28 November 2022
28 November 2022
21.6 C
Malang
ad space

Empat Manfaat Mengonsumsi Jamur Merang Sangat Cocok untuk Menu Sahur dan Buka Puasa

Salah satu olahan jamur tiram dengan masakan tumis. (Foto: resepjamurnusantara.web.app)

MALANGVOICE – Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini dengan jamur merang, sementara nama latinnya adalah
Volvariella vovacea. Sulit di lidah untuk mengucapkan namun lezat saat berubah jadi masakan.

Tanaman yang tergolong jamur-jamuran ini sangat populer sebagai bahan santapan di segala musim karena biasa disuguhkan dalam bentuk sup yang hangat. Hmmm…, cocok buat sahur atau menu berbuka puasa.

Tak jarang pula olahan jamur merang ini dikombinasikan dengan saus di atas steak atau sayur kukus, hingga tumisan yang pastinya menggugah selera untuk segera dinikmati.

Untuk mendapatkan yang sudah dipetik, kita bisa menemukan di pasar tradisional atau pasar swalayan dalam bentuk segar dan kalengan karena jamur merang tidak membutuhkan cara pengolahan tertentu.

Sebelum diolah jadi masakan, jamur merang dalam bentuk kalengan cukup dibilas dengan air matang. Cuma itu, baru kemudian diolah sebagai bahan masakan.

Sebaliknya jika membeli dari petani langsung, tidak terlalu susah sebelum diolah. Dipotong saja semua area berwarna gelap dengan pisau kemudian bilas dengan air mengalir.

Kenyal saat dikunyah, lezat dan kaya nutrisi, jamur merang salah satu jenis bahan makanan yang sering diolah. Selain teksturnya yang unik, kelezatannya dianggap mampu menyaingi citarasa daging. Belum lagi manfaatnya bagi kesehatan.

Disebut dengan jamur merang karena media tanamnya berupa merang atau sekam padi. Jamur ini dapat dikenali dari bentuknya yang bulat kecil dengan tudung berwarna cokelat muda.

Selain cocok untuk berbagai masakan ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan, empat di antaranya adalah:

1. Mencegah Penyakit Jantung
Bentuknya memang mungil, tapi jangan sekali-kali meremehkan, karena jamur merang ini memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi seperti kalium dan zat tembaga.

Seperti kita ketahui, kalium berfungsi membantu menjaga pembuluh darah dalam tubuh, sedangkan zat tembaga memiliki kemampuan antibakteri. Kedua nutrisi ini dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, terutama yang diakibatkan oleh naiknya kolesterol dalam darah.

2. Menjaga Kekuatan Tulang
Selama ini kita menganggap kalsium hanya bisa didapatkan dari susu dan produk olahannya. Lalu bagaimana dengan yang biasa mengonsumsi asupan vegetarian? Jamur meranglah jawabnya karena memiliki kadar kalsium dan vitamin D yang cukup tinggi sehingga membantu memperkuat tulang dalam tubuh.

3.Mencegah Kanker
Manfaat jamur merang lainnya adalah mengandung selenium yang banyak diburu orang karena berkhasiat mencegah kanker. Beta d-glucan dan lectin yang ada dalam jamur merang disebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker prostat dan leukemia.

4.Tinggi Antioksidan
Bagi masyarakat di wilayah perkotaan yang dikepung radikal bebas dari polusi di sekelilingnya antioksidan menjadi istilah kesehatan yang makin populer. Untuk mendapatkan antioksidan, cukup mengonsumsi jamur merang.

Kandungan selenium di dalam jamur merang memiliki fungsi yang sama dengan flavonoid yakni mencegah radikal bebas dari asap kendaraan, makanan yang berlemak tinggi, atau radiasi elektromagnetik berisiko memicu gangguan kesehatan.(end)

Bulan Ramadan, Cincau Laris Manis Jadi Buruan Pelanggan

Cincau yang masih dalam bentuk cair didinginkan didalam blek (kaleng), (MG2).

MALANGVOICE – Cincau pada umumnya sering digunakan sebagai varian campuran es dan jenis minuman lain. Hal itu membuat cincau laris manis diburu pelanggan saat bulan Ramadan.

Menurut salah satu produsen cincau asal Kebalen, Blimbing, Mak Cao, setiap masuk bulan Ramadan permintaan cincau selau mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dalam keseharian biasa hanya memproduksi sekitar 20 sampai 30 blek (kaleng). Kini pada bulan Ramadan orderan perharinya mampu mencapai 200 hingga 250 blek.

