Sanusi Segera Dapat Pendamping Pimpin Kabupaten Malang

Bupati Malang Definitif HM Sanusi saat foto bersama Istri. (Toski D)
Bupati Malang Definitif HM Sanusi saat foto bersama Istri. (Toski D)

MALANGVOICE – HM Sanusi akan segera menemukan pendamping dalam memimpin Kabupaten Malang. Pasalnya, pemilihan posisi wakil bupati (wabup) akan segera dilakukan walau waktu sangat mepet.

Sebab, masa jabatan Wakil Bupati Malang persis tinggal 18 bulan terhitung sejak Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati Malang HM Sanusi pada 17/9/2019 yang akan berakhir pada 2021 mendatang.

Untuk itu, pihak Pemkab Malang segera mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Malang sesuai dengan surat Gubernur Jatim Nomor 131/19585/011.2/2019, tertanggal 16 September 2019.

“Dalam waktu dekat akan ada wakil Bupati Malang,” ungkap Bupati Malang, HM Sanusi ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Untuk nama-nama bakal calon pengisi wabup, Sanusi mengaku tidak mengetahui, semua diserahkan partai pengusung untuk pasangan Bupati Malang non-aktif Rendra Kresna dan Wakil Bupati HM Sanusi dalam Pilkada 2016 silam.

“Partai pengusung yang akan mengajukan usulan ke DPRD Kabupaten Malang, kemudian diajukan ke Gubernur. Siapa sosoknya ya saya menerima saja,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam pelaksanaan Pilkada 2016 lalu pasangan Bupati/Wakil Bupati Malang periode 2016-2021 dimenangkan Rendra Kresna/HM Sanusi diusung oleh tujuh partai politik.

Di antaranya yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrat, serta Partai NasDem.(Der/Aka)

Tukang Becak Jadi Aktor Pencuri 40 Motor dengan Total Kerugian Rp 209 Juta

Barang bukti sepeda motor yang diamankan di Polres Malang Kota. (deny rahmawan)
Barang bukti sepeda motor yang diamankan di Polres Malang Kota. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Suji (46) diamankan Polsek Klojen. Pria yang kesehariannya menjadi tukang becak ini jadi tersangka pelaku curanmor.

Suji ditangkap jajaran Polsek Klojen pada 28 Agustus lalu di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kapolsek Klojen, Kompol Budi Harianto, mengatakan, dari tangan Suji didapat barang bukti 40 sepeda motor.

“Total kerugian dari aksi pelaku sampai Rp 209 juta,” kata Budi.

Jumlah itu terdiri dari 27 kendaraan hasil curian senilai Rp 133 juta, tiga motor dari kawasan Blimbing Rp 21 juta, dan 10 motor yang didapat dari penadah senilai Rp 55 juta. Informasi didapat, penadah berinisial L juga sudah diamankan polisi.

Budi menjelaskan, pelaku ini diketahui mengambil sepeda motor korban dengan menggunakan kunci T. Namun, sebelum itu dilakukan, Suji mengincar korban yang lengah terlebih dahulu.

“Kami masih kembangkan kasus ini. Diduga pelaku tidak sendiri, kami masih cari tiga DPO lain,” tegas Budi.

Sementara itu Suji harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dikenai pasal 363 KUHP.(Der/Aka)

Tim 7 Gelar Investigasi, KC Ingin Jelaskan Permasalahan Sebenarnya

Kuncoro alias KC (dua dari kiri) saat foto bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya (istimewa)
Kuncoro alias KC (dua dari kiri) saat foto bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya (istimewa)

MALANGVOICE – Tim 7 DPC PKB Kabupaten Malang terus melakukan investigasi untuk menyelesaikan adanya aduan kasus dugaan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang menyeret salah satu anggotanya di DPRD.

Tim 7 diberikan batasan waktu selama 5 hari, terhitung sejak pembentukan pada 12 September 2019 lalu.

Ketua Tim 7 DPC PKB Kabupaten Malang, Agus Salim menyatakan, pihaknya terus melakukan Investigasi, dan memaksimalkan sisa waktu yang ada.

