Awasi Kedisiplinan New Normal, TNI-Polri Jaga Mal dan Pasar

Mall MOG

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal melibatkan personel TNI dan Polri dalam menjaga kedisiplinan masyarakat. Khususnya tentang penerapan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian, seperti di mall dan pasar.

“Jadi nanti kami minta bantuan di mal dan juga pasar, dijaga oleh TNI dan Polri untuk menjaga kedisiplinan masyarakat,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Jumat (29/5).

Seperti diketahui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya berakhir, 30 Mei 2020. Selanjutnya bakal diterapkan transisi new normal atau tatanan hidup baru. Salahsatunya dengan kembali membuka pusat-pusat perbelanjaan, sekolah sampai tempat peribadatan. Meski demikian, masyarakat dituntut disiplin ketat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Namun ini masih dikonsultasikan. Bisa jadi nanti poin-poin yang kami ajukan di-cancel oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Bisa juga nanti ada poin yang ditambahkan oleh Pemprov,” sambung dia.

Semua sektor baik itu pusat perbelanjaan, sekolah sampai pusat peribadatan yang semula harus meniadakan segala aktivitasnya, kekinian bakal boleh buka. Syaratnya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sektor perekonomian, peribadatan, pendidikan semua sudah diatur dalam Perwali terkait masa transisi. Namun belum bisa kami publish,” katanya.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan siap mendukung daerah di Jatim yang memasuki fase new normal. Termasuk rencana meminta bantuan personel TNI untuk mengawasi kedisiplinan masyarakat.

“Untuk jumlahnya akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan tingkat keramaiannya seperti apa, paling tidak dengan harapan mall dan pasar ini bisa diisi 50 persen dari kapasitas semula,” jelasnya.(der)

BNN Kota Malang

83,82 Persen KPM Kota Malang Terima BST Tahap I Kemensos

Sofyan Edi Jarwoko
Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko memantau penyaluran Bantuan Sosial Tunai Tahap I tahun 2020 dari Kementerian Sosial RI di PT. Pos Indonesia (Persero), Kamis (28/5).(Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko meninjau penyaluran Bantuan Sosial Tunai Tahap I tahun 2020 dari Kementerian Sosial RI di PT. Pos Indonesia (Persero), Kamis (28/5).

Tercatat, per 27 Mei 2020, sebanyak 17.283 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 20.619 KPM atau 83,82 persen telah terealisasi. Sisanya belum terealisasi dengan alasan belum sempat diambil.

Wawali Sofyan Edi mengatakan agar camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk segera mengimbau masyarakat yang belum mengambil dana BST Tahap I tersebut ke Kantor Pos.

“Kesempatannya hanya tinggal dua hari yaitu tanggal 29 dan 30 Mei untuk pengambilan BST tahap I,” ujarnya.

Harapan kami, lanjutnya, dengan adanya bantuan ini, masyarakat dapat lebih diringankan dalam rangka memenuhi kebutuhannya sehari-hari di masa pandemi kali ini.

“Kami sampaikan kepada 3.336 KPM yang belum mengambil agar segera ke Kantor Pos Cabang Malang di Alun-Alun untuk mencairkan dana BST ini” ujar akrab disapa Bung Edi ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Cabang Malang, Agung Janarjono berharap agar seluruh perangkat di kecamatan dan kelurahan untuk dapat menginformasikan warganya yang belum mengambil BST untuk segera mencairkan.

“Kami berusaha untuk memaksimalkan penyaluran BST tahap I ini dengan lebih baik; memang tidak akan hilang, masih bisa dicairkan pada tahap II tapi akan lebih baik jika tahap I ini kita maksimalkan,” pungkasnya.(der)

BNN Kota Malang

Sanusi Yakin Perbup New Normal Siap Sebelum 1 Juni

Bupati Malang, HM Sanusi
Bupati Malang HM Sanusi, saat ditemui di Pendopo Agung. (Toski D)

MALANGVOICE – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan masa transisi new normal life usai PSBB Malang Raya berakhir.

“PSBB Malang Raya tidak diperpanjang, dan hanya berlaku dua pekan sampai akhir Mei. Saat ini, kami mempersiapkan masa transisi new normal life,” ungkap Sanusi, saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (29/5).

Sanusi mengatakan, dirinya saat ini sedang mempersiapkan Perbup (Peraturan Bupati) untuk menunjang penerapan New Normal Life tersebut.

“Saat ini Perbub-nya sedang proses, berkasnya sudah dipersiapkan. Besok dirapatkan sehingga sebelum tanggal 1 (Juni 2020) sudah diteken,” jelasnya.

Menurut Sanusi, yang jelas untuk Perbub-nya akan diperlonggar selama diberlakukan new normal life. Kelonggaran tersebut, secara garis besar memperbolehkan masyarakat untuk beraktifitas secara normal. Namun demikian, protokol kesehatan seperti pakai masker, menjaga kebersihan, rutin cuci tangan, dan selalu jaga jarak aman tetap diwajibkan selama new normal.

”Nanti, masih dibahas. Yang jelas physical distancing dan protokol kesehatan, tetap diperketat. Semua warga diwajibkan pakai masker dan di perbup (PSBB) yang membahas larangan-larangan itu akan diperlonggar 50 persen. Toko-toko boleh buka, tapi kapasitas pengunjungnya dibatasi, seumpama 100 ya dibatasi 50 pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, tambah Sanusi, tempat ibadah yang semula sepi karena disarankan untuk beribadah di rumah, kini sudah boleh menggelar ibadah secara berjemaah, dan kebijakan untuk Work From Home (WFH) sudah tidak diberlakukan lagi

”Tempat ibadah dibuka semua seperti biasa, salat jamaah boleh. Para pekerja sudah boleh bekerja lagi. Perusahaan boleh (beroprasi) seperti biasa, cuma tetap harus jaga jarak, pakai masker, pakai hand sanitizer atau rutin cuci tangan,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Transisi New Normal, Protokol COVID-19 Sektor Bisnis Harus Lebih Ketat

Suasana rapat koordinasi bersama pelaku dunia usaha di Balai Kota Malang, Jumat (29/5). (Humas Pemkot Malang)
Suasana rapat koordinasi bersama pelaku dunia usaha di Balai Kota Malang, Jumat (29/5). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Sektor bisnis atau dunia usaha di Kota Malang bisa kembali buka normal usai Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) resmi berakhir, 30 Mei 2020. Namun, para pelaku usaha harus memenuhi syarat protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang sangat ketat.

Hal itu terungkap saat Pemerintah Kota Malang rapat koordinasi (rakor) dengan para pelaku dunia usaha Kota Malang di Balai Kota Malang, Jumat (29/5). Rakor ini membahas seputar pedoman penerapan masyarakat produktif dan aman COVID-19 yang akan dijadikan peraturan walikota (perwal).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan,
Perwal ini akan menjadi panduan tahapan transisi setelah PSBB Malang Raya. Masa transisi akan dimulai dari tanggal 31 Mei-6 juni 2020. Pada tahapan transisi perlu disiapkan sarana prasarana (sarpras), penyesuaian tempat, SOP (standar operasional prosedur) internal dan gugus tugas manajemen pelaksanaan. Jika belum memenuhi persyaratan, maka tidak diperkenankan buka hingga persyaratan terpenuhi.

“Selanjutnya masyarakat diharapkan sudah bisa berperilaku adapatif (new normal) secara bertahap secara ekonomi, sosial dan pendidikan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penyusunan peraturan dengan melibatkan pelaku usaha merupakan komitmen pemerintah untuk membangkitkan perekonomian.
Sebab, hampir semua pakar tidak dapat secara tepat memproyeksi pandemi COVID-19 ini kapan akan berakhir.

