Digerojok Dana 12 Miliar Prestasi Malah Anjlok, Sutiaji: KONI Perlu Dievaluasi

Wali Kota Malang Sutiaji. (Aziz Ramadani MVoice)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang angkat suara terkait merosotnya prestasi di ajang Porprov ke-VI Jatim. Orang nomor satu di Pemkot Malang itu minta KONI evaluasi total setiap cabang olahraga (cabor).

“Ya perlu evaluasi, semua itu perlu evaluasi,” kata Sutiaji, belum lama ini.

Apalagi, lanjut dia, Pemkot Malang memberikan dana hibah jumlahnya tak sedikit. Dibandingkan Sidoarjo dan Kediri yang meraih posisi ketiga dan kedua, anggaran untuk KONI Kota Malang lebih besar. Tepatnya Rp 12 miliar.

“Dana hibah untuk KONI, mulai 2015 Porprov di Banyuwangi, 12,5 miliar rupiah, yang 500 (miliar) untuk Pramuka. Artinya kita tidak ada masalah dengan dana. Sidoarjo dan Kediri itu antara 8-9 miliar rupiah,” urai Sutiaji.

Sutiaji menginginkan ada evaluasi dari masing- masing cabor. Pihaknya bakal menanti laporan tersebut dari KONI.

“Menurut saya perlu koreksi masing-masing cabor bagaimana itu, mulai latihannya, sistem kompetisinya bagaimana. Porprov kan empat tahun sekali, pembinaan tiga tahun, kita 12 miliar terus (dana hibah),” pungkasnya.(Hmz/Aka)

BNN Kota Malang

KONI Kota Malang Berencana Bangun Lintasan Sepatu Roda

Atlet sepatu roda Kota Malang. (istimewa)
Atlet sepatu roda Kota Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – KONI Kota Malang berencana membangun sarana dan prasarana untuk aksimalkan pembinaan atlet. Terdekat saat ini yang sedang dirancang adalah pembangunan lintasan sepatu roda.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, rencana pembangunan track sepatu roda sudah dicanangkan sejak lama, namun belum terealisasi.

“Kami ingin bangunkan lintasan sepatu roda. Di sini tidak ada lintasan memadai, kami akan bicarakan lebih lanjut ke eksekutif dan legoslatif,” kata Eddy.

Di ajang Porprov VI Jatim 2019, sepatu roda berhasil meraih 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Hasil itu dianggap bisa lebih baik lagi apabila mempunyai sarana berlatih memadai. Apalagi di Porprov 2021 mendatang KONI Kota Malang inginkan balas dendam karena gagal target tahun ini.

Terkait lokasi, Eddy belum bisa memastikan, namun ia mempunyai angan-angan bisa ditempatkan di kawasan Kedung Kandang.

“Kendalanya adalah lahan, mungkin di daerah sebelah GOR Ken Arok bisa dimaksimalkan. Tapi akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan dewan dan pemkot,” ujarnya.

“Kami hanya punya waktu tahun ini dan 2020 untuk bisa mengejar persiapan di Porprov 2021,” tegasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Eddy Wahyono: Cabor Tak Siap Tidak Usah Berangkat

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (tengah) dan beberapa pengurus KONI. (deny rahmawan)
Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (tengah) dan beberapa pengurus KONI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Rencana KONI Kota Malang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap prestasi di ajang Porprov VI Jatim 2019 kemarin.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, ada beberapa hal yang akan dievaluasi. Termasuk bagaimana cabor memetakan kekuatan lawan sehingga bisa memasang target.

“Apakah pembinaan atlet bermasalah atau hal lain. Saya akan panggil satu persatu cabor untuk mengetahui hasilnya,” katanya, Rabu (17/7).

Semua itu dilakukan Eddy Wahyono agar Porprov VII Jatim yang rencananya digelar pada 2021 mendatang bisa meraih hasil maksimal. Eddy bahkan menyatakan, jika cabor tidak siap, maka tidak akan diberangkatkan bertanding.

“Hanya ada satu kata, harus jadi yang terbaik menebus di 2019, semua harus sepakat. Bicara 2021 nanti apakah masih serius tidak. Kalau gak siap gak berangkat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini KONI akan melaporkan hasil Porprov VI Jatim ke Wali Kota Malang. Kemudian langsung fokus menyusun strategi untuk 2021 mendatang.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gagal Raih Emas, PSSI Kota Malang Sampaikan Permohonan Maaf

Tim sepak bola Kota Malang. (istimewa)
Tim sepak bola Kota Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Hasil Porprov VI Jatim 2019 yang baru saja digelar tak menorehkan hasil maksimal bagi Kota Malang. Di ajang multi event ini Kota Malang hanya mampu finish di peringkat 4.

