Hina TNI di Facebook, Berujung Diciduk Polisi

(Ilustrasi)

MALANGVOICE – Mulutmu harimaumu. Pribahasa ini yang cocok untuk menggambarkan kasus Syaful Imam, wwrga Desa Sidomulyo, Kota Batu.

Pasalnya, kata-kata yang ia ucapkan dengan cara berkomentar di Facebook membuat ia diciduk aparat. Syaiful diciduk lantaran menghina TNI dengan ujaran kebencian.

“TNI sekarang jadi murahan, lemah, cuma berani nurunin baleho saja (emoticon tertawa). Garda terdepan serasa Banci sama OPM gak berani, sama rakyat baru bisa berdiri. Panglimanya yg baru bikin TNI seperti anjing kurap,” ketik Syaiful Imam.

Dengan sigap Polres Batu mengamankan dugaan kasus ujaran kebencian yang mencatut institusi TNI tersebut.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, membenarkan penangkapan itu.

“Benar, pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada petugas piket,” jelas Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, Rabu (25/11).

Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Batu diantar oleh pelapor. Di sana pelaku akan dimintai beberapa keterangan.(der)

Dewan Minta Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Ambrol Diganti Benton

Komisi C DPRD Kota Malang saat sidak lokasi plengsengan ambrol di kawasan Jembatan Kedung Kandang. (ist)

MALANGVOICE – Ambrolnya plengsengan Jembatan Kedung Kandang disorot DPRD Kota Malang. Dinas terkait didesak melakukan perbaikan segera.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin mengatakan, pihaknya telah meminta dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), sesegera mungkin melakukan perbaikan. Lebih tepatnya, agar mengubah pola pembangunan plengsengan dengan beton.

“Dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPR akan secepatnya merubah pola, yang sekarang pakai sistem yang begini ini (plengsengan batu) diganti dengan dinding beton. Dan kekuatannya Insya Allah sudah sekian kali lipat dari yang semula,” jelasnya.

Politisi PKB ini menambahkan, area longsor juga dilakukan pengurukan lebih. Supaya, air tidak meresap dan merusak konstruksi plengsengan. Dewan juga meminta pelaksana proyek menuntaskan perbaikan tak lebih dari seminggu.

“Kami berharap pengerjaan beton nanti itu diiringi dengan percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton itu. Sehingga kekuatan dinding lebih maksimal lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menyatakan, bahwa ambrolnya plengsengan dipastikan tidak mengganggu proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang yang ditargetkan rampung pada 20 Desember 2020.

“Tidak ada (pengunduran target proyek pembangunan). Pokoknya 20 Desember itu 100 persen selesai,” ujarnya.

Pria akrab disapa Soni ini menambahkan, bahwa area plengsengan di bawah jembatan dirancang sebagai jalur alternatif akses menuju Jalan Muharto. Terutama akses keluar masuknya warga di sekitar jembatan.

Tentang permintaan dewan mengganti bahan konstruksi dari batu ke beton diamininya.

“Apapun kami akan perbaiki secara teknis. Tidak ada lagi pasangan batu. Untuk yang ambrol diganti dengan beton. Ini kan bukan dinding penahan plengsengan,” pungkasnya.(der)

Sepasar Pedas Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

Kadiskopindag Wahyu Setiyanto menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB di Jakarta, Rabu (25/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Program Sepasar Pedas diinisiasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) Kota Malang menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Tjahjo Kumolo dan diterima Kepala Dinas Kopindag, Wahyu Setiyanto di Jakarta, Rabu (25/11).

Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan program tersebut.

“Termasuk juga para pedagang di pasar-pasar; yang telah ikut serta secara aktif pada program Sepasar Pedas,” ujarnya.

Ia berharap, program itu tidak saja berlangsung saat penilaian lomba, namun juga dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Supaya terus mencerdaskan pedagang.

“Melalui program inovasi ‘Sepasar Pedas’, pedagang pasar rakyat Kota Malang dapat bersaing dan bisa memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen agar tetap berbelanja ke pasar rakyat dengan nyaman,” pungkasnya.

Ajang penghargaan dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin tersebut juga dihadiri oleh Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo; Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai; dan Kepala BNPB, Doni Monardo.

