Ikhtiar Atasi Krisis Ekonomi, ACT Malang Global Wakaf Inisiasi Gerobak Dermawan

Gerobak dermawan ACT Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pandemi corona menjelma menjadi musibah multi dimensi yang berdampak kepada semua lapisan kehidupan, baik kesehatan masyarakat covid maupun sektor ekonomi masyarakat yang mulai hancur akibat resesi.

Hal itu diperparah lagi banyak karyawan yang ter PHK dan dirumahkan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Bahkan pengangguran meningkat tajam akibat pandemi selama 7 bulan terakhir, di Malang sendiri angka kemiskinan mencapai 35 ribu orang. Melihat latar belakang ekonomi yang makin terpuruk, ACT Malang – Global Wakaf bersama Coach Askan Setiabudi pemiliki kedai motivator menginisasi program untuk memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya di Malang Raya.

Program tersebut diberi nama Gerobak Dermawan, yaitu memberikan lapangan kerja kepada para calon penerima manfaat berbentuk sebuah gerobak dan menjual produk olahan cokelat menjadi minuman berbagai rasa dengan nama produk cokelat sokelat.

Gerobak Dermawan disediakan kedai motivator lengkap beserta dengan peralatan dan kebutuhan penjualan, seperti bahan dasar cokelat, belender, cup atau gelas dan tools marketing.

Status dari Gerobak Dermawan sendiri adalah gerobak wakaf yang didanai dari kedermawanan masyarakat Indonesia dengan akad wakaf, sehingga tidak ada kepemilikan atas gerobak dermawan tersebut, akan tetapi calon penerima manfaat bisa mengelola dan menjual semua penjualan produk pada gerobak dermawan yang sudah disediakan.

“Nantinya penerima manfaat mendapatkan hak menggunakan gerobak ini, menjalankan usahanya sehingga memiliki pendapatan dari berjualan,” ucap Askan Setiabudi.

ACT – Global Wakaf menyediakan penerima manfaat yang benar – benar membutuhkan, khususnya kepada masyarakat yang belum memiliki pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Harapannya penemira manfaat yang mndapatkan amanah untuk mengelola gerobak dermawan dapat mandiri ekonominya.

“ejatinya gerobak dermawan ini memang untuk memberikan pemberdayaan ekonomi kepada para penerima manfaat ” ucap Diki Taufik Sidiq selaku branch manager ACT Malang.

Selain mendapatkan manfaat ekonomi dari gerobak dermawan, calon penerima manfaat mendapatkan pelatihan tekning marketing, pembinaan spiritual dan pengembangan diri sehingga kapasitas dan kemampuannya dapat meningkat.

“Kami tidak hanya fokus pada ekonomi saja, tetapi aspek potensi dan kemampuan diri harus ikut ditingkatkan,” tambah diki.

Peluncuran Gerobak Dermawan sendiri dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan MoU Kerjasama ACT – Global Wakaf dengan Coach Askan Setiabudi selaku pemilik Kedai Motivator pada tanggal 25 september 2020 bertempat di Kedai Motivator, Tologomas Kota Malang.

Bagi sahabat dermawan yang ingin berpartisipasi dalam patungan untuk penyediaan gerobak dermawan bisa melalui link berikut: https://malang.indonesiadermawan.id/GerobakDermawan

ACT Malang luncurkan Gerakan Bangkit Bangsaku

Peluncuran gerakan ACT Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kondisi bangsa yang kian terpuruk akibat pandemi berdampak pada semua lapisan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Malang Raya pada khususnya.

Kondisi peningkatan kasus positif corona melahirkan era kenormalan baru yang membuat keseharian masyarakat berubah total. Termasuk dalam sektor ekonomi yang mulai terhambat, banyak karyawan di PHK dan dirumahkan, usaha dan bisnis terpaksa gulung tikar hingga pada berhentinya pemenuhan penghasilan.