“Kami masih terus bekerja untuk menggali keterangan dari semua pihak. Kemarin (Senin, 16/9) kami menggelar rapat untuk membahas hasil investigasi kami. Hasilnya, masih belum bisa kami sampaikan. Segala temuan akan dikaji, yang nantinya akan diserahkan kepada DPC,” ucapnya, saat di temui awak media, Selasa (17/9).

Terpisah, KC saat ditemui awak media di Gedung Negara Grahadi, Surabaya menyampaikan, dalam waktu dekat, dirinya akan menjelaskan dan membeberkan semua permasalahan ini.

“Saya masih Koordinasi dengan kuasa hukum saya. Dalam waktu dekat ini akan saya kumpulkan wartawan (Konferensi pers, red) untuk menjelaskan semua tentang berkembangnya isu dugaan kasus penyebaran foto bugil tersebut,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KC ini merupakan salah satu dari 12 kader PKB yang duduk di DPRD Kabupaten Malang periode 2019-2024, dan salah satu kader yang merupakan wakil rakyat di periode 2014-2019 silam (Petahana, red).(Der/Aka)

Tingkatkan Perekonomian, Dinsos Berikan Bantuan Sarpras kepada 18 Kube Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. (Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Sebanyak 18 kelompok usaha bersama (Kube) di Kota Batu menerima bantuan berupa sarana dan prasarana dari Pemkot Batu di Balai Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Selasa (17/9).

Kapala Dinsos Kota Batu, Ririck Mashuri mengatakan, pemberian sarpras ke 18 Kube bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Batu.

“Bantuan sarpras tersebut mencapai Rp 94,8 juta dari APBD Kota Batu 2019. Sedangkan enam orang penerima manfaat telah mandiri atau mampu mengembangkan usahanya sendiri,” ujarnya.

“Setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Mudah-mudahan dengan bantuan ini, kegiatan usaha dapat berkembang,” harapnya.

Ia menambahkan sarpras yang diberikan itu berupa bantuan mesin cuci, mesin perajang keripik, kompor gas, blender, peralatan memasak, dan sebagainya.

Kube dibentuk untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola usaha ekonomi produktif (UEP).

Sementara, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang turut menghadiri acara tersebut membagikan cerita singkat tentang kesuksesan pengusaha Chairul Tanjung (CT). Ia pernah bangkrut sebelum menjadi seorang pengusaha sukses.

“Ibu-ibu Kota Batu bisa mencontoh seorang CT yang jatuh bangun membangun usaha. Ia teman saya saat belajar di SMAN 1 Boedi Oetomo Jakarta. Saya mengetahui dulu Pak CT sama dengan ibu-ibu di sini. Beliau bukan apa-apa,” katanya.

Namun, dengan kegigihan, semangat, dan usaha yang luar biasa, akhirnya ia bisa menjadi orang besar.

“Pak CT tak langsung bisa sukses dan besar dalam membangun usahanya. Tapi pernah jatuh bangun. Ini perlu dicontoh ibu-ibu di sini,” tutupnya.(Der/Aka)

Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkot Batu Berikan Beasiswa ke 71 Pelajar Berprestasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih. (Foto: Ayun/MVoice)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih. (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mengupayakan warganya untuk mendapatkan pendidikan layak hingga perguruan tinggi.

Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah memfasilitasi beasiswa senilai Rp 2 miliar bagi pelajar Kota Batu berprestasi dan tidak mampu yang ingin melanjutkan kuliah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu, Eny Rachyuningsih, mengatakan pemberian beasiswa ke perguruan tinggi ini untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Kota Batu melalui pendidikan.

“Ya, ini program pemerintah daerah yang telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu. Dengan total ada sebanyak 45 pelajar yang mendapat beasiswa,” katanya.

“Tentunya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Batu. Sehingga tercipta masyarakat Kota Batu dengan SDM unggul,” sambungnya.

Ia menambahkan bila beasiswa yang diberikan tidak hanya untuk pelajar yang meneruskan ke perguruan tinggi di dalam negeri saja. Tapi, juga untuk kampus luar negeri.

“Total ada 71 pelajar Kota Batu yang mendapat beasiswa tahun ini. Empat pelajar memilih belajar ke luar negeri,” ungkapnya.