“Karenanya, saya bersama wakil walikota dan segenap jajaran Pemkot Malang, lebih menekankan new normal itu adalah perilaku adaptif. Jadi terminologinya tentang penerapan perilaku hidup adaptif di tengah -tengah COVID-19, yang itu jadi roh dari Perwal yang sedang kita susun,” jelas Sutiaji.

Politisi Demokrat ini menambahkan, perlu dimengerti dan dipahami, bahwa istilah new normal bukan berarti normal dan masyarakat sudah bebas dari virus. Lebih pada memasuki dan membangun suatu era, masa, tata kehidupan dan aktivitas yang baru dalam menyikapi pandemi COVID-19.

“Justru dengan ini, kita dituntut lebih ketat dan disiplin melaksanakan protokol COVID-19. Kemampuan membangun disiplin adalah kunci. Bila tak bisa, tak mampu dan juga tak mau beradaptasi, ya sudah tak akan lagi kita bertemu dengan asa dari sebuah new era,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono mendukung rencana pemerintah memberlakukan skema new normal.

“lebih baik new normal yang disiplin tinggi, daripada PSBB yang longgar dan pengawasan kurang,” ujarnya.

Berikut ini ada 9 poin pengaturan ranperwal pedoman penerapan masyarakat produktif dan aman Covid-19 untuk klaster dunia usaha. (1) sektor ekonomi diperkenankan buka dengan memenuhi syarat protokol kesehatan; (2) prasana wajib harus ada tempat cuci tangan, thermogun, hand sanitazer; (3) aktifitas wajib meliputi pengecekan suhu tubuh maksimal 37,3 derajat Celsius, penyemprotan desinfektan berkala, memiliki gugus tugas manajemen dan pengawasan protokol kesehatan; (4) kapasitas yang diperkenankan 50% dari total kapasitas; (5) tempat usaha wajib mengumumkan kapasitas tempat usaha secara terbuka, dan protokol kesehatan tertulis disetiap tempat dan mudah terlihat (termasuk mall dan tenant di dalam mall); (6) mengatur jarak antrian; (7) pegawai dan pengunjung wajib memakai masker; (8) tempat usaha yang belum memenuhi persyaratan belum diperkenankan buka, sebelum memenuhi persyaratan; (9) pemkot dapat melakukan evaluasi dan melakukan penutupan jika diketahui terjadi pelanggaran protokol dan terjadi tranmisi penularan.

BNN Kota Malang

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang hingga 14 Juni 2020

Ratusan siswa baru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah. (SMK Mutu for MVoice)
Ratusan siswa baru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah. (SMK Mutu for MVoice)

MALANGVOICE – Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa mulai jenjang PAUD hingga tingkat SMP di Kabupaten Malang hingga 14 Juni 2020.

Perpanjangan masa belajar di rumah tersebut tertuang pada surat edaran (SE) yang bernomor 443.1/35.07.010/2020 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan perpanjangan masa belajar dirumah bagi siswa ini dilakukan atas amanah Pasal 6 ayal (4) peraturan Bupati Malang Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembmasan Sosal Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang, dan memperhatikan SE Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan den Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman PenyeIenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa darurat Penyebaran Covid-19.

“Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bagi peserta didik, dan sekaligus sebagai upaya untuk lebih melindungi warga satuan pendidikan (kepala sekolah, guru/pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan peserta didik), demi memutus mata rantai penularan Covid-19,” ungkapnya, saat dihubungi, Jumat (29/5).

Untuk itu, lanjut Rahmat, dirinya meminta para siswa di Kabupaten Malang mulai jenjang PAUD hingga tingkat SMP untuk melakukan Kegiatan Belajar dari Rumah untuk antisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) atau virus corona di Kabupaten Malang.

“Para siswa diwajibkan untuk belajar di rumah hingga tanggal 14 Juni, dan masuk pada tanggal 15 Juni 2020,” jelasnya.

