Mahasiswa Polinema Olah Limbah Kulit Jeruk Jadi Teh, Bantu Tangkal Covid-19

Orentea, produk mahasiswa Polinema. (Istimewa)

MALANGVOICE – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil membuat inovasi mengolah limbah kulit jeruk peras menjadi produk bermanfaat. Produk itu diberi nama Orentea.

Berawal dari banyaknya limbah kulit jeruk dari para pedagang es yang berjualan di kawasan Pasar Besar Kota Malang dan Alun-Alun Kota Batu, mahasiswa itu melakukan riset dan mengolah limbah dengan baik.

Dibimbing Dra. Anik Kusmintarti, M.M., lima mahasiswa yang terdiri dari Prasasti Valentina Gustama (D-III Teknik Kimia), Rizki Bagus Maulana (D-III Teknik Kimia), Nanda Ristina Putri (D-III Teknik Kimia), Fadilah Aurelia Arifin (D-IV Akuntansi Manajemen), dan Alvindha Wahyu (D-III Teknik Telekomunikasi) melakukan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan.

Tim Orentea. (Istimewa)

Prasasti Valentina Gustama, mengatakan, timnya melakukan studi literatur dan menemukan hasil riset dari UI dan IPB yang menyatakan kandungan senyawa hesperidin, yaitu flavonoid pada kulit jeruk ternyata mampu meningkatkan imunitas dan menangkal pertumbuhan betacoronavirus termasuk Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Selain itu, banyak senyawa lain pada kulit jeruk yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti polifenol, bioflavonoid, dan juga vitamin C yang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan buahnya. Hal ini mendorong kami untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk menjadi produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mengatasi permasalahan lingkungan,” ungkap Ketua Tim, Prasasti Valentina Gustama.

“Untuk menjaga kandungan nutrisinya, kami menggunakan alat food dehydrator. Kami juga menambahkan daun mint lokal kering untuk menambah cita rasa dan memperkaya manfaat serta memunculkan efek relaksasi,” kata mahasiswa yang akrab dipanggil Valent ini.

Orentea sangat bermanfaat di masa pandemi karena dapat meningkatkan imunitas tubuh dan meredakan stress.

Anik Kusmintarti, mengatakan kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi wirausaha mahasiswa, meliputi keterampilan kewirausahaan, keterampilan teknikal, dan keterampilan manajemen dengan merealisasikan ide menjadi bisnis riil.

Selain produksi, tim ini juga fokus pada pemasaran produk melalui e-commerce dan media sosial. Saat ini orentea dalam tahap survey izin PIRT Dinas Kesehatan, halal MUI, dan hak merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Orentea dijual dengan harga 20 ribu rupiah per kotak. Pada bulan Juli penjualan orentea sudah lebih dari 400 kemasan untuk wilayah Jawa Timur, Kalimantan Nusa Tenggara, Sumatera dan sudah dikirim keluar negeri,” tutup Valent.(der)

Manfaatkan Ekosistem Digital Bantu Kembangkan Kuliner Indonesia Timur, Se’i Sapi Kana

Head Marketing Se'i Sapi Kana Yogyakarta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kuliner Se’i merupakan makanan khas asal Kupang, NTT. Karena kepopulerannya, se’i banyak dijumpai di beberapa tempat termasuk di Jawa.

Olahan se’i yang menggunakan daging babi, kini juga banyak diubah menggunakan daging sapi. Salah satu pionir menggunakan daging sapi adalah Se’i Sapi Kana.

Saat pertama kali diluncurkan di Yogyakarta tahun 2019 lalu, Se’i Sapi Kana terus mempopulerkan masakan khas Indonesia Timur ini dengan menyediakan berbagai macam variasi menu.

Dari menu sambal, mereka mempertahankan sambal asli dari Indonesia Timur, Sambal Lu’at sebagai menu andalannya dan juga menyediakan varian lain seperti rica-rica, lada hitam, sambal hijau dan sambal matah. Variasi menu ini tidak disangka sangat digemari dan diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan berkontribusi atas popularitas Se’i Sapi Kana secara umum.

