Bosan Dualisme, Aremania Desak Penuntasan Konflik Yayasan Arema

Aremania menggelar aksi damai mendesak penuntasan konflik dualisme di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11).(Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Ratusan suporter klub Arema, Aremania memenuhi depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11). Mereka menyerukan Arema bersatu, menyusul konflik dualisme yang berkepanjangan.

Berkumpulnya Aremania membuat jalanan seperti tribun, mereka menggenakan atribut lengkap warna biru. Ada pula yang membawa bendera berlogo singa, simbol klub berjuluk Singo Edan itu.
Beberapa suporter menyajikan kreativitasnya dengan memural wajah. Spanduk panjang dibentangkan bertajuk ‘Save Yayasan Arema 1987’ di bundaran monumen Tugu Malang.

“Ini gerakkan murni selamatkan Arema malah difitnah ditunggangi politik,” ujar orator aksi melalui alat pengeras suara.

Aremania menyatakan akan menunggu hingga pimpinan dewan keluar untuk mediasi. Sebab, aksi ini menjadi jalan satu-satunya menuntaskan konflik.

“Ketika jalur baik-baik ini tidak didengarkan maka kami wadul (mengeluh) ke wakil rakyat,” ujar orator aksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada akun resmi aksi @mmgachannel atau Make Malang Great Again. Dijelaskan sehubungan dengan konflik dualisme PS Arema yang telah berlangsung lebih kurang 9 tahun sejak tahun 2011 yang mengancam hilangnya identitas asli Klub Arema, kebanggaan Aremania.

Dan mengingat, konflik dualisme PS Arema ini telah merusak pikiran – hati – jiwa – persaudaraan dan mencoreng nama baik masyarakat Malang raya, khususnya Aremania di pentas panggung sepak bola Indonesia.

Juga mempertimbangkan ketidakjelasan kapan konflik ini akan berakhir, maka dengan ini, kami Aremania yang tergabung dalam pergerakan Make Malang Great Again meminta diadakan temu muka atau mediasi atau diskusi antara Organ Yayasan Arema yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 dengan perwakilan Aremania.

Adapun Organ Yayasan Arema yang kami maksud adalah semua Organ yang masih Aktif atau Non Aktif setidaknya berdasarkan SK MENKUMHAM tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317 yang setidaknya sampai tahun 2015 diakui Kemenkumham masih sah menjabat sebagai Organ Yayasan Arema.

Dengan rincian:
Pembina : Darjoto Setyawan
Pengawas : Bambang Winarno
Ketua : Muhamad Nur
Bendahara : Rendra Kresna

Sedangkan sekretaris Yayasan Arema, Mudjiono Mudjito telah meninggal dunia.

Tujuan Aksi Damai Aremania 16 November 2020 di depan gedung Balai Kota Malang

1. Meminta Organ Yayasan Arema tahun 2009. Turun temui Aremania. Mediasi damai untuk kejelasan Konflik Dua Arema di Indonesia.

2. Meminta siapapun Instansi di pemerintahan untuk memfasilitasi membantu memanggil dan mendatangkan organ Yayasan Arema bertemu dengan Aremania.(der)

Arema FC Mendesak Polisi Beri Izin Pertandingan Sepak Bola

Skuat Arema FC. (Arema FC Official)
Skuat Arema FC. (Arema FC Official)

MALANGVOICE – Arema FC mendesak Polri mengeluarkan izin digelarnya pertandingan sepak bola di Indonesia.

Pernyataan ini diungkapkan CEO Arema FC, Ir Agoes Soerjanto. Menurutnya, berhentinya kompetisi ini berdampak kepada kelangsungan hidup operasional klub, selain itu juga dirasakan dampaknya bagi para pekerja di sepakbola.

Sementara, Klub telah berusaha untuk menjalankan aturan protokol kesehatan dalam segala aktivitasnya, termasuk kesiapannya menyambut digulirnya kembali kompetisi.

Menurut Agoes, hampir setahun kompetisi sepakbola dihentikan karena alasan Covid 19, namun klub Arema FC tetap berusaha bertahan dengan menjalankan operasional klub kebanggaan warga Malang Raya ini agar tetap eksis.

“Sekali lagi kami mohon agar kepolisian segera memikirkan untuk mengeluarkan izin resmi pertandingan. Kami juga sangat berharap kompetisi resmi bisa digelar dengan tetap menjaga ketat kepatuah protokol kesehatan. Karena itu, dalam program berlatih hal itu sangat diperhatikan dan dijalankan,” ujar Agoes.

Agoes menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Malang yang telah mengingatkan kepada jajaran Manajemen Arema FC terkait gelaran latihan bersama dengan Madura United sore tadi dalam menjaga kepatuhan protokol kesehatan.

Latih bersama digelar menjadi bagian dari program pelatih yang meminta kepada manajemen agar digelar sesi games untuk menguji kemampuan tim. Dan manajemen memenuhinya. Sebelumnya, Arema FC telah melakukan latihan bersama dengan klub klub lain di seputar Malang Raya, termasuk dengan klub Arema FC U-20. Untuk mengasah hasil program latihan yang dilakukan secara ketat sejak Agustus 2020 lalu, maka dibutuhkan latih tanding bersama klub yang memiliki kemampuan yang sama, salah satunya dengan Madura United.

Lantaran, program yang digelar hanyalah sifatnya internal dan tertutup, serta dalam pengawasan ketat dokter masing masing klub dalam menjalani kepatuhan protokol kesehatan, maka kedua klub sepakat untuk menjalankanya.

“Karena sifatnya hanya latihan bersama seperti biasa digelar, kami tidak melakukan sosialisasi ke pihak luar manapun. Karena memang hanya latihan seperti biasanya, dan stadion selalu kita minta pengelola menutupnya dari akses umum,” ujarnya.

Terkait penyiaran via streaming jalannya latih tanding melalui akun resmi klub, menurut Agoes, itu menjadi bagian dari upaya memberikan hiburan kepada Aremania, yang hampir delapan bulan tidak menikmati hiburan sepakbola dengan datang ke stadion.

“Mereka harus dibiasakan menikmati sepakbola di rumah. Selama Covid masih mewabah, maka mereka harus stay home, tidak boleh datang ke stadion, maka sebagai upaya menebus kerinduan mereka untuk tahu perkembangan klub yang mereka banggakan, maka disuguhkan live streaming. Sekaligus ini untuk membuktikan kepada semua pihak, bahwa Aremania sangat patuh dengan protokol kesehatan,” papar Agoes.

Dalam kesempatan ini, pria yang juga menjabat Waketum GM FKPPI ini, menegaskan pihaknya tidak ada upaya untuk menggelar pertandingan sepakbola dengan maksud untuk mengundang animo, apalagi sampai melanggar ketaatan dan kepatuhan protokol kesehatan.

“Murni ini untuk menjalankan program latihan yang telah disusun pelatih, dan dilakukan ketat dengan protokol kesehatan. Semua pemain telah menjalani swab, sebelum main ada alat pengukur suhu, juga diawasi langsung oleh dokter kedua klub. Namun bagaimanapun, kami sampaikan teirma kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengingatkan kami agar menjaganya,” pungkasnya.(der)

Pasca Karantina Covid-19, Bruno Smith Disodori Kontrak Singo Edan

Bruno Smith resmi pemain asing Arema FC. (Istimewa)

MALANGVOICE – Arema FC meresmikan pemain baru di kompetisi Liga 1, Bruno Smith. Pemain asal Brasil ini diikat satu musim berseragam Singo Edan.

Tanda tangan kontrak dilakukan pada Rabu (21/10) di Kandang Singa.

“Bruno Smith resmi menjadi pemain Arema FC, setelah tanda tangan kontrak hari ini,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sebenarnya Bruno Smith sudah lama berada di Malang, namun, saat tes medis ia terpapar Covid-19 sehingga harus menjalani karantina beberapa hari. Kini kondisi Bruno Smith sudah baik dan kembali mengikuti latihan bersama rekan lainnya.

“Bruno kami kontrak selama semusim. Ini adalah bukti keseriusan Arema FC untuk mempersiapkan diri jelang bergulirnya lanjutan Liga 1 2020,” jelas Sudarmaji.

Bruno Smith diproyeksikan bermain sebagai gelandang serang. Selain Bruno, pemain asing lainnya yang dikontrak adalah Caio Ruan asal Brasil. Kemampuannya akan dicoba dalam ujicoba melawan Madura United sore ini di Stadion Kanjuruhan.(der)

Hari Jadi KONI ke-82, Eddy Wahyono Harapkan Prestasi Terbaik dari Kota Malang

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Hari jadi ke-82 KONI dirayakan secara sederhana di KONI Kota Malang. Seluruh pengurus menggelar potong tumpeng dan tes PCR/Eclia, Kamis (15/10).

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, peringatan hari jadi ini tetap dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, momen hari jadi ke-82 ini dimanfaatkan sekaligus menggelar rapid test.

Rapid test pengurus KONI Kota Malang. (istimewa)

“Total ada 35 pengurus yang ikut tes PCR Eclia. Kami menggandeng PMI. Hasilnya diketahui besok, kalau ada yang reaktif langsung kami swab,” kata Eddy Wahyono.

Pada momen itu, Eddy Wahyono berharap kepada seluruh pengurus agar bisa mendorong atlet meraih prestasi.

Dengan prestasi yang didapat, bisa membawa nama baik daerah hingga mewakili ke tingkat nasional.

“Kalau dilihat, KONI Kota Malang harapannya bisa sumbangkan prestasi terbaik untuk tingkatan nasional. Karena KONI daerah yang membina bukan dari pusat,” tandasnya.(der)

Pemain Anyar Arema FC, Bruno Smith Positif Covid-19

Bruno Smith menjalani tes kesehatan. (Dok. Arema FC)

MALANGVOICE – Legiun asing Arema FC, Bruno Smith terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. Pemain asal Brasil ini terpaksa berpisah bersama tim karena menjalani perawatan dan karantina.

Pemain 28 tahun yang baru datang awal pekan ini diketahui positif Covid-19 setelah menjalai tes swab pada Selasa (6/10) lalu.

Dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, membenarkan hal tersebut. Sekarang ini, Bruno Smith menjalani isolasi mandiri di safe house yang disediakan Arema FC.

“Dia tidak ada gejala apa-apa. Hanya preventif saja maka Bruno diisolasi mandiri,” kata Nanang saat dikonfirmasi MVoice, Rabu (7/10).

Isolasi mandiri yang dilakukan Bruno Smith ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari. Kemudian ia akan menjalani tes swab untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

Pererat Persaudaraan Sekaligus Unjuk Skill, GM FKPPI Kota Malang Gelar Futsal Bareng

Ketua FKPPI Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menghadiri kegiatan Futsal Bersama, Minggu (4/10/2020).

MALANGVOICE – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 75 Tentara Republik Indonesia (TNI), GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri) Kota Malang menggelar olahraga futsal bersama di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu, (4/10).

Ketua GM FKPPI Kota Malang Rudi Nugroho mengatakan, digelarnya kegiatan tersebut diharapkan antara pengurus bisa saling kenal satu sama lain. Karena itulah, dia menyampaikan kegiatannya bertajuk Selamat Datang Sahabat “Futsal Bersama”.

”Biasanya, organisasi itu antar pengurus tidak saling kenal. Karena itu, dengan kegiatan seperti ini, sambil olahraga, bisa saling kenal dan mempererat tali persaudaraan untuk organisasi kedepannya,” terangnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini juga agar ada kekompakan antar anggota organisasi. Baik saat dalam bekerja maupun berkegiatan di organisasi.