“Harga satu bleknya itu Rp 50 ribu, Mas. Ya per hari gini kalau Ramadan kita produksi 250 an blek, itu saja kita kualahan. Kalau mau lebih sebenarnya bisa saja, cuma karyawannya yang gak mampu,” ujar Hariyati pengelola Mak Cao, Ahad (25/4).

Mak Cao yang telah berdiri sejak 1961 dan telah dijalankan selama tiga generasi ini, telah mengurangi jumlah produksi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Lantaran karyawanya belum mampu memproduksi cincau dengan skala besar.

Apalagi untuk proses pembuatan cincau sendiri memerlukan waktu yang cukup lama dari proses penyaringan hingga memasak.

“Tahun kemarin karyawan saya itu orang Wajak mas, kuat-kuat mereka. Tahun lalu sampai 400 an blek sehari pernah. Itu bikin sampai menjelang sahur. Tapi saat ini karyawan saya kan tetangga-tetangga sekitar ya, mereka juga belum terlalu kuat, jadi ya sampai 200 an blek saja sehari,” tuturnya.

Untuk mengatasi jumlah konsumen yang cukup banyak, Haryati memberikan batasan kepada setiap pembeli agar tidak mengambil terlalu banyak. Supaya konsumen lain bisa mendapatkan juga.

“Jadi ada yang pesan 50 blek, itu saya kurangi mas. Jadi saya suruh ambil 30 aja jangan banyak-banyak. Biar nanti semua bisa rata kebagian gitu mas,” terangnya.

Selain itu, Haryati menambahkan, di Mak Cao juga memproduksi beberapa macam bahan untuk keperluan pembuatan es.

“Mulai dari dawet, jelly hingga kolang kaling semuanya pun tersedia. Jadi bahan-bahan es semua yang dibutuhkan ada di sini mas,” imbuhnya.

Terkait konsumen Mak Cao sendiri tidak hanya disekitaran Kota Malang, melainkan se Malang raya. Mulai dari pengusaha minuman es, dan penjual pasar.

“Banyak mas. Rata-rata yang ambil banyak itu ya orang-orang pasar untuk dijual lagi. Mulai dari Kota Batu sampai Panjen, Kabupaten Malang itu ambil ke sini,” tandasnya.(der)

Ngoprek Bareng HPCI Chapter Malang, Kupas Tuntas Matic Besar PCX160

Komunitas Honda PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT melakukan Live di Instagram @mpmhondajatim dengan program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) bersama Komunitas Honda PCX Chapter Indonesia (HPCI) Chapter Malang, Ahad (28/03).

Ngobrol Online yang bertemakan Kupas Tuntas All New PCX160 ini, MPM Honda Jatim mengundang salah satu anggota komunitas HPCI chapter Malang, Wendry Pradana yang berbagi pengalaman bagaimana rasanya mengendarai All New PCX160 dan juga Imron Rosyadi, Technical MPM Malang yang menyampaikan fitur terbaru Honda PCX.

Ngoprek Honda. (Adv)

Bertempat di MPM Riders Cafe Malang, sebelumnya 10 anggota komunitas HPCI chapter Malang yang hadir diberikan kesempatan untuk Riding Experience Honda PCX 160 dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Dalam sesi bincang Ngoprek, Wendry Pradana membagikan pengalamannya saat riding menggunakan Honda PCX160 untuk kegiatan sehari hari.

“Honda PCX160 bodinya mewah, nyaman cocok buat aktivitas sehari – hari atau suka touring. Honda PCX160 lebih bertenaga, akselerasi terasa lembut,” katanya.

Program NGOPREK (Ngobrol Online Seputar Komunitas) ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih terkait All New Honda PCX kepada masyarakat dari sisi Komunitas HPCI chapter Malang yang sudah mencoba All New Honda PCX.(der)

Menulis di Kertas Ditemukan Peneliti Sebagai Metode Menguatkan Ingatan

Ilustrasi (Inc.com)

MALANGVOICE – Tim dari University of Tokyo baru saja mempublikasi penelitian baru dalam Frontiers in Behavioral Neuroscience. Penelitian tersebut mengatakan menulis di kertas berdampak baik bagi otak. Artikel ini dihimpun oleh Malangvoice.com dari Martha Stewart

“Pada dasarnya kertas lebih canggih dan berguna dibanding dokumen elektronik karena kertas mengandung informasi yang hanya dimiliki kertas untuk tidak kehilangan ingatan,” Professor Kuniyoshi L. Sakai, neuroscientist di University of Tokyo dan penulis di penelitian ini.

