VIDEO: Konsep Tongkrongan Bernuansa Klasik dengan Pemandangan Indah di Bumiaji

MALANGVOICE – Konsep tongkrongan unik semakin menjamur di Kota Batu sebagai kota yang khas dengan pariwisatanya, seperti Kopi Sontoloyo.

Bertempat di Jalan Arjuno, Bumiaji, Kota Batu, Kopi Sontoloyo ini memberikan sentuhan nuansa klasik. Mulai dari interior, ornamen yang masih terlihat jadul alias zaman dahulu.

Kopi Sontoloyo ini memang baru dibuka, tapi tak pernah sepi pengunjung. Selain pemandangan yang mendukung, menunya juga lengkap. Tak hanya kopi, di sana juga menyediakan wedang jahe dan jamu serta aneka jajan.(Der/Aka)

Target 1,3 Juta Wisatawan, Selecta Siapkan Tiga Wahana Baru

Salah satu wahana yang ada di Taman Rekreasi Selecta (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Taman Rekreasi Selecta berupaya telah penuhi target kunjungan wisatawan sebesar 1,3 juta selama tahun 2018. Angka tersebut tetap menjadi patokan dan target kunjungan wisatawan di tahun 2019. Dalam upaya mengulangi sukses itu, Selecta kini sedang menyiapkan tiga wahana baru.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariadi mengatakan target kunjungan wisatawan justru melebihi estimasi yang ditentukan pihak manajemen. “Alhamdulillah target kunjungan yang ditargetkan terpenuhi. Bahkan melebihi estimasi,” katanya.

Meningkatnya kunjungan wisatawan dari tahun sebelumnya dikarenakan banyak faktor. Yakni penambahan spot foto dari tahun ke tahun. Dan itu masih menjadi daya tarik tingkat kunjungan wisatawan.

Begitu juga dengan peningkatan fasilitas di tahun 2018. Dengan menambah tiga spot foto baru. Di antaranya Orange Wall, White Umbrella dan Flying Flower. Serta meningkatkan fasilitas dengan memperlebar layar cinema 4D.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut, Sujud mengatakan pihaknya akan terus berbenah dan melakukan inovasi guna meningkatkan animo kunjungan ke Selecta.

“Tahun 2019 ini kami tidak hanya menambah spot foto baru. Akan tetapi, kami akan menghadirkan tiga wahana baru,” tegasnya.

Ia menguraikan, tiga wahana tersebut yakni Ferris wheel atau bianglala setinggi 30 meter yang akan tempatkan di atas bukit sisi barat Taman Rekreasi Selecta. Kedua crazy donut atau tagada dan space car yang keduanya akan menjadi tambahan wahana indoor.

Selain wahana baru, Selecta juga akan melakukan investasi pembangunan ulang Pasar Wisata Selecta supaya terlihat lebih menarik dan indah.

“Selain itu kami juga memberikan fasilitas tambahan untuk rest area sopir bus di area parkir. Ada lagi investasi tahun ini yang akan kami lakukan, yaitu pembangunan Toko Suvenir yang akan menjual produk oleh-oleh khas Selecta,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sebetulnya tahun 2018 pihaknya hanya mempertahankan tingkat kunjungan tahun 2017 sebesar 1,204 juta wisatawan. Tepatnya tempat wisata yang sahamnya dimiliki oleh 1110 orang tersebut ingin mempertahankan di angka 1,2 juta wisatawan.

“Tapi pada libur Idul Fitri 2018 kami melihat pertumbuhan yang bagus dibanding idul Fitri tahun 2017. Sehingga kami menargetkan naik ke angka 1,275 juta wisatawan dan alhamdulillah realisasi akhir menembus 1,3 juta wisatawan atau tepatnya 1.306.001 wisatawan sepanjang tahun 2018,” katanya.

Untuk target kunjungan wisatawan tahun ini, pihaknya menargetkan dengan mempertahankan tingkat kunjungan tahun 2018. Yakni sebesar 1,3 juta wisatawan.

Tidak adanya peningkatan target wisatawan diungkap Sujud karena tahun 2019 adalah tahun politik. Sehingga diperkirakannya akan mempengaruhi animo masyarakat untuk berwisata.

“Ya yang jelas kami berharap dan berdoa agar suasana tetap aman damai dan kondusif agar gairah wisata semakin tinggi. Serta di setiap akhir tahun kami akan memberikan pesta rakyat seperti mengundang Campur Sari Guyon Waton pimpinan Cak Percil yang mampu menghibur ribuan warga Kota Batu,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

VIDEO: Desa Sumber Brantas Sajikan Spot Foto bagi Pecinta Fotografi

MALANGVOICE – Desa yang terletak di wilayah barat daya lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu merupakan daerah pegunungan yang mempunyai hamparan lahan pertanian.

Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyuguhkan indahnya pemandangan yang sangat sayang jika tidak diabadikan. Tentunya bagi pecinta hobi fotografi khususnya fotografi landscape. Para fotografer tidak akan kehabisan objek jika sudah berada di Desa Sumber Brantas ini.(Der/Aka)

VIDEO: Cuaca Ekstrem, Wisata Taman Langit Mengalami Penurunan Pengunjung

Wisata Taman Langit, Paralayang, Batu (Ary)

MALANGVOICE – Wisata Taman Langit mengalami penurunan wisatawan hingga 70 persen saat cuaca ekstrem di Kota Batu. Beberapa spot foto terlihat sepi pengunjung di kawasan yang satu lokasi dengan Wisata Alam Paralayang tersebut.

Cuaca ekstrem tersebut termasuk angin kencang dan hujan lebat menerjang kawasan Wisata Taman langit sejak Minggu (20/1) dan sempat ditutup hingga Senin (21/1).

Pada saat angin kencang dan hujan para wisatawan dievakuasi ke tempat aman di cafe Cangkruk Manuk.(Der/Aka)

Unik, Ini Dia Penampakan Rumah Terbalik di Kusuma Agro Wisata Kota Batu

Rumah terbalik di spot wisata De Tjangkoel, Kusuma Agro Wisata (Foto: Ayun)

MALANGVOICE – Konsep spot rumah terbalik menjadi tren saat ini. Salah satu spot itu kini dapat ditemui di Kusuma Agro Wisata Kota Batu. Tepatnya di warung De Tjangkoel yang terkenal dengan konsep pertaniannya pun juga ada wahana baru berupa rumah terbalik.

Captain Spot and Recreation Kusuma Agro Wisata, Mohammad Mas’ud menjelaskan jika wahana rumah terbalik berbeda dengan lainnya. Hal itu di ditandai dengan tetap mempertahan konsep pertaniannya. “Sekalipun kita mengikuti trend. Kita tetap pertahankan apa yang menjadi identitas kita, yaitu pertanian,” jelasnya.

Mas’ud juga menambahkan jika wahana itu memang baru di tempat wisata yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu tersebut.

Wahana itu dilaunching pada 18 Desember 2018. “Disamping untuk menarik Wisatawan. Spot di kami ini juga agar kesannya lebih menarik dan bervariasi,” paparnya.

Dengan adanya spot baru tersebut, tak ayal beberapa wisatawan pun banyak yang tertarik untuk mencobanya. Disamping konsepnya yang berbeda. Berswafoto di dalam atau luar rumah itu selalu memiki keindahan tersendiri.

“Lumayan membantu dengan banyaknya pengunjung yang kesini. Apalagi, sabtu dan minggu. Ramai sekali,” imbuhnya.

Sebagaimana yang diutarakan oleh salah satu pengunjung, Febrianti Adimiyah (24), mengaku sangat tertarik ber-swafoto di dalam areal rumah itu. Dia mengungkapkan seakan dirinya seperti melekat di dinding ketika fotonya dibalik.

“Ada keseruan tersendiri sih. Apalagi, kalau sudah berada di dalam. Seakan-akan pusing. Karena semuanya terbalik,” pungkas dara asli Mojokerto itu.(Der/Aka)

Yuk Nostalgia dengan Film Lawas era 2000an yang Sempat Booming

Gladiator. (Empire online)

MALANGVOICE – Nostalgia dengan film-film lawas tahun 2000an memang mengasyikkan. Apalagi mungkin kita bosan dengan film baru yang itu-itu saja.

Nah, kali ini MVoice merangkum empat film apik era 2000an yang bikin flashback ke masa lalu. Apa saja?

Gladiator (2000)
Film yang menyabet Piala Oscar pada tahun 2001 ini memang pantas disandang dengan film sejarah terbaik sepanjang masa. Bagaimana tidak? Alur cerita hingga efek yang ada di film tersebut berhasil menghipnotis penonton pada masanya. Belum lagi akting pemerang yang patut diacungi 2 jempol membuat film ini sukses laku di pasaran.

The Chronicles of Narnia: The Lion the Witch and the Wardrobe (2005)
Film yang mengantarkan banyak aktor dan aktris baru ke layar kaca dunia yang sukses besar akibat kejeniusan pengarang cerita dalam membuat alur dan konsep yang begitu asik untuk ditonton. Belum lagi wajah rupawan 4 kaka-beradik yang membuat penonton betah menyaksikan petualangan mereka melawan penyihir jahat. Film yang diadaptasi dari novel karya C. S Lewis ini bahkan termasuk 3 besar film yang paling sukses di sepanjang tahun 2005.

