Teater Nisbi Gelar ‘Matahari di Sebuah Jalan Kecil’

Sesi latiahan sebelum pagelaran Teater Nisbi (Istimewa)

MALANGVOICE – Dalam rangka Dies Natalis ke-24 Teater Nisbi menggelar Matahari di Sebuah Jalan Kecil, di Aula Utama Universitas Gayana Malang, pada 9 November mendatang.

Pagelaran itu rencananya dihadiri Dewan Kesenian Kota Malang (DKM), Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) dan mengundang beberapa kelompok seniman untuk menampilkan kebolehannya.

Beberapa seniman itu antara lain, Koalisi Kendo kenceng, SMA 7 (Teater Keong) yang pernah menjadi Penyaji Terbaik Festival Jatim di UM, SMA 1 Pagak (Teater Kelas) Juara Umum Festival Jatim di UM, dan SMPN 2 Donomulyo (KKSD).

Dengan adanya kegiatan itu, Teater Nisbi diharap bisa melatih dan mengetahui kemampuan yang dimiliki para anggota sebagai bagian dari proses belajar dengan grup teater lain.

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November itu, nantinya memiliki semangat dan rasa tanggung jawab yang sama denga para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesian serta meneladani semua sikap positif yang dimiliki para pendiri bangsa tercinta.

DKM Kota Malang dan Kabupaten Malang usai pagelaran itu juga diharap bisa mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Karena penampilan seniman dipastikan berbeda dari yang lain.

Sekadar diketahui, Teater Nisbi dibentuk pada 10 November 1991. Arti nama Nisbi sendiri adalah “Antara Ada dan Tiada” karena pada awal berdirinya, Nisbi sempat fakum sebab kurangnya minat mahasiswa untuk bergabung di teater.

Namun Nisbi tetap semangat dan akhirnya dapat bangkit setelah berhasil menampilkan drama “Awas”. dari situlah Nisbi memulai masa keemasannya hingga sekarang.

Siswa SDN Bandunrejosari Tabur Bunga di TMP Suropati

Siswi SDN Bandungrejosari tabur bunga peringati Hari Pahlawan. (deny)

MALANGVOICE – Ratusan siswa dan guru SDN 1 Badungrejosari Malang, hari ini, ziarah di Taman Makam Pahlawan Suropati, dan melakukan tabur bunga.

Sebelum tabur bunga, para siswa mendapat pengarahan dari Kepala Sekolah, Didit Hardianto. Dikatakan, dengan ziarah dan tabur bunga, siswa bisa memahami arti pahlawan yang sebenarnya dan mengenang jasa untuk negara.

“Teladani sikap perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi nusa dan bangsa, sikap pantang menyerah dan tidak malas,” katanya.

Setelah itu para siswa dipandu anggota Kodim 083 Kota Malang tentang tata cara masuk makam hingga menabur bunga.

Bersama guru pendamping, mereka dibagi beberapa kelompok untuk tabur bunga. Siswa cukup antusias menabur bunga di pusara sebagai penghormatan jelang Hari Pahlawan 10 November mendatang. –

Dapat Visitasi Adiwiyata, SDK Sang Timur Optimis Juara

Guru dan siswa SDK Sang Timur kelas IV saat menyirami tanaman strowberry di depan kelasnya (fathul)

MALANGVOICE – Sekolah Dasar Kristen Sang Timur, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Batu, menerima visitasi penilaian sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Kepala SDK, Sr Natalia PIJ, mengaku bangga sekolah yang dipimpinnya masuk penilaian. “Sekarang tinggal nunggu pengumuman, semoga bisa dapat juara,” ungkapnya.

Ia menceritakan, aspek kebersihan, penghijauan, dan kesehatan, menjadi bahan penilaian. Termasuk hal yang paling disorot, kata Natalia, adalah kantin sekolah.

