi Masyarakat Anti Korupsi atau Komak Jawa Timur mendesak Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK selektif dan transparan. Agar tak meloloskan Capim KPK yang memiliki konflik kepentingan.

Perwakilan Komak Jatim, Sulardi mengatakan, Pansel Capim KPK telah bekerja dan melakukan proses seleksi untuk mendapatkan sosok pimpinan KPK yang baru. Saat ini calon pimpinan KPK telah terseleksi dan semakin mengerucut menjadi 40 kandidat.

Sebagai bentuk komitmen Komak Jatim dalam mengawal proses seleksi Capim KPK agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak memiliki konflik kepentingan dengan upaya pemberantasan korupsi, maka pihaknya menyampaikan masukan kepada Pansel KPK, agar semakin selektif dalam meloloskan calon pimpinan KPK ke tahap berikutnya.

Sehingga diperoleh sosok-sosok terbaik,
berintegritas, memiliki visi pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi, memiliki kemampunan manajerial dan pengelolaan SDM internal KPK, tidak memiliki konflik kepentingan dengan kerja-kerja KPK.

“Dan memliki keberanian dalam menuntaskan perkara tindak pidana korupsi,” kata Sulardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/8).

Komak Jatim, lanjut dia, mendesak agar proses seleksi Capim KPK harus mengutamakan calon-calon yang berintegritas dan berkomitmen untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi.

Sejalan dengan hal-hal tersebut di atas, maka pihaknya menyatakan sikap bahsa korupsi sebagai musuh bersama (common enemy) dan sebagai kejahatan luar biasa dan merusak sendi-sendi dimokrasi, perekonomian nasional dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka korupsi harus diberantas secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, dituntut untuk mampu menemukan Capim KPK yang berintegritas dan berkomitmen dalam pemberantasan korupsi,” sambung dia.

Beberapa poin pernyataan sikap Komak Jatim, antara lain;

– Mendukung Timsel KPK yang transparan agar menghasilkan pimpinan KPK berintegritas, memiliki visi pemberantasan korupsi, professional, dan memiliki keberanian mengakselerasi penuntasan perkara tindak pidana korupsi.

– Memastikan indepedensi Calon Pimpinan KPK, karena tanpa indepedensi, berbagai upaya pencegahan dan penindakan hukum
akan terkendala bila Calon Pimpinan KPK yang terpilih memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kegiatan pada sektor sumber daya alam.

– Mendesak agar Pansel KPK dalam menelusuri rekam jejak calon pimpinan KPK tidak hanya dilakukan melalui lembaga-lembaga resmi Negara, tetapi juga perlu mempertimbangkan masukan-masukan dari masyarakat baik secara kelembagaan maupun perorangan, dan menolak intervensi dari pihak-pihak yang terganggu dengan upaya pemberantasan korupsi oleh KPK.

– Mendesak Pansel KPK agar seleksi Capim KPK tidak saja memiliki Kompetensi dan Integritas, tetapi juga dibutuhkan sosok Capim KPK yang memiliki rekam jejak sebagai aktivis atau pegiat anti korupsi yang konsisten karena tentu saja tidak diragukan lagi komitmen dan keberaniannya dalam menuntaskan perkara tindak pidana korupsi di Negeri ini, dengan memperhatikan keterwakilan berbagai komponen bangsa.

– Pansel KPK harus memperhatikan dan mempertimbangkan kriteria yang tertuang dalam kode etik pimpinan KPK, yang di dalamnya terdapat sikap-sikap yang harus dimiliki oleh para pimpinan KPK, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dan kriteria oleh Pansel dalam proses memilih Capim KPK. (Der/ulm)

Kota Batu Jadi Tuan Rumah Balap Sepeda Tour de Indonesia 2019, Ruas Jalan Protokol Ditutup Sementara

istimewa

MALANGVOICE – Kasat Lantas Polres Batu, AKP Diyana Suci Listyawati mengatakan Kota Batu bakal menjadi tuan rumah di event tingkat internasional yakni balap sepeda Tour d’Indonesia (TdI) 2019, Selasa (20/8) mendatang. Karena itu beberapa jalan protokol bakal ditutup selama pelaksanaan TdI 2019 besok.

“Balai Kota Among Tani bakal jadi finish lomba balap sepeda Tour d’Indonesia (TdI) 2019. Dan penutupan akan dilaksanakan sejak pukul 11.30 – 14.30 WIB,” ujarnya.

Oleh sebab itu, adanya penutupan jalan protokol tersebut, ia mengimbau agar masyarakat tidak mengakses jalan tersebut untuk sementara waktu.

“Ya ,kami minta maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi untuk sementara waktu. Jikalau ditemukan kendaraan umum yang melalui jalan tersebut pada waktu yang telah ditentukan. Maka akan diberhentikan dan ditempatkan di kantong-kantong parkir sementara waktu,” imbuhnya.

