Tanpa Tiga Pemain Asing, KH Yudo Antar Singo Edan Curi Poin Penuh Lawan Tira Persikabo

Tira Persikabo vs Arema FC. (Dok Liga 1 2020).
Tira Persikabo vs Arema FC. (Dok Liga 1 2020).

MALANGVOICE – Arema FC sukses meraih tiga poin di lawatannya ke markas Tira Kabo di laga perdana Liga 1 2020, Senin (2/3). Skuat Singo Edan menang 0-2 atas tuan rumah.

Bermain di Stadion Pakansari, Bogor, tim tamu yang tak diperkuat tiga pemain asing, Jonathan Bauman, Elias Alderete, dan Matias Malvino mampu mencetak gol lebih dulu.

Gol Arema FC diciptakan striker Kushedya Hari Yudo di menit 5. Ia memanfaatkan umpan silang dari M Rafli hasil serangan cepat di sisi sayap. Tandukannya tak mampu dibendung kiper Dwi Kuswanto dan mengubah papan skor menjadi 0-1.

Unggul gol lebih dulu membuat tim tuan rumah tersentak. Skuat arahan Ihar Kryusenko langsung menginisiasi serangan. Namun, beberapa kali upaya Ciro Alves belum mampu menembus pertahanan Arema FC.

Di babak kedua, Yudo tampaknya sedang on fire. Lagi-lagi ia menciptakan gol dari serangan balik cepat. Bola diumpan dari kaki Dendi Santoso langsung diteruskan dengan tendangan kaki kiri ke gawang Persikabo. Skor 0-2.

Di sisa menit babak kedua, Persikabo belum bisa mendapat peluang berarti. Jalannya pertandingan pun semakin keras karena tim tuan rumah ngotot untuk mencetak gol.

Hingga akhirnya skor 0-2 menutup jalannya pertandingan. Arema FC berhak membawa pulang tiga poin di laga tandang pertama ini. Selanjutnya tim arahan Mario Gomez akan menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Anggota DPR RI Sebut Olahraga Skateborad Minim Perhatian

Atlet Skateboard Kota Malang (Istimewa)
Atlet Skateboard Kota Malang (Istimewa)

MALANGVOICE – Anggota DPR RI, Kresna Dewanata Phrosakh menyatakan prihatin karena olahraga skateboarding yang sudah mendunia justru kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Olahraga ini masih dipandang sebelah mata kendati sudah banyak melahirkan atlet potensial yang mampu berprestasi di kancah internasional.

Olahraga skateboard di tanah air belum begitu dikenal publik secara luas karena tidak sepopuler sepakbola yang banyak penggemar dan pendukungnya.

Namun, kini animo para pecinta skate kian bergairah. Anak-anak muda berbakat bermunculan termasuk melahirkan komunitas-komunitas olahraga ekstrem dan menantang adrenalin ini tumbuh di daerah.

Bahkan, cabang olahraga skateboard sudah dipertandingkan pertama kali di event internasional dalam Asian Games 2018 di Indonesia. Sejak saat itu, kian banyak anak muda berbakat dan komunitas skateboard bermunculan. Gaung dari skateboard makin meluas, kejuaraan internasional dan kompetisi nasional pun rutin digelar.

“Akan tetapi kurang perhatian dari pemerintah baik kepada atletnya maupun pengembangan olahraga skateboard ini secara nasional,” tegas Kresna Dewanata Phrosakh yang akrab disapa Dewa saat menghadiri Kejuaran Tingkat Provinsi Skateboard Jatim 2020.

Kejuaraan yang merupakan agenda cabang olahraga Perserosi Jatim itu digelar di Loop Arena Merjosari, Kota Malang, Minggu (1/3).

Dewa mendorong pemda agar lebih serius memperhatian semua cabang olahraga di daerah termasuk skateboard. Dengan pembinaan yang kontinu dan dukungan sarana prasarana yang memadai akan lebih memajukan olahraga nasional. Terpenting adalah pembinaan atlet sejak usia dini dengan dukungan anggaran yang cukup dari APBD. Keserius pemda sangat dibutuhkan mengingat banyak atlet berbakat dan berprestasi lahir dari desa, bahkan mereka dari pelosok dusun.

Dewa menyatakan prihatin setelah menerima informasi langsung dari panitia bahwa kejuaran Skateboard Jatim 2020 tanpa dukungan anggaran dari KONI maupun dispora, melainkan murni dari sponsor dan donasi beberapa pihak, termasuk anggaran penyelenggaraan maupun hadiah buat peserta di luar medali dan piagam.

Kedepannya, Dewa berjanji dan berkomitmen tetap memperhatikan perkembangan skateboard di Malang Raya. “Saya akan bantu informasikan ke kawan-kawan di Jakarta nanti tentang kondisi skateboard di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Dewa memberikan dukungan sekaligus menyumbang dana yang diberikan langsung kepada Ketua Panitia Akbar Dani “Bolang” dihadapan atlet dan panitia. Dukungan serupa berupa donasi juga diberikan oleh Wakil walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Ketua DPRD Kota malang I Made Rian Diana Kartika. Sumbangan atau donasi itu bersifat pribadi, bukannya dana bersumber dari APBD.

”Wah, semestinya ada anggaran (dari pemerintah) ini, apalagi cabor ini sudah membanggakan bangsa, mengibarkan bendera merah putih di tinggkat Asia. Tapi dengan digelarnya kejuaran Skateboard Jatim 2020 ini bagus pembibitan atletnya, salut saya,” katanya sembari menyebutkan contoh atlet Nasional skateboard berprestasi yang mengantongi medali salah satunya Sanggu Darma Tanjung.

Meskipun perhelatan kejuaran Skateboard Jatim 2020 digelar dengan keterbatasan dan minimnya anggaran, namun tak menyurutkan semangat para atlet yang sedang berlaga. Para atlet muda dan berbakat berkompetisi secara sportif di arena skatepark yang dibangun kala Walikota Malang Mohammad Anton atau Abah Anton hasil CSR dari Telkomsel.

Para atlet yang berlaga di kelas SD putra dan kelas putri terlihat bersemangat. Mereka perwakilan dari Jember, Probolinggo, Blitar, Madiun, Pasuruan, Malang raya dan kota-kota lainnya.

“Saya optimistis olahraga skateboard akan maju dan berkembang pesat secara nasional, khususnya di Malang Raya. Saya berharap semua atlet harus tetap semangat dan harus terus berjalan, jangan berhenti, ini sudah bagus, saya akan tetap bantu semampu saya,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Minim Anggaran, Balapan dengan Hujan Lahirkan Atlit Jatim

MALANGVOICE – Perhelatan Kejurprov Skateboard JATIM 2020 yang merupakan agenda cabor Perserosi Jatim digelar di Loop Arena Merjosari – Kota Malang pada hari Minggu (1/3) dibawah cuaca mendung, puluhan atlit Jawa Timur tumplek blek di skatepark yang dibangun era walikota Abah Anton hasil CSR dari Telkomsel.

Atlit-atlit tersebut mulai dari Jember, Probolinggo, Blitar, Madiun, Pasuruan, Malang raya dan kota-kota lainnya.

Meskipun terkesan mendadak event kejuaraan tingkat propinsi Jawa timur inipun sukses digelar dan memunculkan atlit-atlit muda berbakat, meskipun harus ada penyesuaian waktu penampilan karena takut kehujanan.”Dengan jumlah peserta yang cukup banyak dan didominasi atlit-atlit muda dengan kondisi cuaca seperti sekarang terpaksa setiap peserta kami berikan waktu hanya 1 menitan,”Jelas Akbar Dani alias Bolang, yang juga owner Bolang Skate School sebagai ketua panitia.

Pada kejuaraan kali ini mempertandingkan kelas SD putra-Putri, kelas SMP, kelas SMA serta kelas Best Trick.”Tidak masalah yang penting kami bisa bermain dan bertemu teman-teman,”jelas arifin (17) atlit kota Malang yang mengaku senang dengan adanya event yang bisa dijadikan tolak ukur perkembangan kemampuannya selama berlatih.

Arifin sendiri selama ini kerap berkatih di taman skate alun-alun yang kondisinya sangat memprihatinkan minim perawatan.

Kejutan terjadi di kelas SMP, atlet asal kota surabaya yang cukup diunggulkan, Adam yang sempat meraih juara di PORNAS harus mengakui atlet dari Kediri, Probolinggo dan Kab. Malang .

Pada kelas BEST TRICK atlet asal kota Surabaya, Adam akhirnya mampu menunjukan kelasnya sebagai salah satu atlet andalan Jawa Timur, sekitar 5 kali percobaan yang dilakukan akhirnya Adam mampu menaklukan trik kick flip over piramyd.

Selain berpacu dengan waktu agar tidak keduluan hujan, event kali ini juga nyaris tak ada anggaran dari pemerintah baik propinsi maupun daerah alias mandiri. Beruntung panitia bisa mendapatkan sponsor dan beberapa donatur .”alhamdulillah semua akhirnya tercover, berkat adanya donasi beberapa pihak” tambah Akbar Dani seraya menerima donasi langsung dari anggta DPR RI asal Nasdem, Kresna dewa Phrosakh yang hadir langsung di Loop Arena.(Hmz/Aka)

Juara 1 SD Putri
1.ZEE (kota Malang)
2.Pelangi (kota Malang)
3.Carissa (kota Malang)

Juara 1 SD Putra
1. BRAHMA (kota Malang)
2. Nino (kota Malang)
3. JOKO (kota Malang)

Kelas SMP Putra
1. DEKA ( kab.kediri)
2. DANNY (kab.probolinggo)
3. AKMAL (kab. malang)

Kelas SMA Putra
1. Agung (kota malang)
2. Niko (kota blitar
3. YUDA (kota surabaya)

BNN Kota Malang

Arema FC Targetkan Start Bagus Laga Perdana Liga 1 Lawan Tira Persikabo

Skuat Arema FC. (Arema FC Official)
Skuat Arema FC. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC mengincar start bagus di laga perdana Liga 1 2020 saat melawan Tira Persikabo. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (2/3).

Pelatih Arema FC, Mario Gomez, mengaku sudah mempersiapkan tim dengan sebaik mungkin dan membawa 19 penggawa terbaiknya ke markas tim berjuluk Laskar Padjadjaran ini.

“Besok pertandingan penting, kami ingin memulai Liga 1 dengan baik apalagi mendapat tiga poin,” kata Gomez.

Pelatih yang genap berusia 62 tahun ini mengatakan sudah siap melawan tim tuan rumah. Pria asal Argentina ini pun berharap para pemain bisa percaya diri di laga perdana.

“Start bagus penting untuk laga selanjutnya. Sekarang kami seperti tim baru karena banyak pemain baru, kami harus percaya diri buat besok,” tandasnya.

Sementara itu Singo Edan diprediksi tak bisa memainkan Jonathan Bauman di laga besok. Bauman masih proses pemulihan cedera usai membela timnya melawan Barito Putera di launching tim. Tim pelatih menyiapkan Bauman untuk bisa tampil saat lawan Persib Bandung di pekan berikutnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tangkap Potensi, Kota Malang Bakal Miliki Asosiasi E-Sport

Ilustrasi e-Sport (istimewa)
Ilustrasi e-Sport (istimewa)

MALANGVOICE – Selangkah lagi, Kota Malang miliki Asosiasi E-Sport atau elektronik sport. Kota berjuluk Bhumi Arema ini diklaim memiliki seabrek potensi, utamanya di bidang olahraga elektronik tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi E-Sport Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi, mengatakan telah banyak komunitas E-Sport, klub dan tim E-Sport. Namun belum ada organisasi yang menaunginya secara resmi dan menginduk ke PB E-Sport dan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Padahal, olahraga yang kini digandrungi generasi milenial itu telah menjadi cabor baru di KONI Pusat, dan pengurus PB E-Sport Indonesia sudah diakui KONI menjadi bagian dari salah satu Pengurus Cabor.

“Potensi E-Sport di Indonesia sangat luar biasa, karena marketnya sangat besar, pemainnya sangat besar, dan perputaran ekonominya juga luar biasa. Jadi Esport ini bukan hanya sebagai olahraga prestasi dan rekreasi, namun juga sudah bergerak menjadi profesi dan mata pencaharian,” kata Dito kepada MVoice, Selasa (25/2).

Kota Malang, lanjut Dito, dengan kultur masyarakat urban dan sebagai kota pendidikan, memiliki iklim yang sangat baik terhadap perkembangan E-Sport. Bahkan, banyak pemain profesional atau atlit E-Sport berasal dari Kota Malang mengikuti kejuaraan di level nasional hingga international.

Banyaknya kampus, banyak sarana pendidikan, Warnet dan fasilitas yang menunjang perkembangan E-Sport di Kota Malang menjadi kondisi yang sangat baik apabila ke depannya potensi E-Sport bisa dikelola dengan manajemen yang juga baik.

“Termasuk dalam hal manajemen organisasi yang menginduk kepada PB E-Sport,” ujar mantan anggota DPRD Kota Malang hasil PAW periode 2018-2019 ini.

Dito menambahkan, pengembangan potensi E-Sport dan pembinaan komunitas gamers sejalan dengan program pemerintah Kota Malang yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif.

“Salah satunya pembuat aplikasi games lokal hingga komunitas gamers,” ujarnya.

Asosiasi E-Sport ini, lanjut dia, ditargetkan dapat diluncurkan atau dikenalkan secara resmi bertepatan dengan ulang tahun Kota Malang, April mendatang.

“Proses koordinasi juga terus berjalan. Rencana kita nanti launching bisa menghadirkan Pembina PB E-Sport langsung, Sandiaga Uno,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

Tiga Pemain Lokal Ditunjuk Kapten Arema FC

Hendro Siswanto. (Dok. Liga 1 2019)
Hendro Siswanto. (Dok. Liga 1 2019)

MALANGVOICE – Tiga pemain Arema FC dipilih menjadi kapten di kompetisi Liga 1 2020.

Ketiga pemain itu adalah Hendro Siswanto sebagai kapten utama, kemudian Johan Ahmat Farizi, dan ketiga Dendi Santoso.

Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, menjelaskan alasan khusus alasan tiga pemain lokal tersebut dipilih menjadi kapten.

“Mereka bertiga pemain lokal paling senior sudah lama bermain di Arema dan pengalaman,” katanya.

Dalam beberapa pertandingan uji coba dan turnamen, Johan Ahmat Farizi dan Hendro Siswanto pernah memakai ban kapten dan memimpin rekan-rekannya di lapangan.

“Sesuai kriteria yang diinginkan pelatih,” tandasnya.

Di musim sebelumnya, kapten Arema FC juga dipegang pemain lokal senior, Hamka Hamzah.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Manajemen dan Panpel Arema FC Zero Tolerance Terhadap Flare

Flare saat sempat dinyalakan. (Deny)
Flare saat sempat dinyalakan di Stadion Kanjuruhan Malang, beberapa waktu lalu. (Deny)

MALANGVOICE – Manajemen Arema FC bakal menerapkan zero tolerance untuk setiap flare atau cerawat di setiap pertandingan resmi Liga 1 2020. Hal itu ditandai dengan pesta flare saat launching tim pada Minggu (22/2).

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, pesta flare ini sebagai bentuk kesempatan bagi Aremania agar tidak ada flare menyala saat pertandingan di dalam stadion.

“Dilihat flare menyala itu di menit awal dan akhir. Karena kesadarannya sudah 70-80 persen bahwa flare jadi musuh bersama,” kata Sudarmaji.

Diketahui, Arema FC selama musim 2019 mendapat banyak saksi akibat tingkah suporter, salah satunya penyalaan flare. Total lebih dari Rp1 miliar sanksi yang didapat atas beberapa pelanggaran.

“Harapannya nanti di kompetisi tidak ada lagi flare. Panpel zero tolerance terhadap flare, karena itu kemarin kami berikan waktu bagi Aremania berpesta flare,” ujarnya.

Sudarmaji optimistis pelanggaran terhadap penyalaan flare bisa ditekan musim ini. Ia bersama beberapa pihak pun akan terus bekerja sama untuk memberikan edukasi kepada suporter.

“Kami akan melakukan penyadaran internal dan secara kultur. Bagian steward pun harus diedukasi, bahwa ke depan flare itu gak boleh,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Arema FC Launching Tim dan Jersey, Ini Makna Jubah Perang Singo Edan di Musim 2020

Skuat Arema FC. (Twitter Arema FC Official)
Skuat Arema FC. (Twitter Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC meresmikan tim di musim kompetisi Liga 1 2020. Prosesi launching tim ini dilakukan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (23/2) sore.

Selain launching tim, Singo Edan juga memamerkan jersey baru mereka. Dua jersey utama mereka dipamerkan langsung dengan dipakai para pemain.

Ada dua jersey yang dilaunching, yakni biru (home) dan putih (away). Dua jersey ini menyusul jersey ketiga yang dirilis lebih dahulu, yakni hitam.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan, ada makna tersendiri dari setiap jersey. Meski terlihat minimalis, jersey biru memiliki karakter kuat dengan perpaduan garis gradasi biru lebih tua yang dituangkan secara rapi dan menyilang ke atas yang dimulai dari bawah. Hal itu menyiratkan bahwa perjuangan harus dimulai lagi untuk bisa menjadi juara.

Di bagian dada membentuk angka romawi X, artinya adalah memperingati 10 tahun tim Singo Edan menjadi juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Indonesia Super League pada 2010 silam.

“Tentu momen itu harapannya sebagai penyemangat tim Arema FC saat ini, bahwa tepat pada 10 tahun yang lalu tim Singo Edan mencatatkan sejarah besar sepak bola Indonesia,” ungkap Sudarmaji.

Tak hanya menuangkan semangat juara, di jersey utama tersebut juga ada semangat nasionalisme yang coba didengungkan oleh Arema FC di lengan sebelah kiri. “Ada semacam list merah putih di lengan kiri, itu adalah simbol semangat nasionalisme yang harus dijaga,” lanjutnya.

Untuk jersey away, Arema FC memilih warna putih dengan kombinasi garis gradasi silver horizontal.

“Sesuai dengan semangat Arema FC saat ini yang mengusung slogan spirit of unity, garis horizontal artinya adalah melambangkan semangat kebersamaan,” tutur Sudarmaji.

Menariknya, Jersey warna putih Arema FC memiliki cara tersendiri untuk mengenang 10 tahun Arema FC juara, yakni dengan menuliskan pemain-pemain yang berjasa dalam mengantarkan tim Singo Edan menjadi juara Indonesia Super League 2010 di list bagian bawah Jersey.

“Ini mungkin unik, tujuannya adalah untuk memunculkan lagi catatan sejarah yang pernah terjadi 10 tahun lalu, di sisi lain ini juga untuk menyemangati skuat yang ada untuk bisa mengulang sejarah itu,” paparnya.

Selain launching tim dan jersey, Arema FC pun mengundang Barito Putera sebagai laean tanding di launching tim kali ini. Sebagai tuan rumah, pasukan Mario Gomez menang telak 3-0 tanpa balas.

Gol dicetak Jonathan Bauman, Dave Mustaine, dan Titan Agung.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

MS Glow for Men Support Arema FC Bus “Pribadi” Selama Liga 1 2020

Kerja sama Arema FC dengan sponsor baru, MS Glow for Men. (deny rahmawan)
Kerja sama Arema FC dengan sponsor baru, MS Glow for Men. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC menggandeng sponsor baru di kompetisi Liga 1 2020, MS Glow for Men. Produk perawatan kulit bagi pria ini akan support tim Singo Edan selama semusim.

Bentuk kerja sama dengan MS Glow for Men ini yang paling menarik adalah support bus bagi Arema FC. Bus ini khusus dipakai Jonathan Bauman dkk. saat pertandingan home maupun latihan.

“Selain fresh money juga kami sediakan bus bagi Arema FC,” kata Co-founder MS Glow, Gilang Widya Pramana, Sabtu (22/2).