Lebih lanjut, perjalanan membawa Se’i ke industri kuliner Indonesia juga didukung dengan kehadiran bisnis dan peluang di ranah digital.

Andra Lesmana, selaku founder dari Sei Sapi Kana menyatakan, misi untuk mempopulerkan hidangan Se’i di seluruh nusantara telah berhasil dengan dukungan dari ekosistem digital yang mumpuni.

“Kita sebagai pelaku usaha diharapkan untuk bisa fokus dengan menganalisis tren secara akurat dan menerapkan pembaruan untuk pasar, yaitu bagaimana kami menerapkan strategi baru untuk melayani masyarakat yang harus berkegiatan di rumah misalnya. Selain itu pelaku usaha juga harus mempunyai mental yang luar biasa karena selain fokus yang membedakan kita dengan pengusaha yang lain adalah mental,” katanya dalam rilis yang diterima MVoice.

Banyubiru, selaku Head of Marketing dan RnD dari Se’i Sapi Kana menyatakan, pengembangan bisnis banyak menggunakan media sosial sebagai alat promosi.

“Kami menjalankan strategi tersebut untuk tujuan pemasaran dan periklanan. Selain media sosial, Se’i Sapi Kana juga terus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh platform digital yang menawarkan layanan pesan-antar online seperti GrabFood untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Alhasil sekarang konsumen kami dapat menikmati kelezatan Se’i Sapi Kana hanya dengan beberapa kali klik saja di aplikasi GrabFood,” imbuhnya.

Terbukti dari kehadiran Se’i Sapi Kana di platform digital menghasilkan awareness atau kesadaran pasar yang lebih baik, dan juga mendorong penjualan dine-in.

Dari segi awareness pasar, dua atau tiga tahun lalu, Se’i Sapi adalah menu yang cukup sulit ditemukan di kalangan masyarakat Indonesia. Eksposur dari GrabFood telah membantu Se’i Sapi Kana dalam mempopulerkan makanan ini di kalangan pengguna Grab. Kini masyarakat bisa menikmati hidangan ini di 100 gerai di kota-kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Malang, Bali dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Ketika Se’i Sapi Kana mencapai puncak popularitasnya, sulit untuk mengelola permintaan yang masuk untuk layanan dine-in. GrabFood berperan dalam menyokong operasional Se’i Sapi Kana. Kini, proporsi pesanan dine-in dan GrabFood di Se’i Sapi Kana seimbang, bahkan kadang-kadang lebih mengarah ke GrabFood dengan perbandingan 60:40.

Dalam perjalanannya, Se’i Sapi Kana juga bekerja sama dengan Account Manager GrabFood untuk mengembangkan menu dan paket yang sesuai dengan permintaan konsumen dan promosi menarik.

Banyu juga menjelaskan bagaimana dukungan dari GrabFood juga telah mempengaruhi strategi bisnis dan meningkatkan layanan dine-in Se’i Sapi Kana,

“Bagi kami, hal yang perlu diperhatikan adalah menciptakan keseimbangan antara promosi yang tersedia di platform pengantaran online seperti GrabFood dan yang tersedia di gerai offline. Kami menemukan bahwa kehadiran kami di platform online memang mendorong konsumen untuk ke toko offline kami,” jelasnya.

Meskipun telah mencapai titik kesuksesan perkembangan bisnisnya, Se’i Sapi Kana tidak mudah puas dengan pencapaian tersebut dan terus menunjukan kegigihannya dalam mempelajari wawasan bisnis baru.

Melalui webinar GrabAcademy dari GrabFood, Se’i Sapi Kana mendapatkan kesempatan untuk bisa berbagi tentang perjalanan bisnisnya dengan sesama pelaku UMKM lainnya.

Hadi Koe, Head of Marketing GrabFood juga menekankan bagaimana Grab menciptakan ekosistem digital yang kondusif untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya di ranah digital.

“Hrapannya, program ini dapat membantu mitra merchant mengembangkan menu baru untuk memanjakan konsumen. Lewat inisiatif dan dukungan ini, GrabFood selalu berusaha untuk memberdayakan para mitra merchant dan menjadi platform terbaik bagi pelaku UMKM. Se’i Sapi Kana adalah salah satu mitra merchant kami yang mampu memanfaatkan inovasi berbasis teknologi yang telah kami rancang dan kami harap untuk terus bisa membawa semangat ini ke lebih banyak pelaku UMKM di platform kami,” tandasnya.(der)

Ini Cara Mudah Membuat Gule Iga Kambing yang Lezat

Gule Iga Kambing yang siap disajikan, (Ist)

MALANGVOICE – Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah akan segera datang. Biasanya, di hari raya kurban ini identik dengan beragam olahan masakan berbahan dasar daging kurban.

Sebut saja sate, gule, rendang, tongseng, krengsengan, rawon, soto, bakso dan berbagai macam olahan daging sapi dan kambing lainnya.

Tapi pernahkah anda mengonsumsi gule iga kambing yang pasti tak kalah sedapnya dibanding kuliner hasil olahan daging lainnya? Bahkan gule iga kambing iji bisa menjadi salah satu pilihan utama untuk bersantap saat Idhul Adha nanti.

Kalau ingin tahu caranya, berikut Mvoice punya resep jitu untuk mengolah daging kambing menjadi Gule Iga Kambing favorit keluarga anda:

Pertama-tama, siapkan bahan dasar 1 Kg iga kambing, 1 liter santan encer dan 300 ml santan kental.

Untuk bumbu rendaman, rebuslah dua batang serai, tiga lembar daun salam, 3 Cm jahe memarkan dan 3 Cm lengkuas memarkan juga.

Kemudian, untuk bumbu halus, siapkan 10 bawang merah, 5 bawang putih, 4 kemiri, 4 sendok makan (sdm) ketumbar sangrai, 2 Cm kunyit bakar, 2 Cm jahe, 2 Cm kencur, 2 sendok teh (sdt) merica bubuk, seperempat sdt jinten.

Mulai memarkan 2 batang serai, 2cm lengkuas, 2 lembar daun salam, 2 lembar daun jeruk, 4 butir cengkeh, 3 Cm kayu manis, 3 butir kapulaga, 1 bunga lawang, 1 sdm gula merah, dan garam.

Jika sudah, didihkan air. Lalu, rebus daging iga kambing selama 15 menit. Setelah itu matikan api dan buang airnya.

Tumis bumbu halus sampai wangi dan masukkan bumbu cemplung yang sudah Anda siapkan tadi. Tuang santan sampai empuk, Gule iga kambing siap disajikan.(end)

36 Tahun Bertahan Sego Penjara Jadi Kuliner Legendaris, di Sini Tempatnya

Sego Penjara yang siap disantap, (MG2).

MALANGVOICE – Namanya sepintas memang menyeramkan. Jangan salah, meski terkesan seram, Sego Penjara di Kota Malang sangat ramah di perut serta kantong.

Mungkin karena inilah Sego Penjara bisa bertahan selama tiga dasa warsa lebih atau tepatnya 36 tahun. Kini, ada dua warung untuk bisa menikmati Sego Penjara.

Sebenarnya Sego Penjara yang buka awal pada 1985 ini tidak berbeda jauh dengan kuliner nasi campur khas Jawa Lainnya. Dengan kombinasi nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang, sambal plus siraman kuah, menggoda hasrat untuk segera mencicipinya.

Tidak hanya itu. Ketika datang ke warung Mami Cukam yang memasak Sego Penjara ini tersedia beraneka macam lauk tambahan mulai jeroan, ikan, ayam dan masih banyak lagi.

Soal harga jangan khawatir, karena pasti terjangkau kantong. Satu porsi Sego Penjara hanya Rp3 ribu dan harganya akan meningkat bergantung pada pemilihan lauk.

Beragam menu yang tersedia di Mami Cukam, Kota Malang

Sumarmi (62) atau yang akrab disapa Mami Cukam menceritakan, sebutan Sego Penjara berasal penamaan yang diberikan pelanggannya pada awal-awal dia berjualan.

“Jadi tahun 1985 itu banyak yang nyebut Sego Penjara karena hidangan yang sederhana berisi nasi dan sayur tanpa lauk. Kalau di penjara kan biasanya masakannya ya sederhana-sederhana gitu. Jadi muncullah nama Sego Penjara,” ceritanya Ahad (11/7).

Sejak awal berjualan hingga saat ini harga yang dibandrol Mami memang tergolong murah. Mulai awal tahun 1985 harga masih Rp100, hingga kini satu porsi Sego Penjara dihargai Rp3.000.

“Harganya awal jualan itu Rp100, terus naik jadi Rp1.000, naik lagi Rp2.000 hingga tahun 2003 sampai sekarang harganya Rp3.000,” tuturnya.

Menurut perempuan tiga anak dan tujuh cucu itu, selain harga yang murah, salah satu keistimewaan Sego Padang ini adalah cita rasa yang tetap dijaga agar tidak berubah.

“Yang diutamakan itu bukan untung, tapi cita rasa dan kualitas bahan harus baik. Jadi meski disebut masakan kampung yang sederhana tetap disuka banyak pelanggan,” kata dia.

Tiap harinya pelanggan tak berhenti berdatangan mengantre untuk mendapatkan kuliner Sego Penjara itu. Saking banyaknya pelanggan, dalam satu hari Mami menghabiskan lima sak beras atau setara empat kwintal dalam sehari.”Rata-rata melayani dalam sehari sampai 800 bungkus,” imbuhnya.

Warung Mami saat ini ada di dua tempat. Pertama di perempatan Cukam, Pasar Kebalen, sedang warung kedua di Jalan Puntodewo 1A, Polehan. Warung buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 04.00 pagi.(end)

Gratis Biaya Antar Area Kota Malang untuk Nikmati Rawon, Nasi Buk, atau Tom Yam Thailand

Rawon Malang spesial yang dagingnya empuk cocok dinikmati segala usia di rumah.(Mvoice/istimewa

MALANGVOICE – Hotel Tugu Malang mensupport Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung 3-20 Juli. Salah satunya dengan pelayanan antar pesan atau delivery order.

Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario, mengatakan dua restoran masing-masing Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant melayani pesan antar makanan-makanan yang diolah dengan prosedur kebersihan dan sanitasi sesuai dengan standar WHO.

Di Melati Restaurant, kata pria yang akrab disapa Rio ini, terdapat banyak menu andalan khas lokal maupun masakan Cina dan Eropa.

“Misalnya rawon Malang spesial, kemudian masakan Madura yang terkenal, Nasi Buk, serta Nasi Goreng Bang Samin. Juga kami tawarkan Tugu Steak yang terdiri dari daging sapi tenderloin, udang, dan juga daging ayam,” ujarnya seraya menambahkan beragam menu ini bisa dipesan sejak 06.00.

Tomyam di SaigonSan Restaurant dikenal penikmat kuliner paling nikmat dibanding tempat lain.(Mvoice/istimewa)

Tempat makan lainnya, SaigonSan Restaurant, lanjut Rio, spesialisasi masakan Thailand dan Vietnam memulai jam pesan antar pukul 12.00.

“Variasi masakan khas mulai dari lumpia segar Vietnam dengan yaitu Goi Cuon, sup North Bangkok Tom Yam Goong yang sangat terkenal di Thailand, mie kuah sedap dengan irisan daging asal negeri Vietnam yaitu Pho, hingga hidangan penutup yaitu Khao Niao durian dapat dipesan untuk disantap di rumah bersama dengan keluarga,” terangnya.
 