Kebanyakan orang menyukai smartphone atau tablet karena gadget itu terasa membuat pekerjaan setiap hari lebih mudah. Penelitian ini menemukan yang sebaliknya, setelah mengumpulkan 48 relawan dari umur 18 sampai 29 tahun.

Para peneliti menemukan mereka yang menulis di kertas untuk menyelesaikan tugas mencatat berhasil menyelesaikan tugas ini 25 persen lebih cepat daripada mereka yang menggunakan tablet dengan stylus pen.

Alasannya adalah menggunakan kertas memberi relawan keluasaan untuk menulis dengan gaya mereka. Seperti bentuk tulisan yang tidak biasa dan seragam serta tidak rata. Sedangkan kertas digital lebih konsisten dan seragam dan ketika aplikasi menulis itu ditutup tulisannya akan langsung hilang.

Selain itu peneliti melakukan percobaan kepada relawan untuk membaca dialog tokoh fiksi. Para relawan dibagi ke dua grup, yang satu menulis di kertas dan yang satu di tablet. Peneliti menyuruh relawan untuk mencatat tugas tokoh fiksi itu apa dan harus selesai dalam tenggat waktu berapa lama.

Setelah selesai mencatat relawan diberikan waktu untuk istirahat selama satu jam dan disuruh untuk mengingat tugas mereka. Ketika ditanya kapan tenggat waktu tugas yang harus diselesaikan oleh tokoh? Kapan tenggat waktu paling awal untuk menyelesaikan tugas?

Relawan yang menggunakan kertas untuk mencatat dengan kertas hanya memerlukan waktu 11 menit untuk mencatat ingatan mereka, sedangkan yang menggunakan tablet 14 menit, dan yang menggunakan hp 16 menit.

Ditambah, mereka yang menggunakan kertas mendapat skor tertinggi dibanding yang lain dalam tes pertanyaan dan mereka dapat mengingat secara visual dan bahasa secara lebih baik.(end)

4 Langkah Menjaga Ikan Cupang Tidak Kuncup di Musim Hujan

Ikan Cupang yang lagi tren, (MG2).

MALANGVOICE – Ikan cupang kini kembali banyak diminati masyarakat, dengan perpaduan jenis maupun corak warna yang semakin beragam.

Namun dalam perawatan ikan cupang ini bisa dibilang juga tidak mudah. Apalagi di musim penghujan dengan cuaca yang dingin, membuat ikan cupang mudah terkena penyakit, salah satunya kuncup.

Kuncup sendiri merupakan penyakit ikan cupang yang sering kali terjadi dan jika tidak segera ditangani resiko terparah bakal mati.

Berikut Beberapa Tips untuk mengantisipasi ikan cupang agar tidak sakit di musim penghujan menurut salah satu penghobi ikan cupang di Kota Malang, Rifky Edgar, Jumat (19/3).

1. Harus rutin mengganti air dalam akuarium/soliter, minimal ganti tiga hari sekali atau seminggu dua kali. Untuk jenis air bisa menggunakan air sumur atau PDAM.

Namun jika menggunakan air PDAM perlu diendapkan terlebih dahulu selama satu hari sembari diberi garam sesuai dengan ukuran akuarium/soliter.

“Sebelum dilakukan penggantian air lebih baik lagi juga diberi garam dan obat biru (nama akrab obat) biar tidak sakit. Dan dikasih daun ketapang berfungsi untuk menetralkan PH air,” terangnya.

Cupang yang sedang kuncup, (MG2).

2. Menjaga pola makan ikan cupang peliharaan, jangan terlalu banyak. Minimal satu hari sekali dengan porsi secukupnya.

“Karena jika kebanyakan makan, ikan akan kembung, atau sembelit. Dari situ akan menyebabkan penyakit sisik nanas dan dropship, kemungkinan 98 persen ikan mati,” tuturnya.

3. Sering buka pembatas antara ikan satu dengan yang lainnya, guna mempertahankan gerakannya supaya terus aktif dan lincah.