”Kalau bisa kerja bareng dan berkegiatan bareng. Tentunya akan lebih indah. Sehingga nilai persahabatan itu tidak hanya terbatas pada organisasi masing-masing,” tuturnya.

Oleh sebab itulah, Rudi menyampaikan kegiatan tersebut digelar dengan begitu guyubnya. Dia menyampaikan ada tujuh tim futsal dengan total kurang lebih ada 100 orang.

”Ada tujuh tim yang ikut tadi dengan kurang lebih ada 100 orang. Tapi, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Karena saat ini masih dalam kondisi pandemic Covid-19,” ungkapnya.

Sementara, Ketua FKPPI Kota Malang Sofwan Edi Jarwoko mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan daripada GM FKPPI Kota Malang tersebut. Namun demikian, paling utama menurutnya perannya organisasi dalam mewarnai aktivitas Pemerintah Kota Malang.

”Peran pemuda kedepannya bagaimana dalam mewarnai aktivitas Pemerintah Kota Malang. Seperti menjembatani program-program pemerintah yang belum sampai di Masyarakat,” ungkapnya.

Terutama tentang informasi pandemi Covid-19 atau virus corona. Salah satunya ikut berperan dalam mengedukasi masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

”Tidak terkecuali terkait penghijauan. Sekalipun malang ini daerah pegunungan dan ketinggian. Tapi, menjaga kelestarian tetap harus dilakukan,” terangnya. (Der)

Tertib Administrasi, KONI Kota Malang Ubah Skema Anggaran by Program Tiap Cabor

Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono. (deny rahmawan)
Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Memaksimalkan anggaran, KONI Kota Malang mengubah konsep pembinaan cabang olahraga (cabor).

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, perubahan konsep anggaran ini agar memaksimalkan program dengan waktu yang tersisa tahun ini.

Diketahui dana hibah Pemkot Malang untuk KONI baru turun September ini dan harus dimaksimalkan untuk pembinaan atlet.

“Dulu kan program by anggaran, sekarang anggaran by program. Artinya para cabor harus mempunyai program dulu baru anggaran menyusul,” kata Eddy.

Perubahan penggunaan anggaran ini sudah disosialisasikan kepada seluruh cabor KONI Kota Malang. Mereka pun diminta menjelaskan atau presentasi program yang akan digelar dengan kurun waktu tiga bulan ke depan.

“Sudah 27 cabor yang presentasi program. Nah, nanti kami pilah apakah efektif. Kalau tidak kami coret,” jelasnya.

Langkah ini, menurut Eddy, juga merupakan penertiban administrasi KONI Kota Malang. Ia tak ingin ada masalah saat audit anggaran nantinya.

“Sekarang kami upayakan untuk tertib. Ya mudah-mudahan bisa berjalan lancar ke depannya dan cabor bisa mengembangkan program dengan baik,” tandasnya.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Atlet, KONI Kabupaten Malang Gandeng IBU

Ketua KONI Kabupaten Malang, H.Rosidyn (kedua dari kanan) saat foto bersama dengan Rektor IBU Nurcholish Sunuyekto (Baju merah). (Toski D).

MALANGVOICE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang bersama IKIP Budi Utomo (IBU) Malang bekerja sama mendukung peningkatan kualitas pendidikan atlet di Kabupaten Malang.

Ketua KONI Kabupaten Malang, H Rosydin mengatakan, kerja sama ini selain untuk meningkatkan pendidikan atlet di Kabupaten Malang, juga untuk memberikan perhatian kepada para atlet berprestasi.

“Ini bentuk perhatian kami untuk memperhatikan masa depan para atlet Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Rosydin, dengan pendidikan tinggi dapat meningkatkan perekonomian para atlet, karena status Sarjana Strata Satu (S-1) para atlet dapat mencari pekerjaan yang layak.

