BPJS-TK Berikan Perlindungan pada PMI

Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur, Dodit Isdiyono. (Lisdya)

MALANGVOICE – Salah satu fokus Badan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) adalah terus meningkatkan jaminan sosial bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Asisten Deputi bidang pemasaran BPJS-TK Wilayah Jawa Timur, Dodit Isdiyono, mengatakan bahwasanya pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja migran telah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017, tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia.

“Sejak 1 Agustus 2017, BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah untuk memberi perlindungan kepada PMI,” ‎ujar Dodit, dalam sarasehan Migran Day di Universitas Ma Chung, Kamis (20/12).

“Para pekerja Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, saat ini telah mendapatkan kesetaraan perlindungan jaminan sosial yang merupakan perwujudan atas hadirnya negara bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI),” tambahnya.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa jaminan sosial ini diberikan BPJS-TK, mulai lima bulan sebelum bekerja di luar negeri. Kemudian, jaminan juga diberikan pada PMI saat bekerja hingga setelah kembali di Indonesia.

Dari data BPJS-TK, jumlah peserta jaminan sosial mencapai 398.326 pekerja migran, yang terdiri atas 144.837 calon PMI yang sedang melakukan pelatihan dan persiapan kerja dan 253.489 PMI yang telah bekerja di luar negeri.

“Seluruh pekerja migran yang berangkat sejak Agustus 17 secara prosedural, sudah bisa kami pastikan hak perlindungannya. PR-nya saat ini menjangkau pekerja migran yang sudah di luar negeri,” ujarnya.(Hmz/Aka)

Selain Faktor Ekonomi, Banyak Pesaing Jadi Penyebab Banyaknya TKI

Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan. (Lisdya)

MALANGVOICE – Kasubdit Kelembagaan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) BNP2TKI, Rendra Setiawan mengatakan ada berbagai faktor masyarakat memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara lain.

Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Migrant Day yang diadakan di Universitas Ma Chung, Kamis (20/12).

Ia menegaskan bahwa faktor utama yang mendorong masyarakat untuk menjadi TKI adalah masalah ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja.

“Faktor utama adalah ekonomi keluarga. Memang masih ada beberapa faktor lain yang ikut menjadi daya dorong masyarakat untuk mencari kerja ke luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, angka tekanan kerja yang tinggi tidak sebanding dengan lulusan pelajar. “Banyak lulusan SD SMP datang ke kota besar mencari pekerjaan di pabrik, mall, instansi yang lain itu susah karena pesaingnya kebanyakan S1 dan S2. Sehingga akhirnya memutuskan memilih menjadi TKI,” tegasnya.

Faktor lainnya yakni masyarakat tergiur akan iming-iming untuk mendapat uang dalam jumlah banyak setiap bulan, dan gaji mereka akan dibayar dengan menggunakan mata uang dolar.

“Bekerja sebagai asisten rumah tetangga di Jakarta paling banyak ya dua juta, tapi kalau di Hongkong atau Taiwan sampai 8 juta setengah,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah memberikan pusat layanan dan jaringan perlindungan baik itu dari BPJS atau yang lainnya.

“Kami juga mendirikan pusat terpadu satu atap Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menyatukan semua layanan pembuatan paspor, KTP, SKCK satu tempat. Kita bisa mengurus semua surat yang diperlukan sehingga efektivitas dan irit biaya,” pungkasnya.(Der/Aka)

The Singhasari Resort Semarakkan Natal Bersama Anak Panti

Perayaan menyambut Natal di Singhasari Resort. (Anja a)

MALANGVOICE – Senyum gembira terpancar dari wajah anak-anak yatim piatu dalam acara semarak Natal di The Singhasari Resort Batu, Rabu (19/12). Acara ini merupakan bagian program CSR The Singhasari Resort yang selalu diadakan setiap tahun.

Public Relation The Singhasari Resort, Aditya Kurniawan mengatakan, anak-anak yatim piatu dari empat panti asuhan di Malang Raya diundang untuk makan malam bersama.

“Jadi malam ini ada 200-an anak yang datang. Mereka kami ajak main games lalu ada bagi-bagi hadiah juga,” kata Adit.

