Imbas Insiden Bom di Medan, Polres Malang Kota Tingkatkan Pengamanan di Penjagaan

Pemeriksaan pengunjung di pos penjagaan Polres Malang Kota. (deny rahmawan)
Pemeriksaan pengunjung di pos penjagaan Polres Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Ledakan terjadi Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11). Kuat dugaan peristiwa itu merupakan aksi bom bunuh diri.

Kejadian itu membuat kaget banyak pihak. Terlebih bom meledak saat banyak orang mengurus SKCK di Polrestabes Medan.

Akibat peristiwa itu membuat sejumlah daerah meningkatkan keamanan, termasuk di Polres Malang Kota. Terlihat di pos penjagaan depan polres ada beberapa penjaga yang menggunakan rompi anti peluru. Setiap pengunjung yang datang diperiksa barang bawaannya.

Wakapolres Malang Kota, Kompol Arie Trestiawan, mengatakan, memang ada peningkatan pengamanan pasca ledakan di Medan. Namun, pengamanan seperti itu sudah menjadi SOP.

“Sudah SOP seperti itu mulai dari Polsek sampai sentra pelayanan masyarakat lain. Jadi ada skrining ke pengunjung,” ujarnya kepada media.

Meski begitu, Arie tetap menegaskan bahwa pelayanan tetap berjalan dan tidak akan terganggu. Ia juga mengimbau masyarakat ikut proaktif melaporkan hal yang mencurigakan agar segera mendapat penindakan petugas.

“Anggota di lapangan saya pastikan tetap melayani masyarakat dengan baik. Meski kewaspadaan ditingkatkan, percayakan keamanan kepada petugas,” jelasnya. (Der/Ulm)

Tak Penuhi Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum, Empat BPR di Malang Dimerger

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuni. (Lisdya)
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuni. (Lisdya)

MALANGVOICE – Empat badan perkreditan rakyat (BPR) dimerger menjadi dua BPR oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Hal ini sesuai dengan aturan yang diterbitkan OJK pada Juni 2019 tentang konsolidasi dengan skema merger atau akuisisi BPR.

“Kami masih mengusahakan penggabungan empat BPR ini,” ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri.

Penggabungan tersebut lantaran empat BPR belum memenuhi kewajiban pemenuhan modal minimum sebesar Rp 3 miliar. Ia menyebut, dari total 75 BPR di Malang, hanya empat BPR yang belum memenuhi persyaratan.

Perlu diketahui, aturan konsolidasi yang dikeluarkan OJK dengan skema merger atau akuisisi BPR per Juni 2019, setiap BPR wajib memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 miliar dan Rp 6 miliar.

“Sejak beberapa bulan kemarin, kami mulai proses merger empat BPR menjadi dua BPR, awalnya ada 24 yang belum,” terangnya.

Pihaknya pun lantas memberikan tenggat waktu hingga Desember untuk mengikuti ketentuan tentang modal inti. Jika tak kunjung memenuhi, ada sanksi tegas yang bakal diberikan, yakni di antaranya pembatasan operasi, pembekuan kegiatan usaha lain seperti penukaran valuta asing, hingga dilarang memperluas jaringan kantor. (Hmz/Ulm)

Disnaker Pemerintah Kabupaten Malang Gelar Millenial Job Fair 2019

Suasana Millenial Job Fair 2019. (Toski D).
Suasana Millenial Job Fair 2019. (Toski D).

MALANGVOICE – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar Millenial Job Fair 2019. Agenda ini juga bagian dalam peringatan Hari Jadi ke 1259 Kabupaten Malang

Millenial Job Fair kali ini akan berlangsung hingga Kamis (14/11) besok. Ada sekitar 80 perusahaan yang terlibat dalam job fair ini.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono, mewakili Bupati Malang, HM Sanusi menyampaikan, dengan adanya job fair ini diharapkan dapat menekan angka pencari kerja di wilayah Kabupaten Malang.

“Para pencari kerja ini jangan disebut pengangguran, tapi belum mendapatkan kesempatan kerja. Saya berharap, semua yang ada disini bisa mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan,” ucap Didik.

Dengan demikian, lanjut Didik, diharapkan kedepannya di masing-masing pemerintah Kecamatan memiliki komitmen untuk memfasilitasi para pencari kerja agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Saya minta pada setiap kecamatan bisa bekerjasama dengan setiap perusahaan yang ada di wilayahnya, seperti yang dilakukan Disnaker dengan sekolah-sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Didik berpesan kepada para pencari kerja agar selalu mengikuti prosedur serta tahapan-tahapan yang di persyaratkan penyedia kerja. Jika sudah mendapatkan pekerjaan, Didik bilang, harus benar-benar amanah.