Ditambahkan Rio, beberapa pilihan makanan khas di Melati Restaurant dan juga SaigonSan Restaurant dapat dibeli dalam bentuk fresh siap makan maupun frozen untuk dijadikan stok makanan di rumah.

“Tak ada biaya pengantaran alias gratis biaya Delivery untuk area Malang kota,” kata Rio seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Mvoice sambil menambahkan untuk pemesanan Melati Restoran di +62 822-3126-3723, sementara SaigonSan Restaurant di +62 812-5997-7618.(end)

The Alana Lengkapi Hotel Bintang 4 di Malang dengan Eksplorasi Budaya

Topping Off The Alana Hotel Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Daya tarik wisatawan luar daerah ke Malang membuat banyak hotel tumbuh. Hal ini juga yang menyeret The Alana Hotel membuka jaringan di Malang.

Hotel jaringan Aston ini segera membuka The Alana pada 2022 mendatang. Saat ini proses pembangunan masih ditandai dengan topping off ceremony pada Kamis (10/6) di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang.

Hotel ini digarap PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, managed by Archipelago.

Owner PT Jaya Kirana Samudera Wibowo, Gagah Eko Wibowo, mengatakan, The Alana Hotel merupakan hotel bintang empat dengan memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, ciri khas Malang perlu ditonjolkan agar memberi nuansa berbeda bagi para tamu.

“Kami mengeksplor budaya dan historical city icon di The Alana Hotel. Nanti ada kebudayaan khas Singosari dan banyak lainnya,” ujarnya.

The Alana Hotel akan dibangun 11 lantai dengan 150 kamar. Di dalamnya disediakan fasilitas seperti ballroom dan meeting room.

Gagah menambahkan, meski sedang dalam masa pandemi Covid-19, ia optimistis hotel ini akan menjadi jujukan bagi wisatawan. Apalagi berada di tengah kota dan dekat dengan kawasan Singosari yang disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami tetap optimistis bisa ikut membantu memulihkan ekonomi nasional khususnya Malang. Karena Malang menjadi jujukan wisatawan domestik dan banyak pebisnis atau kegiatan pendidikan juga di sini,” lanjutnya.

Regional General Manager Archipelago, Yohanes Sulistiyono Hadi, mengatakan, Malang dipilih karena reputasi yang baik selain Bali soal wisata.

“Di Jawa, Malang bahkan jadi destinasi nomor satu. Karena itu kami akan memanfaatkan segmen promosi penjualan e-commerce, offline, dan bahkan membership yang memudahkan wisatawan,” tandasnya.(der)

Bangkitkan Gairah Pariwisata, Disparta Launching Lomba Tari Selamat Datang

Pembukaan Lomba Tari Disparta Kota Batu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Inovasi baru diluncurkan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu berupa Lomba Seni Tari Selamat Datang. Peluncuran lomba ini digelar di Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Rabu (2/6).

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan, lomba ini ditujukan untuk 24 desa/kelurahan wisata untuk meningkatkan gairah pariwisata.

Sesuai jadwal, lomba digelar tiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu dengan mengedepankan kompetitif, apresiatif, edukatif serta rekreatif.

“Lomba akan digelar setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dalam sehari akan digelar secara bersamaan di tiga desa/kelurahan sekaligus,” kata Arief kepada wartawan.

Aturan dalam lomba ini, dijelaskan Arief, setiap desa bisa menerjunkan 15 penari dengan waktu 30 menit. Peserta atau perwakilan tiap desa wajib mengirim tanda pengenal dan identitas diri lengkap.

Launching Lomba Seni Tari Selamat Datang. (Istimewa)

Selain itu harus ada surat pengantar dari pemdes/kelurahan wisata setempat. Hal sebagai bukti jika mereka merupakan warga yang diutus untuk berpartisipasi dalam Lomba Seni Tari Selamat Datang Desa/Kelurahan Wisata se Kota Batu. Selain itu, para peserta yang telah terdaftar di salah satu desa/kelurahan tidak boleh merangkap sebagai peserta dari kontingen lainnya.