Banyak pencapaian para cabor yang jauh dari target, salah satunya adalah sepak bola dan futsal. Tim yang diterjunkan PSSI Askot Malang ini hanya meraih 1 medali perak di futsal pria, 1 perunggu di futsal putri dan menempatkan semifinalis di tim sepak bola. Padahal sebelumnya PSSI Kota Malang menarget tiga emas.

Atas raihan ini, Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly meminta maaf kepada seluruh masyarakat Malang yang selama ini sudah mendukung perjuangan tim sepakbola dan futsal di ajang Porprov 2019.

“Saya pertama – tama memohon maaf belum bisa memenuhi target untuk juara di Porprov 2019. Saya mewakili PSSI Kota Malang juga mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada masyarakat Kota Malang, pemerintah dan KONI yang sudah selalu mendukung kami selama Porprov 2019,” ucap Haris, melalui keterangan tertulisnya.

Selain itu, ia juga menghaturkan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam, atas perjuangan tim sepakbola, futsal pria dan wanita selama ajang Porprov yang diselenggarakan di empat kabupaten tersebut.

“Apresiasi mendalam juga kami sampaikan kepada tim sepak bola, futsal pria dan putri yang sudah berjuang keras di lapangan. Bagaimanapun hasilnya, kami tetap bangga,” lanjutnya.

Ucapan terima kasih, terkhusus juga disampaikan Haris Thofly kepada Wali Kota Malang, Sutiaji yang selalu setia mendukung perjalanan tim – tim PSSI mulai dari babak pra hingga pelaksanaan Porprov di Bojonegoro. Begitu juga dengan Kepala PDAM Kota Malang, Mukhlas dan juga kepengurusan KONI Kota Malang, di bawah kepemimpinan Eddy Wahyono.

“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Sutiaji yang sudah selalu menyempatkan waktunya mendampingi dan memberikan masukan kepada kami. Juga kepada Pak Mukhlas dari PDAM dan juga Pak Eddy Wahyono beserta jajarannya di KONI. Mereka selalu mendukung kami langsung di lapangan,” kata Haris.

Meskipun secara target belum terpenuhi, namun Haris melihat bahwa apa yang ditunjukkan ketiga tim tersebut, memberikan harapan besar kepada prestasi sepak bola dan PSSI Kota Malang ke depannya. Karena ini merupakan salah satu catatan prestasi karena tiga tim bisa sama – sama menembus semifinal di Porprov.

Catatan juga diberikan untuk futsal, yang merupakan hasil dari kompetisi internal PSSI. Dimana sebelumnya Liga Futsal Kota Malang belum pernah terselenggarakan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelum akhirnya dihelat pada medio 2018 lalu selama empat bulan.

“Alhamdullilah, apa yang ditunjukkan tim kami di Porprov 2019, merupakan wujud pembinaan selama ini yang berupaya dibangun pengurus PSSI semuanya. Seperti futsal, liganya sempat vakum empat tahun, dan akhirnya di 2018 bisa kembali kami selenggarakan. Hasilnya dua tim bisa meraih medali fdi Porprov, meskipun belum maksimal,”

“Namun tentu, ini akan menjadi satu langkah awal bagi kebangkitan sepak bola dan futsal Kota Malang, bukan saja di regional, namun bisa jadi nasional. Kami sekarang sudah punya modal berharga untuk Porprov berikutnya yang akan dilangsungkan pada 2021,” tutup Haris Thofly.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tak Penuhi Target Porprov VI Jatim, KONI Kota Malang Evaluasi Tiap Cabor

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Gagalnya Kota Malang meraih target mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov VI Jatim 2019 jadi perhatian serius Eddy Wahyono.

Menurut Ketua KONI Kota Malang itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Salah satunya persaingan antar kontingen sangat ketat sehingga tidak bisa dianggap remeh dari tahun ke tahun.

“Target itu kan yang menyampaikan cabor ke KONI. Tapi ternyata fakta daerah lain rupanya juga membenahi diri, seperti Kediri dan Sidoarjo yang mengancam dan melesat,” katanya, Senin (15/7).