“Tolong disiplin, taati peraturan perusahaan, jaga kondusifitas di perusahaan sehingga merasa nyaman, nyaman dari apapun. Manfaatkan informasi yang ada disini, ambil kesempatan ini sebaik-baiknya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman mengatakan, dalam kegiatan job fair ini dikemas semenarik mungkin. Selain untuk wadah sebagai pencari pekerjaan juga untuk edukasi terkait dunia industri.

“Saya menginginkan event ini benar-benar menarik, agar ada unsur edukasi. Apalagi tentang bonus demografi,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Pemkot Malang Tak Menyerah Telisik Keberadaan Pengelola Mal Alun-Alun

Mall Alun-Alun (Ramayana). (Aziz Ramadani/MVoice)
Mall Alun-Alun (Ramayana). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang terus menelisik keberadaan pengelola Mal Alun-alun (Mal Ramayana) PT Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC). Sebab, masa kontrak aset milik Pemkot Malang itu bakal habis, 15 November mendatang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya terus melakukan pencarian keberadaan PT SIMC melalui Bagian Hukum Pemkot Malang. Bahkan sampai meminta bantuan kepada kementerian.

“Sudah, kami terus berupaya untuk mencari. Ke kementerian juga sudah, ke Kemendagri, Kementerian Kumham juga nyari PT Sadean itu. Jejaknya dicari. Mudah-mudahan di tanggal sesuai PKS (perjanjian kerja sama), ada penyerahan ke kami,” kata Sutiaji, belum lama ini.

Apabila kemungkinan terburuk tetap tidak dapat menemukan keberadaan PT SIMC, pihaknya bakal mencari dasar hukumnya. Terutama terkait pemindahan pengelolaan aset.

“Ya kami cari dasar hukumnya,” sambung dia.

Seperti diketahui, Pemkot Malang getol ingin mengelola aset Mal Alun-alun. Rencananya akan dimanfaatkan sebagai Mal UMKM sebagai janji Wali Kota Malang Sutiaji saat terpilih pada pemilu. Terlebih keuntungan atau pemasukan yang didapat dari penyewaan Mal Alun-alun sangat kecil, sekitar Rp 60 juta pertahun. Tidak berubah sejak dioperasikan sekitar tahun 1994 silam.

“Risalah PKS-nya seperti itu. Ya memang itu yang dibayarkan ke kami selama ini. Terlalu kecil? Ya mau bagaimana, PKS-nya dari dulu begitu,” beber Sutiaji.

“Penting, bagaimana Mal Alun-alun kembali ke kami secara de jure (kepastian hukum). Kita itu tidak diam. Mulai awal kita lihat siapa yang menyerahkan. Karena subjeknya sudah tidak ada dan tentu ada appraiser-nya,” pungkas alumnus IAIN Malang ini. (Hmz/Ulm)

Lord Didi Akui Bangga Hibur Sobat Ambyar Kota Batu

Penampilan
Penampilan "The Godfather of Broken Heart" Didi Kempot di Gebyar Musik & Seni 2019, Selasa (12/11). (Foto : Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Penampilan “The Godfather of Broken Heart” Didi Kempot di Gebyar Musik & Seni 2019, Selasa (12/11) malam mencuri perhatian dengan musik campursari yang dibawakan.

Tampil di Stadion Gelora Brantas sekitar pukul 21.00 WIB, Didi Kempot membawakan lagu “Cidro” yang disambut sorak-sorai dari penonton yang di dominasi anak muda tersebut.

Lord Didi mengaku bangga dengan warga dan penonton. Sebab, menurutnya masyarakat Kota Batu masih sangat menyukai budaya tradisional.

“Saya berterima kasih kepada Pemkot Batu. Terima kasih Bu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota telah mengundang kami di sini dalam perayaan HUT ke 18 Kota Batu,” ujarnya saat ditemui MVoice.

Kemudian ia berharap, dengan digelarnya gebyar musik dan seni seperti ini (campursari, red) mampu dilestarikan bersama-sama. Sehingga dengan dilestarikannya budaya Jawa atau campursari sampai saat ini ia masih eksis menyanyikan lagu Jawa.

“Ya, ini merupakan kerja keras selama 31 tahun. Mulai saya nulis lagu tahun 1989 sampai sekarang. Mulai saya bawakan lagu di Suriname, Belanda hingga kembali ke tanah air. Dan sekarang lagu-lagu campursari diterima anak-anak muda,” imbuhnya.