Selain itu, pihak The Singhasari Resort juga mengunjungi panti jompo di Turen pagi ini sebagai salah satu rangkaian berbagi suka cita Natal.

“Pagi tadi kami juga sempatkan ke panti jompo di Turen. Sama kegiatannya kita ajak oma opa bermain games dan berbagi hadiah,” katanya lagi.

Terlihat anak-anak antusias mengikuti aneka games yang disiapkan panitia. Bukan hanya itu, anak-anak ini juga unjuk gigi menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti dance dan menyanyi.

“Kami senang bisa berbagi suka cita dengan mereka. Apalagi ini sudah menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Kami harap, tahun depan kami bisa mengundang lebih banyak anak yatim piatu,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Kalindra Land Klaim Miliki Apartment Unit Studio Terbesar di Malang

The Kalindra Land. (Istimewa)

MALANGVOICE – Perlunya hunian mewah dan ekslusif di Kota Malang bakal dihadirkan lewat Kalindra Land. Kalindra Apartment dan Town House bakal dikemas cantik pada 2021 mendatang.

Executive Manager Kalindra Land, Ferdinand, mengatakan, dua proyek besar itu akan dibangun di lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Jalan Ahmad Yani Utara, Blimbing, Kota Malang.

Hunian itu diklaim memiliki unit apartemen studio terluas dari apartemen yang ada di Malang. Dengan luas netto 24,75 m2 dan luas semi gross 28,75 m2 bakal jadi andalan.

“Tentu ini jadi solusi tepat bagi eksekutif muda maupun kalangan mahasiswa yang ingin hunian mewah dan terjangkau,” kata Ferdinand.

Saat ini, Kalindra Apartment masih dalam sesi prelaunch dengan harga bersaing. Untuk project perdananya The Kalindra membangun tower apartement 16 lantai dengan 677 unit lengkap dengan fasilitas. Seperti infinity pool, gym dan komersial area serta Aston Malang City hotel.

Sedangkan untuk Town House, Kalindra Land juga memasang harga istimewa semasa pre launching. Tentu di dalamnya lengkap dengan fasilitas pendukung dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“The Kalindra juga menyediakan Exclusive Town House, yang menggunakan sistem smart home technology, didesain modern minimalis dengan sistem keamanan one gate sistem lengkap dengan CCTV,” lanjutnya.(Der/Aka)

Inovatif! Buah Tidak Cepat Busuk Hanya dengan Stiker Mungil Ini

Stixfresh adalah stiker memperlambat pembusukan buah. (Mashable)

MALANGVOICE – Bagi Anda pecinta buah-buahan ataupun pedagang buah, menyimpan buah agar tak cepat busuk menjadi tantangan tersendiri. Anda perlu tahu, bahwa sebuah perusahaan di Malaysia nernama Stixfresh menciptakan sebuah stiker yang bisa mencegah pembusukan buah. Bahkan buah bisa bertahan segar hingga 14 hari lebih lama.

Menurut informasi yang dilansir dari laman Mashable, Selasa (18/12) caranya hanya dengan menempelkan stiker kecil pada kulit buah. Buah seperti apel, pisang, alpukat dan berbagai jenis jeruk sudah diuji cobakan diaplikasikan stiker ini.

Bukan hanya segar lebih lama, ternyata stiker ini mampu membuat buah tetap manis, berair, dab daging buah matang. Hal ini bisa terjadi karena stiker ini mengandung lilin lebah dan natrium klorida.

Ternyata dua zat ini dilaporkan mengurangi proses pematangan dengan menghalangi Ethylene, hormon pematangan yang ditemukan dalam buah-buahan. Proses ini juga mencegah jamur berkembang pada buah-buahan.

