Duet Ariel Noah-Danilla Bikin Heboh Pengunjung Matos

Duet Ariel Noah dan Danilla Riyadi pukau pengunjung Matos, Sabtu malam (31/3). (Aziz / MVoice)
Duet Ariel Noah dan Danilla Riyadi pukau pengunjung Matos, Sabtu malam (31/3). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Pengunjung Malang Town Square (Matos) dibuat heboh penampilan Ariel Noah dan Danilla Riyadi, Sabtu malam (31/3). Dua musisi hits itu berkesempatan perform dalam rangka Grand Opening Greenlight Store.

Ariel dan Danilla berkolaborasi ciamik di atas panggung malam itu. Sama-sama memainkan gitar, keduanya membawakan lagu Fake Plastic Trees – Radiohead. Karakter suara masing-masing yang khas membuat pengunjung yang memenuhi lantai III Matos terlarut dalam setiap lantunan lagu yang rilis 1995 silam itu.

“Terima kasih. Ini saja (duet) dadakan,” kata Ariel seusai perform.

Ariel dan Danilla merupakan brand ambassador Greenlight. Kehadiran dua musisi beda generasi ini sangat efektif mendongkrak penjualan brand fashion satu perusahan dengan 3Second tersebut.

“Saya pakai Greenlight setiap hari. Mulai kaos sampai celana. Suka yang casual dan santai,” kata Ariel.

Sementara itu, Deasy Dharmapuri
Headvisual merchandise Greenlight mengatakan, pesona Ariel masih kuat, maka dipilih pelantun lagu Separuh Aku merupakan langkah tepat.

“Respon masyarakat terhadap Ariel kuat. Sejak jadi brand ambassador kami penjualan produk sangat signifikan,” ujarnya.

Dipilih Danilla Riyadi juga bukan tanpa dasar. Meskipun tergolong penyanyi baru naik daun, pesona dara 28 tahun ini banyak digandrungi kalangan muda-mudi. Tahun lalu, Danilla merilis album kedua berjudul Lintasan Waktu.

“Fansnya banyak kalangan mahasiswa. Ini sesuai target market kami sampai usia 24 tahunan,” jelasnya.(Der/Aka)

Meriah! Anak Jalanan dan Marjinal Unjuk Gigi di Panggung Gama Ananta

Foto foto kegiatan Gama Ananta. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sorak-sorai ratusan penonton terdengar berulang-ulang dalam Pagelaran Seni Love and Share ‘Gama Ananta’ di Aula Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (24/3).

Tajuk ‘Gama Ananta’ yang diambil dari bahasa Sansekerta memiliki arti perjalanan yang berwarna sebagai simbolis refleksi perjalanan dan memoar tentang proses SSCM selama enam tahun belakangan ini.

Fokus utama acara ini juga untuk mengangkat bakat serta kreativitas anak jalanan dan anak marjinal di Kota Malang. Anak-anak yang kerap dipanggil dengan sebutan Adik Bangsa tersebut telah berlatih selama kurang lebih 2 bulan untuk menampilkan beragam pementasan seperti musikalisasi puisi, fashion show, akustik, tari, dan lainnya. Tak hanya penampilan langsung di panggung, penonton juga dapat melihat hasil kreasi tangan dari para Adik Bangsa yang disuguhkan melalui lorong-lorong unik disepanjang pintu masuk acara.

Acara dibuka meriah oleh pertunjukan dongeng boneka tangan dari Gendong Indonesia. Penampilan adik-adik bangsa pun sangat menyedot antusias penonton yang hadir. Terlebih saat adik Rizal dan adik Sandi berlenggak-lenggok fashion show di panggung dengan gaya bak model papan atas.

Ketua Pelaksana Ilma Dhaniar, mengatakan, kepedulian pada anak-anak jalanan dan marjinal sudah bukan seharusnya mengandalkan pemerintah saja. Namun dimulai dari diri kita sendiri dengan hal-hal kecil, misalnya tidak menganggap remeh mereka.

“Kreasi adik-adik bangsa itu tidak bisa dianggap remeh begitu saja, begitu pun dengan keberadaan mereka. Mereka sama seperti anak-anak pada umumnya. Bahkan saya terharu melihat penampilan mereka di panggung,” ujar Ilma.

Selain beragam penampilan seni, ada juga sesi penghargaan yang diberikan Save Street Child Malang kepada adik-adik bangsa berprestasi, ter-rajin, dan ter-kreatif. Tak lupa penghargaan kepada tokoh-tokoh Inspiratif SSCM yang selama 6 tahun telah memfasilitasi rumah belajar dan membantu banyak hal.

Acara ini pun ditutup dengan apik dan heboh oleh penampilan Unda-Undi. Zunnun Ferdia, salah satu pengunjung, mengaku sangat menikmati sajian dari adik-adik Bangsa.

“Kebetulan ini pertama kali aku datang ke Love and Share, karena yang tahun-tahun lalu sebenarnya sudah tahu tapi nggak sempet dateng. So much fun! Apalagi pas fashion show. Terharu banget lihat tokoh inspiratif yang dapat penghargaan,” ujar Zunnun. (Der/Ery)

Pameran Residual, Ada Karya Seniman Pernah Mejeng di Beijing

Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Sejumlah 23 karya seni dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu mulai 5 – 11 Maret. Bertajuk Residual Art, mayoritas karya dibuat untuk berkomunikasi dengan masyarakat sesuai luapan ekspresi diri seniman dalam naungan Tyaga Art Management.

General Manager Tyaga Art, Ayu Nur Aisyah mengatakan, karya yang dipamerkan berupa 2 dimensi (22 karya) , 3 dimensi (1 karya) dan Musik (1 orang). Tema Residual dipilih tidak lain merupakan cara seniman ekpresikan pemikiran dan sudut pandangnya terhadap fenomena apapun, termasuk politik.

“Jadi seniman membaca diri sendiri mencoba dikomunikasi lewat karya- karya seninya,” kata perempuan akrab disapa Ana ditemui MVoice, Rabu (7/3).

Pameran ini juga diikuti seniman bertaraf internasional. Adalah Angga Yuniar Santosa dan Mayek Prayitno. Keduanya terpilih mengikuti ajang Young Artist di Beijing Tiongkok, akhir 2017 lalu.

Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu bertajuk Residual, Rabu (7/3). (Aziz / MVoice)

“Tidak mudah untuk ikut serta karena melalui seleksi berbulan-bulan. Indonesia diwakili oleh mereka berdua saja,” sambung dia.

Pemeran ini, lanjut Ana, merupakan serangkaian agenda tahunan. Dimulai dengan Workshop Art Contemporary Jurnalism, awal Februari lalu, di tempat yang sama. Misi yang diusung adalah inklusifitas seni.

“Selama ini Tyaga bergerak dibidang seni khususnya exhibition (pameran) mencoba merangkul berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya dinikmati kalangan tertentu,” jelasnya.

Dicontohkannya pameran ini dibuka bekerjasama LSM WPA (Warga Peduli Aids) dengan dimeriahkan oleh tarian remo putri dari rekan WPA yang lainnya, performance art dari Impoe dan Galuh tulus utama.

“Jumat nanti (9/3) kami juga agendakan seni donor darah bekerjasama dengan PMI,” tutupnya. (Der/Ery)

Seniman Batu Pamer Karya di Singhasari Resort

Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)
Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Momen long weekend dimanfaatkan betul Pemkot Batu. Salah satunya dengan menggelar pameran lukisan di The Singhasari Resort, Beji, Kota Batu.

Ada ratusan lukisan yang dipajang. Seluruhnya karya sekitar 21 seniman lokal Kota Batu. Mereka bergabung dalam komunitas Akarasa.

Pameran yang berlangsung mulai 14 sampai 27 Februari ini dinaungi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoumdag) Kota Batu. Tujuannya agar industri kreatif dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian.

Kasie Pengembangan Usaha dan Pengembangan Eksport Impor di Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Inol Ertadiansyah mengatakan, Pemkot siap menggandeng para pelaku seni yang ada di Kota Batu untuk bisa maksimal dalam mengembangkan karyanya. Termasuk soal pemasarannya yang dikemas dengan pameran ini.

Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)
Pengunjung The Singhasari Resort menikmati pameran lukisan dari komunitas Akarasa KWB, Sabtu (17/2). (Aziz / MVoice)

“Dengan menggandeng para seniman ini diharapkan pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Kota Batu bisa lebih optimal,” kata Inol kepada MVoice.

Selain menunjang keberadaan Batu sebagai Kota Wisata, pemberdayaan seniman ini juga sebagai wujud menyukseskan program Presiden RI, Joko Widodo. Pendekatan pasar seni hingga bursa seni di Kota Batu, diharapkan pelaku seni Kota Batu bisa lebih berdaya saing dan perekonomiannya semakin terangkat.

“Para seniman Kota Batu harus ikut aktif dalam ekonomi kreatif. Sehingga mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kreatif berarti kita menyuseskan program bapak Presiden,” tutup Inol.

Terpisah, Aditya Kurniawan, Public Relation The Singhasari Resort mengaku sangat mendukung acara pameran lukisan ini. Besar harapan bisa berkontribusi langsung untuk memamerkan karya lukis dari seniman Kota Batu kepada seluruh tamu maupun pengunjung hotel kelas bintang lima ini.

“Kekuatan produk dan karya lokal Batu memang harus dipublikasikan semaksimal mungkin, dengan pameran lukis ini, kami rasa bisa menjadi ajang publikasi yang efektif, bahwa kota Batu memiliki seniman seniman yang handal,” tukas Adit.(Der/Ery)

Padi Reborn dan Anji Sebar ‘Cinta’ di Malang

Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)
Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Konser akbar di Malang menghadirkan Padi Reborn dan Anji di Graha Cakrawala, Rabu (14/2) malam ini. Masih dalam suasana Valentine’s Day, konser itu mengusung tema Ternyata Cinta.

Acara yang diseponsori Telkomsel ini bakal memanjakan para fans dua band dan musisi kondang Indonesia tersebut. Pasalnya, Padi sempat tujuh tahun tak muncul bersama.

“Ini kesempatan yang sangat kami tunggu untuk tampil di depan ‘Sobat Padi’. Ini impian yang lama kami inginkan,” kata Piyu Padi.

Tampil bersama Anji dalam satu panggung, menurut Piyu, hal itu sangat spesial. Pasalnya Padi punya kedekatan khusus dengan mantan vokalis band Drive tersebut.

Di sisi lain, malam ini Padi Reborn menyiapkan 13 lagu khusus untuk penggemarnya di Malang. “Ada sekitar 13 lagu. Pasti seru malam ini,” ujarnya.

Selain itu, konser ini juga bertajuk amal. Pasalnya, penyelenggara, yakni Telkomsel menggandeng lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyelenggara ingin konser tersebut berdampak positif bagi orang lain.

“Ada lelang barang pribadi Padi Reborn dan Anji yang digunakan untuk amal. Penggalangan donasi juga diberikan ke Suku Asmat, Papua,” kata Kepala Cabang ACT Jatim, Ponco Sri ariyanto, saat konferensi pers di Hotel Ibis Style.

Ditambahkan Anji, dalam konser nanti ia akan menyanyikan lagu yang dijadikan salah satu sound track film. Namun ia enggan menyebutkan apa judul lagu tersebut.

“Ya, semoga setelah lihat konser ini bisa berbunga-bunga dan bahagia,” tutupnya.(Der/Aka)

Yuk, Ramaikan Festival Coban Rais Kota Batu

Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)
Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Wana wisata Coban Rais punya gawe mbois. Untuk pertama kali, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Festival Coban Rais, Minggu (11/2).

Kegiatan ini digelar dengan konsep art culture alias kesenian budaya. Yakni dengan memberdayakan masyarakat dan kesenian lokal Kota Batu. Salah satunya, kesenian seperti kuda lumping, diiringi perpaduan karawitan dan musik band (musik kontemporer).

“Kegiatan ini akan diisi dengan potensi-potensi lokal. Sekaligus jadi upaya untuk pengembangan Sumber Daya Manusianya (SDM),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu, Imam Suryono, Sabtu (10/2).

Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)
Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)

Momen tersebut, lanjut Imam, juga diramaikan bazar oleh masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Bazar diisi mulai makanan dan minuman khas daerah sekitar, kerajinan tangan dan sebagainya.

“Ya sekaligus untuk mengenalkan produk Desa Oro-Oro Ombo. Karena memang sesuai Visi Misi Wali Kota Dewanti Rumpoko, yakni Desa Berdaya Kota Berjaya,” jelas pria yang juga Staf Ahli Pemkot Batu ini.

Imam menambahkan, kegiatan ini adalah salah satu sarana mempromosikan wisata di Kota Batu. Terlebih sebelumnya wisata yang terletak di Oro-Oro Ombo ini, yakni Wana Wisata Batu Flower Garden bepredikat juara wisata buatan tingkat provinsi.

“Bulan ini bisa dikatakan di dunia pariwisata sedang masa low season. Karena itu dengan adanya kegiatan ini kami ingin membantu kunjungan wisatawannya,” tutupnya.

Nantinya tidak hanya Festival Coban Rais, namun digelar pula festival lainnya di desa-desa wisata. Agar memanjakan wisatawan selain wahana yang sudah disiapkan.

Rencananya kegiatan ini bakal berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi tepatnya di parkiran utama Coban Rais. Tunggu apalagi,? Yuk datang di festival sembari menikmati udara segar Coban Rais.(Der/Aka)

Rayakan Ultah ke-2 Parimaya, Ajak Hotel Bersahabat dengan Media

Serah terima jabatan Ketua Parimaya dari Dedi Sumardi kepada Andina Paramitha, Kamis (1/2). (Aziz / MVoice)
Serah terima jabatan Ketua Parimaya dari Dedi Sumardi kepada Andina Paramitha, Kamis (1/2). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Sekitar 127 publik relationship (PR) dan marketing hotel Malang Raya berkumpul di Galeri Musik Dunia Jatim Park 3, Kamis (1/2). Ajang perayaan HUT ke-2 komunitas PARIMAYA (Pariwisata Malang Raya) ini juga bertujuan jalin silaturahmi dengan media.

Momen ini sekaligus jadi ajang saling bertukar pikiran antara pelaku hotel dengan media se-Malang Raya. Dikemas diskusi menghadirkan pembicara Titik S Ariyanto Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Edy Cahyono Ketua IJTI Malang, Abdul
Malik AJI Malang dan
Hayu Yudha Prabowo PFI Malang.

“Tujuannya mempertemukan media dan hotel. Masing-masing punya keresahan, kesulitan dan ragu dengan media. Dengan kegiatan ini bisa membuka diri dan mempermudah akses media,” kata Andina Paramitha, Ketua Parimaya terpilih periode 2018 – 2020.

Andina melanjutkan, Parimaya diharapkan juga dapat berkontribusi positif terhadap anggotanya. Salah satunya bakal membikin program peningkatan SDM.

“Akan ada pelatihan peningkatan skill PR hotel. Bisa tentang lobying dan bagaimana menyusun press rilis media yang tepat,” sambung Andin sapaan akrabnya.

“Intinya kami (Parimaya) mengajari dan mengajak bagaimana bersahabat dengan media dengan tepat,” tutupnya.(Der/Aka)

Merinding! Ini Cerita Pengalaman Mistis saat Syuting Film Nini Thowok

Produser Film Nini Thowok. (Anja a)
Produser Film Nini Thowok. (Anja a)

MALANGVOICE – Kegiatan nonton bareng (nobar) trailer film horor terbaru Indonesia, Nini Thowok di SMKN 2 Malang, (25/1), berlangsung seru dan menegangkan. Produser film Nini Thowok, Ronny Irawan, mengatakan nobar trailer sudah dilakukan di beberapa kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Malang.

“Daripada promo di bioskop, kami jemput bola langsung mendatangi audience terutama sekolah. Kami tunjukkan bahwa di Indonesia ini ada sebuah legenda yang sudah berusia 500 tahun yang mulai tenggelam. Kami bangkitkan lagi legenda itu,” kata Ronny Irawan.

Ternyata, selama kegiatan nobar di beberapa Kota seperti Semarang, Solo, Jakarta, kru mengalami kejadian mistis. Di Banten, misalnya, salah satu penonton mengalami kesurupan.

“Wah ada yang kesurupan itu, kemarin ada siswa dari SMKN 7 Serang,” kata dia.

Bukan hanya itu, Ronny juga membeberkan kejadian mistis saat syuting di Solo dan Yogya, Ronny membuka rahasia bahwa penampakan hantu lemari yang ada di bagian akhir trailer ternyata benar-benar nyata. Scene tersebut merupakan adegan improvisasi mendadak hasil kesepakatan produser dan sutradara di lokasi shooting.

”Jadi ceritanya pada malam pertama syuting tiba-tiba salah seorang kru tergopoh-gopoh ke ruang istirahat artis. Kru tersebut terlihat pucat dan ketakutan. Begitu ditanya, dia bercerita baru saja melihat sosok nenek-nenek berambut putih panjang dan berkebaya Jawa keluar dari dalam lemari tua yang merupakan properti syuting,” ujarnya. Alhasil sosok hantu lemari pun malah dibuat sedemikian rupa sehingga mirip penampakan aslinya.

Anehnya lagi, Lea Arta Warow si pemeran hantu nenek, sempat diteror hantu nenek dan diikuti sampai ke hotel tempatnya menginap di Solo.

”Tapi kami berpikir positif saja, bahwa adegan ini akan jadi lebih menakutkan karena memang hantu nenek tersebut ada di dunia nyata,” tutup Ronny.
(Der/Ery)

Kembangkan Inovasi Teknologi, Teknik Kimia UB Akan Gelar I-Challenge 2018

Foto kegiatan I-Challenge tahun lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebagai bagian dari masyarakat global, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) ikut berpartisipasi dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada di dunia akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Partisipasi tersebut dilakukan dengan mengembangkan teknologi-teknologi yang mudah diterapkan.

Namun masyarakat masih memiliki pengetahuan minim mengenai pekembangan teknologi yang dilakukan oleh mahasiswa, dan kurangnya tingkat apresiasi terhadap penelitian-penelitian dan berbagai bentuk pengembangan teknologi yang ada. Sehingga diperlukan wadah agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi yang diinisiasi oleh mahasiswa dan dapat mengapresiasi hal tersebut demi mendukung kelancaran usaha untuk memecahkan permasalahan lingkungan yang ada.

Hal tersebut melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UB menyelenggarakan kegiatan Indonesia Chemical Engineering Event (I-Challenge). Kegiatan ini akan digelar Sabtu, 17 Maret 2018 mendatang di gedung Samantha Krida UB.

Kabag Humas UB, Kotok Gurino mengatakan, salah satu kegiatan I-Challenge 2018 adalah International Exhibition, yang merupakan sebuah ajang kompetisi pameran produk inovasi teknologi yang dapat memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menampung ide inovatif dan kreatif dari mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa ASEAN dengan tema ‘Applicable Innovation to Actualize Sustainable Develepment Goals’. Sementara Sub tema yang nanti akan dilombakan adalah Innovation for Better Sanitation and Life Below Water, Innovation for Affordable and Clean Energy, dan Innovation for better life on Land.

“Peserta yang akan mengikuti acara International Exhibition akan melalui tahap seleksi abstrak, seleksi full paper, study case dan pameran produk. Dengan mengikuti kegiatan tersebut diharapkan inovasi dari mahasiswa dapat diaplikasikan secara langsung, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Acara I-Challenge 2018 akan ditutup dengan closing ceremony yang bertempat di Dekanat Fakultas Teknik dengan memberikan pengumuman juara serta penyerahan hadiah.(Der/Yei)

JRSF 2017 Tak Hanya Fokus Musik Reggae, Tapi Juga Kepedulian Alam

Agung Ngurah (memegang mic) membuka JRSF 2017. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kota Batu bakal jadi tempat terselenggaranya even musik besar bertajuk Jatim Reggae Star Festival (JRSF) 2017, Sabtu (16/12).

Belasan musisi top akan memeriahkan ajang yang pernah sukses di Bali sebanyak tiga kali tersebut. Selain itu, JRSF 2017 juga mengusung aksi charity dengan mendonasikan sebagian hasil penjualan tiket untuk lingkungan.

“10 persen dari penjualan tiket akan kami serahkan ke komunitas peduli lingkungan. mengubah pandangan mereka yang mungkin pada awalnya tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan menjadi peduli,” ujar Ketua Panitia JRSF 2017, Aji Agung Ngurah, Kamis (14/12).

Sebagai bentuk nyata, Agung, menambahkan, pada Sabtu (16/12) pagi sebelum dimulai acara, para musisi dan artis yang terlibat bakal bersama-sama membersihkan Sungai Brantas di Kota Batu.

Acara itu bekerja sama dengan Polres Batu, komunitas Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli), Pemkot Batu, dan masyarakat sekitar. Tujuannya, kata Agung, sebagai aksi nyata berkontribusi membersihkan lingkungan.

“Mudah-mudahan semuanya tergerak untuk ikut peduli lingkungan. Kami ingin tak hanya fokus pada musik saja,” tambahnya.

“Kami berharap even ini bisa menjadi wadah pecinta reggae di Jatim khususnya di Malang Raya. Dengan target 10 ribu pengunjung,” Agung menandaskan.(Der/Yei)

Komunitas