Sementara untuk istilah ‘Sobat Ambyar’ (sebutan bagi penggemar Didi Kempot) ia mengungkapkan bila memiliki macam arti. Mulai dari mereka yang patah hati hingga hatinya hancur.

Namun, tentunya sobat ambyar dapat menjadi kekuatan yang sangat luar biasa ketika bernyanyi bersama.

“Kekuatan luar biasa itu terbukti dari setiap kami ada konser mereka nyanyi bareng. Kemudian meluapkan kegembiraan bersama-sama dari patah hati,” imbuhnya.

Penyanyi yang mendapat julukan Godfather of Broken Heart mengaku sangat terkesan saat tampil di Kota Batu. Karena sobat ambyar Kota Batu luar biasa. Seperti sebelumnya konser di Kota Malang juga luar biasa. (Der/Ulm)

Didi Kempot Suskes Membius Ribuan Sobat Ambyar Kota Batu

"The God Father of Broken Heart" Didi Kempot saat menghibur sobat ambyar Kota Batu dalam konser bertajuk Gebyar Musik dan Seni untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 18 Kota Batu. (Foto : Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – “The God Father of Broken Heart” Didi Kempot kembali sukses membius penggemarnya. Kini, giliran Sobat Ambyar Kota Batu yang dihibur dengan lagu campursarinya di Standion Brantas Selasa (12/11/2019) malam.

Dalam konser bertajuk Gebyar Musik dan Seni untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 18 Kota Batu. Riuh rendah sambutan dan tepuk tangan ribuan penggemarnya mengawali kemunculan Didi Kempot di atas panggung.

Lagu berjudul Layang Kangen pun langsung membius sobat ambyar yang sudah memenuhi Stadion Brantas Kota Batu sejak sore hari.

Terutama, saat lagu berjudul Pamer Bojo dan Cidro dinyanyikannya. Mereka pun tampak hanyut dalam suasana lagu demi lagu yang dibawakan Lord Didi.

“Batu luar biasa. Ternyata wong Batu apal kabeh lagune Didi Kempot. Matur nuwun,” ucapnya diatas panggung yang kemudian dilanjutkan lagu-lagu hits lainnya.

Saat menyanyikan lagu Banyu Langit. Didi kempot juga mengajak Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Tak ketinggalan bersama putrinya, Ganis Rumpoko, Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua TP PKK Kota Batu dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono ikut bernyanyi diatas panggung.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan hadirnya Didi Kempot ini merupakan hadiah ulang tahun ke 18 Kota Batu yang terindah. “Terima kasih sobat ambyar yang hadir di sini,” kata dia dalam sambutannya.

Dewanti juga menyampaikam kebanggaannya bisa mendengar kembali lagu Didi Kempot. Pasalnya, lagu-lagunya itu memang sudah polpuler sejak tiga puluh tahun yang lalu.

“Saya bangga sekali bisa mendengar lagu njenengan. Ini berkat istiqomah menyiarkan lagu tradisional hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Sementara itu, dia juga meminta sobat ambyar untuk tetap tertib saat konser. “Kesenggol sitik gapapa. Kita saling menjaga satu sama lain. Tunjukan ke Didi Kempot, sobat ambyar Batu TOP BGT,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.

Dalam konser tersebut, Dewanti juga memberikan udeng khas Kota Batu kepada Didi Kempot. “Ini udeng khas Batu. Belum ke Batu kalau belum pakai ini,” tutur Walikota Batu ke empat itu dan langsung dipakai oleh Didi Kempot.

Ditempat terpisah, Plt Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan diundangnya Didi Kempot ini untuk mengobati kerinduan sobat ambyar Kota Batu. “Sebelumnya kan di tetangga. Sekarang kita bawa ke sini untuk mengobati kerinduan sobat ambyar Batu,” ucapnya.

Terbukti, konser yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kota Batu membludak. Tidak hanya anak muda, beberapa orang tua bersama anaknya turut hadir mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot.

Diketahui, sinergi musisi Kota Batu juga menghibur sobat ambyar dalam konser tersebut. Beberapa lagu hits juga dibawakan mereka. (Hmz/Ulm)

DPO Tujuh Tahun Kasus Korupsi di NTB Ditangkap Tim Gabungan di Kota Malang

Proses penangkapan DPO kasus korupsi di Malang. (istimewa)
Proses penangkapan DPO kasus korupsi di Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – DPO kasus korupsi di salah satu BUMN di Nusa Tenggara Barat (NTB), M Nasir Abdul Wahab, ditemukan di Kota Malang.

DPO Kejari Sumbawa sejak 2012 lalu ini ditangkap tim gabungan dari Kejari Kota Malang di Jalan Ikan Kakap, Lowokwaru, Selasa (12/11).

“Kami bersama tim tahanan kabur Kejari NTB menangkap DPO yang kabur sejak tujuh tahun lalu. DPO itu merupakan terpidana kasus korupsi di Depo Pertamina,” kata Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriyadi.

Dalam proses penangkapan, terpidana itu tak melakukan perlawanan. Selanjutnya, Nasir akan dititipkan ke Rutan Kelas 1 Kejati Surabaya. Sedangkan eksekusi akan dilakukan tim Kejati NTB.

Dijelaskan M Arya Rosid, pihaknya melaksanakan eksekusi atas putusan Mahakamah Agung nomor 1560 K.Pidsus/2008, tanggal 29 Juni 2010. Isi putusannya adalah mengadili dan mengabulkan kasasi yang dilakuka Kejari Sumbawa.

Sebelumnya, Nasir divonis bebas atas perkara korupsi pada 2008 silam. Namun JPU melalukan upaya hukum kasasi dan dikabulkan pada 2012. Mahakamah Agung memutus terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara dan uang pengganti Rp500 juta lebih.(Der/Aka)

TP PKK Kota Malang Memfokuskan Penanganan Stunting hingga Kekerasan Perempuan-Anak

Suasana Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 - 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11). (Humas Pemkot Malang)
Suasana Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 - 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menegaskan keberadaan Tim Penggerak PKK sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Fokus kinerjanya diutamakan pada penanganan stunting hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Penanganan stunting telah menjadi pesan khusus yang disampaikan oleh Ibu Tri Tito Karnavian selaku Ketua Umum TP PKK, sehingga pemerintah daerah khususnya kami di Kota Malang juga akan mendukung hal tersebut,” kata Sofyan Edi usai menghadiri Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 – 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11).

Bung Edi melanjutkan, penanganan stunting tujuannya agar SDM yang unggul dapat terwujud. Arahan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkot Malang tak terkecuali bagi TP PKK Kota Malang.

“Angka stunting di Kota Malang harus terus kita tekan atau diperkecil, jangan sampai semakin membesar dengan cara melaksakan program dan kegiatan yang telah kita tetapkan,” sambung dia.

Bung Edi menambahkan, bahwa peran PKK harus lebih maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Peran PKK sebagai ring 1 dapat memberikan kontribusi bagi percepatan kesejahteraan sekaligus melakukan kolaborasi dengan stakeholder dan potensi yang dimiliki di daerah agar tujuan tersebut dapat segera tercapai,” urainya.

Penanganan kekerasan perempuan dan anak juga menjadi perhatian khusus pada kegiatan tersebut. Hal itu dipicu semakin tingginya angka kekerasan pada perempuan dan anak yang sering terjadi, belakangan ini.

Senada Sofyan Edi, Wakil Ketua I TP PKK Kota Malang, Elly Estiningtyas Sofyan Edi menegaskan bahwa dengan pergantian Ketua Umum TP PKK diharapkan membawa manfaat serta atmosfir yang positif di lingkungan TP PKK Kota Malang.

“Suasana yang semakin kondusif serta solid diharapkan terus terjaga agar PKK Kota Malang dapat bekerja dan menyelesaikan berbagai permasalahan khususnya stunting di Kota Malang,” ujarnya.

“Dengan suasana yang kondusif, kami berharap berbagai program andalan dapat terlaksana dengan baik sesuai arahan dari Ibu Ketua TP PKK Kota Malang,” imbuhnya.(Der/Aka)

Bung Edi: Pembangunan Bangsa Dimulai dari Keluarga

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 - 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11). (Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 - 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyerukan pembangunan bangsa di segala bidang dimulai dari lingkungan keluarga.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Pelantikan dan Sertijab Ketua Umum TP PKK Periode 2019 – 2024 di Balai Kartini Jakarta, Selasa (12/11).

Senada Mendagri, Tito Karnavian selaku Pembina TP PKK dalam sambutannya tentang peran PKK untuk membina keluarga. Sofyan Edi menuturkan bahwa keluarga menjadi basis komunikasi terkecil suatu bangsa untuk sukseskan pembangunan di segala bidang.

“Tentu hal tersebut bukan saja pembangunan secara fisik namun juga pembangunan sosial melalui keluarga sebagai basis komunikasi terkecil. Hal itu juga menjadi penekanan pada kami untuk dilaksanakan di Kota Malang,” ujar pria akrab disapa Bung Edi.

Bung Edi menambahkan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang kuat dan sejahtera dibutuhkan organisasi formal seperti TP PKK yang mengorganisir ibu-ibu sebagai sosok hebat bagi keluarganya, sehingga besar harapannya agar TP PKK juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah khususnya melalui Perangkat Daerah dalam menjalankan program-program di masyarakat.

“Itulah sebabnya kenapa para istri Kepala Daerah menjadi berperan sangat kuat di TP PKK, karena selain berada di Ring 1, istri kepala daerah juga akan lebih mudah melakukan koordinasi ke segala lini dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada; dan kami selaku pimpinan di daerah akan terus mendukung hal tersebut,” urainya.(Der/Aka)

Tren Bencana Terus Naik, BPBD Kota Malang: Dampak Perubahan Iklim

Ilustrasi bencana. (BPBD Kota Malang)

MALANGVOICE – Kasus kebencanaan menunjukkan kenaikan tiap tahunnya. Hal ini tak lepas dari perubahan iklim yang telah diprediksi jauh hari.

BPBD Kota Malang mencatat kenaikan kasus kejadian bencana dalam lima tahun terakhir. Tahun 2016 tercatat 106 kasus kejadian, tahun 2017 sebanyak 192 kasus dan tahun 2018 naik menjadi 222 kasus. Data menyebut bencana hidrometeorologi memiliki peran paling dominan seperti tanah longsor, genangan air, banjir, angin kencang, pohon tumbang hingga kekeringan hidologis.

“Hasil studi para ahli mengarah pada kesimpulan, bahwa bencana dipengaruhi dua hal yakni populasi dan perubahan iklim,” kata Analis Bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi dalam keterangan tertulisnya.

Isu besar, lanjut dia, terkait perubahan iklim bukan lagi menjadi konsumsi dunia internasional, namun sudah menjadi pembicaraan di tingkat regional hingga kota. Bahwa pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim sudah saatnya dilakukan.

Adaptasi iklim sangat penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim harus dilakukan secara masif dan sistematis dalam suatu ekosistem (baca: komunitas atau masyarakat) yang mana dapat dilakukan baik secara individual, kelompok hingga masyarakat dalam skala luas.

“Adaptasi itu menurut saya adalah upaya kita untuk menyesuaikan diri terhadap proses perubahan iklim yang ada. Bisa dengan membatasi dampak akibat perubahan iklim, atau malah dengan memanfaatkan peluang dari perubahan iklim itu sendiri,” imbuh alumnus disaster management Unsyiah Aceh ini.

Dicontohkannya, penyebab pohon tumbang di Kota Malang selain diterpa angin kencang juga akibat akar atau batang pohon yang lapuk. Terdapat 6 jenis pohon yang sering tumbang. Yakni pohon Ceri (Muntingia calabura), Sepatu Dea (Spathodea), Trembesi (Albizia saman), Kecrutan (Spathodea campanulate), Waru (Hibiscus tiliaceus) dan Sengon (Paraserianthes falcataria).

“Adaptasinya bisa dengan memilih tanaman yang memiliki akar yang kuat dan tahan terpaan angin kencang,” sambung dia.

Demikian pula dengan fenomena banjir di Kota Malang, Mahfuzi menjelaskan dapat diantisipasi dengan memahami sifat fisik air itu sendiri. Hierarkinya air akan menuju tempat yang lebih rendah, untuk itu jangan arah alirannya jangan sampai terhalangi.

“Saluran drainase harus bebas sampah. Sedimentasi pun seminim mungkin. Agar infiltrasi lancar, jangan tutup halaman dengan cor semen serta buatkan sumur resapan atau biopori,” ujarnya.

Dampak adanya perubahan iklim telah nyata di depan mata. Cuaca yang kian tak menentu, dan bencana hidrometeorologi yang meningkat membutuhkan aksi nyata untuk meredam atau mengurangi dampak agar tak makin mempengaruhi kehidupan manusia di masa mendatang.

“Aksi itu bermacam-macam. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Misalnya penggunaan tumbler sebagai wadah minum. Bersepeda juga ikut berkontribusi mengurangi kadar CO2, bahkan dengan menanam pohon di halaman serta efisiensi energi dengan mematikan lampu di siang hari. Intinya perubahan besar dimulai dari hal-hal yang kecil,” urainya.

Ia menambahkan, belakang ini temperatur udara Kota Malang terasa panas. Tak hanya siang hari, saat malam pun banyak yang mengeluh suhu udara yang membuat keringat tubuh mengucur. Awan gelap yang menggantung dan diprediksi bakal menurunkan hujan nyatanya tak kunjung tiba.

“Setuju atau tidak, inilah dampak dari perubahan iklim (climate change),” ujarnya.(Der/Aka)

Komunitas