Akan tetapi, tambah Rahmat, untuk kepala sekolah, guru/pendidik, tenaga kependidikan baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN untuk masuk pada tanggal 1 Juni 2020 untuk mempersiapkan prasarana yang dibutuhkan untuk pencegahan Covid-19, sembari menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Kurun waktu selama 14 hari diharapkan prasarana di sekolah sudah tersedia, seperti wastafel sudah terpasang dan bisa difungsikan,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Empat Kepala OPD Pemkab Malang Berebut Jabatan Sekda Pemkab Malang

Empat Kepala OPD saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Toski D).
Empat Kepala OPD saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Toski D)

MALANGVOICE – Kursi Jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Makang bakal segera kosong, lantaran Didik Budi Muljono, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang yang akan pensiun pada 1 Juni 2020 mendatang.

Untuk mengisi kekosongan kursi jabatan tersebut, saat ini sudah ada empat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang digadang-gadang akan mengikuti Panitia Seleksi (Pansel).

Empat Kepela OPD tersebut saat ini memang telah santer dikabarkan bakal mengikuti Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan Sekda Pemkab Malang, dan siap menggantikan Didik Budi Muljono.

Keempat Kepala OPD tersebut yaitu, Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tomie Herawanto, Kepala Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Cipta Karya (DKPCK) Wahyu Hidayat, dan Kepala Inspektorat Pemkab Malang Tridyah Maestuti.

Keempat Kepala OPD tersebut, terlihat kompak dan saling bersinergi, ketika ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Jumat (29/5).

Akan tetapi, ketika ditanya soal kesiapan mereka untuk mengikuti pansel pemilihan Sekda Pemkab Malang, mereka lebih memilih bungkam.

“Silahkan konfirmasi langsung ke bapak Bupati langsung ya, saya tidak mau berkomentar apa-apa,” ucap Kepala BKPSDM Pemkab Malang, Nurman Ramdansyah.

Hal senada juga dilontarkan oleh Kepala DKPCK Pemkab Malang, Wahyu Hidayat, dirinya enggan berkomentar banyak soal pemilihan Sekda Pemkab Malang tersebut, walau telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Pelaksana tugas (Plt) Sekda Pemkab Malang.

“SK Plt sudah saya terima tadi malam, tapi untuk persoalan pemilihan Sekda saya no comment (tidak ada komentar),” tegasnya.

Di pemberitaan sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi menginginkan sosok orang yang pantas mengisi jabatan Sekda tersebut merupakan orang yang memiliki akses atau hubungan luas, baik ditingkat lokal, maupun ditingkat nasional, dan bahkan juga memiliki akses di luar negeri.(der)

BNN Kota Malang

Pemkab Malang Upayakan Tambah Fasilitas RS Darurat Penanganan Covid-19 di Rusunawa ASN

Arbani Mukti
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. (Toski D)

MALANGVOICE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya melengkapi fasilitas umum di Rusunawa ASN yang dijadikan rumah sakit darurat covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang, Arbani Mukti Wibowo mengatakan, rusunawa ASN yang berada di kompleks Blok Office Kepanjen, sudah dilengkapi fasilitas umum berupa TV dan free wifi agar kondisi psikis para pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 dapat merasa nyama, lantaran hingga saat ini dunia belum menemukan penawar untuk mengobati wabah covid-19.

”Fasulitas itu sebagai hiburan dia (pasien) supaya tidak stres karena di isolasi 14 hari, maka kami siapkan wifi dan TV (televisi) geratis di Rusunawa. Itu untuk hiburan mereka agar tidak stres,” ungkapnya, Jumat (29/5).

Menurut Arbani, untuk memulihkan kondisi kesehatan para pasien covid-19, selain dibuat nyaman, para pasien terkonfirmasi positif covid-19 juga mendapat asupan makanan yang bergisi, selama menjalani masa isolasi karena terpapar corona.