Diketahui, beberapa jalan protokol yang akan ditutup sementara yakni ruas Jalan Raya Kasembon – Jalan Raya Ngantang – Jalan Abdul Manan Wijaya, Pujon – Puyung – Jalan Trunojoyo – Jalan Hasanudin – Jalan Suropati – Jalan Panglima Sudirman Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Der/Ulm)

Sutiaji Siap Berdialog dengan Pemda Papua

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)
Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji ingin berdialog langsung dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Papua. Hal itu menyusul permintaan maaf terkait bentrok yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kalau bisa kami mohon atas izin atau perintah Presiden, untuk berembuk di sini (Kota Malang) supaya tidak (konflik) berkepanjangan,” kata Sutiaji, Senin (19/8).

Ia melanjutkan, Papua dan masyarakatnya menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Begitu pula sebaliknya, Kota Malang juga menjadi bagian dari Papua. Sebab, warga Kota Malang juga ada yang bertempat tinggal di Papua. Ia tak ingin terjadi lagi narasi penolakan apapun bentuknya.

“Sebab ini akan menghancurkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, masih kata dia, pihaknya telah menginstruksikan OPD terkait untuk berdialog dengan mahasiswa asal Papua di wilayah Kota Malang.

“Saya juga akan kumpulkan para rektor untuk melakukan pakta integritas cinta persatuan dan kesatuan NKRI dan menjaga ketertiban,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Pembalap AHRT Berhasil Raih Tiga Podium di Cina

ilustrasi MPM.

MALANGVOICE – Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil meraih tiga podium di kelas AP250 seri kelima Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Zhuhai International Circuit China.

Meski terbilang baru pertama kali balapan di sirkuit ini, dua pembalap AHRT dapat semakin memperkuat posisinya pada tiga besar klasemen sementara ARRC kelas AP250.

Pada kelas AP250, Irfan Ardiansyah berhasil mempersembahkan podium ketiga pada balapan pertama pada Sabtu (10/8) dan podium kedua pada balapan kedua pada Minggu (11/8). Sementara Awhin Sanjaya yang berlaga di kelas yang sama berhasil meraih podium kedua pada balapan pertama Sabtu (10/8).

Dalam helatan ARRC China, AHRT mengirim Awhin Sanjaya, Irfan Ardiansyah, serta Lucky Hendriansya untuk bertarung di kelas AP250 menggunakan motor karya anak bangsa Honda CBR250RR. Sementara itu pada kelas SS600, menurunkan Andi Gilang Farid Izdihar bersama Rheza Danica Ahrens menggunakan Honda CBR600R.

Pada balapan pertama, Irfan menunjukkan semangat optimisnya dengan memulai balapan dari posisi start ketiga baris terdepan. Ia terus bersaing pada grup terdepan hingga finish pada posisi ketiga.

Memasuki balapan kedua, Irfan mendapat tekanan yang sangat rapat sejak awal balap sehingga mencoba untuk terus berada dalam group terdepan. Melakukan berbagai over take melewati pebalap lainnya diikuti tekanan pada lap akhir, Irfan berhasil meraih podium kedua dengan catatan waktu 1:54,495.

“Dua podium dalam balap di China ini sangat berharga dalam pengumpulan poin menuju perebutan juara AP250 2019. Terima kasih untuk tim, sponsor, dan tentunya mekanik dan juga seluruh masyarakat yang sudah memberikan dukungan dan doanya,” ujar Irfan.

Sementara itu, Awhin Sanjaya dan Lucky Herdiansya juga bertarung kompetitif di kelas ini. Keduanya saling bertarung untuk mendapatkan posisi terdepan. Awhin berhasil meraih podium kedua pada balapan pertamanya. Akan tetapi pada balapan kedua, ketatnya persaingan di beberapa lap terakhir membawa Awhin ikut terseret dan tak terhindarkan saat ada pebalap yang terjatuh di dekatnya.

Lucky Herdiansya konsisten menjaga konsentrasi dan fokusnya mempertahankan posisi sekaligus terus mengincar kesempatan yang bisa diambil dari pebalap di depannya. Dengan persaingan di grup depan yang sangat rapat sepanjang balap, Lucky dapat mempertahankan performa yang tidak jauh berbeda dengan balapan pertama. Dengan catatan waktu 1:54,084, Lucky bertahan di posisi keempat hingga menyentuh garis finish.

“Sungguh tantangan yang berbeda di balapan kedua kali ini. Sedikit kesalahan yang saya lakukan di sebuah tikungan membuat saya tercecer sampai posisi sembilan. Bersyukur akhirnya saya bisa finish keempat pada balapan dua ini. Putaran berikutnya di Sepang, saya akan berusaha lebih kuat lagi agar mengulang hasil bagus di putaran pertama,” ujar Lucky.