“Kami melaunching lomba tari penyambutan selamat datang desa/kelurahan yang dirasa sangat penting. Karena target kami, tahun 2021 harus bisa mewujudkan desa wisata yang sukses dan mandiri,” ujarnya.

Launching Lomba Seni Tari Selamat Datang. (Istimewa)

Setiap penggarapan karya ditentukan porsinya yakni, bagian pembuka 15 persen, bagian inti 65 persen dan penutup 20 persen. Kriteria penjurian meliputi penataan seni sebesar 30 persen, tata rias busana 20 persen dan penyajian secara keseluruhan 50 persen. Penjurian akan melibatkan dari unsur Dinas Pariwisata, seniman dan pelaku jasa wisata.

Terpenting lagi, karya seni tari yang akan ditampilkan harus mengandung unsur seni tari, drama, musik hingga visual yang dikemas secara integral.

“Dengan ini harus didukung pula kelembagaan serta sajian atraksi yang bagus. Nanti tarian-tarian ini juga bisa ditampilkan ketika ada kunjungan ke desa/wisata,” tandas Arief.(der)

Jembatan ala Eropa, Kentalkan Suasana Kayutangan Heritage

Jembatan Kayutangan Heritage. (Istimewa)

MALANGVOICE – Suasana Berbeda terlihat di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang. Gambaran kampung yang sebelumnya kumuh, kini menjadi cukup menarik dan elegan.

Terlihat cukup banyak perubahan mulai dari jalan poros di pintu masuk utama, di setiap sudut kampung cukup banyak rumah-rumah dengan arsitektur zaman dulu.

Lebih menariknya lagi, terdapat satu jembatan yang ada di bantaran Sungai Sukun, memiliki desain ala Eropa dengan beberapa coretan gambar rumah di tembok dan lampu hias sebagai pendukung nuansa heritage.

Perubahan ini, setelah adanya pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan Jembatan ala Eropa ini terealisasi tujuh bulan lalu, saat pelaksanaan program Kotaku. Lalu pak wali pun sempat survey kesini dan akhirnya mulailah dibangun jembatan ini. Baru sekitar sebulan yang lalu jembatan ini akhirnya selesai dikerjakan,” ujar Wakil Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage, Herman, Ahad (30/5).

Setelah, jembatan ala Eropa ini selesai dikerjakan, warga pun terdorong untuk mulai menata dan menginovasi. Seperti, rencana pembuatan kapal kecil di sungai hingga pembuatan dam, sebagai penunjang wisata di kawasan itu.

“Jadi saat ditutup kan airnya naik, nanti barulah kapal kita taruh dan wisatawan bisa bersantai diatas kapal itu,” tuturnya.

Selain itu, untuk gambaran atau lukisan yang ada di tembok itu nantinya akan dilanjutkan oleh pihak ketiga sebagai penanggung jawab sekaligus pengerjaan.

“Lukisannya sendiri nanti akan dibikin nuansa heritage zaman dulu ya. Biar kesannya lebih dalam lagi. Itu di semua tembok yang masih kosong,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herman Mengatakan, akan ada pemberian ornamen mulai dari, bunga-bunga hingga papan petunjuk sebagai pelengkap.

“Ini nanti dari pihak ketiga yang membantu. Keinginan kita bisa menambah bunga-bunga di pintu masuk, terus lampu juga dan kemudian membikin tempat loket hingga papan petunjuk,” kata dia.

Herman menambahkan, akan membuat manajemen kuliner, saat kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang saat ini ditutup karena pandemi covid-19 kembali dibuka.

Sebagai upaya antisipasi, agar suasana jembatan yang sudah bagus dan bersih tidak kembali terlihat kumuh.