Melihat realita yang semakin mengkhawatirkan, ACT Malang melaunching Gerakan Bangkit Bangsaku Rabu (15/10) di Aula Malang Strudel, Jalan Semeru, Klojen.

Spirit dari Gerakan Bangkit Bangsaku adalah upaya bersama penyelamatan sekaligus penyebaran semangat optimis di tengah kondisi ini. Bersama seluruh elemen bangsa, gerakan ini berikhtiar mengatasi ancaman resesi, kelaparan, kemiskinan, sekaligus membangun kemandirian masyarakat.

“Kami ingin mengajak semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang berjamaah dan Bersatu untuk membersamai serta mengentaskan permasalahan yang menjerat kondisi bangsa saat ini,” ucap Diki Taufik Sidiq Branch Manager ACT Malang.

“Hanya satu kunci agar kita bisa keluar dari jerat permasalahan ini, yaitu bersatu saling menguatkan dan memberikan solusi dalam bentuk aksi nyata membersamai mereka,” ucap Diki saat mendeklarasikan peluncuran Gerakan Bangkit Bangsaku.

Gerakan Bangkit Bangsaku dalam praktiknya akan fokus terhadap tiga sektor besar vital yang membutuhkan penangan segera yaitu sosial, ekonomi dan kesehatan. Pada sektor sosial ACT akan terus menopang kebutuhan pokok masyarakat, khusunya pemenuhan pangan melalui berbagai program unggulan antara lain Operasi Pangan Gratis, Operasi Makan Gratis, Operasi Warung gratis dan sebagainya.

Pada sektor ekonomi, ACT terus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha mikro dan ultra mikro agar tetap mampu bertahan ditengan krisis ekonomi yang melanda. Sedangkan disektor kesehatan, ACT malang terus melakukan Langkah preventif guna mencegah penyebaran wabah corona dengan melakukan aksi desinfektan, penyediaan APD bagi tim medis dan dukungan pemenuhan nutrisi bagi tenaga kesehatan.

Peluncuran Gerakan Bangkit Bangsa di Cabang Malang merupakan serangkaian launching yang serentak dilakukan di semua cabang ACT di Indonesia, dengan mengundang berbagai stakeholder antara lain korporasi, komunitas, pelaku usaha, LAZ dan awak media.

Selain itu pada peluncuran ini diisi penyampaian materi dari beberapa Tokoh Publik yaitu Prof. Ir. Dr. Hariyadi, MP sebagai pakar pertanian, Coach Askan Setiabudi sebagai motivator dan mentor UMKM di Malang raya, serta ustaz Hendra Ubay tokoh dai muda Malang Raya.

Harapannya setelah gerakan ini diluncurkan akan semakin banyak partisipasi berbagai pihak yang ikut andil dalam menangani permasalah ini.

“Semoga dengan diluncurkannya gerakan ini di Malang, semoga akan semakin luas dan besar gelombang partisipasi public untuk ikut serta mengentaskan permasalahan bangsa, khususnya saudara kita di Malang Raya,” tutup Diki.(der)

Single Baru Benzjawa, ‘Konco Gowes’ Ajak Masyarakat Gemari Olahraga

Benzjawa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band asal Kota Malang, Benzjawa, meluncurkan single baru. Grup beraliran Pop Jawa ini memperkenalkan lagu ‘Konco Gowes’. Tembang ini dirilis lewat Micvi Entertainment, label asal Jakarta.

Benzjawa berkolaborasi dengan youngpreneur Safira Lestari untuk melahirkan lagu ini. Vokalis Benzjawa, Harvi mengatakan inspirasi lagu berasal dari Safira. Dari ide awal ini, Donny, gitaris Benzjawa mengkreasikan melodinya.

“Semua berawal dari pertemuan kami dengan Safira. Kami bertemu di rumah mas Puguh, eksekutif produser Benzjawa. Ide lagu berawal dari obrolan santai di masa pandemi,” ujar Harvi, Rabu (7/10).

