Kongres Memilih 10 Duta Anak

Papan bunga dan spanduk yang berjajar rapi menyambut acara kongres anak indonesia di hotel purnama kota batu.

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII di Kota Batu bakal dipimpin oleh anak-anak sendiri dengan batasan usia 12 sampai 17 tahun.
Mereka akan memilih 10 duta anak yang nantinya akan membacakan hasil kongres berupa deklarasi di hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Panitia Daerah Kongres Anak Indonesia Kota Batu yang juga Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu, Rudianto kepada MVoice mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya telah mentraining 10 anak untuk menjadi pendamping Kongres Anak Indonesia tersebut.
10 anak ini bukanlah duta anak, melainkan anak-anak pilihan dari masing-masing provinsi guna menjadi pendamping kongres.

“Pada saat kongres nanti, tidak boleh ada orang dewasa yang masuk ruangan. Makanya kita training dulu 10 anak terkait sidang dan mekanismenya. Orang dewasa saja kalau sidang ramai, jadi kita berharap sidang kongres anak bisa lebih baik,”ujarnya.

Rudianto menambahkan bahwa kongres di Kota Batu adalah satu-satunya yang penyelenggaraannya di tingkat Kota. “Sebelumnya pasti yang menyelenggarakan adalah tingkat provinsi,”tandasnya. –

SD Punten Optimis Juara Tata Kelola Dana BOS Nasional

Siswa siswi SD Punten I saat melakukan gladi penyambutan tim tata kelola BOS tingkat nasional. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Tim Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Dasar tingkat Nasional dijadwalkan melakukan penilaian di SD Punten I Kota Batu. Selasa (4/8) pagi ini.
Penilaian tersebut dalam rangka mempertahankan kejuaraan Kota Batu yang tahun sebelumnya pada kategori yang sama.
Siswa-siswi SD Punten I telah mempersiapkan diri dalam penyambutan para tamu. Terlihat beberapa anak sedang berlatih yel-yel untuk menyambut para tamu dan undangan. Termasuk beberapa kesenian tari kuda lumping dan waroknya.
Mewakili Kepala Sekolah, Agustina Sriwidayati, S.Pd mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk menjadi juara lomba tata kelola dana BOS.
Menurutnya, SD Punten I sudah terbiasa dengan sirkulasi pembelajaran. ”Kami yakin dengan doa bahwa kita akan berhasil,” tandasnya kepasa MVoice.-

270 Mahasiswa UM Digembleng di Lanal

Mahasiswa SM3T di Lanal sebelum dapatkan pelatihan. (deni/malangvoice)

MALANGVOICE – 270 mahasiswa peserta Sarjana Mendidik Desa Terpencil, Tertinggal dan Terluar (SM3T) Universitas Negeri Malang (UM) mendapatkan pelatihan mental dan fisik dari TNI-AL di Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) selama 15 hari.

Mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di desa terpencil. Rektor UM, Prof. Achmad Rofiudin, mengatakan dengan pelatihan di Lanal nantinya mereka akan lebih siap mengabdi dan berjuang.

“Penggemblengan mental, fisik, serta penguatan pemahaman ideologi kebangsaan, dengan didasari rasa disiplin, rasa tanggung jawab, memiliki kemandirian, serta adanya jiwa pengabdian yang handal, tanpa kenal lelah dan keluh kesah, sebagai calon guru PNS,” katanya dihadapan wartawan, (3/8).

Nantinya, lanjut Rofiudin, mahasiswa tersebut akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 2,5 juta/bulan, ditambah pendapatan dari Pemda setempat. “Selama mengabdi nanti tidak akan kesusahan keuangan,” lanjutnya.

SM3T edisi kelima ini akan berangkat tanggal 18 Agustus ke 7 Kabupaten dan 4 provinsi seperti Riau, Aceh, Papua, dan Papua Barat.

Guru Tak Boleh Korupsi Waktu

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji sesaat menghadiri halal bi halal guru SD di STIBA

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, H Sutiaji ingin guru bisa menjadi tauladan bagi para siswanya. Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri halal bi halal guru Sekolah Dasar negeri dan  swasta se-Kecamatan Kedung Kandang, Sabtu (1/8).

“Guru itu juga harus mendidik moral, kalau didikannya baik buahnya juga akan baik. Terlebih mereka ini kan pendidik siswa usia dini,” kata Sutiaji.

Sutiaji juga sempat memberi tausyah kepada 800 guru dan tamu undangan yang hadir di kampus STIBA tersebut. Ia mengajak para guru agar lebih jujur dan bermartabat. “Mengenai korupsi itu bukan cuma uang, waktu juga bisa kan,” lanjut Sutiaji. “Yang perlu dikuatkan itu adalah keyakinan karena itu bentuk pengabdian tulus dan ikhlas,” sambungnya.-

Penggalangan 1000 Tanaman Hias Buka Mos SMK 3 PGRI Kota Malang

Jpeg

MALANGVOICE – Masa Orientasi Siswa (MOS) SMK PGRI 3 Malang dibuka dengan penggalangan 1000 tanaman bunga hias Iler merah dan Begonia merah yang dibawa  para siswa baru. Selasa (28/7) pagi.

Usai upacara di Gedung Sarwakirti Unikama, tanaman bunga hias tersebut diberikan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang untuk ditanam di taman kota.

Pembukaan MOS  dihadiri  Kabid Dikmenjur Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Drs Hudiyono  sekaligus membuka dan memimpin apel.
Selain itu dihadiri Kepala Dinas DKP Kota Malang Erik Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, Rektor Unikama Pieter Sahertian dan beberapa jajaran dari Polres Malang Kota,  Kasat Binmas AKP Ramadhan Nasution.

Kepala Sekolah SMK PGRI 3, Lukman Hakim mengatakan, tujuan penggalangan tanaman hias dalam MOS kali ini agar siswanya mencintai lingkungan.

“Tren sumbangan kami mengajarkan untuk mencintai lingkungan, kami berharap bisa berkelanjutan, nanti Desember juga akan menyumbang lagi. Ini untuk Kota Malang juga,” katanya.

MOS dilaksanakan selama 4 hari, pada 29-30 Juli 2015 bertempat di Dodikjur Rindam V Brawijaya dan berakhir di Pusdik Arhanud sampai 1 Agustus 2015.

Komunitas