“Jualan didalam rumah, tidak boleh dijalanan jembatan ini. Nanti akan kita data dan kita buatkan plakat yang seragam dan pastinya tetap berkonsep heritage. Setelah itu, nantinya disepanjang aliran sungai ini akan kita bersihkan semua dibantu oleh pihak ketiga agar lebih indah lagi,” tandasnya.(der)

Pemkot Malang Kukuhkan Pengurus BPPD 2021- 2024, Apa Tugasnya?

Pengurus BPPD Kota Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini berupaya geliatkan sektor pariwisata, khususnya pada potensi Tri Bina Cita.

Keseriusan Pemkot Malang dibuktikan dengan pengukuhan pengurus Badan Promisi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang. BPPD Kota Malang dikukuhkan untuk masa bakti tahun 2021-2024, oleh Wali Kota Malang, Sutiaji pada Kamis (27/5).

“Perlu berbangga dengan Tri Bina Cita di sini, di kota lain belum tentu ada, di sini sudah ada. Salah satu di antaranya adalah pariwisata, yang sekarang menjadi primadona pendapatan negara,” ujarnya.

Menurut Sutiaji, untuk saat ini industri kreatif di Kota Malang itu cukup luar biasa. Terlebih untuk potensi di bidang pendidikan dan wisata budaya.

“Heritage menjadi salah satu wisata andalan. Yang itu belum tentu dimiliki daerah-daerah lain,” tuturnya dalam sambutan.

Dari situ, Sutiaji, meminta kepada pengurus BPPD Kota Malang yang baru didapuk, untuk berfokus terhadap pengelolaan dan penguatan basis data pariwisata.

“Data itu tentu harus ada kesiapan dari kita, bagaimana kita bisa mengolah data itu, menyajikan data itu, terlebih data itu harus aktif terus. Tantangan ke depan harus ada data base tentang potensi pariwisata di Kota Malang. Bahwa penguatan data, terus updating data,” kata dia.

Pengukuhan pengurus BPPD Kota Malang. (Istimewa)

Sementara itu, Kepala BPPD Jawa Timur, Dwi Cahyono, bahwa BPPD ini memiliki andil strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata di daerah. Mengingat komposisi pengurus yang dikukuhkan pada hari itu mewakili berbagai institusi dan penggiat pariwisata.

“BPPD yang dilantik adalah penentu kebijakan, tugas utamanya adalah membantu Pemerintah Daerah. Yang pertama penyediaan data. Penyediaan data itu penting sekali, jangan sampai salah. Siapa saja yang berkunjung ke Kota Malang, dari daerah mana, berapa jumlahnya, umurnya, segala macam data dibutuhkan. Kalau itu salah, kebijakan yang lahir akan menjadi salah juga,” tandasnya.(der)

Tiga Lokasi Alternatif dan Romantis Selain Bali untuk Bulan Madu

Asian couple on beach. (freepik)

MALANGVOICE – Pasangan baru menikah biasanya mencari tempat berbulan madu. Lokasi favorit biasanya adalah Bali. Padahal masih banyak tempat wisata lainnya yang cocok untuk bulan madu bagi pasangan yang baru menikah.

Nah, untuk kamu nih yang akan berbulan madu bersama pasangan kamu, coba explore tempat lain selain Bali, bisa dibilang tempat yang antimainstream dong agar bulan madu makin berkesan.

Masih bingung? Tenang saja, nggak perlu pergi jauh-jauh sampai luar negeri kok, Karena di Indonesia juga ada banyak ragam destinasi wisata yang romantis dan cocok untuk pasangan yang baru menikah. Ini dia rekomendasinya!

Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau ini berada di Teluk Tomini, Gorontalo. Jika kita lihat dari namanya yaitu “pulau cinta” sudah bisa dibayangkan kan kalo pulau ini memiliki suasana yang romantis. Apalagi dengan area pasir yang memiliki bentuk mirip bentuk love (cinta) lebih terlihat cute lagi nih.

Tidak hanya itu saja, ternyata pulau ini juga menawarkan keindahan pemandangannya yang jauh dari keramaian kota, lengkap dengan aktivitas bahari. Misalnya saja scuba diving sampai dengan snorkeling, kamu juga bisa dinner bersama pasangan di cottage yang terapung di atas laut.

Untuk menuju pulau ini, kamu bisa memesan tiket pesawat untuk tujuan Bandara Jalaludin, Gorontalo, Sulawesi. Kamu bisa cek harga tiket pesawat melalui beragam aplikasi seperti yang tersedia.

Disarankan kamu mengambil jam penerbangan pagi hari, karena setelah sampai dibandara harus melanjutkan dengan perjalanan jalur darat dan juga jalur laut. Perjalanan dari bandara ke Kabupaten Boalemo memakan waktu kisaran 2 jam. Dari Kabupaten Boalemo menuju Pulau Cinta melalui jalur laur memakan waktu kisaran 30 menit.

Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo

Cuti menikah? Yuk manfaatkan saja untuk berbulan madu di Dataran Tinggi Dieng. Menuku kesana bisa dicapai dengan sangat mudah dengan naik pesawat bisa dari Bandara Internaisonal Soekarno-Hatta dan mengambil jurusan akhirnya Bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau bisa ke Bandara Internaisonal Achmad Yani Semarang.

Jika kamu mengambil jalur Yogyakarta/tujuan Yogyakarta, maka ketika kamu sampai di Yogyakarta kamu bisa menggunakan kendaraan umum dari Bandara ke terminal Jombor atau bisa ke Terminal Giwangan yang selanjutnya naik bis jurusan Wonosobo, jika sudah sampai di Wonosobo dilanjutkan naik Mikro Bus untuk jurusan Wonosobo – Dieng – Batur. Tapi, kamu turun di Dieng.

Tapi, jika mengambil jurusan Semarang, ketika sudah sampai di Semarang, kamu bisa menggunakan kendaraan umum dari Bandara menuju ke terminal, selanjutnya naik bis jurusan Wonosobo atau jurusan Purwokerto dan kamu turun di Wonosobo, selanjutnya dilanjutkan dengan naik Mikro Bus jurusan Wonosobo – Dieng – Batur setelah kamu sampai di Wonosobo dan kamu turun di Dieng.

Disini ada beragam destinasi yang siap untuk kamu jelajahi satu persatu, misalnya saja destinasi wisata Telaga Pengilon dan juga Telaga Warna dengan warna-warni airnya yang unik. Untuk kamu nih yang lebih suka akan petualangan, kamu bisa menjajal trekking ke Bukit Sikunir atau dikenal dengan Gunung Prau.

Gili Nanggu

Sekarang bukan hanya Bali saja yang memiliki destinasi populer untuk pasangan yang baru menikah. Tapi, Lombok juga sekarang memilikinya dan ini bukan Gili Trawangan melainkan Gili Nanggu dengan suasana lebih tenang dengan pantainya berpasir putih yang indah.

Layaknya pulau pribadi, kamu bisa menikmati keindahan surga bawah lautnya dan kamu juga bisa menghabiskan waktu romatis bersama pasangan di resort yang beratapkan jerami.
Jika kamu tertarik dan ingin berlibur bersama pasangan, untuk menuju kesana kamu bisa menggunakan pesawat menuju Bandara Internasional Lombok (LOP), setelah sampai dibandara kamu harus mencari kendaraan untuk menuju Lombok Barat. Kamu bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus damri atau taksi yang tidak hanya mengantar kamu sampai ke Lombok Barat tetapi bisa langsung menuju Pelabuhan Tawun.

Nah itu dia beragam pilihan destinasi wisata romantis untuk menghabiskan waktu bulan madu bersama pasangan, ketiga-tiga rekomendasi destinasi ini semuanya bisa di akses menggunakan pesawat ya. Cek harga tiket pesawat masing-masing tujuan destinasi tersebut sekarang juga!. (der)