Segar, Nikmati Es Campur Tempo Doeloe Saat Buka Puasa

Es Campur Tempo Doeloe. (Lisdya)

MALANGVOICE – Untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa, berbuka dengan yang manis sangat dianjurkan. Apalagi minum es doger.

Hm pasti Anda sudah membayangkan bukan? Ya, puasa saat musim kemarau ini membuat kita merasa haus. Nah, kali ini MVoice merekomendasikan es doger legendaris dari Kota Batu.

Terletak di Jalan Gajah Mada Kota Batu, sejak berpuluh-puluh tahun es ini buka. Meski begitu, cita rasa es ini tetap bertahan loh.

“Saya berjualan sejak tahun 1954,” ujar Pemilik kedai es doger, Mohammad Said.

Dikenal dengan Es Campur Tempo Doeloe atau Es Campur Pak Said ini setiap harinya tak pernah sepi pengunjung.

“Mulai dari pertama jual ya nggak ada yang berubah. Pengunjung banyak, apalagi saat puasa seperti ini,” kata pria 81 tahun ini.

Uniknya, meski telah berjualan berpuluh tahun, Said tetap menggunakan gerobak kesayangannya. “Nggak usah pakai warung, orang-orang sudah hafal,” katanya sembari tersenyum.

Semangkuk Es Campur ini disajikan dengan berbagai potongan roti, agar-agar, mutiara, tape ketan, kolang kaling, sirup merah dan susu yang sangat memikat pembeli. Dalam satu hari, ia dapat menjual hingga 300 porsi seharga Rp 5 ribu.

“Segitu sudah murah, kalau mahal nanti nggak ada yang beli. Kalau anak sekolah yang beli, seikhlasnya mereka kasih berapa, kebanyakan dua ribu,” paparnya.

Es Campur Pak Said buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. (Hmz/Ulm)

3 Tempat Wisata Romantis di Surabaya Cocok untuk Bulan Madu

Danau angsa. (Istimewa)
Danau angsa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Surabaya memang kental dengan nuansa sejarah. Namun, siapa yang mengira bahwa di balik itu semua, Surabaya memiliki sejumlah destinasi wisata romantis yang cocok dikunjungi bersama pasangan.

Tak heran jika Surabaya menempati urutan lima besar kota tujuan bulan madu terfavorit di Indonesia.

Adapun sejumlah rekomendasi destinasi wisata romantis di Surabaya yang dapat Anda kunjungi bersama pasangan, antara lain sebagai berikut.

Danau Angsa Pakuwon City
Danau Angsa Pakuwon City merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam Surabaya dan nuansa romantis. Tempat wisata yang dapat Anda temukan di Jalan Kalisari Darma Selatan III Blok H3 Nomor 1, Kalisari, Mulyorejo, Surabaya, ini sangat cocok untuk bersantai. Sejauh mata memandang, Anda akan melihat deretan pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Udara yang bersih akan membuat tubuh dan pikiran Anda lebih segar.

Satu hal yang tak boleh Anda lewatkan selama berada di tempat ini adalah mengunjungi Danau Angsa. Meskipun berukuran kecil, danau ini sangat cantik. Tak heran jika danau ini selalu menjadi buruan pencinta fotografi. Ajak pasangan untuk menyaksikan sekumpulan angsa di tepi danau sembari berbincang menunggu datangnya sunset yang luar biasa indah.

Taman Pelangi
Tempat wisata selanjutnya yang tak kalah romantis adalah Taman Pelangi. Taman yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 138, Gayungan, Surabaya ini menawarkan pemandangan eksotis di malam hari. Di tempat ini, Anda akan menemukan taman kecil yang dihiasi pepohonan dan berbagai jenis bunga. Selain membuat tampilan taman lebih cantik, udara pun menjadi lebih segar dan sejuk.

Taman yang didesain menyerupai ruas daun ini akan sangat indah dan semarak di malam hari. Suasananya pun romantis, sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati keindahan Kota Surabaya bersama pasangan. Asyiknya lagi, taman ini dapat Anda kunjungi selama 24 jam penuh.

Restoran 1914
Setelah puas berjalan-jalan, ajak pasangan menikmati santap malam di Restoran 1914. Restoran yang juga dikenal sebagai The Consulate ini dapat Anda temukan di Jalan Darmokali No. 10, Surabaya, Jawa Timur.

Sesuai dengan namanya, restoran yang dibangun pada tahun 1914 ini mengusung konsep klasik nan cantik dengan desain minimalis dan nuansa yang menyenangkan. Tempat yang cocok untuk menghabiskan malam bersama kekasih hati.

Bagi pencinta kuliner Eropa dan makanan Asia, khususnya makanan Jepang, restoran ini wajib Anda kunjungi. Nikmati makan malam romantis bersama pasangan sembari menyantap makanan lezat. Tersedia beragam menu yang menggoda selera, seperti Wagyu Steak, Kimchee Soup, Chicken Gyoza, Salmon Miso, Black Angus, Lobster Edamame Soup, Gindara, dan menu andalan Tenderloin Steak.

Demikianlah informasi mengenai sejumlah tempat wisata romantis di Surabaya yang dapat Anda kunjungi bersama pasangan. Agar rencana liburan atau bulan madu Anda lancar tanpa hambatan, pastikan untuk booking hotel di Surabaya sejak jauh hari. Pesan hotel via aplikasi Airy Rooms.
yang dapat Anda unduh gratis melalui App Store atau Google Play Store. Selamat berlibur! (Der/Aka)

Berusia Dua Abad, Ini Masjid Tertua di Kota Batu

Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu, Minggu (12/5). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Masjid Jami Al Muchlisin yang terletak di Jalan Lahor, Desa Pesanggrahan Kota Batu merupakan masjid tertua di Kota Batu. Tempat ibadah umat muslim ini sudah berusia sekitar dua abad. Dan masjid ini dibangun pertama kali oleh KH. Zakaria tahun 1827.

Pengasuh Pesantren Rakyat Kota Batu, Ulul Azmi mengatakan jika masjid ini merupakan saksi bisu menyebaran agama islam di Kota Batu yang akrab dijuluki ‘De Kleine Zwitserland’.

“Masjid Jami Al Muchlisin dulunya berupa joglo dan bentuknya pun sama seperti kebanyakan masjid di Demak,” ujarnya kepada MVoice

“Ciri khas masjidnya memiliki beberapa tiang penyangga,” imbuhnya

Lebih lanjut Azmi mengatakan jika masjid itu menjadi media penyebaran Islam di kawasan Batu. Pada saat itu, Islam memang belum menjadi agama mayoritas di kawasan tersebut.

Azmi menyatakan, saat ini bangunan masjid memang sudah tidak lagi seperti saat pertama kali didirikan.

”Memang banyak perubahannya. Apalagi, masjid itu sudah direnovasi sebanyak empat kali,” beber pria yang juga kepala MI Darul Ulum itu.

Dia memaparkan, empat kali renovasi tersebut terjadi mulai 1950-an. Kemudian dilanjutkan pada 1980-an. Namun, dua kali renovasi belum mengubah bentuk masjid secara total.(Der/Aka)

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin, Padukan Kultur Sunan Kali Jaga-Cheng Ho

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin yang terletak di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu
Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin yang terletak di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu (ayun)

MALANGVOICE – Konstruksi Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin tergolong langka. Umumnya, model bangunan masjid terinspirasi dari satu tokoh yang berjasa kala itu. Namun, masjid di Jalan Sekar, Desa Pandanrejo, Kota Batu itu memadukan kultur dua tokoh yakni, Sunan Kalijaga dan Cheng Ho.

Masjid Jami’ Daarul Muttaqiin tidak sekadar menjadi tempat ibadah. Tapi, juga menjadi pusat berbagai kegiatan, seperti kegiatan belajar mengajar, juga ekonomi.

Ketua takmir Masjid Warnan Tarnidi menceritakan, masjid tersebut dibangun kali pertama sekitar 1957 lalu. Keberadaannya tidak seperti saat ini yang sudah beberapa kali direnovasi.

”Dulu masih kurang bagus dan kecil. Tapi, selalu dijadikan pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya kemarin.

Masjid yang dibangun di lahan seluas 320 meter itu sudah kali ketiga direnovasi. Renovasi pertama pada 1968 silam. Kemudian renovasi kedua pada 1984.

”Renovasi yang terakhir ini pada 2014. Dan hingga sekarang tidak ada perubahan lagi,” ungkap Tarnidi yang juga komite di SMKN 2 Kota Batu itu.