Sedangkan di kelas supersport 600, kedua pembalap yakni Andi Gilang dan Rheza Danica Ahrens menjalani balapan dengan semangat tinggi. Balapan pertama Andi Gilang berjuang keras terus memperbaiki posisinya namun Gilang terjatuh saat berada pada posisi kelima di lap ke-10 dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Pada balapan kedua, Andi Gilang melakukan start yang kurang baik hingga akhirnya tercecer di urutan keenam dan kemudian mencoba memaksa sangat kuat dan melakukan overtake satu persatu hingga berada di posisi ketiga. Namun Gilang kembali terjatuh di lap kelima dan mencoba melanjutkan balapan setelah masuk pit untuk melakukan repair motor dan terus melanjutkan balapan hingga berada di posisi ke-15.

Sementara Rheza konsisten dapat memberikan perlawanan yang cukup meyakinkan pebalap lainnya. Pada balapan pertama, Rheza mengakhiri balapan pada posisi ke-10. Pada balapan kedua, Rheza mampu memperbaiki posisi finis ke-7 dengan catatan waktu 1:39,272.

“Saya memang belum meraih hasil yang diharapkan di China ini. Tapi ada banyak kemajuan yang saya rasakan di balapan kedua. Dengan bisa memperbaiki catatan waktu saya. Bagaimanapun, finish ke tujuh adalah hasil terbaik yang bisa saya raih di balapan kedua ini. Semoga putaran berikutnya bisa tampil lebih baik dan tembus target untuk bersaing di barisan 5 besar,” terang Rheza.

Deputy General Manager Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya mengatakan, balapan ini menjadi tantangan yang bermanfaat untuk bekal balapan di seri-seri berikutnya. Sehingga, prestasi yang lebih baik dapat terus diukir pembalap-pembalap binaan AHM tersebut.

“Semangat juang para pembalap patut di apresiasi, kami akan selalu menemani dan mewujudkan mimpi mereka untuk tetap berkibar di kancah Internasional,” ujar Andy.

Balapan ARRC seri selanjutnya akan dihelat pada 21-22 September 2019 di Sepang International Circuit, Malaysia.

“Kami ikut bangga akan prestasi yang dicapai para pembalap muda Indonesia ini,” tandas Marcomm & Development Division Head MPM Suhari. (Der/ulm)

Kembangkan Wisata Pantai, Ini Program Pemkab Malang

Wisata Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kec Donomulyo, yang memiliki Paralayang Moon. (Istimewa)

MALANGVOICE -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tampak serius untuk mengembangkan sektor wisata pantai.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi, mengatakan, Pemkab Malang bakal mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur menuju tempat wisata guna meningkatkan jumlah wisatawan yang ingin ke Malang.

“Untuk itu, Pemkab Malang akan memberikan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju tempat wisata pantai, salah satunya pantai Modangan di Desa Sumberoto, Donomulyo,” ungkapnya.

Pantai Modangan, kata Sanusi, selain memiliki keindahan pantai juga sebagai tempat Paralayang Moon.

“Nantinya, paralayang bisa dilakukan pada malam hari atau paralayang moon, tapi pada saat bulan purnama. Sehingga Indonesia sebagai negara kedua setelah Australia yang memiliki wisata pantai yang bisa digunakan paralayang pada malam hari,” jelasnya

Agar Pantai Modangan menjadi destinasi wisata unggulan, Pemkab Malang, akan menggandeng akademisi dan investor untuk mengembangkan wisata pantai Modangan.

“Pihak akademisi yang akan melakukan pendampingan untuk mengembangkan wisata di Kabupaten Malang, dan saat ini sudah ada yang bersedia yaitu Universitas Islam Malang (Unisma). Dengan begitu, diharapkan akan mampu mendongkrak pengembangan wisata Pantai Modangan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri mengatakan, sebelum melakukan pengembangan wisata pantai Mondangan terlebih dahulu harus memiliki grand design atau rancangan yang besar, serta network atau jaringan untuk mengenalkan Pantai Modangan ke investor.

“Ada empat point yang harus dijadikan kajian, sebelum mengenalkan Pantai Modangan ke investor, yaitu membuat landscape, membenahi sosiologi masyarakat, mengenalkan budaya masyarakatnya, dan mengenalkan kuliner khas yang ada di sekitarnya,” ungkapnya

Selain itu, lanjut Masykuri, di Pantai Modangan juga harus ada cottage, agar wisatawan bisa bermalam. Karena keindahan pantai tersebut tidak hanya pada pagi dan siang hari saja, tapi keindahannya juga bisa dinikmati pada malam hari. Apalagi ada Paralayang Moon seperti di Sidney, Aurtralia. Sehingga itu sebuah modal untuk bisa mengembangkan wisata Pantai Modangan, dan dirinya mendukung dan siap melakukan pendampingan.

“Apalagi, Kabupaten Malang ini sudah dikenal dengan 1000 pantai, sehingga Pemkab Malang harus betul-betul serius dalam membangun sarana parasarananya, terutama infrastruktur jalan yang menuju tempat wisata pantai,” tandasnya. (Hmz/ulm)

Cakades Tak Penuhi Persyaratan, Pendaftaran Diperpanjang

Kasubbag Pemdes, Bagian Pemerintahan Kota Batu, Abdul Salam saat ditemui MVoice di kantor Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (19/8). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Kasubbag Pemdes, Bagian Pemerintahan Kota Batu, Abdul Salam mengatakan pendaftaran pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak dua desa di Kota Batu harus diperpanjang. Itu karena pendaftaran tahap ke dua persyaratan bakal calon kades tidak terpenuhi.

Dua desa tersebut yakni Desa Sumberejo dan Desa Gunungsari.

“Ya, kalau Desa Sumberejo mengikuti tahap kedua karena empat bakal calon kades yang mendaftar untuk persyaratan administrasinya kurang lengkap,” ujarnya.

Ia menambahkan hal itu diketahui setelah diverifikasi panitia tingkat desa. Semua masih kurang surat keterangan dari Pengadilan Negeri.

Kemudian, kempat bakal calon kades Sumberejo memiliki kesempatan untuk melengkapi berkas pada pendaftaran tahap dua hingga 28 Agustus mendatang.

Sementara untuk Desa Gunungsari dijelaskannya lantaran desa tersebut hanya memiliki satu bakal calon kepala desa yakni Andi Susilo yang merupakan incumbent.

“Kami sudah sosialisasi ke warga Desa Gunungsari. Jika memang sampai pendaftaran tahap kedua tidak ada dua bakal calon kades. Ya terpaksa harus ditunda pelaksanaan Pilkades tahun 2019 ini, baru bisa ikut Pilkades serentak tahun 2022 mendatang,” katanya.

Sementara, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, sesuai aturan bagi desa hanya memiliki bakal calon tidak lebih dari dua calon secara tidak angsung pendaftaran tahap dua akan digelar sejak tanggal 9 – 28 Agustus.

“Hal ini mengacu pada Perda Kota Batu No 1 tahun 2015 tentang Desa dan Diubah No 5 tahun 2018. Serta Perwali No 32 tahun 2016 yang diubah No 76 tahun 2017,” terangnya.

Dibukanya pendaftaran tahap ke dua ini agar dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk ikut dalam pesta demokrasi rakyat.

Ia berharap sebelum pendaftaran tahap ke dua pilkades ditutup sudah ada bakal calon lain yang mendaftarkan diri. (Hmz/Ulm)

ACT Distribusikan Satu Juta Liter ke Daerah Terdampak Kekeringan di Jatim

Dampak kekeringan di beberapa wilayah. (istimewa)
Dampak kekeringan di beberapa wilayah. (istimewa)

MALANGVOICE – Pemerintah memprediksi kekeringan tahun ini lebih panjang dari 2018 lalu. Berdasarkan data dari BMKG, musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Oktober mendatang.

Bahkan, status kekeringan kali ini telah ditetapkan sebagai bencana darurat. Musim kemarau membawa dampak kekeringan hampir di seluruh wilayah di Jawa Timur.

Sekitar 25 kota/kabupaten di Jawa Timur terdampak kekeringan. Lebih parah lagi, dampak kekeringan ini menyebabkan ratusan hektare sawah di Jawa Timur terancam gagal panen.

Kepala Program ACT Jatim, Dipo Hadi, mengatakan kekeringan jadi awal mula krisis pangan, ketiadaan air bersih layak konsumsi dan bahan makanan. Hal ini bisa mengakibatkan bencana selanjutnya, yaitu kelaparan.

“Apabila tidak ditangani, kondisi ini perlahan dapat berdampak pada kematian,” katanya.

Dalam menghadapi bencana kekeringan ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa daerah seperti Pacitan, Bojonegoro, Pamekasan, Sampang dan Banyuwangi.

Air bersih yang diberikan umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan primer mereka, yakni minum dan memasak. Selanjutnya, ACT Jatim terus berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh penjuru Jatim Misalnya saja, Pasuruan, Malang, Bangkalan, Jember, dan beberapa daerah lainnya.

Dipo Hadi mengungkapkan, satu juta liter air bersih akan disalurkan ke beberapa daerah kekeringan di Jawa Timur. Untuk mengatasi kekeringan, kata dia, diperlukan sinergi antar pengampu kebijakan karena masalah kekeringan hampir setiap tahun ada.

“Semakin banyak kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menangani bencana kekeringan ini, maka akan semakin cepat penyelesaiannya. Dan tentu saja dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tandasnya.(Der/Aka)

Komunitas