Lalapan Ayam Penyumbang Inflasi Tertinggi Kota Malang

(Istimewa)
(Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang alami inflasi sebesar 0,30 persen pada Oktober 2018 ini. Angka itu jadi angka tertinggi di Jawa Timur dan penyumbang inflasi ternyata dari konsumsi ayam.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Oktober tahun 2016 lalu Kota Malang mengalami deflasi 0,2 persen, selanjutnya pada Oktober tahun 2017 mengalami inflasi 0,02 persen. Sementara pada Oktober tahun ini mengalami inflasi 0,30 persen.
Salah satu faktor utama tingginya inflasi disebabkan harga kebutuhan pangan yang tinggi. Tingginya harga daging ayam ras menjadi pemicu terjadinya inflasi.

“Kota Malang jadi kota yang konsumsi daging ayam relatif paling banyak dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Misalnya saja konsumsi lalapan di kawasan sekitar kampus,” beber Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Dwi Handayani Prasetyowati.

Dwi menambahkan, pada Oktober tahun ini Kota Malang mengalami inflasi paling tinggi selama tiga tahun terakhir.

“Inflasi di bahan pangan cukup besar, 0,57 persen. Terutama dari konsumsi daging ayam ras,” sambung dia.

Daging ayam ras mengalami kenaikan harga 7,12 persen dengan menyumbang inflasi 0,0892 persen, Oktober lalu.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga daging ayam ras memang mengalami kenaikan sejak awal Oktober lalu. Harga daging ayam ras berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram, per 1 Oktober lalu.

Lalu tercatat, angkanya naik menjadi Rp 31.600 per kilogram, 14 Oktober. Lalu naik lagi menjadi Rp 32.400 per kilogram, 27 Oktober.

Selain itu, komoditas sandang juga menyumbang inflasi, terutama harga emas perhiasan yang naik 0,44 persen.

“Karena emas dipengaruhi dolar, kalau dolar naik emas naik,” pungkasnya.(Der/Aka)

Penyandang Disabilitas Kini Punya Cara Mudah Cari Pekerjaan Lewat Aplikasi

Tim pencipta aplikasi saat menerima pemghargaan di Bogor. (Istimewa)
Tim pencipta aplikasi saat menerima pemghargaan di Bogor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB) merancang suatu sistem aplikasi yang diberi nama D’Loker. Mereka adalah Renaldy Sabdo Jati Purboningrat (Sistem Informasi/2016), Alexander Krisna Giri Wicaksono (Teknik Informatika/2016) dan Imam Farouqi Faisal (Teknik Informatika/2016).

Ketiganya membuat aplikasi D’Loker di bawah bimbingan salah satu dosen Filkom UB, Hanifah Muslimah Az-Zahra. Dijelaskan Renaldy, D’Loker dirancang dan dibuat dalam rupa sebuah aplikasi yang nantinya akan memudahkan penyandang disabilitas untuk menemukan berbagai informasi terkait lowongan pekerjaan, sehingga kemudian bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan keterbatasan yang mereka miliki.

“Mekanisme dari D’Loker cukup sederhana. D’Loker dibuat dalam dua versi. Versi pertama adalah aplikasi yang digunakan oleh pelamar pekerjaan. Pada aplikasi untuk pelamar pekerjaan, penyandang disabilitas akan melakukan registrasi dengan mengisikan data diri, melengkapi profil dan mengunggah foto diri,” papar Renaldy.

Setelah data diri terpenuhi, pelamar dapat secara aktif mencari lowongan pekerjaan yang tersedia pada aplikasi D’Loker. Selain itu, pada D’Loker juga ditanamkan beberapa fitur agar pelamar mendapatkan pekerjaan, semisal fitur pengiriman CV, history dan bookmark lowongan pekerjaan.

Sementara, versi kedua adalah aplikasi D’Loker bagi perusahaan atau instansi yang memberikan lowongan pekerjaan. Bagi perusahaan dan instansi, aplikasi ini akan mempermudah penyebaran informasi, serta dapat menghemat waktu dan biaya.