Dari tiga kali renovasi itu pun tentu diakuinya mengalami perubahan total. Meski begitu, dalam setiap perubahannya tidak pernah melupakan filosofi dan sejarahnya. Tetap terilhami dari bangunan tempat ibadah masa Sunan Kalijaga dan Cheng Ho.

”Kami padukan dua unsur itu. Karena menurut kami, dua orang itu (Sunan Kalijaga dan Cheng Ho) sangat berjasa dalam perkembangan Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Sunan Kalijaga merupakan wali yang berperan penting dalam masuknya Islam di tanah Jawa. Sedangkan adanya ornamen Tiongkok dikarenakan para Wali Sanga diyakini memiliki darah keturunan China daratan. ”Itulah yang ingin kami tularkan di bangunan ini. Agar mengalir dalam setiap sisi bangunan,” tuturnya.

Perpaduan dua tokoh dalam bangunan masjid tersebut bertujuan mengingatkan kembali sosok Sunan Kalijaga dan Cheng Ho kepada masyarakat.(Der/Aka)

Lima Spot Romantis di Malang yang Wajib Dikunjungi Bersama Pasangan

Spot foto Coban Rais. (Tempatrekreasi.id)

MALANGVOICE – Liburan bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menyempatkan waktu untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata menarik dan merencanakan aktivitas yang mengesankan untuk dilakukan berdua. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata romantis dengan orang tersayang, lima tempat wisata di Malang berikut bisa dijadikan rekomendasi utama.

Nyatakan “I Love You” di Bukit Bulu Coban Rais

Berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota, Bukit Bulu Coban Rais menghadirkan suasana romantis lewat landskap perbukitan dan ruang terbuka hijau yang teduh. Di objek wisata ini juga terdapat sejumlah ayunan kayu dan sebuah air terjun yang sering dijadikan sebagai spot untuk berfoto.

Namun, spot paling terkenal di Coban Rais adalah platform kayu yang membentuk huruf “I”, sebuah hati, dan huruf “U”. Tiga platform yang bersisian tersebut bisa menjadi spot berfoto bersama pasangan untuk menyampaikan ungkapan “I love you” atau “I heart you”. Romantis, bukan?

Menyusuri hamparan bunga cantik di Taman Bunga Selecta

Ingin mengungkapkan rasa cinta dengan bunga? Daripada memberi sekuntum atau sebuket bunga, Anda bisa mengajak pasangan untuk menyusuri hamparan luas penuh bunga di Taman Bunga Selecta.
Berlokasi di kawasan Kota Wisata Batu, taman bunga ini memiliki ratusan koleksi bunga dari beragam jenis dan warna. Selain bisa berfoto di tengah hamparan bunga yang cantik, Anda dan pasangan juga bisa menyusuri lokasi wisata dengan menggunakan Sky Bike di lintasan yang tersedia.

Bercengkerama di rumah pohon Omah Kayu

Tempat wisata romantis lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Omah Kayu, yakni jejeran rumah pohon yang berada di kawasan Gunungsari, Bumiaji. Di tempat ini, Anda dan pasangan bisa menghabiskan waktu berdua di atas rumah pohon sambil menikmati sejuknya udara di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Menikmati pemandangan kota dari ketinggian di Bukit Wisata Paralayang

Di lokasi yang sama dengan objek wisata Omah Kayu, terdapat satu destinasi liburan lain yang harus dikunjungi, yaitu Bukit Wisata Paralayang. Jika sudah puas menikmati suasana alam dari rumah pohon di Omah Kayu, Anda bisa berpindah ke Bukit Wisata Paralayang untuk menyaksikan pemandangan kota dari area yang lebih tinggi.

Selain panorama kota, Anda juga bisa menonton atlet paralayang yang biasa berlatih di kawasan tersebut. Saat senja, bukit wisata ini banyak dipilih wisatawan sebagai spot terbaik untuk menyaksikan momen matahari terbenam.

Makan malam romantis di D’Fresh SkyGarden Resto

Sebagai penghujung perjalanan wisata Anda dan pasangan di Kota Malang, makan malam di venue romantis akan jadi pilihan yang mengesankan. Skygarden Resto yang berada di bilangan Mojolangu adalah salah satu lokasi restoran yang menawarkan momen makan malam romantis. Dengan konsep dekorasi taman dan furnitur bernuansa alam, makan malam Anda bersama pasangan tentu akan menjadi suatu momen yang sulit dilupakan.