Saat ini, stiker Stixfresh hanya tersedia di Malaysia dan Amerika Serikat. Dalam waktu dekat, Stixfresh akan memasarkan stiker ini ke seluruh wilayah Asia.(Hmz/Aka)

Hotel Bintang Lima dengan Venue Terbaik, The Singhasari Raih Indonesia Leading MICE Venue

Para penerima penghargaan di ITTA Awards 2018. (Istimewa)
Para penerima penghargaan di ITTA Awards 2018. (Istimewa)

MALANGVOICE – The Singhasari Resort Batu mendapatkan penghargaan pada 9th Annual Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) 2018 yang diselenggarakan ITTA Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia. The Singhasari Resort Batu menerima penghargaan Indonesia Leading MICE Venue, di Jakarta, Jumat (7/12)

Public Relation The Singhasari Resort Batu, Aditya Kurniawan mengatakan, pemenang dari penghargaan ini ditentukan oleh voting online dan keputusan dewan juri senior melalui beberapa tahap penilaian. Salah satu fasilitas yang dinilai juri sangat memuaskan adalah meeting room dan event venue.

“The Singhasari Resort Batu mempunyai berbagai jenis meeting room dan event venue yang menunjang keperluan bisnis meeting, gala dinner, konferensi dan perayaan spesial seperti ulang tahun maupun pernikahan. Mempunyai Convention Hall terbesar se Jawa Timur dengan kapasitas hingga 6 ribu orang,” kata Aditya.

Penghargaan ini, lanjut Aditya, menegaskan kembali komitmen The Singhasari Resort Batu untuk memuaskan tamu dengan keramahan yang sangat baik.

“Dengan mendapatkan penghargaan tersebut kami berkomitmen untuk menjadi resort yang lebih baik lagi dan tetap menjaga kualitas dari pelayanan hotel yang sesungguhnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, The Singhasari Resort & Convention merupakan Resort bintang lima pertama di Jawa Timur, yang menawarkan perpaduan antara budaya Indonesia, tradisi, keindahan dan gaya hidup.

The Singhasari
Resort and Convention, sesuai namanya mengambil konsep tradisional resort namun juga memadukan dengan unsur modern kontemporer. Sesuai dengan visi The Singhasari Resort ‘‘Starts from The Singhasari we will be known and lead globally“, The Singhasari Resort telah membuktikan kualitas pelayanan terbaik pada kelas hotel bintang lima.

Selain itu, sudah 8 tahun belakangan, ITTA Foundation telah menghadirkan sesuatu yang berbeda di industri pariwisata dengan menyelenggarakan Anual Indonesia Travel Tourism Awards, sebagai satu-satunya ajang penghargaan pariwisata bergengsi yang sangat diakui di Indonesia.(Hmz/Aka)

Bolu Bakar Siap Jadi Andalan Oleh-Oleh Khas Malang

Bolu Bakar Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Usaha kuliner di Kota Malang bisa dibilang sangat pesat. Beraneka macam jajanan muncul satu persatu dengan aneka kreasi, termasuk Bolu Bakar Malang.

Jajanan yang diklaim khas Malang ini berbeda dari bolu biasanya. Dijelaskan brand ambassador Bolu Bakar Malang, Hilda Yulis, perbedaan mendasar ada pada pengolahan, yakni dibakar.

“Bolu biasanya dikukus, kami menyajikan kue bolu dengan cara berbeda, cara masaknya dipanggang dengan filling (isian) yang sangat melimpah,” ujar Bee, sapaan akrabnya. Ia pun mengklaim Bolu Bakar Malang ini pertama dan satu-satunya ada di Malang.

Bolu Bakar Malang. (deny rahmawan)

Bee menjelaskan, ada beberapa varian rasa yang bisa dipilih. Ada rumbutter, rumbutter keju, keju, cokelat, cokelat keju, kacang, strawberry, kopi dan varian baru, yakni greentea. “Andalannya itu rumbutter dan rumbutter keju. Jadi nanti meluber saat dimakan,” ia menambahkan.

Jajanan ini, kata wanita yang juga sebagai MC atau pembawa acara, mendapat respon baik dari masyarakat. Pasalnya, meski baru buka pada 2 November lalu, dalam sehari rata-rata terjual 100 porsi. Jumlah itu meningkat saat memasuki akhir pekan, bisa sampai 200 porsi.