Berkat hasil karyanya tersebut Renaldy dan kawan-kawan berhasil meraih juara 3 kategori Apps Today dalam kompetisi IT Today 2018 di Bogor pada 15-16 September 2018 lalu. Untuk diketahui IT Today adalah kompetisi IT tingkat nasional tahunan yang diselenggarakan oleh IPB. Dimana terdapat tiga kategori yang diperlombakan, meliputi kategori Apps Today, Hack Today dan Business IT Case.(Der/Aka)

BTPN Kenalkan Program “Daya” Bagi Pelaku UMKM

Daya Head BTPN, Andrie Darusman. (Lisdya)
Daya Head BTPN, Andrie Darusman. (Lisdya)

MALANGVOICE – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di Kota Malang kini bisa bekerjasama dengan BTPN dalam program bisnis yang dinamai “Daya”.

Pihak bank nantinya akan terlibat langsung dalam hal pendampingan dan pemberdayaan agar kinerja bisnis bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut “Daya” Head BTPN, Andrie Darusman, program yang digagas itu mengimplementasikan sebuah model bisnis dengan mengintegrasikan misi sosial dan bisnis dalam produk, layanan, serta kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM, Google Maksimalkan Gapura Digital

“Inti dari program ini adalah kami menjadi partner, atau mitra nasabah dalam mencapai pertumbuhan usahanya. Kami meyakini, untuk bisa bertumbuh, nasabah tidak hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka,” kata Andrie Darusman kepada media di Malang, Kamis (25/10).

Andrie pun memaparkan implementasi Program Daya disesuaikan dengan profil, karakter dan kebutuhan nasabah. Bahkan, modul pelatihan yang diberikan relevan dengan tantangan yang dihadapi.

Beberapa modul terkait perencanaan bisnis yang direncanakan antara lain, manajemen keuangan, strategi menjaga loyalitas pelanggan hingga mengakses pasar menggunakan platform digital (e-commerce).

“Karena materi pelatihan yang dibutuhkan nasabah semakin kompleks, dan untuk memperluas jangkauan Daya, kami memperkenalkan Daya.id. Hal ini merupakan ikhtiar kami dalam meningkatkan kapasitas nasabah dengan memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

“Selain itu, hari ini kami bersinergi dengan Google untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya go online dan bagaimana para pelaku UMKM mengoptimalkan internet sebaik mungkin,” tandasnya.

Sebagai informasi, “Daya” merupakan sebuah program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur. “Daya” diperuntukkan bagi seluruh nasabah BTPN yang terdiri dari para pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas prasejahtera produktif.(Hmz/Aka)

Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM, Google Maksimalkan Gapura Digital

Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani saat presentasikan gapura digital. (Lisdya)
Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani saat presentasikan gapura digital. (Lisdya)

MALANGVOICE – Google memiliki program gapura digital untuk membantu para pelaku UMKM memasarkan produknya di internet.

Operations Manager Gapura Digital, Imas Handayani mengatakan dengan melalui gapura digital ini pelaku UMKM dapat menaikan omsetnya.

“Dalam program ini, google akan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan strategi pemasarannya di internet,” katanya kepada awak media di Dapur Kota, Kamis (25/10).

Imas pun menjelaskan beberapa kelas yang terdapat di gapura digital antara lain “Siap Digital” untuk pelatihan dasar bisnis digital, “Handal Digital” untuk pelatihan berbagai topik yang mendalam. “Kelas Berbagi” yaitu kelas khusus dari Google untuk berbagi bersama, dan “Kelas Womenwill” kelas khusus untuk pengusaha wanita.

“Banyak materi yang diberikan kepada pelaku UMKM dan pelatihan ini juga gratis,” tambahnya.

Lebih lanjut, materi yang diberikan tersebut seperti membuat portal website yang baik, menggunakan fitur Google Bisnisku untuk menempatkan lokasi toko di Google Maps, hingga pengenalan SEO dan SEM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Bisnis yang didukung dengan kehadiran online mengalami peningkatan revenue 80 persen lebih cepat daripada offline,” tandasnya.

Perlu diketahui, Kota Malang terpilih menjadi salah satu kota di Indonesia dikarenakan potensial pelaku UMKM yang terus berkembang.(Hmz/Aka)

Bayar Rp 0 Bawa Pulang Gadget, Targetkan Transaksi Rp 3 Miliar

Konter gagdet jadi perhatian di Spektra Meriah. (deny rahmawan)
Konter gagdet jadi perhatian di Spektra Meriah. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Sukses digelar pada April lalu, Spektra Meriah kembali hadir di Malang. Dengan berbagai promo menarik, even ini berlangsung mulai 14 – 21 Oktober.

Bertempat di halaman depan Ramayana, Spektra Meriah kali ini menargetkan transaksi sebesar Rp 3 miliar. Marketing Manager Wilayah Jatim II, Fajar Ramadan, target itu terus meningkat dari target acara sebelumnya sejumlah Rp 2,5 miliar tembus Rp 2,7 miliar.

“Kami optimistis target itu terpenuhi. Meski sekarang masih berkisar di angka Rp 800 juta, jumlahnya bisa naik di akhir pekan nanti,” kata Fajar.

Selain memanjakan costumer lama, Spektra juga menargetkan costumer baru. Selama ini Spektra mempunyai pelanggan sebanyak 44 ribu di Malang.

Produk yang jadi unggulan untuk menarik konsumen adalah gadget dan elektronik. Bahkan, Spektra Meriah ini mempunyai program khusus bayar Rp 0 untuk sebuah gadget.

banner

“Jadi itu program khusus selama pameran ini. Cukup bayar Rp 0 dan bawa pulang gadget impian. Pengunjung juga bisa bawa hadiah langsung,” tandasnya.

Selain gadget dan elektronik, pameran itu juga menyediakan furniture, modal kerja serta alat kerja produktif.(Der/Aka)

Susah Move On dari Path? Aplikasi Vero Bisa Jadi Gantinya

Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)
Tampilan user interface aplikasi yang terkesan futuristik. (Vero)

MALANGVOICE – Bagi kamu yang susah move on pasca ditutupnya Path, ada sebuah aplikasi mobile berbasis sosial media dengan fitur yang bisa dibilang menyerupai Path yaitu Vero. Aplikasi ini bisa kamu jumpai di Google Play Store dan bisa diunduh gratis.

Mengusung tagline True to Life, aplikasi ini sebenarnya sudah hadir sekitar akhir 2016. Vero telah diunduh lebih dari satu juta. Sementara di App Store iOS, Vero menempati posisi ke-17 untuk aplikasi sosial networking.

Dalam keterangan aplikasi, Vero memaparkan konsep media sosial mereka adalah sharing rekomendasi dari mulai film hingga buku. Setelah dicoba, Vero memiliki user interface yang lebih ‘futuristik’ dengan mengusung warna hitam dan biru gradasi hijau tosca.

Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)
Fitur fitur aplikasi Vero. (Mundocontact.com)

Pengguna dapat menambah teman dengan langsung memilih kategori pertemanan. Ada empat kategori yang disediakan yakni private, close friend, friend, hingga acquaintance. Pengguna pun dapat memilih untuk mengikuti akun-akun penyedia konten yang sudah terverifikasi.

Baca Juga: “Goodbye!”, Path Resmi Umumkan Berhenti Beroperasi

Nyaris menyerupai Path, pengguna bisa mengunggah posting mereka dari mulai foto, link, film, buku, musik dan lokasi. Untuk postingan film, buku, lokasi dan musik, pengguna bisa memberikan ‘tanda’. Tanda ini berfungsi untuk memberikan informasi bagi teman dalam linimasa.

Pilihan tanda ini ada lima yakni watching, watched, want to watch, recommend dan dont recommend. Tiga pilihan awal menjadi unggahan biasa untuk pengguna menunjukkan eksistensi di media sosial.

banner

 

Sedangkan dua pilihan terakhir cocok bagi pengguna yang senang memberikan konten bagi teman dan pengikutnya. Misalnya, buku yang sudah dibaca tersebut apakah masuk kategori yang pantas untuk direkomendasikan atau tidak.

Linimasa Vero pun menyerupai linimasa Instagram yakni kotak-kotak besar dengan pilihan komentar atau menyukai di bawah postingan. Bagi sebagian orang, Vero bisa dijadikan alternatif pengganti Path untuk memberikan ulasan musik, film dan buku.(Der/Aka)

“Goodbye!” Path Resmi Umumkan Berhenti Beroperasi

Path ucapkan salam perpisahan. (Skrinshut Path)
Path ucapkan salam perpisahan. (Skrinshut Path)

MALANGVOICE – Path mengumumkan salam perpisahan terakhir untuk penggunanya di seluruh dunia hari ini (18/10). Pengumuman ini sejalan dengan hal yang sudah diungkap pada pertengahan September lalu.

Dalam blog resminya, Path mengumumkan salam perpisahan terakhir dan memastikan layanannya akan berhenti beroperasi.

“Dengan berat hati kami mengumumkan bahwa kami berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path,” tulis Path dalam blognya, Rabu (18/10).

Path juga menyatakan, pengguna tak bisa lagi melakukan “back up data. Selain itu, Path juga menyatakan pihaknya tak menyimpan copy data penggunanya.

“Anda tidak akan dapat mengakses opsi back-up data setelah 18 Oktober 2018. Kami mungkin tidak menyimpan salinan data Anda sejak hari ini,” seperti yang diumumkan Path.

Sebelum resmi pamit, Path telah memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk menyimpan seluruh data yang sempat dibagikan. Secara spesifik, Path memberikan waktu untuk menyimpan data-data tersebut sejak 17 September lalu.

Aplikasi Path telah menghilang tak bisa lagi diunduh di Google Play Store dan AppStore sejak 1 Oktober silam.

banner

Sebelum resmi ditutup, Path memastikan bahwa pengguna bisa mendapatkan mem-back up data-data yang sempat diunggah. Seiring dengan pengumuman pamit pada hari ini (18/10), pengguna tak bisa lagi menyimpan data dan mengajukan pengembalian dana bagi pengguna akun premium.

Path merupakan aplikasi media sosial yang dirilis pada November 2010 yang didirikan oleh Dave Morin, Dustin Mierau, dan Shawn Fanning.

Berbeda dengan aplikasi serupa, sejak berdiri Path mengedepankan pembatasan jumlah teman hanya untuk kalangan terdekat. Sempat mencapai angka unduhan satu juta kali dalam dua setengah pekan, Path justru berujung dijual kepada Daum Kakao Corp, induk perusahaan Kakao Talk pada Mei 2015.(Der/Aka)

Kangen Winamp? Tunggu Versi Barunya di 2019

Aplikasi Winamp versi lawas. (Softonic)
Aplikasi Winamp versi lawas. (Softonic)

MALANGVOICE – Masih ingatkah Anda dengan aplikasi musik legendaris, Winamp? Kabar terbaru yang dirangkum MVoice dari laman The Verge, Rabu (17/10), Winamp bakal dipermak habis tahun depan.

Hal itu dikatakan oleh CEO Radionomy, Alexandre Saboundjian, sebagai pemilik baru Winamp.

“Akan ada versi yang benar-benar baru tahun depan, dengan warisan Winamp tetapi pengalaman mendengarkan yang lebih lengkap,” katanya

Menurut Alex, versi baru Winamp akan menampilkan berbagai fitur modern, seperti kemampuan streaming, podcast, dan membuat playlist.

“Anda dapat mendengarkan MP3 yang mungkin Anda miliki di rumah, juga ke cloud, ke podcast, ke streaming stasiun radio, atau ke daftar putar yang mungkin telah Anda buat,” lanjutnya.

Namun, Alex menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kemungkinan integrasi Winamp dengan aplikasi lain. Sebagaimana diketahui, Spotify dan Apple Music kini sangat dominan di segmen pemutar musik. Versi terbaru Winamp kemungkinan besar akan dirilis secara gratis pada awal 2019.

Sekilas info, Winamp pertama kali dirilis pada 1997. Sejak diluncurkan pertama kali, Winamp sangatlah populer sebagai software pemutar lagu gratis di medio 2000-an. Jumlah pengguna yang semakin merosot sedikit, Winamp akhirnya dijual ke Radionomy pada 2014. Sejak saat itu, Winamp praktis tidak pernah terdengar lagi riwayatnya.(Der/Aka)

Festival Pesona Lokal Malang Hadirkan Berbagai Ragam Budaya

Sutiaji saat menghadiri Festival Pesona Lokal Malang. (istimewa)

MALANGVOICE – Sebanyak 5 ribu peserta ikut menyukseskan Festival Pesona Lokal Malang, Minggu (14/10). Festival yang menghadirkan ragam budaya dan kearifan lokal ini dipusatkan di Rampal.

Malang menjadi kota ke-lima setelah sukses diadakan di Bandung, Solo, Bali dan Makassar. Rencananya juga akan digelar di kota besar lain seperti Medan, Pontianak, Palembang dan Jakarta.

Swandajani Gunadi selaku Chief of Marketing and Digital Business Officer Adira Finance, mengatakan, festival ini diadakan dengan berbagai kegiatan antara lain parade karnaval budaya, lomba mural, lomba kreasi masakan daerah, bazaar UMKM dan pasar rakyat.

“Festival ini bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah. Sekaligus dalam rangka hut Adira finance,” katanya.

Acara Festival Pesona Lokal Pesona Lokal Malang dimulai dengan parade karnaval budaya yang diikuti lebih dari 2500 peserta dengan menampilkan baju adat dan musik tradisional hingga seni pertunjukkan khas budaya Jawa Timur. Karnaval budaya ini melewati rute karnaval dengan panjang kurang lebih 2,2 km.

Selain Karnaval Budaya, lomba mural serta lomba kreasi masakan khas daerah. Ada juga lomba UMKM yang dipilih tiga terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa uang tunai.

Festival itu pun didukung kehadiran Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, serta Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji untuk menyapa dan memberikan sambutan kepada seluruh peserta dan pengunjung yang hadir.

“Saya pesan Disbudpar agar semua budaya dipatenkan. Kami sudah inventarisasi budaya Malangan agar tidak diambil orang. Mudah-mudahan budaya Indonesia tidak dicontek negara lain,” harap Sutiaji. (Der/Ulm)

Kembangkan UMKM, BRIncubator Diluncurkan di Malang

Produk UMKM binaan BRI. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program BRIncubator. Program itu dikhusukan untuk mengembangkan UMKM.

BRIncubator merupakan program yang beroientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas UMKM secara digital dak validasi ekspor.

Program inkubasi tersebut fokus pada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion dan kriya ini bertujuan untuk modernisasi UMKM agar berbasis teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi, mengatakan, BRIncubator ini mendukung program OJK selama Oktober, yaitu Bulan Inklusi Keuangan.

Di Malang, peluncuran program ini merupakan yang kelima dari beberapa kota lain sebelumnya, yakni Solo, Makassar, Bandung, dan Padang.

“Kami ingin fokus pada pemberian ruang dan pendampingan melalui fasilitas yang bisa mendorong kemajuan dan berdampak pada ekonomi lokal dan nasional,” katanya seusai peluncuran BRIncubator, Senin (8/10).

Di batch pertama ini BRIncubator melibatkan 500 UMKM di lima kota tersebut. Program ini tentu akan diperluas sehingga dapat menjangkau kota lain di Indonesia.

Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto bersama Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Eko Wahyudi. (Deny rahmawan)

“Melalui program inkubasi ini, kami mengharapkan kontribusi positif dari seluruh pihak untuk bersinergi memajukan UMKM agar bisa go modern, go digital, go online dan go global,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Desk Inkubator Bisnis Mikro dan Ritel Kantor Pusat Bank BRI, Djoko Purwanto, menjelaskan, total dana yang dikucurkan untuk UMKM berjumlah 90 persen dari dana kredit sebanyak Rp 40 triliun. Sesuai catatan ada 35.373 anggota UMKM binaan BRI yang terdaftar di RKB.

“Sisanya Rp 490 miliar untuk usaha menengah. Itu bukti kami serius mengembangkan UMKM,” tandas Djoko. (Der/Ulm)

Komunitas