Wapres mengungkapkan apresiasinya kepada peraih penghargaan. Menurutnya pandemi Covid-19 justru menjadi pemicu untuk menciptakan inovasi dan mengelola pengaduan pelayanan publik yang optimal.(der)

Hasil Konfirmasi ke Kemenkumham, Wali Kota Sutiaji: Yayasan Arema Diblokir

Wali Kota Malang Sutiaji temui Aremania di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang telah mengonfirmasi status Yayasan Arema ke Kementerian Hukum dan HAM. Hasilnya, diketahui bahwa Yayasan Arema telah diblokir.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (25/11). Bahwa Yayasan Arema yang diketuai Muhammad Nur telah diblokir.

“Hasil sekda (sekretaris daerah) ke Kemenkumham bahwa yayasan pengurusnya sudah banyak mengundurkan diri yang diketuai Muhammad Nur, dan oleh Pak M. Nur telah memblokir yayasan,” katanya.

Alasan diblokir, lanjut dia, karena khawatir ada orang lain mendaftarkan Yayasan Arema.

“Kenapa, karena bisa jadi ada kekhawatiran, bisa jadi ada orang lain mendaftarkan mengatasnamakan Yayasan Arema,” sambung dia.

Menindaklanjuti itu, Wali Kota Sutiaji telah memerintahkan sekda untuk mengonfirmasi langsung kepada mantan ketua pengurus Yayasan Arema, M. Nur.

“Saya perintahkan sekda ke Pak M. Nur , namun masih belum bisa ditemui,Insya Allah dalam waktu dekat akan kami informasikan lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aremania mendesak Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang untuk mengusut Yayasan Arema. Sebab, tak jelasnya keberadaan yayasan berdampak dualisme berkepanjangan. Aremania menuntut satu Arema.(der)

Kota Malang Peringkat 3 Pengendalian Inflasi

Pimpinan BI Wilayah Malang, Azka Subkhan menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Rabu (25/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Kota Malang mampu mnduduki ranking atau peringkat 3 tentang pengendalian inlfasi. Bank Indonesia (BI) Malang mengklaim hal itu sebagai lompatan prestasi.

Pimpinan BI Malang Azka Subkhan mengatakan, bahwa capain itu merupakan lompatan tajam yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Malang dalam kinerja pengendalian inflasi.

“Kita (Kota Malang) bertahun – tahun belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi, tahun ini kota Malang masuk ranking 3 setelah Kabupaten Banyuwangi dan Kediri,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa pada tahun sebelumnya, skor atau penilaian Kota Malang sejumlah 87 (ranking 8). Maka diperkirakannya, Kota Malang kini berada pada peringkat 3 dengan skor 97- 98.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa capaian tersebut harus dijadikan momen membangkitkan ekonomi.

“Karena yang kita butuhkan saat ini adalah inflasi, yang artinya kita harus pacu masyarakat untuk berbelanja, yang artinya pergerakan ekonomi bergerak dinamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, harus ada kemampuan untuk membalikkan deflasi menjadi inflasi.

“Maka saya sepakat kabar ini menjadi pemacu semangat kinerja TPID Kota Malang sebagaimana tadi dinyatakan Pak Azka,” sambung dia.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan dengan terus menggeliatkan IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo dalam paparannya, mengutarakan hingga Oktober 2020, inflasi Kota Malang pada angka 1,22 persen.

“Ini masih relatif rendah dari ekspektasi target inflasi (kota Malang) sebesar 3 plus minus 1. Maka di masa pandemi, justru kita dituntut untuk mampu mendongkrak laju inflasi, jelasnya.

Ia menambahkan, selama 2020 Kota Malang mengalami 5 kali deflasi. Ini meningkat disbanding 2019 yang 4 kali dan sekali pada 2018. Sementara itu, yang mendongkrak angka inflasi adalah tarif angkutan udara dan harga daging ayam ras.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, agar pada dua bulan jelang tutup tahun 2020 harus memacu roda ekonomi. Salah satunya memaksimalkan pembelanjaan (APBD maupun dana yang bersumber dari APBN).

“Pun demikian, sebagaimana juga dipesankan Bapak Presiden RI, agar kwartal pertama 2021 sudah ada pembelanjaan (APBD dan APBN), maka kita juga mendorong di bulan Desember sudah dapat dilakukan proses pengadaan barang dan jasa,” kata Bung Edi.

Maka, lanjut dia, penting agar segera konsolidasi potensi yang mampu meningkatkan perekonomian Kota Malang. Ia juga mendorong konsolidasi organ TPID (lembaga dan personil) dan juga konsolidasi potensi serta permasalahannya.