Safira mengajak Benzjawa melahirkan lagu bertema ajakan hidup sehat. Ide tersebut dikombinasikan dengan tren gowes saat ini. Sekalian, tema itu digabung dengan eksplorasi wisata Malang Raya. Lirik dan melodi pun tercipta. Draft lagu tersebut difinalisasi dan akhirnya menjadi single Benzjawa.

Untuk menambah spirit lagu Konco Gowes, video klip pun diproduksi. Safira kembali terlibat dalam produksi video klip Konco Gowes. Sutradara video klipnya adalah Eko Polenk, dari Hypnocreative Media. Syuting video klip digelar di beberapa kawasan Malang Raya. Terutama, sejumlah lokasi wisata.

Sebut saja, jalur pemandian air panas Cangar. Lalu, Alun-Alun Tugu dan kawasan Kayoe Tangan. Serta, rute Jalur lintas Selatan (JLS). Video klip menggambarkan semua lokasi itu dari perspektif pesepeda. Harvi merinci, ada pantai yang dijadikan focal point video klip.

“Lokasinya ada di Camping Ground, Pantai Jolangkung,” sambung Harvi.

Di sana, video klip menggambarkan pesepeda beristirahat usai nggowes. Tenda untuk camping pun didirikan di pinggir pantai. Harvi menegaskan, pandemi bukan alasan untuk tidak hidup sehat.

“Kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat. Salah satu caranya, adalah berolahraga sepeda,” tutup Harvi.(der)

Hutan Hujan Kritisi Perilaku Netizen Lewat Single Pancaroba Peradaban

Hutan Hujan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Lewat single terbaru bertajuk “Pancaroba Peradaban”, Hutan Hujan sekilas menyampaikan sebuah amarah. Kuintet asal Malang ini menumpahkan segala keluh kesahnya tentang perilaku manusia media sosial atau disebut warganet (netizen)

Single anyar ini, membuat Hutan Hujan seolah melepas ‘busana’ folk mendayu-dayu yang dipakainya. Coba simak single sebelumnya yang bertajuk “Jatuh Rindu” serta album pertama mereka Hutan Hujan (2018), terasa berbeda, bukan?

Hal itu diakui Penulis Lirik Pancaroba Peradaban, Sigit Prasetyo. Bahwa single itu terinspirasi dari kekacauan hari-hari ini.

“Liriknya adalah keluh kesah perubahan perilaku manusia di era digital sekarang ini. Manusia lebih berani berekspresi dan berucap kata tanpa mempedulikan lawan bicaranya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, fenomena tersebut bisa jadi belati bermata dua, di satu sisi mengungkapkan kejujuran. Tapi di lain sisi satu kata dapat membunuh perasaan orang lain dengan atau tanpa disadari.

“Tak heran jika belakangan timeline media sosial kita penuh dengan umpatan dan caci maki dari sesama warganet,” imbuhnya.

Hal itu diamini Gitaris Hutan Hujan, Edy Priono. Bahwa penulisan lirik, melodi, hingga aransemen dari lagu inipun tak memerlukan waktu lama untuk dimanifestasikan menjadi karya utuh.

“Mungkin karena kami juga sudah satu frekuensi,” tutur Edy.

Sedikit lebih dalam tentang sisi aransemen dan musik, “Pancaroba Peradaban” lebih kaya dengan perubahan nada, tempo dan birama. Lompatan-lompatan ketukan dari 6/8 menjadi 4/4 dengan balutan nada-nada timur tengah khas Ottoman membuat progresi dan groove lagu ini berbeda dengan kebanyakan musik yang sedang beredar di pasaran hari ini.

Video musik Pancaroba Peradaban dapat dinikmati di Channel YouTube Hutan Hujan mulai 30 September 2020. Bersamaan dengan itu, akan dirilis secara berurutan di toko digital hingga radio-radio di Indonesia. Sebelum dirilis resmi, Hutan Hujan juga telah mengunggah proses di balik layar dan produksi lagu ini, sehingga para pendengar dapat melihat bagaimana penciptaan karya itu terjadi.(der)

Pererat Persaudaraan Sekaligus Unjuk Skill, GM FKPPI Kota Malang Gelar Futsal Bareng

Ketua FKPPI Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri kegiatan Futsal Bersama, Minggu (4/10/2020).

MALANGVOICE – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 75 Tentara Republik Indonesia (TNI), GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri) Kota Malang menggelar olahraga futsal bersama di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu, (4/10).

Ketua GM FKPPI Kota Malang Rudi Nugroho mengatakan, digelarnya kegiatan tersebut diharapkan antara pengurus bisa saling kenal satu sama lain. Karena itulah, dia menyampaikan kegiatannya bertajuk Selamat Datang Sahabat “Futsal Bersama”.

”Biasanya, organisasi itu antar pengurus tidak saling kenal. Karena itu, dengan kegiatan seperti ini, sambil olahraga, bisa saling kenal dan mempererat tali persaudaraan untuk organisasi kedepannya,” terangnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini juga agar ada kekompakan antar anggota organisasi. Baik saat dalam bekerja maupun berkegiatan di organisasi.

”Kalau bisa kerja bareng dan berkegiatan bareng. Tentunya akan lebih indah. Sehingga nilai persahabatan itu tidak hanya terbatas pada organisasi masing-masing,” tuturnya.

Oleh sebab itulah, Rudi menyampaikan kegiatan tersebut digelar dengan begitu guyubnya. Dia menyampaikan ada tujuh tim futsal dengan total kurang lebih ada 100 orang.

”Ada tujuh tim yang ikut tadi dengan kurang lebih ada 100 orang. Tapi, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Karena saat ini masih dalam kondisi pandemic Covid-19,” ungkapnya.

Sementara, Ketua FKPPI Kota Malang Sofwan Edi Jarwoko mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan daripada GM FKPPI Kota Malang tersebut. Namun demikian, paling utama menurutnya perannya organisasi dalam mewarnai aktivitas Pemerintah Kota Malang.

”Peran pemuda kedepannya bagaimana dalam mewarnai aktivitas Pemerintah Kota Malang. Seperti menjembatani program-program pemerintah yang belum sampai di Masyarakat,” ungkapnya.

Terutama tentang informasi pandemi Covid-19 atau virus corona. Salah satunya ikut berperan dalam mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

”Tidak terkecuali terkait penghijauan. Sekalipun malang ini daerah pegunungan dan ketinggian. Tapi, menjaga kelestarian tetap harus dilakukan,” terangnya. (Der)

FSI Melebar ke Malang Selatan, Donatur dari Libya

Komunitas FSI. (istimewa)

MALANGVOICE – Gerakan sosial Food Sharing Indonesia (FSI) yang digagas oleh dua perempuan muda, Shella Sabillah Alamri dan Dian Ayu Antika Hapsari semakin melebar.

Sebagai informasi, FSI merupakan gerakan sosial dengan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk membantu sesama. Salah satunya adalah berbagi nasi kotak setiap Jumat kepada dhuafa, fakir miskin dan orang membutuhkan lainnya.

FSI yang usianya belum genap satu bulan ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumat (4/9), lokasi penyebaran nasi kotak tidak hanya di Kota Malang saja. Namun sampai ke Kepanjen dan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Salah satu founder FSI, Dian Ayu Antika Hapsari atau yang akrab disapa Tika menyebutkan, nasi kotak donasi dari para donatur dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar Jalan Trunojoyo, Kepanjen hingga ke Pasar Gondanglegi. Kali ini FSI tidak bergerak sendiri. Melainkan dibantu seorang volunteer dari Yayasan Galeri Kreatif, Muzeki.

“Kami menyisir jalan-jalan. Melihat bapak tua tukang becak, pemulung, gelandangan atau orang gila kami beri nasi kotak. Alhamdulillah mereka senang bahkan ada yang langsung dimakan,” kata Tika.

Bahkan, lanjut perempuan yang juga berprofesi sebagai MC ini perkembangan menggembirakan juga bukan hanya dari wilayah jangkauan mereka yang semakin luas. Melainkan donatur yang antusias dengan gerakan sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder orang-orang yang membutukan itu.

Bahkan donaturnya ada yang dari Australia dan Libya. Pekan ini, salah seorang teman Tika asal Libya, Ali Matuq berkontribusi dengan memberikan donasi puluhan nasi kotak. Total ada 45 nasi kotak hasil donasi yang sudah didistribusikan hari ini.

“Jadi teman saya ini sudah tinggal di Indonesia sejak 2015. Dia ambil program magister dan doktoral bidang hukum syariah di universitas negeri yang ada di Jawa Timur. Matuq antusias join sejak minggu lalu. Dia masak sendiri masakannya pagi-pagi tadi, dia packing dan kerjakan semua sendiri. Pagi-pagi pukul 06.00 dikirimkan ke tempat saya, masyallah,” beber Tika.

Sementara itu, founder lain, Shella menjelaskan, donatur juga berasal dari Australia. Donatur dari Australia biasanya bukan hanya sedekah untuk berbagi nasi. Namun juga untuk anak yatim. Bahkan yang membuat Shella kaget, haru dan bahagia adalah ada salah satu donatur dari Australia yang mengamanahkan uang sebesar Rp 5 juta kepada FSI.

“Alhamdulillah donasi dari Australia cukup banyak. Baru-baru ini saya kaget setelah Tika menginformasikan ada orang yang donasi Rp 5 juta. Amanahnya, dibagikan kepada anak yatim dan alhamdulillah sudah kami sampaikan,” tegas alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini. (Der)

MPM Honda Jatim Sosialisasikan New AHMBS 2020 Bersama Alumni

MPM Honda Jatim Sosialisasikan New AHMBS 2020 Bersama Alumni. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama alumni AHMBS (Astra Honda Best Student) mulai mensosialisasikan AHMBS 2020 dengan konsep baru. Sosialisasi ini dilakukan melalui siaran live Instagram @mpmhondajatim.

Pada kesempatan kali ini sosialisasi dilakukan dengan mengajak Fajar Ananda Saputra alumni AHMBS 2017 yang berhasil menjadi runner up 4 di tingkat nasional (28/8).

Bertempat di Rider Cafe MPM Malang, Fajar membagikan pengalaman selama mengikuti AHMBS dan juga setelahnya.

“Berkat ikut AHMBS, saya jadi bisa masuk ke Universitas Negeri Malang lewat Jalur Mandiri. Dan ilmu yang didapatkan seperti teknik presentasi saya pergunakan sampai sekarang ini di dalam bisnis yang saya jalankan sehingga bisa menyakinkan klien saya,” kata Fajar

Selain Fajar, sebelumnya alumni AHMBS 2018 dan Best of The Best AHMBS 2018 Nasional, Azizatus Sa’diyah juga berbagi pengalaman serta tips lewat siaran Instagram @mpmhonfajatim dan @sahabat1hati pada 13 Agustus 2020.

“Harapannya dengan lewat kompetisi AHMBS 2020, generasi muda di area kami mendapatkan kesempatan besar untuk berprestasi di bidangnya dengan cara yang kreatif, dan diharapkan bisa berkompetisi, berprestasi hingga ke seleksi tingkat Nasional,” kata Vinensia Kenanga selaku Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim

Dalam kegiatan berbagi pengalaman dari alumni bisa menjadi insporasi bagi para siswa yang ingin mengikuti AHMBS. Lewat AHMBS Honda mengajak para siswa menggali inspirasi dan motivasi para alumni yang sukses setelah AHM Best Student baik di bidang pendidikan, pekerjaan, maupun wirausaha.

Mereka bisa menyimak pengalaman seru dan tips dari para alumni tersebut dalam siaran Instagram Live @sahabat1hati dan @mpmhondajatim.

PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT. Mitra Pinasthika Mulia (mPM Honda Jatim) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT menggelar kompetisi AHM Best Student 2020 dengan konsep baru yang lebih menantang bagi para pelajar setingkat SLTA (SMA/SMK/MA/MAK) semua jurusan.

Kompetisi yang mengangkat tema Satu Hati Menuju Indonesia Maju ini menjadi bentuk komitmen kuat AHM dan MPM Honda Jatim untuk tetap mendorong lahirnya sumber daya manusia muda yang unggul kendati di masa sulit menghadapi pandemi Covid-19.

Memasuki tahun pelaksanaan ke-18, AHM Best Student terus disempurnakan untuk memberi manfaat lebih bagi peserta maupun penerima manfaat di sekitarnya. Pada tahun ini, AHM Best Student hadir dengan konsep pelaksanaan baru yang menyesuaikan dengan proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di dunia pendidikan saat ini. Keseluruhan proses kompetisi mulai dari sosialisasi, seleksi, kegiatan pengayaan ilmu, hingga penganugerahan pemenang dilakukan secara daring.

Puncak AHM Best Student akan berlangsung pada bulan November yang akan dikemas dalam acara menarik dan menginspirasi bagi anak muda untuk berpikir kreatif bagi kemajuan bangsa.(der)

Rayakan Kemerdekaan RI, Pemuda Pujon Lor Pilih Berbagi ke Kaum Difabel

Berbagi di Pujon Lor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Perayaan peringatan kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia tak harus dirayakan dengan beragam lomba unik, namun juga bsia dilakukan dengan berkegiatan sosial.

Seperti yang dilakukan beragam kelompok karang Taruna di desa Pujon Lor, Kabupaten Malang yang memberi bantuan kepada kaum penyandang disabilitas.

Kegiatan pada Minggu (23/8) lalu, pihak Heppiii Community berkolaborasi dengan 9 Karang Taruna desa Pujon Lor binaan Heppiii Community yang bersinergi dengan Pemerintah Desa membagikan bantuan langsung berupa sembako kepada kaum difabel di sana.

Dalam kesempatan ini, Heppiii Comunity menggandeng beberapa komunitas binaan. Ada 9 komunitas binaan yang membantu kegiatan yang sangat positif itu, diantaranya komunitas Liberty, Barselo, Sekawan, G12, Aertwoll, G11, G24, Kampoeng Sembilan, serta Metamorfosis 23.

Menurut Pembina Heppi Community wilayah Kecamatan Pujon, Indi Sulistio para pemuda di desa ini ingin memberikan warna lain di Hari Ulang Tahun ke-75 Republlik Indonesia dengan memberikan bantuan kepada kaum difabel yang tergabung dalam komunitas DC2 atau Difable Creative Community.

“Kesembilan Karang Taruna Desa Pujon Lor yang berkolaborasi tersebut menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat penyandang disabilitas di Desa Pujon Lor. Selain memberikan baksos, tentunya akan sangat mendongkrak support moriilnya dengan lebih mempedulikan mereka,” kata Indi Sulistio Pembina Heppiii Community.

Lebih lanjut Indi mengatakan total bantuan yang diberikan kepada kaum difabel yang ada di wilayah Pujon Lor ini berjumlah 40 paket.

Indi berharap, bantuan paket sembako tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima dan bisa menginspirasi bagi setiap golongan atau perusahaan lain agar kedepan bisa memberikan bantuan seperti yang dilakukan oleh Heppiii Community serta komunitas sosial binaannya.(der)

Konser Virtual HUT Arema Sukses Trending, Ditonton 74 Ribu dari Berbagai Penjuru Dunia

Konser virtual HUT Arema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gelaran konser virtual d’Kross-Aremania berkolaborasi dengan Swara Narwastu, Senin (10/8) malam, sukses digelar.

