04 December 2022
04 December 2022
22.6 C
Malang
ad space

Ditodong Pisau, Motor Mahasiswi Dibegal di Jalan Sigura-gura

Lokasi begal motor di Jalan Sigura-gura IV. (Deny/MVoice)

MALANGVOICE – Seorang mahasiswi UMM asal Situbondo, Putri (18) menjadi korban kejahatan. Motornya dirampas pada Sabtu (12/11) di wilayah Jalan Sigura-gura, Lowokwaru.

Aksi ini sempat viral di media sosial karena terekam CCTV salah satu rumah kos.

Diceritakan saksi di tempat kejadian, Dimas Arsyad (20), saat itu ia melihat dua orang berboncengan menuju ke arah Jalan Sigura-gura IV. Sesampainya di depan penginapan Omahkoe tiba-tiba korban didorong sampai terjatuh dan motornya dibawa pelaku.

“Saat itu saya mau ke masjid. Saya tidak curiga karena memang biasa ada pasangan berboncengan. Tapi mbaknya didorong sampai jatuh, ternyata korban pembegalan,” kata Dimas, Jumat (18/11).

Baca Juga: Arema FC Ikuti Program UEFA Assist League Development

Berkat Malang Heritage, Pemkot Malang Raih Penghargaan ISNA 2022

Setelah melihat korban terjatuh, Dimas kemudian memberikan pertolongan. Ia mengaku korban syok karena motornya jenis Vario P 6412 AFO diambil.

“Korban cerita katanya diancam pakai pisau di perut dan disuruh jalan ke lokasi itu,” lanjutnya.

Masih berdasarkan cerita korban, awalnya Putri merasa diincar pelaku yang berjumlah dua orang menaiki sepeda motor sejak dari Dapoer Cobek. Sampai korban di Indomart Jalan Sigura-gura untuk beli kopi, secara mendadak salah satu pelaku duduk di jok belakang motor korban sambil menodongkan pisau di perut Putri.

Saat ditodong itu, korban tidak berteriak karena takut.

“Mbaknya tidak teriak waktu ditodong pisau itu. Padahal kalau teriak pasti banyak yang menolong,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, Dimas bersama teman korban menemani laporan ke Polsek Lowokwaru. Beruntung STNK motor dan HP korban sempat diamankan sehingga tidak ikut diambil pelaku.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, mengatakan masih mendalami peristiwa ini.

“Masih kami dalami, kami dari Polresta dan Polsek gabungan menyelidiki kasus ini,” tegasnya.(der)

Bekali Siswa di Industri Esport, Malang Jadi Start Awal Program Kolaborasi “Membina Sang Legenda”

Program kolaborasi Moonton Cares dan Garudaku Akademi. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 210 siswa dari tujuh sekolah di Jawa Timur tergabung dalam kolaborasi Moonton Cares dan Garudaku Akademi.

Program kolaborasi “Membina Sang Legenda” ini sengaja dihadirkan untuk memfasilitasi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi yang berkembang, termasuk dunia game atau esport.

Public Relations & Communications Manager Moonton Indonesia, Azwin Nugraha, mengatakan, Malang menjadi sasaran pertama program kolaborasi ini.

“Kami akan memfasilitasi program pembinaan esports akademi yang di dalamnya mencakup berbagai program untuk pembekalan para siswa-siswa yang mempunyai minat terjun ke industri esports. Bukan cuma sebagai atlet esports, peluang lainnya adalah wasit, caster, manager, bahkan influencer atau content creator,” katanya, Kamis (17/11).

Perjanjian kerja sama Moonton Cares dan Garudaku Akademi. (istimewa)

Baca Juga: Ahmad Basarah: Nakes Penting Dibekali Vaksin Ideologi Cegah Radikalisme di Dunia Kesehatan

PWI Malang Raya Gandeng Basarah Edukasi Kades se Kabupaten Malang Kenali Literasi Media

Seperti diketahui, Akademi Garudaku adalah akademi esports yang berdiri di bawah naungan Pengurus Besar Esports Indonesia untuk menjaring talenta esports dari dunia pendidikan. Akademi Garudaku merupakan program strategis yang akan menjawab berbagai tantangan terkait pembangunan ekosistem esports berprestasi, berkarakter, dan berintegritas.

Kepala Program Akademi Esports Garudaku, Robertus Aditya Pratomo Putro, memaparkan, banyak hal yang bisa didapat melalui program kolaborasi ini.

“Mengusung konsep pembinaan, pembelajaran dan pelatihan yang mencakup keterampilan teknis dan nonteknis atau soft skill, Akademi Esports Garudaku melibatkan para akademisi dan praktisi di bidang esports, psikologi, public speaking, personal branding, kesehatan dan nutrisi, kebugaran fisik, serta hukum sebagai pengajar dan penyusun silabus serta materi pembelajaran dan pelatihan,” paparnya.

Sejak 2018, Moonton Games telah melahirkan ratusan atlet esports yang telah berkompetisi di level profesional Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia dan juga Mobile Legends: Bang Bang Development League Indonesia.

Ratusan pemain profesional esports ini tak hanya menjadi tulang punggung keluarga, mereka juga membawa harum nama tim dan juga Indonesia di kancah dunia. Sebagai catatan, Indonesia pernah membawa pulang medali perak di SEA Games 2019 di Filipina dan SEA Games 2020 di Vietnam.

Tim Mobile Legends asal Indonesia, EVOS Esports juga sempat menjadi predikat tim MLBB terbaik di dunia setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Mobile Legends yang diselenggarakan di Malaysia tiga tahun silam.

Di awal 2023, dua tim Mobile Legends terbaik asal Indonesia juga akan berkompetisi untuk menjadi tim terbaik di dunia dalam ajang M4 World Championship pada 1-15 Januari mendatang. Dua tim tersebut, RRQ Hoshi dan ONIC Esports, adalah grand finalis MPL Indonesia Season 10.(der)

Pimpin Sertijab Kapolsek Blimbing, Buher: Jangan Ada Pungli

Sertijab Kapolsek Blimbing. (istimewa)

MALANGVOICE – Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto memimpin upacara serah terima jabatan Kapolsek Blimbing, Kamis (17/11).

Sertijab ini sesuai Surat Telegram Kapolda Jatim No. ST/1613/XI/KEP./2022.

Kedua personel yang melakukan sertijab, yaitu Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., selaku pejabat lama Kapolsek Blimbing dan Kompol Danang Yudanto, S.E. selaku pejabat yang baru.

Dalam acara itu, Kombespol Budi Hermanto mengucapkan selamat datang kepada Danang Yudanto. Diketahui Danang pernah menjabat sebagai Kasatreskoba Polresta Malang Kota dan ia kini kembali menjadi anggota Polresta Malang Kota menjabat Kapolsek Blimbing.

“Karena dulu dinas pertamanya di wilayah Kota Malang sehingga mungkin dengan adanya insiden yang terjadi di Kota Malang dapat membantu lebih maksimal mengembalikan situasi yang kondusif kegiatan kepolisian juga dapat kembali normal sehingga kita dapat membantu melayani masyarakat,” kata Buher, sapaan akrabnya.

Sebagai pemimpin wilayah di Blimbing, Buher berpesan agar selalu hadir dan memberikan pelayanan dengan cepat ke masyarakat.

“Saya berpesan kepada Kapolsek Blimbing yang baru agar sayangi dan perhatikan anggotamu, hadirkan pelayanan masyarakat secara cepat, hindari pungli dan pelanggaran yang dapat menurunkan Marwah Polri,” pesannya.

Sementara itu, pucuk pimpinan Polresta Malang Kota ini juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kompol Yanuar Rizal atas dedikasi dan kerja kerasnya selama bertugas.

Kompol Yanuar Rizal kini mengemban tugas baru sebagai Kapolsek Lawang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kinerja dan dedikasi Pak Yanuar beserta istri yang telah mendampingi dan bekerja di Polresta Malang Kota, banyak hal baik hal positif yang ditinggalkan,” ujarnya.(der)

Aremania Curhat ke Presiden Jokowi Lewat Surat Asa Keadilan Tragedi Kanjuruhan

Aremania kirim surat ke Presiden Jokowi di Kantor Pos. (istimewa)

MALANGVOICE – Aremania kembali menggelar aksi usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Kali ini ratusan suporter dari berbagai kalangan ini mengirim surat ke Presiden Joko Widodo.

Aksi kirim surat dilakukan serentak di Kantor Pos Malang pada Kamis (17/11). Aksi ini suporter ini diawali berjalan kaki dari Stadion Gajayana ke Kantor Pos, Jalan Merdeka Selatan, Kota Malang.

Perwakilan aksi, Firman, mengatakan, dalam surat itu tertulis ungkapan dan protes terhadap penanganan Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Majukan Kebudayaan Kota Batu, Mantan Kajari Pentaskan Lakon Semar Mbangun Kayangan

Bung Edi Pesankan Generasi Muda Teladani Perjuangan Para Pahlawan

Harapan Arema dengan Hasil RUPS PT LIB

Aksi kirim surat Aremania ke Presiden Jokowi. (istimewa)

“Karena Presiden RI itu adalah panglima tertinggi di negeri ini. Harapannya Pak Jokowi bisa memantau perkembangan kelanjutan kasus tragedi kanjuruhan ini,” kata dia.

Koordinator aksi, Rama Charis, mengatakan, kirim surat ini bukan hanya wujud simbolis perjuangan Arek Malang untuk terus berharap ada keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan.

“Harapan keadilan tidak akan pernah surut bagi Arek-arek Malang. Surat ini tidak akan hanya berwujud simbolis, tapi lebih kepada pesan tegas bahwa tidak ada tengat waktu bagi Arek Malang untuk memintakan keadilan bagi 136 nyawa dan korban luka-luka lainya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Pos Malang, Ahmad Ridwan, sudah melayani dan memfasilitasi aksi Aremania ini.

Ridwan pun memastikan surat yang dikirim akan sampai dalam waktu dekat.

“Pengiriman ini kita pastikan yang tercepat, dua hari biasannya. tinggal nanti proses birokrasiinya disana. Jadi dua hari sampai Jakarta, jadi teman-teman Jakarta kita minta reportnya penyampaian ke bapak Presiden,” tandasnya.(der)

Majukan Kebudayaan Kota Batu, Mantan Kajari Pentaskan Lakon Semar Mbangun Kayangan

Dalang Supriyanto mementaskan lakon Semar Mbangun Kayangan pada pagelaran wayang kulit memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu. (MVoice/Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Tatanan kehidupan dipastikan porak poranda tatkala dekadensi moral memuncak. Pesan itu diselipkan Dalang Supriyanto pada pementasan wayang kulit berlakon Semar Mbangun Kayangan.

Pementasan seni budaya tradisi ini diselenggarakan di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (16/11).

Supriyanto sosok yang begitu familiar di kalangan masyarakat Kota Batu. Pria kelahiran Sragen itu pernah bertugas menjabat Kajari Kota Batu. Kini dirinya menjabat sebagai Asisten Bidang Pengawasan Kejati DIY.

“Berasa bernostalgia ketika datang kembali ke Kota Batu. Bertemu sahabat, mitra lama yang selalu mendukung kemajuan Kota Batu, salah satunya dari aspek budaya. Makanya kami mencetuskan wisata budaya bisa hadir di Kota Batu,” ujar dia.

Baca Juga: Bung Edi Pesankan Generasi Muda Teladani Perjuangan Para Pahlawan

Harapan Arema dengan Hasil RUPS PT LIB

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyerahkan simbol gunungan wayang kepada Dalang Supriyanto. Penyerahan gunungan wayang tanda dimulainya pementasan. (MVoice/Pemkot Batu).

Memainkan lakon wayang kulit bukan hal yang baru bagi Supriyanto. Ia mengaku sedari duduk di bangku SMP sudah getol mempelajari seni wayang. Ia memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuannya memainkan lakon pewayangan saat bertugas di Kota Batu. Momen itu menumbuhkan memorinya masa lampau.

“Seni tradisi pewayangan merupakan refleksi kehidupan yang kaya pesan moral. Jangan sampai budaya luhur bangsa ini luntur maka harus diwariskan ke generasi selanjutnya,” ujar Supriyanto.

Semar Mbangun Kayangan lebih menitikberatkan pada pembenahan moralitas. Bukan diartikan membangun istana megah dan berlimpah kemewahan. Dalam lakon pewayangan, Semar disimbolkan punakawan representasi rakyat jelatah yang berani mengingatkan Pandawa, penguasa tertinggi Amarta. Kisah ini bentuk sindiran kepada penguasa agar tidak terlena dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Pagelaran wayang. (istimewa)

“Kahyangan yang dimaksud Semar adalah jiwa, rasa dan rohani para pemimpinnya. Inilah yang perlu dibangun agar Amarta menjadi negeri yang makmur, adil, sejahtera, dan sentosa,” ucap Supriyanto.

Pementasan wayang kulit Semar Mbangun Kayangan digelar dalam rangkaian memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu. Pertunjukkan seni tradisi itu digagas Dinas Pariwisata Kota Batu. Hadir pula, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah didampingi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dan wakilnya, Punjul Santoso.

Ahmad Basarah menyanjung Supriyanto yang juga memiliki kepiawaian memainkan lakon pewayangan. Ia baru mengetahui dari penuturan Dewanti, kalau Supriyanto mengasah kepiawainnya mendalang saat bertugas di Kota Batu. Hal itu menunjukkan kebudayaan Kota Batu terus hidup dan berkembang ke arah lebih baik.

“Ini luar biasa pertanda kemajuan Kota Batu bukan hanya pada wisata buatan, tapi juga kekayaan seni budayanya. Sekarang beliau bertugas di Kejati Yogyakarta, semoga nanti menjabat Kajati Jatim,” seloroh politisi PDIP itu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpkoko bersyukur karena akhirnya bisa melaksanakan pagelaran wayang kulit memperingati HUT Kota Batu yang sempat tertunda. Dalam kesempatan itu Dra Hj Dewanti juga berpamitan kepada masyarakat karena 27 Desember 2022 mendatang masa jabatannya sebagai wali kota sudah berakhir.

“Saya bangga karena perkembangan seni budaya di Kota Batu berkembang pesat seiring dengan perkembangan pariwisata di Kota Batu,” ujar Dewanti .

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, pihaknya mendatangkan dalang spesial. Menurutnya, Supriyanto merupakan figur luar biasa dengan kreativitas dan semangat melestarikan seni budaya tradisi. Sehingga ruang pentas yang diberikan merupakan bentuk apresiasi Disparta kepada mantan Kajari Kota Batu itu.

“Sengaja Disparta mendatangkang dalang spesial, Kajari Kota Batu, Pak Supriyanto. Karena beliau cukup piawai memainkan lakon pewayangan. Sehingga kami berharap, kegiatan ini sekaligus menegaskan, Kota Batu sebagai ikon pariwisata budaya di Jawa Timur,” ujar Arief.

Menanamkan kecintaan budaya lokal dengan seni tradisi merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah. mengembangkan seni budaya tradisi sebagai bagian dari ikon destinasi wisata di Kota Batu. Apalagi pewayangan banyak kisah dan cerita yang banyak memberikan pesan moral kehidupan manusia.

“Keteladanan dari dunia pewayangan ini sangat penting untuk membangun karakter dan pilar peradaban bangsa serta perekat kebinekaan. Wayang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga media menyalurkan pemikiran dan ketaladan lewat setiap pergelaran atau pementasan,” urai Arief.

Pementasan wayang kulit Semar Mbangun Kayangan juga disaksikan 12 mahasiswa asing mancanegara. Mereka berasal dari negara Mesir, Madagaskar, Sudan, Tunisia, Afganistan, Yaman, Zimbabwe, Palestina, Jordania, Banglades, Turkmenistan dan Pakistan.

Para mahasiswa asing dari 12 negara itu datang ke Kota Batu dalam rangka mengikuti program International Youth-Enhancing Study (I-YES). Program ini diluncurkan Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang untuk mengenalkan sosial budaya Indonesia yang dikemas melalui pembelajaran terbuka. Mewujudkan pendidikan berwawasan global dengan.menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui perspektif inklusif.

Humaniora I-Yes dikemas dalam bentuk kajian intensif selama satu minggu. Proses pembelajaran dilakukan dalam bentuk sesi kelas, interaksi sosial budaya langsung, kunjungan budaya dan kunjungan sekolah.

Kegiatan Humaniora I-Yes merupakan bentuk pendidikan langsung dimana proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan akademik dan sosial budaya. Pengalaman itu nantinya akan menjadi aset penting untuk mengembangkan dunia yang lebih baik.(der)

Pasang WiFi Gratis di 551 RW, Diskominfo Pemkot Malang Dorong Masyarakat Internet dengan Baik

Bimtek yang digelar Diskominfo Pemkot Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Malang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Layanan Berbasis TIK Bagi Masyarakat di Kota Malang dengan tema ‘Introduction Internet and Marketplace’ di Hotel Savana, Selasa (15/11).

Tujuan penting acara ini dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos, adalah untuk meningkatkan kemampuan pemanfaatan internet dan pengelolaan marketplace sebagai sarana untuk peningkatan produktivitas usaha bagi UMKM. Langkah-langkahnya melalui penguatan literasi digital serta penguatan sumber daya digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos. (istimewa)

Baca Juga: Mantan Competition Manager AFC Siap Bantu Pemulihan Tim Singo Edan

Tujuh Fraksi DPRD Kota Batu Belum Setor Nama Pj Wali Kota

Hal itu dikatakan Wiwid, sapaan akrabnya, karena perkembangan teknologi informasi dan teknologi yang semakin pesat, apalagi di era industri 4.0 yang kini telah memasuki era society 5.0.

“Pada kesempatan yang baik ini, perlu kiranya diselenggarakan bimtek pemanfaatan internet dan pengelolaan marketplace bagi masyarakat Kota Malang. Untuk diberikan pemahaman, dikuatkan dari sisi literasinya dan mampu diberdayagunakan secara maksimal. Sehingga Kota Malang dapat semakin adaptif dengan teknologi informasi,” kata Wiwid.

Untuk mendukung itu, Pemkot Malang memberikan fasilitasi berupa layanan wifi gratis ke 551 RW yang tersebar di 57 kelurahan. Harapannya ini dapat dimanfaatkan secara maksimal di era Internet of Things (IOI).

“Dengan digelarnya bimtek ini ia berharap semua peserta dapat memahami tentang pemanfaatan internet dan dapat membuat toko online sendiri guna pengembangan usaha UMKM. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Kota Malang, Drs. Alie Mulyanto, MM mengungkapkan bahwa dunia tidak pernah berhenti, selalu berubah silih berganti. Sehingga masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan teknologi yang saat ini sedang berkembang sangat pesat dan luar biasa.

“Di masing-masing kelurahan dan RW sudah ada fasilitas internet, itu harus digunakan semaksimal mungkin. Saat ini juga sudah dibangun Malang Creative Center, ini dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat berkaitan dengan teknologi informasi. Untuk itu mari saat ini kita isi ilmunya lalu setelah mengetahui teorinya kita praktekan. Hal ini harus kita lakukan terus menerus dalam rangka beradaptasi dengan 5.0,” ungkap Alie.

Kegiatan bimtek menghadirkan Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Citra Komputer, Ir. Tedjo Oentoeng dan dari Politeknik Negeri Malang, DR. Eng. Rosa Andrie Asmara, ST., MT sebagai narasumber dan diikuti kurang lebih 59 orang peserta.(der)

Festival Pusaka Nusantara, Merawat Ingatan pada Kemahiran Metalurgi Nenek Moyang

Festival Among Budaya Tosan Aji digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Ratusan pusaka Nusantara ditampilkan dalam penyelenggaran festival yang diselenggaran pada 14-16 November. (MVoice/M. Noer Hadi)

MALANGVOICE – Ratusan pusaka warisan Nusantara seperti keris, betok, kudi hingga tombak dipajang di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Artefak budaya itu ditampilkan selama penyelenggaraan Festival Among Budaya Tosan Aji mulai 14-16 November.

Festival Among Budaya Tosan Aji bagian dari rangkaian acara memeriahkan HUT ke 21 Kota Batu. Kegiatan itu digelar perkumpulan pelestari budaya Jawa dan tosan aji, Paguyuban Sangga Praja bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.

Sekretaris Sangga Praja, Didik Eko Purwanto menyebutkan, pusaka yang ditampilkan berasal dari era Mataram Kuno, Kamardikan maupun era Baru. Jenis pusaka tertua yang dihadirkan dalam festival tersebut, yakni betok dan kudi era Mataram Kuno pada masa persebaran Hindu-Budha atau era Kabudhan.

“Kedua pusaka itu, betok dan kudi lebih spesifik sebagai pusaka tindih atau pengendali. Suatu pusaka dengan tangguh tua dan dianggap mempunyai tuah yang baik bagi para kolektor tosan aji,” ujar Didik.

Baca juga: Operasi Pasar Sasar Merjosari, Sediakan 1.143 Paket Sembako dan Subsidi Rp75 Ribu

Baca juga: Mobil Rizky Febrian Terbakar Usai Tabrak Tembok Jembatan, Penumpang Selamat

Baca juga: Arema Siapkan Skema Program Latihan Percepat Pemulihan Psikis Pemain

Baca juga: RUPS Luar Biasa PT LIB, Arema Tetap Konsekuen Jalani Sanksi

Pelajar sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis pusaka yang dipajang pada Festival Among Budaya Tosan Aji. Kunjungan para pelajar ini bagian dari metode pembelajaran agar mereka mengenal lebih dalam berbagai pusaka Nusantara. (MVoice/M. Noer Hadi)

Berbicara mengenai pusaka, streotipe masyarakat terperangkap pada hal mistis. Padahal, kata Didik, pusaka seperti keris memiliki aspek estetika, pamor dan kemutakhiran peradaban bangsa di masa lampau yang ahli dalam ilmu metalurgi. Hal itulah yang membuat dunia takjub hingga akhirnya UNESCO mengakui keris sebagai warisan budaya tak benda.

“Nenek moyang kita bahkan sudah mendahului Eropa. Sudah ahli dalam metalurgi merangkai tujuh unsur logam mengandung energi atom aktif. Karena material pembuatan pusaka memakai besi bumi dan besi langit, meteor,” urai dia.

Baca juga: Macapat Idol, Hidupkan Seni Tembang Jawa di Kalangan Generasi Muda

Baca juga: Disparta Kota Batu Genjot Seni Tradisi Sebagai Ikon Wisata Budaya

Baca juga: Kuliner Nusantara Rasa Bintang 5 Harga Kaki LimaTersaji di BSFF 2022 Kota Batu

Pelajar sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis pusaka yang dipajang pada Festival Among Budaya Tosan Aji. Kunjungan para pelajar ini bagian dari metode pembelajaran agar mereka mengenal lebih dalam berbagai pusaka Nusantara. (MVoice/M. Noer Hadi)

Baca juga: Event Padhang Bulan, Disparta Berkomitmen Bangkitkan Ikon Wisata Budaya Kota Batu

Pada hari kedua pelaksanaan Festival Among Budaya Tosan Aji (Selasa, 16/11), para peserta didik sekolah dasar mengamati dan mencatat jenis-jenis pusaka yang ditampilkan.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, tujuan penyelenggaran ini mengarah pada wisata edukasi bagi masyarakat umum. Terlebih bagi generasi muda seperti para pelajar agar mereka kenal dan mencintai pusaka Nusantara warisan nenek moyang.

Festival pusaka itu sekaligus menjadi embrio membangkitkan kebudayaan Kota Batu sebagai ikon wisata. Selain itu, juga sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan yang ditindaklanjuti Kota Batu dengan mengusulkan Perda Pengembangan Kebudayaan. Perda itu dimasukan dalam program pembentukan perda Kota Batu tahun 2023.

“Ini komitmen Disparta membangkitkan wisata kebudayaan Kota Batu agar mencapai kejayaan. Motivasi dan landasan berpikir kami, yakni memfasilitasi pengembangan seluruh komponen budaya,” ujar Arief.(der)

Operasi Pasar Sasar Merjosari, Sediakan 1.143 Paket Sembako dan Subsidi Rp75 Ribu

Kepala Diskopindag Pemkot Malang, Eko Sya bersama warga. (istimewa)
Kominfo Pemkot Malang
Kominfo Pemkot Malang

MALANGVOICE – Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, menjadi sasaran operasi pasar yang digelar Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Selasa (15/11).

Sejak dibuka tadi pagi, ribuan warga sudah mengantre untuk mendapatkan paket sembako murah seharga Rp125 ribu. Warga yang datang sudah mendapatkan kupon untuk ditukarkan di stan yang tersedia.

Adapun paket sembako yang disediakan adalah beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Mobil Rizky Febrian Terbakar Usai Tabrak Tembok Jembatan, Penumpang Selamat

Arema Siapkan Skema Program Latihan Percepat Pemulihan Psikis Pemain

Operasi pasar di Merjosari. (istimewa)

Kepala Diskopindag Pemkot Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan, operasi pasar ini dilakukan bertahap ke setiap kecamatan. Tujuannya untuk menstabilkan harga sembako karena inflasi.

“Setiap kecamatan digelar di dua titik. Setiap titik disediakan 1.143 paket sembako,” kata Eko Sya, sapaan akrabnya.

Selain itu, Eko Sya mengatakan, ada subsidi yang diberikan sebesar Rp75 ribu per paket. Warga yang menerima subsidi ini dipilih langsung di tiap RW sehingga dipastikan tepat sasaran.

“Kupon tersebut diberikan oleh ketua RW setempat, sehingga bisa dijangkau masyarakat yang dipinggiran. Kriteria kami serahkan pada pak RW, karena mereka yang lebih tahu masyarakat mana yang perlu dikasih kupon,” jelas Eko.

Eko sendiri menyatakan dengan digelarnya operasi pasar ini sangat disambut positif masyarakat. “Alhamdulilah respon masyarakat cukup positif. Kami akan terus gencarkan di tempat lain bulan ini,” tandasnya.

Sementara itu Asisten I Pemkot Malang Dyah Ayu Kusuma Dewi, menegaskan siap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kebutuhan sembako.

Operasi pasar di Merjosari ini adalah yang pertama dilakukan pada November 2022.

“Setiap titik di kecamatan akan diberi subsidi sebesar Rp75 ribu per titik di tiap kelurahan,” tandasnya.(der)

Puncak HKG PKK, Pemkot Apresiasi Capaian TP PKK Kota Malang

Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji memberikan apresiasi di puncak HKG PKK. (istimewa)

MALANGVOICE – Acara puncak Kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-50, digelar pada Senin (14/11). Ratusan anggota PKK Kota Malang dan para tamu hadir di Malang Creative Center (MCC).

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, menyebutkan beberapa capaian yang dilakukan TP PKK Kota Malang, di antaranya urban farming yang juga didukung Bank Indonesia, Gerakan Budidaya Bunga Telang (Gerbudbute) yang merupakan kolaborasi dengan Bank Jatim.

Selain itu, TP PKK Kota Malang juga menginisiasi program Sam Gepunbasa yang juga hasil kerja sama dengan perusahaan swasta.

Berbagai kegiatan lain juga dilakukan TP PKK untuk mendukung program pemerintah. Seperti yang dilakukan akhir-akhir ini adalah keterlibatan TP PKK dalam kegiatan pendataan Regsosek yang dilakukan BPS.

Selain itu juga, TP PKK mendukung peningkatan pendapatan daerah dengan Pokmas Sadar Pajak, untuk penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) yang mencapai 98 persen.

“Kami ingin lebih banyak  menggandeng stakeholder lain sehingga tidak banyak mengganggu APBD. Kalau perguruan tinggi sudah banyak kita gandeng untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menjadi sehat. Kami juga menggandeng psikolog, banyak lah dengan perguruan tinggi,” ungkap Widayati.

Tak lupa ia menyampaikan apresiasinya kepada segenap TP PKK mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga kader PKK yang sudah mengabdikan diri untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Hari ini kita memberikan apresiasi kepada pemenang (lomba) yang kami selenggarakan sejak bulan Januari hingga kemarin. Dari semua pokja semua ada pemenangnya, ada lombanya,” ungkapnya.

Widayati juga membacakan sambutan Tri Tito Karnavian, untuk mengajak agar PKK selalu berpedoman pada ruhnya. Yakni sebagai gerakan masyarakat untuk memberdayakan keluarga. Hal ini diartikan bahwa keluargalah yang harus menjadi fokus perhatian karena keluargalah yang merupakan unit terkecil masyarakat.

“Apabila keluarga-keluarga di Indonesia ini dapat kita berdayakan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, maka berarti gerakan PKK juga berpotensi memberdayakan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Widayati.

Dua hal pokok yang berkaitan dengan tema HKG 2022 yakni ‘Berbakti untuk Bangsa, Berbagi untuk Sesama’, menurut Tri Tito Karnavian, adalah jiwa kerelawanan gerakan PKK menjadi dasar bagi bakti PKK untuk bangsa dan berbagi untuk sesama dan saling membantu merupakan inti program gerakan PKK.

“PKK adalah mitra kerja pemerintah, maka PKK harus mampu menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah dan dengan pola pendekatan sosial bisa meningkatkan peran, serta masyarakat dalam pembangunan,” sambungnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji. (istimewa)

Sementara itu, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan terima kasih atas kinerja TP PKK termasuk organisasi perempuan lainnya.

“Perempuan adalah tiang negara. Sehingga jika perempuan itu rapuh maka tentu negara tidak memiliki kekuatan. Perempuan itu luar biasa. Ibu adalah madrasahnya anak-anak kita semua. Saya kagum dengan teman-teman PKK, walaupun banyak yang kewut (berusia tua) tapi jiwanya muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria berkaca mata ini menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Malang mendukung gerak TP PKK dengan memberi stimulus, khususnya Dinsos P3AP2KB yang tugas dan fungsi dari banyak beririsan dengan kegiatan TP PKK.

“Pengarusutamaan Gender (PUG) bukan hanya perempuan saja, termasuk kaum rentan. Jadi PKK juga sering  mengajak kaum disabilitas dan lansia untuk berkarya bersama. Jadi makanya, PKK itu berhubungan mulai  usia PAUD hingga lansia. Ada Bunda PAUD, ada Bunda Lansia, nah ini termasuk bidang garap dari PKK. Dalam amanatnya, PKK menjadi partner dari pemerintah daerah sehingga apa yang menjadi program daerah juga menjadi program PKK,” terang Sutiaji.

Dalam kegiatan ini diberikan berbagai apresiasi. Di antaranya untuk para Kader Berprestasi, yakni Wiwit Sugiarti (Kecamatan Blimbing), Ida Fariani (Kecamatan Klojen), Sulastri Utami (Kecamatan Kedungkandang), Narcisse Manoppo (Kecamatan Lowokwaru), dan Mahmudah (Kecamatan Sukun). Penghargaan juga diberikan kepada Sekretaris Pokja TP PKK atas nama Miefta Etiwinendar.

Selain itu, juga diberikan apresiasi kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan TP PKK sepanjang tahun 2022. Lomba Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAREDI) dijuarai Kelurahan Buring.

Kelurahan Merjosari menjadi juara pertama pada Lomba Administrasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Untuk Lomba Gerakan Budidaya Bunga Telang (Gerbudbute) dijuarai oleh Kelurahan Mulyorejo. Sementara Lomba Monitoring Evaluasi Posyandu Mandiri, Pemantauan Jentik Berkala, serta Inovasi Posyandu dijuarai oleh Kelurahan Gading Kasri.(der)

Mobil Pangan Rakyat Warnai Gelaran JAWARA Malang Youth Festival

Mobil pangan rakyat. (istimewa)

MALANGVOICE – Malang Youth Festival yang bertajuk ‘Pemuda Hebat, Ekonomi Kuat’, yang digelar oleh Jaringan Wirausaha Nusantara atau biasa disebut JAWARA diwarnai adanya launching Mobil Pangan Rakyat.

Founder JAWARA dan Malang Cerdas dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed mengatakan, keberadaan mobil pangan rakyat ini adalah untuk ikut menjaga kestabilan harga Sembilan Bahan Pokok atau sembako.

“Jadi mobil pangan rakyat ini merupakan inovasi sosial untuk memberikan keterjangkauan, dan menstabilkan harga sembako,” ucapnya, saat ditemui awak media, di DOME Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam acara JAWARA Malang Youth Fest, Minggu (13/11/2022) kemarin.

Malang youth festival. (istimewa)

Menurut dr Gamal, dengan adanya mobil Pangan Rakyat ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan permasalahan food security, yang saat ini telah menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Berdasarkan hasil survei masyarakat, 25 persen masyarakat mengeluh harga sembako yang tinggi, maka dengan mobil Pangan Rakyat ini diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat,” jelasnya.

dr Gamal menjelaskan, mobil pangan rakyat ini akan mobile ke desa-desa atau kampung, dan akan memberikan sembako gratis bagi keluarga prasejahtera.

“Jadi ada dua program dalam mobil Pangan Rakyat ini, yakni sembako gratis dan murah yang kami subsidi, warga yang memiliki kartu pangan rakyat, atau yang tergabung di komunitas pangan rakyat bisa belanja di mobil itu untuk mendapatkan sembako murah atau gratis,” terangnya.

“Masalah pangan ini merupakan masalah terbesar yang dihadapi masyarakat di desa, mobil itu akan datang tiap hari atau tiap pekan berkeliling untuk menyalurkan sembako murah,” imbuhnya.

Kontributor: Ganes Danastri Pratista Aura Afra.