”Karena yang di kirim ke Rusunawa itu mereka (pasien) kondisi umumnya bagus. Jadi mereka hanya diberikan makanan 3 kali sehari, hanya itu saja,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Arbani, para pasien yang terpapar corona atau Covid-19, diberikan asupan makanan bergizi, juga memberikan waktu bagi para pasien untuk berjemur. Yakni mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB.

”Mereka kami beri waktu untuk berjemur supaya ketahanan tubuh mereka tetap tinggi. Sebisa mungkin pada saat berjemur itu melakukan senam. Dengan begitu pasien akan mendapatkan vitamin dari sinar matahari,” terangnya.

Dalam waktu berjemur itulah, tambah Arbani, para keluarga pasien diberi kesempatan untuk membesuk, namun waktu untuk membesuk tidak setiap hari, dan harus menerapkan protokol kesehatan.

”Pada waktu berjemur tadi, apabila ada yang mau membesuk bisa dilakukan antara jam 09.00 WIB sampai 10.00 WIB. Tapi dengan catatan physical distancing tetap harus dijalankan,” tandasnya

Meski terbilang sederhana, metode tersebut terbilang cukup ampuh untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien covid-19.

Terbukti, dari total 75 kasus terkonfirmasi positif covid-19, sudah ada 26 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Akan tetapi, dari jumlah tersebut yang menjalani isolasi di Rusunawa ada 19 orang dan 8 orang diantaranya terpantau pulih. Sedangkan 11 lainnya masih menjalani perawatan di Rusunawa.

Dari 11 pasien yang masih dirawat di Rusunawa tersebut, ada 6 diantaranya merupakan pasien yang baru masuk pada Kamis (28/5) kemarin.

BNN Kota Malang

Hadapi Masa Transisi New Normal Life, Dewan Siapkan Perda

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. (Istimewa).
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang menyiapkan peraturan daerah (Perda) untuk pelaksanaan transisi new normal life usai PSBB.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menyampaikan, saat ini dirinya bersama rekan-rekannya tengah mempersiapkan draf untuk perda dalam pelaksanaan masa transisi new normal life.

“Saat ini kami tengah menyiapkan draf tersebut. Dalam waktu dekat perda itu sudah bisa disahkan,” ungkapnya, saat ditemui awak media, Kamis (28/5).

Menurut Darmadi, dengan adanya Perda tersebut, diharapkan dapat menyelaraskan dengan keputusan pemerintah pusat untuk bisa berkompromi dengan Covid-19.

“Perda itu dibuat untuk mempermudah pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat supaya tidak menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan Transisi New Normal Life tersebut,” jelasnya.

Sebab, lanjut Darmadi, dalam pelaksanaan transisi new normal life di Kabupaten Malang memerlukan suatu payung hukum dalam hal ini peraturan kepala daerah atau Perda, walau memerlukan proses tahapan-tahapan yang harus dilalui.

“Karena untuk kepentingan bersama, semua anggota DPRD sangat mendukung untuk percepatan penanganan Covid-19. Untuk drafnya saat ini masih dalam proses penggodokan,” ulasannya.

Dengan begitu, tambah Darmadi, dirinya berjanji dalam waktu dekat ini Perda atau peraturan kepala daerah sudah bisa diimplementasikan ke seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Secepatnya sudah terbit, minimal peraturan kepala daerah sudah jadi dan diberlakukan,” tukasnya.(der)

BNN Kota Malang

Warga Lereng Arjuna Terima Bantuan Sembako

Divif 2 Kostrad
Pangdiv Infateri 2 Kostrad Singosari Mayjen TNI Tri Yuniarto saat memberangkatkan komunitas jeep dan motor trail untuk salurkan bantuan sembako. (Istimewa).

MALANGVOICE – Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari bersama Hawai Group Malang dan Klenteng Eng An Kiong Malang mengelar bakti sosial peduli masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Panglima Divisi (Pangdiv) Infanteri 2 Kostrad Singosari Mayjen TNI Tri Yuniarto mengatakan, kegiatan bakti sosial ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 yang berada di wilayah tiga kecamatan di Kabupaten Malang.

“Kegiatan penyaluran sembako ini merupakan yang kesekian kalinya. Cuma, hari ini kami menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Sarung Tangan, Sepatu, Hand Sanitizer (HS), dan Face Shield,” ucapnya, saat ditemui usai memberangkatkan komunitas jeep dan motor trail untuk membagikan paket sembako, di Mako Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari, Kamis (28/5).

Menurut Yuniarto, kegiatan kali ini berbeda dengan kegiatan yang sebelumnya. Bakti sosial ini menyasar warga di lereng gunung Arjuna, Lawang, dan Singosari dengan total 1.000 paket sembako.

“Hawai Group Malang dan Klenteng Eng An Kiong Malang memberikan dukungan paket sembako, dan APD. Sedangkan IOF yang mengantarkan paket sembako ke wilayah lereng Gunung Arjuna. Masyarakat disana (lereng Gunung Arjuna) tidak pernah tersentuh untuk mendapatkan bantuan sembako selama mewabahnya Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Eng An Liong Malang Iwan Handoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan sesuai dengan tujuan yayasan Eng An Liong.

“Kami ingin saling berbagi pada masyarakat Malang Raya. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lantaran adanya pandemi Covid-19 ini,” terangnya.

Agar bantuan sembako bisa terjangkau di pelosok desa atau pada masyarakat yang selama ini belum terjangkau bantuan, lanjut Iwan, dirinya bekerjasama dengan Divisi 2 Kostrad Singosari dalam hal pengantaran paket sembako pada daerah yang selama ini tidak terjangkau.

Sebagai informasi, yayasan Eng An Liong memberikan bantuan sebanyak 1000 paket sembako, 500 APD, 300 sarung tangan, 300 sepatu medis, 300 face shield, dan 300 hand sanitizer.

Sedangkan selama Covid-19, pihaknya sudah memberikan 10.000 paket sembako. Sehingga bantuan akan terus kita lakukan selama pandemi Covid-19.(der)

BNN Kota Malang

Update 28 Mei, Tambahan Pasien Positif Corona Kota Malang dari Kluster Keluarga

Ilustrasi Positif Corona
Ilustrasi Positif Corona (Ak/RawPx)

MALANGVOICE – Kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 Kota Malang bertambah tujuh orang, per 28 Mei 2020. Lonjakan kasus datang dari kluster keluarga berdomisili di Kecamatan Blimbing.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang Husnul Muarif membenarkan adanya penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif. Sejumlah tujuh kasus, empat diantaranya merupakan kluster keluarga di Kecamatan Blimbing,

“Iya benar ada tambahan tujuh pasien positif COVID-19. itu berasal dari klaster keluarga, kemudian warga biasa, dan karyawan rumah sakit, tapi bukan nakes (tenaga kesehatan),”

Klaster keluarga, lanjut dia, diketahui memiliki kontak erat dengan pasien konfirmasi positif. Kekinian, semua pasien tersebut melakukan isolasi secara mandiri.

“Tes swab dilakukan kepada keluarga tersebut sekitar 12 hari sebelumnya. Pengumuman baru kemarin, swab dilakukan sebelum PSBB,” sambung dia.

Husnul menambahkan, hasil tracing atau pelacakan, terdapat enam anggota keluarga yang berpotensi tertular akibat kontak erat dengan pasien positif.

“Setelah dilakukan swab, empat diketahui positif. Kontak erat itu satu rumah. Jadi sebelum hasil swab keluar, kontak erat,” pungkasnya.

Bertambahnya tujuh pasien tersebut, maka total jumlah pasien COVID-19 di Kota Malang ada 41 orang. Rinciannya 13 orang dinyatakan sembuh dan 27 orang masih dalam perawatan.(der)

BNN Kota Malang