Dari ke empat pelajar tersebut di antaranya dua memilih ke Rusia, satu ke Tiongkok, dan satu ke Arab Saudi.

Diketahui, biaya yang diberikan ke setiap pelajar peraih beasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta dalam negeri senilai Rp 2,5-5 juta per tahun.

Sedangkan untuk yang melanjutkan belajar ke luar negeri mulai Rp 10-15 juta per tahun.

“Nah, untuk persyaratannya mereka bebas memilih jurusan yang akan ditempuh. Baik itu di perguruan tinggi di Indonesia ataupun di luar negeri. Dengan ketentuan lain, siswa mampu menyelesaikan perkuliahan wajib 4 tahun tidak boleh lebih,” tuturtnya.

Selain itu Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3.00 per semester. Jika tak mencapai rata-rata tersebut bantuan akan ditarik. Secara otomatis yang bersangkutan harus membiayai kuliahnya sendiri.

Menurut dia, beasiswa itu merupakan cara pemerintah dalam menjaring putra-putri daerah yang secara akademik punya potensial.(Der/Aka)

Dewan Desak Penertiban Peredaran Miras Ilegal

Ketua Sementara DPRD Kota Malang Made Rian Diana. (Aziz Ramadani MVoice)
Ketua Sementara DPRD Kota Malang Made Rian Diana. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Kasus tiga korban meninggal diduga akibat miras oplosan direspon serius DPRD Kota Malang. Legislatif inginkan peredaran miras ilegal segera ditertibkan.

Baca Juga:
Polres Malang Kota Selidiki Tewasnya Tiga Orang Diduga Akibat Miras Oplosan

Hal ini disampaikan Ketua Sementara DPRD Kota Malang I Made Rian Diana. Ia mengutarakan keprihatinan atas kasus yang merenggut tiga nyawa warga Kelurahan Mojolangu tersebut. Apalagi salah satu korban meninggal, Warnu (65) diketahui merupakan kader PDI Perjuangan dan pernah menjabat pimpinan ranting partai berlogo banteng moncong putih itu.

“Aparat harus bertindak menertibkan peredaran miras tak berizin, memang segi kesehatan (miras ilegal) berbahaya karena tidak tahu kadar kandungannya,” kata Made ditemui beberapa saat saat lalu.

Made juga berharap, peran aktif masyarakat dibantu pemerintah agar meningkatkan sosialisasi bahaya miras. Terutama ditujukan kepada generasi muda. Namun, diakuinya, penting saat ini untuk menindak produsen miras tak berizin alias ilegal.

“Paling penting mencari sumber masalah, yang memproduksi minuman ilegal, harapannya ada tindakan tegas polisi kepada pabrik miras tak berizin,” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Polres Malang Kota Selidiki Tewasnya Tiga Orang Diduga Akibat Miras Oplosan

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander. (deny rahmawan)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus miras oplosan di daerah Jalan Simpang Candi Panggung, Lowokwaru. Tiga orang tewas dan sembilan lainnya dirawat intensif dalam kasus tersebut.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, mengatakan, sudah mengirim anggota gabungan dari Reskrim, Reskoba dan Polsek Lowokwaru untuk mengecek ke TKP.

“Ada tiga lokasi yang kami geledah karena diduga menjual miras oplosan, tapi hanya ditemukan botol kosong. Kami masih bekerja dan mengumpulkan informasi,” katanya.

Agar penyebab meninggalnya tiga orang korban itu jelas, polisi berkoordinasi dengan tim kedokteran untuk mengirimkan sampel urine dan darah ke Labfor. Hal itu agar memudahkan polisi menyelidiki kasus ini dengan tuntas.

“Indikasi awal memang miras oplosan, tapi kami koordinasikan dengan dokter minta urine dan darah korban diuji Labfor agar tahu penyebabnya,” ujarnya.

Terkait dengan sembilan korban yang dirawat di rumah sakit, polisi belum bisa memintai keterangan. Dony menyatakan masih menunggu sembilan orang itu dalam kondisi baik.

“Pemeriksaan korban nunggu izin dari dokter. Biarkan tenang, baru kami menggali informasi. Kami sekarang berupaya kmpulkan saksi di lapangan,” tutupnya.

Diketahui ketiga korban itu adalah Agus (36), ia meninggal pada Senin (16/9). Selanjutnya adalah Afrizal (25), dan Warnu (60), keduanya meninggal dunia pada Selasa (17/9). Ketiganya sudah dimakamkan di pemakaman setempat sore tadi.(Der/Aka)

Gubernur Jatim Yakin Sanusi Mampu Lanjutkan Tugas Bupati Malang dengan Baik

Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).
Suasana Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Toski D).

MALANGVOICE – HM Sanusi akhirnya resmi menjadi Bupati Malang definitif, periode 2019-2021.

Pelaksanaan pelantikan Plt Bupati Malang menjadi Bupati Malang definitif dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Dalam kesempatan ini Khofifah Indar Parawansa percaya Sanusi akan sanggup melaksanakan tugas yang diemban dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan.

“Saya percaya, bahwa suadara akan melaksanalan tugas sebaik baiknya, sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya, saat membacakan sambutan presiden, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9).

Menurut Khofifah, saat ini perkembangan dan pembangunan sangat cepat, intensif dan detail. Karena itu, perlu sinkronisasi ketua DPRD dan OPD serta Kepala Daerah.

“Diharapkan, guyub rukun, Jatim Harmoni Jatim Sejahtera harus tetap dijaga dan dihktiarkan. Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Malang sudah cukup menurun, tapi jika di level Jawa Timur, kemiskinan di Kabupaten Malang masih tinggi,” pungkasnya.(Der/Ulm)

Lurah Mojolangu Bantah Minum Miras Sudah Kebiasaan Warganya

Suasana pemakaman salah satu korban diduga akibat miras oplosan di TPU Mojolangu, Selasa (17/9). (Aziz Ramadani MVoice)
Suasana pemakaman salah satu korban diduga akibat miras oplosan di TPU Mojolangu, Selasa (17/9). (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Tiga warga Kelurahan Mojolangu Kota Malang meninggal diduga akibat minum miras oplosan. Namun, pihak kelurahan menampik aktivitas minum khamr tersebut sudah menjadi kebiasaan.

“Tradisi sih enggak, kalau beberapa memang ada yang (suka) minum sendirian di rumah ada,” kata Lurah Mojolangu Bambang Mujiono ditemui awak media, Selasa (17/9).

Baca Juga: Tiga Nyawa Warga Mojolangu Melayang Diduga Akibat Miras Oplosan

Ia melanjutkan, informasi yang dihimpun dari beberapa warga, ada beberapa orang minum miras saat persiapan atau kerja bakti untuk kegiatan bersih desa, Sabtu malam (14/9). Mereka kemudian minum miras yang dikabarkan oplosan.

“Bukan pesta sih, kebetulan ngumpul dalam rangka persiapan (bersih desah),” sambung dia.

Hingga berita ini ditayangkan, dikabarkan ada tujuh korban sedang dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang meninggal ada tiga orang, yakni Warnu (65), Agus Triswanto (38) dan Afrizal (25). (Hmz/Ulm)

Mendikbud Upayakan Kenaikan Gaji Guru Honorer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Lisdya)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Lisdya)

MALANGVOICE – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan jika pihaknya tengah mengusahakan penaikan gaji guru honorer sesuai dengan upah minimum (UMK), yang merupakan alokasi dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Di tahun 2020, saya berusaha keras bagaimana agar guru honorer mendapat gaji dari DAU,” ujarnya belum lama ini.

Dengan demikian, gaji guru honorer tidak lagi diambilkan dari dana BOS. Terlihat saat ini, haji guru honorer jauh dari layak, sebab hanya di kisaran Rp 300 hingga Rp 700 ribu per bulan.

“Kalau begini kan enak, kesejahteraan guru lebih terjamin. Kami usahakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penaikan gaji guru honorer ini juga sejalan dengan fokus pemerintah yang saat ini mulai beralih ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Tak hanya gaji, dijelaskan Muhadjir, jika para guru honorer juga berkesempatan untuk ikut tes menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk menjadi ASN ini, guru honorer dapat melalui dua jalur, yakni PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Untuk guru honorer yang usianya sudah di atas 36 tahun tidak boleh ikut tes PNS, hanya boleh ikut tes PPPK,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)

Komunitas