Bahkan, acara yang dirayakan untuk memeriahkan HUT ke-33 Arema ini menjadi trending di media sosial, salah satunya YouTube.

Live streaming konser perayaan HUT ke-33 Arema bertajuk “Jangan Kemana-mana, Aremania Ada Dimana-mana” itu disaksikan hampir 74.000 viewers dari seluruh penjuru dunia.

Selain disiarkan live melalui channel Arema FC Official TV, konser yang berlangsung 2,5 jam itu juga dapat disaksikan melalui jaringan Times Indonesia, Surya -Tribun Jatim, ePro dan media partner lainnya.

Ade d’Kross membawakan lagu. (Istimewa)

Dari kolom komentar Youtube, penonton konser berasal dari Sabang sampai Merauke. Ada yang dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Karawang, Pemalang, Pati, Semarang, Madiun, Lumajang, Pasuruan, Wonogiri, Banjar, Mahakam Ulu hingga Makassar.

Aremania-Aremanita serta Arek Malang perantauan di luar negeri juga tak mau ketinggalan. Ada yang menyaksikan dari Malaysia, Hongkong, Korea bahkan hingga Eropa.

Ketua Panitia Kegiatan Baksos & Virtual Concert HUT ke-33 Arema, Rahmat Mashudi Prayoga menyebut, suksesnya acara tak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak.

“Terima kasih untuk para pengisi acara, mulai dari nawak-nawak d’Kross dan frontman Sam Ade Herawanto, Swara Narwastu, Kapusdik Brimob Lemdiklat Polri; Kombes Pol AW Kolopaking dan jajarannya, tim ePro, PWI Malang Raya dan rekan-rekan media partner, seluruh sponsor dan panitia yang terlibat dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Umak hebak mbois,” ujar Yoga, sapaan akrabnya.(der)

Lagu Jegal Sampai Gagal, Berry Minor – Tyzee Serukan Tolak RUU Omnibus Law

Berry Minor (ist)

MALANGVOICE – Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi dengan berbagai cara. Salahsatunya dilakukan musisi Berry Minor melalui single terbarunya berjudul ‘Jegal Sampai Gagal’, rilis 11 Agustus 2020.

Konsisten di jalur Hip Hop Retorika, Berry Minor kali ini menggandeng Rapper Taufan aka Tyzee. Lagu Jegal Sampai Gagal mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mengamati dan mendampingi proses pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Sebab, kuat dugaan RUU tersebut cenderung merugikan keberadaan kaum buruh. Sedangkan paling diuntungkan hanya investor atau pemilik modal.

“Proses perancangan dengan mekanisme yang lebih baik dan berpihak pada buruh harus dikawal. Bukan malah timpang, lebih condong ke kepentingan pemilik modal dan pelaku usaha besar,” kata Fahzlurr Berry Almustapha.

Lagu ini, lanjut dia, terdapat beberapa poin seruan dan tuntutan. Diantaranya, menolak upah pekerja dengan hitungan perjam. Menolak adanya penghapusan jaminan keuangan cuti hamil, dan seterusnya. Pada intinya, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya memuluskan kepentingan penguasa tanpa memperhatikan kualitas dan kesejahteraan pekerjanya.

“Kebijakan ini bisa saja menjadi momok untuk pekerja. Bahkan disinyalir dapat dimanipulasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan regulasi tersebut untuk menghindari upah minimum,” bebernya.

Berry berharap, mengawasi dan mengontrol arah kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, tak terkecuali generasi muda dan pelaku seni pada khususnya.

“Sebagaimana dikatakan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan. Mengamati kebijakan pemerintah bukan tugas aktivis saja,” pungkasnya.

Lagu video lirik Jegal Sampai Gagal ini bisa disimak di kanal YouTube Kadit Rudit https://youtu.be/Do8pDNwugrY. Merupakan wadah anak muda pelaku musik hiphop di Kota Malang yang juga mendukung sistem demokrasi di Indonesia agar lebih baik dan adil.(der)