“Kalau bisa sehari dua kali dengan durasi sekitar 20-30 menitan. Biar ikan bisa lebih agresif, mekrok, nah dari situ bisa menjaga kekuatan dari ekor, sirip dan kesehatannya,” imbuhnya.

4. Jika memiliki waktu bisa disempatkan untuk menjemur ikan cupang sekitar 10 menit untuk menangani suhu air tetap stabil dan tidak terlalu dingin.(end)

Tips Munculkan Inner Beauty Ala Model Muslimah Asal Malang

Model Muslimah, Mayang Tatu Balqish

MALANGVOICE – Banyak orang menganggap cantik dengan ukuran standar fisik tertentu. Model Muslimah asal Kota Malang, Mayang Tatu Balqish mempunyai pandangan lain.

Perempuan yang pernah meraih Juara Satu di Photogenic Indomodel 2019 itu
menganggap cantiknya perempuan berasal dari dalam (inner beauty). Kondisi mental, kesehatan, hingga spiritual yang paling mempengaruhi cantik tidaknya seorang perempuan.

Mahasiswa Sosiologi UB itu memiliki cara khusus untuk memunculkan inner beauty setiap perempuan. Berikut ini cara Balqish memunculkan inner beauty:

1. Seorang perempuan harus berwawasan luas.

“Menurut aku otak itu sebagai investasi kita. Harus ada isinya agar bisa nyambung dengan banyak orang. Tapi jangan penuh-penuh nantinya jadi terlalu mendominasi dan tidak menerima pandangan orang lain,” jelas perempuan kelahiran 17 Maret 2002 itu.

2. Perempuan harus percaya diri.

“Karena semua perempuan itu cantik. Yang bikin cantiknya perempuan itu muncul itu rasa percaya dirinya,” imbuh Balqish.

Ia menambahkan untuk memunculkan rasa percaya diri di setiap perempuan adalah dengan mengetahui potensi dirinya. Ketika potensi diri sudah ketemu, seorang perempuan bisa lebih percaya diri.

“Selain itu jangan terlalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Maksimalkan saja apa yang kita punya dan jadikan orang sebagai motivasi bukan perbandingan,” kata Balqish.

3. Mengenali diri sendiri

Mengenali diri sendiri menurut Balqish sangat penting. Mahasiswi yang pernah Juara dua di Malang Hijab Icon 2019 itu dengan mengenali diri sendiri perempuan bisa menerima dirinya sendiri.

“Dengan menerima diri sendiri perempuan dapat memaafkan dirinya sendiri. Sehingga kondisi mentalnya stabil dan aura yang membuat cantik dari dalam dirinya bisa terpancar keluar,” urai Balqish.

Balqish sendiri setiap satu bulan mencatat apa saja yang telah dilaluinya. Hal itu dilakukan Balqish untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya sehingga ia lebih bisa mengenal diri sendiri.

4. Perbanyak ibadah

Balqish menjelaskan orang yang banyak beribadah, mukanya akan glowing secara alami. Apalagi kalau bagi orang islam yang suka sholat malam.

“Selain bikin wajah jadi bercahaya, beribadah dengan rutin juga menenangkan hati. Jadi bisa semakin ramah, sopan, dan tidak mudah marah,” jelas Balqish.

5. Membiasakan pola hidup sehat.

Olah raga, makan makanan yang sehat, dan tidur yang cukup juga sangat berpengaruh bagi kecantikan perempuan.

“Makan sayur dan buah itu bisa jadi vitamin alami buat kulit. Olah raga agar sehat juga tidur cukup akan membuat perempuan canti secara alami,” tandasnya.(der)

Mimpi Besar Ibu Rumah Tangga Ubah Pola Hidup Kota Batu Untuk Mencintai Lingkungan

Gung Endah dengan EE di tangannya dan jurigen berisi fermentasi EE dibelakangnya. (Aan)

MALANGVOICE – Langkah Malangvoice.com disambut ramah di kediaman Gung Endah. Rumah yang asri dengan hiasan banyak tanaman serta bau wangi dari semerbak bunga itu bertempat di Perumahan Puri Safira, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Gung Endah (56) adalah Mentor Eco Enzym (EE) di berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Ia juga melayani permintaan beberapa kelompok pecinta lingkungan untuk sosialisasi EE secara virtual dengan gratis.