“Tentu ini gayung bersambut, karena kami ingin meningkatkan SDM para atlet, agar nasib para atlet ke depannya bisa terjamin,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Rosydin, pendidikan sangatlah penting lantaran prestasi dalam olahraga memiliki keterbatasan usia. Sehingga kalau atlet tidak dibekali dengan akademik yang cukup, dikhawatirkan ke depan tidak memiliki masa depan yang seperti diidam-idamkan.

“Jika atlet memiliki memiliki prestasi gemilang, juga diperlukan pembekalan pendidikan dan keterampilan yang tinggi,” terangnya

Sementara itu, Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, Nurcholish Sunuyekto menyampaikan, langkah yang diambil oleh KONI Kabupaten Malang dinilai sangat bagus, dan dirinya berkomitmen akan menampung mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga.

“Sebagai Kampus yang memiliki kejuruan dalam bidang olahraga, kami siap menampung para atlet Kabupaten Malang,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Nurcholish, dirinya bakal memberikan beasiswa bagi atlet yang berprestasi, dan akan menggratiskan biaya perkuliahan bagi atlet yang tidak mampu.

“Bagi atlet yang berprestasi akan kami berikan beasiswa. Tapi, untuk atlet yang berasal dari keluarga tidak mampu, kami siap menggratiskan semua biaya perkuliahan mulai dari awal hingga akhir,” tukasnya.(der)

KONI Kota Malang Bahas Rencana Bentuk Cabor Esport

Eddy Wahyono
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (Deny Rahmawan)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang berencana membentuk cabang olahraga (cabor) baru, esport. Pembentukan ini sedang tahap pembahasan bersama komunitas esport.

Ketua KONI Kota Malang, Ir Eddy Wahyono, mengatakan, sudah ada pembahasan dengan tiga komunitas esport untuk pembuatan cabor baru. Ketiganya berkumpul dan sepakat seriusi cabor tersebut.

“Saya rasa ini baik ya, karena di Kota Malang banyak sekali komunitas sehingga ini sudah ada dasarnya atau sudah mengkristal,” kata Eddy Wahyono belum lama ini.

Eddy percaya cabor esport nantinya mampu membawa hasil baik di kejuaraan atau kompetisi yang digelar. Keoptimisan Eddy itu tak lepas dari banyaknya prestasi komunitas esport yang sudah berjaya di ajang lokal maupun nasional.

“Nanti kalau sudah matang bisa direkomemdasikan ke Pengprov Jatim untuk dibuatkan SK,” ujarnya.(der)

Gol AKBP Hendri Umar Bawa Polres Malang Unggul 2-0 dari Skuat JMR

Sepak bola
Kapolres Malang AKBP Hendri saat menendang finalti. (Istimewa)

MALANGVOICE – Jalin keharmonisan, Polres Malang gelar Laga sepak bola dengan Jurnalis Malang Raya (JMR) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jumat (25/9).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar tak ingin ketinggalan beraksi mengolah si kulit bundar. Hasilnya, Polres Malang bobol gawang tim JMR dua gol tanpa balas.

“Tujuan digelarnya laga persahabatan ini untuk mempererat kebersamaan dan simbiosis mutualisme antara jajaran Polres Malang dan Jurnalis,” ungkapnya, saat ditemui usai mengikuti laga tersebut.

Hendri yang gemar berolahraga ini semangat mengadendakan kegiatan serupa sekaligus menjaga tubuh agar tetap fit. Harapannya tentu terhindar dari penyakit terutama virus corona.

“Laga-laga seperti ini akan terus kita gelar. Mungkin nanti Triatlon (Trilomba) atau bersepeda. Yang penting kompak, agar kita tidak stress menjalani pekerjaan di tengah Covid-19,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam pertandingan persahabatan tersebut, JMR FC harus mengakui keunggulan tim jajaran Polres Malang yang telah berhasil menyarangkan bola ke gawang JMR FC 2-0.

Dua gol tim Polres Malang tersebut disumbangkan oleh Wakapolres Malang, Kompol Tony Kasmiri dan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar melalui tendangan penalti.(der)