Bus ini akan dibranding sedemikian rupa untuk Arema FC selama semusim. Rencananya, bus ini berwarna hitam dengan desain Arema FC di bagian kanan dan kiri. Tentu ini merupakan pertama kali Arema FC menggunakan bus “pribadi”.

“Arema FC saya tahu belum miliki bus. Saya merasa sebagai pemilik usaha bus bisa support bus semusim. Jadi Arema bisa setara dengan tim lain. Moga-moga tahun depan bisa punya bus sendiri,” tambah Gilang.

MS Glow melirik Arema FC karena basis suporter yang kuat. Sebelumnya, produk yang berpusat di Malang ini sudah menjalin kerja sama dengan tim Liga 1 lain, yakni Bali United.

“Bali dan Arema karena home base penjualan MS Glow ada di Malang dan Bali. Penjualan terbesar di sana,” ujarnya.

“Pemain dan suporter sepakbola memiliki tingkat kerja keras yang luar biasa. Ini berdampak pada kesehatan kulit, bangga kami dalam barisan Satu Jiwa bersama Arema untuk mewujudkannya,” ia menambahkan.

Sejalan dengan MS Glow, Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, sangat mengapresiasi langkah dari partner barunya itu. Sebagai bentuk kerja sama, MS Glow for Men akan tampil di jersey Arema FC musim 2020.

“MS Glow akan tampil di shoulder kanan kiri jersey,” ucapnya.

Menanggapi adanya bus baru di musim ini, Dendi Santoso, mengaku sangat senang. Ia menyatakan bus ini bisa membuat para penggawa Singo Edan memiliki efek khusus.

“Kalau pakai bus sendiri ada tulisan Arema itu bisa percaya diri,” singkatnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Diwarnai Dua Kartu Merah, Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim

Skuat Arema FC. (deny rahmawan)
Skuat Arema FC. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Arema FC gagal menuju final Piala Gubernur Jatim 2020 setelah dikalahkan Persebaya Surabaya, Selasa (18/2). Laga yang digelar di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar ini berakhir dengan skor 4-2.

Arema FC sebenarnya mampu mencuri gol lebih dulu dalam pertandingan tertutup tanpa suporter ini.

Adalah Johan Ahmat Farizi mencetak gol lebih dulu usai memanfaatkan bola liar di depan gawang Persebaya di menit 3.

Di menit 19, Jonathan Bauman mendapat kartu merah karena sengaja membuat pelanggaran keras. Pemain asal Argentina ini harus keluar lapangan lebih cepat.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Persebaya Surabaya. Menit 28 tim Bajol Ijo membalas gol dari aksi David da Silva. Skor berubah 1-1.

Persebaya benar-benar memanfaatkan peluang dengan baik. Lewat serangan balik di menit 45+2, Mahmod Eid mampu menambah keunggulan timnya. Skor 2-1 bagi skuat arahan Aji Santoso.

Memasuki babak kedua, tim Arema FC masih tertekan. Kalah jumlah pemain selalu membuat pertahanan tim arahan Mario Gomez ini kocar-kacir.

Memasuki menit 50, Aji Santoso memasukkan Irfan Jaya. Terbukti, aksi pemain terbaik Liga 2 2017 ini mampu tampil apik dan mencetak gol ketiga bagi Persebaya Surabaya pada menit 54.

Kedua tim akhirnya bermain dengan 10 orang setelah Aburizal Maulanan mendapat kartu kuning kedua.

Pertandingan berlanjut, David da Silva mencetak gol keduanya sekaligus gol keempat bagi Bajol Ijo di menit 70. Skor 4-1.

Arema FC tak ingin tinggal diam. Menit 73 Elias Alderete mampu menipiskan skor menjadi 4-2.

Sisa waktu yang ada di babak kedua tak mampu dimaksimalkan Arema FC untuk menambah gol. Skor 4-2 jadi hasil akhir pertandingan yang berlangsung keras ini.

Hasil ini membuat Persebaya Surabaya melaju ke final Piala Gubernur Jatim 2020. Ia akan berhadapan dengan Persija Jakarta yang sudah lolos sebelumnya.

Pertandingan akan digelar pada Kamis (20/2) mendatang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang