Jaring Atlet Bertalenta, POBSI Kota Batu Gelar Kamui Open 10 Ball Championship

Atlet adu trik biliar. (Anja a)
Atlet adu trik biliar. (Anja a)

MALANGVOICE – Ratusan atlet biliar beradu trik pada gelaran Kamui Open 10 Ball Championship. Babak kualifikasi diselenggarakan 18-23 September 2018 di GOR Gajah Mada, Kota Batu.

Pada turnamen ini, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu bekerjasama dengan Amorty Billiards menyediakan kuota bagi 256 peserta yang berkompetisi memperebutkan hadiah senilai Rp 35 juta bagi juara pertama.

Penyelenggara juga memberikan biaya akomodasi senilai USD 3000 bagi juara pertama yang berkesempatan berlaga di All Japan Championship 2018.

Ketua Pobsi Kota Batu, Gaib Sampurna, mengatakan, turnamen kali ini menerapkan sistem single elimination di babak kualifikasi, pada babak selanjutnya menerapkan sistem double elimination.

Ia menambahkan, turnamen biliar yang diselenggarakan untuk menjaring bibit-bibit muda bertalenta Kota Batu. Menurutnya antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti ada 256 atlit yang sudah mendaftar dan berkompetisi.

“Kami juga memiliki keinginan merubah sudut pandang negatif permainan biliar yang selalu diidentikkan dengan praktik perjudian,” tukasnya..

Dia berharap Pobsi dapat menjaring bibit muda bertalenta untuk disiapkan dalam menghadapi Porprov Jatim 2019.

“Biliar tidak selalu identik dengan hal negatif. Biliar digunakan untuk ajang meraih prestasi seperti cabor lainnya,” tandasnya.(Hmz/Aka)

Dewanti Tawari Atlet Peraih Medali Asian Games Jadi PNS

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut Jafro dkk atlet paralayang peraih medali Asian Games 2018 di Balai Kota Among Tani, Jumat (31/8). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Lima atlet paralayang Kota Batu yang berlaga di Asian Games 2018 ditawari jadi ASN (dulu PNS). Ini tidak lain bentuk apresiasi atas capaian Juara Umum cabor paralayang.

Ya, kelima atlet Kota Batu, Jafro Megawanto, Jony Efendy, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari dan Rika Wijayanti menorehkan prestasi memuaskan. Total enam medali berhasil diraih.

Rinciannya, dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Didapat dari berbagai kategori lomba, dua emas diraih pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) beregu putra, dan individual putra atas nama Jafro Megawanto.

Untuk perak diraih tim putri dari nomor Ketepatan Mendarat beregu. Tiga perunggu disumbang masing-masing di nomor ketepatan mendarat individual putri atas nama Rika Wijayanti, lintas alam beregu putra, dan lintas alam beregu putri. Sebagai apresiasi kepada atlet, Pemkot Batu melalui KONI telah menyiapkan bonus.

“Ya ada uang pembinaan,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko ditemui awak media.

Disinggung apakah nominalnya sama atau lebih besar dari yang sudah ditetapkan Kementerian, yakni Rp 1,5 miliar, Dewanti menjawab diplomatis.

“Ya surprise. Kalau lebih besar ya Alhamdulillah,” sambung dia.

Masih kata Dewanti, terkait komitmen pemerintah pusat yang menjanjikan pula bonus untuk menjadikan ASN bagi atlet peraih medali, pihaknya masih akan berkoordinasi.

“Kami akan fasilitasi itu. Tapi apakah penempatan di Kota Batu atau di pemerintah pusat saya mintakan Pak Sekda untuk mencari tahu,” urai perempuan bergelar Magister Psikologi ini.

Terlepas dari itu, Dewanti berharap euforia ini dapat jadi motivasi dan spirit kepada seluruh anak-anak dan pemuda di Kota Batu, sebab para anak muda di kota kecil ini punya potensi yang tidak kalah dengan kota besar maupun kota lainnya.

“Bahkan dengan orang-orang se- Asia. Asal bersatu, mau berusaha, semangat belajar, mau menjadi orang yang bekerja keras, akhirnya bisa hasilkan seperti ini (prestasi),” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Tiba di Batu, Jafro Dkk Disambut Bak Pahlawan

Pelajar dari MAN Kota Batu memyambut Jafro atlet paralayang peraih medali emas Asian Games 2018 didampingi Wawali Kota Batu Punjul Santoso di Jalan Patimura, Jumat (31/8). (Aziz Ramadani/MVoice)
Pelajar dari MAN Kota Batu memyambut Jafro atlet paralayang peraih medali emas Asian Games 2018 didampingi Wawali Kota Batu Punjul Santoso di Jalan Patimura, Jumat (31/8). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Atlet paralayang peraih medali emas Asian Games Jafro Megawanto tiba di Kota Batu, Jumat sore (31/8). Jafro dan empat rekannya sesama atlet paralayang langsung disambut meriah warga kota berjuluk De Klein Switzerland itu.

Jafro disambut pertama kali di Jatim Park 3, setelah sebelumnya mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh sekitar pukul 14.30 WIB. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo dan Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurrohman dan pejabat OPD lainnya beri penghormatan berupa kalung bunga.

Jafro disambut hangat.
Jafro disambut hangat.

Setelah itu, Jafro, Jony Efendy, Rika Wijayanti, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari diarak keliling Kota Batu dengan Jeep Willys. Jafro pun nampak berkalung medali emas Asian Games kategori ketepatan mendarat (KTM).

Rika Wijayanti medali perunggu kategori ketepatan mendarat (KTM) putri juga tampak. Medali perak KTM beregu putri dan medali perunggu Lintas Alam beregu putri. Sedangkan Roni dan Jony berkalung medali emas KTM Beregu Putra.

Selama perjalan menuju Balai Kota Among Tani, rombongan disambut meriah. Salah satunya ratusan pelajar MAN Kota Batu yang telah menanti di depan sekolahnya Jalan Pattimura.
Seluruh pelajar meneriakkan nama Jafro. Beberapa pelajat lainnya mengabadikan dengan smartphone masing-masing.(Hmz/Aka)

Besok, Atlet Paralayang Asian Games Diarak Keliling Kota Batu

Spanduk penyambutan atlet Asian Games Kota Batu cabor paralayang. (Humas Pemkot Batu)
Spanduk penyambutan atlet Asian Games Kota Batu cabor paralayang. (Humas Pemkot Batu)

MALANGVOICE – Atlet Asian Games cabor (cabang olahraga) paralayang bakal pulang kampung, Jumat (31/8). Sebelum disambut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, atlet kebanggaan kota berjuluk De Klein Switzerland ini diarak keliling kota.

Diagendakan, ada 5 atlet yang pulang usai menjalani Asian Games 2018 di Gunung Mas, Puncak, Bogor Jawa Barat. Diantaranya, Jony Efendy, Rika Wijayanti, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari. Dan tentunya peraih emas kategori ketepatan mendarat (KTM) Jafro Megawanto.

“Dijadwalkan para atlet tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang) pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono, Kamis (30/8).

Para atlet, lanjut Imam, bakal disambut di bandara. Kemudian diarak menggunakan jeep Willys mulai Jalan Raya Dadaprejo Kota Batu (perbatasan Dau Kabupaten Malang-Kota Batu). Arak-arakan atlet bakal berakhir di Balai Kota Among Tani Jalan Panglima Sudirman.
Disinggung soal bonus apa yang bakal diberikan, mantan Kasatpol PP ini menjawab diplomatis.

“Soal itu (bonus) tanya pak Sekda saja. KONI juga,” tutup Imam.(Hmz/Aka)

Keberhasilan Arek Malang di Panjat Tebing Asian Games Diapresiasi KONI

Tim panjat tebing Indonesia. (istimewa)
Tim panjat tebing Indonesia. (istimewa)

MALANGVOICE – Keberhasilan Abudzar Yulianto meraih medali emas bersama tim Indonesia 2 dalam ajang panjat tebing Asian Games 2018, Senin (27/8) lalu mendapat apresiasi dari KONI Kota Malang.

Betapa tidak, Abudzar dipilih untuk mengikuti Asian Games mewakili Kota Malang dari 17 atlet lain.

Humas KONI Kota Malang, Laily Fitria Liza Min Nelly, mengatakan, medali yang disumbangkan Abudzar bersama tim dalam kelas speed relay itu sangat berarti bagi Indonesia dan Kota Malang.

“Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Indonesia. Kami bangga dengan Abudzar,” katanya kepada MVoice.

Ia berharap, dengan munculnya prestasi tersebut bisa mendorong anak muda lain agar terus menorehkan prestasi lain di bidangnya masing-masing.

“Semoga ke depan makin jaya olahraga kita dan tentu perhatian pemerintah harus diimbangi dengan lebih baik lagi,” harapnya.(Hmz/Aka)

Dewanti Janjikan Bonus Jafro Peraih Medali Emas Asian Games

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Aziz Ramadani/MVoice)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Torehan medali emas Jafro Megawanto ajang Asian Games 2018 cabang olahraga (cabor) paralayang diapresiasi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Pemkot Batu berjanji beri bonus kepada atlet asal Kelurahan Songgokerto Kota Batu itu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, dirinya bangga ada warga Kota Batu yang sukses mengharumkan daerahnya. Rencananya, jika Jafro telah kembali ke Kota Batu, pihak akan beri sambutan spesial sebagai bentuk apresiasi atas torehan medali emas. Cabor paralayang nomor ketepatan mendarat Asian Games 2018.

“Bangga sekai rasanya, ada warga Kota Batu yang telah menyumbangkan medali emas di Asian Games. Nanti sewaktu dia pulang akan kami sambut sebagai apresiasi,” kata Dewanti.

Dewanti juga menjanjikan memberi bonus khusus kepada Jafro.

“Kalau pak Presiden RI Joko Widodo saja memberikan bonus, tentunya kami sebagai pemerintah kota juga akan kasih bonus untuk Jafro,” imbuhnya.

Bonus dan apresiasi kepada Jafro pantas diberikan. Sebab Kota Batu semakin dikenal dunia.

“Untuk bisa masuk mengikuti Asian Games 2018 saja sudah menjadi kebanggan. Apalagi bisa menyumbangkan medali emas, itu luar biasa,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti diberitakan, Jafro sukses menambah pundi-pundi medali emas dari cabang olahraga (cabor) paralayang untuk ketepatan mendarat (KTM) putra. Medali emas itu berhasil didapatkannya saat berlaga di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Kamis (23/8).

Sebelumnya, Jafro bersama tim lainnya untuk nomor tim akurasi beregu putra berharil memperoleh medali emas. Saat itu, Jafro bersama tim terdiri dari Roni Pratama, Jonny Effendi berasail dari Kota Batu, Aris Apriansyah adal Banten dan Hening Paradigma dari Jawa Tengah berhasil memperoleh medali emas.(Der/Aka)

Mbois Lop! Arek Kota Batu Sumbang Emas Asian Games

Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)
Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)

MALANGVOICE – Atlet paralayang Kota Batu, Jafro Megawanto menambah pundi-pundi medali emas untuk Indonesia di perhelatan Asian Games 2018. Jafro sukses memenangi cabang olahraga (cabor) paralayang untuk ketepatan mendarat (ktm) putra di arena paralayang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/8).

Dengan demikian saat ini Indonesia mengantongi 7 medali emas dalam Asian Games 2018. Sebelumnya, Rabu (22/8) Jafro tergabung dalam nomor tim akurasi beregu putra itu terdiri dari Roni Pratama, Jonny Effendi, Aris Apriansyah, dan Hening Paradigma juga sukses memperoleh medali emas.

Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)
Jafro meraih medali emas paralayang Asian Games 2018. (Repro/SCTV)

“Hari ini cukup menegangkan. Lawan-lawan bagus. Saya (sempat) punya nilai jelek, jadi belum aman. Di round terakhir Alhamdulillah poin dua. Tentunya bangga,” kata Jafro dihubungi melalui telepon selulernya.

Pria asal Kelurahan Songgokerto, Kota Batu ini menambahkan, jika angin di area Gunung Mas cukup mendukung. Sehingga saat berlomba membuatnya percaya diri hingga meraih medali emas.

Prestasi ini tak membuat Jafro berbesar kepala. Sebab, sebelum menjadi atlet profesional saat ini, Jafro hanya caddy, para boy atau anak pelipat parasut.

“Karena memang rumah berdekatan dengan tempat paralayang di Gunung Banyak dan landing lapangan Songgomaruto,” jelasnya.

Jafro masih ingat betul menjadi pelipat parasut saat usia 13 tahun. Dari usaha itu ia mendapatkan upah Rp 5 ribu sekali melipat.

“Setelah dua tahun jadi para boy, saya ditawari untuk latihan paralayang. Saya sangat senang sekali,” sambung pria 22 tahun ini.

Sejak bergabung dengan atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu beragam prestasi sudah didapatkannya. Mulai dari berlaga di tingkat nasional hingga internasional telah diikuti. Menurutnya capaian yang ditorehkan bersama tim dan pelatihnya menjadi sebuah kebanggaan dan sejarah bagi dirinya, bersama tim Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Kota Batu khususnya yang telah memberikan dukungannya kepada kami,” tutupnya.(Der/Aka)

IPSI Kota Malang Gelar Kejuaraan Pencak Silat Usia Dini

MALANGVOICE – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang menggelar Kejuaraan Pencak Silat untuk usia dini dan pra remaja mulai 4-5 Agustus di Balai Tidar Kota Malang.

Kejuaraan Pencak Silat tersebut diikuti anak usia dini umur 10-12 tahun dan pra remaja umur 12-14 tahun dari seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Malang.

Menurut keterangan Ketua harian IPSI Kota Malang, H Parso Adiyanto mengatakan, kejuaraan tersebut dijatah untuk 14 perguruan namun yang mendaftar hanya delapan perguruan.

“Delapan perguruan ini terdiri dari PSHT, Tapak Suci, Pagar Nusa, Pamur, Nur Harians, Asad, Cimande dan Merpati Putih,” kata Parso Adiyanto saat ditemui awak media, Sabtu (4/8).

“Kategori yang dilombakan adalah tanding tunggal dan jurus tunggal wajib putra/putri,” lanjutnya.

Parso menyampaikan tujuan dari kejuaraan tersebut ialah untuk menciptakan atlet pencak silat berkualitas di masa mendatang.

“Jadi sifatnya kami pembinaan, agar dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, dapat menjadi atlet yang mewakili kota malang dalam setiap perlombaan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diadakan kejuaraan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pencak silat yang dipandang masyarakat sebagai sumber kekerasan.

“Dengan adanya acara ini masyarakat tahu bahwa pencak silat itu olahraga bukan perkelahian atau tawuran,” harapnya.

Setelah acara tersebut IPSI Kota Malang bekerja sama dengan Persatuan Tinju Kota Malang (Pertina) akan mengadakan Festival Seni pencak silat tradisi di Ring Tinju Kota Malang pada tanggal 1 September 2018.(Der/Aka)

Atlet Kota Malang Angkat Medali di Asian Mountain Bike Series 2018 Malaysia

MALANGVOICE – Atlet asal Kota Malang kembali meraih prestasi membanggakan. Kali ini dari kejuaraan Asian Mountain Bike Series 2018 di Sabbah, Malaysia 28-29 Juli lalu.

Atlet ISSI Kota Malang, Angga Dwi Hesta meraih juara III kategori XCO Man Junior, sedangkan untuk putri di kelas Cross Country Olympic (XCO) Woman Junior disabet dua atlet sekaligus, yakni Dewika Mulya Sova a II dan Okky Lafidawati juara III.

Pelatih ISSI Kota Malang, Sugianto Styawan, mengaku, persaingan merebut medali di ajang itu cukup sulit. Lawan terberat, kata dia berasal dari Thailand. Hal itu terbukti atlet dari negara Seribu Pagoda yang menjadi juara I.

Terlebih, masih kata Sugianto, persiapan para atlet juga kurang sehingga mempengaruhi performa dalam kejuaraan tersebut.

“Persiapan anak-anak itu kurang. Hanya dua kategori dan tidak ada spesialisnya. Sebelum ke Malaysia itu juga mengikuti kejurnas di Bantul, jadi waktunya juga mepet,” katanya.

Meski begitu, Sugianto merasa bangga dengan hasil yang didapat. Para atlet binaannya mampu menaiki podium dan mengangkat nama Indonesia. Ia berharap regenerasi atlet terus berlanjut sehingga muncul penerus juara lain di kemudian hari.

“Semoga atlet lebih diperhatikan lagi biar banyak regenerasi. Mereka ini juga masih junior dipersiapkan di Porprov mendatang agar target tercapai,” tandasnya.(Der/Aka)

Kakak – Adik Asal Malang Sabet Medali Kejuaraan Wushu di Brasil

MALANGVOICE – Kakak adik asal Malang berhasil menyabet medali di World Junior Wushu Championship 2018 di Brasil. Keduanya adalah Ahmad Ghifari Fuaiz dan Aqila Ghaida Fuaziah.

Ahmad Ghifari mendapat satu medali perak (Jian Shu) dan satu perunggu, sedangkan adiknya, Aqila mendapat satu medali perak (Dao Shu C).

Mereka berlaga mewakili kontingen Indonesia yang mengirimkan 20 atlet pada kejuaraan yang berlangsung 9-16 Juli tersebut.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, menarima langsung kedatangan kedua atlet tersebut saat kembali ke Malang. Ia mengaku bangga dengan prestasi Ahmad Ghifari dan Aqila.

“Kami bangga terhadap adik-adik ini. Meski belum emas tapi sudah mengharumkan nama Kota Malang dan Indonesia tentunya,” kata Eddy, Rabu (1/8).

Dengan adanya prestasi ini, ia berharap kepada pengurus wushu Kota Malang terus mendorong atlet agar mampu bersaing dan mendapatkan medali.

“Ini termasuk aset. Diharapkan juga nanti bisa dipersiapkan untuk Porprov 2019,” jelasnya.

Seperti diketahui, kontingen Indonesia dalam kejuaraan itu meraih 2 medali emas, 10 perak dan 7 perunggu.(Der/Aka)

Komunitas