2012 (2009)
Masih ingatkan dulu sempat ada desas-desus perihal tahun 2012 akan menjadi tahun untuk akhir dunia. Hingga film ini difilmkan dan menyedot perhatian banyak orang. Film yang mengangkat cerita tentang akhir dunia yang didasari pada kalender suku maya ini sukses membangkitkan rasa takut masyarakat terhadap kiamat di tahun 2012 dengan efek CGI yang ciamik.

Lord of The Ring: The Fellowship of The Ring (2001)
Film yang satu ini wajib masuk ke daftar film yang perlu Anda tonton ulang. Film petualangan terbaik sepanjang masa yang memiliki alur cerita super keren dan tidak tertebak, membawa suasana tegang, sedih namun juga lucu. Film yang lagi-lagi diangkat dari novel karya J. R. R. Tolikien ini sempat dibuat spin-offnya, yaitu The Hobbit yang juga sukses di jagad raya perfilman dunia.

Itu dia deretan film tahun 2000an yang patut dimasukan ke re-watch list kamu tahun ini. Namun sebelum berpetualang dengan empat film di atas pastikan Indihome telah terpasang agar sensasi menonton yang Anda dapatkan tidak terganggu oleh adanya buffering internet. (Der/Ulm)

Back to Nature, Pine Park Suguhkan Wisata Edukasi Pertanian

Destinasi Di Kelurahan Songgokerto yang Menyuguhkan Wisata Edukasi untuk Pengunjung (Ayun)

MALANGVOICE – Kota Batu punya destinasi baru bernama Pine Park. Terletak di area perbukitan Gunung Banyak Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Pine Park bertema ‘Back to Nature’, dengan bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu.

Di sana menyuguhkan edukasi pertanian sedang dikembangkan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama Kelurahan Songgokerto.

Ada juga kafe yang menyuguhkan berbagai menu kopi khasnya, yakni kopi songgoriti. Tempatnya mengusung desain tradisional mulai dari desain bangunan hingga fasilitas lainnya.

“Kebetulan tahun 2017 kopi khas kelurahan Songgokerto ini memenangkan juara II tingkat nasional. Dan menjadi khasnya di sini,” imbuhnya, Jumat (18/1) kata Lurah Songgokerto Dian Saraswati.

Keunggulan dari wisata ini yaitu jauh dari kebisingan. Selain itu juga, pengunjung bisa melihat para pemain paralayang dengan jarak dekat jika ada kegiatan paralayang. Karena areanya sangat berdekatan dengan landing paralayang lapangan Songgomaruto.

Ada juga kawasan pangan lestari dengan beragam jenis tanaman mulai dari cabai, tomat, terong dan sebagainya. Kemudian di sana jugga ada pawon-pawonan tradisional yang disertai beragam fasilitasnya.

Lalu terdapat taman angsa. Taman tersebut dipenuhi dengan sejumlah angsa, untuk saat ini masih ada tiga ekor angsa. Ada juga tandur pari, area bersantai dengan lima gazebo.

Menariknya, kawasan ini juga menjadi tempat berwisata edukasi untuk anak-anak. Jadi anak diperkenalkan bagaimana proses bertani itu.

Lurah Songgokerto, Dian Saraswati, menjelaskan hadirnya wisata ini sebagai salah satu bentuk pemerintah mewujudkan visi Kota Batu, yaitu ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

“Nanti di dalamnya juga menunjukkan wisata budaya, dengan menghadirkan konsep tarian yang menceritakan tentang Kendedes dan Ken Arok saat berada di Candi Supo,” katanya, Jumat (18/1).

“Kami membuat wisata budaya dengan menyuguhkan tarian kolosal itu yang kemudian juga ada konsep dolanan anak-anak,” imbuhnya.

Ia menyatakan, pihak kelurahan terus menerus berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada di sana. Tentunya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, terlebih untuk mengembangkan wisata itu menggunakan dana dari swadaya masyarakat sekitar. (Der/Ulm)

Selama Natal dan Tahun Baru, Bromo – Semeru Hasilkan Miliaran Rupiah

Ilustrasi Bromo (Istimewa)

MALANGVOICE – Pesona Bromo Tengger Semeru masih jadi primadona. Buktinya
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meraup pendapatan Rp 1 miliar. Itu pun hanya hitungan dari kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan jumlah pengunjung di kawasan TNBTS sejak 26 hingga 31 Desember 2018 mencapai 38.095 orang. Jumlah tersebut terdiri dari pengunjung lokal dan mancanegara.

“Jumlah pengunjung nusantara (lokal) sebanyak 37.928 orang, sedangkan jumlah pengunjung mancanegara sebanyak 167 orang,” ujarnya, Rabu (2/1).

Jumlah pengunjung, lanjut dia, dihitung dari empat pintu masuk. Antara lain tiga pintu masuk wisata Bromo, yakni Penanjakan Pasuruan, Cemorolawang Probolinggo dan Coban Trisula Malang serta satu pintu masuk pendakian Ranu Pani Lumajang.

“Dari jumlah pengunjung tersebut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang didapat sebesar Rp 1.296.187.500,” urainya.

Sedangkan, jumlah pengunjung selama 2018 sejak Januari hingga Desember yakni sejumlah 853.016 orang. Rinciannya yakni 828.247 orang pengunjung lokal dan 24.769 orang pengunjung mancanegara.

“Selama setahun PNPB yang didapat sebesar Rp 27.301.587.649,” pungkasnya.

Jumlah tersebut meningkat bila dibanding tahun lalu. Pada 2017 terdapat 652.463 pengunjung, terdiri dari 628.895 orang pengunjung lokal dan 23.568 orang pengunjung mancanegara. Jumlah PNBP sebesar Rp 22.088.122.035.(Der/Aka)

Long Weekend, Pengunjung KWJ Capai Ribuan Wisatawan

Pengunjung Kampung warna warni Jodipan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wisata ke Kota Malang tak lengkap jika belum berkunjung ke Kampung Wisata Jodipan (KWJ). Wisata murah yang menyuguhkan spot foto unik dan keren ini juga menyambung dengan Kampung Tridi oleh jembatan kaca.

Hingga Sabtu (29/12) siang, sekitar kurang lebih tiga ribuan pengunjung yang berwisata ke KWJ.

“Iya karena kebarengan libur sekolah, Natal dan Tahun Baru jadinya ramai. Biasanya sampai tanggal 1 Januari penjualan tiket bisa sampai kurang lebih 30 bendel, per bendelnya 100 tiket,” kata Ketua RW 2 Jodipan, Parin kepada MVoice, Sabtu (29/12).

Tarif tiket masuk ke KWJ pun sangat murah, yakni hanya dibandrol seharga Rp 3 ribu per orang.

Di lokasi wisata tersebut, pengunjung bisa masuk melalui empat loket. Yakni di tiga gang di Jalan Juanda maupun melintas dari Kampung Tridi, Kelurahan Ksatrian melalui jembatan kaca.

“Kalau mau ke Kampung Tridi ya lewat jembatan kaca, di situ ada loket juga,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Surabaya, Dahlia mengungkapkan sangat senang bisa berwisata ke KWJ.

“Kami senang di Kota Malang ada wisata yang murah sesuai dengan kantong pelajar. Jadi kami bisa foto sepuasnya,” katanya.(Hmz/Aka)

Liburan Tutup Tahun, Petik Strawberry di Pandanrejo Yuk!

isata Petik Strawberry Pandanrejo diresmikan hari ini. (Istimewa)

MANGVOICE – Liburan akhir tahun paling enak petik buah strawberry bersama keluarga atau sahabat. Wisata petik strawberry memang sedang populer di berbagai daerah, khususnya daerah perbukitan. Di Kota Batu misalnya, wisatawan akrab dengan aktivitas petik buah apel. Tapi apakah Anda tahu, di wisata ini juga ada kampung wisata khusus petik strawberry.

Wisatawan kini bisa berkunjug ke Desa Wisata Petik Strawberry di Desa Pandanrejo, Bumiaji, Batu. Hari ini, Rabu (26/12), Desa Wisata Strawberry baru saja diresmikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Menurut Dewanti, wisata petik straberry memiliki potensi untuk menarik wisatawan dari luar daerah. Selain itu, Desa Wisata Strawberry diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kebun strawberry ini melibatkan puluhan petani di Pandanrejo.

Selain itu Plt Dinas Pariwisata Batu, Imam Suryono, mangatakan, sesuai dengan visi Kota Batu menciptakan Desa Berdaya Kota Berjaya, maka pemerintah mendorong desa-desa potensial di Kota Batu menjadi desa yang inovatif dan menarik dijadikan lokasi wisata.

“Dengan dijadikannya Pandanrejo sebagai desa wisata, tentunya akan mendorong pertumbuhan perekonomian lain di bidang kuliner, dan potensi lainnya. Kami harap wisatawan bisa menikmati desa-desa wisata yang ada di Kota Batu,” tukasnya.

Di Pandanrejo, masyarakat menawarkan wisata petik strawberry dan berbagai produk olahan berbahan strawberry seperti minuman strawberry, kripik, selai dan jus. Pengunjung bisa memetik sendiri dari kebun strawberry yang terhampar luas.

Pengunjung yang masuk ke lokasi akan disambut beraneka pernak-pernik strawberry. Selain itu, pemandangan yang indah di lokasi ini bisa jadi background swafoto yang menarik. Berada di ketinggian 700-2000 meter di atas permukaan laut pun membuat suhu di Desa Wisata Petik Strawberry sejuk. Sangat cocok dijadikan jujukan rekreasi alam bersama keluarga. (Hmz/Ulm)

Komunitas