EE adalah larutan serba guna, hasil penelitan selama 30 tahun seorang akademisi dari Thailand Dr. Rosukon Poompanvong. Larutan ini merupakan campuran bahan sampah organik yang difermentasi selama tiga bulan.

Gung dengan antusiaa menjelaskan manfaat EE antara lain menurunkan bau tak sedap pada sampah organik, pembersih air, dan handsanitizer alami. Biaa juga untuk penyembuh luka bakar dan gores, bahan mencuci lantai, pengganti sabun dan sampo, dan masih banyak lagi.

Saat ini ia fokus menggunakan EE untuk membenahi pengolahan sampah di Kota Batu. Ia menggerakkan 500 lebih orang di Kota Batu untuk mengelola sampah sejak dari rumah.

“Kalau semua orang di Kota Batu tergerak untuk mengolah sampah organik dari rumah, di TPST 3R atau TPA Tlekung bisa tidak ada sampah organik sama sekali. Jadi mereka bisa fokus untuk daur ulang sampah anorganik saja,” jelas Nenek bercucu dua yang mempunyai semangat remaja itu.

Ia berhasil menggerakkan 500 lebih orang itu sejak September tahun 2020. Jumlah orang yang ia gerakkan terus bertambah di Kota Batu. Perlahan tapi pasti mimpi Gung untuk mengolah sampah di Kota Batu sejak dari rumah menggunakan EE bisa menjadi pergerakan masif.

Gung melakukan perjuangannya semata-mata karena rasa cintanya terhadap lingkungan. Ia sering mendanai sendiri pergerakannya untuk kelestarian lingkungan.

Perjuangannya ini terwarisi dari ayahnya yang seorang veteran 1945 dari Lumajang. Perjuangan ayahnya untuk kebaikan bersama hingga berani mengorbanakan segalanya tertanam dalam lubuk hatinya.

Bahkan, perempuan kelahiran 10 Oktober 1964 itu telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk menyemprot EE di TPA Tlekung dua kali. Penyemprotan itu terbukti menurunkan kadar amonia dan metana dari sampah.

“Metana ini merupakan zat yang sangat berbahaya bagi ozon di Bumi. Jika kadarnya tidak dikelola akan menjadi polusi udara yang menyebabkan pemanasan global,” tegas perempuan beranak dua kelahiran Desa Ampelgading, Kabupaten Malang itu.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kota Batu, Imron Suyudi melontarkan secara lisan untuk menjalin kerja sama dengan Gung. Hal inilah yang diinginkan Gung supaya Pemkot Batu lebih serius untuk menggunakan EE.

Perjuangan Gung pun telah menular kepada binaannya. Kelompok relawan binaannya secara mandiri menyemprot TPS dan TPST di desanya masing-masing. Tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu dan Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Tidak hanya di Kota Batu, berkat kegigihannya mengajarkan pembuatan EE dan pemaparan kebermanfaatannya RS Husada Utama, Kota Surabaya memanfaatkan EE untuk berbagai hal. Misalnya, mendaur ulang sampah organik rumas sakir untuk dijadikan EE, lalu hasil EEnya dibuat membersihkan lantai, piring, dan berbagai macam kegunaan lainnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu bermimpi dapat mempengaruhi petinggi-petinggi Kota Batu untuk menggunakam EE di berbagai sektor. Seperti di sektor Perhotelan, Restoran, Wisata, Rumah Sakit hingga Perkantoran.

“Jadi nanti Kota Batu bisa mempunyai branding baru, yaitu Kota Eco Enzym, yaitu seluruh pengolahan sampah dan kebersihannya menggunakan Eco Enzym. Jadi bisa dinilai sebagai kota yang ramah lingkungan,” paparnya dengan mata berbinar-binar.

Ia memiliki tujuan utama yang sederhana, yakni masyarakat Kota Batu memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. Usahanya ini bukan sekedar mimpi di siang bolong, namun ia terus gigih berjuang memperkenalkan EE ke setiap kalangan.

Sempat ia bertemu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko untuk menarik minatnya menggunakan EE. Pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dewanti pun melihat langsung penyemprotan EE di TPA Tlekung yang terbukti berhasil mengurangi bau tak sedap yang selama bertahun-tahun menjadi problematika tak berkesudahan di tempat itu.

Akhirnya Dewanti pun mengakuai kemutakhiran EE ini. Ia menyebut EE ini sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah, mengurangi gas metana hingga mengurangi bau tak sedap.

Pengakuan Dewanti ini bagi Gung adalah peletakan batu pertama di istana perjuangannya memperkenalkan EE untuk memperbaiki lingkungan. Karena yang ia sasar adalah pola hidup masyarakat Kota Batu terhadap lingkungan.

Ia telah melakukan gerakan dengan Roadshow ke delapan desa di Kota Batu dalam satu hari pada waktu HPSN. Roadshow itu ia lakukan untuk mengenalkan EE dan manfaatnya juga memupuk kesadaran untuk mencintai lingkungan.

“Masyarakat Kota Batu jika tahu manfaat EE bisa mengubah pola hidupnya. Manfaatnya banyak sekali, kalau sudah mau bikin, bisa ketagihan sehingga mengubah pola hidupnya,” imbuh S1 Sosiologi UGM itu.

Maksud Gung adalah jika masyarakat ketagihan untuk membuat EE, mereka jadi lebih banyak memakan buah dan sayur karena limbah dari buah dan sayur merupakan bahan baku dari EE.

Perlu diketahui, pemanasan global akibat gas metana paling banyak dihasilkan dari peternakan. Jika pola hidup masyarakat Kota Batu lebih menyukai sayur dan buah-buahan, mereka tidak terlalu bergantung pada daging hasil peternakan.

Secara tidak sadar kepedulian terhadap lingkungan terbentuk karena kegemaran masyarakat Kota Batu membuat EE. Itulah mimpi dari Gung yang perlahan namun pasti akan ia capai dengan kegigihannya.

“Ya itu sudah terbukti mas, orang-orang yang suka bikin EE melihat sampah bukan sebagai bahan yang nggak berguna lagi namun jadi seperti melihat harta karun yang sayang jika tidak dimanfaatkan. Mereka bahkan mau keliling ke penjual buah dan toko-toko buah untuk meminta kulitnya” tandasnya.(end)

Ngehits Bareng Komunitas Honda BeAT Malang Sambil Bagi Paket Sembako

HCSR Beat. (istimewa)

MALANGVOICE – Komunitas Honda BeAT bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT melakukan aksi sosial kepada masyarakat sekitar

Bertajuk Honda BeAT Ngehits Peduli Sesama ini diikuti 10 anggota komunitas Honda BeAT yang tergabung dalam Honda BeAT Bumi Bung Karno dan Honda BeAT Malang.

Pada kegiatan ini peserta melakukan riding start dari masing – masing kota menuju Pantai Tamban yang terletak di hilir jalur Pantura

Dengan menempuh perjalanan 180km terasa nyaman dengan ditemani All New Honda BeAT dengan rangka eSAF menjadi lebih lincah dan dapat meningkatkan stabilitas handling sehingga sepeda motor mudah dikendalikan dan nyaman saat dipakai bermanuver.

Dan peserta tidak perlu khawatir melakukan perjalanan jauh karena All New Honda BeAT lebih irit dan juga dilengkapi Power Charger sehingga khawatir kehabisan baterai smartphonenya untuk update lokasi ke sesama peserta.

Sesampainya di lokasi, peserta melakukan Honda Community Social Responsibility (HCSR) dengan membagikan paket sembako dan juga donasi kepada tempat ibadah sekitar Pantai Tamban. Dimana apabila sungai meluap akan mengakibatkan banjir dan warga sekitarnya terkena imbas dari sungai tersebut. Pembagian sembako dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kegiatan HCSR ini merupakan aksi nyata komunitas Honda khususnya komunitas Honda BeAT ikut berkontribusi positif kepada masyarakat,” kata Dionisius Mizidianto selaku Community development MPM Honda jatim.(der)

Badan POM Sebut Efikasi Vaksin Sinovac Sebesar 65,3%

Ilustrasi vaksin. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K. Lukito menyampaikan vaksin Coronavac produksi Sinovac selain aman digunakan juga menunjukkan harapan mampu menurunkan kejadian pandemi COVID-19 hingga 65,3%

Dia menyebutkan vaksin produksi Sinovac Biotech itu telah menunjukkan kemampuan dalam pembentukan antibodi di dalam tubuh dan kemampuan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus (imunogenisitas).

Hal itu diketahui dari uji klinik fase 1 dan 2 di Tiongkok dengan periode pemantauan sampai 6 bulan. Kemudian, pada uji klinik fase 3 di Bandung menyebutkan data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik.

“Sampai 3 bulan, jumlah subjek yang memiliki antibody masih tinggi yaitu sebesar 99,23%,” kata dia dalam keterangannya saat konferensi pers Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin COVID-19 secara virtual pada Senin, 11 Januari 2020.

Penny menyampaikan hasil analisis terhadap efikasi atau kemampuan vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan sebesar 65,3%. Sedangkan efikasi vaksin di Turki sebesar 91,25% dan di Brazil sebesar 78%.

Meskipun efikasi vaksin di Indonesia lebih rendah daripada Turki dan Brazil. Dia mengatakan Hasil tersebut telah memenuhi persyaratan WHO bahwa minimal efikasi vaksin adalah 50%. Sehingga bukan menjadi kendala.

“Hasil itu (efikasi vaksin di Indonesia sebesar 65,3%) sudah memenuhi persyaratan WHO. Artinya, vaksin ini menunjukkan harapan bahwa mampu menurunkan kejadian pandemi COVID-19 hingga 65,3%,” ujarnya.

Namun, untuk tetap menjamin mutu vaksin, Penny mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi yang mencakup pengawasan. Mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

Dia menyebutkan salah satunya upaya yang dilakukan Badam POM yaitu inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac yaitu fasilitas Sinovac Life-Science di Beijing pada akhir Oktober 2020.

Selain itu, lanjut Penny, Badan POM melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN) juga telah melakukan pemastian mutu setiap bets yang akan digunakan dengan melakukan pengujian dalam rangka pelulusan bets atau Lot Release.

“Tentunya, hal itu untuk memastikan pembuatan vaksin ini memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Sehingga, dapat dipastikan konsistensi mutunya,” kata dia.

“Jadi, ini sudah berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi yang komprehensif terhadap data dukung dan bukti ilmiah yang menunjang aspek keamanan, khasiat dan mutu dari vaksin,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan POM memutuskan untuk menerapkan kebijakan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat untuk vaksin COVID-19.

Hal itu setelah diketahui hasil uji klinis fase ketiga vaksin Coronavac di Indonesia, Brazil dan Turki dinyatakan aman. Dengan demikian, pemerintah akan segera melakukan vaksinasi gelombang pertama yaitu periode Januari-April 2021.(der)

Bawa Khas Tersendiri, Kenatha Rilis Single Kedua “One Step At a Time”

Personel Kenatha. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Band indie asal Malang, Kenatha merilis single baru berjudul One Step At a Time. Lagu kedua itu dirilis pada Minggu (20/12) di Roewang Tamoe Coffee.

Band yang digawangi personel suami istri, Indra Ferianto (keyboardis) dan Artfani Gemelli (vocalis) ini menciptakan lagu dengan gaya khasnya tersendiri bergenre pop romantic. Lagu ini diciptakan Kenatha bersama dua remaja bernama Diego dan Jesse.

Kenatha

Artfani Gemelli menjelaskan, lagu kedua ini bercerita tentang keyakinan atas sebuah cinta yang positif.

“Memang menceritakan tentang keyakinan cinta, tapi lama-lama kok kisahnya hampir mirip dengan perjalanan cinta kami berdua,” kata Fani, sapaan akrabnya.

Kenatha melengkapi rilis lagunya ini dibarengi dengan pembuatan video klip di akun YouTube Kenatha Official. Fani mengaku pembuatan video klip dan recording sangat singkat. Hal itu dikatakannya tak lepas dari bantuan banyak pihak.

“Mulai proses recording singkat banget dua pekan saja. Kemudian pembuatan video klip juga langsung diselesaikan di Pantai Modangan. Beruntung kami banyak dibantu Anton Jade buat bikin video klip dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Indra berharap lagu keduanya ini bisa diterima baik para penikmat musik, khsusunya di Malang. Mantan personel Taxi Band ini juga berencana roadshow kecil ke beberapa lokasi.

“Insyaallah tahun depan mau roadshow. Sekarang hanya putar lagu serentak di radio karena masih pandemi. Ini lagu baru yang kami coba, semoga bisa diterima baik sampai dengan karya selanjutnya,” harapnya.

Sekadar diketahui, Kenatha Band ini terbentuk pada Mei 2020. Nama Kenatha mengambil dari anak kedua Indra dan Fani. Lagu pertama yang dirilis berjudul Beautiful Moment.(der)