Itulah lima ide wisata romantis yang bisa dilakukan saat berlibur di Kota Malang. Untuk melengkapi momen liburan romantis bersama pasangan, Anda bisa memesan hotel di Malang melalui aplikasi atau situs Airy.

Jaringan hotel bujet terbesar di tanah air ini menyediakan penginapan berfasilitas lengkap, namun tetap menawarkan harga yang terjangkau. Tujuh jaminan kenyamanan yang ditawarkan meliputi televisi layar datar, shower air hangat, hingga WiFi dan air minum gratis. Dengan beragam fasilitas yang tersedia, Anda pasti tidak akan kecewa saat menginap di kamar hotel yang telah dipesan.

Bermain dengan Rusa di “Istana Negara”

Rusa kecil yang dilepas di wana wisata Legend Star, Jawa Timur Park 3, Kota Batu (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Layaknya berkunjung ke kediaman presiden Republik Indonesia (RI) di Bogor, kawasan wisata replika “Istana Negara” di Kota Batu ini juga menghadirkan rusa.

Wana wisata itu tepatnya berada di The Legend Star Jawa Timur Park 3. Wisatawan yang berkunjung bisa juga bermain dan memberi makan secara langsung rusa kecil.

Dari pantauan MVoice, keseruan dan keasyikan tampak dari wisatawan yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Dengan manjanya, rusa yang masih kecil itu dielus-elus dan diberikan makanan.

Sebanyak 14 rusa, pengelola Jatim Park 3 sengaja langsung menghadirkannya di kawasan replika Istana Negara yang dibuat sama persis dengan di Bogor. Jika sebelumnya rusa ini berada di dalam area khusus, kali ini dilepas bebas.

Terlihat, salah satu Rusa kecil sedang bergerilya menyambut pengunjung. Ia tengah berlarian di area luar pagar menyambut wisatawan yang membawa makanan untuknya.

“Tadinya agak takut, soalnya rusanya kan lari-larian. Tapi semakin lari dia terus datang, ternyata emang mau ngambil makanan yang aku bawa ini,” ungkap salah satu pengunjung asal Surabaya, Monica Anggun Pratiwi

Operational Manager The Legend Star JTP 3, Tossy Kusdianto mengatakan jika Rusa di area Istana negara memang kerap kali keluar sendiri. Karena masih kecil dan bisa melewati sela-sela pagar untuk bermain bersama pengunjung.

“Ya memang kalau yang kecil itu selalu keluar pagar, dan suka berlari-larian menyambut pengunjung wahana ini,” ujarnya.

Tossy menambahkan, jelang liburan sekolah dan lebaran rencananya semua rusa yang dimiliki The Legend Star akan dibuka buat pengunjung.

“Tapi memang rencananya sebanyak 14 Rusa yang kita miliki saat ini akan kita lepas. Sehingga nanti harapannya pengunjung mau menyatu dengan mereka, nggak takut lagi. Dan sebagai edukasi juga untuk mengenalkan rusa itu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Wana Wisata Gunung Banyak Terapkan Bayar Seikhlasnya

Salah satu spot di Taman Langit Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Khusus di hari Jumat, kawasan Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak di Kota Batu, menerapkan tiket masuk bayar seikhlasnya.

Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak, Bambang Harianto mengatakan dengan mengusung tema ‘Sinau (belajar) Kemesraan’, pengelola berharap bisa mengamati manusia modern dengan kemesraan terhadap alam dan seisinya.

“Ya, ini merupakan program yang baru kami mulai dengan mengusung tema sinau (belajar) kemesraan. Dengan tarif bayar seikhlasnya itu wisatawan bebas bermain dan swafoto sepuasnya di sana,” beber Bambang

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pembayaran dengan sistem seikhlasnya itu hanya berlaku khusus di hari Jumat saja. Alasan diberlakukan sistem ini karena ingin mengetahui bagaimana pola wisatawan yang hadir di sana.

“Kenapa kami berlakukan seperti ini ya karena ingin tahu manusia sekarang itu seperti apa. Sekaligus ingin tahu perilaku manusia modern saat ini,” imbuhnya,” imbuhnya.

“Dan karena tagline yang diusung adalah Sinau kemesran. Untuk saat ini masih dalam proses pembelajaraan, tentunya nantinya akan dievaluasi,” tutupnya.

Diketahui tiga lokasi objek wisata yang menerapkan pembayaran seikhlasnya, yakni Omah Kayu, Taman Langit, Jangkrik Manuk, yang berada di area wana wisata Paralayang Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Di area Taman Langit ada tempat Cangkruk Manuk atau Jangkrik Manuk di sana wisatawan bisa makan secukupnya dengan membayar seikhlasnya.

Kemudian untuk model bangunan yang disajikan berkonsep perpaduan bangunan Indonesia dan Eropa. Selain mengusung konsep itu, wisatawan juga bisa menikmati indahnya pemandangan alam perbukitan. Keindahan itu bisa disaksikan di bawah rerimbunan pepohonan.

Selain tempatnya yang unik dengan perpaduan tradisonal dan modern, kuliner yang disuguhkan juga tak kalah menarik. Kuliner tradisional yang disuguhkan seperti polo pendem, umbi-umbian, labu, pisang, dan berbagai jenis makanan lainnya.

Taman Langit merupakan tempat wisata yang menyuguhkan spot swafoto replika patung yang terbuat dari kawat dibentuk peri. Juga terdapat beragam jenis bunga. Selain itu di sana juga terdapat angsa raksasa seperti di negeri dongeng.

Sementara, di lokasi taman langit ini juga dilengkapi berbagai fasilitas menunjang bagi wisatawan seperti pedestrian, shelter dan spot swafoto. Lalu ada toilet serta cottage. (Der/Ulm)

Tambah Koleksi Foto di Spot Terbaik Kota Paris van Java

Orchid Forest Cikole. (22arahmadini.wordpress.com)

MALANGVOICE – Bandung dikenal dengan kota dengan banyak destinasi wisata, kuliner dan belanja. Tak ayal kota ini selalu banyak dikunjungi wisatawan.

Di Bandung Anda akan menjumpai destinasi yang menggabungkan keindahan alam pegunungan dan wahana atau fasilitas menarik.

Segera pesan tiket pesawat ke Bandung untuk menambah koleksi foto keren Anda dengan mengunjungi 5 tempat berikut.

Bird & Bromelia Pavilion

Mengenalkan burung pada si kecil di Bird & Bromelia Pavilion bisa jadi alternatif seru untuk aktivitas liburan keluarga. Bertempat di Pramestha Resort Town, taman burung ini merupakan salah satu wahana hiburan yang tersedia di sini. Terdapat lima zona yang mengelompokkan burung sesuai spesiesnya dengan jumlah 600 ekor jenis burung.

Dago Dream Park

Atmosfir khas Bali menyambut Anda setibanya di Dago Dream Park. Berada di perbukitan Lembang, Dago Dream Park punya berbagai wahana seru yang bisa Anda manfaatkan untuk berfoto. Misalnya, naik permadani terbang bak Aladdin dan Jasmine dengan latar hutan pinus lebat. Ada pula sky bike yang bisa Anda kayuh ke bagian tengah sling, sehingga saat difoto seolah tampak melayang.

Kampoeng Tulip

Tulip memang identik dengan Belanda. Di Kampoeng Tulip kamu bisa merasakan nuansa ala Negeri Kincir Angin itu tanpa perlu jauh-jauh terbang ke sana. Ragam spot foto seru tersedia di sini. Mulai dari kincir angin ikonik, rumah-rumah kecil dengan gaya pedesaan Eropa, atau mengayuh perahu bersama si kecil.

Rumah Guguk

Kalau kamu menyukai hewan kaki empat berbulu ini, Bandung punya Rumah Guguk sebagai destinasi wajib. Sebetulnya, Rumah Guguk adalah toko hewan peliharaan. Namun, selain membeli aksesori untuk anjing kesayangan, Anda juga dapat mampir ke bagian belakang rumah.

Ada kolam renang dan dekorasi penuh warna nan menggemaskan. Silakan berfoto dengan para anjing imut atau bercengkerama dengan anjing yang berukuran lebih besar dengan latar yang pastinya instagramable.

Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole, rumah bagi 157 spesies anggrek yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Bunga-bunga cantik tersebut mampu tumbuh dengan baik karena iklim Lembang yang sejuk. Selain menjadi tempat budidaya anggrek, Anda akan mendapati fasilitas outbound dan eko-edukasi.

Seru kan berfoto di 5 tempat wisata instagramable di Bandung? Langkah selanjutnya, Anda tinggal membuka aplikasi Airy untuk cari tahu harga tiket pesawat menuju Bandung. Tak perlu khawatir jika di tengah jalan ada perubahan rencana, fitur refund dan reschedule akan menyelamatkan liburan Anda. Temukan pula kemudahan merancang perjalanan bisnis dengan aplikasi yang sama. Satu hal yang pasti, semua transaksi pembelian Airy terjamin keamanannya dan bebas penipuan.(Der/Aka)

Akhir Pekan Liburan ke Kediri, Ada Destinasi Surganya Wanita di Dhoho

Jalan Dhoho. (kedirisupport)

MALANGVOICE – Bagi kebanyakan perempuan, berwisata dan belanja adalah satu paket. Di Kediri, ada tempat yang cocok bagi kaum hawa menghabiskan waktu. Jalan Dhoho namanya.

MVoice merangkum alasan Dhoho bisa disebut sebagai ramah perempuan, berikut penjelasannya.

Belanja Produk Fesyen dengan Beragam Harga dan Merek Sepuasnya

Ada berbagai produk fesyen yang ditawarkan toko-toko di kawasan Dhoho, seperti pakaian, sepatu, aksesori, bahkan makeup.

Kualitas barang di Jalan Dhoho bervariasi; ada yang asli, bermerek, atau kw. Harganya pun beragam. Nah, Anda tinggal belanja menyesuaikan kebutuhan dan bujet. Oh ya, kawasan ini bisa dibilang Malioboro-nya Kediri, lo!

Tidak hanya produk fesyen dan riasan, Anda juga bisa menemukan buku, kebutuhan rumah tangga, sampai kebutuhan sehari-hari. Lengkap deh!

Mencicip Nasi Pecel Pincuk dengan Rasa Maknyus

Saatnya mengisi perut setelah lelah belanja! Kawasan Jalan Dhoho dipenuhi berbagai kafe dan tempat makan. Cukup pilih saja mana tempat yang paling cocok untuk beristirahat dan bersantai.
Yang tak boleh ketinggalan jika datang ke sini adalah mencicip kelezatan nasi pecel pincuk. Kuliner ini adalah salah satu kuliner khas Kediri yang sangat populer di kawasan Dhoho.

Jangan lewatkan minta sambal tumpang pada penjualnya, ya. Sambal tumpang ini merupakan olahan fermentasi tempe yang bakal membuat makanan lebih maknyus! Pecel ini dihidangkan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk.

Mencari Penginapan Mudah Tanpa Harus Repot Keliling Kota

Tidak perlu panik jika Anda belum mendapat hotel untuk menginap. Kawasan Dhoho dipadati hotel dari berbagai kelas. Mulai kelas melati sampai berbintang, semua ada.

Mau lebih gampang, manfaatkan saja aplikasi Airy untuk mencari hotel di Kediri. Cara pesan kamarnya mudah, pilihan hotelnya banyak, harganya terjangkau pula. Belum lagi fasilitasnya lengkap dengan berbagai promo! Sempurna, kan?

Bosan Berdiam di Hotel? Saatnya Main ke Mal!

Perempuan biasanya mudah bosan dan butuh hiburan. Nah, Anda bisa mampir ke mal atau pusat perbelanjaan sekitar Jalan Dhoho. Ada Dhoho Plaza I, Dhoho Plaza II, Borobudur, dan Ramayana. Anda bisa jalan-jalan, makan, menonton film, dan tentunya belanja lagi!

Beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah
Selesai liburan, perempuan biasanya memikirkan masalah oleh-oleh. Nah, Jalan Dhoho ini merupakan salah satu pusat untuk membeli oleh-oleh di Kediri.
Jadi, tidak hanya belanja baju saja, Anda juga bisa membawa pulang aneka buah tangan khas Kediri, seperti stik tahu, keripik bekicot, gethuk pisang, tahu kuning, atau cokelat tempe.

Selesai liburan ke Kediri, Anda bisa melanjutkan liburan ke Blitar. Di sini juga banyak tempat wisata yang seru kok. Hotel di Blitar juga banyak; jadi jangan takut kalau tidak dapat tempat menginap. Selamat berlibur!
(Der/Ulm)

Tradisi Unik di Bandung yang Masih Ada

Adat Nuras Cai. (masyarakatsejarahkendan.blogspot.com)

MALANGVOICE – Perkembangan zaman mengubah kehidupan masyarakat di segala lini. Imbasnya, banyak tradisi leluhur yang tidak berlanjut karena dianggap merepotkan, kuno, hingga lantaran tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.

Meski teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, beberapa tradisi unik masih dilestarikan di Bandung. Bahkan, kaum muda pun turut berpartisipasi dalam menjaga kekayaan budaya bangsa ini.

Apa saja 3 tradisi unik yang masih dilakukan di Bandung? Mari simak bersama.

Tradisi Perang Tomat

Warga Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Lembang, Bandung Barat memperingati datangnya bulan Muharam dengan meriah. Mereka menggelar rangkaian acara sepanjang tiga hari berturut-turut.

Pada hari pertama dan kedua warga melakukan kegiatan ngaruat bumi dan pantun ruat. Baru pada hari ketiga, kegiatan rempug tarung adu tomat atau Perang Tomat dilakukan, sekaligus menjadi acara puncak rangkaian kegiatan tersebut.

Tradisi ini berawal dari keengganan pedagang menjual tomat-tomat yang dihargai sangat murah akibat pasokan berlebih. Lalu, muncul ide untuk memanfaatkan tomat tersebut. Dua kelompok saling berhadapan dan bersiap dengan baju pangsi hitam, topeng, dan tameng dari anyaman bambu. Saat tanda dibunyikan, kedua kelompok saling melemparkan tomat ke arah lawan.

Filosofi perang tomat ini adalah sebagai ajang membuang sifat buruk dalam diri seseorang. Biasanya, perang tomat berlangsung selama 30 menit. Usai perang berakhir, warga yang tadi saling berlawanan berkumpul dan menari dengan iringan musik tradisional Sunda. Uniknya lagi, sisa-sisa tomat yang bertumpahan di jalan tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dibersihkan dan dimanfaatkan kembali sebagai kompos.

Peringatan Wuku dan Mapag Taun Kampung Adat Cikondang

Bulan Muharam juga menjadi bulan istimewa bagi warga Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Pangalengan, Bandung. Tradisi peringatan Wuku dan Mapag Taun ini telah berlangsung selama empat abad.

Biasanya, warga mulai melakukan persiapan sejak tanggal 1-14 Muharam, seperti menumbuk beras dan memasak hidangan tradisional. Sehari jelang tanggal 15 Muharam, keturunan langsung leluhur Kampung Adat Cikondang akan membersihkan benda pusaka, seperti pisau, keris, dan tombak. Tepat pada tanggal 15 Muharam, upacara pemanjatan doa dan syukur kepada Allah SWT pun dilakukan.

Peringatan ini memang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kenikmatan yang diperoleh selama satu tahun terakhir. Selain itu, tradisi ini juga menjadi waktu berkumpul keturunan Mama Sepuh atau warga adat. Belakangan, peringatan Wuku dan Mapag Taun juga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Adat Cikondang.

Upacara Adat Nuras Cai

Warga Kampung Nenggeng, Desa Citaman, Nagreg, Bandung masih melaksanakan upacara adat Nuras Cai. Tradisi ini merupakan wujud ungkapan syukur kepada Sang Pencipta dengan cara merawat alam sekitar, terutama mata air yang menjadi sumber kehidupan. Dalam upacara ini, warga bergotong royong membersihkan mata air dan salurannya supaya air mengalir dengan baik.

Tradisi Nuras Cai telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat setempat sebagai upaya pemeliharaan sumber air. Tradisi ini juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Kerajaan Kendan pada abad ke-4 yang sekarang masuk wilayah Kampung Nenggeng. Oleh karena itu, pemerintah setempat juga mendorong berdirinya desa wisata di kawasan ini agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung menikmati tradisi warisan leluhur.

Anda tertarik untuk melihat langsung tradisi unik di atas? Jangan ragu, segera pesan tiket pesawat Citilink.

Bagi Anda yang baru kali pertama memesan lewat aplikasi, segala transaksi di Airy bebas dari penipuan dan terjamin keamanannya. Selain itu, jika Anda mengalami kendala, tersedia fitur refund dan reschedule agar perjalanan lebih fleksibel. Plus, Airy menawarkan layanan khusus bagi Anda yang melakukan perjalanan bisnis.(Der/Aka)

Komunitas