“Poinnya simpul- simpul ekonomi yang mungkin masih tidur, perlu kita bangkitkan dan gairahkan kembali. Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.(der)

Perkuat Bukti Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3, Kejari Kota Batu Geledah Balai Kota

Petugas Kejari Batu melakukan penggeledahan di beberapa tempat Balai Among Tani Kota Batu (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVOICE – Penggeledahan dilakukan di Balai Among Tani Kota Batu oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Rabu (25/11). Tujuannya adalah memperkuat bukti dugaan mark up pengadaan lahan SMAN 3 Kota Batu.

Dugaan tersebut memerlukan dokumen-dokumen yang dapat memperkuat kebenaran kasus itu. Maka penyidik mencari beberapa dokumen yang dapat dijadikan bukti guna memperkuat dugaan kasus pengadaan tanah tersebut.

“Penggeledahan itu untuk mencari dokumen demi memperkuat penyidikan,” ujar Kepala Kejari Kota Batu, Supriyanto. Dalam arti Kejari masih mencari dokumen, lantaran pihaknya sudah meminta dokumen yang dimaksud namun belum ketemu.

Dokumen yang dimaksud ialah dokumen pengadaan tanah, mulai dari tahapan perencanaan, pengadaan dan berbagai penyusunan rencana. Pihaknya telah menggeledah Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu, untuk dinas-dinas lain yang digeldah apa saja, ia belum bisa memberi keterangan.

Ia mengatakan bahwa yang digeledah adalah dinas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengadaan untuk menguatkan dugaan bukti. “Pesan saya tolong semua pihak harus kooperatif dalam proses pengusutan kasus, karena upaya penegakan hukum harus didukung semua pihak,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya optimis dapat menyelesaikan kasus ini secara tuntas. Hal itu dikarenakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah dijadwalkan datang ke Kota Batu pada pekan depan. Kedatangan BPKP itu dalam rangka audit angka kerugian negara.

Supriyanto menambahkan bahwa Kejari Kota Batu dan BPKP telah menemui kesepakatan bahwa ada penyimpangan dan kerugian negara dalam dugaan kasus itu. Detail kerugiannya masih enggan ia ungkapkan.

Nampak dalam penggeledahan bukan hanya BKD yang dikunjungi, beberapa tempat lain yaitu Bagian Hukum Setda Pemkot Batu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Pertanian (Dispertan), dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Batu. Selain itu Kasi Pidsus, Endro Rizki E dan Kasi Intel, Edi Sutomo juga nampak turun langsung mengawal.

Kedelapan petugas dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) memakai rompi bertuliskan petugas khusus juga membawa beberapa koper dalam penggeledahan yang dilakukan sejak pukul 10.20 WIB.

Sebelumnya, selain pihak Pemkot Batu, penyidik juga sudah meminta keterangan badan penganggaran (Banggar) DPRD periode tahun 2013.

Kasus ini mencuat setelah terbitnya surat pemanggilan dari tim penyidik Pidsus Kejari Kota Batu, merujuk Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) Kajari Kota Batu Nomor : Print– 02.a/M.5.44.Fd1/06/2020/ tanggal 22Juni 2020. Dalam pengadaan lahan, Pemkot Batu menganggarkan melalui APBD tahun 2014 dengan total kurang lebih Rp 8,8 miliar.(der)

Angkat Potensi Wisata dan Talenta Arek Batu, Disparta Gelar Lomba Video dan Menggambar

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq Memberi Penghargaan. (Achmad Sulchan An Nauri)

MALANGVIOCE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memberi apresiasi terhadap kreativitas arek-arek Kota Batu. Seperti pada Rabu, (25/11) di Graha Pancasila, Kota Batu Disparta memberi penghargaan bagi pemuda kreatif dalam Lomba Kreativitas Video Inovatif dan Menggambar dengan tema #KWBsafetourism.

Lomba itu digelar guna mewadahi potensi dan bakat yang dimiliki oleh pemuda Kota Batu. Selain itu juga untuk mengenalkan budaya Kota Batu melalui media komunikasi video dan karya seni rupa.

“Kegiatan ini sangat penting karen talenta-talenta anak-anak muda Kota Batu perlu difasilitasi,” ujar Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq. Dalam pengamatannya di lomba ini, Arief menilai bahwa Kota Batu memiliki anak-anak muda yang mempunyai talenta yang luar biasa.

Melalui lomba ini, Arief mengatakan bahwa karya video dan gambar dapat dikaitkan pada promosi potensi wisata Kota Batu. Pasalnya, dalam karya video yang di lombakan peserta mengeksplor tempat-tempat wisata dari pelosok hingga hiburan kota di Kota Batu.

“Kami berharap bahwa dengan lomba ini dapat memfasilitasi potensi talenta warga Kota Batu dan mengangkat potensi wisata Kota Batu,” harap Arief. Ia berterimakasih dan mengapresiasi pada seluruh peserta yang berpartisipasi dengan gigih dan panitia yang menyukseskan lomba ini.

Ia mengatakan bahwa akan mengadakan lomba ini secara rutin. Sehingga lomba ini dapat selalu menjadi wadah dan perangsang bagi warga Kota Batu untuk terus berwisata.

Selain itu bagi para pemenang menurut Arief bisa diberdayakan untuk menjadi agen promosi Kota Batu. “Kami memang memprioritaskan warga Kota Batu sendiri yang menggarap promosi potensi wisata Kota Batu,” lanjutnya.

Sementara itu Yusak Santoso sebagai salah satu juri mengatakan bahwa sudah saatnya warga Kota Batu untuk mengangkat potensi wisata Kota Batu dengan teknologi modern. “Kita sekarang berada di era industri 4.0 yang mengandalkan kecanggihan teknologi,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa para pegiat karya kreatif harus membaca kaidah baru yang diterapkan di era saat ini. “Saat ini itu yang menjadi daya tarik bukan lagi kemasan, namun konten, maka pembuat karya seni di era ini harus fokus pada konten,” tambahnya.

Di lain sisi, pemenang juara 2 lomba kreatifitas video, Yogi Iqbal Rizki mengatakan dirinya bangga dapat memenangkan lomba ini. Pasalnya video garapannya yg berjudul Yuk Berwisata Aman di Kota Batu menghabiskan uang sebesar Rp 1juta dan tiga minggu penggarapan.

“Saya mengangkat wisata Alun-Alun Kota Batu, Taman Langit dan Paralayang. Seru sih, bikin video sambil sekalian main,” tandas Yogi yang mendapat hadiah Rp 2 juta rupiah tersebut.

Dalam lomba tersebut ada 14 peserta lomba video kreatif yang telah mengirimkan karyanya. Sedangkan untuk lomba menggambar ada 11 peserta.(der)

Pernah Jadi Guru, Bu Nyai Lathifah Punya Misi untuk Pendidikan di Kabupaten Malang

Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib. (Istimewa)

MALANGVOICE – Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Nomor Urut Dua, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (Ladub) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.

Salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan adalah dengan memberikan guru gaji honor yang layak terutama yang berstatus PTT/GTT.

“Momen Hari Guru harus menjadi titik dimana Paslon Ladub ingin kedepan kualitas pendidkan dan kesejahteraan guru bisa meningkat di Kabupaten Malang,” kata Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (25/11).

Wanita yang akrab disapa Bu Nyai itu menjelaskan, selama ini kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Malang masih jauh dari kata kesejahteraan. Hal itu diketahui pada saat Paslon Ladub melakukan agenda kampanye dan melakukan dialog dengan para guru.

“Kita sudah analisa baik secara kemampuan APBD kedepan gaji guru honorer minimal bisa sesuai dengan UMK daerah,” imbuhnya

Cucu Pendiri NU itu menambabkan jika pihaknya bakal mewujudkan komitmen agar pendidikan gratis di Kabupaten Malang bisa terlaksana. Bu Nyai memaparkan berdasarkan kajian anggaran, sebenarnya APBD Kabupaten Malang sangat mencukupi untuk merealisasikan pendidikan gratis. Ia menjelaskan anggaran untuk siswa SMP tiap bulan sebesar Rp 1,4 juta dan mendapat subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,1 juta.

Sedangkan untuk siswa SD kebutuhan tiap bulan yakni Rp 1.050.000 dan mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 900 ribu.

“Sebenarnya Pemerintah Daerah bisa menutup kekurangan anggaran siswa SMP yakni Rp 300 ribu tiap siswa dan untuk Siswa SD sebesar Rp 150 ribu. Postur APBD Kabupaten Malang mencukupi untuk itu, namun sayang kebijakan Bupati tidak ke arah sana,” Ucap wanita yang pernah berprofesi sebagai guru tersebut.

Termasuk, Paslon Ladub menegaskan tidak akan melakukan dikotomi terhadap pendidikan baik yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. “Pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang akan kita realisasikan,” Ucapnya.

Selain itu Bu Nyai juga menambahkan selama menjadi anggota DPR RI Dapil Malang Raya, ia sudah memberikan banyak bantuan program bidang pendidikan kepada masyarakat Kabupaten Malang.

Salah satu diantaranya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) hingga Tahun 2020 yang diberikan kepada 35 ribu siswa setiap tahun baik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Aspirasi yang saya ajukan untuk KIP Kuliah atau dulu bernama bidik misi sudah terserap sekitar 3 ribu mahasiswa asal Kabupaten Malang pada setiap tahunnya, dan jumlahnya bertambah pada tahun ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelum masuk dunia politik, Bu Nyai Lathifah pernah menjadi pengajar di Sekolah Wahid Hasyim Malang. Ketia menjadi DPR RI 2 periode, dirinya juga memilih berada di komisi X yang membidangi pendidikan.

MPM Honda Jatim Ajak Komunitas Napak Tilas Honda Bikers Day

Napak tilas Honda Bikers Day. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT mengajak komunitas Honda Jatim napak tilas Honda Bikers Day (HBD) Bromo 2011 dalam rangkaian menuju aktivitas Honda National Bikers Gatering – Virtual Edition Sabtu (21/11).

Bertajuk Honda Bikers Exploride, 20 bikers yang merupakan anggota komunitas Honda ini riding menuju tempat bersejarah di Kota Surabaya sebelum menuju Bromo. Start dari MPM Surabaya melewati Hotel Yamato menuju monumen Tugu Pahlawan dan Museum Tugu Pahlawan untuk mengenang para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Kemudian napak tilas sejarah jalan Tunjungan, Hotel Tunjungan dan monumen Sura dan Baya serta Monumen Bambu Runcing.

Dengan mengendarai Honda BeAT, Honda Vario, Honda ADV150, Honda PCX150, Honda Scoopy, Honda Genio, Honda CB150R, Honda CBR150R, Honda CBR250RR, Honda CRF150L, dan Honda Supra GTR150. Perjalanan napak tilas Honda Bikers Day dilanjutkan menuju Bromo. Berbagai medan perjalanan yang dilalui menuju Bromo mulai dari jalanan perkotaan, jalanan naik turun pegunungan ditempuh para bikers menuju Bromo.

Disana bikers mengenang perjalanan pada waktu terselenggaranya Honda Bikers Day tahun 2011.

“Honda Bikers Day Bromo sangat fenomenal. Dengan cuaca yang ekstreem dan di hadiri kurang lebih 10.000 bikers yang berasal dari seluruh Indonesia,” kata Nono Samadiman ketua Honda Bikers Day 2011.

Selain napak tilas perjuangan pahlawan, pada kesempatan kali ini para bikers juga melakukan kegiatan Honda Community Social Responsibility ( HCSR ) dengan membagikan masker dan memberikan donasi uang kepada UKM di lingkungan eks lokalisasi Dolly.

“Honda community berkomitmen memberikan nilai manfaat kepada lingkungan sekitar dan bangkit bersama di masa pandemi ini dengan napak tilas perjalanan pahlawan dulu dan sekarang,” kata Ilham Santoso selaku Community Development MPM Honda Jatim.(der)

KONI Kota Malang Terima 1.750 Bantuan Alkes dari Kemenpora

Penerima bantuan alkes Kemenpora. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang mendapat bantuan alat kesehatan (alkes) dari Kemenpora. Bantuan ini diserahkan langsung ke para pelaku olahraga.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, bantuan ini diterima pekan lalu. Isinya berupa paket hand sanitizer, vitamin, dan masker.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

“Jumlahnya total 1.750 paket. Ini masih tahap pendistribusian ke pelatih, wasit, dan pengurus cabor,” kata Eddy, Selasa (24/11).

Bantuan alkes ini, dikatakan Eddy, sangat diterima dengan baik karena situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Sebelumnya ada tawaran dari Kemenpora, ya langsung kami ajukan. Bantuan ini merupakan kehormatan dan bentuk support yang luar biasa,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua HDCI Malang ini menambahkan, dalam waktu dekat ini juga akan ada bantuan dari KONI pusat.

“Dalam waktu dekat ini dari KONI juga turun, kira-kira hampir sama bantuannya, ada spray disinfectant, masker, vitamin, dan APD untuk cabor dan atlet,” tandasnya.(der)