Di Porprov VI Jatim tahun ini Kota Malang finish di peringkat 4. Raihan itu di bawah Kabupaten Sidoarjo di peringkat 3 dan Kota Kediri di posisi runner up. Sedangkan juara umum diraih Kota Surabaya.

Atas hasil itu, Eddy Wahyono akan menggelar evaluasi besar-besaran setiap cabor. Hal itu bertujuan mengetahui apa kendala dan masalah yang dihadapi selama Porprov VI Jatim kemarin.

“Secara keseluruhan gagal target. Tapi saya melihat sendiri upaya anak-anak sudah maksimal. Mungkin secepatnya ada evaluasi secara menyeluruh. Saya akan panggil satu persatu cabor,” tegasnya.

Dengan evaluasi itu, Eddy Wahyono berharap masalah segera diatasi dan kembali bersaing di ajang Porprov VII Jatim yang rencananya digelar pada 2021 mendatang.

“Saya ingin tahu problemnya. Apakah persoalan orgnisasi, atlet atau sarpras. Kalau terbuka dan jujur InsyaAllah bisa diatasi. Secepatnya kalau bisa,” tutup pria penghobi mengendarai motor gede ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Porprov VI Jatim Rampung Surabaya Tak Terkejar, Kota Malang Merosot

Maskot di Porprov VI Jatim 2019. (Istimewa)

MALANGVOICE – Misi Kota Malang mempertahankan posisi runner up di ajang Porprov VI Jatim 2019 gagal.

Ajang Porprov Jatim yang digelar menjadi ajang empat tahunan ini menempatkan Kota Malang di posisi 4 dengan poin total 308 sampai penutupan pada Sabtu (13/7) kemarin. Kota Malang mendapat 139 medali, antara lain 40 emas, 49 perak dan 50 perunggu.

Jumlah itu terpaut sedikit dari peringkat 3 yang diduduki Kabupaten Sidoarjo. Kota Udang ini memiliki raihan 313 poin dengan total 139 medali. Antara lain 46 emas, 36 perak dan 57 perunggu.

Sedangkan di posisi runner up tahun ini dipegang Kota Kediri yang tampil konsisten sejak awal. Yakni memperoleh 377 poin dari total 153 medali. Antara lain 60 emas, 44 perak dan 49 perunggu.

Di posisi juara umum sudah bisa ditebak sebelumnya, yakni Kota Surabaya. Atlet Surabaya tak terkejar dengan raihan poin paling tinggi, yakni 708 dengan total 280 medali. Untum emas didapat 113 medali, 89 perak dan 78 perunggu.

Hasil ini tentu akan menjadi evaluasi bagi Kota Malang karena gagal mempertahankan posisi runner up di Porprov V Jatim 2015.

Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono, mengatakan, bakal ada evaluasi terkait hasil tersebut.

“Atlet sudah berusaha maksimal. Tapi kita lihat, kontingen dari berbagai kota juga semakin baik dari Porprov sebelumnya,” kata Eddy.

Diketahui, ajang Porprov VII Jatim direncanakan bakal digelar kembali selama dua tahunan. Jika begitu ajang multi event olahraga ini akan dihelat pada 2021 dan yang menjadi tuan rumah direncanakan adalah Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Atlet MTB Putra Kota Malang Raih Medali Perak

Peraih medali di putra MTB-XC Porprov Jatim VI 2019. (Istimewa)

MALANGVOICE – Atlet Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Malang berhasil menyumbangkan medali pertama di ajang Porprov Jatim VI 2019.

Medali perak itu didapat Dois Audi Fikriansyah dari cabang MTB Men-XC 21 km, Sabtu (6/7) di Gua Kancing, Semanding, Kabupaten Tuban.

Pembalap Kota Malang ini mencatatkan waktu (1:08:26), hanya terpaut lima detik dari peraih medali emas, Feri Yudoyono (1:03:14), pembalap asal Kabupaten Lumajang. Sementara itu peringkat ketiga disabet pembalap asal Kabupaten Blitar, Fandi Jolata ( 1:11:21).

Sekretaris ISSI Kota Malang, Suwono, mengatakan, perolehan medali ini memang sudah ditargetkan. “Putra targetnya memang hanya perak saja karena kami sudah tahu peta kekuatan putra maupun putri untuk emas di Lumajang,” katanya kepada media.

Di kelas putri MTB-XC 14 km, atlet Kota Malang gagal mendapat medali. Hanya Nilma Murni Ningtyas masuk 10 besar menempati posisi ke-7. “Kami tidak ada target sama sekali di putri. Namun untuk kelas putri MTB Downhill besok kami targetkan perak, karena emas kuatnya di Kediri,” tandasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Gelaran Piala Presiden 2019 Sedot Pendapatan Rp 18 Miliar

MALANGVOICE – Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2019 Maruarar Sirait mengklaim mampu mengumpulkan pendapatan mencapai Rp 18 miliar, sejak dimulai Maret lalu. Hal ini sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo yang mengharapkan peningkatan ekonomi.

Gelaran tahun keempat ini juga diklaimnya sangat sukses. Sebab tidak menggunakan dana negara melalui APBN.

“Tidak menggunakan uang negara satu rupiah pun. Murni bekerjasama dengan swasta,” sambung dia.

Dengan tuntas digelarnya piala presiden dengan Arema FC sebagai juaranya, juga membuktikan sepakbola Indonesia semakin baik tanpa adanya mafia bola dan pengaturan skor.

“Selama gelaran ini juga mengutamakan transparansi dengan mengumumkan jumlah penonton, PKL, asongan dan hasil penjualan tiket, ” pungkasnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengungkapkan jika laga Arema FC dan Persebaya pantas sampai di partai final Piala Presiden 2019. Sebab, Kedua tim mampu menunjukkan pertandingan yang seru dan sportif.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan Piala Presiden ini. Tentu juara ini sangat ditunggu Aremania,” pungkasnya.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Tiga Cabor Bela Diri Ramaikan Gelar Tinju Dunia MSF ke-26

Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking bersama Kolonel (Mar) Suliono (Istimewa)

MALANGVOICE – Malang Super Fight (MSF) XXVI (ke-26) bakal digelar di halaman Balai Kota Malang, Jumat (29/3) mendatang. Gelaran tinju dunia ini akan menghadirkan momen istimewa dalam sejarah cabor bela diri Tanah Air.

Dalam satu gelaran tersebut akan ada tiga cabor bela diri sekaligus yang ditampilkan. Selain tinju, MSF ke-26 akan dimeriahkan seni tradisional pencak silat serta kick boxing.

Tiga sekawan asli Malang yang juga pegiat tinju dan pembina Pertina Jatim; Almas Widodo Kolopaking, Ade Herawanto dan Suliono saat tampil bersama band d’Kross beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Penggagas MSF edisi perdana hingga ke-26 yang sekaligus owner d’Kross BC, H Ade Herawanto mengatakan, ada dua perguruan pencak silat yang akan berpartisipasi memerihkan MSF ke-26, yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Merpati Putih (MP).

Dalam event ini, para pesilat PSHT akan menampilkan seni tunggal, ganda dan beregu yang dikemas dalam suatu kreasi yang rancak dan apik.

Sedangkan dari MP akan menampilkan teknik pematahan besi dragon dan beton oleh ibu-ibu dari Persit, Dharma Wanita dan PKK Kota Malang.

“Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia dan sudah sepatutnya saat ini dikenalkan juga kepada masyarakat internasional, sehingga pencak silat yang kemarin ditampilkan di Asian Games bisa lebih mendunia,” ujar Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga pembina Perguruan Pencak Silat Cimande itu.

Untuk kick boxing, lanjut Ade, ada atlet dari Pusdik Brimob Watukosek yang ingin ikut memeriahkan MSF ke-26.

“Laga pembuka MSF ke-26 ini masih berupa eksebisi karena belum masuk agenda resmi KONI. Kami hanya ingin ikut berpartisipasi memeriahkan gelaran tinju dunia ini demi solidaritas sesama olahraga beladiri di Jawa Timur,” ungkap Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes (Pol) Almas Widodo Kolopaking.

“Dan lagi secara pribadi saya selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan membawa harum nama Bhumi Arek tercinta kita,” sambung Wiwid, sapaan akrab arek Malang asli kelahiran Rampal Celaket yang juga Pembina Pertina Jatim ini.

“Untuk lawannya, kami masih upayakan yang terbaik. Semoga saja, atlet kick boxing dari Brimob mendapat lawan yang seimbang, sehingga pertandingan berlangsung seru,” timpal Sam Ade yang juga dikenal sebagai promotor nasional dengan berbagai lisensi badan tinju dunia.

Untuk diketahui, MSF ke-26 akan mempertemukan petinju-petinju terbaik Indonesia seperti Tibo Monabesa yang akan menghadapi Witawas Basapean asal Thailand dalam perebutan sabuk juara WBC Internasional kelas terbang ringan 48,8 Kg.

Juga Defri Palulu melawan petinju Filipina, Ivor Lastrella dalam perebutan sabuk juara WBC Asia Pasific kelas bulu 57,1 Kg.

“Gelar tinju dunia ini untuk menstimulan para generasi muda menekuni olahraga tinju, sehingga muncul bibit-bibit potensial dari Malang. Dengan begitu Malang akan bisa kembali menjadi barometer tinju nasional dan internasional seperti dulu,” tukas Sam Ade yang dikenal sebagai tokoh Aremania.

Selain gelar tinju dunia, MSF ke-26 juga menyajikan tinju amatir dan tiga partai tinju profesional berlevel nasional. Dalam gelar tinju nasional akan berlaga Galih Susanto (Yon Bekang BC Malang) melawan Frans Damour di kelas Bantam 53,5 Kg dan Jhon Ruba melawan Indra Anser di kelas Walter 66,5 Kg.

“Kini para petinju Indonesia yang akan merebut sabuk juara WBC internasional dan WBC Asia Pasific sudah berlatih dan sparing di Malang,” lanjut Ade yang di dunia kerja menjabat sebagai Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang.

Sementara untuk level amatir, akan menjadi ajang pembuktian para petinju muda Jawa Timur sebelum tampil di Porprov 2019 di Tuban, bulan Juli mendatang.

“Ini sekaligus untuk mengukur sejauh mana persiapan para petinju sebelum terjun di Porprov mendatang,” kata Pembina Pertina Jatim, Kol (Mar) Suliono.

Seperti biasanya, gelaran MSF selalu dikemas menarik dan menghibur masyarakat dengan ciri khas sportainment. Untuk kali ini akan ada hiburan musik oleh DJ Regina Rumopa, Perkusi dan lainnya.

Sebagai salah satu main event pada Jumat (29/3) malam, juga akan diberikan penghargaan khusus dari Pemkot Malang kepada para Wajib Pajak (WP) Self Assesment Teladan yang selama ini telah menunjukkan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya. Para WP Teladan ini akan menerima tanda reward khusus dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang yang diserahkan di atas ring Malang Super Fight ke-26.

Ade berharap masyarakat berbondong-bondong menonton gelaran tinju dunia MSF ke-26 yang juga merupakan rangkaian HUT ke-105 Kota Malang ini.(Der/Aka)

BNN Kota Malang

Sebelum Bertarung, Petinju Malang Super Fight ke-26 Diarak Kendaraan Tempur TNI

Istimewa

MALANGVOICE – Perhelatan tinju akbar atau Malang Super Fight (MSF) di Kota Malang tinggal hitungan hari. Panitia merencanakan mengarak para petarung menggunakan alutsista milik TNI sebelum laga yang berlangsung di Halaman Balai Kota Malang, Jumat 29 Maret mendatang.

Ketua Umum Komisi Tinju Profesional Indonesia (KPTI) Malang Raya, Ade Herawanto mengatakan, persiapan MSF yang juga sebagai ajang merayakan HUT ke-105 Kota Malang ini terus dimatangkan. Termasuk rencana arak-arakan para petarung kelas dunia itu sebelum adu jotos di atas ring tinju.

“Ada usulan dari panitia mengarak petinju untuk memeriahkan acara. Kemungkinan akan diarak H-1. Sebelum timbang badan petinju,” kata pria akrab disapa Sam Ade ditemui usai mengelar rapat di kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Selasa (19/3).

Kendaraan yang mengarak keliling, lanjut Sam Ade, bukan kendaraan biasa, Melainkan kendaraan tempur atau alutsista milik TNI. Hal ini dipilih bukan tanpa sebab.

“Acara ini kan juga dalam rangka merayakan HUT ke-58 Divisi Infanteri 2 Kostrad dan HUT ke-70 Yon Bek Ang TNI AD,” ujar pria juga tokoh Aremania ini.

Perlu diketahui, Malang Super Fight ke-26 ini merupakan kejuaraan tinju dunia WBC internasional dengan tiga partai utama yang dipertandingkan. Paling menarik adalah partai WBC yang mempertemukan petinju kelas dunia. Yakni Tibo Monabesa (Indonesia) versus Witawas Bosapean (Thailand) di partai WBC Internasional. Lalu Defry Palulu (Indonesia) versus Ivor Lastrella (Filipina) di partai WBC Asia Pacific.(Der/Aka)

BNN Kota Malang