Konser Hey Slank X HS di Malang: Benang Merah Musik, Rokok, dan Kerinduan Slankers

MALANGVOICE– Konser Hey Slank X HS yang digelar di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (19/4) malam nanti, bukan sekadar panggung hiburan. Ada benang merah kuat yang mengikat kota ini dengan perjalanan Slank maupun industri rokok di Indonesia.

Bagi Slank, Malang bukan kota biasa. Kota ini bahkan disebut sebagai salah satu barometer penting bagi perjalanan sebuah grup musik. Hal itu diungkapkan langsung oleh vokalis Kaka Slank saat sesi jumpa pers beberapa jam sebelum konser dimulai.

“Dulu, waktu Slank keluarin album pertama tahun 1990, ada musisi senior bilang, ‘Lu harus main di Malang! Kalau di Malang sukses, masa depan akan bagus’,” ujar Kaka.

POLIPONI Bawa Sheila on 7 Reuni di Kota Malang

Menurutnya, Malang memiliki energi tersendiri bagi musisi. Ia juga menyinggung keberanian HS menggelar konser di kota yang dikenal sebagai salah satu pusat industri rokok di Indonesia.

“Inilah hebatnya HS. Malang kan sarangnya rokok, tapi berani-beraninya masuk ke sini. Orang-orang juga berani ngumpul di sini,” tambahnya.

Kenangan panjang juga dibagikan oleh drummer Slank, Bimbim Slank. Ia mengingat momen pertama kali Slank manggung di Malang pada 1990 silam.

“Saat itu dibayar Rp5 juta, manggung di Pulosari, nginap di Hotel Pelangi. Malang selalu punya rasa tersendiri, tiap ke sini pasti excited,” kenang Bimbim.

Tak hanya manggung, kunjungan ke Malang juga dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan dengan keluarga.

“Aku ajak keluarga, sudah ke Jatim Park, petik apel di Batu. Selalu menyenangkan,” imbuhnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh bassist Slank, Ivanka Slank. Ia menyebut Malang sebagai salah satu basis kuat Slankers di Jawa Timur.

“Saya sempat kuliah di sini, walau nggak lulus. Orangtua juga lahir di Malang. Kota ini sangat istimewa, Aremania!” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi industri, Direktur Sales & Marketing HS, Falah Adha, menegaskan bahwa Malang memiliki posisi strategis sebagai salah satu “rumah” industri rokok.

“Malang ini salah satu rumahnya rokok. Berdasarkan survei dari lembaga internasional, Jawa Timur khususnya Malang masuk dalam 10 besar wilayah dengan pertumbuhan produk rokok tertinggi,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, ia optimistis HS memiliki peluang besar untuk berkembang di wilayah ini.

“Semua kembali ke pilihan konsumen. HS ini bukan sekadar produk, tapi juga menginspirasi orang untuk berani berbeda,” jelasnya.

Konser Hey Slank X HS di Malang juga menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat Malang Raya. Dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan produk HS di wilayah ini disebut meningkat lebih dari 70 persen.

Di sisi lain, konser ini sekaligus menjadi obat rindu bagi para Slankers. Pasalnya, terakhir kali Slank tampil di Malang terjadi hampir satu dekade lalu, tepatnya pada 2017.

Antusiasme penggemar pun dipastikan memuncak pada konser kali ini. Apalagi, rangkaian tur HS di Malang menjadi perhelatan ke-6 setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung.

Tak hanya menyuguhkan musik, konser ini juga diramaikan oleh Slankerspreneur—wadah bagi para Slankers untuk memamerkan dan menjual berbagai produk kreatif karya mereka.

Slank tampil formasi lengkap 5 personil. Line up pendukungnya tak kalah gahar, punya basis fans militan; Shaggydog (Jogja), Rebellionrose (Jogja), Begundal Lowokwaru (Malang), Superiots (Bogor), dan Rastakrina Soundsystem (Jogja).

Sebelumnya tour HS Malang lebih dulu dihangatkan Minggu pagi mulai pukul 08.00 dengan Sunmoride dan Special Performance OM Adella: The Real Dangdut Koplo. Sejumlah artis Adella bakal menggoyang Lapangan Rampal. Diantaranya Nurma KDI, Listyana Jelita, Difarina Indra, Fendrik Adella dan kawan-kawan.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait