Padi Reborn dan Anji Sebar ‘Cinta’ di Malang

Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)
Padi Reborn dan Anji menyapa penggemarnya di Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Konser akbar di Malang menghadirkan Padi Reborn dan Anji di Graha Cakrawala, Rabu (14/2) malam ini. Masih dalam suasana Valentine’s Day, konser itu mengusung tema Ternyata Cinta.

Acara yang diseponsori Telkomsel ini bakal memanjakan para fans dua band dan musisi kondang Indonesia tersebut. Pasalnya, Padi sempat tujuh tahun tak muncul bersama.

“Ini kesempatan yang sangat kami tunggu untuk tampil di depan ‘Sobat Padi’. Ini impian yang lama kami inginkan,” kata Piyu Padi.

Tampil bersama Anji dalam satu panggung, menurut Piyu, hal itu sangat spesial. Pasalnya Padi punya kedekatan khusus dengan mantan vokalis band Drive tersebut.

Di sisi lain, malam ini Padi Reborn menyiapkan 13 lagu khusus untuk penggemarnya di Malang. “Ada sekitar 13 lagu. Pasti seru malam ini,” ujarnya.

Selain itu, konser ini juga bertajuk amal. Pasalnya, penyelenggara, yakni Telkomsel menggandeng lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyelenggara ingin konser tersebut berdampak positif bagi orang lain.

“Ada lelang barang pribadi Padi Reborn dan Anji yang digunakan untuk amal. Penggalangan donasi juga diberikan ke Suku Asmat, Papua,” kata Kepala Cabang ACT Jatim, Ponco Sri ariyanto, saat konferensi pers di Hotel Ibis Style.

Ditambahkan Anji, dalam konser nanti ia akan menyanyikan lagu yang dijadikan salah satu sound track film. Namun ia enggan menyebutkan apa judul lagu tersebut.

“Ya, semoga setelah lihat konser ini bisa berbunga-bunga dan bahagia,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Yuk, Ramaikan Festival Coban Rais Kota Batu

Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)
Festival Coban Rais Siap Hibur Wisatawan. (Disparta Kota Batu)

MALANGVOICE – Wana wisata Coban Rais punya gawe mbois. Untuk pertama kali, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar Festival Coban Rais, Minggu (11/2).

Kegiatan ini digelar dengan konsep art culture alias kesenian budaya. Yakni dengan memberdayakan masyarakat dan kesenian lokal Kota Batu. Salah satunya, kesenian seperti kuda lumping, diiringi perpaduan karawitan dan musik band (musik kontemporer).

“Kegiatan ini akan diisi dengan potensi-potensi lokal. Sekaligus jadi upaya untuk pengembangan Sumber Daya Manusianya (SDM),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu, Imam Suryono, Sabtu (10/2).

Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)
Plt Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono. (Aziz / MVoice)

Momen tersebut, lanjut Imam, juga diramaikan bazar oleh masyarakat Desa Oro-Oro Ombo. Bazar diisi mulai makanan dan minuman khas daerah sekitar, kerajinan tangan dan sebagainya.

“Ya sekaligus untuk mengenalkan produk Desa Oro-Oro Ombo. Karena memang sesuai Visi Misi Wali Kota Dewanti Rumpoko, yakni Desa Berdaya Kota Berjaya,” jelas pria yang juga Staf Ahli Pemkot Batu ini.

Imam menambahkan, kegiatan ini adalah salah satu sarana mempromosikan wisata di Kota Batu. Terlebih sebelumnya wisata yang terletak di Oro-Oro Ombo ini, yakni Wana Wisata Batu Flower Garden bepredikat juara wisata buatan tingkat provinsi.

“Bulan ini bisa dikatakan di dunia pariwisata sedang masa low season. Karena itu dengan adanya kegiatan ini kami ingin membantu kunjungan wisatawannya,” tutupnya.

Nantinya tidak hanya Festival Coban Rais, namun digelar pula festival lainnya di desa-desa wisata. Agar memanjakan wisatawan selain wahana yang sudah disiapkan.

Rencananya kegiatan ini bakal berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi tepatnya di parkiran utama Coban Rais. Tunggu apalagi,? Yuk datang di festival sembari menikmati udara segar Coban Rais.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Rayakan Ultah ke-2 Parimaya, Ajak Hotel Bersahabat dengan Media

Serah terima jabatan Ketua Parimaya dari Dedi Sumardi kepada Andina Paramitha, Kamis (1/2). (Aziz / MVoice)
Serah terima jabatan Ketua Parimaya dari Dedi Sumardi kepada Andina Paramitha, Kamis (1/2). (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Sekitar 127 publik relationship (PR) dan marketing hotel Malang Raya berkumpul di Galeri Musik Dunia Jatim Park 3, Kamis (1/2). Ajang perayaan HUT ke-2 komunitas PARIMAYA (Pariwisata Malang Raya) ini juga bertujuan jalin silaturahmi dengan media.

Momen ini sekaligus jadi ajang saling bertukar pikiran antara pelaku hotel dengan media se-Malang Raya. Dikemas diskusi menghadirkan pembicara Titik S Ariyanto Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Edy Cahyono Ketua IJTI Malang, Abdul
Malik AJI Malang dan
Hayu Yudha Prabowo PFI Malang.

“Tujuannya mempertemukan media dan hotel. Masing-masing punya keresahan, kesulitan dan ragu dengan media. Dengan kegiatan ini bisa membuka diri dan mempermudah akses media,” kata Andina Paramitha, Ketua Parimaya terpilih periode 2018 – 2020.

Andina melanjutkan, Parimaya diharapkan juga dapat berkontribusi positif terhadap anggotanya. Salah satunya bakal membikin program peningkatan SDM.

“Akan ada pelatihan peningkatan skill PR hotel. Bisa tentang lobying dan bagaimana menyusun press rilis media yang tepat,” sambung Andin sapaan akrabnya.

“Intinya kami (Parimaya) mengajari dan mengajak bagaimana bersahabat dengan media dengan tepat,” tutupnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Merinding! Ini Cerita Pengalaman Mistis saat Syuting Film Nini Thowok

Produser Film Nini Thowok. (Anja a)
Produser Film Nini Thowok. (Anja a)

MALANGVOICE – Kegiatan nonton bareng (nobar) trailer film horor terbaru Indonesia, Nini Thowok di SMKN 2 Malang, (25/1), berlangsung seru dan menegangkan. Produser film Nini Thowok, Ronny Irawan, mengatakan nobar trailer sudah dilakukan di beberapa kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Malang.

“Daripada promo di bioskop, kami jemput bola langsung mendatangi audience terutama sekolah. Kami tunjukkan bahwa di Indonesia ini ada sebuah legenda yang sudah berusia 500 tahun yang mulai tenggelam. Kami bangkitkan lagi legenda itu,” kata Ronny Irawan.

Ternyata, selama kegiatan nobar di beberapa Kota seperti Semarang, Solo, Jakarta, kru mengalami kejadian mistis. Di Banten, misalnya, salah satu penonton mengalami kesurupan.

“Wah ada yang kesurupan itu, kemarin ada siswa dari SMKN 7 Serang,” kata dia.

Bukan hanya itu, Ronny juga membeberkan kejadian mistis saat syuting di Solo dan Yogya, Ronny membuka rahasia bahwa penampakan hantu lemari yang ada di bagian akhir trailer ternyata benar-benar nyata. Scene tersebut merupakan adegan improvisasi mendadak hasil kesepakatan produser dan sutradara di lokasi shooting.

”Jadi ceritanya pada malam pertama syuting tiba-tiba salah seorang kru tergopoh-gopoh ke ruang istirahat artis. Kru tersebut terlihat pucat dan ketakutan. Begitu ditanya, dia bercerita baru saja melihat sosok nenek-nenek berambut putih panjang dan berkebaya Jawa keluar dari dalam lemari tua yang merupakan properti syuting,” ujarnya. Alhasil sosok hantu lemari pun malah dibuat sedemikian rupa sehingga mirip penampakan aslinya.

Anehnya lagi, Lea Arta Warow si pemeran hantu nenek, sempat diteror hantu nenek dan diikuti sampai ke hotel tempatnya menginap di Solo.

”Tapi kami berpikir positif saja, bahwa adegan ini akan jadi lebih menakutkan karena memang hantu nenek tersebut ada di dunia nyata,” tutup Ronny.
(Der/Ery)

BNN Kota Malang

Kembangkan Inovasi Teknologi, Teknik Kimia UB Akan Gelar I-Challenge 2018

Foto kegiatan I-Challenge tahun lalu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebagai bagian dari masyarakat global, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) ikut berpartisipasi dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada di dunia akibat dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Partisipasi tersebut dilakukan dengan mengembangkan teknologi-teknologi yang mudah diterapkan.

Namun masyarakat masih memiliki pengetahuan minim mengenai pekembangan teknologi yang dilakukan oleh mahasiswa, dan kurangnya tingkat apresiasi terhadap penelitian-penelitian dan berbagai bentuk pengembangan teknologi yang ada. Sehingga diperlukan wadah agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi yang diinisiasi oleh mahasiswa dan dapat mengapresiasi hal tersebut demi mendukung kelancaran usaha untuk memecahkan permasalahan lingkungan yang ada.

Hal tersebut melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UB menyelenggarakan kegiatan Indonesia Chemical Engineering Event (I-Challenge). Kegiatan ini akan digelar Sabtu, 17 Maret 2018 mendatang di gedung Samantha Krida UB.

Kabag Humas UB, Kotok Gurino mengatakan, salah satu kegiatan I-Challenge 2018 adalah International Exhibition, yang merupakan sebuah ajang kompetisi pameran produk inovasi teknologi yang dapat memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menampung ide inovatif dan kreatif dari mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa ASEAN dengan tema ‘Applicable Innovation to Actualize Sustainable Develepment Goals’. Sementara Sub tema yang nanti akan dilombakan adalah Innovation for Better Sanitation and Life Below Water, Innovation for Affordable and Clean Energy, dan Innovation for better life on Land.

“Peserta yang akan mengikuti acara International Exhibition akan melalui tahap seleksi abstrak, seleksi full paper, study case dan pameran produk. Dengan mengikuti kegiatan tersebut diharapkan inovasi dari mahasiswa dapat diaplikasikan secara langsung, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Acara I-Challenge 2018 akan ditutup dengan closing ceremony yang bertempat di Dekanat Fakultas Teknik dengan memberikan pengumuman juara serta penyerahan hadiah.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

JRSF 2017 Tak Hanya Fokus Musik Reggae, Tapi Juga Kepedulian Alam

Agung Ngurah (memegang mic) membuka JRSF 2017. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Kota Batu bakal jadi tempat terselenggaranya even musik besar bertajuk Jatim Reggae Star Festival (JRSF) 2017, Sabtu (16/12).

Belasan musisi top akan memeriahkan ajang yang pernah sukses di Bali sebanyak tiga kali tersebut. Selain itu, JRSF 2017 juga mengusung aksi charity dengan mendonasikan sebagian hasil penjualan tiket untuk lingkungan.

“10 persen dari penjualan tiket akan kami serahkan ke komunitas peduli lingkungan. mengubah pandangan mereka yang mungkin pada awalnya tidak peduli terhadap kelestarian lingkungan menjadi peduli,” ujar Ketua Panitia JRSF 2017, Aji Agung Ngurah, Kamis (14/12).

Sebagai bentuk nyata, Agung, menambahkan, pada Sabtu (16/12) pagi sebelum dimulai acara, para musisi dan artis yang terlibat bakal bersama-sama membersihkan Sungai Brantas di Kota Batu.

Acara itu bekerja sama dengan Polres Batu, komunitas Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli), Pemkot Batu, dan masyarakat sekitar. Tujuannya, kata Agung, sebagai aksi nyata berkontribusi membersihkan lingkungan.

“Mudah-mudahan semuanya tergerak untuk ikut peduli lingkungan. Kami ingin tak hanya fokus pada musik saja,” tambahnya.

“Kami berharap even ini bisa menjadi wadah pecinta reggae di Jatim khususnya di Malang Raya. Dengan target 10 ribu pengunjung,” Agung menandaskan.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Lewat Pameran Foto “Komtemporer”, Sisakan Jejak Masa Lalu di Tengah Modernisasi

Pameran foto KIV 2017. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – Sebagai generasi muda yang dianggap kekinian ternyata sebagian besar masih peduli dengan kejayaan di masa lalu. Semua itu tertuang dalam pameran foto bertajuk Komtemporer Invasion (KIV) 2017.

Pameran yang digelar di cafe Godbless, Blimbing, Kota Malang ini mengusung tema “Old But Gold”. Dimulai sejak Senin (11/12) hingga Rabu (13/12), even tahunan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Merdeka (Unmer) Malang angkatan 2016 ini menyuguhkan foto zaman dahulu yang masih bisa dilihat pada zaman sekarang.

“Kami sengaja membuat tema itu untuk mengingat bagaimana sesuatu hal di zaman dahulu itu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar ketua panitia KIV 2017, Ary Kusuma, kepada MVoice.

Dijelaskan lebih lanjut, ada sekitar 80 foto yang mejeng di pameran tersebut. Setiap foto memiliki cerita dan arti sendiri di dalamnya. Lewat pameran itu, pria asal Kota Batu ini berharap ada kepedulian dari generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan peninggalan di zaman dahulu.

“Mulai fashion, makanan, hingga bangunan zaman dahulu ada di pameran ini. Kami harap bisa lebih diperhatikan dan tidak ditinggalkan dengan gaya modern saat ini,” tambahnya.

Selain pameran ada juga bazaar, games dan live music, serta workshop yang diisi pemateri berkompeten. Antara lain fotografer Tempo dan anggota PFI, Aris Novia Hidayat, dan fotografer senior, M Ibnu Hernanda.

Seperti diketahui, Komtemporer Invasion adalah kata gabungan. Komtemporer berasal dari komunikasi dan kontemporer serta Invasion berarti serangan. Sehingga, bisa diartikan “Serangan dalam Modernisasi”.(Der/Yei)

BNN Kota Malang

Rayakan Tahun Baru di Golden Tulip Holland Resort Batu Bisa Bawa Pulang Mobil

Grand Prize 1 unit mobil Honda Brio akan diundi saat malam pergantian tahun di Golden Tulip Holland Resort Batu. (Aziz Ramadani/MVoice)
Grand Prize 1 unit mobil Honda Brio akan diundi saat malam pergantian tahun di Golden Tulip Holland Resort Batu. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Anda belum menentukan di mana merayakan pergantian tahun? Sangat disarankan pilih Golden Tulip Holland Resort Batu. Sebab satu unit mobil Honda Brio bisa jadi milik Anda.

Pada momen pergantian tahun, 31 Desember, hotel bintang lima beralamat Jalan Cherry No. 10 Kompleks Panderman Hill Kota Batu ini menggelar even menarik. Tema yang diangkat Venetian Masquerade Carnival, yakni konsep pesta topeng berlatar kota Venesia Italia.

“Grand prize mobil ini akan diundi usai countdown (hitung mundur) malam pergantian tahun,” kata Elfa Yuliani Erlangga, Director of Sales and Marketing Golden Tulip Holland Resort Batu, ditemui MVoice, Jumat (1/12).

Elfa menambahkan, khusus event ini, pihaknya mengemas dalam paket dua malam, 31 Desember 2017 – 1 Januari 2018. Paket khusus ini dibanderol Rp 7 juta. Termasuk sarapan dan jamuan makan malam akhir tahun untuk dua orang.

”Termasuk juga aktivitas untuk anak dan games. Rayakan pergantian tahun bersama kami dan sambut tahun baru 2018 dengan penuh semangat dan harapan baru,” tutupnya.

Perlu diketahui, perayaan pergantian tahun di Golden Tulip Holland Resort Batu akan dipenuhi hiburan menarik. Di antaranya penampilan dari Flubbers Band, pertunjukan sulap Stave Angel, couple dance Febru Luisa, tari kabaret Yuna Amora. Tidak hanya itu, pesta semakin hangat dengan suguhan musik dari DJ Stanley serta pesta kembang api.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Film Coco, Petualangan Miguel di Dunia Kematian dengan Plot Twist ‘Menguras’ Air Mata

Petualangan Miguel di dunia kematian. (Newyorktimes)

MALANGVOICE – Film Coco bisa jadi alternatif pilihan film yang bisa Anda tonton bersama anak-anak dan keluarga di akhir pekan ini. Film jebolan Pixar ini mengangkat pesan tentang ikatan kuat keluarga dan usaha keras untuk mewujudkan mimpi.

Menurut informasi yang dikutip dari laman The New York Times, Jumat (1/12), Coco berkisah tentang keluarga Rivera di Meksiko. Mereka sehari-hari hidup sebagai tukang sepatu yang cukup terkenal di negara itu. Meski begitu, salah satu anggota keluarga tersebut, Miguel (Anthony Gonzalez), tidak ingin menjadi tukang sepatu dan ingin mewujudkan impiannya menjadi penyanyi terkenal.

Sayang, keinginan Miguel yang berusia 12 tahun itu ditentang keluarga besarnya. Sudah lama keluarga Rivera melarang musik di tengah keluarga tersebut setelah kakek buyutnya meninggalkan keluarga demi musik. Tapi, Miguel bertekad mewujudkan impiannya tersebut agar bisa menjadi seperti idolanya, Ernesto de la Cruz (Benjamin Bratt).

Saat perayaan Día de los Muertos (Hari Kematian), Miguel pergi ke pemakaman dan berusaha mencuri gitar Ernesto untuk membuktikan bakat musiknya. Tak disangka, dia seperti terkena kutukan dan bertemu sejumlah keluarganya yang sudah meninggal, termasuk nenek buyutnya, Imelda (Alanna Ubach).

Bersama Imelda dan sejumlah anggota keluarga Rivera yang sudah meninggal, Miguel diajak ke Dunia Orang Mati (Land of the Dead). Di sana, dia bertemu seorang penipu bernama Hector (Gael García Bernal as Hector) yang tidak bisa menyeberang ke Dunia Orang Hidup karena tidak seorang pun mampu mengingatnya.

Imelda berusaha mengembalilkan Miguel ke Dunia Orang Hidup (Land of the Living) dengan syarat dia tidak boleh bermusik lagi. Syarat itu ditolak Miguel dan dia pun kabur. Miguel kemudian mendapatkan bantuan dari Hector untuk berusaha menemui Ernesto yang dia sangka adalah kakek buyutnya alias suami Imelda.

Bersama Hector, petualangan Miguel pun dimulai. Tak disangka, di tengah perjalanan itu, Miguel akhirnya mampu menyibak misteri masa lalu keluarganya. Judul film ini, Coco, adalah nama anak Imelda dan suaminya atau kakek buyut Miguel. Tokoh ini sudah tua dan renta tapi dia menjadi salah satu tokoh utama di film ini.

Anda akan dimanjakan dengan gambar yang bagus dan alur cerita dibuat sedemikian apik-nya dengan plot twist yang bakal menguras air mata. Coco adalah perpaduan gambar, tokoh dan cerita yang menarik serta menakjubkan. Coco sepertinya dibuat tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa. Bagaimana menurut Anda? (Der/Yei)

BNN Kota Malang

Long Weekend, Jangan Lewatkan Tonton The Murder in The Orient Express!

The Murder On The Orient Express kalahkan ragnarok (topdoma.com)

MALANGVOICE – Akhir pekan jangan terlewatkan tanpa menonton film di bioskop. Baru-baru ini penikmat film dibuat penasaran dengan Film Murder on the Orient Express. Film detektif ini diangkat dari sebuah kisah klasik karangan Agatha Christie.

Mengambil setting tahun 1930-an dari kisah asli, Murder on the Orient Express berpadu dengan gaya kontemporer. Cerita ini pun masih mengikuti premis yang sama dengan film terdahulu dan novelnya.

Dirangkum MVoice dari laman The Guardian, Jumat (1/12), Detektif Hercule Poirot sedang mengendarai kereta Orient Express saat salah satu penumpangnya terbunuh menggenaskan di tengah malam. Menangani kasus ini, Poirot harus mewawancarai lebih dari selusin tersangka dan menentukan siapa pembunuhnya.

Disinilah penonton harus jeli mengikuti setiap dialog interogasi karena hampir semua penumpang mempunyai alibi kuat yang membuat sang detektif hampir menyerah. Dialog disajikan dengan sangat cerdas sehingga penonton bukan hanya dibuat penasaran, tapi juga ikut membuat teori sendiri siapa kira-kira pelaku pembunuhan tersebut.

Selain duduk di kursi sutradara, si pemain utama, Branagh juga berperan sebagai Detektif Poirot. Murder on Orient Express dimeriahkan pula oleh bintang-bintang besar termasuk Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Josh Gad, Judi Dench, Willem Dafoe, Penelope Cruz, Daisy Ridley, Leslie Odon Jr., Olivia Colman, Lucy Boynton, dan Tom Bateman.(Der/Yei)

BNN Kota Malang