Ia menilai jajan kekinian ini tak akan kalah dengan buatan artis yang sudah banyak di Malang. “Kami bukan jajan artis, tapi rasanya mirip artis. Ini sangat khas Malang dan cocok buat jadi oleh-oleh,” katanya.

Bolu Bakar Malang saat ini hanya ada di MOG. Ke depan ia akan membuka cabang lain di beberapa tempat. Bee juga siap memberi tawaran kerja sama bisnis dengan produknya itu. (Der/Ulm)

Atasi Gizi Buruk dan Stunting, Dosen UMM Ciptakan Beras Analog untuk Balita

Elfi menunjukkan beras analog inovasinya (kanan). (Istimewa)

MALANGVOICE – Tingginya jumlah penderita gizi buruk dan kurang gizi pada balita terus meningkat. Alhasil pertumbuhan sebagian balita di Indonesia menjadi terhambat. Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Elfi Anis Saati berinovasi menciptakan beras analog tinggi protein.

Elfi berekspreimen dengan beras analog yang terbuat dari tepung tapioka, tepung kedelai, dan bayam hijau dan merah. Elfi menjelaskan, beras analog yang ia buat kaya akan protein yang dihasilkan dari kacang-kacangan. Ia memilih kacang kedelai yang mudah dijumpai.

“Beras analog ini mengandung tepung kedelai yang tinggi protein. Itu yang membuat beras ini tidak hanya mengandung karbohidrat seperti beras biasa,” papar Elfi.

Menurutnya, beras analog yang diberi label Elviza ini memiliki keunggulan lain yaitu tingkat antioksidan yang tinggi. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh manusia. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi balita pada masa pertumbuhan.

“Pigmen pada penelitian ini terbukti memiliki tingkat antioksidan yang sangat tinggi,” imbuhnya.

Beginilah penampakan beras analog Elviza. (Istimewa)

Sementara itu, pada beras analog, Elfi memilih pigmen yang terkandung pada sayuran. Sayuran dipilih karena banyak balita yang cenderung kurang mengkonsumsi sayuran. Tak hanya itu, Elfi mengaku bahwa beras analog ini tak hanya mengandung karbohidrat dan protein, namun juga kandungan sehat lain yang ada pada sayur.

“Saya memilih bayam sebagai tambahan komposisi untuk memanfaatkan pigmen yang ada pada bayam itu sendiri,” jelasnya.

Tak hanya berinovasi pada beras analog, sebelumnya Elfi juga telah bereksperimen dengan minuman antioksidan yang memanfaatkan pigmen dari bunga mawar. Antosianin dari bunga mawar diketahui dapat mencegah penyakit ginjal dan juga hati. Hasil penelitian itu sudah dipublikasikan pada jurnal Internasional dan telah dipatenkan.

Bermaksud untuk menyediakan pangan yang sehat bagi masyarakat dan mengurangi penggunaan pewarna non-pangan berbahaya, seperti Rhodamin B, Amaranth, dan Pauncou, Elfi melakukan hilirisasi produk minuman antioksidan, juga dengan nama merk Elviza. (Hmz/Ulm)

Dongkrak Daya Saing UMKM, Pemkot Batu Gelontorkan Anggaran Rp 3 Miliar

Pelaku UMKM di Kota Batu. (Anja a)
Pelaku UMKM di Kota Batu. (Anja a)

MALANGVOICE – Pada era yang serba modern, persaingan dunia UMKM sangatlah pesat. Guna meningkatkan kualitas dan produktivitas UMKM, Pemerintah Kota Batu menggelontorkan anggaran hingga Rp 3 miliar. Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, menjelaskan, anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pembelian mesin packaging dan dikelola oleh Perusahaan BUMD Kota Batu, Batu Wisata Resource (BWR).

“Jadi selain pariwisata dan pertanian yang menjadi program unggulan Pemkot Batu adalah UMKM. Karena itu Wali Kota akan menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk mesin packaging pada tahun 2019. Di mana nantinya mesin itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Batu meningkatkan nilai jual dan kualitas produknya,” Katanya.

Pengadaan alat packaging ini cukup penting. Tanpa alat packaging, pelaku UMKM kesulitan menembus pasar lebih besar. Hal ini dirasakan sebagai tantangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, RW 1 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang merupakan bagian dari Gapoktan Beji Makmur. KWT Asri yang termasuk dalam golongan usaha mikro berdiri sejak tahun 2015.

Soal produktivitas, KWT yang beranggotakan 25 ibu-ibu ini mampu menghasilkan banyak produk di halaman atau lahan miliki bersama seluas 100 m2 untuk pertanian organik. Serta ruangan sederhana di salah satu anggota untuk produk olahan atau jadi.

Anggota KWT, Rizky Nurfikayati, mengatakan, dari bantuan yang didapatnya, mulai dari dana Rp 20 juta, bibit jamur hingga peralatan panggang mampu dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

“Kelompok kami kini mampu mengahasilkan produk olahan seperti stik sawi, stik kurma tomat (kurmat), keripik jamur, sari jagung, keripik tempe, susu, yogurt hingga yang terbaru adalah pia tempe,” katanya.

Hasil-hasil olahan itu juga kadang dijual lewat stan yang disediakan di dekat pintu masuk Gedung Balai Kota Among Tani. Sehingga dari hasil penjualan, baik pertanian organik dan produk olahan setiap bulannya mampu mencapai Rp 2 juta.

“Kendala kami tidak adanya mesin packaging. Jadi susah untuk menembus pasar yang lebih luas atau masuk ke pusat oleh-oleh Kota Batu. Kami harap segera ada pengadaan mesin packaging, dari pemkot,” kata Rizky.(Hmz/Aka)

Maxwin Tawarkan Semua Masyarakat Dapat Miliki Saham Tanpa Riba

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi. (Lisdya)

MALANGVOICE – Maxwin Organization menawarkan program kepemilikan saham dengan mudah. Bahkan, diklaim bebas bunga atau riba.

Dengan tagline semua orang bisa punya saham perusahaan, sekaligus organisasi yang berafiliasi dengan group belibisnis.com ini menawarkan program revolusioner Indonesia bebas riba.

Senior Associate Maxwin Organization, Agung Riyadi, menyampaikan, pihaknya memiliki program “Marketing Konglomerat”.

Ia menjelaskan, dengan marketing konglomerat ini semua elemen masyarakat bisa mengikuti, baik ibu rumah tangga, buruh, jurnalis, kalangan profesional, bahkan mahasiswa, mampu memiliki saham di satu perusahaan tertentu.

“Akan kami berikan pelatihan, karena kami ingin mereka go publish. Pelatihannya khususnya dalam hal jual belinya saham perusahaan,” kata Agung Riyadi dalam gelaran table talk, Kamis (8/11).

Ia pun memaparkan, untuk mendapatkan saham di perusahaan tertentu, anggota yang tergabung dalam program Marketing Konglomerat hanya mempertemukan pengusaha atau klien yang cashflow bisnisnya dengan pihak Maxwin.

“Seperti contoh, Anda mempunyai bisnis dan cashflow bisnisnya bermasalah, pertemukan dengan kami nanti akan kami bantu hingga go publish. Kalau go publish, saham 2,5 persen dari perusahaan tadi jadi miliknya,” ujar Agung.

Kendati demikian, Agung menjelaskan, tidak semua perusahaan akan dibantu oleh Maxwin hingga go publish. “Kalau di Malang ini ya, yang kemungkinan lolos ya kuliner, EO dan lain sebagainya itu. Karena kami melihat pangsa pasarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, program Marketing Konglomerat merupakan bisnis yang ditawarkan Maxwin tanpa ada praktik riba. Yang terjadi adalah, perusahaan yang sedang low mampu bangkit kembali hingga go publish. Sementara bagi anggota Marketing Konglomerat selain berhasil membantu perusahaan yang tengah sekarat, juga mendapatkan bonus tambahan, yakni saham 2,5 persen.

Selain program Marketing Konglomerat, ada pula program partnership yang ditujukan bagi para pengusaha ataupun investor yang ingin berbisnis bersama Maxwin. Selain pengusaha, koperasi dan yayasan pun bisa ikut andil dalam program partnership Maxwin. (Der/Ulm)

Komunitas