“Kantinnya dinilai, apakah baranga yang didagangkan bebas dari pewarna dan pengawet makanan. Karena anak-anak ini kan aset bangsa, jadi sejak kecil jajannya harus diperhatikan,” sambungnya.

Sementara soal penghijauan dan kebersihan, sudah ia buktikan. Penataan sekolah yang rapi, bunga gantung dan di dalam pot juga berjajar rapi.

“Kami juga bangga dengan anak-anak, karena bisa merawat kebersihan sekolah. Bahkan siswa berani negur tamu kalau buang sampah atau merokok di lingkungan sekolah,” imbuhnya.

Koordinator Adiwiyata SDK, Lukas Naya Ola, menjelaskan, tim visitasi datang ke SDK pada sore hari, sehingga siswa-siswi sudah pulang. Yang bertahan di sekolah hanya Club Hijau dan Tiwisada (Bakti Wiyata Husada) atau dokter kecil.

“Tim yang datang langsung dialog dengan siswa tanpa pendampingan kami. Jadi semua jawaban yang diberikan siswa jujur, itu yang kami ajarkan,” jelas Lukas.

Club Hijau yang dibentuk SDK memang berperan besar dalam rangka mendapatkan nilai yang bagus dalam Adiwiyata. Karena berkat club ini, kebersihan dan penghijauan tetap terjaga, dibantu siswa lainnya.

Awalnya, tambah Lukas, Club Hijau ini belajar pertanian. Lama kelamaan mereka sampai mengolah sampah hingga menghasilkan uang untuk kas kelompok.

“Club Hijau ini mendapat dukungan penuh dari wali siswa. Sampai-sampai orang tua mereka ikut mengumpulkan sampah bekas layak jual karena tahu manfaatnya dari siswa,” imbuhnya.

Dengan berbagai aktivitas soal kebersihan dan penghijauan ini, Lukas yakin SDK akan mendapat nilai yang bagus sehingga bisa dinobatkan menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional.

“Kalau menjadi sekolah Adiwiyata mandiri, kami akan punya tanggung jawab membina 10 sekolah imbas. Jadi kami dapat menyebarkan gagasan sekolah bersih, sehat, dan hijau,” tandasnya.

Gagal Juara Umum LKS, Disdik Adakan Evaluasi

Kabid Dikmen Disdik Kota Malang, Siti Ratnawati (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Usai digelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tahun ini, Kota Malang harus puas dengan perolehan 8 peringkat pertama (medali emas) dari 65 bidang lomba kejuruan.

Atas hasil itu, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Malang, Siti Ratnawati, mewakili Kepala Dinas, mengaku kurang puas. Pasalnya, lomba bergengsi antar SMK se-Jatim itu dituanrumahi Kota Malang, yang sebelumnya berharap jadi juara umum.

“Kami nanti akan rapat dengan para kepala sekolah SMK untuk evaluasi dari hasil ini,” katanya, sore tadi.

Meski begitu ia memuji semua peserta yang sudah mengikuti LKS dengan sungguh-sungguh dan kerja keras. Delapan peserta itu, lanjut Ratna, bakal mewakili Jatim untuk ikut LKS tingkat nasional, 2016 mendatang. Seluruh peserta itu diharap mampu mengharumkan nama Jatim.

“Selamat untuk para pemenang. Semoga bisa lebih baik di tahapan selanjutnya,” pungkasnya.

Program SMK Mini Targetkan Kualitas Siswa Siap Hadapi MEA

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman (deny)

MALANGVOICE – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim bakal meningkat drastis kualitasnya, karena ada program ‘;SMK Mini’. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman, menjelaskan, SMK Mini itu masih dalam naungan SMK pusat yang membantu daerah sekitar, termasuk pondok.

Nantinya SMK Mini itu membudidayakan potensi wilayah sekitar sekolah, agar sama-sama bisa maju dengan bantuan dari provinsi. “Program itu bisa meningkatkan produktifitas pondok dan wilayah sekitar. Jadi anak pondok tak melulu belajar agama tapi juga kemampuan lain. Tujuannya jelas, agar bisa bersaing di dunia kerja,” tuturnya pada wartawan.

Bantuan yang digelontorkan dari provinsi sebesar Rp 250 juta tiap enam bulan itu menargetkan 100 SMK Mini di seluruh Jatim. “Tahun kemarin sudah 70 SMK Mini, tahun ini targetnya bisa lebih. Di Malang saja sudah dua, lho,” jelasnya.

Mantan Kepala Sekolah SMKN 4 Malang itu berharap, saat MEA akhir tahun nanti, semua siswa SMK bisa bersaing terutama dengan pekerja luar negeri. Saat ini Saiful sudah mengusahakan sertifikasi kemampuan siswa dan guru agar mudah mencari kerja di perusahaan besar.

“Sertifikasi profesi kami berikan gratis sebanyak 16 ribu siswa dan guru. Jadi gak usah takut sama MEA nanti, meski waktunya mepet pasti bisa terpenuhi, cuma masalahnya SMK lemah dalam hal bahasa, itu saja,” tutupnya.

Saiful: Kualitas SMA dan SMK Sudah Setara!

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman (deny)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman, memuji prestasi siswa SMK pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2015 yang berakhir hari ini.

Menurutnya, kemampuan siswa SMK dan SMA sudah merata. “Dulu memang ada perbedaan, tapi sekarang sudah imbang dan menuju persaingan yang bagus,” katanya, sore tadi.

Dari hasil juara, mantan Kepsek SMK 4 Malang itu menyatakan, hal itu karena proses seleksi yang dilakukan kota/kabupaten sangat serius.

Dia katakan, dana seleksi dianggarkan Rp 300 juta tak sia-sia. “Dana itu kami sebar untuk proses seleksi per kota dan kabupaten. Ternyata hasilnya bagus sekali. Kualitas peserta sangat mumpuni,” ungkapnya.

Nantinya, peserta yang juara akan mendapat pembinaan khusus dari provinsi untuk bersaing mewakili Jatim di ajang LKS tingkat nasional di Kota Madiun.

“Ada pembinaan khusus dari kami untuk memantapkan lagi di LKS tahun depan agar dapat hasil maksimal. Kemungkinan ada beberapa tempat yang mendukung seperti VEDC Malang tergantung bidang keahliannya,” harapnya.-

Peringati Hari Pahlawan, Unikama Gelar Dialog dengan Pelaku Sejarah

MALANGVOICE-Berangkat dari pemikiran untuk menciptakan suasana dialogis antara para pelaku sejarah dengan mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, 10 November, Unikama merealisasikannya dalam acara bertajuk ‘Pahlawanku Idolaku’.

Berdasar rilis yang dikirim ke MVoice, pada 9 November pukul 19.00, acara dibuka dengan sarasehan bersama para pelaku sejarah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, bertempat di halaman tengah Kampus Unikama, dimeriahkan kelompok musik keroncong dan sajian kuliner tempo doeloe.

Pada hari H 10 November, pukul 06.45, dilakukan upacara peringatan Hari Pahlawan, diikuti seluruh civitas akademika, bekerjasama dengan masyarakat sekitar kampus.
Selanjutnya digelar persembahan fragmen kepahlawanan, didukung 250 anggota Teater Satrasia Unikama.

Fragmen kepahlawanan ini dibuat berdasar peristiwa perobekan bendera Belanda (merah- putih-biru) menjadi bendera merah-putih saja (bendera Indonesia).

Untuk kisah kepahlawanannya, menurut pimpinan produksi, Darmanto, disusun berdasarkan wawancara dengan Soenarto Djojodihardjo, pelaku sejarah dan anggota TRIP ( Tentara Republik Indonesia Pelajar).

Fragmen untuk tahun ini dikomandani Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Universitas Kanjuruhan Malang, Erik Teguh Prakosa, pimpinan produksi Darmanto, dan sutradara Eko Urip Mulyanto.

Cara memperingati Hari Pahlawan yang seperti ini, tambah Darmanto, diupayakan menjadi tradisi tahunan, meski sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005 lalu.

Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makan Pahlawan TRIP, secara konvoi, berangkat dari Kampus Unikama, mulai pukul 08.30 – selesai.

Surabaya Juara Umum LKS 2015

Suasana pengumuman juara LKS (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Kota Surabaya sukses menggeser Kota Malang sebagai juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Jatim tahun ini dan mendapat total 36 tropi.

Dari non olahraga, Surabaya mengoleksi 13 emas, 7 perak dan 6 perunggu. Sementara untuk olahraga 13 emas, 6 perunggu dan 8 perak.

Dalam penutupan LKS ke-24, panitia mengumumkan hadiah bagi semua juara. Untuk non olahraga, juara satu mendapat Rp 4 juta, juara dua Rp 3 juta dan juara ketiga Rp 2 juta.

Sedang bidang olahraga mendapat hadial Rp 7 juta untuk juara pertama, disusul Rp 6 juta dan Rp 5 juta untuk juara dua dan tiga.

Kabid Dikmenjur dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Hudiyono, menyebut kesuksesan LKS tahun ini karena antusias peserta dan kerja panitia luar biasa.

“Banyak peserta yang mengikuti lomba sampai akhir dan tak ada masalah selama LKS ini,” katanya saat penutupan LKS di Gedung Sasana Budaya UM.

Bagi pemenang lomba nantinya harus siap mewakili LKS tingkat nasional, 2016 mendatang. ”Selamat bagi pemenang, semoga ke depan lebih baik lagi,” harapnya.-

Fisik Terkuras, Kabupaten Malang Runner Up Futsal LKS

Tim futsal LKS Kabupaten Malang. (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Tim futsal Kabupaten Malang yang diwakili SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, berhasil menduduki peringkat 2 dalam geliat LKS 2015.

Tim itu berhasil mengalahkan 27 tim lain dan masuk final, Rabu (4/11) lalu, namun dikalahkan Kabupaten Pasuruan dengan skor telak 13-2 di lapangan futsal Champion.

Pendamping tim, Mahendra Hayu Alfiyansah, mengatakan, sukses di peringkat 2 buah dari kekompakan tim. “Meski hanya persiapan dua minggu, tim bisa meraih juara. Sayangnya, jadwal pertandingan yang singkat membuat pemain kelelahan,” jelasnya kepada MVoice.

Meski duduk di peringkat 2, Mahendra mengaku bangga karena bisa mengharumkan nama Kabupaten Malang. “Jelas bangga sekali. Ini ajang bergengsi se Jatim. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” harapnya.-

Tak Transparan, Peserta LKS Tak Puas Penilaian Juri

Pembimbing peserta lomba electronic application, Yoki Kurnia (deny)

LKS Jatim 2015 - MalangMALANGVOICE – Meski menduduki peringkat 3 lomba electronic application di ajang LKS 2015, tim Kabupaten Malang yang diwakili SMKN 2 Singosari ternyata merasa kecewaa pada juri.

Pembimbing peserta, Yoki Kurnia, menilai tim juri kurang transparan saat memberikan nilai. Pasalnya, di beberapa kategori lomba, seperti troubleshooting TV, anak didiknya yang bernama Andika Putra sukses mengerjakan soal, tapi mendapat nilai kurang maksimal.

“Peserta lain nilainya penuh semua, Andika hanya dapat segitu, gak masuk akal. Padahal dia menemukan solusi soal rusaknya TV,” katanya.

Yoki yang juga guru Audio Visual SMKN 2 itu sudah melayangkan protes pada dewan juri, namun ketua juri saat itu tak ada di tempat. “Kategori kelima dan keenam tidak diberikan penuh pada peserta, itu yang kami kecewakan,” keluhnya.

Komunitas